Anda di halaman 1dari 11

Data Percobaan dan Cara Pengambilan Data

Pada percobaan pertama, praktikan mengatur jarak antar kutub kutub elektromagnet sehingga terdapat celah untuk menempatkan testlameter diantara kutub kutub elektromagnet. Setelah itu praktikan melakukan demagnetisasi dengan cara membalik kutubnya dan mengalirkan arus pada kumparan tujuannya agar pada kumparan tersebut menjadi netral kembali. Langkah selanjutnya adalah dengan memberikan arus yang bervariasi dan mencatat nilai yang keluar di teslameter pada setiap arus yang diberikan. Pada percobaan ini terdapat 2 kategori, yaitu pada saat penaikan dan pada saat penurunan. Berikut adalah hasil data percobaan : Penaikan :
Arus (A) 0 0.1 0.2 0.3 0.4 0.5 0.6 0.7 0.8 0.9 1 1.1 1.2 1.3 1.4 1.5 1.6 1.7 1.8 1.9 2 2.1 2.2 2.3 2.4 2.5 B (mT) 0 0.2 0.6 0.9 1.2 1.4 1.6 2 2.3 2.4 3.1 3.1 3.4 3.6 4.3 4.4 4.8 5.2 5.3 5.3 5.6 5.7 6.2 6.4 6.8 7.1

2.6 2.7 2.8 2.9 3 3.1 3.2 3.3 3.4 3.5 3.6 3.7 3.8 3.9 4 4.1 4.2 4.3 4.4 4.5 4.6 4.7 4.8 4.9 5

7.2 7.7 8 8.4 8.9 9.3 9.6 9.7 10 10.2 10.3 10.8 10.9 11.3 11.4 11.6 11.9 12.1 12.4 13 13.2 13.5 13.9 14.1 14.1

Penurunan :
Arus (A) 5 4.9 4.8 4.7 4.6 4.5 4.4 4.3 4.2 4.1 4 3.9 3.8 3.7 B (mT) 14.1 14 13.9 13.5 13.4 13.2 13 12.8 12.6 12.3 12 11.7 11.3 11.2

3.6 3.5 3.4 3.3 3.2 3.1 3 2.9 2.8 2.7 2.6 2.5 2.4 2.3 2.2 2.1 2 1.9 1.8 1.7 1.6 1.5 1.4 1.3 1.2 1.1 1 0.9 0.8 0.7 0.6 0.5 0.4 0.3 0.2 0.1 0

10.8 10.6 10.4 10.3 9.8 9.6 9.5 9.4 9.1 8.4 8.2 8.2 7.7 7.4 7.3 7.2 7.1 6.8 6.3 5.8 5.8 5.7 5.6 5.1 4.7 4.6 4.5 4.4 4.1 3.9 3.5 3.2 3 2.7 2.5 2.3 2

Pada percobaan berikutnya hampir sama dengan percobaan sebelumnya hanya saja alat dipasang seperti percobaan pertama hanya saja perbedaannya pada percobaan ini meletakkan lempeng penghantar perah didalam celah

elektromagnet dan variabel yang berubah yaitu pada Iq dan Ib. Pada setiap Iq kenaikan 1 A maka ada Ib dilakukan variabel lagi dari 1 A 5 A. Berikut data percobaan yang didapat dari hasil praktikum :
Vh *10^3 0.1 0.1 0.1 0.1 0.1 0.1 Vh *10^3 0.21 0.2 0.2 0.2 0.2 0.2 Vh *10^3 0.3 0.3 0.3 0.3 0.3 0.3 Vh *10^3 0.41 0.41 0.41 0.41 0.41 0.41

Iq(A) 1

Ib(A) 0 1 2 3 4 5

Iq(A) 2

Ib(A) 0 1 2 3 4 5

Iq(A) 3

Ib(A) 0 1 2 3 4 5

Iq(A) 4

Ib(A) 0 1 2 3 4 5

Iq(A) 5

Ib(A) 0 1 2 3 4 5

Vh *10^3 0.51 0.51 0.51 0.51 0.51 0.51

Pengolahan data
Iq (A) 1 IB (A) 0 1 VH (V) 100 100 B (T) 0 0.003 1 X 0 62 Y 0.1 0.1 X 0 3844 Y 0.01 0.01 X.Y 0 6.2

2 3 4 5 Iq 2 15 0 1 2 3 4 5 Iq 3 15 0 1 2 3 4 5 Iq 4 15 0 1 2 3 4 5 Iq 15

100 100 100 100 600 210 200 200 200 200 200 1210 300 300 300 300 300 300 1800 410 410 410 410 410 410 2460

0.005 6 0.008 9 0.011 4 0.014 1 0.043 1 0 0.003 1 0.005 6 0.008 9 0.011 4 0.014 1 0.043 1 0 0.003 1 0.005 6 0.008 9 0.011 4 0.014 1 0.043 1 0 0.003 1 0.005 6 0.008 9 0.011 4 0.014 1 0.043 1

112 178 228 282 862 0 124 224 356 456 564 1724 0 186 336 534 684 846 2586 0 248 448 712 912 1128 3448

0.1 0.1 0.1 0.1 0.6 0.21 0.2 0.2 0.2 0.2 0.2 1.21 0.3 0.3 0.3 0.3 0.3 0.3 1.8 0.41 0.41 0.41 0.41 0.41 0.41 2.46

12544 31684 51984 79524 179580 0 15376 50176 126736 207936 318096 718320 0 34596 112896 285156 467856 715716 1616220 0 61504 200704 506944 831744 1272384 2873280

0.01 0.01 0.01 0.01 0.06 0.0441 0.04 0.04 0.04 0.04 0.04 0.2441 0.09 0.09 0.09 0.09 0.09 0.09 0.54 0.1681 0.1681 0.1681 0.1681 0.1681 0.1681 1.0086

11.2 17.8 22.8 28.2 86.2 0 24.8 44.8 71.2 91.2 112.8 344.8 0 55.8 100.8 160.2 205.2 253.8 775.8 0 101.68 183.68 291.92 373.92 462.48 1413.68

0 1 2 3 4 5

510 510 510 510 510 510 3060

Iq

15

0 0.003 1 0.005 6 0.008 9 0.011 4 0.014 1 0.043 1

0 310 560 890 1140 1410 4310

0.51 0.51 0.51 0.51 0.51 0.51 3.06

0 96100 313600 792100 1299600 1988100 4489500

0.2601 0.2601 0.2601 0.2601 0.2601 0.2601 1.5606

0 158.1 285.6 453.9 581.4 719.1 2198.1

Pada percobaan ini mempunyai ketebalan (d ) sebesar 0.00005 Untuk mendapatkan x dengan cara perhitungan (B*Iq)/d Untuk mendapatkan y tidak dilakukan perhitungan, tetapi y adalah vh. Sedangkan untuk adalah perjumlahan dari bilangan yang ada diatasnya setiap Iq
1 2 3 4 5 0.027 0.054 0.081 0.111 0.139

RH

1 a 2 3 4 5 1 2 sb 3 4 5

0.1 0.2015699 33 0.3 0.41 0.51 0.0042356 41 0.0011798 89 0.0014118 8 0.0010589 1 0.0008471 28

A=(Y*x2-(x*(x.y)))/((6*x2)-x)

Sb=sqrt(6/((6*X2)- x)

Kesalahan Relatif :
kes Rel. 1 2 3 4 5

Kes Rel = (Rh/sb)*100

15.687558 23 2.1849793 39 1.7430620 25 0.9539731 35 0.6094447 08

Kesalahan Literatur :
1 2 kes Lit. 3 4 5 84.312441 77 97.815020 66 98.256937 97 99.046026 86 99.390555 29

Kes. Lit =((Rh-sb)/Rh)*100

Analisis dan Pembahasan

Pada percobaan kali ini praktikan melakukan 2 buah percobaan secara garis besar. Yaitu pada yang pertama dilakukan untuk mempelajari tentang kerapatan fluks magnet dan percobaan yang kedua untuk mempelajari tentang efek hall. Pada percobaan pertama yang dilakukan pertama kali adalah menyusun alat seperti pada gambar didalam modul dengan meletakkan teslameter diantara 2 buah kumparan yang akan diberi arus dengan range dari 0 5 volt. Dengan variabel yang diberikan setiap 0.1 V mencatat nilai yang keluar pada teslameter. Pada percobaan pertama, dari hasil percobaan praktikan telah mendapatkan grafik seperti dibawah ini.
A vs mT
16 14 12 10 mT 8 6 4 2 0 0 1 2 3 A 4 5 6 Penaikan Penurunan

Pertama kali melakukan pengambilan data adalah dari arus 0 V sampai 5 V dengan variabel yang diubah setiap 0,1 V mendapatkan grafik seperti diatas yang hampir linier. Setelah itu praktikan melakukan pengambilan data dengan penurunan yaitu dari arus 5 V sampai arus 0 V mendapatkan grafik seperti diatas. Seharusnya ketika dilakukan pengambilan data penurunan grafik yang didapat bersinggungan dengan grafik pengambilan data penaikan. Tetapi pada grafik tidak terjadi hal ini lebih mungkin disebabkan oleh karena ketika dilakukan pengambilan data penurunan kedua lempeng kumparan tidak di netralkan atau di magnetisasi dahulu medan magnetnya tapi langsung dilakukan pengambilan data. Sehingga masih ada sisa kuat medan magnet pada kedua lempeng kumparan ketika dilakukan pengambilan data penurunan yang menyebabkan grafik pada saat pengambilan data penurunan berada diatas dari grafik pada saat pengambilan data kenaikan. Pada grafik percobaan pertama terlihat ada perbedaan antara kedua grafik dimana pada kedua grafik tersebut disebut kurva histerisis. Kurva histerisis yang ditunjukan oleh grafik diatas merupakan bahan yang mudah dimagnetisasi dan memiliki medan magnet sisa yang kecil sehingga grafik hampir berhempitan. Dari hasil percobaan pertama cukup bagus karena mendapatkan grafik yang bersifat histeristis. Hanya saja kesalahan bisa saja didapatkan ketika dilakukan pemberian nilai arus pada kedua lempeng kumparan tersebut karena ketika memberikan nilai tersebut sangat sulit dengan skala 0,1 V. Pada percobaan kedua praktikan melakukan percobaan untuk mempelajari efek Hall, dimana Kawat berarus listrik yang terletak dalam medan magnet dengan arah tegak lurus dengan arah arus maka kawat akan mengalami gaya magnetik sehingga menyebabkan kawat akan melengkung.Ketika konduktor pembawa arus tertahan pada medan magnet, medan memberikan gaya menyamping pada muatan-muatan yang mengalir pada konduktor. Sebagai contoh, jika elektronelektron bergerak ke kanan konduktor persegi panjang pada gambar di bawah. Medan magnet dalam akan memberikan gaya ke bawah pada elektron-elektron FB = edB, dimana d adalah kecepatan aliran elektron. Jadi elektron-elektron

akan bergerak cenderung lebih dekat ke permukaan sebelah kiri daripada ke permukaan sebelah kanan. Berarti akan ada beda potensial di antara kedua permukaan tersebut. Beda potensial ini akan naik terus sehingga medan listrik EH yang dihasilkannya memberikan gaya eEH, pada muatan-muatan yang bergerak sama dan berlawanan dengan gaya magnet. Pertama tama yang dilakukan adalah memasang peralatan seperti pada gambar didalam buku modul praktikum dengan memberikan lempeng diantara kedua kumparan magnet yang diberi arus. Pada percobaan kedua praktikan melakukan pengambilan data atau pengamatan data dan mendapatkan grafik dibawah ini :

IB Vs VH
0.8 0.7 0.6 y =0.1391x y =0.1118x Series1 Series2 Series3 Series4 Series5 y =0.0818x y =0.0545x y =0.0273x Linear (Series1) Linear (Series2) 0.3 0.2 0.1 0 0 1 2 3 4 5 6 Linear (Series3) Linear (Series4) Linear (Series5)

IB (Am pere)

0.5 0.4

Dari data kurva diatas terlihat bahwa nilai Vh sangat kecil mengalami perubahan nilai atau hampir bisa dikatakan konstan ketika diberikan Ib diantara 0 A sampai 5 A dan Iq 1A, begitu juga dengan data data berikutnya dengan nilai Iq 2 A sampai 5 A dan Ib 0 A sampai 5 A bahkan Vh tidak mengalami perubahan. Perubahan nilai Vh hanya terlihat hanya ketika dilakuakan penaikan nilai pada

T ang H (VH eg an all )

nilai Iq(arus yang lewat pada lempeng). Sedangkan untuk penaikan nilai pada Ib tidak terlihat terlihat sama sekali perubahan dari nilai Vh. Seharusnya pada setiap kita memberikan nilai pada Ib nilai yang didapat juga berubah, tetapi pada percobaan tidak berubah. Hal ini dimungkinkan karena ketika memberikan nilai pada Ib praktikan kesulitan memutar untuk memberikan arus karena yang harus diberikan adalah dengan nilai skala 0,1 V. Pada percobaan kedua nilai yang didapat adalah negatif tetapi pada grafik kami memberikan nilai positif untuk mempermudah dalam pembuatan grafik. Sebenarnya pada nilai yang didapat positif / negatif dikarenakan sebuah polaritas yaitu apabila tegangan Hall bertanda positif maka mayoritas pembawa muatan adalah hole (lubang). Sedangkan apabila tegangan Hall bertanda negatif maka mayoritas pembawa muatannya adalah elektron. Polaritas inilah yang digunakan untuk menentukan apakah suatu muatan semikonduktor bertipe-p atau bertipe-n. Pada percobaan ini mendapatkan nilai kesalahan literatur yang sangat besar hampir sekitar 90% pada setiap pengambilan data. Hal ini bisa disebabkan dikarenakan ketika memberikan nilai I pada kedua lempeng tersebut sangat sulit ketika dilakukan, karena ketika praktikan menyentuh alat untuk memberikan I tersebut saja langsung berubah nilai I yang diberikan tanpa harus memutarnya.