Anda di halaman 1dari 23

PROPOSAL SKRIPSI

TIMBANGAN DIGITAL BERBASIS SENSOR FLEXIFORCE DENGAN OUTPUT SUARA

Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Teknik

Disusun oleh:
ITA DWI PURNAMASARI NIM. 0710630069-63

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS BRAWIJAYA FAKULTAS TEKNIK MALANG

2011

2

Timbangan digital mempunyai tingkat kepresisian yang lebih baik dan pengoperasian yang lebih efisien dari pada timbangan analog. lebih cepat. sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapi. Dalam pemanfaatannya timbangan digunakan diberbagai bidang. industri sampai dengan perusahaan jasa. Kehadiran teknologi baru diharapkan dapat memberikan kemudahan dalam teknologi yang lain. Para pedagang ini lebih sering menggunakan timbangan manual yang masih tradisional yang dalam penggunaannya belum praktis serta kurang akuarat. membuat manusia selalu berusaha memanfaatkan teknologi yang ada untuk mempermudah kehidupannya. pengukuran massa biasa dilakukan secara manual. Akan II. dari bidang perdagangan. Timbangan adalah sebuah alat bantu yang digunakan untuk mengetahui berat suatu benda. Untuk itu perlu diciptakan suatu pemodelan atau perancangan untuk menggantikan cara lama tersebut. timbangan mekanik hingga timbangan digital. Salah satu contohnya adalah timbangan untuk mengukur beras yg biasanya sering dipakai oleh pedagang-pedagang atau warung-warung kecil yang sering kita jumpai di sekitar kita. Misalnya dalam hal pengukuran massa.I. akhir-akhir ini bidang elektronika mengalami kemajuan yang pesat. Jenis timbangan yang digunakan bermacammacam. Dengan kemajuan tersebut. Hal ini tentu sangat tidak praktis dan kurang akurat. 3 . yaitu dengan timbangan manual. mulai dari timbangan manual. JUDUL Timbangan Digital Berbasis Sensor Flexiforce Dengan Output Suara LATAR BELAKANG Seiring dengan perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan. sehingga proses-proses yang dikerjakan secara manual dan relative lama dapat dilakukan secara otomatis. dan efisien. Perkembangan teknologi dalam bidang elektronika ini tidak terlepas dari tuntutan masyarakat yang terus berkembang.

Berdasarkan permasalahan tersebut. ISD 2590 serta speaker? 4 . Selain itu untuk melihat hasil keluaran dari timbangan analog dan digital ini pengguna masih harus melihat angka yang tertera pada LCD untuk timbangan digital dan angka pada jarum penunjuk untuk timbangan analog. Penelitian ini merupakan pengembangan dari penelitian yang dilakukan oleh saudara Dwi Jokowaloyo (0810632005) yang berjudul ”Perencanaan Dan Pembuatan Alat Penimbang Perhiasan Emas Dilengkapi Dengan Pencetak Sertifikat Perhiasan”. Penelitian saudara Dwi Jokowaloyo tersebut merupakan pembuatan alat untuk menimbang perhiasan emas dengan menggunakan load cell sebagai pengukur berat dari perhiasan serta hasil dari pembuatan alat ini adalah berupa sertifikat perhiasan yang berisi tentang hasil pengukuran perhiasan tersebut. Pengembangan dilakukan dengan mengubah sensor yang dipakai dalam pengukuran benda.tetapi pemanfaatan kedua jenis timbangan ini hanya untuk mengukur besaran berat saja. Selain itu media keluaran dari hasil pengukuran ini dapat dilihat dan di dengar melalui LCD dan speaker. LCD (Liquid Crystal Display). maka dirancang suatu alat yang mampu mengukur berat yang dilengkapi dengan hasil keluaran berupa suara agar kemungkinan kesalahan dalam proses pembacaan data dapat diperkecil serta mempermudah pemakai dalam melihat hasil pengukuran. III. disusun rumusan masalah sebagai berikut: 1) Bagaimana merancang rangkaian pengkondisi sinyal untuk sensor flexiforce? 2) Bagaimana penggunaan sensor flexiforce dalam timbangan digital? 3) Bagaimana merancang sistem antarmuka antara mikrokontroler Atmega8 dengan sensor flexiforce. RUMUSAN MASALAH Berdasarkan permasalahan yang terdapat pada latar belakang. yaitu menggunakan sensor Flexiforce yang mana sensor ini mampu mengukur hingga berat maksimal mencapai 45 kg.

IV. agar pembahasan terfokus pada pokok pembahasan maka masalah yang akan dibahas pada penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Gaya yang dipakai dalam perancangan ini berupa gaya tekan 2) Gaya yang diberikan ke sensor tidak lebih dari 100lbs (45. industri sampai dengan perusahaan jasa. serta pengguna juga dapat mengetahui hasil pengukuran melalui media suara. yaitu untuk deteksi adanya gaya yang ditimbulkan oleh suatu tekanan atau dorongan yang masuk dalam suatu alat. Dalam pemanfaatannya timbangan digunakan diberbagai bidang. sensor menjadi suatu komponen penting tidak hanya di dalam bidang elektronika tetapi juga di bidang lainnya sesuai dengan kebutuhan dan keinginan masyarakat. dari bidang perdagangan. Gaya itu sendiri menyebabkan terjadinya tegangan yang nantinya akan menimbulkan suatu sinyal tertentu. yang mana seiring perkembangan tersebut. Salah satu sensor tersebut adalah sensor gaya. TUJUAN Tujuan penelitian ini adalah merancang dan membuat suatu prototype sistem berupa alat pengukuran gaya yang dapat digunakan untuk pengukuran massa suatu benda. KAJIAN PUSTAKA Timbangan adalah sebuah alat bantu yang digunakan untuk mengetahui berat suatu benda. 5 . timbangan mekanik hingga timbangan digital. dan lebih spesifiknya adalah flexiforce. BATASAN MASALAH Berdasarkan rumusan masalah di atas.45 Kg) 3) Keluaran dari alat berupa suara dan ditampilkan dalam LCD V. sehingga pengukuran dapat dilakukan dengan lebih mudah dan akurat. VI.1 Sensor Flexiforce Berbagai macam sensor saat ini telah banyak berkembang. VI. Jenis timbangan yang digunakan bermacammacam. Prinsip kerja dari sensor ini tentu sesuai dengan namanya. mulai dari timbangan manual.

Semakin besar beban yang diterima sensor flexiforce maka nilai hambatan output-nya akan semakin menurun. Grafik resistansi & konduktansi terhadap gaya 6 . Sensor Flexiforce Sensor ini memiliki linierity atau error sebesar < 3% .2.Sensor flexiforce sebagai sensor gaya sebagaimana telah disebutkan di atas berbentuk printed circuit yang sangat tipis dan fleksibel. 25lb (11.45 Kg). resistansi sensor ini sebesar kurang lebih 5M Ω. Gambar 6.2. Range untuk beban maksimum sensor flexiforce ini bermacam macam. Jika hubungan beban/gaya dan resistansi tersebut dihubungkan dalam suatu grafik maka akan didapatkan suatu fungsi linearitas konduktansi-gaya seperti yang tertera dalam Gambar 6. Pada keadaan tanpa beban. Sensor flexiforce sangat mudah diimplementasikan untuk mengukur gaya tekan antara 2 permukaan dalam berbagai aplikasi.45 Kg). yaitu 1lb (0. sedangkan pada perancangan ini dipakai sensor flexiforce dengan range beban 100lb seperti yang ditunjukkan dalam Gambar 6.1.36 Kg) serta 100lb (45.1.36Kg. Nilai resistansi keluaran flexiforce A201 berbanding terbalik dengan gaya yang diterima olehnya. Sensor flexiforce bersifat resistif dan nilai konduktansinya berbanding lurus dengan gaya/beban yang diterimanya. resistansi sensor akan turun hingga kurang lebih 20K Ω. jadi error dari sensor ini adalah 3% dari 100lb yaitu 3lb yg setara dengan 1. Ketika diberi beban maksimum. Gambar 6.

1 − 0.Jika diketahui range perubahan resistansi akibat perubahan gaya yang mengenai sensor. resistansi yang dikeluarkan adalah ±5MΩ.4. +b 5MΩ 20k Ω Dengan melakukan Eliminasi terhadap dua persamaan diatas akan didapatkan nilai a = -0. Kesebandingan gaya dengan 1/R tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengkonversi nilai konduktansi ke tegangan. Dengan memanfaatkan rangkaian penguat inverting dimana sensor flexiforce A201 (F~1/R) ditempatkan sebagai resistor variabel yang seri 7 .02.10 -3 dan b = 100. Dari data grafik konduktansi sebagai fungsi gaya diatas dapat diamati bahwa nilai konduktansi sebanding dengan nilai gaya yang diterima oleh flexiforce A201 (F~1/R). Dari rumusan tersebut dapat diperoleh fungsi alih (gaya-resistansi). maka dapat disusun fungsi alih yang akan menentukan bagian dari rangkaian pengkondisi sinyal.10 6 . Konversi Resistansi -Tegangan Sebagai acuan dari perancangan perlu diperhatikan bahwa saat flexiforce A201 berada dalam kondisi tanpa gaya. Saat gaya = 0 lbs → R s = 5MΩ dan Saat gaya = 100 lbs → R s = 20k Ω Misalkan fungsi alih lb = a. Rs Sehingga fungsi alih lb = 2. 100 = a. 0 = a.4. dan saat keadaan gaya penuh maka resistansi yang dikeluarkan ±20kΩ. 1 +b Rs 1 1 + b .

Rf .025(lb + 0.10 .4) dapat ditentukan parameter kerja alat. Saat F = 0 lbs → Vout = 0. 1 − 0.025(lb + 0.2. Berdasarkan fungsi Vout = 0.10mV + B 5V = A.51V Rangkaian pengkondisi sinyal akan mengubah tegangan output 10mV-2.51V menjadi tegangan dengan level 0-5V. maka Vout = 10mV Saat F = 100 lbs → Vout = 0. Untuk keperluan tersebut dapat dipergunakan rangkaian penguat instrumentasi.025(lb + 0. Rs Dari keuda persamaan diatas dapat disusun suatu fungsi tegangan output terhadap gaya.4) .4 Rs dan Persamaan II→ Vout = 50000 volt .025(lb + 0. Jika sebelumnya Rs telah ditetapkan bahwa nilai VT = −5V dan nilai R f = 10k Ω maka akan didapatkan fungsi tegangan output terhadap resistansi flexiforce A201 sebesar Vout = 50000 volt .dengan input akan didapatkan bahwa Vout = −VT .4) . maka Vout = 2. 6 Persamaan I→ lb = 2. dari persamman tersebut rangkaian pengkondisi sinyal dapat ditulis: Vout = 50000 50000 volt → Vout = (lb + 0.51V + B Persamaan1 Persamaan2 8 .51mV → diinginkan tegangan keluaran RPS sebesar 5V M isal fungsi alih tegan gan VRPS = A.4) Range kerja flexiforce A201 berada pada nilai (0-100lbs).V in + B maka : 0V = A.4) Rs 2000000 Vout = 0. Saat Vout = 10mV → diinginkan tegangan keluaran RPS sebesar 0V Saat Vout = 2. Akibatnya keluaran dari rangkaian penguat Rs inverting ini akan berupa tegangan output yang linear terhadap gaya yang diterima.

01) .3kΩ.Dengan melakukan eliminasi dari kedua persamaan diatas maka akan didapatkan koefisien A=2 dan B=-0. V2 akan bertindak sebagai masukan dari penguat inverting sedangkan V1 akan bertindak sebagai referensi yang nilainya ditetapkan pada 10mV.V in .02 atau dapat dituliskan VRPS = 2(V in .0.0.02.3V yang dibagi tegangan melalui resistor dengan nilai 10Ω dan 3. nilai R1=1 kΩ dan nilai RG=2 kΩ. Maka fungsi alih tegangan keluaran penguat inverting ke tegangan keluaran “Rangkaian Pengkondisi Sinyal” akan senilai dengan VRPS = 2.1k Ω  1kΩ   Vout = 1 +  (V − V1 ) 2kΩ  1kΩ  2  Vout = 2 (V2 −10mV) → V1 = 10mV Tegangan sebesar 10mV dihasilkan dari zener 3. 9 . V1 + - R1 R2 R3 RG Vout R2 - R1 + + V2 R3  2 R  R  Vout = 1 + 1  3 (V2 − V1 )  RG  R2     Dengan memberikan nilai R3 = R2 = 1kΩ. 2.

Port B2 (OC1B (Timer/counter 1 output compare B match output)) & (SS (SPI slave select input)). Port B3 (OC2 (timer/counter 2 compare match output) & (MOSI (SPI bus master output/slave input)). 23 pin I/O yang mana tiap pin tersebut dapat diprogram secara paralel dan tersendiri.2 Mikrokontroller Atmel AVR ATMega8 Mikrokontroler ATMega8 secara garis besar tidak memiliki perbedaan yang jauh dengan mikrokontroler ATMega162. Mikrokontroler ATMega8 mempunyai 28 pin. 512 byte SRAM.mempunyai 8 bit 10 channel ADC. Dibandingkan ATMega162.VI. Gambar 6. Fungsi khusus Port B diantaranya adalah : Port B0 (ICP (Timer/counter input capture pin)). Mikrokontroller Atmel AVR ATMega8 Fungsi kaki-kaki ATMega8 adalah : • Port B (Pin B0.. merupakan saluran masukkan/keluaran dua arah dan juga mempunyai fungsi khusus. mempunyai watchdog timer. mempunyai dua buah timer/counter 8 bit dan satu buah timer/counter 16 bit. Port B1 (OC1A (Timer/counter 1 output compare A match output)).3. Masing-masing kaki dalam mikrokontroler ATMega8 mempunyai fungsi tersendiri. mikrokontroler ATMega8 memiliki kapasitas yang lebih kecil yaitu 8 kbyte Flash PEROM (Flash Programmable and Erasable Read Only Memory).3.7). Port B4 (MISO (SPI bus 10 . susunan masing-masing pin ditunjukkan dalam Gambar 6.

merupakan ground dari ADC. merupakan pin analog referensi untuk masukan Pin 22 GND. Fungsi khusus lain dari Port C diantaranya adalah : Port C5 (SCL (Two-Wire serial bus clock line)). Fungsi khusus dari Port D diantaranya adalah : Port D0 (RXD (USART input pin)).6). merupakan ground dari seluruh rangkaian.. Port B6 (XTAL1). Pin 20 AVCC. Pin 21 AREF. Port D3 (INT1 (Eksternal interupt 1 input)). • • 11 . Port B5 (SCK (SPI bus serial clock)). merupakan saluran masukkan/keluaran dua arah dan juga mempunyai fungsi khusus. • • Pin 7 VCC.. Port C4 (SDA (Two-Wire serial bus data input/output line)). merupakan saluran masukan untuk catu daya positif Pin 8 GND. Port B7 (XTAL2). merupakan saluran masukkan/keluaran dua arah dan juga mempunyai fungsi khusus.master input/slave output)). Port D7 (AIN1 (Analog comparator negative input). merupakan catu daya untuk perangkat ADC. • ADC. • Port D (Pin D0. (SS (SPI slave select input)) . Port C6 (RESET pin). Port D6 (AIN0 (Analog comparator negative input). Port D2 (INT0 (Eksternal interupt 0 input)). Fungsi khusus Port C adalah sebagai ADC (input ADC channel 0. Port D4 (XCK (USART eksternal clock input/output)). Port D1 (TXD (USART output pin)). • Port C (Pin C0. Port D5 (T1 (timer/counter eksternal counter input)). sebesar 5 volt DC.7).5)..

Tabel 2. LCD Dalam pengoperasian LCD ada tiga buah line kontrol yaitu line EN. Gambar 6. Pin Vdd terhubung dengan positif supply (5V DC) dan Vss dengan 0V supply atau ground. dan line RW. Jika LCD dioperasikan sebagai mode 4 bit. maka diperlukan 7 buah line (3 line kontrol dan 4 line data bus).VI. angka. Berikut adalah bentuk fisik LCD 16 x 2 yang ditunjukkan dalam Gambar 6.3 LCD ( Liquid Crystal Display ) LCD ( Liquid Crystal Display ) adalah sebuah alat yang berfungsi untuk menampilkan huruf.atau simbol-simbol tertentu. Tipe LCD yang sering digunakan adalah LCD 16 x 2 (16 kolom 2 baris) dan LCD 20 x 2 (20 kolom 2 baris). 12 . Untuk pin – pin LCD ditunjukkan dalam Tabel 2. Pin-pin LCD no. pin 1 2 3 4 5 6 7-14 nama Vss Vdd Vee Rs R/W EN D0-D7 fungsi ground positif suppay contrast register select read/write enable data bus Pin 1 dan pin 2 merupakan line power suppay.5. Sedangkan jika dioperasikan sebagai 8 mode bit diperlukan 11 buah line (3 line kontrol dan 8 line data bus).5. line RS.

Read status informasi busy flag menggunakan DB7 sebagai indikator. Agar LCD dapat menampilkan karakter yang diberikan oleh mikrokontroller. Dalam perancangan telah ditetapkan bahwa kaki mikrokontroller dari port D0 sampai port D7. positioning cursor.6. data yang terdapat pada data bus diperlakukan sebagai instruksi khusus seperti: clear sceen.Pin 3 (Vee) adalah pin kontrol yang digunakan untuk mengatur ketajaman karakter yang tampil di LCD. maka beberapa kaki dari LCD harus dihubungkan ke pinpin mikrokontroller. dll.6. Line kontrol ini digunakan untuk memberi informasi pada LCD bahwa sedang mengirimkannya suatu data dengan melakukan transisi dari 1 – 0. Saat RS berlogika high. data yang ada pada data bus diperlakukan sebagai karakter/ teks yang kemudian ditampilkan ke LCD. Pin 5 adalah R/W (read write). sedangkan saat R/W high digunakan untuk membaca data karakter atauststus informasi pada register LCD. Interface LCD ke rangkaian mikrokontroler ditunjukkan dalam Gambar 6. Pin terhubung dengan resistor variabel. 13 . Jika DB 7 high. Saat RS berlogika low. Rangkaian Interface LCD. Pin 6 adalah line EN (Enable). data (instruksi/karakter) ditulis ke LCD. Gambar 6. maka operasi internal sedanga berlangsung sehingga belum boleh mengirim instruksi/ karakter selanjutnya sampai saat DB7 low. Pin 4 adalah line Rs (register select). Saat R/W low.

penentuan kualitas suara terbaik tergantung dari speaker. VI.7. dikodekan ke dalam alat penyimpanan yang berkualitas tinggi. Sistem pada speaker adalah suatu komponen yang membawa sinyal elektronik.4 Speaker Speaker adalah transduser yang mengubah sinyal elektrik ke frekuensi audio (suara) dengan cara menggetarkan komponennya yang berbentuk selaput. tetap saja hasilnya suaranya akan jelek bila dikaitkan dengan speaker yang kualitasnya rendah. Speaker Dalam setiap sistem penghasil suara. Rekaman yang terbaik.5 Information Storage Device (ISD)2590 ISD2590 merupakan seri chip perekam yang menyediakan kualitas tinggi. Gambar 6.VI. Speaker menghasilkan getaran yang hampir sama dengan yang dihasilkan oleh mikrofon yang direkam dan dikodekan pada media penyampanan. lalu mengembalikannya lagi ke dalam bentuk suara aktual yang dapat kita dengar Pada dasarnya. dan dimainkan dengan deck dan pengeras suara kelas atas. Speaker membawa sinyal elektrik dan mengubahnya kembali menjadi getaran untuk membuat gelombang suara. Chip tuggal record/play untuk 90 detk. preamplifier micropon. Perangkat CMOS ini dilengkapi internal oscillator .7. speaker merupakan mesin penterjemah akhir. Salah satu contoh speaker ditunjukkan dalam Gambar 6. kebalikan dari mikrofon. di dalam media penyimpanan yang dalam hal ini adalah ISD 2590. kontrol penguat 14 .

Gambar 6. Jika menggunakan input lain selain mikropon maka pada pin ANA IN 15 . Jika tidak digunakan maka pin ini dibiarkan tidak terhubung.8. penguat speaker dan penyimpan multilevel dengan kapasitas yang besar.8. ISD2590 Penjelasan pin ISD2590: • Microphone input (MIC) Sinyal dari mikropon diteruskanke preamplifier dimana sinyal tersebut dikontrol oleh Automatic Gain Control (AGC) dalam batas -15 s/d 24 dB. Batas frekuensi yang diijinkan adalah frekuensi rendah cut-off • Microphone reference input (MIC REF) Dihubungkan seri dengan kapasitor da digroundkan. • Analog output (ANA OUT) Pin ini menyediakan preamplifier output untuk digunakan oleh pengguna. filter yang jernih. Penguat tegangan ditentukan oleh level tegangan padaAGC • Analog input (ANA IN) Sinyal pada pin ini diteruskan pada chip internal untuk proses perekaman.otomatis. Untuk rangkaian ISD2590 ditunjukkan dalam Gambar 6.

Dan jika menggunakan micropone input(MIC) maka ANA IN harus dihubungkan seri melalui kapasitor terhadap ANA OUT. • Address Inpur /Mode Input(A0-A9) Address input/Mode input memiliki dua fungsi tergantung level pada dua Most Significant Bits (MSB) address yaitu A8 dan A9. Hanya dapat dikontrol oleh CE dalam kondisi sinyal turun (falling edge). • Chip Enable Input (CE) Pin CE diset rendah (0) untuk memperbolehkan seluruh operasi rekam/play. Input pengalamatan dan input rekam/play. PD harus diset tinggi (1). • Playback/ Record Input(P/R) P/R dikontrol oleh sinyal turun (falling edge) oleh pin CE. • Automatic Gain Control Input (AGC) AGC secara te rus menerus mengatur penguatan pada preamplifier untuk mengimbangi lebar batas level mikropone input. Jika pada pemakainanya 16 .dipasang kopling kapasitor. Jika P/R diset pada level tinggi maka saat itu adalah mode play sedangkan jika P/R diset pada level rendah maka pada saat itu adalah mode rekam/record. • External Clock Input (XCLK) Perangkat ISD2590 dikonfigurasikan pada titik frekuensi clock dengan internal sampling hingga 1% dari spesifikasi. Jika kedua MSB dalam kondisi tinggi maka Address input / Mode input tersebut difungsikan sebagai mode bit. Jika salah satu atau kedua MSB dalam kondisi rendah maka Address input / Mode input tersebut difungsikan sebagai address/ alamat.ACG mengijinkan hingga batas maksimal suara untuk direkam dengan perubahan yang minimum • Speaker Output (SP+ / SP-) Semua perangkat pada ISD 2590 memiliki driver internal differential speaker dengan kemampuan 50 miliwatt dengan hambatan 16Ω • Power Down (PD) Pada saat tidak dilakukan proses perekaman dan play.

VCCD) Untuk meminimalkan derau. VSSD) Perangkat ISD2590 menyediakan perangkat secara terpisah antara anlog dan digital ground. rangkaian analog dan digital pada ISD2590 harus memisahkan sumber tegangannya dan jika perlu ditambahkan kopel • Ground Input (VSSA. 17 . Output OVF akan mengikuti input CE hingga pulsa PD melakukan reset pada perangkat. atau jika pada perangkat ini mengalami overflow. Pin ini dapat juga dihubungkan bersama dan dihubungkan pada power supply ground. • Voltage Input (VCCA. • End Of Message / RUN Output (EOM) Dalam proses perekaman secara otomatis non volatile storage pada perangkat ISD 2590 akan menandakan akhir dari tiap pesan/message. Ini sebagai tanda saat pesan telah selesai maka pulsa output EOM dalam waktu TEOM yaitu 18.75 msec/ISD2590 pada akhir tiap pesan • Overflow Output (OVF) Sinyal pulsa ini akan rendah pada saat akhir dari kapasitas memory. • Auxilary Input(AUX IN) Auxiliary input dimultiplekskan keluar melalui pin amplifier output dan speaker ouput ketika CE diset tinggi dan play telah selesay dilakukan.XCLK tidak digunakan maka input pin ini harus dihubungkan dengan ground. Pin ini digunakan jika terdapat input tambahan dari perangkat lain. yang mengidentifikasikan bahwa memory telah penuh terisi dan pesan mengalami overflow atau kelebihan.

VII.VII. teori-teori dasar Mikrokontroler ATmega8 beserta pemrogramannya. Teori yang diperlukan antara lain cara kerja dari sensor Flexiforce. serta Speaker dan instruksi-instruksi beserta fitur-fitur yang dimiliki oleh masing-masing komponen agar dapat diterapkan pada sistem parkir pasca bayar ini. Langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk merealisasikan alat yang akan dirancang adalah sebagai berikut: VII.1 Penentuan Spesifikasi Alat Spesifikasi alat secara global ditetapkan terlebih dahulu sebagai acuan dalam perancangan selanjutnya. 18 .2 Studi Literatur Studi literatur dilakukan untuk mempelajari teori penunjang sistem yang dibutuhkan dalam perencanaan dan pembuatan alat. LCD. METODE PENELITIAN Penyusunan penelitian ini didasarkan pada masalah yang bersifat aplikatif.3 Perancangan dan Perealisasian Alat Perancangan dan pembuatan alat dalam penelitian ini dibagi menjadi dua bagian. yaitu perancangan perangkat keras dan realisasi tiap blok serta perancangan dan penyusunan perangkat lunak. yaitu perencanaan dan perealisasian alat agar dapat bekerja sesuai dengan yang direncanakan dengan mengacu pada rumusan masalah. Spesifikasi alat yang direncanakan adalah sebagai berikut: 1) Mampu mengukur beban atau massa dengan berat maksimal adalah 45 Kg 2) Media penampil data hasil pengukuran adalah melalui LCD dan Speaker VII.

1. 3) Mikrokontoller yang berupa ATMega8 ini digunakan untuk mengolah dan memprogram data. Diagram Blok Sistem 1) Sensor Flexiforce ini digunakan untuk mengukur gaya atau baban yang akna di ukur massanya. VII. Keluaran sensor Flexiforce ini berupa tegangan yang nantinya akan menjadi masukan untuk RPS.3.2 Perancangan dan Penyusunan Perangkat Lunak Setelah diketahui seperti apa perangkat keras yang dirancang.3. maka dibutuhkan perangkat lunak untuk mengendalikan dan mengatur kerja alat pencatat data hasil produksi gula. selain itu mikrokontroller ini juga digunakan untuk mengubah keluaran RPS yang berupa data analog menjadi data digital.1.1 Perancangan Perangkat Keras Agar Perancangan alat ini bisa sistematis maka dilaksanakan berdasarkan pada diagram blok dalam Gambar 7. Desain dan parameter yang telah dirancang kemudian diterapkan dalam mikrokontroler ATMega8 menggunakan bahasa C dan compiler CodeVision AVR. 19 .VII. 4) ISD 2590 digunakan untuk menyimpan suara yang dihubungkan dengan mikrokontroller dan dikeluarkan melalui speaker. Sensor flexiforc e mikrokontrol ler ISD 259 0 Speak er RPS LC D Gambar 7. 5) Speaker dan LCD digunakan sebagai media output. 2) RPS berfungsi untuk menguatkan tegangan keluaran dari sensor Flexiforce serta melinierkan tegangan keluaran dari sensor tersebut.

20 . Pengujian keseluruhan sistem dilakukan dengan menyambungkan blok perangkat keras dan mengoperasikan sistem kemudian dapat diketahui apakah alat ini bekerja sesuai dengan spesifikasi yang diharapkan. Pengujian Perangkat Keras Pengujian alat dilakukan pada masing-masing bagian sesuai blok diagram yang ditunjukkan dalam Gambar 7. VII. Pengujian Perangkat Lunak Pengujian perangkat lunak untuk menguji apakah perangkat lunak bisa berfungsi sebagai perangkat keras sesuai dengan baik. kemudian dilakukan pengujian bersama perangkat keras untuk mengetahui respon yang dihasilkan. Jika hasil yang diperoleh telah sesuai dengan spesifikasi yang direncanakan maka alat tersebut telah memenuhi harapan dan memerlukan pengembangan untuk penyempurnaannya. pengujian dilakukan dengan cara mensimulasikan perangkat lunak pada programmer terlebih dahulu. Setelah perangkat keras telah beroperasi seperti yang diharapkan.1.2.1 untuk meneliti apakah memenuhi spesifikasi yang telah ditentukan yang meliputi pengujian : • Sensor Flexiforce • Rangkaian Pengkondisi Sinyal • Mikrokontroler ATmega8 • LCD • ISD 2590 • Speaker 7.4.3.4.5 Pengambilan Kesimpulan Pengambilan kesimpulan dilakukan setelah didapatkan hasil dari pengujian. Untuk pengujian perangkat lunaknya. Pengujian Alat Secara Keseluruhan Pengujian alat secara keseluruhan untuk menguji apakah alat bisa berfungsi dengan baik sesuai dengan rumusan masalah yang ditentukan.4.4 Pengujian Alat 7.VII. perangkat lunak yang telah dibuat diujikan bersama perangkat kerasnya. 7.

perencanaan diagram blok. JADWAL KEGIATAN Pelaksanaan kegiatan ini direncanakan dalam waktu lima bulan dengan kegiatan setiap bulannya ditunjukkan dalam Tabel 2. SISTEMATIKA PENULISAN Sistematika penulisan dalam skripsi ini sebagai berikut: BAB I Pendahuluan Memuat latar belakang. 21 . BAB V Pengujian Alat Memuat hasil pengujian terhadap sistem yang telah direalisasikan. Tabel Rencana Kegiatan No. dan sistematika pembahasan.VIII. BAB II Tinjauan Pustaka Membahas teori-teori yang mendukung dalam perencanaan dan pembuatan sistem. Tabel 2. BAB IV Perencanaan dan Pembuatan Sistem Perancangan dan perealisasian sistem yang meliputi spesifikasi. batasan masalah. prinsip kerja dan realisasi sistem. 1 2 3 4 5 Kegiatan Seminar Proposal Studi Literatur Pembuatan Alat Pengujian Alat Penyusunan Laporan Bulan ke I II III IV V IX. tujuan. BAB VI Kesimpulan dan Saran Memuat kesimpulan dan saran-saran untuk pengembangan lebih lanjut dari sistem yang telah dirancang. BAB III Metodologi Penelitian Berisi tentang metode penelitian dan perencanaan sistem serta pengujian. rumusan masalah.

& Frederick F. Dwi. Penguat Operasional Dan Rangkaian Terpadu Linier. “Datasheet LM124/LM224/LM324/LM2902 Low Power Qud Operational Amplifiers”. Moch Sholihul. 2003. Jakarta: Erlangga Hadi. Malang : Jurusan Teknik Elektro Universitas Brawijaya Mismail.2010. Widodo. http://ilmukomputer. http://katiebauer. Trans). Perencanaan Dan Pembuatan Alat Penimbang Perhiasan Emas Dilengkapi Dengan Pencetak Sertifikat Perhiasan. 2000. Jokowaluyo. Driscoll. Edisi Ketiga. terjemahan Irwan Wijaya. F. Malvino. Prinsip-Prinsip dan Penerapan Digital.National Semiconductor. 2008.org/wp-content/uploads/2008/08/sholihulatmega16. 1994.pdf. National Semiconductor Corp. Sigit. Edisi Kedua. Jakarta. 1999. (Herman Widodo Soemitro. R. Instrumentasi Elektronika dan Pengukuran.DAFTAR PUSTAKA Anonymous. San Jose: Atmel Corporation. Firmansyah. Dasar-dasar Rangkaian Logika Digital. Diakses tanggal 26 Februari 2011. Coughlin. Mengenal Mikrokontroler AVR ATMega8. Elektronika Digital dan Mikroprosesor. Budiono. diterjemahkan oleh Sahat Pakpahan. Jakarta: Erlangga 22 . Cooper. Budiharto. ”ISD2590”. Bandung: Penerbit ITB. 1998. 2005. Erlangga. Albert Paul. 8-bit AVR Microcontroller with 8K Bytes In-system Programmable Flash. William D.com/itp/isd/ (diakses tanggal 10 Maret 2011) Atmel. Andi Offset : Yogyakarta. 1985.

National Semiconductor Corp.Nalwan. Hardware dan Aplikasi. 2000. Paulus Andi. Teknik Antarmuka dan Pemrograman Mikrokontroler AT89S51. 23 . Jakarta: Elex Media Komputindo. Belajar Sendiri Mikrokontroler AVR Seri ATMega 8 Simulasi. 2006. Wardhana. Yogyakarta. 2003. “Datasheet LM124/LM224/LM324/LM2902 Low Power Qud Operational Amplifiers”. National Semiconductor.L.