Anda di halaman 1dari 6

Makalah

PERENCANAAN PROGRAM PELAYANAN KESEHATAN PADA ENDOKARDITIS

Disusun oleh : Adnan Hasyim Malahela 04108705022

Pembimbing: Dr. dr. H. Fachmi Idris, M.Kes

DEPARTEMEN ILMU KESEHATAN MASYARAKAT FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA 2011

HALAMAN PENGESAHAN

Tugas maklah yang berjudul: Perencanaan Program Pelayanan Kesehatan Pada Endokarditis Oleh : Adnan Hasyim Malahela (04108705022)

Telah diterima dan disahkan sebagai salah satu syarat dalam mengikuti kegiatan Kepanitraan Klinik Senior di Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Kedokteran Komunitas, Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya periode 26 September 21 November 2011.

Palembang, 3 Oktober 2011 Pembimbing

Dr. dr. H. Fachmi Idris, M.Kes

PENDAHULUAN
1. Pengertian dan Prevalensi Endokarditis adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri pada endokardium jantung atau pada pembuluh darah besar. Penyakit ini ditandai oleh adanya vegetasi dari bakteri yang menyebabkan endokarditis ini. Sejauh ini belum ada data epidemiologis penduduk tentang prevalensi atau insidensi penyakit endokarditis di Indonesia. Prevalensi yang ada hanya tentang jumlah perkiraan prevalensi endokarditis di masyarakat adalah sekitar 5/100.000 penduduk pertahun, dan meningkat menjadi 150-200/100.000 penduduk pertahun pada penyalahgunaan obat intravena. Endikarditis lebih sering terjadi pada orang dewasa. Sektira 50% kasus yang ada terjadi pada padien dengan umur diatas 50 tahun. Endokarditis lebih sering terjadi pada lakilaki disbanding dengan perempuan. Sedangkan pada anak-anak, endokarditis terjadi pada anak-anak dengan kelainan congenital.

2. Faktor-faktor Penyebab Bakteri (atau jamur) yang terdapat di dalam aliran darah atau yang mencemari jantung selama pembedahan jantung, dapat tersangkut pada katup jantung dan menginfeksi endokardium . Yang paling mudah terkena infeksi adalah katup yang abnormal atau katup yang rusak; tetapi katup yang normalpun dapat terinfeksi oleh bakteri yang agresif, terutama jika jumlahnya sangat banyak. Timbunan bakteri dan bekuan darah pada katup (vegetasi) dapat terlepas dan berpindah ke organ vital, dimana mereka menyebabkan penyumbatan pada aliran darah arteri. Penyumbatan seperti ini sangat serius, karena bisa

menyebabkan stroke, serangan jantung dan infeksi, juga merusak daerah tempat terbentuknya penyumbatan. Faktor resiko endokarditis : Cedera pada kulit, lapisan mulut atau gusi (karena mengunyah atau menggosok gigi), yang memungkinkan masuknya sejumlah kecil bakteri ke dalam aliran darah Gingivitis (infeksi dan peradangan pada gusi), infeksi kecil pada kulit dan infeksi pada bagian tubuh lainnya, bisa bertindak sebagai jalan masuk bakteri ke dalam aliran darah.

Pembedahan tertentu, prosedur gigi dan beberapa prosedur medik juga dapat mempermudah bakteri untuk masuk ke dalam aliran darah.

Contohnya adalah penggunaan infus intravena untuk memasukkan cairan, makanan atau obat-obatan; sitoskopi(memasukkan selang untuk memeriksa kandung kemih)

dan kolonoskopi (memasukkan selang untuk memeriksa usus besar). Katup jantung yang telah mengalami kerusakan

Pada orang yang memiliki katup jantung normal, sel darah putih pada tubuh akan menghancurkan bakteri-bakteri ini. Tetapi katup jantung yang telah mengalami kerusakan bisa menyebabkan bakteri tersangkut dan berkembangbiak disana. Katupj antung buatan Pada katup jantung buatan, bakteri juga bisa masuk dan bakteri ini lebih kebal terhadap pemberian antibiotik. Kelainan bawaan atau kelainan yang memungkinkan terjadinya kebocoran darah dari satu bagian jantung ke bagian jantung lainnya Septikemia Bakteremia (adanya bakteri di dalam darah) yang sifatnya ringan mungkin tidak segera menimbulkan gejala, tetapi bakteremia bisa berkembang menjadi septikemia. Septikemia adalah infeksi berat pada darah, yang sering menyebabkan demam tinggi, menggigil, gemetar dan menurunnya tekanan darah. Pemakai obat-obat suntik, karena mereka sering menggunakan jarum atau larutan yang kotor.Pada pemakai obat suntik dan penderita endokarditis karena

penggunaan kateter berkepanjangan, katup yang sering terinfeksi adalah katup yang menuju ke ventrikel kanan (katup trikuspidalis). Pada sebagian besar kasus lainnya, yang terinfeksi adalah katup yang menuju ke ventrikel kiri (katup mitralis) atau katup yang keluar dari ventrikel kiri (katup aorta). Faktor resiko yang mempengaruhi terjadinya endokarditis ditinjau dari teori Blum dibedakan menjadi empat faktor, yaitu: faktor biologi, faktor lingkungan, faktor pelayanan kesehatan, dan faktor prilaku. Faktor-faktor ini dapat dilihat pada tabel berikut ini.

Tabel. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Terjadinya Endokarditis Faktor Biologi Faktor Lingkungan Faktor Perilaku Faktor Kesehatan Laki-laki beresiko lebih Lingkungan dengan sanitasi kurang baik Cara sikat gigi yang dapat menyebabkan cedera gusi Kurangnya menjaga kebersihan gigi dan mulut. Pemakaian obat-obatan intravena sendiri. Keterlambatan dalam berobat. pada salah Sterilitas alat yang terjaga. Minimnya pengetahuan petugas kesehatan. Kurangnya sarana dan alatPelayanan

kesehatan kurang

besar menderita endokarditis disbanding perempuan. Usia diatas 50 tahun Kelainan katup jantung bawaan

prasarana yang memadai. Keterlambatan dalam diagnosis dan terapi. Kekeliruan dalam diagnosis dan terapi. Tidak program adanya yang

adekuat dalam proses skrining awal penyakit.

3. Faktor yang Paling Berperan Faktor yang sangat berperan mempengaruhi terjadinya endokarditis adalah faktor pelayanan kesehatan.

4. Akar-akar Permasalahan Kurangnya menjaga sterilitas alat-alat kesehatan dan keterlambatan petugas

kesehatan dalam menegakkan diagnosis secara tepat dan memberikan terapi yang adekuat.

5. Akar Masalah Utama Faktor pelayanan kesehatan yang menjadi masalah utama dalam kasus endokarditis adalah keterlambatan dalam mendiagnosis dan memberikan terapi. Hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan petugas kesehatan sehingga pasien yang datang mengalami keterlambatan dalam penegakan diagnosis secara tepat maupun pemberian terapi yang adekuat. Bahkan tidak jarang pasien datang kembali dalam kondisi yang lebih buruk dari sebelumnya atau telah mengalami komplikasi. Oleh karena itu, perlu dilakukan kegiatankegiatan yang dapat menyelesaikan akar masalah tersebut dengan jalan meningkatkan pengetahuan petugas kesehatan dan juga masyarakat mengenai endokarditis.

6. Rencana Program Kegiatan Pilihan program untuk meningkatkan pengetahuan petugas kesehatan, antara lain: 1. Membuat leaflet-leaflet menarik yang berisi informasi terbaru mengenai

endokarditis. 2. Memberikan materi kuliah atau seminar bagi petugas kesehatan mengenai cara

pencegahan dan cara penegakan diagnosis serta penatalaksanaan endokarditis. 3. Memberi saran kepada dinas kesehatan setempat untuk mengadakan materi kuliah

atau seminar, dan pelatihan bagi petugas kesehatan sebagai salah satu program kerja.

Dari program kerja di atas, alternatif terbaik dalam mengatasi kasus endokarditis adalah dengan membuat leaflet-leaflet menarik yang berisi informasi terbaru mengenai endokarditis dan mengadakan pelatihan bagi petugas kesehatan tentang cara pencegahan endokarditis serta bagaimana cara mendiagnosis dan penanganan endokarditis. Umumnya endokarditis dapat terjadi karena kurangnya ketelitian petugas kesehatan dalam mencegah terjadinya endokarditis dan keterlambatan diagnosis dan terapi terjadi karena minimnya pengetahuan petugas kesehatan tentang endokarditis dan kurangnya fasilitas sarana dan prasarana kesehatan yang memadai.