Anda di halaman 1dari 13

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )

Nama Nim Mata Pelajaran Materi Pelajaran Kelas Semester

: Sinta Melani P : K4308053 : IPA Fisika : Pesawat Sederhana : VIII :I

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2011 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

SutuanPendidikan

SMP

Mata Pelajaran Kelas/Semester AlokasiWaktu Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan

: : : : :

IPA FISIKA VIII / I 1 X 40 menit Pesawat Sederhana A. Pengertian Pesawat Sederhana B. Jenis Pesawat Sederhana C. Tuas D. Bidang Miring

I.

STANDAR KOMPETENSI 5. Memahami peranan usaha, gaya, dan energi dalam kehidupan sehari-hari.

II.

KOMPETENSI DASAR 5.4. Melakukan percobaan tentang pesawat sederhana dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

III.

INDIKATOR Kognitif : a. Produk Menjelaskan pengertian pesawat sederhana Menyebutkan jenis-jenis pesawat sederhana Menjelaskan prinsip kerja tuas Menjelaskan keuntungan mekanik tuas Menyebutkan jenis-jenis tuas Menyebutkan contoh contoh jenis tuas pertama, kedua dan ketiga Menjelaskan prinsip kerja bidang miring Menjelaskan keuntungan mekanik bidang miring Menyebutkan contoh pemanfaatan bidang miring b. Proses Mengidentifikasi gambar

Menyelesaikan permasalahan yang berhubungan dengan pesawat sederhana dalam kehidupan sehari- hari Afektif : a. Karakter berpikir kreatif, kritis, dan logis, bekerja teliti, bertanggung jawab, disiplin b. Keterampilan sosial bekerjasama, menyampaikan pendapat, menjadi pendengar yang baik, berkomunikasi

Psikomotor : a. Terampil dalam mengamati b. Terampil dalam berkomunikasi IV. TUJUAN PEMBELAJARAN Kognitif : a. Produk Siswa dapat menjelaskan pengertian pesawat sederhana Siswa dapat menyebutkan jenis-jenis pesawat sederhana Siswa dapat menjelaskan prinsip kerja tuas Siswa dapat menjelaskan keuntungan mekanik tuas Siswa dapat menyebutkan jenis-jenis tuas Siswa dapat menyebutkan contoh jenis tuas pertama, kedua dan ketiga Siswa dapat menjelaskan prinsip kerja bidang miring Siswa dapat menjelaskan keuntungan mekanik bidang miring Siswa dapat menyebutkan contoh pemanfaatan bidang miring b. Proses Siswa dapat mengidentifikasi gambar Siswa dapat menyelesaikan permasalahan yang berhubungan dengan pesawat sederhana dalam kehidupan sehari- hari Afektif : a. Karakter

Siswa dapat terlibat aktif dalam pembelajaran dan menunjukkan karakter berpikir kreatif, kritis, dan logis, bekerja teliti , jujur, bertanggung jawab, disiplin b. Keterampilan sosial Siswa dapat bekerjasama dalam kelompok dan aktif

menyampaikan pendapat, menjadi pendengar yang baik, dan menanggapi pendapat orang lain dalam diskusi Psikomotor : a. Siswa dapat mendiskripsikan pengertian pesawat sederhana b. Siswa dapat mengkomunikasikan hasil dari gambar tentang pesawat sederhana. c. Siswa dapat mengidentifikasi dan menyelesaikan permasalahan yang berhubungan dengan pesawat sederhana dalam kehidupan sehari- hari. V. METODE PEMBELAJARAN 1. Ceramah 2. Diskusi Kelompok VI. MATERI Untuk memudahkan pekerjaan pekerjaan berat, manusia biasanya menggunakan alat bantu. Alat alat bantu yang memudahkan pekrjaan manusia disebut pesawat. Berdasarkan definisi tersebut, pesawat sangat banyak ragamnya, mulai dari yang sangat sederhana sampai yang sangat rumit. Pada bagian ini kita hanya membahas beberapa pesawat sederhana. Pesawat sederhana merupakan pesawat yang dapat dibuat mudah. Pesawat pesawat sederhana yang akan dibahas adalah tuas, katrol, dan bidang miring. a. Tuas Paku yang menancap di dinding dapat dicabut dengan mudah menggunakan catut. Catut termasuk pesawat sederhana yang

digolongkan sebagai tuas. Sistem kerja tuas terdiri atas tiga komponen, yaitu beban, titik tumpu, dan kuasa. Beban adalah benda yang akan dipindahkan atau dicabut. Pada contoh mencabut paku, yang menjadi bebannya adalah paku yang menancap di dinding. Titik tumpunya adalah bagian catut yang berada di antara beban dan tangan. Kuasa adalah gaya

yang diberikan oleh tangan untuk mendorong tuas. Dari penjelasan di atas diperoleh kesimpulan bahwa tuas adalah pesawat sederhana yang memiliki lengan yang berputar pada sebuah titik tumpu. Perbandingan antara beban dan kuasa adalah sama dengan perbandingan antara lengan kuasa dan lengan beban.

Hubungan antara lengan kuasa, lengan beban, beban, dan kuasa secara matematis dapat dituliskan sebagai berikut.

Keterangan: F = gaya (N) w = berat beban (N) LB = lengan beban (m) LK = lengan kuasa (m) Tuas dapat dibedakan menjadi 3 jenis. Pembagian ini berdasarkan pada letak titik gaya, titik beban, titik tumpu. a. Tuas Jenis Pertama Jenis tuas ini mempunyai ciri titik tumpunya terletak di antara titik gaya (kuasa) dan titik beban. Perhatikan sebuah catut yang digunakan untuk mencabut paku. Letak titik tumpu berada di antara beban dan tangan kamu. Dengan demikian catut termasuk tuas jenis pertama. Contoh lain adalah gunting dan tang.

b. Tuas Jenis Kedua

Jenis tuas ini mempunyai ciri titik beban terletak di antara titik gaya (kuasa) dan titik tumpunya. Perhatikan sebuah pembuka botol yang digunakan untuk membuka botol! Letak titik bebannya terletak di antara titik tumpu dan titik kuasa. Dengan demikian, pembuka tutup botol termasuk tuas jenis kedua.

c. Tuas Jenis Ketiga Jenis tuas ini mempunyai ciri titik gaya terletak di antara titik tumpu dan titik beban. Contoh tuas ini adalah pinset

Perhatikan contoh-contoh alat yang bekerja dengan menggunakan prinsip kerja tuas pada Gambar berikut :

Alat-alat yang menggunakan prinsip kerja tuas. a. Tuas jenis pertama. b. Tuas jenis kedua. c. Tuas jenis ketiga b. Bidang Miring

Memindahkan benda dari suatu tempat ke tempat yang lebih tinggi akan terasa berat jika langsung kita angkat. Dengan menggunakan bidang miring hal tersebut akan lebih mudah dilakukan. Bidang miring merupakan bidang datar yang diletakkan miring atau membentuk sudut terhadap lantai seperti tampak pada gambar

Besarnya gaya yang diperlukan untuk memindahkan benda adalah:

Keterangan: s : panjang bidang miring (m) h : tinggi bidang miring (m) Dengan demikian, keuntungan mekanis dari bidang miring adalah sebagai berikut :

Beberapa contoh pemanfaatan bidang mirimg adalah sebagai berikut : 1. Jalan di sekitar gunung atau pegunungan dibuat melingkar-lingkar agar kemiringannya tidak terlalu terjal. 2. Untuk membelah kayu yang besar orang memanfaatkan baji. Bentu baji yang menggunakan prinsip bidang miring akan memudahkan orang membelah kayu.

VII.

KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR Pertemuan IV (2x40 menit)

a. Pendahuluan (5 menit) Kegiatan 1. Membuka pelajaran dan absensi. 2. Guru menyampaikan indikator yang harus dicapai 3. Motivasi dan apersepsi. Guru memberikan pertanyaan yang menghubungkan pada materi pelajaran: Benarkah yang disebut pesawat harus selalu peralatan rumit dan menggunakan teknologi tinggi? 4. Prasyarat pengetahuan : Apakah yang dimaksud dengan pesawat sederhana

b. Inti (70 menit) Kegiatan 1. Guru memberi penjelasan mengenai materi yang diajarkan 2. Peserta didik memperhatikan materi yang diajarkan guru. 3. Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok. Masing masing kelompk terdiri dari 2 peserta didik. 4. Guru membagikan LKS pada masing-masing kelompok yang akan dikerjakan saat berdiskusi 5. Guru mengawasi kegiatan diskusi, sambil menilai keaktifan siswa 6. Siswa mengkomunikasikan hasil diskusinya 10. Guru memandu jalannya presentasi

c. Penutup (5 menit) Kegiatan 1. 2. 3. 4. 1. Guru melakukan tanya jawab sekaligus membimbing siswa menyimpulkan materi pada pertemuan ini. 2. Guru memberikan evaluasi atau umpan balik tentang materi yang dibahas 3. Guru memberikan tugas rumah 4. Menutup pertemuan hari ini.

VIII.

PENILAIAN Penilaiannya meliputi: 1. Aspek kognitif Penilaian produk kognitif 1 LKS ( menganalisis gambar ) Penilaian produk kognitif 2 Lembar evaluasi kognitif 2 ( uraian tertulis ) Penilaian tugas (LP_T) 2. Aspek Psikomotorik Penilaian Diskusi dan Presentasi (LP_DP) 3. Aspek afektif Penilaian afektif (LP_A) Lembar Penilaian Berkarakter Lembar Penilaian Ketrampilan Sosial

IX.

SUMBER PUSTAKA Agus Krisno. 2008. Ilmu Pengetahuan Alam: SMP/MTs Kelas VIII/ Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, LKS IPA Biologi Kelas VII ( Tuntas) Saeful Karim. 2008. Belajar IPA: membuka cakrawala alam sekitar 2 untuk kelas VIII/ SMP/MTs Jakarta: Pusat Perbukuan,Departemen Pendidikan Nasional. Wasis dan Sugeng Yuli Irianto. 2008. Ilmu Pengetahuan Alam 2: SMP/MTs Kelas VIII/Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional,

Surakarta, 5 Oktober 2011 Mengetahui Guru Mata Pelajaran Mahasiswi PPL

Niken Sri Parawani, S.Pd NIP. 19570115 198103 2 004

Shinta Melani P NIM. K2308053

Lembar Penilaian Aspek Psikomotorik Diskusi dan Presentasi (LP_DP) LEMBAR PENILAIAN DISKUSI PRESENTASI FISIKA Nama Siswa Kelompok : ________________________________ : ________________________________

No

Aspek Penilaian

SKOR 1 2 3 4

Diskusi Keaktivan dalam kelompok Keberanian menyampaikan pendapat dalam kelompok Interaksi dalam kelompok Tanggung jawab terhadap kelompok Interaksi dalam diskusi kelas Keaktivan dalam diskusi kelas Keberanian menyampaikan pendapat dalam kelompok

Performance Presentasi a. Bahasa tubuh 1. Kesesuaian antara ucapan dengan gerakan b. Intonasi suara 1. Kejelasan intonasi 2. Kekerasan suara c. Penampilan 1. Rasa percaya diri 2. Ketenangan dalam menyampaikan materi 3. Kelancaran menyampaikan materi d. Penguasaan materi 1. Penguasaan konsep 2. Hubungan antar Konsep e. Kemampuan menjawab Pertanyaan 1. Ketepatan pertanyaan dengan jawaban 2. Kelancaran dalam menjawab

3. Sistematika jawaban 3 Kesopanan dalam pakaian

Jumlah skor SKOR TOTAL Keterangan : Skor 1 Skor 2 Skor 3 Skor 4 : Kurang : Cukup : Baik :Sangat baik

Surakarta, 5 Oktober 2011 Pengamat

Shinta Melani P K2308053

Lembar Penilaian Aspek Afektif Perilaku Berkarakter

Petunjuk: Untuk setiap perilaku berkarakter siswa diberi nilai dengan skala berikut ini: A = Sangat baik B = Memuaskan C = Menunjukkan kemajuan D = Memerlukan perbaikan

Perilaku Berkarakter No . Nama Siswa NIS Berpik ir kreatif 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Kritis Logis Beker ja teliti Bertang Jujur gung Jawab Disiplin

Surakarta, 5 Oktober 2011 Pengamat

Shinta Melani P K2308053

Lembar Penilaian Aspek Afektif Keterampilan Sosial Petunjuk: Untuk setiap keterampilan sosial siswa diberi nilai dengan skala berikut ini: A = Sangat baik B = Memuaskan C = Menunjukkan kemajuan D = Memerlukan perbaikan

Keterampilan Sosial No. Nama Siswa NIS Menyampaikan Pendapat Menjadi Pendengar Yang Baik Komunikasi

Bekerja Sama

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

Surakarta 5 Oktober 2011 Pengamat

Shinta Melani P K2308053