Anda di halaman 1dari 1

PITRI RAHAYU (NPM 1106117404) 2011 STRATEGI DAN EFEKTIVITAS ORGANISASI Strategi merupakan penerjemahan dari analisis lingkungan

dan analisis terhadap kemampuan internal atau kapabilitas organisasi, yang selanjutnya diterjemahkan ke dalam struktur organisasi. Pengertian strategi dalam konteks organisasi adalah penetapan berbagai tujuan dan sasaran jangka panjang yang bersifat mendasar bagi sebuah organisasi, yang dilanjutkan dengan penetapan rencana aktivitas dan pengalokasian sumber daya yang diperlukan guna mencapai berbagai sasaran tersebut (A.D Chandler Jr). Bagaimana strategi disusun? 1. Planning mode model rasional (perspektif modern) terdiri dari tiga tahap yaitu: a. analisis (Eksternalthreaths & opportunities key success factors; dan internal strengths & weakness distictive competencies) analisis SWOT b. formalisasi (creation of strategy) dikontrol oleh social responsibility dan managerial values lalu mengevaluasi pilhan c. implementasi. 2. Evolutionary mode emergent strategies Strategi juga merupakan salah satu dari 7 unsure yang mempengaruhi organisasi, yaitu shared value, systems, structure, skills, staffs dan style, dimana masing-masing dimensi tersebut saling berhubungan secara timbal-balik (adaptasi dari model McKinsey). Ada empat dimensi pokok yang terkandung dalam strategi (Robbins, 1990: 125) yaitu inovasi, diferensiasi, jangkauan (breadth) dan cost-control. Tujuan berbeda dengan strategi, dimana tujuan hanya mengacu kepada ends sementara strategi mengacu kepada ends dan means. Tujuan dibedakan menjadi official goals dan operating goals. Tujuan operasional tidak jarang menjadi tolok ukur dalam mengevaluasi kinerja unit atau individu, seperti MBO dan TQM. Perusahaan tidak selamanya memiliki tujuan-tujuan yang koheren dan selaras satu sama lain sehingga perlu membentuk Public Relation (untuk masyarakat dan pemerintah), Customer Service (untuk pelanggan) atau melakukan satisfying. Efektivitas perusahaan. Kesimpulan yang diperoleh sebagai berikut: 1. Efektivitas organisasi tidak bisa diukur dengan kriteria tunggal 2. Fungsi-fungsi yang berbeda dalam organisasi membutuhkan kriteria evaluasi efektivitas yang berbeda 3. Efektivitas organisasi perlu diukur dari aspek proses atau cara (means) maupun aspek hasil (outcome) Tidak ada kriteria efektivitas yang berlaku secara universal. Setidaknya ada empat pendekatan yang berkembang dalam menetapkan kriteria efektivitas yaitu goal attainment (ends), systems ( proses), strategic constituency ( stakeholder) dan competing value (life cycle). Adapun tingkatan dalam penyusunan strategi adalah strategi korporat, level bisnis serta level fungsional. Empat perspektif balance scorecard (financial, pelanggan, proses internal dan learning and growth) mampu menghubungkan strategi dengan efektifitas perusahaan.
Teori dan Aplikasi Organisasi - TUGAS RESUME