Anda di halaman 1dari 14

TUGAS U1IAN

TIN1AUAN ETIK UNDANG-UNDANG PRAKTEK
KEDOKTERAN



Oleh

Ronald
0610165



Periode : 5 September 2011 1 Oktober 2011



Penguji : dr. Noorman Herryadi, Sp. F, S.H




Bagian Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal
Rumah Sakit Umum Pendidikan Dr. Hasan Sakdikin
Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Marantha
Bandung
2011

BAB I
TIN1AUAN ETIK UNDANG UNDANG PRAKTEK KEDOKTERAN

Praktik kedokteran bukanlah suatu pekerjaan yang dapat dilakukan oleh siapa
saja, melainkan hanya boleh dilakukan oleh kelompok proIesional kedokteran
tertentu yang memiliki kompetensi yang memenuhi standar tertentu, diberi
kewenangan oleh institusi yang berwenang di bidang itu dan bekerja sesuai dengan
standar dan proIesionalisme yang ditetapkan oleh organisasi proIesinya.
Undang-Undang No 29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran diundangkan
untuk mengatur praktik kedokteran dengan tujuan agar dapat memberikan
perlindungan kepada pasien, mempertahankan dan meningkatkan mutu pelayanan
medis dan memberikan kepastian hokum kepada masyarakat, dokter dan dokter gigi.
Pada bagian awal, Undang-Undang No 29/2004 mengatur tentang persyaratan
dokter untuk dapat berpraktik kedokteran, yang dimulai dengan keharusan memiliki
sertiIikat kompetensi kedokteran yang diperoleh dari Kolegium selain ijasah dokter
yang telah dimilikinya, keharusan memperoleh Surat Tanda Registrasi dari Konsil
Kedokteran Indonesia dan kemudian memperoleh Surat ijin Praktik dari Dinas
Kesehatan Kota / Kabupaten. Dokter tersebut juga harus telah mengucapkan sumpah
dokter, sehat Iisik dan mental serta menyatakan akan mematuhi dan melaksanakan
ketentuan etika proIesi.
Pada bagian berikutnya, Undang-Undang No 29/2004 mengatur tentang
penyelenggaraan praktik kedokteran. Dalam bagian ini diatur tentang perijinan
praktik kedokteran, yang antara lain mengatur syarat memperoleh SIP (memiliki
STR, tempat praktik dan rekomendasi organisasi proIesi), batas maksimal 3 tempat
praktik, dan keharusan memasang papan praktik atau mencantumkan namanya di
daItar dokter bila di rumah sakit. Dalam aturan tentang pelaksanaan praktik diatur
agar dokter memberitahu apabila berhalangan atau memperoleh pengganti yang juga
memiliki SIP, keharusan memenuhi standar pelayanan, memenuhi aturan tentang
3

persetujuan tindakan medis, memenuhi ketentuan tentang pembuatan rekam medis,
menjaga rahasia kedokteran, serta mengendalikan mutu dan biaya.
Pada bagian ini Undang-Undang juga mengatur tentang hak dan kewajiban dokter
dan pasien. Salah satu hak dokter yang penting adalah memperoleh perlindungan
hukum sepanjang melaksanakan tugas sesuai dengan standar proIesi dan standar
prosedur operasional, sedangkan hak pasien yang terpenting adalah hak memperoleh
penjelasan tentang penyakit, tindakan medis, manIaat, risiko, komplikasi dan
prognosisnya dan serta hak untuk menyetujui atau menolak tindakan medis.
Pada bagian berikutnya Undang-Undang No 29/2004 mengatur tentang disiplin
proIesi. Undang-Undang mendirikan Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran
Indonesia yang bertugas menerima pengaduan, memeriksa dan memutuskan kasus
pelanggaran disiplin dokter. Sanksi yang diberikan oleh MKDKI adalah berupa
peringatan tertulis, rekomendasi pencabutan STR dan/atau SIP, dan kewajiban
mengikuti pendidikan dan pelatihan tertentu.
Pada akhirnya Undang-Undang No 29/2004 mengancam pidana bagi mereka yang
berpraktik tanpa STR dan atau SIP, mereka yang bukan dokter tetapi bersikap atau
bertindak seolah-olah dokter, dokter yang berpraktik tanpa membuat rekam medis,
tidak memasang papan praktik atau tidak memenuhi kewajiban dokter. Pidana lebih
berat diancamkan kepada mereka yang mempekerjakan dokter yang tidak memiliki
STR dan/atau SIP.
Di dalam praktek kedokteran terdapat aspek etik dan aspek hukum yang sangat
luas, yang sering tumpang-tindih pada suatu issue tertentu, seperti pada inIormed
consent, wajib simpan rahasia kedokteran, proIesionalisme, dll. Bahkan di dalam
praktek kedokteran, aspek etik seringkali tidak dapat dipisahkan dari aspek
hukumnya, oleh karena banyaknya norma etik yang telah diangkat menjadi norma
hukum, atau sebaliknya norma hokum yang mengandung nilai-nilai etika.
Aspek etik kedokteran yang mencantumkan juga kewajiban memenuhi standar
proIesi mengakibatkan penilaian perilaku etik seseorang dokter yang diadukan tidak
dapat dipisahkan dengan penilaian perilaku proIesinya. Etik yang memiliki sanksi
4

moral dipaksa berbaur dengan keproIesian yang memiliki sanksi disiplin proIesi yang
bersiIat administratiI.

Etik Profesi Kedokteran
Selain Kode Etik ProIesi, praktek kedokteran juga berpegang kepada prinsip-
prinsip moral kedokteran, prinsip-prinsip moral yang dijadikan arahan dalam
membuat keputusan dan bertindak, arahan dalam menilai baik-buruknya atau benar-
salahnya suatu keputusan atau tindakan medis dilihat dari segi moral. Pengetahuan
etika ini dalam perkembangannya kemudian disebut sebagai etika biomedis. Etika
biomedis member pedoman bagi para tenaga medis dalam membuat keputusan klinis
yang etis (clinical ethics) dan pedoman dalam melakukan penelitian di bidang medis.
Pada dasarnya, suatu norma etik adalah norma yang apabila dilanggar 'hanya¨
akan membawa akibat sanksi moral bagi pelanggarnya. Namun suatu pelanggaran
etik proIesi dapat dikenai sanksi disiplin proIesi, dalam bentuk peringatan hingga ke
bentuk yang lebih berat seperti kewajiban menjalani pendidikan / pelatihan tertentu
(bila akibat kurang kompeten) dan pencabutan haknya berpraktik proIesi. Sanksi
tersebut diberikan oleh MKEK setelah dalam rapat/sidangnya dibuktikan bahwa
dokter tersebut melanggar etik (proIesi) kedokteran.










3

Beberapa ketidaksesuaian UU No. 29 tahun 2004 dengan KODEKI atau Lafal
Sumpah Dokter Indonesia
1. UU No. 29 tahun 2004 pasal 37 ayat 2 dikatakan bahwa surat ijin praktek
hanya diberikan untuk paling banyak tiga tempat saja.

Pada KODEKI pasal 12 dikatakan bahwa dokter wajib melakukan
pertolongan darurat sebagai suatu tugas perikemanusiaan, kecuali bila ia yakin
ada orang lain yang bersedia dan mampu melakukannya.
Pada Sumpah Dokter poin ke 1 dikatakan bahwa dokter akan mengamalkan
hidupnya untuk kepentingan perikemanusiaan

Penjelasan :
Pada UU no. 29 tahun 2004 dijelaskan bahwa dokter hanya dapat praktek di
maksimal tiga tempat, dan hanya pada tempat dimana ia memiliki surat ijin
praktek saja. Sementara pada KODEKI pasal 12 dan smpah dokter poin ke 1
dapat dilihat bahwa untuk kepentingan perikemanusiaan, seorang dokter harus
melakukan pertolongan darurat. Hal ini dilakukan tanpa memandang tempat
dan waktu. Dimanapun dokter tersebut berada, walaupun tidak memiliki surat
ijin praktek di tempat tersebut, apabila untuk kepentingan darurat maka dokter
tersebut wajib menolong pasien yang bersangkutan.
2. UU No. 29 tahun 2004 pasal 48 ayat 2 dikatakan bahwa rahasia kedokteran
dapat dibuka untuk kepentingan kesehatan pasien, memenuhi permintaan
aparatur penegak hukum dalam rangka penegakan hukum, permintaan pasien
sendiri, atau berdasarkan ketentuan perundang-undangan.

Pada sumpah dokter poin ke 4 dikatakan bahwa dokter akan merahasiakan
segala sesuatu yang diketahui karana keproIesiannya;
6

Pada KODEKI pasal 12 juga dikatakan bahwa dokter harus merahasiakan
segala sesuatu yang diketahuinya tentang pasien bahkan setelah pasien
tersebut meninggal dunia.

Penjelasan:
Pada sumpah dokter ataupun KODEKI tidak diterangkan bahwa dokter boleh
membuka rahasia tentang pasiennya bila diminta oleh penegak hukum atau
karena ketentuan perundang-undangan. Apapun alasan dokter tersebut, ia
sudah dapat dikategorikan melanggar rahasia jabatannya.

3. UU No. 29 tahun 2004 pasal 50 tentang hak dokter, dikatakan bahwa dokter
berhak mendapatkan imbalan jasa.

Pada sumpah dokter poin ke 1 dikatakan bahwa dokter membaktikan
hidupnya guna kepentingan perikemanusiaan.
Pada KODEKI pasal 3 dikatakan bahwa, dokter dalam menjalankan
pekerjaannya, tidak boleh dipengaruhi sesuatu yang mengakibatkan hilangnya
kebebasan dan kemandirian proIesi.
Pada KODEKI pasal 10 dikatakan bahwa dokter wajib bersikap tulus ikhlas
dalam mempergunakan segala ilmu dan keterampilannya untuk kepentingan
pasien.

Penjelasan :
Berdasarkan undang-undang praktek kedokteran, dokter memang berhak atas
imbalan jasa atas pelayanan medis yang sudah diberikan kepada pasien,
namun dari sisi etik ditekankan bahwa landasan utama seorang dokter
menolong pasien ialah atas dasar perikemanusiaan, bukan demi keuntungan
pribadi. Dokter juga tidak boleh menerima imbalan jasa yang tidak sesuai
dengan jasa yang sudah diberikan. Dokter dilarang untuk membuat ikatan /
7

menerima imbalan dari perusahan obat/alat kesehatan, serta mempromosikan
obat atau alat kesehatan tertentu.

4. UU No. 29 tahun 2004 pasal 53 tentang kewajiban pasien, dikatakan bahwa
salah satu kewajiban pasien adalah memberikan imbalan jasa

Pada KODEKI pasal 3 dikatakan bahwa, dokter dalam menjalankan
pekerjaannya, tidak boleh dipengaruhi sesuatu yang mengakibatkan hilangnya
kebebasan dan kemandirian proIesi.

Penjelasan :
Pada pedoman pelaksanaan KODEKI pasal 3 diakatakan bahwa imbalan harus
dinilai dari kondisi pasien tersebut. Apabila imbalan jasa yang harus diberikan
terlalu berat bagi pasien tersebut, maka imbalan jasa dapat dikurrangi atau
bahkan pasien tersebut dapat dibebaskan dari imbalan jasa. Pada prinsipnya,
pertolongan pertama harus lebih diutamakan daripada imbalan jasa.

5. UU No. 29 tahun 2004 pasal 52 tentang hak pasien, dikatakan bahwa salah
satu hak pasien adalah menolak tindakan medis.

Pada KODEKI pasal 13 dikatakan bahwa seorang dokter wajib memberikan
pertolongan darurat sebagai suatu tugas perikemanusiaan.
Pada sumpah dokter poin ke 1 dikatakan bahwa dokter membaktikan
hidupnya guna kepentingan perikemanusiaan.


Penjelasan :
Pada keadaan pasien yang darurat dan membutuhkan tindakan medis yang
segera, pasien memiliki hak untuk menolak tindakan medis yang akan
8

diberikan kepadanya. Namun, di sisi lain, seorang dokter wajib memberikan
pertolongan medis pada pasien tersebut.

6. UU No. 29 tahun 2004 pasal 52 tentang hak pasien, dikatakan bahwa pasien
berhak meminta pendapat dokter lain.

Pada sumpah dokter poin ke 1 dikatakan bahwa seorang dokter akan
memperlakukan teman sejawatnya segbagaimana ia ingin diperlakukan.

Beberapa contoh kesesuaian etik dengan UU No. 29 tahun 2004
1. UU. No. 29 tahun pasal 1 ayat 1 tentang deIinisi praktek kedokteran yang
merupakan kegiatan yang dilakukan oleh dokter terhadap pasien dalam
melaksanakan upaya kesehatan. Dalam KODEKI Pasal 8 dikatakan bahwa
dokter harus memperhatikan aspek pelayanan kesehatan yang menyeluruh
(promotiI, preventiI, kuratiI dan rehabilitatiI).
2. UU. No. 29 tahun pasal 1 ayat 11 tentang deIinisi proIesi dokter yang
merupakan pekerjaan keilmuan yang didasarkan berdasarkan suatu keilmuan,
kompetensi, dan kode etik yang bersiIat melayani masyarakat. Hal ini sesuai
dengan sumpah dokter poin ke 4 : menjalankan tugas demi kepentingan
masyarakat; serta sesuai sumpah dokter poin ke 12 : menaati dan
mengamalkan Kode Etik Kedokteran Indonesia.
3. UU. No. 29 tahun 2004 pasal 2 Praktik kedokteran dilaksanakan berasaskan
Pancasila dan didasarkan pada nilai ilmiah, manIaat, keadilan, kemanusiaan,
keseimbangan, serta perlindungan dan keselamatan pasien
Pasal ini sesuai dengan sumpah dokter poin ke 1: Saya akan membaktikan
hidup saya guna kepentingan perikemanusiaan; poin ke 8 : Kesehatan
penderita senantiasa akan saya utamakan; serta poin ke 9 : Dalam menunaikan
kewajiban terhadap penderita, saya berikhtiar dengan sungguh-sungguh
9

supaya saya tidak terpengaruh oleh pertimbangan Keagamaan, Kebangsaan,
Kesukuan, Politik Kepartaian atau Kedudukan Sosial.
4. UU. No. 29 tahun 2004 pasal 3 poin (a) tentang tujuan praktek kedokteran
memberikan perlindungan kepada pasien, sesuai dengan sumpah dokter poin
ke 8 : mengutamakan kesehatan penderita; serta KODEKI pasal 10 :
menggunakan ilmu dan keterampilannya untuk kepentingan pasien.
5. UU No.29 tahun 2004 pasal 17 ayat 2 tentang sumpah anggota konsili
kedokteran Indonesia, sesuai dengan KODEKI pasal 3 : dalam melakukan
pekerjaan kedokterannya, seorang dokter tidak boleh melakukan sesuatu yang
mengakibatkan hilangnya kebebasan dan kemandirian proIesi; serta sesuai
dengan sumpah dokter poin ke 9 : Dalam menunaikan kewajiban terhadap
penderita, saya berikhtiar dengan sungguh-sungguh supaya saya tidak
terpengaruh oleh pertimbangan Keagamaan, Kebangsaan, Kesukuan, Politik
Kepartaian atau Kedudukan Sosial.
6. UU No.29 tahun 2004 pasal 29 ayat 3 tentang syarat untuk memperoleh surat
registrasi dokter/dokter gigi, disebutkan bahwa dokter harus telah
mengucapkan sumpah dokter, sehat secara Iisik dan mental, serta mematuhi
etika proIesi. Hal ini sesuai dengan KODEKI pasal 1 : setiap dokter harus
menjunjung tinggi, menghayati dan mengamalkan sumpah dokter; KODEKI
pasal 16 : setiap dokter wajib memelihara kesehatannya, supaya dapat bekerja
dengan baik; serta sesuai dengan sumpah dokter poin ke 12 : menaati dan
mengamalkan Kode Etik Kedokteran Indonesia.
7. UU No.29 tahun 2004 pasal 30 ayat 2 tentang evaluasi terhadap dokter
lulusan luar negeri, harus telah mengucapkan sumpah dokter, sehat secara
Iisik dan mental, sertamematuhi dan melaksanakan etika proIesi. Hal ini
sesuai dengan KODEKI pasal 1 : setiap dokter harus menjunjung tinggi,
menghayati dan mengamalkan sumpah dokter; KODEKI pasal 16 : setiap
dokter wajib memelihara kesehatannya, supaya dapat bekerja dengan baik;
10

serta sesuai dengan sumpah dokter poin ke 2 : menaati dan mengamalkan
Kode Etik Kedokteran Indonesia.
8. UU No.29 tahun 2004 pasal 39 tentang pelaksanaan praktek kedokteran dalam
upaya pencegahan penyakit, peningkatan kesehatan, pengobatan penyakit dan
pemulihan kesehatan. Hal ini sesuai dengan KODEKI Pasal 8 :bahwa dokter
harus memperhatikan aspek pelayanan kesehatan yang menyeluruh (promotiI,
preventiI, kuratiI dan rehabilitatiI).
9. UU No.29 tahun 2004 pasal 44 tentang dokter harus mengikuti standar
pelayanan dalam praktek kedokteran, sesuai dengan KODEKI pasal 2 : dokter
melaksanakan proIesinya berdasarkan standar proIessi tertinggi.
10. UU No. 29 tahun 2004 pasal 45 tentang persetujuan tindakan medis atas
segala tindakan yang akan diberikan kepada pasien, sesuai dengan Pasal 5
KODEKI : tiap perbuatan atau nasehat yang mungkin melemahkan daya tahan
psikis maupun Iisik hanya diberikan untuk kepentingan dan kebaikan pasien,
setelah memperoleh persetujuan pasien.
11. UU No. 29 tahun 2004 pasal 47 ayat 2 tentang dokter harus menjaga
kerahasiaan rekam medis. Hal ini sesuai dengan sumpah dokter poin ke 5 :
merahasiakan segala sesuatu yang diketahui karena keilmuan dan pekerjaan
sebagai dokter; serta sesuai KODEKI pasal 12 : merahasiakan segala sesuatu
yang diketahui tentang pasien.
12. UU No. 29 tahun 2004 pasal 48 tentang rahasia kedokteran dimana dokter
harus menyimpan rahasia kedokteran (ayat 1) serta hanya hanya dibukan
untuk kepentingan kesehatan pasien memenuhi permintaan penegak hokum,
pasien sendiri, atauketentuan perundang-undangan (ayat2). Hal tersebut sesuai
dengan sumpah dokter poin ke 5 : merahasiakan segala sesuatu yang diketahui
karena keilmuan dan pekerjaan sebagai dokter; serta sesuai KODEKI pasal
12: merahasiakan segala sesuatu yang diketahui tentang pasien.
13. UU No. 29 tahun 2004 pasal 50 poin (b) tentang hak dokter untuk melakukan
pelayanan medis sesuai standar proIesi dan standar operasional, sesuai dengan
11

KODEKI pasal 2 : Seorang dokter harus dengan senantiasa berupaya
melaksanakan proIesinya sesuai dengan standar proIesi yang tertinggi.
14. UU No. 29 tahun 2004 pasal 50 poin (d) tentang hak dokter menerima
imbalan jasa, hal ini perlu diluruskan dengan KODEKI pasal 3, dimana dokter
dapat memperoleh imbalan jasa, namun hal utama dari pekerjaan seorang
dokter tetap berdasarkan perikemanusiaan, bukan atas keuntungan pribadi.
15. UU No. 29 tahun 2004 pasal 52 tentang hak-hak pasien, sesuai dengan
KODEKI pasal 7c : seorang dokter harus menghormati hak-hak pasien.
16. UU No. 29 tahun 2004 pasal 51 poin (a) memberikan pelayanan medis
sesuai dengan standar proIesi dan standar prosedur operasional serta
kebutuhan medis pasien
UU ini sesuai dengan Pasal 2 KODEKI : Seorang dokter harus dengan
senantiasa berupaya melaksanakan proIesinya sesuai dengan standar proIesi
yang tertinggi.
17. UU. No. 29 tahun 2004 pasal 51 poin (b) merujuk pasien ke dokter atau
dokter gigi lain yang mempunyai keahlian atau kemampuan yang lebih baik,
apabila tidak mampu melakukan suatu pemeriksaan atau pengobatan.
UU ini sesuai dengan Pasal 10 KODEKI : Setiap dokter wajib bersikap tulus
ikhlas dalam mempergunakan segala ilmu danketerampilannya untuk
ekpentingan pasien. Dalam hal ini ia tidak mampu melakukan suatu
pemeriksaanatau pengobatan, maka atas persetujuan pasien, ia wajib merujuk
pasien kepada dokter yang mempunyai keahlian dalam penyakit tersebut.
18. UU No. 29 tahun 2004 pasal 51 poin (c ) merahasiakan segala sesuatu yang
diketahuinya tentang pasien, bahkan juga setelah pasien itu meninggal dunia.
UU ini sesuai dengan Pasal 12 KODEKI : setiap dokter wajib merahasiakan
segala sesuatu yang diketahuinya tentang pasien, bahkan juga setelah pasien
itu meninggal dunia; serta sesuai sumpah dokter poin ke 5 : Saya akan
merahasiakan segala sesuatu yang saya ketahui karena pekerjaan saya dan
karena keilmuan saya sebagai dokter.
1

19. UU No. 29 tahun 2004 pasal 51 poin (d) melakukan pertolongan darurat atas
dasar perikemanusiaan, kecuali bila ia yakin ada orang lain yang bertugas dan
mampu melakukannya.
UU ini sesuai dengan Pasal 13 KODEKI : Setiap dokter wajib melakukan
pertolongan darurat sebagai suatu tugas perikemanusiaan, kecuali bila ia yakin
ada orang lain yang bersedia dan mampu memberikannya.
20. UU No. 29 tahun 2004 pasal 51 poin (e) menambah ilmu pengetahuan dan
mengikuti perkembangan ilmu kedokteran atau kedokteran gigi.
UU ini sesuai Pasal 17 KODEKI : setiap dokter harus senantiasa mengikuti
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran/kesehatan



















13

BAB II
KESIMPULAN

Aspek etik tidak dapat dipisahkan dari aspek hukum dalam praktek kedokteran.
Hal ini terjadi karena banyak norma etik yang kemudian diangkat menjadi norma
hukun, demikian juga sebaliknya, banyak norma hokum yang memiliki nilai-nilai
etika.
Undang-Undang No. 29 tahun 2004 tentang praktek kedokteran berhubungan erat
dengan Kode Etik Kedokteran Indonesia dan LaIal Sumpah Dokter Indonesia. Namun
terdapat beberapa pasal dalam undang-undang tersebut yang memiliki pertentangan
dengan etik.


















14

DAFTAR PUSTAKA

Undang Undang Republik Indonesia No. 29 tahun 2004 Tentang Praktek Kedokteran
Kode Etik Kedokteran Indonesia
LaIal Sumpah Dokter Indonesia
Praktik Kedokteran. www.scribd.com/doc/46746255/Praktik-Kedokteran. diunduh
tanggal 2 Oktober 2011
Aspek Etis dan Aspek Hukum Praktek Kedokteran. www.scribd.com. diunduh
tanggal 2 Oktober 2011

305.3 -007.7 9079039:  /-07 003.3.3 / -/./..3.89..38.3 40 3899:8 .:3   9039.3202-07.7 /..9:7 57.3 .3 .9: 5007.3 !7.9 /.. -.8.7/.3 -:.3.3 .803  2025079.3.2.3 .5.:.3 20203: 89. 0/4907. 8.3 9: /. /03./.820.34:205.3. 808:.5.3 /.3/.:.3 /:3/.3 202 42509038 .85741083.  &3/.3 9079039: .5.3 5073/:3.3/.3 &3/.3 &3/.  &3/. -40 /.9 0/4907..3/4907  !.9 0/4907.3 /.3/909.3.3 2033.9 /4907/.3.34047.9 202-07.3 4 .7.3 -0703.9 0/4907..3 05. 8:.3 9::.3 4  9.5.  20. %&%&&!#% %#  !7.3 89.357410843../..3 :39: 203.3 40 8.3 20/8/.3 /03.9.3 40 04254 57410843.3 2:9: 50. 5.

  203.5. /.7:8.  0..9-0757.7 3.3 5078.3 20250740 $:7.9.3/.90/4907./03.3 /50740 /.30.3 20250740 $:7.9.7.8 /.8 080.9:7 9039.3 .9 42509038 0/4907.7 438 0/4907.3  .3 202 80791. /23.3 3/4308.7:8.9 3 !7.3/2:.8.3 .3 02:/.9 /.7 40:2 80. /4907 . #0897.349.3 90.3 /4907:39:/.9 %.

.309..  &3/.9 18 /.574108  !. 8079..9: /.-:5.203:.3 -07:93.5.3 20.8.3 .3 4 ./.9..3 202..3 09039:.3.903 490790780-:9:.. 203.3 &3/. -.3 2039.38:25.7:890.. /4907  80.

2 -.3.5.3 9039.9.3 503003.38.:.39:2.  9025.7 /4907 -.9 /.7:8.2 .. / 7:2.9 0/4907.3  20203: ..7.3 57.39.3 57.3 .3.3 202.9 0/4907. .9.2.8 2.3 0.9 20250740 $! 202 $%#  9025.9 /.7.3 203.9:7 9039.9.3 5073.9  .9 57.3 3.9:7 9039..3   .7.8.39.3/. 202 $!  0..:20250740503.3 3 /.9:7 .3 50. / /.82.3 704203/.  203.3..7/4907202-079.7:8.3  .3.19.9:7 8.3:.8 574108  -. 8.9 ..-.9:7.3 20203: 89.8.9:7.9  /.3.-07..7 50.9 57.5.3  .8 47.: 203...3 57.3 5.3 57.3 9039.

3-.3 ::2 805.9.3.-.3 4 .3 50393 .3.3 8079. /4907 .:2034.3.  !.3 70.3 &3/.2 20/8  203.20303/.30..8 /./..3 89.. &3/.... -.803  $..3 89.320/8  !.9:79039.3 502-:.3/.3 &3/.3./..843.3/4907 /.3 9039.-.3 20/8  20203: 09039:.. 8.3/.5. 80/.0/4907.3 503.3 5.8.390750393.20250740 5030. /03.31.3 9:.9  93/. 20250740 5073/:3.8 808:.:39:20309::..3:.3 20/8  2./.38079.9.507809::.8..7./.32:9:/.3 93/.3 -07:93.203.33&3/..3 57434883.7 574108 /.93/.7 57480/:74507./.3 9039...803./.9: .3.9  784  425..8..3 20.

7.38 .-:9.3.3  202078.3.3 9079:8  704203/.3 /853 /4907  $. 503.3 .3 40  .08 0472.9.3 853 0/4907./.3 $%# /.3 &3/.8 203072.9:7 9039.3 -079:..3 . -07:5. 5073..8 503.3 /-07.9. .8:8 50.3 3/4308.3 203/7.3 202:9:8. /./:.3 /853 574108  &3/.  203.

9./.34.3 203:9503//.-.&3/.3/.3 &3/.9..73.39079039:  !.3 0.: $!  /.350..

25/. 202-:. 2070..9 9. /4907  /4907 .3 9/. 202. 202 $%#/.2.-.3 -0757.5 -078.. .9.3 05.3.9 /.3 /4907 .3.9.3 /4907 909. .35.9 9.3. 0- -07.3.3 .2 20/8  9/.2070. 4.35.: -0793/.5 . 203.:9/.357. 20203:0.9.: $!  2070.9 70.9.-..3 -:.5.3/4907 !/.3. $%# /. 804./..8.3 2025007.35.3 -0757.

850 ::23.4:2.39:2.3 8073 9:25.3 /03.9.9.-.3.38   .3 507.3 202 8.5. 09 .39/..7 ..  40 ..3/4907.2 57. ::2 .3  57410843. 0.8  . 8:. /.3 :.9 .3 .: 5741083..8.9 203.9 :.-.3/.3 907/.3  .3503..3 20203: 89.  9 .09.  850 09 0/4907.:$!   /.90 0/4907.:80-./:.- 825.3 93/ 5..3.3/. /.7 574108 203.9.850 09 /.3.2 57./ 3472. /.850 ::2 .3 8...3 503..3 .3 203.3 7.703.3203.9 /58..3 /. 3.820  /  . 3472./.5.5. 9/.438039  .3507. 0/4907.3472.90 0/4907.3 / /.9 /58.850 09 8073.:09808047./. -. 314720/ .3 90.3/:33.3.3.9: 88:0 9079039:  805079 5.

90 0/4907.3 -0793/.3 -0781./5.3 0- -07.9..9.350309.-.3 09574108/...903.3 203.  8:.8. -420/8  9. 57385 57385 247. 3472.3 /80-:9 80-.20/8/.3/.38/853574108./.0 -039: .33. -. 09 .3.3.8./.2 202-:..3 .9: 3472. .. /.:. /.3 202-.09./..3/-/..7.9 8.9 /.  .3 ..73.220. 3 /./23897. 02:/.9.38 247.3 /. . -.3 :.3.-07-. -0750.3. 50./. -:7:3.3.9/03.3 20/8 /.3  57385 57385 247.32028.3 $0.3. .3 /.33.3.3 .9: 50..:.7..338 . .9.247.2:3 8:.-.  !0309. 8:.7.9: 05:9:8.38/853574108 /.7 8.-...8.3 503//.3-. 09.3098 ..3/.: 93/.3.30574108.7 .7 80 247. . -420/8202-0750/42.3 05.2 203..91   9!741080/4907.5.5.2 50702-.3 .905:9:8.2-039:5073.9 805079 0.3 4/0 9 !74108  57.8 /.320/8  !. 0/4907.73..7..2202-:.3 09.:7/03.:-03.350/42.5.905:9:8.  .3/..

9 574108  $.5. 50.3 .-:9. -0757. .9 :7.38 90780-:9 /-07..3 4250903  /.3 40  8090.9.-.3.. /.3 9079039: -.9.3 503.2 7.

3 -. /490790780-:920.3..8/.33. /-:9.709 574108 0/4907.3              .

957.350702../.5030.350702.9-..  /.. 202 8:7.9.3-.3./4907.3   !.3 && 4   9.9.3./.3.:.   .3 5079443.3203.3-.7:8 20..3 8047.5:3/490790780-:9-07.990780-:9 .9.803  20203: 507239. ./49075430 /.93 57. 09/.   && 4   9. 5.5.8.35.3 :3/.9./..:.92.3:8.:39:050393.9/2.9:../-07.3 5.49075430/.9: 2.3/09.8..7:7.3 .9:75030.8.3  !030. .5. 202.3825./..2028:7.82.3    &&4 9.  .2..3   .7. 8:7.0574108.9 3 57.9.3. /4907 .9  .5..32.3:39:5.27..3..-2034435.:39:050393.90/ 2.0-07. $:25...:3 5./.47.850702.9/.8:..808:.8.908.90 ./.8.9 357.3 080./4907.- 20.808:.3207..3 0.98.:39:050393.3507:3/..8:25.9025..9./.9025.3/.3-./4907 90780-:9. $02039.3 -.3 /.9 /.3.3/.1.:3   /03...9.$:25.35.3-078.5.:3   5.33.5.: .9025.803 803/7 .3 5079443.-..3::2 507239.3..::2/.5..:.803.3-0780/.3-.33.9 /..8.3 !.90/9025../.5.:-07/.980-.3.3/4907./.9.8.   !.7.3:8.:5:39/./4907..3..3 -.7.9:9:.9.49073/4308.9 /-:.3 .3 80../.25:20.3.3 9025.   5.3 -..-.:3 /0.  :39: 050393././49075430/.&&34 9.3 /.5..7:7.  !.0/4907..3/.8.8..3.7.9..3 /:53.. 3 /.:.3.:.9/.309039:.3 9..3:8..7.:.3 .9  /..3:9.7:7.

 09039:.     &&4 9.  /. :39: 050393.8.9:. 808:.8.8 /.3 507:3/.3.3203..3 05.3:8.8. . 2-.8.803   !030.!.8:25.8.3574108  !.8.3  !..3 -./4907-40 202-:. 808:.050393.3. .7:808:.3 5007.3.. 8:/.3/. /-07./.8..9.   5. .3 -.:3.3  5.7 88 09 /90.   5./4907 -07. 8:25. 0-0-.3 5.8.9. /03..9.3 07/.  /4907 /.3 5..9/.9047.3 :3/.3:8./4907.2 202507:3.8. .8033..3 -..2:3 /.3 80. 9039..7:8 207./907.3...-.8 50.8.3 /4907202.8.8..3 /02 0:39:3.3 :9.7.3...59::8..9.3 57-.. /4907 202-. 7.3.2 203.3 .9.803  3.3 ./.350702.32-.803 .: .   !.3 !.3 /4907 203443 5.-40/503..:3 5.2.9...8 /.3 8090.3/. 9/./4907.3.8 2-. ::2 . 2: /..9.5.9.9.--078.   !030.8.803 -..  :. /. .3 0907.3 80..803 90780-:92033.3 /09.3-.9 .3:3/.302.7.3-07.3 20/8 . 8047.3 8:/...3/7...9: ../:3. 9039.8.. /4907 543 0  /./.8.5. /-07..-.77.:3.9./  4907 :.. 9039.3 /4907 90780-:9  .3 /:53.33../.203/. /4907 .3  4907 /.3 .357. -40 203072.9. 40 5030. /239. /.3 5.3.33.3 :39: 202-:.3-.9.3 8:/./.8.3 9/.3 . 5./4907 /.8..703.9.25. 5.3  -:..3-.5:3 .8.33. 5.7 50702.:5:3 9/..3 :3/. -.3./.9.3 -. 9/./.9.320.900/4907.33.

   .

203072..9. 2-.7507:8.3/.34-..

..350.3 907. 9/.803 90780-:9  2.3/4907.9039.75.3 20/8 .7:7.8.9..3.9././.....8.320/8   !.3574108   !030.3 5007.32-.3/.5.3..9.3:8.9.7:808:.2../.     &&4 9.050393.: -.3 202-:9:.3 -.7:8/-07. 93/..9././.35.7:7.9:.3 /:53.3 -.9:.302.  5.3-.3:8./.-. 8:25.8.8..-40/503...3 5./.3.9 /.8.2-. /..3  !.3 5..9. :39: 2034.803. 8..:.2 203. 0-0-.../.39079039:     &&4 9.8.9. 573853.  5079443.3 8079../.9039.850702.8. /4907 202-.3 . 5.3203. 0.3 !./.93/.3 93/..2.: -07...30.980-.3..8..9.8..8.9.3/.8:.9.-.:3 5.9080.  !.8.3 5.803 /.803.3 -.3 /./.3.. 5.3/7.7:8 /3.-.3    !030.350702.3.  /.9080..5./.803 202 .202-07.3-.2-. 8..3 !..  /4907 /..3 20/8 .2-.9.35079.9.33..8.8.50/42.   5.803 /.:3 5.9..7 2-. 2-.3.9 /-0-./.3 .9:0.8.8.202574248.8047. 8..3 4-.803 .3   .3-.3 . /4907 543 0  /..:3..-..  !.3.9 -..3..8.3/...9 /:77.3 .803 90780-:9 /..7:80-/:9..9:9:.3 /.2034.5.35.5.80390780-:9 5.33..3 8007.3 5079443.743/85.-202-07.

3 /4907 ..  . /03...9./.  2..2.5073/:3.  /..3.  ..35007. 8:25.91    &&  4   9.503/.0391 :7../.9.... :3./.5.3:8.7:8 202507. /4907 543 0   203.3080.3 2.38:.3 /.9039.8.90 0/4907.3   0-07.3 503/079.3 :5.. 2..302:.3 543 0   080.3 5.380.3902.../.803 /.3 05.9.9.3.3&&4 9.:.39. 8:25.8.5..8.3 5079443./-07.38.320/85..93..3 .5 5..80390780-:9     &&4 9.5430..803.5.5.33/4308.3-07.3 !.3//.9  9039.80-.3  42509038 /..9:02:..91/.:3 5..309/03.-9..7. /4907 .3 40 /4907 907.3/. 050393.3 -.2203:3.7.2.7 /03.8.7.3 //.:3 5. -079.2..9 /..:./.    && 4 9. 8047..9.3  8047.:.:3 5.9 .3 8079.3  02.3  .3  0802-.9 20. 808:.  3 808:.. 3.:3    &&  4   9..8.3 8:3: 8:3:   .- 202-07. /03.38079...2:3  / 88 . .34/009 .9/4907.2....8...803 -07.3 2..:9.3 -.8. !7.34/090/4907.3 203.3-.3 202507.9.8.8.5.850 50.3.20239.3 207:5.803 /. 080.3. /4907 543 0  $.3 0.3 080.803 !.3 /0138 574108 /4907 .3-0781.9  0.33/507.90/4907.  ./.35.3 207:5.3.8..3 /0138 57.3 .3 8:25. /.3 /4907 ..9. /4907 543 0   203.3 50702.7.8.9.9 8079.3-07/.3:8.:3 5.3/.3   !.9. /4907 543 0  /.43940808:.3 202-.8.3..8.8.3.3.9  9039..3 .8.  8.-. 3 808:.3 2030:7: 5742491 570.3 907.8.3.370.3 8:25.31.2   !.3 ../.3 /:5 8..7.3.9.3 0.2 20.3 9:.5 503/079..8.8 /02 050393.

9.25.9  9039.:.3   5.:3 5.38.:3   5./.8.3 02.3.803 808:.    &&4 9. 8079..3 !4905.3/7.38./4907543 0   203:9.3 0.7... /03.3 080.3  08::.:0/:/:.-.8..:.3 8:25. 0-0-.8.  9039. 9/.3 5007.99039.:3   5. /03.3 57.... 907503.  808:.305.3 0.3..79. -079.9..35073/:3.3 3/4308.2 203:3.8.   5.. 907503..7: 40 50792-. 8.3  0-.90 0/4907.5 503/079.3 574108 8079.-4020.33.9:39:202507408:7.3 /..30/4907.79.2...3 8:25..3 8:3: 8:3: 8:5. 8.    203:3./..8:5.9 70897.8. 438 0/4907.30907.3 503/079.3.. /03.3  !49 05.33.3/49079/.  ..3 .803    && 4  9.32:/..9:.3  0-.7: 40 50792-. ..3 9::.7 /03.38.-.3 907.9.8.3$48.3 203.8 /4907.. 9/.3.3808:.   /.  543 .  8.2.3  08::..3$48.3 0.2.3 202-07.33. 8047.349.35. 808:.:0/:/:.2 20.9.38:25. /4907 543 0   .5.    &&  4   9.:39:050393.

 /.34/090/4907. 574108  .2.  8079.3 203.3 8:25.3 :. /4907 .3 -.8.  8:5.7.9 80.8..3 2039.3   5.809. 8079.9  9039.9 -007.:3   5. /4907   5. /03. /03.2.5.. /03.5 /4907 .3 8:25.33.8.:..3.5 /4907 ::8..9 /. /4907  80.3   5..5.    && 4  9.7 3007  ./.. 808:.3 2039.9 /. /03.8. 203:.9: 09.3 -. 3 808:.5/4907. 203:..3 8:25.3 0.7:8 90.7. /4907  80.7:8 203:3:3 93  203.. 574108  .9 /.8 907.33/4308.3 8:25.5 /4907 .33.7. 18 /.   809.080. 18 /.5. 8:5.3 -.7:8 203:3:3 93  203.   .2.8. 202. /4907   5.7..3 203.8..9-007.9.5 /4907 .202..3 203. /4907 543 0   203. 3 808:..7:8 90.3 09.- 2020.  8079..9: /.-2020.   809.   ..5..9.9 80.   809.3 8:25.3 20. 080././4907   /80-:9. /03..

8.: .3 .8.3 /4907 .:.808:.3 7.:3.9./4907 20.3/.3./4907:39:20.9   8079.3.35.8.9 5033.7 50.   5.35.900/4907.3.80..8.7:8 20325.843.. 543 .3 70.. 0/4907.  9039.35...9.9.3..9:.380.3 5030.803803/7 ..3/09.8.. /4907 8079.900/4907.3/.3 4/090/4907.3 5.9. /-:.3 808:.3 7.89./03.3 80.7:8 203. /4907 543 0   207.3 :39: 050393.  9039. .2 :5.7:8 203:9 89.85050.3080.3.3. /4907 543 0   203.3 ....32:332002.9.-07/.9.8.3  !. 5.350.8.3 502:...5507-:.808:.3 /09.803  808:.257.3.... 93/. 808:.3.9.3 8:25.-.3 .9 /.3.:3   5. /4907 ./-07. 3 808:..3 !../4907 .9.8.3 5.3.   9.7:8202507..808:.:3 5.8. 0/4907.8. 02:...91/.3 80-./03.../49078079.-9.8..3 507809::.3 :3/.3.9039.    &&4 9.:3   5..32030:7: 5742491  570.30-.3 8:25.3080.3 080.:3   5..9..38:25.320/8808:.803 20203: 507239.0391 :7.803  8090..8..3 .389.  9039.8079.3 50.3 /4907 .. 808:.90780-:9808:.803   && 4   9..9..9.35741083.:5:318. 808:.:3   5.3507:3/.:09039:..3 20/8 ..20250740507809::.3 5007..8.803   && 4   9.3.3 /2. /03.3503.357.3/09.3 80-.3 /.3   .8.:9039.8..9039.9: .3/.380.9.35.9 . 02:..8.3/.7574108/.  .808:.8...8. .../03.207.:3 5. 07.3/..370.3:39:050393.9  9039. /03.2 20/8  .3.380./49075430207.91    && 4  9.3 5007.9.74507..3 /-07.3. 808:..: .33/4308.9: . 207.3 /. /03.7574108890793   && 4   9.3 05./.9:.3/.389.3 5034-.2.3 5882.8 80.3 .0. /03.8.8.703.3 93/.503.803   &&4 9. 5. 3 808:..3/.9/.3080.3 203.7. 4:2  5.8.3/09.703.3503.3/.:9039.

 /.7574108.3/.3  5.  543 .3 -:.808:. 9039.3.8.8..3 5.3..3 .3 ..     $047. 207.5.350702.3..9.3:8.3 /09.35741083.9: 502078.:5034-. -07:5.25:.:3 5.2503.5/4907.8. /4907 203072..8.. ..3 /4907 . 2.9.8. 5007.2 202507:3.3 80.3 :./. 09..8.803 ..3./4907 /.: .3/.3 89.--078.3 5.38. :39: 050393.3 .3 !.3 803.3 /4907909... /:3.7 574108 /.3.9.843.3.39. 808:..3  &&3808:.3 89. 8090.8.3:.:3.3 80.2 . 2-.703. 808:. ./4907    ...5/4907.803 0 /4907 .3/. .0.80305./4907.3 8047.3.3 8.. /03.02:..3507:/:7:8..390793   && 4   9.  $09.8. 9/./:3.2:3 .803 && 3 808:.8.  207:: 5.35..   543 /  9039.3.3 207.. 0-:9:.3 2025:3. . /2.39.3 5741083. 3 .3 8.3 89.8.5. -07:5.3/03.9.9.389.: /4907 .8.:3   5.8.:02.808:..320/85.:.   $047.59::8 .3 80.3 5.7:8 /03..3/.3 .9.703.:3   5..  809..5.803   && 4   9.9: . /4907 543 0   $.7:8203472.3..5.9 20250740 2-.7.8.8.7:8 /03.8..38:.33.990780-:9   &&4 9.:3   5.8.7 5007.8.. 20.7 57480/:7 4507.3 0- -.8047.390793   &&  4   9. /03.30907. 8079.../03.25: 20.- 207...543 .:3   5.380.3 803.8039:2033.9.:5034-.9.803 9: 2033. /03..3 /4907 ./   && 4   9.9. 5./03.  543 . 8:25.3 50.5-07/.. /03.  && 3 808:.3 8:.3 /09.3 .3 2.803  808:.8. 5...:.  9039.3/4907.3 20/8 808:. 8079.9: .8090..3 . 808:.-. 2: /.   202-07..3/..8507809::.2.80:39:3.80-.25. /..357-.2.0.803 -.3!.  . 808:.3!.9:.:3.8 /..25:20.803  -. :9.  3.8.8. 20.  5.32025:3.9:502078./03.-207:: 5.803  ..9039.9/.8.35.7 574108 .

/.3903440/4907.:0/4907.-.39.:3 5.33.3 2.3.543 / 20.32:50309.3.47.3.:.8.2-.9:9:.3.8./.3:8.:. /03.3 5079443.-.3:8.3.3/.32.32:0/4907.980-.3 .3-079:..:.2:50309.3 0.8.3 0.47.8:../.- 20.3.543 0  203.8/. 203:9 50702-.9.3.     $09.25:202-07.8.:.8. !.5 /4907 .9.   &&4 9.:.3.7:7..35079443.3/.3 !.3/.7:7.3/.:.33.850702.7:8 803.3  && 3 808:.     809.3 203:950702-..25:20.:3 5.8.3.9..:.3-0780/... &&4 9.  && 3 808:.750702.8 /.5 /4907 .

9.3                      .080.

.3.309                      .357.90 0/4907. /. /. -.3.3.5./.3 &3/. 3 907.3 :.3  .7 .3 /.33/4308.900/4907.2 57.34/090/4907.3 202 5079039.  -.3 90780-:9 ./ .3-07:-:3.307. 80-.3 /03..9 /58.3 /.3.:3 9039.8.3 02:/.$:25.9 /03. 3472. 3. 09 .49073/4308.2 :3/.5.3. ::3  /02.. 4:2 . $!&  850 09 9/.3 202 3. 09.9 -0-07.9 203.2:3 907/.5.  &3/./ 3472. 5..1.34 9.3 :3/. 3472.703.850 ::2 /.3.

:3 %039.33/4308.3 4/090/4907.3&3/. !7.3   8.42.900/4907.49073/4308. .7-/ .3!7.1.%#!&$%  &3/.3#05:-3/4308.9 0/4907.$:25.4 9.

/4.

.

90 0/4907.3.3  /:3/: 9.9 0/4907. 94-07  850 98 /.3 850 ::2 !7.7-/ .3   8.!7. 94-07      .3.42  /:3/: 9.