Anda di halaman 1dari 16

LABORATORIUM UJI BAHAN JURUSAN TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGRI BANDUNG

Jl. Gegerkalong Hilir Ds. Ciwaruga Kotak Pos 6468 BDCD Tlp. (022) 2013789, Fax. (022) 2016150 Ext. 266 Bandung

Subjek
Topik

: Pengujian Agregat
: Analisa Saringan Agregat Halus dan Kasar

No. Uji : 7 Halaman : 1/16

I.

REFERENSI ASTM C.136-96a,Test Method for Sieve Analysis of Fine and Coarse Agregates ASTM C.33-93,Specifications for Concrete Agregates SNI 03-1968-1990,Metoda Pengujian Tentang Analisa Saringan Agregat SNI 03-2947-1992,Ukuran maksimum butiran agregat SNI 03 – 1750 -1990,Susunan Butir Agregat

II.

TUJUAN Menentukan susunan butir agregat kasar dan agregat halus dan menghitung perbandingan agregat halus dan kasar menjadi agregat gabungan yang mempunyai gradasi yang diinginkan

III.

DASAR TEORI Beton pada umumnya terdiri dari semen, agregat, bahan tambahan(admixture), dan air. Untuk mengisi volume pada beton dibutuhkan agregat. Tanpa agregat beton itu tidak akan terbentuk. Maka agregat memilki fungsi dan peranan sendiri yang sangat penting pada beton. Persyaratan agregat diantaranya harus bersih,keras dan mempunyai susunan gradasi yang baik(gradasi menerus). Analisa saringan agregat adalah penentuan persentase berat butiran agregat yang lolos dari satu set saringan, yang kemudian angka-angka persentasenya ditabelkan dan digambarkan pada grafik atau kurva distribusi butir. Gradasi agregat yang baik untuk beton adalah adalah agregat dimana susunan butirnya (gradasi) terdiri dari butiran halus hingga kasar secara beraturan (lihat gambar 1), karena butirannya akan saling mengisi sehingga akan diperoleh beton dengan kepadatan yang tinggi, mudah dikerjakan dan mudah dialirkan.

e) Gradasi: . kecuali ada petunjuk dari lab. Gegerkalong Hilir Ds. ASTM C. (022) 2016150 Ext.1.5-3.3-3.  Minimum 95%. mensyaratkan nilai FM agregat halus untuk aduk dan beton masing-masing: 2. 266 Bandung Subjek Topik : Pengujian Agregat : Analisa Saringan Agregat Halus dan Kasar No. Agregat Halus : a) Kandungan Lumpur Maksimum 5%:  Lumpur = Butir Lolos 0. Sedangkan untuk agregat kasar SK SNI S-04-1989. (022) 2013789.LABORATORIUM UJI BAHAN JURUSAN TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGRI BANDUNG Jl. Gradasi Menerus (Continous Grade) Mutu gradasi agregat. Fax. Ciwaruga Kotak Pos 6468 BDCD Tlp. reaksi Agregat halus terhadap alkali harus negatif. dibanding kuat tekan mortar standar c) Untuk beton dengan tingkat keawetan tinggi. beberapa standar mensyaratkan atas dasar angka modulus kehalusan (Fineness Modulus/ FM).0-7. dimulai dari ukuran terkecil 0.1 dan 1. Uji : 7 Halaman : 2/16 Gambar 1. selain ditentukan terhadap distribusi butiran.33) b) Tidak boleh mengandung bahan organis terlalu banyak:  Direndam larutan 3% NaOH.33 dan SK SNI S-04-1989 F.8. Modulus Kehalusan adalah Jumlah persentase tertahan kumulatif untuk satu seri ukuran ayakan yang kelipatan dua. mensayaratkan 6.075 mm (ASTM C. harus lebih muda atau sama degan warna pembanding. d) Pasir laut tidak boleh dipakai untuk semua mutu beton.15 mm dibagi 100.06 mm (SK SNI S-04-1989 F)  Lumpur = Butir Lolos 0. yang diakui.

3. harus memenuhi salah satu zona: 1. PERSYARATAN (SK SNI S-04-1989 F) a) Terdiri dari butir-butir yang keras.8 (SK SNI S-04-1989 F) b) 2.33) Harus terdiri dari butir-butir yang beraneka ragam besarnya  Susunan butir. (022) 2013789.  Sisa di atas ayakan 1. Uji : 7 Halaman : 3/16  Modulus Kehalusan (Fineness Modulus/FM) a) 1. 266 Bandung Subjek Topik : Pengujian Agregat : Analisa Saringan Agregat Halus dan Kasar No.8 mm. 2% berat.882). c) Tidak boleh mengandung zat-zat yang merusak beton. d) Tidak boleh mengadung lumpur (butir lolos 0. Ciwaruga Kotak Pos 6468 BDCD Tlp. Fax. (022) 2016150 Ext. atau 4 (SKBI/ BS. 5% b) Jumlah butir pipih dan panjang.2 mm. maksimum 1%.3 mm. 2.3 – 3. apabila diuji dengan garam sbb: .33)  Maksimum butir tergantung dari pemakaian. 15% berat Agregat Kasar PENGERTIAN  Ukuran butir 5 mm – 40 mm (SK SNI S-04-1989 F)  Ukuran butir > 4.75 mm (ASTM C.1 (ASTM C. kadar bagian lemah jika digores batang tembaga maks. maks. maksimum 20%.5 – 3. Gegerkalong Hilir Ds. dan harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:  Sisa di atas ayakan 4. 10% berat:  Sisa di atas ayakan 0. maks.075 mm). maks. e) Sifat kekal.LABORATORIUM UJI BAHAN JURUSAN TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGRI BANDUNG Jl.06 mm atau 0. seperti zat reaktif alkali.

. maks. ukuran maksimum agregat kasar masih perlu dibatasi sehingga tidak melebihi:  ¾ jarak bersih minimum antar batang tulangan atau berkas tulangan beton. 10% f) Gradasi:  Modulus Kehalusan (Fineness Modulus/FM)  6 – 7. yg hancur maks.1 (SK SNI S-04-1989 F) Harus terdiri dari butir-butir yang beraneka ragam besarnya  Susunan butir. 0% berat. 90%-98% berat:  Selisih antara sisa kumulatif. di atas dua ayakan berurutan . menunjukkan tingkat keberhasilan yang baik dalam produksi beton. (022) 2013789. Uji : 7 Halaman : 4/16  Digunakan Natrium Sulfat. 60% dan minimum 10%. 266 Bandung Subjek Topik : Pengujian Agregat : Analisa Saringan Agregat Halus dan Kasar No.  Sisa di atas ayakan 4.  Disamping itu. 12%  Digunakan Magnesium Sulfat.LABORATORIUM UJI BAHAN JURUSAN TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGRI BANDUNG Jl. harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:  Sisa di atas ayakan 38 mm. atau  1/5 jarak terkecil antara bidang tepi dari cetakan beton. atau  1/3 dari tebal pelat beton yang akan dibuat. Fax. maks.8 mm. g)  Maksimum Butir: Pemakaian agregat kasar dg ukuran maksimum 25 m. untuk keperluan praktis pelaksanaan struktur beton bertulang. (022) 2016150 Ext. yg hancur maks. Gegerkalong Hilir Ds. Ciwaruga Kotak Pos 6468 BDCD Tlp.

Gegerkalong Hilir Ds.3 0.15 % tembus kumulatif 100 95-100 80-100 50-85 25-60 10-30 2-10 .6 0.15 Zone 1 100 90-100 60-95 30-70 15-34 5-20 0-10 % Tembus Kumulatif Zone 2 100 90-100 75-100 55-90 35-59 8-30 0-10 Zone 3 100 90-100 85-100 75-100 60-79 12-40 0-10 Zone4 100 95-100 95-100 90-100 80-100 5-50 0-15 Tabel 2. 266 Bandung Subjek Topik : Pengujian Agregat : Analisa Saringan Agregat Halus dan Kasar No. (022) 2016150 Ext.Susunan butir agregat halus menurut ASTM C.18 0.5 4.LABORATORIUM UJI BAHAN JURUSAN TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGRI BANDUNG Jl.3 0. (022) 2013789.Susunan butir agregat halus menurut British Standard (BS) Ukuran Ayakan (mm) 10 5 2.36 1.6 0. Ciwaruga Kotak Pos 6468 BDCD Tlp.36 1.75 2. Uji : 7 Halaman : 5/16 Tabel 1. Fax.18 0.33 Ukuran ayakan (mm) 9.

75 100 95-100 25-60 0-10 0-5 19-4. 266 Bandung Subjek Topik : Pengujian Agregat : Analisa Saringan Agregat Halus dan Kasar No. Gegerkalong Hilir Ds.75 2. Uji : 7 Halaman : 6/16 Tabel 3.5-4.36 40-5 mm 100 90-100 35-75 25-55 10-40 0-5 - % Tembus Kumulatif 20-5 mm 100 90-100 40-80 30-60 0-10 14-5 mm 100 90-100 50-85 0-10 - Tabel 4.75 100 95-100 35-70 10-30 0-5 Tembus Kumulatif 25-4. Ciwaruga Kotak Pos 6468 BDCD Tlp.Susunan butir agregat kasar menurut British standard (BS) Ukuran Ayakan (mm) 50 37. (022) 2013789.LABORATORIUM UJI BAHAN JURUSAN TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGRI BANDUNG Jl. (022) 2016150 Ext.5 25 19 12. Fax.5 4.5 9.36 37.75 100 90-100 20-55 0-10 0-5 .5 20 14 10 5 2.Susunan agregat kasar menurut ASTM C 33 Ukuran ayakan(mm) 50 37.

(022) 2016150 Ext. 266 Bandung Subjek Topik : Pengujian Agregat : Analisa Saringan Agregat Halus dan Kasar No. Uji : 7 Halaman : 7/16 IV. PERALATAN DAN BAHAN 1. Peralatan No Alat Gambar Keterangan dan spesifikasi 1 Saringan ASTM dan BS Alat yang digunakan untuk mengayak benda uji dengan ukuran diameter ayakannya 0.075 mm. Gegerkalong Hilir Ds.LABORATORIUM UJI BAHAN JURUSAN TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGRI BANDUNG Jl. . (022) 2013789. Ciwaruga Kotak Pos 6468 BDCD Tlp. 2 Alat Pembagi (Riffle Sampler) Alat yang terbuat dari logam dan berbentuk persegi panjang ini berfungsi untuk membagi agregat menjadi dua bagian yang sama. Fax.

1 gr.LABORATORIUM UJI BAHAN JURUSAN TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGRI BANDUNG Jl. 4 Kuas Alat untuk membersihkan sisa agregat yang menempel pada cawan ataupun ayakan pada saat pengujian berlangsung. Fax. 5 Cawan Tempat untuk menampung agregat pada saat pengujian . Uji : 7 Halaman : 8/16 3 Timbangan Timbangan ini mampu menahan beban maksimum 30 kg. Ciwaruga Kotak Pos 6468 BDCD Tlp. Gegerkalong Hilir Ds. (022) 2016150 Ext. dengan ketelitian 0. 266 Bandung Subjek Topik : Pengujian Agregat : Analisa Saringan Agregat Halus dan Kasar No. (022) 2013789.

Ciwaruga Kotak Pos 6468 BDCD Tlp. Gegerkalong Hilir Ds. Fax. (022) 2016150 Ext.LABORATORIUM UJI BAHAN JURUSAN TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGRI BANDUNG Jl. Uji : 7 Halaman : 9/16 6 Sendok agregat Alat yang terbuat dari logam untuk mengambil agregat 7 Ember Tempat penyimpanan agregat sementara 8 Lap Alat untuk membantu membersihkan peralatan yang kotor 9 Mesin pengguncang saringan Alat yang digunakan pada saat menyaring agregat halus. 266 Bandung Subjek Topik : Pengujian Agregat : Analisa Saringan Agregat Halus dan Kasar No. . (022) 2013789.

Uji : 7 Halaman : 10/16 10 Oven Alat yang digunakan untuk mengeringkan benda uji.1 Pengujian Agregat Halus 1. Fax. Siapkan semua peralatan dan bahan yang akan digunakan . Gegerkalong Hilir Ds. 266 Bandung Subjek Topik : Pengujian Agregat : Analisa Saringan Agregat Halus dan Kasar No. 2. Agregat harus melalui sampling (Quatering/ Sample Spliter).LABORATORIUM UJI BAHAN JURUSAN TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGRI BANDUNG Jl. (022) 2016150 Ext. (022) 2013789. Ciwaruga Kotak Pos 6468 BDCD Tlp. V. Bahan Agregat halus dan kasar dalam keadaan kering oven yaitu dihasilkan dari pengeringan oven pada suhu 1105 0C selama 4 jam. PROSEDUR PELAKSANAAN VI. produksi Western Germany dengan panas maksimum  250o C.

3 .75 . Fax.lalu ayak agregat tersebut dengan susunan ayakan : untuk ASTM : 4. 1. 2.6 .Benda uji dikeringkan dalam oven pengeringan dengan suhu ( 3.75 mm. (022) 2016150 Ext.15 . 0.36 . 2. (022) 2013789. 0.18 .LABORATORIUM UJI BAHAN JURUSAN TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGRI BANDUNG Jl. 0.075 .18 . 266 Bandung Subjek Topik : Pengujian Agregat : Analisa Saringan Agregat Halus dan Kasar No. 0.6 . Ciwaruga Kotak Pos 6468 BDCD Tlp. 0.36 .dengan menggunakan cara quartering agregat diaduk hingga merata antara kandungan agregat halus dan agregat kasarnya lalu timbang sesuai yang ditentukan 4. 0.75 mm 5. Uji : 7 Halaman : 11/16 2.0.075 untuk BS : 5 .3 . Gegerkalong Hilir Ds.Ayak benda uji dengan menggunakan ayakan 4. Dari benda uji yang loolos ayakan 4. 1.15 . 0.

(022) 2013789. Setelah 15 menit. Hitung dan tentukan persentase tertahan dan lolos kumulatifnya serta fine modulus(FM).ambil susunan ayakan dan timbang berat yang tertahan dimasing masing ayakan 8. Gegerkalong Hilir Ds. Kemudian taruh ayakan yang telah diisi agregat di atas mesin penggetar lalu getarkan selama 15 menit atau di ayak menggunakan tangan.lalu plotkan dalam bentuk kurva gradasi agregat .dimulai dari ayakan teratas dengan koas 9. (022) 2016150 Ext. Bersihkan masing masing ayakan. Ciwaruga Kotak Pos 6468 BDCD Tlp. Fax. Uji : 7 Halaman : 12/16 6.LABORATORIUM UJI BAHAN JURUSAN TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGRI BANDUNG Jl. 7. 266 Bandung Subjek Topik : Pengujian Agregat : Analisa Saringan Agregat Halus dan Kasar No.

% tertahan  Fine Modulus (FM) =  Yc = Yh + Yk Yc = ordinat agregat campuran / gabungan yang masuk batasan gradasi yang baik Yh = ordinat agregat halus Yk = ordinat agregat kasar X = % agregat halus Y = 100 – X = agregat kasar . 5 VII.5 . 25 . Ciwaruga Kotak Pos 6468 BDCD Tlp. Gegerkalong Hilir Ds. 10 . PERHITUNGAN VII. (022) 2013789.75 untuk BS : 50 .LABORATORIUM UJI BAHAN JURUSAN TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGRI BANDUNG Jl.5 .5 . 9. 14 .5 . 4. 37. Uji : 7 Halaman : 13/16 VI. 266 Bandung Subjek Topik : Pengujian Agregat : Analisa Saringan Agregat Halus dan Kasar No. (022) 2016150 Ext.2 Pengujian Agregat Kasar Pengujian agregat kasar sama seperti pengujian agregat halus hanya metode pembagian agragatnya menggunakan metode riffle sampler dan ayak agregat tersebut dengan susunan ayakan : untuk ASTM : 37. 12. 19 . 20 .1 Cara Perhitungan :  % Tertahan =  % Tertahan kumulatif = % tertahan sebelumnya .% tertahan  % Lolos Kumulatif = % lolos kumulatif sebelumnya . Fax.

1 *1.4 * 89.55%  BS  bagian yang tertahan ayakan tidak lolos ayakan 5 mm = 10545 gr > 5mm = 10545/10727.6 * 100% = 98.57% < 5mm = 100% .5 * 82.6 * 100% = 10.04% = 82.30% < 5mm = 100% .57% = 1.49 % < 5mm = 100% .98.6/4199.4/973.6/4773.LABORATORIUM UJI BAHAN JURUSAN TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGRI BANDUNG Jl.10. 266 Bandung Subjek Topik : Pengujian Agregat : Analisa Saringan Agregat Halus dan Kasar No.75mm = 58. Agregat Halus  ASTM  bagian yang tertahan ayakan tidak lolos ayakan 5 mm = 58.7 *100% = 98.70% .51% = 8. Fax.2/496.2 gr % tertahan = 45.2 Data dan Contoh Perhitungan a.2/554. Agregat Kasar  ASTM  bagian yang tertahan ayakan tidak lolos ayakan 5 mm = 4705.96%  bagian yang tertahan ayakan 2.4 gr % tertahan = 97.15%  BS  bagian yang tertahan ayakan tidak lolos ayakan 5 mm = 715.36 mm = 45.8 * 100% = 17.04% < 5mm = 100% .36 mm = 97.70% = 1.3 gr % tertahan = 26.51%  bagian yang tertahan ayakan 2. (022) 2013789. Ciwaruga Kotak Pos 6468 BDCD Tlp.43% = 0. Gegerkalong Hilir Ds. (022) 2016150 Ext.70%  bagian yang tertahan ayakan 20 mm = 185 gr % tertahan = 185/185* 1.17.30% b.98.96% = 8.30% = 1. Uji : 7 Halaman : 14/16 VII.49% = 89.43%  bagian yang tertahan ayakan 19 mm = 26.6 gr > 5mm = 715.2gr > 4.3/68.6 gr > 5mm = 4705.

34 2.04)/100 = 3.76+80.setelah butiran agregat berukuran < 4. Agregat Kasar Dari tabel dan kurva gradasi agregat halus diperoleh :  Agregat Kasar tidak memenuhi ASTM C-33 .42+47.jika butiran agregat berukuran ≥ 5 di nolkan(dihilangkan) dengan fm = 3. Fine Modulus (Modulus Kehalusan)  Fine Modulus untuk agregat halus ASTM FM = (100+92. (022) 2013789. (022) 2016150 Ext.75 di nolkan(dihilangkan) dengan fm = 3.75 nilainya dinolkan VIII.29%  Fine Modulus untuk agregat halus Brish Standard (BS) FM = 334/100 = 3. KESIMPULAN 1.jika butiran agregat berukuran ≥ 4.34%  Fine modulus untuk agregat kasar ASTM FM = (100+100+100+100+100+89.316  Agregat Halus memenuhi gradasi zona BS 882-92 .928 . 266 Bandung Subjek Topik : Pengujian Agregat : Analisa Saringan Agregat Halus dan Kasar No.75 di nolkan(dihilangkan) dengan fm 5.59/100 = 5.91% Catatan : untuk agregat halus yang tidak lolos ayakan 5 atau 4. Uji : 7 Halaman : 15/16 c.LABORATORIUM UJI BAHAN JURUSAN TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGRI BANDUNG Jl. Agregat Halus Dari tabel dan kurva gradasi agregat halus diperoleh :  Agregat Halus memenuhi ASTM C-33 . Ciwaruga Kotak Pos 6468 BDCD Tlp.77+9.14)/100 = 5. Fax.928%  Fine Modulus untuk agregat kasar British Standard (BS) FM = 590. Gegerkalong Hilir Ds.69+3.

Uji : 7 Halaman : 16/16  Meskipun butiran agregat berukuran < 5 di nolkan(dihilangkan) Agregat Kasar tidak memenuhi gradasi zona BS 882-92 fm 5.Subagdja. Ciwaruga Kotak Pos 6468 BDCD Tlp.LABORATORIUM UJI BAHAN JURUSAN TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGRI BANDUNG Jl. Dosen Pembimbing. Veronica Theresia NIM 091121059 Ir.MT.91 3. Gradasi agregat didapatkan dari road note 4. 266 Bandung Subjek Topik : Pengujian Agregat : Analisa Saringan Agregat Halus dan Kasar No. NIP 131 905 820 . (022) 2016150 Ext. agregat halus 45% agregat kasar 55% Penanggung Jawab. Fax. Gegerkalong Hilir Ds. (022) 2013789.A.

.7:.:8/.3/:3  $:-0!03:.9   %453.$.73.8.9.     9 .!48%5     .  #% #&& &#&$%$! ! %#&  007.2.7  4 & .370.4378 .8.3.370.3.49.

3.70.8..91                                                     &:7.9.91  22                 22             %.-0 $:8:3.70.7203:7:979889..8.9..7/ $  &:7.3.3 22               22               %02-:8:2:.3-:97.-0 $:8:3.7203:7:9$% %02-:8:2:.3 .3/.3 22                 .  %.

3/:3  $:-0!03:.73.7:.     9 .9.3.$.4378 .3.370.2.8.  #% #&& &#&$%$! ! %#&  007..370.!48%5     .9   %453.49.8.:8/.7  4 & .

. #110 $.8  $.9 !02-.73.3/.70.2-...3 8.  '  !#%   !07.2.3:39: 203.9/.3 3-071:38 :39:202-. .2/.3 ::7.20907 ..9 . :/03.3 $ .  .2507      22  .-03/.3 $%/.3 -07-039: 507805.3.9203.33..9.3 907-:..3 4 .3 85081.    .3 /:3.3.3/.7 4.3.-.7 0907.9.9./ /:.

!48%5     .:8/.  #% #&& &#&$%$! ! %#&  007.7  4 & .2.$.9   %453.3.7:.49.4378 .3/:3  $:-0!03:.8..9.8.370.73.3.     9 .370.

3 20302505.3 2..3 -07.95.9.3        %2-.25:203.3.33 2.:5:3  .70.3 0909...3  .3./.82:2   /03.3 7   :.25:3 .3 -0-.3 88...9:39: 202-078.8.3  %025.70./.8  .35.9:39: 203.   %2-. .3..9 503:.38:3   .9 503:..8./..9..

4378 .!48%5     .8.  #% #&& &#&$%$! ! %#&  007.9.3.3/:3  $:-0!03:.9   %453.3.2.370.7  4 & .:8/.     9 ..49.8.370.7:.$.73.

:8  ..3 8.9.9/.3 /:3.70.9 802039.    .73 .7.35.9.2:39: 203.7 4..2- .39: 202-078.. 8./.9:39: 202-.9.3 4947  083 503:3.3  507.3 907-:.9.3.70.9 .5    .3  2-07  .70.9203.   $03/4 .9   %025.3          ..73.3.9 50325.70.

370.370.3 ..49.7:.!48%5     .  #% #&& &#&$%$! ! %#&  007.3.:8/.9.73.3/:3  $:-0!03:.4378 .8.8.7  4 & .9   %453.     9 .$.2.

9073.7 /..9: /.82:2I  4     .8 2.9 .253 ":.03 .3  70.2..03  .8./.2 0.:  574/:8  089073 072.:8 /..    ./.3 .3 5.9.3 -03/.035.3 073 4.2   70.:8.8:: I 80.7:820.3/03.3 /:3.8.9.7503073.34..3 /.3:39: 203073.3..

.3-..3.370.3802:.250$5907    '  !# $&#!$ ' !03:.5...9.9.3/:3.3.$.507.:8   $.3/.3   .

370.3.     9 .370.8.7:.:8/.9   %453.3/:3  $:-0!03:.8.73.49.3.7  4 & .  #% #&& &#&$%$! ! %#&  007.$.4378 .2.!48%5     .9..

      03/.3 :39:$%         :39:$       .79073..3808:.....03503073.3 /9039:.9.38:8:3.3.-03/.990780-:9 /03.6:.9/..8.3/03.9.3203:3..:/03.3/..:8/.:.70.3....39..3.73.3.38::      /03.:92-..3/:3.3           .3203:3.70.:.3.70. .207.24.70.7-03/./:3.3 22     .7..34448..7.:/073.9.3 22 .

4378 .:8/.7:.73.3.3/:3  $:-0!03:.9.49.8.  #% #&& &#&$%$! ! %#&  007.370.9   %453..     9 .370.$.2.7  4 & .!48%5     .8.3.

9.9.3/.809079..39079..2039 .70.8.3 /2.390.39.7./.203:3..:/.913.3448:2:.8   9:3/.3              078.3.3   $090.34.7.9/.2-8:8:3..9   .380.3/.8079.392-...8/03..3/./.39039:.130 24/::8  .9.32.2039.832.              02:/./8.3 /2:..83.3907.:09.832.35078039..7 .83.:549.3.7...9..2-039::7.70.39..2.8208350309.3-07.7:..3...

370.9   %453.2.     9 .7  4 & .3/:3  $:-0!03:.!48%5     ..8.49.73.$.370.3.9.8.  #% #&& &#&$%$! ! %#&  007.3.4378 .7:.:8/.

2094/0 502-.2507/.9.  ' !03:.9 90780-:9/03.3..70.8..3.91448:2:.805079503:.!079:3.3.3   :39:$%     :39:$       '  !#%& ' .3  O %079. 9079...203:3.380-0:23.3.3:2:..8.2.47/3.7.9.:8..919079.78.9.70...25:7.    .70.3 O 448:2:..38:8:3.9.370.3 O %079.3.32094/071108.7.9. 9079.93..3.7  !03:.9180-0:23.3..3 O 304/::8    O ..70..

9.3.70.. 47/3.32.70.9.9.37.9.8 .70.7    .7 .3-.:8 47/3.8.9.9.:8   .9.8./.8.70.-:3.8:-.

49.7  4 & .$.2.!48%5     .9.:8/.8.4378 .8.3/:3  $:-0!03:.370.  #% #&& &#&$%$! ! %#&  007.73.3.3.7:.9   %453.     9 ..370.

:8  $% O -.9..39079.  ' .448.39/..34394!079:3.3..3.  70...3 .9../.322 7  22 .

3 22 7 9079....3.3..     22     O -.39079..3 .

.448.....3..322 7 22 .3.39/.       $ O -.39079.

3....3.3 22 7 9079.3 ..39079..     22     O -.

..322  7 22  .3..39/.9.448.       -  70.3.39079.7  $% O -...8..

.3...     22     O -.3..39079.3 ..322 7 9079.

322 7 22 ..39079..39/.3...3...       $ O -.448.

       22       O -.3...3 227 9079.3.3....39079.

      .

8.8.370.9.$.7:.:8/.7  4 & .3/:3  $:-0!03:.4378 ..!48%5     .370.49.     9 .  #% #&& &#&$%$! ! %#&  007.3.73.3.2.9   %453.

:8$%           .3  O 304/::8:39:.9.   .  304/::8 4/::80.70.:8.

9.70.:878$9.3/.   O 304/::8:39:.7/ $  .

   O 3024/::8:39:.9.7$%           .8.70.

3/.9.7798$9.70.8.7/ $   .   O 304/::8:39:.

.9..9.9.9.3.-0/.:820203:$%  .39/.7 9/.312  O 70.-:97.3:7.3 /.:8 20203:7.8.3:39:.9.79.9.312    70.8. 20203: $%   8090.9.3.8.3 /03.70.3./.3 /34.79.9.3 /03.70.312  .:8 .:8/50740 O 70.9.8.9.3.3:7.9 .:  3.3 .70./34.7. -:97.3.:8.7 .3_/34.3_  /34.   ././.70..9 -07::7.$  .:8/50740 O 70.9 -07::7.9-07::7.70.-0/.3 /.843..3.3 /.3.3 /03.70.7.-:97.448.3   ' $!&   70.

3/:3  $:-0!03:.     9 .3..  #% #&& &#&$%$! ! %#&  007.8.3.7:.!48%5     .$.9   %453.370.4378 .9.370.8.73.2.7  4 & .49.:8/.

70.8.3.9-07::7..70.9.5.9.79/.:8 .. %   !    ../.3:3.8.20203:7./3490  .3/.3 70.  O 085:3-:97.$ 12   7.70.774.7           !03./.3.8.%0708.      '0743.9//.3/34.9./.9 .843.70.3 /.        4803!02-2-3    7  $:-.