Anda di halaman 1dari 24

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah swt yang telah memberi rahmat dan hidayahnya sehinga makalah ini dapat diselesaikan penulis sampai pada batas waktu yang diitentukan. Tidak lupa pula kita kirimkan shalawat kepada nabi Muhammad saw beserta keluarga dan sahabatnya yang telah membawa perubahan besar-besaran dimuka bumi ini. Sejak penyusunan makalah ini, tidak sedikit hambatan yang dialami. Namun akhirnya penulis dapat mengatasi berkat bantuan berbagai pihak. Oleh karena itu penulis sampaikan ucapan terima kasih kepada bapak dosen mata kuliah system AC. Dan teman-teman mahasiswa teknik otomotif. Di dalam makalah ini masih terdapat banyak kekurangan yang penulis tidak sempat perbaiki karena minimnya pengetahuan penulis. Mohon dimaklumi.

Makassar 14 Mei 2010

Penulis

A. DASAR AC Sistem AC Kendaraan Air Conditioning, AC sebuah perangkat pengatur udara dalam kabin kendaraan meliputi kelembaban, sirkulasi, kebersihan serta temperatur udara yang mutlak diperlukan dalam setiap kendaraan. Ada tiga model AC: 1. AC biasa (Khusus pendingin) Pada model ini, sistem AC hanya memproduksi udara dingin. Bila menghendaki tidak dingin. Maka sangat mudah tinggal menekan/ menggeser tombol ke posisi off. Model ini biasa terdapat pada kendaraan jenis passenger seperti model kijang dan sejenisnya. 2. AC Pengatur dingin & hangat Jenis ini lebih sempurna setingkat dibanding model AC biasa. Selain dapat diatur temperatur dinginnya, dapat juga diatur pada temperatur hangat. Jenis ini umumnya dipakai pada kendaraan jenis sedan menengah seperti Corolla, Corona dan sedan sekelasnya. A/ C berfungsi untuk menurunkan suhu dan kelembaban (humidity) sehingga ruangan terasa segar. Aturlah temperature control sesuai dengan pendinginan

yang diinginkan. Pendinginan yang normal adalah perbedaan suhu luar dan dalam mobil antara 5 ~ 6 C. Ketika parkir lama di tempat panas (di bawah terik matahari), suhu di dalam mobil menjadi tinggi sekali. Operasikan A/ C dan buka kaca untuk mengeluarkan udara panas dan tempatkan switch blower pada posisi maksimum high. Ketika A/ C sedang beroperasi dan di dalam ruangan ada yang merokok, kadangkadang mata terasa pedih. Ini disebabkan oleh humidity rendah (udara kering) dan untuk menghindari hal tersebut bukalah kaca jendela.

Waktu hujan pada kaca mobil terjadi pengembunan, operasikan A/ C untuk menghilangkan embun pada kaca tersebut. Bersihkan debu/ kotoran di bagian Lantai (Alas Kaki) agar tidak terserap oleh Evaporator Komponen AC

Komponen AC terdiri dari: kompresor, condenser, receiver atau dryer, expansion valve dan evaporator.

B. Prinsip Kerja AC Sistem kerja Ac mobil melibatkan bebrapa komponen yang terbagi atas beberapa yaitu bagian yang menaikan dan menurunkan tekanana. Dengan adanya kedua komponen tersebut,proses penguapan dan penyerapan panas dapat berlangsung dengan sempurna. Saat AC mobil dinyalakan, udara dalam kabin mobil bergerak dan bersikulasi secara terus menerus melewati evaporator dengan bantuan blower kabin. Selanjutnya udara panas dalam kabin diserap oleh evaporator dan dihembuskan kembali oleh blower dalam bentuk udara dingin. Agar suhu selalu dalam kondisi ideal, dipasangilah pengatur suhu (thermostat). Berdasarkan sistem kerjanya, proses pendinginan AC terbagi menjadi 3 yaitu: sistem sirkulasi udara, sirkulasi refrigerant, dan sistem kelistirkan. 1. Sistem Sirkulasi Udara Sirkulasi udara pada AC mobil terbagi menjadi 2 bagian yaitu sirkulasi di dalam kabin dan di luar kabin. Kedua bagian sirkulasi tersebut menggunakan blower atau kipas untuk mensirkulasi udaranya. a. Sirkulasi di Dalam Kabin Sirkulasi udara dalam kabin melibatkan satu set unit pendingin yang terdiri atas blower,katup ekspansi, dan evaporator (biasanya terletak di bagian belakang dashboard). Evaporator merupakan alat yang berfungsi menyerap panas udara di sekitarnya. Terbuat dari bahan aluminium yang berongga dan bersirip, sehingga mampu menghasilkan udara dingin, yaitu dibawah 5 derajat Celcius. Di dalam evaporator berisi gas refrigerant dengan temperatur yang cukup rendh, hasil penurunan tekanan yang dipanaskan oleh katup ekspansi. Selain evaporator, komponen lain yang bekerja mengatur sirkulasi udara dalam kabin adalah blower. Udara dalam kabin diisap oleh blower sebelum melewati evaporator, sehingga temperatur udara yang dihasilkan dalam kabin mobil menjadi lebih dingin sesuai settingnya (low-medium-hight). Seperti telah disebutkan sebulumnya, sirkulasi udara dalam kabin memungkinkan adanya debu

dan kotoran. Bagian inilah (evaporator) perlu dibersihkan secara periodik. Namun, adapula yang menambahkan filter udara untuk meyaring kotoran dan debu, sehingga udara yang keluar selalu dalam keadaan bersih. b. Sirkulasi di luar Kabin Sirkulasi udara di luar kabin melibatkan beberapa komponen,diantaranya kondensor,kompresor,kipas,dan filter dryer. Selain sebagai tempat sirkulasi udara di luar kabin, kondensor juga berfungsi melepaskan panas refrigerant. Panas pada kondensor terjadi akibat tekanan refrigerant oleh kompresor. Alat untuk mensirkulasi udara pada kondensor adalah kipas (biasa disebut extra fan). Biasanya,kondensor terletak di bagian depan radiator (pendingin mesin).

2. Sirkulasi Refrigerant Refrigerant merupakan bahan yang bersirkulasi melewati ko, filter dryer, katup ekspansi (orifice tube), evaporator dan kompresor. Sirkulasi refrigerant yang melewati bagian-bagian AC terbagi akibat adanya tekanan kompresor. Bahan

pendingin (refrigerant) tersebut tidak akan berkurang jika tidak terjadi kebocoran, seperti pada pipa-pipa,seal, atau komponen-komponen lain yang dilewatinya. Saat melewati komponen-komponen AC tersebut, refrigerant akan mengalami perubahan bentuk, temperatur, dan tekanannya. Sirkulasi refrigerant biasa disebut sebagai siklus refrigerant kompresi uap. Berdasarkan skema kerja refrigerant (freon),maka proses kerja sirkulasi refrigerant dapat dibagi menjadi 4 tahapan,sebagai berikut. a. Proses Kompresi Proses kompresi dimulai ketika refrigerant meninggalkan evaporator. Refrigerant masuk ke dalam kompresor melalui pipa saluran masuk (intake). Sebelum masuk ke dalam komprsor, refrigerant masih berbentuk gas,bertemperatur rendah, dan bertekanan rendah. Setelah melalui kompresor, refrigerant masih berwujud gas, tetapi memilki tekanan dan temperatur yang tinggi. Akibatnya, kompresor dapat dengan mudah mengisap gas dan menekan refrigerant hingga mencapau tekanan kondensasi dan perubahan suhu refrigerant. b. Proses Kondensasi Proses kondensasi dimulai ketika refrigerant meninggalkan kompresor.

Refrigerant yang berwujud gas,bertekanan dan temperatur yang tinggi dialirkan menuju kondensor, refrigerant berubah wujud dar gas menjadi cair. Panas yang dihasilkan oleh refrigerant dipindahkan ke udara di luar pipa kondensor. Agar proses kondensasi lebih efektif,dugunakan kipa (extra fan), sehingga udara luar dapat dengan mudah dipindahkan ke udara luar. Setelah melewati proses kondensasi, refrigerant berubah wujud mnenjadi cair dengan temperatur lebih rendah, tetapi tekanannya masih tinggi. Selain itu, refrigerant cair masuk kesaringan (filter dryer),sehingga kotoran dapat disaring sebelum masuk ke komp berikutnya. Proses selanjutnya adalah refrigerant mengalir menuju katup ekspansi. c. Proses Penurunan Tekanan Proses penurunan tekanan refrigerant dimulai ketika refrigerant meninggalkan kondensor dan filter dryer. Di dalam katup ekspansi , terjadi proses penurunan tekanan, sehingga refrigerant yang katup ekspansi juga berfungsi mengontrol aliran refrigerant di antara dua sisi tekanan yang berbeda, yaitu tekanan tinggi dan tekanan rendah. Pada proses ini, refrigerant berubah menjadi uap jenuh yang memiliki suhu

dan tekanan yang rendah. Proses selanjutnya, refrigerant dialirkan menuju evaporator. Inilah yang disebut proses pendinginan refrigerant. d. Proses Evaporasi Proses Evaporasi terjadi ketika refrigerant yang masuk ke dalam evaporator. Di awal proses ini, refrigerant masih berwujud uap jenuh (kabut), bertemperatur, dan bertekanan rendah. Kondisi refrigerant ini dimanfaatkan untuk mendinginkan udara luar yang melewati permukaan evaporator. Agar lebih efektif, digunakan blower, sehingga sirkulasi udara panas pada kabin dapat melewati evaporator. Proses yang terjadi dibalik proses pendinginan udara dalam kabin adalah proses penangkapan panas (kalor) refrigerant yang mempunyai temperatur lebih tinggi dibandingkan dengan refrigerant yang mengalir di dalam evaporator. Karena menyerap panas udara dalam kabin kendaraan, refrigerant yang berwujud uap jenuh (kabut) akan berubah menjadi gas. Selanjutnya, refrigerant akan mengalir menuju ke kompresor. Proses ini terjadi secara berulang sampai suhu dalam kabin kendaraan sesuai dengan settingnya dan kompresor berhenti bekerja. C. Kompressor Kompressor adalah pompa yang dirancang untuk menaikkan tekanan refrifant. Kenaikan tekanan juga akan menaikkan suhu refrigant. Uap refrigant bersuhu tinggi akan mengembun secara cepat di dalam condenser dengan melepaskan panas ke udara sekitar.Energi mekanik pada motor penggerak diubah menjadi energi peneumatis oleh compressor sehingga zat pendingin berdar dalaminstalasi system AC.Secara umum compressor terdiri dua jensis yaitu sebagai bveikut :

1. Kompressor model torak.

Kompreessor model torak terdiridari beberapa bentuk gerak yaitu a. tegak lurus b. memanjang c. aksial d. radial e. menyudut untuk menghisap danm menekan zat pendingindilakukan oeh gerakn torakdi dalam silinder compressor 1. compressor Rotary

Rotor adalah bagian yang berputar di dalam stator. Rotor terdiri dari dua baling-baling. Langkah hisap terjadi saat pintu masuk mulai terbuka dan berakhir setelah pintu masuk tertutup. Pada waktu pintu masuk sudah tertutup dimulai langkah tekan, sampai katup pengeluaran membuka, sedangkan pada pintu masuk secara bersamaan sudah terjadi langkah hisap, demikan seterusnya Keuntungan: a. Karena setiap putaran menghasilkan langkah-langkah isap dan tekan secara bersamaan, maka moment putar lebih merata akibatnya getaran/kejutan lebih kecil. b. Ukuran dimensinya dapat dibuat lebih kecil dan menghemat tempat. Kerugian: Sampai saat ini hanya dipakai untuk sistem AC yang kecil saja sebab pada volume besar, rumah dan rotornya harus besar pula dan kipas pada rotor tidak cukup kuat menahan menahan gesekan. Gerakan rotor di dalam stator kompresor akan menghisap dan menekan zat pendingin. Kompresor berfungsi untuk menaikkan tekanan refrigerant ,kompresor menghisap refrigerant bertekanan rendah dari evaporator dan memampatkannya sampai 100-250psi. Dengan bertambahnya refrigerant tersebut maka suhu refrigerant pun akan bertambah, uap refrigrant yang bertekanan tingggi dalam kompresor akan lebih cepat mengembun dengan cara melepaskan panas ke sekelilingnya. Kompresor AC perlu diberi pelumas .Fungsi utama pelumas pada kompresor adalah untuk bantalan pada komppresor dan sebagai pelumas pada bagian yang bergesekan. Oli yang digunakan pada kompresor bukan sembarang olitetapi oli khusus karena oli tersebut akan beredar dalam pendingin. Jika salah satu komponen rusak pada saat pendinginan bekerja, maka sebagian oli kompresor akan tertinggal di dalam siklus refrigerant. Apabila komponen tersebut diganti maka oli perlu ditambah untuk mengganti oli yang tertinggal dalam komponen yang rusak. Banyaknya oli tergantung dari dari komponen yang diganti. Oli pelumas dalam sistem AC sebagian keluar bersama-sama refrigerant dan bersirkulasi dalam siklus pendingin. Jika oli yang bersirkulasi bersama refrigerant cukup banyak, pelumasan oli di bak engkol berkurang sehingga dapat terjadi overheating (kelebihan panas). Sedangkan apabila oli yang bersirkulasi bersma refrigerant tidak tetap, maka oli kan terkumpul dalam evaporator. Hal ini akan mengganggu pemindahan panas dalam evaporator.

Adapun yang lain Compressor dikelompokkan sebagai berikut: Tipe Crank Shaft Tipe torak Tipe Swash Plate Tipe Wobble Plate Tipe Rotary 1. Tipe Crank Shaft Tipe through Vans

Pada compressor torak, putaran shaft dirubah menjadi gerakan naik turun piston. Ada dua macam valve yang dipasang pada valve plate. Pertama adalah suction valve dipasang permukaan bagian bawah valve plate. Yang lainnya adalah discharge valve yang dipasang pada permukaan bagian atas valve plate. Yang lainnya adalah discharge valve yang dipasang ada permukaan bagian atas valve plate. Selajutnya gas refriferant dialirkan ke kondensor untuk diembunkan di kondensor dengan membuang panas ke sekitarnya.

Langkah hisap, saat piston bergerak turun, discharge reed valve pada posisi tertutup karena tekan (Discharge) lebih besar disbanding di dalam silinder. Pada sat yang sama suction reed valve terbuka akibat kevacuuman di silinder sehingga refrigant dapat masuk.

Langkah Tekan, saat piston bergerak naik gas refrigant di dalam silinder di tekan keluar melalui sicharge reed valve dan dialirkan ke kondensor dengan tekanan dan suhu tinggi pada saat yang sama suction reed valve tertutup akibat dari tekanan yang tinggi tersebut. 2. Tipe Swash Plate

Sejumlah piston diatur swash palte jarak 72 derajat untuk compressor 10 silinder dan 120 derajad untuk compressor 6 silinder. Ketika salah satu sisi pada piston melakukan langkah tekan, sisi yang lain melakukan langkah hisap. Pada compressor tipe swosh plate, gerakan putar dari shaft dirubah menjadi gerakan bolak-balik dari piston melalui swah plate dan shoe. Sebuah piston kerja ganda beroperasi untuk du buah silinder yang terletak di sisi kiri dan kanan. Langkah hisap, ketika piston bergerak ke kiri, piston kanan menarik refrigerant dari suction valve pada silinder sebelah kanan dan discharge valve sebelah kanan menekan valve plate, sehingga valve ini tertutup Langkah tekan, bersama dengan itu bagian kiri piston menekan keluara refrigerant melalui discharge plate pada silinder sebelah kiri dan suction valve sebelah kiri ditekan ke valve tertutup. Compressor tipe swash plate dilumasi oleh oli yang memercik akibat gerakan swah plate juga oleh yang bercampur dengan refrigerant. Dan untuk mencegah kebocoran dari tekanan maupun pelumasan dari compressor dipasang seal pada porosnya.

3. Tipe Wobble Plate

Kompresor ini mempunyai beberapa nkeuntungan disbanding compressor tipe wash plate. a. Kapasistas compressor secara otomatis berubah menurut kebutuhan beban pendingin b. Pengaturan kapasitas yang bervariasi juga mengurangi kejutan yang disebabkan oleh ONOFF nya koplin gmagnet. Mekanisme kerja, gerakan putar dari shaft compressor dirubah menjadi gerakan bolak-balik piston oleh Wobble plate, selama bekerja wobble plate dipandu oleh guide Ball. Sebuiah piston bekerja di dalam silinder bergerak ke kiri dan ke kanan. Pressure control valve mengatur inner pressure dio dalam ruang compressor (Pc) menurut perubahan tekanan system hisam (Ps) (perubahan beban pendinginan). Perubahan Inner Pressure (Pc) mengatur sidut putar dari drive plate dan merubah panjang langkah piston. a. Beroperasi dengan Tekanan Sebagian Tekanan suction (Ps) berkurang dan Spring bagian bawah pada main control valve menyebabakan jumlah gaya-gaya seperti tekanan hisap (Ps) dan spring di sisi atas untuk membuka katup. Hal ini akan membuat tekanan discharge (Pc) diteruskan ke dalam compressor. Selanjutnya inner pressure yang lebih tinggi (Pc) menyesuaikan tekanan suction yang rendah (Ps) menggerakkan piston yang dibawah ke dalam ke kanan dan menambah sudut () dari drive plate. Sebagai hasil nya langkah piston berkurang dan kapasitas compressor dengan kebutuhan. b. Kerja Kapasitas Penuh pada Beban Pendinginan Maksimum Tekanan suction (Ps) bertambah sehingga menekan difragma ke bawah, valve tertutup, hal ini menyebabkan tekanan inner pressure rendah. Selanjutnya tekanan suction

yang tinggi (Ps) menyesuaikan tekanan Inner Pressure untuk menggerakkan piston yang dibawah ke kiri, sehingga sudut kemiringan () drive plate berkurang sebagai hasilnya langkah piston bertamabah, yang mengakibatkan compressor bekerja pada kapasitas penuh. 4. Tipe compressor Through Vane (Tipe TV)

Dua buah sudut thrugh Vane di letakkan saling membentuk sudut diantara rotor, ketika roto berputar vane akan berputar arah radial di dalam rotor dan bergeskan dengan dinding silinder. Gerakan tersebut akan menghisap dan menekan refrigant. Langkah hisap, waktu rotor berputar ruangan diantara vane (a), (b) dan dinding silinder bagian dalam bertambah. Gerakan ini akan menarik refrigant dari sisi masuk (suction Port) ke dalam silinder, hisapan berakhir ketika vane (b) melewati (Suction port). Kompressi, setelah menyelesaikan langkah hisap ruangan disekitar vane (a) dan (b) berkurang. Gerakan ini akan menekan refrigerant di dalam silinder. Penegeluaran gas (discharge) saat vane melewati discharge port, refrigerant bertekanan mulai keluar melewati discharge port dan mengalir ke dalam ruangan tekanan tinggi (di dalam oil separator). Untuk memperbaiki efisiensi pendinginan. Oil separator di dalam compressor memisahkan oli dari refrigerant. Oil separator selalu dalam kondisi bertekanan tinggi saat compressor beropereasi, bekerja dengan cara ; campucan uap refrigerant ddan oli compressor mengalir melalui discharge port ke bawah dipandu oleh deflector. Oli compressor dipisahkan dari refrigerant akibat dari perbedaan berat jenis oli dengan refrigerant dan jatuh ke bawah pada oil separator.

Oli yang disimpang di dalam oil separator dikembalikan kedalam silinder oleh pperberdaan tekanan di antara tekanan discharge di oil separator dan inner pressure (tekanan menengah didalam silinder). Pada saat tertentu tercdapat kemungkinan adanya tekanan tinggi dalam compressor. Untuk menghindari hal ini maka diapsang sludging valve. sludging valve dipasang di rear housing compressor. D. Condessor Kondensor adalah salah satu jenis mesin penukar kalor (heat exchanger) yang berfungsi untuk mengkondensasikan fluida kerja. Pada sistem tenaga uap, fungsi utama kondensor adalah untuk mengembalikan exhaust steam dari turbin ke fase cairnya agar dapat dipompakan kembali ke boiler dan digunakan kembali. Selain itu, kondensor juga berfungsi untuk menciptakan back pressure yang rendah (vacuum) pada exhaust turbin . Dengan back pressure yang rendah, maka efisiensi siklus dan kerja turbin akan meningkat Klasifikasi Kondensor Secara umum, terdapat 2 jenis kondensor yaitu : direct-contact condenser dan surface condenser. 1. Direct-contact Condenser Seperti namanya, direct-contact condenser mengkondensasikan steam dengan

mencampurnya langsung dengan air pendingin. Direct-contact atau open condenser digunakan pada beberapa kasus khusus, seperti : ketika digunakan dry cooling tower, pada geothermal powerplant, dan pada powerplant yang menggunakan perbedaan temperatur di air laut (OTEC). Ada beberapa tipe direct-contact condenser : a. Spray Condenser Pada spray condenser, pencampuran steam dengan air pendingin dilakukan dengan jalan menyemprotkan air ke steam. Sehingga steam yang keluar dari exhaust turbin pada poin 2 bercampur dengan air pendingin pada poin 5 menghasilkan kondensat yang mendekati fase saturated, kemudian dipompakan kembali ke 4. Sebagian dari kondensat dikembalikan ke boiler sebagai feedwater. Sisanya didinginkan, biasanya didalam dry- (closed-) cooling tower ke poin 5. Air yang didinginkan pada poin 5 disemprotkan ke exhaust turbin dan proses berulang.

Gambar Flow diagram direct-contact condenser jenis spray condenser. SJAE = steam-jet air ejector

b. Barometric dan Jet Condenser Ini merupakan jenis awal dari kondenser. Jenis ini beroperasi dengan prinsip yang sama dengan spray condenser kecuali tidak dibutuhkannya pompa pada jenis ini. Vacuum dalam kondensor diperoleh dengan menggunakan prinsip head statis seperti pada barometric condenser, atau menggunakan diffuser seperti pada jet condenser.

Gambar Skema direct-contact condenser: (a) barometric, (b) jet

2. Surface Condenser Surface condenser merupakan jenis yang paling banyak digunakan di powerplant. Jenis ini merupakan heat exchanger tipe shell and tube, dimana mekanisme perpindahan panas utamanya adalah kondensasi saturated steam pada sisi luar tube dan pemanasan secara konveksi paksa dari circulating water di dalam tube. Prinsip kerja surface condenser seperti adalah sebagai berikut. Steam masuk ke dalam shell kondensor melalui steam inlet connection pada bagian atas kondensor. Steam kemudian bersinggungan dengan tube kondensor yang bertemperatur rendah sehingga temperatur steam turun dan terkondensasi, menghasilkan kondensat yang terkumpul pada hotwell. Temperatur rendah pada tube dijaga dengan cara mensirkulasikan air yang menyerap kalor dari steam pada proses kondensasi. Kalor yang dimaksud disini disebut

kalor laten penguapan dan terkadang disebut juga kalor kondensasi (heat of condensation) dalam lingkup bahasan kondensor. Kondensat yang terkumpul di hotwell kemudian dipindahkan dari kondensor dengan menggunakan pompa kondensat ke exhaust kondensat. Ketika meninggalkan kondensor, hampir keseluruhan steam telah terkondensasi kecuali bagian yang jenuh dari udara yang ada di dalam sistem. Udara yang ada di dalam sistem secara umum timbul akibat adanya kebocoran pada perpipaan, shaft seal, katupkatup, dan sebagainya. Udara ini masuk ke dalam kondensor bersama dengan steam. Udara dijenuhkan oleh uap air, kemudian melewati air cooling section dimana campuran antara uap dan udara didinginkan untuk selanjutnya dibuang dari kondensor dengan menggunakan air ejectors yang berfungsi untuk mempertahankan vacuum di kondensor. Untuk menghilangkan udara yang terlarut dalm kondensat akibat adanya udara di kondensor, dilakukan de-aeration. De-aeration dilakukan di kondensor dengan memanaskan kondensat dengan steam agar udara yang terlalut pada kondensat akan menguap. Udara kemudian ditarik ke air cooling section dengan memanfaatkan tekanan rendah yang terjadi pada air cooling section. Air ejector kemudian akan memindahkan udara dari sistem.

Gambar Skema Surface Condenser

E. Receiver Dryer

Refrigerant dari condenser masuk ke tabung receifer melalui lubang masuk ( inlet port ), kemudian melalui dryer, desiccant dan filter refrigerant cair naik dan keluar melalui lubang keluar ( outlet port ) menuju ke expansion valve. Dryer, desiccant maupun filter berfungsi untuk mencegah kotoran yang dapat menimbulkan karat maupun pembekuan refrigerant terutama pada expansion valve yang mana akan mengganggu siklus dari refrigerant. Bagian atas dari receifer/dryer disediakan gelas kaca ( sight glass ) yang berfungsi untuk melihat sirkulasi refrigerant. F. Katup expansi Katup expansi berfungsi untuk mengatur refrigeran yang masuk ke evaporator. Katup expansi dilengkapi pegas katup, bola thermal, dan diafragma. Katup ditekan oleh pegas agar selalu menutup sedangkan bola thermal selalu berusaha mendorong katup untuk membuka. Diafragma terletak di atas katup expansi dan berhubungan dengan pena penggerak katup. Jika pena katup turun, maka katup akan membuka dan sebaliknya apabila kompresor hidup, maka aliran refrigeran cair yang bertekanan tinggi masuk dan katup jarum akan membuka lebar. Ketika kevakuman pada saluran masuk, besar tekanan dalam bola thermal sangat tinggi , kemudian tekanan ini diteruskan oleh diafragma lewat pipa kapiler. Tekanan bola thermal dalam diafragma melawan tekanan pegas katup dan tekanan pipa equalizer sampai diafragma melengkung. Lengkungan diafragma tersebut diteruskan ke katup dengan perantaraan pena penggerak. Katup membuka dan refrigeran dalam evaporator naik karena dipanasi oleh udara hangat yang melewati evaporator, akibatnya refrigeran mendidih dan menjadi gas. Gas refrigeran tersebut mengalir menuju saluran pemasukan pemasukan ke kompresor. Walau sedang mendidih suhunya tetap dingin dan membantu mendinginkan bola thermal sehingga akan mengurangi tekanan pada diafragma.

Ketika refrigeran melewati evaporator, tekanan saluran hisap naikdan tekanan ini mendorong diafragma. Jika tekanan dalam bola thermal turun sama dengan kenaikan tekanan dalam saluran hisap, pegas akan menutup katup. Apabila katup tertutup, refrigeran tidak mengalir ke evaporator, tekanan saluran masuk turun dan suhu naik.Turunnya tekanan mengurangi kenaikan equlizer pada diafragma. Bersamaan dengan tekanan bola thermal naik karena suhu saluran masuk naik.Hal ini membuat diafragma melengkung ke bawah dan membuka katup sehingga refrigeran lebih banyak masuk ke evaporator. Bekerjanya katup expansi diatur sedemikian rupa agar membuka dan menutupnya katup tersebut sesuai dengan temperatur evaporator atau tekanan di dalam sistem.

Ada 2 tipe katup expansi yang sering d pergunakan: 1. Katup Expansi bentuk Siku / Kapiler

2. Katup Expansi bentuk Blok / Kotak

G. Evaporator

Evaporator merupakan alat yang berfungsi untuk mengekstrak suatu bahan dengan pelarut polar maupun non polar sehingga dihasilkan ekstrak murni dari bahan tersebut. Prinsip alat ini yaitu menguapkan pelarut polar atau non polar yang diletakkan dalam labu sehingga menyisakan ekstrak. Evaporator terdiri dari rangkaian alat-alat yaitu: Labu ekstrak : tempat untuk hasil ekstraksi Labu Pelarut : tempat untuk pelarut Pompa Vacum : untuk menarik udara Water Bath : untuk memanaskan air Kondensor : untuk mendinginkan uap pelarut

Cara Kerja : Mula-mula periksa air yang ada dalam styroform, masukkan aerator dan es batu ke dalamnya, setelah itu isi air dalam water bath. Pasang labu ekstrak dan labu pelarut dan tekan alat sehingga labu pelarut menyentuh air dalam water bath. Nyalakan aerator dalam styroform, labu pelarut, water bath dan pompa vacum dengan menancapkan masing-masing kabel ke stop kontak. Setelah semua kabel terpasang proses ekstraksi dapat berlangsung. Proses ekstraksi akan selesai jika semua pelarut menguap dan diperoleh ekstrak murni dalam labu ekstrak. Kemudian matikan tombol speed, dan cabut kabel aerator, labu pelarut, water bath, dan pompa vacum yang berhubungan dengan evaporator. Setelah itu, ekstrak yang terdapat di dalam labu diambil dengan cara dikerik dan hasilnya

dimasukkan ke dalam botol ekstrak. Untuk selanjutnya labu ekstrak yang telah digunakan tersebut dibersihkan dengan dicuci sampai bersih dan disimpan di tempat yang aman untuk menhindari kerusakan alat. Untuk pemeliharaannya, setelah mengekstrak suatu bahan maka alat dibersihkan dengan cara mengevaporasi akuades agar kondisi evaporator bersih kembali. H. Sistem Kelistrikan Ac Untuk menjelaskan cara kerja kelistrikan kelistrikan di bawah ini : Cara kerja : a. Ignition switch di hidupkan (on) b. Blower switch dihidupkan (on) mengakibatkan heater relay bekerja mengalirkan arus listrik dan memutarkan motor blower. c. Saat switch AC di On-kan, amplifier akan bekerja d. Amplifier bekerja mengeluarkan arus ke magnetic clutch relay dan engine ECU. Proses ini terjadi jika pressure switch bekerja dengan tekanan refrigerant sesuai standar berikut : R-134a : 28 448 Psi R-12 : 29,4 378 Psi AC mobil, perhatikan diagram

e. Thermistor akan memberikan informasi suhu pada evaporator ke amplifier. Saat suhu evaporator di bawah 3 derajat Celcius 10 derajat celcius, magnetic clutch akan mati dan kompresor berhenti bekerja. f. Saat magnetic clutch bekerja, amplifier akan mengirim sinyal ke engine ECU agar VSV bekerja dan meningkatkan putaran mesin. g. Saat kendaraan berjalan, engine ECU akan memberikan informasi berupa sinyal ke amplifier, sehingga magnetic clutch relay akan OFF dan kompresor berhenti bekerja. Komponen Kelistrikan a. Sakelar (Selector Switch) Sakelar yang digunakan pada sistem AC mobil pada umumnya adalah jenis sakelar putar. Sakelar ini digunakan untuk mematikan dan menghidupkan kompresor, serta memilih kecepatan putaran blower evaporator. Sakelar terdiri

dari tombol putar (menunjukkan posisi off,low,medium, dan high) dan terminal listrik. Posisi Off : hubungan antarterminal terputus Posisi Low : sakelar akan menghubungkan terminal line kecepatan posisi low dan kompresor Posisi medium : Sakelar akan menghubungkan terminal line kecepatan posisi medium dan kompresor Posisi High : Sakelar akan menghubungkan terminal line ke posisi high dan kompresor. b. Kopling Magnet (Magnetic Clutch) Kopling Magnet berfungsi memutus dan menghubungkan kompresor dengan pengeraknya(putaran mesin). Saat mesin mobil bekerja, pulley berputar karena dihubungkan oleh belt dengan putaran mesin. Kompresor tidak dapat bekerja sebelum kopling magnet dialiri arus. Tiga bagian magnetic clutc sebagai berikut : 1. Stator merupakan gulungan magnet yang terpasang pada housing kompresor. 2. Rotor, merupakan bagian berputar yang berhubungan dengan crack shaft mesin dengan perantaraan pulley belt. 3. Pressure plate, merupakan komponen yang dipasang pada crank shaft kompresor. c. Thermostat ( Thermoswitch) Alat ini bekerja memberikan sinyal kondisi temperatur kabin kecepatan kompresor secara otomatis. Dingin dalam thermostat ( thermoswitch) terdapat sensor yang akan mendeteksi suhu pada evaporator. Apabila thermostat rusak, evaporator bisa membeku karena pemutus arus listrik tidak berfungsi. Tandatanda keruskannya antara lain dapat diketahui dengan keluarnya asap dari kisi-kisi AC,serta adanya tetesan air seperti embun yang keluar dari evaporator. Selain mengatur temperatur,fungsi thermostat pada AC mobil adalah sebagai pengatur proses kerja kompresor AC. Sistem kerja thermostat menggunakan tabung indera panas yang dingin dalam nya berisi gas yang sangat peka terhadap perubahan

suhu. Dan tabung indra panas ini terpasang pada evaporator dingin bagian saluran angin keluar. d. Pengatur Suhu Elektronik (Thermistor) Thermistor adalah sebuah resistor yang mempunyai koefisien thermal negatif pada sistem AC yang menggunakan amplifier. Artinya semakin rendah suhunya, semakin tinggi resistansinya,m sebaliknya semakin tinggi suhunya akan semakin rendah pula resistansinya. Sifat ini dimanfaatkan oleh amplifier untuk menghidupkan dan mematikan kompresor. Pada suhu tinggi resistansi thermstor rendah maka saat itulah amplifier akan mengalirkan arus listrik dari baterai kecepatan magnetic clutch,sehingga kompresor bekerja dan terjadi pendinginan. e. Pressure Switch Pada tekanan refrigerant yang tidak normal, misalnya akibat pemampatan pada sistem AC, maka perssure switch akan bekerja dengan cara memutuskan atau menghubungkan aliran listrik yang menuju kecepatan kompresor. Pada sistem AC terdapat berbagai jenis pressure switch adalah dual pressure switch. f. Relay Untuk mengalirkan arus listrik kecepatan magnetic clutch, blower motor,dan peralatan lainnya pada sistem AC mobil, diperlukan relay pengaman. Relay pengaman diperlukan untuk mencegah keruskan pada kunci kontak. Aliran listrik tidak bisa langsung dari battery kecepatan magnetic clutch ataupun kecepatan blower motor tanpa melalui kinci kontak. Sehingga titik-titik kunci kontak akan cepat aus (terbakar). g. Amplifier Amplifier merupakan rangkaian elektornik yang berfungsi mengatur kerja AC mobil, agar selalu dalam kondisi aman dan sesuai dengan keinginan pemakai. Pada prinsipnya, amplifier bekerja sebagai relay otomatis yang menghubungkan dan memtuskan aliran listirk dari baterai yang menuju kecepatan magnetic clutch. Terdapat dua jenis amplifier yaitu temperatur control amplifier dan temperatur control idling stabilizer amplifier. tetapi yang paling sering digunakan

DAFTAR PUSTAKA

1. http//rahmattubereunacservicebiriunblogspot.com 2. http//auto blizwordpress.com 3. marta wahyunus blogspot.com 4. hasim pci wordpress.com 5. www.bangun3.com