Anda di halaman 1dari 18

CARA MENAJAMKAN MATA BATHIN

. CARA MENAJAMKAN MATA BATHIN Seluruh kekuatan yang ada didunia ini, bersumber dari kuasa Allah SWT. Segala usaha pencapaian manusia dalam meningkatkan konsentrasi batinnya kepada Allah, akan memberikan konsesi yang besar berupa pengetahuan dan kemampuan melebihi rata-rata orang lain.

CARA MENAJAMKAN MATA BATIN


Mata Batin atau dalam Istilah Tasawuf Al Bathinah merupakan Indera keenam yang Allah berikan kepada setiap manusia, Mata Batin ibarat kaca yang dapat melihat sesuatu (bercermin) atau ibarat pisau tumpul yang dapat diasah sampai tajam sehingga dapat memotong sesuatu benda. Setiap manusia mempunyai mata batin yang asal mulanya Allah ciptakan bersih tanpa ada noda sedikitpun tetapi kemudian dinodai oleh sifat-sifat buruk dan keduniawian. Ketika kita masih kecil mata batin kita masih bersih sehingga dapat melihat hal-hal yang ghoib dan mudah menangkap Ilmu Pengetahuan dengan mudah tetapi setelah kita besar mata batin kita sudah ternodai oleh sifat-sifat buruk dan keduniawian sehingga tidak dapat melihat lagi hal-hal yang ghoib (tertutup), tempat mata hati adalah Qalbu ( hati nurani ) yang selalu berubah setiap saat sesuai dengan perbuatan manusia sehari-hari jika berbuat jahat akan lupa kepada Allah maka Qalbu itu menjadi kotor dan jika berbuat baik atau berzikir Qalbu itu akan bersih kembali. Dalam Hadist Nabi disebutkan : "Hati manusia itu ibarat sehelai kain putih yang apabila manusia itu berbuat dosa maka tercorenglah / ternodailah kain putih tersebut dengan satu titik noda kemudian jika sering berbuat dosa lambatlaun sehelai kain putih itu berubah menjadi kotor / hitam". Jika hati nurani sudah kotor maka terkunci nuraninya akan sulit menerima petunjuk dari Allah. Ada Empat Tahapan Untuk Menajamkan atau Membersihkan Mata Batin : Pertama, Mengosongkan hati dari sifat-sifat buruk seperti iri, dengki, benci, dan dari sifat keduniawian. Kedua, Membuang daya khayal yang mengganggu keyakinan hati kemudian berpikir tentang hal-hal yang ghoib yang kita ketahui. Ketiga, Mendawamkan ( Kontinue ) sholat dan berzikir pada malam hari karena kesepian malam dapat menambah kekhusuk-an hati. Keempat, Meningkatkan Iman dan Kecintaan kepada Allah

yaitu : mencintai Allah dari segala-galanya selalu Munajad ( mohon pertolongan Allah ), dan Istikharoh ( meminta petunjuk dari Allah SWT )

LANGKAH-LANGKAH MEMPERKUAT CAHAYA BATHIN


Ada beberapa langkah yang memiliki pengaruh positif terhadap kecemerlangan Cahaya Batin manusia, yaitu :

> > > > > > > > > >

1. Zikir 2. Do'a 3. Shalawat Nabi 4. Makanan Halal dan Bersih 5. Berpantang Dosa Besar 6. Berhati Ikhlas dan Berpantang Tamak 7. Bersedekah ( Dermawan ) 8. Mengurangi Makan dan Tidur 9. Zikir Kalimah Toyyibah 10. Mengenakan Wewangian

Beberapa hal tersebut diatas apabila diamalkan, Insya Allah seseorang akan memiliki cahaya/kekuatan batin yang kuat sehingga apa yang terprogram dalam hati akan cepat terlaksana.

1. Z i k i r.
Zikir memiliki pengaruh yang kuat terhadap kecemerlangan cahaya batin. Hati yang selalu terisi dengan Cahaya Zikir akan memancarkan Nur Allah dan keberadaannya akan mempengaruhi perilaku yang serba positif. Kebiasaan melakukan zikir dengan baik dan benar akan menimbulkan ketentraman hati dan menumbuhkan sifat ikhlas. Hikmah zikir amatlah besar bagi orang yang ingin membangkitkan kekuatan indera keenamnya ( batin ). Ditinjau dari sisi ibadah, zikir merupakan latihan menuju Ikhlasnya hati dan Istiqomah dalam berkomunikasi dengan Al Khaliq ( Sang Pencipta ). Ditinjau dari sisi kekuatan batin, zikir merupakan metode membentuk dan memperkuat Niat Hati, sehingga dengan izin Allah SWT, apa yang terdapat dalam hati, itu pula yang akan dikabulkan oleh Allah SWT. Dengan kata lain, zikir memiliki beberapa manfaat, diantaranya : Membentuk, Memperkuat Kehendak, Mempertajam Batin, sekaligus bernilai Ibadah. Dengan zikir berarti membersihkan dinding kaca batin, ibarat sebuah bohlam lampu yang tertutup kaca yang kotor, meyebabkan cahaya-sinarnya tidak muncul keluar secara maksimal. Melalui zikir, berarti membersihkan kotoran yang melekat sehingga kaca menjadi bersih dan cahaya-sinarnya bisa memancar keluar. Sampai disini mungkin timbul suatu pertanyaan. Apakah zikir memiliki pengaruh

terhadap kekuatan batin? untuk menjawab pertanyaan ini, kiranya perlu diketahui bahwa hal tersebut merupakan bagian dari karunia Allah SWT. Dalam sebuah Hadist. Bahwa dengan selalu mengingat Allah menyebabkan Allah membalas ingat kepada seorang hamba-Nya "Aku selalu menyertai dan membantunya, selama ia mengingat Aku" karena itu, agar Allah senantiasa mengingat Anda, perbanyaklah mengingat-Nya dengan selalu berzikir.

2. Do'a.
Seseorang yang ingin memiliki kekuatan Rohani pada dirinya, hendaklah memperbanyak do'a kepada orang lain, disamping untuk diri sendiri dan keluarganya. Caranya, cobalah anda mendo'akan seseorang yang anda kenal dimana orang itu sedang mengalami kesulitan. Menurut para Ahli Hikmah, seseorang yang mendo'akan sesamanya maka reaksi do'a itu akan kembali kepadanya, contohnya : Anda mendo'akan si "A" yang sedang dirundung duka agar Allah berkenan mengeluarkan dari kedukaan, maka yang pertama kali merasakan reaksi do'a itu adalah orang yang mendo'akan, baru setelah itu reaksi do'anya untuk orang yang dituju. Karena itu semakin banyak anda berdo'a untuk kebaikan sahabat, guru anda, orang yang dikenal / tidak dikenal, siapa pun juga, maka akan semakin banyak kebaikan yang akan anda rasakan. Sebaliknya jika anda berdo'a untuk kejelekan si "A" sementara si "A" tidak patut di do'akan jelek maka reaksi do'a tersebut akan kembali kepada Anda. Contohnya : Anda berdo'a agar si "A" jatuh dari sepeda motor, maka boleh jadi anda akan jatuh sendiri dari sepeda motor, setelah itu baru giliran si "A". Tetapi dalam sebuah Hadist disebutkan, Seseorang yang berdo'a untuk kejelekan sesamanya maka do'a itu melayang-layang di Angkasa, jika orang yang dido'akan jelek itu orang zalim maka Allah SWT akan memperkenankan do'anya, sebaliknya jika orang yang dituju itu orang baik-baik, maka do'a itu akan kembali menghantam orang yang berdo'a. Dari sini lalu timbul konsep "Saling Do'a men Do'akan" seperti guru memberikan atau menghadiahkan do'a berupa surat Al Fatehah kepada muridnya. Sebaliknya murid pun berdo'a untuk kebaikan gurunya. Lalu siapa yang patut disebut guru?. Guru adalah orang yang memberikan informasi pengetahuan akan suatu ilmu. Dimana ilmu itu selanjutnya kita amalkan dan bermanfaat. Dalam Hadist yang lain disebutkan bahwa do'a yang mudah dikabulkan adalah do'a yang diucapkan oleh seorang sahabat Secara Rahasia, Mengapa ?? ini disebabkan karena do'a itu diucapkan secara Ikhlas. Keikhlasan memiliki nilai (kekuatan) yang sangat tinggi. Karena itu perbanyaklah berdo'a atau mendo'akan sesama yang sedang dirundung duka. Insya Allah reaksi dari do'a itu akan anda rasakan terlebih dahulu, selanjutnya baru orang yang anda do'akan, semoga . Di samping itu, mendo'akan seseorang memiliki nilai dalam membentuk kepribadian lebih peka terhadap persoalan orang lain. Jika hal ini dikaitkan dengan janji Allah ; Bahwa barang siapa yang mengasihi yang dibumi maka yang dilangit akan mengasihinya, berlakulah hukum timbal balik. Siapa menanam kebajikan ia akan menuai kebajikan juga, sebaliknya jika ia menanam kezaliman maka ia pun akan menuai kezalimannya juga.

3. Shalawat Nabi.
Mungkin sudah sering/ pernah mendengar nasihat dari orang-orang tua kita

bahwa kalau ada bahaya, kita disarankan salah satunya adalah untuk memperbanyak Shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Konon dengan mendo'akan keselamatan kepada Nabi, Allah SWT akan mengutus para malaikat untuk ganti mendo'akan keselamatan kepada orang itu. Dalam beberapa hadist Rasullullah SAW banyak kita temukan berbagai keterangan tentang Afdalnya bershalawat. Diantaranya : "Setiap do'a itu Terdindingi, sampai dibacakan Shalawat atas Nabi ". (HR. Ad- Dailami). Pada hadist yang lain yang diriwayatkan oleh Ahmad, Nasa'I dan Hakim, Rasullullah SAW bersabda, "Barang siapa membaca Shalawat untuk Ku sekali, maka Allah membalas Shalawat untuknya sepuluh kali dan menanggalkan sepuluh kesalahan darinya dan meninggikannya sepuluh derajat ". Yang berkaitan dengan urusan kekuatan batin, terdapat dalam Hadist yang diriwayatkan Ibnu Najjar dan Jabir, "Barangsiapa ber-Shalawat kepada Ku dalam satu hari seratus kali, maka Allah SWT memenuhi seratus hajatnya, tujuh puluh daripadanya untuk kepentingan akhiratnya dan tiga puluh lagi untuk kepentingan dunianya". Berdasarkan hadist-hadist itu, benarlah adanya jika orang-orang tua kita menyuruh anak-anaknya untuk memperbanyak shalawat kepada anak cucunya. Karena selain merupakan penghormatan kepada junjungannya juga memiliki dampak yang amat menguntungkan dunia dan akhirat.

4. Makanan Halal dan Bersih.


BERSAMBUNG ke Hal - 2 ..... NEXT >>>

" UNTUK MENCAPAI PRESTASI PUNCAK " > TERAPI NURSYIFA' : Berdasarkan Surat Al Fatihah - Al Qur'an dan As Sunnah, Menggunakan Teknologi Al Qur'an yang sangat banyak Manfaatnyal dan Canggih. Oleh Karenanya Berjalan melebihi dan diatas Kondisi dan Pemikiran Manusia biasa. ( Sesuatu yang belum pernah Terfikirkan dan Terbayangkan Sebelumnya, Sulit untuk Memaparkan Ke Luarbiasaan-nya, Akan Tetapi Bersifat Nyata Dapat Dirasakan Langsung Manfaatnya ! ). > Mengapa Terapi NurSyifa' memiliki Efek yang begitu Ajaib? Sebab dalam bimbingan Prinsip diatas-normal Teknologi Al Qur'an akan menghasilkan Efek Penyembuhan, Perbaikan, Keberhasilan yang diatas-normal. > Bila Ingin memperoleh berbagai Manfaat yang Luarbiasa ini, silahkan datang dan dapatkan Kemampuan Teknologi Al Qur'an yang Diatas Pemikiran Normal dengan mengikuti bimbingan dan berbagai program di Terapi NurSyifa' !

Soalan:

saya minta pandangan kpd saudara, adakah cara untuk pergi kealam bunian? kiranya ada bagaimana? Jawapan: Telah saya nyatakan didalam artikel sebelumnya(Bagaimana untuk masuk ke alam Bunian) 5 keadaan yang memungkinkan seseorang itu masuk kedunia bunian. Seperti saya paste-kan semula dibawah ini... 1. 2. 3. BERSAUDARA DENGAN ORANG BUNIAN BERSAHABAT DENGAN ORANG BUNIAN MEMPUNYAI KHADAM BUNIAN

4. ORANG YANG MEMPUNYAI AMALAN TERTENTU ( ZIKIR-ZIKIR TERTENTU DENGAN NISBAH TERTENTU JUGA) 5. ORANG YANG DISUKAI (DIPILIH) OLEH GOLONGAN BUNIAN.

Dan selain apa yang disebutkan di atas ini. Masih juga ada cara-cara yang membolehkan seseorang itu hadir kedalam dunia bunian. Melalui 2 cara, didalam mimpi atau didalam jaga. Tentu saja kita membicarakan dalam keadaan jaganya bagaimana bukan? InsyaAllah saya akan cuba mengulasnya bagaimana masuk kedalam dunia bunian melalui mimpi pada tulisan saya akan datang. Sedangkan didalam jaga itu juga ada 2 keadaannya. Yang pertama: Ia benar-benar pergi ketempat tersebut . Contohnya, dari Terenganu dia menaiki kereta untuk pergi kekampung bunian yang terletak di Temerloh pahang contohnya. Dan apa bila tiba di Temerloh, dia telah dibukakan hijabnya diantara dunia bunian, lalu dia memasukinya secara sedar. Sedangkan cara yang pertama ini adalah kebanyakannya berdasarkan 5 keadaan yang telah saya sebutkan diatas. Sila dapatkan ulasan mengenainya pada artikel sebelumnya. ( disini ) Secara dasarnya kebolehan atau keberkesanan cara yang pertama ini tidak mempunyai syarat amalan-amalan yang terkhusus juga. Atau Yang Kedua: Dia hanya berada dirumahnya, dengan me-wiridkan zikir-zikir tertentu. Lalu rawannya keluar dari jasadnya(atau disebut juga roh haiwani). Tetapi roh insani itu tetap tinggal didalam jasad. Sedangkan roh-roh itu juga terbahagi kepada beberapa jenis. Roh haiwani, roh tabie, roh insani roh rabbani. Dan hal-hal tersebut tertakluk kepada pengenbaraan roh itu sendiri melalui maqammaqam roh yang berperingkat-peringkat. Maka ia dikenali dengan berlainan namanya.

Sedangkan ilmu tentang roh itu sangatlah sedikit. Saya tidak ingin memperbincangkan hal roh itu. Kerana diluar kemampuan saya. Cukuplah sekadar sedikit pengenalan bagi para pembaca. Dan rawan itu tadi pergi kealam bunian. Cara ini lebih mudah apabila seseorang itu telah mempunyai kemampuan mengawal qarinnya sendiri. Kerana rawannya itu bisa menyatukan diri dengan qarinnya. Lalu pergi kedunia bunian. Tetapi kaedah ini bukanlah semudah memperkatakannya. Serta keberkesanan kaedah ini juga tidaklah tertakluk kepada satu-satu cara sahaja. Atau sejenis zikir-zikir khusus. Kerana semua itu dengan kehendak Allah juga. Sedang untuk melakukannya. Perlukan latihan yang sangat disiplin dalam mengamalkan zikirzikir pilihan. Kerana zikir-zikir itu adalah makanan rohani. Dan rohani yang kuat sahaja yang mampu mengawal qarinnya sendiri. Sedangkan roh yang tidak diasuh secukupnya dengan zikirzikir, tidak mempunyai kekuatan untuk mentarbiah qarinnya sendiri. Dan kaedah yang kedua ini juga mampu melenyapkan jasad itu lalu memasuki alam malakut tidak hanya secara rohaninya, malah beserta dengan jasmaninya. Tetapi secara dasarnya kaedah yang kedua ini melibatkan amalan rohani yang sangat tinggi. Malah kelihatan sangat sia-sia susah payah kita beramal dan memperbanyakkan zikir-zikir tertentu kepada Allah itu didasarkan kepada tujuan untuk masuk kealam bunian. Tetapi kedua kaedah ini memerlukan turutan-turutan amalan tertentu bagi menjaga kemudharatannya. Kerana dikuwatiri roh seseorang itu tidak lepas untuk balik semula kepada jasadnya. Atau ia pulang dalam keadaan yang tidak sempurna. Menyebabkan ia mengalami ganguan seperti lupa, kerasukan, atau tidak sedarkan diri sampai bila-bila. Seperti yang telah saya nyatakah diatas, amalan kerohanian yang didasarkan dengan dasar niat yang tidak tepat itu sangatlah merugikan. Jadi sebelum para pembaca ingin mengamalkan sesuatu amalan. Betulkanlah niat terlebih dahulu. Letakkanlah ikhlas kerana Allah itu melebihi segala sampingan yang hendak diraih. Aku sebenarnya tak tahu nak bercerita pasal apa ni. Dari tadi dok terkebil-kebil nengok keyboard, tak tau nak taip apa. Nak tulis tentang hari semalam yang dah jadi sejarah pun payah rupanya yer? Macam ni. Apa kata hari ni aku bercerita pasal alam ghaib sikit. Topik dia menarik harta, emas, duit dan sebagainya dari alam bunian , alam jin atau alam ghaib. Hah!!! Topik pun pelik bunyinya yerp? Sebenarnya ada kisah dia. Pernah dulu sekali ada member aku dating kerumah. Nama pangilan dia L (aku terpaksalah rahsiakan untuk memelihara nama baik dia). Di pendekkan cerita dia datang kerumah aku semata-mata nak meminjam barang-barang antik yang dalam koleksi aku.(aku memang minat sangat pada senjata-senjata lama, macam keris dan macam-macam lagi) Bagi yang pernah dengar cerita-cerita macam ni, tentu lah tak berasa herannya. Tapi bagi yang baru pertama kali dengar, pelik juga kan. Apa kena mengenanya keris dengan duit alam ghaib? Apa sangkut-pautnya tepak sirih tembaga kuning dengan emas di alam bunian yer? Tapi itulah kenyataannya.

Dialog: L Aku L : Abg long kome(kami) ni nak minta tolong ni. : Tolong bender? : Gini..(berceritalah dia pasal nak menarik harta(duit) yg tidak berzakat di alam Jin.)

Katanya, Perantara atau 'tukang karut' yang mengusahakan tur (Tok Bomohlah, senang cakap!!!) hendakkan barang yang kuat(barang lama, lagi elok yang berkhadam berpenunggu) untuk dijadikan pakaian Perantara untuk memerintahkan jin tertentu menjadi khadam dan masuk ke perbendaharaan dan negeri bunian dan sebagainya. Lama aku terdiam dengarkan ceritanya. Sebenarnya kerja yang lebih gila dari ini pun aku pernah buat. Dan dari situlah aku belajar mengenal antara yang menafaat dan yang sia-sia. Kalau Muhammad Isa Dawud pernah berdialog dengan jin. Aku pun pernah berdialog malah lebih dari dialog. Pengalaman ini pernah aku lalui pada tahun 2001. Selama 3bulan lebih aku melalui pengalaman yang sangat aneh ini. Aku boleh melihat dengan jelas alam jin. Aku Nampak mereka berjual beli. Aku Nampak mereka bercucuk tanam. Aku Nampak mereka kemasjid. Aku Nampak mereka berkenduri-kendara dan berkahwin. Mereka(jin) juga bersahabat, bersaudara dan berkelahi sesama mereka. Cuma kalau ada perbezaan pun adalah dari segi bilangannya. Dunia jin tidak ada rumah kosong atau tanah terbiar macam dunia manusia. Mungkin kerana bilangan mereka yang ramai menyebabkan mereka terpaksa menggunakan segenap ruang yang ada. Negeri mereka kecil-kecil jika dibandingkan dengan negeri manusia. Contohnya Pahang ialah satu negeri bagi manusia, tetapi di dalamnya sudah ada beratus-ratus negeri kerajaan jin. Dan walaupun mereka ini boleh bergerak dengan sangat cepat dan laju. Tetapi cara hidup dari satu kerajaan kesatu kerajaan yang lain itu ada kalanya sangatlah berbeza. Kerana mereka(jin) ini sangat bongkak dan sombong untuk mengikut cara hidup dan fahaman orang lain. Jadinya ada negeri mereka yang sangat maju dan moden dan tidak jauh dari negeri itu ada pula negeri yang sangat antik(hidup dengan cara lama) cara hidupnya. Aku tegaskan sekali lagi di sini. Aku melihatnya dan masuk diantara mereka bukan aku mendengar cerita-cerita dari mereka-mereka yang terdahulu Namun bagi kalian yang mengatakan ini tahyul semata-mata anggaplah ini sekadar bacaan yang tidak lebih dari mustika dan sebagainya. Ada diantara mereka sangat ramah dan ada juga diantara mereka yang sangat kasar tingkah lakunya. Namun sangat miripnya mereka itu sehingga jika masuk mereka kealam manusia tidak mungkinlah untuk di kenal dengan sekali imbas pandang. Dan bergitu juga keadaannya sewaktu aku masuk kealam mereka. Dialog: Aku : Abg tak boleh bagi awak nak pakai barang-barang tur.

L : Tapi kiranya kome nak pinjam je bang. Orang tu(Perantara) kata barang tak rosak. Khadamnya pun boleh di pupuk balik, tak lari Aku : (menghela nafas panjang) Bukan abg sayangkan barang atau khadamnya,macam ni lah L : (Membetulkan duduk silanya. Mengemaskan letak kakinya. Tidak sabar benar gayanya dia. Sebenarnya L datang berdua dengan kawan dia yang aku tak kenal. Baya umur dia, rasanya tua dari aku. Tapi dari tadi asyik abis macam mana bang? abis macam mana bang?. Hisk kompius la aku ni.) Aku : Macam ni lah. Abang cerita sikit. Ini perumpamaannya.

Jadi aku pun bercerita pada diorang tur. Dah sorang muda dari aku , pangkat adik-adik. Dan sorang lagi orang tua yang merasa aku lebih tua dari dia. Hah elok sangatlah tu. Aku bukan nak mematahkan semangat sapa-sapa. Tapi biar kena dengan tempatnya. Bagi aku ini kerja yang siasia gilanya. Yang pertama. Hendak di apakan khadam itu nanti? L : Untuk di perintahkan mengambil duit dan harta yang tidak berzakat didalam dunia bunian atau jin Aku pun terangkan. Ceritanya bergini. Kalau harta atau duit itu adalah harta raja-raja jin. Khadam yang Perantara(tukang karut) hantar itu mistilah berpangkat Raja-raja juga dikalangan jin. Ingat ye, bukan raja yang dah tak ada jajahan atau negeri, tetapi mistilah raja yang masih punya tahtanya, kerajaannya dan bala tenteranya. Tukang karut yang sedang mana agaknya yang mampu mengarahkan khadam yang setara itu statusnya. Andai pula yang hendak di ambil itu adalah harta pembesar-pembesar atau panglima-panglima didalam kerajaan jin itu. Maka khadam yang perlu dihantar paling-paling koman pun standard Laksamana, atau Jeneral. Jangan kata aku berolok-olok akan cerita ini. Inilah hakikatnya. Mereka punya organisasi yang tersusun seperti manusia. Malah lebih dari yang manusia punya. Kesimpulannya di sini apa? Atau persoalannya? Ya.. persoalannya, adakah tukang karut itu tadi mampu mengarahkan khadam yang mempunyai status-staus yang tinggi di kalangan jin itu? Andai kata jawapannya dia mampu. Maka ada raja yang besar darjat dan kerajaannya, ada raja yang kecil kerajaannya. Adakah raja jin yang mampu di perintahkan itu berani hendak menyeberang sempadan negeri dia yang kecil? Sudahnya harta siapakah yang akan diambil? Hanya harta-harta mereka-mereka yang tidak berdaya dan rendah status kedudukannya. Yang harta dan ternakan atau emasnya yang tidak sampai timbangan perlu dizakatkan. Maka kezaliman kamu bukanlah hanya sesama manusia, malah kamu menzalimi jin-jin juga. Giler!!!! L : Tapi bang kita tak ambil harta jin-jin susah bang, kita ambik yang kaya-kaya dan yang tak berbayar zakat tu.(laaa , tak paham lagi)

Baiklah. Ini satu lagi susahnya. Dahlah kena cari yang berstatus tinggi dalam kerajaan jin itu. Kena pulak yang alim dalam agama. Kena yang tau kira-kiranya. Kena yang belajar fekah pulak dah. Kalau tidak mana dia tahu nak ambik banyak mana. Hisk,.. Satu lagi zakat itu adalah untuk membantu golongan yang kurang bernasib baik dalam kalangan mereka. Macam mana rupa logiknya kalau kita(manusia) berzakat, dan bagi tahu amir yang ngambik zakat tu. Zakat saya kali ini saya nak serahkan kepada ibu-ibu tunggal di kalangan jin Hahahahaha itulah rupanya jin yang nak berzakat dan bagi ke manusia sedang dalam kalangan mereka pun ada yang melarat juga. Sudahnya aku cakap. Ginilah, bagi aku hidup kita ni sangat mudah pendiriannya. Apa yang berkaitan dengan jasmani kita ni, kita selesaikanlah dengan tulang empat kerat. Dan yang berkaitan dengan rohani pula kita sudahkanlah mengikut cara rohani pula. Bukankah aneh rupanya apabila manusia itu menadah tangannya kepada Allah. Seraya berkata yaa Allah, kurniakanlah aku rezeki kasihankanlah aku yang lapar dan melarat. Sedang dia berdiri di atas tanah pusaka nenek moyangnya yang subur. Dengan benih gandung di gengam tidak di semaikan. Suatu hari seorang lelaki datang berjumpa Nabi s.a.w. Lalu Nabi bertanya: Kamu datang dengan apa? Jawab lelaki itu: Dengan unta. Aku biarkan di luar dan aku bertawakal. Nabi berkata: Ikat dulu, kemudian tawakal. Jadi golongan yang menyerahkan diri kepada takdir semata-mata tanpa usaha ini adalah orang yang bodoh dan nyata kebodohannya. (Terdiam lama) Aku : Minum airnya, dan makan dulu kuih(rezeki) yang ada tu

Aku adalah orang yang yakin dan percaya setiap perbuatan akan dibalas setimpal dengan apa yang mereka lakukan. Andai kata kita mengambil sesuatu( dari makhluk ) maka harusnya kemudiaan dari itu kita kena membayar dengan mahar yang sama pula, kerana hidup ini sangat adil perjalanannya. Tidak kira perbuatan itu kepada manusia atau kepada jin. Balasannya tetap sama juga. Kadang-kadang manusia ini terlalu taksub pada yang ganjil-ganjil dan sangat mudah terpengaruh apabila terjadi sedikit perkara yang pelik-pelik. Kenapa susah sangat kita hendak menerima hidup ini seadanya. Kenapa perlu sangat kepada mimpi-mimpi indah yang nyata itu adalah mimpi? Tinggalkan cerita aku dan mereka itu tadi. Sudahnya mereka balik dengan tangan kosong. Aku tidak akan mengizinkan sama sekali mereka pulang dari rumah aku bersama harapan karut. Dengan sebilah keris lama yang tidak lebih dari sebatang besi yang berlekuk-lekuk boleh mendatangkan keuntungan dunia dengan cara begitu.

Pernah satu ketika seorang yang sangat rapat dengan aku bertanya kepada aku dengan harapan dan harap. Ady boleh masuk kealam bunian tak? Ini satu soalan cepu emas juga. Yang aku tak tahu dari mana mula perkataannya yang hendak aku gunakan untuk jawapannya. Aku : Untuk apa? : Untuk mengambil emas dan barang-barang berharga. Aku : Eh mana boleh kita ambil barang yang bukan hak kita, tak kiralah dari dunia bunian sekalipun. : Bukan, barang tu adalah barang-barang kapal yang karam, barang-barang saudagarsaudagar yang kapalnya karam dahulu. Orang bunian ni Cuma jaga jer. Tapi dia boleh bagi pada sesiapa yang layak untuk ambil dan yang berhak. Adoi. Ini satu lagi cerita yang aku kompius nak menerimanya ni. Tak per nanti aku sambung dalam tajuk dunia bunian menurut pandangan dan pengetahuan aku. Sebelum itu bolehlah para pembaca sekelian menyambung ke artikel aku yang bertajuk "jin dalam pandangan aku" Sebenarnya artikel ini bukanlah tulisan aku sendiri. Aku pun amek dari blog org lain juga. Tapi memandangkan ianya sangat berkaitan dengan tulisan2 aku yang terdahulu berkenaan dengan jin ini. Tambahan pula ianya lebih lengkap dalam susunan ilmiahnya lebih tepat. Maka suka untuk aku kongsikan disini juga. Mengikut kajian ulama, syaitan adalah jenis jin yang jahat perangainya. Syaitan berasal daripada api dan tabiatnya menyesatkan manusia. Oleh itu ia wujud di mana saja manusia berada. Ia mempunyai kebolehan menyerupai sesuatu di alam nyata, memperalatkan tubuh manusia, malah boleh hidup dalam badan orang yang disukainya. Selain mendatangkan punca penyakit, pengsan dan gila, jin juga kadangkala mencuri atau dipakai untuk mencuri barangan orang. Dalam ajaran Islam kita dapat mengesan bahawa malaikat, jin dan syaitan mempunyai jalan untuk mempengaruhi manusia supaya melakukan kebaikan atau sebaliknya. Mengikut sebuah hadis Turmizi, Malaikat menggunakan jalan itu untuk meniupkan ilham yang baik maka syaitan pula menyampaikan bisikan jahat dan mendustakan Allah Orang yang bersih jiwanya dapat mendengar suara ilham yang disampaikan oleh pelawat di hadrat hati. Oleh itu, orang berkenaan berasa lapang dada dan terdorong untuk beramal. Malah ilham sendiri menjadi faktor penting jiwanya berasa gembira. Orang yang kotor jiwanya didatangi oleh jin atau syaitan. Malah mengikut surah al-Zukhruf ayat 36, Allah menyediakan satu syaitan secara tetap dalam hati yang kosong daripada zikir.

Syaitan itu menjadi sahabat karibnya. Surah Fussilat ayat 25 menghuraikan kerja syaitan berkenaan iaitu membisikkan kata-kata manis dan menghayalkan. Sesungguhnya hasutan syaitan, jin atau roh jahat ke atas fizikal dan rohaniah manusia jelas sekali. Hasutan itu masuk ke dalam diri mereka menerusi pelbagai jalan. Antara yang paling dahsyat dan ganas ialah dengan renungan rohani ketika oarng yang berniat buruk mengamalkan jampi mentera atau sihir untuk tujuan tertentu terutamanya untuk merosakkan orang yang dibencinya. Inilah antara rahsia ( dan Allah Maha Mengetahui ) mengapa syirik disifatkan sebagai dosa besar oleh Allah. Kerja seperti ini merosakkan kedua-dua pihak. Pengamal sihir rosak imannya, manakala mangsanya pula rosak iman, anggota dan mentalnya. JIN Makna Jin: Jin adalah satu nama jenis dan dalam bahasa Inggeris di sebut Ginie - perkataan tunggalnya " Jinny " yang bermaksud yang tersembunyi, yang tertutup atau yang gelap pekat. Dalam Al-Quran terdapat banyak ayat-ayat yang menceritakan tentang Jin. Antaranya :Surah Al-Hijr ayat 26 - 27 :Yang bermaksud : Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari tanah liat yang kering kontang yang berasal dari lumpur hitam yang di beri bentuk dan Kami telah ciptakan Jin sebelum di ciptakan manusia daripada api yang sangat panas. Surah Ar-Rahman ayat 15 :Yang bermaksud : Dia ( Allah ) menciptakan Jann ( Jin ) dari nyalaan api ( Pucuk api yang menyala-nyala atau Maarij ) Surah Al-Araf ayat 12 :Yang bermaksud : " Engkau ciptakan aku ( kata Iblis ) dari api sedangkan ciptakan dia ( Adam ) dari tanah. Dari Hadis Nabi s.a.w yang telah diriwayatkan oleh Muslim r.a: Maksudnya : " Malaikat diciptakan dari cahaya, Jaan diciptakan dari lidah api sedangkan Adam diciptakan dari sesuatu yang telah disebutkan kepada kamu ( tanah). ASAL KEJADIAN JIN Keterangan "Al-Maarij " Maarij bermaksud nyalaan api yang sangat kuat dan sangat panas bahangnya atau " Al-Lahab " iaitu jilatan api yang sudah bercampur antara satu sama lain iaitu merah, hitam, kuning dan biru. Sesetengah ulama pula mengatakan " Al-Maarij " itu ialah api yang sangat terang yang memiliki suhu yang amat tinggi sehingga bercampur antara merah, hitam, kuning dan biru. Sesetengah pendapat pula mengatakan Al-Maarij itu ialah api yang bercampur warnanya dan sama maknanya dengan " As-Samuun " iaitu api yang tidak berasap tetapi sangat tinggi suhu panasnya. Angin samuun yang telah sebati dengan Al-Maarij itulah Allah jadikan Jaan.

Menurut suatu Hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Masud pula menyatakan bahawa angin Samuun yang dijadikan Jaan itu hanyalah satu bahagian daripada tujuh puluh bahagian angin Samuun yang sangat panas itu. Dari api yang amat panas inilah Allah telah menciptakan Jin, iaitu dari sel atau atom atau daripada nukleas-nukleas api. Kemudian Allah masukkan roh atau nyawa padanya, maka jadilah ia hidup seperti yang dikehendaki oleh Allah. Jin juga di beri izin oleh Allah menzahirkan berbagai-bagai bentuk dan rupa yang disukai dan dikehendakinya kecuali rupa Rasulullah s.a.w mengikut tahap dan kemampuan masing-masing. Jin juga diperintahkan oleh Allah menerima syariat Islam sepertimana yang diperintahkan oleh Allah kepada manusia. Rupa bentuk Jin yang asal selepas di cipta dan ditiupkan roh itu, hanya Allah dan Rasulnya sahaja yang mengetahuinya. Menurut sesetengah ulama rupa, tabiat, kelakuan dan perangai Jin adalah 90 peratus mirip kepada manusia. Asal kejadian manusia ialah campuran daripada Jisim Kathif iaitu tanah dan air, Jisim Syafaf iaitu campuran api dan angin dan Nurani, iaitu roh, akal, nafsu dan hati yang dinamakan "Latifatur-Rabbaniah " sesuai dengan manusia sebagai sebaik-baik kejadian yang diciptakan Allah dan sebagai Khalifah Allah di muka bumi ini. Manakala kejadian Jin pula ialah campuran Jisim Syafaf iaitu campuran api dan angin dan Nurani iaitu roh, akal, nafsu dan hati yang sesuai dan sepadan dengan kejadian Jin. Manakala mahkluk-makluk lain pula Allah jadikan daripada salah satu unsur tersebut, contohnya, binatang yang dijadikan daripada campuran Jisim Ksayif dan Jisim Syafaf sahaja. Batu dan tumbuh-tumbuhan pula dijadikan daripada Jisim Kasyif semata-mata. Manakala Malaikat pula dijadikan daripada Nurani semata-mata. CARA PEMBIAKAN JIN Manusia memerlukan masa mengandung selama sembilan bulan untuk melahirkan zuriat dan anak manusia juga memerlukan masa yang lama untuk matang dan menjadi baligh. Berbeza dengan Jin di mana, apabila di sentuh alat kelamin lelaki dengan alat kelamin perempuan, maka Jin perempuan akan terus mengandung dan beranak dan anak Jin yang baru lahir itu terus mukallaf. Begitulah keadaanya sehingga ke hari kiamat. Iblis pula apabila menyentuh paha kanan dengan paha kiri akan mengeluarkan 33 biji telor. Dalam setiap biji telor itu ada 33 pasang benihnya. Tiap-tiap pasang benih itu apabila menyentuh paha kanan dengan paha kiri akan keluar seperti yang terdahulu. Begitulah proses pembiakan Jin dan Iblis sehinggalah ke hari kiamat. Bunian atau lebih masyhur di kalangan orang-orang Melayu dengan panggilan orang Ghaib pula ialah hasil campuran lelaki atau perempuan Jin dengan lelaki atau perempuan dari kalangan manusia. Anak yang terhasil daripada percampuran itu dikenali dengan nama Bunian. Perangai dan tingkah laku serta rupa bentuknya orang Bunian ini dalam beberapa perkara mengikut manusia dan dalam beberapa perkara pula mengikut Jin.

Jika asal usul datuk manusia ialah Nabi Adam, maka asal usul datuk Jin pula ialah " Jaan " yang asalnya adalah beriman kepada Allah dan melahirkan keturunan yang beriman. Selepas itu terdapat pula dari keturunan Jaan yang kufur dan melahirkan pula keturunan yang kufur. Anak cucu Jaan yang asal beriman itu ada yang kekal dalam iman dan ada pula yang kufur dan ada pula yang kembali beriman kepada Allah. AGAMA PUAK-PUAK JIN Jin Juga seperti manusia, iaitu ada yang baik, ada yang jahat, ada yang soleh, ada yang tidak soleh, ada yang alim lagi mukmim, ada ada yang kufur, ada yang murtad, fasik dan zalim, ada yang masuk syurga dan ada yang dihumbankan oleh Allah ke dalam neraka di hari akhirat kelak. Majoriti puak-puak Jin terdiri daripada golongan Jin kafir. Golongan Jin kafir ini kebanyakanya beragama Yahudi, Kristian, Komunis dan sangat sedikit daripada mereka yang beragama Buddha dan Majusi. Terdapat juga golongan Jin yang tidak beragama. Golongan Jin yang memeluk Islam hanyalah sedikit bilangannya dan terdiri daripada golongan manoriti jika di bandingkan dengan keseluruhan bilangan Jin. Seperti juga manusia biasa, Jin juga berada dalam tingkat-tingkat iman, ilmu dan amalan yang tertentu berdasarkan kepada keimanan dan amalan mereka kepada Allah. Antaranya ada Jin Islam yang bertaraf awam sahaja , Jin Islam yang di tingkat iman Khawas dan Jin Islam yang berada ditingkat iman yang Khawasil-Khawas. Walaupun Jin Islam yang paling tinggi imannya dan paling soleh amalannya serta paling luas serta banyak ilmunya , tetapi masih ada pada diri mereka sifat-sifat mazmumah seperti takbur, riak, ujub dan sebagainya, tetapi mereka mudah menerima teguran dan pengajaran. Mungkin inilah yang sering diperkatakan bahawa " sebaik-baik Jin itu ialah sejahat-jahat manusia yang fasik. " Tetapi yang berbezanya manusia yang paling jahat susah menerima pengajaran dan teguran yang baik. Golongan Jin Islam yang awam dan Jin kafir suka merasuk manusia yang awam dengan berbagai-bagai cara, kerana pada pandangan mereka manusia-manusia yang awam itu bukanlah manusia sebenarnya, sebaliknya adalah rupa seekor binatang. Manusia yang Khawas dan Khawasil-Khawas tidak dapat di rasuk oleh Jin, bahkan Jin pula akan datang kepada mereka untuk bersahabat. RUPA BENTUK JIN Pada asasnya rupa bentuk Jin tidaklah banyak berbeza daripada rupa bentuk manusia, iaitu mereka mempunyai jantina, mempunyai hidung mata, tangan, kaki, telinga dan sebagainya, sepertimana yang di miliki oleh manusia. Pada dasarnya 80 hingga ke 90 peratus Jin menyerupai manusia. Cuma yang berbezanya fizikal Jin adalah lebih kecil dan halus daripada manusia. Bentuk tubuh mereka itu ada yang pendek, ada yang terlalu tinggi dan ada bermacam-macam warna, iaitu

putih, merah biru, hitam dan sebagainya. Jin yang kekal dalam keadaan kafir dan Jin Islam yang fasik itu mempunyai rupa yang huduh dan menakutkan. Manakala Jin Islam yang soleh pula mempunyai rupa paras yang elok. Menurut sesetengah pendapat tinggi Jin yang sebenarnya adalah kira-kira tiga hasta sahaja. Pengetahuan mereka lebih luas dan umurnya tersangat panjang dan ada yang beribu tahun umurnya. Kecepatan Jin bergerak adalah melebihi gerak cahaya dalam satu saat. Memandangkan Jin adalah terdiri daripada makluk yang seni dan tersembunyi, tidak zahir seprti manusia dan tidak sepenuhnya ghaib seperti Malaikat, maka ruang yang kecil pun boleh di duduki oleh berjuta-juta Jin dan ianya juga boleh memasuki dan menghuni tubuh badan manusia. Jumlah Jin terlalu ramai sehingga menurut sesetengah pendapat bilangannya ialah jumlah semua manusia daripada Nabi Adam hingga ke hari kiamat di darab dengan haiwan-haiwan, di darab dengan batu-batu, di darab dengan pasir-pasir dan semua tumbuh-tumbuhan. Itu pun baru satu persepuluh daripada jumlah keseluruhan Jin. Manakala jumlah keseluruhan Jin ialah satu persepuluh daripada jumlah keseluruhan Malaikat. Jumlah keseluruhan Malaikat hanya Allah dan Rasulnya sahaja yang lebih mengetahuinya. Alam kediaman Jin ialah di lautan, daratan, di udara dan di Alam Mithal iaitu suatu alam di antara alam manusia dan alam malaikat. Jika di berikan oleh Allah kepada kita melihat Jin, sudah tentulah kita akan melihat jarum yang dijatuhkan dari atas tidak akan jatuh ke bumi , tetapi hanya jatuh di atas belakang Jin, disebabkan terlalu banyaknya jumlah mereka. Sebab itulah orang-orang tua kita selalu berpesan supaya anak-anak segera balik ke rumah apabila telah tiba waktu maghrib dan pintu serta tingkap rumah mesti di tutup, supaya tidak dimasuki oleh Syaitan dan Iblis. Sebagaimana sebuah Hadis yang telah diriwayatkan oleh Imam Bukhari daripada Rasulullah s.a.w yang bermaksud : " Apabila kamu menghadapi malam atau kamu telah berada di sebahagian malam maka tahanlah anak-anak mu kerana sesungguhnya syaitan berkeliaran ketika itu dan apabila berlalu sesuatu ketika malam maka tahanlah mereka dan tutuplah pintu-pintu rumahmu serta sebutlah nama Allah, padamkan lampu-lampu mu serta sebutlah nama Allah, ikatlah minuman mu serta sebutlah nama Allah dan tutuplah sisa makanan mu serta sebutlah nama Allah ( ketika menutupnya ) " Hadis di atas bermaksud bahawa Jin dan Syaitan akan tidur di waktu siang dalam cahaya dan sinar sehingga menjelang petang, di mana pada waktu itu mereka berkeliaran mencari rezeki dan makanan, baik lelaki maupun perempuan, samada yang dewasa atau kanak-kanak. MELIHAT JIN

Pada prinsipnya Jin tidak boleh di lihat, di sentuh dan di dengar oleh manusia dalam bentuk yang asal sebagaimana ianya diciptakan, kecuali dalam keadaan-keadaan tertentu, Jin boleh di lihat dalam rupa bentuk yang diingininya. Jin juga boleh di lihat oleh manusia dalam keadaan sihir atau ketika meminum air sihir atau melalui kemahuan Jin itu sendiri untuk memperlihatkan dirinya kepada manusia. Di dunia semua Jin boleh melihat manusia manakala manusia yang Khawas dan KhawasilKhawas sahaja yang boleh melihat Jin selain daripada para Nabi dan Rasul. Manakala di akhirat pula semua manusia mukmin yang ahli syurga boleh melihat Jin manakala Jin yang Khawas dan Khawasil-Khawas sahaja yang boleh melihat manusia. Antara kelebihan Jin yang telah diberikan oleh Allah ialah kemampuannya untuk mengubah dirinya dalam berbagai bentuk dan rupa. Contohnya dalam peperangan Badar, Iblis telah menampakkan dirinya dalam bentuk seorang lelaki dari Bani Mudlij dan Syaitan pula dalam rupa Suraqah bin Malik yang datang membantu tentera musrikin memerangi tentera Islam. ( Iblis dan Syaitan adalah juga merupakan sebahagian daripada golongan Jin ). Dalam Sahih Bukhari juga ada meriwayatkan bahawa adanya Jin yang menampakkan dirinya dalam bentuk seekor ular dan membunuh seorang pemuda yang cuba membunuh ular tersebut. Di samping itu Jin juga boleh menampakkan dirinya dalam rupa bentuk haiwan yang lain seperti rupa bentuk kucing, anjing dan sebagainya. KUMPULAN-KUMPULAN JIN Jin juga seperti manusia yang inginkan keturunan dan hidup berpuak-puak. Puak dan kumpulan Jin terlalu banyak dan bercakap dalam berbagai-bagai loghat dan bahasa. Ada sesetengah ulama membahagikan Jin kepada beberapa kumpulan, antaranya kumpulan yang menunggu kubur, kumpulan yang menunggu gua, kumpulan yang menunggu mayat manusia, kumpulan yang menunggu hutan rimba, kumpulan yang menunggu bukit bukau, kumpulan yang menunggu air mata air, kumpulan yang menunggu tasik, kolam, teluk, kuala, pulau dan sebagainya. JENIS-JENIS JIN Sama seperti manusia Jin juga terdiri dari pada berbagai jenis atau bangsa, antara yang tersohor ialah :1. Iblis Bapa dan pujaan kepada semua jenis Jin, Iblis dan Syaitan.. 2. Asy-Syaitan Syaitan-syaitan 3. Al-Maraddah Peragu-peragu ( pewas-was ) 4. Al-Afrit Penipu-penipu 5. Al-Awaan Pelayan-pelayan

6. Al-Tayyaaruun Penerbang-penerbang 7. Al-Ghawwaasuun Penyelam-penyelam 8. At-Tawaabi Pengikut-pengikut ( pengekor ) 9. Al-Qurana Pengawan-pengawan 10. Al-Ummaar Pemakmur. GELARAN-GELARAN JIN DALAM ISTILAH ORANG-ORANG MELAYU Jin menurut orang-orang Melayu mempunyai beberapa nama dan gelaran menurut perwatakkan dan rupa bentuk penjelmaan mereka. Kebanyakan nama Jin-Jin itu dimulai dengan hantu. Hantuhantu tersebut sebenarnya adalah terdiri daripada golongan Jin, cuma di kalangan orang Melayu, menganggap hantu itu adalah makhluk yang berbeza daripada Jin. ANTARA JIN-JIN YANG POPULAR DI KALANGAN ORANG-ORANG MELAYU IALAH: Hantu Raya, Hantu Pontianak, Hantu Polong, Hantu Toyol, Hantu Langsuir, Hantu Penanggal, Hantu Pelesit, Hantu Air, Hantu Bukit, Hantu Kubur, Hantu Pari, Hantu Punjut, Hantu Jerangkung, Hantu Laut, Hantu Bawah Tangga, Hantu Galah, Jin Tanah, Hantu Kum-Kum, Hantu Bungkus, Hantu Pocong, Hantu mati di bunuh, Hantu Bidai, Hantu pari-pari, Hantu Kopek ( Tetek ), Harimau Jadian, Jembalang Tanah, Hantu Tengelong. KERAJAAN-KERAJAAN JIN Jin juga mempunyai pemimpin dan kerajaannya yang tersendiri. Antara Raja Jin alam bawah yang kafir ialah seperti Mazhab, Marrah, Ahmar, Burkhan, Syamhurash, Zubaiah dan Maimon. Empat raja Jin Ifrit ( Jin yang paling jahat ) yang mempunyai kerajaan yang besar yang menjadi menteri kepada Nabi Allah Sulaiman a.s ialah Thamrith, Munaliq, Hadlabaajin dan Shughal. Manakala Raja Jin Alam atas yang Islam pula ialah Rukiyaail, Jibriyaail, Samsamaail, Mikiyaail, Sarifiyaail, Ainyaail dan Kasfiyaail. Raja Jin yang mengusai kesemua Jin tersebut bernama THOTHAMGHI YAM YA LI.. Manakala Malaikat yang mengawal kesemua Jin-Jin di atas bernama Maithotorun yang bergelar QUTBUL JALALAH. ANAK-ANAK IBLIS JUGA MEMPUNYAI KERAJAAN YANG BESAR ANTARANYA : 1. Thubar Merasuk manusia yang di timpa musibah dan bala. 2. Daasim Merasuk manusia untuk menceraikan ikatan silatulrahim, rumah tangga, keluarga, sahabat handai, jemaah dan sebagainya.

3. Al-Awar Merasuk manusia supaya meruntuhkan akhlak, berzina, minum arak, liwat, berjudi dan sebagainya 4. Zalanbuur Merasuk manusia dengan api permusuhan dan pembunuhan.

ANTARA JIN, IFRIT, SYAITAN DAN IBLIS Jin, Ifrit, Syaitan dan Iblis adalah merupakan sebahagian daripada golongan Jin, cuma tugas dan fungsi mereka sahaja yang berbeza. Jin sebagaimana yang telah diterangkan di atas ialah sejenis mahkluk Allah yang tersembunyi dan tidak kelihatan oleh manusia. Pengetahuan mereka lebih luas dan sangat panjang usianya. Manakala Ifrit pula adalah daripada golongan Jin yang sangat kuat dan bijak menipu serta sangat busuk hati terhadap manusia. Golongan ini tersangat sombong lagi amat durhaka kepada Allah. Iblis dan Syaitan juga terdiri daripada golongan Jin dan mereka merupakan golongan Jin yang sangat sombong lagi durhaka, pengacau dan menjadi musuh utama manusia dan mendapat kutukan Allah sehingga ke hari kiamat. Sebagaimana Firman Allah yang bermaksud : " Iblis menjawab : Sebab engkau telah menghukum saya dengan tersesat, saya akan menghalang halangi mereka dari jalan Mu yang lurus. Kemudian saya akan mendatangani mereka dari depan dan dari belakang mereka, dari kanan dan kiri mereka. Engkau tak akan mendapati kebanyakan dari mereka bersyukur ( taat )." Sesetengah ulama berpendapat bahawa Azazil itu bukanlah moyang Jin, sebenarnya beliau merupakan satu Jin yang paling abid dan alim di kalangan Jin yang di angkat menjadi ketua ahliahli ibadat kepada Jin dan Malaikat. Dia menjadi angkuh dan takbur di atas keilmuan, ketakwaan dan banyak beribadat serta asal usul kejadiannya berbanding dengan manusia ( Adam ). Maka dengan sifat beliau yang sombong itu Allah telah melaknatnya menjadi kafir dengan nama Iblis. Bermula dari saat itulah Iblis melancarkan gerakan permusuhan dengan manusia sehingga ke hari kiamat. Allah telah menjelaskan bahawa terdapat tiga jenis permusuhan dilakukan oleh Jin ke atas manusia iaitu :Melalui Kejahatan ( As-Suu ) : iaitu berkenan dan gemar kepada dosa-dosa dan maksiat hati dan segala anggota tubuh badan. Kekejian ( Al-Fahsyaa ) : iaitu kejahatan yang lebih buruk dan jahat lagi. Kekejian ini adalah sebahagian daripada perkara yang membawa kepada kedurhakaan dan maksiat kepada Allah. Melalui pembohongan dan menipu Allah melalui perbuatan, perkataan dan nawaitu