Anda di halaman 1dari 17

BAB II STRUKTUR ASAM NUKLEAT

A. DNA SEBAGAI BAHAN GENETIK Studi mengenai asam nukleat pertama kali dilakukan oleh Friedrich Miescher dari Jerman yang mengisolasi inti dari sel darah putih pada tahun 1869. Miescher menemukan bahwa di dalam inti sel tersebut terdapat senyawa yang mengandung fosfat yang disebut nuklein. Selanjutnya pada akhir abad ke-19 telah berhasil dilakukan pemisahan antara DNA (deoxyribonukleat acid) dan RNA (ribonucleic acid) dari protein-protein yang terdapat dalam molekul asam nukleat dalam sel. Pada awal 1930-an, P. Levene, W. Jacobs, dan kawan-kawan menunjukkan bahwa RNA tersusun atas satu gugus gula ribose dan empat basa yang mengandung nitrogen, sementara DNA tersusun atas gugus gula yang berbeda yaitu deoksiribosa. Bagian pertama dari cerita DNA sebagai bahan genetic terjadi pada tahun 1928 di laboratorium yang penelitiannya tidak tertarik dengan masalah hereditas, tetapi tertarik pada masalah vaksin. Frederick Griffith mencoba untuk mengerti perbedaan antara galur-galur Streptococcus pneumonia yang mampu menyebabkann radng paru-paru (disebut sebagai galur virulen) dan galur yang tidak menyebabkan sakit (galur virulen). Galur yang virulen membentuk kapsul yang terbuat dari poliskarida sehingga memberikan penampilan halus (smooth) pada permukaan koloninya. Galur avirulen tidk membentuk kapsul, sehingga koloninya Nampak kasar (rough). Griffith berharap bahwa baik galur virulen yang dipanaskan (sel-selnya mati) atau galur avirulen hidup dpat digunakan sebagi vaksin. Dia mencampur sel-sel virulen yang mati dengan sel-sel avirulen hidup dengan harapan akan diperoleh vaksin yang lebih baik. Campuran tersebut kemudian diinjeksikan pada mencit. Hasilnya mengherankan: ternyata semua mencit yang diberi perlakuan itu menjadi virulen dan mati. Yang menjadi pertanyaan adalah apakah bakteri yang sudah mati, bias hidup lagi menjadi virulen?Atau bagaiamanakah galur avirulen menjadi virulen setelah dicampur dengan bangkai bakteri yang virulen? BIOTEKNOLOGI Page 13

dan Mackyn McCarty pad tahun 1944. Hasil eksperimen membuktikan bahwa senyawa yang menyebabkan proses transformasi bukanlah RNA. pneumonie. Collin MacLeod. Griffith menyebut substansi tersebut sebagai factor transformasi. Mereka melakukan ekstraksi terhadp sel virulen dan kemudian menghilangkan proteinnya.pneumoniae ditunjukkan oleh eksperimen yang dilakukan oleh Oswald Avery. Gambar 5. Sebaliknya. ketika ekstrak sel tersebut diperlakukan dengan enzim deoksiribonuklease yang menghancurkan DNA. Fenomena ini menyiratkan adanya substansi yang dipindahkan dari sel-sel mati ke bakteri avirulen hidup sehingga bakteri nonn virulen menjadi virulen. Mereka melakukan eksperimen serupa dengan yang dilakukan oleh Griffith.Griffith mengisolasi bakteri virulen yang diperoleh dari tubuh mencit yang mati tersebut ternyata semuanya membentuk kapsul. Hasil ekstraksi tersebut kemudian diperlakukan dengan bermacam-macam enzim yang mendegradasi protein (tripsin dan khimotripsin) maupun enzim yang menghancurkan RNA (RNAase). ternyata kemampuan untuk menyababkan proses BIOTEKNOLOGI Page 14 . Eksperimen Transformasi oleh Griffith Bukti bahwa DNA merupakan bahan yang menyebabkan terjadinya proses transormasi pada S. namun mereka melakukan pengujian lebih lanjut terhadap senyawa yang menyebabkan transformasi S.

sedangkan DNA berlabel ada di dalam sel. sedangkan antara G-C berupa tiga ikatan hydrogen sehingga ikatan G-C lebih kuat (Gambar…. Selubung partikel bakterifag yang sudah menginjeksikan DNA-nya ke dalam sel kemudian diambil dan dianalisis. Hasil ini memberikan indikasi bahwa senyawa yang menyebabkan transformasi adalah molekul DNA. Double helix DNA tersusun oleh dua rantai polinukleotida yang terpilin. Hershey dan Chase melakukan pelabelan terhadap protein atau DNA. Kedua rantai mempunyai orientasi yang 3’.. STRUKTUR DNA Struktur molekul DNA pertama kali diungkapkan oleh James Watson dan Francis Crick pada tahun 1953 berdasarkan atas foto difraksi sinar X yang dibuat oleh Rosalind Franklin dan Maurice Wilkins. Watson dan Crick membuat model struktur DNA yang disebut double helix (untai ganda). Spesifitas pasangan basa semacam ini disebut sebagai komlementaritas. Ikatan A-T berupa dua ikatan hydrogen. pada bagian eksperimen yang lain. dan antara guanine (G) dengan cytosine (C). Bukti lain yang memperkuat asumsi bahwa senyawa yang menyebabkan proses transformasi adalah DNA ditunjukkan oleh eksperimen yang dilakukann oleh A. Dalam eksperimen tersebut digunakan bakteriofag T2 yang diketahui hanya terdiri atas protein dan DNA. berlawanan (antiparalel). Berdasar atas data kimia dan fisik.transformasi menjadi hilang. Hershey dan Chase melakukan pelabelan terhadap protein bakteriofag T2 dengan 35 S. Untuk membuktikan apakah senyawa yang bertanggung jawab terhadap perubahan sifat suatu sel berupa protein atau DNA. rantai yang satu mempunyai orientasi 5’ sedangkan rantai yang lain berorientasi 3’ 5’. Proporsi basa A dan T serta G BIOTEKNOLOGI Page 15 .D Hershey dan Martha Chase pada tahun 1952.). B. Kedua rantai tersebut berikatan dengan adan adya ikatanhidrogen antara basa adenine (A) dengan thymine (T). Hal ini memberikan gambaran yang jelas bahwa senyawa yang masuk ke dalam sel adalah molekul DNA. Selain itu. mereka juga 32 melabel DNA bakterifag dengan P. Bakteriofag yang telah dilabel tersebut kemudian digunakan untuk meninfeksi bakteri Escherichia coli. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar protein berlabel tetap ada di luar sel.

4 A satu sama lain dan berotasi sebesar 36A. Basa-basa purin dan pirimidin yang berpasangan terletak pada bidang datar yang sama dan tegak lurus terhadap aksis untaian DNA. Pasangan-pasangan basa yang berurutan berjarak 3. Ikatan Hidrogen antar nukleotida Kerangka gula deoksiribosa dan fosfat yang menyusun DNA terletak di bagian luar molekul. sedangkan basa purin dan pirimidin terletak di sebelah dalam untaian (helix) (Gambar 6). Diameter untaian bersifat konstan karena basa purin akan selalu berpasangan dengan basa pirimidin. Erwin Chargaff pada tahun 1950 mempublikasikan hasil penelitiannya mengenai komposisi basa DNA pada berbagai jasad hidup. atau dengan kata lain ada 10 pasangan basa setiap putaran untaian. Perlu diingat bahwa pada masingmasing rantai DNA ada ujung 5’-fosfat (5’-P) dan ujung 3’-OH. Hal ini dikenal sebagai hokum Chargaff. Gambar 6. Struktur untaian berulang setiap 10 basa. Diameter untaian DNA adalah 20 Angstrom. Oleh karena kedua rantai DNA tersusun secara antiparalel maka ada konvensi dalam penulisan orientasi DNA.dan C selalu sama sehingga komposisi DNA dapat dinyatakan dengan kandungan G + C yang berkisar 26% sampai 74%. Molekul DNA BIOTEKNOLOGI Page 16 .

Kita dengan mudah dapat membayangkan bahwa satu utas DNA dapat digunakan sebagai template (cetakan) untuk membentuk utas DNA yang baru. Jika suatu sel siap untuk melakukan replikasi bahan genetiknya.yang tersusun oleh dua rantai (double stranded) polinukleotida biasanya hanya ditulis salah satu rantainya.ATGCAAT CCGG-3’-OH. maka kedua utas itu dibuka BIOTEKNOLOGI Page 17 . Struktur Double Helix DNA Hasil studi pada berbagai jasad hidup menunjukkan bahwa komposisi basa DNA yang dinyatakan sebagai kandungan G + C sangat bervariasi. sedangkan ujung sebelah kanan (G) adalah ujung 3’-OH. C. tetapi rasio ([G] + [C])/([A] + [T]) tidak sama antara jasad satu dengan jasad yang lain bervariasi. Gambar 7. misal ATGCAAT CCGG. Semakin tinggi nilai G + C maka semakin sukar molekul untai ganda DNA tersebut dipisahkan. Diketahui bahwa [A] = [T] dan [G] = [C]. REPLIKASI DNA Mekanisme pewarisan sifat pada taraf molekuler dapat dijelaskan dengan lebih rinci setelah ditemukannya struktur DNA. Oleh karena itu jasad-jasad hidup termofilik (jasad yang mampu tumbuh pada suhu tinggi) memiliki kecenderungan kandungan G + C yang tinggi. Oleh karena itu molekul DNA tersebut dapat ditulis sebagai P-5’. Dalam penulisan semacam ini ujung sebelah kiri (A) adalah ujung 5’-P. Struktur DNA memungkinkan kita untuk memahami bagaimana molekul DNA diperbanyak melalui proses replikasi yang hampir tidak pernah salah.

menangkap nukleotida. ada tiga hipotesis yang berkembang mengenai mekanisme replikasi DNA. Sebelum mekanisme replikasi DNA dapat dibuktikan secara eksperimental oleh Matthew Meselson dan Franklin Stahl (1958). Beberapa jenis dari enzim untuk replikasi DNA memiliki aktifitas proofreading. I enzim yang menggandengkan pasangan basa komplementer dan membentuk ikatan fosfodiester. Pemain utama dari proteinprotein tersebut adalah DNA polymerase. Tiap utas yang terpapar digunakan sebagai template untuk membentuk dua utas yang baru. Hipotesis pertama dikenal sebagai model replikasi secara semikonservatif seperti yang dikemukakan oleh Watson dan Crick. molekul DNA untai ganda induk tetap bergabung sedangkan kedua untaian DNA anakan terdiri atas molekul hasil sintesis baru. DNA diduplikasi oleh enzim-enzim tertentu yang bekerja sama untuk membuka utasan double helix. Secara umum. memasangkannya dengan basa yang sesuai pada template.(unzipped) untuk memaparkan tiap-tiap basanya. Enzim-enzim yang rajin dan teliti tersebut meyakinkan bahwa akan sangat sedikit kesalahan yang mungkin terjadi sehingga semua informasi genetik dapat ditransmisikan dengan kecapatan tinggi. BIOTEKNOLOGI Page 18 . Hasilnya adalah dua molekul DNA anak yang masing-masing terdiri dari satu utas lama dan satu utas baru. yang mampu mendeteksi dan mengoreksi kesalahan pasangan basa yang terjadi selama replikasi. Hipotesis ketiga yaitu model replikasi secara dispersive menyatakan bahwa molekul DNA induk mengalami fragmentasi sehingga DNA anakan terdiri atas campuran molekul lama (berasal dari DNA induk) dan molekul hasil sintesis baru (Gambar 8). replikasi bahan genetic merupakan proses pengkopian rangkaian molekul bahan genetic (DNA atau RNA) sehingga dihasilkan molekul anakan yang sangat identik. dan membentuk ikatan fosfodiester pada tulang punggung gula fosfat yang baru. dan keduanya identik dengan DNA induknya. Menurut hipotesis ini. setiap molekul untai ganda DNA antu akan terdiri dari atas satu untai tunggal DNA induk dan satu untai tunggal DNA hasil sintesis baru Hipotesis kedua dikenal sebagai model replikasi secara konservatif.

maka denaturasi terjadi secara parsial dan bertahap. Garpu replikasi akan bergerak sehingga molekul DNA induk membuka secara bertahap. Oleh karena molekul DNA adalah biomolekul yang sangat vital bagi jasad. BIOTEKNOLOGI Page 19 . Hipotesis mengenai Replikasi DNA Denaturasi yang terjadi pada saat awal replikasi DNA adalah proses enzimatis. Nukleotida-nukleotida baru akan dipolimerisasi menjadi untaian DNA baru dengan urutan sesuai dengan urutan cetakan DNA komlementernya.Gambar 8. Replikasi bahan genetic ditentukan oleh beberapa komponen utama yaitu: 1. Masing-masing untaian DNA induk yang sudah terpisah satu sama lain berfungsi sebagai cetakan untuk penempelan nukleotida-nukleotida yang akan menyusun molekul DNA baru. yaitu model DNA atau RNA yang akan direplikasi. Ikatan hydrogen antara A-T dan C-G akan terputus dan diikuti dengan pembukaan untaian DNA. DNA cetakan. Deanturasi awal terjadi pada bagian DNA yang dikenal sebagai ORI (origin of replication) atau titik awal replikasi. Untaian DNA membuka membentuk struktur yang disebut sebagai garpu replikasi (replication fork).

Pada bakteri E. 5. Pada bakteri Escherichia coli terdapat tiga macam DNA polymerase yaitu DNA polymerase I. 4.2. Pada jasad eukaryote terdapat lima macam DNA polymerase yaitu DNA polymerase . dTTP. yaitu suatu enzim yang berfungsi untuk menyambung fragmen-fragmen DNA. 6. Molekul Deoksi ribonuleotida. Deoksi ribonukleotida terdiri atas tiga komponen yaitu: (i) basa purin atau basa pirimidin. 7. yaitu enzim helikase dan enzim lain yang membantu proses tersebut yaitu enzim girase. dan DNA polymerase γ. coli kompleks enzim ini disebut primosom yang terdiri atas beberapa macam protein. Enzim pembuka ikatan untaian DNA induk. Molekul protein yang menstabilkan untaian DNA yang sudah terbuka. DNA polymerase . 3. DNA polymerase β. yaitu dATP. (ii) gula 5-karbon (deoksiribosa). BIOTEKNOLOGI Page 20 . yaitu enzim utama yang mengkatalis proses polimerasi nukleotida menjadi untaian DNA. dCTP dan dGTP. DNA polymerase . yaitu enzim yang mengkatalis sintesis primer untuk memulai replikasi DNA. yaitu protein SSB (single strand binding protein). dan DNA polymerase III. Enzim DNA ligase. DNA polymerase II. dan (iii) gugus fosfat. Enzim primase. Enzim DNA polymerase.

Dalam proses replikasi.Gambar 9. sedangkan untaian DNA yang lain disintesis dengan arah yang berlawanan. Oleh karena BIOTEKNOLOGI Page 21 . (3) pemanjangan untaian DNA. Pemisahan kedua untaian DNA induk yang akan direplikasi dilakukan oleh enzim DNA helikase (9). Kedua untaian DNA induk digunakan sebagai cetakan untuk mensisntesis DNA baru. Sintesis DNA berlangsung dengan orientasi 5’P -3’OH . maka sintesis kedua untaian DNA baru juga berlangsung dengan arah geometris yang berlawanan namun semuanya tetap dengan orientasi 5’-3’. Seperti telah disinggung sebelumnya. Sintesis untaian DNA yang baru akan dimulai segera setelah kedua untaian DNA induk terpisah membentuk garpu replikasi. garpu replikasi akan membuka secara bertahap dimulai dari titik awal replikasi (ori) dan akan bergerak sepanjang DNA cetakan sampai semua molekul DNA induk tereplikasi. Garpu Replikasi DNA Replikasi DNA berlangsung dalam beberapa tahap yaitu: (1) denaturasi (pemisahan) untaian DNA induk. (5) pengakhiran (terminasi) sintesis DNA. kedua untaian DNA yang baru disintesis dengan arah geometris yang searah dengan pembukaan garpu replikasi. (4) ligasi fragmen-fragmen DNA. (2) peng-“awal”-an (initiation) sintesis DNA. Oleh karena ada dua untaian DNA cetakan yang orientasinya berlawanan. Keadaan ini menimbulkan perbedaan dalam hal mekanisme sintesis antara kedua untaian DNA yang baru.

primer berupa molekul RNA yang berukuran sekitar 10-12 nukleotida. yang diungkapkan oleh Reiji Okazaki (1968). BIOTEKNOLOGI Page 22 . Sebaliknya. Molekul primer dapat berupa molekul DNA. Secara umum dapat dikatakan bahwa mekanisme replikasi DNA berlangsung secara semidiskontinue karena ada perbedaan mekanisme dalam proses sintesis kedua untaian DNA. Polimerisasi DNA (replikasi DNA) hanya dapat dimulai jika tersedia molekul primer. sintesis untaian DNA baru yang searah dengan pembentukan garpu replikasi akan dapat dilakukan tanpa terputus (sintesis secara kontinyu) atau disebut leading strand. Hal ini berbeda dengan proses polimeriasi untaian RNA (transkripsi) yang tidak memerlukan primer. Sebaliknya. polimerisasi DNA berlangsung secara kontinu sehingga molekul DNA baru yang disintesis merupakan satu unit. Dalam proses replikasi DNA secara in vivo. Fungsi primer adalah menyediakan ujung 3’OH yang akan digunakan untuk menempelkan molekul DNA pertama dalam proses polimerisasi. Fragmenfragmen DNA pendek tersebut pada akhirnya disambung (ligasi) dengan enzim DNA ligase sehingga menjadi unit yang utuh yang disebut fragmen okazaki. sintesis untaian DNA yang berlawanan arah geometrinya dengan arah pembukaan garpu replikasi dilakukan secara bertahap (sintesis secara discontinue). pada legging strand polimerisasi dilakukan fragmen demi fragmen. Pada leading strand. Selain itu. misalnya amplifikasi DNA dengan teknik Polymerase Chain Reaction (PCR). biasanya digunakan molekul DNA sebagai primer. RNA atau bahkan protein spesifik. Hal ini terjadi karena proses polimerasi pada untaian DNA ini hanya dapat dilakukan setelah DNA cetakannya membuka seiring dengan membukanya garpu replikasi.itu. Untaian DNA yang disintesis secara lambat semacam ini disebut untaian DNA lambat (legging strand). Dalam proses polimerisasi DNA secara in vitro. polimerisasi DNA juga mutlak memerlukan cetakan (template) yang dapat berupa untaian DNA atau RNA. fungsi primer yang digunakan untuk replikasi ujung kromosom diketahui dilakukan oleh protein khusus. Pada jasad eukaryot yang mempunyai kromosom berupa untaian DNA linier. yaitu suatu molekul yang digunakan untuk mengawali proses polimerisasi untaian DNA.

Hal itu disebabkan sintesis DNA berlawanan arah dengan arah pembukaan garpu replikasi sehingga terjadi sintesis secara discontinue. Pada titik ini DNA polymerase III akan terdisosiasi dari DNA cetakan. Bagian RNA yang terdegrdasi selanjutnya diisi dengan molekul 3’ yang dimiliki oleh DN sA polymerase I. Celah ini selanjutnya akan diligasi oleh enzim DNA ligase dengan menggunakan NAD atau ATP sebagai sumber energy. Oleh karena arah sintesis untaian DNA awal adalah searah dengan arah pembukaan garpu replikasi. Pada proses sintesis untaian DNA lambat (lagging strand) diperlukan lebih dari satu primer. Pada untaian DNA lambat. prokaryot. Molekul primer digunakan untuk menempelkan nukleotida pertama pada untaian DNA baru. Pada keadaan ini sebenarnya antara fragmen DNA yang satu dengan fragmen DNA yang ada didekatnya masih ada satu celah. Jika pada untaian DNA cetakan ada nukleotida A misalnya. Demikian selanjutnya akan dilakukan pengikatan nukleotida-nukletida cetakannya sehingga pada ujung 3’-OH yang komplementer DNA dengan Pada terjadi pemanjangan untaian baru. RNA primer yang menjadi bagian fragmen Okazaki selanjutnya akan didegradasi oleh aktifitas eksonuklease 5’ DNA oleh aktivitas polymerase 5’ 3’ yang ada pada enzim DNA polymerase I. maka akan diikatkan nukleotida T pada ujung 3’-OH primer. sedang jika pad cetakan ada nukleotida C maka akan diikatkan nukleotida G. proses polimerisasi untaian DNA baru tersebut dikatalis oleh enzim DNA polymerase III. Keadaan yang agak berbeda terjadi pada proses sintesis untaian DNA awal (leading strand). Hal ini karena belum ada ikatan fosfodiester antara ujung 3’-OH pada nukleotida terakhir yang disintesis oleh DNA polymerase I dengan ujung 5’-P fragmen DNA yang ada didekatnya. Pada untaian DNA ini hanya diperlukan satu BIOTEKNOLOGI Page 23 . proses polimerisasi akan berlanjut sampai DNA polymerase III bertemu dengan ujung 5’-P RNA primer yang menempel pada bagian lain. Untaian DNA yang baru disntesis dengan menggunkan DNA cetakan (induk) sebagai acuan sehingga DNA baru bersifat komplementer dengan cetakannya. maka sintesis DNA berlangsung secara kontinu.Setelah primer disintesis dan menempel pada DNA cetakan. kemudian dilakukan sintesis DNA baru.

Secara garis besar. (3) factor-faktor transkrispsi. Molekul mRNA adalah RNA yang merupakan salinan kode-kode genetic pada DNA yang dalam proses selanjutnya (translasi) akan diterjemahkan menjadi urutan asam-asam amino yang menyusun suatu polipeptida atau protein tertentu. Gen yang lengkap terdiri atas tiga bagian utama. Transkripsi adalah proses yang mengawali ekspresi sifat-sifat genetic yang nantinya akan muncul sebagai fenotip. gen dapat diberi batasan sebagai suatu urutan DNA yang mengkode urutan lengkap asam amino suatu polipeptida atau molekul RNA tertentu. Selanjutnya untaian DNA baru disintesis dengan adanya aktivitas DNA polymerase III secara continue tanpa ada pembentukan fragmen Okazaki. dan (4) prekusor untuk sintesis RNA. yaitu suatu partikel di dalam sel yang digunakan sebagai tempat sintesis protein. Molekul rNA adalah RNA yang digunakan untuk menyusun ribosom. Molekul tRNA adalah RNA yang berperan membawa asam amino spesifik yang akan digabungkan dalam proses sintesis protein (translasi). Molekul RNA yang disintesis dalam proses transkripsi pada garis besarnya dapat dibedakan menjadi tiga kelompok molekul RNA. Pemunculan suatu fenotipe ditentukan oleh ketiga macam molekul RNA tersebut. Pada proses transkripsi. beberapa komponen utama yang terlibat adalah: (1) urutan DNA yang akan ditranskripsi (template).molekul primer yaitu pada titik awal replikasi. yaitu: (1) daerah pengendali (regulation region) yang secara umum disebut promoter. Molekul tRNA dan rRNA tidak pernah ditranslasi karena molekul yang digunakan adalah RNA-nya itu sendiri. (2) enzim RNA polymerase. yaitu: (1) mRNA (messenger RNA). TRANSKRIPSI Transkripsi adalah proses penyalinan kode-kode genetic yang ada pada urutan DNA menjadi molekul RNA. Urutan nukleotida pada salah satu untaian molekul DNA digunakan sebagai cetakan (template) untuk sintesis molekul RNA yang komplementer. Mutasi pada gen yang mengkode suatu kelas RNA tertentu dapat mengakibatkan perubahan pada fenotipe yang muncul. Urutan DNA yang ditranskripsi adalah gen yang akan diekspresikan. (2) BIOTEKNOLOGI Page 24 . dan (3) rRNA (ribosomal RNA). D. (2) tRNA (transfer RNA).

Perlu dipahami bahwa hanya molekul mRNA yang ditranslasi. 2. Terminator adalah bagian gen yang terletak di sebelah hilir dari bagian structural yang berperan dalam pengakhiran (terminasi) proses transkripsi. Molekul mRNA BIOTEKNOLOGI Page 25 . TRANSLASI Translasi adalah proses penerjemahan urutan nukleotida yang ada pada molekul mRNA menjadi rangkaian asam amino yang menyusun suatu polipeptida atau protein. 3. Penempelan complex). selanjutnya diikuti dengan proses pengakhiran (terminasi) transkripsi yang ditandai dengan pelepasan RNA polymerase dari DNA yang ditranskripsi. sedangkan rRNA dan tRNA tidak ditranslasi. Bagian structural adalah bagian gen yang terletak di sebelah hilir (down stream) dari promoter.bagian structural. Bagian inilah yang mengandung DNA spesifik (kodekode genetic) yang akan ditranskripsi. Promoter adalah bagian gen yang berperan dalam mengendalikan proses transkripsi dan terletak pada ujung 5’. penngikatan nukleotida yang komplementer dengan factor-faktor pengendali transkripsi menyebabkan terbentuknya kompleks promoter yang terbuka (open promoter E. Transkripsi dilakukan melalui beberapa tahapan. RNA polymerase membaca cetakan (DNA template) dan mulai melakukan cetakannya. yaitu: 1. 4. Setelah terjadi proses pemanjangan untaian RNA hasil sintesis. Faktor-faktor yang mengendalikan transkripsi menempel pada bagian promoter. dan (3) terminator.

ribosom eukaryote mempunyai koefisien sedimentasi sebesar 80S. tetapi sebagai suatu kesatuan. atau UUG (1%). koefisien sedimentasinya adalah 70S.merupakan transkrip (salinan) urutan DNA yang menyusun suatu gen dalam bentuk ORF (Open Reading Frame. Kodon (kode genetik) adalah urutan nukleotida yang terdiri atas 3 nukleotida berurutan (sehingga sering disebut sebagai triplet kodon) yang menyandi suatu asam amino tertentu. Pada prokaryot. Translasi berlangsung dalam ribosom. subunit kecil mempunyai koefisien sedimentasi sebesar 30S sedangkan subunit besar berukuran 50S. BIOTEKNOLOGI Page 26 . Dalam proses translasi. Ribosom tersusun atas dua sub unit. kerangka baca terbuka). GUG (8%). Kodon inisiasi translasi merupakan kodon untuk asam amino metionin yang mengawali struktur suatu polipeptida (protein). yakni organel tempat berlangsungnya sintesis protein. atau TGA (UGA pada mRNA). rangkaian nukleotida pada mRNA akan dibaca tiap tiga nukleotida sebagai satu kodon untuk satu asam amino. Suatu ORF dicirikan oleh: (1) kodon inisiasi translasi. dan (3) kodon terminasi translasi. yaitu TAA (UAA pada mRNA). sedangkan tRNA adalah molekul pembawa asam-asam amino yang akan disambungkan menjadi rantai polipeptida. asam amino awal tidak berupa metionin tetapi formil metionin (fMet). misalnya urutan ATG (AUG pada mRNA) mengkode asam amino metionin. Pada jasad eukaryote. coli dapat berupa AUG (90% kemungkinan). yaitu urutan ATG (pada DNA) atau AUG (pada mRNA). Pada jasad prokaryot. Perlu diingat bahwa pada RNA tidak terdapat basa thymine (T) melainkan basa uracil (U). tetapi pada kedua unit tersebut bergabung. subunit kecil berukuran 40S sedangkan subunit besar berukuran 60S. (2) serangkaian urutan nukleotida yang menyusun banyak kodon. Ribosom disusun oleh molekulmolekul rRNA dan beberapa macam protein. Kodon pertama (kodon inisiasi) pada E. dan pembacaan dimulai dari urutan kodon metionin (ATG pada DNA atau AUG pada mRNA) (Gambar 10). Molekul rRNA adalah salah satu molekul penyusun ribosom. TAG (UAA pada mRNA). yaitu subunit kecil dan subunit besar.

dan (3) pengakhiran (termination) translasi. Oleh karena itu ada sekitar 20 macam tRNA yang masingmasing membawa asam amino spesifik. (2) pemanjangan (elongation) poli asam amino. Proses Pemasangan Asam Amino oleh RIbosom Proses translasi berlangsung melalui tiga tahapan utama. BIOTEKNOLOGI Page 27 . karena di alam ada sekitar 20 asam amino yang menyusun protein alami (Gambar…). Sebelum inisiasi translasi dilakukan. Masing-masing asam amino diikatkan pada tRNA yang spesifik melalui proses yang disebut tRNA charging (penambahan muatan berupa asam amino).Gambar 10. diperlukan molekul tRNA (aminoasil tRNA) yang berfungsi membawa asam amino spesifik. yaitu: (1) inisiasi (initiation).

Gambar 11. Terdapat 20 Macam Asam Amino yang Disandikan oleh triplet Kodon. tetapi juga mengandung sinyal laul lintas untuk ribosom. Sintesis protein merupakan proses yang kompleks yang melibatkan berbagai macam interaksi antara enzim dan molekeul mRNA. Bagaimana suatu ribosom mampu mengenali molekul mRNA dengan molekul mRNA lain di dalam sel? Molekul mRNA tidak hanya mengandung kodon yang diperlukan untuk membuat protein. BIOTEKNOLOGI Page 28 .

ACUAN PUSTAKA Antonius Suwanto. T. Biologi. Biologi Molekular. Terbuka Jakarta. Pusat Penerbit Univ. Jakarta: Erlangga Thieman & Palladino. San Francisco: Benjamin Cummings Yuwono.2005. Edisi Ke 8.2004. 2002. Bioteknologi. Campbell & Reece. 2010. Introduction to Biotechnology. Erlangga: Jakarta BIOTEKNOLOGI Page 29 .