Anda di halaman 1dari 5

Laporan Praktikum Genetika Molekuler BIO 304

Nama NRP Lab./Kel. Asisten

: Ikra Alma Khudra : G34070065 : BIO-5/4 : 1. Hayatul Fajri 2. Indah hayati

PEMOTONGAN DNA DENGAN ENZIM RESTRIKSI


Pendahuluan Enzim restriksi adalah enzim yang memotong pada situs spesifik. Situs yang dipotong oleh enzim restriksi disebut situs pengenalan enzim (Recognition sequences). Enzim yang berbeda dapat mengenali situs yang berbeda. Enzim yang dihasilkan oleh berbagai jenis bakteri dan secara alami berfungsi untuk melindungi bakteri dari intervensi DNA asing. Penamaan enzim restriksi biasanya berdasarkan inangnya, misalnya EcoRI berasal dari bakteri Escherichia coli. Dalam biologi molekuler, enzim restriksi biasanya digunakan untuk analisis kekerabatan, rekayasa genetika dan identifikasi suatu molekul DNA. Enzim restriksi mampu memotong DNA pada situs pengenal dengan sekuensi DNA yang sangat spesifik (Recognition site). Dengan demikian enzim ini mampu memproses DNA menjadi potongan-potongan yang lebih pendek asal DNA tersebut memiliki situs pengenal untuk enzim restriksi tertentu. Situs pengenalan enzim restriksi kebanyakan terdiri dari empat basa atau enam basa, tetapi ada juga yang selain itu. Pada umumnya enzim restriksi yang berbeda memiliki situs pengenalan yang berbeda, namun ada beberapa enzim yang diisolasi dari sumber yang berbeda memiliki situs pengenalan yang sama. Enzim-enzim seperti ini disebut isoschizomer, contohnya adalah enzim MboI dan Sau3AI. Tujuan pemotongan DNA adalah untuk mendapatkan potongan DNA dalam bentuk fragmen-fragmen pendek sesuai dengan situs pemotongan oleh enzim restriksi yang digunakan. DNA yang sudah dipotong berguna dalam manipulasi DNA untuk teknologi DNA rekombinan.

Tujuan Praktikum ini bertujuan untuk mengetahui dan melakukan pemotongan DNA dengan enzim restriksi. Hasil Pengamatan 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

Keterangan gambar: Sumur 1 = 1 kb Sumur 2 = plasmid pGEM-T easy Sumur 3 = kel 1 Sumur 4 = kel 2 Sumur 5 = kel 3 Sumur 6 = kel 5 Sumur 7 = kel 4 Sumur 8 = kel 6 Sumur 9 = kel 7 Sumur 10 = kel 8 Sumur 11 = kel 9 Sumur 12 = kel 10

genom plasmid

Pembahasan Ada tiga tipe enzim restriksi endonuklease yaitu tipe I, II dan III. Enzim restriksi endonuklease tipe I dan III jarang digunakan, karena hasil pemotongannya tidak tepat pada sekuens yang diinginkan, sedangkan enzim restriksi endonuklease tipe II dapat memotong tepat atau dekat dengan sekuens yang diinginkan. Contoh enzim restriksi endonuklease tipe II adalah EcoRI. Enzim EcoRI diisolasi dari Escherichia coli dan memotong molekul DNA pada urutan heksanukleotida 5-GAATTC-3. Percobaan yang telah dilakukan memperlihatkan adanya pita genom dan pita plasmid pada setiap sumur. Adanya pita genom yang telihat pada gel menunjukkan proses ekstraksi DNA plasmid yang kurang sempurna karena DNA genom yang berukuran besar masih ada. Hal ini dapat terjadi karena pada saat ekstraksi DNA terjadi kesalahan yang membuat DNA genom masuk ke dalam larutan, basa-basa enzim restriksi kemudian berlekatan dengan basa-basa DNA genom dan DNA genom ikut terpotong sehingga terlihat pada gel agarosa. Plasmid pGEMT-easy merupakan vektor yang biasa digunakan dalam penyisipan gen pada teknik DNA rekombinan.

Simpulan Pemotongan DNA plasmid menjadi fragmen-fragmen pendek dapat dilakukan dengan restriksi DNA menggunakan enzim restriksi endonuklease. Pada percobaan telah terlihat pita plasmid hasil pemotongan dengan enzim restriksi. Namun pada gel juga terdapat pita DNA genom yang menunjukkan proses ekstraksi DNA plasmid yang kurang sempurna.

Daftar Pustaka Jusuf M. 2001. Genetika I Struktur dan Ekspresi Gen. Bogor: Sagung Seto. Sambrook, J., Fritsch, E.F., Maniatis, T. 1989. Molecular cloning. A laboratory manual. USA: Cold Spring Harbor Lab Press. Watson, J.D., T.A. Baker, S.P. Bell, A. Gann, M. Levine, R. Losick. 2008. Molecular Biology of The Gene. San Francisco: Pearson Education, Inc.