Anda di halaman 1dari 7

Nama NIM Asisten

: Ade Rizki Anggraini : 06101010029 : Rice Tanjung

PROSES PEMBUATAN NaOH & KEGUNAANNYA

Proses Pembuatan NaOH Pembuatan NaOH dimulai pada tahun 1853, yaitu ketika soda mulai digunakan

dalam industri secara luas. Dalam pembuatan NaOH dikenal 2 macam proses yang umum digunakan, yaitu : 1. Proses Produksi NaOH dari Lime dan Soda Ash Pada proses ini bahan yang digunakan adalah Soda Ash (Na2CO3) dan Lime (Ca(OH)2). Adapun reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut : Na2CO3 2NaOH + CaCO3+ Ca(OH)2 Metode ini dilakukan sebagai berikut : Larutan Na2CO3 dicampur dengan Ca(OH)2 yang menghasilkan larutan NaOH dan CaCO3
(s).

Setelah dipisahkan maka larutan NaOH dipekatkan untuk menghasilkan konsentrasi

NaOH yang diinginkan. Proses ini dapat dilakukan secara batch maupun kontinue. Pada reaksi di atas digunakan larutan Na2CO3 20 %, sedangkan Ca(OH)2 yang digunakan berupa buburan. Reaksi berlangsung pada temperatur sekitar 85oC. Setelah diaduk selama sekitar 1 jam, kemudian diendapkan di dalam thickener. Larutan hasil pemisahan dari thickener mengandung NaOH dengan kadar 10 12 %. Larutan tersebut kemudian dimasukkan ke dalam evaporator untuk dipekatkan kadar NaOHnya menjadi 50 % dengan konversi 95 96 %. Sedangkan endapan yang keluar sebagai hasil bawah thickener dipompa ke thickener yang lain untuk diambil kandungan NaOH dan Na2CO3 dengan jalan menambahkan air panas ke dalam thickener tersebut. Larutan hasil yang diperoleh adalah larutan encer yang dipakai sebagai make up Na2CO3 20 % (Faith and Keyes, 1957).

2. Proses Produksi NaOH dari Elektrolisa Garam Pada proses pembuatan NaOH dengan cara elektrolisa, reaksi yang tejadi adalah sebagai berikut: 2NaCl + 2H2O 2NaOH + H2 + Cl2 Adapun tahapan tahapan proses elektolisa garam meliputi: a. Proses pemurnian larutan NaCl Sebelum NaCl dikonversikan di dalam sel elektrolisa terlebih dahulu NaCl padat tersebut dilarutkan ke dalam sejumlah air sampai konsentrasi tertentu. Setelah itu barulah dilakukan pemurnian larutan garam dari ion ion Mg2+, Ca2+, Fe3+, dan SO42- dengan menambahkan reagen BaCl2, NaOH, dan Na2CO3 dalam bentuk larutan. Dengan demikian ion ion tersebut bereaksi dan menghasilkan endapan yang dibuang pada rotary drum filter.

b. Proses elektrolisa larutan NaCl Larutan NaCl dimasukkan ke dalam reaktor sel elektrolisa. Dalam sel elektrolisa larutan garam dialiri arus listrik searah (DC), sehingga akan mengakibatkan terurainya NaCl menjadi Na+ dan Cl-. Dengan penambahan air akan terbentuk NaOH disertai pembentukan gas H2. Proses elektrolisa sendiri dapat dilakukan dengan 3 macam cara :

1. Proses elektrolisa dengan sel diaphragma Dalam sel diaphragma yang dipakai sebagai anoda adalah grafit dan sebagai katoda digunakan besi atau platina. Diaphragma dibuat dari asbes mudah dilalui ion ion tapi sukar dilalui oleh molekul. Diaphragma ini memisahkan memisahkan anoda dan katoda. Dengan adanya arus searah, pada anoda diperoleh gas Cl2 dan pada katoda diperoleh gas H2 Reaksi : NaCl Na+ + Cl-

H2O H+ + OHAnoda : 2Cl- Cl2 + 2e Katoda : 2H2O + 2e H2 + 2OHNa+ + OH- NaOH Konsentrasi NaCl yang diizinkan adalah 340 350 g/liter yang pada hakekatnya adalah larutan jenuh. Sel bekerja pada suhu 85oC (Faith and Keyes, 1972). Diaphragma umumnya diganti setiap empat kali pergantian anoda. Umur anoda biasanya sekitar 365 hari. Pada saat ini telah digunakan diafragma dan elektroda yang telah dimodifikasi sehingga memiliki efisiensi yang lebih tinggi dan umur penggunaan yang lebih lama yaitu mencapai 8-10 tahun. Larutan NaOH yang dihasilkan adalah 11,3 15 %. 2. Proses sel elektrolisa dengan sel membrane Sel membran memakai membran semipermeabel untuk memisahkan anoda dan katoda. Membran ini hanya mengijinkan ion Na+ untuk melewatinya dan mencegah ion OH-. Pemakaian ini dimaksudkan untuk mencegah ion OH- dan Clmasuk ke dalam ruangan katoda. Membran terbuat dari bahan polimer seperti perfluoro sulfonie acid polimer dan perfluorocarboxylic acid polimer. Sel membran menghasilkan NaOH yang lebih murni dan lebih tinggi konsentrasinya bila dibandingkan dengan sel diaphragma, yaitu sebesar 28 %. Sel membran ini telah diterapkan dalam industri secara komersiil tetapi terlalu mahal. 3. Proses elektrolisis dengan menggunakan sel merkuri Di dalam sel mercuy, yang dipakai sebagai katoda adalah merkuri yang dialirkan pada bagian dasar sel, sedangkan sebagai anoda dipakai grafit. Larutan NaCl yang telah dimurnikan dialirkan diantara kedua elektroda tersebut dan membentuk NaHg pada katoda dan gas Cl2 pada anoda. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut : Reaksi : NaCl Na+ + ClAnoda : 2Cl- Cl2 Katoda : NaHg 2Na+ + Hg+ + 2e

Larutan NaCl sebagai umpan masuk ke dalam sel elektrolisa pada suhu 60 70 C dengan konsentrasi NaCl 340 350 g/liter. Amalgam (NaHg) yang dihasilkan mengalir ke dekomposer dan dikontakkan dengan air secara counter current sehingga dihasilkan NaOH 50 % dan gas H2. Reaksi : 2NaOH + H2 + Hg2NaHg + H2O
o

NaOH digunakan di berbagai bidang industri. Kebanyakan digunakan sebagai basa dalam produksi bubur kayu (pulp) dan kertas, tekstil, air minum, sabun, dan detergent. Spesifikasi Bahan

A. BAHAN BAKU

Air Laut pH : 7,5 8,4 Densitas : 1,020 1,029 kg/m3 Komposisi (Kirk and Othmer, 1949) NaCl : 2,68 % wt MgCl2 : 0,32 % wt MgSO4 : 0,22 % wt CaSO4 : 0,12 % wt KCl : 0,07 % wt NaBr : 0,008 % wt H2O : 96,582 % wt

Sodium Klorida Rumus molekul : NaCl Berat molekul : 58,454 kg/kmol Bentuk : kristal Titik lebur : 800,8oC

Titik didih : 1465oC Spesific gravity : 2.165 Densitas : 2,16 gr/ cm3 Hardness : 2,5 Index bias : 1,554 Kelarutan dalam air, g NaCl/100 ml Pada suhu 25o C : 35,9 Pada suhu 30o C : 36,3 Pada suhu 80o C : 38,4 Panas pelarutan dalam 1 kg air (25oC) : 3,757 kJ/mol PH dalam larutan : 6,7 7,3 Komposisi NaCl : min. 95 % H2O : maks. 2.6 % Ca : maks. 0,3 % Mg : maks 0.3 % SO4 : maks 0.3 %

Air Rumus molekul : H2O Berat molekul : 18,0153 g/mol Densitas dan fase : 0,998 g/ cm3 (cairan pada 20oC) 0,92 g/ cm3 (padatan) Titik lebur : 0oC (273,15 K) (32 F) Titik didih : 100oC (373,15 K) (212 F) Kalor jenis : 4.184 J/ kg.K

B. PRODUK

Sodium Hidroksida Rumus molekul : NaOH Berat molekul : 24,8 kg/kmol

Bentuk : Padat Titik didih normal : 1390oC Kelarutan dalam air : 111 gr/100 ml (20oC) Spesific gravity : 2,13 Densitas : 2,1 gr/cm3 Komposisi % berat NaOH : min. 98 % NaCl : maks. 0,03 %

Hidrogen Rumus molekul : H2 Berat molekul : 2,016 kg/kmol Kenampakan : gas tidak berwarna Titik lebur : -259,1oC Titik didih : -252,7oC Titik kritis : 32,97 K (pada 1,293 MPa) Kapasitas Kalor (pada 25oC) : 28,836 joule/ mol K Kalor penguapan : 0,904 Kj/mol Massa jenis : 0,08988 gr/l\

Klorin Rumus molekul : Cl2 Berat molekul : 70,91 kg/kmol Kenampakan : gas tidak berwarna Titik lebur : -101,5oC Titik didih (1 atm) : -34,4oC Densitas dry gas (STP) : 3,209 g/L Densitas liquid (0oC ,366,5 kPa) : 1468,4 g/L Massa jenis (g/l) : 3,2 Tekanan kritis : 1118,36 psia Suhu kritis : 416,9 K (pada 7,991 MPa) Panas laten : 287,4 J/g Komposisi % mol : 99,8 %

C. BAHAN PEMBANTU

Asam Klorida Rumus molekul : HCl Berat molekul : 36,47 Spesific gravity 20oC : 1,1593 Bentuk : cair Komposisi % berat : 33%

Kegunaan NaOH NaOH adalah basa yang paling umum digunakan dalam laboratorium kimia, penetral asam. Kegunaan yang lain adalah sebagai katalis dalam proses transesterifikasi metanol dan trigliserida, serta membantu mengurangi zat warna dari kotoran yang berupa getah minyak bumi. NaOH juga digunakan dalam industri serat dan plastik, untuk industri rayon, gelas, petrokimia, pupuk, bahan peledak, zat pelarut dan bahan bahan kimia lain.