Anda di halaman 1dari 24

LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK BIOPROSES IDENTITAS PRAKTIKAN Nama NIM Kelompok I. II.

: Yuliana : 03081003056 : IV (Empat) : Pembuatan VCO

JUDUL PERCOBAAN TUJUAN PERCOBAAN

1. Dapat mengetahui cara pembuatan VCO dan dipasarkan secara komersil. 2. Dapat mengetahui manfaat enzim dalam pembuatan VCO. 3. Dapat mengetahui kandungan yang terdapat dalam VCO. III. DASAR TEORI 1. Kandungan VCO VCO mengandung asam lemak rantai sedang (medium chain fatty acids, MCFA) yang mudah diuraikan dalam tubuh. Beberapa asam lemak yang terkandung di dalam VCO adalah asam kaprat (C10) dan asam laurat (C12) masing masing sebanyak 4,5% sampai dengan 8,0% dan 43% - 53 %. Kandungan lemak rantai sedang ini yang sangat berperan dalam menjaga kesehatan dan menghalau berbagai serangan maut. Asam laurat misalnya, di dalam tubuh akan diubah menjadi monolaurin, yaitu sebuah senyawa monogliceride yang bersifat anti virus, anti bakteri dan antiprotozoa. Dari hasil penelitian di Papua Niugini, konon tingkat konsumsi masyarakatnya terhadap kelapa cukup tinggi, menunjukkan, masyarakat yang kerap mengonsumsi minyak kelapa lebih kurus dan amat jarang terkena penyakit jantung koroner dan stroke. Selain itu, konsentrasi serum total kolesterol, tekanan

darah diastolik lebih rendah dibandingkan dengan orang yang sama sekali tidak mengonsumsi kelapa. Hal ini disebabkan minyak kelapa merupakan sumber asam laurat yang tergolong berantai medium (MCFA), yang memiliki sifat-sifat metabolisme yang amat berbeda dari asam lemak berantai panjang. MCFA jauh lebih mudah dicerna, diserap, dan diangkut sehingga kerap disebut sebagai sumber energi siap pakai bak bahan bakar kendaraan bermotor beroktan tinggi. Ini suatu bukti bahwa mengonsumsi minyak kelapa tidak memberi dampak buruk terhadap kesehatan jantung. Berbagai penelitian telah menunjukkan keunggulan asam laurat bagi kesehatan. Asam laurat dan asam lemak jenuh berantai pendek dan sedang lainnya-asam kaprat, kaprilat, dan miristat-yang terdapat pada minyak kelapa ternyata juga mampu mengatasi kelebihan berat badan alias obesitas. Studi eksperimental menunjukkan bahwa pergantian minyak kedelai ke minyak kelapa dapat menurunkan berat badan secara bermakna. Hal ini dapat dijelaskan bahwa mengonsumsi minyak kelapa, asam lemak jenuhnya langsung dibakar oleh tubuh dan menghasilkan energi. Asam lemak jenuh rantai sedang yang terdapat pada minyak kelapa begitu tiba dalam saluran pencernaan segera dapat diserap oleh dinding usus tanpa harus mengalami proses hidrolisis terlebih dahulu. Selanjutnya dapat masuk mengikuti aliran darah untuk segera dibawa ke hati guna dimetabolisasi. Berbeda dengan minyak kedelai, yang banyak mengandung asam lemak rantai panjang, dalam tubuh ditimbun dalam bentuk lemak karena tidak bisa langsung dibakar dan diserap tubuh sehingga menimbulkan kegemukan (obesitas). Keunggulan lain asam lemak jenuh minyak kelapa adalah kemampuannya sebagai antimikrobia. Monogliserida dari asam kaproat, kaprilat, kaprat, laurat, dan miristat telah terbukti bisa menginaktivasi virus penyebab hepatitis C, herpes, SARS, dan HIV. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian VCO secara teratur dapat menurunkan risiko terinfeksi HIV dan SARS (Bruce Fife, 2004 dalam situs

www.NaturalHealthWeb.com). Sementara itu, bakteri patogen yang bisa didepak oleh monolaurin dan kawan-kawannya adalah Listeria monocytogenes, Staphylococcus aureus, Staphylococcus agalactiae, dan Helicobacter pylori. Dengan kandungan asam lemak rantai sedang tersebut, VCO juga mempunyai kemampuan untuk menangkal berbagai jenis penyakit, antara lain : 1. Mematikan berbagai virus yang menyebabkan mononucleosis, influenza, hepatitis C, cacar air dan herpes. 2. membunuh berbagai jenis bakteri penyebab penyakit pneumonia, sakit telinga, infeksi tenggorokan, gigi berlubang, keracunan makanan, infeksi saluran kencing, meningitis, gonorrhea, dan luka gangrene. 3. membunuh jamur dan ragi yang bias menyebabkan penyakit candida, jok itch, kadas, athletes foot, dan ruam karena keringat. 4. membantu meredakan gejala gejala dan mengurangi resiko kesehatan yang dihubungkan dengan diabetes mellitus. 5. mengurangi gangguan yang dikaitkan dengan gejala kesulitan pencernaan dan cystic fibrosis. 6. membantu melindungi tubuh dari serangan osteoporosis. 7. membantu mengurangi gejala sakit saluran kandungan kemih. 8. meredakan gejala yang dihubungkan dengan chorns diseases, ulcerative colitis dan bisul perut. 9. membantu melindungi tubuh dari serangan kangker payudara dan juga kanker kolon. 10. menurunkan kadar kolesterol darah tinggi. 11. membantu dalam pencegahan serangan sakit jantung, stroke dan atherosclerosis. 12. membantu mencegah tekanan darah tinggi. 13. melindungi tubuh dari radikal bebas yang berbahaya yang meningkatkan penuaan dini dan penyakit degeneratif. 14. meredakan gejala benign prostatic hyperplasia (pembesaran kelenjar prostate). 15. membantu mencegah sakit lever.

16. mengurangi gejala psoriasis, eksim dan dermatitis. 2. Sifat Fisika dan Kimia Minyak Sebelum mengenal lebih jauh mengenai minyak kelapa, perlu diketahui sifat fisik dan kimia minyak untuk memudahkan penjelasan beberapa istilah di minyak kelapa. Pada prinsipnya minyak atau lemak dibutuhkan oleh tubuh manusia, bahkan merupakan nutrisi yang sangat penting. Hal ini karena lemak berfungsi sebagai pelarut vitamin A, D, E, K dan karotenoid. Bahkan lemak mampu menghasilkan energi sebesar 9 kkal lebih besar dari karbohidrat dan protein yang menghasilkan energi sebesar 4 kkal. Sumber lemak dapat diperoleh dari hewani dan nabati. Lemak nabati dapat diperoleh dari minyak goreng. Berdasarkan ada atau tidaknya ikatan rangkap, asam lemak dibagi 3 jenis : a. Asam lemak jenuh (Saturated fatty acid) Contoh : asam laurat b. Asam lemak tak jenuh rantai tunggal (Monounsaturated fatty acid) Contoh : asam oleat dll c. Asam lemak tak jenuh rantai ganda (Polyunsaturated fatty acid) Contoh : asam linoleat dll Berdasarkan panjang rantai Carbon, asam lemak dibagi menjadi : a. Asam lemak rantai pendek / short chain fatty acid (SCFA) 3. 2-6 Carbon Contoh: asam cuka 8-12 Carbon Contoh: minyak kelapa 14-24 Carbon Contoh: minyak sayur

b. Asam lemak rantai sedang / medium chain fatty acid (MCFA)

c. Asam lemak rantai panjang / long chain fatty acid (LCFA)

Ketengikan pada VCO

VCO merupakan minyak yang terdiri dari susunan asam lemak yang sangat mudah sekali mengalami ketengikan. Oleh karena itu agar VCO tidak tengik pengemasan dan penyimpanan VCO harus diperhatikan dengan baik agar VCO tidak mudah tengik. Ketengikan pada VCO ada tiga macam, yaitu : 1. ketengikan oksidatif 2. ketengikan hidrolisis 3. ketengikan enzimatis. Ketengikan oksidatif terjadi karena pengaruh oksigen. Disini, VCO secara langsung kontak dengan oksigen, terutama yang berasal dari luar kemasan. Akibat proses oksidatif ini, asam lemak rantai sedang yang berada di dalam VCO diubah menjadi asam lemak rantai pendek, aldehid dan keton. Secara umum selain baunya menjadi tengik, rasa VCO juga akan berubah menjadi getir. Ketengikan yang kedua disebakan oleh hidrolisis. Seperti namanya, ketengikan ini dipengaruhi oleh air, baik yang masih terdapat dalam VCO (karena penyaringan dengan zeolit kurang tuntas) maupun dari udara luar. Apabila VCo yang mengandung lemak terkena air, maka akan berubah menjadi lemak dan gliserol. Seperti yang disebabkan oleh proses oksidatif, ketengikan yang dipengaruhi oleh proses hidrolisis juga akan berpengaruh terhadap rasa dari VCo tersebut. Ketengikan yang terakhir dipengaruhi oleh adanya factor enzimatis. Pada umumnya, enzim penyebab ketengikan dihasilkan oleh mikroorganisme yang mampu tumbuh dalam minyak tersebut. Ketengikan ini terjadi setelah ketengikan pertama dan kedua terjadi. Enzim yang dihasilkan dari mikroorganisme ini berupa enzim lipase yang dapat menguraikan lemak menjadi gliserol dan asam lemak bebas. Selain agar tidak tengik pengemasan juga berfungsi agar : 1. mencegah atau mengurangi kerusakan serta melindungi produk dari bahaya pencemaran dan gangguan fisik terhadap produk.

2. menjaga produk agar tetap bersih dan terlindungi dari kotoran serta kontaminasi. 3. meningkatkan daya tahan produk, sehingga produk tidak akan mudah terpengaruh oleh perubahan cuaca, cahaya, kelembapan dan kerusakan fisik. 4. kemasan yang baik dapat menarik minat konsumen. 5. memudahkan dalam penyimpanan dan distribusi. Jenis kemasan yang umum yang dapat digunakan untuk VCO yaitu botol plastik atau kaca. Bahan plastic yang digunakan sebaiknya dari polietilen (PE) karena tidak bereaksi dengan VCO. Penggunaan plastic jenis polipropilen tidak disarankan karena dapat bereaksi dengan asam asam lemak yang terkandung di dalam VCO. Oleh karena itu, kemungkinan komposisi asam lemak dalam VCO akan berubah sehingga khasiatnya akan menurun. 4. Tingkat Kesuliatan Pembuatan VCO Melihat berbagai keunggulan VCO (minyak kelapa murni) dibandingkan dengan minyak sayur seperti kedelai dan jagung, masyarakat patut kembali mempertimbangkan penggunaan minyak kelapa dalam menu hariannya. Minyak kelapa yang memiliki asam lemak jenuh amat bandel menahan serangan oksidasi saat penggorengan sehingga tidak menjadi penyumbang radikal bebas, suatu senyawa amat berbahaya bagi kesehatan. Minyak kelapa juga tidak berperan sebagai sumber lemak trans (trans fatty acids/TFA) sehingga aman dikonsumsi karena tidak mengatrol kadar LDL dalam darah. Yang menjadi masalah, bagaimana menghadirkan minyak kelapa murni di tengah makin maraknya berbagai jenis minyak goreng yang berasal dari kelapa sawit, kedelai, jagung, dan lain-lain. Meski di pasaran sudah dijual VCO yang dikemas amat menarik dan higienis, tetapi harganya relatif mahal sehingga hanya masyarakat tertentu yang dapat membeli. Ada baiknya jika masyarakat luas bisa membuat sendiri VCO karena cara pembuatannya amat sederhana dan mudah. Umumnya, masyarakat mengenal pengolahan daging buah kelapa menjadi minyak melalui cara kering dan basah. Pengolahan cara kering, daging buah yang

sudah dipotong-potong dikeringkan sehingga diperoleh kopra, lalu dilakukan pengepresan guna mendapatkan minyak. Teknik pengolahan ini biasanya dilakukan dalam skala besar (pabrik). Pengolahan cara basah, daging buah kelapa diparut, kemudian dicampur dan diekstrak dengan air panas (hangat) pada perbandingan tertentu. Hasil ekstraksi berupa emulsi minyak dalam air yang disebut santan. Pemanasan dilakukan untuk memecah emulsi guna mendapatkan minyak, yang kerap disebut minyak kelentik. Kedua metode ini akan menghasilkan minyak yang berbau harum, tetapi warnanya kurang bening akibat penggunaan panas dalam proses pengolahannya. Nah, untuk memperoleh VCO, penggunaan panas diminimalkan atau sama sekali dihilangkan. Caranya adalah dengan menggunakan enzim secara langsung atau mikroba penghasil enzim tertentu untuk memecah protein yang berikatan dengan minyak dan karbohidrat sehingga minyak dapat terpisah secara baik. Pengolahan minyak kelapa dengan menggunakan enzim lazim disebut teknik fermentasi. Pembuatan VCO dengan teknik fermentasi diawali dengan proses pembuatan santan, caranya sama dengan metode basah. Santan ditempatkan pada wadah yang bersih dan selanjutnya dibiarkan beberapa saat hingga terbentuk gumpalan krim atau "biang santan". Krim dipisahkan ke dalam wadah yang tembus pandang, seperti stoples yang relatif besar, lalu tambahkan ragi atau larutan cuka nira secukupnya. Campuran diaduk secara merata dan difermentasi selama 10-14 jam atau semalam. Proses fermentasi dinyatakan berjalan baik jika dari campuran tersebut terbentuk tiga lapisan, yakni lapisan atas berupa minyak murni (VCO), lapisan tengah berupa blondo (warna putih), dan lapisan bawah berupa air. Lapisan minyak dipisahkan secara hati-hati. Minyak ini memberi aroma khas dan warna yang lebih jernih. Guna mendapatkan manfaatnya bagi kesehatan, VCO yang diperoleh bisa dikonsumsi secara langsung ataupun digunakan untuk menggoreng atau menumis makanan. Dengan struktur kimia asam lemak jenuh yang tak memiliki double

bond, VCO relatif tahan terhadap serangan panas, cahaya, dan oksigen singlet sehingga memiliki daya simpan lama. Namun, sebaiknya dikemas dalam botol yang tak tembus cahaya guna memperpanjang masa simpannya. 5. Kemajuan Minyak Kelapa Murni di Pasaran Dewasa ini, semakin banyak orang yang menyadari akan tingginya manfaat minyak kelapa murni atau VCO bagi kesehatan. "minyak perawan" ini pun makin menguntungkan di pasaran. Inilah produk terbaru yang tengah menjulang di pasaran. Sempat tenggelam oleh berita heboh buah merah yang diyakini punya kandungan vitamin dan antioksidan sangat tinggi, lambat laun khasiat minyak kelapa murni atau virgin coconut oil (VCO) kembali menjadi buah bibir. 6. Minyak Kelapa Murni vs Minyak Kelapa Lainnya Alhasil, berjualan

Minyak kelapa sendiri ada 3 jenis yaitu : a. Minyak kelapa komersial / RBD-Coconut Oil (Refined, Bleaching, Deodorized) Minyak kelapa komersial (RBD) dibuat dari kelapa kopra, yaitu daging kelapa yang dikeringkan. Hasil ekstraksi kopra berupa minyak mentah. Jika belum dimurnikan minyak ini tidak layak dikonsumsi karena proses pengeringan kopra tidak memperhatikan sanitasi. Minyak ini selanjutnya diproses dengan pemurnian, pemutihan dan penghilangan aroma. Ketiga metode tersebut menggunakan bahan kimia dan pemanasan tinggi. Pemanasan lebih dari 200 C akan menyebabkan terjadinya perubahan struktur molekul asam lemak menjadi asam lemak trans. Proses tersebut mengakibatkan sebagian kandungan bahan aktif dalam minyak menjadi hilang. b. Minyak kelapa tradisional / Traditional Coconut Oil Minyak kelapa yang dikenal dengan nama kelentik dan dulu banyak digunakan oleh masyarakat di pedesaan, sekarang jarang sekali ditemukan di pasaran. Kualitas minyak kelapa sangat dipengaruhi oleh asal dan kualitas bahan

baku serta proses pembuatan. Minyak kelentik diproses dengan pemanasan 110120 C sehngga menghasilkan minyak yang berwarna kuning dan relatif mudah tengik. c. Minyak kelapa murni / Virgin Coconut Oil Pembuatannya dilakukan dengan suhu rendah (<60 C). Keunggulan dari minyak yang diproses seperti ini adalah struktur kimia terutama MCFA tidak berubah. Selain itu tanpa proses pemutihan dan hidrogenasi sehinggan menghasilkan minyak murni dengan kandungan zat aktif yang tinggi. Untuk mendapatkan VCO berkualitas tinggi diperlukan ketelitian yang tinggi. Jika terjadi kesalahan dalam proses pembuatan akan menghasilkan minyak yang kualitasnya rendah. Kualitas VCO dipengaruhi oleh beberapa faktor. Syarat VCO berkualitas baik antara lain : 1) Terbuat dari buah kelapa segar 2) Terbuat dari kelapa varietas asli, bukan kelapa hibrida 3) Tanpa penyulingan 4) Tanpa proses pemutihan 5) Tanpa melalui proses deodorisasi 6) Tidak mengalami proses hidrogenasi 7) Bebas dari bahan kimia tambahan 8) Bebas dari mikroorganisme 9) Kadar air kurang dari 0.1% 10) Pemanasan <60 C Beragam skala produksi VCO dijalanan produsen, mulai dari para ibu rumah tangga sampai perusahaan besar. Cara pengolahan juga beragam yang masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Tips memilih VCO yang baik : Pilih VCO yang jernih, tidak berwarna apalagi keruh. VCO yang jernih menandakan kemurniannya. Jangan konsumsi VCO yang sudah tengik. Ini meunjukkan bahwa asam lemaknya telah teroksidasi sehingga mutu dan manfaatnya rusak, sehingga terbentuk radikal bebas.

7.

Kandungan Gizi VCO Sesungguhnya VCO belum melalui uji klinis yang memadai dan terdaftar

sebagai obat. Namun banyak orang percaya -setelah mendengar cerita dari mulut ke mulut serta berbagai penelitian di luar negeri- bahwa khasiat minyak kelapa murni ini sungguh dahsyat. Kalau dengar ucapan Arif Nur Wahyudi, Direktur Marketing Coconut Center, Yogyakarta, wow..., hebat banget kemampuan si VCO. "Sebagai antivirus, antibakteri, antijamur dan protozoa, mengatasi kolesterol, diabetes, dan hepatitis, bahkan untuk HIV AIDS juga sangat efektif," kata Arif berpromosi. Agung bilang, seperti halnya buah merah yang bukan obat, VCO termasuk jenis makanan yang berdampak preventif alias mencegah penyakit sekaligus meningkatkan daya tahan. Penderita penyakit pun cepat pulih kalau menenggak VCO. Sejauh penelitian yang sudah dilakukan, VCO yang oleh orang Malaysia disebut minyak kelapa dara ini mengandung asam laurat (lauric acid), zat antibodi yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh terhadap serangan penyakit. "Apabila ibu mengonsumsi minyak kelapa, kadar asam laurat dalam air susunya meningkat sampai tiga kali lipat," ujar Agung. Selain diminum langsung satu-dua sendok makan setiap hari untuk menjaga kebugaran, minyak kelapa ini juga dapat diolah menjadi produk-produk turunan. Contohnya sabun mandi, kosmetik, hingga semacam arak atau minuman beralkohol. 8. Belum Memiliki Standar Kualitas dan Mutu Seiring dengan makin meningkatnya permintaan, makin banyak pula pemain yang terjun di bisnis VCO. Apalagi, melalui informasi dari mulut ke mulut serta penjelajahan (browsing) di internet, cukup banyak calon pembeli di luar negeri yang bersedia menampung minyak murni ini. Berbagai merek pun beredar di pasaran dari produsen yang tersebar di berbagai penjuru Nusantara. Ada merek Mentawai VCO, Natural Virgin, Arbaa Kifika, dan Virgin Oil.

Namun, karena belum ada asosiasi serta perhatian yang cukup dari pemerintah terhadap tren minyak kelapa murni ini, standar mutu produk pun berbeda-beda. Seharusnya, menurut standar internasional, kandungan asam laurat di minyak kelapa murni ini minimal 25%. Kalau kandungannya kurang dari 25%, minyak ini relatif tak berkhasiat. Jika banyak orang mulai tertarik membeli minyak kelapa murni tapi kualitasnya tak diawasi, akan muncul produsen yang serampangan menjual VCO. Hal ini bisa mengakibatkan pembeli kecewa karena tak terbukti manfaatnya. Ujung-ujungnya produsen lain yang terkena getahnya dan produknya ikut tak laku. Jadi, sebelum bikin masyarakat kecewa, ada baiknya segera membentuk asosiasi. Atau meminta pemerintah ikut mengawasi peredaran VCO. Seperti halnya khasiat VCO, tak ada salahnya bertindak preventif kan. 9. Cara Mengolah VCO Yang dimaksud sebagai virgin oil adalah minyak kelapa yang diolah tanpa pemanasan atau dengan pemanasan terbatas, hingga minyak ini berwarna bening (jernih) dan beraroma khas kelapa. Bersamaan dengan minyak zaitun (olive oil), minyak wijen (sesame oil), dan minyak tengkawang (tengkawang oil), virgin oil banyak diserap oleh industri farmasi dan kosmetik. Minyak kelapa selama ini lebih banyak dikenal sebagai minyak goreng. Padahal, sebelum agroindustri CPO dari sawit merajai pasar minyak nabati dunia, minyak kelapa juga merupakan bahan baku industri kosmetik, terutama sabun mandi. Setelah CPO masuk ke pasar dunia, minyak kelapa sebagai minyak goreng maupun bahan baku industri farmasi langsung tersisih. Secara sederhana, menurut pengamat agribisnis F. Rahardi, ada dua cara untuk menghasilkan minyak kelapa murni: proses panas dan dingin. Secara tradisional, masyarakat membuat minyak kelapa dari santan yang dipanaskan. Hasilnya adalah ampas kelapa, blendo atau blondo, dan minyak goreng. Kalau pemanasan santan ini dilakukan secara terbatas dengan suhu 60-80 C, minyak yang dihasilkan akan jernih dan bisa dikategorikan sebagai minyak kelapa murni. Kalau pemanasannya mencapai suhu di atas 100 C, hasil minyaknya akan

berwarna kuning tua atau kecokelatan. Ini merupakan minyak goreng biasa yang tidak bisa dikategorikan sebagai minyak kelapa murni. Adapun proses dingin itu dengan cara fermentasi. Caranya, parutan kelapa diberi ragi air ketam sawah (yuyu) sebagai biang atau starter. Pada proses selanjutnya, biang ini bisa menggunakan adonan yang telah terfermentasi atau minyak kelapa murni hasil fermentasi yang sudah jadi. Adonan yang telah diberi biang disimpan selama semalam agar terjadi proses fermentasi. Paginya, adonan yang telah lunak dijemur antara dua sampai tiga hari penuh. VCO yang benarbenar bermutu tinggi dihasilkan dari proses fermentasi dengan enzim poligalakturonase, alfa amylase, protease, atau pektinase. Selain penggunaan enzim, fermentasi juga bisa dilakukan dengan bantuan bakteri sacharomyces cerevisiae. Caranya, daging buah kelapa diparut seperti biasa. Dalam volume besar, pemarutan dilakukan dengan mesin. Hasil parutan diambil santannya dengan cara dicampur air kelapa, diaduk-aduk, dan diperas atau dipres. Penggunaan air kelapa dimaksudkan untuk mempercepat proses penggumpalan santan. Setelah didiamkan semalaman, keesokan harinya dilakukan pemisahan antara protein kelapa atau blondo dengan minyak kelapa murni. Menurut Arif Nur Wahyudi, Direktur Pemasaran Coconut Center, Yogyakarta, minyak kelapa yang dihasilkan dengan proses dingin bisa bertahan sampai 20 tahun. "Enggak rusak strukturnya," ujarnya. Namun, menurut Agung Adiasa, produsen VCO berbendera PT Arbaa Kifika, paling banter minyak kelapa murni hasil proses dingin akan bertahan selama tiga tahun. Adapun bila melalui proses pemanasan, umurnya cuma dalam hitungan bulan, baunya sudah tengik. 10. Manfaat VCO Bagi Kesehatan Secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi penyakit seperti :
a. b. c. d. e.

Infeksi bakteri, virus, jamur Menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah Osteoporosis Diabetes melitus Menjaga fungsi liver

f. g. h. i.

Obesitas Kanker Stamina dan lain-lain Komponen minyak kelapa terdiri dari asam lemak jenuh (90%) dan

minyak tak jenuh (10%). Tingginya kandungan asam lemak jenuh menjadikan minyak kelapa sebagai sumber saturated fat. Dalam minyak kelapa murni terdapat MCFA (Medium Chain Fatty Acid). MCFA merupakan komponen asam lemak berantai sedang yang memiliki banyak fungsi, antara lain mampu merangsang produksi insulin sehingga proses metabolisme glukosa dapat berjalan normal. Selain itu, MCFA juga bermanfaat dalam mengubah protein menjadi sumber energi. Asam laurat dan asam lemak jenuh berantai pendek, seperti asam kaprat, kaprilat, dan miristat yang terkandung dalam minyak kelapa murni dapat berperan positif dalam proses pembakaran nutrisi makanan menjadi energi. Fungsi lain dari zat ini, antara lain sebagai antivirus, antibakteri, dan antiprotozoa. a. Merupakan antibakteri, antivirus, antijamur dan antiprotozoa alamiah Di dalam tubuh, asam laurat akan diubah menjadi monolaurin dan asam kaprat menjadi monokaprin Keduanya bersifat sebagai antivirus, antibakteri, antijamur dan antiprotozoa. Karena struktur membran asam lemak jenuh VCO menyerupai membran lemak dari virus/bakteri serta ukuran molekul VCO kecil maka VCO mudah masuk ke dalam membran dan menghancurkan mikroorganisme. b. Menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah Penelitian menunjukkan adanya hubungan penyakit jantung dan pembuluh darah dan infeksi virus / bakteri yang akan menyebabkan pembentukan plak di pembuluh darah.. Karena VCO bersifat antibakteri / virus maka dapat membantu mencegah pembentukan plak dengan cara membunuh mikroorganisme pencetus timbulnya plak. Selain itu, salah satu penyebab penyakit jantung adalah kadar kolesterol darah yang tinggi. Penumpukan kolesterol disebabkan konsumsi lemak yang

berlebihan dalam menu sehari-hari sehingga kelebihannya disimpan dalam tubuh. Dalam VCO terdapat MCFA yang mudah dimetabolisme untuk menghasilkan energi tidak ditimbun sebagai lemak tubuh. S elain itu konsumsi rutin VCO juga mencegah terjadinya pengentalan darah (akibat agregasi trombosit) dan mencegah terjadinya penyempitan pembuluh darah (aterosklerosis). c. Osteoporosis Osteoporosis adalah merupakan penyakit degeneratif akibat kekurangan kalsium sehingga tulang menjadi keropos. Osteoporosis dapat disebabakan oleh radikal bebas yang teroksidasi pada proses pembentukan tulang. Radikal bebas dapat diatasi oleh kandungan lemak jenuh yang terkandung dalam VCO. Asam lemak dalam VCO berfungsi sebagai antioksidan sehingga akan melindungi tulang dari radikal bebas perusak tulang. Salah satu antioksidan dalam VCO adalah senyawa sterol. Zat ini seperti lemak dan bermanfaat dalam pembentukan pregnenolon. Adapun fungsinya antar lain untuk memproduksi progesteron bagi wantia. Bagi wanita ketersediaan progesterone sangat penting karena ketidakseimbangan jumlah progesteron dan estrogen akan menyebabkan osteoporosis. Konsumsi VCO juga sagat baik membantu proses penyerapa mineral penting bagi tulang yaitu kalsium dan magnesium. d. Diabetes Diabetes melitus dikenal juga sebagai kencing manis. Gejala kencing manis terutama terjadi akibat menumpuknya glukosa dalam darah sehingga dikeluarkan bersama urin. Dalam kondisi ini produksi insulin dari pankreas menurun sehingga metabolisme terganggu. Hal ini menyebabkan glukosa tidak bisa masuk ke dalam sel sehingga konsentrasi glukosa darah meningkat. Timbunan glukosa tersebut tidak dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan energi dan akhirnya dibuang bersama urin. Insulin berfungsi mengubah glukosa menjadi energi untuk sel. Glukosa darah tidak dapat langsung digunakan sebagai energi harus ditransfer terlebih dahulu ke dalam sel melalu proses oksidasi dalam sel. Selain itu insulin juga mengubah glukosa menjadi energi cadangan (glikogen dan lemak). Jika glukosa

darah berlimpah akan diubah mejadi glikogen dan disimpan di hati dan otot. Sementara lemak disimpan dalam jaringan lemak. Kandungan MCFA dalam VCO mampu merangsang produksi insulin sehingga membantu proses perubahan glukosa menjadi energi untuk sel. Selain itu, VCO tidak membutuhkan insulin untuk dapat dibakar untuk menghasilkan energi sehingga hal ini sangat menguntungkan penderita kencing manis yang telah mengalami kekurangan kadar insulin tubuh. Pada saat VCO dibakar turut dibakar pula glukosa dan lemak yang sebelumnya telah tertimbun sehingga kadar gula dalam darah relatif normal. e. Penyakit Liver Virus hepatitis adalah virus yang memiliki selubung lemak di bagian luarnya sehingga sulit ditembus oleh obat. Struktur asam lemak jenuh rantai sedang dalam VCO memiliki struktur yang mirip selubung lemak virus sehingga VCO dapat menembus masuk dan membunuh virus hepatitis. Selain itu VCO juga mencegah kerusakan sel hati akibat radikal bebas yang disebabkan oleh virus, obat atau alkohol karena memiliki efek sebagai antioksidan. f. Kanker Karena VCO memiliki efek antibakteri maka sel darah putih tersedia cukup untuk menghancurkan dan menghambat pertumbuhan sel kanker. Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa VCO menghambat pertumbuhan sel kanker penyebab kanker kolon dan payudara. Selain itu VCO memiliki sifat antioksidan sehingga mencegah pembentukan radikal bebas pemicu timbulnya kanker dan VCO membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga membantu proses penyembuhan. g. Menurunkan berat badan MCFA dalam VCO dapat langsung masuk aliran darah dan diubah menjadi energi sehingga tidak ditimbun dalam badan. Pada saat VCO dibakar turut dibakar pula asam lemak jenuh rantai panjang (LCFA) sehingga lemak yang ditimbun menjadi berkurang dan berat badan akan turun.

Selain itu VCO juga memberi energi dengan cepat sehingga menimbulkan rasa cepat kenyang dan tidak merasa lapar sampai tiba waktu makan Proses pembakaran dan suhu badan menjadi lebih tinggi sehingga metabolisme tubuh meningkat dan terjadi pembakaran cadangan lemak tubuh. h. Stamina Saat daya tahan tubuh menurun, tubuh mengalami kelelahan fisik yang ditandai dengan lemah otot, sakit kepala, infeksi yang hilang timbul, demam, rasa lelah yang luar biasa dan pembengkakan kelenjar tubuh VCO memberi energi yang cepat dan menambah tenaga serta meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga tubuh dapat memulihkan dirinya sendiri. i. Memelihara kesehatan kulit VCO mengandung pelembab alamiah dan membantu menjaga kelembaban kulit serta baik digunakan untuk kulit yang kering, kasar dan bersisik. VCO mengandung asam lemak jenuh rantai sedang yang mudah masuk ke lapisan kulit dalam dan mempertahankan kelenturan serta kekenyalan kulit. VCO bersifat antijamur dan bakteri alamiah sehingga membantu mencegah dan mengobati infeksi kulit, termasuk infeksi jamur kulit, eksim, bisul, jerawat, dan lain-lain. j. Memelihara kesehatan rambut Karena molekul VCO kecil maka dapat masuk ke dalam batang rambut dan mempertahankan kadar protein dalam rambut serta membuat rambut lebih bercahaya dan sehat. VCO mengandung pelembab alamiah sehingga menjaga kelembaban dan mencegah kekeringan pada rambut. VCO memiliki efek antijamur sehingga baik untuk mencegah dan mengobati ketombe akibat pertumbuhan jamur P. ovale di kulit kepala. k. Lain-lain : a. Pengganti minyak sayur VCO mengandung minyak jenuh rantai sedang yang bersifat lebih tahan terhadap pemanasan sehingga jika dipakai untuk menggoreng tidak cepat rusak. b. Pengganti selai

VCO dapat menjadi pengganti selai atau margarine serta sebagai minyak salad. c. Pelembab bibir VCO dapat menjadi pelembab bibir, sebelum memakai pemulas bibir. d. Pelembab tubuh Agar kulit lebih kenyal, lembab, awet muda serta mencegah noda kehitaman akibat terbakar matahari. l. Reaksi awal jika anda mengkonsumsi VCO Biasanya reaksi awal saat mengkonsumsi VCO berupa perut menjadi mulas sampai diare. Namun, konsumsi sebaiknya diteruskan dengan mengurangi dosisnya dan dengan berjalannya waktu reaksi ini akan berkurang dan menghilang. Disarankan untuk mengkonsumsi VCO secara teratur, minimum 1 bulan untuk melihat efek positifnya. IV. ALAT DAN BAHAN : 1. Beker Gelas 2. Erlemeyer 3. Inkubator 4. Pengaduk B. Bahan yang digunakan : 1. Enzim papain 2. Santan 200ml V. PROSEDUR PERCOBAAN Buat larutan enzim (5%, 10%, 15%, 20%, 25%) dan masukkan kedalam santan sambil diaduk secara perlahan. Kemudian diamkan dan masukkan ke dalam incubator selama 24 jam. Sehingga santan mengeluarkan minyaknya. Amati perubahan yang terjadi.

A. Alat yang digunakan

VI. HASIL PENGAMATAN Santan kental disiapkan sebanyak 200 ml. Kemudian enzim papain disiapkan 5%, 10% dan 15%. Campurkan santan dan larutan enzim papain. Campuran diaduk sampai homogen. Setelah larutan tersebut homogen, dimasukkan ke dalam inkubator selama 24 jam. Dari hasil pengamatan setelah 24 jam, maka dihasilkan : Konsentrasi 5% Sebelum Putih keruh Sesudah Ada 3 lapisan, sedikit minyak dan terpecahpecah, protein berwarna putih dan keruh, dan 10 % Putih keruh air berwarna keruh. Ada 3 lapisan, minyak lebih banyak berwarna putih, protein lebih banyak berwarna putih, dan 15 % Putih keruh air berwarna keruh. Ada 3 lapisan, minyak banyak berwarna putih dan tipis/sedikit, protein berwarna putih, dan air berwarna sedikit bening.

Hasil VCO

VII.

PEMBAHASAN VCO merupakan minyak kelapa murni yang terbuat dari kelapa tua segar

sebagai bahan baku dan diproses tanpa pemanasan atau dengan pemanasan terbatas, bergizi tinggi dan mengandung 50-53% asam laurat. Diproses dengan meniru cara alam sehingga tidak merusak kandungan essensial dari lemak kelapa. Proses yang tidak melibatkan pemanasan bukan hanya menghasilkan lemak-lemak rantai sedang tetapi juga dapat menjamin keberadaan vitamin E dan enzim-enzim yang terkandung dalam buah kelapa. VCO bersifat natural, tanpa bahan pengawet, warna minyak sejernih air, beraroma khas kelapa dan telah diujilabkan dan bisa dikonsumsi langsung atau dioleskan. Pada percobaan ini bahan baku yang digunakan adalah kelapa tua yang segar, dimana kelapa tersebut diparut terlebih dahulu hingga diperoleh santan kelapa yang siap digunakan untuk pembuatan virgin coconut oil. Pada percobaan ini santan diperoleh dengan mencampurkan hasil kelapa yang sudah diparut dengan air hingga diperoleh santan, tetapi yang lebih baik sebenarnya adalah dengan mengambil santan dari buah kelapa yang sudah diparut tanpa mencampurkannya dengan air karena santan yang digunakan banyak, maka kami mencampurkannya dengan air. Proses pembuatan VCO yang dilakukan yaitu dengan memeras 2 buah kelapa dengan air 600 ml. Santan yang diperoleh adalah santan yang kental. Kandungan air yang terlalu banyak punt tidak bagus dalam pembuatan VCO ini. Setelah santan kental diperoleh. Tahapan selanjutnya adalah menaruhnya pada setiap erlenmeyer dengan volume santan 200 ml. Setelah itu pemasukkan enzim papain ke dalam setiap erlenmeyer. Enzim papain merupakan enzim yang diambil berupa getah papaya, disadap dari buahnya yang berumur 2,5-3 bulan. Enzim ini dapat digunakan untuk mengepumpukkan daging, bahan penjernih pada industry minuman bir, industry tekstil, industry penyamakan kulit, industry farmasi dan alat-alat kecantikan. Pemasukan enzim papain yang digunakan pada setiap erlenmeyer berbeda-beda. Pada percobaan ini pemasukan enzim papain ke dalam santan dengan variasi 5 gr, 10 gr dan juga 15 gr. Pembagian ini bertujuan untuk

melihat perbedaan yang terjadi jika enzim ini ditambahkan pada santan kelapa yang sudah siap digunakan. Kemudian erlenmeyer dimasukkan ke dalam inkubator untuk menjaga suhu fermentasi tetap konstan. Dari hasil pengamatan dilihat bahwa semua campuran terpisah menjadi tiga lapisan tetapi kadar lapisan pada tiap konsentrasi enzim papain berbeda tapi tidak terlalu signifikan. Pada lapisan pertama dari atas untuk konsentrasi enzim 5% adalah minyak tetapi sangat sedikit dan terpecah, kemudian endapan protein putih keruh dan pada lapisan terakhir adalah air tetapi keruh. Pada konsentrasi 10% lapisan pertama juga sama dengan yang sebelumnya tetapi pada lapisan ini minyaknya bening, kemudian proteinnya putih kental, kalau dilihat dari semua percobaan untuk konsentrasi 10% proteinny lebih putih, lapisan ketiga yakni air sama dengan yang sebelumnya. Untuk konsentrasi yang 15%, minyak yang dihasilkan juga tipis, tetapi lebih banyak dari konsentrasi yang sebelumnya, proteinya putih kental, dan lapisan terakhirnya air dengan warna putih kekeruhan. Dari ketiga perbedaan ini dapat dilihat bahwa perbedaan konsentrasi enzim papain mempengaruhi terbentuknya minyak. Semakin tinggi konsentrasi enzim papain maka minyak yang dihasilkan semakin banyak. Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui manfaat dari enzim papain dalam pembuatan VCO. Setelah percobaan selesai dilakukan ,terlihat bahwa semakin tinggi konsentrasi enzim papain, maka semakin cepat VCO terbentuk. VCO yang terbentuk diharapkan dapat dipasarkan secara komersial. Minyak kelapa murni (VCO) ini juga sangat bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan karena dapat mengobati atau paling tidak mengurangi resiko sebagian besar penyakit.

VIII. KESIMPULAN DAN SARAN 1. Kesimpulan a. Virgin Coconut Oil (VCO), merupakan merupakan modifikasi proses pembuatan minyak kelapa sehingga dihasilkan produk dengan kadar air dan kadar asam lemak bebas yang rendah, berwarna bening, berbau harum, serta mempunyai daya simpan yang cukup lama. b. Virgin Coconut Oil atau minyak kelapa murni terbuat dari daging kelapa segar. Prosesnya semua dilakukan dalam suhu relatif rendah. VCO merupakan hasil olahan kelapa yang baru berkembang dengan nilai ekonomi yang sangat tinggi, karena manfaatnya begitu besar untuk kesehatan tubuh manusia. c. VCO tidak menghilangkan kandungan yang essensial didalamnya. d. Enzim papain berfungsi untuk mempercepat terbentuknya VCO. e. Proses fermentasi dipengaruhi oleh waktu dan suhu yang sesuai. f. Perbandingan penambahan konsentrasi enzim papain mempengaruhi produk VCO yang diperoleh. Jika perbandinganya sesuai maka VCO yang dihasilkan baik. g. Semakin tinggi konsentrasi enzim papain yang digunakan maka minyak yang dihasilkan semakin banyak. 2. Saran a. Suhu dan waktu yang optimal akan mengahsilkan fermantasi yang optimal juga. b. Sebaiknya santan kelapa diambil dari buah kelapa tua yang segar. c. Perbandingan konsentrasi enzim dengan bahan baku mempengaruhi produk yang akan dihasilkan.

IX. DAFTAR PUSTAKA Budiarso, Iwan. T., DVM., M.Sc., Ph. D., APU, Minyak Kelapa versus Ateriosklerosis, http://www.Indosiar.com Collins,C.H dan Lyne,M.P, Microbiological Methods, Edisi 5,1985, British: Butterworths Dahlan ,Hatta, Dr,Ir,Meng.2010. Penuntun praktikum Teknologi Bioproses. Laboratorium Teknologi Bioproses. Universitas Sriwijaya Setiaji, AH Bambang, M.Sc, Menyingkap Keajaiban Minyak Kelapa Virgin. 2005,. hal.168 Volk dan Wheeler, Mikrobiologi Dasar I .1993, Jakarta: Erlangga

X. Lampiran Gambar alat

250
SCHOT T

200 150 100 50

Spatula Beker Gelas

Gelas Ukur

55 6 Neraca Analitis Erlenmeyer

Inkubator