Anda di halaman 1dari 25

KI1101 - KIMIA DASAR TERMOKIMIA

Ahmad Faiz Nasshor NIM : 16510255


Kelompok B Shift 3.2.

Tanggal Percobaan Tanggal Pengumpulan Nama Asisten

: 27 Oktober 2010 : 3 November 2010 : Ilma

LABORATORIUM KIMIA DASAR PROGRAM STUDI KIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

2010 LAPORAN PERCOBAAN KIMIA TERMOKIMIA


I. Tujuan Percobaan 1. Membuktikan bahwa setiap reaksi kimia selalu disertai perubahan energi 2. Menentukan kalor reaksi yang diukur dengan percobaan sederhana

II. Teori Dasar Termokimia adalah cabang dari ilmu kimia yang memperlajari perubahan kalor dalam sebuah reaksi kimia. Terdapat 3 hukum termokimia : Perubahan energi internal dalam sistem (E) sebanding dengan panas yang diserap sistem, dan kerja yang dilakukan sistem. Entropi dari semesta meningkat ketika perubahan reaksi spontan terjadi. Entropi dari zat murni yang telah dikristalisasi pada suhu 0 oK dianggap 0.

Ketika percobaan dilakukan dengan volume tetap, kerja yang dilakukan sistem dapat diabaikan sehingga perubahan entalpi H sebanding dengan perubahan energi U. Kalorimeter adalah alat yang penting dalam termokimia. Keistimewaannya adalah tak ada pertukaran kalor dengan lingkungan. Meski demikian, ada pertukaran antara kalorimeter dengan isinya, sehingga kalorimeter perlu diukur. Tetapan kalorimeter adalah jumlah kalor yang diserap kalorimeter untuk menaikkan suhu 1 oC. Satuan tetapan kalorimeter adalah J/oK. Ada beberapa cara untuk menentukan tetapan kalorimeter, jika 2 cairan yang dipakai untuk pengukuran kalorimeter memiliki T cukup besar, dan jika temperatur kedua cairan hampir sama. III. Alat dan Bahan Alat : 1. Kalorimeter 2. Termometer 3. Kertas grafik 4. Penggaris 5. Buret 6. Glass Beaker 7. Pembakar bunsen

8. Labu ukur 50 cm3 Bahan : 1. Air 2. CuSO4 1M 3. Zn(s)

4. Etanol 5. HCL 2M 6. NaOH 2,05 M 7. NH4OH 2,05 M 8. CH3COOH

IV. Cara Kerja 1. Percobaan 1 : Penentuan tetapan kalorimeter Air dingin sebanyak 25 cm3 dimasukkan ke dalam kalorimeter dan dicatat suhunya. Diambil air yang lain, sebanyak 25 cm3, lalu dipanaskan dalam gelas kimia hingga 50oC. Air panas tersebut didiamkan hingga suhunya turun sampai 10 oC diatas suhu kamar, lalu dicatat suhunya. Kedua jenis air tersebut dicampur di dalam kalorimeter, lalu diaduk. Air campuran dalam kalorimeter tersebut dicatat suhunya selama 10 menit dengan selang setiap 1 menit. Dibuat kurva pengamatan temperatur terhadap waktu untuk menentukan suhu campuran pada saat t=0 detik dengan metode regresi linear. 2. Percobaan 2 : Penentuah kalor reaksi Zn(s) + CuSO4 (aq) Larutan CuSO4 1M sebanyak 50 cm3 dimasukkan ke dalam kalorimeter yang telah dihitung tetapan kalorimeternya. Suhu larutan dalam kalorimeter tersebut dicatat selama 2 menit dengan selang menit untuk mencari suhu larutan pada saat 0 menit dengan metode regresi linear. Lalu dimasukkan bubuk Zn(s) sebanyak 3 gram ke dalam kalorimeter tersebut. Temperatur campuran tersebut dicatat selama 10 menit dengan selang 1 menit. Dibuat grafik perubahan temperatur terhadap waktu untuk menentukan suhu campuran pada saat t=0 detik dengan metode regresi linear. 3. Percobaan 3 : Penentuan kalor pelarutan Etanol dalam Air

Diambil air lalu dimasukkan dalam buret dan diukur suhunya. Diambil etanol dengan lalu dimasukkan dalam buret dan diukur suhunya. Air sebanyak 18 cm3 dialirkan dari buret ke dalam glass beaker. Etanol sebanyak 29 cm3 dialirkan dari buret ke dalam glass beaker. Kedua campuran dimasukkan dalam kalorimeter lalu dikocok. Kemudian campuran larutan tersebut diukur suhunya selama 4 menit dengan selang waktu

menit. Percobaan ini diulang sebanyak 5 kali berikutnya, dengan perbandingan mol air dan mol etanol yang bervariasi, (5:1, 8:1, 10:1, 20:1, dan 30:1). Lalu H pelarutan pada setiap perbandingan mol campuran dihitung dan digambar dalam grafik untuk mencari H pelarutan pada pebandingan mol etanol : mol air adalah 0. 4. Percobaan 4 : Penentuan kalor penetralan HCl dan NaOH Larutan HCL 2M sebanyak 25 cm3 dimasukkan ke dalam kalorimeter dan dicatat suhunya. Kemudian larutan NaOH 2,05 M sebanyak 25 cm3 dimasukkan ke dalam kalorimeter. Setelah kedua laritan tercampur, suhunya diukur selama 5 menit dengan selang menit. Kemudian hasil pengukuran suhu digambar dalam grafik untuk dicari suhu campuran pada saat t=0 menit dengan menggunakan regresi linear. Kemudian H penetralan untuk reaksi ini dihitung dengan asumsi bahwa larutan adalah 1,03 g/cm3 dan kalor jenisnya adalah 3,96 J/g oK. 5. Percobaan 5 : Penentuan kalor penetralan NH4OH dan HCl Larutan HCL 2M sebanyak 25 cm3 dimasukkan ke dalam kalorimeter dan dicatat suhunya. Kemudian larutan NH4OH 2,05 M sebanyak 25 cm3 dimasukkan ke dalam kalorimeter. Setelah kedua laritan tercampur, suhunya diukur selama 5 menit dengan selang menit. Kemudian hasil pengukuran suhu digambar dalam grafik untuk dicari suhu campuran pada saat t=0 menit dengan menggunakan regresi linear. Kemudian H penetralan untuk reaksi ini dihitung dengan asumsi bahwa larutan adalah 1,065 g/cm 3 dan kalor jenisnya adalah 3,96 J/g oK. 6. Percobaan 6 : Penentuan kalor penetralan CH3COOH dan NaOH Larutan CH3COOH 2M sebanyak 25 cm3 dimasukkan ke dalam kalorimeter dan dicatat suhunya. Kemudian larutan NaOH 2,05 M sebanyak 25 cm3 dimasukkan ke dalam kalorimeter. Setelah kedua laritan tercampur, suhunya diukur selama 5 menit dengan selang menit. Kemudian hasil pengukuran suhu digambar dalam grafik untuk dicari suhu campuran pada saat t=0 menit dengan menggunakan regresi linear. Kemudian H penetralan untuk reaksi ini dihitung dengan asumsi bahwa larutan adalah 1,098 g/cm3 dan kalor jenisnya adalah 4,02 J/g oK.

V. Data Pengamatan (Data langsung saat percobaan, terlampir) 1. Percobaan 1 : Penentuan tetapan kalorimeter : 26o C : 59o C

Temperatur air dingin (T1) Temperatur air panas (T2)

Temperatur air dingin + air panas (T3) : 39,4o C


Waktu (menit) Suhu ( C)
o

1 39

2 38.5

3 38,5

4 38,25

5 38,1

6 38

7 37,9

8 37,7

9 37,5

10 37,2

2.

Percobaan 2 : Penentuan kalor reaksi Zn(s) + CuSO4 (aq) Temperatur awal larutan CuSO4 = 25,75oC Tetapan Kalorimeter Temperatur Zn(s) + CuSO4 (aq)
Waktu (menit) Suhu ( C)
o

= 38,31 J/oK = 3 54,5 4 55 5 55,25 6 55 7 55 8 54,75 9 54,5 10 54,5

1 52

2 53,5

3.

Percobaan 3 : Penentuan kalor pelarutan Etanol dalam Air Temperatur awal air = 26o C = 9,03 J/oK = Suhu pada saat t = x menit. (dalam oC ) 1 1,5 2 2,5 3 3,5 30,75 30,75 30,75 30,75 30,75 30,5 35 33 32,75 32,75 32,75 32,75 32,5 32,75 32,75 32,75 32,75 32,5 32,5 32,5 32,5 32,5 32,4 32,25 30,5 30,75 30,75 30,5 30,5 30,5 29 29 29 29 29 29 4 30,5 32,75 32,5 32 30,5 29 Temperatur awal etanol = 24,5o C Tetapan Kalorimeter Temperatur campuran Volume (ml) Vair Vetanol 18 29 27 19,3 36 14,5 36 11,6 36 5,8 45 4,8 0,5 31 33 32 32,5 30 29

4.

Percobaan 4 : Penentuan kalor penetralan HCl dan NaOH Temperatur awal larutan HCL = 27oC

Temperatur awal larutan NaOH Tetapan Kalorimeter Temperatur HCl(aq) + NaOH(aq)


Waktu (detik) Suhu ( C)
o

= 27oC = 48,58 J/oK = 120 34 150 34 180 34 210 34 240 34 270 34 300 34

30 32

60 34

90 34,5

5.

Percobaan 5 : Penentuan kalor penetralan HCl dan NH4OH Temperatur awal larutan HCL Temperatur awal larutan NH4OH Tetapan Kalorimeter Temperatur HCl(aq) + NH4OH(aq)
Waktu (detik) Suhu ( C)
o

= 26oC = 26oC = 48,58 J/oK = 120 28,5 150 28,5 180 28,5 210 28,5 240 28,5 270 28,5 300 28,5

30 28,5

60 28,5

90 28,5

6.

Percobaan 6 : Penentuan kalor penetralan CH3COOH dan NaOH Temperatur awal larutan CH3COOH Temperatur awal larutan NaOH Tetapan Kalorimeter Temperatur CH3COOH (aq) + NaOH(aq)
Waktu (detik) Suhu ( C)
o

= 26oC = 27oC = 48,58 J/oK = 150 180 210 240 33 270 33 300 33

30 33

60 33,5

90 33,5

120 33,5

33,25 33,25 33,25

VI. Pengolahan Data 1. Percobaan 1 : Penentuan tetapan kalorimeter Grafik Perubahan suhu air dan kalorimeter terhadap waktu
39 38.6

Suhu (o C)

38.2 37.8 37.4 37 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Suhu

waktu (menit)

Berdasarkan grafik, didapat persamaan regresi : y = -0,17x + 39,01

Sehingga dapat diperkirakan bahwa suhu air dan kalorimeter pada saat t=0 adalah 39,01o C. Kalor yang diserap air dingin =

Kalor yang diberikan oleh air panas =

Kalor yang serap oleh kalorimeter =

Tetapan Kalorimeter, k =

2.

Percobaan 2 : Penentuan kalor reaksi Zn(s) + CuSO4 (aq) Persamaan reaksi : Zn(s) + CuSO4 (aq)Cu(s) + ZnSO4 (aq) + energi

Grafik Perubahan suhu larutan ZnSO4 (aq) terhadap waktu


56 55 54

Suhu (o C)

53 52 51 50 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Suhu

waktu (menit)

Berdasarkan grafik, didapat persamaan regresi : y = 0,18x + 53.38

Sehingga dapat diperkirakan bahwa suhu larutanZnSO4(aq) pada saat t=0 adalah 53.38 o C. Kalor yang diserap kalorimeter =

Kalor yang diserap larutan =

Kalor yang dihasilkan reaksi =

Berdasarkan stoikiometri, reaksi ini melibatkn 0,040 mol zat, sehingga entalpi reaksi Zn(s) + CuSO4 (aq),Hr =

/mol

3.

Percobaan 3 : Penentuan kalor pelarutan etanol dan air Grafik Suhu campuran 18 ml air dan 29 ml etanol :

Grafik Perubahan suhu campuran 18 ml air + 29 ml etanol terhadap waktu

29.6 29.5 29.4 29.3 29.2 29.1 29 28.9 28.8 28.7 0.5 1 1.5 2 2.5 3 waktu (menit) 3.5 4

Suhu (o C)

Suhu

Berdasarkan regresi linear, didapat pesamaan regresi : y = -0.083x + 29,25 Sehingga didapat bahwa suhu campuran pada saat t=0 adalah 29,25 oC Kalor yang diserap air, qair:

Kalor yang diserap etanol, qetanol :

Kalor yang diserap kalorimeter, qkalorimeter :

Kalor yang dihasilkan :

H per mol :

Grafik Suhu campuran 27 ml air dan 19,3 ml etanol : Grafik Perubahan suhu campuran 27 ml air + 19,3 ml etanol terhadap waktu
31.05 31 30.95

Suhu (o C)

30.9 30.85 30.8 30.75 30.7 0.5 1 1.5 2 2.5 3 3.5 4 Suhu

waktu (menit)

Berdasarkan regresi linear, didapat pesamaan regresi : y = -0,07x + 31.03 Sehingga didapat bahwa suhu campuran pada saat t=0 adalah 31.03oC Kalor yang diserap air, qair:

Kalor yang diserap etanol, qetanol :

Kalor yang diserap kalorimeter, qkalorimeter :

Kalor yang dihasilkan :

H per mol :

Grafik Suhu campuran 36 ml air dan 14,5 ml etanol : Grafik Perubahan suhu campuran 36 ml air + 14,5 ml etanol terhadap waktu
35 30 25

Suhu (o C)

20 15 10 5 0 0.5 1 1.5 2 2.5 3 3.5 4 Suhu

waktu (menit)

Berdasarkan regresi linear, didapat pesamaan regresi : y = 31 Sehingga didapat bahwa suhu campuran pada saat t=0 adalah 31oC Kalor yang diserap air, qair:

Kalor yang diserap etanol, qetanol :

Kalor yang diserap kalorimeter, qkalorimeter :

Kalor yang dihasilkan :

H per mol :

Grafik Suhu campuran 36 ml air dan 11,6 ml etanol : Grafik Perubahan suhu campuran 36 ml air + 11,6 ml etanol terhadap waktu
31.6 31.5 31.4 31.3 31.2 31.1 31 30.9 30.8 30.7 0.5 1 1.5 2 2.5 3 3.5 4 Suhu

Suhu (o C)

waktu (menit)

Berdasarkan regresi linear, didapat pesamaan regresi : y = -0.14x + 31,57 Sehingga didapat bahwa suhu campuran pada saat t=0 adalah 31,57oC Kalor yang diserap air, qair:

Kalor yang diserap etanol, qetanol :

Kalor yang diserap kalorimeter, qkalorimeter :

Kalor yang dihasilkan :

H per mol :

Grafik Suhu campuran 36 ml air dan 5,8 ml etanol : Grafik Perubahan suhu campuran 36 ml air + 5,8 ml etanol terhadap waktu
29.3 29.25 29.2

Suhu (o C)

29.15 29.1 29.05 29 28.95 28.9 28.85 0.5 1 1.5 2 2.5 3 3.5 4 Suhu

waktu (menit)

Berdasarkan regresi linear, didapat pesamaan regresi : y = -0,07x + 29,28 Sehingga didapat bahwa suhu campuran pada saat t=0 adalah 29,58oC Kalor yang diserap air, qair:

Kalor yang diserap etanol, qetanol :

Kalor yang diserap kalorimeter, qkalorimeter :

Kalor yang dihasilkan :

H per mol :

Grafik Suhu campuran 45 ml air dan 4,8 ml etanol : Grafik Perubahan suhu campuran 45 ml air + 4,8 ml etanol terhadap waktu
29 28 27 26 25 24 23 22 21 20 0.5 1 1.5 2 2.5 3 3.5 4 Suhu

Suhu (o C)

waktu (menit)

Berdasarkan regresi linear, didapat pesamaan regresi : y = 28 Sehingga didapat bahwa suhu campuran pada saat t=0 adalah 28oC Kalor yang diserap air, qair:

Kalor yang diserap etanol, qetanol :

Kalor yang diserap kalorimeter, qkalorimeter :

Kalor yang dihasilkan :

H per mol :

Tabel Data pelarutan etanol-air


No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. Volume (ml) air 18 27 36 36 36 45 etanol 29 19,3 14,5 11,6 5,8 4,8 Massa (g) air 18 27 36 36 36 45 etanol 22,997 15,3049 11,4985 9,1988 4,5994 3,8064 Tawal 25,5 25,5 25,5 25,5 25,5 25,5 Takhir 29,25 31,03 31 31,57 29,58 28 T 3,75 5,53 5,5 6,07 4,08 2,5 H/mol 325,721 211,648 152,52 131,98 42,41 20,20 Mol air/mol etanol 2 5 8 10 20 30

Grafik Perbandingan antara mol etanol/mol air dengan H/mol


350 300 250

H/mol (KJ)

200 150 100 50 0 2 5 8 10 20 30 mol air/mol etanol Suhu

Berdasarkan grafik, didapat persamaan regresi : y = -9,64x + 268,21 Sehingga dapat diperkirakan H/mol pada saat mol air/mol etanol = 0 adalah 268,21 J/mol.

4.

Percobaan 4 : Penentuan kalor penetralan HCL dan NaOH Persamaan reaksi : HCL(aq) + NaOH(aq)NaCl(aq) + H2O(l) + energi Grafik Perubahan suhu campuran HCL(aq) + NaOH (aq) terhadap waktu
35 34.5 34 33.5 33 32.5 32 31.5 31 30.5 30 60 90 120 150 180 210 240 270 300

Suhu (o C)

Suhu

waktu (detik)

Berdasarkan grafik, didapat persamaan regresi : y = -0,003x + 33,33 Sehingga dapat diperkirakan bahwa suhu campuran pada saat t=0 adalah 33,33o C. Kalor yang diserap larutan : ( )

Kalor yang diserap kalorimeter : ( )

Kalor total yang dihasilkan dalam reaksi :

Berdasarkan stoikiometri, reaksi ini melibatkn 0,050 mol zat, sehingga entalpi reaksi penetralan HCL(aq) + NaOH(aq), Hn =

/mol

Percobaan 5 : Penentuan kalor penetralan HCL dan NH4OH Persamaan reaksi : HCL(aq) + NH4OH(aq)NH4Cl(aq) + H2O(l) + energi Grafik Perubahan suhu campuran HCL(aq) + NH4OH (aq) terhadap waktu
30 25

Suhu (o C)

20 15 10 5 0 30 60 90 120 150 180 210 240 270 300 Suhu

waktu (detik)

Berdasarkan grafik, didapat persamaan regresi : y = 28,5 Sehingga dapat diperkirakan bahwa suhu campuran pada saat t=0 adalah 28,5o C. Kalor yang diserap larutan : ( )

Kalor yang diserap kalorimeter : ( )

Kalor total yang dihasilkan dalam reaksi :

Berdasarkan stoikiometri, reaksi ini melibatkn 0,050 mol zat, sehingga entalpi reaksi penetralan HCL(aq) + NaOH(aq), Hn =

/mol

Percobaan 6 : Penentuan kalor penetralan CH3COOH dan NaOH Persamaan reaksi : CH3COOH (aq) + NaOH(aq) CH3COONa (aq) + H2O(l) + energi

Grafik Perubahan suhu campuran CH3COOH (aq) + NaOH (aq) terhadap waktu
33.6 33.5 33.4 33.3 33.2 33.1 33 32.9 32.8 32.7 30 60 90 120 150 180 210 240 270 300 Suhu

Suhu (o C)

waktu (detik)

Berdasarkan grafik, didapat persamaan regresi : y = -0,00136 x + 33,45 Sehingga dapat diperkirakan bahwa suhu campuran pada saat t=0 adalah

33,45o C. Kalor yang diserap larutan : ( )

Kalor yang diserap kalorimeter : ( )

Kalor total yang dihasilkan dalam reaksi :

Berdasarkan stoikiometri, reaksi ini melibatkn 0,050 mol zat, sehingga entalpi reaksi penetralan HCL(aq) + NaOH(aq), Hn =

/mol

VII. Pembahasan Dalam percobaan ini pratikan menggunakan asas black sebagai dasar untuk menentukan energi yang dibutuhkan pada suatu reaksi, asas black sendiri berbunyi Qlepas = Qterima yang berarti bahwa Q yang dilepas oleh suatu sistem akan diterima oleh sistem yang lain dalam jumlah yang sama . Pada percobaan kali ini, perubahan kalor terjadi pada sistem dengan tekanan tetap , dan perubahan volume yang sangat kecil sehingga dapat diabaikan yang menyebabkan perubahan entalpi perubahan energi dalam =

. Perubahan kalor sendiri tidak bias langsung diukur,

yang diukur adalah perubahan suhunya, sehingga pada praktikum kali ini kita banyak mengamati perubahan suhu pada reaksi . Pada percobaan pertama, yakni pada percobaan penetapan tetapan calorimeter, direaksikan air dingin yang bersuhu 26o C dan air panas yang bersuhu 59o C dan didapat suhu campuran saat T=0 detik adalah 39,4o C . Maka setelah ketiga suhu diketahui, kita dapat menentukan kalor yang dilepaskan oleh air panas, yakni sebesar 2050 J dan kalor yang diterima oleh air dingin hanya sebesar 1407 J. Ada sekitar 651 J energi yang seharunya diterima oleh air dingin, namun diterima calorimeter karena calorimeter sendiri juga menyerap energi, sehingga dari energi yang diserap oleh calorimeter dapat ditentukan tetapan calorimeter sebesar 48.58 J/
o

K. Pada percobaan kedua yang mereaksikan antara Zn(s) dan CuSO4(aq) didapat suhu

awal larutan CuSO4(aq) sebesar 25,75 o C sedangkan suhu campuran saat T=0 detik adalah 53.38 o C . Dari data yang didapat dapat ditentukan kalor yang diserap oleh calorimeter yakni sebesar yakni sebesar sedangkan kalor yang diserap oleh larutan

sehingga total kalor yang diserap oleh sistem adalah

. Dikarenakan pada percobaan jumlah mol zat adalah sebesar 0,040 mol maka entalpi reaksi ( ) adalah .

Pada percobaan ketiga yang merupakan pelarutan etanol dalam air dengan volume yang berbeda-beda didapat berbagai data yang kemudian digunakan untuk membuat grafik yang membandingkan antara perbandingan mol air/mol etanol dengan perubahan entalpinya ( ) , yang kemudian didapat bahwa saat

perbandingan mol air/mol etanol = 0 , perubahan entalpi rekasi pengenceran etanol 268,21 J/mol . Pada percobaan keempat yang merupakan reaksi penetralan antara HCl(aq) dan NaOH(aq) didapat suhu awal kedua larutan sebesar 27o C sedangkan suhu campuran saat T=0 detik adalah 33,33 o C . Dari data yang didapat dapat ditentukan kalor yang diserap oleh calorimeter yakni sebesar larutan yakni sebesar sedangkan kalor yang diserap oleh

sehingga total kalor yang diserap oleh sistem adalah

. Dikarenakan pada percobaan jumlah mol zat adalah sebesar 0,050 mol maka entalpi penetralan ( ) adalah .

Pada percobaan kelima yang merupakan rekasi penetralan antara NH4OH(aq) dan HCl(aq) didapat suhu awal kedua larutan sebesar 26 o C sedangkan suhu campuran saat T=0 detik adalah 28,5 o C . Dari data yang didapat dapat ditentukan kalor yang diserap oleh calorimeter yakni sebesar larutan yakni sebesar adalah sedangkan kalor yang diserap oleh

sehingga total kalor yang diserap oleh sistem

. Dikarenakan pada percobaan jumlah mol zat adalah sebesar 0,050 ) adalah .

mol maka entalpi penetralan (

Pada percobaan keenam yang merupakan rekasi penetralan antara NaOH(aq) dan CH3COOH didapat suhu awal kedua larutan sebesar 26,5 o C sedangkan suhu campuran saat T=0 detik adalah 33,45 o C . Dari data yang didapat dapat ditentukan kalor yang diserap oleh calorimeter yakni sebesar diserap oleh larutan yakni sebesar sistem adalah sedangkan kalor yang

sehingga total kalor yang diserap oleh

. Dikarenakan pada percobaan jumlah mol zat adalah ) adalah .

sebesar 0,050 mol maka entalpi penetralan (

Kesimpulan Pada setiap reaksi kimia, selalu disertai dengan perubahan energi (terbukti dengan percobaan 1-6, semuanya menghasilkan energi) Kalor reaksi pada setiap percobaan adalah : o Tetapan kalorimeter, k= 48,58 J/oC o Zn(s) + CuSO4 (aq)Cu(s) + ZnSO4 (aq) , Hr = o Kalor pelarutan Etanol = 268,21 J/mol. o HCL(aq) + NaOH(aq)NaCl(aq) + H2O(l), o HCL(aq) + NH4OH(aq)NH4Cl(aq) + H2O(l), o CH3COOH (aq) + NaOH(aq) CH3COONa (aq) + H2O(l),

VIII. Daftar Pustaka

Brady, James.E, Chemistry, L John Wiley & Sons Inc, New York : 2009. Chang, Raymond. Kimia Dasar, Erlangga, Jakarta : 2003.