Anda di halaman 1dari 26

Materi kuliah dapat didownload di www.fiktm.itb.ac.

id/kk-geologi_terapan

HIDROGEOLOGI UMUM (GL-3081) (GL-3081) MINGGU KE-5 KEAKIFER DAN BERBAGAI PARAMETER HIDROLIKNYA
Oleh: Prof.Dr.Ir. Deny Juanda Puradimaja, DEA Asisten: Dr. D. Erwin Irawan

Couse note for ITB student. Permission for other uses to Prof. Deny Juanda Puradimaja

Couse note for ITB student. Permission for other uses to Prof. Deny Juanda Puradimaja

TERMINOLOGI LAPISAN AKIFER DAN BUKAN AKIFER


Akifer (Aquifer) : Lapisan yang dapat (Aquifer) menyimpan dan mengalirkan air dalam jumlah yang ekonomis. Contoh : Pasir, kerikil, batupasir, batu gamping rekahan. Akiklud (Aquiclude) (<10-6 cm/detik): (Aquiclude) (<10 Lapisan y g mampu menyimpan air, p yang p y p , tetapi tidak dapat mengalirkan air dalam j jumlah yang b y g berarti, misalnya lempung, , y p g, serpih, tuf.
Couse note for ITB student. Permission for other uses to Prof. Deny Juanda Puradimaja 2

TERMINOLOGI LAPISAN AKIFER DAN BUKAN AKIFER


Akifug (Aquifug) : Lapisan batuan yang (Aquifug) kedap air, tidak dapat menyimpan dan p , p y p mengalirkan air, misalkan batuan kristalin, batuan metamorf. , Akitar (Aquitard) : Lapisan batuan yang (Aquitard) dapat menyimpan air dan mengalirkan dalam jumlah yang terbatas, misalnya lempung pasiran pasiran.
Couse note for ITB student. Permission for other uses to Prof. Deny Juanda Puradimaja 3

MEDIA PENYUSUN AKIFER

Couse note for ITB student. Permission for other uses to Prof. Deny Juanda Puradimaja

JENISJENIS-JENIS AIR (WHITE, 1957) (WHITE 1957)


Air Juvenil : Air yang berasal dari hasil p y g proses pembekuan larutan magma dan bukan merupakan bagian dari hidrosfir. Air Meteorik : Air yang berasal dari siklus hidrologi. Air Konnat : Merupakan air fosil, yaitu air meteorik yang terperangkap oleh proses-proses ik k l h prosesgeologi seperti pembentukan formasi dalam cekungan sedimentasi, penurunan muka air laut, g ,p , proses pengangkatan dan proses lainnya. Jenis air ini tidak lagi mempunyai hubungan dengan siklus hidrologi g
Couse note for ITB student. Permission for other uses to Prof. Deny Juanda Puradimaja 5

JENISJENIS-JENIS AIR (WHITE, 1957) (WHITE 1957)


Air Metamorfik : Salah satu bagian dari air konnat, terjadi akibat proses rekristalisasi mineral yang mengandung air selama proses pembentukan batuan metamorf. Air Magmatik : Air yang b i ik i berasal d i h il l dari hasil pembentukan larutan magma dan bercampur dengan air meteorik meteorik.

Couse note for ITB student. Permission for other uses to Prof. Deny Juanda Puradimaja

TERMINOLOGI AIRTANAH DAN AIR BAWAH TANAH

Couse note for ITB student. Permission for other uses to Prof. Deny Juanda Puradimaja

JENISJENIS-JENIS MATAAIR (Todd, 1980) 1980)


1. Mataair Depresi (Depression Spring) : (Depression Spring) y g Mataair yang disebabkan karena permukaan tanah memotong muka airtanah (water table) (water table)

Couse note for ITB student. Permission for other uses to Prof. Deny Juanda Puradimaja

JENISJENIS-JENIS MATAAIR (Todd, 1980) 1980)


2. Mataair Kontak (Contact Spring) : Mata (Contact Spring) air akibat kontak antara lapisan akifer dengan lapisan impermeabel pada bagian bawahnya. b h

Couse note for ITB student. Permission for other uses to Prof. Deny Juanda Puradimaja

JENISJENIS-JENIS MATAAIR (Todd, 1980) 1980)


3. Mataair Rekahan (Fracture Spring) : (Fracture Spring) Mataair yang dihasilkan oleh akifer y g tertekan yang terpotong oleh struktur impermeabel. p

Couse note for ITB student. Permission for other uses to Prof. Deny Juanda Puradimaja

10

JENISJENIS-JENIS MATAAIR (Todd, 1980) 1980)


4. Mataair Pelarutan (Solution Tubular (Solution Spring) Spring) : Mataair yang terjadi akibat pelarutan batuan oleh air tanah.

Couse note for ITB student. Permission for other uses to Prof. Deny Juanda Puradimaja

11

Distribusi Ve tikal Ai tanah Dist ib si Vertikal Airtanah


Pembagian Air Bawah Tanah : 1. Zona Aerasi (Interstices, diisi oleh air dan udara). Air vadose (Vadose dari vadosus = ( dangkal) a. Zona airtanah a b. Zona intermedier vadose c. Zona kapiler
Couse note for ITB student. Permission for other uses to Prof. Deny Juanda Puradimaja 12

Distribusi Vertikal Airtanah


Pembagian Air Bawah Tanah : 2. Zona Saturasi : Dari lapisan zona jenuh bagian atas sampai ke lapisan dasar batuan yang impermeabel a. a Jika Lapisan Impermeabel bagian atas tidak ada, maka muka airtanah atau permukaan freatik terbentuk pada lapisan zona jenuh. b. Zona Saturasi dapat berada di atas muka airtanah, karena adanya kapilaritas. p c. Air pada Zona Saturasi disebut Airtanah (Groundwater or Phreatic Water) Water)
Couse note for ITB student. Permission for other uses to Prof. Deny Juanda Puradimaja 13

ZONA AERASI
Zona Airtanah : p j jatuh ke 1. Ada pada saat air hujan j permukaan tanah atau dari aliran irigasi. 2. Zona ini mulai dari permukaan tanah sampai pada zona akar = f (tipe tanah, vegetasi). vegetasi) 3. Airtanah berperan memberikan kelembaban akar. akar
Couse note for ITB student. Permission for other uses to Prof. Deny Juanda Puradimaja 14

ZONA AERASI
4. Thin film moisture dikenal sebagai air higroskopik. higroskopik 5. Sangat berperan adanya air kapiler. 6. P Pengurangan air melalui mekanisme i l l i k i gravitasi

Couse note for ITB student. Permission for other uses to Prof. Deny Juanda Puradimaja

15

ZONA AERASI
Zona Kapiler : Posisi dari muka airtanah ( g (bagian atas) sampai batas munculnya air ) p y kapiler :

hc = Cos
r

= tekanan permukaan = berat spesifik air r = jari-jari tabung = kontak miniskus dengan dinding tabung
16

Couse note for ITB student. Permission for other uses to Prof. Deny Juanda Puradimaja

ZONA SATURASI
Pada zona ini airtanah mengisi seluruh interstices : Porositas yang dimiliki efektif untuk menyimpan air air. Spesifik Retensi :
Volume air yang dapat diserap (retain) sejumlah Wr Sr = Kekuatan gravitasi atau volume
Couse note for ITB student. Permission for other uses to Prof. Deny Juanda Puradimaja 17

ZONA SATURASI
Spesifik Lapangan (Sy)
Wy Sy = V = Volume air (setelah jenuh) dapat didrainase selama gravitasi Volume

= Wr + Wy

semua pori berhubungan

Couse note for ITB student. Permission for other uses to Prof. Deny Juanda Puradimaja

18

ZONA SATURASI
Sr dan Sy dapat mempunyai satuan (%) karena Wr dan Wy adalah total volume material y g y yang penuh. Nilai Spesifik Lapangan ditentukan berdasarkan : a. Ukuran Butir b. Bentuk c. Distribusi Pori c. Kompaksi Lapisan d. Waktu Drainase Secara umum Sy mempunyai kemampuan untuk Couse note for ITB student. meloloskan air. Permission for other uses to Prof. Deny Juanda Puradimaja

19

PARAMETER HIDROLIK BATUAN


1. 2. 2 3. 4.

POROSITAS PERMEABILITAS TRANSMISSIVITAS (T) STORATIVITAS (S)

Couse note for ITB student. Permission for other uses to Prof. Deny Juanda Puradimaja

20

POROSITAS
Perbandingan antara volume ruang antar butir terhadap volume total batuan. p Porositas tergantung pada kebundaran, sorting dan kompaksi. Batuan dengan kompaksi butir yang semakin membundar dan sorting yang baik menyebabkan porositas yang besar, sedang kompaksi akan memperkecil porositas porositas.
Couse note for ITB student. Permission for other uses to Prof. Deny Juanda Puradimaja 21

PERMEABILITAS
Kemampuan material batuan untuk e ga a u da (air). mengalirkan fluida (a ). Batuan dengan porositas yang besar, a pu e y pa air, tapi belum tentu mampu menyimpan a , tap be u te tu mampu mengalirkan air (permeabel), contohnya batu lempung. Tapi sebaliknya batuan yang permeabel tentu mempunyai porositas. Permeabilitas tergantung pada sifat cairan pori (viskositas), rasio ruang antar butir, bentuk dan susunan pori batuan atau b t kd ib t t struktur tanah.
Couse note for ITB student. Permission for other uses to Prof. Deny Juanda Puradimaja

22

PERMEABILITAS
Parameter Permeabilitas ada dua : Konduktivitas Hidrolik (K), satuan cm/s atau m/s. Nilai K tidak konstan, / , tergantung pada media dan fluida ( (viskositas dan densitas fluida y g yang tergantung pada tekanan dan temperatur) Permeabilitas Intrinsik (k), satuannya cm2 atau m2. Nilai k hanya tergantung pada sifat fisik batuan/tanah.
Couse note for ITB student. Permission for other uses to Prof. Deny Juanda Puradimaja 23

PERMEABILITAS
Hubungan antara Konduktivitas Hidrolik (K) dengan Permeabilitas Intrinsik (k) adalah :

K=

k .

Dimana : K = Konduktivitas Hidrolik (L/t) k = Permeabilitas Intrinsik (L2) = Berat unit cairan (m/L3) ( / = Viskositas (m/L2)

Couse note for ITB student. Permission for other uses to Prof. Deny Juanda Puradimaja

24

TRANSMISSIVITAS (T) ( )
Nilai permeabilitas tiap satu meter akifer akifer, menggambarkan kemampuan akifer untuk membawa air secara kuantitatif.

T=K.d T=K d
dimana : T = Transmissivitas i i i K = Konduktivitas Hidrolik d = Tebal akifer
Couse note for ITB student. Permission for other uses to Prof. Deny Juanda Puradimaja 25

STORATIVITAS (S)
Spesifik Lapangan (Sy) untuk unconfined q f y g p aquifer atau volume air yang dapat dikeluarkan dari akifer tertekan. Dengan kata lain Storativitas merupakan lain, volume air yang dapat dikeluarkan dari akifer per unit kemiringan permukaan potensial muka airtanah per satu satuan luas akifer akifer.
Couse note for ITB student. Permission for other uses to Prof. Deny Juanda Puradimaja 26

STORATIVITAS (S)
Akifer Tertekan, S : 0,001 0,00001 Akifer Bebas, S : 0,3 - 0,01 , Rendahnya nilai S untuk akifer tertekan gg menggambarkan bahwa akifer tersebut mempunyai kemiringan permukaan potensial airtanah yang cukup terjal sekalipun akibat sedikit saja menurunnya muka airtanah.
Couse note for ITB student. Permission for other uses to Prof. Deny Juanda Puradimaja 27

Hukum Darcy
Sebuah silinder dengan luas penampang A diisi dengan pasir. Posisi silinder dimiringkan dengan sudut . Pada bagian ujung silinder masingmasing diberi katup. Bagian atas silinder diberi lubang dan disambung dengan tabung silinder berdiameter lebih kecil, berjarak l dan Couse beda tinggi note for ITB student. Permission for other uses to Prof. Deny Juanda Puradimaja h

28

Air mengalir dari atas ke bawah (elevasi) (ele asi)


Gbr1 Gbr1 Gbr2 Gbr2

Tinggi tekan (h) = z + hp z=elevasi topografi dari muka laut hp=elevasi tekanan Air mengalir dari h tinggi ke h rendah

Bandingkan gbr1 & gbr 2: g gbr1 g g 1. Samakah arah alirannya? 2. Apa yang berbeda? 3. 3 Pada akifer jenis apa hal diatas dapat terjadi Couse note for ITB student. Permission for other uses to Prof. Deny Juanda Puradimaja (tertekan/tak tertekan?)

29

Gbr3 Gbr3

Analisislah gbr3: gbr3 Pada i t P d sistem akifer apakah hal kif k hh l ini umumnya dapat terjadi ? (pilih) 1. Gunungapi 2. Aluvial 3. Sedimen terlipat Analisislah gbr4: gbr4 1. Apakah hal ini dapat terjadi? 2. Pada akifer jenis apa hal diatas dapat terjadi p j (tertekan/tak tertekan?)

Gbr4 Gbr4

Couse note for ITB student. Permission for other uses to Prof. Deny Juanda Puradimaja

30

Hukum Darcy
Q = v. A Q = K .i. A Q = K . dh dl .A

Asumsi: 1.Akifer 1. 1 Akifer media pori 2.Aliran 2. Aliran laminar berkecepatan rendah 3.Bukan 3. Bukan akifer bocoran
Analisislah rumus Darcy: 1. Sebutkan komponen rumus yang berkait dengan geologi? 2. Sebutkan komponen topografi?

Q=debit air (L3.T-1) K=konduktivitas hidrolik (L.T-1) dh/dl=gradien hid lik (vertikal banding lateral) dh/dl di hidrolik ( tik l b di l t l) A=luas penampang for other uses (L2)Deny Juanda Puradimaja akifer to Prof. Couse note for ITB student. Permission

31

Faktor yang mengontrol aliran airtanah i h


1.

Topografi:
Airtanah akan mengalir ke arah elevasi yang lebih rendah. Airtanah bebas (airtanah tak tertekan). ( )

2.

Geologi:
Airtanah akan mengalir mengikuti lapisan batuan dengan nilai permeabilitas dan konduktivitas hidrolik yang besar. y g
Couse note for ITB student. Permission for other uses to Prof. Deny Juanda Puradimaja 32

(A) Kendali faktor topografi (B) Kendali faktor geologi

Couse note for ITB student. Permission for other uses to Prof. Deny Juanda Puradimaja

33

Kendali faktor geologi g g

Couse note for ITB student. Permission for other uses to Prof. Deny Juanda Puradimaja

34

Single dan double ring g g Infiltrometer

Couse note for ITB student. Permission for other uses to Prof. Deny Juanda Puradimaja

35

Permeameters

Constant Head Falling Head Couse note for ITB student. Permission for other uses to Prof. Deny Juanda Puradimaja

36

Constant Head Method


Wet the column from the bottom up.
Can b a problem d be bl depending on sample size. di l i

Add water until its at the desired height.


Hydraulic H d li gradient = 1 (Fi di t (Figure 10.1a) 10. ) Macropore collapse? Need a different gradient. (Figure 10.1b) 10.
L+ y x H = Capture the outflow, L L

when its rate becomes it s constant Ks is obtained.

Couse note for ITB student. Permission for other uses to Prof. Deny Juanda Puradimaja

37

Co sta t ead ppa atus Constant Head Apparatus

L+ y x H = L L

Couse note for ITB student. Permission for other uses to Prof. Deny Juanda Puradimaja

38

L+ y x H = L L
L is length through the soil y is the height of ponded water x is the height of water required to lower the gradient so that y can be maintained. Note: if the gradient i 1 then Ks = q as per N t th di t is th Darcys Law.

Couse note for ITB student. Permission for other uses to Prof. Deny Juanda Puradimaja

39

Falling Head Method


Wet the column from the bottom up. Fill a burette to above the height of the soil column and allow it t d i l d ll to drain. Drain until the rate of head loss is constant. (Figure 11.1) (Fi 11.

aL H 2 Ks = log l H1 A(t 2 t 1)
Couse note for ITB student. Permission for other uses to Prof. Deny Juanda Puradimaja 40

Falling Head Apparatus a g ead ppa atus


aL H 2 Ks = log l H1 A(t 2 t 1)

Couse note for ITB student. Permission for other uses to Prof. Deny Juanda Puradimaja

41

Limitations of the Darcian Approach


1. For Reynolds Number, Re, > 10 or where the flow is turbulent, as in the immediate vicinity of pumped wells.

2. 2 Where water flows through extremely fine grained fine-grained materials (colloidal clay)
Couse note for ITB student. Permission for other uses to Prof. Deny Juanda Puradimaja 42

TERIMA KASIH

Couse note for ITB student. Permission for other uses to Prof. Deny Juanda Puradimaja

43

Couse note for ITB student. Permission for other uses to Prof. Deny Juanda Puradimaja

44

Example of Darcys Law


A confined aquifer has a source of recharge. K for the aquifer is 50 m/day, and n is 0.2. m/day, The piezometric head in two wells 1000 m apart is 55 m and 50 m respectively, from a common datum. The average thickness of the aquifer is 30 m, and the average width of aquifer is 5 km. km.

Couse note for ITB student. Permission for other uses to Prof. Deny Juanda Puradimaja

45

Compute: p
a) the rate of flow through the aquifer (b) the average time of travel from the head of the aquifer to a point 4 km downstream *assume no dispersion or diffusion

Couse note for ITB student. Permission for other uses to Prof. Deny Juanda Puradimaja

46

The solution
CrossCross-Sectional area= 104 m2 Hydraulic gradient = 10-3 3 30( )(1000) 30(5)(1000) = 15 x 5 (55-50)/1000 = 5 x 55-50)/1000 Q=

Rate of Flow for K = 50 m/day (50 m/day) (75 x 101 m2) = 37,500 m3/day (75 37, Darcy Velocity: (37,500m3/day) / (15 37,500m /d ) (15 V = Q/A = x 104 m2) = 0.25m/day 25m/day /d

Couse note for ITB student. Permission for other uses to Prof. Deny Juanda Puradimaja

47

Seepage Velocity: (0.25) / (0.2) = 25) (0 ft/day)

Vs = V/n = 1.25 m/day (about 4.1

Time to travel 4 km downstream: T= 4(1000m) / (1.25m/day) = 1000m) (1 25m/day) 3200 days or 8.77 years This Thi example shows that water moves very slowly l h th t t l l underground.

Couse note for ITB student. Permission for other uses to Prof. Deny Juanda Puradimaja

48

Darcys Law: Darcy s Example 2


A channel runs almost parallel to a river, and they are 2000 ft apart. The water level in the river is at an elevation of 120 ft and 110ft in the channel. 110ft A pervious formation averaging 30 f thick and with i f i i ft hi k d i h K of 0.25 ft/hr joins them. Determine th rate of seepage or fl D t i the t f flow f from th the river to the channel.

Couse note for ITB student. Permission for other uses to Prof. Deny Juanda Puradimaja

49

Confined A if C fi d Aquifer
Confining Layer Aquifer

30 ft

Couse note for ITB student. Permission for other uses to Prof. Deny Juanda Puradimaja

50

Example 2 E l
Consider a 1-f length of river ( d channel). C id ft l h f i (and h l) = KA [(h1 h2) / L] Where: ft2 ft/day / y Q

A = (30 x 1) = 30 (30 K = (0.25 ft/hr) (24 hr/day) = 6 (0 (24 Q = [6 (30) [6 30) 3/day/ft = 0.9 ft

Therefore, (120 110)] / 2000 110)] length = 0.9 ft2/day

Couse note for ITB student. Permission for other uses to Prof. Deny Juanda Puradimaja

51