Anda di halaman 1dari 26

Kromatografi Cairan 1.

Mengenal Kromatografi Walaupun agak tidak terlalu jelas, kontribusi kromatografi pada perkembangan kimia modern tidak dapat dipandang rendah. Tanpa teknik kromatografi, sintesis senyawa murni (atau hampir murni) akan sangat sukar , dan dalam banyak kasus, hampir tidak mungkin. Di awal abad ke-20, kimiawan Rusia Mikhail Semënovich Tsvet (1872-1919) menyiapkan kolom yang diisi dengan serbuk kalsium karbonat, dan kedalamnya dituangkan campuran pigmen tanaman yang dilarutkan dalam eter. Secara mengejutkan, pigmen memisahkan dan membentuk lapisan berwarna di sepanjang kolom. Ia menamakan kromatografi pada teknik pemisahan baru ini (1906). Kemudian kimiawan dari Swiss Richard Martin Willstätter (1872-1942) menerapkan teknik ini untuk risetnya yakni khlorofil untuk menunjukkan manfaat teknik ini, dan sejak itu banyak perhatian diberikan pada kromatografi. Kromatografi adalah teknik untuk memisahkan campuran menjadi komponennya dengan bantuan perbedaan sifat fisik masing-masing komponen. Alat yang digunakan terdiri atas kolom yang di dalamnya diisikan fasa stasioner (padatan atau cairan). Campuran ditambahkan ke kolom dari ujung satu dan campuran akan bergerak dengan bantuan pengemban yang cocok (fasa mobil). Pemisahan dicapai oleh perbedaan laju turun masing-masing komponen dalam kolom, yang ditentukan oleh kekuatan adsorpsi atau koefisien partisi antara fasa mobil dan fasa diam (stationer). Komponen utama kromatografi adalah fasa stationer dan fasa mobil dan kromatografi dibagi menjadi beberapa jenis bergantung pada jenis fasa mobil dan mekanisme pemisahannya, seperti ditunjukkan di bawah ini. Tabel Klasifikasi kromatografi Nama Kromatografi cair, kromatografi gas Fasa mobil Kromatografi adsorpsi, kromatografi partisi Kromatografi pertukaran ion Mekanisme kromatografi gel Kromatografi kolom, kromatografi lapis tipis, Fasa stationer kromatografi kertas Beberapa contoh kromatografi yang sering digunakan di laboratorium diberikan di bawah ini. a) Kromatografi partisi Kriteria

Prinsip kromatografi partisi dapat dijelaskan dengan hukum partisi yang dapat diterapkan pada sistem multikomponen yang dibahas di bagian sebelumnya. Dalam kromatografi partisi, ekstraksi terjadi berulang dalam satu kali proses. Dalam percobaan, zat terlarut didistribusikan

antara fasa stationer dan fasa mobil. Fasa stationer dalam banyak kasus pelarut diadsorbsi pada adsorben dan fasa mobil adalah molekul pelarut yang mengisi ruang antar partikel yang ter adsorbsi.Contoh khas kromatografi partisi adalah kromatografi kolom yang digunakan luas karena merupakan sangat efisien untuk pemisahan senyawa organic. Kolomnya (tabung gela) diisi dengan bahan seperti alumina, silika gel atau pati yang dicampur dengan adsorben, dan pastanya diisikan kedalam kolom. Larutan sampel kemudian diisikan kedalam kolom dari atas sehingga sammpel diasorbsi oleh adsorben. Kemudian pelarut (fasa mobil; pembawa) ditambahkan tetes demi tetes dari atas kolom. Partisi zat terlarut berlangsung di pelarut yang turun ke bawah (fasa mobil) dan pelarut yang teradsorbsi oleh adsorben (fasa stationer). Selama perjalanan turun, zat terlarut akan mengalami proses adsorpsi dan partisi berulang-ulang. Laju penurunan berbeda untuk masingmasing zat terlarut dan bergantung pada koefisien partisi masing-masing zat terlarut. Akhirnya, zat terlarut akan terpisahkan membentuk beberapa lapisan. Akhirnya, masing-masing lapisan dielusi dengan pelarut yang cocok untuk memberikan spesimen murninya. Nilai R didefinisikan untuk tiap zat etralrut dengan persamaan berikut. R = (jarak yang ditempuh zat terlarut) / (jarak yang ditempuh pelarut/fasa mobil). Gambar Diagram skematik kromatografi b) Kromatografi kertas

Mekanisme pemisahan dengan kromatografi kertas prinsipnya sama dengan mekanisme pada kromatografi kolom. Adsorben dalam kromatografi kertas adalah kertas saring, yakni selulosa. Sampel yang akan dianalisis ditotolkan ke ujung kertas yang kemudian digantung dalam wadah. Kemudian dasar kertas saring dicelupkan kedalam pelarut yang mengisi dasar wadah. Fasa mobil (pelarut) dapat saja beragam. Air, etanol, asam asetat atau campuran zat-zat ini dapat digunakan. Kromatografi kertas diterapkan untuk analisis campuran asam amino dengan sukses besar. Karena asam amino memiliki sifat yang sangat mirip, dan asam-asam amino larut dalam air dan tidak mudah menguap (tidak mungkin didistilasi), pemisahan asam amino adalah masalah paling sukar yang dihadapi kimiawan di akhir abad 19 dan awal abad 20. Jadi penemuan kromatografi kertas merupakan berita sangat baik bagi mereka. Kimiawan Inggris Richard Laurence Millington Synge (1914-1994) adalah orang pertama yang menggunakan metoda analisis asam amino dengan kromatografi kertas. Saat campuran asam amino menaiki lembaran kertas secara vertikal karena ada fenomena kapiler, partisi asam amino antara fasa mobil dan fasa diam (air) yang teradsorbsi pada selulosa berlangsung berulang-ulang. Ketiak pelarut mencapai ujung atas kertas proses dihentikan. Setiap asam amino bergerak dari titik awal sepanjang jarak tertentu. Dari nilai R, masing-masing asam amino diidentifikasi.

Berdasarkan hasil ini. laju dan efisiensi pemisahan dapat ditingkatkan dengan besar. c) Kromatografi gas Campuran gas dapat dipisahkan dengan kromatografi gas. Metoda yang dipilih akan bergantung apakah tujuannya analisik atau preparatif. Bi la zat melarut dengan pelarut yang cocok. silika gel atau saringan molekular diisikan ke dalam tabung logam gulung yang panjang (2-10 m) dan tipis. Senyawa yang kurang larut dalam fasa diam akan keluar lebih dahulu. silika gel atau penyaring molekular. Campuran senyawa yang mudah menguap dicampur dengan gas pembawa disuntikkan ke dalam kolom.Kromatografi kertas dua-dimensi (2D) menggunakan kertas yang luas bukan lembaran kecil. ester seperti ftalil dodesilsulfat yang diadsorbsi di permukaan alumina teraktivasi. Analisis minyak mentah dan minyak atsiri dalam buah telah dengan sukses dilakukan dengan teknik ini. Disarankan untuk mencoba fasa cair standar yang diketahui efektif untuk berbagai senyawa. Ciri teknik ini adalah penggunaan tekanan tinggi untuk mengirim fasa mobil kedalam kolom. akan mempengaruhi kesensitifan teknik ini. nitrogen atau argon dan disebut gas pembawa. Efisiensi pemisahan ditentukan dengan besarnya interaksi antara sampel dan cairannya. HPLC (high precision liquid chromatography atau high performance liquid chromatography) secara ekstensif digunakan. digunakan sebagai fasa diam dan diisikan ke dalam kolom. dan sampelnya diproses secara dua dimensi dengan dua pelarut. Dalam kasus kromatografi gas-cair. untuk kromatografi gas-padat. Dengan memberikan tekanan tinggi. Fasa stationer dapat berupa padatan (kromatografi gas-padat) atau cairan (kromatografi gas-cair). alumina teraktivasi. dan setiap senyawa akan dipartisi antara fasa gas (mobil) dan fasa cair (diam) mengikuti hukum partisi. Kolom yang digunakan untuk HPLC lebih pendek daripada kolom yang digunakan untuk kromatografi gas. Sebagian besar kolom lebih pendek dari 1 m. Metoda deteksinya. Fasa mobil adalah gas semacam hidrogen. untuk pemurnian (misalnya untuk keperluan sintesis) senyawa organik skala besar. Mengenal Kromatografi Cair Kinerja Tinggi . Fasa stationer cair tidak populer. karbon monoksida dan karbon dioksida dimungkinkan dengan teknik ini. anion dan ion organik. cairan yang lebih khusus kemudian dapat dipilih. Kromatografi penukar ion menggunakan bahan penukar ion sebagai fasa diam dan telah berhasil digunakan untuk analisis kation. zat tersebut dapat dianalisis. 1. d) HPLC Akhir-akhir ini. sejumlah kecil padatan inert misalnya karbon teraktivasi. Umumnya.Silika gel atau oktadesilsilan yang terikat pada silika gel digunakan sebagai fasa stationer. Pemisahan gas bertitik didih rendah seperti oksigen. Metode ini khususnya sangat baik untuk analisis senyawa organik yang mudah menguap seperti hidrokarbon dan ester.

tidak sama halnya dengan kromatografi gas (jika anda telah mempelajarinya). Dalam kasus ini. ini bukan merupakan bentuk yang biasa dari HPLC.6 mm (dan mungkin kurang dari nilai ini) dengan panjang 150 sampai 250 mm. senyawa-senyawa ini akan menghabiskan waktu dalam larutan dan akan bergerak lambat dalam kolom. Sebuah kolom sederhana memiliki diameter internal 4. Ini secara esensial sama dengan apa yang sudah anda baca tentang kromatografi lapis tipis atau kromatografi kolom. Oleh karenanya. pelarut polar digunakan berupa campuran air dan alkohol seperti metanol. Karena proses ini meliputi tekanan. Fase balik HPLC. HPLC secara mendasar merupakan perkembangan tingkat tinggi dari kromatografi kolom. Membingungkan. Sebagai contoh. senyawa yang non polar kemudian akan lebih cepat melewati kolom. molekul-molekul polar dalam campuran akan menghabiskan waktunya untuk bergerak bersama dengan pelarut. Pelaksanaan HPLC. Hal ini memungkinkan pemisahan yang lebih baik dari komponen-komponen dalam campuran Perkembangan yang lebih luas melalui kromatografi kolom mempertimbangkan metode pendeteksian yang dapat digunakan. Dalam kasus ini. Senyawa-senyawa non polar dalam campuran akan cenderung membentuk atraksi dengan gugus hidrokarbon karena adanya dispersi gaya van der Waals. ada dua perbedaan dalam HPLC. tetapi silika dimodifikasi menjadi non polar melalui pelekatan rantai-rantai hidrokarbon panjang pada permukaannya secara sederhana baik berupa atom karbon 8 atau 18. Bagian ini menjelaskan bagaimana pelaksanaan dan penggunaan serta prinsip HPLC yang sama dengan kromatografi lapis tipis dan kromatografi kolom. Oleh karena itu. Senyawa-senyawa ini juga akan kurang larut dalam pelarut karena membutuhkan pemutusan ikatan hydrogen sebagaimana halnya senyawa-senyawa tersebut berada dalam molekul-molekul air atau metanol misalnya.HPLC adalah alat yang sangat bermanfaat dalam analisis. Atraksi yang terjadi tidak akan sekuat atraksi antara rantai-rantai hidrokarbon yang berlekatan pada silika (fase diam) dan molekul-molekul polar dalam larutan. Selain dari pelarut yang menetes melalui kolom dibawah grafitasi. Fase normal HPLC. Metodemetode ini sangat otomatis dan sangat peka. didukung melalui tekanan tinggi sampai dengan 400 atm. Ini membuatnya lebih cepat. Melihat seluruh proses Diagram alir HPLC Injeksi sample. Injeksi sample seluruhnya otomatis dan anda tidak akan mengharapkan bagaimana mengetahui apa yang terjadi pada tingkat dasar. Senyawa-senyawa polar dalam campuran melalui kolom akan melekat lebih lama pada silika yang polar dibanding degan senyawa-senyawa non polar. . Meskipun disebut sebagai “normal”.HPLC memperbolehkan penggunaan partikel yang berukuran sangat kecil untuk material terpadatkan dalam kolom yang mana akan memberi luas permukaan yang lebih besar berinteraksi antara fase diam dan molekul-molekul yang melintasinya. Fase balik HPLC adalah bentuk yang biasa digunakan dalam HPLC. Kolom dan pelarut. ukuran kolom sama.Ini berarti bahwa molekul-molekul polar akan bergerak lebih cepat melalui kolom. Oleh karena itu. Kolom diisi dengan partikel silika yang sangat kecil dan pelarut non polar misalnya heksan. akan terdapat atraksi yang kuat antara pelarut polar dan molekul polar dalam campuran yang melalui kolom. yang mana tergantung pada polaritas relatif dari pelarut dan fase diam.

jika anda menggunakan waktu retensi sebagai sarana untuk mengidentifikasi senyawa-senyawa. Misalnya. Pelarut menyerapnya! Tetapi berbeda. senyawa-senyawa akan menyerap dengan sangat kuat bagian-bagian yang berbeda dari specktrum UV. dan area ini dapat dihitung secara otomatis melalui layar komputer. anda (atau orang lain) sudah mengukur senyawa-senyawa murninya dari berbagai senyawa pada kondisi yang sama. . Detektor.Jika anda menginjeksi suatu larutan yang mengandung senyawa murni X yang telah diketahui jumlahnya pada instrumen. Waktu yang dibutuhkan oleh senyawa untuk bergerak melalui kolom menuju detektor disebut sebagai waktu retensi. waktu retensi akan sangat bervariasi dan bergantung pada:     tekanan yang digunakan (karena itu akan berpengaruh pada laju alir dari pelarut) kondisi dari fase diam (tidak hanya terbuat dari material apa. anda dapat menggunakan waktu retensi untuk membantu mengidentifikasi senyawa yang diperoleh. anda sebaiknya menggunakan panjang gelombang yang lebih besar dari 205 nm untuk mencegah pembacaan yang salah dari pelarut. Mari beranggapan bahwa tertarik dalam senyawa tertentu. tetapi juga pada ukuran partikel) komposisi yang tepat dari pelarut temperatur pada kolom Itu berarti bahwa kondisi harus dikontrol secara hati-hati. Sepanjang anda mengontrol kondisi kolom. Banyak senyawa-senyawa organik menyerap sinar UV dari beberapa panjang gelombang. tetapi anda juga dapat menghubungkan jumlah dari senyawa X dengan puncak dari senyawa yang dihasilkan. Anda akan heran mengapa pelarut yang digunakan tidak mengabsorbsi sinar UV. Jika anda menggunakan campuran metanol-air sebagai pelarut. anda tidak hanya dapat merekam waktu retensi dari senyawa tersebut. anda akan mendapatkan pembacaan langsung berapa besar sinar yang diserap.Anda juga dapat menggunakan puncak sebagai jalan untuk mengukur kuanti?tas dari senyawa yang dihasilkan. menyerap pada panjang gelombang dibawah 205 nm dan air pada gelombang dibawah 190 nm. Interpretasi output dari detector. metanol. Jika anda menyinarkan sinar UV pada larutan yang keluar melalui kolom dan sebuah detektor pada sisi yang berlawanan. Metode umum yang mudah dipakai untuk menjelaskan yaitu penggunaan serapan ultra-violet. dimana masing-masing puncak mewakili satu senyawa dalam campuran yang melalui detektor dan menerap sinar UV. Jumlah cahaya yang diserap akan bergantung pada jumlah senyawa tertentu yang melewati melalui berkas pada waktu itu. Waktu retensi diukur berdasarkan waktu dimana sampel diinjeksikan sampai sampel menunjukkan ketinggian puncak yang maksimum dari senyawa itu.Waktu retensi.Area yang berada dibawah puncak sebanding dengan jumlah X yang melalui detektor. Untuk beberapa senyawa. X. tentunya. Senyawa-senyawa yang berbeda memiliki waktu retensi yang berbeda. Area dihitung sebagai bagian yang berwarna hijau dalam gambar (sangat sederhana). Ada beberapa cara untuk mendeteksi substansi yang telah melewati kolom. Output akan direkam sebagai rangkaian puncak-puncak.

Misalnya. Metode-metode ini sangat otomatis dan sangat peka. yang mana tergantung pada polaritas relatif dari pelarut dan fase diam. Fase normal HPLC Ini secara esensial sama dengan apa yang sudah anda baca tentang kromatografi lapis tipis atau kromatografi kolom. tetapi dapat sama karena Y mengabsorbsi sinar UV pada panjang gelombang lebih sedikit dibanding dengan X.Jika larutan X kurang pekat. ini bukan merupakan bentuk yang biasa dari HPLC. HPLC memperbolehkan penggunaan partikel yang berukuran sangat kecil untuk material terpadatkan dalam kolom yang mana akan memberi luas permukaan yang lebih besar berinteraksi antara fase diam dan molekul-molekul yang melintasinya. ini akan hanya memberikan puncak yang kecil.Dalam gambar. tetapi jika diserap lemah. Jika anda mempunyai dua substansi yang berbeda dalam sebuah campuran (X dan Y). Ini mungkin ada jumlah besar Y yang tampak.Ini berarti dimungkinkan mengkalibrasi instrumen sehingga dapat digunakan untuk mengetahu berapa jumlah substansi yang dihasilkan meskipun dalam jumlah kecil. area dibawah puncak akan berkurang meskipun waktu retensi akan sama. . Ini mungkin disebabkan oleh karena Y lebih sedikit dari X.Meskipun demikian. Perkembangan yang lebih luas melalui kromatografi kolom mempertimbangkan metode pendeteksian yang dapat digunakan. Meskipun disebut sebagai “normal”. Ini membuatnya lebih cepat. dapatkah anda mengatakan jumlah relatifnya? Anda tidak dapat mengatakannya jika anda menggunakan serapan UV sebagai metode pendeteksinya. didukung melalui tekanan tinggi sampai dengan 400 atm. Bagian ini menjelaskan bagaimana pelaksanaan dan penggunaan serta prinsip HPLC yang sama dengan kromatografi lapis tipis dan kromatografi kolom. Hal ini memungkinkan pemisahan yang lebih baik dari komponen-komponen dalam campuran. Selain dari pelarut yang menetes melalui kolom dibawah grafitasi. Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (HPLC) Ditulis oleh Jim Clark pada 06-10-2007 HPLC adalah alat yang sangat bermanfaat dalam analisis. harus berhati-hati. Kolom dan pelarut Membingungkan. Pelaksanaan HPLC Pengantar HPLC secara mendasar merupakan perkembangan tingkat tinggi dari kromatografi kolom. area di bawah puncak Y lebih kecil dibanding dengan area dibawah puncak X. ada dua perbedaan dalam HPLC.

molekul-molekul polar dalam campuran akan menghabiskan waktunya untuk bergerak bersama dengan pelarut. Oleh karena itu. Fase balik HPLC adalah bentuk yang biasa digunakan dalam HPLC. ukuran kolom sama. senyawa yang non polar kemudian akan lebih cepat melewati kolom. Oleh karena itu. Senyawa-senyawa ini juga akan kurang larut dalam pelarut karena membutuhkan pemutusan ikatan hydrogen sebagaimana halnya senyawa-senyawa tersebut berada dalam molekul-molekul air atau metanol misalnya. Sebuah kolom sederhana memiliki diameter internal 4. Fase balik HPLC Dalam kasus ini.Melihat seluruh proses Diagram alir HPLC .6 mm (dan mungkin kurang dari nilai ini) dengan panjang 150 sampai 250 mm. Senyawa-senyawa non polar dalam campuran akan cenderung membentuk atraksi dengan gugus hidrokarbon karena adanya dispersi gaya van der Waals. akan terdapat atraksi yang kuat antara pelarut polar dan molekul polar dalam campuran yang melalui kolom. tetapi silika dimodifikasi menjadi non polar melalui pelekatan rantai-rantai hidrokarbon panjang pada permukaannya secara sederhana baik berupa atom karbon 8 atau 18. Atraksi yang terjadi tidak akan sekuat atraksi antara rantai-rantai hidrokarbon yang berlekatan pada silika (fase diam) dan molekul-molekul polar dalam larutan. Ini berarti bahwa molekul-molekul polar akan bergerak lebih cepat melalui kolom. senyawa-senyawa ini akan menghabiskan waktu dalam larutan dan akan bergerak lambat dalam kolom. pelarut polar digunakan berupa campuran air dan alkohol seperti metanol. Dalam kasus ini. Senyawa-senyawa polar dalam campuran melalui kolom akan melekat lebih lama pada silika yang polar dibanding degan senyawa-senyawa non polar. Oleh karenanya. Sebagai contoh.Kolom diisi dengan partikel silika yang sangat kecil dan pelarut non polar misalnya heksan.

Waktu retensi Waktu yang dibutuhkan oleh senyawa untuk bergerak melalui kolom menuju detektor disebut sebagai waktu retensi. jika anda menggunakan waktu retensi sebagai sarana untuk mengidentifikasi senyawa-senyawa. Senyawa-senyawa yang berbeda memiliki waktu retensi yang berbeda. waktu retensi akan sangat bervariasi dan bergantung pada:     tekanan yang digunakan (karena itu akan berpengaruh pada laju alir dari pelarut) kondisi dari fase diam (tidak hanya terbuat dari material apa. Banyak senyawa-senyawa organik menyerap sinar UV dari beberapa panjang gelombang. anda akan mendapatkan pembacaan langsung berapa besar sinar yang diserap. Untuk beberapa senyawa. Jika anda menyinarkan sinar UV pada larutan yang keluar melalui kolom dan sebuah detektor pada sisi yang berlawanan. tidak sama halnya dengan kromatografi gas (jika anda telah mempelajarinya). Karena proses ini meliputi tekanan. Waktu retensi diukur berdasarkan waktu dimana sampel diinjeksikan sampai sampel menunjukkan ketinggian puncak yang maksimum dari senyawa itu. .Injeksi sampel Injeksi sample seluruhnya otomatis dan anda tidak akan mengharapkan bagaimana mengetahui apa yang terjadi pada tingkat dasar. tetapi juga pada ukuran partikel) komposisi yang tepat dari pelarut temperatur pada kolom Itu berarti bahwa kondisi harus dikontrol secara hati-hati. Metode umum yang mudah dipakai untuk menjelaskan yaitu penggunaan serapan ultra-violet. Detektor Ada beberapa cara untuk mendeteksi substansi yang telah melewati kolom.

Jika anda menginjeksi suatu larutan yang mengandung senyawa murni X yang telah diketahui jumlahnya pada instrumen. tentunya. anda sebaiknya menggunakan panjang gelombang yang lebih besar dari 205 nm untuk mencegah pembacaan yang salah dari pelarut. Interpretasi output dari detektor Output akan direkam sebagai rangkaian puncak-puncak. metanol. dan area ini dapat dihitung secara otomatis melalui layar komputer. dimana masing-masing puncak mewakili satu senyawa dalam campuran yang melalui detektor dan menerap sinar UV. anda (atau orang lain) sudah mengukur senyawa-senyawa murninya dari berbagai senyawa pada kondisi yang sama. . anda dapat menggunakan waktu retensi untuk membantu mengidentifikasi senyawa yang diperoleh. senyawa-senyawa akan menyerap dengan sangat kuat bagian-bagian yang berbeda dari specktrum UV. Area dihitung sebagai bagian yang berwarna hijau dalam gambar (sangat sederhana). Misalnya. Sepanjang anda mengontrol kondisi kolom. Area yang berada dibawah puncak sebanding dengan jumlah X yang melalui detektor. Anda akan heran mengapa pelarut yang digunakan tidak mengabsorbsi sinar UV.Jumlah cahaya yang diserap akan bergantung pada jumlah senyawa tertentu yang melewati melalui berkas pada waktu itu. Pelarut menyerapnya! Tetapi berbeda. tetapi anda juga dapat menghubungkan jumlah dari senyawa X dengan puncak dari senyawa yang dihasilkan. menyerap pada panjang gelombang dibawah 205 nm dan air pada gelombang dibawah 190 nm. X. Jika anda menggunakan campuran metanol-air sebagai pelarut. Mari beranggapan bahwa tertarik dalam senyawa tertentu. Anda juga dapat menggunakan puncak sebagai jalan untuk mengukur kuanti?tas dari senyawa yang dihasilkan. anda tidak hanya dapat merekam waktu retensi dari senyawa tersebut.

tetapi dapat sama karena Y mengabsorbsi sinar UV pada panjang gelombang lebih sedikit dibanding dengan X. area dibawah puncak akan berkurang meskipun waktu retensi akan sama. Ini mungkin ada jumlah besar Y yang tampak. Kromatografi Lapis Tipis Ditulis oleh Jim Clark pada 06-10-2007 Bagian ini merupakan pengantar ke topik kromatografi lapis tipis. Pengalihan ini akan memberikan pola fragmentasi yang dapat dibandingkan pada data komputer dari senyawa yang polanya telah diketahui. Jika anda mempunyai dua substansi yang berbeda dalam sebuah campuran (X dan Y). Ini mungkin disebabkan oleh karena Y lebih sedikit dari X. ini akan hanya memberikan puncak yang kecil. Misalnya. dapatkah anda mengatakan jumlah relatifnya? Anda tidak dapat mengatakannya jika anda menggunakan serapan UV sebagai metode pendeteksinya. . Ini berarti bahwa identifikasi senyawa dalam jumlah besar dapat ditemukan tanpa harus mengetahui waktu retensinya. Rangkaian HPLC pada spektrometer massa Ini menunjukkan hal yang sangat menakjubkan! Pada saat detektor menunjukkan puncak. area di bawah puncak Y lebih kecil dibanding dengan area dibawah puncak X. tetapi jika diserap lemah. Pelaksanaan kromatografi lapis tipis Latar Belakang Kromatografi digunakan untuk memisahkan substansi campuran menjadi komponenkomponennya. penjelasan tentang kromatografi lapis tipis sama mudahnya dengan kromatografi kertas. beberapa senyawa sementara melewati detektor dan pada waktu yang sama dapat dialihkan pada spektrometer massa. Seluruh bentuk kromatografi berkerja berdasarkan prinsip ini.Jika larutan X kurang pekat. Meskipun demikian. Ini berarti dimungkinkan mengkalibrasi instrumen sehingga dapat digunakan untuk mengetahu berapa jumlah substansi yang dihasilkan meskipun dalam jumlah kecil. harus berhati-hati. Dalam gambar. Meskipun anda adalah seorang pemula yang mungkin lebih mengenal kromatografi kertas.

. Sebuah garis menggunakan pinsil digambar dekat bagian bawah lempengan dan setetes pelarut dari campuran pewarna ditempatkan pada garis itu. lempengan ditempatkan dalam sebuah gelas kimia bertutup berisi pelarut dalam jumlah yang tidak terlalu banyak.Semua kromatografi memiliki fase diam (dapat berupa padatan. alasannya akan dibahas selanjutnya. Jel silika (atau alumina) merupakan fase diam. Fase diam untuk kromatografi lapis tipis seringkali juga mengandung substansi yang mana dapat berpendarflour dalam sinar ultra violet. Diberikan penandaan pada garis di lempengan untuk menunjukkan posisi awal dari tetesan. Fase gerak merupakan pelarut atau campuran pelarut yang sesuai. Kromatogram Kita akan mulai membahas hal yang sederhana untuk mencoba melihat bagaimana pewarna tertentu dalam kenyataannya merupakan sebuah campuran sederhana dari beberapa pewarna. Jika ini dilakukan menggunakan tinta. Komponen-komponen yang berbeda bergerak pada laju yang berbeda. Ketika bercak dari campuran itu mengering. Untuk mendapatkan kondisi ini. Pelaksaanan kromatografi lapis tipis menggunakan sebuah lapis tipis silika atau alumina yang seragam pada sebuah lempeng gelas atau logam atau plastik yang keras. Perlu diperhatikan bahwa batas pelarut berada di bawah garis dimana posisi bercak berada. pewarna dari tinta akan bergerak selayaknya kromatogram dibentuk. atau kombinasi cairan-padatan) dan fase gerak (berupa cairan atau gas). Fase gerak mengalir melalui fase diam dan membawa komponen-komponen yang terdapat dalam campuran. Kondisi jenuh dalam gelas kimia dengan uap mencegah penguapan pelarut. Kita akan membahasnya lebih lanjut. dalam gelas kimia biasanya ditempatkan beberapa kertas saring yang terbasahi oleh pelarut. Alasan untuk menutup gelas kimia adalah untuk meyakinkan bawah kondisi dalam gelas kimia terjenuhkan oleh uap dari pelarut.

Pelarut dapat mencapai sampai pada bagian atas dari lempengan.Karena pelarut bergerak lambat pada lempengan. Ini akan memberikan pemisahan maksimal dari komponen-komponen yang berwarna untuk kombinasi tertentu dari pelarut dan fase diam. sering kali pengukuran diperoleh dari lempengan untuk memudahkan identifikasi senyawa-senyawa yang muncul. Ketika pelarut mendekati bagian atas lempengan. Pengukuran ini berdasarkan pada jarak yang ditempuh oleh pelarut dan jarak yang tempuh oleh bercak warna masing-masing. anda dapat berhenti pada bahasan sebelumnya. Perhitungan nilai Rf Jika anda ingin mengetahui bagaimana jumlah perbedaan warna yang telah terbentuk dari campuran. Gambar menunjukkan lempengan setalah pelarut bergerak setengah dari lempengan. Pengukuran berlangsung sebagai berikut: Nilai Rf untuk setiap warna dihitung dengan rumus sebagai berikut: . lempengan dipindahkan dari gelas kimia dan posisi pelarut ditandai dengan sebuah garis. komponen-komponen yang berbeda dari campuran pewarna akan bergerak pada kecepatan yang berbeda dan akan tampak sebagai perbedaan bercak warna. Namun. sebelum mengalami proses penguapan.

nilai Rf untuk warna merah selalu adalah 0. Sementara UV tetap disinarkan pada lempengan.34. Namun. Itu berarti bahwa jika anda menyinarkan sinar UV pada lempengan. Bercak tampak sebagai bidang kecil yang gelap. Mari kita lihat bagaimana menggunakan kromatografi lapis tipis untuk menganalisis pada bagian selanjutnya.7 cm dari garis awal. Seketika anda .0 cm. Anda harus tetap mengingat teknik ini jika anda ingin mengidentifikasi pewarna yang tertentu. Bagaimana halnya jika substansi yang ingin anda analisis tidak berwarna? Ada dua cara untuk menyelesaikan analisis sampel yang tidak berwarna. meskipun bercakbercak itu tidak tampak berwarna jika dilihat dengan mata. jika terdapat perubahan (suhu. komposisi pelarut dan sebagainya). Menggunakan pendarflour Mungkin anda masih ingat apa yang telah saya sebutkan bahwa fase diam pada sebuah lempengan lapis tipis seringkali memiliki substansi yang ditambahkan kedalamnya. akan berpendar. sehingga nilai Rf untuk komponen berwarna merah menjadi: Jika anda dapat mengulang percobaan ini pada kondisi yang tepat sama. Pendaran ini ditutupi pada posisi dimana bercak pada kromatogram berada. supaya menghasilkan pendaran flour ketika diberikan sinar ultraviolet (UV). nilai tersebut akan berubah. sementara pelarut berjarak 5. Sebagai contoh. jika komponen berwarna merah bergerak dari 1. akan timbul pendaran dari posisi yang berbeda dengan posisi bercak-bercak. Itu berarti jika anda menyinarkannya dengan sinar UV.Rf=jarak yang ditempuh oleh komponen jarak yang ditempuh oleh pelarut Sebagai contoh. nilai Rf yang akan diperoleh untuk setiap warna akan selalu sama. anda harus menandai posisi-posisi dari bercakbercak dengan menggunakan pinsil dan melingkari daerah bercak-bercak itu.

kromatogram dikeringkan kembali dan kemudian ditempatkan pada wadah bertutup (seperti gelas kimia dengan tutupan gelas arloji) bersama dengan kristal iodium. dimungkinkan untuk membuat bercak-bercak menjadi tampak dengan jalan mereaksikannya dengan zat kimia sehingga menghasilkan produk yang berwarna. atau dapat dilekatkan lebih dekat pada bercak daripada lempengan. Dalam metode lain. Untuk sederhananya. Sebuah contoh yang baik adalah kromatogram yang dihasilkan dari campuran asam amino. umumnya coklat atau ungu. mari kira berasumsi bahwa anda mengetahui bahwa campuran hanya mungkin mengandung lima asam amino. Substansi yang dianalisis tampak sebagai bercak-bercak kecoklatan. bercak-bercak tersebut tidak tampak kembali. atau dapat dilekatkan lebih dekat pada bercak daripada lempengan. Lempengan lalu ditempatkan pada posisi berdiri dalam pelarut yang sesuai . Penggunaan kromatografi lapis tipis untuk mengidentifikasi senyawa-senyawa Anggaplah anda mempunyai campuran asam amino dan ingin menemukan asam amino-asam amino tertentu yang terkandung didalam campuran tersebut. Kromatogram dapat dikeringkan dan disemprotkan dengan larutan ninhidrin. Ninhidrin bereaksi dengan asam amino menghasilkan senyawa-senyawa berwarna. Uap iodium dalam wadah dapat berekasi dengan bercak pada kromatogram. Substansi yang dianalisis tampak sebagai bercak-bercak kecoklatan. Uap iodium dalam wadah dapat berekasi dengan bercak pada kromatogram.mematikan sinar UV. kromatogram dikeringkan kembali dan kemudian ditempatkan pada wadah bertutup (seperti gelas kimia dengan tutupan gelas arloji) bersama dengan kristal iodium. Penunjukkan bercak secara kimia Dalam beberapa kasus. Dalam metode lain. Setetes campuran ditempatkan pada garis dasar lempengan lapis tipis dan bercak-bercak kecil yang serupa dari asam amino yang telah diketahui juga ditempatkan pada disamping tetesan yang akan diidentifikasi.

Gambar ini menunjukkan bagian kecil dari permukaan silika. pada permukaan jel silika terdapat ikatan Si-O-H selain Si-O-Si. Bagian kiri gambar menunjukkan lempengan setelah pelarut hampir mencapai bagian atas dari lempengan. campuran adalah M dan asam amino yang telah diketahui ditandai 1-5.dan dibiarkan seperti sebelumnya. Dalam gambar. 4 dan 5. Namun. . Atom silikon dihubungkan oleh atom oksigen dalam struktur kovalen yang besar. Bagaimana kromatografi lapis tipis berkerja? Fase diam-jel silika Jel silika adalah bentuk dari silikon dioksida (silika). Anda sebaiknya mengulangi eksperimen menggunakan asam amino lain sebagai perbandingan. pada permukaan jel silika. atom silikon berlekatan pada gugus -OH. Bercak-bercak masih belum tampak. Tidak diperlukan menghitung nilai Rf karena anda dengan mudah dapat membandingkan bercakbercak pada campuran dengan bercak dari asam amino yang telah diketahui melalui posisi dan warnanya. Bagaimana jika campuran mengandung lebih banyak asam amino daripada asam amino yang digunakan sebagai perbandingan? Ini memungkinkan adanya bercak-bercak dari campuran yang tidak sesuai dengan asam amino yang dijadikan perbandingan itu. Dalam contoh ini. Jadi. Gambar kedua menunjukkan apa yang terjadi setelah lempengan disemprotkan ninhidrin. campuran mengandung asam amino 1.

Apa yang kita sebutkan tentang jel silika kemudian digunakan serupa untuk alumina. Penjerapan bersifat tidak permanen. pelarut pertama akan melarutkan senyawa-senyawa dalam bercak yang telah ditempatkan pada garis dasar. Senyawa yang dapat membentuk ikatan hidrogen akan melekat pada jel silika lebih kuat dibanding senyawa lainnya. Itu berarti bahwa semakin kuat senyawa . Hal ini tergantung pada bagaimana besar atraksi antara senyawa dengan jel silika. sebagaimana halnya gaya van der Waals dan atraksi dipol-dipol. Dengan jelas senyawa hanya dapat bergerak ke atas pada lempengan selama waktu terlarut dalam pelarut. Anggaplah bercak awal mengandung dua senyawa. Kita mengatakan bahwa senyawa ini terjerap lebih kuat dari senyawa yang lainnya. Senyawa-senyawa akan cenderung bergerak pada lempengan kromatografi sebagaimana halnya pergerakan pelarut. Bagaimana cepatnya senyawa-senyawa dibawa bergerak ke atas pada lempengan. yang satu dapat membentuk ikatan hidrogen. Fase diam lainnya yang biasa digunakan adalah alumina-aluminium oksida. Bagaimana senyawa melekat pada fase diam. tergantung pada: Bagaimana kelarutan senyawa dalam pelarut. Atom aluminium pada permukaan juga memiliki gugus -OH. misalnya jel silika. Hal ini bergantung pada bagaimana besar atraksi antara molekul-molekul senyawa dengan pelarut. Penjerapan merupakan pembentukan suatu ikatan dari satu substansi pada permukaan. Apa yang memisahkan senyawa-senyawa dalam kromatogram? Ketika pelarut mulai membasahi lempengan. terdapat pergerakan yang tetap dari molekul antara yang terjerap pada permukaan jel silika dan yang kembali pada larutan dalam pelarut. Ketika senyawa dijerap pada jel silika-untuk sementara waktu proses penjerapan berhenti-dimana pelarut bergerak tanpa senyawa. dan yang lainnya hanya dapat mengambil bagian interaksi van der Waals yang lemah.Permukaan jel silika sangat polar dan karenanya gugus -OH dapat membentuk ikatan hidrogen dengan senyawa-senyawa yang sesuai disekitarnya..

seseorang telah berkerja keras untuk anda dan anda hanya menggunakan campuran pelarut yang telah anda berikan dan segala sesuatunya akan berkerja dengan sempurna!) Kromatografi Kertas Ditulis oleh Jim Clark pada 06-10-2007 Bagian ini mengantarkan penjelasan tentang kromatografi kertas. perubahan pelarut dapat membantu dengan baiktermasuk memungkinkan perubahan pH pelarut. Bagaimana jika komponen-komponen dalam campuran dapat membentuk ikatan-ikatan hidrogen? Terdapat perbedaan bahwa ikatan hidrogen pada tingkatan yang sama dan dapat larut dalam pelarut pada tingkatan yang sama pula. (Berikan tingkatan dimana anda dapat berkerja.dijerap. Bagaimanapun. hal ini memungkinkan senyawa-senyawa tidak terpisahkan dengan baik ketika anda membuat kromatogram. Pelaksanaan kromatografi kertas Latar belakang Kromatografi digunakan untuk memisahkan campuran dari substansinya menjadi komponenkomponennya. Atraksi antara senyawa dan pelarut juga merupakan hal yang penting-hal ini akan mempengaruhi bagaimana mudahnya senyawa ditarik pada larutan keluar dari permukaan silika. Fase gerak adalah pelarut atau campuran pelarut yang sesuai. Dalam kasus itu. Seluruh bentuk kromatografi bekerja berdasarkan prinsip yang sama. Dalam kromatografi kertas. Kita akan melihat alasannya pada halaman selanjutnya. Ini merupakan tingkatan uji coba ? jika satu pelarut atau campuran pelarut tidak berkerja dengan baik. fase diam adalah kertas serap yang sangat seragam. . anda mencoba pelarut lainnya. dan karenanya bergerak lebih jauh pada lempengan. termasuk didalamnya kromatografi dua arah. Dalam contoh yang sudah kita bahas. Ini tidak hanya merupakan atraksi antara senyawa dengan jel silika. Komponen-komponen yang berbeda akan bergerak pada laju yang berbeda pula. semakin kurang jarak yang ditempuh ke atas lempengan. Fase gerak mengalir melalui fase diam dan membawa komponen-komponen dari campuran bersama-sama. senyawa yang dapat membentuk ikatan hidrogen akan menjerap lebih kuat daripada yang tergantung hanya pada interaksi van der Waals. Seluruh bentuk kromatografi memiliki fase diam (berupa padatan atau cairan yang didukung pada padatan) dan fase gerak (cairan atau gas).

mari memulai dari hal itu. Kertas digantungkan pada wadah yang berisi lapisan tipis pelarut atau campuran pelarut yang sesuai didalamnya. Ini merupakan contoh yang mudah. Alasan untuk menutup wadah adalah untuk meyakinkan bahwa astmosfer dalam gelas kimia terjenuhkan denga uap pelarut. 2 dan 3 serta tinta pada pesan ditandai sebagai M. Anggaplah anda mempunyai tiga pena biru dan akan mencari tahu dari tiga pena itu. Perlu diperhatikan bahwa batas pelarut berada dibawah garis pada bercak diatasnya.Kromatogram kertas Anda mungkin telah menggunakan kromatografi kertas sebagai salah satu hal pertama yang pernah anda kerjakan dalam bidang kimia untuk pemisahan. Dalam gambar. Sampel dari masing-masing tinta diteteskan pada garis dasar pinsil pada selembar kromatografi kertas. dan itu juga di teteskan pada garis yang sama. . misalnya campuran dari pewarnapewarna yang menyusun warna tinta tertentu. yang mana yang digunakan untuk menulis sebuah pesan. pena ditandai 1. Kadang-kadang kertas hanya digulungkan secara bebas pada silinder dan diikatkan dengan klip kertas pada bagian atas dan bawah. Silinder kemudian ditempatkan dengan posisi berdiri pada bawah wadah. Gambar berikutnya tidak menunjukkan terperinci bagaimana kertas di gantungkan karena terlalu banyak kemungkinan untuk mengerjakannnya dan dapat mengacaukan gambar. Penjenuhan udara dalam gelas kimia dengan uap menghentikan penguapan pelarut sama halnya dengan pergerakan pelarut pada kertas. Beberapa pewarna larut dalam jumlah yang minimum dalam pelarut yang sesuai.

beberapa laiinya tetap lebih dekat pada garis dasar. Gambar menunjukkan apa yang tampak setelah pelarut telah bergerak hampir seluruhnya ke atas. tidak perlu menghitung nilai Rf karena anda akan membuat perbandingan langsung dengan hanya melihat kromatogram.. Anda juga dapat melihat bahwa pena 1 mengandung dua campuran berwarna biru yang kemungkinan salah satunya mengandung pewarna tunggal terdapat dalam pena 3. Anda membuat asumsi bahwa jika anda memiliki dua bercak pada kromatogram akhir dengan . Nilai Rf Beberapa senyawa dalam campuran bergerak sejauh dengan jarak yang ditempuh pelarut. Jarak relative pada pelarut disebut sebagai nilai Rf. Untuk setiap senyawa berlaku rumus sebagai berikut: Rf=jarak yang ditempuh oleh senyawa jarak yang ditempuh oleh pelarut Misalnya. sedangkan pelarut bergerak sejauh 12.Karena pelarut bergerak lambat pada kertas. jadi Rf untuk komponen itu: Dalam contoh kita melihat ada beberapa pena.6 cm dari garis dasar. komponen-komponen yang berbeda dari campuran tinta akan bergerak pada laju yang berbeda dan campuran dipisahkan berdasarkan pada perbedaan bercak warna.0 cm. misalnya jenis kertas dan komposisi pelarut yang tepat. Dengan sangat mudah dijelaskan melihat dari kromatogram akhir dari pena yang ditulis pada pesan yang mengandung pewarna yang sama dengan pena 2. jika salah satu komponen dari campuran bergerak 9. Jarak tempuh relative pada pelarut adalah konstan untuk senyawa tertentu sepanjang anda menjaga segala sesuatunya tetap sama.

Setetes larutan campuran ditempatkan pada garis dasar kertas. Contoh yang baik yaitu kromatogram yang dihasilkan dari campuran asam amino. campuran adalah M. Dalam contoh ini. Anda dapat saja mempunyai senyawa-senyawa berwarna yang sangat mirip dengan nilai Rf yang juga sangat mirip. Hal ini tidak selalu benar. Ninhidrin bereaksi dengan asam amino menghasilkan senyawa berwarna. Dalam gambar. dan asam amino yang telah diketahu ditandai 1 sampai 5. Bagaimana halnya jika substansi yang anda ingin identifikasi tidak berwarna? Dalam beberapa kasus. mari berasumsi bahwa anda telah mengetahui kemungkinan campuran hanya mengandung lima asam amino yang umum. 4 dan 5. dan dengan cara yang sama ditempatkan asam amino yang telah diketahui diteteskan disampingnya. Tidak diperlukan untuk menghitung nilai Rf karena anda dengan mudah dapat membandigkan bercak dalam campuran dengan asam amino-asam amino yang telah diketahui berdasarkan posisi dan warnanya. campuran mengandung asam amino yang diberi tanda 1. Posisi pelarut depan ditandai dengan pinsil dan kromatogram lalu dikeringkan dan disemprotkan dengan larutan ninhidrin. Anggaplah anda mempunyai campuran asam amino dan ingin memisahkan asam amino tertentu yang terdapat dalam campuran. Bagaimana jika campuran mengandung asam amino lain selain dari asam amino yang anda gunakan untuk perbandingan? Akan terdapat bercak dalam campuran yang tidak sesuai dari asam . Bercak masih belum tampak.warna yang sama dan telah bergerak pada jarak yang sama pada kertas. Untuk menyederhanakan. Gambar di sebelah kiri menunjukkan kertas setelah dilalui pelarut hampir pada bagian atas kertas. dimungkinkan membuat bercak menjadi tampak dengan mereaksikannya dengan beberapa pereaksi yang menghasilkan produk yang berwarna. Kertas lalu ditempatkan dalam pelarut yang sesuai dan dibiarkan seperti sebelumnya. utamanya coklat atau ungu. Gambar kedua menunjukkan apa yang mungkin tampak setelah penyemprotan ninhidrin. dua bercak tersebut merupakan senyawa yang hampir sama. Kita akan melihat bagaimana anda menemukan masalah itu pada penjelasan selanjutnya.

Anda harus mengulangi percobaan menggunakan asam amino-asam amino sebagai bahan perbandingan. Apa yang anda kerjakan sekarang adalah menunggu kertas kering seluruhnya. dengan demikian bercak-bercak akan bergerak dengan jumlah yang berbeda. Posisi ini ditandai sebagai SF1 yaitu pelarut depan untuk pelarut pertama. Tentunya. Saya akan kembali membicarakan tentang senyawa-senyawa berwarna karena lebih mudah melihat apa yang terjadi. Kita akan menggunakan dua pelarut yang berbeda Jika anda melihatnya lebih dekat. Kromatogram ditempatkan dalam sebuah pelarut sebelum dan sesudah sampai pelarut mendekati bagian atas kertas. . anda dapat melihat bahwa bercak pusat besar dalam kromatogram sebagian biru dan sebagian hijau. posisi pelarut ditandai dengan pinsil sebelum kertas kering. Dua pewarna dalam campuran memiliki nilai Rf yang hampir sama. Dalam gambar. dan putar 90 o dan perlakukan kromatogram kembali dengan pelarut yang berbeda. keduanya memiliki warna yang sama.amino yang telah diketahu. nilai-nilai ini bisa saja sama. Kromatografi kertas dua arah Kromatografi kertas dua arah dapat digunakan dalam menyelesaikan masalah pemisahan substansi yang memiliki nilai Rf yang sangat serupa. dalam hal ini anda tidak dapat mengatakan bahwa ada satu atau lebih pewarna dalam dalam bercak itu. Ada dapat mengerjakannya secara sempurna hal ini dengan senyawasenyawa yang tidak berwarna – tetapi anda harus menggunakan banyak imajinasi dalam menjelaskan apa yang terjadi ! Waktu ini kromatogram dibuat dari bercak tunggal dari campuran yang ditempatkan kedepan dari garis dasar. Hal yang sangat tidak dipercaya bahwa dua bercak yang membingungkan akan memiliki nilai Rf dalam pelarut kedua sama halnya dengan pelarut yang pertama.

dan kemudian membandingkan nilai-nilai yang anda telah ukur dari senyawa yang telah diketahui pada kondisi yang tepat sama. yaitu glukosa. Bercak-bercak telah bergerak! Kromatogram akhir akan tampak seperti ini: Kromatografi dua arah secara seluruhnya terpisah dari campuran menjadi empat bercak yang berbeda. secara jelas anda tidak dapat melaksanakannya dengan perbandingan substansi pada kromatogram yang sama seperti yang kita lihat pada contoh sebelumnya menggunakan pena atau asam amino-asam amino. ini sangat membantu jika anda dapat membaca penjelasan bagaimana kromatografi lapis tipis bekerja. Jika anda akan mengidentifikasi bercak-bercak dalam campuran. . Jika anda telah pernah melakukannya.Gambar berikutnya menunjukkan apa yang mungkin terjadi pada berbagai bercak pada kromatogram awal. Posisi pelarut kedua juga ditandai. Anda dapat berakhir dengan kekacauan pada bercak-bercak yang tanpa arti. anda dapat bekerja dengan nilai Rf untuk setiap bercak-bercak dalam pelarut-pelarut. dan beberapa sumber untuk mengatasi masalah secara tuntas. tetapi sangat sulit dijelaskan apabila membadingkannya dengan kromatografi lapis tipis.Struktur dasar kertas Kertas dibuat dari serat selulosa. Bagaimana kromatografi kertas bekerja? Meskipun kromatografi kertas sangat mudah pengerjaannya. Selulosa merupakan polimer dari gula sederhana. Tentunya anda tidak dapat melihat bercak-bercak dalam posisi awal dan akhir. Meskipun demikian. Penjelasannya tergantung tingkatan pemilihan pelarut yang anda gunakan.

Molekul-molekul seperti ini akan bergerak sepanjang kertas diangkut oleh pelarut. anda dapat berpikir yakni kertas sebagai serat-serat selulosa dengan lapisan yang sangat tipis dari molekulmolekul air yang berikatan pada permukaan. dan karena akan menghabisakan banyak waktunya untuk larut dalam pelarut yang bergerak. Dan karenanya. Molekul-molekul polar da. Dengan kata lain. Jika anda mempunyai air sebagai fase diam.am campuran yang anda coba untuk pisahkan akan memiliki sedikit atraksi antara akan memiliki sedikit atraksi untuk molekul-molekul air dan molekul-molekul yang melekat pada selulosa. Kecenderungan senyawa untuk membagi waktunya antara dua pelarut yang tidak bercampur (misalnya pelarut heksana dan air yang mana tidak bercampur) disebut sebagai partisi. molekul-molekul tidak akan bergerak sangat cepat pada kertas. akan baik menggunakan beberapa penjelasan untuk kromatografi lapis tipis dan kertas. Sayangnya. Mereka akan memiliki nilai Rf yang relatif tinggi. Kromatografi kertas menggunakan air dan pelarut polar lainnya Waktu akan mengajarkan anda bahwa partisi tidak dapat dijelaskan jika anda menggunakan air sebagai pelarut untuk campuran anda. hal ini lebih kompleks daripada itu! Kompleksitas timbul karena serat-serat selulosa beratraksi dengan uap air dari atmosfer sebagaimana halnya air yang timbul pada saat pembuatan kertas. Dengan kata lain.Sangat menarik untuk mencoba untuk menjelaskan kromatografi kertas dalam kerangka bahwa senyawa-senyawa berbeda diserap pada tingkatan yang berbeda pada permukaan kertas. molekul-molekul polar akan memiliki atraksi yang tinggi untuk molekulmolekul air dan kurang untuk pelarut yang non polar. Kromatografi kertas menggunakan pelarut non polar Anggaplah anda menggunakan pelarut non polar seperti heksana untuk mengerjakan kromatogram. Interaksi ini dengan air merupakan efek yang sangat penting selama pengerjaan kromatografi kertas. Oleh karenanya. Kromatografi kertas menggunakan pelarut non-polar kemudian menjadi tipe kromatografi partisi. cenderung untuk larut dalam lapisan tipis air sekitar serat lebih besar daripada pelarut yang bergerak. Karena molekul-molekul ini menghabiskan waktu untuk larut dalam fase diam dan kurang dalam fase gerak. tidak akan .

Teknik Kimia.kromatografi lapis Pada kromatografi kertas sebagai penyerap digunakan sehelai kertas dengan susunan Diantara sekian banyak contoh teknik atau cara dalam analisis kuantitatif terdapat dua cara 1 2 3 4 5 6 12 Setelah menyelesaikan perkuliahan ini mahasiswa dapat menjelaskan teknikteknik analisis dengan metode kromatografi kertas dan penggunaannya dalam bidang farmasi KROMATOGRAFI KROMATOGRAFI KERTAS. 40. G. sintesis senyawa murni (atau hampir murni) akan 1914-1994) adalah orang pertama yang menggunakan metoda analisis asam amino dengan kromatografi kertas. Yang Mana? Dengan 170 Teknik Pemisahan Kimia cara-cara optimasi. akan terdapat perbedaan mekanisme pada mekanisme kerja dan harus setimbang untuk pelarut-pelarut polar seperti alkohol. 39. Fakultas Ekonomi. analisis kualitatif. From: azrien68.sangat berbeda makna antara jumlah waktu substansi menghabiskan waktu dalam campuran dalam bentuk lainnya. 1979. HALAMAN 13 Kimia Analisis. misalnya. FASILKOM. NAMA Selain kertas Whatman dalam teknik kromatografi dapat pula digunakan kertas Svehla. Fakultas Teknik. 38. Kimia Fisika. Jika air bertindak sebagai fase gerak selayaknya menjadi fase diam. kromatogram pertama yang telah anda buat mungkin merupakan tinta menggunakan air sebagai pelarut. Seluruh substansi seharusnya setimbang kelarutannya (terlarut setimbang) dalam keduanya. FISIP. FIK Fraksi eter kemudian dianalisis dengan menggunakan kromatografi kertas dua dimensi dengan . FKM. teknik analisis kromatografi kertas Posted by admin. Pelarut-pelarut polar seperti alkohol rendah bercampur dengan air. Vogel Buku Teks Analisis Tanpa teknik kromatografi. Topics: Laptops Item Analysis for Set 3 Paper 2. KERTAS SOALAN TAMAT.GC-MS. Reads: 55 D ask her for further information. Kimia Anorganik. Fakultas Hukum. Kromatografi fluida superkritik Kromatografi cair: kromatografi kertas. FPsi. Namun. Partisi hanya dapat terjadi antara pelarut yang tidak bercampur satu dengan lainnya. Kimia Lingkungan Bagian ini mengantarkan penjelasan tentang kromatografi kertas Kimia MIPA vs. FIB. aplikasi.

Kromatografi kertas. Cara kerja dalam menentukan Ni(II) . Kromatografi gas. Fasa gerak atau larutan pengembang biasanya digunakan pelarut campuran organik atau bisa juga campuran pelarut organik – anorganik. Dalam hal ini jumlah cuplikan yang ditotolkan harus kuantitatif. KertasKromatografi yang sering digunakan Kromatografi ialah satu teknik pengasingan bahan kimia secara fizikal yang penting. Secara kuantitatif warna merah dari kompleks Ni-DMG dapat ditentukan dengan spektrofotometri sinar tampak. dengan demikian melalui kromatografi lapis tipis dapat diperoleh informasi secara kualitatif. ion atau senyawa akan mempunyai Rf yang spesifik. Kromatografi lajur. Analisis kuantitatif pada kromatografi lapis tipis dapat dilakukan dengan jalan melarutkan kembali ion atau senyawa yang sudah terpisahkan kemudian ditentukan serapannya (karena pada umumnya untuk pengenalan digunakan pereaksi berwarna). Oleh karena itu dapat digunakan untuk memisahkan senyawa atau ion yang sifatnya polar. Fasa gerak yang dipakai bisa menggunakan campuran pelarut organik-anorganik misalnya aseton-HCl. Baik silika maupun alumina merupakan suatu adsorben yang bersifat polar. Kelebihan kromatografi lapis tipis dibandingkan dengan kromatografi kertas adalah waktu elusi lebih pendek dan dapat digunakan untuk analisis kuantitatif. Kromatografi lapisan nipis http://starwrite. jika fasa diam alumina maka bersifat basa. pemisahan fisik campuran komponenanalysis KROMATOGRAFI Kromatografi. Fasa gerak bergerak naik karena gaya kapiler dan dihentikan ketika mencapai 3/4 panjang plat. Jika fasa diam berupa silika gel maka bersifat asam. dengan demikian cuplikan akan ditahan berdasarkan perbedaan kepolaraanya. Sampel cair dengan jumlah tertentu ditotolkan pada plat KLT dan dielusi dalam larutan pengembang. Perhitungan Rf sama halnya seperti pada kromatografi kertas. Tahapan analisis dengan kromatografi lapis tipis sama seperti pada kromatografi kertas.biz/search/teknik+analisis+kromatografi+kertas Penentuan Ni(II) dengan kromatografi lapis tipis Kromatografi lapis tipis merupakan salah satu kromatografi yang berdasarkan proses adsorpsi. Ni(II) adalah suatu ion logam yang bersifat polar sehingga dapat dipisahkan dari komponen lain menggunakan kromatografi lapis tipis. Sebagai fasa diam dapat digunakan silika atau alumina yang dilapiskan pada lempeng kaca atau aluminium.other species that would interfere in the Teknik. Senyawa yang terdapat dalam sampel akan terdistribusi dalam dua fasa yaitu fasa diam dan fasa gerak. Dalam suasana basa Ni(II) dapat bereaksi dengan dimetilglioksim (DMG) membentuk kompleks warna merah.

Lalu disiapkan pengembang campuran aseton : HCl 6M (10:2) dan dimasukkan plat KLT kedalam bejana pengembang lalu dibiarkan beberapa saat hingga fasa gerak mencapai 3/4 bagian plat. Setelah itu kerok noda yang terbentuk kemudianekstrak dengan 5X1 ml kloroform dan ukur serapannya pada panjang gelombang 366nm. Kemudian semprot dengan larutan dimetilglioksim (DMG) dan tentukan harga Rf-nya. shofyan http://community. dari situ kita akan dapat menentukan kadar Ni(II) dalam cuplikan.id/showthread.php?72435-Penentuan-Ni(II)-dengan-kromatografi-lapistipis .dalam kromatografi lapis tipis adalah menotolkan terlebih dahulu 1 ml larutan cuplikan yang mengandung Ni(II) pasa plat KLT dengan jarak 1cm dari tepi. Setelah kering letakkan plat diatas gelas kimia berisi larutan amoniak sampai plat jenuh dengan uap amoniak. Angkat plat dan beri tanda jarak tempuh fasa gerak dengan pensil dan dikeringkan dengan hair dryer.ac.um.

3.3 742.1....1 079.83.947.947..1.1079.947.1.947.9:903503..947.38073/:3.3-.32.8742.947.1..:7742.3358 995.342543034.350393  742.7.88 # % #742.8.4907850.1.94:/39071070390%03 5028.25:7.318.947.80.1..58.8742.84742.089.

.

89.7790 -.

7.80..

.25:7.2.58958207:5. -0707.742.35.93.3:2.88:./.8.58958/-.8.947.1079.7.3#18.9.250./.880.3/02.350.203.8.2.3742.3.3/039.8.8050795.7 43..7:9..7/03.9...: .9.2-07:5..320.9.703.8.:23.9..947.947.9:/.3.1.2.9/:3.25:7.3.-0781..3.947.88/03.9 /.38.2/:.5.3.3907/897-:8/.9:742.3 .5.28. .5..3.9..7.1..381..1.5.947..399..947...947.3/03.350.9.  0. .3-07/.58958/.8.3.:23:2 .207:5.:23.250..347.32025:3.8 !03039:.7:947..35.742.7:9...3742.:5.947.5.2.:-8. -0781. :.3/0:8/.8.88 742.2/../847-03..9:0:8 0-503/0/.38...2..7:9.8..3 .91   !079:3.9.8.3 $03.9/5074031472.1.58958 742.2. 9079039:/9494.1.8.7.54.3 .8 $.8./..3507-0/.350302-.#1 .3    .9:.07.703.2/..58.:5:3...3/3.3803.589588.3.07.1.8  00-..8.02.3:39:.3 :39:2028....3  /03./84758  %.9%/..9/:3.7 /03..2 .3-.385081 /03.7./.1./.9:1.5./.9/:3.:803.91   $0-.3/9..1 079..8050795.3.:43.3/.07.507/.3742..8..1.1079..1.903 ...1.954.3742.3054.8./.3907/.5.947.38:.3/..8.8.:..1079.947.:23.347.309.350302-.3-07/.9-.:.3-0781.3/02.:./:3.02503./..:742.8..5.31./..3574808.

3807.7.328.73..3-0781..1.2.28:.5.320.3203:3.-.80943  . .3 02-...74254303.43.3/03. .8..1./.9/.2203039:.9   3./.58958/.9 /58.347.3   .947.07.3..91.79.8:..9.9:434.7:8:.3.35070.3.7803.3/5.:.91   ./.5.7:9.703.3:2.207./.3.  /.-8..3/:3..742508  /.9-070.3.5.:5.25:7.:39:50303.35.90758.5.7.73.302:/.947.:803. .954.33.3/03....399.5../.742.:..8-07.3.3742. :2:23.5.350.399.399.8.7:947.207.73.07.3..203:3.3/.3 .3 /9494.. .58958   ./.38509741494209783.3/209482   202-039:42508..8/03.2.5.88:.38:/..915.8.9/9039:.25.3/9039:. $0.

3.3 203.1.80943   /.2-0.9%/03.2/.203494.8.7.350302-.7:9.3...5.8:./.5..3-0-07..3.3.:5.1..35.3/2.5.25:7.50302-.3/:3  5..8.947.39070-/..93.:/8.58958.3.::2.5../.:/-.9% 0/.8.7.7905   .3.203.07.3.2742.

.07309.7:9.3.7:9.9 03:/03.8.3 5. 02:/.9 3.3:./.30897.80./03.33.-.3..5.07.95.3  841.5.7  /.32 4741472/./03.9.-078.:5.#1 3.3/.5.789:9.3/073.7..7/707 $090.35.3.3/.5.9025:1.3042-.3/209482  /..3 9039:.9:07434/.2.8.3 .25.5.243./.243.7.38025749/03.82.3907-039:02:/.5.3 995..3/03. $090.9/.9 203039:.3.9/.3..3-079.3::7807..332 /.35038/.

.

. /..422:39 :2 .

/ 55 !03039:.3 742.947.1 .84970.58 958    .3   /03.