Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN PRAKTIKUM FARMAKOLOGI II

UJI KECEPATAN PERTUMBUHAN RAMBUT PADA KELINCI

Disusun oleh : Nama No. Mahasiswa Tgl. Praktikum Hari Dosen Pembimbing : 09.0047 : 14 April 2011 : Kamis

: Prastiwi Ari Isnaini

: Rini Handayani, S.Si.,Apt.

LABORATORIUM FARMAKOLOGI AKADEMI FARMASI THERESIANA SEMARANG 2011 UJI KECEPATAN PERTUMBUHAN RAMBUT PADA KELINCI

1. TUJUAN PRAKTIKUM Mahasiswa dapat mengenal cara uji coba obat atau simplisia tentang pengaruh dan efektifitas tahan uji (obat atau simplisia (aquadest, Mustika Ratu, lidah buaya dan seledri)) terhadap kecepatan pertumbuhan rambut pada hewan percobaan (kelinci). 2. DASAR TEORI Rambut atau sering disebut bulu adalah organ seperti benang yang tumbuh di kulit hewan dan manusia, terutama mamalia. Rambut muncul dari epidermis (kulit luar) walaupun berasal dari folikel rambut yang berada jauh di bawah dermis. (www.wikipedia.org/wiki/Rambut) Rambut mempunyai beberapa fungsi umum, yaitu : 1. Perlindungan mekanis Rambut / bulu badan berguna untuk menahan tumbukan. Permukaan rambut seluas 1 cm2 dapat menahan gaya tekan sebesar 23 gram. Rambut di sekitar lubang lubang alami tubuh melindungi struktur yang dikelilinginya terhadap pengaruh pengaruh buruk dari luar. 2. Pengaturan suhu badan Bulu / rambut pada hewan merupakan penyekat (insulator) yang baik karena zat tanduk memang bersifat sebagai konduktor / penghantar panas yang buruk. Dengan demikian lapisan rambut pada badan dapat berfungsi untuk menyimpan panas badan. 3. Pengeluaran keringat dan air Rambut pada badan memiliki luas permukaan yang amat besar sehingga dapat membantu penguapan keringat dan air dari kulit. 4. Penarik jenis kelamin yang lain Pada hewan, bulu dan warna bulu mempunyai daya tarik terhadap hewan berjenis kelamin lain. 5. Pengutaraan emosi Pada hewan, rasa takut kemarahan dan sebagainya dinyatakan dengan berdirinya bulu badan yang disebut pilomotion.

6. Sebagai alat perasa Rambut memperbesar efek rangsang sentuhan terhadap kulit. Sentuhan terhadap bulu mata menimbulkan refleks menutup kelopak mata. Kepekaan kulit terhadap sentuhan berbanding lurus dengan kelebatan pertumbuhan rambut 312/cm2 sangat peka terhadap sentuhan. (www.nabit-ist.com/fungsi-rambut .html) HEWAN PERCOBAAN Hewan biakan murni pilihan karena alasan ekonomi, biakan murni pilihan hewan yang digunakan masih belum dapat diberikan spesifikasi yang dikehendaki atau petunjuk dimana biakan murni pilihan hewan itu dapat diperoleh. Karena itu, biakan murni pilihan yang dimaksud dalam bab ini barulah pengertian hewan yang diketahui asal usulnya dan bersumber dari satu induk. Jika syarat ini sukar dipenuhi, hewan lain dapat digunakan untuk pengujian asalkan sekurangnya 2 minggu sebelum pengujian dilakukan hewan itu sudah harus dipelihara dan dirawat dengan sebaik-baiknya. Jenis hewan yang digunakan dalam pengujian harus sesuai dengan yang disebutkan dalam monografi. Masing-masing bobot, kecuali dinyatakan lain, adalah sebagai berikut : Tabel 1 Mencit Tikus Marmut Kelinci Merpati Kucing (Anonim,1979) 17 gr 25 gr 150 gr 200 gr 300 gr 500 gr 1,5 kg 2 kg 100 gr 200 gr Tidak kurang dari 2,5 kg

KONDISI HEWAN Hewan harus sehat, pertumbuhannya normal, tidak mengalami kelainan yang berarti, deviasi bobot pemeliharaan tidak lebih dari 10%, suhu badan normal berdeviasi suhu tidak lebih dari 10 , pemeriksaan tinja tidak

menunjukan

kelainan

flora

ususnya

seperti

terdapat

parasit

usus.

(Anonim,1979) RUANGAN HEWAN Sehari sebelum pengujian dilakukan, hewan sudah harus dimasukkan kedalam ruangan hewan. Ruangan hewan harus berventilasi baik dengan ukuran luas untuk masing-masing hewan tidak kurang dari ukuran berikut ini : Tabel 2 Mencit Tikus Marmut Kelinci Kucing PERLAKUAN Perlakuan terhadap hewan harus dilakukan dengan lemah lembut sesuai dengan kebiasaan hewan masing-masing. Kucing harus diangkat dengan memegang kulit bagian atas leher dibantu dengan tangan lain mengangkat badannya. Mengangkat kelinci sama dengan kucing, jangan diangkat dengan cara memegang kedua telinganya. Tikus, mencit, dan marmut diangkat dengan memegang ekornya. Sedapat mungkin usahakan menghindarkan perlakuan yang kasar, karena dapat menimbulkan keresahan pada hewan yang dapat mengakibatkan kenaikan suhu badannya. (Anonim,1979) KELINCI (Oryotolagus cuniculus) Kingdom Superfilum Filum Kelas Ordo Family : Mamalia : Chordata : Vertebrata : Mamalia : Lagomorpha : Leporidae Kelinci adalah hewan mamalia dari famili Leporidae yang dapat ditemukan di banyak bagian bumi. Secara umum, kelinci terbagi menjadi 2 jenis kelinci bebas dan kelinci peliharaan. Yang termasuk dalam kategori 450 cm2 700 cm2 900 cm2 7500 cm2 11000 cm2

kelinci bebas adalah terwelu (Lepus curpaeums) dan kelinci liar (Oryotolagus cuniculus).(www.wikipedia.org/wiki/kelinci) Kelinci memiliki kebiasaan yang menarik yaitu memakan tinjanya sendiri (coprophagy). Kelinci mengeluarkan 2 macam tinja, pada siang hari , konsistensi tinja keras dan kering, sedangkan pada malam dan pagi hari konsistensi tinja lembek dan berlendir. Tinja pada malam hari akan langsung dimakan dari dubur dan meliputi 30 80% dari jumlah tinja sehari hari. Kelinci termasuk hewan herbivora dan nokturnal atau aktif pada malam hari. Menurut rasnya, kelinci terbagi menjadi beberapa jenis, diantaranya : 1. Angora Angora dewasa (jantan dan betina) memiliki bobot 2,7 kg. Pertumbuhan bulu pada kelinci ras ini sangat cepat. 2. Lyon Hasil persilangan luar antara kelinci ras angora dengan ras lainnya. 3. American Chinchilla Kelinci ras ini diternakkan untuk diambil dagingnya dan produksi fur. Dibedakan menjadi tiga tipe, yaitu : 4. Dutch Ras Dutch berasal dari Belanda. Memiliki bobot antara 1,5 - 2,5 kg. Warna bulunya khas, melingkar menyerupai pelana berwarna putih dari punggung hingga leher dan kaki depan bagian belakang. Kepala hitam,cokelat atau abu-abu. Memiliki moncong dan dahi yang berwarna putih, kaki depan seluruhnya putih, kaki belakang hitam atau warna lain dengan ujung kaki putih. 5. English spot Kelinci ras ini berwarna putih dengan bintik berwarna hitam. Di sepanjang punggung terdapat garis berwarna hitam. Telinga berwarna hitam, di sekitar mata dan hidung diliputi bulu hitam. 6. Himalayan Kelinci ras ini memiliki warna hitam pada kaki, hidung dan telinga yang 5 standar (bobot dewasa 2.5-3 kg) besar (bobot dewasa 4.5-5 kg) giant (bobot dewasa 6-7 kg)

mulai muncul saat berumur 3 4 minggu. (www.tentangkelinci.wordpress.com/../9/) SELEDRI (Apium graveolens L) Tanaman yang sudah dikenal sejak sejarah awal Mesir, Yunani dan Romawi ini sebenarnya termasuk jenis sayuran yang diambil batangnya. Seledri dapat tumbuh baik di dataran rendah maupun tinggi. Daun seledri digunakan sebagai penyubur rambut LIDAH BUAYA (Aloe barbadensis Miller) Lidah buaya tumbuh liar di tempat berudara panas tapi sering pula ditanam sebagai tanaman hias. Daunnya meruncing berbentuk taji, tebalnya kurang lebih 1 cm. Bagian dalamnya bening, daun ini getas dengan tepi bergerigi. Panjangnya dapat mencapai 30 cm, bagian yang sering digunakan adalah daun dan akar. Beberapa manfaat lidah buaya adalah : Sebagai antelmintika Mengobati sembelit Penyubur rambut Mengobati luka bakar, bisul, jerawat, noda noda hitam, batuk yang membandel, diabetes, menurunkan kolesterol, radang tenggorokan. Perawatan kulit dan bahan kosmetik (www.wikipedia.com) HAIR TONIC Hair tonic atau sediaan perangsang pertumbuhan rambut adalah sediaan kosmetika yang digunakan untuk melebatkan pertumbuhan dan merangsang pertumbuhan rambut pada kebotakan atau rambut rontok. 3. ALAT DAN BAHAN Alat :

a. P e n g g a r i s b. A l a t p e n c u k u r r a m b u t c. S p i d o 7

l p e r m a n e n d. D i s p o s i b l e i n j e c t i o n t a n

p a

n s

j a r u m e. M o r t i r d a

t a m p e r f. G u n t i n g

2 4

Bahan : 1. Hewan uji kelinci (umur 2 3 bulan, BB 1 2 kg) 2. Aquadest 3. Lidah Buaya 4. Seledri 5. Mustika Ratu ( hair tonic ) 4. CARA KERJA Cukur rambut pada punggung kelinci sampai bersih. Bagi menjadi empat bagian /kotak persegi dengan sisi 2,5 cm. Pencukuran rambut dan pembagian punggung kelinci sebagai berikut :

Kotak 1 Kotak 2 Kotak 3 Kotak 4

: aquadest (kontrol negatif) : Mustika Ratu (kontrol positif) : lidah buaya : seledri

Oleskan bahan uji (aquadest, mustika ratu / sari ayu, lidah buaya, seledri) pada setiap kotak 2 kali sehari pagi dan sore. Setiap pengolesan sebanyak 0,5 ml menggunakan spuit tanpa jarum. Larutan seledri : ambil 6 batang seledri tumbuk sampai halus kemudian encerkan dengan aquadest 5 ml.

Pengamatan Amati pertumbuhan rambut hewan uji setiap 3 hari sekali selama 18 hari, denga cara mencabut dan mengukur panjang rambut hewan uji. Pencabutan secara acak sebanyak 20 helai setiap bagian, kemudian pilih yang terpanjang. Analisis Data statistik panjang rambut kelinci per hari : Panjang rambut hari ke 18 panjang rambut hari ke 9 9 5. HASIL DAN PENGOLAHAN DATA SERTA GRAFIK Data Kelompok Data hari ke 9 Aquadest 2 mm 6 mm 1 mm 3 mm 3 mm 7 mm 4 mm 9 mm 5 mm 6 mm 1 mm 3 mm 5 mm 9 mm 2 mm 2 mm 1 mm 1 mm 3 mm 4 mm Paling panjang = 9 mm Panjang Rambut (mm) Mustika Ratu Lidah buaya 5 mm 7 mm 3 mm 6 mm 9 mm 8 mm 8 mm 7 mm 9 mm 5 mm 11 mm 10 mm 8 mm 4 mm 9 mm 2 mm 8 mm 14 mm 1 mm 5 mm 10 mm 5 mm 8 mm 12 mm 11 mm 6 mm 10 mm 9 mm 13 mm 8 mm 7 mm 5 mm 2 mm 10 mm 4 mm 6 mm 4 mm 12 mm 2 mm 3 mm Paling panjang Paling panjang = 14 mm = 12 mm Seledri 5 mm 7 mm 5 mm 6 mm 8 mm 5 mm 9 mm 10 mm 9 mm 5 mm 4 mm 5 mm 4 mm 3 mm 6 mm 8 mm 5 mm 10 mm 4 mm 3 mm Paling panjang = 10 mm

Data hari ke 18 Aquadest 8 mm 6 mm 6 mm 7 mm 7 mm 8 mm 7 mm 8 mm 6 mm 7 mm Panjang Rambut (mm) Mustika Ratu Lidah buaya 15 mm 16 mm 4 mm 5 mm 18 mm 17 mm 7 mm 6 mm 21 mm 18 mm 9 mm 13 mm 16 mm 16 mm 10 mm 14 mm 15 mm 15 mm 15 mm 13 mm Seledri 5 mm 10 mm 8 mm 12 mm 10 mm 10 mm 10 mm 11 mm 8 mm 8 mm

10

8 mm 6 mm 9 mm 6 mm 6 mm 7 mm 5 mm 8 mm 8 mm 9 mm Paling panjang = 9 mm

15 mm 18 mm 18 mm 17 mm 20 mm 20 mm 19 mm 18 mm 20 mm 19 mm Paling panjang = 21 mm

14 mm 12 mm 12 mm 9 mm 10 mm 8 mm 8 mm 7 mm 9 mm 6 mm Paling panjang = 15 mm

5 mm 5 mm 9 mm 8 mm 7 mm 10 mm 9 mm 9 mm 8 mm 8 mm Paling panjang = 12 mm

Pengamatan pada hari ke 18 Kelompok I II III IV V VI X n Aquadest 5 mm 5 mm 4 mm 9 mm 18 mm X1 = 41 mm n1=5 Panjang Rambut (mm) Mustika Ratu 18 mm 19 mm 8 mm 21 mm 11 mm X2 = 77 mm n2=5 Lidah buaya 12 mm 23 mm 7 mm 15 mm 14 mm X3 = 71 mm n3=5 Seledri 16 mm 19 mm 15 mm 12 mm 10 mm X4 = 72 mm n4=5 =

a. X12 = 52 + 52 +42 + 92 + 182 471 X22 X32 X42 = 182 + 192 + 82 + 212 + 112 = 122 + 232 + 72 + 152 + 142 = 162 + 192 + 152 + 122 + 102 = 1311 = 1143 = 1086

b. XT = 41 + 77 + 71 + 72 261 XT2 = 471 + 1311 + 1143 + 1086 = 4011 c. n total = 20 d. Taraf nyata = = 5 % = 0,05 e. Jumlah kuadrat total = XT2 - (XT)2

11

n total = 4011 (261)2 20 = 4011 3406,05 = 604,95 mm f. Jumlah kuadrat perlakuan = [ XI2 + XII2 + XIII2 + XIV2 ] [ XT2 ] n1 n2 n3 n4 n total = [ (41)2 + (77)2 5 5 = 160,95 mm g. Jumlah kuadrat galat = jumlah kuadrat total jumlah kuadrat perlakuan = 604,95 160,95 = 444 mm h. Tabel Anova Sumber Variasi Perlakuan JK 160,95 dk 3 Kuadrat ratarata (JK/dk) 53,65 F.hitung = Kuadrat rata2 rute perlakuan Kuadrat rata-rata galat = 53,65 27,75 Galat Total 444 604,95 16 19 27,75 31,84 = 1,93 + (71)2 5 + (72)2 ] [ (261)2 ] 5 20

= [336,2 + 1185,8 + 1008,2 + 1036,8] 3406,05

dk. rute perlakuan dk galat dk total Kriteria uji F. Kritis

= jumlah perlakuan - 1 = 4 - 1 = 3 = n total jumlah perlakuan = 20 4 = 16 = n total 1 = 20 - 1 = 19

= F ( ; dk perlakuan ; dk galat) = F ( 0,05 ; 3 ; 16 )

12

= 3,24 F hitung 1,93 > > F kritis 3,24 Berbeda tidak bermakna i. Data statistik panjang rambut kelinci per hari Waktu Pengamatan Hari ke 9 Hari ke - 18 Kontrol (-) aquadest 9 mm 9 mm Kontrol (+) Mustika Ratu 14 mm 21 mm Lidah Buaya 12 mm 15 mm Seledri 10 mm 12 mm

Data statistik panjang rambut kelinci per hari : Panjang rambut hari ke 18 panjang rambut hari ke 9 9 Aquadest / Kontrol (-) Mustika Ratu / Kontrol (+) Lidah Buaya Seledri = 9 mm 9 mm 9 = 21 mm 14 mm 9 = 15 mm 12 mm 9 = 12 mm 10 mm 9 6. PEMBAHASAN Pada praktikum uji kecepatan pertumbuhan rambut ini digunakan hewan uji kelinci. Kelinci adalah hewan mamalia dari famili Leporidae yang dapat ditemukan di banyak bagian bumi. Kelinci termasuk hewan herbivora dan nokturnal atau aktif pada malam hari. Kelinci memiliki kebiasaan yang menarik yaitu memakan tinjanya sendiri (coprophagy). Hasil akhir pada percobaan ini adalah berbeda tidak bermakna. Hal ini menunjukkan bahwa pemberian hair tonic atau zat zat yang dapat menyuburkan rambut yaitu aquadest (kontrol negatif), Mustika Ratu (kontrol positif), lidah buaya dan seledri terdapat perbedaan namun tidak bermakna = 0,22 mm = 0,33 mm = 0,78 mm = 0 mm

13

pada setiap perlakuan. Punggung kelinci dibagi menjadi 4 kotak. Masing masing rambut pada kotak harus dicukur hingga bersih agar tidak mengacaukan hasil percobaan. Pengolesan sediaan uji maupun kontrol positif dan negatif dilakukan tiap hari dua kali yaitu pada pagi dan sore hari dengan volume 0,5 ml. Waktu pengolesan diusahakan pada jam yang sama. Pengamatan dilakukan selama 18 hari. Penentuan daerah pengolesan dilakukan secara acak karena kemungkinan tiap daerah memiliki pertumbuhan rambut yang berbeda-beda. Dengan pengacakan ini diharapkan aktivitas pertumbuhan rambut semua daerah dengan perlakuan yang berbeda dapat terwakili. Pengamatan dilakukan dengan mengambil 20 helai rambut kelinci pada tiap bagian pada hari ke 9 dan ke 18. Pada kotak yang diolesi Mustika Ratu sebagai kontrol positif menunjukkan pertumbuhan rambut yang lebih banyak dan paling panjang dibandingkan zat / bahan lain. Pada urutan panjang rambut yang kedua adalah kotak yang diolesi seledri, kemudian lidah buaya dan yang paling pendek adalah bagian yang diolesi aquadest sebagai kontrol negatif. Bagian yang diolesi Mustika Ratu memberikan hasil yang paling baik karena pada komposisi Mustika Ratu mengandung zat / bahan yang bermanfaat sebagai hair tonic yang lebih lengkap dibandingkan seledri dan lidah buaya yang hanya hanya berdiri sebagai zat tunggal. Sedangkan pada air menunjukkan menunjukkan pertumbuhan yang lambat sehingga dapat disimpulkan bahwa air yang digunakan percobaan ini tidak mempunyai efek mempercepat pertumbuhan rambut, karena pada air tidak terdapat zat yang secara khusus berfungsi sebagai hair tonic atau penyubur rambut. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan rambut adalah : 1) Hormon Hormon yang berperan adalah androgen terutama testosteron yang merangsang pertumbuhan rambut, estrogen, tiroksin dan kortikosteroid. 2) Metabolisme.

14

2) Nutrisi Malnutrisi berpengaruh pada pertumbuhan rambut terutama malnutrisi protein dan kalori. Pada keadaan ini rambut menjadi kering dan kusam. Kekurangan vitamin B12, asam folat, dan zat besi juga dapat menyebabkan kerontokan rambut. 3) Vaskularisasi. Peredaran darah yang baik akan mengedarkan nutrisi serta oksigen ke seluruh tubuh sebab pertumbuhan rambut juga memerlukan oksigen. 4) Suhu kulit. 7. KESIMPULAN Mahasiswa dapat melakukan uji kecepatan pertumbuhan rambut pada kelinci dengan menggunakan aquadest (kontrol negatif), Mustika Ratu (kontrol positif) lidah buaya dan seledri. Pada praktikum ini didapatkan urutan pertumbuhan rambut sebagai berikut : 1. Mustika Ratu 2. Seledri 3. Lidah buaya 4. Aquadest Pada praktikum kali ini didapatkan hasil yang berbeda tidak bermakna dari pada setiap perlakuan menggunakan beberapa sediaan penyubur rambut. 8. DAFTAR PUSTAKA Anonim, 1979, Farmakope Indonesia, Edisi III, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta. Anonim, 1995, Farmakope Indonesia, Edisi IV, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta. www.wikipedia.org/wiki/Rambut www.nabit-ist.com/fungsi-rambut .html

15

www.wikipedia.org/wiki/kelinci www.tentangkelinci.wordpress.com/../9/

Semarang , Mei 2010 Praktikan

Prastiwi Ari Isnaini

16