Anda di halaman 1dari 54

Sumber bahan ini dari:

http://mahasiswa.unikom.ac.id/~kirkahmed/manual/php

TUTORIAL:
Pembelajaran PHP dan
MySQL
Untuk Membangun Website yang Menarik
dan Dinamis...
+ Belajar Kembali HTML menggunakan Standar XHTML

Konsep & Editing Oleh:


Ahmad Amarullah
kirkahmed@mahasiswa.unikom.ac.id

6 Februari 2004 - 20 Februari 2004


Untuk Pegangan Member MHS Website
dan Mahasiswa UNIKOM.

MHS WEBSITE
UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA
http://mahasiswa.unikom.ac.id/
HAK CIPTA © 2004 Oleh Ahmad Amarullah

Daftar Isi
HOME | PARENT SELANJUTNYA

Pembuka
I. Memulai PHP dan MySQL
I.1. Sejarah PHP dan MySQL
I.2. Contoh Script PHP Paling Sederhana
I.3. Instalasi PHP & MySQL
I.3.a. Instalasi Pada Linux dengan Apache
I.3.b. Instalasi Pada Windows dengan Apache
I.3.c. Instalasi dengan PHPTRIAD
I.4. Konfigurasi File dan Test PHP
II. Referensi Bahasa PHP
II.1. Sintak Dasar
II.1.a. Masuk kedalam Script
II.1.b. Cara Penulisan
II.1.c. Komentar

II.2. Tipe Data


II.2.a. String
II.2.b. Integer & Float/Real
II.2.c. Array
II.3. Variabel
II.3.a. Variabel Dasar
II.3.b. Variabel Yang Telah Terdefinisikan
II.3.c. Variabel Variabel
II.3.d. Variabel dari Luar
II.3.e. Globalisasi Variabel
II.4. Konstanta
II.5. Operator-Operator
II.6. Struktur
II.6.a. Seleksi Kondisi
II.6.b. Pengulangan
II.6.c. Penggabungan Script
II.7. Fungsi
II.8. Class dan Objek
III. Referensi Bahasa SQL
III.1. Sintak Dasar
III.2. Tipe Data
III.3. Membuat dan Menghapus Tabel (CREATE & DROP)
III.4. Memasukan Data (INSERT)
III.5. Menampilkan Data (SELECT)
III.6. Mengupdate Data (UPDATE)
III.7. Fungsi-Fungsi Pendukung
IV. Referensi Fungsi pada PHP
IV.1. Fungsi Array
IV.2. Fungsi Date dan Time (Tanggal)
IV.3. Fungsi Direktori dan File
IV.4. Fungsi HTTP
IV.5. Fungsi Image/Menggambar
IV.6. Fungsi Informasi PHP
IV.7. Fungsi Mail
IV.9. Fungsi Matematika
IV.10. Fungsi PHP Untuk MySQL
IV.11. Fungsi String dan Manipulasi Text
IV.12. Fungsi Variabel
IV.13. Fungsi-Fungsi Lainnya.
V. Hubungan PHP dengan HTTP
V.1. Input Form
V.2. Upload File
V.3. Kirim dan Terima Cookie
V.4. Header dan Redirect
VI. Contoh-Contoh Script PHP
VI.1. Buku Tamu
VI.2. Counter dan Counter Grapik
VI.4. Voting
VI.5. Form Kirim E-Mail
VI.6. Upload File
VII. Belajar Kembali HTML dan WEB
VII.1. Tag-Tag HTML dan Penulisannya
VII.2. Menggunakan Standar XHTML
VII.3. Menggunakan CSS
VII.4. Warna dengan Hexadesimal
VII.5. Sedikit Effek dengan JavaScript
VII.6. Design dan Gambar
VIII. Pertanyaan dan Jawaban
IX. Referensi
X. Tentang Tutorial & Penulis

Pembuka
HOME | DAFTAR ISI | PARENT SEBELUMNYA | SELANJUTNYA

Dengan berkembangnya Sistem Informasi di Dunia ini, maka batas


ruang dan waktu kini terasa hilang begitu saja. Semua Informasi
begitu global, aktual, tepat dan menarik, begitu juga pada Internet.
Internet adalah sarana paling murah dan tepat dalam pencarian
informasi. Semua penyaji website mengupdate setiap saatnya untuk
memperbaharui Informasinya dengan informasi yang terbaru, karena
itu pengunjungpun selalu ingin mengunjungi situs tersebut setiap
mereka melakukan surfing di Internet.

Untuk penjelajah atau surfer website yang selalu Up to Date adalah


website yang sangat menarik, tetapi bagaimana dengan Webmaster?.
Jawabnya mereka sangat kerepotan dalam menangani Informasi yang
harus Up to Date Tersebut.

Webmaster Harus mengedit satu file penuh, bahkan merembet pada


file-file lainnya untuk melakukan Up to Date tersebut, kemudian
mereka harus mengupload file-file tersebut, dan kemungkinan
tampilan website yang di Update tersebut menjadi kacau adalah
sangat besar.

Tetapi itu dulu!, saat zaman web static. Sekarang saatnya merubah
semua anggapan tersebut, karena saat ini banyak sekali bahasa-
bahasa pemrograman yang dikhususkan untuk pembangunan web
dinamik seperti asp, coldfusion, perl-cgi, dan PHP. Dukungan dari
database untuk web tersebutpun semakin banyak, seperti
postgreSQL, msql dan MySQL.

Kenapa Memilih PHP dan MySQL diantara begitu banyak


pilihan?
Yang paling utama karena kita memilihnya adalah Gratis, dan proyek
mereka adalah Open Source, sehingga banyak sekali orang yang ikut
serta dalam mengembangkan software tersebut.

Selain hal-hal tersebut, PHP dan MySQL mempunyai keunggulan yang


jauh daripada pilihan-pilihan yang lainnya, diantaranya lebih cepat
karena mereka menyatu menjadi modul server, dan mendukung jauh
sekali lebih banyak fasilitas daripada pilihan-pilihan lainnya, juga
kemampuan yang jauh diatas pilihan-pilihan yang lainnya. Jadi
kenapa harus pilih yang lain?.

Belajar Bahasa Pemrograman yang terbaik adalah dengan mencobanya


langsung, tentunya didampingi dengan Tutorial yang dapat membantu
mencarikan jalan keluar untuk masalah pemrograman yang sedang
dihadapi.

Tutorial ini hanya akan memberikan contoh dan aturan pemrograman


PHP dan MySQL, untuk Design pada web tergantung pada imajinasi
dan kreatifitas pemrogram sendiri.

Dengan menuliskan Tutorial ini, Saya berharap mahasiswa UNIKOM


dapat lebih kreatif dan lebih unggul lagi dari yang lainnya dalam
bidang pemrograman, khususnya pemrograman berbasiskan WEB.

I. Memulai PHP dan MySQL


HOME | DAFTAR ISI | PARENT SEBELUMNYA | SELANJUTNYA

Apa itu PHP dan Apa yang dapat dilakukannya?


PHP adalah singkatan dari (Hypertext Preprocessor), sebuah bahasa
pemrograman yang lebih menitik beratkan pada Applikasi Web.

PHP dapat melakukan apa yang dapat dilakukan oleh CGI, seperti
mengambil Variabel dari Form, Akses ke Database, Manipulasi String,
Mengakses FileSystem, dan masih banyak lagi.

PHP adalah sebuah bahasa pemrograman berbasis On The Fly


Creation, yang mengerjakan perintahnya ketika ada request. PHP
melakukan Interpretasi/Penterjemahan scriptnya pada waktu berada di
server, dan yang akan diberikan kepada perequest adalah sebuah
HTML murni, tanpa terdapat script PHP satupun.

Hal ini berbeda dengan script-script lain yang bekerja pada client
seperti JavaScript atau VBScript yang menginterpretasikan scriptnya
pada browser.

Apa itu MySQL dan Apa yang dapat dilakukannya?


Jawaban yang mudah adalah sebuah Database. MySQL adalah sebuah
database yang didukung oleh PHP untuk dapat melakukan koneksi dan
query pada database ini. PHP memang mendukung banyak database,
tetapi kita mengambil yang lebih umum yaitu MySQL.

MySQL dapat menyimpan semua data Website seperti Berita, Artikel,


Counter dan sebagainya dengan mudah dan terstruktur, dan dapat
membukanya kembali dengan mudah dan cepat.

Yang paling disukai dari MySQL yaitu Querynya yang simple dan
menggunakan escape character yang sama dengan PHP, selain itu
MySQL adalah database tercepat saat ini.
I.1. Sejarah PHP dan MySQL
HOME | DAFTAR ISI | PARENT SEBELUMNYA | SELANJUTNYA

Sejarah PHP
Perjalanan PHP sangat panjang dalam beberapa tahun terakhir ini.
Berkembang menjadi sebuah bahasa pemrograman berbasis Web yang
sangat menjadi prioritas utama para pengembang web seperti yang
kita lihat sekarang.

Mulanya Rasmus Lerdorf penemu PHP, membangun bahasa


pemrograman berbasiskan web untuk digunakan pada websitenya
sendiri agar dapat mengetahui siapa saja yang melihat biodatanya,
dan bahasa pemrograman ini diberi nama PHP:Personal Home Page
Tools.

Dia menggabungkan kefleksibelan bahasa C dan memudahkannya,


sehingga banyak yang berminat untuk ikut menggunakan PHP
tersebut. Rasmus pun lebih mendalami implementasi bahasa C dan
menciptakan PHP/FI dan PHP/FI 2.0 "Form Interface", yang dapat
menerima inputan data dari Form kedalam Variabel dalam PHP. Kali ini
bukan hanya personal saja yang menggunakannya, tetapi badan
komersialpun mulai melirik bahasa pemrograman ini.

Dan pada tahun 1997, PHP ditulis ulang oleh Andi Gutmans dan Zeev
Suraski, dan terilis lah PHP 3.0 Versi pertama yang bahasa-nya lebih
komitmen dan paling mendekati dengan PHP yang kita kenal sekarang.
Dikarenakan tidak sesuai lagi dengan penggunaannya, maka PHP pun
berganti ancronym menjadi PHP:Hypertext Preprocessor. Pada saat itu
telah terdapat 10% webserver di seluruh dunia yang menggunakan
PHP.

Tidak lama setelah PHP 3.0, Andi Gutmans and Zeev Suraski memulai
kembali pekerjaan untuk menulis ulang Core dari PHP. Hasilnya
menjadikan performa PHP menjadi jauh lebih baik, dan Engine
tersebut diberi nama 'Zend Engine' (dari nama mereka, Zeev and
Andi). Diselesaikan pada tahun 1999 dan menghadirkan PHP baru
yang kita kenal sekarang, yaitu PHP 4. Dengan banyak features baru
dan fasilitas yang lebih baik. Lebih dari 20% Account Domain di
Internet menggunakan PHP 4 ini, ribuan pengembang (developer) dan
juga jutaan website yang memberikan report bahwa telah terinstall
PHP pada website mereka.
PHP Group sedang mengembangkan lagi versi terbaru dari PHP, yaitu
PHP 5, dengan engine baru Zend 2.0, yang akan menambah lagi
features baru dan keunggulan baru lainnya.

Sejarah MySQL
Mulanya para penemu MySQL adalah pengguna mSQL secara rutin.
Tetapi dikarenakan proses querynya tergolong lambat untuk apa yang
mereka gunakan, maka merekapun membangun sebuah database
mereka sendiri dengan interface persis seperti mSQL.

Sebelum menamainya MySQL, nama dari database ini adalah "My",


dan terus berlanjut selama 10 tahun, hingga adik dari Monty
Widenius's (co-founder) memberikan nama MySQL menjadi nama
database tersebut, tetapi inipun masih jadi mistery untuk para
penemunya.

I.2. Contoh Script PHP Paling Sederhana


HOME | DAFTAR ISI | PARENT SEBELUMNYA | SELANJUTNYA

Sebelum memasuki pemrograman PHP, minimal kita mengetahui


sedikit tentang Bahasa Pemrograman dan tentang HTML. Lihat
pembahasan tentang Menggunakan Standar XHTML untuk
mempelajari standar baru HTML dari W3C.

CATATAN PENTING:
Dalam Semua Contoh Script PHP yang menggunakan
HTML pada Tutorial ini menggunakan Standar HTML
terbaru dari W3C yaitu XHTML. Jadi jangan terkejut
dengan penulisan tag yang aneh seperti <br />.

Karena yang dihasilkan oleh PHP adalah berupa Source Code atau
HTML-nya. Maka untuk melihat hasil murni dari script yang telah
dibuat harus membuka fasilitas Source Code pada browser. Misalnya
pada Internet Explorer dengan membuka menu View -> Source.

PHP dapat ditulis secara embedded (Tersarang) ataupun Full Script.


Tetapi sangat disarankan untuk menggunakan embedded, karena lebih
mudah membedakan manakah script PHP dan manakah yang bukan.
Setiap Script PHP ditandai dengan <?php dan diakhiri dengan ?>

Contoh non-embedded Script:

<?php
  echo ("Hallo. Ini PHP Pertamaku...");
?>

Hasil Interpretasi Script Tersebut:

Hallo Ini PHP Pertamaku...

Contoh embedded Script:

<html>
<head><title>Hallo PHP...</title></head>
<body>
<?php
    echo ("Ini PHP yang tersarang di HTML");
?>
</body>
</html>

Hasil Interpretasi Script Tersebut:

<html>
<head><title>Hallo PHP...</title></head>
<body>
Ini PHP yang tersarang di HTML</body>
</html> 

Jadi kesimpulan dari contoh tersebut di atas adalah Interpreter atau


penerjemah, hanya menginterpretasikan Script yang berada diantara
<?php sampai ?>, dan mengacuhkan yang lainnya.

CATATAN:
Script Tersebut tidak akan berubah atau di
Interprestasikan selama PHP dan WebServer tidak
terinstal pada sistem. Baca cara Instalasi untuk lebih
lengkapnya...
I.3. Instalasi PHP dan MySQL
HOME | DAFTAR ISI | PARENT SEBELUMNYA | SELANJUTNYA

Disarankan untuk pengguna Windows 98/SE/ME/2000/XP untuk


menggunakan PHPTRIAD karena telah berisi paket lengkap untuk
PHP, yaitu Apache WebServer, PHP, MySQL, dan phpMyAdmin,
dan proses instalasinya pun tergolong sangat mudah.

Untuk pengguna LINUX sebenarnya semuanya telah terpaket di dalam


distro LINUX nya itu sendiri, melakukan Instalasi biasanya hanya
untuk Upgrade saja.

I.3.a. Instalasi Pada Linux dengan Apache


HOME | DAFTAR ISI | PARENT SEBELUMNYA | SELANJUTNYA

Ketika instalasi Linux telah selesai dilakukan, sebenarnya PHP,


APACHE, dan MySQL juga telah otomatis terinstal. Tetapi mungkin
Tutorial ini akan menjelaskan instalasi singkat saja untuk PHP pada
WebServer Apache HTTPD versi 2.0.

Pertama-tama download versi PHP terbaru di http://www.php.net/ pilih


mirror yang paling dekat dengan kita agar koneksi lebih cepat. Untuk
Linux pilih paket Source.

Setelah selesai download Stop / Berhentikan Service Apache


WebServer, dan lakukan perintah-perintah berikut pada terminal/shell
(tanpa mengetikkan karakter pagar #):

#gunzip php­NN.tar.gz
#tar ­xvf php­NN.tar
#./configure ­­with­
apxs2=/usr/local/apache2/bin/apxs#make
#make install
#cp php.ini­dist /usr/local/lib/php.ini

Untuk --with-apxs2=/usr/local/apache2/bin/apsx diganti


dengan tempat dimana /bin/apsx pada Apache 2 tersebut berada.
Dan untuk php-NN.tar.gz diganti dengan nama file yang telah
didownload tersebut (Misalnya:php-4.3.4.tar.gz)

Dan pastikan Konfigurasi berikut terdapat pada file httpd.conf, bila


ternyata tidak ada, tulis Konfigurasi ini kedalam httpd.conf tersebut.
LoadModule php4_module modules/libphp4.so
AddType application/x­httpd­php .php

Kemudian Restart kembali Apache WebServer.

I.3.b. Instalasi Pada Windows dengan Apache


HOME | DAFTAR ISI | PARENT SEBELUMNYA | SELANJUTNYA

Sangat disarankan untuk menggunakan PHP Triad. Bila tidak


menggunakan PHPTRIAD, maka kita harus mendownload 3 software
satu per satu, yaitu Apache, PHP dan MySQL. Dan ketiga software
tersebut dapat diDownload secara gratis di:

Apache : http://www.apache.org/
PHP : http://www.php.net/
MySQL : http://www.mysql.com/

Pilih Platform untuk Windows Binaries pada ketiga program diatas

Hati-Hati! dalam pemilihan platform, karena


jika salah memilih platform tersebut, maka
software tersebut tidak dapat terinstall.

Lakukan Instalasi pada MySQL terlebih dahulu agar program lainnya


dapat dengan mudah mengetahui keberadaannya. Proses instalasinya
dengan Wizard, jadi ikuti saja petunjuknya, lalu disusul dengan
Apache yang proses instalasinya juga sama menggunakan Wizard,
ikuti petunjuknya dan selesaikan keduanya sampai beres terinstall.
Kemudian lakukan instalasi PHP.

Untuk PHP tidak ada Instalasi yang menggunakan wizard, jadi lakukan
dengan manual. Pertama unzip file PHP yang telah diDownload ke
direktori C:\php, lalu edit file C:\apache\conf\httpd.conf
menggunakan text-editor seperti Notepad atau Ultra-Edit, dan
tambahkan konfigurasi berikut ini:

ScriptAlias /php/ "c:/php/"
AddType application/x­httpd­php .php .phtml 
Action application/x­httpd­php "/php/php.exe
Sekarang coba jalankan server Apache nya dengan menjalankan file
c:\apache\apache.exe, kemudian buka browser Internet Exploer,
Mozilla, atau Opera. Kemudian masukan alamat http://localhost/
dan lihat hasilnya, apakah ada tampilan atau tidak.

I.3.c. Instalasi dengan PHPTRIAD


HOME | DAFTAR ISI | PARENT SEBELUMNYA | SELANJUTNYA

Instalasi dengan PHPTRIAD sebenarnya tidak perlu didokumentasikan


pada Tutorial ini karena proses instalasinya hanya satu kali dan dengan
interface Wizard. Tetapi disini kita lebih membahas pada cara
penggunaan software-software yang terpaket dalam PHPTRIAD
tersebut, yaitu (Apache, PHP, MySQL).

PHPTRIAD dapat didownload secara gratis di MHS Website:


http://mahasiswa.unikom.ac.id/.

Catatan:
Proses Instalasi pengcopyan tidak dibahas disini, karena
hanya tinggal mengikuti perintah yang diberikan pada
waktu installasi wizard saja.

Berbeda dengan instalasi manual yang menempatkan masing-masing


program pada direktori masing-masing, misalnya Apache pada
C:\apache PHP pada c:\php MySQL pada c:\program files\mysql\. Pada
Instalasi dengan PHPTRIAD, program-program tersebut berada pada
direktori C:\apache (default), misalnya Apache pada C:\apache PHP
pada C:\apache\php MySQL pada C:\apache\mysql.

Ketika Instalasi telah selesai jalankan Apache Start pada Start ->
Programs -> PHPTriad -> Apachee Console -> Start Apache.
Setelah server dijalankan coba buat file phpinfo.php dan tulis script
berikut:

<?php
   phpinfo();
?>

Lalu save ke dalam direktori C:\apache\htdocs\phpinfo.php


(overwrite bila telah ada). kemudian coba buka browser Internet
Exploer, Mozilla, atau Opera. kemudian buka alamat
http://localhost/phpinfo.php
Bila instalasi telah berhasil dan server Apache telah dijalankan, maka
akan tampil Info dari PHP yang aktif, lengkap dengan Konfigurasi
Direktif, Enviroment Variabel, PHP Credits, Versi dan sebagainya.

I.4. Konfigurasi File dan Test PHP


HOME | DAFTAR ISI | PARENT SEBELUMNYA | SELANJUTNYA

File Konfigurasi PHP.INI


Pada phpinfo() dapat diketahui file PHP.INI yang manakah yang
digunakan oleh php. Dapat dilihat pada "Configuration File
(php.ini) Path". Biasanya untuk Windows berada pada pada
direktori C:\php\php.ini, C:\apache\php\php.ini atau
C:\windows\php.ini, dan untuk Linux berada pada direktori
/usr/local/bin/php.ini atau /etc/php.ini.

Tutorial ini tidak akan membahas terlalu detail untuk konfigurasi


PHP.INI ini. Bila menginginkan cara konfigurasi yang lebih detail buka
http://www.php.net/docs.php, atau
http://mahasiswa.unikom.ac.id/man/phpmanual/configuration.html

Dalam File PHP.INI, dapat dilakukan konfigurasi seperti aktifkan dan


non aktifkan register_globals, menambahkan include_path, atau
mengaktifkan dan nonaktifkan short_open_tag, dan asp_tags.

Contoh:
; Ganti dengan on bila register global akan diaktifkan
register_globals = off

; Struktur include_path pada LINUX (menggunakan : untuk 
pemisah)
include_path = ".:/usr/local/lib/php:/bin"

; Struktur include_path pada Windows (menggunakan ; 
untuk pemisah)
include_path = ".;c:\php\lib;c:\windows\"

PERINGATAN:
Konfigurasi normal untuk register_globals pada
> PHP 4.2.0 adalah off

Dimana File PHP harus disimpan, dan Bagaimana


Menjalankannya.
Jika file php dibuka dengan browser secara langsung, hasilnya sia-sia
saja, karena tidak terjadi Interpretasi terlebih dahulu oleh PHP. Untuk
itu file tersebut harus berada pada direktori htdocs pada Server
Apache dan dibuka dengan cara http://localhost/

Tetapi syaratnya Server Apache tersebut harus dalam keadaan Aktif.


Cara mengaktifkannya (Khusus Windows) Start - Programs -
PHPTriad - Apache Console - Start Apache.

Misalnya Saya membuat Script PHP sebagai berikut:

<html>
<head>
<title><?php echo ("Hanya Percobaan Saja"); ?></title>
</head>
<?php 
   echo "<body>";
   echo "<h1>Saya Mencoba Script PHP</h1>"; 
?>
Text Ini Tidak Berada pada Script PHP...<br />
Karena Berada diluar tag PHP...
</body>
</html>
Lalu saya save di C:\apache\htdocs\latihan\mencoba1.php maka
alamat yang harus dibuka pada browser adalah
http://localhost/latihan/mencoba1.php, tetapi bila saya save file
tersebut pada C:\apache\htdocs\mencoba1.php maka alamat
yang harus dibuka pada browser adalah
http://localhost/mencoba1.php .

Hasil Tampilan Script Tersebut pada Browser.

Coba buka Source Code dengan memilih menu View -> Source
(hanya pada Internet Explorer:IE). Maka hasilnya seperti berikut:

<html>
<head>
<title>Hanya Percobaan Saja</title>
</head>
<body><h1>Saya Mencoba Script PHP</h1>Text Ini Tidak 
Berada pada Script PHP...<br />
Karena Berada diluar tag PHP...
</body>
</html> 

Dapat dilihat, bahwa Script PHP yang ditulis tidak tampil pada browser,
walaupun dilakukan view source, karena yang dikirimkan PHP adalah
HTML Murni (Hasil dari Interpreternya).

II. Referensi Bahasa PHP


HOME | DAFTAR ISI | PARENT SEBELUMNYA | SELANJUTNYA

PHP adalah Embedded Script yang hanya menginterpreter script yang


terdapat dalam tanda-tanda Escape From HTML. Selain dari dalam
tanda-tanda tersebut tidak dianggap sebagai Script PHP.

Kita dapat memisahkan antara design statik dengan applikasi dinamik,


misalnya kita membuat tampilan, atau design seperti warna, gambar-
gambar didalam HTML biasa, sedangkan untuk Counter, dan berita
menggunakan Script PHP.

Contoh:

<html>
    <head>
        <title>Latihan 2</title>
    </head>
<body>
    <h1>Selamat Datang Di Website Saya</h1>
    <div style="text­align:center"><img src="im.jpg" 
width="40" height="40" 
        alt="welcome" /></div><hr /><br />
<?php
    $a=6;
    $b=7;
    echo "Hasil dari 6+7 adalah ".($a+$b);
?>
<hr />By Ahmad Amarullah
</body>
</html>

Pada contoh tersebut, kita memisahkan antara Design Statik dan


Dinamiknya. Selain script yang diberi warna merah tidak akan
dilakukan interpretasi apapun.

II.1. Sintak Dasar


HOME | DAFTAR ISI | PARENT SEBELUMNYA | SELANJUTNYA

Sintak adalah Tata Bahasa pada bahasa pemrograman. Setiap


Operator, Seleksi Kondisi, Pengulangan, dan sebagainya mempunyai
Sintak tersendiri.

Penulisan PHP dilakukan berdasarkan Urutan, Yang paling atas yang


dikerjakan pertama kali. PHP tidak terkait oleh kekakuan peletakan
script, tidak seperti bahasa-bahasa pemrograman lainnya seperti
pascal, yang mengharuskan untuk menempatkan program utama di
paling bawah script.

PHP begitu dinamis, tidak pernah ada yang menyalahkan penulisan


PHP seperti berikut ini:
<img src="<?php $i=8; echo "gambar".$i.".png"; ?>" 
width="<?php
echo
"30\" height=\"87\""; ?> alt="PHP" />

yang akan menghasilkan:

<img src="gambar8.png" width="30" height="87" alt="PHP 
/>

Walaupun tidak karuan, tetapi hasilnya bisa memuaskan. Tetapi ingat


penulisan seperti itu tidak disarankan, karena dapat mempersulit
pengecekan kesalahan.

II.1.a. Masuk kedalam Script


HOME | DAFTAR ISI | PARENT SEBELUMNYA | SELANJUTNYA

Ada 4 cara untuk keluar dari HTML dan masuk kedalam PHP Script.
Yaitu:

Penggunaan Normal Tags


Normal Tag ini diawali oleh <?php dan diakhiri oleh ?> cara inilah
yang akan selalu kita pakai, dan biasakanlah untuk memakainya dalam
penulisan script. Dan hampir semua contoh Script pada Tutorial ini
menggunakan Normal Tag.

Penggunaan Short Open Tags


Selain dengan Normal Tag, dapat juga dengan menggunakan Short Tag
yang diawali oleh <? dan diakhiri oleh ?> Short Tag ini sangat
memudahkan bila akan mencetak isi variabel ke layar seperti dalam
contoh berikut:

<?php
    // Menggunakan Normal Tag
    $A=7;
    $B=4;
    $C=A+B;
?>
Hasil dari 7+4 adalah <?=$C?>
dan Hasil dari 7x4 adalah <? echo ($A*$B); ?>

Hasil dari Script di Atas:

Hasil dari 7+4 adalah 11 dan Hasil dari 7x4 adalah 28

Yang bertanda biru muda adalah hasil dari script PHP

PERINGATAN:
Short Tag hanya berfungsi bila short_open_tag
= On pada php.ini lihat konfigurasi php.ini

Penggunaan ASP Style Tags


Untuk pengguna ASP yang baru saja berpindah ke PHP, dapat
menggunakan ASP Style Tags selama konfigurasi asp_tags pada
PHP.INI di set pada On. Default untuk konfigurasi tersebut adalah
Off.

Cara penggunaannya hampir sama dengan Short Open Tags hanya


saja pada ASP Style Tags ini diikuti oleh tanda persen (%) bukan
dengan tanda tanya (?).

Contoh Script menggunakan ASP Style Tags:

<% $Variabel="Hallo..."; %>
<% echo ("Menggunakan ASP Style Tags untuk Masuk Script 
PHP<br />\n"); %>
Dan Ini Berada dari Luar Script<br />
<%=$Variabel%> Ini Kombinasi Keduanya 

Script diatas akan menghasilkan

Menggunakan ASP Style Tags untuk Masuk Script PHP<br />
Dan Ini Berada dari Luar Script<br />
Hallo... Ini Kombinasi Keduanya 

Penggunaan <script> Tags


Satu cara lain adalah menggunakan Script Tags seperti pada
JavaScript atau Visual Basic. Cara ini sangat tepat untuk pengguna
Applikasi seperti FrontPage agar script PHP Tersebut tidak
ditampilkan pada layar. Penulisan PHP Script dengan Script Tags
diawali dengan <script language="php"> dan diakdiri </script>
seperti pada contoh berikut:

<script language="php">
        echo ("Menggunakan Script Tags\n");
</script>
Ini Berada diluar Script PHP 

Script diatas akan menghasilkan

Menggunakan Script Tags
Ini Berada diluar Script PHP 

Catatan:
Disarankan menggunakan Normal Tags, karena simple,
dan merupakan standar prnggunaan pada PHP.

II.1.b. Cara Penulisan


HOME | DAFTAR ISI | PARENT SEBELUMNYA | SELANJUTNYA

PHP Script dapat ditulis dengan editor TEXT apapun, misalnya


Notepad dan Ultra Edit untuk pengguna Windows, VI, PICO, Kate
dan GEdit untuk pengguna LINUX.

PHP tidak menghiraukan peletakan dalam penulisan seperti pada


contoh-contoh berikut.

Pada Pascal Penulisan berikut akan menyebabkan sintax 
error:

writeln
        ('Hallo Ini Program');

Penulisan Berukut Juga akan menyebabkan error:

write('Tulisan Yang Ini Ingin Menggunakan
Ganti Baris');
Tetapi pada PHP hal tersebut sah­sah saja seperti:

echo 
    ("Hallo Ini Tidak Akan Menyebabkan Error...");
echo ("Hal Seperti ini juga tidak
Akan Menyebabkan Error...");
echo "Kita bisa menambahkannya pada baris lain ".
     "Bila Tulisan tersebut Terlalu Panjang.";

Setiap Penulisan Perintah atau command seperti pemanggilan Fungsi


dan Pengisian Isi Variabel pada PHP harus diakhiri dengan titik koma
(;), selama masih terdapat Perintah lain dalam script tersebut.

Case Sensitive
Selalu diingat bahwa penulisan Script PHP menggunakan Case
Sensitive, yang artinya Huruf kecil dan Huruf besar dianggap
berbeda, seperti pada Contoh berikut:

<?php
    $A = "Ini Berisi String";
    echo $a;
?> 

Script diatas tidak akan menampilkan hasil apapun pada layar, karena
yang berisi "Ini Berisi String" adalah variabel $A bukannya Variabel
$a. Dan tidak dipermasalahkan untuk penamaan variabel dengan
nama yang sama, tetapi Besar Kecilnya huruf berbeda, seperti pada
Contoh berikut:

<?php
    $Tulisan = "Ini Mencoba";
    $tulisan = "Yang Kedua";
    echo $Tulisan.$tulisan;
?>

Script di atas akan menghasilkan:

Ini MencobaYang Kedua
II.1.c. Komentar
HOME | DAFTAR ISI | PARENT SEBELUMNYA | SELANJUTNYA

Komentar adalah suatu cara untuk memberikan catatan pada script,


agar suatu perintah tersebut mempunyai tanda yang dapat
memudahkan seorang programmer untuk mendefinisikannya.

Suatu Komentar di dalam suatu script tidak akan pernah di


Interpretasi oleh Interpreter, karena komentar bukanlah sebuah
perintah, melainkan sebuat catatan untuk pemrogram saja.

PHP mendukung komentar ala 'C', 'C++' dan Unix shell. Seperti pada
contoh berikut:

<?php
    echo "Ini Percobaan"; // Ini Komentar Ala C++
    /* Ini Komentar Multi Line
    Baris ini masih merupakan komentar seperti yang di 
atas */
    echo "Ini Test yang Lain";
    echo "Ini di Interpretasi pada PHP"; # Ini Komentar 
ala UNIX Shell
?>

Contoh di atas menggunakan 3 maca komentar. Script diatas yang


ditandai dengan warna biru, merupakan sebuah komentar yang tidak
akan diInterpretasikan.

Komentar pertama menggunakan dua slash "//". Dengan


menggunakan cara tersebut, semua script yang berada pada baris
tersebut, dimulai darimana dua slash tersebut ditulisakan, sampai
pada akhir sebuah baris. Sebuah baris ditandai dengan karakter
newline.

Penulisan Komentar dengan dua slash:
<?php
// Komentar Ini akan berakhir pada akhir baris
?>

Bisa juga untuk men­disable­kan suatu perintah
<?php // echo "Ini Tidak Akan Dijalankan...
?>
Hati­Hati!!. Escape Tags pun tidak akan dihiraukan
<?php
// ini komentar ?>
Text ini akan dianggap script, dan akan dilakukan 
Interpretasi...

Bila Komentar di luar Escape Tags
// Komentar ini akan ditampilkan, karena berada di luar 
script
<?php
    // Sedangkan Komentar ini Tidak akan ditampilkan
    echo "Perintah Menulis...";
?> 

Cara kedua, yaitu menggunakan Unix Shell Style. Yaitu dengan


karakter pagar "#". Cara ini tidak berbeda dengan cara pertama
dengan "//", hanya saja karakternya yang bereda.

Cara ketiga, yaitu menggunakan "C++" Style. Cara ini sangat


berguna jika akan memberikan komentar lebih dari satu baris.
Komentar ini diawali oleh /* dan diakhiri oleh */ seperti pada contoh
berikut:

Penulisan Komentar ala c++:
<?php
/*  Dengan Menggunakan Komentar ini
    Kita dapat berganti baris sesuai dengan
    keinginan kita */
?>

Bila ada perintah di baris yang sama, tidak masalah
<?php /* Ini Komentar */ echo "Ini Akan Dijalankan...
?>

Bisa lebih waspada dengan Komentar ini
<?php
/* ini komentar */ ?>
Text ini akan dianggap di luar dari script PHP,
dan akan dilakukan Interpretasi...

Men­disable­kan Berbaris­baris perintah
<?php
    /*
    echo "Perintah Menulis pertama yang tidak 
aktif...";
    echo "Perintah Menulis kedua yang tidak aktif...";
    echo "Perintah Menulis ketiga yang tidak aktif...";
    */
?>

II.2. Tipe Data


HOME | DAFTAR ISI | PARENT SEBELUMNYA | SELANJUTNYA

PHP tidak memerlukan pendefinisian variabel, tipe data akan secara


otomatis berubah oleh operator yang digunakan, karena PHP
menggunakan Type Juggling. Tetapi selain menggunakan Type
Juggling, PHP juga menggunakan Type Casting, yang dapat
menentukan secara manual tipe data yang dimaksud.

Type Juggling

<?php
$foo = "0"; // $foo adalah string
$foo += 2; // $foo sekarang menjadi Integer karena 
ditambah 2
$foo = $foo + 1.3; // $foo sekarang menjadi Float/Real
$foo = 5 + "10 dan sedikit string"; // $foo menjadi 
integer (15)
$foo = 5 . "10 dengan String"; // $foo menjadi string 
"510 dengan String"
$foo[0] = "ini Array"; // $foo menjadi Array("ini 
Array")
?>

Untuk lebih jelas tentang Operator yang digunakan, lihat pembahasan


tentang Operator.

Type Casting
Tipe data dapat dirubah sesuai keinginan kita dengan menggunakan
perintah Type Casting. Perintah-perintah Type Casting diantaranya:

1. (int) , (integer) Merubah Menjadi Integer


2. (bool) , (boolean) Merubah Menjadi Boolean
3. (float) , (double), (real) Merubah Menjadi Float/Real
4. (string) Merubah Menjadi String
5. (array) Merubah Menjadi Array
6. (object) Merubah Menjadi Objek

Catatan: Tab dan Spasi diperbolehkan didalamnya. Contoh:

<?php
$foo = (int) $var;
$foo = ( int ) $var;
?>

Contoh penggunaan Type Casting:

<?php
$foo = 10;            // $foo adalah integer
$str = "$foo";        // $str adalah string
$fst = (string) $foo; // $fst juga string yang berisi 
"10"
?>

Jenis-Jenis Tipe Data dalam PHP


Tipe Data dalam PHP dibagi menjadi tiga bagian, yaitu Scalar Type,
Compound Type, dan Special Type.

Scalar Type
Scalar Type adalah tipe data yang hanya memuat satu data dalam
variabel. Tipe Data yang termasuk kedalam Tipe Scalar adalah:

1. Boolean
Tipe Data ini adalah tipe data yang paling mudah. Hanya berupa
true atau false. Cara memasukan kedalam variabel adalah dengan
memberikan nilai True atau False pada variabel tersebut, seperti
dalam Contoh berikut:

<?php
$foo = True; // $foo akan berisi TRUE
?>

Setiap Tipe Data dalam PHP mempunyai Boolean untuk melakukan


Seleksi Kondisi. dan Tipe Data tersebut akan memberikan nilai
True atau False pada seleksi kondisi tersebut.

1. Pada Variabel yang bertipe Data Integer=0 (nol) mempunyai


boolean False, selain itu True.
2. Pada Variabel yang bertipe Data Float=0.0 (nol) mempunyai
boolean False, selain itu True.
3. Pada Tipe Data String yang kosong, dan String="0"
mempunyai boolean False, selain itu True.
4. Array yang tidak mempunyai Elemet mempunyai boolean
False, selain itu True.
5. Objek yang tidak mempunyai member mempunyai boolean
False, selain itu True.
6. Tipe NULL dan Variabel yang belum terisi mempunyai boolean
False
2. Integer
Integer merupakan Tipe Data yang berisikan bilangan bulat
negatif dan positif. Untuk lebih jelasnya lihat pembahasan
tentang Integer & Float/Real.
3. Float/Real
Float merupakan Tipe Data yang berisikan bilangan real negatif
dan positif. Untuk lebih jelasnya lihat pembahasan tentang
Integer & Float/Real.
4. String
Float merupakan Tipe Data yang berisikan satu atau kumpulan
karakter. Untuk lebih jelasnya lihat pembahasan tentang String
dan Fungsi Manipulasi String.

Compound Type
Compound Type adalah Tipe Data yang dapat mempunyai lebih dari
satu element, diantaranya:

1. Array
Array atau Larik merupakan Compound Type primitif, terdapat pada
bahasa-bahasa pemrograman lain. Tipe Data ini dapat memuat
beberapa element, dan Tipe Data untuk element array tersebut
juga bisa berupa array. Untuk lebih jelasnya lihat pembahasan
tentang Array.
2. Object
Tipe Data ini adalah tipe data baru yang dikembangkan oleh PHP.
Isi dari Tipe Data ini bisa berupa Fungsi dan Variabel dan bisa
terdiri dari beberapa element. Untuk lebih jelasnya lihat
pembahasan tentang Class dan Objek.

Special Type
Ada dua Tipe Data yang termasuk kedalam Special Type. Keduanya
mempunyai ciri khas yang tidak dapat dimasukan kedalam Scalar
ataupun Compound.

1. NULL
Tipe Data adalah Tipe Data yang tidak memuat apapun. Setiap
Variabel yang diset menjadi Tipe Data NULL ini akan menjadikan
Variabel tersebut kosong, seperti dalam penggunaan fungsi
unset(). Cara untuk menset Variabel menjadi NULL adalah dengan
memasukan nilai NULL pada variabel seperti pada Contoh berikut:

<?php
   $Variabel = NULL; 
?>

2. Resource
Tipe Data Spesial yang satu ini di khususkan untuk menyimpan
resource atau sumber atau alamat. Variabel tersebut hanya dapat
diciptakan oleh suatu fungsi khusus yang mengembalikan nilai
berupa resource seperti penggunaan fungsi fopen, dir,
mysql_conn, mysql_query dan semacamnya.

Catatan:
Untuk mengetahui fungsi-fungsi apa saja yang
mengembalikan nilai berupa resource, lihat pada PHP
Manual pada Appendix tentang Resource

II.2.a. String
HOME | DAFTAR ISI | PARENT SEBELUMNYA | SELANJUTNYA
String merupakan kumpulan karakter. Dalam PHP, satu karakter sama
dengan satu byte, dan memungkinkan terdapat 256 karakter yang
berbeda.

Catatan:
Tidak dipermasalahkan bila string tersebut begitu besar.
Tidak ada pembatas maksimum besar suatu string dalam
PHP, jadi jangan pernah ada alasan untuk cemas tentang
string yang terlalu panjang.

Sintak
String mempunyai tiga cara penulisan untuk menspesifikasikan bahwa
itu adalah suatu String.

1. Single Quoted atau Petik Tunggal


2. Double Quoted atau Tanda Kutip Dua
3. Heredoc Syntax

Single Quoted
Cara yang paling mudah untuk menspesifikasikan string yang simpel,
yaitu dengan menggunakan ( karakter ' )

Untuk menambahkan karakter petik tunggal pada String yang


menggunakan sintak Single Quoted adalah dengan backslash dan
diikuti petik tunggal tersebut ( \' ), dan seperti bahasa pemrograman
lainnya, bila akan mengetikkan backslash, maka diharuskan untuk
mengetiknya dua kali ( \\ )

Catatan:
Tidak seperti dua sintak lainnya Double Quoted dan
Heredoc Syntax, pada Single Quoted ini tidak dapat
disisipkan variabel didalamnya. Untuk lebih jelasnya baca
kedua sintak yang lainnya.

Double Quoted
Jika String tersebut dispesifikasikan dengan double-quoted atau kutip
ganda ( " ), PHP akan memeriksa lebih banyak karakter spesial yang
dapat merubah isi dari string tersebut. Untuk mengetahui Karakter-
Karakter Spesial tersebut, silahkan lihat pada tabel berikut ini:

TABEL: Karakter Spesial (Escaped characters)


Karakter Maksud
\n Garis Baru
\r Enter / Kembali ke paling kiri
\t Tabulasi
\\ Backslash
\$ Dolar
\" Kutip Ganda
\[0-7]{1,3} Menampilkan Karakter dengan kode oktal
\x[0-9A-Fa-f]{1,2} Menampilkan Karakter dengan hexadesimal

Catatan:
Bila Backslash diikuti karakter lain selain karakter diatas,
misalnya ( \@ ) maka backslash dan karakter sesudahnya
akan ditampilkan seperti biasa.

Kemudahan menggunakan Sintak Double Quoted adalah dapat dengan


mudahnya memasukan variabel kedalam String tersebut, hal ini lah
yang membedakan antara Single Quoted dan Double Quoted. Untuk
lebih jelasnya lihat contoh berikut:

<?php
    $str = "Ini Tambahan";

    echo "Ini menggunakan Double Quoted dan $str \n 
Ganti Baris\n";
    echo 'Yang ini Single Quoted $str akan tetap \n 
juga..';
    echo "Untuk Menuliskan \nkutip gunakan \" untuk 
dolar \$ \n";
    echo "dan gunakan \\ untuk backslash...\n";
    echo 'Pada Kutip Tunggal \' dan \\ akan berubah.';
    echo 'tetapi \$ \" dan \n akan tetap.';
?> 
Script di atas akan menghasilkan:

Ini menggunakan Double Quoted dan Ini Tambahan
 Ganti Baris
Yang ini Single Quoted $str akan tetap \n juga..Untuk 
Menuliskan 
kutip gunakan " untuk dolar $ 
dan gunakan \ untuk backslash...
Pada Kutip Tunggal ' dan \ akan berubah.tetapi \$ dan 
\n akan tetap.

PERINGATAN
Ada beberapa variabel yang bertipe data tertentu
yang error bila disisipkan, solusinya adalah
dengan String Parsing. Untuk mengetahuinya
lebih detail, lihat pembahasan Parsing Variabel.

Heredoc Syntax
Cara lain untuk mendefinisikan Variabel menjadi string adalah dengan
menggunakan heredoc syntax ("<<<"). Satu hal yang harus diingat
dalam sintak ini adalah harus adanya identifier setelah <<< kemudian
ganti baris, baru isi tulisannya, dan untuk penutupnya gunakan
identifier yang digunakan sebelumnya.

Identifier penutup harus dimulai pada kolom pertama pada baris


lalu diikuti dengan titik koma. Penamaan Identifier sama dengan cara
penamaan pada PHP lainnya yaitu berupa huruf, angka dan garis
bawah.

Peringatan:
Antara Identifier Pembuka dengan Ganti Baris
tidak diperbolehkan untuk menambah karakter
apapun termasuk spasi dan tabulasi

Setelah menuliskan Identifier penutup tidak


diperbolehkan untuk menambahkan karakter
lain lagi, kecuali titik koma ;

Bila ternyata ada karakter lain, maka Interpreter


akan menerjemahkan semua script selanjutnya
sebagai string Heredoc tersebut sampai akhir
script...

<?php
$str = <<<BATAS
Contoh penggunaan Heredoc Sintax
Untuk Mendefinisikan Suatu Variabel
Menjadi Sebuah String
BATAS;

echo $str;

/* "BATAS" adalah Identifier
Ingat Jangan ada karakter lain 
setelah "BATAS" kecuali ganti baris pada pembuka
dan titik koma pada penutup */

/* Lebih kompleks dengan menyisipkan variabel. */
class foo
{
var $foo;
var $test;

function foo()
{
$this­>foo = 'Hallo';
$this­>test= array('test1', 'test2', 'test3');
}
}

$foo = new foo();
$name = 'Aku';

echo <<<BATAS
Nama Saya adalah "$name". Saya mau bilang $foo­>foo.
Sekarang saya tulis {$foo­>test[1]}.
dengan escape charachter 'A': \x41
BATAS;
?>

Script diatas akan menghasilkan:


Contoh penggunaan Heredoc Sintax
Untuk Mendefinisikan Suatu Variabel
Menjadi Sebuah StringNama Saya adalah "Aku". Saya mau 
bilang Hallo.
Sekarang saya tulis test2.
dengan escape charachter 'A': A

Parsing Variabel
Ketika String di spesifikasi dengan Double-quotes atau heredoc,
maka pemeriksaan dalam penyisipan variabel akan lebih mendalam.

Ada dua tipe sintak untuk parsing variabel, yaitu simple dan
complex. Untuk melakukan parsing menggunakan Simple Syntax
hanya tinggal memasukan nama variabel kedalam string itu, misalnya:
echo "Hallo $nama Sedang apa?";, dan Untuk melakukan parsing
dengan Complex Syntax variabel yang akan disisipkan tersebut harus
berada dalam kurung kurawa {}, misalnya echo "Hallo {$nama[1]}
Sedang apa?";.

Pada Simple Syntax hanya dapat menyisipkan variabel bertipe


Skalar, dan Array 1 tingkat dengan indeks nomor. Sedangkan
untuk Complex Syntax, Tipe Data apapun pada variabel tersebut
dapat ditampilkan tanpa error.

Contoh:

<?php

$bagus = 'hebat';

// Salah, akan menampilkan: Ini { hebat }
echo "Ini { $bagus }";

// Benar, menampilkan: Ini hebat
echo "Ini {$bagus}";
echo "Ini ${bagus}";

// Benar, Hanya menampilkan Larik tingkat pertama 
dengan index nomor
echo "Array dimasukan dengan $Larik[4] Simple";

// Salah, Simple hanya untuk Array satu tingkat
echo "Bisa berjalan pada Array bertingkat : 
$Larik[4][3]";

// Benar
echo "Bisa berjalan pada Array bertingkat : 
{$Larik[4][3]}";

// Salah, Simpel hanya untuk Array dengan index nomor
echo "Yang ini salah: $Larik['pertama'] Karena Index 
String"; 

// Benar, Bisa berjalan pada Array dengan Indexnya 
String
echo "Yang ini Benar: {$Larik['pertama'][3]}"; 

// Salah, Tidak dapat dilakukan pada simple syntax
echo "Sisipan Objek $objek­>isinya[3]­>nama dengan 
simple";

// Benar, Objek dapat disisipkan
echo "Sisipan Objek {$objek­>isinya[3]­>nama} dengan 
complex";

// Benar, Bisa dilakukan untuk (Variabel Variabel)
echo "isi variabel $namavar = {${$namavar}}";
?>

Tidak ada tampilan, hanya menerangkan saja...

Mengambil Karakter pada String


Posisi karakter pertama pada string adalah 0, jadi posisi terakhir pada
string adalah (panjang string - 1). Untuk mengambil satu karakter
dalam string dapat dilakukan dengan cara:
$string{posisi_karakter_pada_string};. Variabel string bertipe
data String.

Contoh:

<?php
    $str = "Ini Adalah Karakter";

    // Menambil karakter yang pertama
    echo $str{0};
    // Mengambil karakter yang ke lima
    echo $str{4};
    // Mengambil karakter yang terakhir
    echo $str{strlen($str)­1};
?>

Script di atas akan menghasilkan:

IAr

Operator untuk Menggabungkan String


Untuk menggabungkan dua buah string digunakan titik atau dot ( . ).
Tidak seperti bahasa pemrograman lain yang menggunakan + untuk
menggabungkannya.

Contoh:

<?php
    $str = "Kalimat Pertama";
    $kata = "Kedua";

    // Akan menghasilkan: Kalimat PertamaKedua
    echo $str.$kata;

    // Akan Menghasilkan: Kalimat Pertama dan Kedua
    echo "\n".$str." dan ".$kata;

    // Operator yang salah, akan menampilkan: 0
    echo $str+$kata;

    // Bila akan melakukan hitungan matematika pakai 
kurung
    echo $kata." ingin menambahkan \n5 dan 7 = 
".(5+7).$str;
?>

Script di atas akan menghasilkan:

Kalimat PertamaKedua
Kalimat Pertama dan Kedua0Kedua ingin menambahkan
5 dan 7 = 12 Kalimat Pertama
II.2.b. Integer dan Float/Real
HOME | DAFTAR ISI | PARENT SEBELUMNYA | SELANJUTNYA

Integer
Integer adalah kumpulan bilangan bulat negatif dan positif = [ ... ,
-2 , -1, 0, 1, 2, ... ].

Integer dapat di spesifikasikan notasi dengan desimal (10),


heksadesimal (16) atau oktal (8). Dan penghubung optionalnya adalah
dengan ( - atau + ).

Jika kita akan memasukan nilai oktal pada Integer, mulailah dengan
angka nol (0), kemudian disusul dengan angka oktalnya (misal : 0123
= 83 dalam desimal). Jika akan memasukan nilai heksadesimal,
mulailah dengan karakter nol dan x (0x), kemudian disusul dengan
angka heksa-nya (misal : 0x1A = 26 dalam desimal). Dan untuk
memasukan nilai desimal, masukanlah seperi biasanya.

Di PHP terdapat operator mod untuk integer dengan menggunakan


karakter persen (%) (misalnya: 5%2=1). Tetapi tidak terdapat
operator div untuk integer, gunakanlah fungsi divisi pada fungsi-
fungsi matematika untuk melakukan divisi pada integer, karena
divisi dengan menggunakan slash (/) hanya digunakan untuk
float/real.

Untuk konversi dari tipe data lain ke tipe data integer dapat dilakukan
dengan (int) dan (integer) seperti: [ $Int=(int) $str ]. Atau [ $Int
= (integer) $float ].

Ranah nilai untuk integer adalah antara -2147483647 sampai


2147483647 (dalam desimal). Bila kita memaksakan untuk untuk
menyimpan bilangan keluar dari ranah nilai tersebut, maka tipe data
akan berubah menjadi float/real.

Float/Real
Floating point (float, doubles atau real) pada PHP dapat
dispesifikasikan dengan menggunakan sintak seperti berikut:

<?php
    $a = 1.234; 
    $b = 1.2e3; 
    $c = 7E­10;
?>

Maksimum Ranah nilai pada float/real tergantung pada platform yang


digunakan, yaitu sekitar 14 digit desimal.

Untuk konversi dari tipe data lain ke tipe data float dapat dilakukan
dengan (float).

II.2.c. Array
HOME | DAFTAR ISI | PARENT SEBELUMNYA | SELANJUTNYA

Array atau Larik adalah tipe data Compound yang dapat memiliki
lebih dari satu element. Dalam PHP, setiap element pada Array dapat
mempunyai Tipe-Data yang berbeda-beda sesuai dengan spesifikasi
yang dilakukan pada element tersebut.

Untuk menspesifikasikan variabel menjadi array dapat dilakukan


dengan cara ( $Var[] = $isi ). Setiap variabel yang bertipe Array
mempunyai kurung siku ([]) yang menspesifikasikan nilai indeks
untuk element aray tersebut, (misalnya: $Var[1], $Var['dua'], dan
semacamnya).

Untuk Indeks Element Array pada PHP, dapat menggunakan apa saja,
mulai dari Integer sampai String.

Array juga dapat dispesifikasikan dengan perintah array [$Var =


array('satu','dua')], yang akan menghasilkan $Var[0]='satu', dan
$Var[1]='dua'. Dan selalu diingat bahwa indexing dengan
menggunakan array dimulai dari nol (0). Tetapi untuk
menspesifikasikan lebih tepat dengan perintah ini, dapat dilakukan
dengan menyisipkan juga nilai indeksnya, seperti [$Var = array(1
=> 'satu', 2 => 'dua', 'tiga' => 'tiga')] yang akan menghasilkan
$Var[1]='satu', $Var[2]='dua' dan $Var['tiga']='tiga'.

PHP dapat mendukung Array bertingkat yang tak terbatas, dengan


cara ( $Array[][]=$isi ). Hal tersebut akan mengakibatkan element
array berisi array yang elementnya berisi isi variabel isi. Misalnnya
$Var[1][3]='satu' maka isi $Var akan menjadi seperti
array(1=>array(3=>'isi')). Untuk array bertingkat lebih banyak
dapat dilakukan terus menerus seperti $Var[1]['satu'][5].
Array pada PHP juga mendukung Auto Indexing yang memungkinkan
untuk memasukan isi kedalam element array yang paling akhir. Lihat
Contoh:

<?php
    $Var[]='satu';
    $Var[]='dua';

    /* Hal tersebut menjadikan $Var mempunyai 2 element 
yaitu
        $Var[0] dan $Var[1] */
?>

Catatan:
Auto Indexing hanya akan memberikan nomor indeks
berupa Integer, dan dapat juga digunakan untuk
penamaan pada FORM HTML.

Kita dapat mengetahui jumlah element dalam Array dengan


menggunakan fungsi count().

<?php
    $Var = array ('satu','dua','tiga');

    echo count($Var);
    // Perintah tersebut akan menampilkan 3
    // Tapi ingat tidak ada element yang berindeks 3

    print_r($Var);
    /* Perintah tersebut akan menampilkan isi Var
     Secara Terstruktur. Dan akan diketahui
     semua Indeksnya dan Isinya */
?>

Untuk memahami tentang manipulasi Array, lihat pembahasan tentang


Fungsi-Fungsi Array.

II.3. Variabel
HOME | DAFTAR ISI | PARENT SEBELUMNYA | SELANJUTNYA
Variabel adalah nilai yang disimpan di memory dan dapat selalu
berubah-ubah, bersifat temporary dengan ditanda suatu identifier.

II.3.a. Variabel Dasar


HOME | DAFTAR ISI | PARENT SEBELUMNYA | SELANJUTNYA

Variabel dalam PHP ditandai dengan karakter dolar ($) diikuti oleh
nama variabel yang dimaksud. Dan nama dari variabel tersebut
bersifat Case Sensitive atau membedakan huruf kecil dan huruf
besar.

Nama Variabel hanya boleh terdiri dari huruf [A..Za..z] angka [0..9]
dan garis bawah [_]. Karakter pertama pada nama variabel tersebut
hanya diperbolehkan menggunakan huruf atau garis bawah.

Catatan:
Untuk Ranah Huruf sebenarnya bukan hanya dari
[A..Za..z], tetapi dari Karakter yang mempunyai kode Ascii
127 sampai 255.
Tapi karena standar di Indonesia menggunakan keyboard
en/us, maka kita ambil yang standarnya saja.

Contoh Penamaan Variabel:

<?php
$var = "PHP";
$Var = "MySQL";
echo "$var, $Var"; // Hasil "PHP, MySQL"

$4Var = 'salah'; // Salah, karena dimulai oleh angka
$_4Var = 'benar'; // Benar, dapat dimulai dengan garis 
bawah
$Väriabel = 'Oke'; // Benar; karakter 'ä' mempunyai 
kode ASCII 228
$Variabel­4 = 'salah'; // Salah, Karakter minus tidak 
diperbolehkan
$Variabel_4 = 'Benar'; // Benar
?>

II.3.b. Variabel Yang Telah Terdefinisikan


HOME | DAFTAR ISI | PARENT SEBELUMNYA | SELANJUTNYA
PHP mempunyai banyak sekali Predefined Variables untuk script
yang sedang berjalan. Karena terlalu banyak Tutorial ini tidak akan
mendokumentasikan semuanya, hanya variabel-variabel yang dikira
penting saja.

Variabel yang telah terdefinisikan tersebut biasanya berasal dari


Enviroment Server, dan berisi informasi-informasi request dari
browser, Kiriman, Enviroment Applikasi WebServer yang digunakan,
dan Session.

Variabel-Variabel tersebut digabungkan dalam 9 variabel array. Yang


mempunyai globalisasi superglobal.

Catatan:
Dari ke 9 variabel tersebut dapat diglobalkan semua
kedalam variabelnya masing-masing bila
register_globals pada php.ini di set ke On. Tetapi karena
standarisasi pada > PHP 4.20, konfigurasi ini di set ke Off,
maka Tutorial ini hanya membahas sekilas saja tentang
variabel tersebut.

Ke 9 Variabel Tersebut Adalah:

$GLOBALS Dalam variabel ini terdapat semua variabel dari ke 8


element array yang lainnya.
$_SERVER Variabel ini datang dari WebServer (dari Apache bila
menggunakannya) atau dari hal lain yang dapat
mempengaruhi script yang sedang berjalan. Dapat juga
digunakan dengan nama variabel
$HTTP_SERVER_VARS.
$_GET Variabel yang diset karena adanya request HTTP GET,
yang biasanya datang dari form yang menggunakan
method="GET". Dapat juga digunakan
$HTTP_GET_VARS.
$_POST Variabel yang diset karena adanya request HTTP POST,
yang biasanya datang dari form yang menggunakan
method="POST". Dapat juga digunakan
$HTTP_POST_VARS.
$_COOKIE Variabel yang diset karena Header memberikan HTTP
Cookie, Browser selalu mengirimkannya bila terdapat
cookie pada sessionnya. Dapat juga digunakan
$HTTP_COOKIE_VARS.
$_FILES Variabel yang diset karena adanya File yang di Upload
melalui protokol HTTP, yang berasal dari form pada
HTML. Dapat juga digunakan $HTTP_POST_FILES.
$_ENV Variabel yang diberikan pada Script lewat Enviroment.
Dapat juga digunakan $HTTP_ENV_VARS.
$_REQUEST Variabel yang berisi semua request yang diberikan
browser kepada Script.
$_SESSION Variabel ini datang dari script sebelumnya yang
menyimpan session untuk script selanjutnya. Untuk
lebih jelasnya lihat pembahasan Session pada Fungsi-
Fungsi Lainnya. Dapat juga digunakan
$HTTP_SESSION_VARS.

Catatan:
Semua Variabel tersebut yang aktif dapat dilihat pada
phpinfo

II.3.c. Variabel Variabel


HOME | DAFTAR ISI | PARENT SEBELUMNYA | SELANJUTNYA

Kadang kala kita memerlukan nama variabel dengan nama dari isi
variabel. Variabel Variabel bukan pengulangan, tetapi yang berarti
"Variabel nama Variabel". Dengan solusi inilah PHP dapat
merealisasikan hal tersebut.

Sintak menggunakan Variabel Variabel adalah dengan menambahkan


tanda dolar sebelum nama variabel, seperti $$Var. atau dapat
menambahnya dengan kurung kurawa ${$Var}.

Lihat Contoh:

<?php
    $contoh="hallo";
    $hallo="Kawan";
    echo $$contoh; // Akan menampilkan : Kawan
    echo $contoh.", ".${$contoh} // menampilkan : hallo 
Kawan
?>
Akan terjadi kebingungan untuk penggunaan variabel variabel pada
Array. Itu bila kita mengetikkan $$a[1] maka kita harus memikirkan
lagi tentang hal tersebut, apakah yang dimaksud adalah isi dari $a[1]
menjadi nama variabel, ataukah isi $a sebagai nama variabel dan [1]
sebagai indeks nama variabel tersebut?. PHP memberikan solusinya
dengan cara: ${$a[1]} untuk maksud yang pertama, dan ${$a}[1]
untuk maksud yang kedua.

II.3.d. Variabel dari Luar


HOME | DAFTAR ISI | PARENT SEBELUMNYA | SELANJUTNYA

Ketika form HTML disubmit ke Script PHP, maka informasi dari form
tersebut akan otomatis dibuat menjadi Variabel oleh PHP. Banyak
sekali cara untuk mengakses variabel tersebut, contohnya:

Form HTML:

<html>
    <head>
        <title>FORM HTML</title>
    </head>
<body>

<form action="mencoba2.php" method="post">
Nama: <input type="text" name="nama" size="15" /><br />
Email: <input type="text" name="email" size="10" /><br 
/>
<input type="submit" name="submit" value="Kirim" />
</form>

</body>
</html>

Bila form tersebut dijalankan dan dilakukan pengisian kemudian


dilakukan pengiriman/submit dengan mengklik tombol Kirim, maka
informasi tersebut akan dikirim ke Script PHP yang bernama
mencoba2.php, dan pada waktu script mencoba2.php berjalan,
akan terdapat variabel $_POST['nama'], $_POST['email'] dan
$_POST['submit'] yang berisi informasi yang diisi sebelumnya. Coba
buat file dengan nama form1.html, ketik semua HTML diatas dan
save kedalam C:\apache\htdocs\latihan\form1.html, kemudian
buat lagi file C:\apache\htdocs\latihan\mencoba2.php dan ketik
script berikut:
<html>
    <head>
        <title>Mencoba Variabel dari FORM</title>
    </head>
<body>
<h1>Variabel yang dikirim...</h1><hr />
<?php
    echo "Nama : {$_POST['nama']} <br />\n";
    echo "Email: {$_POST['email']} <br />\n";
    echo "Submit: {$_POST['submit']} <br />\n";
?>
</body>
</html>

Dan coba buka pada browser dengan alamat


http://localhost/latihan/form1.html, maka akan tampil seperti
berikut: (Isi Form Tersebut)

Lakukan Pengisian dan klik (Kirim), maka akan tampil seperti


berikut:

Dengan contoh script tersebut, Terlihat bahwa Informasi dalam


form tersebut menjadi variabel dan dapat dilakukan
pencetakan.
PHP juga mengubah HTTP Cookie menjadi sebuah Variabel, dan dapat
diakses dengan $_COOKIE['namacookie'], Selain hanya menerima
PHP Juga dapat mengirim cookie pada browser dengan fungsi
setookie(), lihat pada pembahasan tentang Fungsi HTTP.

II.3.e. Globalisasi Variabel


HOME | DAFTAR ISI | PARENT SEBELUMNYA | SELANJUTNYA

Keglobalan Variabel atau Variabel scope pada PHP hanya berfungsi


untuk wilayah dimana dia didefinisikan.

Variabel pada PHP terdiri dari 2 Scope, yaitu global scope dan local
scope. Setiap Variabel yang didefinisikan di dalam script utama akan
mempunyai global scope, sedangkan fungsi hanya akan
menggunakan local scope, maka agar fungsi tersebut dapat
menggunakan variabel yang mempunyai global scope diharuskan
untuk mendefinisikan pengglobalan pada variabel tersebut terlebih
dahulu.

Sintak pendefinisian global adalah dengan menuliskan global


$Nama_Variabel_Global sebelum Variabel itu digunakan.

Lihat Contoh:

<?php
$a = 1; /* global scope */ 

function Test()

    echo $a; /* Mengambil dari localscope */ 

Test(); /* Tidak Menghasilkan Apapun 
            Karena $a local belum terisi */

fungsi Test2()
{
    global $a; /* pendefinisian adalah global scope 
                Pendefinisian cukup dilakukan satu 
kali*/
    echo $a;
}

Test2(); /* akan menghasilkan : 11
            Karena $a global telah terisi */
?>

Static
Bila menggunakan global maka variabel yang digunakan adalah
variabel dari scope global, maka jika menggunakan Static, maka yang
digunakan adalh variabel local.

II.4. Konstanta
HOME | DAFTAR ISI | PARENT SEBELUMNYA | SELANJUTNYA

Konstanta atau Constant adalah nilai yang disimpan di memory dan


tidak berubah, bersifat temporary dengan ditanda suatu identifier.

Konstanta dapat didefinisikan dengan menggunakan fungsi define(


nama konstanta , isi konstanta ). Dan Penamaannya sama dengan
Variabel. Pada Konstanta tidak diberikan tanda khusus untuk menandai
bahwa itu adalah konstanta, tidak seperti variabel yang menggunakan
dolar ( $ ).

Tipe data yang dapat digunakan Konstanta hanya berupa Tipe Skalar,
yaitu Boolean, String, Integer, dan Float/Real.

Konstanta tidak memiliki scope, jadi bisa dipanggil dimana saja.

Contoh

<?php
    define("KONSTANTA", "Hallo...");

    echo KONSTANTA;

    funtion TulisKonstanta(){
        echo KONSTANTA;
    }

    TulisKonstanta();
?>
Contoh Script tersebut akan menghasilkan:

Hallo...Hallo...

II.5. Operator-Operator
HOME | DAFTAR ISI | PARENT SEBELUMNYA | SELANJUTNYA

Operator pada pemrograman adalah simbol yang digunakan untuk


melakukan perintah-perintah Algoritma.

PHP membagi Operator-operator kedalam beberapa bagian,


diantaranya:

Operator Aritmatika

Contoh Nama Hasil


$a + $b Addition / Penambahan Total $a ditambah $b.
$a - $b Subtraction / Pengurangan Hasil $a dikurangi $b.
$a * $b Multiplication / Perkalian Total $a dikali $b.
$a / $b Division / Pembagian Hasil bagi $a oleh $b.
$a % $b Modulus $a mod $b.

Catatan:
Semua Integer yang dilakukan division oleh " / " akan
mengubah tipe datanya menjadi Float/Real.

Operator Assignment
Operator ini digunakan untuk memasukan pengisian kedalam suatu
variabel. Sintak penulisannya adalah dengan menggunakan karakter
sama dengan ( = ) setelah nama variabel, dan disusul dengan isi yang
akan dimasukkan, misalnya $Var = 'isi'.

Operator Comparison
Operator ini berguna untuk operasi logika seperti if( logika ), while(
logika ) dan ternary (logika?ya:tidak). Operator ini akan
memberikan hasil True bila benar dan False bila salah.

Contoh Nama Hasil


$a==$b Equal / Sama TRUE jika $a sama dengan $b.
$a===$b Identik TRUE jika $a persis seperti $b
$a!=$b Tidak Sama TRUE jika $a tidak sama dengan $b.
$a<>$b Tidak Sama TRUE jika $a tidak sama dengan $b.
TRUE jika $a tidak persis seperti $b,
$a!==$b Tidak Identik
atau berbeda tipe.
$a<$b Lebih Kecil dari TRUE jika $a lebih kecil dari $b.
$a>$b Lebih Besar dari TRUE jika $a lebih besar dari $b.
Lebih kecil sama TRUE jika $a lebih kecil atau sama
$a<=$b
dengan dengan $b.
Lebih besar sama TRUE jika $a lebih besar atau sama
$a>=$b
dengan dengan $b.

Operator Kontrol Error


Dengan menggunakan at ( @ ), maka tampilan error yang dikeluarkan
Interpreter pada perintah tersebut tidak akan ditampilkan. Seperti
Contoh:

<?php
    $isiFile=@file("file_yang_tidak_ada.txt");
?>

Kita katakan saja file_yang_tidak_ada.txt itu tidak ada, dengan


sintak biasa tanpa @, perintah fungsi
file("file_yang_tidak_ada.txt"); tersebut akan mengalami error,
dan akan menampilkan pesan error pada script, tetapi karena
digunakan Operator tersebut, maka pesan tersebut tidak akan tampil.

Operator Incrementing/Decrementing
Operator ini dapat digunakan untuk penambahan atau pengurangan
nilai. sintaknya sebagai berikut:

Contoh Nama Hasil


++$a Pre-increment perbesar $a, kemudian return $a.
$a++ Post-increment return $a, kemudian perbesar $a.
--$a Pre-decrement Perkecil $a, kemudian return $a.
$a-- Post-decrement return $a, kemudian Perkecil $a.

Untuk Lebih jelas lihat contoh berikut

<?php
// Postincrement
$a = 5;
echo $a++; // Menghasilkan 5
echo $a;   // Menghasilkan 6

// Preincrement
$a = 5;
echo ++$a; // Menghasilkan 6
echo $a;   // Menghasilkan 6

// Postdecrement
$a = 5;
echo $a­­; // Menghasilkan 5
echo $a;   // Menghasilkan 4

// Predecrement
$a = 5;
echo ­­$a; // Menghasilkan 4
echo $a;   // Menghasilkan 4
?>
 

Operator Logika

Contoh Nama Hasil


$a and $b And TRUE jika $a dan $b keduanya TRUE
Contoh Nama Hasil
$a or $b Or TRUE jika antara $a dan $b ada yang TRUE
$a xor $b Xor TRUE jika salah satu dari $a dan $b adalah TRUE
! $a Not TRUE jika $a bukan TRUE
$a && $b And TRUE jika $a dan $b keduanya TRUE
$a || $b Or TRUE jika antara $a dan $b ada yang TRUE

Operator String
Untuk menyatukan dua buah string pada PHP menggunakan karakter
titik/dot ".", dan jika akan menambah string di akhir variabel string
dapat digunakan ( .= )

<?php
    // Menggabungkan String
    $String1 = $String2.$String3;

    // Menambah di akhir
    $String1.= $String4;
    // Menambah di depan
    $String1 = $String4.$String1;
?>

II.6. Struktur
HOME | DAFTAR ISI | PARENT SEBELUMNYA | SELANJUTNYA

Struktur Kontrol digunakan untuk mengontrol logika dan jalannya


script. Pada PHP terdapat 17 Struktur Kontrol yang dapat digunakan,
dan saya membaginya kedalam 3 bagian, agar lebih mudah
memahaminya.

II.6.a. Seleksi Kondisi


HOME | DAFTAR ISI | PARENT SEBELUMNYA | SELANJUTNYA

Seleksi Kondisi ini berfungsi untuk menyeleksi suatu logika, apakah


bernilai True atau False. Untuk mengetahui operator-operator apa saja
yang dugunakan untuk logika, lihat pada bagian Operator Logika.
if
if adalah seleksi kondisi paling simple dan mudah. if akan melakukan
perintah jika ekspresi logika bernilai True, dan mengabaikannya bila
bernilai False. Sintaknya if (ekspresi) perintah;.

Untuk melakukan lebih dari satu perintah dapat digunakan kurung


kurawa pada perintah-perintah tersebut, seperti if (ekspresi)
{ perintah1; perintah2; }. Dan bisa juga dilakukan secara
bersarang, lihat contoh:

<?php
    $Nilai1 = 1;
    $Nilai2 = 2;

    // Jika $Nilai1 sama dengan 1 ­­> True
    if ($Nilai1==1) 
    echo "Nilai1 sama dengan Satu";

    // Jika $Nilai1 tidaksama dengan $Nilai2 ­­> True
    if ($Nilai1!=$Nilai2) {
    // Lebih dari Satu Perintah
    echo "Nilai1 tidak sama dengan Nilai2";
    echo "Perintah Ke 2.";
    }

    // IF bersarang
    // Jika Nilai ada Isinya (mempunyai boolean true)
    if ($Nilai1){
        // Jika $Nilai1=0 atau $Nilai2=2 ­­> True
        if (($Nilai1==3)||($Nilai2==2)) {
            echo "Nilai1 ada isinya.";
            echo "Nilai1 = 0 atau Nilai2=2";
        }
    }
?> 

else
else digunakan bila kondisi pada if dan elseif tidak tercapai, dan else
merupakan alternatif lain untuk perintah lain. Sintaknya if (eks)
{ perintah; } else { perintah_alternatif; }.
Bila else mempunyai lebih dari satu perintah, maka tetap harus
menggunakan kurung kurawa diantara perintah-perintah tersebut.

<?php
    $Nilai = 1;

    if ($Nilai==2){
        // Jika Nilai sama dengan Dua lakukan perintah 
ini
        echo "Nilai Sama dengan 2";
        echo "Jadi Perintah ini dijalankan";
    }
    else
    {
        // Jika ekspresi sebelumnya tidak ada yang True
        // Jalankan perintah ini
        echo "Nilai Tidak sama dengan 2";
        echo "Perintah sebelumnya tidak akan 
dijalankan";
    }
?>

elseif
elseif hampir sama dengan else, hanya saja mempunyai seleksi
kondisi pada sintaknya, dan tetap harus berada pada lingkungan if.

Sintak elseif adalah if (eks) { perintah; } elseif (eks)


{ perintah2; }.

<?php
    $Nilai1=1;
    $Nilai2=2;

    if ($Nilai1==$Nilai2)
        echo "Nilai1 sama dengan Nilai2";
    elseif ($Nilai1==1)
        echo "Nilai1 sama dengan satu";

    // Dapat juga ditambah else, dengan catatan
    // else disimpan paling akhir
    if ($Nilai1==$Nilai2)
        echo "Nilai1 sama dengan Nilai2";
    elseif ($Nilai1==2)
        echo "Nilai1 sama dengan satu";
    else
        echo "Kondisi­Kondisi logika di atas salah...";
?>

switch
Seleksi Kondisi yang satu ini berbeda dengan if, seleksi seperti switch
cocok untuk menyeleksi kondisi yang banyak sekali.

Contoh untuk Switch adalah :

<?php
switch ($NamaVariabel) {
    case 1:
            echo "isi Nama Variabel adalah 1";
        break;
    case 2:
            echo "isi Nama Variabel adalah 2";
            echo "Bisa berisi lebih dari satu perintah 
tanpa kurawa";
        break;
    case 3:
            echo "isi Nama Variabel adalah 3";
        break;
}
?>

Ingat perintah break; harus ditulis agar tidak memeriksa kondisi yang
lainnya.

II.6.b. Pengulangan
HOME | DAFTAR ISI | PARENT SEBELUMNYA | SELANJUTNYA

Pengulangan / Looping dilakukan untuk mengulang satu perintah


atau satu blok perintah secara terstruktur.

for
for adalah pengulangan yang telah pasti nilainya. Tetapi pada PHP,
Struktur ini juga bisa menyebabkan looping tanpa akhir, jika logika
yang digunakan salah.
Sintak untuk for adalah for (nilai_awal; seleksi_kondisi;
perubahan) { perintah; }

Untuk lebih jelasnya, lihat contoh berikut:

<?php
    for ($i=1;$i<5;$i++){
        // Maksudnya nilai awal $i=0
        // Lakukan pengulangan selama i<5 (lebih kecil)
        // Setiap kali Looping, tambah satu variabel $i 
($i++)
        echo $i;
    }
    // Hasil diatas menampilkan: 1234

    // Logika salah ini akan menyebabkan Looping tanpa 
akhir
    for ($i=1;$i<5;$i­­){
        // Karena selama i<5 lakukan pengulangan terus
        // Sedangkan yang dilakukan pada i adalah 
pengurangan ($i­­)
        echo $i;
    }

    // Logika yang benar untuk Loop berkurang
    for ($i=5;$i>0;$i­­){
        // Maksudnya nilai awal $i=5
        // Lakukan pengulangan selama $i>0 (lebih 
besar)
        // Setiap kali Looping, kurangi satu variabel 
$i ($i­­)
        echo $i;
    }
?>

while
while digunakan untuk menentukan pengulangan yang belum tentu.
Sintak untuk while adalah while (eks) { perintah; }.

while akan melakukan pengulangan selama seleksi kondisi bernilai


True.
Peringatan
Selalu ingat, perubahan pada logika harus
dilakukan pada perintah, sehingga tidak akan
terjadi Looping tanpa akhir

Lihat Contoh:

<?php
    $i=1;
    while ($i<5){
        echo $i;
        $i++;
    }
    // akan menghasilkan 1234

    $i=1;
    // Akan terjadi Looping tanpa akhir bila
    // menulis script seperti ini
    while ($i<5){
        echo $i;
    }
        // Karena tidak melakukan perubahan pada 
variabel $i
        // dan isi $i selalu 1
        // sedangkan 1<5 adalah True
?>

foreach
Memungkinkan untuk melakukan looping pada suatu array. foreach
akan melakukan pengulangan, hingga semua element array selesai
ditampilkan.

Sintak untuk foreach adalah: foreach ($array as $isi_element)


{ perintah; }, atau bisa juga dengan: foreach ($array as
$indeks_array => $isi_element) { perintah; }. Untuk lebih
jelasnya lihat contoh:

<?php
    $VarArray = array('satu','dua','tiga','empat');

    foreach ($VarArray as $Isi){
        echo "$Isi \n";
    }

    foreach ($VarArray as $Indeks=>$Isi){
        echo "\$VarArray ke $Indeks berisi $Isi";
    }
?>

Script di atas akan menghasilkan:

satu
dua
tiga
empat
$VarArray ke 0 berisi satu
$VarArray ke 1 berisi dua
$VarArray ke 2 berisi tiga
$VarArray ke 4 berisi empat

II.6.c. Penggabungan Script


HOME | DAFTAR ISI | PARENT SEBELUMNYA | SELANJUTNYA

PHP memungkinkan menggabungkan beberapa Script PHP dan Non


Script PHP pada script yang berjalan dengan mudah.

include dan require


Kita dapat menggunakan fungsi include atau require untuk
menggabungkan script PHP yang sedang berjalan dengan script
lainnya.

Sintak untuk include dan require: include('namafile.php'); atau


require('namafile.php');.

Sekarang coba buat 2 file dalam direktori yang sama, dengan nama
file1.php dan file2.php, lalu edit isinya seperti berikut:

file1.php

<html>
<head><title>Percobaan Menggabungkan</title></head>
<body>
    <?php
        echo "<b>Dengan Script PHP, Memungkinkan kita 
\n".
             "untuk mengakses file lain\n<hr />";
        include ('file2.php');
        echo "<hr />\n".
             "Ini berada kembali di file1.php";
    ?>
</body>
</html>   

file2.php

<b>Ini berada pada file yang lainnya</b><br />
<?php
    echo "Sekedar mencoba...<br />\n";
    $i=6;
    $j=7;
    echo $i." + ".$j." = ".($i+$j);
?>

Coba Jalankan file1.php, maka hasil source codenya akan seperti


berikut

<html>
<head><title>Percobaan Menggabungkan</title></head>
<body>
    <b>Dengan Script PHP, Memungkinkan kita 
untuk mengakses file lain
<hr /><b>Ini berada pada file yang lainnya</b><br />
Sekedar mencoba...<br />
6+7=13<hr />
Ini berada kembali di file1.php</body>
</html>

Fungsi include dan require sama, hanya saja pada include script
akan berjalan terus bila pada file yang digabungkan terjadi error,
sedangkan pada require akan berhenti, dan menampilkan fatal
error.

include_once dan require_once


Sintak dan cara main dari include_once dan require_once sama
dengan include dan require, hanya saja pada kedua fungsi ini tidak
akan mendeklarasikan fungsi yang namanya telah terdefinisikan pada
script yang berjalan.

II.7. Fungsi
HOME | DAFTAR ISI | PARENT SEBELUMNYA | SELANJUTNYA

Struktur Kontrol digunakan untuk mengontrol logika dan jalannya


script. Pada PHP terdapat 17 Struktur Kontrol yang dapat digunakan,
dan saya membaginya kedalam 3 bagian, agar lebih mudah
memahaminya.