Anda di halaman 1dari 9

TAHAPAN EKSPLORASI 201 1

Kegiatan eksplorasi adalah kegiatan yang menunjang peran pokok dalam melokalisasi atau menemukan daerah yang mempunyai potensi tambang yang bernilai ekonomis. Menentukan suatu daerah prospek adalah merupakan tahapan yang penting dalam kegiatan eksplorasi. Dalam kaitan dengan batubara, eksplorasi batubara merupakan suatu proses kegiatan untuk menentukan lokasi endapan batubara yang prospek untuk dikembangkan, dimana selama pelaksanaan program akan dilakukan

pengambilan contoh batubara (coal sampling) untuk dievaluasi dan dianalisis di laboratorium baik dengan pendekatan analisis kimia maupun analisis fisika agar kualitas dan kuantitas batubara tersebut dapat diketahui dengan pasti (Blayden and Goodwin, 1982). Dalam melakukan kegiatan eksplorasi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan: 1. Tujuan Eksplorasi, antara lain untuk mengetahui : Melokalisasi suatu endapan bahan galian : Eksplorasi pendahuluan/prospeksi dan Eksplorasi detail Endapan/bijih yang dicari : sulfida, timah, bauksit, nikel, emas/perak, endapan golongan C, dll. Sifat tanah dan batuan : untuk penambangan, untuk konstruksi, dll. 2. Studi Kepustakaan, dilakukan untuk mendapatkan data-data tentang : a) Peta dasar sudah tersedia/belum. b) Peta geologi/topografi (satelit, udara, darat).
1 FRANS EDWARD RICARDO (072.08.020)

TAHAPAN EKSPLORASI 201 1


c) Analisis regional : Sejarah, Struktur/tektonik, dan Morfologi d) Laporan-laporan penyelidikan terdahulu. e) Teori-teori dan metode-metode lapangan yang ada. f) Geografi : Kesampaian daerah (desa/kota terdekat, transportasi), Iklim/musim (cuaca, curah hujan/banjir), Sifat angin, keadaan laut, gelombang, dll., Tumbuhan, binatang, dan Komunikasi g) Sosial budaya dan adat istiadat : Sifat penduduk, Kebiasaan, Pengetahuan/pendidikan, Mata pencaharian, dll. h) Hukum : Pemilikan tanah, Ganti rugi, dan Perizinan 3. Pemilihan Metode, metode eksplorasi yang digunakan umumnya dikelompokkan menjadi tiga, yaitu : 1. Cara tidak langsung : Geofisika dan Geokimia.

2 FRANS EDWARD RICARDO (072.08.020)

TAHAPAN EKSPLORASI 201 1

2. Cara langsung : Pemetaan langsung dan Pemboran.

3. Gabungan cara langsung dan tak langsung

Untuk memilih metoda eksplorasi batubara yang harus dilakukan, sangat ditentukan oleh beberapa faktor antara lain: Kondisi umum keadaan endapan batubara tersebut Hasil penelitian geologi dan geofisik yang telah ada sebelum kegiatan eksplorasi dimulai Bentuk informasi/data yang diharapkan dari setiap tahapan eksplorasi Eksplorasi tidak hanya berupa kegiatan sesudah penyelidikan umum itu secara positif menemukan tanda-tanda adanya letakan bahan galian, tetapi pengertian eksplorasi itu merujuk kepada seluruh urutan golongan besar pekerjaan yang terdiri dari :

Peninjauan (reconnaissance atau prospeksi atau penyelidikan umum) dengan tujuan mencari prospek, Penilaian ekonomi prospek yang telah diketemukan Tugas-tugas menetapkan bijih tambahan di suatu tambang Di Indonesia sendiri nama-mana dinas atau divisi suatu organisasi

perusahaan,

lembaga

pemerintahan

serta

penelitian

memakai

istilah

eksplorasi untuk kegiatannya yang mencakup mulai dari mencari prospek sampai menentukan besarnya cadangan mineral. Sebaliknya ada beberapa negara, misalnya Perancis dan Uni Soviet (sebelum negara ini bubar) yang menggunakan istilah eksplorasi untuk kegiatan mencari mineralisasi dan
3 FRANS EDWARD RICARDO (072.08.020)

TAHAPAN EKSPLORASI 201 1


prospeksi untuk kegiatan penilaian ekonomi suatu prospek (Peters, 1978). Selanjutnya istilah eksplorasi mineral yang dipakai berarti keseluruhan urutan kegiatan mulai mencari letak mineralisasi sampai menentukan cadangan insitu hasil temuan mineralisasi. Kegiatan eksplorasi meliputi teknik geologi dan teknik geofisika (geophysical technique). Pada kegiatan teknik geologi, diantaranya membuat lintasan (traverse), pemetaan geologi (geological mapping), penampang terukur stratigrafi (stratigraphical measuring section), pemetaan topografi (topographical mapping), pemboran dan pengambilan contoh (drilling and sampling). Pada umumnya teknik pemetaan geologi, lintasan dan penampang terukur stratigrafi kurang dipergunakan sesudah tahap peninjauan awal (survey tinjau), prospeksi atau eksplorasi pendahuluan dikarenakan batubara umumnya lapuk kalau tersingkap dipermukaan dan sebagian besar lapisan batubara terdapat dibawah permukaan. Tahapan eksplorasi batubara sebagaimana tercantum dalam Standar Nasional Indonesia, Amandemen 1 SNI 13-50141998, tentang Klasifikasi Sumberdaya dan Cadangan Indonesia, umumnya dilaksanakan dalam beberapa tahap: 1. Survey Tinjau

Survey tinjau merupakan tahap eksplorasi batubara yang paling awal dengan tujuan untuk mengidentifikasi daerah-daerah yang mengandung endapan batubara yang prospek untuk diselidiki lebih lanjut. Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini meliputi studi geologi regional, interpretasi potret udara, geofisika, dan peninjauan lapangan pendahuluan. Sebelum dilakukan kegiatan survey tinjau, perlu dilakukan:
4 FRANS EDWARD RICARDO (072.08.020)

TAHAPAN EKSPLORASI 201 1


Studi Literatur, sebelum memilih lokasi-lokasi eksplorasi dilakukan

studi terhadap data dan peta-peta yang sudah ada (dari survei-survei terdahulu), catatan-catatan lama, laporan-laporan temuan dll, lalu dipilih daerah yang akan disurvei. Setelah pemilihan lokasi ditentukan langkah berikutnya, studi faktor-faktor geologi regional dan provinsi metalografi dari peta geologi regional sangat penting untuk memilih daerah eksplorasi, karena pembentukan endapan bahan galian dipengaruhi dan tergantung pada proses-proses geologi yang pernah terjadi, dan tanda-tandanya dapat dilihat di lapangan.
Survey dan Pemetaan, jika peta dasar (peta topografi) dari daerah

eksplorasi sudah tersedia, maka survei dan pemetaan singkapan (outcrop) atau gejala geologi lainnya sudah dapat dimulai (peta skala 1 : 200.000 sampai 1 : 50.000). Tetapi jika belum ada, maka perlu dilakukan pemetaan topografi lebih dahulu. Kalau di daerah tersebut sudah ada peta geologi, maka hal ini sangat menguntungkan, karena survei bisa langsung ditujukan untuk mencari tanda-tanda endapan yang dicari (singkapan), melengkapi peta geologi dan mengambil conto dari singkapan-singkapan yang penting.

2.

Prospeksi

Pada tahap ini, dilakukan pemilihan lokasi daerah yang mengandung endapan batubara yang potensial untuk dikembangkan dengan tujuan untuk mengidentifikasi sebaran dan potensi endapan batubara yang akan menjadi target eksplorasi selanjutnya. Pemboran uji pada tahap ini bertujuan untuk mempelajari stratigrafi regional atau litologi, khususnya di daerah yang mempunyai indikasi adanya endapan batubara. Jarak antar titik bor berkisar dari 1000 sampai 3000 meter. Pada tahap ini peta yang dipakai mulai dari 1:50.000 sampai 1:25.000
5 FRANS EDWARD RICARDO (072.08.020)

TAHAPAN EKSPLORASI 201 1

3.

Eksplorasi Pendahuluan batubara yang meliputi jarak titik pengamatan, ketebalan,

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memperoleh gambaran awal tentang endapan kemiringan lapisan, bentuk, korelasi lapisan, sebaran, struktur geologi dan sedimen, kuantitas dan kualitasnya. Jarak antar titik bor berkisar 500 1000 meter, skala peta yang digunakan mulai dari 1: 25.000 sampai 1:10.000. Sesuai dengan Keputusan Direktur Jendral Pertambangan Umum No. 661.K/201/DDJP/1996 tentang Pemberian Kuasa Pertambangan, Laporan Kuasa Pertambangan Penyelidikan Umum perlu dilampiri dengan beberapa peta: Peta lokasi/situasi Peta geologi lintasan dan singkapan (skala 1:25.000)

Peta kegiatan penyelidikan umum, termasuk lokasi sumur uji, parit uji, pengambilan contoh batubara (skala 1:10.000)

Peta anomali geofisika, bila dilakukan (skala 1:10.000) Peta penyebaran endapan batubara dan daerah prospek (skala 1:10.000) Peta wilayah rencana peningkatan Kuasa Pertambangan Penampang sumur uji Penampang parit uji Penampang lubang bor Dari kegiatan ini akan dihasilkan model geologi, model penyebaran endapan, gambaran mengenai cadangan geologi, kadar awal, dll. dipakai untuk menetapkan apakah daerah survei yang bersangkutan memberikan harapan baik (prospek) atau tidak. Kalau daerah tersebut mempunyai prospek yang baik maka dapat diteruskan dengan tahap eksplorasi selanjutnya.

6 FRANS EDWARD RICARDO (072.08.020)

TAHAPAN EKSPLORASI 201 1


4. Eksplorasi Rinci

Setelah tahapan eksplorasi pendahuluan diketahui bahwa cadangan yang ada mempunyai prospek yang baik, maka diteruskan dengan tahap eksplorasi detail (White, 1997). Kegiatan utama dalam tahap ini adalah sampling dengan jarak yang lebih dekat (jarak antar titik bor 200 meter), yaitu dengan memperbanyak sumur uji atau lubang bor untuk mendapatkan data yang lebih teliti mengenai penyebaran dan ketebalan cadangan (volume cadangan), penyebaran kadar/kualitas secara mendatar maupun tegak. Dari sampling yang rapat tersebut dihasilkan cadangan terhitung dengan klasifikasi terukur, dengan kesalahan yang kecil (<20%). Sebelum dilakukan kegiatan ini, dilakukan terlebih dahulu studi kelayakan dan amdal, geoteknik, serta geohidrologi. Skala peta yang digunakan adalah 1:2.000 sampai 1:500. Pengetahuan atau data yang lebih akurat mengenai kedalaman, ketebalan, kemiringan, dan penyebaran cadangan secara 3Dimensi (panjang-lebar-tebal) serta data mengenai kekuatan batuan sampling, kondisi air tanah, dan penyebaran struktur (kalau ada) akan sangat memudahkan perencanaan kemajuan tambang, lebar/ukuran bahwa bukaan atau kemiringan lereng tambang. Juga penting untuk merencanakan produksi bulanan/tahunan dan pemilihan peralatan tambang maupun prioritas bantu lainnya. Sesuai dengan Keputusan Direktur Jendral Pertambangan Umum No. 661.K/201/DDJP/1996 tentang Pemberian Kuasa Pertambangan, Laporan Kuasa Pertambangan Eksplorasi perlu dilampiri dengan ebberapa peta: Peta lokasi/situasi Peta topografi (skala 1:500 sampai 1:2.000) Peta kegiatan eksplorasi, meliputi lokasi singkapan batubara, sumur uji, parit uji, pemboran, dan pengambilan contoh batubara (skala 1:2.000 sampai 1:10.000) Peta geologi daerah (skala 1:500 sampai 1:2.000)
7 FRANS EDWARD RICARDO (072.08.020)

TAHAPAN EKSPLORASI 201 1


Peta penyebaran endapan batubara (skala 1:500 sampai 1:2.000) Peta perhitungan 2 dimensi batubara (skala 1:500 sampai 1:2.000) Peta penyebaran kualitas, antara lain nilai kalori, kandungan abu, dan kandungan sulphur (skala 1:500 sampai 1:2.000) Peta isopach tanah penutup (skala 1:500 sampai 1:2.000) Peta isopach ketebalan lapisan batubara (skala 1:500 sampai 1:2.000) Peta kontur struktur (skala 1:500 sampai 1:2.000) Penampang geologi Penampang bor Penampang/sketsa singkapan batubara Penampang perhitungan cadangan batubara Fotokopi hasil analisis contoh batubara dari laboratorium Peta wilayah rencana peningkatan dan atau penciutan Kuasa Pertambangan

Dari disimpulkan

uraian

tentang tahapan kegiatan eksplorasi kegiatan penyelidikan lapangan

diatas, dapat untuk

bahwa

bertujuan

mendapatkan data tentang sifat fisik-mekanik batuan, struktur geologi dan kondisi air tanah sampai dengan kedalaman rencana penambangan. Secara spesifik harus dibuat laporan struktur geologi meliputi litologi, geometri dan kemiringan dari formasi lapisan batubara, geometri dan komposisi struktur major seperti patahan, serta domain dan orientasi dari bidang-bidang diskontinuitas. Demikian juga dengan data geoteknik terutama sifat fisik dan mekanik dari over burden, interburden, lapisan batubara dan batuan alas. Gambaran tentang data level air tanah, permeabelitas dan aliran air tanah
8 FRANS EDWARD RICARDO (072.08.020)

TAHAPAN EKSPLORASI 201 1


artesis yang diperoleh pada waktu kegiatan pengeboran dan pemasangan piezometer perlu juga dibuat dalam laporan tertulis.

9 FRANS EDWARD RICARDO (072.08.020)