Anda di halaman 1dari 8

URBANISASI PASCA LEBARAN

OLEH: Fajar Herlambang NPM: 12111632 KELAS: 1KA40

MAKALAH TUGAS MATA KULIAH ILMU SOSIAL DASAR PROGRAM SARJANA SISTEM INFORMASI S1 UNIVERSITAS GUNADARMA

Materi Kuliah : Ilmu Sosial Dasar Dosen : Muhammad Burhan Amin Topik Tugas : Urbanisasi Pasca Lebaran Kelas : 1KA40 Dateline Tugas : 13 Oktober 2011

PERNYATAAN Dengan ini kami menyatakan bahwa seluruh pekerjaan dalam tugas ini kami buat sendiri tanpa meniru atau mengutip dari tim/pihak lain.

Penyusun Nama Lengkap NPM


Fajar Helambang

12111632

Program Sarjana S1 Sistem Informasi UNIVERSITAS GUNADARMA

Daftar Isi

BAB I Pendahuluan.1 1.1 Latar Belakang...1 1.2 Tujuan..2 1.3 Sasaran.2 BAB II Pembahasan.3 1.1 Kekuatan Urbanisasi...3 1.2 Kelemahan Urbanisasi....3 1.3 Peluangan.4 1.4 Tantangan4 BAB III Penutup 3.1 Kesimpulan..5 3.2 Rekomendasi5

Bab I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Urbanisasi yang terjafi setelah lebaran memang cukup mencengangkan. Tidak dapat dipungkiri bahwa masalah urbanisasi menjadi masalah penting yang harus di tangani di kota Jakarta. Keputusan masyarakat pedesaan untuk melakukan urbanisasi menjadi sangat memprihatinkan bila didasari oleh pola pikr yang tidak kuat. Artinya, kebanyakan orang pedesaan memilih untuk urbanisasi di latari oleh keinginan ekonomi yang menjanjikan. Tanpa berfikir tentang realita yang ada di Jakarta. Faktor Penarik Terjadinya Urbanisasi 1. Jakarta adalah pusat industri 2. Bervariatifnya pekerjaan di ibu kota 3. Pendidikan yang menjanjikan

Faktor Pendorong Terjadinya Urbanisasi 1. Lahan Pertanian Yang semakin sempit 2. Terbatasnya lapangan pekerjaan 3. Sarana dan prasarana yang kurang lengkap

Dari faktor diatas dapat disimpulkan bahwa keinginan masyarakat pedesaan untuk melakukan urbanisasi sebagian besar karena pekerjaan di kota menjanjikan. Hal ini terlihat ketika musim lebaran usai. Ratusan orang dengan wajah baru telah menyesaki ibu kota dengan harapan ingin sukses.

1.2 Tujuan

1. Keinginan masyarakat pedesaan untuk memperbaiki perekonomian keluarga. Hal ini dikarenakan pekerjaan di desa tidak menjanjikan. 2. Ingin mendapatkan sarana dan prasarana yang lebih baik.

1.3 Sasaran Sasaran urbanisasi adalah daerah perkotaan yg menjadi pusat industry. Karena setelah lebaran biasanya lowongan pekerjaan banyak bermunculan di kota kota besar . daerah perkotaan merupakan tempat tujuan urbanisasi , salah satunya Jakarta . Jakarta merupakan salah satu kta sasaran terbesar dipulau jawa, karena Jakarta merupakan daerah industry besar seperti : AHM, YAMAHA, DAIHATSU, ZUSUKI, dll. Mungkin kalian sudah mulai paham isi dari synopsis yg menyatakan kalau desa dan kota itu ada hubungan . hubungan ini dinamakan dgn interaksi wilayah yaitu wilayah desa dan kota

BAB II PERMASALAHAN

A. Kekuatan 1. Urbanisasi mengubah cara pandang masyarakat desa Dengan urbanisasi masyarakat pedesaan bisa mengubah cara pandang mereka dalam kehidupannya. begitu juga dengan cara berfikir, terlihat jelas ketika seseorang baru pindah dari kota ke desa, mereka umumnya terlihat masih lugu dengan tingkat kesopanan yang tinggi. Tapi hal ini lambat laun akan berubah. 2. Urbanisasi berpengaruh terhadap industri Perpindahan penduduk dari desa ke kota menyebabkan perkotaan menjadi sangat padat. Dan kebutuhan lapangan pekerjaan sangat tinggi. Hal ini menye babkan bidang industri tidak repot repot mencari tenaga kerja.

B. Kelemahan 1. Meningkatnya angka pengangguran Tidak adanya lapangan pekerjaan yang memadai untuk mereka. Hal ini tentu bertentangan dengan pola piker mereka bahwa mereka akan mendapatkan pekerjaan yang menjanjikan di kota. Dengan begitu, maka pengangguran di kota akan bertambah.

2. Biaya hidup yang mahal Biaya hidup dikota memang terbilang sangat mahal. Dan ini yang biasanya tidak di perhitungkan oleh masyarakat pedesaan. Alhasil mereka akan sangat kesulitan untuk mendapatkan kebutuhan kebutuhan yang mendasar untuk kehidupannya. apalagi bila di tambah dengan pekerjaan yang masih belum didapat.

3. Peluang 1. Perkotaan besar sebagai pusat lapangan pekerjaan Arus mudik setelah lebaran tentu menjadi peluang manis bagi mereka untuk melakukan urbanisasi dan hal ini pasti di tujukan pada kota yang memiliki lapangan perkerjaan banyak. 2. Peluang pendidikan yang lebih baik Fasilitas pendidikan memang banyak di kota- kota besar. Sekolah sekolah negeri dan swasta menjanjikan pola pendidikan yang lebih baik dari pendidikan di pedesaan. Hal ini yang dilihat sebagian masyarakat pedesaan. 4. Tantangan 1. Persaingan didalam kota Tantangan yang harus mereka hadapi adalah para pesaing mereka dari daerah ibu kotayang mayoritas memiliki kemampuan yang lebih besar dari mereka. Untuk bersaing dengan mereka tentunya perantau harus memiliki kemampuan dan kreatifitas yang tinggi. Selain itu, mereka juga harus memiliki daya juang dan disiplin yang tinggi.

2. Corak budaya yang berbeda Corak budaya masyarakat perkotaan dengan pedesaan tentunya sangat berbeda, hal ini dilihat dari a. b. c. d. Jalan pikiran Pola kehidupan individu Rasa tenggang sosial Kehidupan keagamaan

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan Urbanisasi adalah masalah yang serius bagi kita semua. Persebaran penduduk yang tidak merata antara desa dan kota akan menimpulakan permasalahan kehidupan social. Jumlah peningkatan penduduk kota yang signifikan tanpa di dukung dan diiimbangi dengan lapangan pekerjaan tentu adalah masalah yang harus cepat di temukan jalan keluarnya. Ketika seseorang berniat melakukan urbanisasi tentu dia telah mendapatkan dorongan dorongan dari luar. Baik itu ajakan, pengaruh media massa, terdesak ekonomi, penganguran di desa, dll.

3.2 Rekomendasi Urbanisasi mempunyai dampak terhadap wilayah yang ditinggali maupun wilayah yang didatangi.akibat wilayah yang dikunjungi antara lain terciptanya pemukiman illegal, berkurangnya ruang publik karena okupasi illegal, dan overload daya tampung jalanan. Sedangkan pada wilayah yang ditinggalkan, berkurangnya tenaga kerja potensial di daerah asal, terbangunnya mitos bahwa di kota memang menjanjikan banyak pekerjaan dan kehidupan yang layak.