Anda di halaman 1dari 3

BAB 3.

PEMBAHASAN

3.3 Lesi Putih Di dalam rongga mulut terdapat berbagai jenis lesi. Salah satu dari berbagai lesi tersebut adalah lesi yang secara klinis berwarna putih. Terdapat bermacam-macam lesi putih, ada yang lesi putih tersebut dapat dikerok, ataupun juga lesi putih tersebut tidak dapat dikerok. Lesi putih yang dapat dikerok pada umumnya merupakan lesi-lesi yang merupakan manifestasi klinis dari berbagai pseudomembran yang dihasilkan oleh berbagai mikroorganisme yang berkoloni pada rongga mulut. Lesi ini sifatnya tidak menunjukkan keganasan maupun potensi keganasan karena hanya bersifat superfisial dan tidak berpengaruh kepada proses mitosis sel. Sedangkan lesi putih yang tidak dapat dikerok merupakan manifestasi klinis dari hiperkeratinisasi yang menyebabkan penumpukan berlebihan dari lapisan keratin. Lesi ini sifatnya berpotensi keganasan, walaupun ada beberapa yang tidak menunjukkan potensi keganasan. Lesi putih yang tidak dapat dikerok ini dapt dihubungkan dngan potensi keganasan karena pada lesi-lesi baik yang praganas hingga lesi yang bersifat ganas beberapa diantaranya menunjukkan hiperkeratosis yang pada gambaran klinisnya berupa lesi plak putih. Lesi-lesi putih ini dapat dibagi menjadi berbagai kelompok yakni lesi putih herediter, lesi putih reaktif, lesi putih praganas dan lesi putih ganas, lesi putih yang lain, dan lesi putih-kuning non-epitelial.

28

3.3.1 Lesi putih herediter a. Leukodema Leukoedema merupakan plak putih yang terletak pada mukosa bukal yang dianggap sebagai variasi normal. Hal ini dapat diidentifikasi dalam mayoritas penduduk. Etiologi dan Patogenesis. Sampai saat ini, penyebab leukoedema belum ditetapkan secara pasti. Faktor-faktor seperti merokok, konsumsi alkohol, infeksi bakteri, saliva kondisi, dan interaksi elektrokimia diduga dapat mempengaruhi, tetapi tidak ada yang terbukti secara klinis. Gejala klinis. Leukoedema biasanya ditemukan sebagai temuan insidentil. Biasanya asimtomatik dan simetris terdapat pada mukosa bukal. Lesi muncul secara menyebar/difus, abu-abu putih, filmy, memiliki permukaan seperti susu. Dalam banyak kasus, terdapat plak keputihan dengan perubahan tekstur permukaan mukosa, termasuk kerutan. Dengan peregangan bukal mukosa, perubahan opak menghilang. Gambaran ini terlihat lebih jelas pada ras non-kulit putih, terutama Afrika-Amerika.

leukoedema; lesi terletak pada sisi lateral lidah

29

leukoedema; lesi terletak pada mukosa bukal Histopatologi. Dalam leukoedema epitel mengalami parakeratosis dan akantosis, dengan edema intraseluler. Sel-sel epitel yang membeasar mempunyi inti pyknotic kecil.