Anda di halaman 1dari 2

tujuan KLT: menentukan banyaknya komponen senyawa, identifikasi senyawa, menentukan efektifitas pemurnian, memantau berawalnya suatu reaksi

untuk mendapatkan data kualitatif, kuantittif, dan preparative. Dipakai untuk mengetahui system penyangga yg cocok untuk kromatografi klt adalah cara pemisahan suatu senyawa murni dalam campuran yang mana didasrkan pada tingkat kepolaran komponen tersebut. Prinsip yg digunakan pada klt ini adalah prinsip adsorpsi dan partisi . dimana senyawa polar akan akan mengelusi senyawa2 nonpolar untuk bergerak ke atas bersama fase geraknya dan senyawa polar akan tertahan dibawah pada fase diamnya. Adapun prinsip lainnya yaitu, senyawa yg memiliki afinitas lebih besar pada fase diamnya akan menempel di fase diamnya , sedangkan yyg memiliki afinitas rendah akan terbawa pada fase geraknya.

Yang perlu diperhatikan pada pemilihan eluen : Fase gerak harus memiliki kemurnian yg sangat tinggi, daya elusi fase gerak diatur agar nila Rf berkisar antara 0.2 0.8, penambahan pelarut yg bersifat polar ke dalam pelarut yg bersifat non polar, akan meningkatkan hrga Rf dengan signifikan, solute ionok dan solute polar sebaiknya digunakan campuran pelarut sebagai fase geraknya. Keuntungan klt : waktu yg dibutuhkan cukup singkat, resolusinya tinggi, identifikasi pemisahan dapat dilakukan dengan pereaksi warna, flouresesi, atau radiasi dengan sinar UV

Tahap KLT : pembuatan plat, penotolan cuplikan, pemilihan adsorben, pemilihan eluen, pemilihan system pengembang yg cocok, pengamatan lokasi bercak, deteksi dan identifikasi bercak. Ada beberapa jenis pengembangan

horizontal p. ganda kontinyu

Landaian

multidimensi

menurun

Ada jenis analisi dalam klt , yaitu analisis kualitatif, analisis kuantitatif Yang mempenagruhi nilai Rf adalah kualitas adsorben, kejenuhan bejana, ketebalan adsorben, tehnik pengembangan, suhu, dan kualitas pelarut.

Identifikasi curcumin dengan KLT