Anda di halaman 1dari 21

www.serpihanilmuku.blogspot.

com

Program Studi Ilmu Keperawatan B Jurusan Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang 2011
www.serpihanilmuku.blogspot.com

APENDISITIS
-----Nasrullah-----

DEFINISI Apendisitis merupakan inflamasi apendiks vermiformis. Karena struktur yang terpuntir, apendiks merupakan tempat ideal bagi bakteri untuk berkumpul dan multiplikasi (Chang, 2010) Apendisitis merupakan inflamasi di apendiks yang dapat terjadi tanpa penyebab yang jelas, setelah obstruksi apendiks oleh feses atau akibat terpuntirnya apendiks atau pembuluh darahnya (Corwin, 2009) Apendisitis adalah inflamasi apendiks (Ovedoff, 2002) Apendisitis adalah penyakit pembedahan abdominal yang paling umum dan merupakan inflamasi apendiks vermiform akibat adanya obstruksi (Williams & Wilkins, 2011) ETIOLOGI Kemungkinan penyebab apendisitis meliputi obstruksi lumen apendiks oleh: Fecalith (masa feses yang keras) Batu Benda asing Tumor Edema Pelekukan/terpuntirnya apendiks Pembengkakan dinding usus Oklusi eksternal usus oleh perlekatan

PATOFISIOLOGI Terlepas dari penyebabnya, ketika apendiks tersumbat, tekanan di dalam lumen meningkat, meningkatnya tekanan ini dapat menekan pembuluhpembuluh darah di usus, hal ini mengakibatkan terganggunya suplai darah sehingga terjadi cedera dan nekrosis jaringan. Kerusakan jaringan ini memicu terjadinya respon inflamasi (radang), lepasnya mediator-mediator radang seperti bradikinin serotonin, prostaglandin yang menyebabkan vaskularisasi meningkat kebocoran cairan intravaskuler dan terjadilah oedema. Pembengkakan ini bila
www.serpihanilmuku.blogspot.com

tidak ditangani segera akan menyebabkan nyeri yang hebat dan keadaan yang paling parah yaitu perforasi. Sumbatan menyebabkan statis dan multiplikasi Escherichia coli dan Streptococcus fekalis Gelung usus, omentum atau peritoneum dapat melekat pada apendiks yang terinflamasi Mungkin berlajut menjadi abses, gangren, perforasi atau peritonitis

www.serpihanilmuku.blogspot.com

Gumpalan fekalit

Benda asing

Batu

Pelekukan

Tumor

Penyempitan

Obstruksi lumen intestinal Peningkatan tekanan intralumen Penekanan saraf-saraf intraluminal Penekanan pembuluh darah lumen Iskemik jaringan Pelepasan mediator nyeri (histamin, bradikinin, prostaglandin, serotonin) Ujung saraf bebas serabut tipe C Medula spinalis Peningkatan vaskularisasi Korteks Somatosensorik Permeabilitas pembuluh darah meningkat Kebocoran cairan intravaskuler ke intertisiel Oedema Berlanjut Penekanan gaster Perforasi Peritonitis Mual/muntah Peningkatan tekanan intraabdominal Kematian sel/kerusakan jaringan

Apendisitis
Respon inflamasi/radang

Nyeri
Sindrom defisit perawatan diri

Defisit volume cairan


www.serpihanilmuku.blogspot.com

Gangguan pemenuhan nutrisi

MANIFESTASI KLINIS Awitan mendadak atau secara bertahap nyeri difus di daerah epigastrium (pertengahan abdomen) atau berpindah ke kuadran kanan bawah (periumbilikus) sering terjadi. Nyeri yang semakin berat selama beberapa jam hingga 1 sampai 2 hari Dalam beberapa jam, nyeri menjadi lebih terlokalisasi dan dapat dijelaskan sebagai nyeri tekan di daerah kuadran kanan bawah abdomen. Nyeri lepas (nyeri yang timmbul sewaktu tekanan dihilangkan dari bagian yang sakit) merupakan gejala klasik peritonitis dan umum ditemukan di apendisitis. Terjadi defans muscular atau pengencangan perut. Demam Mual dan muntah Anoreksia

PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK Kriteria diagnostik untuk mengidentifikasi apendisitits antara lain : Peningkatan hitung sel darah putih (leukositosis) lebih dari 10.000/ml Demam lebih dari 37.5oC Nyeri di perut kuadran kanan bawah Urinalis dapat memperlihatkan ketouria atau sedikit eritrosis atau leukosit, tetapi adanya hematuria atau piuria yang bermakana menunjukkan sumber nyeri dari saluran kemih Pemindaian CT (CT-Scan) merupakan alaat terbaik untuk mendiagnosisi apendisitis, terutama apendiceal CT digunakan di unit gawat darurat oleh radiologis yang terlatih menggunakannya. Ultrasonografi mungkin efektif. Tanda Psoas (nyeri pada pengangkatan tungkai aktif) Tandaobturator (nyeri pada rotasi pangkal paha interna dan eksterna)

KOMPLIKASI Dapat terjadi peritonitis jika apendiks yang membengkak pecah. Peritonitis secara bermakana meningkatkan risiko komplikasi pascapembedahan.

www.serpihanilmuku.blogspot.com

PENATALAKSANAAN Pengangkatan apendiks secara bedah (operasi/apendiktomi) Berikan hidrasi secara IV Antibiotik berspektrum luas untuk melindungi dari organisme gram negatif sering diberikan sebelum operasi Apabila apendiks pecah sebelum tindakan bedah, diperlukan pemberian antibiotik untuk mengurangi risiko peritonitis dan sepsis.

www.serpihanilmuku.blogspot.com

KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN TaHAPAN PROSES KEPERAWATAN

Pengkajian Pengumpulan data Validasi data Identifikasi masalah

Diagnosis Keperawatan

Perencanaan (Intervensi) Prioritas masalah Penetapan tujuan dan kriteria hasil Penetapan rencana tindakan Pelaksanaan (Implementasi) Tindakan mandiri keperawatan Tindakan kolaborasi keperawatan

Evaluasi Proses Hasil

www.serpihanilmuku.blogspot.com

PENGKAJIAN - Anamnesis Identitas Pasien Nama Tempat tanggal lahir Status perkawinan Agama Pendidikan Alamat : : : : : :

Keluarga yang dapat dihubungi : Riwayat Kesehatan Keluhan utama Dapatkan data mengenai keluhan utama (gejala yang paling dirasakan) atau gejala yang menyebabkan pasien datang ke tempat pelayanan kesehatan Riwayat kesehatan sekarang Dapatkan data mengenai kronologis kejadian sehingga muncul keluhan utama yang menyebabkan pasien datang ke tempat pelayanan kesehatan. Bagaimana gejalanya? (mendadak, perlahan-lahan, terus-menerus, serangan hilang timbul, berubah-ubah dalam waktu tertentu) Tempat dan sifat gejala (menjalar, menyebar, berpindah-pindah, atau menetap) Berat ringannya keluhan dan perkembangannya (menetap, cenderung bertambah, atau berkurang) Berapa lama keluhan berlangsung? Kapan dimulainya? Upaya apa saja yang telah dilakukan untuk meringankan gejala?

www.serpihanilmuku.blogspot.com

Riwayat kesehatan masa lalu Dapatkan data mengenai a. Riwayat pemakaian obat-obatan : jenis obat, dosis yang dikonsumsi, cara pemakaian dll b. Pengalaman masa lalu tentang kesehatan : riwayat sakit dengan gejala yang sama, pengalaman perawatan di rumah sakit, pengalaman tindakan bedah (operasi), pengalaman kecelakaan, dll Riwayat kesehatan keluarga Dapatkan data mengenai penyakit menular atau menurun yang dimiliki keluarga. Seperti TBC, Diabetes, Hipertensi dll. Apakah terdapat keluarga yang mengalami keluhan yang sama seperti pasien? dll Riwayat kesehatan lingkungan Dapatkan data mengenai lingkungan rumah tempat tinggal pasien sekarang. Apakah sedang terjadi wabah penyakit di lingkungan rumah tempat tinggal pasien? Apakah merupakan daerah industri (rawan polusi)? lingkungan yang kurang sehat? Kondisi rumah(ventilasi, jendela, kamar mandi/MCK) yang memadai? Dll Riwayat psikososial Dapatkan data mengenai masalah-masalah psikologis yang dialami pasien. Seperti beban pekerjaan, hubungan dengan lingkungan sosial (keluarga dan masyarakat), segalah hal yang menyebabkan stress psikis pada pasien yang berhubungan dengan kontak sosial. Riwayat tumbuh kembang (khusu pasien anak) a. Riwayat pertumbuhan Dapatkan data mengenai status pertumbuhan pada anak. Pertumbuhan didefinisakan sebagai pertambahan ukuran tubuh anak baik berat, tinggi badan, pertambahan panjang dll. Apakah pernah mengalami gangguan dalam pertumbuhan dan terjadi pada usia berapa?. Lihat catatan kesehatan seperti KMS
www.serpihanilmuku.blogspot.com

gali data mengenai

riwayat berat badan, tinggi badan, lingkar lengan atas, lingkar dada, lingkar kepala dll b. Riwayat perkembangan Dapatkan data mengenai status perkembangan pada anak. Perkembangan didefinisikan sebagai peningkatan kemampuan yang dimiliki anak. Gali data mengenai kemampuan berbahasa, motorik kasar dan halus, interaksi sosial. DDST II (Denver Development Screning Test II) dapat digunakan untuk menggali data perkembangan anak. Riwayat imunisasi (khusus pasien anak) Dapatkan data mengenai riwayat pemberian imunisasi pada anak, apakah anak mendapatkan imunisasi dengan lengkap atau tidak?. Imunisasi dasar yang diberikan pada anak adalah BCG, DPT, Polio, Hepatitis, Campak, dan imunisasi ulang (Booster) Riwayat kebidanan (Maternitas) Dapatkan data mengenai a. Riwayat haid: pertama kali haid (menarche), siklus haid teratur atau tidak, kapan terakhir haid dll b. Riwayat kehamilan: apakah pernah hamil kembar?, persalingan dengan penyulit, persalinan dengan pembedahan (SC), keguguran, hamil anggur, kehamilan dengan penyakit penyerta seperti eklamsia dll c. Riwayat perkawinan: apakah pernah menikah lebih dari 1 kali dll. Fungsi Kesehatan Persepsi dan pemeliharaan kesehatan Data yang dikaji antara lain persepsi terhadap penyakit, persepsi terhadap arti kesehatan, persepsi terhadap penatalaksanaan kesehatan. Aktivitas fisik Data yang dikumpulkan dalam pengkajian aktivitas fisik adalah kemampuan pasien untuk memenuhi kebutuhan ADL 0 = mandiri
www.serpihanilmuku.blogspot.com

1 = menggunakan alat bantu 2 = dibantu orang lain 3 = dibantu orang lain dan peralatan 4 = ketergantungan atau tidak mampu Yang dimaksud ADL antara lain seperti makan, berpakaian, mandi, toileting, mobilitas ditempat tidur, berbelanja, memasak, berpindah, berjalan, ROM dll Nutrisi Data yang dikumpulkan dalam pengkajian nutrisi meliputi diet khusus atau suplemen yang dikonsumsi, instruksi diet sebelumnya, nafsu makan, jumlah makanan atau minuman serta cairan yang dikonsumsi setiap hari, fluktuasi BB, gangguan pada pencernaan, komposisi makanan yang dikonsumsi (termasuk didalamnya pemenuhan karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral dll) Eliminasi Data yang dikumpulkan dalam pengkajian eliminasi meliputi pola kebiasaan defekasi setiap hari, ada/tidaknya konstipasi, diare, inkontinensia, disuria, nocturia, hematuria, retensi, inkontinensia. Istirahat dan tidur Data yang perlu dikumpulkan dalam pengkajian istirahat tidur meliputi jumlah tidur pada malam hari, pagi dan siang. Masalah tidur seperti insomnia, mimpi buruk, mudah terbangun dll Kognitif dan persepsi Data yang perlu dikumpulkan dalam pengkajian kognitif persepsi adalah kondisi mental seperti gangguan orientasi, kacau mental, menyerang, apatis, cara bicara normal atau tidak, bicara berputar-putar atau juga afasia, kemampuan berkomunikasi, kemampuan mengerti, gangguan pendengaran, penglihatan, adanya persepsi sensorik (nyeri), penciuman dll.
www.serpihanilmuku.blogspot.com

Koping terhadap stress Data yang perlu dikumpulkan termasuk mekanisme koping yang digunakan pada saat terjadinya masalah atau kebiasaan menggunakan mekanisme koping serta tingkat toleransi terhadap masalah. Konsep diri Data yang perlu dikumpulkan adalah persepsi tentang dirinya dari masalah-masalah yang ada, seperti perasaan cemas, ketakutan atau penilaian terhadap diri mulai dari peran, ideal diri, konsp diri, gambaran diri dan identitas tentang dirinya. Pola seksual dan reproduksi Data yang perlu dikumpulkan mengenai masalah menstruasi, pap smear, pemeriksaan payudara atau testis sendiri tiap bulan, dan masalah seksual yang berhubungan dengan penyakit. Hubungan dan peran sosial Data yang perlu dikumpulkan adalah pekerjaan, status pekerjaan, kemampuan bekerja, hubungan dengan klien atau keluarga, dan gangguan terhadap peran yang dilakukan. Nilai dan keyakinan Data yang perlu dikumpulkan adalah keyakinan yang dimiliki klien yang berhubungan dengan kesehatan atau kesakitannya. Keyakinan akan kesembuhan atau kematian. Dan nilai-nilai yang dianut yang berhubungan dengan spiritual dan budaya.

- PEMERIKSAAN FISIK Keadaan umum Pengkajian keadaan umum meliputi kesan secara umum pada keadaan sakit termasuk ekspresi wajah (cemberut, grimace, lemas) dan posisi pasien. Kesadaran yang meliputi penilaian secara kualitatif (komposmentis,
www.serpihanilmuku.blogspot.com

apatis, somnolen, sopor, soporokoma, koma) dapat juga menggunakan GCS. Lihat juga keadaan status gizi secara umum (kurus, ideal, kelebihan berat badan) Pemeriksaan tanda-tanda vital Pemeriksaan tanda-tanda vital meliputi pemeriksaan tekanan darah, nadi(frekwensi,kualitas, irama), pernapasan (frekwensi, kedalaman, irama, pola penapasan), suhu tubuh, skala nyeri Pemeriksaan kulit, rambut dan kelenjar getah bening Kulit meliputi warna (adanya pigmentasi, sianosis, ikterus, pucat, eritema), turgor, kelembaban, edema, bekas luka dll Rambut dapat dinilai dari warna, kelebatan, distribusi, bau, keadaan kusut dan kering dll. Kelenjar getah bening dapat dinilai dari bentuknya serta tanda-tanda radang yang ada di daerah sevikal anteritor, inguinal oksipital dan retroaurikular Pemeriksaan kepala dan leher Periksa bentuk dan ukuran kepala, rambut dan kulit kepala, ubunubun (fontanel), struktur wajah (simetris atau tidak), ada tidaknya pembengkakan.dll Pada mata dapat dilihat dari visus, palpebra, alis bulu mata, konjungtiva, sklera, kornea, pupil dan lensa. dll Pada telinga dapat dilihat dari daun telinga, liang telinga, membran timpani, mastoid, ketajaman pendengaran.dll Hidung dan mulut, ada atau tidaknya trismus (kesukaran membuka mulut), bibir, gusi ada atau tidaknya tanda radang, perdarahan lidah, salvias, faring, larring dll. Periksa ada atau tidaknya kaku kuduk, massa di leher (jika ada periksa ukuran, bentuk, posisi, konsistensi) dan ada atau tidaknya nyeri telan dll.

www.serpihanilmuku.blogspot.com

Pemeriksaan dada Pemeriksaan dada meliputi organ paru dan jantung. Secara umum periksa bentuk dada dan keadaan paru (simetris atau tidak), pergerakan napas, ada atau tidaknya fremitus suara, krepitasi, perkusi daerah dada untuk menentukan batas kelainan, dan auskultasi untuk menentukan abnormalitas sistem pernapasan. Pada saat pemeriksaan jantung, periksa denyut apeks (dikenal dengan iktus kordis) dan aktivitas ventrikel, getaran bising (thrill) bunyi jantung tambahan atau bising jantung dll. Pemeriksaan abdomen Data yang dikumpulkan antara lain adalah ukuran atau bentuk perut, dinding perut, bising usus, adanya ketegangan dinding perut, atau adanya nyeri tekan. Selanjutnya lakukan palpasi pada organ hati, limpa, ginjal, kandung kencing untuk memeriksa ada atau tidaknya nyeri dan pembesaran pada organ tersebut. Kemudian periksa daerah anus, rektum dan genetalia. Pemeriksaan ekstrimitas dan neurologis Pemeriksaan anggota gerak ini meliputi adanya rentang gerak, keseimbangan dan gaya berjalan, genggam tangan, dan otot kaki. Periksa apakah ada kontraktur atau tidak dll Kemudian, gangguan pada pemeriksaan kejang, neurologis tremor, periksa tanda-tanda paralisis, neurologis seperti parese dan

pemeriksaan reflek superficial, reflex tendon dalam, refleks patologis, tanda rangsang meningeal, kaku kuduk, pemeriksaan brudzinzki, dan tanda kerning (hambatan atau rasa sakit daerah ekstrimitas bawah ketika dilakukan flesksi), uji kekuatan otot tonus, pemeriksaan saraf otak dll.

Pengkajian keperawatan yang disajikan merupakan pengkajian secara umum, pengkajian terfokus InsyaAllah akan dijabarkan dilain kesempatan

www.serpihanilmuku.blogspot.com

DIAGNOSA KEPERAWATAN YANG MUNGKIN MUNCUL 1. Nyeri akut berhubungan dengan distensi jaringan usus oleh inflamasi 2. Sindrom defisit perawatan diri berhubungan dengan nyeri atau kelelahan 3. Ketidakseimbangan nutrisi (kurang dari kebutuhan) berhubungan dengan muntah
Diagnosa Keperawatan yang muncul dapat berubah atau bertambah sesuai data yang didapatkan dari pengkajian

www.serpihanilmuku.blogspot.com

RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN (NURSING CARE PLAN)

No 1

Diagnosa Keperawatan Nyeri

Tujuan & Kriteria Hasil Tujuan: Setelah dilakukan perawatan , klien melaporkan nyeri berkurang atau hilang. Klien dapat mengkompensasi nyeri dengan baik Kriteria Hasil: - Skala nyeri 0-4 - Grimace (-) - Gerakan melokalisir nyeri (-) - Gerakan bertahan (defensife) pada daerah nyeri (-) - Klien tenang/rileks - Ketegangan otot (-) - Tindakan distraksi (merintih/berteriak) (-)

Intervensi 1. Pantau tingkat dan intensitas nyeri 2. Ajarkan teknik relaksasi (nafas dalam dan masase) 3. Beri kompres hangat 4. Beri posisi yang nyaman 5. Kondisikan lingkungan yang tenang di sekitar klien 6. Edukasi klien untuk banyak istirahat 7. Edukasi klien untuk melakukan distraksi dengan melakukan aktivitas hobby, membaca, atau berinteraksi sosial dengan klien lain 8. Kolaborasi pemberian analgesik sesuai program terapi 9. Berikan kompres es pada abdomen

Rasional 1. Tingkat dan intensitas nyeri merupakan data dasar yang dibutuhkan perawat sebagai pedoman pengambilan intervensi, sehingga setiap perubahan yang terjadi harus terus dipantau. 2. Teknik relaksasi (nafas dalam) dapat membantu menurunkan ketegangan otot, menurunkan mediator stress seperti katekolamin dan menigkatkan endorphin yang dapat membantu untuk mengurangi rasa nyeri. 3. Kompres hangat dapat memberikan efek vasodilator dan relaksasi otot sehingga dapat digunakan sebagai terapi penurun ketegangan yang dapat berpengaruh terhadap penurunan nyeri. Namun harus diperhatikan penggunaannya pada pasien dengan perdarahan. 4. Posisi yang nyaman membantu menurunkan ketegangan otot. Posisi tidur yang salah dapat mencetuskan kekakuan otot yang mengakibatkan rasa nyaman terganggu 5. Kondisi lingkungan yang tenang dapat membantu menurunkan tingkat stress klien sehingga dapat mempengaruhi respon klien terhadap nyeri. 6. Istirahat yang tidak adekuat

www.serpihanilmuku.blogspot.com

7.

8. 9.

Sindrom defisit perawatan diri

Tujuan 1. Pantau faktor-faktor Setelah dilakukan penyebab atau faktor perawatan klien penunjang. mampu melakukan atau 2. Beri kesempatan klien memenuhi lima untuk menyelesaikan aktivitas perawatan diri aktifitas tanpa bantuan, (makan, mandi, tingkatkan kemandirian berpakaian, eliminasi, klien namun bantu klien peralatan/instrument) saat tidak mampu melakukan aktivitas. Kriteria hasil 3. Kaji ulang kemampuan - Klien berpartisipasi individu secara sering www.serpihanilmuku.blogspot.com

1.

2.

menurunkan kemampuan seseorang untuk menoleransi nyeri dan menghabiskan energi yang dibutuhkan untuk berpartisipasi dalam aktivitas sosial. Aktivitas sosial dapat membantu klien untuk mengalihkan perhatian dari nyeri yang dirasakan. Distraksi merupakan salah satu alternatif penurun nyeri dengan cara mengalihkan perhatian dari sumber nyeri. Diharapkan klien dapat melupakan nyeri ketika melakukan aktifitas yang disenanginya. Analgesik berfungsi untuk melakukan hambatan pada sensor nyeri sehingga sensasi nyeri pada klien berkurang. Kompres es dapat menghilangkan atau mengurangi nyeri dengan cara mempengaruhi atau mengganggu rasa ujung saraf// catatan: jangan memberikan kompres panas karena dapat menyebabkan kongesti jaringan Factor-faktor penyebab dan faktor penunjang merupakan data yang diperlukan perawat untuk melakukan intervensi sehubungan dengan pencegahan dan suportif sesuai dengan data yang didapatkan Dengan meningkatkan kemampuan klien dalam melakukan perawatan diri, akan menambah perasaan kontrol dan kemandirian klien sehingga meningkatkan kesehatan klien secara keseluruhan.

aktif secara fisik 4. Dekatkan peralatan yang dan/verbal dalam sering digunakan klien kegiatan makan, 5. Edukasi keluarga sebagai berpakaian, eliminasi, dukungan bila klien mandi dan membutuhkan mempergunakan peralatan/instrumen - Klien dapat mendemonstrasikan aktivitas perawatan diri yang optimal dengan atau tanpa bantuan perawat 3 Ketidakseimbangan Nutrisi Tujuan: Klien memenuhi kebutuhan nutrisi harian sesuai dengan tingkat aktivitas dan kebutuhan metabolik Kriteria hasil: -Klien dapat menjelaskan tentang pentingnya nutrisi bagi klien -Bebas dari tanda malnutrisi -Mempertahankan berat badan stabil -Nilai laboratorium normal (Hb, Albumin) 1. 2. 3. 4.

5.

6.

3. Kemampuan individu untuk melakukan aktifitas perawatan diri harus terus dievaluasi untuk mengetahui perkembangan klien 4. Mendekatkan peralatan yang sering digunakan klien dapat membantu klien agar dapat menghemat energi sehingga klien dapat melakukan aktifitas dengan mandiri 5. Keluarga harus diberikan edukasi agar membantuu klien hanya ketika klien meminta pertolongan hal ini untuk meningkatkan penghargaan terhadap klien untuk melakukan perawatan diri secara mandiri Berikan perawatan oral 1. Perawatan oral dapat mencegah teratur ketidaknyamanan karena mulut Catat berat badan saat kering, bibir pecah dan bau tidak masuk dan bandingken sedap yang dapat menurunkan nafsu dengan saat berikutnya makan klien Pemeriksaan 2. Berat badan merupakan data yang laboratorium/Hb-Htdiperlukan perawat untuk elektrolit-Albumin mengevaluasi perkembangan terapi Jelaskan tentang perlunya nutrisi klien sehingga perawat dapat konsumsi karbohidrat, menyesuaikan terhadap kebutuhan lemak, protein, vitamin, intervensi mineral dan cairan yang 3. Nilai laboratorium merupakan data adekuat yang diperlukan perawat untuk Konsultasikan dengan ahli mengevaluasi keberhasilah atau gizi untuk menetapkan keefektifan intervensi sehingga kebutuhan kalori harian dan perawat dapat menentukan intervensi jenis makanan yang sesuai yang sesuai bagi klien bagi klien 4. Pendidikan pada klien perlu dilakukan Anjurkan klien istirahat agar klien mengerti dan paham

www.serpihanilmuku.blogspot.com

sebelum makan 7. Tawarkan Makan sedikit namun sering 8. Batasi asupan cairan saat makan 9. Sajikan makanan dalam keadaan hangat 10. Kolaborasi cairan. IV

Intervensi keperawatan dapat disesuaikan dengan kondisi lingkungan (budaya, nilai, sumberdaya dll) setempat Pendokumentasian Implementasi dan Evaluasi tidak disajikan dikarenakan tidak dilakukannya intervensi yang dibuat

tentang intervensi yang dilakukan perawat sehingga diharapkan klien dapat bersikap adaptif. 5. Ahli gizi dapat menghitung kalori yang dibutuhkan klien menurut aktivitas yang dilakukan klien, sehingga diharapakan jumlah asupan kalori yang dikonsumsi klien dapat memenuhi kebutuhan harian, tidak kekurangan dan tidak berlebihan. 6. Kondisi tegang dapat menurunkan nafsu makan klien, istirahat dapat mengurangi ketegangan klien sehingga dapat membantu klien dalam meningkatkan nafsu makan 7. Makan terlalu banyak dalam satu waktu dapat menyebabkan distensi lambung yang berakibat ketidaknyamanan bagi klien sehingga nafsu makan klien makin menurun 8. Asupan cairan berlebih saat makan menyebabkan distensi lambung yang mengakibatkan ketidaknyamanan. 9. Makanan yang sudah dingin menyebabkan rasa yang kurang menyenangkan bagi klien sehingga menurunkan nafsu makan klien 10. Cairan glukosa IV dapat diberikan apabila pasien benar-benar tidak mendapatkan asupan per-oral, cairan glukosa IV juga dapat menyediakan kalori bagi klien sehingga klien tidak mengalami kekurangan nutrisi yang ekstrim.

www.serpihanilmuku.blogspot.com

Daftar pustaka Bresler, Michael Jay. 2007 Manual Kedokteran Darurat. Jakarta: EGC Carpenito, Lynda Juall. 2009. Diagnosis Keperawatan: Aplikasi Pada Praktik Klinis. Jakarta: EGC Chang, Ester. 2010. Patofisiologi: Aplikasi Pada Praktik Keperawatan. Jakarta: EGC Corwin, Elizabeth J. 2010. Buku Saku Patofisiologi. Jakarta: EGC Grabber, Mark A. 2006. Buku Saku Dokter Keluarga. Jakarta: EGC Guyton, Arthur C. 2008. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Jakarta: EGC Hidayat, A. Aziz alimul. 2009. Pengantar Kebutuhan Dasar Manusia-Aplikasi KOnsep dan Proses Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika Inayah, Iin. 2004. Asuhan Keperawatan Pada Klien dengan Gangguan Sistem Pencernaan. Jakarta: Salemba Medika Ovedoff, David. 2002. Kapita Selekta Kedokteran Jilid 1. Jakarta: Binarupa Aksara Potter, Patricia A. 2005. Buku Ajar Fundamental Keperawatan Konsep, Proses dan Praktik. Jakarta: EGC Setiawati, Santun. 2008. Panduan Praktis Pengkajian Fisik Keperawatan. Jakarta: Trans Info Media Williams & Wilkins. 2011. Nursing: Memahami Berbagai Macam Penyakit. Jakarta: PT. Indeks

KUNJUNGI

www.serpihanilmuku.blogspot.com
Dapatkan Dokumen-Dokumen Keperawatan Yang Lebih Lengkap

G R A T I S
www.serpihanilmuku.blogspot.com