Anda di halaman 1dari 2

TIK Mencoba untuk berbagi; beberapa fisiologi yg berkaitan dgn TIK; a.

Tekanan Intrakranial Berbagai proses patologis yang mengenai otak dapat mengakibatkan kenaikan tekanan intracranial yang selanjutnya akan mengganggu fungsi otak yang akhirnya berdampak buruk terhadap kesudahan penderita. Dan tekanan intracranial yang tinggi dapat menimbulkan konsekwensi yang mengganggu fungsi otak dan tentunya mempengaruhi pula kesembuhan penderita. Jadi, kenaikan intracranial (TIK) tidak hanya merupakan indikasi adanya masalah serius dalam otak tetapi justru sering merupakan masalah utamanya. TIK normal pada saat istirahat kira-kira 10 mmhg (136 mm H2O), TIK lebih tinggi dari 20 mmHg dianggap tidak normal dan TIK lebih dari 40 mmHg termasuk dalam kenaikan TIK berat. Semakin tinggi TIK setelah cedera kepala, semakin buruk prognosisnya. b. Doktrin Monro-Kellie Adalah suatu konsep sederhana yang dapat menerangkan pengertian dinamika TIK. Konsep utamanya adalah bahwa volume intracranial selalu konstan karena rongga kranium pada dasarnya merupakan rongga yang tidak mungkin mekar. Secara sederhana; isi tengkorak terdiri atas; Darah (vena & arteri), jaringan otak dan cairan intrakranial yang konstan pd tekanan 10 mmHg. sehingga jika terjadi penambahan isi tengkorak dari salah satu komponen diatas kam menimbulkan penurunan volume pd isi yg lainnya termasuk adanya massa. hal ini akan menyebabkan peningkatan TIK. Doktrin Monro-Kellie : Kompensasi intracranial terhadap masa yang berkembang. Volume isi intracranial akan selalu konstan. Bila terdapat penambahan masa seperti adanya hematoma akan menyebabkan tergesernya CSF dan darah vena keluar dari ruang intracranial dengan volume yang sama, TIK akan tetap normal. Namun bila mekanisme kompensasi ini terlampaui maka kenaikan jumlah masa yang sedikit saja akan menyebabkan kenaikan TIK yang tajam. TIK yang normal tidak berarti tidak adanya lesi masa intracranial, karena TIK umumnya tetap dalam batas normal sampai kondisi

penderita mencapai titik dekompensasi dan memasuki fase ekspansional kurva tekanan-volume. Karenanya semua upaya ditujukan untuk menjaga agar TIK penderita tetap pada garis datar kurva volume-tekanan, dan tidak membiarkannya sampai melewati titik dekompensasi. c. Tekanan Perfusi Otak (TPO) Tekanan perfusi otak (TPO) adalah indicator yang sama pentingnya dengan TIK. TPO mempunyai formula sebagai berikut : TPO = TAR TIK ( TAR = Tekanan arteri rata-rata; Mean arterial pressure ) TPO kurang dari 70 mmHg umumnya berkaitan dengan kseudahan yang buruk pada penderita cedera kepala. Pada keadaan TIK yang tinggi ternyata sangat penting untuk tetap mempertahankan tekanan darah yang normal. Mempertahankan TPO adalah prioritas yang sangat penting dalam penatalaksanaan penderita cedera kepala berat. d. Aliran Darah Otak (ADO) ADO normal kedalam otak kira-kira 50 ml /100 gram jaringan otak per menit. Bila ADO menurun sampai 20-25 ml/100gr/menit maka aktifitas EEG akan hilang dan pada ADO 5 ml/100 gr/menit sel-sel otak mengalami kematian dan terjadi kerusakan menetap. ADO menurun curam bila tekanan arteri rata-rata dibawah 50 mmHg. Dan bila tekanan arteri rata-rata diatas 160 mmHg terjadi dilatasi pasif pembuluh darah otak dan ADO meningkat. Sekali mekanisme kompensasi tidak bekerja dan terjadi kenaikan eksponensial TIK, perfusi otak sangat berkurang, terutama pada penderita yang mengalami hipotensi. Karenanya bila terdapat hematoma intra cranial haruslah dikeluarkan sedini mungkin dan tekanan darah yang adekuat tetap harus dipertahankan.