Anda di halaman 1dari 3

Etil p-metoksi sinamat (EPMS) adalah salah satu senyawa hasil isolasi rimpang kencur (Kaempferia Galanga L.

) yang merupakan bahan dasar senyawa tabir surya yaitu pelindung kulit dari sengatan sinar matahari. EPMS termasuk dalam golongan senyawa ester yang mengandung cincin benzena dan gugus metoksi yang bersifat nonpolar dan juga gugus karbonil yang mengikat etil yang bersifat sedikit polar sehingga dalam ekstraksinya dapat menggunakan pelarut-pelarut yang mempunyai variasi kepolaran yaitu etanol, etil asetat, metanol, air, dan heksana. Dalam ekstraksi suatu senyawa yang harus diperhatikan adalah kepolaran antara pelarut dengan senyawa yang diekstrak, keduanya harus memiliki kepolaran yang sama atau mendekati (Firdausi, 2009). Kencur (Kaempferia galanga L.; East-Indian Galangal), adalah terna aromatik yang tergolong kedalam famili Zingiberaceae (temutemuan).Adapun klasifikasi terna kencur sebagai berikut: Kingdom : Plantae Subkingdom : Tracheobionta Superdivisio : Spermatophyta Divisi : Magnoliophyta Kelas : Liliopsida Sub-kelas : Commelinidae Ordo : Zingiberales Familia : Zingiberaceae Genus : Kaempferia Spesies : Kaempferia galanga L. Kencur (Kaempferia galanga L.) banyak digunakan sebagai bahan baku obat tradisional (jamu), fitofarmaka, industri kosmetika, penyedap makanan dan minuman, rempah, serta bahan campuran saus rokok pada industri rokok kretek. Secara empirik kencur digunakan sebagai penambah nafsu makan, infeksi bakteri, obat batuk, disentri, tonikum, ekspektoran, masuk angin, sakit perut. Minyak atsiri didalam rimpang kencur mengandung etil sinnamat dan metil p-metoksi sinamat yang banyak digunakan didalam industri kosmetika dan dimanfaatkan sebagai obat asma dan anti jamur (Rostiana et al, 2005). Rimpang kencur mempunyai aroma yang spesifik. Di dalam rimpang kencur terdapat banyak zat yang dapat dimanfaatkan.Kandungan senyawa kimia dari rimpang kencur antara lain minyak atsiri berupa sineol sebanyak 0.02%, asam metil kanil, pentadekana, ester etil sinamat, asam sinamat, borneol, kamfena, paraeumarina, asam anisat, alkaloid, gom mineral sebanyak 13.7% dan pati 4.14%.Kandungan minyak atsiri dalam rimpang kencur yaitu 2-4% yang terdiri dari etil sinamat, etil p-metoksisinamat, p-metoksi stirena, npentadekana, borneol, kamfen, 3,7,7-trimetil bisiklo [4,1,0] hept-3-ena (J.J. Afriastini, 1990). Analisis Etil Parametoksi Sinamat dari Rimpang Kencur yang dilakukan meliputi karakterisasi pada : 1. Bentuk Kristal di bawah mikroskop

Caranya dengan membuat preparat Kristal dengan meneteskan aquades pada Kristal di atas objek gelas.Bentuk Kristal Etil p-sinamat di bawah mikroskop terlihat seperti padatan jarum-jarum putih kecil yang tidak beraturan.

2. Uji jarak lebur Uji jarak lebur menggunakan mikroskop khusus yang terdapat thermometer. Cara pengukuran jarak lebur dengan meletakkan gelas objek yang telah diberi Kristal di bawah lensa okuler mikroskop. Selanjutnya dilakukan pengamatan kapan Kristal etil p-sinamat meleleh. Dalam praktikum, Kristal etil psinamat mempunyai jarak lebur 47 o- 48 o C tidak berbeda jauh dengan teori yang menyatakan jarak lebur Kristal etil p-sinamat 48-48,5 o C (Bachtiar,2005).

3. Uji kelarutan Dilakukan uji kelarutan terhadap berbagai pelarut dengan beragam kepolaran Petroleum eter (PE), etanol 95%, air. Hasil uji kelarutan menunjukkan bahwa Kristal Larut dalam PE dengan berat Kristal 40,7 mg dalam 38 tetes, Larut dalam etanol dengan berat Kristal 102,4 mg dalam 58 tetes, Larut dalam PE dengan berat Kristal 102,9 mg tidak larut sama sekali. Hal ini menunjukkan bahwa Kristal etil p-sinamat cenderung bersifat nonpolar sehingga lebih mudah larut dalam pelarut nonpolar (Petroleum eter). 4. Kromatografi Lapis Tipis sistem kromatografi Fase diam Silika gel 60 F 254 Fase gerak Toluol 100% Pembanding Pembanding Kencur ( senyawa murni etil parametoksi sinamat ) Pereaksi semprot anisaldehid H2SO4;panaskan 105 o C selama 5 menit Larutan uji berasal dari Kristal yang dilarutkan ke dalam etanol 95%. Setelah itu lalu plat dielusi dengan jarak pengembangan 8 cm. Lempeng silika yang dipakai merupakan lempeng silika gel yang memakai pengikat gypsum tanpa ada F254, artinya lempeng tersebut tidak akan berpendar bila dilihat dibawah sinar UV 254 nm. Hal ini

disebabkan pengamatan akan dilakukan pada sinar UV 366nm. Digunakan fase gerak toluol karena berdasarkan literatur fase gerak inilah yang mampu mengelusi larutan uji dan pembanding dengan baik. Untuk deteksi digunakan pereaksi semprot anisaldehid asam sulfat yang dilanjutkan dengan pemanasan. Pereaksi semprot ini dipilih karena tujuan dari KLT adalah untuk mengidentifikasi ada tidaknya etil para metoksi sinamat dalam sampel, dan diharapkan dapat mengisolasinya dalam keadaan sebagai senyawa murni. Etil para metoksi sinamat merupakan minyak atsiri, dan anisaldehid asam sulfat adalah pereaksi yang baik untuk pengamatan minyak atsiri, zat pedas, zat pahit dan saponin. Tujuan dari pemanasan adalah mempercepat terjadinya reaksi antara sampel dengan pereaksi. Setelah dielusi lalu dilakukan pengamatan di bawah sinar UV 254 dan UV 366 nm.

REFERENSI Anonim1.2009. Ethyl p-methoxhy cinnamate-Compound summary,Diakses pada 17 Desember 2009 ,[www.pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/summary/summary.egi/cid=5281783]. Anonim2. 1977. Materia Medika Indonesia jilid I. Departemen Kesehatan RI : Jakarta Asyar, 2009, Isolasi etil-p-metoksi sinamat dari kencur (kaemferia galanga l.) dan sintesis asam pmetoksisinamat sintesis turunannya dan penetapan struktur, diakses 17 desember 2009, [http://asyharstf08.wordpress.com/2009/12/11/isolasi-etil-p-metoksi-sinamat-dari-kencur-kaemferiagalanga-l-dan-sintesis-asam-p-metoksisinamat-sintesis-turunannya-dan-penetapan-struktur/]. Bachtiar, Ujang Yuyut , 2005, Konversi Etil P-Metoksisinamat Menjadi Asam P Metoksisinamat Dengan Iradiasi Gelombang Micro Melalui Media Kalium Karbonat, Undergraduate Theses of Airlangga University, Surabaya. Firdausi, Nur Indah., 2009, Isolasi Senyawa Etil Para Metoksi Sinamat (Epms) dari Rimpang Kencur Sebagai Bahan Tabir Surya Pada Industri Kosmetik, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Jurusan Kimia Universitas Negeri Malang, Malang Otih Rostiana, Rosita SMD, Mono Rahardjo dan Taryono, 2005, Budidaya Tanaman Kencur, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatika, Yogyakarta