PENERAPAN PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) DALAM MENULIS TEKS PROCEDURE

Posted on April 11, 2011 by widayantoku PENERAPAN PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) DALAM MENULIS TEKS PROCEDURE ABSTRAK Drs. Widayanto, M.Pd. & Dra. Tri Hidayati Rohmah. 2010. The Implementation of Contextual Teaching and Learning (CTL) Approach in Writing Procedure Text. A Quasi experimental study in grade VII MTsN Wonorejo Kab. Pasuruan. A collaborative study. This study is intended to improve the condition of teaching learning process for English Teacher. There are some condition which did not support teaching process such as less using of English to the students daily life, the students have low motivation to study English, the style of English Teachers still apply teacher centered, less innovation from the teacher to implement student centered approach. So it is important to solve the problem by an approach which makes the situation and condition of the classroom become active, creative, democratic, dynamic, student centered, through Contextual Teaching and Learning (CTL) approach. This study utilizes Quasi Experimental Study, conducted in MTsN Wonorejo Kabupaten Pasuruan. Grade VII A as a control group while grade VII B as an experimental group. The data gathered through four instruments: (1) test, (2) observation, (3) interview, and (4) questionnaire. The data was analyzed with t-test. The result of the study shows that Contextual Teaching and Learning (CTL) approach improved the result of students‟ learning on the product as well as the process. In the experimental group, the highest score 9.0 while the lowest 6.5. The students‟ score rate 7.4, with deviation standard 0.7589. In the control group, the highest score 7.0 while the lowest 4.0, the students‟ score rate 5.63, with deviation standard 0.8503. In process, the students in the experimental group found more variation and source of learning compared to control group. In another words, Contextual Teaching and Learning (CTL) approach can become one alternative of approaches which suitable in teaching English at MTs to increase the quality of product and process of students‟ learning.

Key Words : Learning, Contextual Teaching and Learning, Writing procedure. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Masalah Secara umum Bahasa Inggris memiliki peran sentral dalam perkembangan intelektual, sosial, dan emosional peserta didik dan merupakan penunjang keberhasilan dalam mempelajari semua bidang studi. Pembelajaran bahasa diharapkan membantu peserta didik mengenal dirinya, budayanya, dan budaya orang lain. Selain itu, pembelajaran bahasa juga membantu peserta didik mampu mengemukakan gagasan dan perasaan, berpartisipasi dalam masyarakat, dan bahkan menemukan serta menggunakan kemampuan analitis dan imaginatif yang ada dalam dirinya. Ruang lingkup mata pelajaran Bahasa Inggris di MTs meliputi kemampuan berwacana, yakni kemampuan memahami dan/atau menghasilkan teks lisan dan/atau tulis yang direalisasikan dalam empat keterampilan berbahasa, yakni mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis secara terpadu untuk mencapai tingkat literasi functional; dan juga kemampuan memahami dan menciptakan berbagai teks fungsional pendek dan monolog serta esei berbentuk procedure, descriptive, recount, narrative, dan report. Gradasi bahan ajar tampak dalam penggunaan kosa kata, tata bahasa, dan langkah-langkah retorika, Tingkat literasi mencakup performative, functional, informational, dan epistemic. Pada tingkat performative, orang mampu membaca, menulis, mendengarkan, dan berbicara dengan simbol-simbol yang digunakan. Pada tingkat functional, orang mampu menggunakan bahasa untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari seperti membaca surat kabar, manual atau petunjuk. Pada tingkat informational, orang mampu mengakses pengetahuan dengan kemampuan berbahasa, sedangkan pada tingkat epistemic orang mampu mengungkapkan pengetahuan ke dalam bahasa sasaran (Wells,1987). Pembelajaran bahasa Inggris di MTs ditargetkan agar peserta didik dapat mencapai tingkat functional yakni berkomunikasi secara lisan dan tulis untuk menyelesaikan masalah sehari-hari. Banyak yang mengatakan bahwa pembelajaran Bahasa Inggris tidak berhasil (Lestari, 2003). Salah satu sebab kegagalan

dan penelusuran terhadap faktor-faktor yang menjadi pendukung dan kendala dalam menerapkan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) di MTs Negeri Wonorejo Kabupaten Pasuruan. Kebingungan itu bertambah lagi ketika mengetahui pembelajaran menulis procedure merupakan salah satu KD Pelajaran Bahasa Inggris Kelas VII. dia mendominasi kegiatan di kelas. mengingat pendekatan merupakan salah satu . Di dalam kelas murid dituntut untuk duduk manis. maka pemahaman yang seksama terhadap karaktetistik topik dan kepentingan belajar siswa dalam mempelajari Bahasa Inggris tentang menulis teks procedure merupakan salah satu hal yang diduga dapat mengeliminir permasalahan siswa dalam mempelajari Bahasa Inggris. Kebingungan itu tampak karena: (1) pembelajaran menulis oleh sebagian besar guru Bahasa Inggris masih berorientasi pada pengetahuan menulis. Hal ini penting dilakukan. kegembiraan itu diikuti oleh semacam kebingungan tertentu bagi sebagian besar guru di lapangan pada saat pembelajaran menulis berlangsung (Sayuti. mendengarkan guru secara seksama dan mematuhi semua keterangannya. Demikian pula pembelajaran menulis teks procedure di MTsN Wonorejo Kab. 2004: 4). Guru hendaknya mampu memilih dan menggunakan pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan tujuan yang akan dicapai dan harapan siswa dalam mempelajari Bahasa Inggris. Namun. (2) sebagian guru kurang/belum bisa menulis dalam Bahasa Inggris dengan benar. Guru adalah merupakan satu-satunya orang yang dianggap mengetahui segala sesuatu dan oleh karena itu. Dari analisis konseptual dan empiris menyangkut pembelajaran Bahasa Inggris dan pendekatan yang digunakan oleh guru dalam belajar sebagaimana yang diuraikan di atas. dan. (3) sebagian guru tidak/belum mengetahui bagaimana strategi mengajar menulis. Penelitian ini akan difokuskan pada upaya pengembangan dan pemahaman guru terhadap pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam pembelajaran Bahasa Inggris tentang menulis teks procedure. Pasuruan.ini adalah budaya pengajaran di kelas yang kita miliki tidak kondusif untuk menunjang proses pembelajaran. Diberlakukannya kurikulum 2006 merupakan hal yang sangat mengembirakan bagi pelajaran menulis. karena menulis mendapatkan porsi seimbang dengan keempat kemampuan berbahasa yang lainnya tak terkecuali pelajaran menulis teks procedure.

Permasalahan yang ingin dikaji dalam penelitian ini adalah ”Apakah pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) efektif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran Bahasa Inggris tentang menulis teks procedure?”.kunci keberhasilan siswa dalam mempelajari Bahasa Inggris. Berdasarkan rumusan masalah yang telah dikemukakan di atas. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Arikunto (1996: 60) “bahwa anggapan dasar adalah titik pemikiran yang digunakan dalam suatu penelitian. Sesuai dengan uraian yang telah dikemukakan di atas.Apakah terdapat perbedaan yang signifikan secara keseluruhan (kemampuan inkuiri dan kemampuan pemahaman konsep) siswa yang belajar dengan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) bila dibandingkan dengan pendekatan konvensional? . yang kebenarannya diterima oleh peneliti”. Menurut Mulyasa (2005:102) “pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) merupakan salah satu pendekatan pembelajaran inovatif yang dapat digunakan untuk mengefektifkan dan menyukseskan implementasi kurikulum 2006”.3 Asumsi Penelitian Asumsi atau anggapan dasar penelitian merupakan landasan pemikiran dalam suatu penelitian yang sedang dilakukan yang kebenarannya diterima oleh peneliti. 1.2 Rumusan Masalah Dan Pertanyaan Penelitian.Apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan inkuiri siswa yang belajar dengan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) bila dibandingkan dengan pendekatan konvensional? .Apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan penguasaan konsep siswa yang belajar dengan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) bila dibandingkan dengan pendekatan konvensional? . diduga bahwa penggunaan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam pembelajaran Bahasa Inggris akan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. maka pertanyaan penelitiannya adalah sebagai berikut: . . baik proses maupun product khususnya menulis procedure.Bagaimanakah respon siswa dan guru terhadap pembelajaran Bahasa Inggris dengan menggunakan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL)? 1.

Dikatakan sementara karena jawaban yang diberikan baru berdasarkan pada teori yang relevan (teoritis) belum didasarkan pada fakta-fakta empiris yang diperoleh melalui pengumpulan data atau penelitian. Terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan inkuiri siswa yang belajar dengan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) bila dibandingkan dengan pendekatan konvensional.4 Hipotesis Hipotesis merupakan jawaban sementara dari suatu permasalahan yang harus dibuktikan kebenarannya. sebagaimana yang diungkapkan oleh Sudjana (1992: 27) bahwa: Hipotesis adalah perumusan sementara mengenai sesuatu hal yang dibuat untuk menjelaskan sesuatu dan menuntun serta mengarahkan kepada penelitian selanjutnya. Terdapat perbedaan yang signifikan secara keseluruhan (kemampuan inkuiri dan kemampuan pemahaman konsep) siswa yang belajar dengan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) bila dibandingkan dengan pendekatan konvensional. aktifitas dan kreatifitas siswa dalam pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar. 1. melainkan juga sangat penting menanamkan rasa percaya diri siswa bahwa mereka merasa mampu dan dapat berhasil. Dalam kegiatan pembelajaran guru tidak hanya percaya bahwa siswa akan mampu dan berhasil. Hal ini sesuai dengan pendapat Tuckman (1978: 13) yang mengemukakan: “Operationalizing variables means . (Furqon : 2001) 1. Definisi Operasional Definisi operasional dimaksudkan untuk menghindari perbedaan interpretasi yang mungkin terjadi.Adapun asumsi atau titik tolak dalam penelitian ini adalah: 1. Siswa pada dasarnya mempunyai kemampuan yang sama.5. (Furqon : 2001) Evaluasi (baca: pengujian) pendidikan harus mampu menyediakan informasi yang membantu guru meningkatkan kemampuan mengajar dan membantu siswa mencapai perkembangan pendidikannya secara optimal. Berdasarkan asumsi-asumsi penelitian di atas maka hipotesis dalam penelitian ini adalah: Terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan penguasaan konsep siswa yang belajar dengan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) bila dibandingkan dengan pendekatan konvensional.

Pendekatan ini ditandai dengan adanya tujuh komponen pokok dalam proses pembelajaran.2 Pendekatan Konvensional Pendekatan konvensional adalah suatu pendekatan yang diterapkan pada kelas kontrol. 1. kegiatan inti yang berupa guru menjelaskan atau memberikan informasi dengan ceramah. Dahar (1989) mengistilahkan pendekatan konvensional yang dimaksudkan di sini dengan sebutan pendekatan biasa. (6) refleksi (reflection). Menurutnya pendekatan ini ditandai dengan ciri-ciri sebagai berikut: Siswa tidak mengetahui apa tujuan mereka belajar pada hari itu. (2) menemukan (inquiry). (4) masyarakat belajar (learning community). sampai akhirnya guru merasa bahwa apa yang telah diajarkannya dapat dimengerti oleh siswa. pemberian ilustrasi atau contohcontoh. yaitu: (1) kontrukstivisme (constructivism). jika menerapkan ketujuh komponen tersebut dalam pembelajarannya. Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL). yang di dalamnya ditandai dengan proses pembelajaran yang didominasi oleh guru. and examination”. making them available for manipulation. dan (7) penilaian yang sebenarnya (authentic assesment). Untuk menghindari perbedaan interpretasi ini. control. sebagai suatu pendekatan yang diterapkan pada kelas eksperimen. (5) pemodelan (modeling). merupakan konsep pembelajaran yang menekankan pada keterkaitan antara materi pembelajaran dengan dunia peserta didik secara nyata. dengan . 1. penulis akan menjelaskan istilah-istilah yang terkandung dalam judul penelitian ini. Melalui proses penerapan kompetensi dalam kehidupan sehari-hari. sehingga para peserta didik mampu menghubungkan dan menerapkan kompetensi hasil belajar dalam kehidupan sehari-hari. Guru biasanya mengajar dengan berpedoman kepada buku.5.1 Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL).5. mulai dari kegiatan membuka pembelajaran. peserta didik merasakan pentingnya belajar. Suatu kelas dikatakan menggunakan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL).stating them in an observable and measurable form. (3) bertanya (questioning). sebagaimana yang dikemukakan oleh Depdiknas (2002:5). dan mereka memperoleh makna yang mendalam terhadap apa yang dipelajarinya. kemudian siswa mengajukan pertanyaan.

adalah kemampuan siswa dalam memahami dan memaknai kata-kata yang mengklasifikasi.5 Hasil Belajar Hasil belajar yang dimaksudkan di sini adalah segala yang diperoleh peserta didik selama berlangsungnya proses pembelajaran. termasuk kegiatan siswa dalam mencari makna yang lebih dalam. 1.3 Penguasaan Konsep Penguasaan Konsep. Menurut Hamalik (1991): “suatu strategi yang berpusat pada siswa dimana kelompok-kelompok siswa dihadapkan pada suatu persoalan atau mencari jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan di dalam suatu prosedur dan struktur kelompok yang digariskan secara jelas. Kemampuan siswa untuk dapat memperoleh. “hasil belajar adalah tingkat perubahan kualitas individu peserta didik”.5. 1. maupun antara sesama peserta didik. baik dalam bentuk process maupun dalam bentuk product (nilai). Edt.mengutamakan metode ekspositori dan kadang-kadang tanya jawab. yang mengharuskan mereka berbuat sesuatu dengan melakukan kegiatan intelektual (diskusi kelompok dan diskusi kelas). Data yang dikumpulkan dari hasil belajar disini adalah nilai yang di peroleh siswa dari hasil pretest dan juga nilai yang . mengkategorisa si dan menjabarkan seperangkat fakta yang saling berkaitan (Wiriaatmadja.4 Kemampuan Inkuiri Kemampuan Inkuiri.5.5. Siswa harus mengikuti cara belajar yang dipilih oleh guru. Tes atau evaluasi biasanya bersifat sumatif dengan maksud untuk mengetahui perkembangan atau performasi siswa. mengklasifikasi dan mengkategorikan pengetahuan sendiri melalui sumber belajar harus dikembangkan secara optimal. menemukan dan mengembangkan hasil perolehannya dalam bentuk fakta dan informasi yang direkonstruksi menjadi satu konsep. 1. 2002:300). 2003:309). Menurut Hasan (dalam Sjamsuddin dan Suwirta. agar ia menghayati pencapaian pemahamannya tentang materi pembelajaran. karena pada dasarnya anak memiliki potensi untuk mencari. dengan patuh mempelajari urutan yang ditetapkan dan kurang sekali mendapat kesempatan untuk menyatakan pendapatnya. informasi. Dalam penelitian ini adalah kemampuan siswa dalam mencari sumber belajar.. baik yang dilakukan melalui interaksi antara guru dengan peserta didik.

maka penelitian ini bertujuan untuk: 1. bila dibandingkan dengan pendekatan konvensional. LeDoux (1993).diperoleh dari postest baik pada kelas eksperimen maupun pada kelas kontrol.6 Respon Siswa Respon siswa yang dimaksud adalah bagai mana tanggapan. Artinya hasil penelitian ini sangat bermanfaat bagi praktisi pendidikan di lapangan seperti kepala madrasah. penelitian ini diharapkan memberi sumbangan untuk peningkatan kualitas proses belajar mengajar dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Memperoleh gambaran respon siswa dan guru terhadap pembelajaran Bahasa Inggris dengan menggunakan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) 1.7 Manfaat Penelitian Penelitian ini difokuskan pada pelaksanaaan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dan kreativitas belajar siswa. dan hasil dari pembelajaran tersebut melekat kuat dalam ingatan siswa. bila dibandingkan dengan pendekatan konvensional. MacLean (1990) (dalam DePorter. 2000:22) tanpa keterlibatan emosi. 3. pandangan maupun emosi siswa terhadap pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL). 4. kegiatan saraf otak itu kurang dari yang dibutuhkan untuk “merekatkan” pelajaran dalam ingatan. et al. Dengan demikian. Mengetahui seberapa besar perbedaan secara keseluruhan (kemampuan pemahaman konsep dan inkuiri) siswa yang belajar dengan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL). 2. pada kelas eksperimen diberikan angket yang dijawab oleh siswasiswa dikelas eksperimen tersebut. Mengetahui seberapa besar perbedaan antara kemampuan pemahaman konsep siswa yang belajar dengan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL). 1. guru-guru mata pelajaran Bahasa Inggris. Untuk mengetahui bagaimana tanggapan. 1. dan . Seperti yang dikemukakan Goleman (1995).6 Tujuan Penelitian Berdasarkan permasalahan yang telah dikemukakan di atas.5. Mengetahui seberapa besar perbedaan antara kemampuan inkuiri siswa yang belajar dengan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL). pandangan maupun emosi siswa selama proses pembelajaran berlangsung sehingga membuat pembelajaran itu berarti bagi siswa. bila dibandingkan dengan pendekatan konvensional.

1 Pengertian Contextual Teaching and Learning Kata contextual berasal dari bahasa Inggris. BAB II LANDASAN TEORITIS 2. MTs khususnya. Bagi Kepala Madrasah atau pengambil kebijakan dalam bidang pendidikan diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan masukan dalam menentukan kebijakan tentang pendekatan pembelajaran yang sesuai untuk mata pelajaran Bahasa Inggris diberbagai jenjang pendidikan umumnya. 2002:5). Melalui proses penerapan kompetensi dalam kehidupan sehari-hari. hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu dasar dan masukan dalam mengembangkan penelitian selanjutnya. . relevan. Sesuatu yang membawa maksud. Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan menerapkannya dalam kehidupan mereka sehari-hari. khususnya kemampuan dalam mengembangkan pembelajaran dengan menggunakan berbagai pendekatan pembelajaran. (Corebima. Bagi siswa dengan pendekatan ini. Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi: Upaya dan kegiatan dalam meningkatkan kemampuan bagi guru mata pelajaran Bahasa Inggris yang bertanggung jawab sebagai pendidik. diharapkan dapat memperoleh pengalaman baru dalam mempelajari Bahasa Inggris. dalam upaya meningkatkan prestasi belajar mereka. et al. maksudnya mengikuti konteks atau dalam konteks. ada hubungan atau kaitan langsung. peserta didik akan merasakan pentingnya belajar. mengikuti konteks. dengan cara melibatkan tujuh komponen utama yang menjadi karakteristik pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL). makna dan kepentingan. Bagi peneliti bidang sejenis. Secara umum contextual mengandung arti: Sesuatu yang berkenaan.Kantor Departemen Agama terutama bagian Madrasah dan Pendidikan Agama Islam (Mapendais) sebagai pihak pembuat kebijakan dalam sektor pendidikan.

.2 Karakteristik Contextual Teaching and Learning (CTL) Menurut Corebima. (5) pemodelan (modelling). et al. dan dapat menjadi milik mereka sendiri. (3) bertanya (questioning). dan manfaat belajar. 2. (4) masyarakat belajar (learning community). bahkan kecanduan belajar”. (2) menemukan (inquiry). menemukan hal-hal yang berguna bagi dirinya. Menurut Mulyasa (2005:103) “Pembelajaran konstektual mendorong peserta didik memahami hakekat.dan mereka akan memperoleh makna yang mendalam terhadap apa yang dipelajarinya. yaitu (1) kontrukstivisme (constructivism). dan bergelut dengan gagasan-gagasan.2. bahwa pengetahuan dibangun manusia sedikit demi sedikit. makna. dan (7) penilaian autentik (authentic assesment). Siswa perlu dikondisikan untuk terbiasa memecahkan masalah. jika menerapkan ketujuh komponen tersebut dalam pembelajarannya. Guru tidak akan mampu memberikan semua pengetahuan kepada siswa.1 Konstruktivisme (Constructivism) Konstruktivisme merupakan landasan perpikir pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL). Esensi dari teori kontruktivis bahwa siswa harus menemukan dan mentransformasikan suatu informasi kompleks ke situasi lain. Suatu kelas dikatakan menggunakan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL). Manusia harus mengkonstruksi pengetahuan itu dan memberi makna melalui pengalaman nyata. 2. hasiInya diperluas melalui konteks yang terbatas (sempit) dan tidak sekonyong -konyong. sehingga memungkinkan mereka rajin dan termotivasi untuk senantiasa belajar. Siswa harus mengkonstruksikan pengetahuan di benak mereka sendiri. Adapun hasil yang diharapkan melalui pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) menurut Poedjiadi (1995:98) adalah “untuk meningkatkan prestasi belajar siswa melalui peningkatan pemahaman makna materi pelajaran yang dipelajarinya dengan mengaitkan antara materi yang dipelajari dengan konteks kehidupan mereka sehari-hari”. Pengetahuan bukanlah seperangkat fakta-fakta. konsep atau kaidah yang siap untuk diambil dan diingat. (2002:5) Pendekatan Contextual Teaching and Learning memiliki tujuh komponen utama. (6) refleksi (reflection).

gambar. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh siswa diharapkan sebagai hasil menemukan sendiri bukan hasil mengingat seperangkat fakta.2. teman sekelas. 2. serta mengarahkan perhatian pada hal-hal yang belum diketahuinya. 2. Dalam proses pembelajaran. Menurut Hakim (2000:43) “belajar berkelompok dapat dijadikan arena persaingan sehat. Dalam pembelajaran yang berbasis inquiry.mengkomunikasikannya atau menyajikan hasil karya pada pembaca.2.merumuskan masalah . pembelajaran harus dikemas menjadi proses „mengkonstruksi‟ bukan „menerima pengetahuan‟.2 Menemukan (Inquiry) Dalam pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL). membimbing.4Komunitas Belajar (Learning Community) Konsep komunitas belajar memberi peluang untuk memperoleh hasil pembelajaran melalui kerja sama dengan orang lain. Melalui kegiatan kelompok terjadi kerja sama antar siswa. dan karya lainnya . guru.menganalisis dan meyajikan hasil tulisan. tabel. Pengembangan pembelajaran dalam kelompok dapat menumbuhkan suasana memelihara disiplin diri. dan . siswa membangun sendiri pengetahuan mereka melalui keterlibatan aktif dalam proses pembelajaran.3 Bertanya (Qoestioning) Bertanya (questioning) merupakan strategi utama lainnya dalam pembelajaran yang berbasis kontekstual.Dengan dasar itu. dan menilai kemampuan berpikir siswa. mengkonfirmasikan hal-hal yang sudah diketahui. 2. kegiatan bertanya merupakan bagian penting. menemukan merupakan bagian inti dari kegiatan pembelajaran. laporan bagan.2. bagi siswa untuk menggali informasi. Bertanya dalam sebuah pembelajaran dipandang sebagai kegiatan guru untuk mendorong. juga dengan guru yang bersifat terbuka.mengamati dan melakukan observasi . atau audien yang lain. dan kesepakatan berperilaku. Ada beberapa langkah dalam kegiatan menemukan (inquiry) seperti yang dikemukakan Nurhadi (2003:13) berikut ini: . (guru harus berusaha selalu merancang kegiatan yang merujuk pada kegiatan menemukan untuk berbagai materi yang djajarkan.

5 Pemodelan (Modeling) Komponen Contextual Teaching and Learning (CTL) yang kelima adalah pemodelan. aktif. aktivitas. Siswa yang memiliki prestasi. Refleksi merupakan respons terhadap kejadian. Guru membantu siswa dalam menghubung-hubungkan pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya dengan pengetahuan baru. Konsep inilah yang oleh Ausubel (1968) disebut meaningfull learning.2. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok yang anggotanya heterogen. Dengan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL). siswa dapat mengikuti dengan baik. dan lain-lainnya.2. contohnya bentuk teks asli procedure yang bias didapat pada berbagai brosur obat. baik anggotanya maupun jumlahnya. Refleksi adalah cara berpikir tentang hal yang baru dipelajari atau berpikir ke belakang tentang hal-hal yang sudah dilakukan di masa lalu untuk mengevaluasi atau introspeksi apakah selama mengikuti proses pembelajaran. Pengetahuan yang telah dimiliki siswa diperluas melalui konteks pembelajaran sedikit demi sedikit. cara manual pengoperasian alat-alat tertentu. cara membuat (resep) makanan serta teks lain yang banyak ditemukan di lingkungan masyarakat umum. . Pengetahuan yang bermakna diperoleh melalui proses.6 Refleksi (Reflection) Refleksi merupakan bagian penting dalam pembelajaran dengan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL). senang belajar. Pembelajaran keterampilan atau pengetahuan tertentu dapat menggunakan atau menghadirkan model yang bisa ditiru. Guru dapat merancang model dengan melibatkan siswa. Kelompok siswa bisa sangat bervariasi bentuknya. dengan struktur kelompok yang bersifat heterogen”. guru melaksanakan pembelajaran dalam kelompok-kelompok belajar. guru bukan satu-satunya model. Dalam pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL). 2. Menurut Slavin (1995:4-5) “kelompok yang efektif terdiri dari empat sampai enam orang. bakat dan kemampuan dapat ditunjuk untuk menjadi model. Model pun dapat didatangkan dari luar lingkungan sekolah. Dengan demikian siswa memperoleh sesuatu yang bermakna bagi dirinya tentang apa yang baru dipelajarinya. atau pengetahuan yang baru diterima.dapat pula meningkatkan motivasi belajar para anggota kelompok”. dapat memahami materi pembelajaran. 2.

Tabel di atas menunjukkan bahwa kedua ragam bahasa tersebut digunakan dalam konteks yang berbeda. Kemajuan belajar diperoleh melalui proses pembelajaran. Dengan demikian konteks tempat dilahirkannya teks tersebut harus juga dimasukkan ke dalam teks. kebutuhan berkomunikasi ternyata berkembang. Model tersebut digambarkan Hammond et al. manusia berkomunikasi atau berinteraksi secara lisan. Oleh karenanya. Hal tersebut karena penilaian menekankan proses pembelajaran maka data yang dikumpulkan harus diperoleh dari kegiatan nyata yang dilakukan siswa saat pembelajaran. (1992:5) sebagai berikut. Diagram 4: Bahasa Lisan dan Tulis (Hammond et al. Guru tidak dapat berasumsi bahwa jika mereka telah mengajar bagaimana membentuk kalimat dan mengenalkan kosa kata serta ucapannya maka otomatis siswa dapat menggunakannya dalam bahasa lisan dan tulis. Data yang dikumpulkan melalui penilaian bukan untuk mencari infomasi tentang belajar siswa. Orang mulai perlu mencatat barang apa saja yang diperlukan dan berapa jumlahnya sehingga orang mulai memikirkan bagaimana cara „membantu ingatan‟ mereka dengan menciptakan sistem tanda-tanda. manusia mulai berkomunikasi untuk melakukan „bisnis‟ dan perlu mencatat sebab untuk mengingat banyak hal menjadi tidak mudah.2.3 Bahasa Lisan dan Tulis Sebelum manusia menciptakan sistem tulis-menulis.7 Penilaian yang Sebenarnya (Authentic Assessment) Penilaian merupakan proses pengumpulan berbagai data yang bisa memberikan gambaran perkembangan belajar siswa. Maka tidak salah jika ada orang yang mengatakan bahwa language is primarily spoken. maka guru harus segera mengambil tindakan yang tepat agar siswa terbebas dari kendala belajar. 2. Akan tetapi. Ragam tulis menjadi relatif lebih sulit karena pembaca tidak berada dalam konteks yang sama dengan penulisnya. gurupun perlu mengembangkan . 1992:5) Dapat disimpulkan bahwa mengajar bahasa Inggris berarti mengajarkan dua ragam bahasa: lisan dan tulis. bahasa pada dasarnya adalah lisan. Penilaian yang sebenarnya yaitu menilai pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh siswa. Gambaran dari perkembangan belajar siswa perlu diketahui oleh guru agar bisa memastikan bahwa siswa mengalami proses pembelajaran dengan benar.2. Jika data yang diperoleh menggambarkan masalah siswa dalam belajar. tidak hanya hasil.

.5 Efektivitas Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam Pembelajaran Bahasa inggris. teks bukanlah satuan kata melainkan satuan semantis atau semantic unit (Halliday 1985a:10). Yang penting adalah bahwa jika ada orang mengatakan „kursi‟ maka benda itulah yang dibayangkan orang. dan sejenisnya. sering berupa kalimat perintah (imperative). 2. Mengunakan nomor urut atau kata hubung seperti. Entah bagaimana sejarahnya sehingga benda tersebut direpresentasikan dengan kata „kursi‟ dan bukan „meja‟. kata „kursi‟ disepakati oleh orang Indonesia sebagai realisasi makna sebuah benda yang biasa diduduki orang. menegaskan pendekatan kontekstual (Contextual Teaching and Learning (CTL)) merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimiliki dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Hamidah (2006) dalam penelitian pembelajaran Bahasa Indonesia. pengertian teks secara teknis sebenarnya lebih dari itu. Akan tetapi.4 Struktur Teks dan Teks Procedure Menurut pengertian umum. Sedangkan ciri khusus kebahasaannya adalah terfokus pada kegiatan manusia secara umum. kemudian. Hubungan makna „kursi‟ dan ucapan atau bunyinya tidak jelas tetapi orang menyepakatinya sebab tanpa dibunyikan atau dituliskan maka makna tak tersampaikan. 2. materi (tidak mutlak pada semua teks procedure). tetapi sebenarnya teks „terbuat‟ dari makna. Istilah teknisnya. teks adalah tulisan yang sering dibaca. urutan langkah. hasil pembelajaran didapatkan lebih bermakna bagi siswa. klausa atau kalimat. terakhir. menggunakan bentuk simple present tense. serta menggunakan utamanya pada proses penggunaan/penyusunan suatu barang/benda. Tampaknya teks memang seakan-akan „terbuat‟ dari kata-kata. Proses pembelajaran berlangsung alamiah dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengalami bukan transfer pengetahuan dari guru ke siswa. Misalnya. selanjutnya.kemampuan dan kebiasaan menulis agar guru memiliki pengalaman nyata yang bisa dibagikan (share)dengan siswa. beberapa ciri khusus yang tampak adalah fungsi sosialnya yaitu untuk menggambarkan bagaimana sesuatu di lakukan /disusun/dikerjakan melalui beberapa urutan tindakan/langkah. Susunan isi teksnya adalah tujuan. Dengan konsep itu. Dalam teks procedure. Makna ini kemudian direalisasikan dalam kata.

Dalam konteks itu. Peneliti menduga bahwa apabila pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) diterapkan dalam pembelajaran Bahasa Inggris terutama pada ketrampilan menulis (writing) teks procedure. maupun dengan menggunakan pendekatan konvensional. BAB III METODE PENELITIAN 3. dan hanya kelompok eksperimen yang menerima perlakuan. Desain Penelitian O = pre tes dan post tes X = Perlakuan mengajar dengan and Learning pendekatan Contextual Teaching A adalah kelas eksperimen. apa status mereka. apa manfaatnya. Siswa menyadari bahwa yang mereka pelajari berguna bagi kehidupannya. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuasi eksperimen. dengan siswa yang melakukan pembelajaran dengan pendekatan konvensional yang biasa dilakukan di MTs Negeri Wonorejo Kabupaten Pasuruan.1 Langkah-langkah penelitian 3.1 Metode Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan ada atau tidaknya perbedaan hasil belajar antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan Contextual Teaching and Learning. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pembelajaran Bahasa Inggris tentang menulis teks procedure baik dengan pendekatan Contextual Teaching and Learning. maka pembelajaran akan lebih efektif.2 Lokasi dan Subjek Penelitian . bagaimana mencapai hasil belajar. Dengan begitu mereka akan meposisikan sebagai orang yang memerlukan suatu bekal untuk hidupnya nanti. dengan dua variabel yaitu variabel bebas (independent variable) dan variable terikat (dependent variable ). dan B adalah kelas kontrol. Kedua kelompok memperoleh pretes dan postes. Sedangkan varibel terikat adalah hasil belajar siswa yang mencakup penguasaan konsep. diambil dengan menggunakan teknik cluster sampling. Tabel 3. siswa bisa mengerti apa makna belajar. dan inkuiri. Alur pelaksanaan penelitian tersebut dapat dilihat pada bagan berikut ini: Gambar 3.1.

Proses pembelajaran Bahasa Inggris menulis teks procedure dilakukan oleh guru Bahasa Inggris yang mengajar di MTs Negri Wonorejo. dengan teknik analisis Paired Sample t Test dengan menggunakan SPSS versi 11. 3.2.4 Instrumen Penelitian Untuk memperoleh data dalam penelitian ini digunakan empat macam instrumen. yang rinciannya sebagai berikut yaitu. maka penelitian ini difokuskan pada dua variabel.2 Populasi Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII MTs N Wonorejo. 3. yaitu: Pendekatan Contextual Teaching and learning sebagai variabel bebas.2.3. Jumlah anggota sampel yang diambil dari populasi adalah 60 siswa terdiri dari dua kelas yaitu kelas kontrol sebanyak 30 siswa dan kelas eksperimen sebanyak 30 siswa. yang teridiri dari lima kelas dengan jumlah siswa seluruhnya 141.2. yaitu soal tes hasil belajar.5 Analisis Data Penelitian Untuk mengetahui efektifitas pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam pembelajaran Bahasa Inggris pada kompetensi dasar menulis teks procedure. karena disekolah ini tidak ada kelas unggulan. dan kelas VII A sebagai kelas kontrol. 3. kelas VII C = 29 siswa. sedangkan peneliti bertindak sebagai observer. serta wawancara dan kuesioner pandangan guru dan siswa terhadap pembelajaran dengan pendekatan Contextual Teaching and learning (CTL) yang diberikan. kelas VII D = 27 siswa dan Kelas VII E = 25. kelas VII B = 30 siswas. sehingga sampel yang diambil sebanyak dua kelas dengan menggunakan teknik cluster sampling.4 Variabel Penelitian Berdasarkan permasalahan dan rumusan masalah di atas.2. 3. 3. format observasi selama proses pembelajaran. pada kelas VII B sebagai kelas eksperimen. Hasil belajar siswa yang meliputi penguasaan konsep dan inkuiri sebagai variabel terikat. kelas VII A = 30 siswa. dilakukan analisis kuantitatif melalui statistik ujit. .3 Sampel Pengklasifikasian kelas VII MTs N Wonorejo menggunakan kriteria yang menunjukkan perlakuan yang seimbang terhadap prestasi siswa dan keadaan siswa.1 Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di MTs Negri Wonorejo Kabupaten Pasuruan.

Secara keseluruhan hasil perhitungan uji perbedaan rata-rata postes pemahaman konsep.100 0.559 0.582 0.236 2.486 0.236 3.05 Kemampuan Inkuiri 3. dilakukan secara terus menerus sepanjang proses pembelajaran berlangsung.400 0.672 Berbeda scr Signifikan pada p = 0.200 0.339 6.270 0. Berdasarkan hasil pengukuran melalui statistik uji-t ini.486 0. kemudian dapat diketahui perbedaan rata-rata hasil tes antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol yang memperlihatkan efektivitas pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam pembelajaran Bahasa Inggris.444 1. Tabel 4.1 Hasil Penelitian Sebagaimana telah dikemukakan pada Bab I bahwa penelitian ini bertujuan untuk menelaah apakah pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa MTs Negri Wonorejo Kabupaten Pasuruan dalam pembelajaran Bahasa Inggris menulis teks procedure. Sedangkan analisis terhadap data yang diperoleh dari hasil belajar dalam arti proses yang dilakukan berdasarkan authentic assessment atau penilaian performance.672 Berbeda scr .522 1. bila dibandingkan dengan siswa yang belajar dengan menggunakan pendekatan konvensional.1 Uji Perbedaan Rata-Rata Postes Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol Aspek Kel.Uji-t dilakukan dengan membandingkan hasil tes (pretes dan postes) antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol. kemampuan inkuiri serta kemampuan siswa secara keseluruhan. mulai pertemuan pertama hingga pertemuan terakhir. serta sikap dan pandangan siswa terhadap pembelajaran yang diterapkan. pada kompetensi dasar menulis teks procedure.312 6. Kontrol Kesimpulan se se2 sk sk2 Pemahaman Konsep 4. dengan menggunakan lembar penilaian proses (lembar observasi). disajikan pada Tabel 4. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4. Berikut diuraikan hasil penelitian dan pembahasannya.11. Eksperimen Kel.

2.57.576 5. sedangkan pada kelas eksperimen terjadi peningkatan sebesar 2. dan 3 yaitu perbedaan rata-rata kemampuan pemahaman konsep dan kemampuan inkuiri kelompok eksperimen dan kelompok kontrol maupun rata-rata kemampuan siswa secara keseluruhan ditemukan perbedaan yang signifikan antara kemampuan siswa dalam pemahaman konsep dan kemampuan inkuiri. siswa yang mengikuti pembelajaran melalui pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL). terdapat peningkatan nilai rata-rata sebesar 2.83.5 tertinggi 9.672 Berbeda scr Pemahaman Konsep dan Kemampuan Inkuiri Dari hasil tes secara keseluruhan (gabungan hasil postes penguasaan konsep dan inkuiri) dapat dilihat bahwa.850 0.63.40.97. adalah dikarenakan pengaruh dari pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) yang . berarti pada kelas kontrol dimana dilaksanakan proses pembelajaran dengan pendekatan konvensional yang dilakukan oleh guru selama ini.759 Signifikan pada p = 0.70).Signifikan pada p = 0.05 Pembahasan 0.400 0.05. terdapat peningkatan nilai rata-ratanya sebesar 1. Dari uji hipotesis 1.70.509 1. namun terjadi peningkatan perolehan nilai hasil belajar yang lebih baik yaitu dengan nilai postes terendah 6. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa peningkatan nilai rata-rata postes kelas eksperimen lebih besar dari pada kelas kontrol.05 Keseluruhan 7. dengan kemampuan siswa yang belajar dengan pendekatan konvensional.0 nilai tertinggi 70 dan rata-rata adalah 5.723 8. Bila dibandingkan antara perolehan nilai hasil belajar siswa pada kelas kontrol dengan nilai hasil belajar yang diperoleh pada kelas eksperimen. Padahal nilai rata-rata pretes kelas eksperimen lebih rendah sedikit (3.630 0. nilai pretes terendah kelas kontrol 2.57). Sedangkan pada kelas eksperimen nilai pretes terendah yang diperoleh siswa adalah 2.0 rata-rata 3. pada kelas kontrol lebih tinggi sedikit (3.0 nilai tertinggi 6. Hasil pembahasan di atas diuji melalui uji hipotesis statistik menggunakan uji-t pada taraf signifikansi 0. sedangkan nilai postes terendah pada kelas kontrol adalah 4. maka terjadi peningkatan perolehan nilai hasil belajar pada kelas kontrol sebesar 1.83.0 nilai tertinggi 60 rata-rata 3.0 rata-rata 7.97.

6.0 . lebih baik dari siswa yang belajar dengan pendekatan konvensional.5 ratarata 7.0 .0 terendah. Nilai postes secara keseluruhan pada kelompok eksperimen. maka peneliti menarik beberapa kesimpulan. Selain temuan tersebut. tertinggi 7. sedangkan kelas kontrol 10%.1 Kesimpulan Setelah peneliti memaparkan beberapa kondisi dan proses pembelajaran. rata-rata. dibandingkan dengan yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan konvensional. Dari temuan di atas terbukti bahwa kemampuan pemahaman konsep dan kemampuan inkuiri siswa berkembang lebih baik pada siswa yang mengikuti pembelajaran Bahasa Inggris dengan dengan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL). Interpretasi ini berarti bahwa tiap siswa akan menempati peringkat yang hampir sama baik pada kemampuan pemahaman konsep dan kemampuan inkuiri. Dengan demikian maka secara klasikal. siswa yang memperoleh nilai 7.0 tiga orang (10%).digunakan.3%).3%. ketuntasan belajar siswa pada kelas eksperimen mencapai 83.0 sebanyak 25 orang (83. sedangkan siswa yang memperoleh nilai 7. Jika seseorang memperoleh peringkat yang tinggi pada tes pemahaman konsep kemungkinan juga akan menempati peringkat yang tinggi pada tes kemampuan inkuiri. demikian juga sebaliknya. mengenai Efektivitas Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam pembelajaran menulis teks procedure. Sedangkan nilai secara keseluruhan hasil postes pada kelas kontrol. Dapat dikatakan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) adalah efektif dilakukan dalam proses belajar mengajar menulis teks procedure. terendah 4. BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI 5. Beberapa kesimpulan yang ditarik dari penelitian ini adalah : Terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan penguasaan konsep siswa yang belajar dengan pendekatan . serta dari beberapa temuan yang diperoleh selama penelitian ini dilaksanakan.40. tertinggi 9. terdapat fakta lain yang menunjukkan bahwa kemampuan pemahaman konsep dan inkuiri siswa yang belajar dengan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL).

Contextual Teaching and Learnig (CTL) bila dibandingkan dengan pendekatan konvensional. atau oleh . Terdapat perbedaan yang signifikan secara keseluruhan (kemampuan pemahaman konsep dan kemampuan inkuiri) siswa yang belajar dengan pendekatan Contextual Teaching anf Lerning (CTL) bila dibandingkan dengan pendekatan konvensional. adalah bersifat positifkonstruktif. Respon siswa dan guru positif terhadap pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam proses pembelajaran Bahasa Inggris. Ungkapan perasaan senang seperti itu dikarenakan selain dari sistem belajarnya yang baru mereka alami. dapat dijadikan salah satu alternatif pendekatan yang cocok digunakan dalam pembelajaran Bahasa Inggris tentang menulis teks procedure khususnya. yang dapat dilihat dari hasil perhitungan perbedaan rata-rata dengan menggunakan uji-t. Dapat disimpulkan juga bahwa tanggapan siswa yang beragam seperti dikemukakan di atas. lebih baik dari kemampuan siswa yang belajar secara konvensional. juga tidak terlepas dari motivasi dan pujian serta bimbingan yang diberikan oleh guru. yang hasilnya menunjukkan bahwa kemampuan penguasaan konsep dan inkuiri siswa (gabungan keduanya) yang belajar dengan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL). Guru dan siswa pada umumnya sangat senang dan bergairah selama proses pembelajaran berlangsung. Hal ini dapat dilihat dari hasil perhitungan perbedaan rata-rata dengan menggunakan uji-t. ternyata pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL). yang dapat dilihat dari hasil perhitungan perbedaan rata-rata dengan menggunakan uji-t. Terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan inkuiri siswa yang belajar dengan pendekatan Contextual Teaching and Lerning (CTL) bila dibandingkan dengan pendekatan konvensional. hal ini dapat dilihat dari hasil angket. yang menunjukkkan bahwa kemampuan penguasaan konsep siswa yang belajar dengan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) lebih baik bila dibandingkan dengan siswa yang belajar dengan pendekatan konvensional. dan pembelajaran bahasa di MTs umumnya. yang menunjukkan bahwa kemampuan inkuiri siswa yang belajar dengan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) lebih baik bila dibandingkan dengan siswa yang belajar dengan pendekatan konvensional. Dengan demikian pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL). diminati siswa dengan baik (100%).

2 Rekomendasi Berdasarkan kesimpulan sebagaimana yang telah diuraikan. 5.teman-teman mereka. dan keheterogenan kemampuan anggota kelompok. Namun menurut guru dalam pelaksanaannya diperlukan persiapan yang matang terutama dalam merancang persiapan pembelajaran dan bahan ajar. Dalam rencana pelaksanaan pembelajaran perlu dideskripsikan secara jelas langkah-langkah yang harus dilakukan oleh guru dan siswa. sehingga dalam setiap kelompok terdapat siswa yang dapat membantu siswa lain. disamping mementingkan mencapai hasil sebagai product. supaya dapat dilaksanakan secara efektif. karena beberapa potensi yang ada pada diri mereka selama ini dapat dimunculkan. dan bangga karena dapat mengungkapkan kemampuannya. maka dapat dikemukakan beberapa rekomendasi dalam pelaksanaan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL). ataupun menjadi moderator. menjawab. maka : Sebelum melaksanakan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL). Dengan juga mementingkan proses. belajar Bahasa Inggris menjadi menyenangkan. hingga mereka menjadi senang belajar Bahasa Inggris. siswa akan menjadi terlatih dan terbiasa dengan beberapa kemampuan yang dilatihkan dan dibiasakan selama berlangsungnya proses pembelajaran tersebut. sehingga menimbulkan rasa bangga atas pujian dan bimbingan yang diberikan gurunya tersebut. Proses tersebut akan menghalau rasa bosan dan jenuh yang selama ini dirasakan oleh sebagian besar siswa sebagai akibat dari proses belajar mengajar satu arah dengan pendekatan konvensional. . Artinya siswa merasa puas dengan cara belajar seperti ini. baik dalam bentuk bertanya. agar proses pembelajaran dapat berlangsung sesuai dengan alokasi waktu yang tersedia. Guru mempunyai pandangan positif terhadap pembelajaran Bahasa Inggris dengan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL). menanggapi. guru berpendapat bahwa pembelajaran ini berpeluang untuk diterapkan pada kompetensi dasar lain dalam rumpun bahasa. sebagai berikut: Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL). sehingga siswa tidak merasa jenuh belajar sejarah. Oleh sebab itu proses pembelajaran Bahasa Inggris sudah saatnya diarahkan juga pada penekanan proses pembelajarannya. guru terlebih dahulu membuat perencanaan yang tertuang dalam rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).

Hal ini dimaksudkan untuk memberikan sentuhan dan pengalaman yang lebih luas kepada guru-guru Bahasa Inggris. tentang pendekatan pembelajaran yang dapat merangsang aktivitas dan kreativitas siswa sehingga kualitas proses dan hasil pembelajaran dapat lebih meningkat lagi di masa-masa yang akan datang. maka orang tua ikut berperan dalam bentuk meningkatkan perhatian dan pengawasan terhadap anak-anaknya. perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan topik dan metode yang sejenis pada jenjang MTs. Hal ini untuk memungkinkan siswa untuk dapat menghemat waktu. oleh karena itu adanya penelitian lanjutan berkenaan dengan eksperimen dan implimentasi pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL). diskusi kelompok dilaksanakan di perpustakaan atau di rumah. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. dilakukan secara bergiliran). dan memfungsikan alat dan sumber belajar seoptimal mungkin. Apabila diskusi kelompok dilakukan di rumah. Untuk memperluas temuan penelitian. 1992. DAFTAR PUSTAKA Arikunto. Jakarta. Disadari bahwa temuan dari penelitian ini masih belum dapat memberikan kontribusi akademis yang signifikan bagi fungsionalisasi mata pelajaran Bahasa Inggris sebagai suatu mata pelajaran di MTs. Jakarta: Rineka Cipta. Arikunto. harus disesuaikan dengan rencana yang telah disiapkan. Prosedur Penelitian. 1996. keaktifan dalam diskusi. S. atau kemampuan lain yang merupakan kriteria dari pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL). disarankan menelaah hubungan kemampuan pemahaman konsep dan kemampuan inkuiri dengan kemampuan siswa dalam komunitas belajar (learning community). siswa secara leluasa dapat mencari berbagai sumber belajar dan lebih kreatif dalam menyempurnakan laporan diskusi kelompok mereka. akan sangat mendukung terwujudnya upaya fungsionalisasi pendidikan Bahasa Inggris Untuk peneliti lebih lanjut. . (bila di rumah. S. Pembelajaran sebaiknya dilaksanakan secara kelompok. Bumi Aksara. serta kemampuan dalam bertanya (questioning).Dalam melaksanakan proses pembelajaran dengan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL). dengan menandatangani semacam “absensi” diskusi kelompok.

Furqon. B. Mimbar pendidikan. 2001. 2005. B. Hasan. V. Kaifa Eggins. 1985b Spoken and Written Language. Dalam Interchange 18. S. 47-54. Strategi Belajar Mengajar. X. Jakarta.K. 1 August 2003. Menjadi Guru Profesional. Bandung. An Introduction to Systemic Functional Linguistics. Sudjana. M. Pendekatan Kontekstual. London: Edward Arnold. et al... R. 1994. L. Kurikulum 2004 SMA. 1989. Hamidah. Bandung. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung. Language as Social Semiotic. Belajar Secara Efektif. N. Jakarta DePorter. Puspa Swara Halliday. The Cycle of Learning. Jakarta. 1995. Sudjana. Halliday. Mandar Maju. Malang.. . N. London : Pinter Publishers. Sinar Baru. “English Classroom Culture Reformation: How Can It done?” TEFLIN Journal. Mulyasa. 1993. Sudjana. Quantum Teaching. 2006. Fakultas Sastra Universitas Negri Malang. Makalah seminar tidak diterbitkan. Historia Utama Press.D. Strategi Pembelajaran.A. Lingua. Universitas Negeri Malang. T. 1994. Cambridge University Press. Apprenticeship in Literacy. P2TA Hasan. 2003b. 1992. Ramaja Rosda Karya Sayuti. N. A. Wiriaatmadja. 1985a/1994. Teori-Teori Belajar. Tarsito. 2001. Hakim. (1996). Sudjana. 2003. H. 1987. Bandung.A. Sinar Baru. Depdikbud. 1978. “Evaluasi Belajar di Sekolah”.1 / 2:109-123. Pendidikan di Indonesia. S. Menuju Pengajaran Sastra yang Ideal. M. 2000. 3/XX2001. A. O. Bandung. Tidak diterbitkan. 2000. Cambridge. Falah Production. M. R. 1989.Dahar. A. Metoda Statistika. Geelong: Deakin University Press. Bandung.. 2002. Wells. S. Lestari. E. London: Edward Arnold Halliday. Pendidikan Ilmu Sosial. Bandung. Bandung.H. (9). Erlangga Depdiknas. Hamalik.H. Makalah Perkuliahan. S. 2000. 2003. “Pandangan Dasar Mengenai Kurikulum Pendidikan Bahasa”.W.K. Jakarta. Slavin.K. 1-25. Penilaian Hasil dan Proses Belajar Mengajar. An Introduction to Functional Grammar.. Pedoman Khusus Pengembangan Silabus dan Penilaian Mata Pelajaran.

808507203 /03.8..5.8:7:.3..343909:.-.3503/0.50309.. 88.507-0/.378907:9..5.350309.-0.903!..3 203.-0 './.0.3  :750.3$:-0!0309.733 ...2.3 503/0.343909:.3903 ..5.7 .95.3203:3.9: .3.3.9..7/03.3503/0.3 205488.3.380-.3.7.8 -0. %0..9...03843.8-0.3/:3.3.9.%0.3 .-.9..../.0/:5.3502-0.9 /0503/039.0425420250740570908/.3 20.8-0.7 $8.843974 /.5.2 50309.7.0/:70-.507.9.3203:8908574./.2.3789039.3 203072..3 -09:2070.3 ./.-.47.3  4.3/:.5..9..3/.343909:..733 %  /907.-0.3 .3/.7-0907..33-079::.35489908 !07.33.3/03.03843.:89078..3.39.:./.3/0.3:39:203:3...3..:5:3/03.-0  08.3503/0..3-.  -.0/:70 2.2-/03.31.3!0309.0425408507203..503/0./03.3 570908/.343909:.3548908 /.2.:.7 .390780-:9/.3.3  08..3-07:93 .343.9.7.320207:.3./.3.7.%0.203079.7.3/0.3.3.3203:3.-0-0-..7..:.0. .250309.203..././. 03..3 .3/%8007434704.3/03..32070.3203.25.3..7.343805 /..-8.8.-0907..3203:8 793 908574.388. $0/.:..7.5.8/.7-../.5.8 3/0503/039.8....2.93.733  2.3503/0.3.3 !0309.:.7.5.38:.203. .9:82070...3.-:5.7.39  !0309203/:.7.733 /03.3203:9 502-0. 502-0..30-01091   % !%  094/0!0309. ..8/...9/.788.33.3.3.7-07:3.2502-0...:9/....33.:5503:.-.9:-0.3/0.-0 /.3/0.:39:/:53..9.3.89.2-.%0..343.7..502-0.50.5.3.808507203 /.8.3.-0-0-...253  0/:....33:7  %.8.2439089: 88.7./.097.

. 88..81.3./.8/.8.250309.3/.733 % .-07:9..07    !45:.8' 88.3907.907/7/.7./.9..4-807.3././.7/:. /:.32...3.23897:203 . .3..343909:.0.9120.30.33:780-...8'  88..8.378.3 88.3/0..3/0.3 &39:20250740/.8'%8434704203:3.3.373.3.3907/7/...574808502-0.3.388.:010919..340 :7:.8:7:.3.7/%807434704 80/.3./.5502-0.    '.078  .350309-0793/.-0 .70/$.80-./..9.39/./.80:7:3.3802-.3 !0309.8.3025..%0./.8.8'%8434704 .9: !03/0./..3203.8  .2. 88.8...37:2:8.8!0309.3/0. 80-.33/:3.0.8 '88.%0./.2-/. 0. 0.3.880.250..8/03..3205:9503:.250309..349.80850720380-..  4. 88.3..-0!0309.33/.3:7:/.8'88.:89.8 0..0.88:.2- 80-.50309.907. 88.843974 !74808502-0.30.3203:3:.3203:3../.%0.3903 .9.7..8' 80-..3   3.7 1472..8...7203:8908574.9   3897:203!0309.7.7.9..!0309.8.733 % /.3$!$$..3 803.843974 80-.0.8.8'    $.3503/0...3.9 4-807..73380-.888.9:84.3/%807434704.0/:70 /.8503/0.3 /03...8.7.35.7.3:0843075.-0-0-..808507203  /.8/03.378 5.5 57089.3 &39:20309.989: 9 /03.72.378203:8908 574.3203:3.9:0.33..8-0.30.-0907.0.7..8 2.88!./.703..8.3/.0.3 507.3.:89078.343909:.2509%089/03.343909:.30.3/. 0.33.3.788.3/.8..3 5.250 !03.88.7.8 !45:.37907.3.35072.343805/.88.3903.3/-07.2 502-0.253  :2.33/14:8.3 8079.3....-:5..908 ../.9.399..:.8-0./. 8.250.0/:70/.:.:. .92./:./804.7.3:2.903!.8:3:.9.3 07/.7.8.0...7545:./.8.9: 0.30.42509038/.8'80-..

8.8.880882039. 7.907:820307:8805.3/..35.503/0.388.7.3/0.7...7.:89.33:78079...850309.9.:.8908 570908/.907.7 $31.0 /.5/.90.7 503.2. %0.0.3  07:9/:7./.3.380.3503/0.:503.0/:70  $0/.39. .5..3.7/03.:9039.3-07/.8..8  ' $!%!$  . #./..88907.37./-.808507203/03. 02.5502-0.3.35071472..343.989: 93 02:/.9.843974.903!.8.3202-.2502-0.9.39.3#.8:7:.3 $0-..7203:8908 574..8503::7.79574808.. .3203:3.3/...080:7:..080:7:..343909:.03843.3 -07.8!0309.3/907.3502-.8.0..3:507-0/.9.3.788.5  02.3.7...3/03.3202507.25:.3 /8.3/ 0.3 7.302-.:.2502-0.3.7 /03..8 8507203/.733 % /.-:5.507902:.3..35.8.9.3..3/. 8.8-0.388.:507-0/.9.35.3.  $0..3/50740/.35.25:.9.3 43805          07-0/.42509038/..3.3.548908502.9.35079.388.3548908 .8-0.3.2.808507203 /03..%. 8079..-0   %.3 .30.30.378203:8908574.3 574808502-0./.7 4-807.843974 8500 85072030 43974082  5:./.3/03.8503/0.8.3 /.9.3 43909:.7.33-079::.8908 .9.22033.--.507902:.9.:.%0.33:7          07-0/..7.5/.5.-0  &!07-0/..7 .0/:70 -.& 9/.2.3574808 02-.9.3.50309.843974  07/.343805  02..%807 434704./.7.9/09.2.3-0.7.3907..30.9..7.5./.7.3 .3:39:2030../02:..3 808088 !02.38:3 2:..2.. 7...3/3.85079:3.7/.7.3.733 % 01091/.3.8.30109.!489080.33...80.3.378 5.320.3/3.7.3 /.9.3.3 203:3..25:.

.3503.7. 7.8 43974.843974/2.7. 7.90793 /.343.2.95033.33.9.8 -0.3.38   ./.90793 7.3 /507405.9-.2../-...50740.8../.9./.7 $31.788..080:7:.3.7..3 02.9.8439740-9380/9   03.33:704254 08507203/..3502.37.3.57090890703/.9. 7.9:/03.3/.7..5.7503/0.3/0.  80/.25:.03843.3 574808502-0. 7.8 43974 .39..:5:37.02.2.25:.7   80/. 7../.7/03.7.80.733 % .380-08.3503/0./.8.8./.8085072033.:503/0.2502.25:. 5709080.0.9. /./..7.3.3: 95.9.7. .703.7  !.95033.343909:.3 -0.343805/.9. /.9.808507203 2.35.3 43.7.795.388. 3.9.3.9.25:.9.3/0.3.33:7 88.33.3 !02.8.  90793 7.7.890880.9..8-0.$31.35.33:7 .7.80-08.0.9. 7.3.. 5.35.3 .9.37.   3.3/3.  907/. 7.  -07.03843.80/9   5.33.39.3.3/.0.0..7/./5033.9. 0../.302.0.3.8085072030--08.:.3507-0/..3./.304254439742.3503/0...80-08... 7.7:549088  /./.3 /902:..5.9..::54908889.9.8548908503:.35.5  080:7:./.3. 90793 7..843974/03././..9.02.3.02.3 831.33.-:3./.. 57090890703/.9. 54890890703/.5.84397480-08.9:507-0/.33.9.9.343805/.808507203907.9..343805/.7.1 831.8-0.302.3.25:...5.75.7.2.388.343805/.%0.2:3907.9.3 . 7.843974 3.3.  .8 085072030-703/.350740.8-0..7.3            07-0/./5033.75./5033.907.25:.8/:20.3/5074088...3-.0.5489080.9./.3/03./.9 /..7:/..7   $0/.080:7:.7   .343909:.54890890703/.33.8502-..33.989203:3.9.340:7:80..9.388.9.0.5033./..9 /.733 % /03.3 /02.3  907/.3/.8.. 7.5  !02-.33:7 /.9. 7.3203:9502-0.33.9.../.9. 3.9.350740.30--.25:.0.0.5.9.302.3 20.. 3.9..%0.33.

3935.3/0.3203:3:.9.3202507405073./.3 8079.5.3.90802. 0825:.3..588.3.3 43805/.-.5..7.9. .2.5.3503/0... 88.7902:.7.%0.47... 88.390780-:9 907/.733 % /. 9.3203:9502-0.79-...3 503/0.080:7:.3203025... .9.3.02.2.9..3.3503:./.83-07.5.3.5.43/8/.2574808 -0.33:7 .-0702-.9..3-0..33.25:.3/03. .39./.0/:70 2.3902:./.0/:70  $0.0425408507203 90793  90703/. 47..8.733 %  /-...3203025.8 08507203203.30--..7 /..7.02.%0.54890880./.9.3/3.85489085...3.02.750309.9..7 /03.3   $0/..3 .5.80.3502.9.3502.5..378/03.8.3574808502-0.320250740 3...7.3831.7203.3./...9.3502.808047.7-0-07..3 503/0.3-0.8.9..2.3.3/03..9/.302.788.080:7:./.9.3 0-07.388.343909:.2 502-0..7.3.3/..3 .50309202.8907-:9-./.30.0825:.9.3-0.3203:9502-0.3.34380588.8!03/0.3/9..25:.3503/0.33:788.34380502:33.7..01091/..3/0.  80/.03843.8.343909:.25:.7-0-07.5.3202507403..843974   .7203:8 908574.3/02.3..343.788.3:.9..03843./..5.109.35..95073.7.3935.0.3.80.3/50740 80.343.50309203.  7.2578.2.3.3/0.5.25:.9507-0/.9. 80-.343805/.343909:.3 43805/../.5.. %07/.5.908 502.3203:8908574.0.733 % 0--.3 20303.3/03./..  ' $!&# $  0825:.3   03.25:.3.3503/0.%0.3 .3-0.3.3 $090.:.33:7 88..3-.9.343909:. 902:.733 % .3 :.95073..3 3.32..3/. 7.2.9.3503/0.3.25:.91.3. 80-.9.  7.8.50309.302. 02.  90793  7.   80/.3/ 0.9.3-0-07.  39075709.33/.33:7 /02.7. 09:39. %0.9.843974 90703/.7/03../:3.2.7/03.25:.7.

2805079/02:.8  .3/..343805 88.3.3203:3.25:.9/.38.%0. .3.3: 9 .3/0.2  :.3/0.3 503/0...954891  43897:91 &3.3/-07.3 .3 503/0..3-0...3./-..7/03.85079:3.83..9.5.3-0.343805/.2.3 .9/.7249.9.388.3/3.733 % 0--.9.90705.25:.  .343..3/3.9/.7/03. 8././03. 80.3:.3.080:7:.3-.3 -.2502-0.85079:3.3-07.3-.02.7 .9.73 % -.340:7: .3: 9 .33:788.3/.3831.9/.343909:..5.343909:.309 9073.9.3503:.3 507-0/.7/03... .  %07/.25:.35:.3-0.8.733 % /.03843.9.3.8.:40 ..38:3 03.3.5.3-..8.   :7:/.9/.8.7.7 /03. /.3503/0.343805/.-2-3.3831.3..7.03843./.3/0.788902-0./03. 43..9803.3. 7.9. 7.3503/0.3502-0.3/.5..3.3 .3503/0.7.3803..3 203:8908574.733 % 0--..3503:..3-.3 -0.%0.9/.343909:.25:.8.91503/0.3 503/0../%8:2:23./-.3/0.380..5.39.02. .9/825:.3502..3/.3./.  %07/....8/.9./.9507-0/.733 % 0--.9073.9.7/03.5503/0.9/.3-07.03843.5..3-0.388.3789039.9.3203:3:.574808 502-0.5..3-07..0/:70 :8:83.3/03.3/.3507.33:788.3/.3.37.9.9:.9.9507-0/. 02.3/03..33:7 88.%0.3203:3:.03843.25:.-:3.%0.9.343.9.7./-.4/:3.7.9/..3:7:54891907.5.9...25:.38050799:/.7.3/03.388..3/03.3/.343909:.03843.3 02.3.:2:23./-..3/02.3/0.3/0..3-0...988.9.3/0.25:.3.7.4.%0.5.8.9..3 -.3 503/0.378 ..33:7 88...7.310733 % -.9.3/3.3203:3.7.7/03.3503/0..503/0././.  .343909:.8.3 88.343.02.3 ...9..9.9..343909:..3-0..733 %  /.780..3507-0/.85079:3.9/.3503/0..43909:..-.%0. 7..3507-0/...73.3: 9 .3/0733 % -.7 .733 %  /23.30/:.3/3.3503/0..5.3.388.3/3. %0../03.5.380.2.3 02.203:3:.-0781.343.3.702..03843.8.8/.343909:.-. .7:2070.3-0.3/./03.343.3/03.37. /-.9.-.343909:..3.%0.  #0854388..%0.3.38079.2574808502-0.3203:3.7/03.703.7.9.  .9/.3503/0...37.9.

3.3-.3/.380.3 502-0.9/..3.5:.9202-.9.9.3.203.34080-.8..3 902.. ..502-0.8.2./.7 574808502-0.90780-:9  /.30825:.7.378203.8.5 .2 50..39:88.343909:.5.32.343909:.378/03.703./03.343.:7.7.902.3-0-07.3 /.5.8.7:8/.3.3/.3.0.3..7.:.390780/./803..3203..78050793 .380-..8.5.93.3-0-07.%0.. 2020393.5.5.7./.7.50.3. 3788:/.3507: //08758.3 3./. /8.9-.3:.733 % 8:5..25:.3....7.2:3203:7:9:7:/.37.3502-0.7.780...3. -..8.3503/0.3203.3.3/.3/0.733 % :7:9070- /.7.%0..390780-:9 !7480890780-:9.3 2.8..7.7.340:7:/..-07.303: .9.388.5.378  :7:2025:3.5./.5.3:39:/907.9..3503/0.3:..380.33../7 2070.703.7./03.25:.5.33-0750:.3/7..9:....8.././.3/0.:5:3 203.207.85:.03843.-.  803.3. 203.3502-0.35078./24/07..988.302.2703..8 07/.39079:...3.50.5..35.3..9/.7574808-0. ..03:-0.5502-0..788.3 /.380.3907-./ 20303.9-07.-07:9 !03/0./.88.8.3 203.2.8.7.3 503/0..2809../907..5.3 #!! .8.8.3.38:3808:./.3.3.8.:.3.::202-:.3/ 0../03..5.7 8.3 03.5.3.2.8.%0.. 42509038/..3.3:7:3........733 % 80-.7.8.5.04254  803.3.3/..32070.549038.3  080-.5.9/2:3.390.-0-07..3 5078.3.3/.80.7 /.5..8.-9:574808502-0.3 907:9./507:.343909:.574808502-0.33. /.947 793.300907403.3.2.25:..3 43909:.9/.7..950703. 704203/.8.8.  .3-2-3.8/03.5.3/0.-...302.7...3503/0..7.8.3/./.3.733 % :7:-07503/.2..9:.880-.8.3-08.3..3574808 88.2-039:-079./:7.3/..2070.7...3.203.-48.2703..2 7:25:3-.8.3.207.354891907.3-. .. 88.3./. ..-0.9.%0.9.7..9  803.9/02:. -0.3 .9 203:3.3.2207.   #04203/.9. $0-0:220.2532020393.....7.38:33.3.33.5030..3/.3.250.3.3/.3 .01091  2.9/.574/:.8.3-0...8.80-.4.3.9.349.02.3./.3 /-.8/.7203.3574808502-0.9...380.3/-07.2032-:.3.5.504254 907/.5.

9.8:2-07-0. 6:089433 .3:39:202-07.343909:.3.3/.3800385.3/..5. 03.8:/.308507203/...388..3 /.8902:.3831.#30.9.91/.7 0.37880-.  5..9.8.8. 2.8-0.9.3%8 .38.:.3 02.3.3507.5..30-:...3802..82.04254 /8:804254/.3.3 .9.59.30-70.3907.7.343909:.3/./2..3.3:9.378 &39:503090-.:.3207:5.3945/.25:./.8503//.8.9.38:2-07-0./.3.7.343805/.3 507:/.3.:. 02..220.3503/0. 9:.47.3 2094/0.3 43909:.3/2.733 % .8..9: 88.25:.370..3/. /03.9 20302..90-2033..2 .3.3/8:804254 2070.242:39.3/..8!03//..2.8.8.3 ..3.3.%0.7-.380..9.3502.3/ 0.  ../....3 /03./.8-0:2/..3.332.3.-077.3.39:.:9-07507.3203.9.7.1:3843.7 .733 % .  -.7.3/ 5075:89..703.34397-:8.:..9.8:.390. .3/.:02.:7: :7:.7804592.733.3.3.38.50.3/.37907. 803.8.3/ 0. 80.302.3.:.3.:5.50309.3-0703.9.8.3  8...3/..9.8502-0.380..3503...79.91.3503/0.3-./.:/7:2.8 05.2 -079.38039:.9 203/::3907::/3./7:2.-.7.5.25:.:-:3.3 02.  7:394 $  !7480/:7!0309.9:2....2-039: 2033.3.350309../8:804254/.3.8.8..9.3...9.380-.8503/0.3 .7./8.9/./028 .3 .25:.9.3/03../.2..3:9 /8.750309.7.3/03.8/..%0../....9.9.3/.902:.3 .%0.8.50..9203..7.5. 378 9039.32030.9.3574808502-0.5.3502-0.7...5.3.388.422:39 0./.8.33:7/03.7.3/.3/03.9202-07.:28.3.3.350309.3 503.9207./.3/%8 40.9. 2:33  !02-0.7-07-.3.3..79.3/7:2.8.2/8:8 8079. 1:3843.. 2.25:.5.:39:/.7/.3.3.888.7:8/808:.3..8 574808/.3/ 0.8.9.3252039.2203025:73.733 %  %#!&$% 7:394 $  ..7.32021:38.7.3:9.3.7503/0. /.3:39:202:33.-8038 /8:8 04254  &39:202507:.3703.0:..547..

.3$.. 7.0!47907  09..7 #   %047 %0470..3.80. 2-.8  - :7::2 $ !0/42.7503//.3:89.-:8/.39:2%0..3  ..9.3 !03.79.943..7. 05/3.3/:3 ...94394$8902.8 43/43!3907 !:-8078  :7643    .3:8:8!0302-.3 .79.3.!0.7/$04..  ":.:.1.3.:3.3 . 38 $  33974/:.7 .

3:./.1091 .2 %  0. .. 43/43/.7.    .$0249.8$4. !:85.     .7$0./.$..     ..7/734/ ..0.7.79.

3 .3/:3 #.7:  08   557039.3.70303.943  $:/..   !03...8.8$.94394:3.7/ 734/  .2-7/0 .943.3 $     !..!07:.!74/:.:7::2!03//.3.0 00430.897.9434.0789!7088  $:/.90!02-0.7 ....3:...79/.2...8.703.8023..3 $    !03//.0853907.7:  $:/.    '    089.3/:3%.3  .3  .8. .32:$48..3.3/.8.3$.#48/.3.3  %/..703.7.2.8007.7      38...0789.3/:3$3. 33974/:.7..989.3/:3$3.:9 $    03::!03.39/430 % 4:73.3/0..7 .79./907-9.$9.3.3/79903. .7 .8.7.3.22.7.7.3 &3.807.3/:3. 05/-:/ !% .3  %0.733 .3!748080.2-7/0&3./.:  . $.   ::89   :.8.3/:3 .0410./:7:!7410843....7 43/43/. .8/.    03. .900..    -$5403.0789. 3:.2/.7.0789!7088  .7894  $:/.887442:9:70#01472.:9.3&3.   ..3439089:. . .&3.    $97.3.703.   094/./907-9..8..897.   !03/0.3/.9..3  $.7.7!748080.7 .3.30 .23907.3  .   $97..

2.!7088   ./. #   !03//.3/:3 8947.92.    7.&9..3/3/4308. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful