Anda di halaman 1dari 15

1

MAKALAH POLA HIDUP BERSIH


DAN SEHAT
Disusun untuk memenuhi tugas keperawatan komunitas

Disusun Oleh:
1. -u Syairi
2. hmad Siddiq l-nshori
3. Desi Ratna S
4. Endah NurIitriani
5. Khaerunnisa
6. Hani Quratul aini
7. NurIatimah
8. Ummi Hanan
9. Wensil Okta P
Program Studi Ilmu Keperawatan
Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah
1akarta

2
Kata Pengantar

Puji syukur penulis ucapkan kehadirat llah SWT, karena atas rahmat dan karunianya
penulis dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktu yang telah ditentukan. Tak lupa pula
penulis ucapkan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah mem-antu dalam penyusunan
makalah ini.
Makalah ini -erisikan tentang pola hidup -ersih dan sehat (PHBS), indikator-indikator
-er-PHBS, sasaran -er-PHBS, manIaat -er-PHBS dan lain se-againya yang terdapat dalam
makalah ini.
Penulis mengharapkan makalah ini dapat -ermanIaat -agi yang mem-acanya. Penulis
menyadari -ahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, penulis mengharapkan kritik dan saran
yang mem-angun.






1akarta, April 2011



penulis

J
DAFTAR ISI

Kata Pengantar ...........................................................................................................................
DaItar Isi ..................................................................................................................................
Ba- I: Pendahuluan...................................................................................................................
Ba- II: Pem-ahasan
II.1 Pengertian ...........................................................................................................................
II. 2 Tujuan PHBS ....................................................................................................................
II.3 ManIaat Ber-PHBS .............................................................................................................
II.4 Sasaran Ber-PHBS .............................................................................................................
II.5 Tatanan dan Indikator Ber-PHBS.......................................................................................
II.6 spek dalam Kesehatan Lingkungan ................................................................................
II.7 Peran Perawat dalam PHBS ..............................................................................................







4
BAB I
PENDAHULUAN

1.Latar Belakang
Tidak jarang istilah PHBS terdengar di masyarakat. Jika dilihat dari kepanjangannya yakni
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, tentu kita langsung mengetahui apa itu PHBS, singkat kata
mengenai perilaku seseorang menyangkut ke-ersihan yang dapat mempengaruhi kesehatannya.
Banyak penyakit dapat dihindari dengan PHBS, mulai dari Diare, DBD, Ilu -urung, atau pun Ilu
-a-i yang akhir-akhir ini marak. Salah satu Iaktor yang mendukung PHBS adalah kesehatan
lingkungan. Dua istilah penting dalam kesehatan lingkungan yang harus dipahami dan
diinterpretasikan sama oleh seluruh tenaga kesehatan yang terli-at agar kegiatan yang dilakukan
dapat -erhasil dengan -aik. Lingkungan diartikan se-agai akumulasi dari kondisi Iisik, social,
-udaya, ekonomi dan politik yang memengaruhi kehidupan dari komunitas terse-ut. Sedangkan
kesehatan dari suatu komunitas -ergantung pada integritas lingkungan Iisik, nilai kemanusiaan
dalam hu-ungan social, ketersediaan sum-er yang diperlukan dalam mempertahankan hidup dan
penaggulangan penyakit, mengatasi gangguan kesehatan secara wajar, pekerjaan dan pendidikan
yang dapat tercapai, pelestarian ke-udayaan dan toleransi terhadap per-edaan jenis, akses dari
garis keturunan serta rasa ingin -erkuasa dan memiliki harapan.
Kesehatan lingkungan merupakan suatu hal yang sangat penting dalam pelaksanaan
perawatan komunitas. Maka guna tercapainya ke-erhasilan intervensi perawatan komunitas perlu
adanya pem-ahasan khusus mengenai PHBS kesehatan lingkungan.

2. Tujuan
2.1 Mengetahui pengertian Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
2.2 Mengetahui tujuan perilaku hidup -ersih dan sehat (PHBS)
2.3 Mengetahui manIaat perilaku hidup -ersih dan sehat (PHBS)

5
2.4 Mengetahui sasaran perilaku hidup -ersih dan sehat (PHBS)
2.5 Mengetahui tatanan dan indikator perilaku hidup -ersih dan sehat (PHBS)
2.6 Mengetahui spek dalam Kesehatan Lingkungan perilaku hidup -ersih dan sehat (PHBS)
2.7 Mengetahui Peran Perawat dalam perilaku hidup -ersih dan sehat (PHBS)

. Manfaat
3.1 Dapat menerapkan perilaku hidup -ersih dan sehat, sehingga dapat mencerminkan
lingkungan yang -ersih dan sehat.
3.2 Dengan -erperilaku hidup -ersih dan sehat dapat mencegah dan menanggulangi penyakit dan
masalah kesehatan









6
BAB II
PEMBAHASAN
II.1 Pengertian
Perilaku hidup -ersih dan sehat (PHBS) adalah upaya untuk mem-erikan pengalaman
-elajar atau menciptakan suatu kondisi -agi perorangan, keluarga, kelompok dan masyarakat,
dengan mem-uka jalur komunikasi, mem-erikan inIormasi dan melakukan edukasi untuk
meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku melalui pendekatan pimpinan (advocacy), -ina
suasana (social support) dan pem-erdayaan masyarakat (empowerment) se-agai suatu upaya
untuk mem-antu masyarakat mengenali dan mengetahui masalahnya sendiri, dalam tatanan
rumah tangga, agar dapat menerapkan cara-cara hidup sehat dalam rangka menjaga, memelihara
dan meningkatkan kesehatannya.
PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) merupakan sekumpulan perilaku yang
dipraktikkan atas dasar kesadaran se-agai hasil pem-elajaran, yang menjadikan seseorang atau
keluarga dapat menolong diri sendiri di -idang kesehatan dan -erperan aktiI dalam mewujudkan
kesehatan masyarakat. PHBS merupakan salah satu pilar utama dalam Indonesia Sehat dan
merupakan salah satu strategi untuk mengurangi -e-an negara dan masyarakat terhadap
pem-iayaan kesehatan.
Perilaku hidup -ersih dan sehat (PHBS) adalah semua perilaku kesehatan yang dilakukan
atas kesadaran semua anggota keluarga dan masyarakat, sehingga keluarga dan masyarakat itu
dapat menolong dirinya sendiri dan -erperan aktiI dalam kegiatan-kegiatan kesehatan di
masyarakat
PHBS Tatanan Rumah Tangga adalah upaya untuk mem-erdayakan anggota rumah
tangga agar sadar, mau dan mampu melakukan PHBS untuk memelihara dan meningkatkan
kesehatannya, mencegah resiko terjadinya penyakit dan melindungi diri dari ancaman penyakit
serta -erperan aktiI dalam gerakan kesehatan masyarakat.
PHBS Tatanan Institusi Pendidikan adalah upaya pem-erdayaan dan peningkatan
kemampuan untuk -erperilaku hidup -ersih dan sehat di tatanan institusi pendidikan


7
II.2 Tujuan PHBS
Tujuan PHBS adalah meningkatkan pengetahuan, kesadaran, kemauan dan kemampuan
masyarakat agar hidup -ersih dan sehat serta masyarakat termasuk swasta dan dunia usaha
-erperan serta aktiI mewujudkan derajat kesehatan yang optimal.

II.3 ManIaat Ber-PHBS
ManIaat rumah tangga dan masyarakat -er-PBHS antara lain:
Seluruh anggota keluarga dan masyarakat menjadi sehat
nak akan tum-uh cerdas dalam lingkungan yang sehat
Masyarakat akan mampu mewujudkan lingkungan yang sehat
Mampu mencegah dan menaggulangi penyakit dan masalah kesehatan
Biaya untuk kesehatan (penyakit) dapat dimanIaatkan untuk keperluan lain
II.4 Sasaran Ber-PHBS

a. Tatanan Rumah Tangga
Sasaran PHBS di rumah tangga adalah seluruh anggota keluarga secara keseluruhan dan ter-agi
dalam :
1) Sasaran primer
dalah sasaran utama dalam rumah tangga yang akan diru-ah perilakunya atau anggota keluarga
yang -ermasalah (individu dalam keluarga yang -ermasalah)
2) Sasaran sekunder
dalah sasaran yang dapat mempengaruhi individu dalam keluarga yang -ermasalah misalnya,
kepala keluarga, i-u, orang tua, tokoh keluarga, kader tokoh agama, tokoh masyarakat, petugas
kesehatan dan lintas sektor terkait, PKK
3) Sasaran tersier

8
dalah sasaran yang diharapkan dapat menjadi unsur pem-antu dalam menunjang atau
mendukung pendanaan, ke-ijakan, dan kegiatan untuk tercapainya pelaksanaan PHBS misalnya,
kepala desa, lurah, camat, kepala Puskesmas, guru, tokoh masyarakat dll.

-. Tatanan Institusi Pendidikan
Sasaran PHBS di tatanan institusi pendidikan adalah seluruh anggota keluarga institusi
pendidikan dan ter-agi dalam :
1) Sasaran primer
dalah sasaran utama dalam institusi pendidikan yang akan diru-ah perilakunya atau murid dan
guru yang -ermasalah (individu/kelompok dalam institusi pendidikan yang -ermasalah).
2) Sasaran sekunder
dalah sasaran yang dapat mempengaruhi individu dalam institusi pendidikan yang -ermasalah
misalnya, kepala sekolah, guru, orang tua murid, kader kesehatan sekolah, tokoh masyarakat,
petugas kesehatan dan lintas sektor terkait, PKK
3) Sasaran tersier
dalah sasaran yang diharapkan dapat menjadi unsur pem-antu dalam menunjang atau
mendukung pendanaan, ke-ijakan, dan kegiatan untuk tercapainya pelaksanaan PHBS di institusi
pendidikan misalnya, kepala desa, lurah, camat, kepala Puskesmas, Diknas, guru, tokoh
masyarakat dan orang tua murid.

II.5 Tatanan dan Indikator Ber-PHBS

PHBS -erada di lima tatanan yakni:
1. tatanan rumah tangga,
2. tatanan sekolah,
3. tatanan tempat kerja,
4. tatanan tempat umum,
5. tatanan Iasilitas kesehatan.

9
Sepuluh indikator PHBS di tatanan rumah tangga:
1. persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan,
2. mem-eri -ayi SI eksklusiI,
3. menim-ang -ayi dan -alita,
4. mencuci tangan dengan air -ersih dan sa-un,
5. menggunakan air -ersih,
6. menggunakan jam-an sehat,
7. mem-erantas jentik di rumah,
8. makan sayur dan -uah setiap hari,
9. melakukan aktivitas Iisik setiap hari,
10. tidak merokok di dalam rumah.
Indikator PHBS di sekolah antara lain:
1. mencuci tangan dengan air -ersih mengalir dan sa-un,
2. mengkonsumsi jajanan di warung /kantin sekolah,
3. menggunakan jam-an yang -ersih dan sehat,
4. olah raga yang teratur dan terukur,
5. mem-erantas jentik nyamuk,
6. tidak merokok,
7. menim-ang -erat -adan dan mengukur tinggi -adan setiap -ulan,
8. mem-uang sampah pada tempatnya.
Indikator PHBS di tempat kerja antara lain :
1. kawasan tanpa asap rokok,
2. -e-as jentik,
3. jam-an sehat,
4. kesehatan dan keselamatan kerja,
5. olah raga teratur.
Indikator PHBS di tempat umum antara lain :
1. menggunakan jam-an sehat,

10
2. mem-erantas jentik nyamuk,
3. menggunakan air -ersih.
Indikator PHBS di Iasilitas kesehatan antara lain :
1. menggunakan air -ersih,
2. menggunakan jam-an yang -ersih & sehat,
3. mem-uang sampah pada tempatnya,
4. tidak merokok,
5. tidak meludah sem-arangan,
6. mem-erantas jentik nyamuk.
II.6 spek dalam Kesehatan Lingkungan
spek dalam kesehatan Lingkungan adalah:
a. Lingkungan
Lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di luar dari diri seseorang.Lingkungan
di-edakan atas :
Lingkungan Fisik Biotik dan -iotik air, udara, tanah, tum-uhan, manusia,
hewan, dll)
Sosial ekonomi dan -udaya hu-ungan antar manusia, keluarga dan masyarakat
-. Perilaku
PERILKU merupakan suatu respon dari seseorang/organisme terhadap stimulus atau
rangsangan yang diterima.
c. Kesehatan
II.7 Peran Perawat dalam PHBS
1. Se-agai Pendidik

11
Peran perawat se-agai pendidik yaitu peran perawat yang mem-erikan inIormasi
masyarakat untuk mem-erikan inIormasi yang -erupa pengajaran mengenai pengetahuan dan
keterampilan dasar PHBS yang digunakan se-agai sarana untuk mencapai sasaran pem-erian
keperawatan yang eIektiI -iaya, aman dan -erkualitas tinggi sedangkan perawat se-agai pendidik
di institusi pendidikan keperawatan untuk mem-entuk perawat-perawat -aru yang -erkualitas.
Mengkaji ke-utuhan klien untuk menentukan kegiatan yang akan dilakukan dalam penyuluhan
atau pendidikan kesehatan. Dari hasil pengkajian diharapakan dapat diketahui tingkat
pengetahuan klien, inIormasi apa yang diperlukan klien, dan apa yang ingin diketahui klien.
Meningkatkan dan memelihara kesehatan klien melalui penyuluhan atau pendidikan kesehatan.
Melaksanakan penyuluhan atau pendidikan kesehatan untuk pemulihan kesehatan klien antara
lain tentang pengo-atan, hygiene, perawatan serta gejala dan tanda -ahaya.
Menyusun program penyuluhan atau pendidikan kesehatan -aik untuk topic sehat ataupun sakit
seperti nutrisi, latihan, penyakit, dan pengelola penyakit.
Mengajarkan pada klien inIormassi tentang tahapan perkem-angan
Mem-antu klien untuk memilih sum-er inIormasi kesehatan dari -uku--uku, Koran TV, teman
dan lainnya.
2. se-agai advokat
Peran perawat se-agai advokat yaitu tindakan perawat dalam mencapai suatu tujuan yang
-ersiIat untuk kepentingan masyarakat atau -ertindak untuk mencegah kesalahan yang tidak
diinginkan ketika pasien sedang menjalankan pengo-atan. Se-agai advokat perawat juga
-erperan penting dalam mem-eri pendapat dan kemudian mendukung keputusan yang diam-il
pasien
Peran perawat advokat ini dapat kita temukan saat perawat mem-erikan inIormasi
tam-ahan mengenai terapi medis kepada pasien, eIek samping, manIaat dan tujuannya namun
pasien -ingung dan -erusaha memutuskan tindakan yang ter-aik -agi kesehatannya, untuk itu

12
perawat di-utuhkan mem-erikan inIormasi lengkap -agi pasien dan -erusaha menolak -ila
tindakan itu mem-ahayakan kondisi pasien dan melanggar hak-hak pasien. Bila dihu-ungkan
dengan teori kerangka kerja dari Milio (1976) tentang promosi kesehatan dan pencegahan
penyakit, dan teori sosial kritis, hal ini mengharuskan perawat untuk mengam-il tindakan yang
tepat dan -erpikir kritis -agi kesehatan pasien.
3. se-agai peneliti
Perawat se-agai peneliti yaitu peran perawat yang menerjemahkan temuan riset,
-ertanggung jawa- untuk melakukan penelitian, mengidentiIikasi, menganalisis data,
memecahkan masalah klinis dengan menerapkan prinsip dan metode penelitian. Penelitian ini
-ermanIaat untuk mengem-angkan ilmu / pendidikan dan praktik keperawatan dan
meningkatkan mutu asuhan atau pelayanan keperawatan
4. se-agai konsultan
Perawat se-agai konsultan yaitu peran perawat yang -ertugas se-agai tempat konsultasi
pasien dalam pem-erian inIormasi, dukungan atau mem-eri ajaran tentang tujuan pelayanan
keperawatan yang di-erikan. Konsultasi ini dilakukan oleh -e-erapa proIesional kesehatan yang
secara -ersama-sama mem-uat keputusan dengan hati-hati dengan mem-erikan saran-saran
secara langsung kepada pasien.
Perawat ini mempunyai 4 Iungsi yaitu
Iungsi klinis se-agai pem-eri nasehat dalam lingkungan praktek klinis dan mem-antu
mengem-angkan keahlian dalam lingkungan praktek,
Iungsi strategis se-agai -ertanggung jawa- untuk meningkatkan pelayanan dan
mempromosikan pengem-angan standar-standar praktek ter-aik dalam kerangka klinis
pemerintahan,
Iungsi pendidikan se-agai penerjemah teori dalam praktik keperawatan.

1J
Iungsi penilai yaitu memastikan setiap peru-ahan dalam prakteknya dapat mem-erikan
per-aikan kualitas -agi para pasien (Fontaine, 2008).
5. Perawat Se-agai Pem-eri Perawatan
Perawat se-agai pem-eri perawatan secara langsung yaitu peran perawat dalam
mem-erikan asuhan keperawatan secara langsung kepada individu, keluarga dan kelompok
dengan menggunakan energi dan waktu seminimal mungkin Perawat ini langsung mengkaji
kondisi kesehatan pasien, merencanaan, mengimplementasi dan mengevaluasi asuhan
keperawatan. Perawat secara langsung terli-at dalam proses penyem-uhan pasien tidak hanya
secara Iisik saja tapi holistik yaitu penyem-uhan kesehatan emosi, spiritual, dan sosial. (Keeling
dan Ramos, 1995).
6. Perawat Se-agai Pemasaran kesehatan
Perawat se-agai pemasaran kesehatan pada masyarakat atau social marketer yaitu peran
perawat dalam mempromosikan kesehatan atau gaya hidup sehat, PHBS. Kegiatan promosi ini
-ersiIat sosial dan di-uat -erdasarkan kesukarelaan.

II.7 Dampak Tidak Ber-PHBS
a. Kerugian Ekonomi dari Kesehatan yang Buruk
Masalah kesehatan yang -uruk jelas menim-ulkan kerugian ekonomis -aik -agi
penduduk (rumah tangga) maupun pemerintah. danya anggapan selama ini yang menyatakan
-ahwa kesehatan merupakan suatu hal yang konsumtiI adalah merupakan suatu tanggapan yang
keliru. Masalah kesehatan -isa menim-ulkan kerugian ekonomi yang sangat -esar yang selama
ini jarang dihitung secara jelas. Nilai ekonomi dari kerugian terse-ut kalau dihitung jumlahnya
-erlipat ganda di-anding pendapatan asli daerah (PD). Kerugian yang demikian -esar ini
walaupun tidak -isa dihilangkan sama sekali, namun se-etulnya dapat dikurangi, karena pada
umumnya penye-a- ter-anyak masalah kesehatan di Indonesia adalah penyakit-penyakit yang
dapat dicegah. Masalah itu seputar inIeksi yang se-etulnya dapat dicegah melalui per-aikan

14
sanitasi lingkungan, peru-ahan perilaku dan imunisasi. Jika suatu intervensi -isa mengurangi
kerugian terse-ut, maka -iaya untuk intervensi terse-ut adalah juga suatu investasi.
Secara konseptual ada kerugian jangka pendek dan jangka panjang yang -isa tim-ul meliputi:
(Gani, , 2000)

1. Kerugian jangka pendek meliputi :
a. Hilangnya rasa nyaman dan hidup sejahtera
-. Hilangnya kesempatan melakukan interaksi sosial
c. Pengeluaran -iaya kesehatan oleh penduduk
d. Hilangnya waktu produktiI karena sakit dan meninggal
e. Pengeluaran -iaya kesehatan oleh pemerintah dan perusahaan.
2. Kerugian jangka panjang :
a Menurunnya mutu sum-er daya manusia (the loss generation)
-. Menurunnya minat investor untuk masuk ke suatu wilayah yang mempunyai -anyak
masalah kesehatan (misalnya malaria, DHF, ra-ies, dan lain-lain)

Kerugian jangka panjang juga sulit dihitung secara moneter, yang dapat dilakukan adalah
memperkirakan -erapa -anyak i-u hamil dan -alita yang mengalami -er-agai gangguan
kesehatan dan gizi. Kerugian dalam jangka panjang dapat -erupa masalah kesehatan yang terjadi
pada masa dini kehidupan penduduk. nemia i-u hamil, BBLR, inIeksi dan kurang gizi -ayi
-alita adalah masalah-masalah potensial yang menye-a-kan terham-atnya pertum-uhan dan
perkem-angan sel otak, yang pada gilirannya akan mengham-at perkem-angan intelegensia dan

15
emosi SDM. Ini mempunyai dampak jangka panjang yang sangat -esar, yang sering dise-ut
se-agai ancaman 'the loss generation.

-. Tim-ulnya -e-erapa penyakit yang dapat menye-a-kan kematian, khususnya penyakit:
-penyakit paru-paru, jantung
-penyakit malaria, DHF
-penyakit diare

c. tingkat pendidikan menjadi rendah, menjadi susah konsentrasi, sulit untuk menerima
pelajaran.
d. mental, psikologis akan terganggu
e. seksualitas akan terganggu