ANALISIS PERATAAN LABA DAN PENGARUHNYA TERHADAP REAKSI PASAR DAN RISIKO INVESTASI PADA PERUSAHAAN PUBLIK DI INDONESIA

TESIS Diajukan sebagai salah satu syarat memperoleh derajat S-2 Magister Sains Akuntansi

Diajukan oleh: Nama Nim : Ratno Agriyanto : C4C002362

PROGRAM STUDI MAGISTER SAINS AKUNTANSI UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2006

i

PENGESAHAN Tesis berjudul ANALISIS PERATAAN LABA DAN PENGARUHNYA TERHADAP REAKSI PASAR DAN RISIKO INVESTASI PADA PERUSAHAAN PUBLIK DI INDONESIA Yang dipersiapkan dan disusun oleh Ratno Agriyanto Telah dipertahankan di depan Dewan Penguji pada tanggal 2 Februari 2006 dan dinyatakan telah memenuhi syarat untuk diterima Pembimbing Utama Pembimbing Anggota

Drs. Sugeng Pamudji.M.Si.,Akt Drs. Basuki HP, MBA.,Akt NIP. 130808733 NIP. 131764490 Dewan Penguji

Drs. Didik Ardiyanto,M.Si.,Akt NIP. 132003713

Dra. Indira Januarti, M.Si.,Akt NIP. 131991449

Drs. Rahardja, M.Si.,Akt NIP. 130808804 Semarang, 2 Februari 2006 Universitas Diponegoro Semarang Program Studi Magister Sains Akuntansi Ketua Program

Dr. Mohamad Nasir, M.Si.,Akt NIP. 131875458

ii

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

Motto I’mal fii dunyaaka kaannaka ta’iisyu abadan, wa’mal fii aakhirotika kaannaka tamuutu ghodan (Al-Hadits)

Persembahan Dengan mengucapkan syukur kepada Alloh SWT Karya ini penulis persembahkan kepada 1. Ibunda dan Ayahanda tercinta 2. Kakaku Kang Ewo, Kang Uting, Yu Ening, Yu Enot 3. Istriku Atik Rumiati 4. Almamater Universitas Negeri Semarang 5. Almamater Universitas Diponegoro Semarang

iii

ABSTRAK Laba merupakan salah satu faktor penting dalam menaksir kinerja dan sebagai salah satu dasar bagi investor dalam melakukan penaksiran laba di masa yang akan datang. Hal ini menjadikan perhatian investor dan calon investor akan terpusat pada laba suatu perusahaan, tanpa memperhatikan proses terbentuknya informasi laba tersebut. Hal demikian mendorong bagi manajer untuk melakukan “manajemen laba”. Salah satu bentuk tindakan “manajemen laba” adalah melakukan perataan laba. Tujuan penelitian ini adalah : 1) menganalisis perbedaan reaksi pasar antara perusahaan perata laba dan bukan perata laba; 2) menganalisis perbedaan risiko investasi antara perusahaan perata laba dan bukan perata laba. Penelitian ini dilakukan di Bursa Efek Jakarta (BEJ). Dari sejumlah 333 perusahaan yang terdaftar di BEJ, melalui metode purposive sampling ditetapkan sebagai sampel sejumlah 62 perusahaan. Melalui perhitungan indek Eckel, sampel penelitian terbagi atas 48 perusahaan sebagai perata laba, dan 14 bukan perata laba. Data penelitian dikumpulkan dengan dokumentasi. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan teknik analisis regresi berganda dan uji t sampel independen, setelah memenuhi beberapa syarat pengujian dan asumsi klasik. Hasil penelitian menyebutkan bahwa, reaksi pasar yang dilihat pada tiga hari setelah pengumuman laba tidak menunjukan perbedaan reaksi pasar antara perusahaan perata laba dengan perusahaan bukan perata laba dengan tingkat signifikansi 5%. Disamping itu hasil penelitian ini juga tidak menunjukan perbedaan risiko investasi antara perusahaan perata laba dengan perusahaan bukan perata laba dengan tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian ini memberi implikasi kepada penelitian berikutnya untuk mencoba menganalisis topik serupa dengan memasukan variabel-variabel lain yang berpengaruh terhadap reaksi dan investasi, baik data yang kuantitatif maupun kualitatif. Serta menelusuri penyebab kenapa ada penelitian serupa yang hipotesis teruji dan ada juga hipotesisnya tidak teruji.

iv

According to index exckel measurement. The result of the study shows that. Through purposive sampling method. The result of the research give implication to the future research to analyze the same topic by including other variables which give significant influence to market reaction and invesment risk. 62 companies were taken as samples. This condition support the manager to do “profit management”. after fulfilling several test requirements and classic assumption. 2) To analyze the difference of invesment risk between profit share company and non profit share company. The data of the research is submitted by documentation. This matter has made the investor pay much attention to the profit of a company without noticing the proccess of the forming of profit information. The aims of the research are: 1) To analyze the market reaction between profit smoother company and non profit smoother company. This research was conducted in Jakarta Stock Exchange (JSX) and involving 333 companies which were signed up in Jakarta stock Exchange (JSX).ABSTRACT Profit is an important factor to estimate the performance of the company as one of the basis for the investor to estimate the future profit. market reaction that is observed for 3 days after the profit announcement did not show the difference of market reaction and investment risk between profit smoother company and non profit smoother company with 5% of the significant rate. One of “ profit management” measurement is doing a income smoothing. either quantitative data or qualitative data. Also to examine the causes of the appearance of the some hypotesis research which is either significant or unsignificant v .sample test. the samples are divided into 48 companies as the profit smoother and 14 companies as the non profit smoother. The data is analyzed by multiple regression analysis and independent t.

Mohamad Nasir. penulis sampaikan kepada: 1. 4.KATA PENGANTAR Alhamdulillahi robbil’allamin. Secara khusus. sehingga dapat menyelsaikan tesis yang berjudul: Analisis Perataan Laba: “Pengaruhnya terhadap Reaksi Pasar dan Risiko Investasi pada Perusahaan Publik di Indonesia” telah diselsaikan dengan lancar... ungkapan terima kasih yang dalam. Tesis ini disusun sebagai salah satu syarat untuk menyelsaikan studi pada Program Pascasarjana. 2. Drs. Tbk dan rekan–rekan mahasiswa Program Studi Magister Akuntansi vi . Rekan-rekan kerja Mitra Mandiri Supervisor PT. selaku pembimbing dua tesis ini. Akt. Bapak/Ibu Dosen Program Studi Magister Akuntansi Universitas Diponegoro.Akt. MBA.. Bank Mandiri (Persero). Akt. 3. Sugeng Pamudji. Dr. M. Penulis menyampaikan terima kasih yang sebesarbesarnya dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah memberikan konstrubusi dalam bentuk apapun demi telah diselsaikannya seluruh rangkaian kegiatan penelitian yang diakhiri dengan penulisan tesis ini sebagai bentuk laporan. selaku pembimbing satu. Ketua Program Studi Magister Akuntansi Universitas Diponegoro. karena berkat rahmat dan hidayah-Nya kepada penulis. yang telah memberikan ilmu pengetahuan sebagai dasar penyelsaian tesis ini.Si. Universitas Diponegoro Semarang. Penuh syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT. Program Studi Magister Akuntansi. dan Drs.Si.M. Basuki HP.

Pd. Dosen Almamater Universitas Negeri Semarang.Universitas Diponegoro Semarang. Penulis vii . semoga tesis ini bermanfaat bagi seluruh pembaca. 5. Penulis menyadari. Mohammad Khafid. Oleh karena itu. yang telah memberikan dorongan kepada penulis untuk melanjutkan sekolah S-2. 6.Si.. saran serta bimbingan dari para pembaca sangat penulis harapkan demi lebih sempurnanya tesis ini. Harapa penulis. yang telah meluangkan waktu untuk berdiskusi demi lebih sempurnanya tesis ini. bahwa tesis ini barangkali masih memiliki beberapa kelemahan. M. S. Keluarga yang telah menanti dan memotivasi diselsaikannya tesis ini.

DAFTAR ISI

Halaman Halaman Judul.......................................................................................................... i Halaman Pengesahan Usulan Penelitian ................................................................. ii Daftar Isi ........................................................................................................... iii

Daftar Tabel .............................................................................................................x Daftar Gambar ........................................................................................................ xi Daftar Lampiran .................................................................................................... xii BAB 1 : Pendahuluan ............................................................................................1 A. Latar Belakang Masalah .......................................................................1 B. Perumusan Masalah ..............................................................................6 C. Tujuan Penelitian ..................................................................................7 D. Manfaat Penelitian................................................................................7 BAB II : Tinjauan Pustaka Dan Hipotesis...........................................................8 A. Landasan Teori ....................................................................................8 1. Studi Perataan Laba.......................................................................8 2. Studi Kandungan Informasi atas laba .........................................10 B. Penelitian Sebelumnya ......................................................................14 C. Kerangka Pemikiran Teoritis .............................................................17 D. Perumusan Hipotesis .........................................................................19 BAB III : Metode Penelitian................................................................................20 A. Populasi dan Prosedur penentuan Sampel .......................................20 B. Jenis dan Sumber Data ......................................................................20

viii

C. Definisi Operasional .........................................................................21 1. Status Perata dan Bukan Perata Laba ...........................................21 2. Variabel Reaksi Pasar ..................................................................23 3. Variabel Risiko Investasi .............................................................25 D. Teknik Analisis Data ........................................................................26 1. Pengujian Asumsi Klasik ...........................................................26 2. Statistik Deskriptif ......................................................................27 3. Pengujian Hipotesis....................................................................28 BAB IV : Pembahasan dan Hasil Penelitian .....................................................32 A. Gambaran Umum Sampel Penelitian ...............................................32 B. Hasil Penelitian .................................................................................33 1. Profil Data Penelitian ...................................................................33 2. Hasil Pengujian Asumsi Klasik ....................................................36 3. Hasil Pengujian Hipotesis I ..........................................................37 4. Hasil Pengujian Hipotesis II.........................................................41 C. Interpretasi Hasil Penelitian ..............................................................45 BAB V : Kesimpulan dan Saran A. Kesimpulan ......................................................................................50 B. Saran..................................................................................................51 Daftar Pustaka ........................................................................................................52 Daftar Riwayat Hidup Penyusun............................................................................54 Lampiran – lampiran ..............................................................................................55

ix

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 2.1. Ringkasan Penelitian Terdahulu ...........................................................14 Tabel 4.1. Profil Data Penelitian (Kelompok Perata Laba) ...................................34 Tabel 4.1. Profil Data Penelitian (Kelompok Bukan Perata Laba) ........................34 Tabel 4.3. Hasil Pengujian Regresi Berganda........................................................38 Tabel 4.4. Hasil Uji-T Sampel Independen...........................................................40 Tabel 4.5. Hasil Pengujian Regresi Berganda........................................................42 Tabel 4.6. Hasil Uji-T Sampel Independen...........................................................44

x

DAFTAR GAMBAR

Halaman Gambar 2.1. Kerangka pemikiran teoritis : Pengaruh tindakan perataan laba terhadap reaksi pasar dan risiko investasi .........................................19 Gambar 3.1. Periode estimasi dan peride pengamatan .........................................25

xi

.....86 12....................... Hasil pengklasifikasian perusahaan sebagai perata laba dan bukan perata laba ...64 7.............92 15............................................. Abnormal Return dan CAR pada periode pengamatan ............. Harga saham pada periode pengamatan .................................................................. Out-put SPSS uji t ............................................... Out-put SPSS deskriptif ............................................58 4..............................94 16................................. Return Saham pada periode pengamatan .68 9.........................55 2.............................................. Out-put SPSS regresi ...........................62 6........................................................66 8.............................. Pedoman Dokumentasi.............................................................60 5.......................................................................................................89 14................... Data Laba / Rugi tahun 2001–2003 ..................................................... Out-put SPSS linieritas ......................100 xii ................. Harga saham pada periode estimasi ....................... Oup-put SPSS heteskedastisitas ................... Data penjualan/Pendapatan tahun 2001-2003 ....................70 10........................87 13.........................................................................DAFTAR LAMPIRAN Halaman 1....................................78 11............................................................................................................56 3......................... Return saham pada periode pengamatan ........ Out-put SPSS normalitas ......................... Daftar Sampel Penelitian......................

baik keuntungan saat ini maupun keuntungan di masa-masa yang akan datang. maupun pihak Internal perusahaan sendiri. membayar deviden. Latar Belakang Masalah Dengan diketahuinya kondisi keuangan perusahaan. keputusan yang rasional dapat dibuat dengan bantuan alat-alat analisis tertentu.BAB I PENDAHULUAN A. Analisis keuangan dapat dilakukan baik oleh pihak eksternal perusahaan seperti Kreditor. dan menghindari kebangkrutan. Pemilik saham akan menaruh minat pada kondisi keuangan perusahan sejauh hal itu dapat mempengaruhi kemampuan perusahaan untuk berkembang. Salah satunya adalah keuntungan. Media yang dapat dipakai untuk meneliti kondisi kesehatan perusahaan adalah Laporan Keuangan yang terdiri dari laporan neraca. dengan diketahuinya perkembangan keuntungan tersebut dan perbandingannya dengan perkembangan keuntungan perusahaan lain. laporan perubahan modal dan laporan arus kas. Statement of Financial Accounting Concept (SFAC) nomor 1 menyebutkan bahwa informasi laba pada umumnya merupakan faktor penting dalam menaksir kinerja atau pertanggung-jawaban manajemen dan informasi laba tersebut membantu pemilik atau pihak lain melakukan penaksiran atas “earning power” perusahaan dimasa yang akan datang (Financial Accounting Standart xiii . analisis terhadap keuangan akan membantu perencanaan perusahaan. para Investor. Bagi perusahaan sendiri. laporan laba-rugi. Seorang pemilik saham akan memperhatikan kondisi keuangan perusahaan.

Perataan alamiah mengimplikasikan bahwa proses laba secara inherent menghasilkan sebuah aliran laba yang merata. Hal ini menjadikan perhatian Investor dan calon Investor terpusat pada laba suatu perusahaan. tanpa memperhatikan prosedur yang digunakan untuk menghasilkan informasi laba tersebut mendorong manajer untuk melakukan manajemen atas laba (earnings management). Salah satu tindakan manajemen atas laba yang dapat dilakukan oleh manajemen adalah tindakan peralatan laba. (dalam Muhammad Khafid 2002).Board. Menurut Eckel (1981) perataan laba bisa dihasilkan dari salah satu di antara perataan alamiah (natural smoothing) atau perataan intensional (intentional smoothing) maupun berasal dari perataan sesungguhnya (real smoothing) atau perataan artifisial (artificial smoothing). Informasi laba memainkan peranan yang penting dalam proses pengambilan keputusan oleh para pemakai laporan keuangan. Hal tersebut menyebabkan manajemen berusaha untuk mengelola laba dalam usahanya membuat entitas tampak lebih bagus secara finansial. 1987). Sedangkan perataan sesungguhnya berarti perataan laba dengan memilih metode akuntansi dan menerapkan prosedur akuntansi untuk memindah biaya dan atau pendapatan dari satu periode ke periode lain untuk menghasilkan suatu aliran laba tertentu. xiv . Perhatian investor yang sering terpusat pada informasi laba. Tindakan perataan laba dapat didefinisikan sebagai suatu sarana yang digunakan manajemen untuk mengurangi variabilitas urut-urutan pelaporan laba relatif terhadap beberapa urut-urutan target yang terlihat karena adanya manipulasi variabel-variabel akuntansi Koch.

manajer lebih menyukai alternatif yang menghasilkan laba yang merata Trueman dan Titman (dalam Muhammad Khafid 2002). Di Indonesia. penelitian tentang perataan laba telah dilakukan oleh Ilmainir (1993). White (dalam Salno 1999) melaporkan bahwa probabilitas perusahaan melakukan perataan laba sebesar 95%. Jin dan Machfoedz (1998). dan perusahaan dalam industri yang lebih berisiko. Hasil penelitian Zuhroh (1997) juga menunjukkan adanya motivasi kuat yang mendorong manajer melakukan perataan laba. maka penelitian-penelitian tersebut telah memfokuskan pada beberapa topik. Ke-tiga.Konsep perataan laba mengasumsikan bahwa investor adalah orang yang menolak risiko Fudenberg dan Tirole (dalam Muhammad Khafid 2002) dan manajer yang menolak risiko terdorong untuk melakukan perataan laba. Sementara Ashari (1994) melaporkan bahwa terdapat indikasi tindakan perataan laba dan laba operasi merupakan sasaran umum yang digunakan untuk melakukan perataan laba. tujuan yang hendak dicapai dengan melakukan tindakan perataan laba. dan Samlawi (2000) yang menyediakan bukti bahwa praktik perataan laba telah terdapat pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta. Jika dilakukan pengelompokkan. yaitu pertama faktor-faktor yang berpengaruh pada tindakan perataan laba (Samlawi 2000). Salno (1999). serta tindakan perataan laba cenderung dilakukan oleh perusahaan yang profitabilitasnya rendah. dan mengidentifikasikan faktor–faktor yang dapat mendorong praktik perataan laba diantaranya adalah leverage operasi. Topik mengenai perataan laba telah banyak didiskusikan dalam literatur akuntansi untuk beberapa dekade. dimensi-dimensi perataan (Eckel. ukuran perusahaan. ke-dua. xv . Zuhroh (1997). Demikian juga dalam hubungannya dengan kreditur. Prihat Assih (1998). dan sektor industri. keberadaan perencanaan bonus.

1996). Hal yang menarik adalah Salno (2000) menemukan bahwa tidak ada perbedaan return antara perusahaan perata dan perusahaan bukan perata laba.1995. 1994. Assih (1998) menemukan bukti bahwa reaksi pasar yang diukur dengan cummulative abnormal return antara perusahaan perata laba berbeda secara signifikan dengan perusahaan bukan perata laba. 2000. Ke-empat.1981).al. Samlawi. Sedangkan penelitian terakhir yang dilakukan oleh Muhammad Khafid (2002) menemukan bukti empiris bahwa terdapat perbedaan reaksi pasar yang diukur dengan cummulative abnormal return antara perusahaan perata laba berbeda dengan perusahaan bukan perata laba Michelson et. Salno (1999) menemukan bukti empiris bahwa tidak ada perbedaan risiko bisnis rata-rata yang signifikan antara perusahaan–perusahaan perata dan perusahaan–perusahaan bukan perata. dan Zuhroh. 2002). hubungan antara tindakan perataan laba dengan kinerja perusahaan (Assih. 1998. sasaran perataan laba (Ilminir. dari sekian banyak penelitian tentang perataan laba di Indonesia. Dan ke-lima. Michelson. (dalam Muhammad Khafid 2002) menemukan bahwa risiko bisnis rata-rata perusahaan–perusahaan perata lebih rendah daripada perusahaan–perusahaan bukan perata. dan Muhammad Khafid. Salno (1999). Disamping itu. Samlawi (2000) dan Muhammad Khafid (2002) yang telah menganalisis hubungan antara perataan laba dengan kinerja perusahaan dipasar modal. Samlawi (2000) menyimpulkan bahwa pada analisis total sampel ditemukan adanya perbedaan return rata-rata yang signifikan antara perusahaan–perusahaan perata dan perusahaan–perusahaan bukan perata (return rata-rata perusahaan perata lebih kecil daripada perusahaan perusahaan non perata). 2000. Samlawi (2000) menyimpulkan tidak ada perbedaan risiko bisnis yang signifikan antara xvi . Salno. baru Assih (1998).

yaitu periode beberapa hari setelah pengumuman laba. Hal ini sesuai dengan pernyataan Ilmainir (1993) bahwa penelitian perataan laba di Indonesia masih relatif penting karena 2 alasan . usia pasar modal di Indonesia masih relatif muda. Penelitian ini menggunakan satu periode pengamatan untuk melihat pengaruh perataan laba terhadap reaksi pasar dan resiko investasi. jika anggapan tersebut benar. perluasan dan replikasi penelitian tersebut masih sangat memungkinkan dengan topik yang serupa. Tetapi dia menyadari bahwa data yang diambil dalam kondisi krisis ekonomi kemungkinan kurang tepat untuk digeneralisasi karena dia sendiri menyadari bahwa pengambilan data dalam penelitiannya berada dalam situasi ekonomi yang kurang stabil atau krisis ekonomi. kelemahan tersebut untuk saat ini bisa ditutupi karena kondisi ekonomi lebih stabil dibandingkan dengan dengan kondisi ekonomi pada saat Muhammad Khafid melakukan penelitian.perusahaan perata laba dengan perusahaan bukan perata laba. Pada penelitian ini peneliti akan menguji pengaruh tindakan perataan laba dengan reaksi pasar dan risiko investasi perusahaan publik di Indonesia. Apalagi dari penelitian Muhammad Khafid (2002) tersebut masih menyebutkan kelemahan (data dalam penelitiannya berada dalam situasi ekonomi yang kurang stabil atau krisis ekonomi). serta diperkuat xvii . Keadaan ini bisa menimbulkan kelemahan dari peraturan yang ada. Muhammad Khafid (2002) menemukan bukti empiris bahwa ada perbedaan risiko bisnis rata rata yang signifikan antara perusahaan-perusahaan perata dan perusahaan–perusahaan bukan perata. Oleh karena itu. Pertama. Topik perataan laba di Indonesia merupakan hal yang penting untuk diteliti. Perbedaan hasil penelitian ini menarik untuk diadakan penelitian ulang (replikasi) tentang topik tersebut.

B. Kedua. Apakah ada perbedaan reaksi pasar antara perusahaan perata laba dan bukan perata? 2. dan akan meneliti pengaruh tindakan perataan laba dengan risiko investasi perusahaan publik di Indonesia. Oleh karena itu. maka praktik itu akan menimbulkan kerugian yang semakin besar bagi pihak-pihak yang berkepentingan. penelitian ini mempunyai tujuan sebagai berikut: xviii . Masalah yang diteliti. perataan laba dapat merugikan pihak-pihak yang berkepentingan terhadap perusahaan. Perumusan Masalah Berdasarkan uraian pada latar belakang masalah. Tujuan Penelitian Sesuai dengan rumusan masalah. selanjutnya dirumuskan dalam bentuk pertanyaan sebagai berikut : 1. Apakah ada perbedaan rata-rata risiko investasi antara perusahaan perata laba dan bukan perata laba? C.dengan isu rekayasa laporan keuangan. maka kelemahan itu mungkin telah dimanfaatkan oleh manajemen perusahaan publik untuk meratakan laba. jika perataan laba terdapat pada perusahaan publik di Indonesia. penelitian ini akan menguji pengaruh tindakan perataan laba dengan reaksi pasar.

hasil penelitian ini akan sangat bermanfaat sebagai salah satu pertimbangan bagi para praktisi tersebut dalam membuat keputusan investasi. D. hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan kepada investor dan calon investor. Untuk menganalisis ada tidaknya perbedaan reaksi pasar antara perusahaan perata laba dan bukan perata. perilaku pada umumnya. keuangan. Untuk menganalisis ada tidaknya perbedaan rata-rata risiko investasi antara perusahaan perata laba dan bukan perata laba. serta pelaku pasar lainnya dalam memandang laba yang diumumkan perusahaan dan risiko investai antara perusahaan perata laba dan perusahaan bukan perata laba. Oleh karena itu. Kontribusi yang dimaksud secara riil adalah penggunaan hasil penelitian ini dalam kajiankajian ilmiah akuntansi maupun sebagai salah satu rujukan untuk penelitian serupa dimasa yang akan datang. 2. Dalam aplikasinya.1. Manfaat Penelitian Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada perkembangan teori. xix . yang berkaitan dengan akuntansi manajemen. dan kajian perataan laba pada khususnya.

untuk mengarah pada suatu tingkat yang diinginkan atas laba yang dilaporkan. Dalam hubungan keagenan.BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS A. Studi Perataan Laba Tindakan perataan laba terkait erat dengan konsep manajemen laba (Salno. dalam batasan generally accepted accounting principles. Dalam kondisi demikian . Penjelasan mengenai konsep manajemen laba menggunakan pendekatan teori keagenan (agency theory) yang menyatakan bahwa praktik manajemen laba dipengaruhi oleh konflik kepentingan antara manajemen (agent) dengan pemilik (principal) yang timbul ketika setiap pihak berusaha untuk mencapai atau mempertahankan tingkat kemakmuran yang dikehendakinya (Salno 1999). yang mengarah pada tingkat yang diharapkan atas laba yang dilaporkan (Assih 1998). Asimetri informasi ini terjadi ketika manajer memiliki informasi internal perusahaan relatif lebih banyak dan mengetahui informasi tersebut relatif lebih cepat dibandingkan pihak eksternal tersebut. seperti kreditor dan investor. 1999). manajer memiliki asimetri informasi terhadap pihak eksternal perusahaan. manajer dapat menggunakan informasi yang diketahuinya untuk xx . Perataan laba dapat dipandang sebagai cara pengurangan dalam variabilitas laba selama periode tertentu atau dalam satu periode. Landasan Teori 1. Manajemen laba juga dapat diartikan sebagai suatu proses yang dilakukan dengan sengaja.

yaitu : 1. Mengurangi total pajak terutang. 4. pelaporan keuangan dalam usaha memaksimalkan Salah satu tindakan manajemen atas laba yang dapat dilakukan oleh manajemen adalah tindakan perataan laba.memanipulasi kemakmurannya. Hepworth (dalam Salno 1999) mengungkapkan bahwa manajer yang termotivasi untuk melakukan perataan penghasilan pada dasarnya ingin mendapat berbagai keuntungan ekonomi dan psikologis. Tindakan perataan laba dapat didefinisikan sebagai suatu sarana yang digunakan manajemen untuk mengurangi variabilitas urut-urutan pelaporan laba relatif terhadap beberapa urut-urutan target yang terlihat karena adanya manipulasi variabel-variabel akuntansi Koch (dalam Muhammad Khafid 2002). meningkatkan kepercayaan diri manajer yang bersangkutan karena penghasilan yang stabil mendukung kebijakan dividen yang stabil pula. meningkatkan hubungan antara manajer dan karyawan karena pelaporan penghasilan yang meningkat tajam memberi kemungkinan munculnya tuntutan kenaikan gaji dan upah. 3. Pihak agen dan prinsipal dalam hubungan keagenan terdorong oleh motivasi yang berbeda sesuai dengan kepentingannya. Bidlement (dalam Assih 1998) mengungkapkan bahwa manajemen melakukan perataan laba untuk menciptakan suatu aliran laba yang stabil dan mengurangi covariance atas return dengan pasar. 2. Sedangkan Barnea (dalam Muhammad Khafid 2002) menyatakan bahwa manajer xxi . siklus peningkatan dan penurunan penghasilan dapat ditandingkan dan gelombang optimisme dan pesimisme dapat diperlunak. Dipandang dari sisi manajemen.

laporan laba rugi. Informasi tentang laba beserta komponen–komponennya yang telah menjadi fokus perhatian oleh pihak-pihak eksternal didasarkan pada accrual basis. xxii . Seluruh bagian laporan keuangan seperti laporan neraca. Investor. dan catatan atas laporan keuangan perusahaan merupakan bagian penting dari laporan keuangan perusahaan. Dasar ini secara umum menyediakan indikasi yang lebih baik tentang kemampuan perusahaan untuk menghasilkan arus kas yang menguntungkan dibandingkan dengan informasi yang disusun hanya terbatas pada penerimaan dan pengeluaran kas (cash basis). Laporan keuangan merupakan bahasa bisnis sebagai alat komunikasi oleh pihak internal yaitu manajemen dengan pihak eksternal seperti Kreditur. laporan arus kas. dan Pemerintah. Laporan keuangan tidak dirancang untuk mengukur nilai suatu perusahaan secara langsung tetapi informasi yang disediakan itu dimaksudkan untuk mengestimasi nilai perusahaan oleh pihak-pihak yang membutuhkannya. 2. FASB (1987) menyatakan bahwa laporan keuangan diharapkan menyediakan informasi mengenai kinerja keuangan perusahaan dan bagaimana manajemen perusahaan melaksanakan tanggung jawab stewardship sebagaimana yang dibebankan oleh pemilik. laporan perubahan ekuitas atau perubahan laba ditahan. Salah satu yang menjadi fokus perhatian pihak-pihak eksternal adalah pada laba yang terdapat pada laporan laba-rugi.melakukan perataan laba untuk mengurangi fluktuasi dalam laba yang dilaporkan dan meningkatkan kemampuan investor untuk memprediksi aliran kas di masa yang akan datang. Studi Kandungan Informasi Atas Laba.

Pengumuman–pengumuman lain yang dapat mempengaruhi harga saham antara lain: pengumuman peramalan oleh pejabat perusahaan.Pengujian kandungan informasi atas laba yang dimaksud pada penelitian ini adalah untuk melihat reaksi dari suatu pengumuman. distribusi saham). Reaksi ini dapat diukur dengan menggunakan return sebagai nilai perubahan harga atau dengan abnormal return. Reaksi pasar ditunjukkan dengan adanya perubahan harga dari sekuritas yang bersangkutan. Pengumuman– pengumuman ini bisa berupa: laporan tahunan awal. pengumuman pendanaan (pengumuman yang berhubungan dengan ekuitas. untuk melihat reaksi pasar atas pengumuman laba (melalui laporan keuangan khususnya laporan laba rugi) baik yang dilakukan oleh perusahaan yang berstatus sebagai perata laba maupin bukan perata laba. maka dapat dikatakan bahwa suatu pengumuman yang mempunyai kandungan informasi akan memberikan abnormal return kepada pasar. xxiii . Jika pengumuman mengandung informasi. pengumuman investasi. Pendapat Foster ini menjadi dasar dari penelitian ini. Jika digunakan abnormal return. laporan interim. laporan tahunan detail. maka diharapkan pasar akan bereaksi pada waktu pengumuman tersebut diterima. pengumuman deviden (distribusi kas. tetapi tidak menguji seberapa cepat pasar itu bereaksi (Jogiyanto 2000). pengumuman yang berhubungan dengan pemerintah. laporan perubahan metode-metode akuntansi. Foster (dalam Muhammad Khafid 2002) menyebutkan bahwa pengumuman yang berhubungan dengan laba merupakan salah satu pengumuman yang dapat mempengaruhi harga sekuritas/saham. Sebaliknya yang tidak mengandung informasi tidak memberikan abnormal return kepada pasar. pengumuman yang berhubungan dengan hutang. pemecahan saham. pembelian kembali saham). dan laporan auditor.

Hasil penelitian tersebut memperlihatkan bahwa informasi yang terkandung dalam angka akuntansi adalah berguna. xxiv . yaitu jika laba yang sesungguhnya berbeda dengan laba harapan investor. Harga saham cenderung naik apabila laba yang dilaporkan lebih besar dari laba harapan. maka pasar bereaksi yang tercermin dalam pergerakan harga saham di sekitar tanggal pengumuman laba. Ball dan Brown (dalam Muhammad Khafid 2002) menduga manfaat keberadaan angka laba akuntansi dengan menguji kandungan informasi dan ketepatan waktu dari angka laba tersebut. Dari beberapa penelitian tentang kandungan informasi laporan keuangan terdapat penelitian yang menguji hubungan antara laba dengan return yang didasarkan pada anggapan bahwa laba bermanfaat bagi investor. variabilitas perubahan harga akan nampak lebih besar pada saat laba diumumkan daripada saat lain selama tahun yang bersangkutan karena terdapat perubahan dalam keseimbangan nilai harga saham saat itu selama periode pengumuman. Beaver (dalam Muhammad Khafid 2002) menyebutkan bahwa bila pengumuman laba tahunan mengandung informasi.pengumuman ketenagakerjaan. dan sebaliknya harga saham cenderung turun apabila laba yang dilaporkan lebih kecil dari laba harapan. Hasil penelitiannya memberi bukti bahwa perilaku harga dan volume sekitar tanggal pengumuman mengindikasikan bahwa laba tahunan mengandung informasi yang relevan untuk penilaian perusahaan. pengumuman merjer–ambil alih– diversifikasi.

Dalam hubungannya dengan kandungan informasi laba perusahaan yang melakukan tindakan perataan laba dan tidak melakukan tindakan perataan laba. jika perusahaan berstatus sebagai perata laba. terdapat reaksi pasar yang tercermin dalam cummulative abnormal return pada pengumuman laba. Dengan kata lain antara laba harapan dan laba yang sesungguhnya relatif sama. maka laba periode sekarang tidak mampu untuk diprediksi secara tepat berdasarkan laba periode sebelumnya. Di sisi lain. Hal tersebut yang menyebabkan pada perusahaan yang berstatus sebagai bukan perata laba. Hasil penelitian Assih (1998) tersebut dapat dianalisis lebih lanjut. Sedangkan cummulative abnormal return antara perusahaan perata laba dan bukan perata laba berbeda secara signifikan. Akibatnya bisa terjadi perbedaan antara laba harapan dengan laba yang sesungguhnya. menemukan bukti yang cukup bahwa rata–rata cummulative abnormal return sekitar pengumuman informasi laba untuk kelompok perata laba tidak signifikan dan untuk kelompok bukan perata laba adalah signifikan. pada perusahaan yang berstatus sebagai bukan perata laba. Hal ini sesuai dengan pendapat Beaver (dalam Muhammad Khafid 2002) yang menyebutkan bahwa variabilitas perubahan harga akan nampak lebih besar pada saat laba diumumkan daripada saat lain xxv . Assih (1998) yang melakukan penelitian di Indonesia. maka investor telah memiliki prediksi laba yang relatif tepat sesuai dengan laba yang sebenarnya terjadi.

Penelitian–penelitian tentang perataan laba yang terkait dengan penelitian ini. Rata–rata return. Penelitian Sebelumnya. Peneliti dan tahun Samlawi (2002) Variabel • • Status perata dan bukan perata. secara ringkas ditampilkan pada tabel 1 sebagai berikut: Tabel 2.• rata (Uji tsampel independen) Hasil penelitian Pada analisis total sampel di temukan adanya perbedaan return rata – rata yang signifikan antara perusahaan – perusahaan perata dan perusahaan xxvi .1 Ringkasan Penelitian Terdahulu Peneliti dan tahun Michelso • n (1995) • • Variabel Status perata • dan bukan perata Rata rata return Risiko bisnis Alat analisis Uji beda rata. B. • Alat analisis Uji beda rata. • Uji beda rata • Tidak ada perbedaan return – rata (Uji tantara antara perusahaan perata sampel dan perusahaan bukan perata independen) • Tidak ada perbedaan isiko bisnis rata-rata yang signifikan antara perusahaan perusahaan bukan perata laba.• rata (uji tsampel independen) • Hasil penelitian Assih (1998) • • Status perata dan bukan perata Reaksi pasar (CAR) Status perata dan bukan perata Rata–rata return Resiko Bisnis Salno (1999) • • • Rata rata return perusahaan perata lebih rendah daripada rata rata return perusahaan buka perata Risiko bisnis rata rata perusahaan perusahaan perata lebih rendah dari pada perusahaan perusahaan bukan perata. • Uji beda rata • Reaksi pasar yang diukur dengan rata (uji cummulative abnormal return sampel antara perusahaan perata laba independen) berbeda secara signifikan dengan perusahaan bukan perata laba.selama tahun yang bersangkutan karena terdapat perubahan dalam keseimbangan nilai harga saham saat itu selama periode pengumuman.

maka di peroleh hasil tidak terdapat perbedaan reaksi antara kelompk perushaan petar laba dan perusahaan bukan perata laba terhadap pengumuman laba. maka di peroleh hasil bahwa terdapat perbedaan reaksi pasar antara kelompok perusahaan perata laba dan perusahaan bukan perata laba. Jika reaksi pasar atas pengumuman laba di tentukan melalui cummulative abnormal return selama periode pengamatan III (saat dilakukan pengumuman laba sampai dengan enam hari setelah pengumuman laba). Risiko Bisnis.• Risiko Bisnis. Hasil penelitian perusahaan perata laba dan perusahaan bukan perata laba. Jika reaksi pasar atas pengumuman laba di tentukan melalui cummulative abnormal return selama periode pengamatan I (enam hari sebelum pengumuman laba sampai dengan pada saat pengumuman laba) dan periode pengamatan II (tiga hari sebelum pengumuman laba sampai dengan tiga hari setelah pengumuman laba). Rata–rata return. • Uji beda rata. • Muhamm ad Khafid (2002) • • • Status perata dan bukan perata.• rata (Uji tsampel independen) • • Peneliti dan tahun Variabel Alat analisis perusahaan bukan perata (return rata-rata perusahaan perusahaan perata lebih kecil dari pada perusahaan non perata) Tidak ada perbedaan risiko bisnis rata-rata yang signifikan antara perusahaan perusahaan perata dan perusahaan– perusahaan bukan perata. Sehingga hipotesa 1 penelitin ini teruji. Terdapat perbedaan risiko investasi antara kelompok. Reaksi pasar terhadap • xxvii . Dengan demikian. hipotesa 2 teruji melalui data penelitian ini.

Pada penelitian sebelumnya. 2. 2005.pengumuman laba dan risiko investasi perusahaan perata laba lebih kecil di bandingkan dengan perusahaan bukan perata laba. Yang menyadari ada kelemahan dalam penelitiannya yaitu data yang di ambil berasal dari kondisi ekonomi yang kurang stabil yaitu krisis ekonomi. standar deviasi (SD) sebagai variabel dependen. topik perataan laba akan dianalisis terhadap saham perusahaan publik di Indonesia. Kerangka Pemikiran Teoritis 1. serta cummulative abnormal return (CAR). perbedaan reaksi pasar antara perusahaan perata laba dengan perusahaan bukan perata laba selalu dianalisis menggunakan alat statistik uji-t untuk membedakannya. Hal yang membedakan penelitian ini dibandingkan dengan penelitian sebelumnya adalah: 1. C. Pada penelitian ini. Sumber : data sekunder diolah. Pada penelitian kali ini selain menggunakan alat statistik uji-t juga menggunakan alat analisis regresi dengan membentuk variabel independen yang terdiri dari variabel dummy untuk kategori perata laba dan bukan perata laba dan unexpected earnings. Penelitian ini menguji pengaruh tindakan perataan laba dengan reaksi pasar dan risiko investasi perusahaan publik di Indonesia. Data yang diambil berada dalam kondisi ekonomi yang cenderung stabil hal ini untuk menutupi kelemahan penelitian Muhammad Khafid (2002). Perataan Laba dan Reaksi Pasar Atas Pengumuman Laba xxviii .

perataan laba adalah suatu signaling technique yang dimaksudkan untuk menyediakan signal bagi pembuatan prediksi yang lebih akurat. yang pada akhirnya dapat meningkatkan harga pasar perusahaan. Reaksi tersebut akan dilihat dari abnormal return saham setelah informasi laba diumumkan. 2. Diharapkan reaksi pasar akan lebih kuat untuk pengumuman laba perusahaan yang tidak melakukan perataan laba daripada untuk pengumuman perusahaan yang melakukana perataan laba. Peneliti beranggapan bahwa risiko dari investasi juga merupakan hal yang perlu dikaji. Return dan risiko merupakan dua hal yang tidak terpisah. Return dan risiko mempunyai hubungan yang xxix . Sebagaimana yang ditemukan oleh Assih (1998) bahwa cummulative abnormal return antara perusahaan perata laba dan bukan perata laba berbeda secara signifikan. Perataan laba merupakan tindakan yang dilakukan dengan sengaja untuk mengurangi varibilitas laba yang dilaporkan agar dapat mengurangi risiko pasar atas saham perusahaan. Selanjutnya.Laba yang dilaporkan merupakan signal mengenai laba dimasa yang akan datang. yang menjadi pertanyaan adalah apakah reaksi pasar atas pengumuman laba perusahaan perata laba akan berbeda dengan reaksi pasar atas pengumuman laba perusahaan bukan perata laba. Perataan laba dan Risiko Investasi Perusahan Publik Mengkaji return saja dalam konsep investasi merupakan hal yang tidak lengkap. karena pertimbangan suatu investasi merupakan trade–off dari kedua faktor ini. Oleh karena itu pengguna laporan keuangan dapat membuat prediksi atas laba perusahaan untuk masa yang akan datang berdasarkan signal yang disediakan oleh manajemen melalui laba yang dilaporkan. Selain itu.

Oleh karena itu. secara ringkas dapat dilihat pada gambar sebagai berikut: Gambar 2. Begitu juga sebaliknya. menyebabkan manajemen melakukan perataan laba. menemukan bukti bahwa risiko bisnis perusahaan–perusahaan perata lebih rendah daripada risiko bisnis perusahaan–perusahaan bukan perata. Michelson (dalam Samlawi 2000). Risiko sering dihubungkan dengan penyimpangan atau deviasi dari outcome yang diterima dengan diekspektasi. artinya semakin besar risiko yang harus ditanggung. Konsep perataan laba mengasumsikan bahwa investor adalah orang yang menolak risiko. semakin besar return yang akan dikompensasi. Secara teoritis.1 xxx . Sedangkan Muhammad Khafid (2002) menemukan bahwa terdapat perbedaan risiko antara perusahaan perata laba dan perusahaan bukan perata laba Dari uraian diatas. Sementara itu. Salno (1999) menemukan bahwa tidak terdapat perbedaan risiko antara perusahaan perata laba dan perusahaan bukan perata laba.positif. Perilaku investor yang demikian. investor lebih menyukai aliran laba yang stabil. kerangka pemikiran teoritis yang menghubungkan pengaruh status perusahaan (sebagai perata laba dan bukan perata laba) terhadap reaksi pasar dan risiko investasi. manajemen yang melakukan perataan laba bertujuan agar laba yang dilaporkan stabil tersebut menyebabkan risiko menjadi rendah. Hasil Salno (1999) sama dengan hasil penelitian Samlawi (2000) yang menemukan bukti empiris bahwa tidak ada perbedaan risiko bisnis antara perusahaan perata laba dengan perusahaan bukan perata laba.

2005. Dari kerangka pemikiran teoritis tersebut dan didukung oleh beberapa hasil penelitian sebelumnya. xxxi . maka hipotesis berbunyi: H1 : Terdapat perbedaan reaksi pasar antara perusahaan perata laba dan perusahaan bukan perata laba. H2 : Terdapat perbedaan risiko investasi antara perusahaan perata laba dan perusahaan bukan perata laba.Kerangka Pmikiran Toritis: Pengaruh Tidakan Prataan Laa Terhadap Reaksi Pasar Dan Risiko Investasi Reaksi pasar Kecil Perata laba Risiko Investasi Kecil Perusahaan Publik Reaksi Pasar Besar Bukan Perata Laba Risiko Investasi Besar Sumber : data sekunder diolah.

Jenis dan Sumber Data. Data saham xxxii . sampel dipilih dengan kriteria pemilihan sampel sebagai berikut : 1. Penelitian ini menggunakan data sekunder perusahaan publik yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta (BEJ) yaitu data saham dan data akuntansi. Sedangkan sampel penelitian ini adalah perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta (BEJ) yang dipilih dengan metode purposive sampling. Selama periode estimasi dan periode pengamatan tidak pernah melakukan corporate action (pembagian deviden. pemecahan harga saham. Populasi dan Prosedur Penentuan Sampel Populasi penelitian ini adalah seluruh perusahaan publik di Indonesia. Data saham yang dipakai adalah return saham.BAB III METODE PENELITIAN A. Tersedia data mengenai tanggal pengumuman laba periode 31 Desember 2001 sampai 31 Desember 2003. Menerbitkan laporan keuangan per 31 Desember 2001 sampai dengan tahun 2003 2. merger). B. Data akuntansi yang dipakai meliputi. penjualan bersih dan laba bersih setelah pajak. 5. Saham perusahaan aktif diperdagangkan selama periode estimasi dan periode pengamatan. 3. 4. Tersedia data mengenai harga saham selama periode estimasi dan pengamatan. Dengan metode purposive sampling ini.

nilai yang diharapkan menggunakan nilai rata-rata. CV ∆I CV ∆S = Koefisien variasi untuk perubahan laba = Koefisien variasi untuk perubahan penjualan. Data penelitian meliputi data perusahaan publik yang mencakup periode tahun 2001–2003 yang dipandang cukup mewakili kondisi Bursa Efek Jakarta. dan dokumen lainnya dengan metode dokumentasi untuk mengumpulkannya. Operasionalisasi dari ketiga variabel tersebut secara rinci dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. Definisi Operasional Untuk menguji hipotesis satu dan dua terdapat variabel status perata dan bukan perata laba. Jadi. xxxiii . reaksi pasar. yaitu standar deviasi dibagi dengan nilai yang diharapkan. dan risiko investasi. Dalam hal ini. Untuk menentukan perusahaan sebagai perata laba dan bukan perata laba. pojok BEJ. diklasifikasikan menggunakan model Eckel (1981). C.dan akuntansi tersebut diperolah melalui Directory BEJ. Variabel Status Perata Laba dan Bukan Perata Laba. Untuk dapat menggunakan model tersebut. maka digunakan rumus sebagai berikut : Indeks perataan laba = (CV ∆I / CV ∆S ) Dimana : ∆I ∆S CV = Perubahan laba dalam satu periode = Perubahan penjualan dalam satu periode = Koefisien variasi dari variabel.

Variabel Reaksi Pasar Variabel reaksi pasar diukur menggunakan cummulative abnormal return (CAR) yang dihitung pada saat periode peristiwa (event period) xxxiv . pengujian biaya atau pertimbangan yang subyektif. Laba bersih setelah pajak (LBSP) dipilih mengacu pada alasan bahwa. dan n merupakan banyaknya tahun yang diamati. Laba (I) yang digunakan dalam penelitian ini adalah laba bersih setelah pajak (LBSP).CV ∆I dan CV ∆S dapat dihitung sebagai berikut: CV ∆I dan CV ∆S= ∑ (∆X − ∆X ) n −1 2 / ∆X Dimana ∆X merupakan perubahan laba (I) atau penjualan (S) antara tahun dengan n-1. Adanya tindakan perataan laba ditunjukkan oleh indeks yang kurang dari satu (perata < 1 ). 2. ini didasari alasan yang telah dikemukakan oleh Ashari (1994) yaitu: 1) obyektif dan berdasarkan pada statistik dengan pemisahan yang jelas antara perusahaan perata dan bukan perata laba. pembuatan model dari laba yang diharapkan. Penggunaan indeks Eckel untuk mengetahui status perata dan bukan perata laba. return yang diperoleh investor atas investasi sahamnya didasarkan pada laba bersih setelah pajak ini. 2) mengukur terjadinya tindakan perataan laba tanpa memaksakan prediksi pendapatan. Menurut Ashari (1994) indeks Eckel dikembangkan secara spesifik sebagai pengukuran dikotomus dari perataan laba. 3) mengukur perataan laba dengan menjumlahkan pengaruh dari beberapa variabel perata laba yang potensial dan menyelidiki pola dari perilaku perataan laba selama periode waktu tertentu.

Peneliti memilih meanadjusted model dalam menetapkan return yang diekspektasi (diharapkan) karena model ini relatif lebih sederhana sehingga peneliti bisa relatif lebih cermat dan teliti dalam mengamati data ini. CAR merupakan penjumlahan dari abnormal return pada periode pengamatan.disebut juga dengan periode pengamatan atau jendela peristiwa (event windows). uraian tentang perhitungan abnormal return diatas dapat ditulis sebagai berikut: Ait= Rit .ERit Dimana : Ait Rit ERit = abnormal return untuk saham I pada hari t. dan tiga hari sesudahnya (Jogiyanto 2000). return yang diekspektasi (diharapkan) dihitung sebagai berikut : ERit = Σ Rij / T xxxv . Perhitungan abnormal return diperoleh dari selisih antara return untuk saham i pada hari t dengan return yang diekspektasi (diharapkan) dari saham tersebut. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan satu periode pengamatan (tiga hari setelah pengumuman laba) karena penelitian ini bertujuan untuk melihat ada tidaknya suatu reaksi atas pengumuman laba. Secara matematis. bukan untuk menguji kecepatan reaksi. hari peristiwanya. untuk pengumuman laba periode jendela yang digunakan umumnya adalah 3 hari yaitu tiga hari sebelum. Berdasarkan mean–adjusted model. = return saham I pada hari t. Return yang diekspektasi (diharapkan) dalam penelitian ini dihitung berdasarkan pada mean-adjusted model. = return yang diekspektasi (diharapkan) untuk saham i.

peneliti mencoba memperjelas keterangan di atas dalam bentuk gambar sebagai berikut : xxxvi . ada yang menetapkan lamanya periode estimasi selama 100 hari dan 120 hari. dan seksama di dalam mengumpulkan.Dimana : ERit Rij T = return yang diekspektasi (diharapkan) untuk saham I. = lamanya periode estimasi. n sebanyak 30 dipandang cukup untuk melakukan estimasi. Sedangkan beberapa peneliti terdahulu. Keputusan peneliti untuk mengambil 30 hari sebagai lama periode estimasi ini didasarkan pada pemikiran sebagai berikut : Dalam kajian statistik konservatif. mengolah. menganalisis data return tersebut. peneliti menetapkan 30 hari sebelum periode pengamatan (-30 sampai dengan –1). Agar diperoleh kejelasan mengenai lama periode estimasi dan lama periode pengamatan dalam penelitian ini. teliti. Jogiyanto (2000) berpendapat bahwa selama ini belum ada patokan dalam menentukan lamanya periode estimasi maupun pengamatan. Untuk lama periode estimasi pada penelitian ini. Lama periode estimasi yang kecil (lama 30 hari dipandang lebih kecil daripada lama 100 hari ataupun 120 hari) memungkinkan peneliti untuk dapat lebih cermat. = return untuk saham I pada periode estimasi j.

semakin besar return yang akan dikompensasi. Keterangan : 0 adalah tanggal pengumuman laba. 0 +1 +2 +3 Periode Pengamatan 3.1. Metode yang banyak digunakan untuk mengukur risiko ini adalah deviasi xxxvii . Risiko dari investasi juga perlu diperhitungkan . (dalam Samlawi 2000) mendefinisikan risiko sebagai variabilitas return realisasi terhadap return yang diekspektasi (diharapkan). artinya semakin besar risiko yang harus ditanggung. Return dan risiko mempunyai hubungan yang positif. Return dan risiko merupakan dua hal yang tidak terpisah. begitu juga sebaliknya. Periode Estimasi dan Periode Pengamatan -30 sampai dengan -1 Periode Estimasi Sumber : data sekunder diolah. Risiko sering dihubungkan dengan penyimpangan atau deviasi dari outcome yang diterima dengan yang diekspektasi.Gambar 3. yang di tentukan melalui tanggal diserahkannya laporan keuangan oleh perusahaan ke Bursa Efek Jakarta. 2005. Van Horne dan Machowics. merupakan hal yang tidak lengkap. karena pertimbangan suatu investasi merupakan trade-off dari kedua faktor ini. Variabel Risiko Investasi Mengkaji return saja dalam bentuk suatu investasi.

standar (standard deviation) yang mengukur penyimpangan nilai yang sudah terjadi dengan nilai rata–ratanya (sebagai nilai yang diekspektasi). alat analisis data pada penelitian ini terdiri dari: regresi dan uji t sampel independen untuk uji satu pihak. Sebagaimana telah disebutkan dimuka. X : nilai rata–rata saham tertentu selama periode estimasi. Berdasarkan penjelasan diatas. maka variabel risiko pada penelitian ini diukur dengan deviasi standar dari return masing–masing perusahaan yang bersangkutan pada periode estimasinya. xxxviii . maka penelitian ini melakukan pengujian asumsi klasik untuk pengujian statistik. Teknik Analisis Data penelitian dianalisis dan diuji dengan beberapa uji statistik yang terdiri dari statistik deskriptif dan uji statistik untuk pengujian hipotesis. 1. D. Pengujian asumsi klasik Untuk memperoleh hasil analisis data yang memenuhi syarat pengujian. Deviasi standar dapat dinyatakan sebagai berikut : SD = {∑ (Xi − X ) / n} 2 Dimana : SD : deviasi standar. yaitu 30. Xi : return saham tertentu pada masing–masing hari di periode estimasi. n : jumlah hari pada periode estimasi.

karena menurut peneliti pengujian tersebut tidak diperlukan pada data dan model pengujian penelitian ini. Peneliti menggunakan statistik deskriptif yang terdiri dari rata – rata. Jika ada pola tertentu (bergelombang. Juga digunakan grafik untuk memperjelas penampilan perkembangan dari variabel yang di teliti. Alat yang digunakan untuk mendeteksi adalah Linear Regression Plots dengan melihat ada tidaknya pola tertentu pada grafik scatterplot antara nilai prediksi variabel terikat dengan residualnya. Alat yang digunakan untuk mendeteksi adalah Normal P-P Plot of Regression Star. alat yang digunakan untuk mendeteksi adalah Durbin-Watson. deviasi standar. Normalitas.Alat analisis data regresi akan diuji asumsi klasik yang terdiri dari: a. Jika nilai Durbit-Watson signifikan. Linieritas. maka tidak terjadi heteroskedastisitas . Heteroskedastisitas. melebar. maka mengindikasikan telah terjadi heteroskedastisitas. xxxix . c. Pengujian asumsi klasik yang lain (multikolinieritas dan autokorelasi) tidak dilakukan pada penelitian ini. jika hasil Normal P-P Plot of Regression Star membentuk pola diagonal dari kiri bawah menuju kanan atas. 2. dan maksimum. berarti model persamaan linier adalah salah atau misspesification. Data akan diasumsikan berdistribusi normal. Sedangkan jika tidak ada pola yang jelas. Statistik Deskriptif Statistik ini digunakan untuk memberikan gambaran profil data sampel. b. minimum. atau menyempit).

variabel unecpected earning (UE).3. Dengan membentuk variabel independen dummy untuk status perata laba dan bukan perata laba. Dan variabel dependent cummulative abnormal return (CAR ) Model persamaan yang digunakan dalam teknik regresi ini adalah : CAR it = ά + β1 UE + β2 DUM +e CARit UE : Cummulative abnormal return pada periode pengamatan : Unexpected earning yaitu selisih antara laba periode sekarang dengan periode sebelumnya DUM : Variabel dummy yang bernilai satu untuk perusahaan perata laba dan nilai 0 untuk perusahaan bukan perata laba. xl . Apabila nilai koefisien UE signifikan. dan apakah terdapat perbedaan reaksi pasar antara perusahaan perata laba dan perusahaan bukan perata laba. Pengujian Hipotesis Pengujian hipotesis satu akan melihat apakah pasar bereaksi dengan adanya pengumuman informasi laba. maka pasar bereaksi dengan adanya pengumuman laba. Sedangkan nilai koefisien DUM yang signifikan menunjukan bahwa terdapat perbedaan reaksi pasar antara perusahaan perata laba dan perusahaan bukan perata laba. Teknik statistik yang digunakan adalah regresi linear berganda.

Pengujian ini dilakukan dengan t-tes sampel independen. Menguji beda rata–rata cummulative abnormal return antara perusahaan perata laba dan perusahaan bukan perata laba untuk mengetahui perbedaan reaksi pasar dari kedua kelompok tersebut mana yang lebih kuat.Untuk mengetahui apakah reaksi pasar bagi perusahaan bukan perata laba lebih kuat di bandingkan dengan dengan reaksi pasar bagi perusahaan perata laba. Secara rinci. 3. Sedangkan hipotesis dua akan melihat apakah resiko terpengaruh dengan adanya pengumuman informasi laba. dilakukan langkah– langkah sebagai berikut: 1. Ratarata cummulative abnormal return yang lebih besar menunjukan reaksi pasar yang kuat. Teknik statistik yang digunakan adalah regresi linear berganda. untuk menguji hipotesis pertama. abnormal return. cummulative abnormal return dengan periode pengamatan setelah pengumuman laba. Memasukan nilai–nilai variabel kedalam persamaan regresi 5. Menghitung return yang sesungguhnya. Menghitung return yang diekspektasi dengan periode 30 hari menjelang pengumuman laba. 4. dan apakah terdapat perbedaan risiko investasi antara perusahaan perata laba dan perusahaan bukan perata laba. maka dilakukan dengan membandingkan rata-rata cummulative abnormal return antara perusahaan perata laba dan bukan perata laba. Mengklasifikasikan perusahaan ke dalam kelompok perata laba dan kelompok bukan perata laba dengan menggunakan indek Eckel untuk laba operasi dan laba setelah pajak 2. Dengan xli .

xlii . Dan variabel dependent deviasi standar (SD) Model persamaan yang digunakan dalam teknik regresi ini adalah : SD it = ά + β1 UE + β2 DUM +e SDRit : Deviasi standar pada periode pengamatan UE : Unexpected earning yaitu selisih antara laba periode sekarang dengan periode sebelumnya DUM : Variabel dummy yang bernilai satu untuk perusahaan perata laba dan nilai 0 untuk perusahaan bukan perata laba. Pengujian ini dilakukan dengan t-tes sampel independen. variabel unecpected earning (UE). Sedangkan nilai koefisien DUM yang signifikan menunjukan bahwa terdapat perbedaan risiko investasi antara perusahaan perata laba dan perusahaan bukan perata laba. maka risiko terpengaruh dengan adanya pengumuman laba. Apabila nilai koefisien UE signifikan. maka dilakukan dengan membandingkan rata-rata risiko antara perusahaan perata laba dan bukan perata laba. Untuk mengetahui apakah risiko investasi bagi perusahaan bukan perata laba lebih besar di bandingkan dengan risiko investasi bagi perusahaan perata laba.membentuk variabel independen dummy untuk status perata laba dan bukan perata laba.

Memasukan nilai–nilai variabel kedalam persamaan regresi 5. Menghitung Deviasi Standar dari return yang diekspektasi. Mengklasifikasikan perusahaan ke dalam kelompok perata laba dan kelompok bukan perata laba dengan menggunakan indek Eckel untuk laba operasi dan laba setelah pajak 2. Menghitung return yang diekspektasi dengan periode 30 hari menjelang pengumuman laba. 3. Menguji beda rata–rata Deviasi Standar antara perusahaan perata laba dan perusahaan bukan perata laba untuk mengetahui perbedaan reaksi pasar dari kedua kelompok tersebut mana yang lebih besar. 4. dilakukan langkahlangkah sebagai berikut: 1. xliii .Secara rinci untuk menguji hipotesis kedua.

Jumlah akhir sampel 333 202 131 3 128 62 66 4 62 62 Perusahaan Perusahaan Perusahaan Perusahaan Perusahaan Perusahaan Perusahaan Dari sampel sebanyak 62 perusahaan. Gambaran Umum Sampel Penelitian Penelitian ini menggunakan populasi perusahaan-perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta. Tidak tersedia data mengenai tanggal pengumuman laba periode 31 Desember 2001 sampai 31 Desember 2003. Dari sejumlah 333 perusahaan sebagai populasi. melalui prosedur penentuan sampel sebagaimana dipaparkan pada bab III diperoleh sampel 62 perusahaan. Tidak tersedia data mengenai harga saham selama periode estimasi dan pengamatan. Saham perusahaan tidak aktif diperdagangkan selama periode estimasi dan periode pengamatan. Proses penentuan sampel dengan metode yang di maksud dalam bab II. dan perusahaan bukan perata laba. secara sistematis dilakukan dengan uruturutan langkah sebagai berikut: Jumlah perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta (BEJ) per 31 Desember 2003 Tidak menerbitkan laporan keuangan per 31 Desember 2001 sampai dengan tahun 2003 Selama periode estimasi dan periode pengamatan melakukan corporate action. Melalui perhitungan indeks Eckel yang secara rinci terdapat pada lampiran 5 halaman 62 diperoleh hasil sebanyak 48 perusahaan termasuk kelompok perusahaan xliv .BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. peneliti mengklasifikasikan ke dalam kelompok perusahaan perata laba.

sebanyak 14 perusahaan termasuk kelompok perusahaan bukan perata laba. Hasil Penelitian Hasil penelitian pada bagian ini. 1. Oleh karena itu. dan cummulative abnormal return. Sebagaimana disebutkan pada bab II bahwa penelitian ini akan menguji pengaruh tindakan perataan laba terhadap reaksi pasar dan risiko investasi perusahaan publik di Indonesia. B. Hipotesis pertama berbunyi : “Terdapat perbedaan reaksi pasar antara perusahaan perata laba dan perusahaan bukan perata laba”. akan dipaparkan dalam dua bagian. Sedangkan hipotesis ke-dua berbunyi : “Terdapat perbedaan risiko investasi antara perusahaan perata laba dan perusahaan bukan perata laba”. unexpected earning. dan statistik inferensial yang menyajikan hasil pengujian hipotesis. Pada pengujian hipotesis pertama terdapat variabel-variabel penelitian: status perata dan bukan perata laba. Profil Data Penelitian Profil data penelitian diperoleh dari hasil analisis data melalui pengolahan statistik deskriptif.perata laba. Data-data penelitian yang akan disajikan pada profil ini mengacu pada variabel-variabel penelitian yang ada. Sedangkan pada pengujian hipotesis ke- xlv . pada penelitian ini terdapat dua buah hipotesis yang akan di uji . Sedangkan lainnya. yaitu statistik deskriptif yang menyajikan profil data penelitian.

Earn 14 -89385. 2005 Tabel 4.076356 Unexpect.57 Risiko (SD) 14 0.02307 0.393 131695.5 48272.271 337649.812 0. Dev Penelitian CAR 14 -0. serta risiko investasi.02671 0.108 -.157 0.2. dan 14 perusahan sebagai kelompok bukan perata laba.5 229814. Melalui perhitungan dengan indeks Eckel sebagaimana yang terdapat pada lampiran halaman 62.040364 Sumber : data sekunder diolah.170023 Unexpect.250 -0. Dev Penelitian CAR 48 -0.dua. terdapat variabel penelitian status perata laba dan bukan perata laba. diperoleh 48 perusahaan sebagai kelompok perata laba. Earn 48 -466530. Profil Data Penelitian (Kelompok Bukan Perata Laba) Variabel N Min Max Mean Std. sehingga tidak diikutkan pada pengolahaan statistik diskriptif.1. disajikan pada tabel sebagai berikut: Tabel 4.248 0.19 Risiko (SD) 48 0.5 78350.000 0.2005 xlvi . Hasil pengolahan data statistik deskriptif yang menunjukan data penelitian pada masing-masing variabel penelitian di atas.107 0.03685 0. Profil Data Penelitian (Kelompok Perata Laba) Variabel N Min Max Mean Std. unexpected earning.0 366709. Variabel penelitian status perata laba dan bukan perata laba merupakan variabel kategorikal. Sebanyak 62 perusahaan yang menjadi sampel selanjutnya dikelompokan ke dalam status perata laba dan bukan perata laba dengan model Eckel.02550 0.000 0.027108 Sumber : data sekunder diolah.

Dari hasil statistik deskriptif ini dapat dilihat bahwa pada perusahaan bukan perata laba menunjukan unexpected earning yang lebih tinggi.03685. Hal ini sesuai dengan konsep perataan laba yang menjadi pokok kajian pada penelitian ini. sedangkan untuk perusahaan yang dikelompokan sebagai perusahaan bukan perata laba menunjukan angka sebesar 0.02671. Untuk perusahaan perata laba.1 dan 4.Dari tabel 4. xlvii .2 di atas dapat dilihat bahwa.02550 Ini berarti harga saham-saham pada periode pengamatan untuk kelompok perusahaan perata laba cenderung mengalami penurunan.350. dan untuk kelompok bukan perata laba cenderung mengalami kenaikan secara rata-rata. Untuk perusahaan perata laba. rata–rata deviasi standar sebesar 0. sedangkan untuk perusahaan bukan perata laba rata–rata deviasi standar sebesar 0.02307. Risiko ini merupakan risiko investasi yang diukur melalui deviasi standar dari return-return selama periode estimasi (selama 30 hari). untuk perusahaan yang dikelompokan sebagai perusahaan perata laba. cummulative abnormal return memiliki rata-rata sebesar -0. Variabel penelitian yang terakhir adalah risiko. Dari hasil statistik deskriptif ini dapat dilihat bahwa pada perusahaan perata laba memiliki risiko yang lebih kecil dibandingkan dengan perusahaan bukan perata laba. rata–rata unexpected earning menunjukan angka 48. Hal ini sesuai dengan konsep perataan laba yang menjadi pokok kajian pada penelitian ini.272.271 sedangkan untuk perusahaan bukan perata laba rata–rata unexpected earning sebesar 78.393.

Alat yang digunakan untuk mendeteksi adalah normal probability plot yang membandingkan distribusi kumulatif dari data sesungguhnya dengan ditrisbusi normal. Sebagaimana telah disebutkan di muka. Distribusi normal akan membentuk satu garis lurus diagonal. xlviii . Hasil Pengujian Asumsi Klasik Sebelum dilakukan analisis data untuk pengujian hipotesis.2. Alat analisis data regresi berganda akan diuji asumsi klasik yang terdiri dari: a. Alat yang digunakan untuk mendeteksi adalah Melihat grafik plot antara nilai prediksi variabel terikat (ZPRED) dengan residualnya (SRESID). yang dapat dilihat melalui Normal P–P Plot of Regression Star pada lampiran 12 halaman 87. Jika ada pola tertentu (bergelombang. Normalitas. b. dalam rangka memperoleh hasil analisis data yang memenuhi syarat pengujian. Heteroskedastisitas. maka penelitian ini melakukan pengujian asumsi klasik untuk pengujian statistik. alat analisis data pada penelitian ini terdiri dari: regresi berganda dan uji t sampel independen. Peneliti telah memastikan bahwa data penelitian telah memenuhi asumsi normalitas. Jika distribusi data adalah normal maka garis yang mengambarkan data sesungguhnya akan mengikuti garis diagonalnya (dari kiri bawah menuju kanan atas). Deteksi ada tidaknya heteroskedastisitas dapat dilakukan dengan melihat ada tidaknya pola tertentu pada grafik scatterplot. dan ploting data akan dibandingkan dengan garis diagonal.

Hasil Pengujian Hipotesis I Hipotesis penelitian pertama berbunyi “Terdapat perbedaan reaksi pasar antara perusahaan perata laba dan perusahaan bukan perata laba”. sehingga model regresi layak dipakai untuk memprediksi. c. Alat yang digunakan untuk mendeteksi adalah DurbinWatson. pada periode pengamatan.melebar. Hipotesis ini akan diuji dengan menggunakan regresi berganda dan uji t sampel independen. berarti model persamaan linier adalah salah atau misspesification. maka tidak terjadi heteroskedastisitas. Hal ini dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi. Dari grafik scatterplots Pada lampiran 14 halaman 92 terlihat titik–titik menyebar secara acak serta tersebar baik di atas maupun dibawah angka 0 pada sumbu Y. atau menyempit) maka mengindikasikan telah terjadi heteroskedastisitas. nilai Durbin-Watson berada didaerah bebas kesalahan oleh karena itu model yang digunakan pada persamaaan regresi sebagai persamaan yang linier pada penelitian ini adalah tidak salah. Sedangkan jika tidak ada pola yang jelas. Jika nilai Durbit-Watson signifikan. 3. Linieritas. Analisis data dilakukan dengan melihat signifikansi pada masingmasing variabel penelitian. Apabila nilai variabel Unexpected Earning yang signifikan menunjukan bahwa variabel ini berpengaruh terhadap xlix . Pada pengujian regresi periode pengamatan lampiran 13 hal 89.

3. 2005. HA: Ada pengaruh variabel Unexpected Earning dan dummy terhadap cummulative abnormal return.931 -1.05 maka HO tidak dapat ditolak (diterima).0. Hasil Pengujian Regresi Berganda Keterangan Stand.Beta 0. Pengambilan keputusan: Jika probalitas > 0. Hal ini berarti pasar bereaksi dengan adanya pengumuman laba. Coeff.137 Dummy Sumber : data sekunder diolah.070 Sign 0. Hipotesis statistiknya berbunyi sebagai berikut: HO:Tidak ada pengaruh variabel Unexpected Earning dan dummy terhadap cummulative abnormal return.cummulative abnormal return. Hal ini berarti ada perbedaan reaksi atas pengumuman laba antara perusahaan perata laba dan perusahaan bukan perata laba. t 0. Hasil pengujian regresi berganda dengan menggunakan software SPSS sebagaimana terdapat pada lampiran 15 halaman 94 penelitian ini.355 0. secara ringkas disajikan pada tabel berikut ini: Tabel 4.119 Unexpected Earning . Jika probalitas < 0.289 l . Variabel dummy yang signifikan menunjukan bahwa status perata laba dan bukan perata laba berpengaruh terhadap cummulative abnormal return.05 maka HO ditolak dan terima HA.

Variabel Independen : Unexpected Earning. Ada dua tahapan analisis yaitu: a. Dengan t-test. dan reaksi antara perusahaan perata laba dan perusahaan bukan perata laba tidak berbeda secara signifikan pada toleransi 5%. Dummy b. Untuk lebih menyakinkan hasil penelitian perbedaan reaksi pasar atas pengumuman laba antara perusahaan perata laba dan bukan perata laba ini selain diuji dengan regresi berganda.931 dan variabel dummy menunjukan nilai t-1. Dari alat uji ini. Dengan Levene Test. diuji apakah variance populasi kedua sampel tersebut adalah sama ataukah beda. peneliti akan membedakan cummulative abnormal return pada masing-masing periode pengamatan antara perusahaan perata laba dan perusahaan bukan perata laba.Keterangan: a. juga akan diuji dengan uji t sampel independen untuk membedakannya (Output SPSS lampiran 16 hal 100). Hipotesis statistiknya sebagai berikut: HO: Tidak ada perbedaan reaksi pasar antara perusahaan perata laba dan perusahaan bukan perata laba adalah tidak berbeda. Hal ini berarti HO diterima atau dengan kata lain pasar tidak bereaksi dengan adanya pengumuman laba.070 dengan tingkat signifikansi keduanya lebih dari 5%. Variabel Dependen : Cummulative Abnormal Return Pada periode pengamatan terlihat bahwa nilai t untuk variabel unexpected earning menunjukan angka 0. b. li .

4.Assumed 1. Karena probabilitas >0.05 maka HO tidak dapat ditolak (diterima).HA: Ada perbedaan reaksi pasar antara perusahaan perata laba dan perusahaan bukan perata laba.05 maka HO diterima atau menunjukan kedua varianced adalah sama. lii . Berdasarkan pengujian t sampel independen untuk cummulative abnormal return pada beberapa periode pengamatan secara ringkas. Pengambilan keputusan: Jika probalitas > 0. terlihat bahwa F hitung untuk cummulative abnormal return dengan Equal Variance Assumed adalah 1.108 Dari tabel 4.242.636 Equal Var.112 -1.387 dengan probabilitas 0. Jika probalitas < 0.05 maka HO tidak dapat ditolak (diterima). Jika probalitas < 0. Samanya kedua variance membuat penggunaan variance untuk membandingkan rata-rata populasi dengan t-test sebaiknya menggunakan dasar Equal Variance (diasumsikan kedua varians sama). not Assumed Sumber: data sekunder diolah. Hasil Uji-t Sampel Independen Keterangan Levene’s test for Equality of Variances (Sign) 0. Hipotesisnya : Jika probalitas > 0.2005 Sign (2 tailed) 0.271 0.242 t -1.4.05 maka HO ditolak dan terima HA. disajikan pada tabel berikut ini: Tabel 4.05 maka HO ditolak dan terima HA.387 Equal Var.

Terlihat dari output SPSS bahwa besarnya t hitung adalah -1. Karena probabilitas >0. Jadi. pada periode pengamatan.05 maka HO diterima. 4. Atau dengan kata lain bahwa perbedaan terdapat resiko investasi atas pengumuman liii . berarti Reaksi pasar antara perusahaan perata laba dan perusahaan bukan perata laba adalah tidak berbeda. Variabel dummy yang signifikan menunjukan bahwa status perata laba dan bukan perata laba berpengaruh terhadap Risiko Investasi. Hipotesis ini akan diuji dengan menggunakan regresi berganda dan uji t sampel independen. peneliti memperoleh hasil bahwa jika untuk melihat reaksi pada periode pengamatan (saat pengumuman laba sampai 6 hari setelah pengumuman laba). Analisis data dilakukan dengan melihat signifikansi pada masing-masing variabel penelitian. Apabila nilai variabel Unexpected Earning yang signifikan menunjukan bahwa variabel ini berpengaruh terhadap Risiko Investasi. maka hipotesis berbunyi :” Terdapat perbedaan reaksi pasar antara perusahaan perata laba dan perusahaan bukan perata laba” tidak dapat teruji pada tingkat signikansi 5%.271. Hasil Pengujian Hipotesis II Hipotesis ke-dua berbunyi “Terdapat perbedaan risiko investasi antara perusahaan perata laba dan perusahaan bukan perata laba”.112 dengan probabilitas 0. Dari dua alat analisis data di atas. hasil penelitian di atas berarti tindakan perata laba yang dilakukan oleh perusahaan publik di Indonesia tidak mempengaruhi reaksi pasar pada saat laba perusahaan yang bersangkutan diumumkan.

liv .253 Keterangan: a.laba antara perusahaan perata laba dan perusahaan bukan perata laba.05 maka HO tidak dapat ditolak (diterima). Jika probalitas < 0.980 dan variabel dummy menunjukan nilai t 1.125 Unexpected Earning 0. Hasil pengujian regresi berganda dengan menggunakan software SPSS sebagaimana terdapat pada lampiran 15 halaman 97 penelitian ini.148 Dummy Sumber : data sekunder diolah. Pengambilan keputusan: Jika probalitas > 0.155 dengan tingkat signifikansi keduanya lebih dari 5%. HA: Ada pengaruh variabel Unexpected Earning dan Dummy terhadap Risiko Investasi.Beta -0.331 0. secara ringkas disajikan pada tabel berikut ini: Tabel 4. t -0. Coeff. Variabel Independen : Unexpected Earning. Variabel Dependen : Deviasi Standar (Risiko Investasi) Pada periode pengamatan terlihat bahwa nilai t untuk variabel unexpected earning menunjukan angka -0. Dummy b. Hipotesis statistiknya berbunyi sebagai berikut: HO:Tidak ada pengaruh variabel Unexpected Earning dan Dummy terhadap Risiko Investasi.155 Sign 0.980 1. 2005. Hasil Pengujian Regresi Berganda Keterangan Stand.5.05 maka HO ditolak dan terima HA.

Ada dua tahapan analisis yaitu: a. Jika probalitas < 0. Untuk lebih menyakinkan hasil penelitian perbedaan risiko investasi atas pengumuman laba antara perusahaan perata laba dan bukan perata laba ini selain diuji dengan regresi berganda. juga akan diuji dengan uji t sampel independen untuk membedakannya (Output SPSS lampiran 16 hal 102). Dari alat uji ini. b. Hipotesis statistiknya sebagai berikut: HO: Tidak ada perbedaan risiko investasi antara perusahaan perata laba dan perusahaan bukan perata laba adalah tidak berbeda. disajikan pada tabel berikut ini: lv . peneliti akan membedakan risiko investasi pada periode pengamatan antara perusahaan perata laba dan perusahaan bukan perata laba.05 maka HO ditolak dan terima HA. Dengan Levene Test. diuji apakah variance populasi kedua sampel tersebut adalah sama ataukah beda.05 maka HO tidak dapat ditolak (diterima).Hal ini berarti HO diterima atau dengan kata lain risiko tidak terpengaruh dengan adanya pengumuman laba antara perusahaan perata laba dan bukan perata laba. dan risiko investasi antara perusahaan perata laba dan perusahaan bukan perata laba tidak berbeda secara signifikan pada toleransi 5%. Pengambilan keputusan: Jika probalitas > 0. Dengan t-test. Berdasarkan pengujian t sampel independen untuk deviasi standar pada periode pengamatan secara ringkas. HA: Ada perbedaan risiko investasi antara perusahaan perata laba dan perusahaan bukan perata laba.

236 0. Karena probabilitas >0. Hasil Uji-t Sampel Independen Keterangan Levene’s test for Equality of Variances (Sign) 0. terlihat bahwa F hitung untuk deviasi standar dengan Equal Variance Assumed adalah 3.Assumed 3.6.05 maka HO ditolak dan terima HA. Jika probalitas < 0.198 dengan probabilitas 0.148 Dari tabel 4. not Assumed Sumber: data sekunder diolah.Tabel 4. Samanya kedua variance membuat penggunaan variance untuk membandingkan rata-rata populasi dengan t-test sebaiknya menggunakan dasar Equal Variance (diasumsikan kedua varians sama). berarti tidak ada perbedaan deviasi standar antara perusahaan perata laba dan perusahaan bukan perata laba.6. lvi . Terlihat dari output SPSS bahwa besarnya t hitung adalah 1.236. Hipotesisnya : Jika probalitas > 0.05 maka HO diterima atau menunjukan kedua varianced adalah sama.483 Equal Var. Karena probabilitas >0.198 1.05 maka HO diterima.446 dengan probabilitas 0.068.068 t 1.05 maka HO tidak dapat ditolak (diterima).2005 Sign (2 tailed) 0.446 Equal Var.

Sedangkan penelitian terakhir yang dilakukan oleh Muhammad Khafid (2002) menemukan bukti lvii . Disamping itu.C. Samlawi (2000) menyimpulkan bahwa pada analisis total sampel ditemukan adanya perbedaan return rata-rata yang signifikan antara perusahaan–perusahaan perata dan perusahaan– perata laba dan perusahaan bukan perata (return rata-rata perusahaan perata lebih kecil daripada perusahaan perusahaan non perata). Analisis yang dimaksud dalam penelitian ini adalah mencoba mengkaitkan antara tindakan perataan laba yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta dengan dua hal. Reaksi pasar atas pengumuman laba yang ditentukam melalui cummulative abnormal return selama periode pengamatan (saat dilakukan pengumuman laba sampai dengan tiga hari setelah pengumuman laba). maka diperoleh hasil bahwa pasar tidak menunjukan reaksi atas diumumkannya laba. Interpretasi Hasil Penelitian Penelitian ini berisi kajian tentang analisis perataan laba. Assih (1998) menemukan bukti bahwa reaksi pasar yang diukur dengan cummulative abnormal return antara perusahaan perata laba berbeda secara signifikan dengan perusahaan bukan perata laba. hasil penelitian ini juga tidak menunjukan adanya perbedaan reaksi pasar antara kelompok perusahaan perusahaan bukan perata laba. dan resiko investasi. peneliti melakukan interpretasi sebagai berikut: 1. Hasil penelitian ini tidak senada dengan beberapa hasil penelitian yang dilakukan sebelumnya antara lain. Berdasarkan hasil pengolahan data penelitian ini. yaitu reaksi pasar pada saat perusahaan tersebut mengumumkan laba.

Pada kajian tentang perataan laba. Pada saat pengumuman laba dilakukan perbedaan antara laba yang diprediksi dengan laba yang sesungguhnya diumumkan inilah yang akan menimbulkan reaksi. perusahaan yang termasuk kelompok perusahaan perata laba akan memperlihatkan aliran laba yang stabil. Namun demikian penelitian ini memberikan wacana yang berbeda dengan wacanawacana tersebut.empiris bahwa terdapat perbedaan reaksi pasar yang diukur dengan cummulative abnormal return antara perusahaan perata laba berbeda dengan perusahaan bukan perata laba. aliran laba yang telah diumumkan menunjukan tingkat variasi yang tinggi. Namun demikian penelitian ini senada dengan beberapa peneliti antara lain. Pada kelompok perusahaan bukan perata laba. Oleh karena itu pada kelompok perusahaan yang demikian. Jika kondisinya demikian. investor relatif sulit untuk memprediksi laba yang akan diumumkan hanya melalui signal yang ditunjukan dari informasi laba pada beberapa periode yang lalu. Namun ada juga waktu yang mengakibatkan tidak terdapat perbedaan reaksi pasar antara pengumuman laba perusahaan perata laba lviii . Peneliti menduga ada faktor lain yang mengakibatkan pada waktu tertentu memang terdapat perbedaan reaksi pasar antara pengumuman laba perusahaan perata laba dengan perusahaan bukan perata laba. maka informasi yang akan diumumkan oleh perusahaan sangat dibutuhkan oleh investor dan para pelaku pasar. Hal ini menyebabkan laba yang akan diumumkan dapat relatif lebih mudah diprediksi melalui laba tahun lalu. Salno (2000) menemukan bukti bahwa tidak ada perbedaan return antara perusahaan perata dan perusahaan bukan perata laba.

yang menemukan bukti bahwa risiko bisnis perusahaan–perusahaan perata lebih rendah daripada risiko bisnis perusahaan–perusahaan bukan perata. pembelian kembali saham). maka diperoleh hasil bahwa risiko tidak terpengaruh dengan adanya pengumuman laba. Risiko investasi. distribusi saham). pengumuman deviden (distribusi kas. pemecahan saham. pengumuman investasi. atas pengumuman laba yang ditentukan melalui Deviasi Standar selama periode pengamatan (saat dilakukan pengumuman laba sampai dengan tiga hari setelah pengumuman laba). Hal ini sesuai dengan pendapat Foster (dalam Muhammad Khafid 2002) yang menyebutkan bahwa pengumuman–pengumuman lain yang dapat mempengaruhi harga saham antara lain: pengumuman peramalan oleh pejabat perusahaan. Lebih besarnya pengaruh pengumuman-pengumuman tersebut pada saat penelitian dilakukan. dikarenakan investor bisa sama-sama memperoleh informasi mengenai kondisi suatu perusahaan. dan risiko antara perusahaan perata laba dan perusahaan bukan perata laba tidak berbeda signifikan. Penelitian tentang kaitan antara tindakan perata laba dengan risiko yang dilakukan oleh antara lain. 2. pengumuman merjer–ambil alih– diversifikasi. Salno (1999) menemukan bahwa tidak terdapat perbedaan lix . Selain itu juga dimungkinkan pada periode itu faktor-faktor lain lebih besar pengaruhnya dari pada tindakan perataan laba. Michelson (dalam Samlawi 2000).dengan perusahaan bukan perata laba. pengumuman pendanaan (pengumuman yang berhubungan dengan ekuitas. pengumuman ketenagakerjaan. Sementara itu. pengumuman yang berhubungan dengan pemerintah. pengumuman yang berhubungan dengan hutang.

Secara teoritis. Para investor yang menolak resiko selalu mengamati aliran laba beberapa periode sebelumnya sebagai dasar dalam melakukan analisis investasinya.risiko antara perusahaan perata laba dan perusahaan bukan perata laba. Peneliti menduga ada faktor situasi ekonomi yang mengakibatkan pada waktu tertentu memang lx . Sedangkan Muhammad Khafid (2002) menemukan bahwa terdapat perbedaan risiko antara perusahaan perata laba dan perusahaan bukan perata laba. Bila dikaitkan dengan 4 (empat) hasil penelitian diatas. Para investor yang menolak risiko dapat menjadikan perusahaan–perusahaan dengan aliran laba stabil ini menjadi alternatif utama investasinya. Muhammad Khafid (2002). Hasil Salno (1999) sama dengan hasil penelitian Samlawi (2000) yang menemukan bukti empiris bahwa tidak ada perbedaan risiko bisnis antara perusahaan perata laba dengan perusahaan bukan perata laba. investor yang menolak risiko lebih menyukai perusahaan-perusahaan yang memiliki aliran laba yang stabil. Sesuai dengan konsep perataan laba. dan sesuai dengan hasil yang diperoleh Salno (1999) dan Samlawi (2000). maka hasil penelitian ini tidak sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Michelson. manajemen yang melakukan perataan laba bertujuan agar laba yang dilaporkan stabil tersebut membawa dampak juga kepada harga saham yang stabil. Hasil yang diperoleh peneliti ini tidak terdapat perbedaan risiko investasi antara perusahaan perata laba dan perusahaan bukan perata laba. berarti hipotesis penelitian ini tidak teruji. Pada akhirnya harga saham yang stabil ini bisa memperkecil risiko investasinya. Namun demikian seperti halnya reaksi pasar penelitian ini memberikan wacana yang berbeda dengan wacana-wacana tersebut.

Namun ada juga waktu yang mengakibatkan tidak terdapat perbedaan risiko investasi antara perusahaan perata laba dengan perusahaan bukan perata laba. Lebih besarnya pengaruh pengumuman-pengumuman tersebut pada saat penelitian dilakukan. pengumuman yang berhubungan dengan hutang. Hal ini sesuai dengan pendapat Foster (dalam Muhammad Khafid 2002) yang menyebutkan bahwa pengumuman–pengumuman lain yang dapat mempengaruhi harga saham antara lain: pengumuman peramalan oleh pejabat perusahaan. dikarenakan investor bisa sama-sama memperoleh informasi mengenai kondisi suatu perusahaan. Seperti halnya reaksi pasar dimungkinkan pada periode itu faktor-faktor lain lebih besar pengaruhnya terhadap risiko invesatsai dari pada tindakan perataan laba. pengumuman pendanaan (pengumuman yang berhubungan dengan ekuitas. pengumuman deviden (distribusi kas. lxi . pengumuman investasi. distribusi saham).terdapat perbedaan resiko investasi antara pengumuman laba perusahaan perata laba dengan perusahaan bukan perata laba. pembelian kembali saham). pengumuman merjer–ambil alih–diversifikasi. pengumuman ketenagakerjaan. pemecahan saham. pengumuman yang berhubungan dengan pemerintah.

maka peneliti dapat menyimpulkan beberapa hal sebagai berikut: 1. maka diperoleh hasil bahwa tidak terdapat perbedaan reaksi pasar antara kelompok perusahaan perata laba dan perusahaan bukan perata laba sehingga hipotesis satu penelitian ini tidak teruji. Adanya hasil yang berbeda antara beberapa peneliti terdahulu dengan penelitian ini maka peneliti menyimpulkan bahwa dimungkinkan adanya faktor-faktor lain yang lebih besar pengaruhnya terhadap reaksi pasar dan resiko investasi.. lxii . Berdasarkan hasil penelitian sebagaimana dipaparkan pada Bab IV. penelitian ini menguji pengaruh tindakan perataan laba terhadap reaksi pasar dan risiko investasi pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta. Reaksi pasar atas pengumuman laba yang ditentukan melalui cummulative abnormal return selama periode pengamatan (saat dilakukan pengumuman laba sampai dengan enam hari setelah pengumuman laba).BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Risiko investasi yang ditentukan melalui deviasi standar selama periode pengamatan (saat dilakukan pengumuman laba sampai dengan tiga hari setelah pengumuman laba). 2. 3. maka diperoleh hasil bahwa tidak terdapat perbedaan risiko investasi antara kelompok perusahaan perata laba dan perusahaan bukan perata laba sehingga hipotesis dua penelitian ini tidak teruji. Kesimpulan Secara umum.

Peneliti belum bisa menelusuri lebih jauh kenapa ada penelitian serupa yang hipotesis teruji dan ada juga hipotesisnya tidak teruji. pengumuman pendanaan (pengumuman yang berhubungan dengan ekuitas. pengumuman yang berhubungan dengan pemerintah. pembelian kembali saham). 1. Untuk itu bagi para akademisi maupun praktisi yang akan menggunakan hasil penelitian ini sebagai acuan penelitian berikutnya dan bagi praktisi sebagai dasar pengambilan keputusan investasi dan keputusan ekonomi lainnya diharapkan memperhatikan beberapa keterbatasan penelitian ini. pengumuman investasi. 2. Peneliti mengabaikan variabel-variabel lain yang berpengaruh terhadap reaksi dan risiko investasi baik data yang kuantitatif maupun kualitatif (goods news dan bad news terkait dengan pengumuman peramalan oleh pejabat perusahaan. peneliti menyadari bahwa penelitian ini masih banyak mengandung beberapa keterbatasan.B. pemecahan saham. pengumuman ketenagakerjaan. pengumuman yang berhubungan dengan hutang. Berdasarkan beberapa keterbatasan tersebut. penelitian ini memberi implikasi kepada penelitian berikutnya untuk mencoba menganalisis topik serupa dengan memasukan variabel-variabel lain yang berpengaruh terhadap reaksi dan investasi. sebagai dasar pengambilan keputusan bagi para akademisi maupun praktisi. distribusi saham). Saran Karena kedua hipotesis yang diajukan penelitian ini tidak teruji secara signifikan. pengumuman merjer–ambil alih– diversifikasi). pengumuman deviden (distribusi kas. baik data yang kuantitatif maupun kualitatif (goods news dan bad news) dalam memandang reaksi pasar dan risiko sebagai pertimbangan lxiii .

lxiv .analisisnya serta menelusuri penyebab kenapa ada penelitian serupa yang hipotesis teruji dan ada juga hipotesisnya tidak teruji.

Cambridge. 5 p 713 – 730.Tesis. Muhammad Khafid.Tan. Liauw She dan Mas’ud Machfoedz. 2001.BPFE. Income Smoothing by Economy Sector. Program Pascasarjana Universitas Gajah Mada.2002. Nasuhiyah. Assih. 2001. Vol. www.akuntan-iai. PT. Albrecht.1 Salno Meliani Hanna. Hian C. Jakarta.No. Jogiyanto.and F. Analisis Kinerja Keuangan dan Perencanaan Keuangan Perusahaan.fe.1981.2000. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS.Tesis. Factors Affecting Income Smoothing Among Listed Companies in Singapore. Norm.id/media/ma12/artikel 1202. Wong.Tesis. Accounting and Business Research. Program Pascasarjana Universitas Diponegoro. Vol 17 No. Yogyakarta. the University Press.1990. 2000. Journal of Business and Finance. Semarang.2 Juli :174 -191. I No.II/-20K Agnes Sawir. Perataan laba dan faktor–faktor pendorongnya pada Perusahaan Publik di Indonesia. Hubungan Tindakan Perataan Laba Dan Reaksi Pasar Atas Pengumuman Informasi Laba Perusahaan Yang Terdapat Di Bursa Efek Jakarta.html. Third Edition. Belkaoui.or. Ahmed R. The Income Smoothing Hypothesis Revisited”. 17 No. ABACUS. Analisis Reaksi Pasar terhadap Informasi Laba. Vol.1993. Prihat. http://www.1994.id/tema/vol I. Analisis Perataan Laba (Income Smoothing): FaktorFaktor Yang Mempengaruhi dan Kaitannya dengan Kinerja Saham lxv . Program Pascasarjana Universitas Gajah Mada. Teori Portofolio dan analisi Investasi.ai. Jurnal Riset Akuntansi Indonesia.Unibraw. 2002. Imam Ghozali. Vol.”Analisis Income Smoothing (Perataan laba): Pengaruhnya Terhadap reaksi Pasar dan Risiko Investasi Pada Perusahaan Publik Di Indonesia.1987. “ Earnings Management Dan Standar Akuntansi Keuangan”.1990.DAFTAR PUSTAKA ____________. Gramedia Pustaka Utama.M Richardson. 1. Ashari. 1998 Faktor–Faktor Yang Mempengaruhi Praktek Perataan Laba Pada Perusahaan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Jakarta. dan Wei H.24. Eckel. Badan Penerbitan Universitas Diponegoro.Koh. Ilmainir.1993 Accounthing Theory.96:291-301. Saidi Julita. Soh L. 1998. WD. Jin.

Analisis perilaku Perataan Laba Didasarkan pada Kinerja Perusahaan di Pasar. New York. Diana.2002. Pogram Pascasarjana Universitas gajah Mada. John Wiley and Son Inc. Makalah Simposium Nsional Akuntansi III.html.Tesis. Samlawi. Third edition. September. Faktor-Faktor yang Berpengaruh pada Tindakan perataan Laba pada Perusahaan Go Publik di Indonesia. Research Methods for Business. 2000.Yogyakarta. Program Pascasarjana Universitas Gajah Mada. lxvi .Tesis.Perusahaan Publik di Indonesia. Benarkah Underperformance Setelah Penawaran. Ahmad. Zuhroh. Sri Sulistyanto. Uma Sekaran. http://artikel/Sulistyanto. 2000. 1996.

CURRICULUM VITAE lxvii .

H-17 ….. ….. H-6 …...... H-10 …. 2004 :…………………………. H-30 …...... H+1 …. …. H-11 …. H+3 H-26 ….. H-9 …. H-21 ….. H-2 ….. Harga saham selama periode pengamatan dan estimasi.... H-15 …....... H-27 …. H-24 ….. H-28 …... H-3 …. lxviii . H-23 …... Data Khusus: Data penjualan dan laba bersih dari tahun 2001 sampai dengan 2003 Keterangan Penjualan Laba Bersih H-31 …. Jenis Usaha 3. H-8 …. H-29 ….. :…………………………... H-1 …. 2003 ….. :………………………….. H-0 ….. H-16 …. 2002 ….. Tanggal terdaftar di BEJ 4.PEDOMAN DOKUMENTASI A. H-7 …. H+2 ….. H-19 ….. :………………………….. 2001 …… …. H-18 ….. H-12 …. H-25 ….. Tanggal pengumuman Laba Per 31 Desember 2003 B. Nama Perusahaan 2. H-14 …. H-13 …. H-5 …. Data Perusahaan 1. H-22 …. H-4 ….. H-20 …..

DAFTAR SAMPEL PENELITIAN No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 No 45 46 47 48 49 50 51 52 53 Nama Perseroan Terbatas Alfa Retailindo Tbk Aneka Kimia Raya Tbk Aqua Golden Mississippi Tbk Argha Karya Prima Industry Tbk Arwana Citra Mulia Tbk Asiana International (d/h Asiana Multikreasi) Tbk Asuransi Bintang Tbk Asuransi Dayin MitraTbk Asuransi Ramayana Tbk Bahtera Adimina Samudra Tbk Bakrie & Brothers Tbk Bank Artha Niaga Kencana Tbk Bank Eksekutif International Tbk Bank International Indonesia Tbk Bank Kesawan Bank Niaga Tbk Bank Permata Bank Pikko Tbk BAT Indonesia Berlina Co Ltd Tbk Bhakti Capital Indonesia Tbk Bhakti Investama Tbk Charoen Pokphand Indonesia Tbk Citra Tubindo Tbk Darya-Varia Laboratoria Tbk Davomas Abadi Tbk Duta Pertiwi Nusantara Tbk Duta Pertiwi Tbk Dynaplast Tbk Dyviacom Intrabumi Tbk Enseval Putra Megatrading Tbk Eratex Djaja Limited Tbk Fajar Surya Wisesa Tbk Gema Grahasarana Great River International Tbk Hotel Sahid Jaya International Tbk Indah Kiat Pulp & Paper Corporation Tbk Indocement Tunggal Perkasa Tbk Indosiar Visual Mandiri Tbk Infoasia Teknologi Global Tbk Intraco Penta Tbk Jakarta Setiabudi Property Tbk Jaya Pari Steel Tbk Jaya Real Property Tbk Nama Perseroan Terbatas Jembo Cable Company Tbk Kalbe Farma Tbk Maskapai Reasuransi Ind. Tbk Mulialand Tbk Plaza Indonesia Realty Tbk Pudjiadi Prestige Limited Tbk Sari Husada Tbk lxix Semen Cibinong Tbk Sierad Produce Tbk Sinar Mas Agro Resources and Technology Corporation Tanggal Pengumuman 27-Mar-04 4-Apr-04 27-Mar-04 5-Apr-04 28-Mar-04 31-Mar-04 31-Mar-04 17-Apr-04 31-Mar-04 31-Mar-04 31-Mar-04 31-Mar-04 16-Apr-04 31-Mar-04 31-Mar-04 25-Mar-04 28-Jan-04 27-Mar-04 18-Mar-04 3-Apr-04 31-Mar-04 3-Apr-04 31-Mar-04 29-Mar-04 26-Mar-04 27-Mar-04 28-Mar-04 31-Mar-04 31-Mar-04 31-Mar-04 23-Apr-04 3-Apr-04 28-Mar-04 31-Mar-04 31-Mar-04 31-Mar-04 28-Apr-04 25-Mar-04 1-Apr-04 29-Mar-04 31-Mar-04 31-Mar-04 31-Mar-04 29-Mar-04 Tanggal Pengumuman 31-Mar-04 31-Mar-04 29-Mar-04 31-Mar-04 28-Mar-04 31-Mar-04 31-Mar-04 13-Mar-04 31-Mar-04 .

lxx .

670 32.167 67.911 47.180.007.217 2.086 3.535 47.511 1.731 115.283 980.082 579.215 9.838.854 345.775 92.616 11.652 944.225 69.930 33.618.452 129.008 1.329 37.859 83.026 600.082 1.975 159.610 73.014 1.373 3.242 4.864 124.442.298 375.496 49.411 853.077.203 70.987.986 211.328 9.153 49.068 383.521 363.239 645.394.413 446.188 211.825 1.063 3.800 3.031 115.793 1.021.041 3.689 616.298.066 93.460 333.935 549.310 102.701.249 128.125 793.726 511.123 406.209.288.932 119.302 1.697 500.978 509.910.222 844.416 589.859 114.099 591.045.480 1.041 32.513.823 79.538 165.041.512.995 507.035 121.174.978 191.522 99.886 104.279 2001 2002 787.455.201 2.922 1.513.179.641 8.524.258 178.195 46.274 11.2003 ( Dalam Jutaan Rupiah ) No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 No Nama PT Alfa Retailindo Tbk Aneka Kimia Raya Tbk Aqua Golden Mississippi Tbk Argha Karya Prima Industry Tbk Arwana Citra Mulia Tbk Asiana International (d/h Asiana Multikreasi) Tbk Asuransi Bintang Tbk Asuransi Dayin MitraTbk Asuransi Ramayana Tbk Bahtera Adimina Samudra Tbk Bakrie & Brothers Tbk Bank Artha Niaga Kencana Tbk Bank Eksekutif International Tbk Bank International Indonesia Tbk Bank Kesawan Bank Niaga Tbk Bank Permata Bank Pikko Tbk BAT Indonesia Berlina Co Ltd Tbk Bhakti Capital Indonesia Tbk Bhakti Investama Tbk Charoen Pokphand Indonesia Tbk Citra Tubindo Tbk Darya-Varia Laboratoria Tbk Davomas Abadi Tbk Duta Pertiwi Nusantara Tbk Duta Pertiwi Tbk Dynaplast Tbk Dyviacom Intrabumi Tbk Enseval Putra Megatrading Tbk Eratex Djaja Limited Tbk Fajar Surya Wisesa Tbk Gema Grahasarana Great River International Tbk Hotel Sahid Jaya International Tbk Indah Kiat Pulp & Paper Corporation Tbk Indocement Tunggal Perkasa Tbk Indosiar Visual Mandiri Tbk Infoasia Teknologi Global Tbk Nama PT Tahun 2001 544.811 2.488 4.439 11.670 1.656 159.905 75.473 347.176.362.205.453.775 1.362 96.899 918.763 713.207.856 225.583 1.693 1.504 1.817.284 64.316 118.807 423.809 2.063.153 4.719.519 3.275 10.736 lxxi .921.786 170.769 743.662 109.346 854.368.803 1.306 196.671 Tahun 2002 2003 2003 714.157.501 58.000 390.712 193.967 59.768 3.744 3.163 1.535 3.382.DATA PENJUALAN / PENDAPATAN TAHUN 2001 .946.163 391.817 3.

439 94.498 614.793 478.929 250.563 329.100.568 1.702 31.315.608 155.085 409.417 253.131 2. Tbk Mulialand Tbk Plaza Indonesia Realty Tbk Pudjiadi Prestige Limited Tbk Sari Husada Tbk Semen Cibinong Tbk Sierad Produce Tbk Sinar Mas Agro Resources and Technology Corporation (SMART) Tbk Sumalindo Lestari Jaya Tbk Summiplast Interbenua Tbk Suparma Tbk Surya Hidup Satwa Tbk Suryainti Permata Tbk Suryamas Dutamakmur Tigaraksa Satria Tbk Ultra Jaya Milk Industry and Trading Company Tbk 411.860 512.239 15.921 46.702 3.411 61.014 490.285 887.610 149.868 2.802 71.376 629.209 85.240.940 628.631 258.544 282.466 454.197 7.354 71.992 1.109 3.991 123.804.296 1.885 194.307.499 62.271 2.708 3.037 159.978.156.942 1.926 802.403 390.632 lxxii .011 55.046.774 787.031 2.407 2.690 348.780 6.501.794 369.021.937 932.126.621.066 247.480 408.892 291.332.41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 Intraco Penta Tbk Jakarta Setiabudi Property Tbk Jaya Pari Steel Tbk Jaya Real Property Tbk Jembo Cable Company Tbk Kalbe Farma Tbk Maskapai Reasuransi Ind.704 433.851 1.945 544.351 7.561.704 714.558 1.078.889.607 47.413 470.332 1.887 149.588 555.294.469 50.321 689.

326 16.160 -5.226 74.652 -62.002 153.396 5.551 66.132 47.071 412.110 292.221 7.130.915 17.290 42.036 -2.615 8.476 12.922 34.890 132.573 182.163 131.821 lxxiii .749 17.089 -38.840 925.288 177.303 223.342 4.265 18.409 49.659 96.703 309.372 11.423 4.979 8.633 6.719 6.732 54.658 8.934 25.383.853 62.409 6.699 467.867 -63.896.883 -2.113 11.245 2.799 24.098 -1.089 22.090 15.083 120.208 16.605 -24.148 10.100 12.681 -375.695 9.952 33.129 323.002 495 11.365 6.170 670.016 -1.879 48.380 46.541 2.263 46.047 205.117 2.257 12.686 5.453 1.538 10.902 -5.561 -72.438 -47.750 -12.119 -808.420 36.421.388 113.633 63.394 92.056 52.658 -17.974 203.083 18.544 118.347 8.582 122.044.814 14.2003 ( Dalam Jutaan Rupiah ) No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 No Nama PT Alfa Retailindo Tbk Aneka Kimia Raya Tbk Aqua Golden Mississippi Tbk Argha Karya Prima Industry Tbk Arwana Citra Mulia Tbk Asiana International (d/h Asiana Multikreasi) Tbk Asuransi Bintang Tbk Asuransi Dayin MitraTbk Asuransi Ramayana Tbk Bahtera Adimina Samudra Tbk Bakrie & Brothers Tbk Bank Artha Niaga Kencana Tbk Bank Eksekutif International Tbk Bank International Indonesia Tbk Bank Kesawan Bank Niaga Tbk Bank Permata Bank Pikko Tbk BAT Indonesia Berlina Co Ltd Tbk Bhakti Capital Indonesia Tbk Bhakti Investama Tbk Charoen Pokphand Indonesia Tbk Citra Tubindo Tbk Darya-Varia Laboratoria Tbk Davomas Abadi Tbk Duta Pertiwi Nusantara Tbk Duta Pertiwi Tbk Dynaplast Tbk Dyviacom Intrabumi Tbk Enseval Putra Megatrading Tbk Eratex Djaja Limited Tbk Fajar Surya Wisesa Tbk Gema Grahasarana Great River International Tbk Hotel Sahid Jaya International Tbk Indah Kiat Pulp & Paper Corporation Tbk Indocement Tunggal Perkasa Tbk Indosiar Visual Mandiri Tbk Nama PT Tahun 2001 268 139.139 12.604 2001 2002 -11.290 100.383 955.014 -181.535 22.927 54.490 4.089 2.DATA LABA (RUGI) TAHUN 2001 .517 675 141.651 281.540 2.915 10.064 Tahun 2002 2003 2003 704 53.792 41.255 558.943 20.129 10.180 29.560 -2.989 1.163 25.749 -21.

40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 Infoasia Teknologi Global Tbk Intraco Penta Tbk Jakarta Setiabudi Property Tbk Jaya Pari Steel Tbk Jaya Real Property Tbk Jembo Cable Company Tbk Kalbe Farma Tbk Maskapai Reasuransi Ind.425 244.766 163.019 268 30.513 7.942 11.149 4.132 18.617 174.465 lxxiv .455 -74.229 -121.274 19.112 376.678 8.367 -2.374 15.422 34.003 13 31.264 155.242 18.161 177.946 13.730 -57.784 -5.849 -60.369 281.864 764 7.885 10.822 9.681 155.939 343 322.396 4.863 27.117 -106.666 -352.300 502.648 28.724 292.248 -370.315 2.531 224.015 32.665 3.010 8.503 9.686 1.919 100.270 -23.754 69.762 -600.753 1.906 16. Tbk Mulialand Tbk Plaza Indonesia Realty Tbk Pudjiadi Prestige Limited Tbk Sari Husada Tbk Semen Cibinong Tbk Sierad Produce Tbk Sinar Mas Agro Resources and Technology Corporation (SMART) Tbk Sumalindo Lestari Jaya Tbk Summiplast Interbenua Tbk Suparma Tbk Surya Hidup Satwa Tbk Suryainti Permata Tbk Suryamas Dutamakmur Tigaraksa Satria Tbk Ultra Jaya Milk Industry and Trading Company Tbk 2.226 70.544 15.012 128.916 220.525 -300.156 9.819 -191.474 11.956 265.185 15.404 -11.933 4.425 -143.

69 1.68 0.70 0.87 -1.16 -1.42 0.80 0.31 2.10 0.11 0.43 0.12 -7.53 0.60 0.65 0.Hasil pengklasifikasian Perusahaan Sebagai Status Perata Laba / Bukan Perata Laba Indeks Eckel No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 No Nama PT Alfa Retailindo Tbk Aneka Kimia Raya Tbk Aqua Golden Mississippi Tbk Argha Karya Prima Industry Tbk Arwana Citra Mulia Tbk Asiana International (d/h Asiana Multikreasi) Tbk Asuransi Bintang Tbk Asuransi Dayin MitraTbk Asuransi Ramayana Tbk Bahtera Adimina Samudra Tbk Bakrie & Brothers Tbk Bank Artha Niaga Kencana Tbk Bank Eksekutif International Tbk Bank International Indonesia Tbk Bank Kesawan Bank Niaga Tbk Bank Permata Bank Pikko Tbk BAT Indonesia Berlina Co Ltd Tbk Bhakti Capital Indonesia Tbk Bhakti Investama Tbk Charoen Pokphand Indonesia Tbk Citra Tubindo Tbk Darya-Varia Laboratoria Tbk Davomas Abadi Tbk Duta Pertiwi Nusantara Tbk Duta Pertiwi Tbk Dynaplast Tbk Dyviacom Intrabumi Tbk Enseval Putra Megatrading Tbk Eratex Djaja Limited Tbk Fajar Surya Wisesa Tbk Gema Grahasarana Great River International Tbk Hotel Sahid Jaya International Tbk Indah Kiat Pulp & Paper Corporation Tbk Indocement Tunggal Perkasa Tbk Indosiar Visual Mandiri Tbk Infoasia Teknologi Global Tbk Intraco Penta Tbk Nama PT Status Bukan perata laba Perata laba Bukan perata laba Perata laba Perata laba Perata laba Perata laba Perata laba Perata laba Perata laba Perata laba Perata laba Perata laba Perata laba Perata laba Perata laba Bukan perata laba Perata laba Perata laba Perata laba Perata laba Perata laba Perata laba Perata laba Perata laba Bukan perata laba Perata laba Perata laba Bukan perata laba Perata laba Bukan perata laba Perata laba Perata laba Perata laba Perata laba Perata laba Perata laba Bukan perata laba Perata laba Perata laba Perata laba Status 28.00 -4.04 2.47 0.55 0.29 -0.95 -2.64 0.13 0.01 1.83 -0.53 -0.09 0.37 0.87 -4.51 -0.03 0.54 0.19 0.30 Indeks Eckel lxxv .46 -0.62 -1.26 -0.25 7.07 2.80 0.09 0.

08 0.06 Perata laba Bukan perata laba Perata laba Perata laba Bukan perata laba Perata laba Bukan perata laba Bukan perata laba Perata laba Perata laba Bukan perata laba Perata laba Bukan perata laba Perata laba Perata laba Perata laba Perata laba Perata laba Perata laba Bukan perata laba Perata laba lxxvi .41 0.75 1.21 1.38 0.41 -0.14 -0.79 1.36 0. Tbk Mulialand Tbk Plaza Indonesia Realty Tbk Pudjiadi Prestige Limited Tbk Sari Husada Tbk Semen Cibinong Tbk Sierad Produce Tbk Sinar Mas Agro Resources and Technology Corporation (SMART) Tbk Sumalindo Lestari Jaya Tbk Summiplast Interbenua Tbk Suparma Tbk Surya Hidup Satwa Tbk Suryainti Permata Tbk Suryamas Dutamakmur Tigaraksa Satria Tbk Ultra Jaya Milk Industry and Trading Company Tbk -2.55 -0.95 -0.64 1.58 0.48 76.42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 Jakarta Setiabudi Property Tbk Jaya Pari Steel Tbk Jaya Real Property Tbk Jembo Cable Company Tbk Kalbe Farma Tbk Maskapai Reasuransi Ind.27 25.11 -338.11 -12.06 0.89 -0.46 6.

150 2.100 1.300 750 295 20 380 250 875 165 60 875 135 140 180 25 40 190 9.300 200 365 285 8.925 1.725 245 475 135 650 95 100 155 +2 1.925 1.150 1.150 1.475 45.300 200 370 290 8.100 1.300 750 295 20 380 250 875 165 60 875 130 130 180 30 40 190 9.300 750 295 20 380 250 750 165 55 875 135 105 180 35 40 190 9.475 45.100 1.750 245 500 200 725 95 420 155 0 1.775 245 525 200 725 100 420 165 +1 1.000 1.800 245 500 125 750 100 95 155 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 No Nama PT Alfa Retailindo Tbk Aneka Kimia Raya Tbk Aqua Golden Mississippi Tbk Argha Karya Prima Industry Tbk Arwana Citra Mulia Tbk Asiana International (d/h Asiana Multikreasi) Tbk Asuransi Bintang Tbk Asuransi Dayin MitraTbk Asuransi Ramayana Tbk Bahtera Adimina Samudra Tbk Bakrie & Brothers Tbk Bank Artha Niaga Kencana Tbk Bank Eksekutif International Tbk Bank International Indonesia Tbk Bank Kesawan Bank Niaga Tbk Bank Permata Bank Pikko Tbk BAT Indonesia Berlina Co Ltd Tbk Bhakti Capital Indonesia Tbk Bhakti Investama Tbk Charoen Pokphand Indonesia Tbk Citra Tubindo Tbk Darya-Varia Laboratoria Tbk Davomas Abadi Tbk Duta Pertiwi Nusantara Tbk Duta Pertiwi Tbk Dynaplast Tbk Dyviacom Intrabumi Tbk Enseval Putra Megatrading Tbk Eratex Djaja Limited Tbk Fajar Surya Wisesa Tbk Gema Grahasarana Great River International Tbk Hotel Sahid Jaya International Tbk Indah Kiat Pulp & Paper Corporation Tbk Indocement Tunggal Perkasa Tbk Indosiar Visual Mandiri Tbk Infoasia Teknologi Global Tbk Nama PT 800 825 800 775 775 2.300 370 360 295 8.150 1.150 1.000 775 490 700 700 1.000 750 495 700 700 1.025 1.450 45.450 45.450 45.200 200 375 285 8.HARGA SAHAM PADA PERIODE PENGAMATAN Tanggal Pengumuman 27-Mar 4-Apr 27-Mar 5-Apr 28-Mar 31-Mar 31-Mar 17-Apr 31-Mar 31-Mar 31-Mar 31-Mar 16-Apr 31-Mar 31-Mar 25-Mar 28-Jan 27-Mar 18-Mar 3-Apr 31-Mar 3-Apr 31-Mar 29-Mar 26-Mar 27-Mar 28-Mar 31-Mar 31-Mar 31-Mar 23-Apr 3-Apr 28-Mar 31-Mar 31-Mar 31-Mar 28-Apr 25-Mar 1-Apr 29-Mar Tanggal Pengumuman Harga Saham Pada Periode Pengamatan -1 1.000 775 490 700 750 1.000 750 470 700 700 1.300 750 290 20 365 270 750 165 55 925 135 115 180 30 40 190 9.150 1.300 750 295 20 380 250 875 165 55 875 135 110 180 30 40 190 9.000 800 390 700 700 1.100 1.925 550 550 550 550 550 500 500 500 500 500 Harga Saham Pada Periode Pengamatan -1 -0 +1 +2 +3 lxxvii .800 245 500 135 725 100 100 155 +3 1.300 210 370 285 8.

100 170 50 3.250 310 275 700 385 1.800 385 25 385 110 140 190 1.400 185 17.100 170 80 3.250 300 275 700 380 1.400 170 17.800 235 470 345 700 5.250 295 275 700 385 1.800 380 25 385 110 150 190 1.250 320 295 700 350 1.800 235 475 355 700 5.100 175 80 3.41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 Intraco Penta Tbk Jakarta Setiabudi Property Tbk Jaya Pari Steel Tbk Jaya Real Property Tbk Jembo Cable Company Tbk Kalbe Farma Tbk Maskapai Reasuransi Ind.900 230 480 355 700 5.800 235 460 345 700 5.800 395 25 400 110 140 190 1.250 315 lxxviii .900 230 485 365 700 5.100 180 80 3.100 170 80 3.800 385 20 365 110 165 190 1. Tbk Mulialand Tbk Plaza Indonesia Realty Tbk Pudjiadi Prestige Limited Tbk Sari Husada Tbk Semen Cibinong Tbk Sierad Produce Tbk Sinar Mas Agro Resources and Technology Corporation (SMART) Tbk Sumalindo Lestari Jaya Tbk Summiplast Interbenua Tbk Suparma Tbk Surya Hidup Satwa Tbk Suryainti Permata Tbk Suryamas Dutamakmur Tigaraksa Satria Tbk Ultra Jaya Milk Industry and Trading Company Tbk 31-Mar 31-Mar 31-Mar 29-Mar 31-Mar 31-Mar 29-Mar 31-Mar 28-Mar 31-Mar 31-Mar 13-Mar 31-Mar 31-Mar 16-Apr 31-Mar 31-Mar 31-Mar 3-Apr 22-Apr 31-Mar 31-Mar 295 700 360 1.400 200 17.400 190 17.400 170 17.800 395 20 375 110 135 185 1.

017 0.000 0.000 0.000 -0.048 0.000 0.000 0.000 0.053 0.325 -0.014 0.000 0.000 0.000 0.000 -0.000 0.000 0.030 -0.041 -0.000 0.000 0.762 -0.000 0.205 0.000 0.000 0.000 0.000 0.115 0.000 0.000 0.031 -0.050 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.010 0.000 0.000 0.000 0.182 0.000 0.000 0.000 0.000 -0.000 0.049 0.000 0.000 0.000 -0.000 0.000 0.000 -0.000 -0.050 0.000 0.034 0.053 0.063 0.000 0.000 0.014 -0.000 0.000 -0.037 0.000 No Nama PT 0.000 0.074 0.000 0.000 0.058 -0.000 0.038 0.000 0.014 0.043 0.050 -0.000 -0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.167 0.017 0.000 0.000 0.000 0.095 -0.000 0.053 0.000 0.011 0.000 0.017 0.000 -0.000 0.077 0.000 0.087 0.000 0.050 0.091 0.061 0.033 -0.017 0.103 -0.077 -0.000 -0.000 -0.000 0.000 0.074 0.031 0.000 -0.000 0.000 0.028 0.000 -0.459 0.000 0.000 Return Saham Pada Periode Pengamatan lxxix .000 0.000 0.000 0.167 0.000 0.000 0.000 0.000 0.071 0.000 0.065 0.000 -0.000 0.167 0.000 0.000 0.RETURN SAHAM PADA PERIODE PENGAMATAN Tanggal Pengumuman 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 No Alfa Retailindo Tbk Aneka Kimia Raya Tbk Aqua Golden Mississippi Tbk Argha Karya Prima Industry Tbk Arwana Citra Mulia Tbk Asiana International (d/h Asiana Multikreasi) Tbk Asuransi Bintang Tbk Asuransi Dayin MitraTbk Asuransi Ramayana Tbk Bahtera Adimina Samudra Tbk Bakrie & Brothers Tbk Bank Artha Niaga Kencana Tbk Bank Eksekutif International Tbk Bank International Indonesia Tbk Bank Kesawan Bank Niaga Tbk Bank Permata Bank Pikko Tbk BAT Indonesia Berlina Co Ltd Tbk Bhakti Capital Indonesia Tbk Bhakti Investama Tbk Charoen Pokphand Indonesia Tbk Citra Tubindo Tbk Darya-Varia Laboratoria Tbk Davomas Abadi Tbk Duta Pertiwi Nusantara Tbk Duta Pertiwi Tbk Dynaplast Tbk Dyviacom Intrabumi Tbk Enseval Putra Megatrading Tbk Eratex Djaja Limited Tbk Fajar Surya Wisesa Tbk Gema Grahasarana Great River International Tbk Hotel Sahid Jaya International Tbk Indah Kiat Pulp & Paper Corporation Tbk Indocement Tunggal Perkasa Tbk Indosiar Visual Mandiri Tbk Nama PT 27-Mar 4-Apr 27-Mar 5-Apr 28-Mar 31-Mar 31-Mar 17-Apr 31-Mar 31-Mar 31-Mar 31-Mar 16-Apr 31-Mar 31-Mar 25-Mar 28-Jan 27-Mar 18-Mar 3-Apr 31-Mar 3-Apr 31-Mar 29-Mar 26-Mar 27-Mar 28-Mar 31-Mar 31-Mar 31-Mar 23-Apr 3-Apr 28-Mar 31-Mar 31-Mar 31-Mar 28-Apr 25-Mar 1-Apr Tanggal Return Saham Pada Periode Pengamatan 0 +1 +2 +3 0.054 0.028 -0.000 0.000 0.000 0.014 0.048 0.143 0.000 0.000 0.000 0.053 0.000 0.000 0.

000 0.048 +2 0.000 0.000 -0.000 0.000 0.000 0.000 0.091 0.000 0.013 0.000 0.013 0.068 0.000 -0.011 0.000 -0.000 -0.100 0.056 -0.000 0.025 0.000 0.000 0.039 0.000 0.222 0.056 0.053 0.000 -0.000 0.000 0.026 0.000 -0.000 -0.000 0.000 -0.031 +1 0.000 0.000 -0.000 0.022 0.000 0.050 lxxx . Tbk Mulialand Tbk Plaza Indonesia Realty Tbk Pudjiadi Prestige Limited Tbk Sari Husada Tbk Semen Cibinong Tbk Sierad Produce Tbk Sinar Mas Agro Resources and Technology Corporation (SMART) Tbk Sumalindo Lestari Jaya Tbk Summiplast Interbenua Tbk Suparma Tbk Surya Hidup Satwa Tbk Suryainti Permata Tbk Suryamas Dutamakmur Tigaraksa Satria Tbk Ultra Jaya Milk Industry and Trading Company Tbk 29-Mar 31-Mar 31-Mar 31-Mar 29-Mar 31-Mar 31-Mar 29-Mar 31-Mar 28-Mar 31-Mar 31-Mar 13-Mar 31-Mar 31-Mar 16-Apr 31-Mar 31-Mar 31-Mar 3-Apr 22-Apr 31-Mar 31-Mar 0 0.028 0.000 0.000 -0.000 -0.000 0.000 0.000 -0.000 0.067 0.000 0.017 +3 0.075 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.Pengumuman 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 Infoasia Teknologi Global Tbk Intraco Penta Tbk Jakarta Setiabudi Property Tbk Jaya Pari Steel Tbk Jaya Real Property Tbk Jembo Cable Company Tbk Kalbe Farma Tbk Maskapai Reasuransi Ind.021 0.028 0.027 0.000 0.000 0.000 0.029 0.000 0.000 0.000 0.250 0.029 0.011 0.000 0.010 0.000 0.000 0.118 0.013 0.000 0.000 -0.055 0.000 0.000 0.027 0.000 0.375 0.000 0.000 0.

053 0.000 0.028 -0.000 0.050 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 -0.000 0.000 -0.762 -0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.007 -0.000 0.014 0.248 0.000 0.000 No Nama PT CAR 0.077 -0.000 0.143 0.033 -0.115 0.014 0.053 0.000 0.065 0.017 0.004 -0.000 0.048 0.000 -0.053 0.000 -0.167 0.037 0.030 0.000 0.000 0.055 -0.000 0.000 0.000 0.000 0.041 -0.459 0.050 0.053 0.000 0.077 -0.167 0.457 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.001 0.000 0.000 0.043 0.000 0.091 0.000 0.000 0.000 -0.031 -0.000 0.091 -0.000 0.029 0.000 0.031 0.000 0.000 0.074 0.000 -0.017 0.000 0.000 0.030 -0.000 0.071 0.000 0.000 0.399 0.000 0.061 0.095 -0.000 0.077 0.167 0.000 0.000 0.014 -0.041 -0.017 0.812 0.000 0.011 0.000 0.058 -0.143 0.034 0.000 -0.000 0.010 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.074 0.167 0.000 -0.182 0.000 0.000 0.000 0.000 0.017 0.000 0.000 -0.000 0.000 -0.017 0.000 0.087 0.108 0.000 0.071 0.063 0.041 -0.000 0.000 0.054 0.050 -0.000 0.205 0.000 0.038 0.000 0.219 0.000 0.000 -0.000 0.000 0.000 0.000 -0.017 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.014 0.034 0.000 0.030 -0.000 CAR 0.000 0.000 0.000 -0.074 0.000 -0.000 0.000 0.000 0.000 Return Saham Pada Periode Pengamatan lxxxi .325 -0.ABNORMAL RETURN DAN CUMMULATIVE ABNORMAL RETURN PADA PERIODE PENGAMATAN Tanggal Pengumuman 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 No Alfa Retailindo Tbk Aneka Kimia Raya Tbk Aqua Golden Mississippi Tbk Argha Karya Prima Industry Tbk Arwana Citra Mulia Tbk Asiana International (d/h Asiana Multikreasi) Tbk Asuransi Bintang Tbk Asuransi Dayin MitraTbk Asuransi Ramayana Tbk Bahtera Adimina Samudra Tbk Bakrie & Brothers Tbk Bank Artha Niaga Kencana Tbk Bank Eksekutif International Tbk Bank International Indonesia Tbk Bank Kesawan Bank Niaga Tbk Bank Permata Bank Pikko Tbk BAT Indonesia Berlina Co Ltd Tbk Bhakti Capital Indonesia Tbk Bhakti Investama Tbk Charoen Pokphand Indonesia Tbk Citra Tubindo Tbk Darya-Varia Laboratoria Tbk Davomas Abadi Tbk Duta Pertiwi Nusantara Tbk Duta Pertiwi Tbk Dynaplast Tbk Dyviacom Intrabumi Tbk Enseval Putra Megatrading Tbk Eratex Djaja Limited Tbk Fajar Surya Wisesa Tbk Gema Grahasarana Great River International Tbk Hotel Sahid Jaya International Tbk Indah Kiat Pulp & Paper Corporation Tbk Indocement Tunggal Perkasa Tbk Indosiar Visual Mandiri Tbk Nama PT 27-Mar 4-Apr 27-Mar 5-Apr 28-Mar 31-Mar 31-Mar 17-Apr 31-Mar 31-Mar 31-Mar 31-Mar 16-Apr 31-Mar 31-Mar 25-Mar 28-Jan 27-Mar 18-Mar 3-Apr 31-Mar 3-Apr 31-Mar 29-Mar 26-Mar 27-Mar 28-Mar 31-Mar 31-Mar 31-Mar 23-Apr 3-Apr 28-Mar 31-Mar 31-Mar 31-Mar 28-Apr 25-Mar 1-Apr Tanggal Return Saham Pada Periode Pengamatan 0 +1 +2 +3 0.046 0.000 -0.049 0.000 -0.000 0.028 0.103 -0.048 0.054 0.011 -0.000 0.050 0.000 0.000 0.000 0.000 0.

055 0.000 -0.000 0.Pengumuman 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 Infoasia Teknologi Global Tbk Intraco Penta Tbk Jakarta Setiabudi Property Tbk Jaya Pari Steel Tbk Jaya Real Property Tbk Jembo Cable Company Tbk Kalbe Farma Tbk Maskapai Reasuransi Ind.028 0.000 0.021 0.068 0.056 0.000 0.000 -0.000 0.029 0.059 0.000 0.000 0.000 -0.001 0. Tbk Mulialand Tbk Plaza Indonesia Realty Tbk Pudjiadi Prestige Limited Tbk Sari Husada Tbk Semen Cibinong Tbk Sierad Produce Tbk Sinar Mas Agro Resources and Technology Corporation (SMART) Tbk Sumalindo Lestari Jaya Tbk Summiplast Interbenua Tbk Suparma Tbk Surya Hidup Satwa Tbk Suryainti Permata Tbk Suryamas Dutamakmur Tigaraksa Satria Tbk Ultra Jaya Milk Industry and Trading Company Tbk 29-Mar 31-Mar 31-Mar 31-Mar 29-Mar 31-Mar 31-Mar 29-Mar 31-Mar 28-Mar 31-Mar 31-Mar 13-Mar 31-Mar 31-Mar 16-Apr 31-Mar 31-Mar 31-Mar 3-Apr 22-Apr 31-Mar 31-Mar 0 0.027 0.031 +1 0.000 -0.000 0.000 0.017 +3 0.375 0.000 0.013 0.053 0.000 0.021 0.057 0.067 0.000 0.000 0.000 0.000 -0.027 -0.011 0.100 0.000 0.000 0.065 0.000 0.056 -0.022 0.000 0.000 -0.028 0.000 0.000 0.000 0.000 0.027 0.000 0.000 0.091 0.000 0.000 0.000 0.027 0.118 0.053 0.000 0.000 0.000 -0.000 0.011 0.048 +2 0.075 0.000 -0.000 0.026 0.013 lxxxii .000 0.068 0.222 0.000 -0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 -0.013 0.000 0.250 0.000 0.000 0.029 0.000 0.250 0.000 -0.000 0.025 0.000 0.095 0.000 0.013 0.067 0.000 -0.000 -0.000 0.375 0.000 -0.000 0.000 -0.000 0.000 0.000 0.056 -0.039 0.000 0.050 0.000 0.000 0.000 -0.010 0.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer: Get 4 months of Scribd and The New York Times for just $1.87 per week!

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times