Anda di halaman 1dari 2

Dalam analisis kimia, pengabuan adalah proses mineralisasi untuk zat prekonsentrasi demi kepentingan analisis kimia.

Abu
adalah nama yang diberikan pada semua residu non-cair yang tersisa setelah sampel dibakar, dan sebagian besar terdiri dari
oksida logam.Abu adalah salah satu komponen dalam analisis proksima dari material biologis, yaitu bagian yang menjadi
penjumlah utama dalam persentase hasil analisis. Misalnya, abu dalam madu adalah sebesar 0,17. Dalam hal ini, abu yang
dihasilkan termasuk semua mineral yang terkandung dalam madu. Abu umumnya terdiri dari garam-garaman, material anorganik
(misal garam-garaman yang mengandung ion Na

, K

, dsb). Terkadang juga mengandung mineral unik tertentu, misalnya kloroIil


dan hemoglobin.
Contoh abu:
O oksida, misal, Al2O3, CaO, Fe2O3, MgO, MnO, P2O5, K2O, SiO2
O karbonat: Na2CO3 (abu soda), K2CO3 (potash),
O bikarbonat, misal, NaHCO3 (-aking soda),
Soda Ash/ Sodlum CarbonaLe aLau yang leblh dlkenal dengan nama soda abu dl masyarakaL umum adalah produk yang berguna
unLuk campuran bahan dasar sabun deLergenL bahan pemberslh LlnLa
Sepanjang sejarah industri kimia, persediaan natrium karbonat Na2CO3, soda, merupakan isu penting. Soda adalah bahan dasar
penting bukan hanya untuk keperluan sehari-hari (seperti sabun) tetapi juga untuk produk industri yang lebih canggih (seperti
gelas). Di waktu lampau soda didapatkan dari sumber alami, dan kalium karbonat K2CO3, yang juga digunakan dalam sabun,
didapatkan dalam bentuk abu kayu. Setelah revolusi industri, kebutuhan sabun meningkat dan akibatnya metoda sintesis baru
dengan bersemangat dicari. Waktu itu telah dikenali bahwa soda dan garam (NaCl) mengandung unsur yang sama, natrium, dan
penemuan ini mengakibatkan banyak orang berusaha membuat soda dari garam. Di awal abad 19, suatu proses baru
dikembangkan: natrium sulIat yang merupakan produk samping produksi asam khlorida (yang digunakan untuk serbuk
pengelantang, bleaching), batu bara dan besi dinyalakan. Namun, hasilnya, rendah dan tidak cocok untuk produksi skala besar .
Inventor Perancis Nicolas Leblanc (1742-1806) mendaItar suatu kontes yang diselenggarakan oleh Academie des Sciences, untuk
menghasilkan secara eIektiI soda dari garam. Esensi dari prosesmua adalah penggunaan marmer (kalsium karbonat) sebagai ganti
besi. Proses Leblanc dapat menghasilkan soda dengan kualitas lebih baik daripada metoda sebelumnya. Namun, proses ini
menghasilkan sejumlah produk samping seperti asam sulIat, asam khlorida, kalsium khlorida, kalsium sulIida dan hidrogen
sulIida. Bahkan waktu itu pun, pabrik menjadi target kritik masyarakat. Peningkatan kualitas proses Leblanc sangat diperlukan
khususnya dari sudut pandang penggunaan ulang produk sampingnya, yang jelas akan menurunkan ongkos produksi. Satu abad
setelah usulan proses Leblanc, inventor Belgia Ernest Solvay (1838-1922) mengusulkan proses Solvay (proses soda-amonia),
yang lebih maju dari aspek kimia dan teknologi. Telah diketahui sejak awal abad 19 bahwa soda dapat dihasilkan dari garam
denagn amonium karbonat (NH4)2CO3. Solvay yang berpengalaman dengan mesin dan dapat mendesain proses produksi tidak
hanya dari sudut pandang kimia tetapi juga dari sudut pandang teknologi kimia. Dia berhasil mengindustrialisasikan prosesnya di
tahun 1863. Keuntungan terbesar proses Solvay adalah penggunaan reaktor tanur bukannya reaktor tangki. Air garam yang
melarutkan amonia dituangkan dari puncak tanur dan karbondioksida ditiupkan keda lam tanur dari dasar sehingga produknya
akan secara kontinyu diambil tanpa harus menghentikan reaksi. Sistem Solvay menurunkan ongkos secara signiIikan, dan
akibatnya menggantikan proses Leblanc. Satu-satunya produk samping proses Solvay adalah kalsium khlorida, dan amonia dan
karbondioksida disirkulasi dan digunakan ulang. Dalam produksi soda dari garam, poin penting adalah pembuangan khlorin.
Dalam proses Leblanc, khlorin dibuang sebagai gas asam khlorida, namun di proses Solvay, khlorin dibuang sebagai padatan tak
berbahaya, kalsium khlorida. Karena keeIektiIan dan keeIisienan prosesnya, proses Solvay dianggap sebagai contoh proses
industri kimia.
atrium bikarbonat adalah senyawa kimia dengan rumus NaHCO
3
. Dalam penyebutannya kerap disingkat menjadi bicnat.
Senyawa ini termasuk kelompok garam dan telah digunakan sejak lama.
Senyawa ini disebut juga baking soda (8oda kue), Sodium bikarbonat, natrium hidrogen karbonat, dan lain-lain. Senyawa ini
merupakan kristal yang sering terdapat dalam bentuk serbuk. Natrium bikarbonat larut dalam air. Senyawa ini digunakan dalam
roti atau kue karena bereaksi dengan bahan lain membentuk gas karbon dioksida, yang menyebabkan roti "mengembang".
Senyawa ini juga digunakan sebagai obat antasid (penyakit maag atau tukak lambung). Karena bersiIat alkaloid (basa), senyawa
ini juga digunakan sebagai obat penetral asam bagi penderita asidosis tubulus renalis (ATR) atau rhenal tubular acidosis (RTA).
NaHCO
3
umumnya diproduksi melalui proses Solvay, yang memerlukan reaksi natrium klorida, amonia, dan karbon dioksida
dalam air. NaHCO
3
diproduksi sebanyak 100 000 ton/tahun (2001).
|1|

Soda kue juga diproduksi secara komesial dari soda abu (diperoleh melalui penambangan bijih trona, yang dilarutkan dalam air
lalu direaksikan dengan karbon dioksida. Lalu NaHCO
3
mengendap sesuai persamaan berikut
Na
2
CO
3
CO
2
H
2
O 2 NaHCO
3


b. Proses Solvay untuk Karbonat
Industri Sodium Karbonat dan Bikarbonat

Ernest Solvay (1838 - 1922) adalah seorang kimiawan Belgia.. Pada tahun 1861 dia mengembangkan proses amonia-soda untuk
pembuatan natrium karbonat (soda) dan sodium (soda kue) yang bahan-bahan sudah tersedia dan murah.

Proses Solvay adalah sebuah proses industri yang rumit tapi artikel ini menguraikan bagian utama dan berIokus pada kimia
penting.

Proses Ammonia-Soda
Metode Solvay's disebut proses amonia-soda tetapi juga dinamai dirinya sebagai "Proses Solvay", sebuah proses dua-tahap
pertama soda keputusan oleh mengobati larutan terkonsentrasi dari garam sama dengan dioksida amonia dan karbon,
menghasilkan bikarbonat natrium mentah (Gambar 1a). Pada tahap berikutnya, bikarbonat yang diubah menjadi abu soda oleh
panas dan karbon dioksida dengan air yang dikeluarkan

Abu soda diperlakukan dengan tiga cara:
a) recrystallised dari air untuk memberikan soda cuci (natrium karbonat decahydrate)

b) solusi Its diperlakukan dengan karbon dioksida untuk menghasilkan bikarbonat natrium halus sebagai kristal putih halus.
Na2CO3 H2O CO2 --~ 2NaHCO3 Na2CO3 H2O CO2 -~ 2NaHCO3

c) Soda ash juga diperlakukan dengan kapur dipuaskan untuk menghasilkan soda kaustik
.Dengan memperlakukan klorida amonium (dari langkah 3) dengan dipuaskan amonia kapur, yang berkembang dan siap untuk
digunakan dalam proses lagi.

Penggunaan Sodium Karbonat dan Bikarbonat
Natrium karbonat digunakan dalam pembuatan gelas, kaca air (larutan sodium silikat), dan soda kaustik.. Ini adalah konstituen
bubuk sabun, yang digunakan untuk mencuci pakaian.

Natrium bikarbonat atau bikarbonat soda memiliki berbagai keperluan.. Sebagai contoh, ia digunakan dalam serbuk obat untuk
menetralisir asam lambung jus. Hal ini lebih baik daripada karbonat karena tidak begitu kuat alkali dan ada bahaya kurang dari
itu menyerang selaput lendir sensitiI.

Natrium bikarbonat juga merupakan konstituen terkenal tepung selI-raising dan Bubuk pengembang roti - maka namanya "baking
soda" - baking powder baking soda mengandung bersama-sama dengan zat asam lemah seperti kalium hidrogen tartrat (cream oI
tartar), kalsium primer IosIat, atau tawas natrium., Pasokan zat asam H ion di hadapan kelembaban dan ini bereaksi dengan ion
HCO3-dari baking soda untuk menghasilkan CO2, yang menyebabkan adonan naik.
Natrium bikarbonat atau hidrogen karbonat atau asam karbonat dengan rumus kimia NaHCO3, adalah bahan kimia
berbentuk kristal putih yang larut dalam air, yang banyak dipergunakan di dalam industri makanan/biskuit
(sebagai baking powder), pengolahan kulit, farmasi, tekstil, kosmetika, pembuatan pasta gigi, pembuatan permet
(.,3/) dan industri pembuatan batik. Pada skala industri, natrium bikarbonat dapat diproduksi melalui reaksi
antara natrium karbonat, air dan gas karbon dioksida:

Na2CO3 + H2O + CO2 --> 2NaHCO3

Selain itu, natrium bikarbonat dapat pula dihasilkan dari reaksi antara natrium klorida (NaCl), ammonia (NH3) dan
karbon dioksida (CO2). Namun, sebagian besar produsen natrium bikarbonat lebih banyak menggunakan reaksi
pertama untuk menghasilkan natrium bikarbonat. Dengan proses ini, untuk menghasilkan 1 ton natrium bikarbonat
dibutuhkan sekitar 690 kg natrium karbonat, 300 kg karbon dioksida dan air secukupnya.