Anda di halaman 1dari 44

Laporan kL uskesmas 8aLua

kelompok xxll


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar BeIakang
Pendidikan tenaga kesehatan merupakan bagian integral dari
pembangunan kesehatan secara nasional merupakan salah satu elemen
penting dalam mewujudkan ndonesia Sehat 2010. Pendidikan tenaga
kesehatan bertujuan menghasilkan tenaga kesehatan yang professional
dalam jumlah dan jenis yang sesuai dengan kebutuhan pelayanan
kesehatan untuk mencapai ndonesia Sehat 2010.
Untuk mewujudkan ndonesia Sehat 2010 telah ditetapkan misi dan
strategi yang meliputi pembangunan yang berwawasan kesehatan yang
dilandasi pandangan baru dan paradigma sehat, professional, jaminan
Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat (JPKM) dan desentralisasi.
Keempat strategi tersebut sangat relevan dengan perkembangan yang
terjadi di tanah air kita dewasa ini. Salah satu institusi lembaga kesehatan
yang menyediakan tenaga kesehatan khususnya di bidang Farmasi
adalah Sekolah Menengah Kejuruan Farmasi Yamasi.

Laporan kL uskesmas 8aLua

kelompok xxll

SMKF Yamasi menyelenggarakan pendidikan untuk menghasilkan
tenaga Farmasi yang terampil, terlatih dan dapat mengembangkan diri
secara professional berdasarkan nilai-nilai yang dapat menunjang upaya
pengembangan dibidang kesehatan.
Untuk menghasilkan tenaga kesehatan khususnya dibidang
Farmasi, maka penyelenggaraan pendidikan terutama proses belajar
mengajar harus ditingkatkan secara terus menerus baik kualitas maupun
kuantitas. Dalam pelaksanaan pendidikan, proses pembelajaran yang
terjadi tidak terbatas di dalam kelas saja. Pelajaran yang berlangsung
pada pendidikan ini lebih ditekankan pada pengajaran yang menerobos
diluar kelas bahkan diluar institusi pendidikan seperti lingkungan kerja
atau masyarakat. Dalam hal ini praktek kerja lapangan merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dari sistem program pengajaran serta merupakan
wadah yang tepat untuk mengaplikasikan pengetahuan, sikap dan
keterampilan yang diperoleh dalam proses belajar mengajar (PBM).
Lahan praktek sebagai sarana belajar mengajar utama untuk
mewujudkan tenaga professional dan juga sebagai wahana untuk
meningkatkan keterampilan secara utuh dari seorang pelajar yang telah
mendapatkan pelajaran di kelas atau praktek di laboratorium.


Laporan kL uskesmas 8aLua

kelompok xxll

B. Pengertian
Praktek Kerja Lapangan adalah proses belajar mengajar yang
merupakan sarana pengenalan lapangan kerja dan informasi bagi peserta
didik sehingga dapat melihat, mengenal, mengetahui, menerima dan
menyerap teknologi yang ada dimasyarakat. PKL yang merupakan proses
belajar mengajar yang pada sarana kesehatan yang meliputi berbagai
kegiatan antara lain :
O Proses Produksi
O Pendistribusian
O Administrasi dan pengawasan mutu sediaan Farmasi, makanan,
minuman dan alat kesehatan
O Serta penyuluhan kepada masyarakat.
Sehingga peserta didik mendapat pengalaman yang nyata langsung pada
satuan kerja.
. Tujuan PeIaksanaan PKL
Dengan adanya Praktek Kerja Lapangan, diharapkan dapat
menghasilkan tenaga kesehatan dibidang farmasi tingkat menengah yang
mampu bekerja dalam sistem pelayanan kesehatan.
Tujuan Pelaksanaan PKL adalah sebagai berikut :
1. Meningkatkan, memperluas dan memantapkan keterampilan yang
membentuk kemampuan peserta didik sebagai bekal untuk memasuki
Laporan kL uskesmas 8aLua

kelompok xxll

lapangan kerja sesuai dengan kebutuhan program pendidikan yang
ditetapkan.
2. Mengenai kegiatan-kegiatan penyelenggaraan program kesehatan
masyarakat secara menyeluruh baik ditinjau dari aspek administrasi,
teknis maupun sosial budaya.
3. Memberi kesempatan kerja yang nyata dan langsung secara terpadu
dalam melaksanakan kegiatan pelayanan kesehatan dibidang Farmasi
di Rumah Sakit, Puskesmas, PBF, PBAK, BPOM, Gudang Farmasi
dan penyuluhan kepada masyarakat.
4. Menumbuh kembangkan dan menetapkan sikap etis, profesionalisme
dan nasionalisme yang diperlukan peserta didik untuk memasuki
lapangan kerja sesuai dengan bidangnya.
5. Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk
memasyarakatkan diri pada suasana atau iklim lingkungan kerja yang
sebenarnya.
6. Meningkatkan, memperluas dan memantapkan proses penyerapan
teknologi baru dari lapangan kerja kesekolah dan sebaliknya.
7. Memperoleh masukan dan umpan balik, guna memperbaiki dan
mengembangkan serta meningkatkan penyelenggaraan pendidikan
Sekolah Menengah Farmasi.
8. Memberi kesempatan penempatan kerja kepada peserta didik.

Laporan kL uskesmas 8aLua

kelompok xxll


D. Tujuan Pembuatan Laporan PKL
Pembuatan laporan PKL mempunyai tujuan :
1. Peserta PKL akan mampu memahami, memantapkan, dan
mengembangkan pelajaran yang telah diperoleh di sekolah dan
diterapkan di lapangan kerja.
2. Peserta PKL mampu mencari alternatif pemecahan masalah yang
ditemukan di lapangan.
3. Mengumpulkan data guna kepentingan institusi pendidikan maupun
peserta didik yang bersangkutan.
4. Menambah pembendarahan perpustakaan sekolah untuk
menunjang peningkatan pengetahuan peserta didik angkatan
berikutnya.








Laporan kL uskesmas 8aLua

kelompok xxll



BAB II
URAIAN UMUM

A. Pengertian
Puskesmas adalah suatu organisasi fungsional yang langsung
memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh kepada
masyarakat dalam suatu wilayah kerja tertentu dalam hal kesehatan
pokok.
Dengan kata lain Puskesmas mempunyai wewenang dan tanggung
jawab atas pemeliharaan kesehatan di wilayah kerjanya.
B. WiIayah Kerja Puskesmas
Puskesmas dalam melakukan pelayanan kesehatan di wilayah
kerjanya secara terpadu pelaksanaannya tidak dilakukan oleh puskesmas
sendiri tetapi terkait dengan sektor lain seperti Kecamatan, Lurah, dan
sebagainya.
Untuk memperluas jangkauan pelayanan kesehatan yang lebih
sederhana disebut PUSTU (Puskesmas Pembantu), dan Puskesmas
Keliling.
Laporan kL uskesmas 8aLua

kelompok xxll

1. Puskesmas Pembantu
Unit pelayanan kesehatan yang sederhana dan berfungsi
menunjang dan membantu melaksanakan kegiatan-kegiatan dalam
ruang lingkup wilayah yang lebih kecil.
2. Puskesmas Keliling
Unit pelayanan kesehatan keliling yang dilengkapi dengan
kendaraan bermotor roda 4 dan peralatan kesehatan, peralatan
komunikasi serta sejumlah tenaga yang berasal dari Puskesmas.
Fungsinya menunjang dan membantu melaksanakan kegiatan-
kegiatan Puskesmas dalam wilayah kerjanya yang belum terjangkau
oleh pelayanan kesehatan.
Kegiatan Puskesmas Keliling :
a. Melakukan penyelidikan tentang kejadian luar biasa.
b. Dapat digunakan sebagai alat transport dalam rangka rujukan
bagi gawat darurat.
c. Melakukan penyuluhan kesehatan.
Adapun wilayah kerja Puskesmas Batua yaitu :
1. Kecamatan Manggala
O Kelurahan Batua
O Kelurahan Borong
2. Kecamatan Panakukang
O Kelurahan Tello Baru
Laporan kL uskesmas 8aLua

kelompok xxll

O Kelurahan Paropo
3. Pelayanan Kesehatan Menyeluruh
Pelayanan yang diberikan di Puskesmas adalah pelayanan yang
meliputi pelayanan :
a. Kuratif (Pengobatan)
b. Preventif (Pencegahan)
c. Promotif (Peningkatan Kesehatan)
d. Rehabilitasi (Pemulihan Kesehatan)
. Organisasi Instansi / Unit Kerja Puskesmas
Secara umum organisasi instansi dari Puskesmas Batua yaitu :
1. Kepala Puskesmas
2. Tata usaha terdiri dari :
a. Kepegawaian / Umum
b. Pemegang kas
Bendahara gaji
Bendahara barang
Bendahara rutin
3. Unit-unit terdiri dari :
a. .Unit pencegahan dan pemberantasan penyakit
P2M
TB Paru
Kusta
Laporan kL uskesmas 8aLua

kelompok xxll

DHF
munisasi
b. Unit peningkatan kesehatan keluarga
Gizi
UKS
Usila
Kesehatan kerja
c. Unit pemeliharaan kesehatan dan rujukan
Pelayanan darurat
Rujukan umum / Askes
Pustu
d. Unit lingkungan penyuluhan
Kesehatan lingkungan
PKM
Puskesmas
e. Unit perawatan
Kartu
Kamar periksa
Kamar tindakan
f. Penunjang
Farmasi
Laboratorium
Laporan kL uskesmas 8aLua

kelompok xxll

g. Unit pelaksana khusus
Kesehatan mata
Kesehatan jiwa
Kesehatan lainnya

D. PersonaIia
Personalia yang ada di Puskesmas Batua Makassar terdiri dari 46
orang yang memiliki peranan penting diantaranya :
1. Dokter terdiri atas 6 orang
Dr Umum 3 orang
Dr gigi 3 orang
2. Pelaksana perawatan terdiri atas 18 orang
SKM 2 orang
Perawat 14 orang
Perawat gigi 2 orang
3. Pelaksana farmasi terdiri atas 2 orang
Sarjana Apoteker 1 orang
Asisten Apoteker 1 orang
4. Pelaksana gizi terdiri atas 2 orang
5. Pelaksana kebidanan terdiri atas 4 orang
6. Pelaksana sanitasi terdiri atas 3 orang
Laporan kL uskesmas 8aLua

kelompok xxll

7. Pelaksana tata usaha terdiri atas 3 orang
8. Pelaksana laboratorium terdiri atas 1 orang
9. Magang terdiri atas 7 orang


E. Pengertian Rujukan
Rujukan menurut SK Menteri Kesehatan R Nomor 032/Birhub/72
tahun 1972, yakni melaksanakan pelimpahan tanggung jawab timbal balik
terhadap suatu kasus penyakit atau masalah kesehatan secara vertical
dalam arti dari unit yang berkemampuan kurang kepada unit yang
berkemampuan cukup atau secara horizontal dalam arti sesama unit yang
setingkat kemampuannya.
Sistem rujukan adalah suatu sistem jaringan pelayanan kesehatan
yang memungkinkan terjadinya penyerahan tanggung jawab secara timbal
balik atau timbulnya masalah dari suatu kasus atau masalah kesehatan
msyarakat, baik secara vertical maupun horizontal, kepada yang lebih
kompeten, terjangkau dan dilakukan secara rasional.
Sistem rujukan dibagi atas 2 jenis rujukan :
O Rujukan Medis
O Rujukan Kesehatan
. Tugas dan ungsi Puskesmas
Laporan kL uskesmas 8aLua

kelompok xxll

1. Tugas
Pada umumnya tugas Puskesmas Batua Raya sama dengan
tugas dari Puskesmas lainnya diantaranya adalah :
a. Upaya yang wajib dilakukan Puskesmas berdasarkan
Keputusan Menkes No. 128/Menkes/KK /2005.
1. Upaya promosi kesehatan
2. Upaya kesehatan lingkungan
3. Upaya KA serta KB
4. Upaya perbaikan gizi masyarakat
5. Upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit menular
6. Upaya pengobatan
Upaya-upaya yang tertera diatas merupakan upaya yang juga
diterapkan oleh Komite Nasional Regional Global, serta mempunyai daya
tangkap tinggi untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, upaya
ini harus dilaksanakan oleh setiap Puskesmas yang ada diwilayah
ndunesia.
1. Upaya Kesehatan Pengembangan
Upaya ini merupakan upaya yang diterapkan berdasarkan
permasalahan kesehatan yang ditemukan dimasyarakat serta yang
disesuaikan dengan kemampuan Puskesmas. Upaya kesehatan
pengembangan dipilih dari daftar upaya kesehatan pokok
Puskesmas yang telah ada :
Laporan kL uskesmas 8aLua

kelompok xxll

1. Upaya kesehatan sekolah
2. Upaya kesehatan kerja
3. Upaya kesehatan masyarakat
4. Upaya kesehatan olahraga
5. Upaya kesehatan jiwa
6. Upaya kesehatan gigi dan mulut
7. Upaya kesehatan usia lanjut
8. Upaya kesehatan pembinaan
9. Upaya perawatan kesehatan masyarakat
2. Fungsi
Adapun fungsi dari Puskesmas adalah sebagai berikut :
c. Sebagai pusat pembangunan kesehatan masyarakat
diwilayah kerjanya.
d. Membina peran serta masyarakat diwilayah kerjanya
dalam rangka meningkatkan kemampuan untuk hidup
sehat.
e. Memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh
dan terpadu kepada masyarakat

. Petugas udang Obat Puskesmas
Tugas dan Fungsi petugas gudang obat yaitu :
Laporan kL uskesmas 8aLua

kelompok xxll

1. Menerima, menyimpan, memelihara obat yang ada di gudang
membuat catatan mutasi obat yang keluar maupun yang masuk
gudang obat Puskesmas dalam kartu stok.
2. Mempersiapkan data penerimaan dan pemakaian obat.
3. Mengkomplikasi data pemakaian dan sisa obat dari masing-
masing sub unit.
4. Mempersiapkan laporan pemakaian dan permintaan obat.
5. Menerima, menyimpan, dan memelihara LPLPO yang sudah
diisi.
6. Melayani permintaan obat oleh kamar obat dan puskesmas
pembantu.
7. Menerima dan mengumpulkan obat rusak/daluarsa dari gudang
simpanannya, kamar obat dan Puskesmas Pembantu.
8. Mempersiapkan laporan obat hilang, rusak, dan daluarsa.
9. Melaporkan obat yang tidak dipakai, hilang, rusak dan daluarsa
kepada Kepala Puskesmas.
10. Menyimpan kartu stok selama 3 tahun.
H. Petugas Kamar Obat Puskesmas
Tugas dan Fungsi petugas kamar obat yaitu :
1. Menyimpan, memelihara, dan membuat catatan mutasi obat
yang diterima maupun yang dipakai oleh kamar obat
Laporan kL uskesmas 8aLua

kelompok xxll

Puskesmas dalam bentuk Buku Catatan Harian Penerimaan
dan Pemakaian Obat.
2. Memisahkan resep-resep yang memiliki tanda :
a. Tanda "U yaitu untuk pasien umum
b. Tanda "D yaitu untuk pasien askes
c. Tanda "JPS yaitu untuk pasien peserta askeskin.
3. Memelihara dan menyimpan resep obat secara tertib (untuk
bukti pengeluaran obat kepada pasien).
4. Setiap awal bulan mempersiapkan data pemakaian obat dan
jumlah penerimaan resep (Umum, Dana, dan JPS).
5. Membuat laporan dan secara berkala mengajukan permintaan
obat kepada Kepala Puskesmas/Petugas Gudang Obat.
6. Melayani permintaan obat untuk keperluan Kamar suntik,
Puskesmas Keliling, dan Posyandu.
7. Menyimpan dan memelihara obat yang ada di Kamar Obat.
8. Menyerahkan kembali obat yang rusak/daluarsa kepada
Petugas Gudang Obat.
I. Tugas Apoteker Di Puskesmas
1. Bertanggung jawab terhadap semua pengelolaan obat di Puskesmas
2. Bertanggung jawab terhadap instalasi ke Farmasiaan di Puskesmas
3. Pengadaan obat
Obat Masuk dari Gudang Farmasi
Laporan kL uskesmas 8aLua

kelompok xxll

4. Pelaporan dan pencatatan
Pelaporan
Pencatatan Resep
Registrasi Obat
5. Perencanaan obat
Perencanaan Tahunan Obat npres dan Dana / Askes
Laporan Tahunan
6. Penyuluhan Obat
7. Distribusi Obat.


. Tugas Asisten Apoteker Di Puskesmas
Adapun peranan dan tugas seorang asisten apoteker di
Puskesmas antara lain adalah :
1. Pelayanan resep
2. Memberikan informasi obat
3. Meracik obat
4. Gudang obat
Stok Penerimaan Obat
Stok Pengeluaran Obat.
K. Kegiatan-Kegiatan Instansi/Unit Kerja
Laporan kL uskesmas 8aLua

kelompok xxll

Pengelolaan obat secara keseluruhan mencakup :
1. Perencanaan
Pada dasarnya perencanaan dibuat untuk tahun
anggaran berikutnya, namun penunjang kegiatan pelayanan
yang dilaksanakan tiap hari maka setiap awal bulan disusun
rencana kebutuhan obat, alat kesehatan, bahan gigi dan
reogensia yang didasarkan atas penerimaan dan penggunaan
obat bulan yang mencakup :
a. Jumlah alat yang diterima
b. Jumlah obat yang digunakan
c. Sisa obat pada akhir bulan
d. Jumlah keuntungan
e. Pola penyakit termasuk KLB
f. Adanya upaya kesehatan di Puskesmas melalui
kegiatan pokok yang akan dilaksanakan bulan
tersebut
g. Dana.
2. Pengadaan (Permintaan)
Pengadaan adalah suatu kegiatan pengadaan obat-
obatan yang dibutuhkan untuk pelayanan kesehatan di
Puskesmas pada dasarnya Puskesmas tidak mengadakan
Laporan kL uskesmas 8aLua

kelompok xxll

pengadaan sendiri secara langsung, tetapi diperoleh dari
gudang Farmasi Kota Makassar.
Maksud dan tujuan pengadaan ini adalah agar obat yang
dibutuhkan untuk pelayanan dapat lebih terjamin. Dalam rangka
pengadaan di Puskesmas mengajukan daftar kebutuhan obat
yang ditandatangani oleh pengelolah obat Puskesmas,
diketahui pimpinan Puskesmas yang bersangkutan. Pengajuan
ini sudah termasuk kebutuhan program lain dari Puskesmas
pembantu yang ada diwilayah kerja.
3. Penerimaan
Penerimaan adalah suatu kegiatan dalam menerima
obat-obatan yang diserahkan dari unit pengelolah yang lebih
tinggi kepada unit pengelolah diwilayahnya, yang selanjutnya
akan digunakan menunjang pelayanan di Puskesmas.
Adapun maksud dan tujuan dari penerimaan obat-obatan
agar obat yang diterima oleh Puskesmas benar-benar sesuai
dengan kebutuhan berdasarkan permintaan yang diajukan oleh
Puskesmas. Pada waktu melakukan penerimaan, petugas
Puskesmas/petugas kamar obat berkewajiban mengadakan
pengecekan, terhadap obat-obat yang fisik obat dan
persyaratan lainnya bagi penerima obat-obatan (misalnya
Laporan kL uskesmas 8aLua

kelompok xxll

apakah tempatnya masih baik dan lain-lainnya). Disamping itu
perlu diteliti tentang tenggang waktu penggunaan obat (expire
date) dari obat-obatan dan lain-lain.
Penerimaan dapat berasal dari :
1. APBN
npres
BKKBN
Binkesmas
Dll
2. APBD
Tingkat
Tingkat
3. Perum Husada Bhakti (Askes)
4. Sumber Lain.
4. Penyimpanan
Penyimpanan adalah suatu kegiatan untuk
melaksanakan pengamanan terhadap obat-obatan kesehatan,
bahan gigi dan reagensia dengan menempatkannya dalam
ruangan yang dinilai aman.
Maksud dari penyimpanan ini adalah untuk
menghindarkan penggunaan obat tersebut secara tidak
bertanggung jawab, dengan tujuan untuk menjaga
Laporan kL uskesmas 8aLua

kelompok xxll

kelangsungan dalam penyediaan, menghindari dari kerusakan
baik fisik maupun kimia, aman (tidak hilang) mempermudah
pengaturan (administrasi). Seperti disebutkan diatas maka
tujuan penyimpanan obat agar bahan-bahan tersebut :
a. Tidak rusak (Fisik dan Kimia)
Agar mutu obat terjamin mutunya, maka didalam
penyimpanan obat perlu dilaksanakan hal-hal sebagai
berikut :
1. Ruangan kering tidak lembab
2. Ada ventilasi
3. Lantai tegel/semen dan apabila tidak ada lemari/rak
untuk obat atau tempat obat tidak mencukupi maka
obat dapat diletakkan dilantai yang diberi alas papan
4. Pemindahan harus hati-hati agar tidak pecah atau
rusak
5. Golongan antibiotik harus dalam wadah tertutup
rapat, terhindar dari cahaya matahari dan disimpan di
tempat yang kering
6. Vaksin dan serum harus dalam wadah tertutup rapat,
terlindung dari cahaya matahari dan disimpan dalam
lemari es, kartu temperature yang terdapat dalam
lemari es harus selalu diisi
Laporan kL uskesmas 8aLua

kelompok xxll

7. Obat injeksi disimpan dalam tempat yang terhindar
dari cahaya matahari
8. Bentuk tablet salut disimpan dalam wadah tertutp
rapat dan pengambilannya dengan menggunakan
sendok
9. Untuk obat yang mempunyai waktu kadaluwarsa
(expire date) supaya waktu kadaluwarsanya dituliskan
pada dos luar dengan menggunakan spidol.
b. Aman (Tidak Hilang)
1. Mempunyai ruang khusus ruang obat dan pelayanan
obat
2. Mempunyai pintu yang dilengkapi dengan kunci
3. Khusus untuk narkotika perlu lemari khusus/laci yang
selalu terkunci
4. Mempunyai rak dan lemari terkunci
c. Mempermudah pengaturan (Administrasi)
Untuk mempermudah administrasi maka perlu diadakan
langkah sebagai berikut :
1. Pengaturan obat dikelompokkanberdasarkan bentuk
sediaan dan susunan menurut alphabets dengan
nama generik
Laporan kL uskesmas 8aLua

kelompok xxll

2. Yang termasuk kelompok sediaan tablet adalah :
tablet, tablet salut, kapsul, dan obat oral
3. Yang termasuk kelompok sediaan sirup adalah :
sirup, obat cairan, untuk oral (obat minum) dan sirup
kering
4. Yang termasuk sediaan obat luar adalah : salep
kulit/mata, obat tetes mata/hidungdan telinga,
kompres dan obat luar lainnya
5. Yang termasuk kelompok sediaan suntik adalah :
ampuls, vial, dan cairan infus
6. Yang termasuk kelompok sediaan pembalut adalah :
kasa, kapas, dan plester
7. Yang termasuk kelompok sediaan vaksin adalah :
vaksin, serum, dan lain-lainnya
8. Yang termasuk kelompok reagensia adalah :
reagensia, alcohol, brand spiritus, dan lain-lainnya
9. Yang termasuk sediaan alat kesehatan adalah :
jarum, suntik, alat suntik, infus set, bahan untuk gigi,
dan lain-lainnya.
5.Distribusi/ Penyerahan
Laporan kL uskesmas 8aLua

kelompok xxll

Distribusi adalah suatu kegiatan yang meliputi penyerahan
obat, alat kesehatan, bahan gigi, reagensia ketempat-tempat sub
unit pelayanan antara lain :
Laboratorium
KA/KB
Kamar Suntik
Puskesmas Pembantu
Puskesmas Keliling
Kegiatan lapangan dan KLB (Kejadian Luar Biasa)
Posyandu (obat-obatan yang diserahkan kepada
kader)
Pembagian obat dari gudang obat ke tempat tersebut diatas dasar
permintaan yang diajukan sebelumnya atau juga dapat secara cito
dalam KLB. Serta adanya kebutuhan mendadak lainnya.
Permintaan obat-obatan ke gudang obat ditandatangani oleh
penanggung jawab masing-masing dan diketahui oleh pimpinan
Puskesmas. Pengeluaran obat-obatan dari gudang Puskesmas
dicatat dalam kartu stock dan buku penerimaan / pengeluaran obat.
Penyusunan kebutuhan obat di Puskesmas pembantu harus pula
berdasarkan :
Pola penyakit
Laporan kL uskesmas 8aLua

kelompok xxll

Jumlah kunjungan
Upaya kesehatan di Puskesmas pembantu melalui kegiatan
pokok yang akan dilaksanakan bulan tersebut
Sisa obat pada akhir bulan
Pemakaian obat bulan lalu
6.Penggunaan Obat
Penggunaan adalah suatu kegiatan yang berkaitan dengan
penggunaan obat yang antara lain meliputi :
Pembinaan cara menggunakan obat yang benar
Adanya daftar sinonim untuk obat-obatan tertentu yang
tersedia di Puskesmas
Adanya daftar nama seluruh obat beserta kadar obat yang
tersedia di Puskesmas baik di gudang / ruang pelayanan
Puskesmas pembantu maupun di ruang dokter
Lampiran daftar kadar obat
Adanya perlengkapan kemasan (kantong plastik / kertas,
botol, pot, etiket, dan lain-lainnya)
Setiap pengeluaran obat dari kamar obat harus berdasarkan
resep
Setiap penggunaan obat-obatan dari ruangan pelayanan
harus dicatat dalam buku pemakaian obat-obatan / alat
kesehatan.
Laporan kL uskesmas 8aLua

kelompok xxll

Pada dasarnya alat berfungsi untuk menyembuhkan, namun
penggunaan yang tidak tepat bisa menimbulkan hal-hal yang tidak
diinginkan bagi penderita.
7.Pencatatan dan Pelaporan Obat
Pencatatan obat adalah proses kegiatan membuat obat secara
tertib melakukan penatausahaan obat-obatan, baik yang diterima,
disimpan, didistribusikan maupun yang digunakan di Puskesmas.
Adapun maksud dan tujuan pencatatan obat yaitu :
1. Selalu dapat dijaga keadaan obat-obatan di Puskesmas,
sehingga para penderita, senantiasa dapat dilayani dalam
kepentingannya berobat
2. Keadaan obat-obatan disemua sub unit lingkungan
Puskesmas dapat dimonitor
3. Dapat memperoleh informasi mengenai penyelenggaraan
obat-obatan di Puskesmas. Yang dapat digunakan sebagai
langkah-langkah selanjutnya.
Sedangkan pelaporan obat adalah proses kegiatan membuat dan
mengirimkan pelaporan mengenai penyelenggaraan obat, yaitu tentang
penerimaan dan penggunaannya.
Laporan kL uskesmas 8aLua

kelompok xxll

Maksud dan tujuan pelaporan obat yaitu agar instansi atasan dapat
menerima informasi tentang penyelenggaraan obat di unit bawahannya,
sehingga dapat mengambil langkah-langkah kebijaksanaan selanjutnya.



















Laporan kL uskesmas 8aLua

kelompok xxll

BAB III
URAIAN KHUSUS

A. Sejarah Berdirinya Puskesmas Batua
UU No. 9 Tahun 1960 tentang pokok-pokok kesehatan (lembaran
Negara tahun 1960) No. 131 tambahan lembaran Negara No. 2068.
Puskesmas Panakukang npres No. 4 tahun 1976/1977 yaitu :
1. Kelurahan Tello Baru
2. Kelurahan Panaikang
3. Kelurahan Antang
4. Kelurahan Tamangapa
5. Kelurahan Karuwisi
Dan dibagi atas beberapa lingkungan dan RW. Sejak bulan November
1987 nama Puskesmas Panakukang diganti dengan Puskesmas Batua
didasarkan atas upaya peningkatan Puskesmas ke Kota Madya Ujung
Pandang dari 13 Puskesmas menjadi 27 Puskesmas, selanjutnya
berdasarkan keputusan oleh Kota Madya Daerah Tingkat Ujung
Pandang No. 1551 tahun 1992 tanggal 20 juni 1992 tentang penetapan
nama dan wilayah kerja Puskesmas dan Puskesmas pembantu dalam
wilayah Kota Madya Daerah Tingkat Ujung Pandang.

Laporan kL uskesmas 8aLua

kelompok xxll

Dari 27 Puskesmas menjadi 31 Puskesmas, hingga Puskesmas
Batua membawahi wilayah kelurahan Tello Baru dan beberapa lingkungan
RW. Sejak itulah Puskesmas Batua menjalankan fungsinya. Dalam upaya
pelayanan kesehatan sesuai dengan sistem Kesehatan Nasional (SKN)
No. 99A/Menkes/SR//1982 tentang pokok-pokok upaya dibidang
kesehatan meliputi :
1. Promotif (peningkatan)
2. Preventif (pencegahan)
3. Kuratif (pengobatan)
4. Rehabilitatif (penyembuhan)
Upaya pelayanan dibidang kesehatan Puskesmas Batua
melaksanakan 13 pokok kegiatan yaitu :
1. Pengobatan / BP
2. K A
3. K B
4. Perbaikan gizi
5. P K M
6. Perawatan kesehatan masyarakat / PHL
7. Sanitasi lingkungan / kesling
8. P 2 M
9. Kesehatan gigi / U K G S
10. U K S
Laporan kL uskesmas 8aLua

kelompok xxll

11. Kesehatan jiwa
12. Laboratorium
13. Statistik kesehatan
Yang diberikan pelayanan bukan hanya individu, tetapi juga kepada
keluarga dan masyarakat integrasi berbagai macam penyakit atau
kegiatan yang saling mengisi dan terarah dalam mencapai tujuan dibawah
suatu administrasi kesehatan.
Jadi sejak berdirinya Puskesmas Batua sampai sekarang telah
mengalami pergantian pimpinan sebagai berikut :
1, Dr, Muchtur Dgohun kurniu
Z, Dr, enny Tendeun
3, Dr, Edy Pruitno
4, Dr, ushtiun Mus'ud {197-190}
, Dr, H,Suburi DumupoIii {190-193}
, Dr, H,Normu Dguundu {193-19}
7, Dr, Nudiruh Durmuwun {19-19}
, Dr, H,Ny,Zuruiduh Sguttur
9, Dr, Erny DgumuIuddin
10, Dr, Normu Dguundu
Laporan kL uskesmas 8aLua

kelompok xxll

11, Drg, Fruncinu Sumsupru {peIuksunu tugus}
1Z, Dr, Hg,Eny Murtini M,kes {Z007-sekurung}
B. Kebijaksanaan Puskesmas Batua
Kebijaksanaan yang digariskan
Pelayanan kartu bebas yaitu pelayanan yang diberikan kepada
warga masyarakat yang tingkat ekonominya rendah atau tidak mampu
seperti :
1. Anak yatim, yaitu anak yatim yang dibebaskan oleh biaya
pengobatan dengan syarat harus membawa surat keterangan
orang miskin yang diketahui oleh kelurahan.
2. Panti asuhan, yaitu anak panti asuhan yang dibebaskan dari biaya
pengobatan sebagai bukti keterangan bahwa benar-benar anak
panti asuhan yang diketahui oleh pengasuh atau ketua yayasan.
3. Panti jompo, yaitu mereka yang dibebaskan dari biaya pengobatan
tersebut.
4. Veteran atau bekas-bekas pejuang dibebaskan dari biaya
pengobatan dalam hal ini dilakukan sebagai imbalan jasa terhadap
jasa-jasa mereka pada masa perjuangan.
5. UKS yaitu anak sekolah murid dari SD, SMP, SMA yang
merupakan anggota UKS dibebaskan dari biaya pengobatan
dengan syarat harus kartu UKS dari sekolah.
Laporan kL uskesmas 8aLua

kelompok xxll


. Hubungan atau Kerja Sama dengan Instansi Iain
Hubungan Kerja Sama Puskesmas Batua dengan nstansi yang Terkait
Baik Secara Vertikal maupun Horisontal.
Puskesmas Batua memiliki relasi dengan instansi atau Badan
Sosial yang ada kaitannya dengan kegiatan yang dilaksanakan oleh
Puskesmas Batua tersebut. Relasi Puskesmas tersebut dengan nstansi
yang secara Vertikal adalah :
1. Departemen kesehatan sebagai nstansi nduk bagi pegawai negeri
sipil tenaga kesehatan.
2. Kantor Departemen Kota Madya Daerah Tingkat Makassar yaitu
sebagai koordinir kegiatan yang dilaksanakan oleh Puskesmas
Batua baik secara administrasi maupun secara pelaksanaan
pelayanan.
3. Dinas Kesehatan Kota Madya Makassar relasinya terletak pada
penyediaan alat-alat medis atau kesehatan yang dibutuhkan oleh
Puskesmas baik sarana maupun sarana non medis. Sebagai
atasan langsung dalam penyelenggaraan atau pelayanan dibidang
kesehatan, dibuatkan laporan hasil kegiatan.
Laporan kL uskesmas 8aLua

kelompok xxll

4. Dinas Kesehatan Daerah Tingkat Makassar Propinsi Sulawesi
Selatan mengkoodinir pengadaan atau penempatan tenaga
kesehatan ditiap Kabupaten dan Kota Madya.
Sedangkan relasi secara Horisontal yaitu relasi Puskesmas Batua yang
tingkatannya sejajar dengan Puskesmas :
1. Tingkat kecamatan terletak pada koordinasi pelayanan kesehatan
di wilayah kerja Puskesmas.
2. Kelurahan, relasinya terletak pada pelaksanaan kegiatan
Puskesmas tingkat kelurahan atau desa.
3. Tingkat RW atau RT relasinya terletak pada pelayanan seperti
posyandu, puskesmas keliling dan lain-lain.
4. Rumah sakit relasinya terletak pada sistem rujukan, dapat terjadi
apabila Puskesmas Batua Makassar tidak dapat lagi memberikan
bantuan atau pelayanan yang lebih professional terhadap klien
yang disebabkan karena kurang lengkapnya fasilitas yang tersedia
baik tenaga kesehatan maupun peralatan. Jadi dalam hal ini
pasien tersebut diberikan surat rujukan untuk dikirim ke Rumah
Sakit.
D. PengeIoIaan Kamar Obat Di Puskesmas Batua
Pengelolaan kamar obat di Puskesmas Batua meliputi :
1. Perencanaan
Laporan kL uskesmas 8aLua

kelompok xxll

2. Pengadaan
3. Penerimaan
4. Penyimpanan
5. Distribusi/Penyerahan Obat
6. Pencatatan dan Pelaporan Obat
1. Perencanaan
Untuk kegiatan perencanaan dilakukan oleh pengelolah kamar obat
di Puskesmas Batua. Perencanaan disusun tiap awal bulan yang
disusun berdasarkan atas penerimaan dan penggunaan obat bulan
lalu.
2. Pengadaan
Pengadaan obat di Puskesmas Batua sama dengan pengadaan
obat di Puskesmas yakni berasal dari gudang Farmasi. Dimana
pengadaan obat ini ditandatangani oleh pengelolah kamar obat dan
diketahui oleh kepala Puskesmas. Pengadaan obat dilakukan
berdasarkan :
1. Menyusun daftar permintaan obat sesuai kebutuhan
2. Menyusun daftar permintaan obat berdasarkan pola
penyakit
3. Pengadaan obat yang dilakukan setiap awal bulan
dengan melampirkan LPLPO dengan ketentuan sebagai
berikut :
Laporan kL uskesmas 8aLua

kelompok xxll

a. Setiap unit memasukkan laporan yang disebut LPLPO
b. Laporan tersebut dimasukkan kedalam kartu stock gudang
obat
c. Setelah itu dibuatkan LPLPO
d. LPLPO tersebut dikirim ke gudang Farmasi untuk di ACC
e. Setelah di ACC oleh gudang obat maka obat siap dikirim ke
Puskesmas.
3. Penerimaan
Penerimaan dilakukan oleh pengelolah kamar obat dibantu rekan
asisten dengan melakukan pengecekan terhadap obat-obat yang
diterima dari gudang Farmasi seperti dalam daftar penyerahan
dengan membandingkan antara fisik obat dengan yang tercantum
serta pengecekan lain misalnya tanggal kadaluarsa sebelum
dilakukan penyimpanan.
4. Penyimpanan
Sistem penyimpanan obat di Puskesmas Batua berdasarkan
alfabetis, dimana penyimpanan dilakukan oleh pihak pengelolah
kamar obat setelah dilakukan pengecekan dan pencatatan.
Penyimpanan dilakukan berdasarkan sediaan obat, jenis obat
tablet, salep, sirup, injeksi, dan lain-lain harus dipisahkan demi
keamanan agar terhindar dari kerusakan. Sedangkan untuk jenis
Laporan kL uskesmas 8aLua

kelompok xxll

obat tertentu misalnya vaksin dan suppositoria harus ditempatkan
di dalam lemari es.
5. Distribusi/Penyerahan Obat
Penyerahan obat pada Puskesmas keliling dan Puskesmas
pembantu berasal dari unit induk (Puskesmas), dimana tersebut
dibawahi oleh petugas sub unit itu sendiri. Distribusi penyerahan
obat dilakukan oleh pengelolah kamar obat yang dibantu oleh
asisten, obat yang keluar semuanya harus didasarkan resep dari
dokter. Resep yang ada di Puskesmas terdiri atas tiga yaitu :
1. Dana/Askes (kertas berwarna putih yang ditandai dengan
huruf D)
2. JPS (kertas berwarna putih yang ditandai dengan JPS)
3. Umum (kertas berwarna putih yang ditandai dengan huruf
U).
Dalam melakukan penyerahan resep obat yang ditulis harus
memiliki ketelitian dalam membaca resep baik jenis dan jumlah
obat maupun aturan pemakaian, apakah telah sesuai dengan dosis
yang dianjurkan.
6. Pencatatan dan Pelaporan Obat
Pencatatan obat dilakukan oleh pengelolah kamar obat yang
menyangkut pencatatan obat yang diterima, disimpan dan
Laporan kL uskesmas 8aLua

kelompok xxll

didistribusikan maupun yang digunakan di Puskesmas. Adapun
sarana-sarana dalam melakukan pencatatan antara lain :
1. Daftar permintaan/penyerahan obat
2. Buku agenda/dokumen obat
3. Kartu stock obat
4. Laporan pemakaian dan lembar pemakaian obat
(LPLPO).
Pelaporan obat di Puskesmas Batua dilakukan tiap bulan dan
dikerjakan oleh pengelolah kamar obat yaitu melaksanakan
pembuatan dan pengiriman laporan mengenai penyelenggaraan
obat, yaitu tentang penerimaan dan penggunaannya. Pelaporan
obat terdiri dari tiga rangkap, dimana warna putih untuk gudang
Farmasi, kuning untuk Dinas Kesehatan Kota Makassar, merah
untuk Puskesmas.



AIur PeIayanan Obat di Puskesmas Batua Raya Makassar
Umum
Laporan kL uskesmas 8aLua

kelompok xxll

Loket Kartu Poliklinik Gigi Resep
Dokter
KA/KB/munisasi



Kamar Obat Pelayanan Resep Penyerahan Obat
-Penerimaan Resep - Penyediaan Obat
- Pengecekan Obat nformasi Obat

Obat

Pasien Pulang
Setelah pasien menyerahkan resep di kamar obat, maka pelayanan resep
tersebut tidak langsung dilayani tetapi harus melalui urutan-urutan terlebih
dahulu yaitu:
1. Datangnya resep
Laporan kL uskesmas 8aLua

kelompok xxll

2. Penyiapan resep
3. Penyerahan obat kepada pasien.
Setelah obat diserahkan kepada pasien maka seorang asisten apoteker
yang baik seharusnya memberikan informasi mengenai aturan pemakaian
obat yang jelas serta wadah yang tepat dapat menjamin mutu obat yang
diserahkan kepada pasien agar pasien tersebut merasa puas dengan
pelayanan dari Puskesmas. Adapun pelayanan obat yang baik dikategorikan
sebagai berikut :
1. Memahami isi obat
2. Mencari dan mengumpulkan data
3. Formulasi dari obat
4. Memberikan obat
5. Penyerahan resep.






Laporan kL uskesmas 8aLua

kelompok xxll

BAB IV
PEMBAHASAN

A. MasaIah Yang Ditemukan
Puskesmas Batua Raya merupakan salah satu puskesmas
yang bertujuan untuk membangun, membina, serta memberikan
pelayanan kesehatan kepada masyarakat secara menyeluruh, terarah,
dan terpadu diwilayah kerjanya.
Dalam hal melayani kesehatan masyarakat sudah baik namun
masih saja sering terjadi kesalahan-kesalahan kecil misalnya :
1. Kadang terjadi kekurangan/kehabisan persediaan obat sehingga
dapat menghambat pelayanan resep kepada pasien.
2. Ruang kamar obat kurang memadai (kecil) untuk proses kegiatan
pelayanan obat.
3. Gudang obat kurang memadai (kecil) untuk tempat penyimpanan
obat.
4. Kurangnya pegawai pada kamar obat.



Laporan kL uskesmas 8aLua

kelompok xxll


B. AIternatif Pemecahan MasaIah
1. Kekurangan persediaan obat di puskesmas biasa terjadi
disebabkan karena kekosongan obat digudang, oleh sebab itu
kami mengusulkan agar persediaan obat digudang tidak pernah
kosong.
2. Karena ruang kamar obat kecil maka kami mengusulkan agar
ruang kamar obat diperbesar.
3. Karena gudang obat kecil maka kami juga mengusulkan agar
gudang obat diperbesar.
4. Menambah lagi pegawai agar pelayanannya berjalan dengan
lancar.








Laporan kL uskesmas 8aLua

kelompok xxll





BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

A. KesimpuIan
Puskesmas merupakan sarana kesehatan yang dapat memberikan
pelayanan terpadu dan menyeluruh kepada masyarakat banyak untuk
mewujudkan tercapainya hidup sehat dengan demikian puskesmas
mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia.
Dengan adanya praktek kerja lapangan ini yang merupakan sarana
pengenalan lapangan kerja untuk menambah pengalaman dan
pengetahuan terutama dibidang kefarmasian.
Berhasilnya suatu pelayanan kesehatan harus ditunjang dengan
banyaknya pengalaman, kedisiplinan serta pengetahuan yang lebih luas.
Dan berdasarkan dari hasil yang kami dapatkan pada pelaksanaan
praktek kerja lapangan ini kami jga dapat menyimpulkan hal-hal sebagai
berikut :
Laporan kL uskesmas 8aLua

kelompok xxll

1. Dari pelaksanaan PKL ini kami mendapatkan begitu banyak
pengalaman dan pengatahuan tentang tata cara kerja yang baik
di puskesmas.
2. Kami juga dapat melihat kegiatan-kegiatan apa saja yang
dilakukan di puskesmas.
3. Kami juga dapat mengetahui tentang cara pengemasan dan
penyerahan obat kepada pasien di puskesmas.
4. Kami juga dapat berinteraksi langsung kepada pasien di
puskesmas.
Dan masih banyak lagi yang kami dapatkan setelah
melaksanakan PKL di puskesmas ini.








Laporan kL uskesmas 8aLua

kelompok xxll




B. Saran
1. Kami sangat mengharapkan agar di tahun-tahun berikutnya
Puskesmas Batua masih merupakan salah satu unit dalam
pelaksanaan praktek kerja lapangan.
2. Semoga Puskesmas Batua Raya dapat mempertahankan apa
yang telah dicapai, bahkan mungkin meningkatkan lagi untuk
masa yang akan datang.
3. Kami pun mengharapkan agar Puskesmas Batua Raya tetap
dipercayakan oleh masyarakat sebagai pusat pelayanan
kesehatan yang baik dan memuaskan.






Laporan kL uskesmas 8aLua

kelompok xxll