Anda di halaman 1dari 18

LAPORAN PRAKTIKUM

STRUKTUR PERKEMBANGAN HEWAN I


1ARINGAN OTOT




OLEH :

NAMA : DARWIN AZIS
NIM : 08101004060
KELOMPOK : II (DUA)
ASISTEN : DINA OKTAVIA



LABORATORIUM ZOOLOGI
1URUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS SRIWI1AYA
INDRALAYA
2011
ABSTRAK
Praktikum dengan judul 'Jaringan Otot ini bertujuan untuk mengetahui berbagai
macam bentuk dan letak penyusun jaringan otot. Praktikum ini dilaksanakan pada hari
Selasa tanggal 11 Oktober 2011, pukul 13.00 WIB sampai pukul 10.00 WIB, bertempat di
Laboratorium Zoologi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,
Universitas Sriwijaya Indralaya. Alat yang digunakan adalah alat tulis, kertas catatan, dan
mikroskop. Sedangkan bahan yang dibutuhkan adalah berbgai macam preparet awetan.
Hasil yang didapat dari praktikum ini, bahwa terdapat perbedaan dari segi bentuk, Iungsi,
dan tempat ditemukannya masing-masing otot. Kesimpulan yang didapat bahwa jaringan
otot dibagi menjadi tiga, yaitu otot lurik, otot rangka, dan otot jantung. Fungsi dari jaringan
otot adalah sebagai alat gerak aktiI. Otot lurik dapat ditemukan pada rangka Mus musculus,
otot polos pada usus halus Mus musculus, dan otot jantung terdapat pada jantung Mus
musculus




















BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Jaringan otot merupakan jaringan yang mampu melangsungkan kerja mekanik
dengan jalan kontraksi dan relaksasi sel atau serabutnya. Oleh karena itu bentuk selnya
memanjang. Berbeda dengan jaringan dasar yang lain, jaringan otot yang merupakan
kategori ketiga dari jaringan dasar terdiri atas susunan sel-sel yang panjang tanpa
komponen lain. Agar dapat melangsungkan perubahan sel menjadi pendek, sel otot
memiliki struktur Iilament dalam sitoplasmanya. Pada hewan menyusul dibedakan tiga
jenis otot berdasarkan struktur dan Iungsinya yaitu, otot polos, otot seran lintang dan
otot jantung (Subowo 1992: 134).
Jaringan otot secara langsung mampu menghasilkan gerakan. Sel-sel jaringan lain
dapat pula bergerak, tetapi gerakannya kurang terintegrasi. Hanya sekumpulan sel-sel
yang mampu menciptakan gerakan kuat melalui progrea kontraksi dengan gerakan
searah dilaksanakan oleh otot. Sel-sel khusus jaringan otot memiliki bangun khusus
yang dikaitkan dengan aktivitas kontraksi. Bentuknya memanjang seperti kincir,
membentuk serabut. Berdasarkan bentuk serta bangunnya, sel otot disebut serabut otot
(myoIibers), tetapi serabut otot tentu berbeda dengan serabut jaringan ikat, karena
serabut jaringan ikat bersiIat ekstraselular berbeda dengan sel. Istilah umum yang
dipakai adalah myo- (otot) dan sarko- (daging) (Brown 1991: 145).
Jenis otot polos didapatkan pada alat-alat dalam sebagai komponen dinding
saluran pencernaan, saluran pernaIasan, saluran keluar kelenjar, pembuluh darah dan
lain-lainnya. Sel-sel otot polos dapat tersusun tersebar atau membentuk berkas
memanjang atau sebagai lembaran. Apabila tersusun sebagai lembaran sel-sel otot
tersusun rapat sehingga bagian yang meruncing akan menimpa pada bagian tebalnya.
Sel otot berbentuk sebagai gelendong atau kumparan yaitu bagian yang menebal
mengandung inti yang menempati di tengah. Ukuran panjang otot polos berbeda-beda
tergantung dari tempat dan kondisi organ bersangkutan. Ukuran paling kecil terdapat
pada dinding pembuluh darah kecil yaitu 15-20 m sampai mencapai panjang rata-rata
0,2 mm dengan tebal 6 m (Anonim 2011: 1).
Serabut otot tersusun dalam berkas, sumbunya paralel dengan arah kontraksi.
Dalam serabut otot banyak terdapat Iibroprotein dalam sarkoplasma yang mudah
menyerap zat warna untuk sitoplasma. Dengan pewarnaan H&E sarkoplasma bersiIat
eosinoIil. Penampang sayatan memanjang tampak sebagai kincir memanjang sedangkan
sayatan melintang beraspek polygonal. Gambaran sayatan umum secara acak lazimnya
miring, sehinggga aspeknya lonjong (Brown 1991: 145).
Sel-sel otot berkembang, dengan sedikit pengecualian, dari sel-sel mesodermal
(sIingter pupil dan sel-sel mioepitel pada kelenjar keringat dan kelenjar mamma berasal
dari ektoderm). Sel-sel otot ini memanjang dengan sumbu panjang searah dengan arah
kontraksi, sering kali sampai sedemikian besar sehingga disebut sebagai serat oleh ahli
anatomi di masa lampau. Istilah serat otot ini masih dipakai walaupun 'serat-serat otot
sebenarnya merupakan sel-sel, yang berbeda dengan serat-serat jaringan ikat
ekstraseluler (Geneser 1994: 264).
Inti yang menempati bagian sel yang menebal terletak agak eksentrik berbentuk
memanjang atau oval. Di dalamnya mengandung 2 nukleoli dan kromatin halus. Pada
waktu sel otot memendek (kontraksi), selubung inti berkerut-kerut. Dengan adanya
morIologi sel-sel otot yang tersusun sebagai berkas, maka pada potongan melintang
akan memperlihatkan gambaran bulat dari berbagai ukuran, karena bidang sayat akan
mengenai tempat-tempat yang berbeda dari bagian sel otot polos. Apabila mengenai
bagian tebal, maka potongannya tampak sebagai bulatan besar dengan kadang-kadang
ikut terpotong intinya. Apabila bidang sayatan mengenai bagian yang meruncing, maka
gambarannya sebagai bulatan kecil tanpa inti. Untuk nutrial jaringan otot diperlukan
pembuluh darah bercabang-cabang masuk di antara berkas-berkas otot
(Subowo 1992: 136).

1.2 Tujuan Praktikum
Tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui berbagai macam bentuk dan
letak sel penyusun jaringan otot.
BAB II
TIN1AUAN PUSTAKA

Semua makhluk hidup mampu bereaksi terhadap perubahan-perubahan yang
terjadi dalam lingkungannya. Salah satu bentuk reaksi terhadap suatu rangsangan yaitu
gerakan, yang dapat berupa gerakan sebagian sel atau gerakan seluruh sel. Pada gerakan
seluruh sel, sel itu mungkin memperlihatkan gerakan amuboid, tetapi pada makhluk
multiseluler, terutama sel-sel ototlah yang dikhususkan untuk Iungsi gerakan. Dasar
gerakan ini, dalam bentuk umum pada sebagian besar sel dan pada sel otot secara
sangat khusus, adalah perubahan zat kimia menjadi tenaga mekanik melalui pemecahan
ATP secara enzimatik. Alat kontraktil pada semua jenis gerakan tampak terdiri atas
protein aktin dan meosin, yang dalam sel-sel otot berupa Iilament yang tersusun sejajar
serah dengan pergerakan sel selama kontraksi. Lagipula, sel-sel otot mempunyai
membran sel yang sangat peka rangsang, yang mampu menyebarkan suatu impuls dan
memulai proses kontraksi sel (Geneser 1994: 264).
Otot serat lintang atau otot bercorak sebagian besar terdapat pada otot kerangka,
sehingga dinamakan pula otot kerangka. Selain itu dapat ditemukan di lidah, diaIragma,
dinding pangkal oesophagus dan sebagian otot wajah. Sebagian besar dari sel-sel otot
seran lintang yang berbentuk sebagai serabut membentuk berkas-berkas yang
digabungkan oleh jaringan pengikat. Jaringan pengikat tipis yang melapisi setiap
serabut otot melanjutkan diri sebagai pembungkus berkas yang terdiri atas beberapa
serabut otot mengandung pembuluh darah kecil. Selubung jaringan pengikat dinamakan
03/4misium. Selanjutnya berkas otot tersebut digabungkan lagi menjadi berkas yang
lebih besar oleh jaringan pengikat yang lebih tebal. Jaringan pengikat tersebut
dinamakan p07imisium (Subowo 1992: 139).
Pada golongan vertebrata, secara structural dan Iungsional terdapat tiga jenis otot
yaitu otot polos, otot skelet (rangka) dan otot jantung. Otot polos terdiri atas sel-sel
yang berbentuk kumparan (gelendong) yang tiap-tiap selnya hanya mempunyai satu inti
yang terletak di tengah. Otot polos sering kali disebut otot visceral atau otot involunter.
Otot skelet atas sel-sel yang sangat panjang, dimana tiap-tiap sel mempunyai banyak
inti yang terletak di tepi. Sel-sel ini mempunyai gurat-gurat melintang yang khas,
karena itu otot skelet disebut juga otot bercorak. Otot jantung terdiri atas sel-sel dengan
inti yang terletak di tengah seperti terletak pada otot polos, tetapi mempunyai gurat-
gurat melintang seperti otot skelet. Otot jantung dipersaraIi oleh sistem saraI otonom
dan karena itu disebut juga otot bercorak involunter (Geneser 1994: 266).
Sebaran jaringan otot terdapat pada tiga daerah utama tubuh vertebrata: otot
kerangka, jantung dan dinding organ berongga (misalnya: saluran gastrointestinal,
saluran urogenital, pembuluh darah, dan sebagainya). Dengan gambaran mikroskopik
terlihat memanjang otot kerangka dan otot jantung pada mioIibrilnya terdapat garis-
garis melintang (cross striation) yang khas, sedangkan pada otot polos tidak, jadi
tampak halus atau polos. Karenanya tiga bentuk dasar serabut otot terkenal sebagai, otot
polos yang merupakan bagian kontraktil dinding alat jeroan, otot kerangka yang
melekat pada tubuh, beroriginasi dan insersio pada bungkul tulang, otot jantung yang
merupakan dinding jantung (Brown 1991: 146).
Sel otot seran lintang merupakan sel panjang yang berinti banyak dengan
ketebalan yang sama seluruh panjangnya yang berukuran sekitar 10 100 m. Oleh
karena itu lebih tepat kalau dinamakan sebagai serabut otot daripada sel otot. Ukuran
panjangnya tidak sama karena tergantung dari jenis otot yang diamati. Pada umumnya
tidak dapat diketemukan ujung-ujungya dalam satu sediaan. Sangat khas adalah
gambaran pada potongan membujur terhadap sumbu panjang serabutnya oleh karena
segera tampak gambaran garis-garis melintang yang dipisahkan oleh garis-garis pucat di
sepanjang serabut. Gambaran ini disebabkan oleh adanya myoIibril-mioIibril dalam
sarkoplasma yang bersiIat membias kembar silih berganti dengan yang biasa,
seluruhnya sejajar memenuhi seluruh serabut (Anonim 2011: 2).
Histogenesis otot seran lintang diawali pembentukan mioblas yang pada mulanya
berinti satu terletak di tengah sel tanpa myoIibril. Mioblas ini akan mengadakan Iusi
satu sama lain sehingga terbentuk sinsitium yang diikuti pembentukan myoIibril.
Dengan penambahan myoIibril, inti akan terdesak ke tepi sehingga terletak di bawah
sarkolema. Pada dinding rahim yang sedang mengandung, sel-sel otot membesar dan
memanjang sampai 0,5 mm (Geneser 1994: 267).
Otot jantung terdiri atas serabut-serabut otot yang bergaris-garis melintang seperti
halnya otot kerangka. Namun demikian antara kedua jenis serabut otot tersebiut
terdapat perbedaan: a) serabut otot jantung tidak merupakan sinsitium, melainkan
merupakan rangkaian sel-sel tunggal yang berderet-deret ujung-ketemu-ujung dengan
perantara suatu banguna yang dinamakan: discus intercalaris. b) sel otot jantung tidak
berbentuk silindris biasa, melainkan bercabang-cabang sehingga memberikan kesan
adanya anyaman tiga dimensional. c) inti sel otot jantung tidak terletak di bawah
sarkolema, melainkan di tengah sel. d) kontraksi otot jantung di luar pengaruh kehendak
kita (Geneser 1994: 267).
Dalam beberapa hal struktur halus otot jantung sama dengan otot kerangka,
khususnya mengenai hubungan antara mioIilamen halus dengan mioIilamen tebal,
sehingga lempeng-lempeng yang tampak pada myoIibril tidak berbeda pula. Perbedaan
yang tampak pada pengamatan M.E. yaitu susunan sarcoplasmic retikulum dan
mitokondria yan tidak teratur sehingga berkas-berkas mioIilamen yang membentuk
myoIibril tidak disusun secara teratur sehingga batas-batas myoIibril tidak tegas. Selain
itu mitokondria lebih panjang dan lebih banyak jumlahnya serta sekat-sekat dalam
mitokondria juga lebih banyak. Kadang-kadang mitokondria menempati satu sarkomer
(2,5 m). Butir-butir glikogen banyak terdapat di daerah lempeng I
(Subowo 1992: 155).
Histogenesis otot jantung dapat diikuti sejak embrio sebagai perkembangan dari
splanchnopleura yang terdapat di luar endotil primordium jantung. Sejak awalnya telah
terbentuk struktur desmosom antar sel-sel otot. Terbentuknya sel otot jantung deIinitive
yaitu pada saat pembuluh darah bersama jaringan pengikat menembus endotil jantung
Histogenesis otot polos dikatakan berasal dari jaringan mesenkhim. Misalnya otot polos
pada dinding pembuluh darah tampak pembentukannya berasal dari jaringan
mesenkhim yang mengadakan pembelahan yang disusul diIerensiasi menjadi mioblas,
setelah didahului pembentukan lapisan endotil sebagai lapisan dinding yang paling
dalam. Pada keadaan dewasa dianggap bahwa sel otot polos berasal dari jaringan
pengikat yang belum mengalami diIerensiasi lanjut (Geneser 1994: 267).

BAB III
METODOLOGI PRAKTIKUM

3.1. Waktu dan Tempat

Praktikum ini dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 11 Oktober 2011, pada
pukul 08.00 sampai pukul 10.00 WIB. Bertempat di Laboratorium Zoologi, Jurusan
Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sriwijaya,
Inderalaya.

3.2. Alat dan Bahan

Alat yang digunakan pada praktikum ini adalah alat tulis, kertas catatan dan
mikroskop sedangkan bahan yang digunakan yaitu berbagai macam awetan jaringan
otot.

3.3. Cara Kerja

Disiapkan mikroskop yang akan digunakan. Diletakkan preparat yang akan
diamati. Diatur penerangan pada mikroskop. Diamati dan digambar hasil serta diberi
keterangan.











BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Hasil
Dari praktikum yang telah dilaksanakan, didapat hasil sebagai berikut:
a. Otot rangka ($0l09 muscl0
Klasifikasi
Kingdom : Animalia
Phylum : Chordata
Class : Mamalia
Ordo : Rodentia
Family : Muridae
Genus : Mus
Spesies : Mus musculus
Nama Umum : Mencit
Keterangan
1. Sarkomer
2. Sarkoplasma
3. Dinding sel





b. Otot kardiak (otot jantung)

Klasifikasi
Kingdom : Animalia
Phylum : Chordata
Class : Mamalia
Ordo : Rodentia
Family : Muridae
Genus : Mus
Spesies : Mus musculus
Nama Umum : Mencit
Keterangan
1. Membran
2. Sarkoplasma
3. MioIibril
4. Inti












c. $97ia90/ muscl0 (Otot lurik)

Klasifikasi
Kingdom : Animalia
Phylum : Chordata
Class : Mamalia
Ordo : Rodentia
Family : Muridae
Genus : Mus
Spesies : Mus musculus
Nama Umum : Mencit
Keterangan
1. Sarkomer
2. Sarkoplasma
3. MioIibril
















d. Otot rangka trakea

Klasifikasi
Kingdom : Animalia
Phylum : Chordata
Class : Mamalia
Ordo : Rodentia
Family : Muridae
Genus : Mus
Spesies : Mus musculus
Nama Umum : Mencit
Keterangan
1. Sarkomer
2. Sarkoplasma
3. MioIibril
4. Inti


















e. Otot kardiak (otot jantung)

Klasifikasi
Kingdom : Animalia
Phylum : Chordata
Class : Mamalia
Ordo : Rodentia
Family : Muridae
Genus : Mus
Spesies : Mus musculus
Nama Umum : Mencit
Keterangan
1. Sarkomer
2. Sarkoplasma
3. MioIibril



















4.2. Pembahasan
Otot jantung terletak pada jantung sehingga disebut sebagai otot jantung. Otot
jantung menyerupai otot lurik, namun perbedaannya yakni otot jantung bercabang. Hal
ini sesuai dengan pendapat Geneser (1994: 264) bahwa otot jantung merupakan jalinan
sinsisium berinti banyak terdiri atas serat-serat bercabang tanpa ujung. Serat otot
memperlihatkan pola umum bergurat yang sama dengan yang terdapat pada serat otot
rangka. Otot jantung berkontraksi secara spontan tanpa perlu dipasok saraI sedikit pun.
Serabut otot jantung mempunyai susunan khusus untuk memenuhi Iungsinya sebagai
pompa jantung. Berbentuk silinder, bergaris melintang mirip otot kerangka tetapi
berbentuk sebagai sel-sel bercabang yang saling mengadakan anas temose dan buram
berbentuk sinsium.
Otot rangka ditemukan pada tulang atau kerangka tubuh yang berperan dalam
pergerakan tubuh. Hal ini sesuai dengan pendapat Subowo (1992: 156) bahwa otot
rangka melekat pada rangka yang dapat digerakkan. Otot lurik ini mampu berkontraksi
secara cepat dan kuat. Otot rangka berIungsi sebagai alat gerak aktiI dengan
berkontraksi secara cepat dan kuat untuk menggerakkan tulang dan menegakkan
tubuh. Sel-sel otot lurik pada mencit memiliki inti yang terletak dibagian pinggir setiap
serabut mempunyai inti yang terletak dibagian tepi.
Trakea merupakan saluran pernaIasan, yang disusun oleh tulang rawan dan
jaringan otot polos. Hal ini sesuai dengan pendapat Anonim (2011: 2) bahwa trakea
terdiri dari 16 sampai 20 cincin tulang rawan berbentuk setengah lingkaran posterior
dibentuk oleh jaringan elastis bersama dengan otot polos. Kedua jaringan membentuk
suatu lapisan yang disebut pa7s m0mb7a3a0a/a7i 97a0a. Otot ini akan aktiI
berkontraksi pada saat ekspirasi dalam atau batuk sehingga lumen trakea menyempit.
Otot polos merupakan komponen yang terpenting di dalam saluran pernaIasan. Otot
polos terletak dibagian posterior dan menghubungkan kedua ujung tulang trakea dan
bronkus utama. Bronki kecil, bronkioli generasi kelima dan seterusnya, serabut otot
polos ini menyusun diri dalam bentuk spi7al a3 /4ubl0 h0lical. Bentuk spiral otot
polos dapat dijumpai sampai ke alveolius.
Pada usus halus mencit, terdapat jaringn otot polos yang berwarna merah cerah.
Otot polos usus halus mencit ini memiliki satu sel dengan satu inti dan dengan bagian
dalam atau tengahnya melebar atau besar. Hal ini sesuai dengan pendapat Geneser
(1994: 264) bahwa otot polos mempunyai penampakan yang polos dan mempunyai
pergerakan yang lebih lambat dibandingkan dengan otot lurik, tetapi pergerakannya
dapat bertahan lama.
Otot lurik atau otot rangka merupakan jenis otot yang melekat pada seluruh
rangka. Bentuknya memannjang dan bnayak lurik-lurik mengelilingi nukleus banyak
yang terletak di tep sel. Menurut (Anonim 2011: 1) bahwa otot pada lengan cra
kerjanya di sadari (sesuai kehendak). Tampak adanya garis-garis melintang yang
tersusun seperti daerah gelap dan terang secara berselang-seling. Terdapat juga pada
otot paha, otot betis, otot dada. Otot rangka berkontraksi lebih cepat dari pada otot
polos, tiap serabut otot diselimuti oleh jaringan ikat yang disebut endomisium.
Beberapa alat bergabung membentuk berkas otot atau Iasikulus yang di selaputi oleh
jaringan pengikat pirimisium.
Serabut otot tersusun dalam berkas, sumbunya paralel dengan arah kontraksi.
Dalam serabut otot banyak terdapat Iibroprotein dalam sarkoplasma yang mudah
menyerap zat warna untuk sitoplasma. Menurut Brown (1991: 156) bahwa Dengan
pewarnaan H&E sarkoplasma bersiIat eosinoIil. Penampang sayatan memanjang
tampak sebagai kincir memanjang sedangkan sayatan melintang beraspek polygonal.
Gambaran sayatan umum secara acak lazimnya miring, sehinggga aspeknya lonjong. .
Otot polos terletak dibagian posterior dan menghubungkan kedua ujung tulang trakea
dan bronkus utama.
Sebagian jaringan otot terdapat pada tiga daerah utama tubuh vertebrata, otot
kerangka, jantung, dan dinding organ berongga hal ini sependapat dengan Anonim
(2011: 3) misalnya saluran gastrolintessinal, saluaran urogenital, pembuluh darah dan
pada mioIibrilnya terdapat garis-garis melintang yang khas, sedangkan pada otot polos
tidak, jadi tampak halus atau polos. Karena tiga bentuk dasar serabut otot dikenl
sebagai otot polos, otot jantung, otot kerangka yang melekat pada tubuh beroriginasi
dan insersio pada bangkul tulang.
BAB V
KESIMPULAN

Dari praktikum yang telah dilakukan, didapatkan beberapa kesimpulan sebagai
berikut :
1. Bentuk jaringan epitel terdiri dari epitel gepeng atau pipih, epitel kubus dan epitel
silindris.
2. Jaringan Epitel atau ephitalium terdiri dari sel-sel yang sejenis yang membalut
permukaan luar dan dalam dari organ tubuh yang berbentuk saluran atau rongga.
3. Epitel mampu melaksanakan beberapa Iungsi tertentu yaitu sebagai pelindung atau
proteks, penyerap, sekresi, reseptor rangsang dan membentuk barier untuk
permeabelitas selektiI.
4. Pada beberapa jaringan epitel, terdapat silia atau mikrovili pada permukaan bebas,
contohnya pada epitel selapis silindris.
5. Jaringan epitel merupakan jaringan yang membatasi dan menutupi bagian-bagian
organ dan saluran, baik permukaan luar maupun dalam tubuh.





















DAFTAR PUSTAKA
Anonim 2011. Artikel Jaringan. h99p.//i/.wiip0/ia.47/wii/fa7i3a3. Diakses pada tanggal
16 Oktober 2011.

Anonim 2011. Artikel Jaringan otot. h99p.//i/.wiip0/ia.47/wii/fa7i3a3 0pi90l. Diakses
pada tanggal 16 Oktober 2011.

Geneser, Iinn. 1999. Z44l4i Dasa7. Tiga Serangkai. Surabaya: xv 266 hlm.
Subowo. 1999. His94l4i Umum. Jakarta. Bumi Aksara : viii 196 hlm.






















LAMPIRAN



Otot rangka
Usus halus Mencit



Otot rangka trakea Otot jantung