Anda di halaman 1dari 12

MASUK KE DALAM PASAR GLOBAL Oishiikatta Japanese Resto sebagai Japanese Resto yang berpusat di SemarangIndonesia, akan melakukan

ekspansi ke luar negeri. Hal ini dilakukan sehubungan kesuksesan yang telah diraih Oishiikatta Japanese Resto dalam merebut hati dan pasar masyarakat Indonesia (khususnya Semarang) dan telah mengahsilkan laba yang besar. Ekspansi ini akan dilakukan di 3 tempat wilayah yang berbeda (2 di luar negeri, 1 di dalam negeri sendiri tapi dengan wilayah selain Semarang). Berikut ini adalah Keputusan Utama dalam Pemasaran Internasional: Memutuskan Untuk Berekspansi ke Luar Negeri Dengan kesuksesan yang telah diraih Oishiikatta Japanese Resto (Semarang-Indonesia) dengan telah berhasil merebut hati dan pasar masyarakat Indonesia (khususnya Semarang) dalam hal Japanese Resto, maka Oishiikatta Japanese Resto berencana melakukan ekspansi di 3 negara di Asia , yaitu 1 di Negara Indonesia sendiri dan 2 di luar negeri. Ada beberapa factor yang menarik Oishiikatta Japanese Resto berekspansi ke tempat lain:

o Oishiikatta Japanese Resto membutuhkan basis pelanggan yang lebih besar untuk
mencapai skala keekonomisan.

o Oishiikatta Japanese Resto ingin mengurangi ketergantungan pada satu pasar saja. o Oishiikatta Japanese Resto memutuskan untuk menghadapi pesaing global di pasar
domestic mereka. o Beberapa pasar internasional memberikan peluang laba yang cukup besar.

Memutuskan Pasar Mana Yang Akan Dimasuki Negara yanga akan dijadikan sebagai daerah tujuan ekspani Oishiikatta Japanese Resto adalah : Thailand China Indonesia (ekpansi di dalam negeri, dari kota Semarang, dan cabangnya didirikan di kota Jakarta).

China dan Thailand menjadi Negara tujuan yang dipilih Oishiikatta Japanese Resto karena China merupakan pasar potensial dengan jumlah penduduk terbanyak atau sekitar 5 miliar penduduk. Dan Thailand merupakan salah satu negara-negara yang tergabung dalam ASEAN yang berarti kemudahan dalam berbisnis, 6,5% dari PDB yang bersal dari sektor

industri wisata baik asing maupun domestik. Pada tahun 2008 di Thailand , 52,37% dari wisatawan Timur, Jepang dua internasional Malaysia Asia dan dengan

menyediakan juta warga Japanese

sebagian Malaysia Resto

besar pengunjung. Dekat dengan berkunjung ke Thailand. Meskipun Oishiikatta namun Japanese berasal dari kawasan Indonesia, tentunya Resto Oishiikatta menjual

makanan-makanan khas Jepang. China ,Thailand ,dan Jepang tentu memiliki makanan pokok yang sama, yaitu nasi, sehingga akan sangat cocok bila Oishiikatta Japanese Resto didirikan di negara China dan Thailaand. Jenis makanan antara negara Thailand,China,dan Jepang juga tidak berbeda jauh, meskipun rasanya sedikit berbeda. Memutuskan Cara Memasuki Pasar Cara yang dipilih oleh Oishiikatta Japanese Resto adalah dengan investasi langsung. Investasi langsung dimana Oishiikatta Japanese Resto mendirikan sendiri outlet retoran Oishiikatta Japanese Resto di negara tujuan, yakni China dan Thailand ,serta di daerah lain di Indonesia yakni Jakarta. Dengan investasi langsung ini, manajer kantor pusat akan bertanggung jawab semua langsung terhadap cabang-cabang yang didirikan. Dan untuk cabang-cabang (baik dalam maupun luat negeri), masing-masing akan dipimpin oleh perwakilan dari kantor pusat dan ada badan pembinanya sendiri untuk membina sekaligus mengawasi jalannya resto di cabang-cabang tersebut. Memutuskan Program Pemasaran Indonesia (Jakarta) Target pasar untuk kota Jakarta adalah anak-anak muda Jakarta dan dewasa yang suka nongkrong dan kalangan menengah ke atas. Dimana gaya hidup Jakarta suka dengan kehidupan malam dan suka nongkrong-nongkrong santai bersama teman-teman di malam hari. Karena kehidupan Jakarta di pagi-siang hari sudah amat penat dan sibuk, maka di

malam hari, mereka mencari kehidupan malam untuk refreshing mencari hiburan dengan teman-teman mereka. Maka itu, konsep Oishiikatta Japanese Resto di Semarang akan berbeda dengan yang di Jakarta. Kalau di Jakarta, Oishiikatta Japanese Resto punya konsep resto yang dikemas dalam naungan caf. Dimana makanan khas Jepang berupa sushi akan dikemas sebagai makanan utama sebagai makanan cemilan, sedangkan makanan berat (nasi, mie) akan menjadi makanan pelengkap saja. Product

o Karena konsep Oishiikatta Japanese Resto di Jakarta adalah konsep Caf, maka
makanan/produk yang dijual berupa minuman-minuman khas Jepang yang (teh) yang dikemas dalam cangkir yang besar (karena orang Indonesia suka minum banyak dan suka porsi yang besar). Dan untuk makanan, akan diutamakan makanan sushi-sushi dengan beraneka variasi rasa dan isi yang telah disesuaikan dengan lidah orang Indonesia (khususnya Jakarta). Karena ini akan berkonsep caf, dimana kebanyakan orang ke caf hanya untuk minum dan menyemil saja, maka dari segi makanan, diubah konsep sushi menjadi makanan cemilan yang bisa dinikmati sambil santai, dan makanan pembuka serta dessert juga akan menjadi prioritas utama sebagai makanan cemilan. Selain itu juga menyediakan makanan berat (seperti masakan nasi, udon), namun hanya ragam jenisnya akan diperbanyak dibagian makanan cemilan. o Adapun makanan khas Jepang yang akan diubah menjadi makanan cemilan: yaitu : sushi, takoyaki, mochi, tempura. Untuk camilan, sesuai dengan kebiasaan orang Indonesia yang suka nyemil, maka cemilan pun akan ditambah dengan khas Indonesia sendiri yaitu aneka macam gorengan. o Untuk hidangan minuman khas Jepang ala Caf, yakni ada : Beralkohol : sake, umeboshi, shochu. Teh : Ocha, Mugicha. Sama halnya dengan yang ada di Semarang, sebagian besar orang Indonesia suka dengan gula.,maka untuk penyajian teh akan disertai dengan gula (tetapi gulanya akan dipisah). Dan karena musim yang ada di Indonesia tidak ada musim dingin, maka Oishiikatta Japanese Resto juga akan menyediakan es batu (jika sewaktu-waktu diperlukan). Selain minuman khas Jepang diatas, untuk di Indonesia (sama dengan Semarang), disediakan juga minuman berupa es juice buah segar, dan es krim untuk pelengkap tambahan juga (sesuai dengan orang Indonesia).

Price

o Karena target yang akan dibidik adalah anak muda golongan menengah ke atas,
maka harga pun sedikit berkelas/mahal. Place

o Untuk tempat, Oishiikatta Japanese Resto di Jakarta akan dibuka di daerah ramai
dan penuh dengan kehidupan malam, yaitu di daerah Senayan. o Derah Senayan ini juga merupakan daerah orang-orang elite (sesuai dengan target pemasaran yang memang ditujukan pada kalangan menengah keatas). Promotion

o Promosi akan dilakukan melalui baliho di jalan-jalan besar dan pembagian brosur di
berbagai tempat strategis. Mengapa Baliho? Sebagian orang di Jakarta beraktivitas di jalanan (macet, perjalanan jauh), maka dengan memasang iklan baliho di jalan raya yang besar, masyarakat bisa melihat iklan di baliho tersebut jika menunggu macet/lewat di jalan tersebut, sehingga setidaknya banyak masyarakat yang tahu akan keberadaan Oishiikatta Japanese Resto di Jakarta dan otomatis dengan melihat baliho hampir tiap hari, nama Oishiikatta Japanese Resto akan tertanam dibenak masyarakat. Dan bisa mampir ke gerai Oishiikatta Japanese Resto. Mengapa Brosur? Brosur bisa dibagikan kapan saja, dimana saja, maka brosur juga akan bermanfaat bagi promosi. Brosur itu akan dibagikan di tempat strategis (seperti mall karena Mall adalah tempat hiburan juga bagi anak-anak muda dan dewasa).

o Karena orang Indonesia (baik Jakarta/Semarang) gemar dengan apa yang namanya
diskon, maka untuk promo, Oishiikatta Japanese Resto akan memberlakukan promo langsung diskon 75% setiap hari Selasa. People o o Setiap pelayan akan selalu ramah dan tersenyumkepada semua customer. Juga harus lincah dan gembira (baik pelayan tamu maupun koki atau petugas dapur, serta petugas bersih-bersih).

o Apalagi Oishiikatta Japanese Resto mempunyai dapur yang terbuka, maka karyawan
bagian dapur pun harus menunjukka kegembiraannya saat bekerja. Process o Proses awal (pelayanan) berlangsung dari parkiran. Di parkiran semua kendaraan berparkir dengan ada juru parker yang ramah dan bertanggung jawab.

o Dipintu masuk, akan sudah ada 2 pelayan yang memberi salam Selamat Pagi untuk
semua customer yang datang. Disamping itu juga langsung ada pelayan yang akan mengantar ke tempat duduk/meja makan. Pelayan yang mengantar tersebut sekaligus akan memberi menu kepada customer dan melayani mereka. o Setiap pelayan akan melayani dengan menggenggam sebuah iPod Touch yang dikoneksikan dengan jaringan internet. Dimana dengan iPod Touch tersebut, pesanan akan ditulis akan segera terhubung ke bagian dapur dan bagian kasir untuk diproses lebih lanjut. Dengan iPod Touch ini, akan mempersingkat waktu pelayanan pengantaran minuman dan makanan yang dipesan (karena apa yang ditulis akan langsung terhubung ke bagian dapur, tanpa menunggu pemesanan menu selesai).

o Oishiikatta Japanese Resto akan menjamin semua minuman dan makanan yang
disajikan dalam keadaan fresh dan hangat serta siapsantap. Serta akan disajikan dalam kurun waktu kurang dari 20menit.

o Proses pelayanan tidak hanya berhenti setelah makanan disajikan/diantar, tapi juga
berlangsung untuk customer yang akan membutuhkan bantuan pelayanan lebih lanjut untuk pemesanan dll dan sampai customer itu meninggalkan Oishiikatta Japanese Resto. o Untuk urusan pembayaran, customer hanya tinggal panggil salah satu pelayan yang ada disitu saja; dan nota pembayaranpun akan segera diproses dan diantar di meja customer. o Ketika customer meninggalkan ruangan, di pintu keluar juga akan diberi salam Terima Kasih dan Datang Kembali oleh petugas pelayan dengan penuh keramahan. Physical Evident

o Karena merupakan khas Jepang, Oishiikatta Japanese Resto mencoba memberi


kesan di restoran sebagai khas caf sekaligus resto di Jepang.

o Bangunan yang memang bermodel bamboo-bamboo dan model pintu dorong yang
merupakan khas tradisional Jepang. Untuk pertama kali masuk (setelah pintu masuk) terdapat lobi yang luas dengan kursi-kursi tunggu dari bamboo taman dan tanaman bunga-bunga. Ubin yang terbuat dari kayu-kayu Jeapang dan dinding yang dari bamboo serta hiasan-hiasan bonek-boneka Jepang dan lukisan Jepang tradisional.

o Karena mempunyai konsep caf, maka penggunaan lampu mempunyai konsep


warna kuning dan lampu-lampu sorot. o Setelah lobi (di ruang tengah) terdapat bar yang besar dan melingkar. Dimana separo sisinya untuk minuman, dan separonya lagi untuk makanan cemilan. Dibar tersebut, customer bisa duduk dan melihat proses pesanannya disajikan.

Ada juga ruang-ruang disepangjang ruang tengah tersebut, yaitu ruang VIP. Dimana setiap ruang vip bisa diisi maksimal 10 orang. Dan konsep ruang vip ini, mempunyai ruang tersendiri dan tertutup dengan meja khas Jepang dan duduk lesehan layaknya ruang makan di Jepang.

Dan ada juga ruang belakang. Dimana di ruang belakang disediakan banyak meja (seperti bangsal besar). Ada meja yang duduknya lesehan seperti Jepang dan ada juga yang duduk kursi biasa.

o o

Selain itu, juga ada dapur terbuka untuk mengolah makanan berat (selain makanan cemilan dan minuman). Dapur terbuka ini terletak di sepanjang ruang belakang. Ada juga sebuah panggung besar di ruang belakang (panggung tersebut bisa dilihat dari arah ruang tengah segala). Panggung ini berfungsi sebagai panggung hiburan bagi tamu yang datang. Aksi di panggung ini berlangsung mulai jam 7 malam sampai tutup (disesuaikan dengan jam buka).

China (Guangzhou, propinsi Guangdong) Product

o Yang dilakukan berkaitan dengan produk adalah product adaptation dimana


beberapa produk diubah untuk menyesuaikan dengan kondisi daerah tujuan.

Makanan yang disajikan Oishiikatta Japanese Resto sendiri di beberapa daerah di China juga harus disesuaikan kebiasaan orang China. Negara RRC merupakan negara yang luas dan terbagi-bagi wilayahnya. Sehingga harus benar-benar dicermati , bagaimana kebiasaan mereka, agar jangan sampai ekspansi dengan mendirikan Oishiikatta Japanese Resto di China menjadi tidak berarti.

o Wilayah China di bagian Utara dan Selatan memiliki perbedaan , ada berbagai
macam perbedaan dari berbagai segi. Dalam hal ini dikhususkan perbedaan makanan kesukaan. China Bagian selatan, masyarakatnya lebih menyukai hidangan yang manis, utara lebih menyukai asin, Timur lebih menyukai pedas, serta Barat lebih menyukai easa asam. Sehingga harus benar-benar dicermati wilayah mana di China yang akan dituju Oishiikatta Japanese Resto, dan bagaimana pengolahannya.

o Karena akan didirikan di Guangzhou, tepatnya di Guangdong sebagai ibukota, yang


berada di wilayah Cina bagian selatan. Produk utama yang dijual tentunya adalah makanan khas Jepang, dan makanan-makanan yang memang dijual oleh Oishiikatta Japanese Resto. Hanya saja makanan harus disesuaikan dengan kesukaan masyarakat Guangdong. Wilayah Guangdong terletak di Cina Bagian Selatan , yang diketahui masyarakatnya menyukai makanan yang lebih terasa manis. Sama seperti pusat Oishiikatta Japanese Resto yang didirikan di Kota Semarang ,Indonesia yang

masyarakatnya juga menyukai makanan yang terasa manis. Maka untuk makanan pun dalam hal rasa juga perlu menciptakan jenis makanan jepang yang lebih terasa manis.

o Seperti yang diketahui pula, bahwa warga China sering memakan daging babi, dan
daging babi kerap menjadi menu utama dalam hidangan di China. Sehingga Oishiikatta Japanese Resto juga perlu beradapatasi dengan kebiasaan warga China dengan menciptakan makanan-makanan yang berbasis daging babi. Misalnya saja olahan terriyaki dengan bahan dasar daging babi yang tentunya akan lebih disukai konsumen di China. o Price Karena warga China suka makan secara bersama-sama, maka konsep yang digunakan adalah konsep pesan antar , bukan bersifat conveyor.

o Harga makanan Oishiikatta Japanese Resto serta minumannya dipatok sesuai


dengan bahan baku yang ada di sana. Karena Oishiikatta Japanese Resto melakukan investasi dengan mendirikan restoran Oishiikatta Japanese Resto di sana, tentu menggunakan bahan baku yang diperoleh dari sana pula. Penentuan harga disesuaikan dengan harga bahan baku, harga operasionalnya juga, serta biaya tenaga kerja. o Keuntungan melakukan investasi di sana adalah, biaya tenaga kerja dapat lebih ditekan mengingat upah tenaga kerja di China tergolong murah, sehingga keuntungan juga lebih mudah didapatkan. Place o Guangzhou adalah kota ketiga terbesar di RRC, sesudah Beijing dan Shanghai. Jika Beijing sebagai pusat pemerintahan dan Shanghai diarahkan menjadi kota metropolitan modern, maka Guangzhou adalah pusat belanja. Kota ini juga menjadi pintu gerbang transportasi ke seluruh kota di RRC mengingat posisinya yang di Selatan.

o Guangzhou merupakan kota yang sangat ramai dan dikenal sebagai daerah yang
menjual barang-barang murah, grosiran, dan tentunya makanan juga menjadi bagian di daerah pusat belanja ini. Untuk itu sangat cocok menjadikan GuangZhou sebagai lokasi penempatan Oishiikatta Japanese Resto,penempatan juga lebih cocok diletakkan di dekat pesar yang menjual berbagai macam barang. Di sana tentu terdapat banyak sekali outlet-outlet yang menjual makanan, dan tentu saja Oishiikatta Japanese Resto dapat menjadi suatu pilihan yang menarik. Promotion

o Promosi yang dilakukan Oishiikatta Japanese Resto menggunakan web yang


memang dimiliki oleh Oishiikatta Japanese Resto. Di dalam web tersebut disediakan beberapa macam bahasa, Indonesia,Thailand, Mandarin,Inggris, sehingga mempermudah pengunjung web untuk mengerti informasi-informasi apa saja yang ada.

o Selain itu juga diberikan brosur-brosur bagi pengunjung yang datang ke Oishiikatta
Japanese Resto. Juga diberikan bonus-bonus diskon dengan ketentuan tertentu sehingga mempermudah pempublikasikan Oishiikatta Japanese Resto di China khususnya di Guangzhou. (WOM) People

o Karyawan yang bekerja di Oishiikatta Japanese Resto tentunya diberi pelatihan


tentang bagaimana memenuhi kebutuhan pelanggan dengan baik. Mereka juga dikenakan atribut-atritbut tertentu seperti seragam yang menjadi cirri khas dari Oishiikatta Japanese Resto. Dapat juga dengan mempekerjakan beberapa pramusaji keturunan Jepang sehingga tetap menambah cirri khas dari Jepang itu sendiri. o Karyawan juga dilatih untuk memberi salam kepada pengunjung ucapan selamat datang dan terima kasih. Process

o Proses layanan kepada pelanggan diberikan dari ketika pelanggan memasuki


restoran hingga pelanggan meninggalkan restoran. Dan prosesnya relatif sama dengan Oishiikatta Japanese Resto yang lainnya. Ketika pelanggan memasuki restoran, semua staf menyambut pelanggan dengan bahasa Jepang misalnya Moshi-moshi untuk menyambut tamu yang datang. Kemudian pramusaji mengantar pelanggan ke meja sesuai keinginan pelanggan. Pelanggan kemudian dapa melihat menu makanan yang ada dengan melihat di layar touchscreen dan dapat memesan sendiri dari menu-menu yang terpampang di layar touch screen tadi. Kemudian tentunya pesanan akan segera tersambung ke bagian dapur untuk diolah. o Setelah makanan dihantarkan , pelanggan dapat menikmati hidangan dengan santai. Pramusaji juga akan senantiasa membantu pelanggan apabila pelanggan membutuhkan sesuatu, misalnya membayarkan ke kasir. Ketika pelanggan akan meninggalkan restoran maka semua karyawan akan menyampaikan terima kasih dengan bahasa Jepang (Arigatoo).

Physical Evidence

o Fasilitas yang diberikan di Oishiikatta Japanese Resto ,tentunya harus sesuai


degan suasana Jepang, dengan ornamen-ornamen Jepang yang ada. Unsur Jepang harus kental di dalam ruangan restoran agar pengunjung yang datang benar-benar merasa mereka berada di Jepang meskipun pada kenyataannya mereka berada di tanah China. o Peletakkan meja juga disesuaikan dengan unsur Jepang yaitu meja berada di lantai, (pengunjung duduk di lantai), namun juga harus disediakan meja dengan kursi,karena kebiasaan orang China menggunakan meja dengan kursi untuk makan.

o Atmosfer ruangan Oishiikatta Japanese Resto juga didesain sebaik mungkin


sehingga sesuai dengan suasana Jepang, misalnya lampu-lampu yang temaram, tiang-tiang bambu yang diletakkan disekeliling ruangan, bilik bambu yang menjadi ciri khas Jepang, dll. o Selain itu , di wilayah dan China ) juga dikenal memiliki juga 4 musim (musim dan panas,gugur,dingin semi sehingga cuaca berubah-ubah,

membutuhkan fasilitas penunjang, seperti pendingin udara dan penghangat udara. Disediakan mesin pengatur suhu yang dapat di setel , jika cuaca dingin penghangat udara dapat dinyalakan, begitu pula sebaliknya. Thailand (Phuket) Thailand yang memiliki potensi besar di sektor wisata tiap tahunnya dapat menghasilkan perputaran uang senilai 547 miliar baht atau 164 miliar rupiah dari wisatawan asing. Fakta ini menarik minat untuk membuka outlet di sana. Phuket yang dipilih karena tingkat kehadiran wissatawan manca banyak berada di sana. Selain pantai yang indah, fasilitas yang telah memadai antara lain hotel berbintang lima, cottages, sarana hiburan dll. Akan tetapi unutk ssebuah Restaurant yang ingin masuk ke dalam suatu pasar asing, akan dihadapkan kendaa perbedaan citarasa masakan pada tiap-tiap negara tersebut. Thailand dikenal melalui masakannya Tom Yam yang memiliki tekstur rasa yang tajam mayoritas rasa masam dan pedas yang berasal dari rempah-rempah,jeruk lemon dan cabai tentunya). Masakan Thailand tidak saja memuaskan kebutuhan lidah akan rasa yang enak akan tetapi juga memberikan pengalaman bersantap yang baru, secara umum, masakan Thai memiliki tingkatan yang tinggi yang tidak hanya memenuhi kepuasan citarasa, tetapi juga aroma dan penampilan dari masakan tersebut. Product

o Latar belakang citarasa masakan yang disajikan Oishiikatta Japanese Resto adalah
masakan Jepang dengan pengembangan citarasa Indonesia khusunya Jawa Tengah yang memiliki tekstur rasa manis dan pedas.

o Untuk penyajian di Thailand, Restaurant menambahkan beberapa bumbu pada


masakan agar memiliki citarasa Thai yang khas tanpa kehilangan jatidiri sebagai masakan Jepang. o Selain itu, masakan Thai seperti Tom Yam,dll juga akan disediakan sebagai menu tambahan.

o Selain perubahan dalam citarasa, dekorasi dalam dan luar ruang akan dihias dengan
ornamen bersifat etnik Thai tanpa meninggalkan ikon sebagai Restoran Jepang. Pengunjung yang merupakan wisatawan ingin menikmati pesanan dan suasana yang ditampilkan, sehingga dekorasi akan membuat nilai tambah bagi konsumen. o Price Penggunaan bahan baku dari daerah setempat serta warna dan rasa masakan yang cenderung berani diperkirakan mampu menarik minat.

o Harga menu Oishiikatta Japanese Resto disesuaikan dengan kondisi di Daerah


Phuket yang benyak terdiri dari wisatawan manca yang berkantung tebal, maka Oishiikatta Japanese Resto mematok harga pada segmen menengah atas.

o Keuntungan melakukan investasi di sana adalah, jumlah wisatawan yang tidak


pernah habis tiap tahun.yang merupakan pangsa pasar potensial. Place o Phuket yang dikenal akan keindahan pantainya merupakan tujuan utama wisatawan, kesempatan ini dapat dimanfaatkan dengan mendirikan Resto di pinggir pantai.

o Selain di pantai, resto juga ditempatkan di Pusat keramaian di pusat kota.


Promotion

o Promosi yang dilakukan Oishiikatta Japanese Resto menggunakan web yang


memang dimiliki oleh Oishiikatta Japanese Resto. Di dalam web tersebut disediakan beberapa macam bahasa, Indonesia,Thailand, Mandarin,Inggris, sehingga mempermudah pengunjung web untuk mengerti informasi-informasi apa saja yang ada.

o Pemberian brosur dan voucher gratis menu tertentu bagi pengunjung yang datang ke
Oishiikatta Japanese Resto. o Pembagian ruangan berdasarkan pesanan (biasa/VIP), karena budaya senioritas yang kental disana.

o Penggunaan travel agent untuk merekomendasikan resaturant.

10

Penggunaan pekerja dari dalam negeri, merupakan agen pemasaran yang tepat dalam lingkup area kecil.

People

o Citarasa masakan Thailand yang tajam, akan mempengaruhi selera konsumen pada
maskan Jepang. Oleh karena itu, chef dan juru masakan akan diberi pelatihan singkat tentang bumbu-bumbu masak o yang digunakan di Thai supaya dapat melakukan modifikasi pada menu utama agar terdapat sensasi rasa Thai. Pramusaji dilatih menggunakan bahasa jepang sebagai ucapan salam, dan menggunakan bahasa Thai untuk percakapan dengan konsumen. Seiring sejalan, akan diajarkan pula bahasa Inggris guna memenuhi kebutuhan wisatawan manca. Process o Setelah masakan dihantarkan , pelanggan dapat menikmati hidangan dengan santai. Pramusaji juga akan senantiasa membantu pelanggan apabila pelanggan membutuhkan sesuatu, misalnya membayarkan ke kasir. Ketika pelanggan akan meninggalkan restoran maka semua karyawan akan menyampaikan terima kasih dengan bahasa Jepang (Arigatoo). o Pelayanan bersifat personal dengan pelayan mendampingi konsumen unutk tiap menu yang ingin diketahui. Karena mayoritas masayarakat Asia lebih suka untuk dihargai. Physical Evidence o Peletakkan meja juga disesuaikan dengan unsur Jepang yaitu meja berada di lantai, (pengunjung duduk di lantai), namun juga harus disediakan meja dengan kursi,karena kebiasaan orang China menggunakan meja dengan kursi untuk makan.

o Atmosfer ruangan Oishiikatta Japanese Resto juga didesain sebaik mungkin


sehingga sesuai dengan suasana Jepang, misalnya lampu-lampu yang temaram, tiang-tiang bambu yang diletakkan disekeliling ruangan, bilik bambu yang menjadi ciri khas Jepang, dll.

Memutuskan Organisasi Pemasaran Oishiikatta Japanese Resto akan mengelola aktivitas pemasaran dengan Divisi Internasional. Dimana staf korporasi internasional perusahaan terdiri dari spesialis fungsional yang menyediakan layanan ke berbagai unit operasi. Pengelolaan unit operasi sebagai berikut: Berupa Anak Perusahaan Internasional; dimana masing-masing cabang dikepalai oleh seorang pemimpin/presiden; dan beberapa presiden cabang tersebut akan melapor kepada presiden dari divisi internasional.

11

http://www2.tat.or.th/stat/web/static_index.php http://asiarecipe.com/thaiculture.html http://www.articlesbase.com/food-and-beverage-articles/exciting-facts-about-thai-dishes3337739.html http://en.wikipedia.org/wiki/Thai_cuisine.html

12