Anda di halaman 1dari 1

ABSTRAK Koefisien korelasi rank-Spearman merupakan statistik yang didasarkan atas rangking (jenjang) yang paling awal dikembangkan

dan mungkin paling dikenal dengan baik hingga kini. Statistika ini disebut rho, dan ditulis dengan rs. Statistika ini mengatur asosiasi antara dua variabel tersebut paling tidak diukur dengan skala ordinal sehingga objek yang diteliti dapat dirangking dalam dua seri urutan rangking. Permasalahan dalam skripsi ini adalah bagaimana prosedur uji hipotesis berdasarkan rank-Spearman dan bagaimana prosedur simulasi uji hipotesis ini dengan program SPSS. Tujuan dari skripsi ini adalah untuk menganalisis prosedur uji hipotesis berdasarkan rank-Spearman dan menganalisis prosedur simulasi uji hipotesis berdasarkan rank-Spearman dengan program SPSS. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah studi literatur/kajian pustaka yaitu mencari sumber bacaan yang relevan dan berhubungan dengan uji hipotesis berdasarkan rank-Spearman dan simulasinya dengan program SPSS. Tahap-tahap yang dilakukan adalah : 1) penemuan masalah, 2) studi pustaka, 3) pemecahan masalah. Ada tiga kasus uji hipotesis berdasarkan rank-Spearman yang ada di skripsi ini , yaitu : 1. Jika tidak terdapat ties dan sampelnya kecil. 2. Jika terdapat ties dan sampelnya kecil (kasus ties score). 3. Jika sampelnya besar. Prosedur uji hipotesis berdasarkan rank-Spearman adalah sebagai berikut. 1 Observasi-observasi pada variabel X di beri rank mulai 1 hingga N. Juga observasi-observasi pada variabel Y di beri rank mulai 1 hingga N. 2 Menentukan harga d untuk setiap subyek dengan mengurangkan rank X pada rank Y. Kuadratkan harga itu untuk menentukan d masing-masing subyek. Jumlahkan harga-harga d untuk ke N kasus guna mendapatkan d. 3 Jika observasi X dan Y terdapat angka yang sama maka gunakan rumus (2.7) untuk menghitung rs. Jika observasi-observasi X dan Y besar maka untuk sampel besar gunakan rumus (2.8). Jika tidak terdapat angka sama dan sampelnya kecil gunakan rumus (2.2) untuk menghitung rs. 4 Kalau subyek-subyek itu merupakan sampel acak dari populasi tertentu, maka dapat diuji apakah harga observasi rs memberikan petunjuk adanya asosiasi antara variabel X dan Y dalam populasinya. Metode untuk melakukan hal itu bergantung pada ukuran N. Untuk N dari 4 hingga 30, harga-harga kritis rs untuk tingkat signifikansi 0,05 dan 0,01 disajikan dalam tabel A. Untuk N > 30, signifikansi suatu harga sebesar harga observasi rs dapat ditetapkan dengan menghitung t yang berkaitan dengan itu. Dengan rumus (2.8) dan kemudian menentukan signifikansi harga itu dengan melihat tabel B. Untuk menyelesaikan persoalan-persoalan di atas bisa dengan mudah menggunakan program SPSS.