Anda di halaman 1dari 3

Hubungan antara Tingkat Pengetahuan Ibu tentang Toilet Training dengan Sikap dan Perilaku Ibu terhadap Penggunaan

Diapers Pada Anak Usia Toddler Asri Rahayu_308112416047 1. Latar belakang Penelitian ini diilhami dari banyaknya penggunaan diapers pada bayi usia 13 tahun. Penelitian ini mencoba menggali apakah ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang toilet training dengan sikap dan perilaku ibu terhadap penggunaan diapers. Belakangan ini banyak dari kalangan ibu muda yang lebih memilih menggunakan diapers untuk anaknya. Bila diapers dulu hanya dikonsumsi oleh kaum elit di Jakarta saja, kini pemakaian diapers sudah mulai merata di kalangan ibu-ibu muda yang mempunyai anak usia 1-3 tahun baik di kota-kota maupun di desa. Diapers tersebut tidak hanya dipakai saat bepergian atau anak jauh dari toilet saja, namun juga digunakan dalam aktivitas sehari-hari. Peneliti juga menemukan anak yang masih menggunakan diapers saat masuk ke play group. Konsep toilet training memang belum banyak dipahami dikalangan masyarakat umum, hal ini disebabkan karena informasi terkait tentang toilet training tidak dikenalkan secara umum di masyarakat sedangkan fenomena yang terjadi di masyarakat akibat dari konsep toilet training yang tidak diajarkan secara benar atau kurang tepat sangatlah tidak sedikit hal ini karena dampak negative yang ditimbulkan tidaklah dapat dilihat secara langsung.Toilet training pada anak merupakan suatu usaha untuk melatih anak agar mampu mengontrol dalam melakukan buang air kecil dan buang air besar. Pelatihan toilet training adalah hal yang penting. Untuk itu anak harus dididik pelatihan penggunaan toilet training, dalam hal ini orang tua harus memahami keadaan anak, tingkat perkembangan, dan cara belajar anak. Belajar untuk menggunakan toilet adalah semacam upacara perjalanan yang membantu anak merasa mandiri. Hal itu memberi anak kekuatan dan kontrol atas tubuh anak, dan membantunya mengambil langkah lagi untuk menjadi individu yang mandiri. Salah satu tanda penting dalam kehidupan awal anak adalah perpindahan dari popok ke

penggunaan toilet. Ini adalah langkah besar untuk semua orang yang terlibat dalam suksesnya pengajaran toilet training pada anak (Warner, 2006). Pengetahuan tentang toilet training sesungguhnya sangat diperlukan bagi ibu-ibu agar dapat mengajarkan toilet training dengan benar pada anaknya. Ibu yang mempunyai tingkat pengetahuan yang baik berarti mempunyai pemahaman yang baik tentang manfaat dan dampak toilet training, sehingga ibu akan mempunyai sikap yang positif terhadap konsep toilet training. Sikap yang baik tentang toilet training dapat diartikan bahwa ibu sudah siap untuk menerapkan toilet training pada anak. Usia toddler merupakan usia emas karena perkembangan anak di usia toddler ini yaitu usia 1-3 tahun mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat cepat. Sehingga apabila di usia toddler ini mengalami hambatan dalam pertumbuhan dan perkembangannya maka akan berpengaruh besar pada kehidupan anak selanjutnya. Salah satu tugas besar pada anak usia toddler ini adalah pelatihan toilet training (Nursalam dkk, 2008). Toilet training pada anak yang dilakukan oleh orang tua merupakan usaha yang susah adalah untuk toddler karena beberapa hal yaitu pada masa usia toddler masih dianjurkan atau kebiasaan untuk memakai diapers sebagai pengganti toilet, sehingga untuk toilet training harus belajar meninggalkan kebiasaan pemakaian diapers dimana anak belum bisa menunjukkan bahasa tubuh yang membedakan apakah buang airnya hanya keinginan atau perasaan atau benar-benar ingin serta buang air. Anak usia toddler yang terbiasa memakai diapers atau pampers dari kecil akan mengalami keterlambatan pada toilet training jika dibandingkan anak yang tidak memakai diapers ketika berhadapan pada tuntutan lingkungan yang mengharuskan anak untuk mampu mengeluarkan sisa makanan dan minuman ditempat yang semestinya yaitu toilet. Keterlambatan anak-anak yang memakai pampers tersebut dinamakan dengan hambatan yang dampaknya akan panjang hingga anak dewasa apabila tidak segera ditangani. Kebiasaan memakai diapers pada anak usia toddler maka anak akan kehilangan masa toilet trainingnya, dan ini membawa dampak pada lingkungan, anak akan tidak percaya pada lingkungan karena ketidakberhasilannya dalam melakukan toilet training (Punky, 2005).

2. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Apakah ada hubungan antara Tingkat Pengetahuan Ibu tentang Toilet Training dengan Sikap dan Perilaku Ibu terhadap Penggunaan Diapers Pada Anak Usia Toddler? 3. Tujuan
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada hubungan antara Tingkat

Pengetahuan Ibu tentang Toilet Training dengan Sikap dan Perilaku Ibu terhadap Penggunaan Diapers Pada Anak Usia Toddler.