Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PRAKTIKUM

KARAKTERISTIK V I SEMIKONDUKTOR

Nama NPM Fakultas Departemen Kode Praktikum Tanggal Praktikum

: Erlangga Rizki Fauzi : 1006758294 : Teknik : Teknik Sipil : LR03 : 5 Oktober 2011

Unit Pelaksana Pendidikan Ilmu Pengetahuan Dasar (UPP-IPD)

Universitas Indonesia

I. Tujuan
Melihat karakteristik hubungan beda potensial (V) dengan arus listrik (I) pada suatu semikonduktor

II. Peralatan
- Bahan semikonduktor - Amperemeter - Voltmeter - Variable power supply

- Camcorder - Unit PC beserta DAQ dan perangkat pengendali otomatis

III. Landasan Teori


Semikonduktor adalah sebuah bahan dengan konduktivitas listrik yang berada di antara insulator dan konduktor. Sebuah semikonduktor bersifat sebagai insulator pada temperatur yang sangat rendah, namun pada temperatur ruangan besifat sebagai konduktor. Bahan semikonduksi yang sering digunakan adalah silikon, germanium, dan gallium arsenide. Ada dua jenis semikonduktor yaitu intrinsik dan ekstrinsik. Untuk kelompok ekstrinsik terdapat dua jenis/tipe semikonduktor yaitu semikonduktor tipe-p dan semikonduktor tipe-n. Bahan semikonduktor yang banyak dipelajari dan secara luas telah dipakai adalah bahan silikon (Si). Semikonduktor sangat berguna dalam bidang elektronik, karena

konduktansinya yang dapat diubah-ubah dengan menyuntikkan materi lain (biasa disebut materi doping). Salah satu alasan utama kegunaan semikonduktor dalam elektronik adalah sifat elektroniknya dapat diubah banyak dalam sebuah cara terkontrol dengan menambah sejumlah kecil ketidakmurnian. Ketidakmurnian ini disebut dopant.

Doping

sejumlah

besar

ke

semikonduktor

dapat

meningkatkan

konduktivitasnya dengan faktor lebih besar dari satu milyar. Dalam sirkuit terpadu modern, misalnya, polycrystalline silicon didop-berat seringkali digunakan sebagai pengganti logam. Alat Semikonduktor atau semiconductor devices, adalah sejumlah komponen elektronik yang menggunakan sifat-sifat materi semikonduktor, yaitu Silikon, Germanium, dan Gallium Arsenide. Alat-alat semikonduktor zaman sekarang telah menggantikan alat thermionik (seperti tabung hampa). Alat-alat semikonduktor ini menggunakan konduksi elektronik dalam bentuk padat (solid state), bukannya bentuk hampa (vacuum state) atau bentuk gas (gaseous state). Alat-alat semikonduktor dapat ditemukan dalam bentuk- bentuk dicrete (potongan) seperti transistor, diode, dll, atau dapat juga ditemukan sebagai bentuk terintegrasi dalam jumlah yang sangat besar (jutaan) dalam satu keping Silikon yang dinamakan Sirkuit terpadu (IC).

IV. Langkah Kerja


Eksperimen rLab ini dapat dilakukan kemudian lakukan dengan klik cara masuk ke VI http://sitrampil.ui.ac.id/elaboratory Semikonduktor dan LR03karakteristik langkah

berikut:

1. Perhatikan halaman web percobaan karakteristik VI semi konduktor 2. Berikan beda potensial dengan memberi tegangan V1.

3. Aktifkan power supply/baterai dengan mengklik radio button di sebelahnya. 4. Ukur beda potensial dan arus yang terukur pada hambatan!

5. Ulangi langkah 3 hingga 5 untuk beda potensial V2 hingga V8

V. Data Pengamatan
Data yang diperoleh adalah sebagai berikut:

V1

V2

V3

V4

V5

V6

V7

V8

V(volt) 0.46 0.46 0.46 0.46 0.46 0.94 0.94 0.94 0.94 0.94 1.38 1.38 1.38 1.38 1.38 1.87 1.87 1.87 1.87 1.87 2.29 2.28 2.29 2.28 2.28 2.87 2.87 2.87 2.86 2.86 3.20 3.19 3.18 3.19 3.18 3.64 3.63 3.62 3.61 3.61

I(mA) 3.58 3.58 3.58 3.58 3.58 7.49 7.49 7.49 7.49 7.49 11.40 11.40 11.08 11.40 11.40 15.64 15.64 15.64 15.31 15.64 19.22 19.88 19.22 19.55 19.88 25.42 26.07 26.07 26.39 26.72 28.67 29.33 29.65 29.65 29.98 34.86 34.86 35.84 36.49 36.49

VI. Pengolahan Data


Rata-rata beda potensial yang terukur tiap pengukuran:

V1

V2

V3
V4

V5

V6

V7

V8

Lalu, besar beda potensial rata-ratanya:

Nilai rata-rata arus yang terukur tiap pengukuran adalah: I1

I2

I3
I4

I5

I6

I7

I8

Lalu, besar arus rata-ratanya adalah:

Perhitungan untuk nilai hambatan yang didapat dari pengujian adalah. V=IxR

Dengan memasukkan nilai Vrata-rata dan Irata-rata maka didapat besar hambatannya adalah sebagai berikut:

Di bawah ini adalah grafik yang menunjukkan hubungan antara beda potensial ratarata dan arus rata-rata.

Grafik antara Arus dan Beda Potensial


4.5 4 3.5 3 2.5 2 1.5 1 0.5 0 0 5 10 15 20 25 30 35 40 Linear (V vs I) V vs I

y=0,101x+0,2486

Nilai hambatan semikonduktor: V = R I y = mx+ b

x (I)
3,58 7,49 11,34 15,57 19,55 22,13 29,46 35,71 144,83
i i-

y (V)
0,46 0,94 1,38 1,87 2,28 2,87 3,19 3,62 16,61

x
12,82 56,10 128,50 242,55 382,20 489,91 867,66 1275,06 3454,80

y
0,21 0,88 1,90 3,50 5,22 8,21 10,16 13,12 43,21

x.y
1,65 7,04 15,64 29,12 44,65 63,44 93,91 129,33 384,78

m=

= 0,101

b =

-( -

= 0,2486

VII. Analisa
1. Analisa Percobaan Percobaan dilakukan dengan tujuan mempelajari hubungan antara beda potensial (V) dan arus listrik (I) pada suatu semikonduktor. Pertama-tama praktikan mengaktifkan webcam lalu mengukur beda potensial dan arus yang terukur pada hambatan. Setelah mendapatkan semua data tersebut, praktikan akan mencari berapa nilai dari hambatan yang digunakan pada percobaan tersebut. Namu, pada saat percobaan video tidak bisa diaktifkan sehingga praktikan tidak dapat mengontrol besarnya beda potensial yang akan terukur. 2. Analisa Hasil

Data yang didapat dari percobaan ini adalah sebagai berikut:


V(volt) 0.46 0.46 0.46 0.46 0.46 0.94 0.94 0.94 0.94 0.94 1.38 1.38 1.38 1.38 1.38 1.87 1.87 1.87 1.87 1.87 2.29 2.28 2.29 2.28 2.28 2.87 2.87 2.87 2.86 2.86 3.20 3.19 3.18 3.19 3.18 3.64 3.63 3.62 3.61 3.61 I(mA) 3.58 3.58 3.58 3.58 3.58 7.49 7.49 7.49 7.49 7.49 11.40 11.40 11.08 11.40 11.40 15.64 15.64 15.64 15.31 15.64 19.22 19.88 19.22 19.55 19.88 25.42 26.07 26.07 26.39 26.72 28.67 29.33 29.65 29.65 29.98 34.86 34.86 35.84 36.49 36.49

V1

V2

V3

V4

V5

V6

V7

V8

Dari data pengamatan yang saya dapatkan, saya bisa memperoleh besar hambatan semikonduktor dengan jalan memasukkan data-data tersebut ke dalam persamaan

hukum ohm. Hukum ohm menyatakan bahwa Kuat arus yang melalui penghantar sebanding dengan beda potensial pada kedua uju g pe gha tar. V=IR

Pada semikonduktor dapat digunakan rumus pada hukum ohm karena semikonduktor dapat bersifat baik sebagai isolator dan konduktor dan itu semua bergantung pada suhu. Apabila sedang dalam kondisi sebagai konduktor maka pada semikonduktor itu terdapat hambatan. Pengaruh temperatur pada semikonduktor berpengaruh pada perhitungan konsentrasi dari elektron bebas atau hole.

3. Analisa Grafik

Grafik antara Arus dan Beda Potensial


4.5 4 3.5 3 2.5 2 1.5 1 0.5 0 0 5 10 15 20 25 30 35 40 Linear (V vs I) V vs I

y=0,101x+0,2486

Dari grafik diatas dapat dilihat hubungan antara beda potensial dan arus. Grafik tersebut merupakan kurva linier. Semakin besar arus yang diberikan maka beda potensialnya pun makin besar. Hal ini menyatakan bahwa arus berbanding lurus dengan beda potensial. Berdasarkan grafik, kita dapat mengetahui nilai gradien dari kurva linier tersebut. Disebutkan bahwa nilai gradien adalah 0,101. Nilai gradien disini menunjukkan besar hambatan semikonduktor yang kita cari.

VIII. Kesimpulan
Semikonduktor merupakan bahan yang dapat bersifat isolator maupun konduktor. Semikonduktor sangat berguna dalam bidang elektronik karena nilai konduktansinya yang dapat diubah dengan menyuntikkan materi lain. Untuk mencari besar hambatan pada semikonduktor dapat digunakan hukum ohm yaitu: Hubungan antara beda potensial (V) dan arus (I) adalah berbanding lurus. Semakin besar beda potensial maka arus yang dihasilkan juga semakin besar. Semikonduktor dipengaruhi oleh suhu. Semakin tinggi suhu maka sifat konduktor menjadi lebih kuat, sebaliknya jika suhu rendah maka sifat isolator yang menjadi lebih kuat

IX. Referensi
Tipler, P.A.,1998, Fisika untuk Sains dan Teknik-Jilid 2 (terjemahan), Jakarta : Penebit Erlangga Halliday, Resnick, Walker; Fundamentals of Physics, 7th Edition, Extended Edition, John Wiley & Sons, Inc., NJ, 2005 www.wikipedia.com