Anda di halaman 1dari 3

Termoelektrik

Terdapat 2 kata kunci pada termoelektrik, yaitu termo yang berkaitan dengan temperatur atau suhu, elektrik adalah sesuatu yang berhubungan dengan listrik. Secara umum efek termoelektrik diketahui sebagai suatu konversi, dengan perbedaan suhu akan menghasilkan tegangan dan sebaliknya. Dapat dibayangkan pada 2 semikonduktor yang terhubung dengan kabel, jika semikonduktor yang 1 dingin dan 1nya lagi panas, akan terdapat beda suhu. Beda suhu ini diteliti dapat menghasilkan tegangan. Konsep dasar mekanisme/cara kerja termoelektrik ini dapat dikatakan, suatu elektron atau lubang elektron atau muatan akan terpisah/diffuse dari bagian yang panas ke bagian yang dingin.

Efek Seedbeck adalah konversi dari beda suhu menjadi tegangan. Fisikawan Estonia-Jerman bernama Thomas Johann Seedbeck menemukan bahwa jarum kompas terpantul bila terbentuk 2 metal tersambung (rangkaian tertutup) diantara kompas tersebut. Jarum terpantul karena ada medan magnet. Fisikawan Danish Hans Christian Orsted menyempurnakannya.

Untuk mencari suatu kofisien pada bahan termoelektrik dapat menggunakan prinsip besarnya tegangan yang dihasilkan pada perbedaan suhu 1 kelvin.

Efek Peltier yang namanya berasal dari fisikawan Perancis Jean-Charles Peltier, hukum ini mengenai kalor yang mengalir bila arus dialirkan.

Untuk mempermudah mengerti efek ini dapat dikatakan hampir terbalik dengan seedbek. Arus dialirkan untuk memindahkan kalor. Pemindahan kalor ini dapat diumpakan sebagai pemindahan panas. Oleh karena suatu bagian termoelektrik bisa dingin dan yang lagi 1 bisa panas. Efek Thompson yang namanya berasal dari William Thompson atau nama lain Lord Kelvin, yang menjelaskan tentang efek Thompson positif dan efek Thompson negatif. Efek Thompson positif menjelaskan bahwa bagian panas adalah potential tinggi dan bagian dingin adalah potential rendah. Arus bergerak dari panas ke dingin, jadi dari potential tinggi ke rendah. Efek thompson negatif menjelaskan bahwa bagian dingin adalah potential tinggi dan bagian panas adalah potential rendah. Arus bergerak dari panas tinggi ke dingin, jadi dari rendah ke tinggi.

Termogenerator menggunakan prinsip efek seedbeck. Tujuan pada generator ini, kebanyakan untuk mengefisiensi tenaga. Diseluruh dunia ada namanya panas yang terbuang bahkan 90% tenaga listrik yang dihasilkan adalah dari panas. Panas yang terbuang dapat dihitung sekitar 15 terawatt dan untuk memanfaatkan panas yang terbuang ini dibikin termogenerator. Pemakaian lain seperti pada engine/mesin, menghasilkan energi panas dan energi panas terbuang ke lingkungan. Mobil menghasilkan panas yang terbuang juga. Dapat dipasang termoelektrik pada mobil untuk penghematan/pemakaian energi panas sekaligus sebagai pendingin terkadang disebut automotive termoelektrik car. Pada sel surya juga terdapat panas yang terbuang. Sel surya hanya memerlukan sinar UV untuk menghasilkan listrik, namun sinar matahari juga menyebabkan panas. Oleh karena itu digabung selsurya dengan termoelektrik dan namanya adalah solar/termoelektrik device. Pemakaian yang berlawanan dengan efek seedbeck yaitu menerapkan efek peltier. Kebalikan dengan termogenerator alat ini memerlukan listrik untuk menghasilkan panas atau dingin. Contohnya untuk penerapan panas adalah heater. Untuk pendingin contohnya kulkas zaman dulu. Pemakaian pada era sekarang yaitu sebagai pemanas dan pendingin portable biasanya untuk kamping. Karena menghasilkan keduanya berupa panas dan dingin. Sering juga dipakai sebagai

pendingin pada alat-alat listrik, seperti komputer, camera digital, dll. Di kedokteran dipakai untuk membuat campuran kimia secara cepat dengan menggunakan temperatur untuk mendinginkan atau memanaskan. Sekarang yang akan deterapkan yaitu USB pendingin minuman.