Anda di halaman 1dari 4

ANALISIS LOGAM TIMBAL DAN KROM PADA BEDAK TABUR SECARA SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM ANALYSIS OF LEAD (Pb)

AND CHROME (Cr) CONTENT IN FACE POWDER BY ATOMIC ABSORPTION SPECTROPHOTOMETRY Supriyadi Fakultas Farmasi Universitas Setia Budi Jl. Let. Jen. Sutoyo, Mojosongo, Surakarta 57127 ABSTRAK Bedak tabur merupakan kosmetik untuk rias wajah yang dipakai pada hampir setiap wanita dan pemakaiannya hampir setiap hari. Bedak tabur merupakan kosmetik yang berbahaya karena pemakaiannya pada wajah yang kemungkinan akan masuk ke dalam tubuh. Berdasarkan hal tersebut maka bedak tabur harus amam atau tidak mengandung bahan-bahan yang berbahaya. Salah satu parameter untuk mengetahui bedak tabor tersebut aman atau tidak, diketahui dari kandungan logam-logam beratnya misal logam Pb dan Cr. Untuk mengetahui adanya logam Pb dan Cr dilakukan dengan cara sampel bedak tabur diambil sejumlah tertentu dan dilakukan pengabuan, abu yang diperoleh dilarutkan diteruskan penyelidikan kandungan logam-logam tersebut dengan spektrofotometer serapan atom. Berdasarkan hasil penelitian bedak tabur produk dalam negeri dan produk luar negeri semua mengandung logan Pb dan Cr. Produk dalam negeri mengandung Pb dengan kadar 4,6 ppm dan produk luar negeri 7,3 ppm, sedangkan untuk kandungan Cr produk dalam negeri mengandung Cr dengan kadar 4,4 ppm dan produk luar negeri mengandung Cr 5,6 ppm. Kata kunci: bedak tabur , timbal (Pb), krom (Cr)

ABSTRACT Face powder is make up cosmetic used by almost every women everyday. Face powder is a dangerous cosmetic because it is used on face that is possible to enter into the body. So face powder must be safe and does not contain harmful materials. One of the parameters to know whether face powder is safe or not is by knowing the content of the heavy metals, e.g. Pb and Cr. To find out the presence of Pb and Cr, a certain amount of face powder is burned to ash. The obtained ash is dissolved, and the content of heavy metals are analyzed by atomic adsorption spectrophotometer. According to the result of the study, both face powders of domestic product and foreign product contain Pb and Cr. The content of Pb and Cr of domestic products are: 4.6 and 4.4 ppm, and the foreign products are: 7.3 and 5.6 ppm. Key words: face powder, lead (Pb), chrome (Cr)

65

PENDAHULUAN Setiap wanita ingin selalu tampil cantik dan menarik sehingga segala upaya akan dilakukan dan salah satunya adalah menggunakan kosmetik sehingga kosmetik sudah merupakan kebutuhan pokoknya. Para produsen kosmetik akan selalu mempromosikan produknya dengan cara yang sangat menarik untuk menarik konsumennya, bahkan banyak wanita yang memilih / memakai kosmetik tanpa memperhitungkan apakah aman atau tidak untuk dipakai. Bedak tabur adalah bagian dari kosmetik dan kosmetik merupakan sediaan farmasi maka pembuatannya dan bahan penyusunnya harus mengikuti persyaratan keamanan dan kemanfaatanya harus sesuai dengan undang-undang kesehatan. Berdasaarkan hasil investigasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) masih banyak ditemukan sediaan kosmetik yang tidak memenuhi standar yang ditetapkan Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Salah satu persyaratan kosmetik dalam hal ini bedak tabur, adalah kandungan logam-logam berat harus negatif, mengingat bedak tabur digunakan di wajah yang memungkinkan logam berat tersebut masuk ke dalam tubuh. Logam-logam berat disinyalir mempunyai efek toksik karena bersifat karsinogen (penyebab kanker). Logam-logam berat yang mempunyai efek toksik berat antara lain : raksa atau Hg, timbal atau Pb, arsen atau As, kadmium atau Cd, krom atau Cr stibium atau Sb dan titanium atau Ti (Palar, 1994). Adanya logam berat pada bedak tabur diduga berasal dari bahan-bahan yang digunakan untuk pembuatan bedak tabur yang tidak murni atau terkontaminasi oleh logam berat atau senyawanya. Pada umumnya kandungan logam-logam berat pada produk kosmetik adalah kecil, sehingga dampak atau efek yang ditimbulkannya tidak langsung dirasakan oleh penggunanya, dampak atau efek itu akan muncul setelah sekian lama penggunaanya atau beberapa tahun kemudian. Kandungan logam berat yang kecil dalam suatu bahan sukar diketahui atau ditentukan keberadaanya dengan pereaksi-pereaksi kimia pada umumnya, tetapi dapat diketahui keberadaanya dengan spektrofotometri serapan atom (Gunanjar, 1985). Bedak tabur dibuat dari bahan-bahan yang beragam dan bahan-bahan tersebut sangat mungkin tercemar oleh logam berat. Beberapa berita sering menyebutkan bahwa banyak beredar produk-produk kosmetik termasuk bedak tabur yang beredar di masyarakat baik yang berasal dari luar negeri maupun dalam negeri tidak aman digunakan. Salah satu parameter produk kosmetik dinyatakan tidak aman digunakan adalah adanya kandungan logam-logam berat. Berdasarkan kandungan logam beratnya, apakah produk-produk kosmetik yang beredar di masyarakat baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri mengandung logam-logam berat misalnya kadmium, timbal dan krom. METODE PENELITIAN Alat dan Bahan Spektrofotometer serapan atom, neraca analitis, krus vorselin, volume pipet, labu takar, furnace. Bedak tabur dari berbagai merek (produk local & produk impor), larutan standar logam Pb dan Cr, akuabides, asam nitrat.

66

Penyiapan Sampel Diambil sampel yang tersedia masing-masing satu kemasan. Ditimbang secara tepat masing-masing sampel seberat 1 gram lalu dilakukan pengabuan sampai didapatkan abu yang berwarna putih lalu abu dilarutkan, dengan akuades hingga 50,0 ml dan larutan ini siap untuk dianalisis. Penyiapan Larutan standar Dibuat larutan standar masing-masing logam berat dengan konsentrasinya 0,05 sampai 10 ppm kemudian dibaca absorbansinya dengan spektrofotometer serapan atom, lalu dibuat kurva absorbansi versus konsentrasi dari masingmasing logam berat dan dibuat persamaan regresi liniernya dan dicari persamaanya. Analisis Logam Pb dan Cr Pada Bedak tabur Dengan Spektrofotometer Serapan Atom. Masing-masing larutan sampel dilakukan analisis logam Pb dan Cr dengan cara dibaca absorbansinya dengan spektrofotometer serapan atom lalu kadarnya dihitung berdasarkan persamaan regresi linier dari larutan standarnya (Supriyadi, 2008). HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pemeriksaan/identifikasi logam Pb dan Cr dalam sampel bedak tabur dilakukan dengan spektrofotometri serapan atom (SSA) dengan menggunakan lampu katoda yang sesuai dengan logam yang diperiksa. Secara kualitatif semua sampel bedak tabur yang diperiksa mengandung laogam Pb dan Cr. Pada analisis logam Pb digunakan lampu katoda Pb dan semua sampel bedak tabur yang diperiksa menunjukkan adanya absorbansi maka dapat disimpulkan bahwa semua sampel bedak tabur yang diperiksa mengandung logam Pb. Untuk penentuan kuantitatif logam Pb dalam bedak tabur, dibuat larutan standar Pb dengan berbagai konsentrasi, masing-masing dibaca Absorbansinya dengan SSA dan dibuat kurva kalibrasinya. Berdasarkan Absorbansi versus konsentrasi larutan stansar Pb dan didapatkan persamaan regresi linier Y = 0,000451 + 007134 X. Absorbansi logam Pb dari masingmasing sampel diplotkan atau dimasukkan ke persamaan regresi linier tersebut untuk mendapatkan kadar logam Pb dalam sampel bedak tabur yang diperiksa. Rata-rata kadar logam Pb dalam bedak tabur produk dalam negeri 4,6 ppm dan produk luar negeri 7,3 ppm. Pada analisis logam Cr digunakan lampu katoda Cr dan semua sampel bedak tabur yang diperiksa menunjukkan adanya absorbansi maka dapat disimpulkan bahwa semua sampel bedak tabur yang diperiksa mengandung logam Cr. Dari larutan standar Cr, dengan berbagai konsentrasi, masing-masing dibaca Absorbansinya dengan SSA dan dibuat kurva kalibrasi Absorbansi versus konsentrasi dan didapatkan persamaan regresi linier Y = 0,00043 + 0,0295 X dan kadar logam Cr dalam sampel bedak tabur tersebut : produk dalam negeri 4,4 ppm dan produk luar negeri = 5,6 ppm. Logam-logam berat yang ada dalam bedak tabur mungkin berasal dari bahan baku atau juga dari mesin pengolah atau juga memang sengaja ditambahkan untuk kepentingan tertentu misalnya supaya warnanya menarik atau tahan lama.

67

KESIMPULAN Berdasarkan hasil pengujian logam Pb dan Cr yang ada pada bedak tabur, semua sampel bedak tabur mengandung logam Pb dan Cr sehingga bedak tabur tersebut tidak memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh Depkes. RI., yang mensyaratkan kandungan logam-logam berat pada bedak tabur harus negatif. Saran perlu adanya analisis logam berat yang lain dan tindak lanjut hasil penelitian oleh aparat terkait yang berwenang. DAFTAR PUSTAKA Anonim, 2006, Penentuan Kadar Arsen dan Timbal Dalam Pewarna Rhodamine B dan Auramine Secara Spektrofotometri, Online, (http://.www.Cosmetik. Com. Diakses 15 Maret 2006). Depkes. RI., 1995, Farmakope Indonesia, Edisi IV, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta, 8-9, 33. Depkes. RI., 1985, Formularium Kosmetika Indonesia, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta, 195-197. Gunanjar, 1985, Spektrofotometer Serapan Atom, PPNY-Batan, Yogyakarta, 1116. Khopkar S. M., 1990, Konsep Dasar Kimia Analitik, Universitas Indonesia, Press, Jakarta, 133-148. Narsito, 1990, Dasar-Dasar Spektrofotometri Serapan Atom, Laboratorium Analisis Kimia dan Fisika Pusat, Yogyakarta, 16 31, 42. Palar H., 1994, Pencemaran dan Toksikologi Logam berat, Edisi I, PT. Reneka Cipta, Jakarta, 133-148. Sartono, 2001, Racun dan Keracunan, Widya Medika, Jakarta, 120-121, 221. Senzei, AJ., 1997, New Burgers Manual of Cosmetik Analysis, Edisi ke dua, Editorial Comitte, Washington DC 20044, 104. Supriyadi, 2008, Analisis logam Pb Cd dan Cr Dalam Lipstik Secara Spektrofotometri Serapan Atom, Jurnal Kimia Analis dan Teknik Kimia, Fakultas Teknik USB. Wasitaatmadja SM., 1997, Penunutun Ilmu Kosmetik Medik, Universitas Indonesia, Jakarta.

68