Anda di halaman 1dari 4

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Penyakit kardiovaskuler adalah penyakit yang menyerang pada jantung dan pembuluh darah. Penyakit jantung dan pembuluh darah yang banyak di Indonesia adalah penyakit jantung koroner, penyakit jantung rematik, dan penyakit darah tinggi (hipertensi). Penyakit jantung koroner umumnya banyak didapat pada kelompok usia diatas 40 tahun dengan angka kekerapan sekitar 13%. Penyakit jantung rematik banyak didapat pada kelompok masyarakat dengan sosial ekonomi rendah dengan prevalensi sekitar 3/1000 penduduk. Penyakit darah tinggi merupakan salah satu faktor resiko terjadinya penyakit jantung koroner dan dapat menyebabkan komplikasi pada organ lain seperti mata, ginjal, dan otak. Dari laporan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan ER didapatkan angka kejadian penyakit ini pada golongan usia 45-54 tahun adalah 19,5%m yang meningkat menjadi 30,6% diatas usia 55 tahun. Prevalensi penyakit jantung bawaan diperkirakan sebesar 6-8/1000 kelahiran hidup dan sepertiganya memerlukan penanganan dibawah usia 5 tahun1. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 2030 diperkirakan 23,6 juta orang didunia akan meninggal karena penyakit kardiovaskular. Sedangkan berdasarkan Riset Kesehatan Dasar 2007, menunjukan bahwa prevalensi penyakit

jantung secara nasional adalah 7,2%. penyakit jantung iskemik memiliki proporsi sebesar 5,1% dari seluruh penyakit penyebab kematian di Indonesia, dan penyakit jantung memiliki angka proporsi 4,6% dari seluruh kematian. Hasil penelitian kohort di Pusat Jantung Nasional Harapan Kita dan 5 rumah sakit di Indonesia tahun 2006 menunjukan bahwa angka kematian karena penyakit jantung dan pembuluh darah adalah 6-12% dan angka hopitalisasi mencapai 29%. Selain itu terdapat peningkatan prevalensi penyakit jantung kongenital2. Data-data tersebut menunjukan perlunya perhatian perhatian yang serius pada upaya pengendalian penyakit jantung dan pembuluh darah. Bukan hanya dari aspek kuratif dan rehabilitatif saja, tetapi justru pada aspek promotif dan preventif agar jumlah kasus tidak terus meningkat dan dapan dikurangi. Oleh karena itu, penyebarluasan dan penerapan perilaku hidup yang bersih dan sehat atau PHBS perlu ditingkatkan. Gaya hidup sehat seperti makan dengan menu seimbang, melakukan kegiatan fisik secara tepat, teratur dan terukur, tidak merokok, tidak minum alkohol dan mampu mengatasi stres dengan tepat, harus disosialisasikan kepada masyarakat luas.

1.2 Maksud dan Tujuan

1.2.1

Maksud Pembelajaran Luar Kelas Meningkatkan pemahaman Siswa SMP Negeri 2 Cimahi, Jawa Barat tentang hubungan merokok dengan penyakit jantung dan pembuluh darah melalui kegiatan penyuluhan

1.2.2

Tujuan Umum Memberikan penyuluhan tentang hubungan merokok dengan penyakit kardiovaskular pada siswa SMP Negeri 2 Cimahi, Jawa Barat sebagai tambahan pengetahuan kepada mereka.

1. Buku ajar kardiologi UI halaman 4


2. http://www.bppsdmk.depkes.go.id/index.php? option=com_content&view=article&id=173:menkesakses-masyarakat-terhadap-pelayanan-kesehatanjantung-meningkat&catid=38:berita&Itemid=82 (Kementrian Kesehatan RI, Badan Pengembangan dan Pemberdayaan SDM kesehatan / BPPSDMK)