BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : HK 00.05.55.6497 TENTANG BAHAN KEMASAN PANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanaan ketentuan Pasal 16, Pasal 17, dan Pasal 18 Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2004 tentang Keamanan, Mutu dan Gizi Pangan perlu menetapkan Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan tentang Bahan Kemasan Pangan. 1. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1996 tentang Pangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1996 Nomor 99, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3656); Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 42, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3821); Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2004 tentang Keamanan, Mutu dan Gizi Pangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 107, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4424 ); Keputusan Presiden No. 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan, Tugas dan Fungsi Kewenangan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non Departemen sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Peraturan Presiden No. 64 Tahun 2005; Keputusan Presiden No. 110 Tahun 2001 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Lembaga Pemerintah Non Departemen, sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Peraturan Presiden No. 52 Tahun 2005; Keputusan Kepala Badan POM Nomor 2001/SK/KBPOM, Tahun 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Pengawas Obat dan Makanan sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Peraturan Kepala Badan POM No. HK.00.05.21.3592 Tahun 2007.

Mengingat

:

2.

3.

4.

5.

6.

1

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN TENTANG BAHAN KEMASAN PANGAN

BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan ini yang dimaksud dengan : 1. Kemasan pangan adalah bahan yang digunakan untuk mewadahi dan/atau membungkus pangan baik yang bersentuhan langsung dengan pangan maupun tidak. 2. Kemasan bahan alami adalah kemasan yang diperoleh dari tumbuhan atau hewan tanpa mengalami proses dan tidak mengalami perubahan sifat atau karakteristik dasarnya. 3. Plastik adalah senyawa makromolekul organik yang diperoleh dengan cara polimerisasi, polikondensasi, poliadisi, atau proses serupa lainnya dari monomer atau oligomer atau dengan perubahan kimiawi makromolekul alami. 4. Keramik adalah barang yang dibuat dari campuran bahan anorganik yang umumnya terbuat dari tanah liat atau mengandung silikat kadar tinggi dan ke dalamnya dapat ditambahkan bahan organik melalui proses pembakaran. 5. Gelas adalah campuran pasir dengan soda abu (serbuk mineral/pasir putih dengan titik leleh rendah), batu kapur dan pecahan atau limbah atau gelas yang didaur ulang. 6. Karet adalah polimer alami yang jika ditarik atau ditekan dan dilepas akan kembali ke bentuk semula. 7. Elastomer adalah karet sintetis yang jika ditarik atau ditekan dan dilepas akan kembali ke bentuk semula. 8. Kertas adalah bahan dalam bentuk lembaran koheren atau jaringan yang dibuat dengan diposisi serat tumbuhan, mineral, hewan atau sintetis, atau campurannya, dengan atau tanpa penambahan bahan lain. 9. Karton adalah istilah umum untuk jenis kertas tertentu yang mempunyai kekakuan relatif tinggi. 10. Paduan logam adalah bahan logam, homogen pada skala makroskopik, terdiri dari dua atau lebih unsur yang bergabung sedemikian rupa sehingga bahan tersebut tidak mudah dipisahkan secara mekanis.

2

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

11. Selofan adalah lembaran tipis yang diperoleh dari selulosa murni, berasal dari kayu atau katun yang tidak dapat didaur ulang. 12. Bahan tambahan adalah bahan yang sengaja ditambahkan ke dalam bahan dasar dengan maksud untuk mempengaruhi sifat, warna dan/atau bentuk kemasan. 13. Migrasi adalah proses terjadinya perpindahan suatu zat dari kemasan pangan ke dalam pangan. 14. Batas migrasi adalah jumlah maksimum yang diizinkan dari suatu zat yang bermigrasi. 15. Plastik daur ulang adalah plastik yang diproses ulang berasal dari limbah satu jenis atau lebih plastik, berpotensi tinggi untuk melepaskan migran ke dalam pangan sehingga berisiko terhadap kesehatan. 16. Kepala Badan adalah Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia.

BAB II RUANG LINGKUP Pasal 2 Ruang lingkup yang diatur dalam peraturan ini meliputi : a. bahan yang dilarang digunakan; b. bahan yang diizinkan sebagai kemasan yang bersentuhan langsung dengan pangan.

Pasal 3 (1) (2) (3) (4) Bahan yang dilarang digunakan sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 huruf a adalah bahan tambahan seperti yang tercantum dalam Lampiran 1. Bahan yang diizinkan sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 huruf b terdiri dari bahan dasar dan bahan tambahan. Bahan dasar sebagaimana dimaksud pada ayat (2) seperti tercantum dalam Lampiran 2A. Bahan tambahan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) seperti tercantum dalam Lampiran 2B.

3

Fungsi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) seperti tercantum dalam Lampiran 2B. (2) Pasal 7 (1) Bahan dasar dan bahan tambahan selain yang tercantum dalam Lampiran 2A dan 2B hanya dapat digunakan sebagai kemasan pangan setelah diperiksa keamanannya dan mendapat persetujuan dari Kepala Badan. pelumas (lubricant). antistatik dan atau anti embun (antistatic and/or antifogging). pembebas (release). (3) BAB III PERSYARATAN Pasal 5 (1) (2) (3) Batas migrasi bahan dasar yang diizinkan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) tercantum dalam Lampiran 2A. dan/atau gelas. logam. karton. karet. selofan. hanya dapat dilakukan setelah diperiksa keamanannya dan mendapat persetujuan dari Kepala Badan. pewarna (colorant). dan pemutih (bleaching). penstabil (stabilizer). antikempal (antifoulant). elastomer. pengawet (preservative). pengemulsi dan atau aktif permukaan (emulsifier and/or surface active). pembentuk plastik berbusa (blowing). perekat (adhesive). pengisi (filler). Tipe pangan dan kondisi penggunaan yang dimaksud pada ayat (2) seperti tercantum dalam Lampiran 2C Pasal 6 (1) Perubahan fungsi bahan tambahan sebagaimana dalam Pasal 4 ayat (2). Tata cara memperoleh persetujuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan tersendiri. antihalang (antiblocking). penjernih (clarifying). pemlastis (plasticizer). kertas. paduan logam. Bahan dasar digunakan sesuai tipe pangan dan kondisi penggunaan tertentu. pemodifikasi (modifier). Bahan tambahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (4) meliputi bahan yang berfungsi sebagai antimikroba (antimicrobial).BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA Pasal 4 (1) (2) Bahan dasar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (3) meliputi plastik. keramik. 4 . antikorosi (anticorrosive). pensanitasi (sanitizing).

Pemusnahan jika terbukti menimbulkan risiko terhadap kesehatan. Sanksi administratif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berupa : a. Larangan mengedarkan untuk sementara waktu. BAB V SANKSI Pasal 11 (1) (2) Pelanggaran terhadap peraturan ini dikenai sanksi administratif dan atau sanksi pidana sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (2) Tata cara memperoleh persetujuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan tersendiri. c. Peringatan tertulis. Perintah menarik produk dari peredaran. setiap kemasan pangan baik yang diproduksi di dalam negeri atau yang dimasukkan ke dalam wilayah Indonesia dengan maksud untuk diperdagangkan harus memenuhi ketentuan dalam peraturan ini. BAB IV LARANGAN Pasal 10 (1) (2) Dilarang menggunakan kemasan pangan dari bahan plastik daur ulang sebelum diperiksa keamanannya dan mendapat persetujuan dari Kepala Badan. 5 . Dilarang mengedarkan pangan dengan menggunakan kemasan pangan yang tidak memenuhi ketentuan dalam peraturan ini. Pasal 8 (1) Kemasan pangan dari bahan plastik daur ulang hanya dapat digunakan sebagai kemasan pangan setelah diperiksa keamanannya dan mendapat persetujuan dari Kepala Badan. Pencabutan persetujuan pendaftaran produk pangan. e. d. b. Pasal 9 Kecuali kemasan bahan alami.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA (2) Tata cara memperoleh persetujuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan tersendiri.

Peraturan ini berlaku 12 (dua belas) bulan sejak tanggal ditetapkan. Ditetapkan di Pada tanggal : JAKARTA : 20 Agustus 2007 6 . BAB VII KETENTUAN PENUTUP Pasal 13 (1) (2) Hal-hal yang bersifat teknis yang belum diatur dalam peraturan ini akan ditetapkan tersendiri. memerintahkan pengumuman peraturan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA BAB VI KETENTUAN PERALIHAN Pasal 12 Dengan ditetapkannya peraturan ini semua peraturan mengenai kemasan pangan masih tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan ketentuan dalam Peraturan ini. Agar setiap orang mengetahuinya.

05.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 1 PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.55.1 No.1.I. Food yellow 8) Crystal violet Nama Inggris 7 . Food orange 2) Orange RN (C. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 Alkanet Antimon merah Antimon putih Auramin (C.I.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 BAHAN TAMBAHAN YANG DILARANG DIGUNAKAN SEBAGAI KEMASAN PANGAN 1.I Basic yellow 2) Barium chromate Indantren blue RS (C.I. Kuning basa 2) Barium kromat Biru indantren RS Biru victoria 4R Biru victoria B Bismut oksiklorida (Mutiara buatana) Coklat FB Eosin (Garam timbal) Floksin (Garam timbal) Hijau malasit Hijau zamrud Hitam 7984 Jingga G Jingga GGN Jingga RN Kadmium kuning Kadmium merah Kadmium merah marun Kobalt ungu muda Krisoidin Krisoin S Kristal ungu UNTUK BAHAN DASAR PLASTIK PEWARNA Senyawa Nama Indonesia Alkanet Antimony red Antimony white Auramine and lakes (C.I. Food orange 4) Orange GGN (C. Food blue 4) Victoria blue 4R Victoria blue.B Bismuth oxichloride (Artificial pearl) Chocolate brown FB (Food brown 2) Eosine lake (Lead salt) Phloxine lake (Lead salt) Malachite green Emerald green Black 7984 (Food black 2) Orange G (C.I.I.1 1. Food orange 1) Cadmium yellow Cadmium red Cadmium maroon Cobalt violet light Chrysoidine (basic orange-2) Chrysoine S (C.

Basic violet 14) Manganese violet Fast Red E (C.I. D&C yellow No.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 1 PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.I. 2 Merkarit Minyak jingga SS Minyak jingga XO Minyak kuning AB Minyak kuning OB Molibdat jingga Molibdat merah Orsil dan Orsein Patina Ponso 3R Ponso SX Raksa merah Rodamin 3G Rodamin 6G Rodamin B Seng kromat Sudan 1 Tembaga kromat Timbal karbonat basa. 1) Magenta and lakes (C.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 Senyawa Nama Indonesia Krom kuning Krom vermilion Kuning mentega Kuning metanil Magenta Mangan ungu Merah fast E Merah sitrus No.I. Food red 4) Citrus red No. Solvent yellow 5) Oil yellow OB Molybdate orange Molybdate red Orchil and Orcein Patina Ponceau 3R Ponceau SX Mercury red Rhodamine 3G Rhodamine 6G (Basic Red-1) Rhodamine B Zinc chromate (Zinc yellow) Sudan 1 Copper chromate Basic lead carbonate.55. white lead Violet 6B Methyl violet Nama Inggris No. 2 Mercarit Oil orange SS (Solvent orange-2) Oil orange XO Oil yellow AB (C. 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 8 . timbal putih Ungu 6B Ungu metil Chrome yellow Chrome vermillion Butter yellow Metanil yellow (Ext.05.

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 1 PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. Cadmium stearate Lead borate Lead linoleate Lead napthanate Lead oleate Lead perborate Lead resinate Lead stearate 1.4 No.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 1. 1 2 3 PEMLASTIS Senyawa Nama Indonesia Butil-metil karboksibutil-ftalat (butilftalilbutil glikolat) Dimetil-sikloheksil ftalat dan isomer-isomernya (sekstol ftalat) Metil-metilkarboksietil ftalat (metilftalil etil glikolat) Nama Inggris Butyl-methylcarboxylbuthyl – phtalate (butylphthalyl glycolate) Di(methyl-cyclohexyl phthalate and its isomers (sextolphthalate) Methyl-methylcarboxyethyl phthalate (methylphthalyl ethyl glycolate) 1.1. 1 PENGISI Senyawa Nama Indonesia Asbes Asbestos Nama Inggris 9 .3 No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 PENSTABIL Senyawa Nama Indonesia Garam timbal dari asam lemak minyak tal Kadmium stearat Timbal borat Timbal linoleat Timbal naftanat Timbal oleat Timbal perborat Timbal resinat Timbal stearat Nama Inggris Lead salts of tall oil fatty acid.1.1.05.2 No.55.

5 No.55.3-epoxypropyl) ether (BFDGE) Novolac glycidyl ethers (NOGE) 1.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 1.B Bismuth oxichloride (Artificial pearl) Chocolate brown FB (Food brown 2) Dianisidine and salts Dichlorobenzidine and salts Eosine lake (Lead salt) Phloxine lake (Lead salt) Diamond green G (Basic green-1) Guinea green B (Acid green-3) Malachite green 10 .1 No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 UNTUK TINTA YANG TERCETAK LANGSUNG PADA KEMASAN PEWARNA Senyawa Nama Indonesia 4-Aminodifenil dan garamnya Alkanet Antimon merah Antimon putih Auramin (C.I. Basic yellow 2) Barium chromate Benzidine and salts Indantren blue RS (C.2 1.I. 1 2 ADESIF Senyawa Nama Indonesia Bis(hidroksifenil) metan bis(2. Kuning basa 2) Barium kromat Benzidin dan garamnya Biru indantren RS Biru victoria 4R Biru victoria B Bismut oksiklorida (Mutiara buatan) Coklat FB Dianisidin dan garamnya Diklorbenzidin dan garamnya Eosin (Garam timbal) Floksin (Garam timbal) Hijau diamond G (Hijau basa-1) Hijau guinea (Hijau asam-3) Hijau malasit Nama Inggris 4-Aminodiphenyl and salts Alkanet Antimony red Antimony white Auramine and lakes (C.3-epoksipropil) eter (BFDGE) Novolak glisidil eter (NOGE) Nama Inggris Bis(hydroxyphenyl) methane bis(2.1.2.05.I. Food blue 4) Victoria blue 4R Victoria blue.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 1 PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.

6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 Senyawa Nama Indonesia Hijau zamrud Hitam 7984 Indulin (Biru pelarut 7) Jingga G Jingga GGN Jingga RN Kadmium jingga Kadmium kuning Kadmium merah Kadmium merah marun Kobalt ungu muda Krisoidin (Jingga basa-2) Krisoin S Kristal ungu Krom kuning Krom vermilion Kuning fast AB (C.I. D&C yellow No. Food yellow 8) Crystal violet Chrome yellow Chrome vermillion Fast yellow AB (C.I.I.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 1 PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.I. Food orange 2) Orange RN (C.I.I. Food orange 1) Cadmium orange Cadmium yellow Cadmium red Cadmium maroon Cobalt violet light Chrysoidine (Basic orange-2) Chrysoine S (C.I. Food yellow 2) Butter yellow Metanil yellow (Ext.55. 1) Magenta and lakes (C. Solvent yellow 6) Molybdate orange Molybdate red Nama Inggris No. Kuning pangan 2) Kuning mentega Kuning metanil Magenta Mangan ungu Merah fast E (C. Solvent yellow 5) Oil yellow OB (C.I. Basic violet 14) Manganese violet Fast Red E (CI Food red 4) Citrus red No.05. 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 11 . Food orange 4) Orange GGN (C. Merah pangan 4) Merah sitrus No.I. 2 Mercarite Mercury red Oil orange SS (solven orange-2) Oil orange XO Oil yellow AB (C. 2 Merkarit Merkuri merah Minyak jingga SS Minyak jingga XO Minyak kuning AB Minyak kuning OB Molibdat jingga Molibdat merah Emerald green Black 7984 (Food black 2) Induline (Solvent Blue-7) Orange G (C.I.

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 1 PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.05.55.I. Food red 8) Ponceau SX (C. Food red 1) Rhodamine 3G. 1 2 3 4 5 6 PENSTABIL Senyawa Nama Indonesisa Barium stearat Bifenil terpoliklorinasi Garam asam lemak (C=9-11) timah (IV) trifenil Garam timah (IV) tributil rosin Garam timbal dari asam lemak minyak tal Kadmium stearat Barium stearate Polychlorinated biphenyl (PCBs) Triphenyltin fattyacid (C=9-11) salts Tributyltin rosin salts Lead salts of tall oil fatty acid Cadmium stearate Nama Inggris 12 . 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 1.I Solvent yellow 14) Copper chromate Coal tar Basic lead carbonate. timbal putih Timbal merah Ungu 6B Ungu metil Orchil and Orcein o-Tolidine and salts Patina Ponceau 3R (Acid red 6) Ponceau 6R (C.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 Senyawa Nama Indonesia Orsil dan Orsein o-Tolidin dan garamnya Patina Ponso 3R Ponso 6R Ponso SX Rodamin 3G Rodamin 6G Rodamin B Seng kromat Senyawa kobalt (garam anorganik larut dalam air) Senyawa nikel Skarlet GN Sudan 1 Tembaga kromat Ter batubara Timbal karbonat basa. white lead Red lead Violet 6B Methyl violet Nama Inggris No.2.2 No. Rhodamine 6G (basic Red-1) Rhodamine B Zinc chromate (zinc yellow) Cobalt compounds (Water soluble inorganic salts) Nickel compounds Scarlet GN (Food red 2) Sudan 1 (C.I.

4’-Tetramethyl diaminobenzophenone Bis (tributyltin) 2.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 1 PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.55. 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 13 .3 dibromosuksinat Timah (IV) bis (tributil) ftalat Timah (IV) bis (tributil) fumalat Timah (IV) bis (tributil) maleat Timah (IV) bis (tributil) oksida Timah (IV) dibutil diasetat Timah (IV) dibutil dibutanat Timah (IV) dibutil dipentanat Timah (IV) tributil asetat Timah (IV) tributil fluorida Timah (IV) tributil klorida Timah (IV) tributil laurat Timah (IV) tributil metakrilat Timah (IV) tributil naftenat Timah (IV) tributil sulfamat Timah (IV) trifenil asetat Timah (IV) trifenil florida Timah (IV) trifenil hidroksida Timah (IV) trifenil klorida Timah (IV) trifenil kloroasetat Timah (IV) trifenil N.N dimetil ditiokarbamat Timbal naftanat Timbal borat Timbal linoleat Timbal oleat Nama Inggris Alkyl (C=8) acrylate ’methyl=methacrylate’ tributyltin methacrylate co-polymer Monocresyl phosphate Chlorinated naphthalenes Pentachlorophenol (PCP) 4.4’-Tetrametil diaminobenzofenon Timah (IV) bis (tributil) 2.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 Senyawa Nama Indonesisa Kopolimer alkil (C=8) akrilat metil metakrilat timah (IV) tributil metakrilat Monokresil fosfat Naftalen terklorinasi Pentaklorofenol 4.3 dibromosuccinate Bis (tributyltin) phthalate Bis (tributyltin) fumalate Bis (tributyltin) maleate Bis (tributyltin) oxide Dibuthyltin diacetate Dibuthyltin dibuthanate Dibuthyltin dipentanate Tributhyltin acetate Tributyltin fluoride Tributyltin chloride Tributyltin laurate Tributyltin methacrylate Tributyltin naphthenate Tributyltin sulfamate Triphenyltin acetate Triphenyltin fluoride Triphenyltin hydroxide Triphenyltin chloride Triphenyltin chloroacetate Triphenyltin=N.05.N-dimethyldithiocarbamate Lead naphthanate Lead borate Lead linoleate Lead oleate No.

Ethyleneglycolmonoethyletheracetate Benzene Ethylene dibromide Hexachlorobenzene (HCB) Carbon Tetrachloride (Tetrachloromethane) Chloroform (Trichloromethane) Methylene chloride Monochlorobenzene 2-Nitropropane 1.2. Ethyleneglycolmonoethylether 2-Ethoxyethyl acetate.2-Dichloroethylene (Acetylene dichloride) 2-Ethoxyethanol. 37 38 39 40 41 1. etilena glikol monoetil eter 2-Etoksietil asetat.1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 PELARUT Senyawa Nama Indonesia o-Diklorobenzena 1.1-Trichloroethane Trichloroethylene N-Vinyl-2-pyrolidone 14 .6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 Senyawa Nama Indonesisa Timbal perborat Timbal resinat Timbal stearat Trifenil terpoliklorinasi Trikresil fosfat Lead perborate Lead resinate Lead stearate Polychlorinated triphenyl (PCTs) Tricresyl phosphate Nama Inggris No.2-Tetrakloroetana Tetrakloroetilena (Perkloroetilena) 1.1.2.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 1 PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.2-Tetrachloroethane Tetrachloroethylene (Perchloroethylene) 1.3 No.2 Dikloroetana (Etilena diklorida) 1.1. etilena glikol monoetil eter asetat Benzena Etilena dibromida Heksaklorobenzena Karbon tetraklorida Kloroform Metilena klorida Monoklorobenzena 2-Nitropropana 1.2-Dichloroethane (Ethylene dichoride) 1.2 Dikloroetilena (Asetilena diklorida) 2-Etoksietanol.1 Trikloroetana Trikloroetilena N-Vinil-2-pirolidon Nama Inggris o-Dichlorobenzene 1.55.1.2.05.

digunakan untuk semua pangan kecuali yang mengandung alkohol pada kondisi penggunaan E. VIII dan IX pada kondisi penggunaan C. asam asetat 3%. digunakan untuk kemasan yang bersentuhan dengan pangan. asam asetat 3%. 30 menit.00023 mg/cm 2 3 Kopolimer akrilonitril/butadiena/ stirena/ metil metakrilat 1 maks 0.2. VII-B.0465 mg/cm2 maks maks 1 1 bpj bpj NO 2.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 BAHAN DASAR DAN ZAT KONTAK DENGAN PANGAN YANG DIIZINKAN DALAM KEMASAN PANGAN DAN BATAS MIGRASI 2. IV-A. maks 0. tipe pangan I. untuk penggunaan > 1000C Pelarut asam asetat 4%. V. IV-B.2.1 dan 2.55. II.2. 30 menit. dan n-heptana.2. VI-B (kecuali botol minuman ringan yang mengandung gas karbon dioksida). kaku dan semi kaku Kopolimer akrilonitril/ butadiena/ stirena 1 Ekstrak total dari bahan tidak mudah menguap. 95oC. atau nheptana. diekstraksi dengan pelarut pada kondisi yang disebut dalam Lampiran 2C tabel 2.1 PLASTIK/KARET/ELASTOMER ZAT KONTAK DENGAN PANGAN UMUM Logam berat Pelarut asam asetat 4%. dan G dengan batas suhu kurang dari 88ºC.2. D. Total monomer akrilonitril setelah kontak dengan air suling dan asam asetat 3% pada suhu 66ºC selama 15 hari Ekstrak total dari bahan tidak mudah menguap setelah kontak dengan air suling. 60oC.2.2. dan G dalam Lampiran 2C tabel 2. E.2.F. etanol 50%. Ekstrak total dari bahan tidak mudah menguap setelah kontak dengan air suling.000078 mg/cm2 2 maks 0. III.1 1 PARAMETER BATAS MIGRASI 2 1 maks 0.1 dan 2.2.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2A PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. pada suhu 49ºC selama 10 hari.1 dan 2. pada suhu 49ºC selama 8 hari.1.2 1 SPESIFIK Akrilik dan modifikasinya.05.000078 mg/cm2 15 . untuk penggunaan < 1000C 2. seperti yang disebut dalam Lampiran 2C tabel 2. F.1. VIIA.

E.2. C. : Ekstrak total dari bahan tidak mudah menguap setelah kontak dengan air suling dan asam asetat 3%. F.2.2.10 (US Standard Sieve) diekstraksi dengan 250 ml air terdeion atau n-heptana pa.05.1 dan 2. 6 tertahan di ayakan No. VII. VI–B. II. G yang disebut dalam Lampiran 2C tabel 2.b 2 maks maks 0. asam asetat 3%. dengan kondisi penggunaan C.55. dan suhu dipertahankan pada 49 ºC selama 10 hari Digunakan untuk kemasan yang bersentuhan dengan pangan tipe VI–B . VIII.00155 mg/cm2 1.2.00039 mg/cm2 4 Kopolimer akrilonitril/stirena 1 1. pada suhu 66 ºC selama 10 hari.00155 mg/cm2 3. dengan kondisi penggunaan C.1 dan 2.000155 mg/cm2 16 .2.000155 2 mg/cm bpj 2 3 3. Digunakan untuk kemasan yang bersentuhan dengan pangan tipe VI-A. dengan kondisi penggunaan B (maksimal 93oC). F. Ekstrak air suling dan asam asetat 3%. dan n-heptana. D. pada suhu refluks selama 2 jam. II.1 dan 2. digunakan untuk kemasan yang bersentuhan dengan pangan tipe I. E.a 0. pada suhu 66 ºC selama 10 hari. VI (kecuali botol). dan IX. V. IV. G yang disebut dalam Lampiran 2C tabel 2. 100 g sampel yang diayak. G dalam Lampiran 2C tabel 2.2.2. maks maks maks BATAS MIGRASI 0. pada suhu 66 ºC selama 10 hari. Ekstrak air atau n-heptana. D. pada suhu 88ºC selama 2 jam. dinginkan sampai 49ºC selama 80-90 menit. etanol 50%.2.a 0. F. D.E.b maks 0.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2A PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. lolos dari ayakan No.2. pada suhu 66 ºC selama 10 hari Ekstrak air suling dan asam asetat 3%. Ekstrak total dari bahan tidak mudah menguap setelah kontak dengan air suling dan asam asetat 3%.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 NO ZAT KONTAK DENGAN PANGAN 2 PARAMETER Monomer akrilonitril setelah kontak dengan air suling.

sikloheksilena dimetilena isoftalat 1 2 3 maks maks maks maks 500 7000 500 0.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2A PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. VIIA dan IX pada kondisi penggunaan E hingga G seperti yang disebut dalam Lampiran 2C tabel 2.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 NO 5 ZAT KONTAK DENGAN PANGAN Kopolimer akrilonitril/ stirena dimodifikasi dengan elastomer butadiena/ stirena 1 PARAMETER Ekstrak air suling. diekstraksi dengan "metode singkat" Ekstrak n-heptana (tebal film > 51 µm).078 mg/cm2 9 Resin Ionomerik 0. Untuk pangan berlemak 1 2 3 Ekstrak n-heptana (tebal film ≤ 51 µm). pada suhu refluks. dan tipe III.2.2. pada suhu refluks. pada suhu refluks. VIA. pada suhu refluks.2. atau etanol/air).55. 100 g sampel diekstraksi dengan 250 mL n-heptana. pada suhu refluks selama 2 jam Ekstrak total air suling. selama 2 jam Ekstrak total etil asetat.109 mg/cm2 mg/cm2 mg/cm2 0. diekstraksi dengan "metode singkat" maks maks maks maks maks BATAS MIGRASI 2 bpj 2 maks 0. selama 2 jam Ekstrak total n-heksana. digunakan untuk tipe pangan pada kondisi yang disebutkan dalam Lampiran 2C tabel 2.2.1 dan 2. diekstraksi dengan "metode singkat" Ekstrak n-heptana (tebal film > 51 µm).2.003 mg/cm2 17 . Ekstrak netto larut kloroform untuk masing-masing pengekstrak.4sikloheksilena dimetilenaa tereftalat dan 1.4. V.2. diekstraksi dengan "metode kesetimbangan" Untuk pangan berair 1 Ekstrak netto asam-kloroform (air.062 0.05. VIB. selama 2 jam Ekstrak n-heptana.5 bpj 6 Kopolimer 1. IVB. asam asetat. 100 g sampel diekstraksi dengan 250 mL air suling segar.109 0. digunakan untuk kemasan yang bersentuhan dengan pangan tipe I. VIIB dan VIII pada kondisi penggunaan B hingga H. II. IVA.078 bpj bpj bpj mg/cm2 7 Kopolimer etilena-asam akrilat 1 8 Kopolimer etilenakarbon monoksida 1 maks 0. selama 2 jam Ekstrak netto asam-kloroform (lapisan film 10-25% (b/b) dengan ketebalan 10 µm).1 dan 2.

digunakan untuk kemasan yang bersentuhan dengan pangan tipe III.2. VI. : Ekstrak total film setelah kontak dengan air suling.05. Ekstrak netto larut kloroform untuk masing-masing pelarut pengekstrak (dikoreksi terhadap seng terekstrak dihitung sebagai seng oleat). untuk tipe pangan serta kondisi penggunaan yang disebut dalam Lampiran 2C tabel 2. digunakan untuk kemasan yang bersentuhan dengan pangan pada kondisi alkoholisis atau hidrolisis parsial atau sempurna. digunakan untuk kemasan yang kontak dengan pangan. untuk tipe pangan serta kondisi penggunaan yang disebut dalam Lampiran 2C tabel 2.1 dan 2.vinil alkohol 1a 0.2. pada suhu 38ºC selama 30 menit setelah dikoreksi dengan faktor pembagi 5. VII-B dan VIII pada kondisi penggunaan D hingga G yang disebut dalam Lampiran 2C tabel 2.2.1 dan 2.078 mg/cm2 10 Resin kopolimer etilenametil akrilat maks 0.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2A PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. IV-A.0078 mg/cm2 18 .2. IV-B .775 mg/cm2 12 Kopolimer etilena-vinil asetat .2.2.2. 1 Digunakan untuk kemasan yang bersentuhan dengan pangan tipe I.078 mg/cm2 11 Kopolimer etilena-vinil asetat maks 0.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 NO ZAT KONTAK DENGAN PANGAN 2 PARAMETER Ekstrak netto asam-kloroform (air. atau etanol/air).2. II.0062 mg/cm 2 2 maks 0.55. pada suhu 21ºC selama 48 jam Ekstrak total film setelah kontak dengan etil alkohol 50% pada suhu 21ºC selama 48 jam Ekstrak total film setelah kontak dengan n-heptana.2. diekstraksi dengan "metode kesetimbangan" Ekstrak netto larut kloroform untuk masing-masing pelarut pengekstrak (dikoreksi terhadap seng terekstrak dihitung sebagai seng oleat).1 dan 2.2.2. asam asetat. maks maks BATAS MIGRASI 0.2.1 dan 2.0047 mg/cm2 1b maks 0. VII-A dan IX pada kondisi penggunaan F dan G yang disebut dalam Lampiran 2C tabel 2.

0016 mg/cm2 2 maks 0..2.016 mg/cm2 3 maks 0.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2A PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. Kopolimer etilena/1.121ºC 1 maks 0. maks BATAS MIGRASI 0.008 mg/cm2 15 Struktur laminat yang digunakan pada suhu 49ºC . pada suhu 135ºC selama 1 jam. pada suhu 121ºC selama 2 jam.3-fenilena oksietilena isoftalat / terftalat : Ekstrak etanol 8% pada suhu 66oC selama 2 jam.002 mg/cm2 2 maks 0. pada suhu 135ºC selama 1 jam. poliester-uretan.05. digunakan untuk kemasan pangan dengan perekat jenis: anhidrida maleat pumpunan (adduct) dari polipropilena.000078 mg/cm2 19 .2. pada suhu 135 ºC selama 1 jam.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 NO 13 ZAT KONTAK DENGAN PANGAN Struktur laminat untuk penggunaan pada 121 ºC dan lebih 1 PARAMETER Fraksi larut kloroform dari ekstrak total tidak mudah menguap setelah kontak dengan air suling terdeion pada suhu 121ºC selama 2 jam. Fraksi larut kloroform dari ekstrak total tidak mudah menguap setelah kontak dengan air suling terdeion. Fraksi larut kloroform dari ekstrak total tidak mudah menguap setelah kontak dengan air suling terdeion. digunakan pada kondisi penggunaan C hingga G yang disebut dalam Lampiran 2C tabel 2. Fraksi larut kloroform dari ekstrak total tidak mudah menguap setelah kontak dengan air suling terdeion. digunakan untuk kemasan pangan dengan perekat jenis : resin poliuretan-poliester epoksi. digunakan untuk kemasan pangan dengan perekat jenis : maleat anhidrida pumpunan (adduct) dari polipropilena.O′.dietil isoftalat atau siklik bis(etilena isoftalat).55. mengandung m-fenilenadioksi fenilenadioksi-O. digunakan untuk kemasan pangan dengan perekat jenis : poliester-epoksi-uretan.016 mg/cm2 14 Struktur laminat untuk penggunaan tidak lebih dari 135 ºC 1 maks 0. digunakan untuk kemasan pangan dengan perekat jenis : poliester-epoksi-uretan. Fraksi larut kloroform dari ekstrak total tidak mudah menguap setelah kontak dengan air suling terdeion.

023 mg/cm 2 mg/cm mg/cm 2 2 3 4 maks 0.023 0.0775 bpj bpj mg /cm2 2 18 Karet nitril termodifikasi kopolimer akrilonitrilmetil akrilat 1 maks maks 3 2 bpj bpj 20 .1. digunakan untuk kemasan yang bersentuhan dengan pangan. diekstraksi dengan pelarut pada kondisi yang disebut dalam Lampiran 2C tabel 2. D.2ºC.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 NO ZAT KONTAK DENGAN PANGAN 2 PARAMETER Resin nilon 6/12 Ekstrak air pada suhu 100ºC selama 5 jam.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2A PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. F.05. mengandung εkaprolaktam Resin nilon 6/69 o Ekstrak air. dan H yang disebut dalam Lampiran 2C tabel 2.015 mg/cm 2 16 Resin Melaminformaldehida 1 maks 0. pada suhu tidak lebih lebih dari 100ºC. E.078 mg/cm2 2 3 17 Resin ureaformaldehida 1 maks maks maks 3 30 0.1 dan 2.2. 100 g sampel diekstraksi dengan 250 ml air terdemineral atau terdeion. C. o maksimum 100 C.ε-kaprolaktam .2. hasil reaksi 1 mol urea dan tidak lebih dari 2 mol formaldehida dalam air Monomer formaldehida Ekstrak air. pada suhu refluks selama 2 jam BATAS MIGRASI maks maks maks 0. hanya untuk pangan nonalkohol.55.ω-laurolaktam Resin nilon 6/66 Ekstrak air pada suhu 82. mengandung : .2ºC selama 5 jam.2 Monomer formaldehida Monomer melamin Ekstrak total yang dihasilkan dalam masing masing pengekstrak.1..1.023 mg/cm 2 5 maks 0. pada kondisi penggunaan B. mengandung εkaprolaktam Resin nilon 6/66 Ekstrak air pada suhu 100oC selama 5 jam. hanya untuk pangan nonalkohol. pada suhu 100 C selama 8 jam. hanya untuk pangan nonalkohol. maksimum 82.1. hanya untuk pangan nonalkohol. G. hasil reaksi 1 mol melamin dengan tidak lebih dari 3 mol formaldehida dalam air.2.1 dan 2.006 0. seperti yang disebut dalam Lampiran 2C tabel 2. mengandung resin nilon 6/69 Ekstrak netto larut kloroform.

1 maks maks maks maks 3000 3500 2500 3000 bpj bpj bpj bpj 21 . dalam: .benzena Fraksi ekstrak resin nilon 6/66 (monomer ε-kaprolaktam maks 0.air . dalam: .etil alkohol 95% .2 maks maks maks maks 8000 10000 5000 5000 bpj bpj bpj bpj 5.air .benzena maks BATAS MIGRASI 0.benzena Fraksi ekstrak resin nilon 610 terhadap berat resin.air .6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 NO ZAT KONTAK DENGAN PANGAN 2 PARAMETER Ekstrak n-heptana.etil asetat .05.etil alkohol 95% .etil alkohol 95% .etil alkohol 95% . pada suhu refluks selama 2 jam Fraksi ekstrak resin nilon 66 terhadap berat resin.etil asetat .7% berat) terhadap berat resin.air . dalam: .4 % berat) terhadap berat resin.air . dalam: .etil asetat . residu monomer ε-kaprolaktam maks 0.air .benzena Fraksi ekstrak resin nilon 11 (penggunaan berulang atau sekali) terhadap berat resin.etil asetat .5 bpj 19 Resin nilon 1 maks maks maks maks 15000 15000 2000 2000 bpj bpj bpj bpj 2 maks maks maks maks 10000 20000 10000 10000 bpj bpj bpj bpj 3 maks maks maks maks 15000 20000 10000 10000 bpj bpj bpj bpj 4.etil asetat .BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2A PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.benzena Fraksi ekstrak resin nilon 66/610 terhadap berat resin.benzena Fraksi ekstrak resin nilon 6/66 (kaprolaktam campuran >60%.a. dalam: .etil alkohol 95% .55.etil asetat .etil alkohol 95% . dalam: . 100 g sampel dalam 250 ml n-heptana p.1 maks maks maks maks 20000 20000 15000 15000 bpj bpj bpj bpj 4.

dalam: .etil alkohol 95% . dengan ketebalan ratarata maksimum 25.etil asetat .55.air .4 µm) terhadap berat resin.benzena Fraksi ekstrak resin nilon 6 (film yang kontak pangan.air .05.benzena BATAS MIGRASI maks maks maks maks 3500 16000 3500 4000 bpj bpj bpj bpj 6. dengan ketebalan ratarata maksimum 25.etil asetat .benzena Fraksi ekstrak resin nilon 66T (film yang kontak pangan.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 NO ZAT KONTAK DENGAN PANGAN 5.etil alkohol 95% .etil alkohol 95% .1 maks maks maks maks 10000 20000 10000 10000 bpj bpj bpj bpj 6.air . dalam: . maksimum 100°C) terhadap berat resin.air .benzena Fraksi ekstrak resin nilon 612 (artikel yang kontak pangan. dalam: . pemakaian berulang.etil asetat .etil asetat .etil asetat .BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2A PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.air .benzena Fraksi ekstrak resin nilon 6 terhadap berat resin.2 PARAMETER Fraksi ekstrak resin nilon 11 (penggunaan berulang dan sekali) terhadap berat resin.etil alkohol 95% .4 µm) terhadap berat resin.2 maks maks maks maks 15000 20000 10000 10000 bpj bpj bpj bpj 7 maks maks maks maks 10000 10000 2500 2500 bpj bpj bpj bpj 8 maks maks maks maks 5000 15000 5000 5000 bpj bpj bpj bpj 22 . dalam: . dalam: .etil alkohol 95% .

etil alkohol 95% .1 dan 2.etil asetat .05.).55.2.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2A PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.2.2.2.etil asetat . penanganan. D. dan pengemasan pangan tipe V dan IX.air . kondisi A (sterilisasi tidak lebih dari 30 menit pada suhu tidak lebih dari 121oC).2) terhadap berat resin. dalam: .benzena BATAS MIGRASI maks maks maks maks 10000 20000 15000 15000 bpj bpj bpj bpj 9.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 NO ZAT KONTAK DENGAN PANGAN 9. kontak dengan semua tipe pangan.etil alkohol 95% .air . dalam: . E.benzena Fraksi ekstrak resin nilon 12 (pemakaian berulang.etil alkohol 95% .) terhadap berat resin. B-H yang disebut dalam Lampiran 2C tabel 2.benzena Fraksi ekstrak resin nilon MXD–6 dan nilon dimodifikasi dengan tekanan MXD–6 (tebal film rata-rata tidak lebih dari 40 µm. F.air . H yang disebut dalam Lampiran 2C tabel 2.1 dan 2.1 maks maks maks maks 20000 25000 10000 10000 bpj bpj bpj bpj 23 . kecuali yang mengandung >8% alkohol.etil asetat . terhadap berat resin. kontak dengan pangan nonalkohol.2. kondisi penggunaan B-H yang disebut dalam Lampiran 2C tabel 2. untuk digunakan dalam pengolahan. dalam: .2.2 maks maks maks maks 10000 20000 15000 15000 bpj bpj bpj bpj 10.2. G.1 PARAMETER Fraksi ekstrak resin nilon 12 (film tebal rata-rata maks 41µm. kondisi penggunaan C.

etil alkohol 95% .air .air .etil asetat .0775 bpj bpj bpj bpj µg/cm2 10.55. F.2.a maks maks maks maks maks 10000 15000 2000 2000 0. kecuali pangan yang mengandung alkohol lebih dari 8% (v/v)) terhadap berat resin. pada suhu tidak lebih dari 49oC.2 PARAMETER Fraksi ekstrak resin nilon dimodifikasi dengan tekanan MXD–6 terhadap berat resin (sebagai pemodifikasi resin nilon 6.benzena Fraksi ekstrak resin nilon 6I/6T (kontak dengan semua tipe pangan.etil alkohol 95% . kecuali yang mengandung alkohol lebih dari 8% (v/v) alkohol) terhadap berat resin.05.2). dalam: .3. dalam: .benzena Ekstrak monomer m-ksilililendiaminasam adipat siklik terhadap berat resin Fraksi ekstrak resin nilon 12T (kontak dengan semua tipe pangan. pada kondisi penggunaan E.etil asetat .5 1 1 bpj bpj bpj bpj 10.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2A PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. kecuali minuman ringan yang mengandung alkohol lebih dari 8% (v/v) . pengangkutan.air . tebal film rata-rata tidak lebih dari 15 µm.b 11 maks maks maks 1000 5000 5000 bpj bpj bpj 12 maks maks maks maks 2000 10000 1000 1000 bpj bpj bpj bpj 24 .etil asetat . tidak lebih dari 13% (b/b) film. dalam: .etil alkohol 95% .3.benzena Fraksi ekstrak resin nilon MXD–6 (sebagai lapisan ganda dan kemasan plastik kaku yang tidak kontak dengan pangan). dalam : . tempat penyimpanan pangan.benzena BATAS MIGRASI maks maks maks maks 2 2.etil asetat . G yang disebut dalam Lampiran 2C tabel 2.air .6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 NO ZAT KONTAK DENGAN PANGAN 10. digunakan untuk pengemasan.

benzena Fraksi ekstrak resin nilon 6/69 terhadap berat resin.benzena BATAS MIGRASI maks maks maks 20000 15000 15000 bpj bpj bpj 13. pada kondisi penggunaan E.etil alkohol 95% . terhadap berat resin.air . Penyaring membran akhir digunakan untuk bersentuhan dengan minuman ringan yang mengandung alkohol tidak lebih dari 13% (v/v).6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 NO ZAT KONTAK DENGAN PANGAN 13. terhadap berat resin.2. dalam: .2.etil alkohol 95% .benzena Fraksi ekstrak resin nilon 6/12 dengan residu ε−kaprolaktam tidak lebih dari 0. dalam: .05. terhadap berat resin.etil asetat . dalam: . dalam: . F.1% berat. dalam: .etil alkohol 95% .8% berat dan residu ω-laurolaktam tidak lebih dari 0.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2A PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.55.air .etil asetat .etil asetat .air .air .air Fraksi ekstrak resin nilon 46 hanya digunakan untuk penyaring membran yang bersentuhan dengan pangan untuk pemakaian berulang.5% berat dan residu ω-laurolaktam tidak lebih dari 0.etil asetat .benzena Fraksi ekstrak resin nilon 6/12 dengan residu ε−kaprolaktam tidak lebih dari 0.1 PARAMETER Fraksi ekstrak resin nilon 6/12 (tebal film tidak lebih dari 51 µm) terhadap berat resin. G yang disebut dalam Lampiran 2 C tabel 2.3 maks maks maks maks 10000 15000 5000 5000 bpj bpj bpj bpj 14 maks 30000 bpj 15 maks maks maks maks 3000 2000 2000 3000 bpj bpj bpj bpj 25 .1 % berat.2 maks maks maks maks 8000 10000 5000 5000 bpj bpj bpj bpj 13.

Fraksi terlarut ksilen. terhadap berat resin. pada suhu 50oC terhadap polimer: . Tipe VIA dan VIB.1 dan 2. pada suhu 25oC) terhadap polimer: BATAS MIGRASI maks maks maks 70 6400 30 bpj bpj bpj 20 Polimer Olefin (Polietilena-PE dan Polipropilena-PP) 1 maks 64000 bpj maks 98000 bpj 2 maks 64000 bpj maks maks 98000 55000 bpj bpj 3 maks 113000 bpj 4 maks maks 26000 113000 bpj bpj 5 maks 530000 bpj maks 750000 bpj 26 . dengan batas suhu pengisian 40 oC. pada suhu o 25 C terhadap berat polimer Homopolimer Propilena (polimerisasi dengan katalis metalosen) . pada suhu 50oC terhadap polimer: .Fraksi ekstrak n-heksana.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2A PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. pada suhu 50oC terhadap berat polimer : .etil asetat Polipropilena (polimerisasi katalitik propilena) .Fraksi terlarut ksilen.05. dalam: . pada suhu refluks terhadap berat polimer .2. pada suhu 25oC terhadap polimer: Polietilena (sebagai komponen pelapis) .Fraksi terlarut ksilen. pada suhu 25oC terhadap polimer Polietilena (bukan untuk memasak) .etil alkohol 95% .Fraksi ekstrak n-heksana.Fraksi ekstrak n-heksana.2.Fraksi pelarut ksilen. pada suhu refluks terhadap berat . pada kondisi D hingga H yang disebut dalam Lampiran 2C tabel 2.55. pada suhu 25oC terhadap berat polimer : Polietilena (untuk kemasan atau wadah selama memasak) .air .6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 NO ZAT KONTAK DENGAN PANGAN 16 PARAMETER Fraksi ekstrak resin nilon PA 6–3–T untuk penggunaan berulang (kecuali botol) digunakan untuk kemasan yang bersentuhan dengan pangan.2.Fraksi ekstrak n-heksana.Fraksi terlarut ksilen.Fraksi ekstrak n-heksana.

pada suhu o 25 C terhadap polimer: Kopolimer olefin dengan dua atau lebih 1-alkena . tipe pangan III. dan H disebut dalam Lampiran 2C tabel 2. F. IV-A. terhadap polimer: .Fraksi terlarut ksilen.Terlarut ksilen. pada suhu refluks terhadap polimer: .Fraksi terlarut ksilen.1 dan 2.7. .7metanoisobenzofuran-1. .1 dan 2.2. pada suhu o 50 C terhadap polimer: .7%.Fraksi terlarut ksilen.7a-tetrahidrometil-4.2. pada suhu 25 oC. pada suhu 15 o C.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 NO ZAT KONTAK DENGAN PANGAN 6 PARAMETER Kopolimer olefin dengan 1-alkena . G.Fraksi ekstrak n-heksana. pada suhu o 50 C. VIII. pada suhu 50oC terhadap polimer: .2. .Fraksi ekstrak n-heksana.Fraksi terlarut ksilen.Fraksi terlarut ksilen. pada suhu o 25 C terhadap polimer: Kopolimer olefin terpolimer kontak dengan pangan hanya di bawah kondisi penggunaan D.Fraksi ekstrak n-heksana.2. pada suhu o 25 C terhadap polimer : Kopolimer polietilena tercangkok oleh 3a. VI-C.55. Indeks pelelehan tidak lebih dari 2.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2A PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. pada suhu o 25 C terhadap polimer: BATAS MIGRASI maks 55000 bpj maks 300000 bpj 7 maks 55000 bpj maks 30000 bpj 8 maks 26000 bpj maks 300000 bpj 9 maks maks 66000 75000 bpj bpj 10 maks maks 4500 18000 bpj bpj 11 maks maks 13600 22800 bpj bpj 27 .Ekstrak n-heksana. VII-A. pada suhu 25oC terhadap polimer : Poli(metilpenten) . V.2.Fraksi ekstrak n-heksana.4. E. Kopolimer etilena-maleat anhidrat (Maleat anhidrat maksimum 2%) .05. pada suhu o 50 C terhadap polimer: .Fraksi ekstrak n-heksana. dan IX disebut dalam Lampiran 2C tabel 2.3-dion maksimum 1.2.

selama 6 jam. setelah kontak dengan air suling. tipe III. pada suhu o 25 C terhadap berat polimer : maks BATAS MIGRASI 1500 bpj 2 maks 1500 bpj 3 maks 1500 bpj 4 22 Resin Poliesterkarbonat 1 maks maks 3 50 bpj bpj 2 maks 50 bpj 3 maks 20 bpj 4 23 Polietilena.Fraksi terlarut ksilen.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 NO 21 ZAT KONTAK DENGAN PANGAN Resin Polikarbonat (PC) 1 PARAMETER Ekstrak total air suling. pada suhu refluks. setelah kontak dengan n-heptana. terklorinasi 1 maks 5 bpj maks maks 55000 113000 bpj bpj NO ZAT KONTAK DENGAN PANGAN PARAMETER BATAS MIGRASI 28 .05. IVA. pada suhu refluks. V.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2A PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.Fraksi ekstrak n-heksana pada suhu o 50 C terhadap berat polimer : .2.2. selama 6 jam terhadap berat resin Ekstrak total n-heptana. pada suhu refluks. pada suhu refluks selama 6 jam terhadap berat resin Ekstrak total etanol 50% (v/v). terbatas untuk penambahan pada PVC dan kopolimer PVC tidak lebih dari 15%.2. klorin total dalam polietilena terklorinasi tidak lebih dari 60% (b/b): . terhadap berat resin Residu metilenaa klorid dalam resin poliesterkarbonat Digunakan untuk kemasan yang bersentuhan dengan pangan. selama 6 jam terhadap berat resin Ekstrak total tidak mudah menguap. VIIA dan IX dalam Lampiran 2C able 2.1 dan 2. setelah kontak dengan etanol 50% (v/v) dalam air suling. selama 6 jam. pada suhu refluks.55. terhadap berat resin Ekstrak total tidak mudah menguap. pada suhu refluks selama 6 jam terhadap berat resin Monomer bisfenol A Ekstrak total tidak mudah menguap.

Polietilena ftalat tak bersalut tersusun dari lembaran dasar atau polimer dasar (base sheet and base polymer) (kopolimer etilena terftalat. setelah kontak o dengan n-heptana. kecuali minuman ringan beralkohol pada suhu tidak melebihi o 121 C : Ekstrak kloroform.0775 mg/cm2 1. pada suhu 66 C selama 2 jam Plastik. pada suhu 121 C selama 2 jam Ekstrak kloroform. VIIA dan IX dalam Lampiran 2C tabel 2.2 a maks 0. pengangkutan atau penyimpanan sementara yang bersentuhan dengan pangan.55. Ekstrak kloroform. minuman ringan beralkohol tidak melebihi 50% (v/v) : Ekstrak kloroform.0031 mg/cm2 29 . pada suhu 121 C. klorin total dalam polietilena terklorinasi tidak lebih dari 60% (b/b).BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2A PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. IVA. digunakan untuk bersentuhan dengan pangan selama memanggang dalam oven dan memasak . pada suhu > o 121 C : Ekstrak kloroform setelah kontak o dengan air suling. pengangkutan atau penyimpanan sementara yang bersentuhan dengan pangan. setelah kontak dengan air. pada suhu 49oC selama 24 jam.0775 mg/cm 2 b maks 0. terbatas untuk penambahan pada PVC dan kopolimer PVC tidak lebih dari 15 %.4-sikloheksilena dimetilena terftalat dan polimer etilena terftalat). digunakan untuk kemasan yang bersentuhan dengan pangan.2. setelah kontak dengan etil-alkohol 50%. setelah kontak o dengan air suling. kopoliester etilena-1. kopolimer etilena terftalat-isoftalat.0775 mg/cm2 b maks 0.2. selama 2 jam maks 70000 bpj 24 Polimer polietilena ftalat (PET) 1. digunakan untuk kemasan. V.a maks 0.1 a maks 0. pada suhu 121oC selama 2 jam. Plastik.0775 mg/cm2 2 2.2.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 2 Fraksi ekstrak n-heksana pada suhu 50oC.1 dan 2. tipe III.05. digunakan untuk kemasan.

55.b maks 0.2.b maks 0. setelah kontak o dengan air suling. pada suhu 66 C.b PARAMETER Ekstrak kloroform setelah kontak dengan n-heptana.05.c maks 0. pada suhu 66oC selama 2 jam Ekstrak larut kloroform.031 mg/cm 2 3.0775 mg/cm 2 4. pada suhu tidak melebihi 49oC Ekstrak kloroform setelah kontak dengan air suling. jika terpapar etanol 95% pada suhu 49oC selama 24 jam) Residu total p-metilstirena. untuk kemasan dengan kapasitas > 500 mL. pada suhu 66oC. pada suhu100oC. selama 2 jam Tenunan. selama 2 jam.a 0. setelah kontak dengan n-heptana.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 NO ZAT KONTAK DENGAN PANGAN 2. selama 2 jam.0775 mg/cm2 4. penyaringan ruahan pangan pada suhu tidak melebihi 100oC selain minuman ringan beralkohol dan penyaringan ruahan minuman ringan beralkohol.1 dan maks maks maks BATAS MIGRASI 0. Ekstrak kloroform setelah kontak o dengan n-heptana.d maks 0. pada o suhu 49 C selama 24 jam Ekstrak larut kloroform.a 0.000775 mg/cm2 4. seperti yang disebut dalam Lampiran 2C tabel 2. digunakan untuk kemasan. dengan kadar alkohol tidak melebihi 50% (v/v). untuk kemasan dengan kapasitas ≤ 500 mL. Ekstrak kloroform.c maks 0. Ekstrak kloroform setelah kontak dengan etil alkohol 50%.00775 mg/cm 2 25 Poli (p-metil stirena) dan karet termodifikasi poli (p-metil stirena) 1 maks 10000 bpj 30 .0031 mg/cm 2 3 3. digunakan untuk bersentuhan dengan pangan kering.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2A PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. setelah kontak dengan etil alkohol 95%.031 mg/cm2 3.031 mg/cm2 4 4. pada suhu 49oC. pengangkutan atau penyimpanan sementara yang bersentuhan dengan pangan beralkohol dengan kadar tidak melebihi 95% (v/v) : Ekstrak kloroform. selama 24 jam. digunakan untuk kemasan yang bersentuhan dengan pangan. pada suhu 121 C selama 2 jam. Plastik polietilena ftalat yang tersusun dari etilenaterftalat-isoftalat .

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2A PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. selama 2 jam.. IV-A.0062 mg/cm2 mg/cm2 Viskositas inheren = ln (Nr) 31 .1. V. maks maks 0. seperti yang disebut dalam Lampiran 2C tabel 2. Residu total monomer stirena. dan IX) pada Lampiran 2C tabel 2.2. (kontak dengan pangan berlemak di luar tipe III.2. digunakan untuk kemasan yang bersentuhan dengan pangan. dan IX). Ekstrak asam asetat 3%. V.031 0.05. pada kondisi B hingga H. VII-A.55. seperti yang disebut dalam Lampiran 2C tabel 2. pada kondisi B hingga H..2.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 NO ZAT KONTAK DENGAN PANGAN PARAMETER 2. tidak boleh kurang dari 0.2.1 dan 2.1 Residu total monomer stirena pada karet termodifikasi polistirena Ekstrak air suling.2. pada suhu 100oC. Residu total monomer stirena (untuk kemasan yang bersentuhan dengan pangan berlemak tipe III.2. Viskositas inheren dari larutan 0. BATAS MIGRASI 2 Residu total monomer p-metilstirena dalam karet. selama 2 jam. menggunakan rumus maks 5000 bpj 26 Polistirena dan polistirena termodifikasi karet 1 maks 10000 bpj 2 maks 5000 bpj 3 27 Poli (tetrametilena terftalat) 1 maks 5000 bpj maks 0. selama 2 jam. pada suhu 66oC.5 persen polimer dalam pelarut fenol/tetrakloretana (60/40) b/b. VII-A.012 mg/cm2 c dengan: Nr = rasio waktu alir larutan polimer dengan pelarut c = konsentrasi polimer larutan uji dalam g/100 mL 2 3 Ekstrak n-heptana. IV-A.6 yang ditetapkan menggunakan viskosimeter Wagner (atau yang setara).2. digunakan untuk kemasan yang bersentuhan dengan pangan. pada suhu 121oC.

1. F dan G) Polimer stirena blok dengan 1. kondisi D..2. Mempunyai viskositas minimum 4 cps. pada suhu refluks. maks 0.2.55.19 cm maks 0. dengan ketebalan 0.05.078 mg/cm2 mg/cm2 29 Polimer stirena blok 1 Fraksi ekstrak air suling.0039 mg/cm2 - maks 0.3-butadiena butadiena berat molekul lebih dari 29000.1.2.3butadiena berat molekul > 29000. pada suhu 66oC. seperti yang disebut dalam Lampiran 2C tabel 2.071 cm.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2A PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. Polimer stirena blok dengan 2metil. VII–B dan VIII) : - Fraksi ekstrak air suling pada suhu refluks selama 2 jam. Fraksi ekstrak dalam etanol 50%. dengan ketebalan 0. Digunakan untuk kemasan yang bersentuhan dengan pangan. VII–B dan VIII.071 cm Fraksi ekstrak etanol 50%.002 mg/cm2 2 Digunakan untuk kemasan yang bersentuhan dengan pangan.1. untuk larutan 4% dalam air pada suhu 20oC.1. dengan ketebalan 0.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 NO ZAT KONTAK DENGAN PANGAN PARAMETER BATAS MIGRASI 4 28 Film polivinil alkohol (PVA) 1 Ekstrak etanol 50%. IV–B. (sebagai barang atau komponen barang kontak dengan pangan tipe I.002 mg/cm2 32 . digunakan untuk kemasan yang bersentuhan dengan pangan tipe V atau IX. larut dalam toluena : - maks maks 0. Fraksi ekstrak total.031 0. seperti yang disebut dalam Lampiran 2C tabel 2. selama 30 menit. selama 2 jam.002 mg/cm2 - maks 0. selama 2 jam. IV–B. selama 2 jam. larut dalam toluena (sebagai artikel atau komponen artikel kontak dengan pangan tipe I. E.19 cm. II. pada suhu 66oC. VI. seperti yang disebut dalam Lampiran 2C tabel 2. pada suhu 66oC. II. dengan ketebalan 0. VI.

2. VI. Viskositas intrinsik dalam sikloheksanaon pada suhu 30oC tidak kurang dari 0.05.071 cm Fraksi ekstrak etanol 50% pada suhu 66oC selama 2 jam.2. Polimer stirena blok dengan 1.1. dengan ketebalan 0. untuk penggunaan kemasan pada suhu >100oC Residu kering etanol 20%. E.3butadiena terhidrogenasi berat molekul > 16000. IV–B.2.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2A PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.071 cm maks 0. dan 2. mengandung polimer stirena tidak lebih dari 50%. seperti yang disebut dalam Lampiran 2C tabel 2. VII–B dan VIII) : - Fraksi ekstrak air suling. II.1. seperti yang disebut dalam Lampiran 2C tabel 2.2.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 NO ZAT KONTAK DENGAN PANGAN PARAMETER BATAS MIGRASI 3 Digunakan untuk kemasan yang bersentuhan dengan pangan. air. larut dalam toluena (sebagai artikel atau komponen artikel kontak dengan pangan tipe I. seperti yang disebut dalam Lampiran 2C tabel 2. asam asetat 4% Monomer vinil klorida Ekstrak total n-heptana pada suhu 49oC selama 2 jam. Residu kering n-heptana pada suhu 25oC selama 60 menit Residu kering n-heptana pada suhu 25oC selama 60 menit.2. pada suhu refluks.1.002 mg/cm2 - maks 0. digunakan untuk kemasan yang bersentuhan dengan pangan.2.0465 mg /cm2 31 Polimer poli vinil klorida (PVC) 1 2 maks maks 150 30 bpj bpj 3 4 32 Kopolimer vinil kloridaetilena 1 maks maks maks 30 1 1000 bpj bpj bpj 2 maks 300 bpj 33 . dengan ketebalan 0. F atau G.50 dL/g. digunakan untuk kemasan yang bersentuhan dengan pangan. pada kondisi penggunaan D. Ekstrak total dalam air pada suhu 49oC selama 2 jam maks 0.2.55.002 mg/cm2 30 Kopolimer stirena-metil metakrilat 1 Ekstrak total tidak mudah menguap. dan 2. Batas kandungan klorin total 53 56 % . selama 2 jam.

55. berat molekul > 100.05. dan dengan 100 ml n-heptana pada suhu 66oC selama 2 jam) terhadap berat resin Ekstrak total tidak mudah menguap yang diekstraksi dengan air suling pada suhu 121oC selama 2 jam Ekstrak total larut kloroform untuk masing-masing pelarut.2 Ekstrak total n-heptana pada suhu 66oC selama 2 jam Monomer vinil klorida Ekstrak total air pada suhu 66 C selama 2 jam Ekstrak total n-heptana pada suhu 66oC selama 2 jam Monomer vinil klorida Ekstrak total n-heptana pada suhu 66oC selama 2 jam Ekstrak total air pada suhu 66oC selama 2 jam Ekstrak total. maks 5000 bpj 2 maks 0.1.metil akrilat maks maks maks maks maks maks maks maks maks 300 1 300 6000 1 1000 300 0.17 1 bpj bpj bpj bpj bpj bpj bpj mg bpj Digunakan pada suhu tidak lebih dari 135 C. F atau G.2.2. pada kondisi penggunaan D. seperti yang disebut dalam Lampiran 2C tabel 2. dan 2. 1 Ekstrak total tidak mudah menguap (10 g sampel diekstraksi dengan 100 ml air suling pada suhu 121oC selama 2 jam .047 mg/cm2 37 Polimer vinilidena klorida/ metil akrilat/ metil metakrilat 1 maks 0.2. dan 2.2.1. Tebal film tidak lebih dari 0.005 cm. digunakan untuk kemasan yang bersentuhan dengan pangan.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 NO ZAT KONTAK DENGAN PANGAN PARAMETER BATAS MIGRASI 33 Kopolimer vinil kloridaheksena-1 1 Ekstrak total dalam air pada suhu 66oC selama 2 jam.2.08 mg/cm2 34 . digunakan untuk kemasan yang bersentuhan dengan pangan pada kondisi yang disebut pada Lampiran 2C tabel 2.000 dengan suhu penggunaan hingga 121oC.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2A PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. 100 g sampel diektraksi dalam air pada suhu 66oC selama 2 jam Migrasi monomer Vinil klorida o o maks 100 bpj 2 3 34 Kopolimer vinil kloridalauril vinil eter 1 2 3 35 Kopolimer vinil kloridapropilena 1 2 3 4 36 Kopolimer vinilidena klorida . E.

pada suhu refluks. yang diekstraksi dengan air atau alkohol 8% atau 50%. etanol 50%. Polimer alami dan/atau sintetis Ekstrak total air suling. digunakan untuk kemasan yang bersentuhan dengan pangan pada kondisi yang disebut dalam Lampiran 2C tabel 2. dengan air pada suhu refluks selama 2 jam Anilin terekstrak.2.2. secara terpisah dengan air. pada suhu refluks .031 mg/cm2 2 maks 0.00093 0. setelah kontak dengan dengan n-heptana.05.selama 7 jam pertama .12 0.selama 2 jam berikutnya maks maks maks maks 0. dengan ketebalan min 0.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2A PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.023 0.1 dan 2.0 : 1 2 3 Ekstrak air total.55.0155 mg/cm2 41 Karet untuk penggunaan berulang 1 maks maks 3. secara terpisah dengan air. mempergunakan metoda spektrofotometer.2. etanol 50%. Ekstrak total dari bahan tidak mudah menguap. dan n-heptana Ekstrak total fluorida sebagai fluorin. pada kondisi yang disebut dalam Lampiran 2C tabel 2. Ekstrak netto larut kloroform.1 dan 2.0155 mg/cm2 mg/cm2 mg/cm2 mg/cm2 40 Resin poliester.1 0.selama 2 jam berikutnya Untuk kontak dengan pangan berlemak Ekstrak total n-heksana.1 mm : 1 Ekstrak total.2. selama 2 jam Fenol terekstrak.000775 0. digunakan untuk kemasan yang bersentuhan dengan pangan.2. ikatan silang 1 2 maks 0. dan nheptana maks 0. pada suhu refluks selama 2 jam.62 mg/cm2 mg/cm2 35 .0047 mg/cm2 39 Resin fenolat Digunakan untuk kemasan yang bersentuhan dengan pangan non-asam pH > 5.selama 7 jam pertama .155 mg/cm2 mg/cm2 2 maks maks 27. pada suhu refluks selama 2 jam.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 NO ZAT KONTAK DENGAN PANGAN PARAMETER BATAS MIGRASI 38 Elastomer perfluorokarbon terikat silang Digunakan untuk kemasan yang bersentuhan dengan pangan non asam pH > 5.2. pada suhu refluks .

2 maks 50 bpj 2 maks 500 bpj 3 maks 50 bpj 2 1 maks 50 bpj 2 maks 250 bpj 3 maks 50 bpj 3 Lempeng total atau cincin prabentuk dari polimer terplastisasi yang divulkanisasi.3.2 Fraksi kloroform setelah kontak dengan alkohol.2 Fraksi kloroform setelah kontak dengan air suling.3. plastisol.3.3.3.2 Fraksi kloroform setelah kontak dengan alkohol.2 PENUTUP/ GASKET/ SEGEL ZAT KONTAK DENGAN PANGAN Karet NO 2.2.2 Kertas polimerik 1 Lempeng total atau 1 Fraksi kloroform setelah kontak dengan maks 50 bpj 36 . larutan.3.1 dan 2.3.3. pada kondisi yang disebut dalam Lampiran 2C tabel 2.3.3. pada kondisi yang disebut dalam Lampiran 2C tabel 2. pada kondisi yang disebut dalam Lampiran 2C tabel 2. pada kondisi yang disebut dalam Lampiran 2C tabel 2.3.3. termasuk karet alami dan sintetis yang divulkanisasi atau tidak divulkanisasi atau karet lain yang berikatan silang yang dibuat di tempat sebagai lempeng total atau cincin prabentuk dari leburan panas.2.1 dan 2. organisol.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 2.3.1 dan 2.55.1 dan 2.1 dan 2.2 Fraksi kloroform setelah kontak dengan n-heptana. pada kondisi yang disebut dalam Lampiran 2C tabel 2.3. termasuk karet alami dan sintetis 1 maks 50 bpj 2 maks 50 bpj 3 maks 50 bpj 2. pada kondisi yang disebut dalam Lampiran 2C tabel 2.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2A PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.3.3.1 dan 2. pada kondisi yang disebut dalam Lampiran 2C tabel 2. dispersi mekanis atau lateks Lempeng total atau cincin prabentuk dari polimer terplastisasi .2 Fraksi kloroform setelah kontak dengan bahan yang terekstrak air.1 PARAMETER BATAS MIGRASI 1 Polimer terplastisasi.1 dan 2. termasuk karet alami dan sintetis yang tidak divulkanisasi 1 Fraksi kloroform setelah kontak dengan air suling. pada kondisi yang disebut dalam Lampiran 2C tabel 2.05.3.1 dan 2. pada kondisi yang disebut dalam Lampiran 2C tabel 2.3.2 Fraksi kloroform setelah kontak dengan alkohol.2 Fraksi kloroform setelah kontak dengan n-heptana.1 dan 2.2 Fraksi kloroform setelah kontak dengan n-heptana.

3.19 cm maks 0. larut dalam toluena (pada kadar maks 42.1 dan 2. dengan ketebalan 0. karton.2 maks 250 bpj 3 maks 50 bpj 2. VIII. VII– B dan VIII. kondisi penggunaan C. VII-A.2.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2A PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. larut dalam toluena sebagai komponen perekat yang sensitif terhadap tekanan yang kontak dengan pangan Tipe I.071 cm) maks 0. pada suhu refluks selama 30 menit.2 2 Fraksi kloroform setelah kontak dengan n-heptana.071 cm maks 0.3. VI. dengan ketebalan 0. pada suhu 66oC selama 2 jam (tebal 0.1 dan 2.1 dan 2. II. pada kondisi yang disebut dalam Lampiran 2C tabel 2. IV-A.002 mg/cm2 2 Fraksi ekstrak etanol 50%. pada kondisi yang disebut dalam Lampiran 2C tabel 2.1 dan 2.0039 mg/cm2 2 maks 0.2 Fraksi kloroform setelah kontak dengan alkohol.19 cm Fraksi ekstrak etanol 50%. dengan ketebalan 0.3.3. pada suhu 66oC. IV–B.2.3.2.butadiena berat molekul > 29000. atau substrat lembaran logam air suling. kontak pangan tipe III.05.3. dan IX.2.3.2. untuk penutup yang rekat (closure tapes) mensegel kemasan dengan kapasitas minimum 160 cc. yang disebut dalam Lampiran 2C tabel 2. pada suhu refluks selama 2 jam.1 dan 2.03 cm2 1 Fraksi ekstrak air suling. E.4% (b/b) sebagai komponen penutup dengan segel. luas perekat yang terpapar pangan maks 4.002 mg/cm2 2 1 Fraksi ekstrak air suling. F dan G.3-butadiena terhidrogenasi berat molekul >16000. V. kondisi D) pada lampiran 2C tabel 2.55.3 Polistirena 1 Polimer stirena blok dengan 1. D. selama 2 jam.002 mg/cm2 37 .6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 NO ZAT KONTAK DENGAN PANGAN PARAMETER BATAS MIGRASI cincin prabentuk dari kertas polimerik atau berlapis resin. pada kondisi yang disebut dalam Lampiran 2C tabel 2.2. Polimer stirena blok dengan 1.2. plastik.

selama 24 ± 0. pada suhu 22 ± 2oC.2 1 maks 4 bpj 2 maks 0.3.3. selama 24 ± 0. pada suhu 22 ± 2oC.5 jam Timbal yang diekstraksi dengan asam asetat 4%.5 jam Timbal yang diekstraksi dengan asam asetat 4% (v/v).5 jam maks 0.55.4 GELAS ZAT KONTAK DENGAN PANGAN NO PARAMETER BATAS MIGRASI 2.1 L) 1 Timbal yang diekstraksi dengan asam asetat 4%.3.2 Berongga dengan kedalaman > 2.5 jam Kadmium yang diekstraksi dengan asam asetat 4% (v/v).5 jam Kadmium yang diekstraksi dengan asam asetat 4% (v/v). pada suhu 22 ± 2oC.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2A PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.4. dan bejana penyimpan yang mempunyai kapasitas > 3L 1 maks 1. pada suhu 22 ± 2oC.1 Berongga dengan kedalaman > 2. kemasan. pada suhu 22 ± 2oC. pada suhu kamar selama 24 jam maks 2.5 bpj 2 maks 0.5 bpj 38 . pada suhu kamar selama 24 jam Kadmium yang diekstraksi dengan asam asetat 4%. selama 24 ± 0. selama 24 ± 0.4. pada suhu kamar selama 24 jam Kadmium yang diekstraksi dengan asam asetat 4%. pada suhu 22 ± 2oC. selama 24 ± 0.05.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 2.5 cm dan kapasitas ≥1.5 jam Kadmium yang diekstraksi dengan asam asetat 4% (v/v).5 cm dan kapasitas <1.1 bpj 2.25 bpj 2.3 bpj 2. yang kedalaman internalnya diukur dari titik terendah ke bidang horizontal melalui pinggir paling atas Semua jenis keramik yang dapat diisi 1 Timbal yang diekstraksi dengan asam asetat 4% (v/v). selama 24 ± 0.5 bpj 2 maks 0. pada suhu kamar selama 24 jam Timbal yang diekstraksi dengan asam asetat 4%.0007 mg/cm2 2.1 Keramik yang tidak dapat diisi dan dapat diisi.1 L 1 maks 5 bpj 2 maks 0.008 mg/cm2 2 maks 0.3 Peralatan masak.3 KERAMIK ZAT KONTAK DENGAN PANGAN NO PARAMETER BATAS MIGRASI 2.

5% pada suhu 60°C selama 30 menit.55.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2A PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.5% pada suhu 60°C selama 30 menit. atau pelarut asam sitrat 0. Kadmium yang diekstraksi dengan pelarut asam sitrat 0. untuk pangan dengan pH ≤ 5) Timbal yang diekstraksi dengan air pada suhu 95°C selama 30 menit untuk penggunaan > 100°C.1 bpj 2 maks 0.1 Kaleng 1 Kadmium yang diekstraksi dengan air pada suhu 95°C selama 30 menit untuk penggunaan > 100°C. pada suhu kamar selama 24 jam Timbal yang diekstraksi dengan asam asetat 4% pada suhu kamar selama 24 jam Kadmium yang diekstraksi dengan asam asetat 4% pada suhu kamar selama 24 jam maks 17 bpj 2 maks 1.4.3 Piring dengan kedalaman < 2.5 LOGAM ZAT KONTAK DENGAN PANGAN NO PARAMETER BATAS MIGRASI 2.7 bpj 2.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 NO ZAT KONTAK DENGAN PANGAN PARAMETER BATAS MIGRASI 2. untuk pangan dengan pH ≤ 5 maks 0.05. pada suhu kamar selama 24 jam Kadmium yang diekstraksi dengan asam asetat 4%.7 bpj 2.5.lain 1 maks 17 bpj 2 maks 1.4.4 bpj 39 .5 cm 1 Timbal yang diekstraksi dengan asam asetat 4%.1 bpj 3 maks 0.4 Lain .

sulfuric acid.1.tetrametilbutil)fenoksi)etoksi)-etil). 2.Ndimetil-N-(2-(2-(4-(1.1.4-dihidroksibenzoat. 34 percent by weight of polyethylene glycol (400) dioleate. with or without an optional adjuvant system composed of a mixture dimethyl sebacate (up to 20 percent).tetramethylbutyl)phenoxy)ethoxy)ethyl).1.3.8%). 49 percent by weight of polyethylene glycol (400) monooleate and ca.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 BAHAN TAMBAHAN YANG DIIZINKAN DALAM KEMASAN PANGAN 2.1-diphosphonic acid. hidrogen peroksida. hidrogen peroksida. hydrogen peroxide.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.3.1 1 Polimer asam 2. dan dimetil adipat (68-76%) dan dimetil glutarat (4-12%) Benzoic acid. sodium salt A mixture of ca. asam asetat. N.3 Bahan Antimikroba 1 2 3 40 . dimethyl succinate (up to 0.3. klorida juga dikenal sebagai Benzetonium klorida USP Campuran asam perasetat.8 percent). 2.1-difosfonat Campuran asam peroksiasetat. hydrogen peroxide.3. dimetil suksinat (hingga 0. N.1 PLASTIK/KARET/ELASTOMER Bahan Tambahan Bahan Antikempal (Antifoulant) Bahan Antikorosi Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris No 2.1diphosphonic acid (HEDP) A mixture of peroxyacetic acid.1-asam difosfonit.1. Polyethylene glycol (400) monooleate Zinc hydroxy phosphite Benzenemethanaminium. dan 1hidroksietilidin-1.12 percent). and 1hydroxyethylidine-1.Ndimethyl-N-(2-(2-(4-(1.55.05. acetic acid.2 1 2 3 2. dengan atau tanpa sistem adjuvan opsional yang terdiri atas campuran dimetil sebakat (hingga 20%). garam natrium dengan formaldehida dan 1-naftalenol Campuran polietilena glikol (400) monooleat dan polietilena glikol (400) dioleat (dengan perbandingan berat 49:34) Polietilena glikol (400) monooleat Seng hidroksi fosfit Benzenametanaminium.chloride also known as Benzethonium Chloride USP An aqueous mixture of peroxyacetic acid. dimethyl adipate (68-76 percent) and dimethyl glutarate (4.4-dihydroxy-.1. polymer with formaldehyde and 1naphthalenol. asam sulfat dan asam 1hidroksietilidin-1. and 1-hydroxyethylidine-1.

hidrogen peroksida. Campuran mungkin mengandung magnesium atau natrium nitrat (dengan perbandingan berat 1 : 1) terhadap jumlah isotiazolinon total Campuran yang mengandung asam peroksiasetat. The mixture may contain magnesium or sodium nitrate at a 1 to 1 ratio (weight/weight) with the sum of the isothiazolinone A mixture containing peroxyacetic acid.1-0. struktur kerangka rombohedral dengan rumus umum AgxNayHzZr2(PO4)3 x=(0.1-difosfonit dan air 1.5). acetic acid .z=(0.5). and water. asam asetat.3-dibromo-5.y=(0.1-0. Silver sodium hydrogen zirconium phosphate. asam 1hidroksietilidin-1.1diphosphonic acid (HEDP).1-0.05.3-Dibromo-5.8) A mixture of 5-chloro-2-methyl-4isothiazolin-3-one and 2-methyl-4isothiazolin-3-one at a ratio of 3 parts to 1 part by weight.1-0. 1-hydroxyethylidene-1.8).5-dimethylhydantoin (DBDMH) Dimethyl dicarbonate (DMDC) Silver-magnesium-aluminumphosphate glass Silver-magnesium-calciumphosphate-borate-glass Silver-magnesium-sodium-boronphosphate glass (silver glass).8). rhombohedral framework structure.y=(0.1-0. 1.1-0.8) 5 6 7 8 9 10 11 12 18 14 15 16 17 41 .z=(0.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. Silver zinc glass Silver-zinc-magnesium-aluminumcalcium-sodium-borate-phosphate glass Xanthan Gum p-chloro-m-cresol Aqueous solution of sodium chlorite and chlorine dioxide 2-Methyl-4-isothiazolin-3-one as a 20 percent solution. hydrogen peroxide.5-dimetilhidantoin Dimetil dikarbonat Gelas perak-magnesiumaluminum-fosfat Gelas perak-magnesium-kalsiumfosfat-borat Gelas perak-magnesium-natriumboron-fosfat (gelas perak) Gelas perak-seng Gelas perak-seng-magnesiumaluminium-kalsium-natrium-boratfosfat Gom ksantan p-Kloro-m-kresol Larutan dalam air yang mengandung natrium klorit dan klorin dioksida Larutan 2-metil-4-isotiazolin-3-on 20% Perak natrium hidrogen zirkonium fosfat. of the general formula AgxNayHzZr2(PO4)3 x=(0.55.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 4 Campuran 5-kloro-2-metil-4isotiazolin-3-on dan 2-metil-4isotiazolin-3-on (dengan perbandingan berat 3 : 1).

and hydrotalcite Silver-zinc-sodium aluminosilicate zeolite 1.N-Bis(2-hidroksietil) alkil(C12– 18)amina N. garam natrium Zeolit A dengan ion perak.N-Bis(2-hidroksietil) alkilamina.N-Bis(2-hidroksietil) dodekanamida produk reaksi dietanolamina dan metil laurat 2-Pyridinethiol-1-oxide. campuran perakmagnesium-seng-kalsium fosfat natrium alumino silikat.2-Benzisotiazolin-3-on Aluminium borat (Al2O3).N-Bis(2-hydroxyethyl) alkylamine. perak dan tembaga telah ditukar dengan ion natrium Zeolit perak seng.2(B2O3) produk reaksi antara aluminium oksida dan/atau aluminium hidroksida dengan asam borat dan/atau asam metaborat Asam alkil mono.dan disulfonat.N-Bis(2-hydroxyethyl) dodecanamide produced when dietanolamin is made to react with methyl laurate 20 21 22 2.N-Bis(2-hidroksietil) alkil(C13– 15)amina N.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 18 19 2-Piridintiol-1-oksida.4 2.N-Bis(2-hydroxyethyl) alkyl(C12– C18)amine N.4 Pengawet (Preservative) Bahan Antistatik dan/atau Anti embun (Antistatic and/or Antifogging agent) 1 1 2 3 4 5 6 7 42 . where the alkyl groups (C14–C18) are derived from tallow N. seng dan amonium telah ditukar dengan ion natrium Zeolit dengan ion amonium. or derived from the combined fatty acids of coconut oil N. dengan gugus alkil (C14–18) diperoleh dari tal N. oleoyl. silver and ammonium ions have been exchanged for sodium ions Silver zinc zeolite.1.dan disulfonic acids.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.55.1.2-Benzisothiazolin-3-one Aluminum borat (Al2O3). zinc and ammonium ions have been exchanged for sodium ions Zeolite in which copper. garam natrium (produk reaksi nalkena C10-C18 dengan tidak kurang dari 50% C14-16) N-Asil sarkosin dengan gugus asil berupa lauroil. zinc oxide.2(B2O3) produced by reaction between aluminum oxide and/or aluminum hydroxide with boric acid and/metaboric acid Alkyl mono.05. a mixture of silver-magnesium-zinc-calcium phosphate sodium alumino silicate. sodium salts (produced from nalkenes in the range C10-C18 with not less than 50% C14-C16) N-Acyl sarcosines where the acyl group is lauroyl.N-Bis(2-hydroxyethyl) alkyl(C13– C15)amine N. sodium salt Zeolite A in which silver. oleoil atau diperoleh dari kombinasi asam lemak minyak kelapa N. seng oksida dan hidrotalsit Zeolit-perak-seng-natrium aluminosilikat 1.

2-methyl-. (octadecylimino) diethylene distearate.Ndimethylammonium-α-N-methyl carboxylate chloride sodium salt. and N. α-eikosil-ωhidroksi Polimer asam heksanadioat dengan azasiklo trideksana-2-on dan α-hidro.2ethanediyl) Methylmethacrylatetrimethylolpropane trimethacrylate copolymers 2-Propenoic acid. sikloheksil metakrilat. cyclohexyl methacrylate. alphaeicosyl-omega-hydroxy Hexanedioic acid. N-vinil-2pirolidon Kopolimer natrium akrilat-stirena sulfonat Poli(oksi-1.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 8 N.N-Bis(2-hidroksietil) oktadesilamina.2-ethanediyl). ethyl methacrylate. (garam mononatrium) dan N. (oktadesilimino) dietilena distearat. N-vinyl-2-pyrrolidone copolymer Sodium acrylate/styrene sulfonate copolymer Poly(oxy-1. etil metakrilat.N-Bis(2-hydroxyethyl) octadecyl amine. dan oktadesil bis(hidroksietil) amina α-(Karboksimetil)-ω-(tetradesiloksi) polioksietilena) Kopolimer N-metakriloiloksietil-N.2-etanadiil). 2-etil-2-[{(2-metil-1-okso-2propenil) oksi} metil]-1.1. α-n-Dodekanol-ω-hidroksi poli (oksietilena) Ester asam oktadekanoat 2-[2hidroksietil) okta desilamino] etil.2-etanadiil) Kopolimer metilmetakrilattrimetilolpropana trimetakrilat Polimer ester asam 2-propenoat.05.55.N-bis(2hidroksietil)-N-(karboksimetil) oktadekanaminum hidroksida (garam dalam) Campuran ester gliserol . garam natrium.Ndimetil amonium-α-N-metil karboksilat klorida.N-Bis(2-hydroxyethyl)N-(carboxymethyl) octadecanaminum hydroxide (inner salt) Glycerol ester mixtures of ricinoleic acid α-n-Dodecanol-omega-hydroxypoly (oxyetilen) Octadecanoic acid 2-[2hydroxyethyl) octadecylamino] ethyl ester. and octadecyl bis(hydroxyethyl) amine Alpha-(Carboxymethyl).ω -hidroksipoli (oksi1. polymer with azacyclotridecan-2-one and alphahydro-omega-hydroxypoly (oxy-1. N-(2-hidroksietil)N-oktadesilglisin. octadecyl methacrylate. 2ethyl-2-[{(2-methyl-1-oxo-2propenyl) oxy} methyl]-1.5 Bahan Antihalang (Antiblocking Agent) 1 2 43 .omega(tetradecyloxy) polyoxyethylene) N-Methacryloyloxyethyl-N.3propenadiil dengan etil-2-propenoat dan metil 2-metil-2-propenoat N. N-(2-hydroxyethyl)-Noctadecylglycine (monosodium salt). oktadesil metakrilat.asam risinoleat. polymer dengan ethyl-2-propenoate and methyl 2methyl-2-propenoate 9 10 11 12 13 14 15 16 2. 3propenediyl ester. 2metil-.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.

N′-Dioleoyletilen diamine Erucamide (erucylamide) .2-dimetilpropionilamino)-fenil]-2.55. or vegetable fats and oils Sebacic acid (1.10tetrakis(1.2]dioxaphosphocin 6-oxidato 1.2-dimetilpropionamida Di-(para-metil benzilidena) sorbitol saja atau mengandung triisopropanolamina hingga 1% Di(p-tolilidena) sorbitol Dibenzilidena sorbitol Saturated fatty acid amides manufactured from fatty acids derived from animal. (1R.4.2-Cyclohexanedicarboxylic acid. 2S)-rel Bis(p-ethyl benzylidene) sorbitol N-[3.3.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No 2.1.05.8octanedicarboxylic acid) N.2]dioksafosfosin 6-oksidato Asam 1.8.2-sikloheksana dikarboksilat.6 Bahan Tambahan Bahan Pembebas (Release Agent) Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 1 Amida asam lemak jenuh yang dibuat dari asam lemak diperoleh dari dari lemak dan minyak (nabati.N′-Dioleoil etilena diamina Erukamida (erusilamida) Lilin dari kulit padi Oleil palmitamida Poli(vinil asetat dengan vinil Noktadesilkarbamat) Polibutena. (1R. hydrogenated Polyethylene glycol Formaldehyde.1-dimetiletil)-6-hidroksi12H dibenzo[d.2-dimethylpropionylamino)-phenyl]-2.2dimethyl-propionamide Di-(para-methylbenzylidene) sorbitol alone or containing up to 1 percent triisopropanolamine Di(p-tolylidene) sorbitol Dibenzylidene sorbitol 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 2.8.1. hidroksil bis [2.10tetrakis(1. garam kalsium (1:1).g] [1.5-Bis-(2.g] [1.1-dimethylethyl)-6hydroxy-12H dibenzo[d. 2S)-rel Bis(p-etil benzilidena) sorbitol N-[3. hewani. polymer with 1naphthalenol Salicylamide Stearyl erucamide Aluminum.5-bis-(2. terhidrogenasi Polietilena glikol Polimer formaldehida dengan 1naftalenol Salisilamida Stearil erukamida Aluminium.7 Bahan Penjernih (Clarifying Agent) 1 2 3 4 5 6 7 44 .BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.8-oktana dikarboksilat) N. calcium salt (1:1).4.3. hydroxyl bis [2. Rice bran wax Oleyl palmitamide Poly(vinil asetat/vinil Noctadecylcarbamate) Polybutene. marin) Asam sebakat (asam 1. marine.

lithium salt Dimethyldibenzylidene sorbitol Sodium 2. butoxy monoether of mixed (ethylene-propylene) polyalkylene glycol. natrium 1oktanasulfonat. and polyoxyethylenepolyoxypropylen An aqueous solution containing elemental iodine and alkyl (C12C15) monoether of mixed (ethylene-propylene) polyalkylene glycol An aqueous solution of citric acid.10-tetrakis(1.2]dioksa fosfosin.3.1diphosphonic acid An aqueous solution of iodine and hypochlorous acid generated by the dilution of an aqueous acidic (21.g][1. acetic acid. diklorodimetil dan silika Larutan dalam air dari iodium.6-oxide. dan mononatrium fosfat Larutan dalam air dari hidrogen peroksida. asam peroksioktanoat.g][1.6-di-tertbutylphenyl) phosphate Sodium di(p-tert-butylphenyl) phosphate Extruded polystyrene and crosslinked polyvinylpyrrolidone Polyvinil cyclohexane Silane. 2. sodium 1-octanesulfonate. garam litium Dimetil dibenzilidena sorbitol Natrium 2. peroxyoctanoic acid.2′-metilena bis(4. asam asetat.8 Bahan Pensanitasi 1 2 3 4 5 45 . butoksi monoeter dari campuran (etilena-propilena) polialkilena glikol dan polimer blok polioksietilena-polioksipropilena Larutan dalam air dari unsur iodium dan alkil (C12-C15) monoeter dari campuran (etilena-propilena) polialkilena glikol Larutan dalam air dari asam sitrat. and monosodium phosphate An aqueous solution of hydrogen peroxide.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.6-oksida.8. 9 10 11 12 13 14 2.8.3.4.reaction product with silica An aqueous solution containing iodine. dinatrium etilenadiaminatetraasetat. disodium ethylenediaminetetraacetate.1dimetiletil)-6-hidroksi-. dichlorodimethyl.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 8 12H-Dibenzo[d.2]dioxa phosphocin. asam peroksiasetat.2′-metilenbis(4. octanoic acid.4. and 1hydroxyethylidene-1. peroxyacetic acid.1dimethylethyl)-6-hydroxy-.1-difosfonit Larutan dalam air dari iodium dan asam hipoklorit yang dibuat dengan pengenceran iodium monoklorida dalam larutan asam nitrat 21.05.5 percent nitric acid) solution of iodine monochloride.1. dan asam 1 hidroksietilidena-1.10-tetrakis(1.5% 12H-Dibenzo[d. asam oktanoat. 2.55. sodium lauryl sulfate. natrium lauril sulfat.6-ditert-butilfenil) fosfat Natrium di(p-tert-butilfenil) fosfat Polistirena ekstrusi dan terikat silang dengan polivinil pirolidon Polivinil sikloheksana Produk reaksi silan.

sodium salt An aqueous solution containing din-alkyl-(C8C10)dimethylammonium chloride and n-alkyl(C12-C18) -benzyldimethylammonium chloride An aqueous solution containing elemental iodine. trimetil garam natrium asam naftalenasulfonat An aqueous solution of chlorine dioxide and related oxychloro species generated by acidification of an aqueous solution of sodium chlorite with a solution of sodium gluconate. asam fosfat. asam laktat. lactic acid. methyl. garam natrium Larutan dalam air yang mengandung senyawa di-n-alkil(C8-C10) dimetilamonium klorida dan senyawa n-alkil(C12-C18) benzil-dimetilamonium klorida Larutan dalam air dari unsur iodium. asam fosfat. and sodium mono-and didodecyl phenoxybenzene disulfonate An aqueous solution containing din-alkyl(C8-C10)dimethyl ammonium chlorides having average molecular weights of 332– 361 and either ethyl alcohol or isopropyl alcohol. dan natrium mono-dan didodesil fenoksibenzenadisulfonat Larutan dalam air mengandung din-alkil (C8-C10) dimetil amonium klorida yang mempunyai berat molekul 332-361 dan salah satu dari etil alkohol atau isopropil alkohol. and trimethyl derivatives of the sodium salt of naphthalenesulfonic acid 7 8 9 10 11 12 13 46 . An aqueous solution prepared by combining elemental iodine. natrium Nsikloheksil-N-palmitoil taurat . derivat metil.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 6 Larutan dalam air klor dioksida dan spesies oksikloro yang berkaitan. phosphoric acid.asam kloroasetat. dimetil. chloroacetic acid. sodium Ncyclohexyl-N-palmitoyl taurate. Asam sulfat dapat ditambahkan Larutan dalam air yang mengandung asam dekanoat. dibuat dengan pengasaman larutan natrium klorit dalam air dengan larutan natrium glukonat. dimethyl. hydriodic acid. asam hidriodat. citric acid. and sodium 1-octanesulfonate . asam fosfat dan campuran garam natrium asam naftalenasulfonat.55. Larutan dalam air yang dibuat dengan menggabungkan unsur iodium . asam propionat. phosphoric acid and a mixture of the sodium salt of naphthalesulfonic. asam sitrat. and isopropanol An aqueous solution containing sulfonated 9-octadecenoic acid and sodium xylenesulfonate An aqueous solution containing decanoic acid .05. nonanoic acid. propionic acid . octanoic acid. asam nonanoat. potassium iodide. asam oktanoat. Sulfuric acid may be added An aqueous solution containing decanoic acid. dan natrium 1-oktanasulfonat. phosphoric acid .BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. kalium iodida dan isopropanol Larutan dalam air dari asam 9oktadesenoat tersulfonasi dan natrium ksilensulfonat Larutan dalam air dari asam dekanoat.

trichloroisocyanuric acid.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 14 Larutan dalam air yang mengandung asam dikloroisocianurat. consisting of not less than 56 percent octanoic acid and not less than 40 percent decanoic acid An aqueous solution of an containing equilibrium mixture of oxychloro species (predominantly chlorite.05. dengan atau tanpa kalium. N. dan chlorine dioxide) An aqueous solution containing equal amount of n-alkyl (C12-C18) benzyl dimethyl ammonium chloride and n-alkyl (C12-C18) dimethyl ethylbenzyl ammonium chloride An aqueous solution containing the sodium salt of sulfonated oleic acid. chlorate. klorat dan klor dioksida) Larutan dalam air yang mengandung jumlah sama banyak n-alkil (C12-C18) benzil dimetil amonium klorida dan n-alkil (C12C18) dimetil etilbenzil amonium klorida Larutan dalam air yang mengandung garam natrium dari asam oleat tersulfonasi dan polimer blok polioksietilenapolioksipropilena An aqueous solution containing dichloroisocyanuric acid. asam trikloroisocianurat. and a mixture of n-carboxylic acids (C6–C12). with or without the bromides of potassium.N-dimethyloctanamine . atau kalsium bromida Larutan dalam air yang mengandung asam dodesilbenzenasulfonat dan salah satu dari polimer blok isopropil alkohol atau polioksietilena polioksipropilena Larutan dalam air yang mengandung asam dodesildifeniloksidadisulfonat.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. sodium. N.Ndimetiloktanamina dan campuran asam n-karbosilat (C6–C12). or calcium An aqueous solution containing dodecylbenzenesulfonic acid and either isopropyl alcohol or polyoxyethylene –polyoxypropylene block polymers An aqueous solution containing dodecyldiphenyloxidedisulfonic acid. polyoxyethylene polyoxypropylene block polymers 15 16 17 18 19 20 47 . asam oktenil suksinat . octenyl succinic acid . atau garam natrium / kalium dari asam-asam ini.55. or the sodium or potassium salts of these acids. natrium. and neo-decanoic acid An aqueous solution containing phosphoric acid .sulfonated tall fatty acid sulfonated. terdiri dari minimal 56 % asam oktanoat dan minimal 40 % asam dekanoat Larutan dalam air yang mengandung campuran sama banyak spesies oksikloro (terutama klorit. asam lemak tal tersulfonasi dan asam neo-dekanoat Larutan dalam air yang mengandung asam fosfat .

or calcium hypochlorite.05. peracetic acid. butoksi monoeter dari campuran (etilenapropilena) polialkilena glikol dan etilena glikol monobutil eter Larutan dalam air yang mengandung kalium iodida. and 1hydroxyethylidene-1. asam perasetat. dan asam 1-hidroksietilidena1.3.3-tetrametilbutil) fenil] -ωhidroksi.1. asam peroksiasetat . alpha-terpineol and alpha[p-1. dan natrium lauril sulfat Larutan dalam air yang mengandung kalium.dan asam 2. asam asetat. natrium metaborat. and 2. natrium atau kalsium hipoklorit. An aqueous solution containing nalkyl(C12C16)benzyldimethylammonium chloride An aqueous solution containing nalkyl (C12-C16) benzyldimethylammonium chloride and didecyldimethylammonium chloride An aqueous solution containing nalkyl(C12-C18)benzyldimethyl ammonium chloride.55. acetic acid. An aqueous solution containing potassium. sodium metaborate. α-terpineol dan α[p-1. natrium. sodium.poli (oksietilena) dihasilkan dari 1 mol fenol dan 4-14 mol etilena oksida An aqueous solution containing hydrogen peroxide. acetic acid.3.6-pyridinedicarboxylic acid An aqueous solution containing Hydrogen peroxide. asam asetat .6-piridin dikarboksilat Larutan dalam air yang mengandung hidrogen peroksida.1.1diphosphonic acid An aqueous solution containing iodine. natrium p-toluensulfonkloroamida. butoxy monoether of mixed (ethylene-propylene) polyalkylene glycol and ethylene glycol monobutyl ether An aqueous solution containing potassium Iodide.poly (oxyethylene) produced with one mole of the phenol and 4 to 14 moles ethylene oxide 22 23 24 25 26 27 28 29 48 .6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 21 Larutan dalam air yang mengandung hidrogen peroksida .dengan atau tanpa kalium. peroxyacetic acid.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. and sodium lauryl sulfate. sulfuric acid. or calcium. with or without the bromides of potassium. asam sulfat . atau kalsium bromida Larutan dalam air yang mengandung litium hipoklorida Larutan dalam air yang mengandung n-alkil (C12-C16) benzildimetilamonium klorida Larutan dalam air yang mengandung n-alkil (C12-C16) benzildimetilamonium klorida dan didesildimetilamonium klorida Larutan dalam air yang mengandung n-alkil(C12-C18) benzildimetilamonium klorida. An aqueous solution containing Lithium hypochloride. sodium.3-tetramethylbutyl) phenyl] -omega-hydroxy.1difosfonit Larutan dalam air yang mengandung iodium. sodium ptoluenesulfonchloroamide.

An aqueous solution containing elemental iodine. paratertiaryamylphenol. garam kalium dari asam lemak minyak kelapa Larutan dalam air yang mengandung sejumlah yang sama n-alkil (C12-C18) benzil dimetil amonium klorida dan n-alkil (C1218) dimetil etilbenzil amonium klorida Larutan dalam air yang mengandung senyawa di-nalkil(C8–C10) dimetil. Larutan dalam air yang mengandung natrium dodesilbenzenasulfonat Larutan dalam air yang mengandung orto-fenilfenol.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. An aqueous solution containing sodium dodecylbenzenesulfonate. natrium . sodium alpha-alkyl(C12-C15)-omegahydroxypoly (oxy-ethylene) sulfate with the poly(oxyethylene) content averaging one mole. ortho-benzylparachlorophenol. paratersieramilfenol.ω -hidroksipoli (oksi-etilena)sulfat dengan kandungan poli(oksietilena) kirakira 1 mol. An aqueous solution containing ortho-phenylphenol.55.05. ortobenzil-paraklorofenol.amonium klorida dan senyawa n-alkil(C12–C18) benzildimetilamonium klorida dan etil alkohol Larutan dalam air yang mengandung senyawa n-alkil (C12C18) benzildimetilamonium klorida Larutan dalam air yang mengandung trikloromelamina dan salah satu dari natrium lauril sulfat atau asam dodesil-benzenasulfonat Larutan dalam air yang mengandung unsur iodium.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 30 Larutan dalam air yang mengandung natrium dikloroisosianurat dan tetranatrium etilendiaminatetraasetat.α alkil(C12-C15). potassium salts of coconut oils An aqueous solution containing equal amounts of n-alkyl (C12C18) benzyl dimethyl ammonium chloride and n-alkyl (C12-C14) dimethyl ethylbenzyl ammonium chloride An aqueous solution containing din-alkyl(C8–C10)dimethylammonium chloride and nalkyl(C12–C18)benzyldimethylammonium chloride and ethyl alcohol An aqueous solution containing nalkyl (C12-C18) benzyldimethylammonium chloride compounds An aqueous solution containing trichloromelamine and either sodium lauryl sulfate or dodecylbenzenesulfonic acid. alpha-alkyl(C10C14)-omegahydroxypoly(oxyethylene)poly(oxypropylene) and alphaalkyl(C12-C18)-omegahydroxypoly(oxyethylene) poly(oxypropylene) 31 32 33 34 35 36 37 49 . αalkil(C10-C14)-ω-hidroksi poli(oksietilena) poli-(oksipropilena) dan α -alkil(C12-C18)-ωhidroksipoli(oksietilena) poli(oksipropilena) An aqueous solution containing sodium dichloroisocyanurate and tetrasodium ethylenediaminetetraacetate.

and sodium 1-octanesulfonate. a mixture of 1-octanesulfonic acid .1. dan natrium 1oktanasulfonat.3-tetrametilbutil)-fenil]-ωhidroksipoli-(oksi-etilena) dihasilkan dari 1 mol fenol dan 4-14 mol etilena oksida dan α -alkil(C12-15)ω hidroksi [poli(oksietilena) poli(oksipropilena)] Larutan dalam air yang mengandung unsur iodium. nalkyl (C12-C18) benzyldimethylammonium chloride. asam oktanoat. asam oktanoat. sodium iodide. asam laktat. An aqueous solution containing senyawa di-n-alkyl(C8-C10) dimethylammonium chloride. α -(p-nonilfenil)-ωhidroksipoli-(oksietilena) dan/atau polimer blok polioksietilenapolioksipropilena Larutan dalam air yang mengandung unsur iodium. α -[p(1. sodium dioctylsulfosuccinate.55. dan asam 1oktanasulfonat-2-sulfinat atau asam 1.1.3.05. alpha-[p-(1. natrium dioktilsulfosuksinat. octanoic acid.2 oktanadisulfonat 50 . butoksi monoeter dari campuran (etilenpropilena) polialkilena glikol dan αlauroil-ω-hidroksi poli (oksietilena) Larutan dalam air yang mengandung unsur iodium. etil alkohol dan α-(pnonilfenil)-ωhidroksipoli(oksietilena) An aqueous solution containing elemental iodine. n-alkil (C12-C18) benzildimetilamonium klorida. the aqueous solution may contain isopropyl alcohol as an optional ingredient. hydriodic acid. Additionally. Larutan ini dapat mengandung isopropil alkohol sebagai bahan opsional Larutan senyawa di-n-alkil(C8-C10) dimetilamonium klorida.3tetramethylbutyl)-phenyl]-omegahydroxypoly-(oxy-ethylene) produced with one mole of the phenol and 4 to-14 moles ethylene oxide. and polyoxyethylene-polyoxypropylene block polymers An aqueous solution containing decanoic acid. campuran dari asam 1-oktanasulfonat. phosphoric acid. lactic acid.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.2octanedisulfonic acid 39 40 41 42 43 44 Larutan yang mengandung asam dekanoat. asam hidriodat.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 38 Larutan dalam air yang mengandung unsur iodium. a(p-nonylphenyl)-omegahydroxypoly-(oxyethylene) and or polyoxyethylene-polyoxypropylene block polymers An aqueous solution containing elemental iodine. and octanesulfonic-2-sulfinic acid or 1. octanoic acid. dan polimer blok polioksietilenapolioksipropilena Larutan dalam air yang mengandung asam dekanoat. natrium iodida. butoxy monoether of mixed (ethylenepropylene) polyalkylene glycol and α-lauroyl-omega-hydroxypoly (oxyethylene) An aqueous solution containing elemental iodine.3. ethyl alcohol and alpha-(pnonylphenyl)-omegahydroxypoly(oxyethylene) The sanitizing solution contains decanoic acid. asam fosfat. and alpha-alkyl(C12-C15)omega hydroxy[poly(oxyethylene) An aqueous solution containing elemental iodine.

C9-alkyl) adipate Diphenyl phthalate Dihexyl phthalate Diisodecyl phthalate (DIDP) Diisononyl adipate Diisononyl phthalate (DINP) Di-n-alkyl adipate made from C6 C8-C10 (predominately C8 and C10) or C8-C10 synthetic fatty alcohols Di-n-hexylazelate Dicyclohexyl phthalate (DCHP) Epoxidized butyl esters of linseed oil fatty acids Epoxidized linseed oil Mineral oil.3-Butylene glycoladipic acid polyester Polyisobutylene Polypropylene glycol (minimum mean molecular weight 1.000) The sanitizing solution contains sodium hypochlorite. Weight 3. Magnesium oksida dan kalium bromida dapat ditambahkan Asetiltributil sitrat Butilbenzil ftalat Di(2-etil heksil) adipat Di(2-etil heksil)ftalat Di(2-etilheksil) azelat Di(C7. dan kalium permanganat.asam lemak minyak biji matahari terepoksidasi Minyak biji matahari terepoksidasi Minyak mineral.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 45 Larutan yang mengandung natrium hipoklorit.1. natrium lauril sulfat. terhidrogenasi Poliester 1. Magnesium oxide and potassium bromide may be added. sodium lauryl sulfate.55.05.9 Bahan Pemlastis (Plasticizer) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 51 .3-butilena glikol .C8. hydrogenated 1. trisodium phosphate.asam adipat Poliisobutilena Polipropilena glikol (BM rata-rata minimum 1. trisodium fosfat. white Polybutene.200) Propylene glycol azelate (average mol. Acetyltributyl citrate Butylbenzyl phthalate (BBP) Di(2-ethylhexyl)adipate (DEHA) Di(2-ethyl hexyl)phthalate (DEHP) Di(2-ethylhexyl) azelate Di(C7.200) Propilena glikol azelat (BM ratarata minimum 3.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. putih Polibutena.C9 -alkil) adipat Difenil ftalat Diheksil ftalat Diisodesil ftalat Diisononil adipat Diisononil ftalat Di-n-alkil adipat dari C6.000) 2.C10 (dominasi C8 dan C10) atau lemak alkohol sintetis C8-C10 Di-n-heksilazelat Disikloheksil ftalat Ester butil . and potassium permanganate.

2-dikarboksilat Trietilena glikol 2.10 Bahan Pelumas (Lubricant) Sikloheksana 1.O-trifenil Di (n-oktil) fosfit Dialkil dimetil amonium aluminium silikat Dimetilpolisiloksana Dinatrium dekanadioat Dinatrium etilena diamina tetra asetat Ester mono.4-Trimetil-1. O.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 23 24 25 2. dicampur dengan tetrametil nonilamina dan C11–14 alkilamina a-Butyl-omegahydroxypoly(oxypropylene) a-Butyl-omegahydroxypoly(oxyethylene) poly (oxypropylene) Ethoxylated resin phosphate ester mixture Phosphorothioic acid.N-Bis(2-etil heksil)-ar-metil-1Hbenzotriazol-1-metanamina α-Butil-ω-hidroksi poli(oksipropilena) α-Butil-ω-hidroksi poli(oksi etilena) poli (oksipropilena) Campuran resin ester fosfat teretoksilasi Derivat tert-butil dari ester fosforotioat asam .05.55.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.N-Bis(2-ethyl hexyl)-ar-methyl1H-benzotriazole-1-methanamine 1 2 3 4 5 6 7 N.1. compounds with tetramethylnonylamines and C11– 14 alkylamines 8 9 10 11 12 13 14 15 52 . O.4-Trimethyl-1. Otriphenyl ester.O.3-pentanadiol diisobutirat Aluminium stearoil benzoil hidroksida Anisol hidroksi terbutilasi Asam 12-hidroksistearat Asam lemak nabati dan hewani. mono.3-pentanediol diisobutyrate (TXIB) Aluminum stearoyl benzoyl hydroxide Butylated Hydroxy Anisole (BHA) 12-Hydroxystearic acid Fatty acids derived from animal or vegetable sources.and dihexyl esters. tert-butyl derivatives Di (n-octyl) phosphite Dialkyldimethylammonium aluminum silicate Dimethylpolysiloxane Disodium decanedioate Disodium EDTA Phosphoric acid.dan diheksil asam fosfat. dan bentuk hidrogenasinya Cyclohexane 1-2 dicarboxylate Trietilen glycol 2.2.2. and the hydrogenated forms of such fatty acids N.O.

dehydrated partially dehydrated Mineral oil Sodium nitrite Petrolatum Polybutene Polybutene.55. terhidrogenasi Polietilena Poliisobutilena Poliurea produk reaksi dari tolilena diisosianat dengan asam lemak tal (C16 dan C 18) amina dan etilenadiamina dalam perbandingan molar (2:2:1) Seng sulfida Tetrakis[metilena(3.and diisooctyl esters.direaksikan dengan tert-alkil dan (C12–C14) amina primer N-Fenil benzenamina Fenil-α.octadecenyl) glycine Castor oil Castor oil.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 16 Ester mono.5-di-tert-butil4 hidroksihidrosinamat) 2-(8-Heptadesenil)-4.dan diheksil asam fosfat.5-di-tert-butyl-4hydroxyhydrocinnamate)] methane 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 53 . dehidrated Castor oil.5-di-tert-butyl-4 hydroxyhydrocinnamate) 2-(8-Heptadecenyl)-4.dan/atau fenil-β-naftilamina Heksametilena bis(3.oktadesenil) glisin Minyak kastor Minyak kastor kering Minyak kastor semi kering Minyak mineral Natrium nitrit Petrolatum Polibutena Polibutena.5-di-tert-butil-4hidroksi hidrosinamat)] metana Phosphoric acid. reacted with tertalkyl and (C12–C14) primary amines N-phenyl benzenamine Phenyl-a-and/or phenyl-bnaphthylamine Hexamethylenbis(3.5-dihydro1H-imidazole-1-ethanol α-Hydro-omega-hydroxypoly (oxyethylene) poly(oxypropylene) Isopropyl oleate Magnesium ricinoleate N-Methyl-N-(1-oxo-9.05.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. mono.5-dihidro-1Himidazol-1-etanol α-Hidro-ω-hidroksipoli (oksietilena) poli(oksipropilena) Isopropil oleat Magnesium risinoleat N-Metil-N-(1-okso-9. hydrogenated Polyetylene Polyisobutylene Polyurea produced by reacting tolylena diisocyanate with tall of fatty acid (C16 & 18) amine and ethylene diamine in a 2:2:1 molar ratio Zinc sulfide Tetrakis[metilen(3.

diethyl ester Boron nitride 4 5 6 54 . amonium dan litium dari padanya Asam 1.4-di-tert butilfenil) fosfit Azodikarbonamida 1.1. kalium. [[3.5-di-tert-butyl-4hydroxyhydrocinnamate) Thiodietilenbis(3.5-di-tert-butil-4hidroksi hidrosinamat) Tiodietilena bis(3.4-di-tert butylphenyl)phosphite Azodicarbonamide 1. garam monolitium Asam fosfonit.sinamat) Toluena hidroksi terbutilasi Tri[2(atau 4)-(C9-C10)-alkilfenil disilang dengan fosforotioat Trifenil fosforotionat Tris(2. in its free acid form.5-di-tert-butil-4hidroksi-hidro.5-bis(1. 5sulfo-.3.1.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.1.1-Difluoroetana Isopentana Metil format n-Pentana 1.5-di-tert-butyl-4hydroxy-hydro.55.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 38 39 40 41 42 43 2.Benzenedicarboxylic acid. kalsium. potassium. 1.cinnamate) Butylated Hydroxy Toluene (BHT) Tri[2(or 4)-C9-10-branched alkylphenyl]phosphorothioate Triphenyl phosphorothionate Tris(2. ammonium.1 Pemodifikasi : Pemodifikasi Plastik 1 2 3 Aluminium litium karbonat hidroksida trihidrat Aluminium hidroksida magnesium hidroksida karbonat (Hidrotalsit) Asam 2-akrilamido-2metilpropansulfonat dalam bentuk asam bebasnya dan garam natrium.2.1. and its sodium.2-Tetrachloroetilen Toluene 1 2 3 4 5 6 7 2.12.05.2-Tetrakloroetilena Toluena Thiodietilenbis (3.1.1-Difluoroethane Isopentane Methyl formate n-Pentane 1.2.1dimethylethyl)-4hydroxyphenyl]methyl]-.11 Pembentuk Plastik Berbusa (Bahan Tambahan yang Digunakan dalam Pembuatan Plastik Berbusa) Tiodietilena bis (3. calcium.5-bis(1. [[3.1dimetiletil)-4-hidroksifenil]metil]-. and lithium salts. ester dietil Boron nitrida Aluminum lithium carbonate hydroxide trihydrate Aliminum hydroxide magnesium hydroxide carbonate (Hydrotalcite) 2-Acrylamido-2methylpropanesulfonic acid.3-benzenadikarboksilat. 5sulfomonolihium salt Phosphonic acid.12 2.

5cyclooctadiene)dirhodium Dimethyl sulfoisophthalate. nama CAS asam 1. N-(2-Hydroxyethyl)octadecanamide 2-Propenoic acid.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.7.5sikooktadien)dirhodium Dimetil sulfoisoftalat.6-eta)-1.6-naftalena dikarboksilat Disetil peroksidikarbonat 1.55.5.9-tetramethylFatty acids.9.7.6naphthalene dicarboxylic acid (NDA) Dicetyl peroxydicarbonate 1.4-Dioxa-8-azaspiro[4.3propanadiol (Trimetilolpropana) N-(2-Hidroksietil)oktadekanamida Homopolimer asam 2-propenoat.9.1-2% b/b unit derivat anhidrida maleat Di-µ-chlorobis((1.5]dekana.3propanediol (Trimethylolpropane.5]decane.3-butadiena terhidrogenasi dan 0.7.3-dimethyl ester. 1.9-tetrametil Ester asam lemak C14-C20.2.9-tetramethylDimethyl-2. 58 to 80 percent by weight of units derived from hydrogenated 1. esters with pentaerythritol 2-Ethyl-2-(hydroxymethyl)-1.4-Dioksa-8azaspiro[4.1 to 2 percent by weight of units derived from maleic anhydride 9 10 11 12 13 14 15 16 17 55 .05. 58-80 % b/b unit derivat 1.5]decane. [The CAS nomenclature is 1.7. homopolymer.9.7.4-Dioksa-8-azaspiro[4.3dimetil ester.3benzenadikarboksilat.4-Dioxa-8-azaspiro[4. garam natrium Kopolimer blok stirena-butadiena terhidrogenasi yang dimodifikasi dengan anhidrida maleat sedemikian rupa sehingga polimer dasar terdiri dari 18-40 % b/b unit derivat stirena. sodium salt.6-naphthalene dicarboxylate (NDC) or 2.9. garam natrium 1.5] dekana. 5-sulfo-.3-butadiene and 0. 1.5. TMP). sodium salt (DMSIP).9tetrametil Dimetil-2. garam natrium.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 7 8 Di-µ-klorobis((1. 5-sulfo-.] 1. C14-20. sodium salt Hydrogenated styrene-butadiene block copolymers modified with maleic anhydride such that the basic polymers are composed of : 18 to 40 percent by weight of units derived from styrene. 7.6-eta)-1.7.6-naftalena dikarboksilat atau asam 2. dengan pentaeritritol 2-Etil-2-(hidroksimetil)-1.3Benzenedicarboxylic acid.2. 7.

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.05.55.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007

No

Bahan Tambahan

Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris

18

Kopolimer dari polimerisasi asam 6-hidroksi-2-naftoat dan asam 4hidroksibenzoat, dengan nama CAS : polimer asam 2-naftalena karboksilat, 6-hidroksi dengan 4asam 4-hidroksibenzoat

Copolymers produced by the polymerization of 6-hydroxy-2naphthoic acid and 4hydroxybenzoic acid. The copolymers have the CAS name 2naphthalenecarboxylic acid, 6hydroxy-, polymer with 4hydroxybenzoic acid Tetrafluoroethylenehexafluoropropylene-vinylidene fluoride copolymers Copolymer of 2-Imidazolidinone, 1,3-diethenyl-,polymer with 1ethenyl-1H-imidazole and 1ethenyl-2-pyrrolidinone p-Choro-m-cresol Isobutylene-butene copolymer Polybetaine polysiloxane copolymer Copolymer of styrene, methyl methacrylate , and glycidyl methacrylate Magnesium (II) 12hydroxyoctadecanoate Nylon MXD-6 (also known as hexanedioic acid, polymer with 1,3benzenedimethanamine) meeting the analytical specifications in 21 CFR 177.1500(b) item 10.1 and used in conjunction with cobalt neodecanoate Pyromellitic dianhydride Hexanedioic acid polymer with 1,3 benzenedimethanamine Two quaternary amine (QAE) cellulose ion exchange resins (IXRs) Amorphous hydrogenated carbon coating

19

Kopolimer tetrafluroetilenaheksafluoropropilena-vinilidena fluorida Kopolimer 2-imidazolidon, 1,3dietenil dengan 1-etenil-1Himidazol dan 1-etenil-2-pirolidon p-Kloro-m-kresol Kopolimer isobutilena-butena Kopolimer polibetain polisiloksan Kopolimer stirena, metil metakrilat dan glisidil metakrilat Magnesium (II) 12hidroksioktadekanoat Nilon MXD-6 (dikenal sebagai polimer asam heksanadioat dengan 1,3-benzenadimetanamina) dan memenuhi spesifikasi yang disebut dalam Lampiran 2A tabel 2.1 no. 2.1.2.19.10.1 digunakan bersama-sama dengan kobalt neodekanoat Piromelitik dianhidrida Polimer asam heksanadioat dengan 1,3-benzenadimetamina Dua resin penukar ion selulose amina kwatener Pelapis karbon amorf terhidrogenasi

20

21 22 23 24

25 26

27 28 29

30

56

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.05.55.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007

No

Bahan Tambahan

Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris

31

Polidimetil hidrogen metilsiloksan bercabang termodifikasi (mengandung sedikit trivinil sikloheksan, yang dibuat dari trivinil sikloheksan, σ, ω-dihidropolidimetil siloksan dengan katalisis platinum yang diikuti reaksi dengan polihidrogen metil dimetilsiloksan

A modified, branched poly dimethyl hydrogen methylsiloxane (containing small amounts of trivinyl cyclohexane, synthesized as described in the notification, from trivinylcyclohexane and sigma, omega'-dihydropolydimethyl siloxane with platinum catalysis followed by reaction with polyhydrogen methyl dimethylsiloxane 2-Oxepanone, polymer with 1,4butanediol 1,3-Benzenedicarbonyl dichloride, polymer with 1,4benzenedicarbonyl dichloride, 1,3benzenediol, carbonic dichloride and 4,4'-(1-methylethylidene) bisphenol, 4-(1-methyl-1phenylethyl)phenyl ester Hydrogenated polymer prepared from one or more of the following monomers 1-decene, 1-dodecene and 1-octene Platinum, [(2,5,6-.eta.)-3-(1-acetyl2-oxopropyl)bicyclo[2.2.1]hept-5en-2-yl](2,4-pentanedionato-O,O'). 2,5-Furandione, polymer with 1propene 1,3-benzenedicarboxylic acid, 5sulfo-, 1,3-dimethyl ester, sodium salt, polymer with dimethyl 1,4benzenedicarboxylate, dimethyl pentanedioate and 1,2-ethanediol Polysiloxane di-methyl, vinylterminated, reaction product with 1,2,4-trivinylcyclohexane polymer with polydimethylsiloxane, hydrogen terminated

32 33

Polimer 2-oksepanon dengan ,4butanadiol Polimer 1,3-benzenadikarbonil diklorida dengan ester 1,4benzenadikarbonil diklorida, 1,3benzenadiol, karbonat diklorida dan 4,4'-(1-metiletiliden) bisfenol, 4-(1metil-1-feniletil)fenil Polimer terhidrogenasi, dibuat dari satu atau lebih monomer : 1-desen, 1-dodesen dan 1-oktena Platinum, [(2,5,6-.eta.)-3-(1-asetil2-oksopropil)bisiklo[2.2.1]hept-5en-2-il](2,4-pentanadionato-O,O'). Polimer 2,5-furandion dengan 1propena Polimer ester asam 1,3benzenadikarboksilat, 5-sulfo,1,3dimetil, garam natrium dengan dimetil 1,4-benzenadikarboksilat, dimetilpentadioat dan 1,2-etanadiol Polisiloksan di-metil, vinil-terminal, dihasilkan dari reaksi polimer 1,2,4trivinilsikloheksan dengan polidimetilsiloksan, hidrogen terminal

34

35

36 37

38

57

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.05.55.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007

No

Bahan Tambahan

Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris

39

Polimer siloksan dan silikon, terminal gugus dimetil ,3-(4hidroksi-3-metoksifenil)propil dengan bisfenol A, karbonik diklorida dan 4-(1-metil-1feniletil)fenol, dikenal juga sebagai polikarbonat siloksan termodifikasi Polimer ester asam 2-propenoat 2-metil-, dodesil dengan dokosil 2propenoat, eikosil 2-propenoat, oktadesil propenoat dan tetradesil 2-metil-2-propenoat ((1,2,5,6-eta.) -1,5-Siklooktadien) bis((4-(trimetilsilil) fenil)etinilplatinum Tetrapolimer dari divinil benzena, etil vinil benzena,akrilonitril dan 1,7-oktadien sebagai resin penukar ion, terhidrolisa sempurna Terpolimer metil akrilatdivinilbenzena-dietilena glikol divinil eter, teraminolasi dengan dimetilaminopropilamina dan sebagian terkuarternasi dengan metil klorida Terpolimer terikat silang dari 1vinilimidazol, 1-vinilpirolidon dan 1,3-divinilimidazolidinon. Zat ini dikenal sebagai polivinilimidazol Terakarbonil di-µ-klorodirhodium, nama dagangnya : Rhodium karbonil klorida dimer. Rumus kimia: (Rh(CO)2Cl)2 Fenol, 2-(5-kloro-2H-benzotriazol2-il)-4,6-bis(1,1-dimetiletil) Homopolimer asam propenoat, garam natrium

Siloxanes and silicones, di-methyl, 3-(4-hydroxy-3methoxyphenyl)propyl groupterminated, polymers with bisphenol A, carbonic dichloride and 4-(1-methyl-1phenylethyl)phenol; also known as siloxane-modified polycarbonate) 2-Propenoic acid, 2-methyl-, dodecyl ester, polymer with docosyl 2-propenoate, eicosyl 2propenoate, octadecyl 2propenoate and tetradecyl 2methyl-2-propenoate ((1,2,5,6-eta.) -1,5-cyclooctadiene) bis((4-(trimethylsilyl) phenyl)ethynyl)-platinum Completely hydrolyzed tetrapolymer of divinyl benzene, ethyl vinyl benzene, acrylonitrile, and 1,7-octadiene as an ion exchange resin. Methyl acrylate-divinylbenzenediethylene glycol divinyl ether terpolymer, aminolyzed with dimethylaminopropylamine and partially quaternized with methyl chloride. Cross-linked terpolymer of 1vinylimidazole, 1-vinylpyrrolidone and 1,3-divinylimidazolidinone. The FCS is also known as Polyvinylimidazole (PVI). Tetracarbonyl di-µ-chlorodirhodium (I) Trade name: Rhodium carbonyl chloride dimmer. Formula: (Rh(CO)2Cl)2 Phenol, 2-(5-chloro-2Hbenzotriazol-2-yl)-4,6-bis(1,1dimethylethyl) Propenoic acid, homopolymer, sodium salt

40

41

42

43

44

45

2.1.12.2

Bahan Penjerap (Absorbent)

1

2

58

4benzenedicarboxylic acid. monoester with 1.8-tetrahidro-1.2'-Metilena bis (6-(2Hbenzotriazol-2-il)-4-(1. dan 5) hidroksietil metakrilat dan 6) γisosianatopropil-trimetoksisilan Produk reaksi terikat silang polivinil alkohol dan tetraetoksisilan Resin akrilat 2.7-diil)bis[benzoat] Polimer monoester asam 2propenoat .4-butanadiol dan asam 4.3-benzenedicarboxylic acid.6)γ-isocyanatopropyltrimethoxysilane (IPSi).55.1. polymer with 1. 5sulfo monolithium salt Polyglycolic acid Carbon monoxide-ethylene copolymer and Carbon monoxide – ethylene –propylene terpolymer Nylon 6/69 1.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.6.2-propanediol.3.3.4’metilenabis[2metilsikloheksanamina] Prepolimer dari trimetilol propana uretan dari 1) stirena.3tetrametilbutil) fenol) Polimer asam 2.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 3 2. 3) methacrylic acid.4butanediol and 4.6-naphthalenedicarboxylic acid. 2) tetraethoxysilane (TEOS) Acrylic resin 4 5 2.6. 1. 1.3.8tetraoksobenzo[lmn][3.6hexanediamine and 4.6heksanadiamina dan 4.8]phenanthrol ine-2. dengan metil 2propenoat. 2-methyl. 4) t-butyl methacrylate. 5sulfo.2propandiol. asam 2-propenoat dan natrium 2-propenoat Asam 1.1. 2) methyl methacrylate.2'-Methylenebis(6-(2Hbenzotriazol-2-yl)-4-(1.12. polymer with methyl 2-propenoate. 2) metil metakrilat .8]fenantrolin e-2.4-benzenadikarboksilat 1. trimethylol propane urethane prepolymer Cross-linked reaction product 1) polyvinyl alcohol (PVOH.4'(1.7-diyl)bis[benzoic acid] 2-Propenoic acid.3-benzenadikarboksilat.1. polymer with 1.4’methylenebis[2methylcyclohexanamine] 1) styrene.3.05.6.3. garam monolitinium Asam poliglikolat Kopolimer karbon monoksidaetilena dan terpolimer karbon monoksida–etilena–propilena Nilon 6/69 Polimer asam 1.8tetrahydro-1.3.3-Benzenedicarboxylic acid. 1.3 Lapisan yang tidak kontak langsung dengan pangan dari multi lapisan 1 2 3 4 5 6 7 8 59 .8tetraoxobenzo[lmn][3.4'-(1.4benzenedicarboxylic acid.3tetramethylbutyl)phenol) 2.2-metil dengan 1. 4) tbutil metakrilat. 3) asam metakrilat.6.3benzenadikarboksilat dengan asam 1.4-benzenadikarboksilat . 2-propenoic acid dan sodium 2propenoate 1. and 5) hydroxyethyl methacrylate.6naftalenadikarboksilat dengan asam 1.

g][1.8-hexoxonane 3 2. calcium salt (1:1). garam litium Aluminum.9-trimethyl 1.8. terhidrolisis Di-tert-Amil peroksida 1.g] [1. polymers with N. hidroksil bis [2. 2-propenoic acid.6.3.3-dicarboxylic acid.8.9 : 1. garam natrium dibuat terikat silang dengan gliserol dan 1. 2.5 Pemodifikasi Berat Molekul / Reologi (As a Molecular Weight/ a Rheology Modifier) Pembentuk inti (Nucleating Agent) 1 2 3 2.2] dioxaphosphocin.4.4-butanadiol (dengan perbandingan 1.9 % weight glycerol and 1.1-dimethylethyl)-6-hydroxy-6oxide.7.12. sodium salt crosslinked with 1.10-tetrakis (1.4. garam dinatrium Asam poli(12-hidroksistearat) dengan ujung asam stearat 12H-Dibenzo[d. lithium salt 2 3 4 5 60 .12. sodium salts.6 1 Aluminium.9-trimetil 1.g][1.12.3.4-butanediol.2-Cyclohexane dicarboxylic acid. hydroxybis(2.2)dioxaphosphoci n 6-oxidato)1. graft Di-tert-amyl peroxide 1.25 % weight 1.Ndi-2 propenyl -2-propen -1-amine and hydrolyzed polyvinyl acetate.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.9-triethyl -3. sodium salt.1-dimetiletil)-6-hidroksi12H dibenzo[d. garam natrium.5.10tetrakis(1.4 Bahan Tambahan Medium Penjerap yang Digunakan dalam Bantalan Penjerap (Absorptive Medium in Absorbent Pads Employed) Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 1 Kopolimer cangkok dari polimer terikat silang natrium poliakrilat yang diidentifikasikan sebagai polimer asam 2-propenoat.4.10tetrakis(1.7.1)heptane2.2S) Asam cis-endobisiklo(2. 2.1.N-di-2 propenil -2-propena -1-amina dan polivinil asetat.1-dimethylethyl)-6hydroxy-12Hdibenzol(d.N-di=2-propenil-2-propena-1amina dicangkok dengan polivinil asetat. garam kalsium (1:1).1)heptana-2. terhidrolisis Kopolimer isobutilena dengan anhidrida maleat. garam natrium.4.2] dioksafosfosin.2.5-Siklooktadiena 3.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No 2.2.2S) -relCis-endo-bicyclo(2.4.5-Cyclooctadiene 3.3.3dikarboksilat.2-sikloheksana dikarboksilat.8-heksoksonan A grafted copolymer of cross-linked sodium polyacrylate identified as 2propenoic acid.2.6.6. disodium salt Poly(12-hydroxystearic acid) endcapped with stearic acid 12H-Dibenzo[d. polymers with N.2]dioksafosfosin 6-oksidato Asam 1.1-dimetiletil)-6-hidroksi-6-oksida.2. graft 2 Iso-butylene/maleic anhydride copolymer.4.8.55.1.5. dicangkok dengan N.6.10-tetrakis (1.1. (1R.N-di=2-propenyl-2-propen-1amine and hydrolyzed polyvinyl acetate.9-Trietil -3.g)(1.05. (1R.3.8.25 % (b/b)) Polimer asam 2-propenoat dan N.

2-methyl-2[(1-oxo-2-propenyl)amino]-. direkatkan pada bantalan tungsten karbida Polimer selulose teregenerasi dengan epiklorhidrin. 1. monosodium salt. Cellulose. carboxymethyl 2-hydroxypropyl ether . 2(diethylamino) ethyl ether. 2(dietilamino) etil-2-hidroksi propil eter. polymer with epichlorohydrin.3-dimetil-5-sulfo-1.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. polymer with epichlorohydrin. 2(diethylamino) ethyl 2hydroxypropyl ether. yang diinisiasi garam diamonium asam peroksidisulfurat ([(OH)S(O)2]2O2) Polimer agarose dengan (klorometil) oksiran. 2(dietilamino) etil-2-hidroksi propil eter. and 1.6-hexanediol Agarose.05.4-butana sulton.1. Zat ini dikenal sebagai resin selulose penukar ion dietilaminoetil kapasitas sedang Copolymer of Dimethyl terephthalate. Cellulose. cross-linked with epichlorohydrin and derivatized with 1. No. 2-metil-2-[(1okso-2-propenil)amino] dengan N.12. 343846-01-5) (Medium Capacity) The FCS is also referred to as diethylaminoethyl (DEAE) ion exchange cellulose resin (High Capacity)and diethylaminoethyl (DEAE) ion exchange cellulose resin (Medium Capacity).2-etanadiil dengan oksiranilmetil 2-metil-2-propenoat.3-dimethyl-5-sulfo1.1. karboksimetil 2-hidroksipropil eter.55. 2-propenoic acid. 2-methyl-. hidrogen sulfat Polimer garam mononatrium asam 1-propan sulfonat.N’-metilena bis[2-propenamida].2ethanediyl ester. regenerated. Sodium salt . (CAS Reg.6heksandiol Agarose yang dibuat terikat silang dengan epiklorohidrin dan diderivatisasi dengan 1. sodium salts 2. polymer with N.4-butane sultone. 2-hydroxy3(3-sulfopropoxy)propyl ethers. polymer with (chloromethyl)oxirane. (CAS Reg. The FCS is also referred to as carboxymethyl (CM) ion exchange cellulose resin.3benzena dikarboksilat dan 1. 343845-30-7) (High Capacity) and Cellulose. regenerated. hydrogen sulfate 1-Propanesulfonic acid.7 Resin penukar ion (Ion Exchange Resin) 1 2 3 4 5 Polimer ester asam 2-propenoat 2-metil-. peroxydisulfuric acid ([(OH)S(O)2]2O2) diammonium salt-initiated Agarose. garam natrium 6 7 61 . No.1.3-benzenedicarboxylate.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 6 Kopolimer garam natrium dimetil terftalat. Zat ini dikenal sebagai resin selulose penukar ion karboksimetil Polimer selulose terregenerasi dengan epiklorhidrin.N'-methylene bis[2propenamide]. Zat ini dikenal sebagai resin selulose penukar ion dietilaminoetil kapasitas tinggi Polimer selulose regenerasi dengan epiklorhidrin. 2-hidroksi-3(3sulfopropoksi) propil eter. polymer with oxiranylmethyl 2-methyl-2propenoate. regenerated polymer with epichlorohydrin. supported on tungsten carbide beads. 1.

and polyoxyethylene tridecyl ether phosphate potassium salt.4.6.6)]decane3. 3(4-hidroksi-3-metoksifenil) propil dengan bisfenol A. karbonat diklorida dan 4-(1-metil-1-feniletil) fenol Poli(tanol [5. carbonic dichloride and 4-(1-methyl-1phenylethyl)phenol Poly( thanol [5.0]oktana2.5.0(2. polymer with (chloromethyl)oxirane. Tetrafluoroethylene-ethylene3.1. polyoxyethylene lauryl ether phosphate potassium salt.8 Resin/ pelapis dasar (Base Resin/Coating) 1 2 3 4 5 6 7 8 62 .3butadiena. 2-hydroxy-3(2-hydroxy-3-(trimethyl ammonio)propoxy) propyl ethers sulfate salts 2-butyl-2-ethyl-1.12.6.co-( thanol [6. 2-hidroksi-3(2hidroksi-3-(trimetilamonio) propoksi) propil eter.5diil-etilena)-ko-(tanol[3.5.4.5-diyl-ethylene)-co( thanol[3.1’-sulfonylbis[4chlorobenzene] Styrene block polymers with 2methyl-1. dengan gugus teminal di-metil. polymers with bisphenol A.6.6-nonafluoro-1hexene terpolymer 2.3.6)]dodecane-3.2.0(2. polymer with 1.05.4.0(2.6)]dekana-3. terhidrogenasi Polimer siloksan dan silikon.0]octane-2.3-propanediol Mixture of potassium stearyl phosphate.3.3-propanadiol Campuran kalium stearil fosfat.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.0.4.1. hydrogenated Siloxanes and silicones.1.4.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 8 Polimer agarose dengan (klorometil) oksiran.55. garam sulfat 2-Butil-2-etil-1.2.3.1’-biphenyl]-4.0. garam kalium polioksietilena lauril eter fosfat dan garam kalium polioksietilena tridesil eter fosfat Kopolimer etilena-propilena yang dipolimerisasi dengan homopolimer propilena Polimer [1.0(2.5-diiletilena)] Terpolimer tetrafluoroetilenaetilena-3.6.3-butadiene and 1.3butadiene.1’-sulfonil bis[4klorobenzena] Polimer blok stirena dengan 2metil-1.4-diil-etilena).3-butadiena dan 1. 3-(4-hydroxy-3methoxyphenyl)propyl groupterminated. Ethylene/propylene copolymers polymerized in the presence of propylene homopolymer [1.5.4-diylethylene).5.4.6)]dodekana-3.3.5-diylethylene)]. di-methyl.4’-diol dengan 1.6nonafluoro-1-heksena Agarose.co-( tanol [6.1’-bifenil]-4.4’-diol.

and perfluoro-6.butylperoxy) diisopropylbenzene A perfluorocarbon cured elastomer (PCE) produced by terpolymerizing tetrafluoroethylene.5dimetil-3.6-dihydro-6-iodo-3-oxa1-hexane.2'bis-(t.5%. dengan opsi dimasak dengan trialil isosianurat dan 2. Carbides of titanium.5-dimetil-2. perfluoro-2.5-dimethyl-2. and subsequent curing of the terpolymer with triallylisocyanurate and 2. Cobalt(Co) .05. titaniumtantalum-niobium karbida 5% dan kobalt 0.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.55.5-1% Produk reaksi terikat silang polivinil alkohol dan tetraetoksisilan digabung dengan trimetoksisilan Kopolimer 1. .6-dihydro-6iodo-3-oxa-1-hexene . dan di masak dengan trialilisosianurat dan 2.5dimethyl-2. heksafluropropena.5-di(tertbutilperoksi)heksana 5 6 7 63 .1-difluroetilena.5-di(tbutylperoxy)hexane Fluorocarbon cured elastomer produced by copolymerizing tetrafluoroethylene and propylene and subsequent curing of the copolymer with triallylisocyanurate and 2.1. tetrafluoroethylene.5di(t-butilperoksi)heksana Karbida tersementasi terdiri dari tungsten karbida 95%.5%-1% Cross-linked reaction product of polyvinyl alcohol (PVOH) and tetraethoxysilane (TEOS) . and perfluoro-6.5-dimetil-2.9 Bahan Tambahan Sebagai gasket/segel untuk peralatan pemrosesan pangan Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 1 2 Elastomer perfluorokarbon terikat silang Elastomer perfluorokarbon terikat silang dibuat dari terpolimerisasi tetrafluoroetilena. optionally cured with triallyl isocyanurate and 2. perfluoromethyl vinyl ether . 3 Elastomer perfluorokarbon terikat silang dibuat dari tetrafluoroetilena dan propilena dan dimasak dengan trialilisosianurat dan 2. hexafluoropropene.5-dimethyl-2.6-dioxanonane vinyl ether .12.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No 2. perfluoro-2.6-dihidro-6-iodo-3oksa-1-heksena dan kemudian terpolimer dimasak dengan trialilisosianurat dan 2.1-difluoroethylene.5-dimetil-2. coupled with the trimethoxysilane Copolymer of 1. and subsequent curing of the terpolymer with triallylisocyanurate and 2. perfluorometil vinil eter dan perfluoro-6. tantalum and niobium .6-dihidro6-iodo-3-oksa-1-heksana.2'bis-(tbutilperoksi) diisopropilbenzena 4 Elastomer perfluorokarbon terikat silang dibuat dari terpolimerisasi tetrafluoroetilena.5-di(t-butilperoksi) heksana A perfluorocarbon-cured elastomer (PCE) A perfluorocarbon cured elastomer (PCE) produced by terpolymerizing tetrafluoroethylene.6-dioksanonan vinil eter dan perfluro-6.5dimethyl-3. tetrafluoroetilena dan alkena terhalogenasi. Cemented carbide formulated as follows: Tungsten Carbide(WC) 95%.5-di(tbutylperoxy)hexane.5-di(tertbutylperoxy)hexane.0. and a halogenated alkene.

5-trialil isosianurat Kopolimer stirena.3.1-difluoroethylene. ethylene.4.8.5-triallyl isocyanurate (TAIC) and 3.3.55. tetrafluoroetilena.2. tetrafluoretilena dan 3. A copolymer of tetrafluoroethylene and perfluoromethylvinyl ether modified with 3. tetrafluoroethylene.4.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 8 Kopolimer 1.5trialil sianurat atau 1.5.3.05.3.4'-(2. trifluorometil trifluorovinil eter dan alkena terhalogenasi. optionally cured with triallyl isocyanurate and 2.8dodekafluoro-1. etilena.2-trifluoro-1(trifluorometil)etilidena)bisKopolimer tetrafluoroetilena dan perfluorometilvinil eter dimodifikasi dengan 3.3.5-dimethyl-2.5-triallyl isocyanurate Copolymer of styrene methyl methacrylate and glycidyl methacrylate 9 10 11 12 13 14 64 .2.5-dimethyl-2. dengan opsi dimasak dengan trialil isosianurat dan 2. and 3.5-trialil isosianurat dan 3.9-dien Kopolimer propilena.8dodekafluro-1.6.3.3.4.9-dien dan 1.5-dimetil-2.6. perfluoromethylvinylether and 1iodo-2.6.8dodecafluoro-1.5di(tert-butylperoxy)hexane.5di(tert-butilperoksi)heksana Kopolimer tetrafluroetilena.6.1-difluroetilena.4.4'-(2.5.7.5.3trifluoropropen yang dimasak dengan garam amonium kuartener dan fenol.3.5-di(tertbutilperoksi)heksana Kopolimer 4-bromo-3.3.4.4. tetrafluorometil trifluorovinil eter yang dimasak dengan trialil isosianurat dan 2.9-diene A copolymer of propylene.8. A copolymer of 4-bromo-3.5.8.7. tetrafluoroethylene and trifluoromethyl trifluorovinyl ether optionally cured with triallyl isocyanurate and 2. tetrafluoroethylene.9-diene and 1.5. Copolymer of tetrafluoroethylene. A copolymer of tetrafluoroethylene (TFE) and perfluoromethylvinyl ether (PFMVE) modified with 1.5-di(tertbutylperoxy)hexane.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.3.5triallyl cyanurate or 1.7.bromo. perfluorometilvinileter dan 1-iodo-2bromo-tetrafluoroetana yang dimasak dengan trialilisosianurat Kopolimer tetrafluoroetilena dan perflurometilvinil eter dimodifikasi dengan 1.4.3. metil metakrilat dan glisidil metakrilat Copolymer of 1. trifluoromethyl trifluorovinyl ether and a halogenated alkene.4.7.5-dimetil-2. 4.3.4tetrafluoro-1-butene.3trifluoropropene cured with a salt of a quarternary ammonium compound and phenol.tetrafluoroethane intended to be cross-linked with triallylisocyanurate.7. 4.8.4tetrafluoro-1-butena.8dodecafluoro-1.3.5.5.6.2trifluoro-1(trifluoromethyl)ethylidene)bis-.3.6.7.6.4.6.7.4.7.5.

1-difluoroetena dan trifluoro(triflurometoksi) etena dimodifikasi dengan 1.6.3-propanadiil bis [(6isosianatoheksil)karbamat] Poli (etilena-maleat anhidrat) dicangkok dengan siklodekstrin Resin petroleum hidrokarbon (tipe siklopentadien).1-difluoroethene and tetrafluoroethene modified with triallyl isocyanurate and 3.7.3. tetrafluoro-.3.7.8dodekafluoro dengan tetrafluoretan dan trifluoro(trifluorometoksi)etena Polimer 1-propena.6.1difluroetena dan tetrafluoroetena dimodifikasi dengan trialil isosianurat dan 3. pemutusan rantai dengan menggunakan uap ringan (light steam-cracked).5.6.9dekadiena. 16 17 Paduan logam nikel-besi Polimer etena. and not more than 21 percent by weight 2.4.3-hexafluoro-.9-Decadiene.5-pentanadiol dan 1-metil1.5.7. debenzenasi.5.5.4.6.6. polymer with 1.3.5.6.3.3.1-difluoroethene and trifluoro(trifluoromethoxy) ethene modified with 1.3.5.8.7.3-propanediyl bis [(6isocyanatohexyl)carbamate] Poly (ethylene-maleic anhydride) grafted cyclodextrin(s).5-trialil isosianurat dan 3.3propandiol. terhidrogenasi Resin hidrokarbon alifatik termodfikasi aromatik.2.5.4.6. polymer with 2ethyl-2-(hydroxymethyl)-1.8dodekafluoro-1.6.8dodecafluoro-1. hydrogenated Aromatic modified aliphatic hydrocarbon resin.3. α-hydro-ωhydroxypoly(oxy-1. light steamcracked.1.5. 3metil-1.3. polymers. terhidrogenasi.2.3heksafluoro dengan 1.1.8dodekafluoro-1. 3methyl-1.dengan 1.4.9-diene Hexanedioic acid.55.4.3propanediol.6.7.8-dodecafluoro-.3.7.4-butanediyl). tetrafluro.4. debenzenized.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.4.3.7.1.3-epoksipropil trimetilamonium klorida pada konsentrasi 5-21% b/b Industrial starch modified by treatment with greater than 5 percent. hydrogenated (CAS Reg.4.4.5. nama menurut CAS Polimer nafta (petroleum).4.8.3-epoxypropyl trimethylammonium chloride Nickel-iron alloy Ethene.7. The FCS is also known as aromatic modified petroleum hydrocarbon resin.1.6. 7.7.6.5-triallyl isocyanurate (TAIC) and 3.8.9-dien Polimer 1. polymer with 1.7.5.3.4-butanadiil).8dodecafluoro-1.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 15 Pati industri dimodifikasi dengan 2.8. α-hidro-ωhidroksipoli(oksi-1.3.3. Name Naptha (petroleum).6.9-diene 1. zat ini juga dikenal sebagai resin petroleum hidrokarbon termodifikasi aromatik 18 19 20 21 22 23 65 .5-pentanediol and 1methyl-1.8.5.7.8. polymer with tetrafluoroethene and trifluoro(trifluoromethoxy)ethene 1-Propene.05.9-dien Polimer asam heksanadioat dengan 2-etil-2(hidroksimetil)-1. Petroleum hydrocarbon resins (cyclopentadiene-type).4.4.5.3.

dan garam kalium polioksietilena tridesil eter fosfat Silicon nitride containing up to 14. 5sulfo-.05.12.5% dengan 1. and/or titanium dioxide.2.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 24 Silikon nitrida mengandung maksimum 14.1dimetiletil)-4-hidroksifenil]metil]-.10 Lain-Lain 1 2 3 4 5 6 7 8 9 66 . titanium carbide.1.5-bis(1. niobium carbide. titanium karbida.5% kromium.3-pentanediol diisobutyrate Tungsten carbide containing up to 16.55.4-Trimethyl-1. and polyoxyethylene tridecyl ether phosphate potassium salt 25 26 27 2. 5sulfo-. monolithium salt Phosphonic acid.5 percent nickel with up to 1. garam kalium polioksietilena lauril eter fosfat.5 percent aluminum oxide.3-propanediol A blend of LDPE and LDPE grafted with vinyltrimethoxysilane (LDPE/VTMOS-LDPE) Mixture of potassium stearyl phosphate. and/or vanadium carbide Tungsten carbide containing up to 11.3-Benzenedicarboxylic acid.9 percent chronium. yttrium oxide. dan/atau vakadium karbida Alkohol etoksilat Asam 1. yttrium oksida dan/atau titanium dioksida 2. 2. polyoxyethylene lauryl ether phosphate potassium salt. [[3.0 percent cobalt with up to 6. niobium karbida.4-Trimetil-1.9% kromium. ester dietil ester Asam isoftalat (asam dimetil isoftalat) Asam poliglikolat Bahan penggandeng silan terdiri dari γ-isosianatopropiltrimetoksisilan (IPSi) 2-Butil-2-etil-1.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.3-propandiol Campuran LDPE dan LDPE dicangkok dengan viniltrimetoksisilan (LDPE/VTMOSLDPE) Campuran kalium stearil fosfat. niobium carbide.1dimethylethyl)-4hydroxyphenyl]methyl]-. molybdenum carbide. niobium karbida.5-bis(1.5 percent chromium.3-benzenadikarboksilat.tantalum carbide. and/or vanadium carbide Alcohol ethoxylate 1. tantalum carbide.2. garam monolitium Asam fosfonit.5% aluminium oksida. [[3. tantalum karbida. diethyl ester Isophthalic acid or dimethyl isophthalate Polyglycolic acid The silane coupling agent consists of γ-isocyanatopropyltrimethoxysilane (IPSi) 2-butyl-2-ethyl-1.3-pentanadiol diisobutirat Tungsten karbida mengandung kobalt maksimum 16% dengan maksimum 6. titanium karbida. dan/atau vakadium karbida Tungsten karbida mengandung nikel > 11. tantalum karbida.

Polyhydric alcohol esters of oxidatively refined (Gersthofen process) montan wax acids Fatty acids.5.stearate) Gliserin. a silane coupling agent.05.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. digandeng dengan trimetoksilan Produk reaksi terikat silang polivinil alkohol dan tetraetoksilan Produk reaksi terikat silang resin akrilat.5sikooktadiena)dirhodium Ester alkohol polihidrat dari asam monobasa rantai panjang Ester alkohol polihidrat dari asam lilin montan yang dimurnikan secara oksidasi (Gerstofen process) Ester asam lemak C14-20.2. sintetik Hidrokarbon petroleum ringan tak berbau Kompleks krom klorida Di-µ-chlorobis((1.2.5.55.5cyclooctadiene)dirhodium Polyhydric alcohol esters of long chain monobasic acids. esters with pentaerythritol Methyl glucoside-coconut oil ester Esters of stearic and palmitic acids Glyceryl tri-(12-acetoxy. coupled with the trimethoxysilane Cross-linked reaction product of polyvinyl alcohol (PVOH) and tetraethoxysilane (TEOS) Cross-linked reaction product of an acrylic resin. sintetik Cross-linked reaction product of polyvinyl alcohol (PVOH) and tetraethoxysilane (TEOS). C14-20.minyak kelapa Ester stearat dan asam palmitat Gliseril tri-(12-asetoksi-stearat) Gliserin.6-eta)-1. dengan pentaeritritol Ester metil glukosida . sintetik Produk reaksi terikat silang polivinil alkohol dan tetraetoksilan. synthetic Odorless light petroleum hydrocarbons Chromic chloride complexes 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 67 . and a urethane polymer. bahan penggandeng silan dan polimer uretan Produkl reaksi polivinil alkohol dan tetraetoksisilan Homopolimer 4-(4-fenoksifenoksi) asam benzoat Hidrokarbon petroleum isoparafinat.6-eta)-1. The reaction product of polyvinyl alcohol (PVOH) and tetraethoxysilane (TEOS) 4-(4-phenoxyphenoxy) benzoic acid homopolymer Isoparaffinic petroleum hydrocarbons.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 10 11 12 Di-µ-klorobis((1.

polymer with 1.4'-(1-metiletilidena) bis[fenol] dan 1.05.1'-Bifenil]-4. polimer dengan 1.4'-sulfonylbis [phenol] Polysulfone-polyphenylene sulfone block copolymer CAS name: [1.3butadiena Kopolimer etilena/propilena Kopolimer etilena-2-norbornen Kopolimer Isobutilena-butena Kopolimer monoakriloksietil suksinat dan monoakriloksietil heksahidroftalat.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. synthetic Petroleum wax 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 Kopolimer polibetain polisiloksan Kopolimer stirena.1'-sulfonylbis[4chlorobenzene] and 4. and lauryl acrylate (LA) Polybetaine polysiloxane copolymer Styrene.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 26 Kopoliester polietilena tereftalat (termasuk asam isoftalat dan/atau dietilena glikol termodifikasi) Kopoliester polietilena tereftalat (glikol dietilena-isoftalat termodifikasi) Kopolimer blok polieter sulfonpolifenilena sulfon. nama CAS : [1. Styrene-methyl methacrylate-butyl acrylate-butadiene copolymer. sintetik Lilin petroleum 37 38 39 40 68 . metil metakrilat dan glisidil metakrilat Kopolimer stirena-metil metakrilatbutil akrilat-butadiena Kopolimer vinilidena klorida dan butil akrilat Alkohol dari asam lemak.1'Biphenyl]-4. dan lauril akrilat Polyethylene terephthalate copolyesters (including isophthalic acid and/or diethylene glycol modified) Polyethylene terephthalate copolyesters(diethylene glycolisophthalate modified) Polyether sulfone-polyphenylene sulfone block copolymer CAS name: [1. Copolymer of vinylidene chloride and butyl acrylate Fatty alcohols.1'-Biphenyl]-4.55.4'-diol.1'-sulfonilbis[4klorobenzena] dan 4.4'-diol. methyl methacrylate and glycidyl methacrylate copolymers. polymer with 4.3-butadiene block copolymer Ethylene/propylene copolymers Ethylene-2-norbornene copolymer Isobutylene-butene copolymer Copolymer of monoacryloxyethyl succinate (MAES) and monoacryloxyethyl hexahydrophthalate (MAHP).1'-sulfonylbis[4chloroe] Styrene-1.1'-Bifenil]-4.1'-sulfonilbis[4klorobenzena] Kopolimer blok stirena-1. polimer dengan 4.4'-(1-methylethylidene) bis[phenol] and 1.4'-sulfonilbis [fenol] Kopolimer blok polisulfonpolifenilena sulfon.4'-diol. nama CAS : [1.4'-diol.

atau kopolimer asam akrilat dan alkil (C10-30) metakrilat.eta.6-heksanadiamina [Nilon 6/66] Polietilena glikol (400) monolaurat Polietilena glikol (BM 200–9.4'-diol.4.2. or copolymer of acrylic acid and up to 10 percent alkyl (C10-C30) methacrylate.co(trisiklo[6.05. polymer with hexahydro-2H-azepin-2-one and 1.1.5diil-etilena)] Polimer asam heksandioat dengan heksahidro-2H-azepin-2-on dan 1.4-diylethylene).1'-sulfonylbis[4chlorobenzene] 51 52 53 54 55 56 69 . terhidrogenasi Minyak mineral N-(2-Hidroksietil) oktadekanamida Natrium pentaklorofenat Pemodifikasi polimer pada plastik vinil klorida semikaku dan kaku Pentaeritritol adipat-stearat Petrolatum Platinum.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 Lilin petroleum.3. synthetic Reinforced wax Castor oil.0.5-diyl-ethylene)-co(bicyclo[3.5.1'-sulfonilbis[4klorobenzena] Petroleum wax.500) Polimer [1.1]hept-5en-2-il](2.6)]dodecane-3.500) [1.4. dengan 1.0]octane-2. terikat silang dengan alil sukrosa (10%) Poli(trisiklo[5.)-3-(1-asetil2-oksopropil)bisiklo[2.55.2.6)]decane3.1.6-hexanediamine [Nylon 6/66] Polyethylene glycol (400) monolaurate Polyethylene glycol (BM 200– 9.eta.0(2.4'-diol.0.5-diil-etilena)-co(bisiklo[3.2.6-. hidrogenated Mineral oil N-(2-Hydroxyethyl) octadecanamide Sodium pentachlorophenate Polymer modifiers in semirigid and rigid vinyl chloride plastics Pentaerythritol adipate-stearate Petrolatum Platinum.5diyl-ethylene)] Hexanedioic acid.1]hept-5en-2-yl](2.6)]dodekana-3. [(2.6-.1'-biphenyl]-4.0(2.5.6)]dekana3. [(2.O') Homopolimer asam poliakrilat.1'-bifenil]-4. crosslinked with either allyl sucrose Poly(tricyclo[5. sintetik Lilin yang diperkuat Minyak jarak.3.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.4-pentanedionato-O.O') Polyacrylic acid homopolymer.0(2.0]oktana-2.4-pentanadionato-O. polymer with 1.)-3-(1-acetyl2-oxopropyl)bicyclo[2.co(tricyclo[6.4-diiletilena).0(2.2.

5sulfo-.4benzenadikarbonil diklorida. polymer with 1. oktadesil 2-propenoat dan tetradesil 2-metil-2-propenoat Polimer terhidrogenasi dibuat dari satu atau lebih monomer : 1dekena.3-benzenedicarboxylic acid.4trivinilsikloheksan dengan polidimetilsiloksan.4'-(1-methylethylidene) bisphenol. polymer with dimethyl 1. eikosil 2-propenoat. 2-metilester dodesil. t-butil metakrilat. tbutyl methacrylate. sodium salt.4benzenedicarbonyl dichloride. ester dimetil. hidrogen terminal Prepolimer uretan Resin akrilat terdiri dari kopolimer stiren.4benzenedicarboxylate.4-butanadiol. adipic acid. dodecyl ester. and 1-octene Polysiloxane di-methyl.05.3benzenadiol.4-trivinylcyclohexane polymer with polydimethylsiloxane. 2-methyl-.dan hidroksietil metakrilat 1. 4-(1-methyl-1phenylethyl)phenyl ester 1. ester 1. asam adipat. 1. and hydroxyethyl methacrylate 58 59 60 61 62 63 64 65 70 .3benzenediol. metil metakrilat.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 57 Polimer 1.3benzenadikarboksilat.3benzenadimetanamina dan asam heksandioat Polimer asam 1. garam natrium. polymer with 1. dengan 1. produk reaksi polimer 1. 1. dimethyl pentanedioate and 1. eicosyl 2propenoate. karbonat diklorida dan 4.4benzenadikarboksilat. dengan dokosil 2propenoat.2-ethanediol 1.55. 1.2. 1-dodecene.4-Benzenedicarboxylic acid.3-Benzenedicarboxylic acid. asam metakrilat. vinylterminated. dimetil pentanadioat dan 1.3-benzenadikarbonil diklorida dengan ester 1. 5-sulfo-. 4-(1metil-1-feniletil)fenil Polimer asam 1. hexamethylene diisocyanate and not more than 1 percent by weight of a polyhydric alcohol 2-Propenoic acid. hydrogen terminated The urethane prepolymer The acrylic resin consists of a copolymer of styrene. heksametilena diisosianat dan maksimum 1 % (b/b) alkohol polihidrat Polimer asam 2-propenoat.2. octadecyl 2propenoate and tetradecyl 2methyl-2-propenoate Hydrogenated polymers prepared from one or more of the following monomers: 1-decene. 1-dodekena.4'-(1-metiletilidena) bisfenol. polymer with docosyl 2-propenoate.2-etanadiol Polimer asam 1.3-Benzenedicarbonyl dichloride.3-dimetil. dengan dimetil 1. dan 1-oktena Polisiloksan di-metil.3-asam benzenadikarboksilat dengan 1. methacrylic acid. methyl methacrylate. reaction product with 1.3benzenedimethanamine and hexanedioic acid 1.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.3-dimethyl ester. polymer with 1. dimethyl ester. vinil-terminal.4benzenadikarboksilat. carbonic dichloride and 4.4butanediol.

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. di-methyl. polymers with bisphenol A. terhidrogenasi Rodium karbonil klorida dimer rumus: (Rh(CO)2Cl)2 Rosin dan derivat rosin Silikon dioksida Silikon dioksida dengan lapisan atas polimer heksametildisiloksan Polimer siloksan dan silikon.5. garam natrium α-Alkil-ω-hidroksi poli(oksietilena) Alkohol linier primer teretoksilasi menggunakan lebih dari 10% (b/b) etilena oksida Asam n-alkilbenzena sulfonat Hydrogenated petroleum hydrocarbon resin (cyclopentadiene-type) Terpene resins α-Methylstyrene-vinyltoluene resins. karbonat diklorida dan 4-(1-metil-1feniletil)fenol Terpolimer tetrafluoroetilenaetilena-3.dan asam disulfonic.5.05.4.6. a-alkenyl-. hydrogenated Rhodium carbonyl chloride dimer Formula: (Rh(CO)2Cl)2 Rosins and rosin derivatives.1. Silicon Dioxide Silicon Dioxide. dengan bisfenol A. 3-(4-hydroxy-3methoxyphenyl)propyl groupterminated. dimetil. dan α -alkilaril-ω hidroksipoli (oksietilena) Alkil mono. with a topcoat of a polymer of hexamethyldisiloxane Siloxanes and silicones.5.6. dan a-alkylarylomegahydroxypoly (oxyetilen) Alkyl mono. 3-(4-hidroksi-3metoksifenil)propil gugus terminal.55.dan asam disulfonat. α -alkenil-.4.6.5. carbonic dichloride and 4-(1-methyl-1phenylethyl)phenol Tetrafluoroethylene-ethylene3.3.6-nonafluoro-1hexene terpolymer Tetraethylene glycol di-(2ethylhexoate) Tetrahydrofuran Tetracarbonyl di-µ-chlorodirhodium (I) a-Alkyl-.13 Pengemulsi dan/atau bahan aktif permukaan 1 2 3 4 5 71 .3. sodium salt a-Alkyl-omegahydroxypoly(oxyetilen) Ethoxylated primary linear alcohols of greater than 10% ethylene oxide by weight n-Alkylbenzene sulfonic acid 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 2.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 66 Resin hidrokarbon petroleum terhidrogenasi (tipe siklopentadien) Resin terpen Resin α-metilstirena-viniltoluena.6nonafluoro-1-heksena Tetraetilena glikol di-(2-etilheksoat) Tetrahidrofuran Tetrakarbonil di-µ-klorodirhodium (I) α-Alkil-.6.4.4.

4-diheksil sulfosuksinat Natrium 1. ammonium salt Ammonium salt of epoxidized oleic acid. sodium salt Na lauryl sulfate Na 1.4-disikloheksil sulfosuksinat Natrium 1. sulfo-1. garam natrium Natrium lauril sulfat Natrium 1. dihasilkan dari asam oleat terepoksidasi (terutama asam dihidroksi stearat dan asetoksi hidroksi asam stearat) Garam natrium sulfat dari n.dan iso-undesil alkohol (C11) teretoksilasi (7 mol etilena oksida) Kondensat asam naftalena sulfonat -formaldehida.4-dicylcohexyl sulfosuccinate Na 1.4 diisobutil sulfo suksinat Natrium 1.55. sodium salt Styrene-maleic anhydride copolymer. disodium salt Butanedioic acid. garam dinatrium Ester asam butanadioat.4-di-(C9C11 alkyl) ester. produced from epoxidized oleic acid (predominantly dihydroxystearic and acetoxyhydroxystearic acids) Sodium sulfate salt of ethoxylated (7 moles of ethylene oxide) n.4-dipentil sulfo suksinat Natrium 1.4-ditridecyl sulfo succinate 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 72 .BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 6 7 8 9 α-(p-Dodesil fenil)-ω-hidroksi poli (oksi etilena) Dinatrium 4-isodesil sulfo suksinat α-Di-sekbutil fenil ωhidroksipoli(oksi etilena) α-Dodesil-ω-hidroksi poli (oksietilena) campuran dari ester dihidrogen fosfat dan monohidrogen fosfat Ester asam 4-sulfosuksinat Ester asam 4-sulfosuksinat dengan poli etilena glikol nonilfenil eter. sulfo-1.4-ditridesil sulfo suksinat a-(p-Dodecyl phenyl)-omegahydroxypoly (oxy etilen) Disodium 4-isodecyl sulfo succinate a-Di-secbutyl phenyl omegahydroxypoly(oxy etilen) a-Dodecyl-omega-hydroxypoly (oxyetilen) mixture of dihydrogen phosphate and monohydrogen phosphate esters Sulfosuccinic acid 4-ester Sulfosuccinic acid 4-ester dengan poly etilen glycol nonylphenyl ether.4di-(alkil C9-C11).and iso-undecyl alcohol (C11) Naphthalene sulfonic acidformaldehyde condensate.4-dipentyl sulfo succinate Na 1.4 diisobutyl sulfo succinate Na 1.4-dihexyl sulfosuccinate Na 1.05. garam natrium Kopolimer stirena-maleat anhidrat. garam amonium Garam amonium dari asam oleat terepoksidasi.

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.05.55.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007

No

Bahan Tambahan

Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris

23 24

Natrium dioktil sulfosuksinat Natrium mono alkil fenoksi benzena disulfonat dan Natrium dialkilfenoksi benzenadisulfonat [α]-(p-Nonilfenil)- ω -hidroksi poli (oksietilena) campuran dari ester dihidrogen fosfat dan monohidrogen fosfat [α]-(p-Nonilfenil)-ω-hidroksi poli (oksietilena) sulfat, garam amonium atau natrium α-Olefin sulfonat Pirolo(3,4-c)pirol-1,4-dion,2,5dihidro-3,6-bis(4-(oktadesiltio)fenil)Poli[(metilena-p-nonilfenoksi) poli(oksipropilena) Polietilena glikol mono-isotridesil eter sulfat, garam natrium Polietilenaglikol alkil(C10–C12) eter sulfosuksinat, garam dinatrium Polimer blok poli (oksipropilena) dengan poli (oksietilena) Polisorbat 20 (polioksietilena (20) sorbitan monolaurat) Polisorbat 40 (polioksietilena (20) sorbitan monopalmitat) Polisorbat 60 Polisorbat 65 Polisorbat 80 Polisorbat 85 (polioksietilena (20) sorbitan trioleat) Sorbitan mono laurat Sorbitan mono oleat Sorbitan mono palmitat Sorbitan mono stearat

Na dioctyl sulfosuccinate Na mono alkyl phenoxy benzene disulfonate dan Na dialkylphenoxy benzenedisulfonate [alpha]-(p-Nonylphenyl)-omegahydroxypoly (oxyethylene) mixture of dihydrogen phosphate and monohydrogen phosphate esters [alpha]-(p-Nonylphenyl)-omegahydroxypoly (oxyethylene) sulfate, ammonium or sodium salt
alpha Olefin sulfonate

25

26

27 28

Pyrrolo(3,4-c)pyrrole-1,4-dione,2,5dihydro-3,6-bis(4(octadecylthio)phenyl)Poly[(metilene-p-nonylphenoxy) poly(oxypropylene) Polyethylene glycol monoisotridecyl ether sulfate, sodium salt Polietilenglycol alkyl(C10–C12) ether sulfosuccinate, disodium salt Poly(oxypropylene) block polimer dengan poly(oxyetilen) Polysorbate 20 (polyoxyethylen (20) sorbitan monolaurat) Polysorbate 40 (polyoxyethylen (20) sorbitan monopalmitat) Polysorbate 60 Polysorbate 65 Polysorbate 80 Polysorbate 85 (polyoxyetilen (20) sorbitan trioleate) Sorbitan mono laurate Sorbitan mono oleate Sorbitan mono palmitat Sorbitan mono stearate

29 30

31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42

73

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.05.55.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007

No

Bahan Tambahan

Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris

43 44 45

Sorbitan trioleat Sorbitan tristearat α-Sulfo- ω -(dodesil oksi) poli (oksietilena) garam natrium. Zat ini dikenal sebagai sebagai natrium lauril eter sulfat α-Sulfo- ω -(dodesil oksi) poli(oksietilena) garam amonium α-[p-(1,1,3,3-Tetra metilbutil) fenil] ω-hidroksi poli(oksietilena) Tetranatrium N-(1,2-dikarboksietil) N-oktadesil-sulfo suksinat α-Tridesil-ω-hidroksi poli (oksietilena) campuran ester dihidrogen fosfat dan monohidrogen fosfat Silanamina, 1,1,1-trimetil-N(trimetilsilil)-, produk hidrolisa dengan silika atau silika ((dimetilvinilsilil)oksi)- dan ((trimetilsili)oksi)-termodifikasi N-n-Alkil-N'-(karboksimetil)-N,N'trimetilenadiglisin; gugus alkil genap antara C14 -C18 dan kandungan nitrogen antara 5,45,6 % (b/b) Alkiltiofenolat : 1. Produk reaksi kondensasi katalisasi asam dari 4nonilfenol, formaldehida, dan 1dodekanatiol 2. Produk reaksi kondensasi katalisasi asam dari 4nonilfenol, bercabang, formaldehida, dan 1dodekanatiol Amina teroksidasi bis(alkil tal terhidrogenasi)

Sorbitan trioleat Sorbitan tristearat Alpha-sulpho-omega-(dodecyloxy) poly(oxyethylene)sodium salt. The FCS is also known as sodium lauryl ether sulfate. Alpha-sulfo-omega(dodecyloxy)poly(oxyetilen) ammonium salt a-[p-(1,1,3,3-Tetra methylbutyl)phenyl] omegahydroxypoly(oxyetilen) Tetrasodium N-(1,2-dicarboxyethyl) -N-octadecyl-sulfo succinate a-Tridecyl-omega-hydroxypoly (oxyethylene) mixture of dihydrogen phosphate and monohydrogen phosphate esters Silaneamine, 1,1,1-trimethyl-N(trimethylsylyl)-, hydrolysis products with silica atau Silica ((dimethylvinylsilyl)oxy)- and ((trimethylsily)oxy)-modified N-n-Alkyl-N'-(carboxymethyl)-N,N'trimethylenediglycine; the alkyl group is even numbered in the range C14-C18 and the nitrogen content is in the range 5.4-5.6 weight percent Alkylthiophenolics : 1. Acid-catalyzed condensation reaction products of 4nonylphenol, formaldehyde, and 1-dodecanethiol 2. Acid-catalyzed condensation reaction products of branched 4nonylphenol, formaldehyde, and 1-dodecanethiol Oxidized bis(hydrogenated tallow alkyl)amines

46

47

48

49

2.1.14

Pengisi (Filler)

1

2.1.15

Penstabil dan/atau Antioksidan

1

2

3

74

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.05.55.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007

No

Bahan Tambahan

Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris

4

Antranilamida. Nama CAS nya adalah 2-aminobenzamida Asam borat Asam tetradekanoat, garam litium Asam tiodipropionat 1,4-Benzenadiamina, N-(1-3dimetilbutil)-N’-fenil 2H-Benzimidazol-2-tion, 1,3dihidro-, 4(or 5)-metil-, garam seng (2:1) 2-(2H-Benzotriazol-2-il)-4,6-bis(1metil-1-feniletil)fenol 2-(2H-Benzotriazol-2-il)-4-(1,1, 3, 3-tetrametilbutil) fenol 3,9-Bis[2-{3-(3- tert -butil-4hidroksi-5-metilfenil)propioniloksi}1,1-dimetiletil]-2,4,8,10tetraoksaspiro[5,5]undekana 3,9-Bis[2,4-bis(1-metil-1feniletil)fenoksi]-2,4,8,10-tetraoksa3,9-difosfaspiro[5.5]undekana, yang mengandung tidak lebih dari 2 % (b/b) triisopropanolamina

Anthranilamide. The Chemical Abstracts Service (CAS) name is 2aminobenzamide Boric acid Tetradecanoic acid, lithium salt Thiodipropionic acid 1,4-Benzenediamine, N-(1-3dimethylbutyl)-N’-phenyl 2H-benzimidazole-2-thione, 1,3dihydro-, 4(or 5)-methyl-, zinc salt(2:1) 2-(2H-Benzotriazol-2-yl)-4,6-bis(1methyl-1-phenylethyl)phenol 2-(2H-Benzotriazol-2-yl)-4-(1,1, 3, 3-tetramethylbuthyl) phenol 3,9-Bis[2-{3-(3- tert -butyl-4hydroxy-5methylphenyl)propionyloxy}-1,1dimethylethyl]-2,4,8,10tetraoxaspiro[5.5]undecane 3,9-Bis[2,4-bis(1-methyl-1phenylethyl)phenoxy]-2,4,8,10tetraoxa-3,9diphosphaspiro[5.5]undecane, which may contain not more than 2 percent by weight of triisopropanolamine 4,4′-Bis(α,αdimethylbenzyl)diphenylamine 2-[2,4-bis(1,1dimethylethyl)phenoxy]5-butyl-5ethyl-1,3,2-dioxaphosphorinane, which may contain not more than 1 percent by weight triisopropanolamine 5,7-bis(1,1-dimethylethyl)-3hydroxy-2(3H)-benzofuranone, reaction products with o-xylene 1,2-Bis(3,5-di-tert-butyl-4hydroxyhydrocinnamoyl)hydrazine

5 6 7 8 9

10 11 12

13

14 15

4,4′-Bis(α,α-dimetilbenzil) difenilamina 2-[2,4-bis(1,1-dimetiletil)fenoksi]5butil-5-etil-1,3,2-dioksafosforinan, yang dapat mengandung tidak lebih dari 1 % (b/b) triisopropanolamina 5,7-bis(1,1-dimetiletil)-3-hidroksi2(3H)-benzofuranon, produk reaksi dengan o-ksilena 1,2-Bis (3,5-di-tert-butil -4 – hidroksihidrosinnamoil) hidrazin

16

17

75

4-bis(dodecylthio) methyl-6methylphenol 2.2.6-tetrametil-4-piperidinil) sebakat Bis(2.8 % b/b). dan asam karboksilat lain (2.s -triazin-2il]amino]-2.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 18 2-[4.8–4.6-Bis(2. the nonyl group is a propylene trimer isomer and the phosphorus content is in the range 3.0 weight percent 2-(3′ -tert.55.6-tetramethyl-4piperidinyl) sebacate Bis(2. kelompok nonil adalah propilena isomer trimer dan kandungan fosfor antara 3.butil -mkresol) Campuran garam litium dari asam stearat (69. CAS synonym: 1-[( beta (octadecylthio)ethyl]-3(or 4)(octadecylthio)cyclohexane Bis(2.s -triazin-2yl]amino]-2.6-Bis(1-metilheptadesil) -p.2.8 weight percent). and other carboxylic acids (2.4′-Butylidenebis(6 -tert.6-Bis(1-methylheptadecyl) -pcresol β.butil-4hidroksifenil) -p.3.tert -butilfenol 1.6-di.5triazin-2-il]-5-(oktiloksi)fenol 2.kresol β.8–4.3.Butil-2′-hidroksi-5′-metilfenil)-5-klorobenzotriazol 4.6-Bis(octylthio).3–Butanediol 2 -tert.0 % (b/b) 2-(3′ -tert. palmitic acid (25.6-Bis(oktiltio).Butyl-2′-hydroxy-5′methyl-phenyl)-5chlorobenzotriazole 4.4-dimetilfenil)-1.tert -butil-6-metilfenil) etil fosfit 4-[[4. arachidonic acid (1 weight percent).6. myristic acid (1.4-di.cumenyl bis( pnonylphenyl) phosphite. asam miristat (1.tert -butylphenol 1. asam arakidonat (1 % b/b). CAS : 1-[( β -(oktadesiltio)etil]3(atau 4)-(oktadesiltio)sikloheksan Bis(2.butyl -mcresol) A mixture of the lithium salts of stearic acid (69.3–Butanadiol 2 -tert.4-Bis(dodesiltio) metil-6metilfenol 2.tert -butyl-6methylphenyl) ethyl phosphite 4-[[4. 3(atau 4)Bis(oktadesiltio)sikloheksiletana.Butil -α(3 -tert.6-Bis(2.6.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. asam palmitat (25.4-di.kumenil bis( pnonilfenil) fosfit.6 weight percent).05. 3(or 4)Bis(octadecylthio)cyclohexylethane . 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 76 .1 % b/b) 2-[4.4-dimethylphenyl)1.1 weight percent).5-triazin-2-yl]-5(octyloxy)phenol 2.4′-Butilidenabis(6 -tert.5 weight percent).6-di.butyl-4hydroxyphenyl) -p.5% b/b).Butyl -a (3 -tert.6 % b/b).

5-di-tertpentil-2-hidroksifenil) etil]fenil akrilat Didodesil– 1.5-triazin-2-yl)5-hexyloxy)phenol 2.5–pyridinedicarboxylate Styrenated diphenylamine N.5–piridindikarboksilat Difenilamina terstirenasi N.4.6– dimethyl–3.5-bis(1.1dimethylethyl)-6-((2ethylhexyl)oxy)2.6-Di(α-methyl benzyl)-4-methyl phenol 2. diethyl ester 77 .3.5-triazin-2-il)-5heksiloksi)fenol 2.4–dihidro–2.1-dimetiletil)-4hidroksifenil]metil]-.6-Di(α-metil benzil)-4-metil fenol 2.2′-Methylenebis(4-methyl-6nonylphenol) and 2.3.tert butil-4-hidroksi-benzoat 2-(4.4–dihydro–2.tert -butyl-4-hydroxy-benzoate 2-(4.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.2) dioxa phosphocin.4-Di.4-Dimetil-6-(1metilpentadesil)fenol 2. [[3.5-bis(1. 2.10tetrakis(1. 4-8% (hydrogenated tallow alkyl) nitrones.10-tetrakis(1.5-di-tertpentyl-2-hydroxyphenyl) ethyl]phenyl acrylate Didodecyl– 1.g)(1.8.6-Diphenyl-1.2′-metilena bis(4metil-6-nonilfenol) dan 2. 2.1-dimetiletil)-6-((2etilheksil)oksi)2.05.butil-4-etilfenol 2.6-bis(2hidroksi-3-nonil-5-metil-benzil) .2) dioksafosfosin.6-Di-tert-butil -4-sek-butilfenol 2.4-Di. 4-8% nitron (alkil tal terhidrogenasi).1dimethylethyl)-4hydroxyphenyl]methyl]-.8. and 5-12% (hydrogenated tallow alkyl) oximes 12H-dibenzol(d.6-Di -tert.4-dimethyl-6-(1methylpentadecyl)phenol 2.tert -butylphenyl-3.tert -butilfenil-3.4-Di-tert-pentil-6-[1-(3.Difeniltiourea 2.6-Di -tert.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 30 Campuran 2.6-bis(2hydroxy-3-nonyl-5-methyl-benzyl) p.5-di.N′.4-di-tert-pentyl-6-[1-(3.pkresol (dengan berbagai perbandingan) Campuran yang terdiri dari 63-72% amina teroksidasi bis(alkil tal terhidrogenasi).3.N′. dietil -asam fosfonit Dimyristyl thiodipropionate Dicetyl thiodipropionate Phosphonic acid.4.6-Difenil-1.Diphenylthiourea 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 Dimiristil tiodipropionat Disetil tiodipropionat Ester [[3.6– dimetil–3.5-di. dan 5-12% oksim (alkil tal terhidrogenasi) 12H-Dibenzol(d.cresol mixtures (varying proportions) Mixture consisting of 63-72% oxidized bis(hydrogenated tallow alkyl) amines.butyl-4-ethylphenol 2. 12-15% amina bis (alkil tal terhidrogenasi).3.55.6-di-tert-butyl -4-sec-butylphenol 2. 12-15% bis (hydrogenated tallow alkyl) amines.g)(1.

3.3propanediyl ester Benzene propanoic acid.tert butylphenyl)ester Phosphorous acid.tert butilfenil) Ester asam fosfit.4-bis(1. bis[2-(1.3diphenyl-. Ester asam fosfit.5bis(1.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 46 47 Ester 2-siano-3.55. alkil C13-C15 bercabang dan linier Ester asam benzenapropanoat3. 3.1-dimethylethyl)-6-[[3-(1. C13-C15 branched and linear alkyl esters Benzenepropanoic acid.2-bis{[(2-siano-1okso-3.4-di. 3.3-bis(3.1dimetiletil)-6-[[3-(1. oktadesil. 3-diphenyl-2propenyl)oxy]methyl}-1.5-bis(1.5-bis(1.tert butyl-4-methylphenyl)ester Phosphorous acid.1dimetiletil)-6-metilfenil)etil Ester asam fosfonit.6-di.05. 2-siano3.4-bis(1. Zat ini dikenal juga sebagai bis(2.2. bis(2.bis[2-(1.4-bis(1.1dimethylethyl)-4-hydroxyphenyl) methyl]diethyl ester Octadecanoic acid.1-dimethylethyl)-4-hydroxy. 2-cyano-3. 3.tert butil-4-metilfenil) Ester asam fosfit.1dimethylethyl)-6-methylphenyl)ethyl ester Phosphonic acid.1-dimetiletil)-2hidroksi-5-metilfenil]metil]-4-metilfenil] Ester asam 2-Propenoat.1-dimethylethyl)-4-hydroxy.2-bis{[(2-cyano-1-oxo3.4-bis(1.3-propanediil Ester asam benzenapropanoat.4 Benzenedicarboxylic acid.5bis(1.tert. siklik neopentanatetrail bis (2. Zat ini dikenal sebagai oktadesil 3.6-di.1dimethylethyl)-2-hy-droxy-5methylphenyl]methyl]-4-methylphenyl]ester 2-Propenoic acid.1-dimetiletil)-4-hidroksi.4-di.4-di-tertbutil-6-metilfenil)etil fosfit.3-bis(3.2.siklik neopentanatetrail bis(2. Phosphorous acid. [(3.tertbutil-4-hidroksifenil) etilena Ester asam fosfit.5-bis(1.1dimetiletil)-4-hidroksifenil) metil]dietil Ester asam oktadekanoat-metil 2-Cyano-3.3-diphenyl-2-propenoic acid 2-ethylhexyl ester 1. bis[2.The FCS is also known as bis(2.1-dimetiletil)-4-hidroksi-. 3-difenil-2propenil)oksi]metil}-1. cyclic neopentanetetrayl bis (2. methyl ester 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 78 .4-di-tert-butyl-6methylphenyl)ethyl phosphite.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.3-difenil-.4 benzenadikarboksilat .bis[2.1dimetiletil)-6-metilfenil]etil.octadecyl ester The FCS is also known as octadecyl 3. cyclic neopentanetetrayl bis(2.1dimethylethyl)-6-methylphenyl]ethyl ester.butyl-4hydroxyphenyl)ethylene ester Phosphorous acid.5-di-tert-butil-4hidroksihidrosinamat Ester asam butirat. 3.5-di-tertbutyl-4-hydroxyhydrocinnamate Butyric acid. bis(2.3-difenil-asam 2propenoat 2-etilheksil Ester asam 1.5-bis(1. [(3.

1. yang secara kimiawi teridentifikasi sebagai amina.1-dimethylethyl)-6methyl-4-(3-((2.3. cyclic neopentanetetrayl-bis(2.f)(1.2.8.1dimetiletil)dibenzo(d. N-oksida 2-Cyano-3.3.6-di.6triamine] 2.6.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.tertbutilfenol) N.6-bis(1-methyl-1-phenylethyl)Phenol.6-di-tertbutyl-4-methylphenyl) ester Phosphorous acid.4.N″-dibutyl-N′.6.3tetramethylbutyly)GENOX TM EP.2′-Etilidena bis(4.3.4-di-tertbutylphenyl)ester Ethylenebis(oxyethylene)-bis-(3tert -butyl-4-hydroxy-5methylhydrocinnamate) 2.2.4.4. chemically identified as Amines.2’-methylenebis(6-(2Hbenzotriazol-2-yl)-4-(1.2.5-triazin-2il]amino]propil]-N′.3-diphenyl-2-propenoic acid ethyl ester 2-Cyano-3. bis(hydrogenated rape-oil alkyl) methyl. 2-(1.N″bis(1.2–Ethanediylbis[N–[3–[[4.10-tetrakis(1. 2-(2H-benzotriazol-2-yl)4.1benzoksazin-4-on] Fenol. metil bis(alkil minyak biji sesawi terhidrogenasi). Etilena bis(oksietilena)-bis-(3.8. 2-(1.3tetrametilbutili)GENOX TM EP.6.4.3.6triamina] 2.1-dimetiletil)-6-metil-4(3-((2.6-di-tert-butil-4-metilfenil) asam fosfit Ester siklik neopentana tetrailbis(2.6-di.2)dio ksafosfepin-6-il)oksi)propil) Fenol.6-di.6-pentamethyl-4piperidinyl)amino]-1.4-Fenilena)bis[4H-3. cyclic neopentanetetrayl bis(2.6-pentamethyl-4piperidinyl)-1.5-triazine-2.1dimethylethyl)dibenzo(d. 2-(2H-benzotriazol-2-il)-4.N″–1.10-tetrakis(1.2–Etanadiilbis[N–[3–[[4.f)(1.4-di-tert-butilfenil) asam fosfit.2′-Ethylidenebis(4.5-triazin-2yl]amino]propyl]-N′.2’-(1.tert butilfenil)fluorofosfonit 2.05.2.4-Phenylene)bis[4H-3.6.55.6bis[butyl(1.2)dio xaphosphepin-6-yl)oxy)propyl) Phenol.2.3.3.2′-Ethylidenebis(4.tert butil-4-hidroksi-5metilhidrosinnamat) 2.2.3.6bis(1-metil-1-feniletil)Fenol.1.2’-metilenabis(6-(2Hbenzotriazol-2-il)-4-(1.6-di.N″-dibutil-N′.3-difenilEster siklik neopentana tetrail bis(2.3.tertbutylphenol) N.2.3-difenilEster 2-etilheksil asam 2-propenoat 2-siano-3.2.3-diphenyl-2-propenoic acid 2-ethylhexyl ester Phosphorous acid.6bis[butil(1.5-triazin-2.6-pentametil-4piperidinil)-1.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 58 59 60 Ester etil asam 2-propenoat 2siano-3.tert butylphenyl)fluorophosphonite 2.2’-(1.2.N″–1.N″bis(1.1benzoxazin-4-one] Phenol.2′-Etilidenabis(4.6-pentametil-4piperidinil)amino]-1.2. N-oxides 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 79 .

tert butil-4-hydroksihydrocinnamate) N.5-di.tert -butil-4hidroksibenzoat N. 119345–01–6) produced by the condensation of 2.N’-1.tert -butylphenol with the Friedel-Crafts addition product (phosphorus trichloride and biphenyl) Tridecanol phosphite condensation product with butylidenebis (2-(1.m kresil fosfonit dengan bifenil yang dihasilkan dari kondensasi 4.1-fenilena) Produk reaksi butilasi dari p -kresol dan disiklopentadien yang dihasilkan dengan mereaksikan p kresol dan disiklopentadien dalam rasio mol berturut-turut 1. [2-hidroksi-4-(isooktiloksi) fenil]fenil 2-Hydroxy-4-isooctoxybenzophenone.tert -butylm -cresol with the Friedel-Crafts addition product (phosphorus trichloride and biphenyl) Di.5-ditert-butil-4hidroksihidrosinnamamida) 74 75 76 77 78 79 Hexadecyl 3.6-ditert -butil.tert -butil. respectively.5-di.4.N′.55.tert -butylphenyl phosphonite condensation product with biphenyl (CAS Reg.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 71 Hasil kondensasi di.tert -butyl-4hydroxybenzoate N.m -kresol dengan hasil adisi Friedel-Crafts (fosfor triklorida dan bifenil) Hasil kondensasi di. [2hydroxy-4-(isooctyloxy) phenyl]phenyl 80 .5 to 1.5-di.1phenylene) Butylated reaction product of p cresol and dicyclopentadiene produced by reacting p -cresol and dicyclopentadiene in an approximate mole ratio of 1.4trimethylpentenes 72 73 Hasil kondensasi tridekanol fosfit dengan butilidenebis (2-(1.4-ditert -butilfenol dengan hasil adisi Friedel-Crafts (fosfor triklorida dan bifenil) Di.1dimethylethyl) -5-methyl-4.N’-1. Chemical Abstracts (CA) name: Methanone.Hexamethylenebis ( 3.4.4-trimetilpentena Heksadesil 3.1dimetiletil) -5-metil-4.m -cresyl phosphonite condensation product with biphenyl produced by the condensation of 4.05. Nama CAS : Metanon.tert -butyl. diikuti alkilasi dengan isobutilena Produk reaksi N -fenilbenzenamina dengan 2.6-heksanadiilbis[2-aminobenzamida] Heksametilenabis (3.N′.6-di.tert butil-4-hidroksihidrosinnamat) N.tert -butilfenil fosfonit dengan bifenil yang dihasilkan dari kondensasi 2.Heksametilenabis ( 3.6-hexanediylbis[2-aminobenze] Hexamethylenebis (3.5-di.4-di.5-ditert-butyl-4hydroxyhydrocinnamamide ) 80 2-Hidroksi-4-isooktoksibenzofenon. followed by alkylation with isobutylene N -Phenylbenzenamine reaction products with 2. No.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.5 : 1.

2’-Methylenebis (4. and a metacresol-paracresol mixture Lithium 12-hydroxystearate Magnesium salicylate 2-Methyl-4.5-di.2’-Metilenabis (6-(2Hbenzotriazol-2-il)-4-(1.3tetramethyl buthyl) phenol) 2.2'ethylendioxydiethyldimethacrylate Nylon 612/6 copolymer Butylated.2’etilenadioksidietildimetakrilat Kopolimer Nilon 612/6 Kresol terstirenasi.tetrametilbutil) fenol) 2.4′-Isopropilidendifenol alkil(C12C15) fosfit Kalium bromida dan tembaga asetat atau tembaga karbonat Kalsium benzoat Kalsium bis[monoetil(3.6-bis-[(octylthio)methyl] phenol 2.6-di-tertbutylphenyl) 2-ethylhexyl phosphite 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 81 . stiren. 2-N-Ndiethylaminoethyl methacrylate.1.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. styrenated cresols produced when equal moles of isobutylene.2’-Metilenabis (4. terbutilasi dihasilkan dari jumlah mol yang sama isobutilena. dan campuran meta .tert butil-4-hidroksi-benzil)fosfonat] Kalsium miristat Kalsium risinoleat Kalsium stearat Karbetoksimetil dietil fosfonat Kopolimer polifluorooktil metakrilat.2’-Methylenebis (6-(2Hbenzotriazol-2-yl)-4-(1.05.3.para kresol Litium 12-hidroksistearat Magnesium salisilat 2-Metil-4.55.4′-Isopropylidenediphenol alkyl(C12-C15) phosphites Potassium bromide and either cupric acetate or cupric carbonate Calcium benzoate. 2-N.1.6-bis-[(oktiltio)metil] fenol 2. 2hidroksietilmetakrilat. styrene. Calcium bis[monoethyl(3. dan 2.N-dietilaminoetilmetakrilat.6-di-tertbutilfenil) 2-etilheksil fosfit 2(2′-Hydroxy-5′methylphenyl)benzotriazole 2-Hydroxy-4 -n -octoxybenzophenone 4.3.3. 2hydroxyethylmethacrylate and 2.tert butyl-4-hydroxybenzyl)phosphonate] Calcium myristate Calcium ricinoleate Calcium stearate Carbethoxymethyl diethyl phosphonate Copolymer of polyfluorooctyl methacrylate.5-di.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 81 82 83 84 85 86 2(2′-Hidroksi-5′metilfenil)benzotriazol 2-Hidroksi-4 -n -oktoksibenzofenon 4.

3-ditio] dengan rumus [C8H18Sn2S3]n (dengan nilai n ratarata 1.8-Pentamethyl-6chromanol.6.8-Pentametil-6-kromanol. Poli(1.4.7.2.2.5.4′-Metilenabis (2.2.2]-heneikosan-21on.butyl-4hydroxyhydrocinnamate Pentaerythritol and its stearate ester 2.05.8Pentamethyl-6-hydroxy chroman.6-di -tert.2′-Methylenebis(4-methyl-6 -tertbutylphenol) 2.4′-Methylenebis (2.butil-4hidroksihidrosinnamat Pentaeritritol dan ester stearatnya 2.p.butil-4etilfenol) 2.4diil)[(2.2′-Metilenabis[6-(1-metilsikloheksil).2.butilfenol) Natrium zeolit A Nilon 66/610/6 7-Oksa-3.2′-Metilenabis(4-metil-6.20-diazadispiro[5.3dibutyldistannthianediylidene)-1.cresol] 4.2′-Oksamidobis[etil 3-(3.2′-Metilenabis (6 -tert.8-Pentametil-6hidroksi kroman.1.4cyclohexylenedimethylene-3.3′-tiodipropionat) yang sebagian gugus terminalnya digantikan dengan stearil alkohol Poli[(1.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 99 100 101 102 103 104 105 106 2.tert -butyl-4-hydroxyphenyl)propionate] Octadecyl 3.5-di -tert.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.3′thiodipropionate) partially terminated with stearyl alcohol Poly[(1.5.6.7.kresol] 4.6.2.2.7.2.tert -butil-4-hidroksifenol)propionat] Oktadesil 3.3-dibutildistanntiandiiliden)1.2]heneicosan-21-one.3dithio] having the formula [C8H18Sn2S3]n(where n averages 1.p.2.2.5.2′-Methylenebis (6 -tert.11.hydrochloride 2.11.tert butylphenol) monoacrylate 2.55.6-tetrametil-4piperidil)imino]] 2.butyl-4ethylphenol) 2.6-di -tertbutyl-phenol) Sodium zeolite A Nylon 66/610/6 7-Oxa-3.4diyl)[(2.6-tetramethyl-4piperidyl)imino]hexamethylene [(2.6-tetrametil-4piperidil)imino]heksametilena [(2.6.6-tetramethyl-4piperidyl)imino]] 107 108 109 110 111 112 113 82 .4-sikloheksilenadimetilena3.tert butilfenol) monoakrilat 2.hidroklorida 2.5–2) Poly[(6-morpholino-s-triazine-2. Other name: 2.2.4-tetrametil-.5-di -tert.5-di.4tetramethyl-.2′-Methylenebis[6-(1-methylcyclohexyl).7.20-diazadispiro-[5.1.4.2′-Metilenabis(4-metil-6 -tertbutilfenol) 2.2.2.5.2′-Methylenebis(4-methyl-6.5-di.2′-Oxamidobis[ethyl 3-(3.5–2) Poli[(6-morfolino-s-triazin-2. Nama lain: 2. Poly(1.

6. polymer with thanol and dimethyl maleate (DMM).piperidyl)imino]] Alpha alkene (C20-C24) polymers with maleic anhydride reaction products with 2.3.6.2-ethanediyl).6-tetramethyl-4.5triazine reaction products.6-tetrametil-4piperidinamina Polimer ester etenil asam asetat dengan etenol dan dimetil maleat.2. methylated 1.6.55. N.2.2. reaction products with N -butyl-1butanamine and N -butyl-2. Bahan ini ekivalen dengan poli(vinil asetat-vinil alkohol) Polimer 1.3-Propana diamina. dengan produk reaksi morfolin2.triazin-2.3.6-tetramethyl-1piperidineethanol Acetic acid ethenyl ester. N.6-trikloro-1.2. N.6trichloro-1.6.6tetrametil-4-piperidinamina Polimer 1.6-tetrametil-4.tetramethybutyl) amino]-s.2-etanadiil bis-. polymer with alpha-hydro-omegahydroxypoly(oxy-1.6.2ethanediylbis-.6. terhidrolisis Poly[[6-[(1.1.5-triazine.5-triazin.3.4-diil][2. polymer with 2.6.6tetrametil-4piperidil)imino]heksametilena[( 2.4-diyl][2.6. Bahan ini ekuivalen dengan poli (vinil asetat-vinil alkohol) dipolimerisasi dengan dimetil maleat Polimer ester etenil asam asetat dengan α-hidro-ω-hidroksipoli(oksi1.2.N′ bis(2.3-propanediamine.6–Hexanediamine.6trichloro-1.2-etanadiil). This material is equivalent to poly(vinyl acetate-vinyl alcohol) 1.2 . N.3. hydrolyzed 115 116 117 118 119 120 121 122 83 .6. polymer with 2.3.N' bis(2.6.2.3.2.N1.4.N' bis(2.6tetramethyl-4piperidyl)imino]hexamethylene[( 2.6. N.1.6-tetrametil-1piperidinetanol Polimer ester etenil asam asetat dengan tanol dan dimetil maleat.6.2. dengan 2. polymer with ethenol and dimethyl maleate (DMM).tetrametibutil) amino]-s.6-heksanadiamina.5-triazin Polimer dimetil suksinat dengan 4hidroksi-2. polymers with morpholine-2.5-triazine Dimethyl succinate polymer with 4hydroxy-2.4.05.6-trichloro-1.2.3.6tetramethyl-4-piperidinamine 1.6.6trikloro-1.triazine-2.6-tetrametil-4-piperidinil)-.6-tetramethyl-4piperidinyl)-.3.4.4.2.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 114 Poli[[6-[(1.piperidil)imino]] Polimer α-alkena (C20-C24) dengan produk reaksi maleat anhidrat dan 2.6-trikloro-1.6.5-triazin.3. dengan 2.6-tetrametil-4-piperidinil).2.N′ -bis(2.3. N.6–heksanadiamina.2.6-Hexanediamine. termetilasi Polimer 1.4.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.4.6-tetramethyl-4piperidinamine Acetic acid ethenyl ester.2.6-tetramethyl-4piperidinyl)-.N-1. produk reaksi dengan N -butil-1butanamina dan N -butil-2. This material is equivalent to poly (vinyl acetate-vinyl alcohol)polymerized with DMM Acetic acid ethenyl ester.

bis(hydrogenated rape oil alkyl) methyl. modified with up to 2 percent by weight crotonic acid Tridecanol phosphite condensation product with butylidenebis (2-(1.6.4.N′ -1. dengan 2.tert -butil-4-hidroksihidrosinnamamida) Butanedioic acid.6. polymer with 4-hydroxy-2. metil bis(alkil terhidrogenasi dari minyak biji sesawi).1-fenilena) Produk reaksi N-fenilbenzenamina dengan 2.6tetramethyl-1-piperidineethanol Phenol.3-Propanediylbis (3.N′ -1. dimethyl ester. dengan sulfur klorida Polivinil alkohol yang sebagian terhidrolisis (40-50%).55.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 123 Polimer ester asam butanadioatdimetil dengan 4-hidroksi-2.1dimethylethyl) -5-methyl-4. reaction products with 2. dimodifikasi dengan asam krotonat hingga 2 % (b/b) Produk kondensasi tridekanol fosfit dengan butilidenabis (2-(1.6.1phenylene) N-phenylbenzenamine reaction products with 2.1dimetiletil) -5-metil-4.1-dimethylethyl)-.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. polymer with sulfur chloride Partially hydrolyzed (40-50%) polyvinyl alcohol.4.6-tetramethyl-4-(2propenyloxy)piperidine N.1-dimetiletil)-.2.2. N-oxides Cerium stearate Cyanoguanidine 131 132 133 134 135 136 137 138 84 .4-trimetilpentena Produk reaksi siloksan dan silikon.4trimethylpentene Siloxanes and silicones.4-(1.3-Propanadiilbis (3.05.4-(1.6. N-oksida Serium stearat Sianoguanidin p-tert-Amylphenolformaldehyde resins produced when one mole of p-tert-amylphenol is made to react under acid conditions with one mole of formaldehyde Zinc dibutyldithiocarbamate Zinc palmitate Zinc salicylate Zinc stearate Zinc zeolite A (zinc sodium aluminosilicate) Amines.6tetrametil-1-piperidin etanol Polimer fenol. metil hidrogen.5-di.2.5-ditert -butyl-4hydroxyhydrocinnamamide) 124 125 126 127 128 129 130 Resin p-tert-amilfenolformaldehida dihasilkan dari satu mol p-tertamilfenol bereaksi dengan satu mol formaldehida dalam suasana asam Seng dibutilditiokarbamat Seng palmitat Seng salisilat Seng stearat Seng zeolit A (seng natrium aluminosilikat) Senyawa amina.6tetrametil-4-(2propeniloksi)piperidin N. methyl hydrogen.2.

4′-Cyclohexylidenebis(2cyclohexylphenol) Stearoylbenzoylmethane 2-Propenoic acid.3.3. kandungan fosfor antara 7.10-Tetrakis(1.hydroxyhydro.2]dioksaf osfepin-6.8.3.8 8.il]oksi]etil]etanamina Timah (IV) dimetil/monometil isooktilmerkaptoasetat Timah (IV) oksida Timah (IV) di( n -oktil) bis(2etilheksil maleat) Cyclic neopentanetetrayl bis(octadecyl phosphite) (which may contain not more than 1 percent by weight of triisopropanolamine ).10-Tetrakis(1.f][1.3.N .4.1dimetiletil)dibenzo[d.2 % (b/b) 4.4.1dimetiletil)dibenzo[d.cinnamate)] methane 2-[[2.8.2]dio xaphosphepin-6yl]oxy]ethyl]ethanamine Dimethyltin/monomethyltin isooctylmercaptoacetates Tin (IV) oxide Di( n -octyl)tin bis(2-ethylhexyl maleate) 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 85 .N .10-tetrakis(1.10-tetrakis(1.f][1.4.4.55.4′-Sikloheksilidenabis(2sikloheksilfenol) Stearoilbenzoilmetana Telomer metil ester asam 2propenoat.1dimethylethyl)dibenzo[d.8 to 8.tert butyl-4.di.2 weight percent Cyclic neopentanetetrayl bis(octadecyl phosphite).BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.f][1. C16C18 alkyl esters Cuprous iodide Cuprous iodide and cuprous bromide Cupric acetate and lithium iodide Terephthaloyl dichloride Tetrakis [methylene(3.2]dioksafosfepin-6-il]oksi].05.8.5.2 % (b/b) Siklik neopentanatetrail bis(oktadesil fosfit).sinnamat)] metana 2-[[2. alkil C16-C18 Tembaga(I) iodida Tembaga(I) iodida dan tembaga(I) bromida Tembaga (II) asetat dan litium iodida Tereftaloil diklorida Tetrakis [metilena(3.f][1.hidroksihidro. N bis[2-[[2.8 .2 weight percent 4. telomer with 1-dodecanethiol.di. N bis[2-[[2.2]dioxaphosphepin-6-yl]oxy].5. methyl ester.8.8 to 8. dengan ester dodekanatiol.tert butil-4. the phosphorus content is in the range of 7. kandungan fosfor antara 7.1dimethylethyl)dibenzo[d.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 139 Siklik neopentanatetrail bis(oktadesil fosfit) (yang dapat mengandung tidak lebih dari 1% (b/b) triisopropanolamina). the phosphorus content is in the range of 7.8.

3.3 H .6(1 H.5H)-trion 1. 6.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 153 154 155 156 Timah (IV) metil-2merkaptoetiloleat sulfida 4.5-di.5-Tris(3.5-di -tert.4.5-Di.3.4. 9-Trioksaundesil) bis-3(dodesiltio) propionat 1.6-(1 H .butyl -m. 11-(3.butil-4hidroksibenzil) -s.4-Thiobis(6 -tert. 5 H )trione 1.5-tris(2-hidroksi etil)-s-triazin2.butil-4-hidroksihidrosinnamoil) heksahidro -striazin Tris (2.tert -butil-4hidroksihidrosinnamat) Tri (campuran mono-dan dinonilfenil) fosfit (yang dapat mengandung tidak lebih dari 1% (b/b) triisopropanolamina) Triester asam 3.5-di -tert.3. 5 H )trion 1.5-di -tertbutil-4-hidroksibenzil) benzena 1.4.tert butilfenil)butana Methyltin-2-mercaptoethyloleate sulfide 4.tert -butil-3-hidroksi2.3.tert -butyl-3-hydroxy2.5 H )-trion Trilauril fosfit mengandung tidak lebih dari 1 % (b/b) triisopropanolamina Trilauril fosfit Triester asam fosfat dengan trietilena glikol 1.6-(1H.4. 1.butil -m.3.3H.3.6-(1H.6(1 H.4.5-di -tert.5-di -tert.triazin-2.4. 6.5-di tert.5-di.4.5-Tris(4.tert butyl-4-hydroxyhydrocinnamate) Tri(mixed mono-and dinonylphenyl) phosphite (which may contain not more than 1 percent by weight of triisopropanolamine).6-tris(3.55.5-Tris(3.6-dimetilbenzil)-1.triazine-2.tert -butyl-4hydroxyhydrocinnamic acid triester with 1. 3 H.3.5-Tris(3.6-dimethylbenzyl)-1.5-di.5-triazin2.5-Trimethyl-2.5H)-trione.4-di-tert-butilfenil) fosfit Tris(2-metil-4-hidroksi-5.4-Tiobis(6 -tert.triazine Tris (2. 3.5-Trimetil-2.5 H )-trione Trilauryl phosphite containing not more than 1 percent by weight triisopropanolamine Trilauryl phosphite Phosphoric acid triesters with triethylene glycol 1.3 H .3.6-tris(3.kresol) Tiodietilena bis(3.5-triazine2.butyl-4hydroxybenzyl) -s.butyl-4-hydroxybenzyl) benzene 1.5-tris(2-hydroxyethyl)-striazine-2.3. 11-(3.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.cresol) Thiodiethylene bis(3. 3 H.05.5-Tris(4.tert -butil-4hidroksi hidrosinamat dengan 1. 9-Trioxaundecyl) bis-3(dodecylthio) propionate 1.6-(1 H .butyl-4hydro-xyhydrocinnamoyl) hexahydro -s.4.4-di-tert-butylphenyl) phosphite Tris(2-methyl-4-hydroxy-5.tert butylphenyl)butane 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 86 .3.5-Tris(3.3H.3.3.

(CAS Name: butanoic acid. calcium. kalium. kalium.3. amonium.5-Dimethyl-1.05. ammonium. atau natrium) Asam 2-akrilamido-2metilpropansulfonat asam. in its free acid form. 2.2bis(hidroksimetil)2.16 2.2-bis (hydroxymethyl)2.Bis(4-hidroksifenil)propana bis(2.3.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No 2.55.3-epoksipropil) eter (BADGE) Dietilena glikol monobenzoat 3. Ethanolamine Ethylenediamine Formaldehyde 4-(4-phenoxyphenoxy) benzoic acid homopolymer Potassium Nmethyldithiocarbamate Potassium pentachlorophenate 4-Chloro-3-methylphenol(pchlorome-tacresol) 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 87 . dan litiumnya Asam dimetilolbutanoat (nama CAS : asam butanoat.1 Bahan Tambahan Perekat (Adhesive) Perekat Plastik (Plastic Adhesive) Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 1 Alum (sulfat ganda dari aluminum dan amonium.Bis(4-hydroxyphenyl)propane bis(2. kalsium. potassium.H-tetrahidrotiadiazin-2-tion Dinatrium sianoditio imido karbonat Etanolamina Etilenadiamina Formaldehida Homopolimer asam 4-(4fenoksifenoksi) asam benzoat Kalium N-metilditiokarbamat Kalium pentaklorofenat 4-Kloro-3-metilfenol(p-klorometakresol) Alum (double sulfate of aluminum and ammonium. potassium.1. and lithium Dimethylolbutanoic acid.2.2.Htetrahydrothiadia-zine-2-thione Disodium cyanodithioimidocarbonate.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.3-epoxypropyl) ether (BADGE) Diethylene glycol monobenzoate 3. and its sodium. dan garam natrium.5. dalam bentuk asam bebas.1. or sodium) 2-Acrylamido-2methylpropanesulfonic acid.16.2.5-Dimetil-1.5.

LA may be used at 0-10 percent by weight of the total monomer units Chromium potassium sulfate (chrome alum) Sodium 2-mercaptobenzothiazole Sodium dodecylbenzenesulfonate Sodium chlorate Sodium o-phenylphenate Sodium pentachlorophenate Industrial starch modified by treatment with greater than 5 percent and not more than 21 percent by weight 2.4.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.05. and lauryl acrylate (LA). Rasio MAES : MAHP adalah 75:25 % (b/b) hingga 50:50 % (b/b).3epoxypropyltrimethyl-ammonium chloride Polyphenylene ether Polyester-epoxy-urethane Hydrogenated polymers N-phenylbenzenamine reaction products with 2.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 15 Kopolimer monoakriloksietil suksinat (MAES) dan monoakriloksietil heksahidroftalat (MAHP) dan lauril akril (LA).4-trimetilpentena Produk reaksi terikat silang (1) resin akrilat. dan (3) prepolimer uretan yang merupakan polimer isosianat terminal Resin hidrokarbon alifatik yang termodifikasi dengan aromatik 23 24 25 26 27 28 88 .55.4trimethylpentene The FCS is the cross-linked reaction product of (1) an acrylic resin (2) a silane coupling agent(3) a urethane prepolymer which is an isocyanate-terminated polymer Aromatic modified aliphatic hydrocarbon resin 16 17 18 19 20 21 22 Kromium kalium sulfat (krom alum) Natrium 2-merkaptobenzotiazol Natrium dodesilbenzenasulfonat Natrium klorat Natrium o-fenilfenat Natrium pentaklorofenat Pati industri yang dimodifikasi dengan perlakuan menggunakan antara 5-21% (b/b) 2. (2) bahan penggandeng silan.4.3epoksipropiltrimetil amonium klorida Polifenilena eter Poliester-epoksi-uretan Polimer terhidrogenasi Produk reaksi N-fenilbenzenamina dengan 2. LA dapat digunakan pada 0-10 % (b/b) dari toral unit monomer Copolymer of monoacryloxyethyl succinate (MAES) and monoacryloxyethyl hexahydrophthalate (MAHP). The ratio of the MAES : MAHP is in the range of 75:25 percent to 50:50 percent by weight.

sebagai komponen tinta cetak atau pelapis 1 2 2-Butil-2-etil-1. polyoxyethylene lauryl ether phosphate potassium salt.55. and polyoxyethylene tridecyl ether phosphate potassium salt.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. terhidrogenasi (Nama CAS Reg. light steamcracked. Tert-Butylperoxy-3. hydrogenated (CAS Reg.3-butadiene block copolymer 30 31 32 33 34 35 36 37 38 2.1. bebas benzena. tembaga dan amonium Tert-Butilperoksi-3. garam kalium 1-Dodesen 2-Hidroksietil metakrilat Kopolimer blok stirena-1. 1-Dodecene 2-Hydroxyethyl methacrylate Styrene-1. hidrogenated Hydrogenated aromatic petroleum hydrocarbon resin Piperylene/2-methyl-2-butene copolymer resins and Piperylene/2methyl-2-butene/alphamethylstyrene terpolymer resins Polyester-polyurethane resin-acid dianhydride Polyester-polyurethane resin formulated from: (a)(1) Polyesterpolyurethanediol resins (2) An optional trimethoxysilane coupling agent containing an epoxy group Rosins and rosin derivatives Zinc 2-mercaptobenzothiazole Zinc dimethyldithiocarbamate A type of zeolite in which silver.5trimetilheksanoat Petroleum hydrocarbon resins (cyclopentadiene-type). terhidrogenasi Resin hidrokarbon petroleum aromatik terhidrogenasi Resin kopolimer piperilena/2-metil2-buten dan resin terpolimer piperilena/2-metil-2-butena/αmetilstirena Resin poliester-poliuretan -asam dianhidrat Resin poliester-poliuretan yang dibuat dari : Resin poliesterpoliuretandiol atau bahan penggandeng trimetoksisilan opsional yang mengandung gugus epoksi Rosin dan derivat rosin Seng 2-merkaptobenzotiazol Seng dimetilditiokarbamat Suatu tipe zeolit dengan ion natriumnya ditukar dengan ion perak.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 29 Resin hidrokarbon petroleum (jenis siklopentadiena).3-propanediol Mixture of potassium stearyl phosphate . polimer.16. debenzenized.2 Pelapis atau film.3-propanadiol Campuran kalium stearil fosfat. Name Naptha (petroleum). polioksietilena lauril eter fosfat.3butadiena 3 4 5 89 . garam kalium dan polioksietilena tridesil eter fosfat. Nafta (petroleum). polymers. pecahan uap ringan.5trimethylhexanoate 2-butyl-2-ethyl-1. copper and ammonium ions have been exchanged for sodium ions.5.05.5.

55.karet nitril. politetrametilena glikol. and polyethylene glycol Styrene-acrylic copolymers Acrylonitrile-butadiene copolymer crosslinked with divinylbenzene Vinyl acetate/crotonic acid copolymer Epoxy resin coatings that also contain 1-(2-aminoethyl) piperazine as component of crosslinking Zinc-silicon dioxide matrix coatings Paraffin (synthetic) Amorphous hydrogenated carbon coating Acrylate ester copolymer coating. dan polietilena glikol Kopolimer stirena-akrilat Kopolimer terikat silang akrilonitrilbutadien dengan divinilbenzena Kopolimer vinil asetat. Copolymers (polyurethanes) produced from 4.4’-methylenebis (cyclohexylisocyanate).4’-metilena bis (sikloheksil isosianat).BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.asam krotonat Lapisan resin epoksi yang juga mengandung 1-(2-aminoetil) piperazin sebagai komponen pengikat silang Matriks pelapis seng-silikon dioksid Parafin (sintetik) Pelapis karbon terhidrogenasi amorf Pelapis kopolimer ester akrilat Pelapis kopolimer viniliden klorida untuk film nilon Pelapis kopolimer viniliden klorida untuk film polikarbonat Pelapis resin dan polimerik untuk film poliolefin Nitrile rubber-modified acrylonitrilemethyl acrylate copolymers (CAS Name: Polybutadiene-graftpoly(methyl acrylate-coacrylonitrile) Polyethylene terephthalate copolymers (diethylene glycolazelaic acid modified) Polyethylene terephthalate copolyesters (diethylene glycolisophthalate modified). polytetramethylene glycol.05. Vinylidene chloride copolymer coatings for nylon film Vinylidene chloride copolymer coatings for polycarbonate film Resinous and polymeric coatings for polyolefin films 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 90 . Nama CAS: Polibutadiena-cangkokpoli(metil akrilat-ko-akrolonitril Kopolimer polietilena terftalat (dietilena glikol-asam azeliat termodifikasi) Kopoliester polietilena terftalat (dietilena glikol-isoftalat termodifikasi) Kopolimer (poliuretan) dihasilkan dari 4.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 6 Kopolimer metil akrilat-akrilonitril termodifikasi .

dimetil dengan 1.4-diylethylene).6)]dekana3.0]octane-2. Poly(tricyclo[5. poly(ethylene glycol). dimethyl pentanedioate.2-etanadiol Polimer asam heksandioat dengan heksahidro-2H-azepin-2-on dan 1.0(2. polymer with 1. dimetil pentanadioat.0.1. polymer with dimethyl 1. adipic acid. hexamethylene diisocyanate 1. 3dimetil ester.4benzena dikarboksilat.3. 5sulfo-1.6)]dodecane-3. garam natrium.3benzenadikarboksilat.4benzenedicarboxylate. 5-sulfo-1. dan 1.0. dan 1.2-ethanediol Hexanedioic acid.4-Benzenedicarboxylic acid. dimetil pentanadioat.4benzenedicarboxylate. Solvent Violet 13) sebagai pigmen Pelapis resin epoksi yang juga mengandung polioksi propilena diamina sebagai komponen pengikat silang Pelapis pangan yang dapat lepas jika dipanaskan Polimer asam 1.2. 3-dimetil. polymer with dimethyl 1.I.6)]decane3. dimethyl ester.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 21 Pelapis resin epoksi yang juga mengandung 9.0(2.2-etanadiol Poli(trisiklo[5. and 1. poli(etilena glikol).4.5diil-etilena)] Polivinil alkohol Produk reaksi terikat silang dari polivinil alkohol dan tetraetoksisilan. 3-dimethyl ester.55. garam natrium dengan dimetil 1.5diyl-ethylene)].3-benzenedicarboxylic acid.(C. 3-dimethyl ester. bergandengan dengan trimetoksisilan Epoxy resin coatings that also contain 9.0(2.4benzenadikarboksilat. Solvent Violet 13) as pigment Epoxy resin coatings that also contain polyoxypropylenediamine as a cross linking component Hot-melt strippable food coatings 1.2.5-diil-etilena)-co(bisiklo[3. 1hydroxy -4-((4-methylphenyl) amino).1.4.4-benzena dikarboksilat.3.05.co(tricyclo[6.4-diiletilena).co(trisiklo[6. poly(ethylene glycol).BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.4butanadiol.6)]dodekana-3. 5-sulfo-1. sodium salt. 1-hidroksi -4-((4-metilfenil) amino)(C. dengan dimetil 1. heksametilena diisosianat Polimer ester asam 1.2-ethanediol. poli(etilenaglikol) dan 1.10-anthracenedione.0]oktana-2.4butanediol.3-benzena dikarboksilat. 5sulfo-1. Polyvinyl alcohol Cross-linked reaction product of polyvinyl alcohol (PVOH) and tetraethoxysilane (TEOS) .0(2.10-antrasendion. coupled with the trimethoxysilane 22 23 24 25 26 27 28 29 30 91 .6-heksandiamina (Nilon 6/66) Polimer ester asam 1. polymer with hexahydro-2H-azepin-2-one and 1. asam adipat.3-benzenedicarboxylic acid.I. dimethyl pentanedioate.5-diyl-ethylene)-co(bicyclo[3. sodium salt.6-hexanediamine [Nylon 6/66] 1.

di-.N'-tetrakis(2hydroxyethyl)hexanediamide 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 2.3-propanediol .4'isopropiliden difenol epiklorhidrin epoksi Resin nilon 6/12 Resin poliester yang sebagian daripadanya berupa ester asam fosfat Resin poli (vinil fluorida) Resin silikon akrilat Rosin gom Silika.N'. dimetil. produk reaksi dengan asam akrilat dan 2-etil-2[(2-propeniloksi)metil]-1.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 31 32 Resin hidrokarbon petroleum aromatik terhidrogenasi Resin ksilen-formaldehida dikondensasikan dengan resin 4.N. hidrogen-terminal.1 Pewarna : Pewarna Plastik 1 2 3 4 Aluminium Aluminium dan kalium silikat (mika) Aluminium hidrat Aluminium mono-.4'isopropylidenediphenolepichlorohydrin epoxy resins. Poly(vinyl fluoride) resins.55. reaction product with acrylic acid dan 2ethyl-2-[(2-propenyloxy)methyl]1.1.N. di-Me. Silicone acrylate resins Gum rosin Silica. with a topcoat of a polymer of hexamethyldisiloxane.4 –cyclohexanedimethanol Silicon Dioxide Hydrolized tetraethyl silicate N. hydrogen-terminated. dengan lapisan atas polimer heksametil disiloksana Siloksan dan silikon.N'. Nylon 6/12 resins Partial phosphoric acid esters of polyester resins. dan tristearat Aluminum Aluminum and potassium silicate (mica) Aluminum hydrat Aluminum mono-. 1. and tristearate 92 . hydrogenated Xylene-formaldehyde resins condensed with 4.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.17. ((etenil dimetil silil) oksi) dan ((trimetil silil) oksi) termodifikasi Silikon dioksida.N'-Tetrakis (2-hidroksietil) heksanadiamida Aromatic petroleum hydrocarbon resin. Siloxanes and silicones.3propanadiol 1.17 2.1.4 –Sikloheksana dimetanol Silikon dioksida Tetraetil silikat terhidrolisis N.05. di-. ((ethenyldimethylsilyl) oxy)and ((trimethylsilyl) oxy)-modified Silicon Dioxide.

(3sulfofenil). 6hydroxy-5((4-methoxy-2sulfophenyl)azo)-.5-Dihidro -3metil -5-okso -1-(3-sulfofenil) -1Hpirazol-4-il)azo). calcium and/or strontium salt (1:1)(C.2-methoxy phenyl] azo]-N-(5-chloro-2.9 def : (6.4-dimetoksi fenil)3-hidroksi.4-yl) azo)-.2′stilbene disulfonic acid. 2-((4. disodium salt 9 10 11 12 13 14 93 .9H)tetron (C.3. Pigmen Violet 52) Asam 4. Pigment Violet 52) 4.1.3.5dihidro. kalsium dan/atau garam stronsium (1:1)(C. (1:1).I.I.3-dihidro-2-okso-1H benz imidazol-5-il) amino] karbonil]-2okso propil]azo] benzamida (C.I. Pigment Orange 79 (Benzoic acid.I. Pigmen kuning 212).4′-Bis(4-anilino-6-diethanol amine-a-triazin-2-ylamino)-2.I.10 (2H.I.05. garam stronsium Asam benzoat . Pigment Red 187) N-[4-(Amino carbonyl)phenyl]-4-[[1[[(2.2-metoksi fenil] azo]-N-(5-kloro-2. Pigmen Orange 79) – (2:1)).Pigment Yellow 181) 7 8 Anthra(2. garam stronsium (1:1). 4-((2-hidroksi.I.9H)tetron (C. Pigmen kuning 209:1) Asam 2-naftalenAsulfonat .Pigmen kuning 181) Antra (2.I.I. garam stronsium Asam n-oktil fosfonat .oxo-1.I.5dihydro -3-methyl -5-oxo -1-(3sulfophenyl) -1H-pyrazol-4-yl)azo)-.4-il) azo)-.8. Pigmen Violet 29) Asam benzoat. 6hidroksi-5((4-metoksi-2sulfofenil)azo)-.1H-pirazol.4dimethoxy phenyl)-3-hydroxy.2-naftalenkarboksamida (C.10 (2H.5dihydro. 2-((4. Pigment Yellow 209 dan C. strontium salt (1:1).titanium dioksida termodifikasi Asam 1-naftalen sulfonat .okso-1.4′-bis(4-anilino-6-dietanol amina-a-triazin-2-il amino)-2.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. C.I.I. 4-((2-hydroxy. Pigment Yellow 212 Chemical Name: Benzoic acid.8. Pigment Violet29) C.6-sulfo-1 – naphthalenyl)azo) –strontium salt (2:1)) n-octyl phosphonic acid (NOPA)modified titanium dioxide 1-naphthalenesulfonic acid.6sulfo-1 –naftalenil)azo (C.I.3-methyl-5.9def : (6.(C. Pigmen merah 187) N-[4-(Amino karbonil) fenil]-4-[[1[[(2.(3Sulfophenyl).5.1.5.I.55.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 5 6 Aluminium silikat (kaolin) 4-[[5-[[[4-(Aminokarbonil) fenil] amino] karbonil].10d′e′f) diisoquinoline 1. strontium salt (1:1) C.2′stilbena disulfonat.3-dihydro-2-oxo-1Hbenz imidazol-5-yl)amino] carbonyl]-2oxo propyl]azo] benzamide (C.3-metil-5. Pigment Yellow 209:1) 2-Naphthalenesulfonic acid. 2-((4.I.1H-pyrazol.I. garam dinatrium Aluminum silicate (China clay) 4-[[5-[[[4-(Aminocarbonyl) phenyl] amino] carbonyl].2naphthalene-carboxamide (C.10 d′e′f) diisokuinolin 1. Pigmen kuning 209 dan C. 2-((4. C.

Pigment 254) 1.5.9-Bis(3.10-anthracene dione Dibutyl sebacate 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 94 .dion (C.10(2 H.3. diammonium salt (1:2): (CI Pigment Yellow 191:1 Barium sulfate Bentonite Bentonit.5dihydro-pyrrolo[3.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.4.5.9-Bis(4-(fenilazo)fenil) antra (2.il]azo]5-metil benzena sulfonat.1-etanadiil)azo]]bis[4-kloroN-(3-kloro-2-metilfenil)-(9Cl) Besi oksida 4.10d’e’f’)diisoquinoline-1.5-dihidropirolo[3.55.10(2H.9-def: 6.il]azo]5-metil benzenasulfonat . Pigmen merah 149) 2.I.I.I.10d’e’f’)diisoquinoline-1.Pigment Yellow 191 4-Chloro-2-[[5-hydroxy-3-methyl-1(3-sulfophenyl)-1H-pyrazol-4yl]azo]-5-methyl benzenesulfonic acid. Pigmen 254) 1.1. garam dinatrium 2.6-trimetilfenil) amino]9.1.3’-[(2-kloro-5-metil1.garam diamonium Barium sulfat Bentonit Bentonit termodifikasi dengan ion 3-di metil dioktadesil amonium Benzamid.5-dimethylphenyl) anthra(2.1.4. 9H)tetron (C.5-dimetil fenil) antra (2. disodium salt 2. calcium salt (1:1).1.Pigmen kuning 191) Asam 4-kloro-2-[[5-hidroksi-3-metil1-(3-sulfofenil)-1H-pirazol-4. (1:2): (CI Pigmen kuning 191:1.2′stilbena.8. 9H)-tetron (C.9-def:6.05.I.6-Bis(4-klorofenil)-2.10d’e’f’)diisokuinolin-1.6-Bis(4-chlorophenyl)-2. Pigment Red 149.8.I.4-Bis[(2. (C.6-trimethylphenyl) amino]-9. Pigmen merah 178) 3.5.I.2.2.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 15 Asam 4-kloro-2-[[5-hidroksi-3-metil1-(3-sulfofenil)-1H-pirazol-4.3’-[(2-chloro-5methyl-1.4-Bis[(2.3.4dione (C. 9H)-tetrone (C.4-phenylene)bis[imino(1acetyl-2-oxo-2.9-def:6.I.1ethanediyl)azo]]bis[4-chloro-N-(3chloro-2-methylphenyl)-(9Cl) Iron oxides 4.10(2H. (C.10(2 H. 9H)-tetrone (C.10-d’e’f’) diisokuinolin-1. 2.8.I.4′-Bis(4-anilino-6 metil etanol amina-a-triazin-2 ilamino).3.9-bis(3.8.4. 3.4-fenilena)bis[imino(1-asetil-2okso-2.5. garam kalsium (1:1).4-c]pyrrole-1.4-c] pirol-1.9-def:6.3.4′-Bis(4-anilino-6 methyl ethanol amine-a-triazin-2 ylamino).9-bis(4-(phenylazo)phenyl) anthra (2. modified with 3-di methyl dioctadecyl ammonium ion Benzamide. Pigment Red 178) 3. 3.2′stilbene disulfonic acid.10-antrasen dion Dibutil sebakat 4-Chloro-2-[[5-hydroxy-3-methyl-1(3-sulfophenyl)-1H-pyrazol-4yl]azo]-5-methyl benzene sulfonic acid.

strontium salt (1:1) Mixed methylated 4.4′-Diamino-[1. 1. Ethanedioic acid.10dihidroksi-1.10′-tetrone 29 30 31 32 33 34 35 36 37 95 .14dione (C.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 28 5. Pigmen merah 38 (CI No 21120) D&C merah No.I.10dihydroxy-1.10.3-b] akridin-7.5.12-Dihidro-2.3-dihydro-9. Pigment Yellow 163 C.05. calcium salt (2:1).I.9-dimetilkuino[2.12-dihidro2. Pigment Yellow 189 (Nickel titanium tungsten oxide) C.(C. Pigment Yellow 62).I.9′. Pigmen kuning 189) Larutan dari padatan asam 1naftalensulfonat.55.I. 4-[[1-[[(2metilfenil) amino]] karbonil]-2oksopropil]azo]-3-nitro-.10 antrasendion dan 1.I.14-dion atau Kuino [2.4-anthracenedione. Pigmen merah 277).3-dihidro-9. (1:1).4′-bis(2-benzoxazolyl)sti CI Pigment red 38 (CI No 21120) D&C Red No. diethyl ester. Benzenesulfonic acid. Pigment Red 122) also known as 2. 2-((2-hydroxy-6 -sulfo-1 naphthalenyl)azo)-. 7 and its lakes 4.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. polymer with 2. 4-[[1-[[(2methylphenyl)amino]]carbonyl]-2oxopropyl]azo]-3-nitro-.3-pentanadiamina C. dietil. (C.4dihidroksi-9.4′-bis(2-benzoksazolil) stilbena termetilasi dengan porsi terbesar terdiri dari 4-(2benzoksazolil)-4′-(5-metil-2 benzoksazolil) stilbena dan porsi sedikit 4.4′-bis(2benzoxazolyl) stilbenes with the major portion consisting of 4-(2benzoxa zolyl)-4′-(5-methyl-2 benzoxazolyl)stilbene and lesser portions consisting of 4.I.4′-bis(5methyl-2-benzoxazolyl)stilbene and 4. Pigmen kuning 163 Nikel titanium tungsten oksida (C.I.4-dihydroxy-9. garam stronsium Campuran 4.I. Pigmen merah 122).12-Dihydro-2.14-dion. 7 dan turunannya 4.4′-bis(5-metil-2benzoksazolil) stilbena dan 4.4′bis(2 benzoksazolil) stilbena C.4-antrasendion.9Dimetilkuinakridon Garam kalsium asam benzenasulfonat .1′-bi antrasen]9. dengan 2.10′-tetron 5. Pigment Red 277.3b]akridin-7.9′.9dimethylquino[2.3pentanediamine C. (2:1). juga dikenal sebagai 2. (C. Pigmen kuning 62) Polimer ester asam etanadioat.4′-Diamino-[1.9Dimethylquinacridone.I.10 anthracenedione and 1.3-b]acridine-7. 2-((2-hidroksi-6 sulfo-1 -naftalenil)azo).I.9-dimetil.10. a solid solution of 1.I.naphthalenesulfonic acid. 1.1′-bi anthracene]9.(C.

9-def: 6.I.5-dimetil-1.3-Dihydro-6-methyl-2-oxo-1Hbenzimidazol-5-yl)azo].5. Pigmen merah 122).1 etanadiil) azo]]bis[4-kloro-N-(5kloro-2-metilfenil)benzamida] Produk reaksi asam 2.I.I.1.4.4phenylene)bis[imino(1-acetyl-2oxo-2.3b] akridin-7.1.3-dihidro -2okso-1H-benz imidazol-5-il)]-3okso-butanamida (C. bis(2-chloroethyl)ester 2. (C.5.55.I.9-dimetilkuino[2.I.I.12-Dihydro-2.12-dihidro kuinon[2.5-Dikloro-2-((5-hidroksi-3-metil-1(3-sulfofenil)-1H-pirazol.9Dimetilkuinakridon 5-[(2. Pigment Yellow 183) 2.3′-[(2.4 yl)azo)benzene sulfonic acid. bis(2-kloroetil) 2.14dione.10 (2H.4phenylene)bis[imino-carbonyl(2hydroxy-3. Pigment Red 202) 4.2′-[1.9H)-tetrone (C.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. (1:1). metil ester dengan p-fenillendiamina dan natrium metoksida Ester asam 3.10d′e′f′)diiso kuinolin-1.3b]akridin-7.1phenylene) bis(benzoxazole) 39 40 41 42 43 44 45 46 47 96 .6(1H. Pigmen merah 179) 3.2′-(1.9-Dimethylquinacridone 5-[(2.I.2′-[1.05.14-dion (C.12-dihydro quinone[2.9-dimethyl(C.3′-[(2.1-fenilena) bis(benzoksazol) 5.5-Dimetil-1. juga dikenal sebagai 2.12-dihidro2.2-Ethenediyldi-4.1-naphtalenediyl) azo]]bis[4-methylbenzoic acid).3.14-dione (C.(C.5tetrakloro-6-sianobenzoat.2-Etanadiil bis(oksi-2.3′-[(2.4fenilena) bis[imino-karbonil(2hidroksi-3.4. Pigment Yellow 180) 2.3.3.8.4.4.3-Dihidro-6-metil-2-okso-1Hbenz imidazol-5-il)azo].4fenilena)bis[imino(1-asetil-2-okso2.5-Dimethyl-1.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 38 5. Pigment Red 122) also known as 2.3-b] akridin-7.5-Tetrachloro-6cyanobenzoic acid.I. garam kalsium(C.14-dion atau Kuino [2.9-Dichloro-5.14-dion.I.4 il)azo)benzena asam sulfonat.3-b]acridine-7. 5H)-pirimidintrion 2. 3H. Pigmen merah 202) 4.9-Dikloro-5. Pigmen kuning 180) 2.9-Dimethylanthra (2.I.9def:6.1 ethanediyl) azo]]bis[4chloro-N-(5-chloro-2methylphenyl)benzamid] 2.2.3.10 (2H.6(1H.9-dimetil.12-Dihidro-2.5.1phenyleneazo)]bis[N-(2. calcium salt(1:1).12-dihydro-2.8. Pigment Red 179) 3.9H)-tetron (C. methyl ester reaction product with pphenyllenediamine and sodium methoxide 3.1fenilena azo)] bis[N-(2.3-b]acridine-7.2-Ethanediylbis(oxy-2.9dimethylquino[2. 5H)-pyrimidinetrione 2.5-Dichloro-2-((5-hydroxy-3methyl-1-(3-sulfophenyl)-1Hpyrazol.3-b]acridine-7.2.14dione or Quino[2.3-dihydro 2-oxo-1H-benzimidazol-5-yl)]-3oxo-butanamide (C.2-Etendiil di-4.9-Dimetil antra (2.5.10-d′e′f′)diisoquinoline1.1-naftalendiil) azo]] bis[4metilbenzoat).5-Dimethyl-1.2′-(1.3′-[(2. Pigmen kuning 183) 2. 3H.

10anthracenedione Phthalocyanine blue (C. Pigmen hijau 17.1′-[(6-fenil-1. 74260) Hitam tanur dengan kemurnian tinggi yang mengandung hidrokarbon aromatik polinuklir tidak lebih dari 0.I.4diyl)diimino]bis-9. C. No. Cr2O3 (C. 15:3.I.I. garam stronsium (C. 14dion. 15:2. 15:2.12-dihydroA solid solution of 2naphthalenesulfonic acid.sulfofenil) azo) -6-hidroksi)-.5-triazin-2. dan 15:4.I.I. C.5 bpj. C. CI No.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. 5-((4-kloro -5-etil -2-sulfofenil) azo) -6-hidroksi)-.0 bpm Kalsium silikat Kalsium sulfat Kalsium karbonat Kaolin-termodifikasi Karbon hitam Kobalt aluminat Krom antimoni titanium rutil kuning muda hingga oranye (C. 74160) Hijau ftalosianin (CI Pigmen hijau 7. No.0 parts per billion Ca silicat Ca sulfat Ca carbonat Kaolin-modified Carbon black Cobalt aluminat Chrome antimony titanium buff rutile (C. (1:1) dan garam stronsium asam 2naftalensulfonat . 77288) Quino(2. strontium salt(1:1) (C. 74160 Phthalocyanine green. Pigment Brown 24) Chromium oxide green.5-triazine-2. and benzo[a]pyrene not to exceed 5. 15:1. 74260) High-purity furnace black containing total polynuclear aromatic hydrocarbons not to exceed 0.05. Pigment Red 276) Magnesium oxide Magnesium silicate (talc) 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 97 . Pigment Green 17.I. 77288) Kuino (2. Pigmen biru 15.3-b)akridin-7.12-dihidroLarutan asam 2-naftalensulfonat.3.4-diil) diimino] bis-9.I.I. C.sulfophenyl) azo) -6-hydroxy)-.3. No.I. Pigmen coklat 24) Kromium oksida hijau.4. 15:1. Cr2O3 (C. dan 15:4.4.5 parts per million. 5-(((5chloro -4-methyl-2. 5(((5-kloro -4-metil-2. No.55.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 48 1.10-antrasen dion Biru ftalosianin (C.3-b)acridine-7.I. 14dione.1′-[(6-Phenyl-1. 15:3. (CIpigment green 7.11-dikloro-5.I.I. Pigmen merah 276) Magnesium oksida Magnesium silikat (talk) 1. dan benzo[a]piren tidak lebih dari 5. CI No. pigment blue 15. 5-((4-chloro -5-ethyl -2sulfophenyl) azo) -6-hydroxy)-. (1:1). strontium salt (1:1) dan 2-naphthalenesulfonic acid.11-dichloro-5.

coated with pure silver metal.4-metilbenzena sulfonat.6bis[(4-metilfenil) amino]-5-[[2(trifluorometil). 70 to 95 percent.fenil]azo] Pirimido (5.4.6. (CI Pigment Yellow 53) Metallic pigment comprised of borosilicate glass flakes. CI No 73900) Zinc carbonate Zinc chromate Zinc oxide Zinc sulfide Sienna (raw and burnt) Silica Diatomaceous earth 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 98 . (CI Pigmen kuning 53) Pigmen metalik terdiri atas serpih kaca borosilikat (70 . CI No 73900) Seng karbonat Seng kromat Seng oksida Seng sulfida Sienna (mentah dan dibakar) Silika Tanah Diatomeae Manganese Violet (manganese ammonium pyrophosphate) 7-(2H-Naphtho[1.4sikloheksan dikarboksilat dengan ester 1.4-g)pteridine-2.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. (CI Pigmen ungu 19.95 % b/b) dilapis dengan logam perak murni (5 . 2hydroxy-3-phenoxypropyl ester Quinacridone red. 2-hidroksi-3fenoksipropil Quinakridon merah. 2-(3hydroxypropyl)-6-[(3hydroxylpropyl)amino]-1Hbenz[de]isoquinoline-1.05.4.55.3-(2H)dione and 1. (CI Pigmen violet 19.4-sikloheksan dimetanol.8tetramine. 4-metil-2.6.4cyclohexanedimethanol.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 64 65 66 67 Mangan amonium pirofosfat (Mangan ungu) 7-(2H-Nafto[1.4-Cyclohexanedicarboxylic acid. 2(3-hidroksipropil)-6-[(3hidroksilpropil)amino]-1H-benz [de] isoquinolin-1.2-d]triazol-2-yl)-3phenylcoumarin Nickel antimony titanium yellow rutile. 4-methyl2.3-(2H)-dion dan 1.6-bis[(4-methylphenyl)amino]-5[[2-(trifluoromethyl). 3-Pyridinecarbonitrile.4-g) fteridin-2.3pentanadiamina. polymer with 1.4methylbenzenesulfonate.3-pentanediamine.2-d] triazol-2-il)-3fenil kumarin Nikel antimoni titanium kuning rutil. 5 to 30 percent by weight. basa-terhidrolisis (Pigmen kuning 382E) Piromelitik dianhidrat Poli(asam 12-hidroksistearat) dengan ujung asam stearat Polimer ester asam 1.8tetramina.phenyl]azo] Pyrimido(5. basehydrolyzed (Pigment Yellow 382E) Pyromellitic dianhydride Poly(12-hydroxystearic acid) endcapped with stearic acid 1.30 % b/b) 3-Piridin karbonitril.

C-tetrachloro-29H.5-Tiofendiil)-bis(5-tert-butil benzoksazol) Ultramarin Asam dimetilolpropionat Asam lemak minyak tal terfosforilasi Campuran asam butanadioat dengan 1. No.22.N32)-.15.31H-ftalosianat(2-)29.55.N31.4.N31.1"-nitrilotris[2-propanol] (CAS Reg. CI Pigment Yellow 138 Tin(IV) Oxide Tin antimony oxide.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.(SP-4-2)4. The food contact substance is also known as tin antimony gray cassiterite.3-di hydro-1.05. CI Pigmen kuning 138 Timah (IV) oksida Timah antimoni oksida juga dikenal sebagai timah antimoni kasiterit abu-abu Titanium dioksida Titanium dioksida-barium sulfat Titanium dioksida-magnesium silikat 2.2 Pendispersi Pigmen (Pigment Dispersant) 1 2 3 4 99 . N31.2′-(2.3.7-Tetra kloro-2-[2-(4.25dekakloro-29H.1'.462110-48-1.1.5. N30.C-tetrakloro-29H.3. also called salt of triisopropanolamine and succinic acid).N30.10. 3 hydroxy-2 (hydroxymethyl)-2-methyl-.3.2′-(2.24-hexabromo2. Pigmen hitam 28 Tembaga.N32] Tembaga.7tetra kloro-2. C.C.3 (2H)-dion.(SP-4-2) 4.11.I.9. with 1. [C. compd with 1. 31H-ftalosianinato(2-)-N29.7-Tetra chloro-2-[2-(4.23.6. Titanium dioxide Titanium dioxide-barium sulfate Titanium dioxide-magnesium silicate 2.(1.16.3.1'.N32] Copper.4.6.N30.17.1′′-nitrilotris [2-propanol] (1:1) 83 84 85 86 87 88 89 90 91 2.3-di hidro-1.1′′-nitrilotris [2propanol] (1:1) Copper chromit black spinel.31Hphthalocyanato(2-)N29.8.6.dioxo1H-inden-2yl) -8-quinolinyl]-1Hisoindole-1.8.17.C.1"-nitrilo tris[2propanol].C.16.9.15. [C.23.24heksabromo2.I.3 (2H)-dion. N31.N32)-.5-Thiophenediyl)-bis(5-tertbutylbenzoxazole) Ultramarines Dimethylolpropionic acid Phosphorylated tall oil fatty acids Butanedioic acid.6. 3 hidroksi-2 (hidroksi metil)-2-metildengan 1.10.17. Pigment Black 28 Copper.1′.5.11.25decachloro-29H.5. N30.C.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris 81 82 Tembaga kromit hitam spinel.diokso1H-inden-2il) -8-kuinolinil]-1Hisoindol-1. 31H-phthalocyaninato(2-)-N29.22. compd.1′.5. C.7tetra chloro-2. Propanoic acid.(1. juga disebut garam triisopropanolamina dan asam suksinat Campuran asam propanoat.

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.05.55.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007

No

Bahan Tambahan

Senyawa No Nama Indonesia Nama Inggris

5 6

Kopolimer n-butil metakrilat dan iso-butil metakrilat Kuino (2,3-b)akridin-7,14-dion,5,12dihidro-, derivat (1,3-dihidro-1,3diokso-2H-isoindol-2-il)metil Pirolo (3,4-c) pirol-1,4-dion,2,5dihidro-3,6-bis (4(oktadesiltio)fenil)Poli (asam 12-hidroksi stearat) dengan ujung mengikat asam stearat 1,3-Propanadiol, 2-etil-2-(hidroksi metil) Siloksan dan silikon, dimetil Siloksan dan silikon; setilmetil, dimetil, metil 11-metoksi-11- okso undesil Trimetiloletana Trimetilolpropana

Copolymer of n-butyl methacrylate and iso-butyl methacrylate Quino(2,3-b)acridine-7,14dione,5,12-dihydro-,(1,3-dihydro1,3-dioxo-2H-isoindol-2-yl)methyl derivatives Pyrrolo(3,4-c)pyrrole-1,4-dione,2,5dihydro-3,6-bis(4(octadecylthio)phenyl)Poly(12-hydroxystearic acid) endcapped with stearic acid 1,3-Propanediol, 2-ethyl-2(hydroxymethyl) Siloxanes and silicones, di-Me Siloxanes and silicones; cetylmethyl, dimethyl, methyl 11methoxy-11- oxoundecyl Trimethylolethane Trimethylolpropane

7

8

9 10 11

12 13

2.2

LOGAM
No 2.2.1 Bahan Tambahan Antikorosi No Nama Bahan Senyawa Nama Inggris

1

Campuran disikloheksilamina dan garam asam lemak nabati dan hewani Campuran morfolin dan garam asam lemak nabati dan hewani Campuran polietilena glikol (400) monooleat dan polietilena glikol (400) dioleat (dengan perbandingan 49:34 %b/b) Disikloheksilamina nitrit Polietilena glikol (400) monooleat

Dicyclohexylamine and salts of fatty acids derived from animal and vegetable Morpholine and salt of fatty acids derived from animal and vegetable Campuran 49% berat polyethylene glycol (400) monooleate dan 34% berat polyethylene glycol (400) dioleate Dicyclohexylamine nitrite Polyethylene glycol (400) monooleate

2 3

4 5

100

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.05.55.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007

No

Bahan Tambahan

No Nama Bahan

Senyawa Nama Inggris

6
2.2.2 Pelumas Permukaan dalam Pembuatan Barang Terbuat dari logam

Propilena glikol α–Alkil–ω–hidroksipoli (oksietilena) hasil kondensasi 1 mol alkohol primer rantai lurus (C12 - C15) dengan rata-rata 3 mol etilena oksida Asam etilenadiaminatetra asetat, garam natrium α-Butil-ω-–hidroksipoli (oksietilena)-poli (oksipropilena) α–Butil– ω –hidroksipoli (oksipropilena) Benzotriazol Bis(alkil tal terhidrogenasi ) amino etanol Bis(alkil tal terhidrogenasi )amina Campuran alkohol sintetis rantai lurus dan bercabang Di(2-etilheksil) ftalat Dietil ftalat Dietilena glikol mono butil eter Dimer, trimer, dan/atau sebagian ester metil; seperti dimer dan trimer adalah asam lemak C18 tidak jenuh dari lemak hewan dan nabati dan minyak dan/atau minyak tal Di-n-oktil sebakat Ester asetat dihasilkan dari alkohol rantai lurus sintetis Ester metil dari asam lemak (C16– C18) yang dibuat dari lemak dan minyak nabati dan hewani Ester metil dari asam lemak minyak kelapa Isopropil alkohol

Propylene glycol as adjuvant alpha–Alkyl–omega– hydroxypoly(oxyethylene) produced by the condensation of 1 mole of C12-C15 straight chain primary alcohols with an average of 3 moles of ethylene oxide Etilendiaminetetraacetic acid, sodium salts . a-Butyl-Ω-–hydroxypoly (oxyetilen)poly (oxypropylene) a–Butyl–Ω–hydroxypoly (oxypropylene) Benzotriazole Bis(hydrogenated tallow alkyl) amino ethanol Bis(hydrogenated tallow alkyl)amine Synthetic alcohol mixture of straight-and branched-chain alcohols Di(2-ethylhexyl) phthalate Diethyl phthalate Dietilen glycol mono butylether Dimers, trimers, and/or their partial methyl esters; such dimmers and trimers are of unsaturated C18 fatty acids derived from animal and vegetable fats and oils and/or tall oil Di-n-octyl sebacate . Acetate esters derived from synthetic straight chain alcohols Methyl esters of fatty acids (C16– C18) derived from animal and vegetable fats and oils Methyl esters of coconut oil fatty acids . Isopropyl alcohol

1

2 3 4 5 6 7 8

9 10 11 12

13 14 15

16 17

101

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.05.55.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007

No

Bahan Tambahan

No Nama Bahan

Senyawa Nama Inggris

18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33
2.2.3 2.2.3.1 Pemodifikasi : Bahan pembentuk rantai berikat silang untuk pelapis poliester pada substrat logam Lain-Lain

Isopropil laurat Isopropil oleat Isotridesil alkohol, teretoksilasi α–Lauroil–ω–hidrokspoli (oksietilena) BM minimum 200 N,N-bis(2-hidroksietil) butilamina Natrium nitrit Natrium petroleum sulfonat Polibutena terhidrogenasi Polietilena glikol (400) monostearat Poliisobutilena (BM minimum 300) Polivinil alkohol Produk reaksi silan, diklorodimetildengan silika Tal amina terpolioksietilasi (5 mol) Tal tersulfonasi
Tert-Butil alkohol

Isopropyl laurate Isopropyl oleate Isotridecyl alkohol, ethoxylated a–Lauroyl–Ω–hydroxpoly (oxyetilen) BM minimum 200.
N,N-Bis(2-hydroxyethyl) butylamine

Sodium nitrite Sodium petroleum sulfonate Polybutene hydrogenated polietilen glycol (400) monostearate . Polyisobutylene (minimum molecular weight 300) Polyvinil alkohol Silane, dichlorodimethyl-, reaction product with silica Polyoxyethylated (5 moles) tallow amine Tallow, sulfonated
Tert-Butyl alcohol

Trietanolamina

Trietanolamin

1

N,N,N',N'-tetrakis(2hidroksietil)heksanadiamida

N,N,N',N'-tetrakis(2hydroxyethyl)hexanediamide

2.2.3.2

1

Campuran yang mengandung asam peroksiasetat, hidrogen peroksida, asam asetat, lhidroksietilidena-1,l-asam difosfonat dan air

A mixture containing peroxyacetic acid, hydrogen peroxide, acetic acid, l-hydroxyethylidene-1,ldiphosphonic acid (HEDP), and water

102

1 2.3-diol β-Bromo-β-nitrostirena Butilena oksida Campuran 5-kloro-2-metil-4isotiazolin-3-on kalsium klorida dan 2-metil-4-isotiazolin-3-on kalsium klorida dengan rasio 3:1 Alkenyl (C16–C18) dimethyl ethylammonium bromide n-Alkyl (C12–C18) dimethyl benzyl ammonium chloride Chlorinated levulinic acids Acetone 1.3 KERTAS DAN KARTON No Bahan Tambahan No Senyawa Nama Indonesia Nama Inggris 2.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.2-Bis(monobromoacetoxy) ethane Bis(trichloromethyl)sulfone Bromine chloride (BrCl) 4-Bromoacetoxymethyl-mdioxolane 2-Bromo-4′-hydroxyacetophenone . 2-Bromo-2-nitropropane-1.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 2.5-Bis(bromoacetoxymethyl) mdioxane . 1.55.3.05.3-diol β-Bromo-β-nitrostyrene Butlylene oxide.3.1 PANGAN SECARA UMUM Antimikroba 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Alkenil (C16–C18) dimetiletilamonium bromida n-alkil (C12–C18) dimetilbenzil amonium klorida Asam levulinat terklorinasi Aseton 1.5-Bis(bromoasetoksimetil) mdioksana 1.4-bromoacetoxy)-2-butene 2.2-Bis(monobromoasetoksi) etana Bis(triklorometil)sulfon Bromin klorida (BrCl) 4-Bromoasetoksimetil-mdioksolan 2-Bromo-4′-hidroksiasetofenon 2-Bromo-2-nitropropana-1.4-bromoasetoksi)-2-butena 2.6-Bis(dimethylaminomethyl) cyclohexanone Alkenyl (C16–C18) dimethyl ethylammonium bromide 5.4 isothiazolin-3-one calcium chloride and 2-methyl-4-isothiazolin-3-one calcium chloride mixture at a ratio of 3 parts to 1 part 103 . 5-Chloro-2 .2-Benzisothiazolin-3-one Bis(1.6-Bis(dimetilaminometil) sikloheksanon Alkenil (C16–C18) dimetiletilamonium bromida 5.2-Benz isotiazolin-3-on Bis(1.methyl .1.

2-Dibromo-3nitrilopropionamida 2.4-dicyanobutane 2.5.5-Dikloro-1.3-Dihalo-5. Dodecyl phthalate n-Dodecylguanidine hydrochloride Ethanolamine Ethylenediamine Ethylene glycol Glutaraldehyde 2-(p-hydroxyphenyl) glyoxylohydroximoyl chloride 2-Hydroxypropyl methanethiol sulfonate.3.2-Dibromo-2.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.5-Dimethylhydantoin (DMH) 3.4-disianobutana 2.2Htetrahidrotiadiazin-2-tion Dinatrium sianoditioimido karbonat Dodesil ftalat n-Dodesilguanidina hidroklorida Etanolamina Etilendiamina Etilena glikol Glutaraldehida 2-(p-Hidroksifenil) glioksilohidroksimoil klorida 2-Hidroksipropil metantiol sulfonat 104 .6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan No Senyawa Nama Indonesia Nama Inggris 19 Campuran natrium dikloroisosianurat (85-94 % b/b) dan natrium bromida (5-9 % b/b) Sodium dichloroisocyanurate and sodium bromide mixture containing 85-94 weight-percent sodium dichloroisocyanurate.5-Dikloro.N-Dimetilformamida 5.2-Dibromo-3-nitrilopropionamide 2.2-Dibromo-2.3-Dibromopropionaldehida Dibutil ftalat Didesil ftalat 1.2Htetrahydrothiadiazine-2-thione Disodium cyanodithioimido carbonate.5-Dimethyl 1. 2-dithiol-3-one 4.5-Dimetilhidantoin 3.3-Dihalo-5.5-dichloro.3.5-dimethyl hydantoin 4-(Diiodomethylsulfonyl) toluene Dipotassium and disodium ethylenebis(dithiocarba-mate) 4.3-Dibromopropionaldehyde . and 5-9 weight-percent sodium bromide.5-dichloro-1. 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 n-Dialkil (C12–C18) benzilmetil amonium klorida 1.2-n-octyl-3(2H)isothiazolone N.N-Dimethylformamide 5. Dibutyl phthalate Didecyl phthalate 1.05. n-Dialkyl (C12–C18) benzylmethylammonium chloride 1. 2-ditiol-3-on 4.5-dimetil hidantoin 4-(Diiodometil sulfonil) toluena Dikalium dan dinatrium etilena bis (ditiokarbamat) 4.55.5-Dimetil 1.2-n-oktil-3(2H)isotiazolon N.5.

2-Methyl-4-isothiazolin-3-one N-methyl-2-pyrrolidone Monomethyl ether mono-. Potassium N-hydroxymethyl-Nmethyldithiocarba-mate Potassium Nmethyldithiocarbamate Potassium pentachlorophenate Potassium trichlorophenate Chlorine dioxide Chloroethylenebisthiocyanate Chloromethyl butanethiol sulfonate 35 percent Ammonium Bromide Solution 2-Methyl-4-isothiazolin-3-one as a 20 percent solution.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan No Senyawa Nama Indonesia Nama Inggris 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 Kalium 2-merkaptobenzotiazol Kalium N-hidroksi metil-Nmetilditiokarbamat Kalium N-metilditiokarbamat Kalium pentaklorofenat Kalium triklorofenat Klorin dioksida Kloroetilenabistiosianat Klorometil butanatiol sulfonat Larutan amonium bromida 35% Larutan 2-metil-4-isotiazolin-3-on 20 % Merkaptobenzotiazol Metilenabisbutanatiolsulfonat α. and tripropilene glycol Sodium 2-mercaptobenzothiazole Sodium dimethyldithiocarbamate Sodium pentachlorophenate Sodium trichlorophenate 2-Nitrobutyl bromoacetate N-[a-(Nitroethyl)benzyl] ethylenediamine 2-Pyridinethiol-1-oxide. dan tripropilen glikol Natrium 2-merkaptobenzotiazol Natrium dimetilditiokarbamat Natrium pentaklorofenat Natrium triklorofenat 2-Nitrobutil bromoasetat N-[a-(Nitroetil) benzil] etilena diamina 2-Piridinatiol-1-oksida. garam natrium Potassium 2mercaptobenzothiazole.1.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. di-.1.3tetrametil butil)-o-fenilena]] bis[ωhidroksipoli (oksietilena)] 2-Metilena bistiosianat 2-Metilena-4-isotiazolin-3-on N-Metil-2-pirolidon Monometil eter mono-. sodium salt 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 105 .3tetramethylbutyl)-o-phenylene]] bis[omega-hydroxypoly (oxyethylene)] Methylenebisthiocyanate .α′-[Metilena bis[4-(1.a′-[Methylenebis[4-(1.55. 2-Mercaptobenzothiazole Methylenebisbutanethiolsulfonate a.3.05.3. di-.

3.2 Pengawet 1 2 3 2.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan No Senyawa Nama Indonesia Nama Inggris 67 68 Produk reaksi nonilfenol dengan 9 .4.3.1.8-Tetraazatrisiklo[6.5-Dimethyl-1.05.1-dioksida 2-(Tiosianometiltio) benzotiazol Vinilen bistiosianat Campuran hidroksimetil-5.3 2.12 mol etilena oksida Produk reaksi oktilfenol dengan 25 mol propilena oksida dan 40 mol etilena oksida Perak fluorida Perak nitrat Tembaga (II) nitrat 1.6.5dimethylhydantoin.5dimethylhydantoin (MMDMH) (1:1) 4.3.13.Htetrahidrotiadia-zin-2-tion Kompleks natrium nitrat-urea Nonylphenol reaction product with 9 to 12 molecules of ethylene oxide Octylphenol reaction product with 25 molecules of propylene oxide and 40 molecules of ethylene oxide Silver fluoride Silver nitrate Cupric nitrate 1.5-Dimetil-1.1 Pemlastis (Plasticizer) Pemodifikasi : Pengemulsi / surfaktan pada produksi pelapis kertas dan karton 1 1 Campuran asam hidroksisulfinoasetat. 10-60% hydroxysulfinoacetic acid and 0-40% sodium sulfit Sodium sulfate salt of ethoxylated and isoundecyl alcohol (C11) 2 106 .3-bis(hydroxymethyl)-5.3.1.Htetrahydrothiadia-zine-2-thione Sodium nitrate-urea complex 69 70 71 72 73 74 75 76 2.1.3.3.4-Tetraklorotetra hidrotiofen-1.4 2.55.6] dodekana Tetrakis (hidroksimetil) fosfonium sulfat 3.2-n-octyl-3(2H)isothiazolone 3.3.6] dodecane Tetrakis(hydroxymethyl)phosphoni um sulfate 3.6.3.1-dioxide 2-(Thiocyanomethylthio) benzothiazole Vinylene bisthiocyanate Hydroxymethyl-5.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.4-Tetrachlorotetra hydrothiophene-1.4.5.3-bis(hidroksimetil)5.5-Dikloro. asam hidroksisulfinoasetat (10-60 %) dan natrium sulfit (0-40 %) Garam natrium sulfat dari alkohol teretoksilasi dan isoundesil alkohol (C11) A mixture of 35-60% hydroxysulfinoacetic acid.2. disodium salt.1.3.8-Tetraazatricyclo-[6.1.4. garam dinatrium (35-60 %).3.5-dimetilhidantoin (1:1) 4.5-dichloro.2.1.13. mixture with 1.5dengan 1.5.2-n-oktil-3(2H)isotiazolon 3.

2-N.3. dan glisidil metakrilat.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. 2-N. ammonium salt. 2-N. dan 2. 2-N.N-dietilaminoetil metakrilat. and 2.55.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan No Senyawa Nama Indonesia Nama Inggris 3 Polietilena glikol mono-isotridesil eter sulfat. and methacrylic acid Copolymer of polyfluorooctyl methacrylate.N-diethylaminoethyl methacrylate. garam natrium Asam perfluoropolieter dikarboksilat.3 Perlakuan Tahan Minyak/ Gemuk/ Air (As an Oil/ Grease/ Water Resistant Treatment) 1 2 3 107 . 2. dan asam metakrilat Kopolimer polifluorooktil metakrilat. asam 2. dan glisidil metakrilat Kopolimer 2-perfluoroalkiletil akrilat. garam amonium Polimer asam difosfat dengan ester metil tereduksi teretoksilasi dari tetrafluoretilena teroksidasi terpolimerisasi tereduksi. glycidyl methacrylate.1. yang dibuat dengan mereaksikan perfluoroeter diol teretoksilasi dengan fosfor pentoksida atau asam pirofosfat Resin anionik poliuretan terfluorinasi yang dihasilkan dengan mereaksikan perfluoropolieter diol.2dimetilolpropionat. prepared by reaction of ethoxylated perfluoroether diol with phosphorous pentoxide or pyrophosphoric acid Fluorinated polyurethane anionic resin prepared by reacting perfluoropolyether diol . garam natrium α-Sulfo-ω-(dodesiloksi) (polioksietilena). 2hydroxyethylmethacrylate. isoforon diisosianat.Ndiethylaminoethylmethacrylate.2dimethylolpropionic acid .3. sodium salt Alpha-sulfo-omega(dodecyloxy)(polyoxyethylene) sodium salt Perfluoropolyether dicarboxylic acid. Copolymers of 2-perfluoroalkylethyl acrylate. 2-N. acrylic acid. Bahan ini juga dikenal sebagai : ester fosfat dari perfluoroeter teretoksilasi. 2-N. polymers with ethoxylated reduced Me esters of reduced polymerized oxidized tetrafluoroethylene.1.4.N-dietilaminoetil metakrilat. Diphosphoric acid.N-dietilaminoetil metakrilat.2 Anti air/ minyak (As a water or oil repellent) 1 2 3 2. This substance is also known as: phosphate esters of ethoxylated perfluoroether.05. dan trietilamina Kopolimer 2-perfluoroalkiletil akrilat. isophorone diisocyanate . and glycidyl methacrylate.4. 2-hidroksietil metakrilat. asam akrilat.2'ethylenedioxydiethyldimethacrylate 4 2. and triethylamine Copolymers of 2-perfluoroalkylethyl acrylate.2'-etilena dioksidietil dimetakrilat Polyethylene glycol monoisotridecyl ether sulfate.N-diethylaminoethyl methacrylate.

Polyethylene glycol (400) monolaurate Polyoxyethylene (4) lauryl ether 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 108 .3Epoxypropyltrimethylammonium chloride Ethylene oxide (4-Chlorobutene-2) trimethylammonium chloride Polyethylene glycol (400) dilaurate.1.1.6tridekafluoro-6-iodoheksana.5.5.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. produk reaksi dengan epiklorohidrin dan trietilenatetramina Poli(isoftaloil klorida/mfenilenadiamina) Poli (terftaloil klorida/pfenilenadiamina) 2-propen-1-ol.3. terdehidrogenasi.2.4 Bahan Rentan Mikrowave berbasis kertas aramid (A Microwave Susceptor Base Aramid Paper) Pemodifikasi pati untuk industri (Modified Starch for Industry) 1 2 2.6. dehydroiodinated.2.6.3.5. dehydrogenated. reaction products with epichlorohydrin and triethylenetetramine Poly(isophthaloyl chloride/mphenylene diamine) Poly(terephthaloyl chloride/pphenylene diamine) 5 2. reaction product with epichlorhydrin and triethylenetetramine 2-propen-1-ol. produk reaksi dengan epiklorhidrin dan trietilentetramina Produk reaksi 2-propena-1-ol dengan 1.1.2.4.3.3-Epoksipropil trimetilamonium klorida Etilena oksida (4-Klorobutena-2) trimetilamonium klorida Polietilena glikol (400) dilaurat Polietilena glikol (400) monolaurat Polioksietilena (4) lauril eter Acrylamide and [2(methacryloyloxy) ethyl]trimethylammonium methyl sulfate Ammonium persulfate Phosphoric acid β-Diethylaminoethyl chloride hydrochloride Dimethylaminoethyl methacrylate Dimethylol ethylene urea 2.1.1.4.6tridecafluoro-6-iodohexane.5 1 Akrilamida dan [2(metakriloiloksi) etil]trimetilamonium metil sulfat Amonium persulfat Asam fosfat β-Dietilaminoetil klorida hidroklorida Dimetilaminoetil metakrilat Dimetilol etilena urea 2.3.3. dengan telomer pentafluoroiodoetenatetrafluoroetilena.5.1. reaction products with 1. terdehidroiodinasi.3.4.4.05. reaction products with pentafluoroiodoethenetetrafluoroethylene telomer.4.55.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan No Senyawa Nama Indonesia Nama Inggris 4 Produk reaksi 2-propena-1-ol.4.2.

1. dengan telomer pentafluoroiodoetanatetrafluoroetilena terdehidroiodinasi. produk reaksi dengan epiklorohidrin dan trietilenatetramina Ammonium fructoheptonate Ammonium glucoheptonate Disodium ethylenediamine tetraacetate Pentasodium salt of diethylenetriamine pentaacetate Sodium fructoheptonate Sodium glucoheptonate Tetrasodium ethylenediamine tetraacetate Trisodium N-hydroxyethyl ethylenediamine triacetate 3-cyclohexane-1-carboxylic acid.N-dietilaminoetil metakrilat. Copolymer of 2-perfluoroalkylethyl acrylate. 6((di-2-propenilamino)karbonil)-.05. reaction products with pentafluoroiodoethanetetrafluoroethylene telomer. 2-N.N-diethylaminoethyl methacrylate. ammonium salts.2'etilendioksi dietildimetakrilat Kopolimer 2-perfluoroalkil etil metakrilat. glisidil metakrilat.4. acrylic acid and methacrylic acid 2-Propen-1-ol. and glycidyl methacrylate. reaction products with pentafluoroiodoethanetetrafluoroethylene telomer. 6((di-2-propenylamino)carbonyl)-.3.Ndiethylaminoethylmethacrylate.3. and glycidyl methacrylate A copolimer of polyfluorooctyl methacrylate. (1R. 2-N.Ndietilaminoetil metakrilat. asam metakrilat dan asam akrlat Produk reaksi 2-propena-1-ol. 2-N.4.2'ethylendioxydiethyldimethacrylate Copolymer of 2-perfluoroalkylethyl acrylate. 2-N. (1R.6R).55.1. reaction products with epichlorohydrin and triethylenetetramine 2.6 Bahan Tambahan Pengkelat (Chelating agent) No Senyawa Nama Indonesia Nama Inggris 1 2 3 4 5 6 7 8 Amonium fruktoheptonat Amonium glukoheptonat Dinatrium etilenadiamina tetraasetat Garam pentanatrium dari dietilenatriamina pentaasetat Natrium fruktoheptonat Natrium glukoheptonat Tetranatrium etilenadiamina tetraasetat Trinatrium N-hidroksietil etilena diamina triasetat Produk reaksi asam 3sikloheksana-1-karboksilat. dehydroiodinated. garam amonium Kopolimer 2-perfluoroalkil etil metakrilat. 2-N. 2hydroxyethyl methacrylate and 2.N-diethylaminoethyl methacrylate.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No 2.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. 2-N.6R) dengan telomer pentafluoroiodoetanatetrafluoroetilena.7 Bahan Pendarihan Anti Minyak (Oil repellent sizing agent) 1 2 3 4 5 109 .N-dietilaminoetil metakrilat dan glisidil metakrilat Kopolimer 2perfluorooktilmetakrilat. 2hidroksietil metakrilat dan 2.

hydrochloride . N. N-etenil dengan etanamina HCl. dan sebagian dinetralkan dengan asam sulfat atau asam format Amil alkohol Asam 12-hidroksi stearat Asam Dodesilbenzena sulfonat Asam etilenadiamina tetraasetat.4.5.4.1.2ethanediamine.1. 20-100 percent hydrolyzed.9 Penghilang Busa (Defoamer) 1 2 3 4 110 . N. ethenyl-. produk reaksi dengan epiklorohidrin dan trietilenatetramina Pati industri dimodifikasi dengan 2.4. c) homopolimer formamida.N"-1.3-epoksipropil trimetil amonium klorida antara 5-21 % (b/b) 2-propen-1-ol. 1.2.4. Zat ini secara spesifik dikenal sebagai a) polimer formamida. and c) formamide.3.6. polymer with ethanamine.1. sulfate. ethyleneimine(aziridine).4. etenil. dan polietilena glikol. terhidrolisis.7. dengan 1. garam klorida atau sulfat.6tridekafluoro-6-iodoheksana. reaction products with 1. and polyethylene glycol. etilenaimin(aziridin).2.3.1.13-pentaaza-15hydroxyhexadecane Poly(N-vinylformamide).4. N-ethenyl-. homopolymer.05.1. N-etenil.5. terhidrolisis 20-100%.2ethanediylbis-1.13-pentaaza-15hidroksiheksa dekana Poli(N-vinilformamida). b) formamide.4.2etandiil bis-1. dengan etanamina sulfat.6tridecafluoro-6-iodohexane.2. N-(2-aminoetil)1. chloride or sulfate salts.6. (klorometil) oksiran.3.4.2etanadiamina.N"-1. dehydroiodinated. terdehidroiodinasi.8 Bahan Penolong sebagai Penahan Digunakan sebelum Proses Pembentukan Lembaran dalam Manufaktur Kertas dan Karton yang Bersentuhan dengan Pangan (Retention aid employed prior to the sheet-forming operation in the manufacture of food-contact paper and paperboard) 1 2 Polimer dialildimetil amonium klorida dengan akrilamida Poli-1.2. polymer with ethanamine. hidroklorida Resin poliamidoaminaetilenaimin-epiklorohidrin yang dibuat dengan mereaksikan asam heksanadioat. Nethenyl-.1.3.3epoxypropyl trimethylammonium chloride Diallyldimethylammonium chloride polymer with acrylamide Poli-1. garam tetranatrium 3 4 5 2. b) polimer formamida.55. hydrochlorides Polyamidoamine-ethyleneimineepichlorohydrin resin prepared by reacting hexanedioic acid. The FCS is specifically known as one of the following: a) formamide. reaction products with epichlorohydrin and triethylenetetramine Industrial starch modified by treatment with greater than 5% and not more than 21% by weight 2. 1. hydrolyzed.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan No Senyawa Nama Indonesia Nama Inggris 6 Produk reaksi 2-propena-1-ol.3-propanadiamina.5.3.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. N-(2-aminoethyl)1. (chloromethyl)oxirane.3-propanediamine.10. and partly neutralized with sulfuric acid or formic acid Amyl alcohol 12-Hydroxystearic acid Dodecylbenzene sulfonic acids Ethylenediamine tetraacetic acid tetrasodium salt 2.3-propanediamine.3-propanadiamina.10.3.5.

4-dicyanobutane Di-(2-ethylhexyl) phthalate. Corn oil. Fatty triglycerides.2-Dibromo-2. Fish oil. Castor oil.4-disianobutana Di-(2-etilheksil) ftalat Dietanolamina Dietilena triamina 2. Palm oil. Dimethylpolysiloxane. 2. Peanut oil. Cottonseed oil. 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 111 . Linseed oil. Di-tert-butyl hydroquinone. 2-Ethylhexanol.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. and the fatty acids.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan No Senyawa Nama Indonesia Nama Inggris 5 6 7 Butoksi polietilena polipropilena glikol Butoksi-poli oksipropilena Campuran alkohol dan keton alkohol – residu pada bagian bawah bejana distilasi (stillbottom product ) dari proses pembuatan alkohol C12-C18) Dimer. asam lemak dan lemak trigliserida diturunkan dari padanya : Tal sapi Minyak jarak Minyak kelapa Minyak jagung Minyak biji kapas Minyak ikan Minyak biji rami Minyak biji mustard Minyak kelapa sawit Minyak kacang tanah Minyak minyak biji sesawi Minyak kulit padi Minyak kedelai Minyak ikan paus Minyak tal 1. Rapeseed oil. Soybean Sperm oil Tall oil 1. Diethanolamine.55. Mustardseed oil.2-Dibromo-2. alcohols. and dimers derived therefrom: Beef tallow.6-Dimetil heptanol-4 (nonil alkohol) Dimetilpolisiloksan Di-tert-butil hidrokinon Ester asam diasetiltartarat dari tal mono-gliserida Ester polioksietilena (15 mol) dari rosin Etanol 2-Etilheksanol Butoxy polyethylene polypropylene glycol Butoxy-polyoxypropylene Alcohols and ketone alcohols mixture (still-bottom product from C12-C18 alcohol manufacturing process). Diethylene triamine.6-Dimethyl heptanol-4 (nonyl alcohol).05. Ricebran oil. Coconut oil. alkohol. Polyoxyethylene (15 mols) ester of rosin Ethanol. Diacetyltartaric acid ester of tallow mono-glyceride.

decyl and higher alcohols 35 percent. Potassium distearyl phosphate.05. dengan perkiraan komposisi : oktil alkohol 5 % nonil alkohol 10 %. Methyl taurine-oleic acid condensate Polyoxypropylene-ethylene oxide condensate of ethylene diamine Polyoxypropylene-polyoxethylene condensate Lanolin 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 112 .residu pada bagian bawah bejana distilasi (still-bottom product ) dari isooktil alkohol). Formaldehyde. p-Chlorometacresol. Garam isopropilamina dari asam dodesil-benzena sulfonat Heksilen glikol (2-metil-2-4pentandiol) 2-Heptadesenil-4-metil-4-hidroksi metil-2-oksazolin Hidroksianisol terbutilasi Hidroksitoluena terbutilasi Isobutanol Isopropanol Kalium distearil fosfat Kalium pentaklorofenat Kalium triklorofenat Kalsium lignin sulfonat Kapril alkohol p-Klorometakresol Kondensat asam metil taurinoleat Kondensat polioksipropilenaetilena oksida dalam etilena diamina Kondensat polioksipropilenapoliooksietilena Lanolin o-Phenylphenol. Capryl alcohol. Potassium pentachlorophenate. Hexylene glycol (2-methyl-2-4pentanediol). Isopropanol. desil alkohol dan alkohol rantai panjang 35 %.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan No Senyawa Nama Indonesia Nama Inggris 20 21 22 o-Fenilfenol Formaldehida Fraksi. of approximate composition: Octyl alcohol 5 percent nonyl alcohol 10 percent. esters 45 percent.55.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. Isopropylamine salt of dodecylbenzene sulfonic acid. dan sabun 5 %). and soaps 5 percent).okso berat . Calcium lignin sulfonate. Butylated hydroxyanisole (BHA) Butylated hydroxytoluene (BHT) Isobutanol. 2-Heptadecenyl-4-methyl-4hydroxymethyl-2-oxazoline. ester 45 %. Heavy oxo-fraction (a still-bottom product of iso-octyl alcohol manufacture. Potassium trichlorophenate.

Etilena oksida (ester dan eter). Propilena oksida (ester). Zinc hydroxide (soaps).3 tetrametil butil)-o-fenilena]] bis[ωhidroksi poli (oksietilena)] Fatty triglycerides. Sorbitol (ester). α′-[Metilenabis[4-(1. Metanol (ester). Butanol (ester). Propanol (esters). Pentaeritritol (ester). Methanol (esters). Butoxypolyoxypropylene (esters). Amonia (amida). Isobutanol (ester). Isopropanol (ester).3. Propanol (ester). petroleum. Lilin (montan) Lilin. Sodium hydroxide (soaps). Pentaerythritol (esters). Diethylene glycol (esters). Ammonia (amides).3tetramethylbu-tyl)-ophenylene]]bis[omega-hydroxypoly (oxyethylene)] 113 . Type I and Type II Wax. petroleum (oxidized).and diglycerides). Trietanolamina (amida dan sabun). Propilena glikol (ester). Polioksipropilena (ester). Ethylene glycol (esters). Hidrogen (amina).1. and the fatty acids and alcohols derived reacted with one or more of the following. Hydrogen (amines). Magnesium hydroxide (soaps). with or without dehydration. Sulfuric acid (sulfated and sulfonated compounds). Tipe I dan II Lilin. Butoksipolioksipropilen (ester). Natrium hidroksida (sabun). Seng hidroksida (sabun). petroleum (teroksidasi) Metanol α. Kalsium hidroksida (sabun).3. Hidrogen (senyawa terhidogenasi). Polioksietilena (ester). Methanol a. Etilena glikol (ester). Propylene oxide (esters). Kalium hidroksida (sabun). and marine oils. untuk membentuk bahan kimia dengan kategori yang disebutkan dalam kurung : Aluminium hidroksida (sabun). Potassium hydroxide (soaps).55. Glycerin (mono. dengan atau tanpa dehidrasi. Dietilena glikol (ester). Diethanolamine (amides). Magnesium hidroksida (sabun). 41 42 43 44 45 Wax (montan). Wax. Calcium hydroxide (soaps). Triethanolamine (amides and soaps). Trimethylolethane (esters). Dietanolamina (amida).BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. Oksigen (minyak teroksidasi udara (air-blown oils )). Morpholine (soaps). Morfolin (sabun). Polyoxypropylene (esters). Asam Sulfat (senyawa sulfat dan sulfonat). Hydrogen (hydrogenated compounds). dan minyak marin. Triisopropanolamina (amida dan sabun). Oxygen (airblown oils). Butanol (esters).6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan No Senyawa Nama Indonesia Nama Inggris 40 Lemak trigliserida. asam lemak dan derivat alkohol direaksikan dengan satu atau lebih dari yang berikut.1.05.a'-[Methylenebis[4-(1. Isopropanol (esters). Butylene glycol (esters). Polyoxyethylene (esters). Propylene glycol (esters). to form chemicals of the category indicated in parentheses:Aluminum hydroxide (soaps). Sorbitol (esters). Ethylene oxide (esters and ethers). petroleum. Isobutanol (esters). Butilena glikol (ester). Gliserin (monodan digliserida). Triisopropanolamine (amides and soaps). Trimetiloletana (ester).

dan triisopropanolamina Monobutil eter dari etilena glikol Monoetanolamina Morfolin Nafta [β]-Naftol Natrium 2-merkaptobenzotiazol. Mineral oil Pine oil Kerosine Myristyl alcohol Mono.and diisopropanolamine stearate Mono-. di-.dan diisopropanolamina stearat Mono-. Natrium dioktil sulfosuksinat Natrium distearil fosfat Natrium lauril sulfat Natrium lignin sulfonat Natrium ortofenilfenat Natrium pentaklorofenat Natrium petroleum sulfonat Natrium triklorofenat Nonilfenol Oleil alkohol Petrolatum Petroleum hidrokarbon ringan yang tidak berbau Methyl 12-hydroxystearate.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.55. Natrium alkil (C9 -C15) benzenasulfonat Natrium asam naftalenasulfonat (3 mol) dikondensasikan dengan formaldehida (2 mol). di-.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan No Senyawa Nama Indonesia Nama Inggris 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 Metil 12-hidroksistearat Minyak mineral Minyak pinus Minyak tanah Miristil alkohol Mono. Monoethanolamine Morpholine Naphtha [beta]-Naphthol Sodium 2-mercaptobenzothiazole Sodium alkyl (C9-C15) benzenesulfonate Sodium naphthalenesulfonic acid (3 mols) condensed with formaldehyde (2 mols) Sodium dioctyl sulfosuccinate Sodium distearyl phosphate Sodium lauryl sulfate Sodium lignin sulfonate Sodium orthophenylphenate Sodium pentachlorophenate Sodium petroleum sulfonate Sodium trichlorophenate Nonylphenol Oleyl alcohol Petrolatum Odorless light petroleum hydrocarbons 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 114 . and triisopropanolamine Monobutyl ether of ethylene glycol.05.

2ethanediyl)). reaction products with polyethylene glycol monoallyl ether acetate Rosins and rosin derivatives Cyclohexanol Silica Siloxanes and silicones.1.1.1-trimethylN-(trimethylsilyl)silanamine hydrolysis products and silicic acid trimethylsilyl ester Polymer derived from N-vinyl pyrrolidone and copolymers derived from the mixed alkyl (C12C15. methylhydrogen. C18. dan C22) methacrylate esters. α-butil-ω-hidroksiProduk reaksi silikon dan siloksan. butyl methacrylate. metilhidrogen Polybutene.2etandiil)). dimethyl. C16. metilhidrogen dengan polietilenaglikol monoallil eter asetat Rosin dan derivat rosin Sikloheksanol Silika Siloksan dan silikon dimetil. hydrogenated Polyethylene Polyethylene. oxidized (air-blown) Siloxanes and silicones. diMe dengan produk hidrolisis silika-1.55. polymers with silica-1.05. C20. alpha-butyl-omegahydroxySilicones and siloxanes.1-trimetil-N-(trimetilsilil) silanamina dan ester asam silikat trimetilsilil Polimer turunan dari N-vinil pirrolidon dan kopolimer hasil dari campuran ester alkil (C12C15. C18. methylhydrogen 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 115 . dimetil. C20.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. teroksidasi (teroksidasi oleh udara) Polimer siloksan dan silikon. isobutyl methacrylate and methyl methacrylate Polyoxyethylene (3-15 mols) tridecyl alcohol Polyoxyethylene (4 mols) decyl phosphate Polyoxyethylene (4 mols) di(2-ethyl hexanoate) Polyoxypropylene Polyvinyl pyrrolidone Polypropylene glycol monobutyl ether CAS name: Poly(oxy(methyl-1. C16. butil metakrilat. dimethyl. isobutil metakrilat dan metil metakrilat Polioksietilena (3–15 mol) tridesil alkohol Polioksietilena (4 mol) desil fosfat Polioksietilena (4 mol) di(2-etil heksanoat) Polioksipropilena Polivinil pirolidon Polipropilena glikol monobutil eter (Nama CAS : Poli (oksi(metil-1. di-Me. dan C22) metakrilat.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan No Senyawa Nama Indonesia Nama Inggris 73 74 75 76 Polibutena terhidrogenasi Polietilena Polietilena.

1-dimethyl-3methylene-1.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan No Senyawa Nama Indonesia Nama Inggris 89 Siloksan dan Silikon. metilhidrogen dengan polietilena glikol dan/atau polietilena-polipropilena glikol monoalil eter.10 Pelapis (Coating) 1 2 3 116 . The FCS is also known as aromatic modified petroleum hydrocarbon resin Styrene-acrylic copolymers 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 2. dimetil. Zat ini dikenal sebagai resin aromatik termodifikasi hidrokarbon petroleum Kopolimer stirena-akrilat Siloxanes and Silicones.55. di-Me.4difenil-4-metil-1-pentena dengan benzena. Benzene. dimethyl. ethers with polyoxyethylene mono-Me ether and polyoxypropylene mono-Me ether Siloxanes and silicones.3Tetramethylbutyl) phenyl-. 3hidroksipropil metil.4. 1.3.05.1'-(1.1. metil eter terminal Stearil alkohol Tetrahidrofurfuril alkohol α-[p-(1. pnonylphenyl-. eter dengan polioksi etilena monometil eter dan polioksipropilena monometil eter Produk reaksi siloksan dan silikon.1. or p-dodecylphenyl]omega-hydroxypoly(oxyethylene) Tri-(2-ethylhexyl) phosphate Tributyl phosphate Tributoxyethyl phosphate Tridecyl alcohol Triethanolamine Triethylene glycol di(2-ethyl hexanoate) Tristearyl phosphate Alpha-methylstyrene dimer (2.1'-(1. p-nonilfenil-. 3hydroxypropyl Me.1. methyl ether terminated Stearyl alcohol Tetrahydrofurfuryl alcohol [alpha]-[p-(1.3. 1.4Diphenyl-4-methyl-1-pentene. dimetil.3-Tetrametilbutil) fenil-.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.1-dimetil-3metilena-1.3-propanediyl)bisAromatic modified aliphatic hydrocarbon resin.3.3-propandiil) bisResin aromatik termodifikasi hidrokarbon alifatik. atau pdodesilfenil]-ω-hidroksi poli(oksietilena) Tri-(2-etilheksil) fosfat Tributil fosfat Tributoksietil fosfat Tridesil alkohol Trietanolamina Trietilena glikol di(2-etil heksanoat) Tristearil fosfat Dimer α-metilstirena dari (2. methylhydrogen reaction products with polyethylene glycol and/or polyethylene-polypropylene glycol monoallyl ether.

itaconic acid. hydrogen-terminated. butil akrilat.N-bis[2-hydroxy -3-(2propenyloxy) propyl]-. asam fumarat. monosodium salt. di-Me.3-propanediol Glycine. Produk reaksi glisin. asam itakonat dan asam metakrilat Styrene-acrylic copolymers produced by polymerizing a minimum of 72 parts by weight of styrene with a minimum of 4 parts of methyl methacrylate and with up to 10 parts total of any one or more of the following monomers: butyl methacrylate. dengan amonium hidroksida dan telomer pentafluoroiodoetanatetrafluoroetilena 11 117 . acrylic acid and allyl methacrylate Styrene/butadiene/acrylonitrile copolymers (SBA) containing no more than 30 weight percent acrylonitrile and no more than 10 weight percent of total polymer units from one or more of the following monomers: acrylic acid. 2-hidroksietil akrilat. asam itakonat dan asam metakrilat Kopolimer stirena-butil akrilat Kopolimer stirena-butadienaakrilonitri dikopolimerisasi dengan maksimum 10% dari satu atau lebih monomer berikut : asam akrilat. reaction products with acrylic acid and 2ethyl-2-[(2-propenyloxy)methyl]1. reaction products with ammonium hydroxide and pentafluoroiodoethanetetrafluoroethylene telomer 5 6 7 8 9 10 Monoisopropanolamina Natrium zeolit P Polimer polipropilena sulfida Produk reaksi siloksan dan silikon.05.3propanadiol. N. N. and methacrylic acid Styrene-butyl acrylate copolymers Styrene/ butadiene/ acrylonitrile copolymers (SBAN). asam metakrilat. fumaric acid. 2hydroxyethyl acrylate. copolymerized with not more than 10 percent of one or more of the monomers of acrylic acid. methacrylic acid. butyl acrylate. 2-hydroxyethyl acrylate. itaconic acid and methacrylic acid Monoisopropanolamine (MIPA) Zeolite Na-P Polyphenylene sulfide polymers Siloxanes and silicones.N-bis[2hidroksi-3-(2-propeniloksi)propil]garam mononatrium.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. dimetil. asam akrilat dan allil metakrilat Kopolimer stirena-butadienaakrilonitril mengandung maksimum 30% (b/b) akrilonitril dan maksimum 10% (b/b) unit polimer total dari satu atau lebih monomer berikut : asam akrilat.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan No Senyawa Nama Indonesia Nama Inggris 4 Kopolimer stirena-akrilat yang dihasilkan dari polimerisasi minimum 72 % (b/b) stirena dengan minimum 4 % (b/b) metil metakrilat dengan total maksimum 10 % (b/b) satu atau lebih monomer berikut : butil metakrilat.55. 2-hidroksietil akrilat. hidrogen-terminal dengan asam akrilat dan 2-etil-2[(2-propenil oksi) metil]-1.

metil hidrogen polisiloksan. Name Naptha (petroleum). atau dimetil-metilhidrogen polisiloksana Resin hidrokarbon petroleum (tipe-siklopentadiena).atau diester dengan asam akrilat.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan No Senyawa Nama Indonesia Nama Inggris 12 Resin silikon akrilat yang dihasilkan melalui adisi ωhidroksialkena dan/atau propenil oksi -2. N-(2-(2-(C17 and C17unsaturated alkyl)-4. mono. asam asetat.3-pentanediol diisobutyrate Vinyl neodecanoate A mixture of: 1) imidazolium compounds. to dimethyl polysiloxane. etil sulfat dan senyawa amida. hydrogenated 13 14 15 Gum rosin Silica. polymers.4-Trimetil-1. 5-dihydro-1Himidazol-1-yl)ethyl) 16 17 2.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. light steamcracked. ((ethenyldimethylsilyl) oxy)and ((trimethylsilyl) oxy)-modified 2.1. debenzenized. Petroleum hydrocarbon resins (cyclopentadiene-type). 2-(C17 and C17 unsaturated alkyl)-1-(2-(C18 and C18 unsaturated amido)ethyl)-1ethyl-4. acetic acid.4. or other saturated monocarboxylic acid.11 Pemutus Ikatan (Debonding agent) 1 118 . methylhydrogen polysiloxane. C18 and C18unsaturated. pemutusan rantai dengan menggunakan uap ringan (light steam-cracked) polimer terhidrogenasi.3.4-Trimethyl-1. hydrogenated (CAS Reg.3-dihydroxypropane.2. 5-dihidro-1H-imidazol1-il)etil) Silicone acrylate resins produced by the addition of omegahydroxyalkenes and/or propenyloxy -2.or diester with acrylic acid.55.3-pentana diol diisobutirat Vinil neodekanoat Campuran senyawa imidazolium. 5-dihydro-.05. C18 dan C18-tidak jenuh. 2-(C17 akil dan C17 akil tidak jenuh)-1-(2-(C18 amido dan C18 amido tidak jenuh)etil)-1-etil-4. ((etenil dimetil silil) oksi)dan ((trimetilsilil) oksi)termodifikasi 2. mono. debenzenasi Rosin gom Silika. 5dihidro-. ethyl sulfates and 2) amides. or dimethylmethylhydrogen polysiloxane. terhidrogenasi (Nama CAS Nafta (petroleum). N-(2-(2-(C17 dan C17-alkil tidak jenuh)-4.3-dihidroksi propana. atau asam mono karboksilat jenuh lainnya.2. ke dalam dimetil polisiloksan.

C18 and C18 unsaturated. diethyl sulfate quaternized and Amides.1'-(1. ethyl sulfate and 9-octadecenamide. disodium salt . N-(2-(2-(C17 and C17 unsaturated alkyl)-4.9.5-dihidro1H-imidazol-1-il]etil]-. 1H-imidazolium.4difenil-4-metil-1-pentena dengan benzena.5]dekan. C18 dan C18 tidak jenuh. and 0-40 percent sodium sulfite 3.2Htetrahydrothiadiazine-2thione 1. 1Himidazolium.1H-imidazol-1-yl]ethyl]-. Benzene.9-tetramethylAlpha-methylstyrene dimer (2. reaction products wirh diethylenetriamine.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. asam 9-oktadesenoat (9Z). 10-60 percent hydroxysulfoacetic acid.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan No Senyawa Nama Indonesia Nama Inggris 2 Campuran senyawa imidazolium dan imidazolin.3.5dihidro-1.4-Dioxa-8-azaspiro[4. disodium salt. 7.7.4-Dioksa-8-azaspiro[4.1. 1-ethyl-2-(8Z)-8heptadecenyl-4.5-dihydro-1. 9Octadecenoic acid (9Z)-. 1.[2[[(9Z)-1-oxo-9octadecenyl]amino]ethyl]-.3-propandiil) bis- 7 2.5]decane.3. 1.1-dimethyl-3methylene-1. garam dinatrium asam hidroksisulfoasetat 10-60 % dan natrium sulfit 0-40 % 3. N-(2-(2-(C17 dan C17 alkil tidak jenuh)-4.5-dihydro-1Himidazol-1-yl)ethyl) Zinc-2-ethyl hexoate Aluminum hydroxide magnesium hydroxide carbonate (Hydrotalcite) A mixture of 35-60 percent hydroxysulfinoacetic acid. 7. 1-etil-2-(8Z)-8-heptadesenil-4.1'-(1.9.dengan dietilenatriamina tersiklisasi.4Diphenyl-4-methyl-1-pentene.5-Dimethyl1. (9Z)- A mixture of imidazolium and imidazoline compounds.05.2H-tetrahidro tiadiazin-2-tion 1.3.7. N-[2-[2(8Z)-8-hepta desenil-4.5.55. dietil sulfat kuartener dan amida.5-dihidro-1Himidazol-1-il)etil) Seng-2-etil heksoat Aluminium hidroksida magnesium hidroksida karbonat (Hidrotalsit) Campuran garam dinatrium asam hidroksisulfinoasetat 3560 %.9-tetrametilDimer α-metilstirena dari (2.3-propanediyl)bis- 3 4 5 6 Karbon tetraklorida Pati termodifikasi untuk industri Polisiloksan hidrogen metil Produk reaksi dari campuran senyawa imidazolium dan imidazolin. (9Z)Carbon tetrachloride Industrial starch—modified Methyl hydrogen polysiloxanes A mixture of imidazolium and imidazoline compounds.4.[2-[[(9Z)-1-okso-9oktadesenil]amino]etil]-. cyclized.12 Lain-lain 1 2 3 4 5 119 .1-dimetil-3metilena-1. N[2-[2-(8Z)-8-heptadecenyl-4.5dihydro. etil sulfat dan 9-okta desenamida.5-Dimetil-1.5.

akril Tetraetilena pentamina Natrium zeolit -P Tepung kernel biji tamarin 5.N-dimetil-N-2-propenil-.55.2-ethanediamine.3. polymer with N(2-aminoethyl)-1. chloride. 2-Methyl-4-isothiazolin-3-one Monoisopropanolamine (MIPA) Polyphenylene ether Poly-1.4.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan No Senyawa Nama Indonesia Nama Inggris 6 7 Dimer ketena alkil 3-Kloro-2-hidroksi propil trimetil amonium klorida Kompleks natrium nitrat-urea Kompleks kromium (III) dari Netil-N-heptadesilfluoro-oktana sulfonil glisin 2-Metil-4-isotiazolin-3-on Monoisopropanolamina Polifenilena eter Poli-1. N-acetyl derivative. klorida dengan asam 2-propenoat dan N-2-propena-1-amina hidroklorid.3. epichlorohydrin quaternized 2-Propen-1-aminium.6 Penstabil dan/atau Antioksidan (Stabilizer and/or Antioxidants) 1 2 120 .13-pentaaza-15hydroxyhexadecane Hexanedioic acid. Pulp from reclaimed fiber Acryle-acrylic acid resins Tetraethylenepentamine Zeolite Na-P Tamarind seed kernel powder 5.13-pentaaza-15hidroksiheksadekan Polimer asam heksandioat dengan N-(2-aminoetil)-1. 2.05.(dinonylphenyl) -omega hydroxypoly (oxy-1. 2-ethanediyl) containing not more than 21 moles of ethylene oxide per mole of dinonylphenyl 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 2.2etanadiamina.10. 3-Chloro-2hydroxypropyltrimethylammonium chloride Sodium nitrate-urea complex Chromium (Cr III) complex of Nethyl-N-heptadecylfluoro-octane sulfonyl glycine. epiklorohidrin kuartener Polimer 2-propena-1-aminium.2'-azobis(2methylpropanimidamide) dihydrochloride.N-dimethylN-2-propenyl-.4.5-Dimetilhidantoin α. N-asetil turunan.10.5-Dimethylhydantoin (DMH) Alpha.initiated.1. N.7. yang diinisiasi dengan 2.5 Pengisi (Filler) 1 2 2.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. N. polymer with 2-propenoic acid and N-2propen-1-amine hydrochloride.1.(Dinonilfenil) -ω-hidroksi poli (oksi-1. 2-etandiil) yang mengandung maksimum 21 mol etilena oksida per mol dinonilfenil Alkyl ketene dimers.7.2'azobis(2-metilpropanimidamida) dihidroklorida Pulp serat yang tereklamasi Resin asam akrilat .

and (2) C. garam natrium Garam natrium sulfat dari (7 mol etilena oksida) n. tetrasodium salt Bis-1.14dion.I. Pigment violet 19. 73900) Kuino(2.I.(6CI.I.3.2ethenediyl)bis(5-((4-(bis(2hydroxyethyl)amino)-6-((4sulfophenyl)amino)-1.dan (2) C.2'-(1.7. (C.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No 2.5-triazin -2yl)amino)-.55.N-diacetyl)amino-) ethane Hydroxymethyl-5. Benzenesulfonic acid.I.2'-(1.1.5dimetilhidantoin Quinacridone red (Alternate names: (1) Quino(2.2 Pendispersi Pigmen (Pigment Dispersant) 1 2 3 4 2.3.5dimethylhydantoin (DMDMH) 2 3 2.3-b)acridine-7.1 Bahan Tambahan Pewarna : Pewarna Kertas No Senyawa Nama Indonesia Nama Inggris 1 Kuinakridon merah (nama lain : (1) Kuino(2. garam tetranatrium Bis-1. 12-dihydro. garam kalsium natrium Monoisopropanolamina Polietilena glikol monoisotridesil eter sulfat.5dimetilhidantoin dengan 1.5. (C.and iso-undecyl alcohol (C11) Alpha-sulpho-omega-(dodecyloxy) poly(oxyethylene)sodium salt.7.1.12-dihydro.3bis(hydroxymethyl)-5. C.05.14dion.3. homopolymer.I. sodium salt Sodium sulfate salt of ethoxylated (7 moles of ethylene oxide) n.2etendiil) bis(5-((4-(bis(2hidroksietil)amino)-6-((4sulfofenil)amino)-1.3.2-((N. 2. 12-dihidro.3-b) akridin-7.7.5dimethylhydantoin (MMDMH).14dione.I. Pigmen ungu 19.3bis(hidroksimetil)-5. 5. 73900) Quino(2.dan iso-undesil alkohol(C11) teretoksilasi Garam natrium α-sulfo-ω(dodesiloksi) poli(oksietilen). Pigmen ungu 19) Timah (IV) oksida α-Sulfo-ω (dodesil oksi) poli (oksietilen). The FCS is also known as sodium lauryl ether sulfate.3.1.7 2.8 1 2 3 121 . C. mixture with 1.2-((N.N-diasetil) amino-) etana Campuran hidroksimetil-5.14-dione.12-dihidro. garam natrium Homopolimer asam 2-propenoat.(6CI. 2. 5.1. Pigment Violet 19) Tin(IV) Oxide Alpha-sulfo-omega (dodecyloxy) poly (oxyethylene) sodium salt 2-propenoic acid. 8CI. 8CI.3-b) akridin-7. calcium sodium salt Monoisopropanolamine (MIPA) Polyethylene glycol monoisotridecyl ether sulfate.5.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.3. Zat ini dikenal sebagai natrium lauril eter sulfat Asam benzenasulfonat.1. SCI).5-triazin -2il)amino)-. SCI).3-b)acridine7.3 Pengikat warna pada pelapis kertas dan karton (Pigment binders in coatings for paper and paperboard) Pemutih (Bleaching Agent) 1 2 2.3.

1 KOMPONEN KERTAS DAN KARTON YANG KONTAK DENGAN PANGAN YANG MENGANDUNG AIR DAN BERLEMAK Antimikroba 1 2 3 4 1. mengandung dimetilhidantoin hingga 8.5triazine 2-Bromo-4′-hydroxyacetophenone 1.3.5dimetilhidantoin dengan rasio 1:1.5triazin 2-Bromo-4′-hidroksiasetofenon 1.55.5-Trietil heksahidro-1.5dimetilhidantoin Campuran 5-kloro-2-metil-4isotiazolin-3-on dan 2-metil-4isotiazolin-3-on (3 :1) 2.2 Pengawet 1 2 3 4 5 122 .2-Benzisothiazolin-3-one Benzoyl peroxide 2-Bromo-2-nitro-1.3.3.5 percent by weight dimethylhydantoin.5.5dimetil hidantoin dan 1.3-propanadiol Campuran hidroksimetil-5. 2.3.2 2.05.3bis(hydroxymethyl)-5.3.5dimethylhydantoin (DMDMH).5 % (b/b) An approximately 1:1 ratio mixture of hydroxymethyl-5.7-triaza-1azoniaadamantana klorida 1.5dimethylhydantoin (MMDMH) and 1.3-bis(hydroxymethyl)-5.2.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.2-Dibromo-3nitrilopropionamida n-Dodesilguanidina asetat n-Dodesilguanidina hidroklorida Glutaraldehida Perak klorida-dilapis titanium dioksida 1. mixed with 1.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan No Senyawa Nama Indonesia Nama Inggris 4 Campuran hidroksimetil-5. containing up to 8.4-disianobutana Dihidroksi diklorodifenil metana Formaldehida 1-(3-Kloroalil)-3.5dimethylhydantoin .3bis(hidroksimetil)-5.4-dicyanobutane Dihydroxy dichlorodiphenyl methane Formaldehyde 1-(3-Chloroallyl)-3.2-Dibromo-3-nitrilopropionamide n-Dodecylguanidine acetate n-Dodecylguanidine hydrochloride Glutaraldehyde Silver chloride-coated titanium dioxide 1.2-Benzisotiazolin-3-on Benzoil peroksida 2-Bromo-2-nitro-1.2.2-Dibromo-2.3-propanediol Hydroxymethyl-5.5dimethylhydantoin 5-Chloro-2-methyl-4-isothiazolin-3one and 2-methyl-4-isothiazolin-3one (mixture at a ratio of 3 parts to 1 part) 2.5.5-Triethylhexahydro-1.3.7-triaza-1azoniaadamantane chloride 5 6 7 8 9 10 11 2.3bis(hidroksimetil)-5.3.2-Dibromo-2.5dimetilhidantoin dan 1.

10–Anthraquinone Aluminum acetate N.3.2.4-Dihidro-9.10–Antrakuinon Aluminium asetat Asam lemak tal N.6 2.3 2.2.Ndiisopropanolamida Asetil peroksida Azo-bisisobutironitril tert-Butil hidroperoksida.3.3.N′-Distearoylethylenediamine Alkyl ketene dimers Phenyl acid phosphate Hexamethylenetetramine Hydroquinone and the monomethyl or monoethyl ethers of hydroquinone Isopropyl peroxydicarbonate Chloracetamide Dietanolamina Dietilenatriamina 1. garam dinatrium N.N′-Distearoiletilenadiamina Dimer ketena alkil Fenil asam fosfat Heksametilenatetramina Hidrokinon dan monometil atau monoetil eter hidrokinon Isopropil peroksidikarbonat Klorasetamida 12 13 14 15 16 17 18 123 .2. hydrogenated Sodium nitrite Sodium persulfate 1 1 1 2 2. tert-Butyl peroxide Diethanolamine Diethylenetriamine Disodium salt of 1.4-dihydro-9.3.2.10dihidroksiantrasen. tert-Butil peroksida 9.10dihydroxyanthracene N. terhidrogenasi Natrium nitrit Natrium persulfat Sodium o-phenylphenate Sodium pentachlorophenate Copper 8-quinolinolate Polyamine-epichlorohydrin resin Polybutene.55.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.5 Penjernih (Clarifying Agent) Pemlastis (Plasticizer) Pelumas (Lubricant) Natrium o-fenilfenat Natrium pentaklorofenat Tembaga 8-kuinolinolat Resin poliamina-epiklorohidrin Polibutena.05.2.4 2.3.Alkil (C8–16) merkaptan tert-Alkyl(C8–16) mercaptans 9.N-Diisopropanolamide of tallow fatty acids Acetyl peroxide Azo-bisisobutyronitrile tert-Butyl hydroperoxide.1 Pemodifikasi : Pemodifikasi Kertas 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 tert.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan No Senyawa Nama Indonesia Nama Inggris 6 7 8 2.6.

terhidrogenasi Resin keras panas (thermosetting) poliamidaepiklorhidrin larut air. 10anthracenedione Triethanolamine Triethylenetetramine Ammonium bis(N-ethyl-2-perfluoro alkylsulfonamido ethyl) phosphates Undecafluorocyclohexanemethanol ester 30 31 32 33 34 35 36 37 2. atau produk hidrogenasinya Resin hidrokarbon aromatik petroleum.9a-Tetrahidro-9. garam natrium Kumen hidroperoksida Lauril peroksida Monoester asam adipat trietilen glikol Natrium formaldehida sulfoksilat Natrium N-metil-N-oleiltaurat Paraformaldehida Poliakrolein pumpunan (adduct) natrium bisulfit Resin akrilamida-asam akrilat Resin hidrokarbon alisiklik petroleum. or the hydrogenated product Aromatic petroleum hydrocarbon resin.4a.3.2. isophtalic acid.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. asam isoftalat.4. asam itakonat atau dimetil glutarat dengan dietilenatriamina Seng formaldehida sulfoksilat Sianoguanidina Tetraetilenpentamina 1.4. hydrogenated Poliamide-epichlorhydrine water soluble thermosetting resin prepared by reacting adipic acid. 10antrasen-dion Trietanolamina Trietilentetramina Amonium bis(N-etil-2-perfluoro alkilsulfonamido etil) fosfat Ester undekafluorosikloheksana metanol Cobaltous acetate. itaconic acid or dimethyl glutarate with diethylenetriamine Zinc formaldehyde sulfoxylate Cyanoguanidine Tetraethylenepentamine 1.9a-Tetrahydro-9. sodium salt Cumene hydroperoxide Lauryl peroxide Triethylene glycol adipic acid monoester Sodium formaldehyde sulfoxylate Sodium N-methyl-N-oleyltaurate Paraformaldehyde Polyacrolein adduct sodium bisulfite Acrylamide-acrylic acid resin Petroleum alicyclic hydrocarbon resins.4a.55.05. dibuat dengan mereaksikan asam adipat. Xylene sulfonic acid-formaldehyde condensate.2 Anti air / minyak (As a water or oil repellent) 1 2 124 .6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan No Senyawa Nama Indonesia Nama Inggris 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 Kobalt asetat Kondensat asam ksilen sulfonatformaldehida.6.

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.05.55.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007

No

Bahan Tambahan

No

Senyawa Nama Indonesia Nama Inggris

3

Garam dietanolamina dari mono - dan bis (1H,1H,2H,2Hperfluoroalkil) fosfat Kopolimer perfluoroalkil akrilat Polimer N, N,N′,N′,N′′,N′′heksakis (metoksimetil)-1,3,5triazin- 2,4,6-triamina dengan stearil alkohol, α-oktadesenil-ωhidroksipoli(oksi-1,2-etanadiil), dan alkil alkohol (C20+) Perfluoroalkil tersubstitusi ester asam fosfat, garam amonium Resin bis (metoksimetil) tetrakis[oktadesiloksi]-metil] melamin Senyawa asam pentanoat, turunan 4,4–bis [(γ-ω-perfluoroC8–20-alkil)tio] dengan dietanolamina Aspal petroleum, dimurnikan dengan uap dan vakum Dialkil (C16–18) karbamoil klorida Kopolimer stirena- anhidrat maleat teramidasi, garam natrium amonium Kopolimer stirena- anhidrat maleat, garam natrium Poliuretana anionik Resin poliester Kopolimer asam metakrilat asam akrilat Kopolimer garam natrium dari asam akrilat dengan polietilenaglikol alil eter Natrium poli(isopropenilfosfonat)

Diethanolamine salts of mono- and bis (1H,1H,2H,2H-perfluoroalkyl) phosphates Perfluoroalkyl acrylate copolymer N, N,N′,N′,N′′,N′′-Hexakis (methoxymethyl)-1,3,5-triazine2,4,6-triamine polymer with stearyl alcohol, a-octadecenylomegahydroxypoly(oxy-1,2-ethanediyl), and alkyl (C20+) alcohols Perfluoroalkyl substituted phosphate ester acids, ammonium salts Bis (methoxymethyl)tetrakis[(octadecyloxy)-methyl]melamine resin Pentanoic acid, 4,4–bis [(gammaomega-perfluoro-C8–20-alkyl)thio] derivatives, compounds with diethanolamine Petroleum asphalt, steam and vacuum refined Dialkyl(C16–C18)carbamoyl chloride Styrene-maleic anhydride copolymer, amidated, ammonium sodium salt Styrene-maleic anhydride copolymer, sodium salt Anionic polyurethane Poliester resin Methacrylic acid-acrylic acid copolymer Acrylic acid, sodium salt copolymer with polyethyleneglycol allyl ether Sodium poly(isopropenylphosphonate)

4 5

6

7

8

2.3.2.6.3

Pendarihan Permukaan, Bahan Pendarihan (Surface sizing, sizing agent)

1 2 3

4 5 6
2.3.2.6.4 Ketel Pabrik Kertas (Paper mills boilers)

1 2

3

125

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.05.55.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007

No 2.3.2.6.5

Bahan Tambahan Penolong retensi yang digunakan untuk pembentukan lembaran di dalam industri kertas dan karton yang bersentuhan dengan pangan (Retention aid employed prior to the sheet-forming operation in the manufacture of food-contact paper and paperboard)

No

Senyawa Nama Indonesia Nama Inggris

1 2 3 4 5 6 7 8 9

Campuran (2-alkenil) anhidrida suksinat N,N-Bis(2-hidroksietil)alkil (C12– C18) amida Poli(dialildimetilamonium klorida) Asam oleat - sulfat, garam amonium, kalium, atau natrium Campuran polietilenamina Gom guar dialdehida Dialil dimetil amonium klorida dengan akrilamida N,N′-dioleoiletilenadiamina Ester asam fosfat dan poliester (dan garam natriumnya) dari trietanolamina Gom guar dimodifikasi dengan perlakuan menggunakan βdietilamino- etilklorida hidroklorida Gom guar termodifikasi dengan 2,3-epoksipropiltri-metil amonium klorida Gom kacang lokus dialdehida Gom guar hidroksipropil Hidrolisat protein dari kulit hewan atau protein kacang kedelai yang dikondensasi dengan asam oleat dan/atau stearat

(2-Alkenyl) succinic anhydrides mixture N,N-Bis(2-hydroxyethyl)alkyl (C12– C18) amide Poly (diallyldimethylammonium chloride) Oleic acid, sulfated, ammonium, potassium, or sodium salt Polyethyleneamine mixture Dialdehyde guar gum Diallyldimethylammonium chloride with acrylamide N,N′-Dioleoylethylenediamine Phosphoric acid esters and polyesters (and their sodium salts) of triethanolamine Guar gum modified by treatment with β-diethylamino- ethylchloride hydrochloride Guar gum modified by 2,3epoxypropyltri-methyl ammonium chloride Dialdehyde locust bean gum Hydroxypropyl guar gum Protein hydrolysate from animal hides or soybean protein condensed with oleic and/or stearic acid Potassium persulfate Methyl naphthalene sulfonic acidformaldehyde condensate, sodium salt Naphthalene sulfonic acidformaldehyde condensate, sodium salt

10

11

12 13

14 15

Kalium persulfat Kondensat asam metil naftalena sulfonat - formaldehida, garam natrium Kondensat asam naftalena sulfonat- formaldehida, garam natrium

16

126

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.05.55.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007

No

Bahan Tambahan

No

Senyawa Nama Indonesia Nama Inggris

17

Kopolimer asam akrilat dengan asam 2-akrilamido-2metilpropana-sulfonat dan/atau garam campuran dari amonium/ logam alkalinya Kopolimer alkil (C12–C20) metakrilat -asam metakrilat Kopolimer akrilamida -asam metakrilat - anhidrida maleat Kopolimer dialildimetilamonium klorida dengan akrilamida Kopolimer dialildimetilamonium klorida dengan akrilamida dan dialildimetilamonium klorida Kopolimer dimetilaminaepiklorohidrin N-Metil-N-(asil minyak tal) taurin, garam natrium Minyak kulit padi, garam sulfat dari ammonium, kalium atau natrium Minyak biji sesawi, garam sulfat dari amonium, kalium, atau natrium Minyak mineral, putih Natrium dioktil sulfosuksinat Gom guar natrium karboksimetil Nitroselulose, kandungan nitrogen 10,9 - 12,2 % N-Oleoil-N′stearoiletilenadiamina Oksistearin Poli[akrilamida-asam akrilat-N(dimetilaminometil) akrilamida] Poli(2-aminoetil akrilat nitrat-co2-hidroksipropil akrilat) Poli[akrilamida-asam akrilat-N(dimetil-aminometil) akrilamida]

Acrylic acid copolymer with 2acrylamido-2-methylpropanesulfonic acid and/or its ammonium/ alkali metal mixed salts Alkyl(C12–20) methacrylatemethacrylic acid copolymers Acrylamide-methacrylic acid-maleic anhydride copolymer Diallyldimethylammonium chloride copolymer with acrylamide Diallyldimethylammonium chloride copolymer with acrylamide and diallyldimethylammonium chloride Dimethylamine-epichlorohydrin copolymer N-methyl-N-(tall oil acyl) taurine, sodium salt Ricebran oil, sulfated ammonium, potassium, or sodium salt Rapeseed oil, sulfated ammonium, potassium, or sodium salt Mineral oil, white. Sodium dioctyl sulfosuccinate Sodium carboxymethyl guar gum Nitrocellulose, 10.9–12.2% nitrogen N-Oleoyl-N′stearoylethylenediamine Oxystearin Poly[acrylamide-acrylic acid-N(dimethyl-aminomethyl) acrylamide] Poly(2-aminoethyl acrylate nitrateco-2-hydroxypropyl acrylate) Poly[acrylamide-acrylic acid-N(dimethyl-aminomethyl) acrylamide]

18

19 21 22

23 24 25

26

27 28 29 30 31 32 33 34 35

127

kalium akrilat dan dialil dimetil amonium klorida Poly(1.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan No Senyawa Nama Indonesia Nama Inggris 36 37 Poli(1.55.000) monostearat Polietilena glikol (400) monolaurat Polietilena glikol (400) monooleat Polietilen glikol (400) monostearat Polietilena glikol (600) monolaurat Polietilena glikol (600) monooleat Polietilena glikol (600) monostearat Polietilenimina yang dihasilkan dari polimerisasi etilenimina Poli[(metilimino)(2hidroksitrimetilena) hidroklorida] Poli[oksietilena (dimetiliminio) etilen(dimetiliminio) etilena diklorida] Polimer akrilonitril dengan stirena Polimer dialil dietil amonium klorida dengan akrilamida.000) monostearate Polyethylene glycol (400) monolaurate Polyethylene glycol (400) monooleate Polyethylene glycol (400) monostearate Polyethylene glycol (600) monolaurate Polyethylene glycol (600) monooleate Polyethylene glycol (600) monostearat Polyethylenimine.2-dimethyl-5-vinylpyridinium methyl sulfate) Phosphoric acid esters and polyesters (and their sodium salt) of triethanolamine Polyethylene glycol (200) dilaurate Polyethylene glycol (400) dioleate Polyethylene glycol (400) esters of coconut oil fatty acids Polyethylene glycol (600) esters of tall oil fatty acids Polyethylene glycol (3.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.2-dimetil-5-vinilpiridinium metil sulfat) Poliester dan ester asam fosfat (dan garam natriumnya) dari trietanolamina Polietilena glikol (200) dilaurat Polietilena glikol (400) dioleat Polietilena glikol (400) ester dari asam lemak minyak kelapa Polietilena glikol (600) ester dari asam lemak minyak tal Polietilena glikol (3.05. potassium acrylic and diallyldimethylammonium chloride 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 128 . produced by the polymerization of ethylenimin Poly[(methylimino)(2hydroxytrimethylene)hydrochloride] Poly[oxyethylene (dimethyliminio) ethylene (dimethyliminio) ethylene dichloride] Acrylonitrile polymer with styrene Diallyldiethylammonium chloride polymer with acrylamide.

6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan No Senyawa Nama Indonesia Nama Inggris 54 Polimer dietil(2-hidroksietil) metil amonium metil sulfat. Maleic anhydride. N′tetrametiletilenadiamina dengan bis-(2-kloroetil) eter Propilena glikol alginat Resin poliamida-epiklorohidrin termodifikasi Resin keras panas (thermosetting) poliamidaepiklorohidrin larut air dibuat dengan mereaksikan asam adipat dan dietilena triamina Resin keras panas (thermosetting) poliamidaepiklorohidrin larut air dibuat dengan mereaksikan N-metil bis(3-aminopropil)amina. Polimer N-metildialilamina hidroklorida dengan epiklorohidrin Polimer N. and sodium salts. dengan akrilamida Polimer dialildimetil amonium klorida dengan akrilamida dan kalium akrilat Polimer N-[(Dimetilamino)metil]akril amida dengan akrilamida dan stirena Polimer dialil dimetil amonium klorida dengan akrilamida. reaction product with glyoxal.N. dan natrium nya. akrilat.55. produk reaksi dengan glioksal Polimer anhidrida maleat dengan etil akrilat dan vinil asetat. hydrolyzed and/or its ammonium. N-methyldiallylamine hydrochloride polymer N. N′Tetramethylethylenediamine polymer with bis-(2-chloroethyl) ether Propylene glycol alginate Polyamide-epichlorohydrin modified resin Polyamide-epichlorohydrin watersoluble thermosetting resins prepared by reacting adipic acid and dethylen triamine Polyamide-epichlorohydrin watersoluble thermosetting resins prepared by reacting Nmethylbis(3-aminopropyl) amine with oxalic acid and urea 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 129 .N.05. polymer with ethyl acrylate and vinyl acetate.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. kalium.N′. acrylate. terhidrolisis dan/atau garam amonium. potassium. asam oksalat dan urea Diethyl(2-hydroxyethyl) methylammonium methyl sulfate.N′. polymer with acrylamide Diallyldimethyl ammonium chloride polymer with acrylamide and potassium acrylate N-[(Dimethylamino)methyl]acrylamide polymer with acrylamide and styrene Diallyldimethylammonium chloride polymer with acrylamide.

sodium salt Cyclized rubber produced Styrene-acrylic copolymers Styrene-methacrylic acid copolymers Styrene-butadiene-vinylidene chloride copolymers 5 6 7 8 130 .2.6 Pemutus Ikatan (Debonding Agent) Pelapis (Coating) 1 2.2.6.3. homopolymer. sodium salt 2-Acrylamido-2-methylpropanesulfonic acid. telomer with sodium 2-methyl-2-[(1-oxo-2propenyl)amino]-1-propane sulfonate and sodium phosphinate Polybutene. hydrogenated 66 67 68 69 70 71 2.7 1 2 3 4 Olefin 1-alkenil Akrilamida dikopolimerisasi dengan etilena dan vinil klorida Asam polimetakrilat. garam natrium Karet tersiklisasi Kopolimer stirena-akrilat Kopolimer stirena-asam metakrilat Kopolimer stirena-butadienaviniliden klorida 1-Alkenyl olefins Acrylamide copolymerized with ethylene and vinyl chloride Polymethacrylic acid. garam natrium Homopolimer 2-akrilamido-2metil-propan sulfonat asam.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan No Senyawa Nama Indonesia Nama Inggris 65 Resin kopolimer akrilamida-βmetakrililoksi etiltrimetil amonium metil sulfat Resin poliamidoamin-etileniminaepiklorohidrin Resin poliamidol-epiklorohidrin termodifikasi Resin poliaminoamidaepiklorohidrin termodifikasi Resin keras panas (thermosetting) poliaminaepiklorohidrin larut air Resin poliamina Telomer asam 2-propenoat dengan natrium 2-metil-2-[(1okso-2-propenil)amino]-1propana sulfonat dan natrium fosfinat Polibutena.05.3.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.6. terhidrogenasi Acrylamide-β-methacrylyloxy ethyltrimethyl ammonium methyl sulfate copolymer resins Polyamidoamine-ethyleneimineepichlorohydrin resin Polyamidol-epichlorohydrin modified resin Polyaminoamide-epichlorohydrin modified resin Polyamine-epiklorohydrin water soluble thermosetting resin Poliamine resin 2-Propenoic acid.55.

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. Dialil maleat. dibutil maleat dan dialil maleat dapat digunakan sebagai inhibitor polimerisasi opsional Styrene-dimethylstyrene-αmethylstyrene copolymers Styrene-isobutylene copolymers Styrene copolymers produced by copolymerizing styrene with maleic anhydride and its methyl and butyl (sec. vinil asetat. terhidrogenasi Polietilena. produk reaksi vinil yang mengandung dimetil polisiloksan dengan metil hidrogen polisiloksan menggunakan katalis platina. 1etinil-1-sikloheksanol dan vinil asetat dapat digunakan sebagai inhibitor polimerisasi opsional.05. Diallyl maleate . dimethyl maleate . teroksidasi Polimer lilin sintetik Polimer vinil asetat dengan etilena dan N-(hidroksimetil) akrilamida.55. Dimethyl maleate . with methyl hydrogen polysiloxane . Styrene-maleic anhydride copolymers Styrene-vinylidene chloride copolymers Sodium xylenesulfonate Sodium polyacrylate Petrolatum Polybutene. Siloksan dan silikon. Siloksan dan silikon. dibutyl maleate and diallyl maleate may be used as optional polymerization inhibitor 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 131 . hydrogenated Polyethylene. platinumcatalyzed reaction product of vinylcontaining dimethyl polysiloxane with methyl hydrogen polysiloxane or dimethyl (methyl hydrogen) polysiloxane . platinumcatalyzed reaction product of vinylcontaining dimethylpolysiloxane . oxidized Synthetic wax polymer Vinyl acetate polymer with ethylene and N-(hydroxymethyl) acrylamide Siloxanes and silicones. 1-ethynyl-1cyclohexanol and vinyl acetate may be used as optional polymerization inhibitor Siloxanes and silicones.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan No Senyawa Nama Indonesia Nama Inggris 9 10 11 Kopolimer stirena-dimetilstirenaα-metilstirena Kopolimer stirena-isobutilena Kopolimer stirena dihasilkan dengan mengkopolimerisasi stirena dengan anhidrida maleat dan ester metil dan butil (secatau iso-)-nya Kopolimer stirena.anhidrida maleat Kopolimer stirena-vinilidena klorida Natrium ksilen sulfonat Natrium poliakrilat Petrolatum Polibutena. produk reaksi vinil yang mengandung dimetil polisiloksan dengan metil hidrogen polisiloksan atau dimetil (metil hidrogen) polisiloksan menggunakan katalis platina. dimetil maleat. Dimetil maleat.or iso-) esters. vinyl acetate .

6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan No Senyawa Nama Indonesia Nama Inggris 23 Siloksan (silikon).3. dimethyl. kalium.1.2. tunggal attau campuran sebagai berikut : aluminium.3-Tetrametilbutil) fenil]-ω-hidroksi poli (oksietilena) hidrogen sulfat dengan α-[p(1. garam amonium. kalsium.1. Zinc 24 25 2. Potassium. Ammonium.8 Lain-Lain 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Ferrous ammonium sulfate Ferric chloride Butyl oleate. ammonium. magnesium. single or mixed.3.3-tetramethylbuthyl)-phenyl]omega-hydroxypoly (oxyethylene) with both substances having a poly (oxyethylene) content averaging 3 moles 132 . Sodium. amonium.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. Calcium.3. kalium.1. or sodium salt. garam natrium Zirkonium oksida Akrilamida dikopolimerisasi dengan etil akrilat dan/atau stirena dan/atau asam metakrilat.55. Butilbenzil ftalat Butiraldehida Campuran garam natrium dari α[p-(1. potassium. Magnesium. as follow : Aluminum. methyl 1-methylC9–49-alkyl 2-Sulfoethyl methacrylate. isopropyl methyl.3-tetrametilbutil)-fenil]-ωhidrokpoli (oksietilena) dengan kedua senyawa yang memiliki kandungan poli (oksietilena) kirakira 3 mol Siloxanes (silicones). atau natrium.3. isopropil metil. selanjutnya direaksikan dengan formaldehida dan butil alkohol Amonium persulfat Amonium tiosulfat Asam etilenadiaminatetraasetat dan garam natrium dan/atau kalsium Asam lemak dihasilkan dari lemak hewani dan nabati dan minyak dan garam dari asamasam itu. Butylbenzyl phthalate Butyraldehyde α[p-(1. sodium salt mixture with α--[p(1. sodium salt Zirconium oxide Acrylamide copolymerized with ethyl acrylate and/or styrene and/or methacrylic acid. sulfated. natrium dan seng Besi (II) amonium sulfat Besi (III) klorida Butil oleat.3-Tetramethylbutyl) phenyl]-omega-hydroxypoly (oxyethylene) hydrogen sulfate. sulfat.05. subsequently reacted with formaldehyde and butyl alcohol Ammonium persulfate Ammonium thiosulfate EDTA (ethylenediaminetetraacetic acid) and its sodium and/or calcium salts. alkil metil 1-metilC9–49-alkil 2-Sulfoetil metakrilat. dimetil.1.3.6. Fatty acid derived from animal and vegeteble fats and oils and salts of such acids.

N′-Difenil-p-fenilendiamina Dimetilpolisiloksan Dipropilena glikol dibenzoat Disikloheksil ftalat Ester dietilena glikol dari pumpunan (adduct) terpena dan anhidrida maleat Furseleran dan garam furseleran Glioksal Gliseril laktostearat Gliseril monobutil risinoleat Gliseril mono-1. sulfat. or sodium salt Captan (Ntrichloromethylmercapto-4cyclohexene-1. potassium.05. sulfated.C9-alkyl) adipate Dibutyl phthalate Dibutyl sebacate Diethylene glycol dibenzoate N. garam amonium.1-dimethyl-3-oxobutyl) acrylamide] Di(C7.2-hidroksistearat Gliseril monorisinoleat Isobutil oleat.2-hydroxystearate Glyceryl monoricinoleate Isobutyl oleate.55. 2-dicarboximide) Naphthalene sulfonic acidformaldehyde condensate. sodium salt 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 133 .N′-Diphenyl-p-phenylenediamine Dimethylpolysiloxane Dipropylene glycol dibenzoate Dicyclohexyl phthalate Diethylene glycol ester of the adduct of terpene and maleic anhydride Furcelleran and salts of furcelleran Glyoxal Glyceryl lactostearate Glyceryl monobutyl ricinoleate Glyceryl mono-1.C9-alkil) adipat Dibutil ftalat Dibutil sebakat Dietilena glikol dibenzoat N. ammonium. garam natrium Hydroxymethyl derivatives (campuran mono dan poly) of [N(1. 2dikarboksimida) Kondensat formaldehida-asam naftalena sulfonat. kalium.1-dimetil-3oksobutil) akrilamida] Di(C7.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan No Senyawa Nama Indonesia Nama Inggris 12 Derivat hidroksimetil (campuran mono dan poli) [N-(1.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. atau natrium Kaptan (N-trikloro metil merkapto-4-sikloheksena-1.

05. itaconic acid. etil akrilat. n-hexyl methacrilate. and vinylidene chloride Maleic anhydride adduct of butadiene-styrene copolymer. akrilonitril. glisidil metakrilat. methyl acrylate. asam itakonat. Styrene-butadiene copolymers dengan 2-hydroxyethyl acrylate dan acrylic acid 32 33 34 35 36 37 134 . methacrylic acid. butadiena. methyl methacrylate. or produced by copolymerizing one or more of such acrylate monomers together with one or more of the monomers acrylic acid. metil metakrilat. vinyl chloride. 2etil-heksil akrilat. dan n-propil metakrilat. asam metakrilat. 2-ethyl-hexyl acrylate. metil akrilat. fumaric acid. glycidyl methacrilate.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.55. vinil asetat. vinil klorida. Dimethylpolysiloxane-betaphenylethyl methyl polysiloxane copolymer (2:1) Ethylene-acrylic acid copolymers Oxazolidinylethylmethacrylate copolymer with ethyl acrylate and methyl methacrylate Stiren-butadien copolymers. vinyl acetate. ethyl methacrylate. stirena. asam fumarat. atau dihasilkan dengan kopolimerisasi satu atau lebih monomer akrilat tersebut bersama-sama dengan satu atau lebih monomer-monomer asam akrilat. butadiene. etil metakrilat. acrylonitrile. and n-propyl methacrylate. dan viniliden klorida Kopolimer butadiena-stirena pumpunan (adduct) anhidrida maleat Kopolimer dimetil polisiloksan-βfenil etil metil polisiloksan (2:1) Kopolimer etilena-asam akrilat Kopolimer oksazolidinil etilmetakrilat dengan etil akrilat dan metil metakrilat Kopolimer stirena-butadiena Kopolimer stirena-butadiena dengan 2-hidroksietil akrilat dan asam akrilat Acrylic copolymers produced by copolymerizing 2 or more of the acrylate monomers butyl acrylate. styrene. n-heksil metakrilat. ethyl acrylate.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan No Senyawa Nama Indonesia Nama Inggris 31 Kopolimer akrilat yang dihasilkan dengan kopolimerisasi dua atau lebih monomer-monomer akrilat : butil akrilat.

heksil. asam itakonat. fumaric acid and its methyl.1]hept-2en-6-metilakrilat. 3-dicarboxylic acid. Vinyl chloride copolymers produced by copolymerizing vinyl chloride with one or more of the monomers acrylonitrile. atau oktil ester. vinyl hexoate. vinyl acetateand vinylidene chloride Vinyl chloride-vinyl acetate hydroxyl-modified copolymers Vinyl chloride-vinyl acetate hydroxyl-modified copolymers reacted with trimellitic anhydride. or octyl esters. mono(2etilheksil) maleat. desil akrilat. crotonic acid. asam fumarat. methyl acrylate. amil. vinyl butyrate. amyl. ester mono-n-butil ester. butyl. asam krotonat . vinylidene chloride. dibuthyl fumarate. dibutil itakonat. bisiklo-[2. asam 3-dikarboksilat. vinil stearat. vinil asetatdan viniliden klorida Kopolimer vinil klorida-vinil asetat hidroksil-termodifikasi Kopolimer vinil klorida-vinil asetat hidroksil termodifikasi direaksikan dengan anhidrida trimelitat Vinyl acetate copolymers produced by copolymerizing vinyl acetate with one or more of the monomers acrylamide.butyl acrylate. dan asam vinil sulfonat Kopolimer vinil klorida dihasilkan dengan kopolimerisasi vinil klorida dengan satu atau lebih monomer-monomer akrilonitril.2. methyl methacrylate. vinyl propio-nate. diallyl phthalate. asam maleat. mono-n-buthyl ester.05. di(2-etilheksil) maleat.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. vinyl pyrrolidone. dialil maleat. stirena. heptil. propyl. 5-norbornen-2. ethyl. asam metakrilat. vinyl crotonate. metil akrilat. diallyl fumarate. viniliden klorida. 5norbornene-2. dibutyl itaconate. dibutil fumarat. etil.diallyl maleate. hexyl. monoethyl maleate. maleik anhidrid. heptyl. akrilonitril. butil.55. asam akrilat. ethyl. asam fumarat dan metil. propil. divinyl benzene. ethyl acrylate. 2-etil-heksil akrilat. and vinyl sulfonic acid. atau ester oktil. monoetil maleat. itaconic acid. heksil. vinil heksoat. acrylic acid. maleic acid. acrylonitrile. fumaric acid. di(2ethylhexyl) maleate. vinil propionat. dibutil maleat. butil akrilat. heptil. vinyl pelargonate. mono(2ethylhexyl) maleate. methacrylic acid. etil akrilat. dibutylmaleate. maleic acid and its methyl. vinil pirolidon. heptyl. hexyl. bicyclo-[2. maleic anhydride. dialil fumarat. amil. vinyl stearate. divinil benzena. or octyl esters.asam maleat dan metil. etil. 39 40 41 135 . vinil butirat. metil metakrilat. decyl acrylate.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan No Senyawa Nama Indonesia Nama Inggris 38 Kopolimer vinil asetat yang dihasilkan dengan kopolimerisasi vinil asetat dengan satu atau lebih monomer-monomer akrilamida. butil. propyl. propil. butyl.1]hept-2ene-6-methylacrylate. styrene. vinil krotonat. vinil pelargonat.2. 2-ethylhexyl acrylate. amyl. dialil ftalat.

methacrylic acid. propyl acrylate. propil metakrilat. fumaric acid. hydrogenated. etil metakrilat. terhidrogenasi Minyak ikan. vinil klorida dan asam vinil sulfonat Lilin petroleum. lilin Polietilena direaksikan dengan anhidrida maleat Polietilena. sintetik Minyak ikan.and diesters of fats and fatty acids Monoglyceride citrate Sodium decylbenzenesulfonate Sodium dihexyl sulfosuccinate Sodium 2-ethylhexyl sulfate Sodium oleoyl isopropanolamide sulfosuccinate Sodium vinyl sulfonate polymerized. asam metakrilat. teroksidasi Polimer blok polioksipropilenapolioksietilena Vinylidene chloride copolymers produced by copolymerizing vinylidene chloride with one or more of the monomers acrylamide acrylic acid. butil metakrilat etil akrilat. propyl methacrylate. terhidrogenasi. metil akrilat.55. petroleum Polyethylene reacted with maleic anhydride Polyethylene.05. akrilonitril. methyl acrylate.itaconic acid.dan diester propilena glikol dari lemak dan asam lemak Monogliserida sitrat Natrium desilbenzenasulfonat Natrium diheksil sulfosuksinat Natrium 2-etilheksil sulfat Natrium oleoil isopropanolamida sulfosuksinat Natrium vinil sulfonat terpolimerisasi Oleil alkohol Pentaeritritol tetrastearat Petroleum. Oleyl alcohol Pentaerythritol tetrastearate. asam fumarat. oktadesil metakrilat.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan No Senyawa Nama Indonesia Nama Inggris 42 Kopolimer vinilidena klorida dihasilkan dengan kopolimerisasi vinilidena klorida dengan satu atau lebih monomer akrilamida asam akrilat.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. propil akrilat. ethyl methacrylate. acrylonitrile. oxidized Polyoxypropylene-polyoxyethylene block polymers 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 136 . butil akrilat. Wax. butyl acrylate. hydrogenated Fish oil. metil metakrilat. garam kalium Mono. octadecyl methacrylate. methyl methacrylate. potassium salt Propylene glycol mono. asam itakonat. butyl methacrylate ethyl acrylate. synthetic Fish oil. Petroleum wax. vinyl chloride and vinyl sulfonic acid.

methyl methacrylate. asam metakrilat. 2-etil heksil akrilat. 2–(C17 and C17-unsaturated alkyl)-1–[2– (C18 and C18-unsaturated amido)ethyl]-4. metil sulfat Styrene polymers made by the polymerization of any combination of styrene or alpha methyl styrene with acrylic acid.5-dihidro-1-metil.alkil tidak jenuh)1–[2–(C18 dan C18-amido tidak jenuh)etil]-4. propoxylated Polyvinyl alcohol (4% water solution) Polyvinyl acetate Polyvinyl butyral Polyvinyl formal Polyvinyl pyrrolidone Polyvinyl stearat Polyvinylidene chloride α-Methylstyrene-vinyltoluene copolymer resins (molar ratio 1amethylstyrene to 3 vinyltoluene).6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan No Senyawa Nama Indonesia Nama Inggris 59 Polimer stirena dibuat dari polimerisasi setiap gabungan stirena atau α-metil stirena dengan asam akrilat. polymer with tetrahydro-4-hydroxy-5-methyl2(1H)pyrimidinone. Imidazolium compounds. maleic anhydride and the ethylene glycol Polyester resin produced by reacting the acid groups in montan wax with ethylene glycol Toluenesulfonamide-formaldehyde resins.55.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. methacrylic acid. Polyester resin formed by the reaction of the methyl ester of rosin.05.and butyl acrylate Polypropylene glycol . anhidrida maleat dan etilena glikol Resin poliester dihasilkan dengan mereaksikan gugus asam dalam lilin montan dengan etilena glikol Resin toluena sulfonamidaformaldehida Senyawa imidazolium.5-dihydro-1-methyl. Acrylic and modified acrylic polymers Acrylonitrile polymer Ethanedial. metil metakrilat. dan butil akrilat Polipropilena glikol Polimer akrilat dan akrilat termodifikasi Polimer akrilonitril Polimer etanadial dengan tetrahidro-4-hidroksi-5-metil2(1H)pirimidinon terpropoksilasi Polivinil alkohol (larutan 4% dalam air) Polivinil asetat Polivinil butiral Polivinil formal Polivinil pirolidon Polivinil stearat Poliviniliden klorida Resin kopolimer α-metilstirenaviniltoluena (rasio molar αmetilstirena dan viniltoluena 1:3) Resin poliester dihasilkan dari reaksi ester metil dari rosin. 2–(C17alkil dan C17. 2-ethyl hexyl acrylate. phthalic anhydride. methyl sulfates 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 137 . anhidrida ftalat.

8 Pengemulsi dan/atau bahan aktif permukaan (Emulsifiers and/or Surface Active Agents) 1 2 3 4 5 138 . Calcium isostearate Modified kaolin clay is produced by reacting of sodium silicate and kaolinite clay under hydrothermal conditions. sulfo1. garam natrium Timah (II) oleat n-Desil alkohol 2.3. garam amonium (juga dikenal sebagai ester asam butanadioat.4-di-(C9C11 alkyl) ester.2.55.4-diisodecyl ester.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan No Senyawa Nama Indonesia Nama Inggris 76 77 Serat rayon kental Tal alkohol sulfat terpolioksietilasi (40 mol). garam amonium) Kopolimer blok asam 12hidroksistearat-polietilena glikol Viscous rayon fibers Polyoxyethylated (40 moles) tallow alcohol sulfate. ammonium salt) 12-Hydroxystearic acidpolyethylene glycol block copolymers 78 2. sulfo-1. sulfo-1.05. sodium salt Stannous oleate n-Decyl alcohol 2. ammonium salt (also known as butanedioic acid.5-Di-tert-butyl hydroquinone Diphenylamine Phenothiazine Phenyl-β-naphthylamine Xanthan gum Isopropyl m.2.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.and disulfonic acids.3.dan p-kresol (derivat timol) Kalsium isostearat Tanah liat kaolin termodifikasi dihasilkan dengan mereaksikan natrium silikat dan tanah liat kaolinat pada kondisi hidrotermal Asam alkil mono.dan disulfonat.5-Di-tert-butil hidrokuinon Difenilamina Fenotiazina Fenil-β-naftilamina Gom ksantan Isopropil m. sulfo-1. sodium salts Sodium n-dodecylpolyethoxy (50 moles) sulfate-sodium isododecylphenoxypolyethoxy (40 moles) sulfate mixtures Disodium Noctadecylsulfosuccinamate Butanedioic acid.and p-cresol ( thymol derivate). Alkyl mono.7 Penstabil dan/atau Antioksidan (Stabilizer and/or Antioxidants) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 2.4-diisodesil. garam natrium Campuran natrium n-dodesil polietoksi sulfat (50 mol) dan natrium isododesil fenoksipolietoksi sulfat (40 mol) Dinatrium N-okta desilsulfosuksinamat Ester asam butandioat.4di-(alkil C9-C11).

05. No. 15:1. pigmentblue 15. C.I.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan No Senyawa Nama Indonesia Nama Inggris 6 7 Minyak jarak. and 15:4. 15:3.3. di-.N oktadesilsulfo–suksinamat Castor Oil. dimodifikasi dengan ion dimetildioktadesilamonium Besi oksida atau “burnt umber” Biru ftalosianin (C. modified with dimethyldioctadecylammonium ion Iron oxides or burnt umber Phthalocyanine blue (C.(1.1. C.I.1 Pewarna : Pewarna Kertas 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Aluminium Aluminium dan kalium silikat (mika) Aluminium hidrat Aluminium mono-.3.I.55.I.2.2dikarboksietil) . pigmen biru 15. 15:2.N octadecylsulfo–succinamate 8 2. No. 74160. di-. dan 15:4.9.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. 15:3. Calcium carbonate Calcium silicate Calcium sulfate Carbon black (channel process) Cobalt aluminate Magnesium oxide Magnesium silicate (talc) Raw sienna Zinc carbonate Zinc oxide Silica 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 139 . 15:2. diethanolamine reaction product Tetrasodium N.2dicarboxyethyl) . dan tristearat Aluminium silikat (Kaolin) Barium sulfat Bentonit Bentonit. polyoxyethylated Poly(isobutene)/maleic anhydride adduct. 74160 Kalsium karbonat Kalsium silikat Kalsium sulfat Karbon hitam (channel process) Kobalt aluminat Magnesium oksida Magnesium silikat (talk) Tanah siena mentah Seng karbonat Seng oksida Silika Aluminum Aluminum and potassium silicate (mica) Aluminum hidrate Aluminum mono-. and tristearate Aluminum silicate (China clay) Barium sulfate Bentonite Bentonite.(1.9 2. 15:1. terpolioksietilasi Poli(isobutena)/ anhidrida maleat pumpunan (adduct) dietanolamina Tetranatrium N.

potassium.2.05.2-Benzisotiazolin-3-on Bis(triklorometil) sulfon Boraks Boric acid Barium metaborate 1.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan No Senyawa Nama Indonesia Nama Inggris 22 23 24 25 26 2. atau sodium salt Monoisopropanolamine (MIPA) Sodium zinc potassium polyphosphate Sodium polyacrylate Zeolite Na-A Poly(diallyldimethylammonium chloride) Stannous oleate 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 2.3. garam sulfat dari amonium.2-Benzisothiazolin-3-one Bis(trichloromethyl) sulfone Borax 140 .3. 5 only) Titanium dioxide Titanium dioxide-barium sulfate Titanium dioxide-magnesium silicate.1 KOMPONEN KERTAS DAN KARTON YANG KONTAK DENGAN PANGAN KERING Pengawet 1 2 3 4 5 Asam borat Barium metaborat 1. sulfated. kalium.55.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. or sodium salt Mustardseed oil. ammonium.3. kalium. 2-Amino-2-methyl-1-propanol Stearyl-2-lactylic acid and its calcium salt Styrene-butadiene copolymers Sperm oil.2 Pendispersi Pigmen (Pigment Dispersant) Tanah Diatomeae Tartrazin (hanya FD&C kuning No.3 2. garam sulfat dari amonium. 5 yang disertifikasi).9. Titanium dioksida Titanium dioksida-barium sulfat Titanium dioksida-magnesium silikat 2-Amino-2-metil-1-propanol Asam stearil-2-laktilat dan garam kalsium nya Kopolimer stirena-butadiena Minyak ikan paus. atau natrium Monoisopropanolamina Natrium seng kalium polifosfat Natrium poliakrilat Natrium zeolit A Poli(dialildimetilamonium klorida) Timah (II) oleat Diatomaceous earth Tartrazine lake (certified FD&C Yellow No. ammonium.3. sulfated. atau natrium Minyak biji mustard. potassium.

3.7-dioksabisiklo[3. sodium salt 2.7dioksabisiklo[3.0]oktana. dan propionaldehyde Tetraethylenepentamine Triethylenetetramine Octadecanoated acid. 5hidroksimetil-1-aza-3. dan 5hidroksipoli-[metilenaoksi] metil1-aza-3.3.2 Pemlastis 1 2 3 2.and di(2-alkenyl)succinyl esters of polyethylene glycol containing not less than 90 percent of the diester product and in which the alkenyl groups are derived from olefins Polyethylene glycol monoiso tridecyl ether sulfate.3. Diethylene glycol dibenzoate Dipropylene glycol dibenzoate Glyceryl tribenzoate 4-[2-[2-(2-Alkoxy (C12– C15) ethoxy) ethoxy]ethyl] disodium sulfosuccinate.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan No Senyawa Nama Indonesia Nama Inggris 6 Campuran dari 5Hidroksimetoksimetil-1-aza-3.0]octane. garam natrium 5-Hydroxymethoxymethyl-1-aza3. and the acetate salts there of . yang mungkin diemulsikan dengan tal alkilamina teretoksilasi Polimer akrilamida dengan natrium 2-akrilamido-2metilpropana-sulfonat Protein kedelai kationik Hexamethylenetetramine Chloral hydrate. Ester mono.3 Pengemulsi 1 2 3 2.4. reaction products with 2-[(2aminoethyl)amino]ethanol and urea . formaldehida.3. Acrylamide polymer with sodium 2acrylamido-2-methylpropanesulfonate Cationic soy protein hydrolyzed 4 5 2.0] octane mixture.7-dioxabicyclo[3.0] octane.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.7dioxabicyclo[3. etanadial. dengan 2-[(2aminoetil)amino]etanol dan urea.55.0] oktana.7-dioksa bisiklo[3.dan di(2alkenil)suksinil polietilena glikol yang mengandung minimum 90% produk diester dan gugus alkenil berasal dari olefin Polietilena glikol monoisotridesil eter sulfat.2 Proses pembentukan lembaran (Sheet forming operation 1 2 3 141 .3. which may be emulsified with ethoxylated tallow alkylamines.3.3.3.3.3.7-dioxabicyclo[3.3. dan garam asetat dari padanya.3.3. and 5hydroxypoly-[methyleneoxy]methyl1-aza-3.4.0] oktana Dietilena glikol dibenzoat Dipropilena glikol dibenzoat Gliseril tribenzoat 4-[2-[2-(2-Alkoksi (C12– C15) etoksi) etoksi]etil] dinatrium sulfosuksinat.3.1 Pemodifikasi : Pemodifikasi Kertas 1 2 3 Heksametilenatetramina Kloral hidrat Polimer dibuat dari urea. 5hydroxymethyl-1-aza-3. ethanedial.05.4 2. formaldehyde. dan propionaldehida Tetraetilenapentamina Trietilenatetramina Produk reaksi dari asam oktadekanoat.3. Polymer prepared from urea. Mono.3.

sodium salts 1 2 3 3 4 (2-Alkenil) anhidrida suksinat dalam gugus alkenil Alkil mono.55.4.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. Butyl benzyl phthalate N.3. Oleic acid reacted with N-alkyl(C16–C18) trimethylenediamine sec-Butyl alcohol 5 6 7 8 9 10 11 Butil benzil ftalat Campuran N. Diphenylamine. Disodium N-octadecyl sulfosuccinamate 12 13 14 15 16 17 18 142 .3 Lain-Lain (hydrolyzed soy protein isolate modified by treatment with 3chloro-2-hydroxypropyltrimethyl ammonium chloride) (2-Alkenyl) succinic anhydrides in which the alkenyl groups Alkyl mono. garam natrium Asam lemak (C12–C18) dietanolamida Asam lemak minyak ikan. garam kalium Asam o-ftalat dimodifikasi isolat protein kedelai terhidrolisis Asam oleat direaksikan dengan N-alkil-(C16–C18) trimetilenadiamina sec-Butil alkohol Itaconic acid Xylene sulfonic acid-formaldehyde condensate.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan No Senyawa Nama Indonesia Nama Inggris terhidrolisis (isolat protein terhidrolisis dimodifikasi dengan perlakuan menggunakan 3-kloro2-hidroksipropiltrimetil amonium klorida) 2. and Noleoyl-N-linoleoyl-ethylenediamine mixture 2. potassium salt o-Phthalic acid modified hydrolyzed soy protein isolate. N. dan N-oleoil-Nlinoleoil-etilenadiamina 2.5-Di-tert-butil hidrokuinon Dietanolamina Dietilena glikol monobutil eter Dietilena glikol monoetil eter Dietilenatriamina Difenilamina Dinatrium N-oktadesil sulfosuksinamat. Diethylene glycol monobutyl ether Diethylene glycol monoethyl ether Diethylenetriamine.dan asam disulfonat.and disulfonic acids.N-dioleoil etilenadiamina.3.N-Dioleoylethylenediamine. hydrogenated.5-Di-tert-butyl hydroquinone.N-dilinoeoiletilenadiamina.05. Diethanolamine. terhidrogenasi.Ndilinoeoyl-ethylenediamine. garam natrium Alkohol hidroabietil Asam itakonat Asam ksilena sulfonat formaldehida kondensat. sodium salt Fatty acid (C12–C18) diethanolamide Fish oil fatty acids. N.

sodium salt. garam natrium formaldehida Kondensat asam naphtalena sulfonat garam natriumformaldehida Kondensat glioksal-ureaformaldehida Kopolimer asam stirenametakrilat.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan No Senyawa Nama Indonesia tert-Dodesil tioeter polietilena glikol Nama Inggris 19 20 21 22 tert-Dodecyl thioether of polyethylene glycol Erucamide (erucylamide) Methyl esters of mono-. di-.55.05. potassium salt Erukamida (erusilamida) Ester metil ester mono-. ringan dan tidak berbau Isolat kedelai teroksidasi Isopropanolamina hidroklorida Karbon tetraklorida Komplek miristokromat klorida Kompleks stearato kromik klorida Kondensat asam metil naptalena sulfonat. and tripropylene glycol Polyoxyethylene (minimum 12 moles) ester of tall oil (30%–40% rosin acids) Ethylene oxide Ethylene oxide adduct of mono-(2ethylhexyl) o-phosphate Formaldehyde Glyoxal.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. Glyceryl monocaprate Hexylene glycol (2-methyl-2. di-. garam kalium 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 143 . Napthalene sulfonic acidformaldehyde condensate. sodium salt Glyoxal-urea-formaldehyde condensate Styrene-methacrylic acid copolymer. Petroleum hydrocarbons. dan tripropilena glikol Ester polioksietilena (minimum 12 mol) dari minyak tal (30%– 40% asam rosin) Etilena oksida Etilena oksida pumpunan (adduct) dengan mono-(2etilheksil) o-fosfat Formaldehida Glioksal Gliseril monokaprat Heksilena glikol (2-metil-2.4pentanediol) Hydroabietyl alcohol. light and odorless Oxidized soy isolate Isopropanolamine hydrochloride Carbon tetrachloride Myristochromic chloride complex Stearato chromic chloride complex Methyl napthalene sulfonic acidformaldehyde condensate.4pentanediol) Hidroabietil alkohol Hidrokarbon petroleum.

Dietilenatriamina . or isopropyl) .Sulfanilic acid .Imino-bis-propilamina .BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.Tetraetilenapentamina . propil.Polyamines made by reacting ethylenediamine or trimethylenediamine with didichloropropane . butil.Asam Sulfanilat .Imino-bis-butylamine . amonium atau garam natrium Kopolimer stirena-alil alkohol Ksilen Lilin kandelila Melamin-formaldehida dimodifikasi dengan : . isobutil.55. Sodium diisobutylphenoxy monoethoxy ethylsulfonate Sodium isododecylphenoxy polyethoxy (40 moles) sulfate Sodium xylene sulfonate Sodium methyl siliconate 41 42 43 44 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 144 . ammonium or sodium salt Styrene-allyl alcohol copolymers Xylene Candelilla wax Melamine-formaldehyde modified with : .N′-Bis (hidroksietil) lauramida N.Trietilenatetramina Metil alkohol Minyak kastor.Imino-bis-butilamina .N-Diisopropanolamida asam lemak tal Natrium bis-tridesilsulfosuksinat Natrium diisobutilfenoksidietoksi etil sulfonat. atau isopropil) .Poliamina produk reaksi etilena diamina atau trimetilenadiamina dengan didikloropropana . Natrium diisobutilfenoksi monoetoksi etilsulfonat Natrium isododesilfenoksi polietoksi sulfat (40 mol) Natrium ksilena sulfonat Natrium metil silikonat Maleic anhydride-diisobutylene copolymer. butyl.Triethylenetetramine Methyl alcohol Castor oil. isobutyl. terpolioksietilasi (42 mol etilena oksida) Minyak pinus Monogliserida sitrat N.Imino-bis-ethyleneimine .Alkohol (etil.Tetraethylenepentamine .Imino-bis-etileneimina . propyl.05. Polyoxyethylated (42 moles ethylene oxide) Pine oil Monodiglyceride citrate N.Imino-bis-propylamine .N′-Bis(hydroxyethyl) lauramide N.Alcohols (ethyl.Diethylenetriamine .N-Diisopropanolamide of tallow fatty acids Sodium bis-tridecylsulfosuccinate Sodium diisobutylphenoxy diethoxyethyl sulfonate.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan No Senyawa Nama Indonesia Nama Inggris 40 Kopolimer anhidrida maleat adiisobutilena.

terhidrogenasi Polietilena glikol (200) dilaurat Polimer glioksal-urea Sodium n-dodecylpolyethoxy (50 moles) sulfate Sodium nitrite Sodium N-methyl-N-oleyl taurate Sodium polyacrylate Nickel β-Nitrostyrene α-(p-Nonylphenyl)-omegahydroxypoly (oxyethylene) sulfate.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.55.2dihydroxyethylene-1. ammonium salt α-cis-9-Octadecenyl-omegahydroxypoly (oxyethylene). Poli [2-(dietilamino) etil metakrilat] fosfat.2-dihidroksi etilena-1. garam amonium α-cis-9-Oktadesenil-ωhidroksipoli (oksietilena). Poli(2-aminoetil akrilat nitrat-co2-hidroksipropil akrilat) Poli(N–1. Poly [2-(diethylamino) ethyl methacrylate] phosphate Poly(2-aminoethyl acrylate nitrateco-2-hydroxypropyl acrylate) Methylated poly(N–1.3imidazolidin–2–on) termetilasi Polibutena.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan No Senyawa Nama Indonesia Nama Inggris 56 57 58 59 60 61 62 Natrium n-dodesilpolietoksi sulfat (50 mol) Natrium nitrit Natrium N-metil-N-oleil taurat Natrium poliakrilat Nikel β-Nitrostirena α-(p-Nonilfenil)-ω-hidroksipoli (oksietilena) sulfat.05.3imidazolidin–2–one) Polybutene. hydrogenated Polyethylene glycol (200) dilaurate Glyoxal-urea polymer 63 64 65 66 67 68 69 145 .

ester mono-n-butil. polymer with tetrahydro-4-hydroxy-5-methyl2(1H)pyrimidinone. butil. Vinil butirat. Vinyl stearate. Vinyl sulfonic acid Ethanedial.3-dicarboxylic acid. Vinyl butyrate. Ethylene. Asam metakrilat dan ester metil. Vinyl hexoate. Vinilidena klorida. Dialil fumarat. Mono(2-ethylhexyl) maleate. Siklol akrilat. or propyl esters. Diallyl fumarate. Isobutilena. Methacrylic acid and its methyl. Asam fumarat. 2-Etilheksil akrilat. or octyl esters. Itaconic acid. Vinil stearat. Etilen. Vinyl pelargonate. Vinylidene chloride.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan No Senyawa Nama Indonesia Nama Inggris 70 Polimer : Homopolimer dan kopolimer dari monomer berikut : Akrilamida. Vinil klorida. Vinil heksoat. butyl. Styrene. Vinyl chloride. asam akrilat dan ester metil. atau propilnya. Acrylic acid and its methyl. N(Hidroksimetil) akrilamit. Asam 5-Norbornen-2. etil.55. ethyl. or the hydrogenated product 71 Polimer etanadial dengan tetrahidro-4-hidroksi-5-metil2(1H) pirimidinon. Vinyl crotonate. Monoethyl maleate. Monoetil maleat. Vinil asetat. Vinil pirolidon. Crotonic acid. propil. Divinilbenzena. 2-Hydroxyethyl acrylate. Metilstirena. propoxylated N-[(dimethylamino) methyl] acrylamide polymer with acrylamide dan styrene Polyoxypropylene-polyoxyethylene glycol Polyvinyl alcohol Cationic soy protein (soy protein isolate modified by treatment with 3-chloro-2-hydroxypropyltrimethylammonium chloride). 2Hidroksietil akrilat. Isoprene.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. ethyl. Asam Itakonat. terpropoksilasi Polimer N[(dimetilamino)metil]akrilamida dengan akrilamida dan stirena Polioksipropilena-polioksietilena glikol Polivinil alkohol Protein kedelai kationik (isolat protein kedelai dimodifikasi dengan perlakuan menggunakan 3-kloro-2-hidroksipropiltrimetilamonium klorida) Resin hidrokarbon alisiklik petroleum. Divinylbenzene. Akrilonitril. Asam krotonat. Isobutyl acrylate. Desil akrilat. Dioctyl maleate. etil. Fumaric acid. propyl. Isoprena. 2-Ethylhexyl acrylate. Vinil propionat. Vinyl acetate. 5-Norbornene2.3dikarboksilat. Anhidrida maleat dan ester metil atau butil esternya. Dioktil maleat. Vinil krotonat. Butadiene. Butadiena. Vinil pelargonat.05. Stiren. Isobutylene. Methylstyrene. Vinyl propionate. Vinyl pyrrolidone. butyl. Cyclol acrylate. atau produk terhidrogenasi 72 73 74 75 76 146 . Glycidyl methacrylate. mono-n-butyl ester. atau oktil-nya. Petroleum alicyclic hydrocarbon resins. Maleic anhydride and its methyl or butyl esters. butil. Decyl acrylate. N-(Hydroxymethyl) acrylamide. Isobutil akrilat. Glisidil metakrilat. Mono(2etilheksil) maleat. Acrylonitrile. Asam vinil sulfonat Polymers : Homopolymers and copolymers of the following monomers : Acrylamide.

2-dikarboksi etil)-N-oktadesil sulfosuksinamat α-[p-(1.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan No Senyawa Nama Indonesia Nama Inggris 77 78 79 80 Resin poliamida-epikloro hidrin termodifikasi Resin poliamida-etilenaiminepiklorohidrin Seng stearat Senyawa Imidazolium . metil sulfat Serat kalium titanat N-Sikloheksil-p-toluena sulfonamida Tetranatrium N-(1.3-Tetrametil butil)fenil]-ωhidroksipoli(oksietilena) α-[p-(1.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. methyl sulfates Potassium titanate fibers N-Cyclohexyl-p-toluene sulfonamide.1.1. Tetrasodium N-(1.3.amido tidak jenuh)etil]-4.1.2dicarboxyethyl)-N-octadecyl sulfosuccinamate α-[p-(1.5-dihydro-1-methyl.3. 2–(C17 and C17-unsaturated alkyl)-1–[2– (C18 and C18-unsaturated amido)ethyl]-4.55.3-Tetramethyl butyl)phenyl]-omega hydroxypoly(oxyethylene) α-[p-(1.3Tetramethylbutyl)phenyl or pnonylphenyl]-omegahydroxypoly (oxyethylene) where nonyl group is a propylene trimer isomer Toluene Triethanolamine Triethylenetetramine monoacetate.3-Tetrametilbutil) fenil atau p-nonil fenil]-ω-hidroksi poli (oksietilena).05.3. gugus nonil merupakan isomer trimer propilena Toluena Trietanolamina Trietilenatetramina monoasetat.1.3. sebagian terstearoilasi Polyamide-epichloro hydrin modified resins Polyamide-ethyleneimineepichlorohydrin resin Zinc stearate Imidazolium compounds. partially stearoylated 81 82 83 84 85 86 87 88 147 .5-dihidro-1-metil. 2–(C17 dan C17-alkil tidak jenuh)-1–[2– (C18 dan C18.

6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 No Bahan Tambahan No Senyawa Nama Indonesia Nama Inggris 89 Urea-formaldehida yang secara kimiawi dimodifikasi dengan : . or isopropyl) .Diaminopropane.Diethylenetriamine. . propil. etil.N.Trietilenatetramina Urea-formaldehyde chemically modified with : .3.1 Pewarna : Pewarna Kertas 1 Garam aluminium dan kalsium dari pewarna FD & C pada substrat alumina.5 2.3.N-Oleoil-N'stearoiletilenadiamina . isobutyl.Guanidine. .N.Guanidina .5.Asam aminometilsulfonat . .Imino-bis-butilamina .Aminomethylsulfonic acid.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2B PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. . amonium nitrat Protein kedelai kationik terhidrolisis (isolat protein terhidrolisis dimodifikasi dengan perlakuan menggunakan 3-kloro2-hidroksipropiltrimetil amonium klorida) Poliakrilamida termodifikasi Protein kedelai kationik terhidrolisis (isolat protein terhidrolisis dimodifikasi dengan perlakuan menggunakan 3-kloro2-hidroksipropiltrimetil amonium klorida) Resin hidrokarbon petroleum Aluminum and calcium salts of FD & C dyes on a substrate of alumina.Diaminobutana .N.Etilenadiamina .3.Ethylenediamine.6 Perekat 1 2 148 .Imino-bis-propilamina . Ammonium nitrate.Poliamina yang dibuat dengan mereaksikan etilenadiamina atau trietilenadiamina dengan dikloroetana atau dikloropropana .Polyamines made by reacting ethylenediamine or triethylenediamine with dichloroethane or dichloropropane . . . butyl.5. Cationic soy protein hydrolyzed (hydrolyzed soy protein isolate modified by treatment with 3chloro-2-hydroxypropyltrimethyl ammonium chloride) Modified polyacrylamide Cationic soy protein hydrolyzed (hydrolyzed soy protein isolate modified by treatment with 3chloro-2-hydroxypropyltrimethyl ammonium chloride) Petroleum hydrocarbon resins 2. propyl.Triethylenetetramine 2.Diphenylamine.N-Oleoyl-N'stearoylethylenediamine.Imino-bis-ethylamine.Difenilamina .3.Imino-bis-propylamine.3.Imino-bis-butylamine. .Tetraetilenapentamina .Tetraethylenepentamine .N.3. . . Diaminobutane. isobutil.Alcohol (methyl.Alkohol (metil.N′-Dioleoiletilenadiamina .55.Diaminopropana .Imino-bis-etilamina . butil.3. . .05.2 Pigment stuctural agent 1 2 2.3.N′-Distearoiletilenadiamina . .N'-Distearoylethylenediamine.N'-Dioleoylethylenediamine. atau isopropil) . ethyl.Dietilenatriamina .

IV-A. 30 menit ----- 149 . > 100°C Sterilisasi pada titik didih air I.1 : TIPE PANGAN TIPE BAHAN PANGAN DAN PANGAN OLAHAN I. VII II III. Produk susu dan turunannya : A. kandungan lemak rendah atau tinggi Emulsi minyak dalam air. VII 121°C. IV-B III.1. B. dapat mengandung garam atau gula atau keduanya. Sterilisasi panas suhu tinggi. Emulsi air dalam minyak. produk – produk mengandung air. Produk mengandung air. B. III.1) Pengekstrak Air. V. Mengandung alkohol Non . VIII. mengandung minyak atau lemak bebas. VI. 2 jam -49°C. dapat mengandung garam. termasuk mengandung emulsi air dalam minyak dengan kandungan lemak rendah atau tinggi.alkohol VII. 30 menit 100°C. termasuk emulsi mengandung minyak dalam air dengan kandungan lemak rendah atau tinggi Bersifat asam (pH ≤ 5.0). dapat mengandung garam atau gula atau keduanya.1 PLASTIK TABEL 2. Lemak dan minyak mengandung sedikit air Minuman : A. kandungan lemak rendah atau tinggi II. (suhu dan waktu) Heptana. 2 jam 100°C. (suhu dan waktu) Alkohol 8%. 30 menit -66°C.55. IV.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 TIPE PANGAN DAN KONDISI PENGGUNAAN 2. Produk roti Padat dan kering (tidak memerlukan uji akhir) TABEL 2.0). produk – produk mengandung air.05.2 : PROSEDUR PENGUJIAN DAN SIMULAN PANGAN Tipe Pangan (lihat Tabel 2.1. B. asam atau tidak asam. Tidak bersifat asam (pH ≥ 5.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2C PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00.1. termasuk mengandung emulsi minyak dalam air dengan kandungan lemak rendah atau tinggi. 2 jam 121°C. (suhu dan waktu) Kondisi Penggunaan A.

II. didinginkan hingga 38°C Diisi pada suhu didih. II. IV-B. 24 jam -- -- III. Pengisian panas atau pasteurisasi dibawah 66°C II. II. IV-B Diisi pada suhu didih. (tanpa perlakuan suhu dalam wadah) Penyimpanan beku. III. IV-B. IV-B. atau emulsi minyak dalam air dari kadar lemak tinggi atau rendah. Pengisian panas atau pasteurisasi diatas 66°C II. VI-B III. II. IV-A. 30 menit -- -- 150 . IV-A V. 24 jam --21°C. VII VI-A I. Pengisian suhu ruangan dan disimpan (tanpa perlakuan suhu dalam wadah) I. Penyimpanan dingin. 24 jam --21°C. VII VI-A F. 30 menit 21°C. VI-B III. didinginkan hingga 38°C -66°C. 24 jam 49°C. VII G. (suhu dan waktu) C.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 Kondisi Penggunaan Tipe Pangan (lihat Tabel 2.1) Pengekstrak Air. I. H. 48 jam -21°C. 2 jam --49°C. 15 menit -- V 49°C.05. Mengandung air.VI-B. 38°C. III. IV-B 100°C. I. (suhu dan waktu) Heptana. 30 menit --21°C. 30 menit. siap disajikan untuk dipanaskan kembali dalam wadah pada waktu digunakan: 1. 30 menit ----- --66°C. IV-A 49°C. (suhu dan waktu) Alkohol 8%. IVB. 48 jam --- D. 2 jam ---49°C. 2 jam 66°C.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2C PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. IV-A V VI-A E.55. (tanpa perlakuan suhu dalam wadah) Penyimpanan beku. 15 menit -38°C.1.

Emulsi air dalam minyak. Tidak bersifat asam (pH ≤ 5. kandungan lemak rendah atau tinggi B. Non –alkohol C. 151 . Mengandung sampai 8% alkohol B. III. produk – produk mengandung air.05. Emulsi minyak dalam air. Mengandung air. II. Roti lembab dengan permukaan mengandung minyak atau lemak bebas. 30 menit 49 °C.1: A.1) Pengekstrak Air. gula atau keduanya. produk-produk mengandung air. Mengandung lebih dari 8% alkohol VII. IV-A. (suhu dan waktu) 2.1. 30 menit -- Pengekstrak heptana tidak digunakan untuk wadah yang dilapisi lilin. Roti lembab dengan permukaan tanpa mengandung minyak atau lemak bebas. (suhu dan waktu) Heptana. 2. 2.2 KERTAS DAN KARTON TABEL 2.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 Kondisi Penggunaan Tipe Pangan (lihat Tabel 2.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2C PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. dapat mengandung garam.2. Bersifat asam. termasuk mengandung emulsi minyak dalam air dengan kandungan lemak rendah atau tinggi Produk mengandung air. Hasil ekstraksi heptana harus dibagi faktor 5 dari hasil ekstraksi produk pangan.2.1 : TIPE PANGAN TIPE BAHAN PANGAN DAN PANGAN OLAHAN I.0). mengandung kadar minyak atau lemak bebas tinggi atau rendah 1. IV V.55. VII 100°C. dapat mengandung garam termasuk mengandung emulsi air dalam minyak dengan kandungan lemak rendah atau tinggi. Minuman: A. (suhu dan waktu) Alkohol 8%. asam atau tidak asam. Produk susu dan turunannya: A. Padat kering dengan permukaan mengandung minyak atau lemak bebas. Produk roti selain yang disebut pada tipe pangan VIII dan IX tabel 2. VI. VIII IX Padat kering dengan permukaan tanpa mengandung minyak atau lemak bebas. dapat mengandung garam atau gula atau keduanya. kandungan lemak rendah atau tinggi III. mengandung minyak atau lemak bebas atau berlebih. Lemak dan minyak mengandung sedikit air. B.

30 menit Diisi pada suhu didih.1) Air Suhu dan Waktu Heptana Suhu dan Waktu Alkohol 8% Suhu dan Waktu Alkohol 50% Suhu dan Waktu A. II. 2 jam -49 °C.05. IV-A. didinginkan hingga 38°C Diisi pada suhu didih. VII-A 121°C. 2 jam 121°C.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2C PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. IX D Pengisian panas atau pasteurisasi dibawah 66°C II. 24 jam 49°C. 2 jam ----49°C. IV-B. VI-B. 24 jam 152 . Pengisian panas atau pasteurisasi diatas 66°C II. VII-A V.55.2.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 TABEL 2. Pengisian suhu ruangan dan disimpan (tanpa perlakuan suhu dalam wadah) I. 30 menit ---21°C. IV-A. VII-A V. VI-B. 2 jam ----49°C. Sterilisasi-panas suhu tinggi. IX VI-A VI-C E. 30 menit 21°C. IV-B. VII-B III.2. 24 jam -- -----66°C. VII-B III.2 : PROSEDUR PENGUJIAN DAN SIMULAN PANGAN Pelarut Simulan Pangan Kondisi Penggunaan Tipe Pangan (lihat tabel 2. VII-A 49°C. 30 menit --- ----66°C. 15 menit -38°C. 2 jam ---49°C. 15 menit -- -- V. C. IX VI-A VI-C 49°C. didinginkan hingga 38°C -66°C. 24 jam ---- -66°C. >100°C Sterilisasi air mendidih I. IV-A. VII-B III. VII-A II. IV-B. 2 jam 66°C. VII-B III. 30 menit 38°C. 30 menit -- ------ ------ B. 2 jam 100°C. IV-B. IV-A. 30 menit 100°C. VII-B III.

VII-A I. 48 jam --- G. 30 menit ----21°C. 30 menit --21°C. IV-A. (tanpa perlakuan suhu dalam wadah) III. ikan beku dan ayam beku 153 . IV-A. VII-B VI-A VI-C 21°C. 48 jam ---- --- 21°C.55.1) Air Suhu dan Waktu Heptana Suhu dan Waktu Alkohol 8% Suhu dan Waktu Alkohol 50% Suhu dan Waktu F. VII-B 100°C. Hasil ekstraksi n-heptana harus dibagi faktor 5 dari hasil ekstraksi produk pangan yang mengandung emulsi air dalam minyak atau minyak atau lemak bebas Pelarut heptana tidak diperlukan dalam campuran lapisan polimer-lilin untuk wadah karton bergelombang yang dimaksud untuk penggunaan pengemas besar dari daging beku. 48 jam --21°C. II. (tanpa perlakuan suhu dalam wadah) Penyimpanan beku. I. Mengandung air.2.05. II. 48 jam 21°C. 2. VII-A. 2.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2C PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. Penyimpanan dingin. siap disajikan untuk dipanaskan kembali dalam wadah pada waktu digunakan : 1. VII-A H. Penyimpanan beku. 24 jam 21°C. VII-B III. atau emulsi minyak dalam air dari kadar lemak tinggi atau rendah. IX 100°C. 30 menit 49 °C.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 Pelarut Simulan Pangan Kondisi Penggunaan Tipe Pangan (lihat tabel 2. 30 menit -- -- -- III. 30 menit -- -- 1. VI-B. mengandung kadar minyak atau lemak bebas tinggi atau rendah. II. Mengandung air. 24 jam 21°C. IV-B. IV-B. IV-B. I.

IV-A. Minuman A. Bersifat asam (pH ≤ 5.1) Pengekstrak Air. 2 jam 100°C. dapat mengandung garam.0).3. 2 jam -49°C. Emulsi minyak dalam air. Non . VII 121°C.3 PENUTUP DAN GASKET TABEL 2. 30 menit ----- B. IV. (suhu dan waktu) Heptana. dapat mengandung garam. VIII. (suhu dan waktu) Alkohol 8% (suhu dan waktu) A. Emulsi air dalam minyak. termasuk mengandung emulsi air dalam minyak dengan kandungan lemak rendah atau tinggi. produk – produk mengandung air. asam atau tidak asam.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2C PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. kandungan lemak rendah atau tinggi B. 30 menit 100°C. III. Tidak bersifat asam (pH ≥ 5. mengandung minyak atau lemak bebas.3. VI.1 : TIPE PANGAN TIPE BAHAN PANGAN DAN PANGAN OLAHAN I. VII II III. dapat mengandung garam. Sterilisasi suhu tinggi lebih dari 100°C Sterilisasi air mendidih I. 154 . Produk roti Padat dan kering (tidak memerlukan uji akhir) TABEL 2. 2 jam 121°C.55. Produk susu dan turunannya: A.alkohol VII. kandungan lemak rendah atau tinggi II. Mengandung alkohol B.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 2. 30 menit -66°C. V. termasuk mengandung emulsi minyak dalam air dengan kandungan lemak rendah atau tinggi.2 : PROSEDUR PENGUJIAN DAN SIMULAN PANGAN Kondisi Penggunaan Tipe Pangan (lihat tabel 2. produk – produk mengandung air. gula atau keduanya.0). IV-B III.05.3. Produk mengandung air. gula atau keduanya. termasuk mengandung emulsi minyak dalam air dengan kandungan lemak rendah atau tinggi. Lemak dan minyak mengandung sedikit air.

2 jam ---49°C. 24 jam ---21°C. Pengisian panas atau pasteurisasi diatas 66°C II. 24 jam --21°C. 30 menit --21°C. VII G. disimpan (tanpa perlakuan suhu dalam wadah) II. IV-B. IVB. III. III.BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN 2C PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI NOMOR : HK 00. 15 menit -- D. 30 menit -21°C.6497 TANGGAL : 20 AGUSTUS 2007 Kondisi Penggunaan Tipe Pangan (lihat tabel 2. (suhu dan waktu) Heptana. IV-A 49°C. IV-B Diisi pada suhu didih. (tanpa perlakuan suhu dalam wadah) I.1) Pengekstrak Air. -21°C. IV-A V VI-A -38°C. didinginkan hingga 38°C Diisi pada suhu didih. 48 jam. 24 jam -- -- III. Penyimpanan dingin. VII VI-A I. 30 menit 38°C.05. 30 menit 21°C. II.55. Pengisian panas atau pasteurisasi dibawah 66°C II. (tanpa perlakuan suhu dalam wadah) Penyimpanan beku. 30 menit --- -66°C. VI-B. 48 jam -- E. VI-B III. 2 jam 66°C. 1. IV-A V VI-A F. VI-B III. Pengekstrak heptana tidak digunakan untuk penutup dan gasket yang dilapisi lilin Ditetapkan di Pada tanggal : JAKARTA : 20 Agustus 2007 155 . IV-B.3. 24 jam 49°C. IV-A. didinginkan hingga 38°C Diisi pada suhu didih. Pengisian suhu ruangan. II. 15 menit -- V 49°C. 2 jam --49°C. didinginkan hingga 38°C 66°C. (suhu dan waktu) Alkohol 8% (suhu dan waktu) C. IV-B.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful