Anda di halaman 1dari 4

Amankah Cat Rambut Anda?

Oleh: Arie Sulistyowati, MD

Seputar cat rambut

Cat rambut (hair dye product) merupakan salah satu industri yang paling menjanjikan
keuntungan jaman sekarang. Dengan target pasar lebih dari 60% penduduk dunia, yang nota
bene wanita, maka bisa dipastikan seberapa besar keuntungan materiil yang dapat diraup
oleh para pelaku bisnis di bidang ini. Tidak hanya bagi produsen tetapi juga salon-salon
kecantikan yang menyediakan jasa pengecatan rambut.

Banyak alasan mengapa orang mengecat rambutnya. Dari hanya sekadar coba-coba,
mengikuti mode atau bahkan menutup uban yang mulai tampak di kepala mereka. Mulai dari
sekedar hightlight hingga cat rambut permanent (permanent colouring). Dan ternyata
masalah cat-mengecat ini tidak hanya dilakukan oleh perempuan, para pria ternyata juga
menggemari hal yang satu ini. Hanya saja bedanya adalah bila sebagian besar wanita
mengecat rambutnya dengan alasan mode, maka pria melakukannya untuk menutupi uban.

Cat rambut dapat dibedakan dalam 3 kategori: permanen, semi permanen dan temporer. Cat
rambut permanen merupakan produk yang paling sering digunakan. Jenis yang permanen ini
dibedakan lagi menjadi pewarna oksidasi dan pewarna progresif.

Pewarna oksidasi terdiri atas 2 bahan utama, yaitu cairan pewarna perantara, seperti p-
phenylendiamine (PPD) sebagai preformed dye yang kemudian dicampurkan dengan cairan
berbahan dasar amonia, serta cairan hidrogen peroksida (H2O2). Kedua cairan ini, yang
dikenal sebagai developer, dicampurkan beberapa saat sebelum mulai dicatkan ke rambut
anda. Campuran cairan ini akan menyebabkan setiap batang rambut mengembang sehingga
cairan pewarna perantara meresap ke setiap batang rambut. Reaksi oksidasi yang terjadi
antara preformed dye dan hydrogen peroksida akan mengubah warna rambut dari dalam.

Pewarna progresif mengandung lead acetate sebagai komponen aktifnya. Bahan ini
dinyatakan aman sebagai pewarna rambut bila konsentrasinya tidak lebih dari 0,6% w/v
(weight/volume). Mekanisme kerjanya adalah melalui reaksi antara lead acetate dengan
sulphur pada bagian keratin rambut. Keratin merupakaan bagian terluar dari rambut.
Sehingga dapat dikatakan sebagai proses oksidasi di permukaan rambut.

Sedangkan cat rambut semi permanen atau temporer memiliki komponen utama coal-tar
(batu bara) sebagai pewarna. Campuran lain diantaranya adalah air, bahan pelarut organik,
surfaktan dan bahan pelembab. Cairan pewarna ini akan melekat di batang rambut tanpa
terjadinya interaksi maupun proses oksidasi. Cat rambut temporer bersifat tidak tahan lama
dan akan hilang setelah 1 atau 2 kali mencuci rambut.

Kontroversi tentang cat rambut

Baru-baru ini para ilmuwan mengkaitkan meningkatnya angka kejadian kanker dengan
penggunaan cat rambut tipe permanen. Beberapa jenis kanker yang berkaitan dengan
penggunaan cat rambut ini adalah kanker darah, kanker kandung kemih dan limfoma non
Hodgkin. Penelitan pertama yang dilakukan oleh American Cancer Society pada tahun 1994
terhadap 573.369 wanita menyebutkan adanya kenaikan resiko kematian akibat limfoma non
Hodgkin dan multiple myeloma (tumor sumsum tulang) pada wanita yang telah menggunakan
cat rambut warna hitam selama lebih dari 20 tahun.

Pada bulan Februari 2001 peneliti dari University of Southern California mempublikasikan
hasil penelitian mereka yang menyatakan bahwa individu yang menggunakan cat rambut
permanen sekurangnya sebulan sekali selama 15 tahun memiliki resiko untuk menderita
kanker kandung kemih 3x lebih tinggi daripada yang tidak pernah menggunakan cat rambut.
Angka ini bahkan lebih tinggi pada mereka yang bekerja di salon dan terekspos oleh cat
rambut permanen. Mereka dinyatakan memiliki resiko 5x lebih tinggi untuk menderita kanker.
Penelitian terbaru juga mengungkapkan bahwa seseorang yang menggunakan cat rambut
warna gelap (hitam atau coklat tua) dalam jangka waktu lama memiliki resiko 2x lebih tinggi
untuk menderita kanker darah (leukemia). PPD sebagai komponen utama cat rambut
permanen diperkirakan bertanggung jawab atas terjadinya reaksi alergi dan kanker.

Pendapat ini mendapat tantangan dari pihak industri cat rambut. Mereka beralasan bahwa
penelitian tersebut tidak berarti karena bahan untuk cat rambut yang digunakan sekarang
berbeda dengan bahan yang digunakan sebelum tahun 1980 (masa dimana angka kejadian
kanker meningkat). Kesalahan metodologi penelitian juga menjadi alasan mereka untuk
menyatakan bahwa hasil penelitian tersebut inconclusive. Mereka mengklaim bahwa produk
yang dipasarkan saat ini adalah produk yang aman bagi kesehatan. Hal ini dibuktikan dengan
beberapa penelitian lainnya yang menyebutkan tidak ditemukannya hubungan yang
bermakna antara cat rambut dengan kanker kandung kemih maupun kanker payudara. Survei
yang dilakukan oleh Food and Drug Assessment (FDA) menemukan 8 dari 11 produk cat
rambut yang dipasarkan secara luas di Amerika ternyata mengandung karsinogen 4-ABP.
Menurut pihak yang pro-cat rambut, 4-ABP sendiri sebetulnya bukan merupakan bahan
utama cat rambut tetapi merupakan hasil samping dari reaksi antara bahan-bahan kimia yang
berbeda. Sehingga dengan mencari formula yang tepat bagi bahan-bahan kimia tersebut,
hasil samping yang berbahaya dapat dihindari. Menanggapi hal ini, pihak kontra menyatakan
bahwa masalah utamanya bukanlah zat atau substansi yang terkandung di dalam cat rambut.
Tetapi proses oksidasi yang terjadi pada cat rambut tipe permanen telah menyebabkan
munculnya senyawa baru yang bersifat karsinogenik. Karsinogen baru ini termasuk dalam
golongan aromatic amine. Proses oksidasi ini hanya terjadi pada cat rambut jenis permanen,
karena itulah cat rambut jenis semi permanen atau temporer masih dinyatakan aman hingga
saat ini.

Mutasi genetik juga diperkirakan turut bermain. Sebetulnya tubuh kita dapat menetralisir
senyawa racun golongan aromatic amine secara alami. Perubahan genetik yang terjadi
dalam tubuh dapat memusnahkan kemampuan ini. Orang-orang inilah yang termasuk dalam
golongan resiko tinggi untuk menderita kanker akibat cat rambut. Para ilmuwan saat ini belum
dapat membuktikan kebenaran hipotesis genetik ini. Sehingga belum dapat diidentifikasi
siapa yang termasuk dalam golongan resiko tinggi maupun tidak.

Solusi bagi rambut anda

Banyaknya penelitian yang bernada pro dan kontra serta belum ditemukannya mekanisme
yang pasti bagaimana cat rambut dapat menyebabkan kanker, tentu menimbulkan
kebingungan diantara kita bagaimana harus bersikap. Dan saat ini, tidak ada salahnya untuk
bersikap hati-hati.

Bila anda masih berkeinginan untuk mengecat rambut anda, di bawah ini adalah beberapa
tips bagi anda:
• Hindari penggunaan cat rambut permanen dan berwarna gelap (hitam atau coklat tua)
• Jangan ubah warna rambut anda terlalu berbeda dari warna asli. Misal dari warna hitam
menjadi pirang. Perubahan yang terlalu mencolok akan membutuhkan perawatan yang
khusus serta dapat mengubah tekstur rambut.
• Gunakan cat rambut yang bersifat semi permanen (hilang setelah 6-8x keramas) atau
temporer (hilang setelah 1-2x keramas)
• Sedapat mungkin gunakan pewarna alami yang tidak mengandung bahan kimia. Henna
merupakan salah satu contoh produk yang bersifat alami.
• Seandainya pun anda memakai produk kimiawi, carilah produk pewarna semi permanent
atau temporer dengan kadar coal tar paling rendah. Hanya perlu diingat bahwa semakin
rendah kadar coal tar, semakin cepat hilang pewarna rambut anda.
• Apabila anda ternyata mengalami alergi setelah proses pengecatan, cepat-cepat cuci dan
bilas rambut anda. Jangan pernah menggunakan produk tersebut lagi.
• Jangan terlalu sering mengecat ulang rambut anda. Cukup 6-8x / tahun.
• Untuk mempertahankan warna rambut anda tanpa sering mengecat ulang, anda dapat
menggunakan sampo khusus untuk mempertahankan warna rambut (color-enhancing
shampoo)
• Jangan biarkan rambut anda terlalu sering terpapar matahari karena akan membuat warna
cepat pudar

1. Formaldehid (formaldehyde), merupakan bahan pengawet yang terdapat pada produk


kecantikan yang digunakan untuk tubuh, kulit, dan rambut. Zat ini dapat memicu alergi, asma,
sakit kepala, depresi, pusing, dan nyeri sendi. Hidantoin dan surfaktan seperti
sodium lauril sulfat (sls), dimungkinkan mengandung formaldehid.

2. Sodium Lauril Sulfat (SLS), sekarang ini sering digunakan oleh pabrik shampo,
kondisioner rambut, pasta gigi, beberapa produk pembersih. SLS merupakan zat sejenis
deterjen keras yang dapat mengiritasi mata. Dampak yang lebih buruk, menyebabkan
kerusakan permanen pada mata anak-anak, ruam kulit, kerontokan rambut, dan borok pada
mulut.

3. Tar Batubara (Coaltar), biasanya digunakan sebagai bahan dasar untuk perawatan
rambut kering dan shampo anti-ketombe.

4. Petrolatum, adalah campuran hidrokarbon yang biasa dikenal sebagai gel petroleum,
minyak pelumas, atau malam. Menghambat tubuh dalam mengeluarkan racun dan
mengakibatkan kekeringan kulit, penuaan dini, timbulnya jerawat.
5. Alkohol atau isopropyl, banyak terdapat pada cat pewarna rambut, hand lotion, dan
parfum. Dapat menyebabkan sakit kepala, depresi, dan mual. Selain itu dapat menyebabkan
kekeringan pada kulit yang memungkinkan bakteri tumbuh subur.

6. Pewangi (fragrances, yaitu semua substansi alami maupun sintetis yang semata-mata
digunakan untuk memberi aroma pada produk-produk kosmetik). Sering ditambahkan pada
parfum dan produk perawatan tubuh lain yang berbahan petroleum. Gangguan kesehatan
yang disebabkan karena pewangi adalah penyakit kulit seperti dermatitis kontak iritan atau
dermatis kontak alergi, gangguan saluran pernapasan, termasuk asma, rinitis (radang
hidung), bronkitis, dan gangguan sistem saraf, mulai dari yang ringan, seperti sakit kepala
dan migren sampai kelumpuhan fungsi saraf tertentu.