Anda di halaman 1dari 3

V. PEMBAHASAN A.

Penyiapan Larutan Percobaan Untuk Identifikasi Glikosida Pada proses penyiapan larutan percobaan untuk uji identifikasi glikosida, praktikan tidak melakukan proses maserasi yang dibuat dari dari serbuk simplisia Apii Folium dan Digitalis Folium, hal ini tidak dilakukan karena maserat dari serbuk Apii Folium dan Digitalis Folium sudah terlebih dahulu disiapkan oleh staf dosen farmakognosi. Tujuan disiapkannya maserat agar pada praktikum selanjutnya yang dikerjakan oleh praktikan menjadi lebih efisien dan menunjukkan hasil yang signifikan karena yang dipakai yakni maserat yang sudah dibuat oleh tangan para ahli dan maserat memiliki tingkat kemurnian yang tinggi. Hasil maserasi dari Apii Folium dan Digitalis Folium berwarna hijau pekat. Kemudian masingmasing maserat disaring dengan kertas saring yang sebelumnya dijenuhkan dulu dengan air agar memperlancar proses penyaringan. Filtrat yang dihasilkan berwarna hijau kekuningan (untuk Digitalis Folium). Pada filtrate ditambahkan 12,5 ml air dan 12,5 ml Pb (II) asetat 0,4 M, dikocok dan didiamkan beberapa menit, kemudian disaring. Filtrat yang diperoleh dipindahkan ke dalam corong pisah, filtrate di sari sebanyak 3 kali dengan 10 ml campuran yang terdiri dari 6 ml kloroform P dan 4 ml isopropanol P, kemudian dikocok dengan hati-hati. Pada proses penggojogan filtrate dalam corong pisah, katup corong harus tetap terbuka agar proses penggojogan berjalan sempurna tetapi harus dijaga agar filtrate tidak tumpah keluar corong pisah. Fungsi penambahan campuran ini adalah untuk memisahkan endapan-endapan halus yang masih lewat dari hasil penyaringan. Setelah dikocok, akan terjadi dua fase yaitu fase yang lebih keruh berada pada bagian atas, dan fase bening pada bagian bawah. Fase bawah adalah fase klorofom dimana filtrate terlarut didalamnya. Berat jenis kloroform lebih besar dari berat jenis air. Kemudian fase ini dipisahkan dan sisanya kembali disari dengan campuran yang sama sampai 3 kali. Hasil penyarian pada tahap ini berwarna hijau. Filtrat yang telah dihasilkan ditambahkan Na2SO4 anhidrat. Fungsi penambahan Na2SO4 anhidrat ini adalah untuk menarik molekul air yang terdapat dalam sari. Sari kemudian disaring dan filtratnya diuapkan pada suhu tidak lebih dari 500C. Fungsi penguapan ini adalah untuk menguapkan pelarut-pelarut yang digunakan dalam proses penyarian (kloroform,isopranol,etanol). Larutan sisa yang telah diuapkan di atasa penangas air ditambahkan dengan 2 mL methanol P dan didapat hasilnya berupa larutan berwarna hijau dengan timbul endapan yang juga berwarna hijau. Untuk maserat Apii Folium, langkah percobaan juga dilakukan sama halnya dengan Digitalis Folium dan hasil akhir yang didapatkan untuk Apii Folium adalah timbulnya endapan yang berwarna hijau dan larutan yang terbentuk menjadi berwarna hijau juga. B. Uji Identifikasi Umum terhadap Glikosida (Liebermann-Burchard) Percobaan uji identifikasi umum glikosida, sampel serbuk apii tidak menunjukkan hasil pisitif , yaitu terbentuknya warna biru hijau pada larutan, kemungkinan ini dikarenakan kurang sempurnanya proses pembuatan larutan. C. Uji Identifikasi Glikosida Dengan Menggunakan Metode KLT Uji ini tidak dilakukan. D. Uji Identifikasi Terhadap Glikosida Jantung Di dalam uji identifikasi glikosida jantung ada dua hal yang duji, uji tersebut yakni : 1. Uji yang pertama adalah uji adanya aglikon kardenolida. Uji ini dilakukan dengan mengencerka 0,1 ml larutan percobaan dengan 2,9 ml methanol dan ditambah beberapa tetes Baljet LP. Menurut pustaka, uji positif terhadap glikosida ditunjukkan dengan timbulnya warna

jingga atau oranye. Untuk Digitalis Folium tidak terjadi warna jingga seteleh didiamkan selama beberapa menit. Untuk Apii Folium sama halnya dengan dengan Digitalis Folium yang menunjukkan tidak terjadinya warna jingga. Jadi, pada Digitalis Folium dan Apii Folium negatif terhadap uji adanya aglikon kardenolida. 2. Uji yang kedua adalah uji komponen glikon 2 dioksigula. Menurut pustaka, glikosida mengandung glikon 2-dioksigula akan menunjukkan terbentuknya cincin berwarna merah coklat pada batas cairan dan setelah beberapa menit di atas cincin berwarna hijau biru. Setelah dilakukan percobaan sesuai dengan prosedur maka diperoleh hasil larutan Digitalis folium menunjukkan hasil positif, karena telah terbentuk cincin berwarna coklat pada batas cairan, sedangkan untuk larutan Apii Folium menunjukkan hasil yang negatif karena tidak terbentuk cincin berwarna coklat merah pada batas cairan. E. Uji Identifikasi Glikosida Jantung Dengan Menggunakan Metode KLT Uji ini tidak dilakukan. F. Uji Identifikasi Glikosida Flavonoid 1. Pembuatan larutan percobaan. Percobaan ini diawali dengan pembuatan larutan percobaan dengan cara 1000 mg serbuk simplisia Apii Graveolus disari dengan 10 ml methanol selama 10 menit di atas penangas air. Selagi panas, disaring dengan menggunakan kertas saring berlipat, tujuan penyaringan pertama ini adalah untuk memisahkan serat-serat halus yang ada pada ekstraknya. Filtrat diencerkan dengan 10 ml air, kemudian dimasukkan ke dalam corong pisah dan ditambahkan petrolelum eter sebanyak 5 ml. Tujuan penambahan petroleum eter dalam corong pisah untuk memisahkan filtrate dengan metode ekstraksi cair-cair. Selanjutnya dalam corong pisah dilakukan penggojogan dengan hati-hati, didiamkan beberapa saat maka akan terbentuk dua fase yaitu fase atas berwarna bening yakni eter P dan fase bawah berwarna hijau muda yang merupakan fase etanol diuapkan hingga kering, diambil 1 mL dan dilarutkan dalm 5 mL eil asetat. Diambil bagian jernihnya untuk percobaan. 2. Uji Glikosida Pengujian dengan beberapa Reagen seperti FeCl3, Pb asetat dan ammonia. Masing-masing simplisia dibagi 3 sama rata, dan selanjutnya dimasukkan ke dalam tabung reaksi. Digitalis Folium setelah penambahan 2 tetes FeCl3 terjadi perubahan warna dari hijau muda menjadi kuning pucat. Digitalis folium setelah ditambahkan 3 tetes Pb Asetat dari hijau muda menjadi kuning. Digitalis Folium ditambahkan 3 tetes NaOH 0,2N dari hijau muda menjadi kuning.

KESIMPULAN Komponen glikosida terdiri dari glikon dan aglikon, proses pembuatan larutan percobaan menunjukkan hasil dari pengujian glikosida. Pada perobaan uji identifikasi umum glikosida, sampel serbuk apii tidak menunjukkan hasil pisitif , yaitu terbentuknya warna biru hijau pada larutan, kemungkinan ini dikarenakan kurang sempurnanya proses pembuatan larutan. Pada percobaan uji identifikasi terhadap glikosida jantung, larutan serbuk digitalis folium belum menunjukkan hasil positif, karena hasil percobaan mengarah ke negatif, seharusnya terjadi warna jingga, akan tetapi yang terjadi ialah warna pucat putih. Pada percobaan uji identifikasi terhadap glikosida jantung, larutan digitalis folium menunjukkan hasil positif, karena telah terbentuk warna coklat dibawah cairan, kemudian diatasnya terbentuk cincin berwarna hijau kebirun.