Anda di halaman 1dari 137

LAMPIRAN A

PERHITUNGAN NERACA MASSA




Basis Perhitungan = 1 jam operasi
Waktu kerja = 300 hari/tahun
Jumlah jam operasi = 24 jam/hari
Satuan operasi = kg/jam
Kapasitas produksi = 900 ton/tahun
=
jam
hari
hari
tahun
kg/tahun
24
1
x
300
1
x 900.000
= 125 kg/jam
Kandungan minyak pada rendeman daun nilam adalah 5 %, maka :
5 % =
nilam daun
nilam minyak

0,05 =
nilam daun
125 kg/jam

Daun nilam yang diperlukan =
0,05
125 kg/jam
= 2500 kg/jam
Effisiensi () pada rotary filter 95 % maka : kg/jam
kg/jam
131,5789
0,95
125

Maka daun nilam yang dibutuhkan adalah : kg/jam
kg/jam
2631,578
% 5
131,5789

Etanol yang digunakan adalah etanol 95 % dengan perbandingan 1,5 : 1 dengan
bahan baku nilam, maka etanol yang digunakan :
kg/jam kg/jam 3947,367 2631,578 x
2
3







Universitas Sumatera Utara
Tabel LA-1 Komponen Kimia Penyusun Minyak Nilam
Komponen Jumlah (%)
Benzaldehyde
Cariofilen
Patchoulien
Bulnesene
Patchouli Alkohol
2,63
17,29
28,28
11,76
40,04

Tabel LA-2 Komponen Daun Nilam
Komponen Jumlah (%)
Khlorofil
Serat
Cellulosa
26
54
20

LA 1 Perhitungan Neraca Massa
LA 1.1 Roll Cutter R 101
Fungsi : untuk memotong motong kasar daun nilam kering sebelum dimasukkan ke
dalam ekstraktor

Neraca massa = massa masuk = massa keluar
F
1
= F
2
= 2631,578 kg/jam








Universitas Sumatera Utara
LA 1.2 Ekstraktor EM 101
Fungsi : Sebagai tempat terjadinya proses ekstraksi antara daun nilam

dan larutan
etanol 95 %.

Neraca massa = massa masuk = massa keluar
F
2
+ F
3
= F
4

F
2
= 2631,578 kg/jam
kg/jam kg/jam 131,5789 2631,578 x 5% F
2
nilam minyak

kg/jam kg/jam 131,5789 2631,578 F F F
2
nilam minyak
2
nilam daun
2
nilam daun ampas

= 2499,9991 kg/jam
F
3
= Pelarut etanol 95 % = 3947,367 kg/jam
F
4
= F
2
+ F
3
= 2631,578 kg + 3947,367 kg/jam
F
4
= 6578,945 kg/jam
Neraca massa komponen :
kg/jam kg/jam 3,4605 131,5789 x 0,0263 F x % 2,63 F
2
nilam minyak
4
de Benzaldehy

kg/jam kg/jam 22,75 131,5789 x % 17,29 F
4
Cariofilen -


kg/jam kg/jam 37,2105 131,5789 x % 28,28 F
4
ne Patchoulie -


kg/jam kg/jam 15,4737 131,5789 x % 11,76 F
4
Bulnesene -

kg/jam kg/jam 52,6842 131,5789 x % 40,04 F
4
Alkohol Patchouli

kg/jam kg/jam 3749,9987 3947,367 x 0,95 F x % 95 F
3 4
Etanol

kg/jam kg/jam 197,3684 3947,367 x 0,05 F x % 5 F
3 4
O H
2

Universitas Sumatera Utara
Neraca massa komponen daun :
kg/jam kg/jam 9995 , 349 1 2499,9991 x 0,54 F x % 54 F
2
nilam daun ampas
4
Serat

kg/jam kg/jam 9995 , 349 1 2499,9991 x % 26 F
4
Khlorofil

kg/jam kg/jam 9998 , 99 4 2499,9991 x % 220 F
4
Cellulosa


LA 1.3 Rotary Filter F 101
Fungsi : Menyaring ampas daun nilam yang telah mengalami proses ekstraksi.

Neraca massa = massa masuk = massa keluar
F
4
= F
11
+ F
5


F
11
adalah ampas daun nilam kering.
F
11
= daun nilam minyak nilam
= 2631,578 kg/jam 131,5789 kg/jam
= 2499,9991 kg/jam
Asumsi : komponen minyak nilam dan pelarut etanol yang masih terdapat di dalam
ampas = 5 %.
kg/jam kg/jam 197,3684 3947,367 x % 5 F
11
pelarut

kg/jam kg/jam 6,5789 131,5789 x % 5 F
11
nilam minyak

11
nilam minyak
11
pelarut
11
larutan
F F F
= 197,3684 kg/jam + 6,5789 kg/jam
= 203,9473 kg/jam
Universitas Sumatera Utara
kg/jam 2703,9464 203,9473 2499,9991 F F F
11
larutan
11
ampas
11
kg/jam kg/jam
F
4
= F
11
+ F
5

F
5
= F
4
- F
11

= 6578,945 kg/jam 2703,9464 kg/jam
= 3874,9986 kg/jam
Neraca massa komponen pada F
5
:
kg/jam kg/jam kg/jam 3749,9986 197,3684 3947,367 F F F
11
pelarut
4
pelarut
5
Pelarut

kg/jam kg/jam 3562,4986 3749,9986 x 0,95 F x % 95 F
5
Pelarut
5
Etanol

kg/jam kg/jam 50 , 87 1 3749,9986 x 0,05 F x % 5 F
5
Pelarut
5
O H
2

kg/jam kg/jam kg/jam 25 1 6,5789 131,5789 F F F
11
nilam minyak
4
nilam minyak
5
nilam minyak

kg/jam kg/jam 3,2875 125 x 0,0263 F x % 2,63 F
5
nilam minyak
5
de Benzaldehy

kg/jam kg/jam 21,6125 125 x 0,1729 F x % 17,29 F
5
nilam minyak
5
Cariofilen -

kg/jam kg/jam 35,35 125 x 0,2828 F x % 28,28 F
5
nilam minyak
5
ne Patchoulie -

kg/jam kg/jam 7 , 4 1 125 x 0,1176 F x % 11,76 F
5
nilam minyak
5
Bulnesene -

kg/jam kg/jam 05 , 0 5 125 x 0,4004 F x % 40,04 F
5
nilam minyak
5
Alkohol Patchouli

Neraca massa komponen pada F
11
:
kg/jam kg/jam 50 , 87 1 197,3684 x 0,95 F x % 95 F
11
pelarut
11
Etanol

kg/jam kg/jam 8684 , 9 197,3684 x 0,05 F x % 5 F
11
O H
11
O H
2 2

kg/jam kg/jam 1730 , 0 6,5789 x 0,0263 F x % 2,63 F
11
nilam minyak
11
de Benzaldehy

kg/jam kg/jam 1375 , 1 6,5789 x 0,1729 F x % 17,29 F
11
nilam minyak
11
Cariofilen -

kg/jam kg/jam 861 , 1 6,5789 x 0,2828 F x % 28,28 F
11
nilam minyak
11
ne Patchoulie -

kg/jam kg/jam 7737 , 0 6,5789 x 0,1176 F x % 11,76 F
11
nilam minyak
11
Bulnesene -

kg/jam kg/jam 6342 , 2 6,5789 x 0,4004 F x % 40,04 F
11
nilam minyak
11
Alkohol Patchouli

kg/jam kg/jam 9995 , 349 1 2499,9991 x 0,54 F x % 54 F
2
nilam minyak
11
Serat

kg/jam kg/jam 9995 , 349 1 2499,9991 x % 26 F
11
Khlorofil

kg/jam kg/jam 9998 , 99 4 2499,9991 x % 220 F
11
Cellulosa

Universitas Sumatera Utara
LA 1.4 Heat Exchanger HE 101
Fungsi : untuk memanaskan cairan dengan menguapkan pelarut etanolnya agar bisa
dipisahkan dari minyak nilamnya melalui Flash Drum.

Neraca massa = massa masuk = massa keluar
F
5
= F
6


F
5
= F
6
= 3874,9986 kg/jam
Neraca massa komponen :
kg/jam 3562,4986 F F
6
Etanol
5
Etanol

kg/jam 187,50 F F
6
O H
5
O H
2 2

kg/jam 3,2875 F F
6
de Benzaldehy
5
de Benzaldehy

kg/jam 21,6125 F F
6
Cariofilen -
5
Cariofilen -

kg/jam 35,35 F F
6
ne Patchoulie -
5
ne Patchoulie -

kg/jam 14,7 F F
6
Bulnesene -
5
Bulnesene -

kg/jam 50,05 F F
6
Alkohol Patchouli
5
Alkohol Patchouli


LA 1.5 Flash Drum FD 101
Fungsi : untuk memisahkan minyak nilam dari pelarutnya etanol 95 % dengan cara
mengubah etanol menjadi uap agar dapat dipisahkan dari minyak nilamnya. Pada
flash drum ini diasumsikan seluruh etanol berubah menjadi uap, karena titik didih
etanol dengan minyak nilam berselisih jauh.
Universitas Sumatera Utara

Neraca massa = massa masuk = massa keluar
F
6
= F
7
+ F
8

F
6
= F
5
= 3874,9986 kg/jam
F
7
= = 3749,9986 kg/jam
5
Pelarut
F
F
8
= F
6
F
7
= 3874,9986 kg/jam 3749,9986 kg/jam = 125 kg/jam
Neraca massa komponen :
kg/jam kg/jam 4986 , 3562 3749,9986 x 0,95 F x % 95 F
7 7
Etanol

kg/jam kg/jam 50 , 187 3749,9986 x 0,05 F x % 5 F
7 7
O H
2

kg/jam kg/jam 2875 , 3 125 x 0,0263 F x % 2,63 F
8 8
de Benzaldehy

kg/jam kg/jam 21,6125 125 x 0,1729 F x % 17,29 F
8 8
Cariofilen -

kg/jam kg/jam 35,35 125 x 0,2828 F x % 28,28 F
8 8
ne Patchoulie -

kg/jam kg/jam 14,7 125 x 0,1176 F x % 11,76 F
8 8
Bulnesene -

kg/jam kg/jam 05 , 0 5 125 x 0,4004 F x % 40,04 F
8 8
Alkohol Patchouli


LA 1.6 Cooler CD 101
Fungsi : untuk mendinginkan minyak nilam yang telah dipisahkan melalui flash
drum sampai suhunya 30
o
C.
Universitas Sumatera Utara
LA-8

Neraca massa = massa masuk = massa keluar
F
8
= F
10
= 125 kg/jam
Neraca massa komponen :
kg/jam 3,2875 F F
10
de Benzaldehy
8
de Benzaldehy

kg/jam 35,35 F F
10
ne Patchoulie -
8
ne Patchoulie -

kg/jam 50,05 F F
10
Alkohol Patchouli
8
Alkohol Patchouli


kg 6125 , 21 F F
10
Cariofilen -
8
Cariofilen -




kg/jam 14,7 F F
10
Bulnesene -
8
Bulnesene -



LA 1.7 Condensor CD 102
Fungsi : untuk mendinginkan pelarut etanol yang telah dipisahkan melalui flash drum
sampai suhunya 30
o
C.


Neraca massa = massa masuk = massa keluar
F
7
= F
9

F
7
= F
9
= 3749,9986 kg/jam
Neraca massa komponen :
kg/jam kg/jam 3562,4986 3749,9986 x % 95 F F
9 7
Etanol

kg/jam kg/jam 187,50 3749,9986 x 5% F F
9 7
O H
2

Universitas Sumatera Utara
LAMPIRAN B
PERHITUNGAN NERACA PANAS


Kapasitas produksi : 900 ton/tahun
: 900.000 kg/jam
Waktu operasi dalam setahun : 300 hari/tahun
Basis perhitungan : 1 jam operasi
Temperatur referansi : 25
o
C
Satuan operasi : kJ/jam

L. B. 1. Perhitungan Estimasi Kapasitas Panas
Perhitungan estimasi kapasitas panas dengan menggunakan metode Chuech dan
Swanson pada 20
o
C. (Lyman, 1982)
1. Benzaldehyde
Struktur bangun :





Grup Jumlah Nilai Total

1 12,66 12,66

1 2,9 2,9
C

5 5,3 26,5
Total 42,06

Cp Benzaldehyde = 42,06 cal/mol
o
C (Lyman, 1982)


Universitas Sumatera Utara
2. Cariofilen
CH
3
CH
3
CH
3
CH
3

Struktur bangun :

Grup Jumlah Nilai Total

4 8,80 35,2

2 2,9 5,8

4 5,3 21,2

4 6,2 24,8

1 2,9 2,9
Total 89,9

Cp Cariofilen = 89,9 cal/mol
o
C (Lyman, 1982)

3. Patchoulien O
CH
3

Struktur bangun :

Grup Jumlah Nilai Total

1 8,8 8,8

1 12,66 12,66

1 2,9 2,9

3 4,4 13,2

6 6,2 37,2
Total 74,76

Cp Patchoulien = 74,76 cal/mol
o
C (Lyman, 1982)
Universitas Sumatera Utara
4. Bulnesene

Struktur bangun :

Grup Jumlah Nilai Total

3 8,8 26,4
C

3 2,9 8,7

5 6,2 31

3 4,4 13,2

1 5,20 5,20
Total 84,5

Cp Bulnesene = 84,5 cal/mol
o
C (Lyman, 1982)

5. Patchouli Alkohol

Struktur bangun :

Grup Jumlah Nilai Total

1 10,7 10,7

4 8,8 35,2

3 2,9 8,7

5 6,2 31

2 4,4 8,8
Total 94,4

Cp Patchouli Alkohol = 94,4 cal/mol
o
C (Lyman, 1982)
Universitas Sumatera Utara
6. Etanol
Cp Etanol 95% = 25,315 cal/mol
o
C (www.wikipedia.com)

7. H
2
O
Cp H
2
O = 17,995 cal/mol
o
C (www.wikipedia.com)
Data H
vl
untuk Etanol fasa uap adalah = 36577,3 J/jam
Data H
vl
untuk Air fasa uap adalah = 40656,2 J/jam (Reklaitis,1984)
Data komponen daun nilam :
Daun Nilam Cp (cal/mol
o
C)
Serat
Khlorofil
Cellulosa
93,6
75,6
36,5
(www.wikipedia.com)

L. B. 2. Perhitungan Neraca Panas
1. Ekstraktor Mixer (EM-101)
Pada ekstraktor mixer ini bahan baku daun nilam dilarutkan dengan etanol 95 %
dengan komposisi perbandingan 1 : 1,5. Kemudian dengan menggunakan saturated
steam pada T = 120
o
C dan P = 2 atm, dipanaskan agar komponen minyak nilam
yang terdapat pada bahan baku daun nilam itu keluar.

Q
in

Q
in
= Q
2
+ Q
3
dQ = F.Cp.dT
= N.Cp.dT
Q
2
= N.Cp.dT
Universitas Sumatera Utara
Tabel LB-1 Neraca Panas masuk (Q
2
) pada ekstraktor mixer (EM-101)
Komponen
F
(kg/jam)
N
(cal/jam)
Cp
(cal/mol
o
C)
dT (
o
C)
(30-25)
Q
(cal/jam)
Daun Nilam
Serat
Khlorofil
Cellulosa
Benzaldehyde
Cariofilen
Patchoulien
Bulnesene
Patchouli Alkohol

1349,9995
649,9998
499,9998
3,4605
22,75
37,2105
15,4737
52,6842

4145,9354
727,4923
3083,7535
32,6062
111,52
182,4044
75,8515
236,932

93,6
75,6
36,5
42,06
89,9
74,76
84,5
94,4

5
5
5
5
5
5
5
5

1940297,767
274992,0894
562785,0138
6857,08386
50128,24
68182,76472
32047,25875
111831,904
Total 3047122,122

Q
2
= 3047122,122 cal/jam = |
.
|

\
|
kJ
J/cal , cal/jam ,
1000
184 4 x 122 3047122

= 12749,15896 kJ/jam

Tabel LB-2 Neraca Panas masuk (Q
3
) pada ekstraktor mixer (EM-101)
Komponen
F
(kg/jam)
N
(cal/jam)
Cp
(cal/mol
o
C)
dT (
o
C)
(30-25)
Q
(cal/jam)
Etanol
H
2
O
3749,9987
197,3684
81521,712
10964,911
25,7
17,995
5
5
10475539,99
986567,8672
Total 11462107,86

Q
3
= 11462107,86cal/jam = |
.
|

\
|
kJ
J/cal , cal/jam ,
1000
184 4 x 86 11462107

= 47957,45928 kJ/jam
Q
in
= Q
2
+ Q
3
= 12749,15896 kJ/jam + 47957,45928 kJ/jam
= 60706,61824 kJ/jam


Universitas Sumatera Utara
Q
out
Q
out
= Q
4

dQ = F.Cp.dT
= N.Cp.dT
Q
4
= N.Cp.dT
Tabel LB-3 Neraca Panas keluar (Q
4
) pada ekstraktor mixer (EM-101)
Komponen
F
(kg/jam)
N
(cal/jam)
Cp
(cal/mol
o
C)
dT (
o
C)
(60-25)
Q
(cal/jam)
Daun Nilam
Serat
Khlorofil
Cellulosa
Benzaldehyde
Cariofilen
Patchoulien
Bulnesene
Patchouli Alkohol
Etanol
H
2
O

1349,9995
649,9998
499,9998
3,4605
22,75
37,2105
15,4737
52,6842
3749,9987
197,3684

4145,9354
727,4923
3083,7535
32,6062
111,52
182,4044
75,8515
236,932
81521,712
10964,911

93,6
75,6
36,5
42,06
89,9
74,76
84,5
94,4
25,7
17,995

35
35
35
35
35
35
35
35
35
35

13582084,34
1924944,626
3939495,096
47999,58702
350897,68
477279,353
224330,8113
782823,328
73328779,94
6905975,071
Total 101564609,9

Q
4
= 101564609,9 cal/jam = |
.
|

\
|
kJ
J/cal cal/jam
1000
4,184 x 9 101564609,

= 424946,33 kJ/jam
Q = Q
steam
= Q
out
Q
in
= 424946,3277 kJ/jam 60706,61824 kJ/jam
= 364239,7094 kJ/jam
m
s
=
kJ/kg 334,9) (2704,2
kJ/jam 4 364239,709
H H
Q
l v
steam

=153,73305 kg/jam

2. Rotary Filter (F-101)
Pada rotary filter ini semua campuran dipisahkan antara cairan dengan ampasnya
dan suhu cairannya dijaga agar tetap 60
o
C.
Universitas Sumatera Utara

Q
in

Q
in
= Q
4

dQ = F.Cp.dT
= N.Cp.dT
Q
4
= 424946,33 kJ/jam
Q
out
Q
out
= Q
5
+ Q
11
dQ = F.Cp.dT
= N.Cp.dT
Q
5
= N.Cp.dT

Tabel LB-4 Neraca Panas keluar (Q
5
) pada rotary filter (F-101)
Komponen
F
(kg/jam)
N
(cal/jam)
Cp
(cal/mol
o
C)
dT (
o
C)
(60-25)
Q
(cal/jam)
Benzaldehyde
Cariofilen
Patchoulien
Bulnesene
Patchouli Alkohol
Etanol
H
2
O
3,2875
21,6125
35,35
14,7
50,05
3562,4986
187,50
30,9762
105,9436
173,2843
72,0588
225,0854
77445,6217
10416,6667
42,06
89,9
74,76
84,5
94,4
25,7
17,995
35
35
35
35
35
35
35
45600,06402
333351,5374
452415,6994
213113,901
743682,1616
69662336,72
6560677,104
Total 78012177,19
Universitas Sumatera Utara
Q
5
= 78012177,19 cal/jam = |
.
|

\
|
kJ
J/cal cal/jam
1000
4,184 x 9 78012177,1

= 326402,9493 kJ/jam

dQ = F.Cp.dT
= N.Cp.dT
Q
11
= N.Cp.dT

Tabel LB-5 Neraca Panas keluar (Q
11
) pada rotary filter (F-101)
Komponen
F
(kg/jam)
N
(cal/jam)
Cp
(cal/mol
o
C)
dT (
o
C)
(60-25)
Q
(cal/jam)
Daun Nilam
Serat
Khlorofil
Cellulosa
Benzaldehyde
Cariofilen
Patchoulien
Bulnesene
Patchouli Alkohol
Etanol
H
2
O

1349,9995
649,9998
499,9998
0,1730
1,1375
1,861
0,7737
2,6342
187,50
9,8684

4145,9354
727,4923
3083,7535
1,6301
5,576
9,1225
3,7926
11,8465
4076,0869
548,2444

93,6
75,6
36,5
42,06
89,9
74,76
84,5
94,4
25,7
17,995

35
35
35
35
35
35
35
35
35
35

13582084,34
1924944,626
3939495,096
2399,67021
17544,884
23869,9335
11216,6145
39140,836
3666440,167
345298,0292
Total 23552434,23

Q
11
= 23552434,23 cal/jam =
|
.
|

\
|
kJ
J/cal cal/jam
1000
4,184 x 3 23552434,2

= 98543,3848 kJ/jam
Q
out
= Q
5
+ Q
11
= 326402,9493 kJ/jam + 98543,3848 kJ/jam
= 424946,33 kJ/jam
Q = Q
steam
= Q
out
Q
in
= 424946,33 kJ/jam 424946,33 kJ/jam
= 0 kJ/jam
Universitas Sumatera Utara
3. Heat Exchanger (HE-101)
Pada heat exchanger ini cairan dipanaskan dengan menggunakan saturated steam
pada T = 120
o
C dan P = 2 atm, pelarut etanol 95 % diubah menjadi uap karena
setelah ini akan dialirkan ke dalam flash drum untuk dipisahkan berdasarkan
perbedaan fasa. Uap etanol yang berada di atas akan dialirkan keluar yang kemudian
didinginkan dengan air pendingin hingga T = 30
o
C, kemudian dialirkan kembali ke
tangki etanol.

Q
in

Q
in
= Q
5

dQ = F.Cp.dT
= N.Cp.dT
Q
5
= N.Cp.dT = 326402,9493 kJ/jam
Q
out
Q
out
= Q
6
dQ = F.Cp.dT
= N.Cp.dT
Karena ada perubahan fasa, yaitu etanol cair menjadi etanol uap maka :
Q
6
= N.Cp.dT + N.H
vl








Universitas Sumatera Utara
Tabel LB-6 Neraca Panas keluar (Q
6
) pada heat exchanger (HE-101)
Komponen
F
(kg/jam)
N
(cal/jam)
Cp
(cal/mol
o
C)
dT (
o
C)
(85-25)
H
vl

(J/mol)
Q
(cal/jam)
N.H
vl

(J/jam)
Benzaldehyde
Cariofilen
Patchoulien
Bulnesene
PA
Etanol
H
2
O
3,2875
21,6125
35,35
14,7
50,05
3562,4986
187,50
30,9762
105,9436
173,2843
72,0588
225,0854
77445,6217
10416,6667
42,06
89,9
74,76
84,5
94,4
25,7
17,995
60
60
60
60
60
60
60
-
-
-
-
-
36577,3
40656,2
78171,53832
571459,7784
777284,0561
365338,116
1274883,706
119421148,7
11246875,04
-
-
-
-
-
2832751739
423502084,7
Total 133735160,9 3256253823,7

Q
6
= |
.
|

\
| +
kJ
J/jam , J/cal) , cal/jam , (
1000
7 3256253823 184 4 x 9 133735160

= 3815801,736 kJ/jam
Q = Q
steam
= Q
out
Q
in
= 3815801,736 kJ/jam 326402,9493 kJ/jam
= 3489398,787 kJ/jam
m
s
=
kJ/kg 334,9) (2704,2
kJ/jam 7 3489398,78
H H
Q
l v
steam

=1472,879485 kg/jam

4. Flash Drum (FD-101)
Pada flash drum ini cairan dengan uap dipisahkan dengan cara uap yang berada
diatas sebagai produk top dialirkan untuk menuju ke kondensor untuk didinginkan
dengan menggunakan air pendingin T = 25
o
C dan P = 1 atm, sedangkan produk
bottom yang merupakan minyak nilam akan didinginkan di cooler dengan
menggunakan air pendingin T = 25
o
C dan P = 1 atm. Setelah itu akan dialirkan ke
tangki produk.
Universitas Sumatera Utara

Q
in

Q
in
= Q
6

dQ = F.Cp.dT
= N.Cp.dT
Q
6
= N.Cp.dT + N.H
vl

Q
6
= 3815801,736 kJ/jam
Q
out
Q
out
= Q
7
+ Q
8
dQ = F.Cp.dT
= N.Cp.dT
Q
7
= N.Cp.dT

Tabel LB-7 Neraca Panas keluar (Q
7
) pada flash drum (FD-101)
Komponen
F
(kg/jam)
N
(cal/jam)
Cp
(cal/mol
o
C)
dT (
o
C)
(85-25)
H
vl

(J/mol)
Q
(cal/jam)
N.H
vl

(J/jam)
Etanol
H
2
O
3562,4986
187,50
77445,6217
10416,6667
25,7
17,995
60
60
36577,3
40656,2
119421148,7
11246875,04
2832751739
423502084,7
Total 130668023,74 3256253823,7

Q
7
= |
.
|

\
| +
kJ
J/jam , J/cal) , cal/jam , (
1000
7 3256253823 184 4 x 74 130668023

= 3802968,834 kJ/jam
Universitas Sumatera Utara
Tabel LB-8 Neraca Panas keluar (Q
8
) pada flash drum (FD-101)
Komponen
F
(kg/jam)
N
(cal/jam)
Cp
(cal/mol
o
C)
dT (
o
C)
(85-25)
Q
(cal/jam)
Benzaldehyde
Cariofilen
Patchoulien
Bulnesene
Patchouli Alkohol
3,2875
21,6125
35,35
14,7
50,05
30,9762
105,9436
173,2843
72,0588
225,0854
42,06
89,9
74,76
84,5
94,4
60
60
60
60
60
78171,53832
571459,7784
777284,0561
365338,116
1274883,706
Total 3067137,194
Q
8
= 3067137,194 cal/jam = |
.
|

\
|
kJ
J/cal , cal/jam ,
1000
184 4 x 194 3067137

= 12832,90202 kJ/jam
Q
out
= Q
7
+Q
8
= 3802968,834 kJ/jam + 12832,90202 kJ/jam
= 3815801,736 kJ/jam
Q = Q
steam
= Q
out
Q
in
= 3815801,736 kJ/jam 3815801,736 kJ/jam
= 0 kJ/jam

5. Cooler (CD-101)
Pada cooler ini minyak nilam yang telah dipisahkan dari pelarutnya etanol akan
didinginkan dengan air pendingin pada T = 25
o
C dan P = 1 atm, kemudian dipompa
menuju tangki produk.

Q
in

Q
in
= Q
8

dQ = F.Cp.dT
= N.Cp.dT
Q
8
= N.Cp.dT = 12832,90202 kJ/jam
Universitas Sumatera Utara
Q
out
Q
out
= Q
11
dQ = F.Cp.dT
= N.Cp.dT
Q
10
= N.Cp.dT

Tabel LB-9 Neraca Panas keluar (Q
10
) pada cooler (CD-101)
Komponen
F
(kg/jam)
N
(cal/jam)
Cp
(cal/mol
o
C)
dT (
o
C)
(30-25)
Q
(cal/jam)
Benzaldehyde
Cariofilen
Patchoulien
Bulnesene
Patchouli Alkohol
3,2875
21,6125
35,35
14,7
50,05
30,9762
105,9436
173,2843
72,0588
225,0854
42,06
89,9
74,76
84,5
94,4
5
5
5
5
5
6514,2949
47621,6482
64773,67134
30444,843
106240,3088
Total 255594,7662

Q
10
= 255594,7662 cal/jam = |
.
|

\
|
kJ
J/cal , cal/jam ,
1000
184 4 x 7662 255594

= 1069,4085 kJ/jam
Q = Q
Pendingin
= Q
in
Q
out
= 12832,90202 kJ/jam 1069,4085 kJ/jam
= 11763,49352 kJ/jam
m
air pendingin
=
C C cal/mol
kJ/jam
C
o o o
10 x 17,995
2 11763,4935
30) (40 cP
Q
pendingin
=

= 65,3709 kg/jam

6. Condensor (CD-101)
Pada condensor ini etanol yang telah terpisah dari minyak nilam akan
didinginkan dengan air pendingin pada T = 25
o
C dan P = 1 atm, kemudian dipompa
menuju tangki etanol.
Universitas Sumatera Utara
LB-14

Q
in

Q
in
= Q
7

dQ = F.Cp.dT
= N.Cp.dT
Q
7
= N.Cp.dT = 3802968,834 kJ/jam
Q
out
Q
out
= Q
10
dQ = F.Cp.dT
= N.Cp.dT
Q
9
= N.Cp.dT

Tabel LB-10 Neraca Panas keluar (Q
9
) pada condensor (CD-102)
Komponen
F
(kg/jam)
N
(cal/jam)
Cp
(cal/mol
o
C)
dT (
o
C)
(30-25)
Q
(cal/jam)
Etanol
H
2
O
3562,4986
187,50
77445,6217
10416,6667
25,7
17,995
5
5
9951762,388
937239,5863
Total 10889001,97

Q
9
= 10889001,97 cal/jam = |
.
|

\
|
kJ
J/cal , cal/jam ,
1000
184 4 x 97 10889001

= 45559,5843 kJ/jam
Q = Q
Pendingin
= Q
in
Q
out
= 3802968,834 kJ/jam 45559,5843 kJ/jam
= 501155,4269 kJ/jam
m
air pendingin
=
C C cal/mol
kJ/jam
C
o o o
10 x 17,995
9 501155,426
30) (40 cP
Q
pendingin
=

= 2784,97042 kg/jam
Universitas Sumatera Utara
LAMPIRAN C
PERHITUNGAN SPESIFIKASI ALAT


1. Bucket Elevator (B-101)
Fungsi : Mengangkut daun nilam dari gudang penyimpanan ke ekstraktor.
Jenis : Spaced-Bucket Centrifugal-Discharge Elevator
Bahan : Malleable-iron
Jumlah : 1 unit
Kondisi operasi :
- Temperatur (T) : 30
0
C
- Tekanan (P) : 1 atm (14,699 psi)
Laju bahan yang diangkut = 2.631,5780 kg/jam
Faktor kelonggaran, fk = 12 % (Tabel 28-8, Perry, 1999)
Kapasitas = 1,12 x 2.631,5780 kg/jam = 2.947,3670 kg/jam = 2,9474 ton/jam
Untuk bucket elevator kapasitas < 14 ton/jam, spesifikasi :
(Tabel 21-8, Perry, 1999)
- Tinggi elevator = 25 ft = 7,62 m
- Ukuran bucket = (6 x 4 x 4) in
- Jarak antar bucket = 12 in = 0,305 m
- Kecepatan bucket = 225 ft/mnt = 68,6 m/mnt = 1,143 m/s
- Kecepatan putaran = 43 rpm
- Lebar belt = 7 in = 0,1778 m =17,78 cm
Perhitungan daya yang dibutuhkan (P):
Z m 0,07 P
0,63
= (Timmerhaus, 2003)
Dimana: P = daya (kW)
m = laju alir massa (kg/s)
Z = tinggi elevator (m)
m = 2.947,3670 kg/jam = 49,1228 kg/s
Z = 25 ft = 7,62 m

Universitas Sumatera Utara
Maka :
P = 0,07 x (49,1228)
0,63
x 7,62
= 0,4378 kW = 0,5872 hp

2. Gudang Penyimpanan Nilam Kering (G-101)
Fungsi : Menyimpan bahan baku nilam kering sebelum diproses.
Bentuk bangunan : Gedung berbentuk persegi-panjang ditutup atap
Bahan konstruksi : Dinding : batu-bata
Lantai : aspal
Atap : asbes
Jumlah : 1 unit
Kondisi ruangan : Temperatur : 25C
Tekanan : 1 atm
Kebutuhan : 1 Bulan

Perhitungan Desain Bangunan :
Bahan baku nilam kering dikempeskan sampai datar dan dimasukkan ke dalam
karung besar. Digunakan 1 ikatan/karung memuat 50 kg bahan baku nilam
kering. Diperkirakan bahan baku nilam kering terdapat ruang kosong berisi udara
sebanyak 30%.
Densitas nilam kering = 1.230 kg/m (Athas Data Bank, 1997)
Jadi : 1 karung memuat :
Volume nilam kering =
3
/ 230 . 1
50
m kg
kg
. = 0,0407 m

Volume udara = 30% (0,0407 m) = 0,0122 m
Volume total = 0,0529 m
Kebutuhan nilam kering = 2.361,578 kg/jam
Banyak ikatan/karung yang perlu dalam 1 bulan :
Jumlah ikatan/karung =
karung kg
hr hr jam jam kg
/ 50
30 / 24 / 2.361,578

= 34.006,7232 karung
Universitas Sumatera Utara
Diambil 34.007 karung, maka :
Volume total karung tiap bulan = 34.007 x 0,0529 = 1.798,9703 m
3

Faktor kosong ruangan = 20% dan area jalan dalam gudang = 20% ; sehingga:
Volume ruang yang dibutuhkan = (1,4) (1.798,9703)
= 2.518,5584 m
3

Dibangun 1 gedung penyimpanan :
Volume gedung = 2.518,5584 m
3

Bangunan diperkirakan dibangun dengan lebar 30 m, dengan tinggi tumpukan
karung 4 m, sehingga :
V = p x l x t
2.518,5584 = p.(10).(4)
p = 62,9639 m = 63 m
Tinggi bangunan direncanakan 1,5 x tinggi tumpukan bahan baku = 4 m
Jadi ukuran bangunan gedung yang digunakan adalah :
Panjang = 62,9639 m = 63 m
Lebar = 10 m
Tinggi = 6 m

3. Tangki Penyimpanan Etanol (T-201)
Fungsi : Untuk menyimpan larutan etanol sebelum diumpankan ke ekstraktor
mixer.
Bentuk : Tangki silinder vertikal dengan alas datar dan tutup ellipsoidal
Bahan : Carbon steel, SA 285 Gr. C
Jumalah : 5 unit
Lama Penyimpanan : 30 hari
Kondisi Operasi :
- Temperatur (T) = 30
0
C
- Tekanan ( P) = 1 atm




Universitas Sumatera Utara
LC-1 Tabel data-data pada alur 3
Komponen Lj Massa
(kg/jam)
% Berat
(%)
Densitas
(kg/m
3
)
Viskositas
(cp)
C
2
H
5
OH
Air
3.749,9987
197,3684
0,9980
0,0020
789,3000
995,6800
1,0170
0,8007
Total 3.947,3671 1,0000

Densitas campuran (
campuran
) = 797,5658 kg/m
3

Perhitungan :
a. Volume tangki
Volume larutan, V
l
=
3
m
kg
797,5658
hari
jam
24 x hari 0 3 x
jam
kg
3671 , 947 . 3

= 3.563,4732 m
3
Faktor kelonggaran (fk) = 20 %
Volume tangki, V
T
= (1 + 0,2) x 3.563,4732 m
3

= 4.276,1678 m
3

Direncanakan 5 buah tangki, sehingga
V
T
= 855,2336
5
4.276,1678
= m
3

b. Diameter dan Tinggi Shell
Volume silinder
V =
4
1
t D
t
2
Hs (Hs : D
t
= 3 : 2)
Vs =
8
3
t D
t
3

Volume tutup tangki (Ve)
Ve =
24
1
t D
t
3
(Brownell,1959)
Volume tangki (V
T
)
V
T
= Vs + Ve
855,2336 =
24
10
t D
t
3

Universitas Sumatera Utara
D
t
= 8,6772 m = 341,6233 in
r = x 341,6233 = 170,8116 in
Tinggi silinder (Hs) :
Hs =
2
3
x D
t
=
2
3
x 8,6772 = 13,0159 m
Tinggi head (He) : (He : D
t
= 1 : 4)
He =
4
1
x D
t
=
4
1
x 8,6772 = 2,1693 m
Tinggi total tangki (Ht)
Ht = Hs + He
= 13,0159 + 2,1693 = 15,1852 m
Tinggi cairan dalam silinder (Hcs)
V
l
= Vs
V
l
=
4
1
t D
t
2
Hcs
712,6946 =
4
1
t (8,6772)
2
Hcs
Hcs = 12,0517 m
Tinggi total cairan (Hc)
Hc = Hcs = 12,0517 m
c. Tebal shell dan head
P
o
= 14,696 psia
P
hidrostatis
= gH
c
= (797,5658 kg/m
3
)(9,8 m/s
2
)( 12,0517m)
= 94.198,0978 N/m
2
= 13.6623 psia
P
operasi
= P
o
+ P = 14,696 psia + 13.6623 psia = 28,3583 psia
P
desain
= (1 + fk)P
operasi
= (1+0,2) x 28,3583 psia = 34,0300 psia
Untuk bahan konstruksi Carbon steel, SA 285, Gr.C (Timmerhaus, 2003)
S = 13.750 psia
Ej = 0,85
C = 0,04 in/tahun (Perry, 1984)
n = 10 tahun
Cc = 0,04 in/tahun x 10 tahun = 0,4 in

Universitas Sumatera Utara
Tebal dinding tangki, t
t

Untuk cylindrical shells :
Cc
P Ej S
r P
t
t
+

=
6 , 0 .
.
(Timmerhaus, 2003)
dimana :
P = maximum allowable internal pressure
r = jari-jari tangki
S = maximum allowable working stress
Ej = joint efficiency
Cc = allowance for corrosion
in 8982 , 0
in 4 , 0
psia) 300 (0,6)(34,0 ) psia)(0,85 (13.750
in) 170,8116 ( psia) (34,0300
0,6P S.Ej
PR
t
desain
=
+

=
+

= Cc

(Timmerhaus, 2003)
Tebal ellipsoidal head, t
e
Cc
P Ej S
D P
t
e
+

=
2 , 0 . 2
.
(Timmerhaus, 2003)
dimana :
P = 32,2864 psia
D = 311,7947 in
Sehingga ;
in 8975 , 0
in 4 , 0
psia) 34,0300 2 , 0 ( ) 85 , 0 psia 750 . 13 2 (
in 341,6233 psia 34,0300
=
+


=
e
t

Dari Timmerhaus (2003) dipilih tebal tangki 1 in. Tutup terbuat dari bahan yang
sama dan tebal yang sama dengan dinding tangki.

4. Tangki Produk Minyak Nilam (T-102)
Fungsi : Menampung produk minyak nilam dari Cooler
Bentuk : Silinder tegak dengan alas datar dan tutup ellipsoidal
Bahan : Carbon steel, SA 285 Gr.C
Jumlah : 1 unit
Universitas Sumatera Utara
Lama Penyimpanan : 30 hari
Kondisi operasi:
- Temperatur (T) = 30
0
C
- Tekanan (P) = 1 atm

Tabel LC-2 data-data pada alur 10
Komponen Laju Massa
(kg/jam)
% Berat
(%)
Densitas
(kg/m
3
)
Volume
(m
3
)
Benzaldehid
Kariofilen
Patchoulien
Bulnesene
P A

3
2
3
1
5
,2875
1,6125
5,3500
4,7000
0,0500
0,0263
0,1729
0,2828
0,1176
0,4004
1.041,5000
886,0000
943,0000
923,0000
860,3759

0,0032
0,0244
0,0375
0,0159
0,0582
Total 125,0000 1,0000 0,1391

Densitas campuran (
campuran
) = 898,4070 kg/m
3


Perhitungan :
a. Volume tangki
Volume larutan, V
l
=
3
m
kg
898,4070
hari
jam
24 x hari 30 x
jam
kg
0000 , 25 1

= 100,1773 m
3
Faktor kelonggaran (fk) = 20 %
Volume tangki, V
T
= (1 + 0,2) x 100,1773 m
3

= 120,2128 m
3


b. Diameter dan Tinggi Shell
Volume silinder V =
4
1
t D
t
2
Hs (Hs : D
t
= 3 : 2)
Vs =
8
3
t D
t
3

Universitas Sumatera Utara
120,2128 =
8
3
t D
t
3

D
t
= 4,6729 m = 183,9735 in
r = x 183,9735 = 91,9867 in
Tinggi silinder (Hs) :
Hs =
2
3
x D
t
=
2
3
x 4,6729 = 7,0094 m
Tinggi head (He) : (He : D
t
= 1 : 4)
He =
4
1
x D
t
=
4
1
x 4,6729 = 1,1682 m
Tinggi total tangki (Ht)
Ht = Hs + He
= 7,0094 + 1,1682 = 8,1776 m
Tinggi cairan dalam silinder (Hcs)
V
l
= Vs
V
l
=
4
1
t D
t
2
Hcs
100,1773 =
4
1
t (4,6729 )
2
Hcs
Hcs = 5,8412 m
Tinggi total cairan (Hc)
Hc = Hcs = 5,8412 m

c. Tebal shell dan head
P
o
= 14,696 psia
P
hidrostatis
= gH
c
= (898,4070 kg/m
3
)(9,8 m/s
2
)( 5,8412 m)
= 51.427,9284 N/m
2
= 7,4590 psia
P
operasi
= P
o
+ P = 14,696 psia + 7,4590 psia = 22,1550 psia
P
desain
= (1+fk) P
operasi
= (1+0,2) x 28,0001 psia = 26,5860 psia
Untuk bahan konstruksi Carbon steel, SA 285, Gr.C (Timmerhaus, 2003, hal. 538)
S = 13.750 psia
Ej = 0,85
C = 0,04 in/tahun (Perry, 1984)
Universitas Sumatera Utara
n = 10 tahun
Cc= 0,04 in/tahun x 10 tahun = 0,4 in
Tebal dinding tangki, t
t

Untuk cylindrical shells :
Cc
P Ej S
r P
t
t
+

=
6 , 0 .
.
(Timmerhaus, 2003)
dimana :
P = maximum allowable internal pressure
r = jari-jari tangki
S = maximum allowable working stress
Ej = joint efficiency
Cc= allowance for corrosion
in
in
in
Cc
6095 , 0
4 , 0
psia) 860 (0,6)(26,5 ) psia)(0,85 (13.750
) 91,9867 ( psia) (26,5860
0,6P S.Ej
PR
t
desain
=
+

=
+

=

(Timmerhaus, 2003)
Tebal ellipsoidal head, t
e
Cc
P Ej S
D P
t
e
+

=
2 , 0 . 2
.
(Timmerhaus, 2003)
Sehingga ;
in
in
psia psia
in psia
t
e
6093 , 0
4 , 0
26,5860 2 , 0 85 , 0 750 . 13 2
183,9735 26,5860
=
+


=

Dari Timmerhaus (2003), dipilih tebal tangki in. Tutup terbuat dari bahan yang
sama dan tebal yang sama dengan dinding tangki.

5. Roll Cutter (R-101)
Fungsi : Sebagai pemotong nilam kering
Jenis : Roll cutter
Bahan konstruksi : Stainless steel
Jumlah : 1 unit
Kapasitas : 2.631,5780 kg/jam = 0,7310 kg/s
Universitas Sumatera Utara
Perhitungan daya :
Diperkirakan umpan bahan daun nilam memiliki ukuran berkisar 30 50 mm,
diambil ukuran (Da) = 40 mm.
Pemecahan primer menggunakan roll cutter dengan ukuran produk yang
dihasilkan ukuran (Db) = 20 mm
Da = ukuran agitator
Db = ukuran rata-rata daun nilam setelah dipotong
R = Rasio
R = Db/ Da = 40/20 = 2
Daya yang digunakan adalah : (Peters et.al., 2004)
P = 0,3 m
s
. R
dengan : m
s
= laju umpan (kg/s)
Maka : P = 0,3 (0,7310). 2
= 0,4386 kW = 0,5812 hp
Digunakan daya standar 1 hp.

6. Bak Penampungan (BP- 101)
Fungsi : tempat menampung ampas yang sudah dipisahkan dari minyak nilam
dari rotary cutter.
Densitas nilam kering = 1.230 kg/m
Laju volumetrik ampas = 2.703,9469 kg/jam
Waktu penampungan air buangan = 7 hari
Volume air buangan =
3
/ 230 . 1
/ 9469 , 703 . 2
m kg
jam kg
x 7 x 24 x = 369,3196 m
3

Direncanakan digunakan 1 buah bak penampungan, dengan bak terisi 90% bagian.
Volume bak =
9 , 0
3196 , 369
3
m
= 410,3551 m
3

Direncanakan : - panjang bak(P) = 2 x lebar bak (L)
- tinggi bak (T) = lebar bak (L)
maka, volume bak = P x L x T
410,3551 = 2L
3

L = 5,8981 m 5,9 m
Universitas Sumatera Utara
Sehingga :
Panjang bak = 2.L = 11,8 m
Lebar bak = 5,9 m
Tinggi bak = 5,9 m
Luas = 69,62 m
2


7. Ekstraktor Mixer (EM-101)
Fungsi : Tempat terjadi ekstraksi antara daun nilam dengan etanol.
Jenis : Mixer Extractor
Bentuk : Silinder vertikal dengan alas dan tutup ellipsoidal
Bahan konstruksi : Carbon steel SA-285, Gr. C
Jumlah : 1 unit
Temperatur operasi = 60C
Tekanan operasi = 1 atm

Tabel LC.3 Komposisi bahan yang masuk ke ekstraktor (EM-101)
Komponen Laju Massa
(kg/jam)
% Berat
(%)
Densitas
(kg/m
3
)
Volume
(m
3
)
Daun Nilam 2.499,9991 0,3800 1.230,0000 2,0325
Benzaldehid 3,4605 0,0005 1.041,5000 0,0033
Cariofilen 22,7500 0,0035 886,0000 0,0257
Patchoulien 37,2105 0,0057 943,0000 0,0395
Bulnessen 15,4737 0,0024 923,0000 0,0168
PA 52,6842 0,0080 860,3759 0,0612
Etanol 3.749,9987 0,5700 789,3000 4,7510
Air 197,3684 0,0300 887,6000 0,2224
Total 6.578,9451 1,0000

campuran = 919,8256 kg/m
3
= 57,4227 lbm/ft
3



campuran = 1,0146 cp


Universitas Sumatera Utara
Perhitungan Dimensi Ekstraktor :
Volume campuran, V
l
= 7,1524 m
3

Volume tangki = 1,2 (7,1524) = 8,5829 m
Untuk pengadukan
1
H
D
c
t
= (McCabe, 1999)
D
t
= H
c

D
t
= H
s
+ H
e
; di mana H
cs
= tinggi shell
Diameter tutup = diameter reaktor = D
t

Rasio axis ellipsoidal head = 2 : 1
Tinggi tutup = H
e
=
4
D
t
(Brownell, 1959)
Maka, D
t
= H
s
+ He
D
t
= H
s
+
4
D
t

H
s
=
t
D
4
3

Volume tutup bawah ekstraktor =
3
t
D
24

(Brownell, 1959)
Volume cairan dalam shell =
s
2
t
H . D
4


=
t
2
t
D
4
3
. D
4


=
3
t
D
16
3

Volume cairan dalam tangki =
3
t
3
t
D
24

D
16
3
+
8,5829 m
3
=
3
t
D
48
11

D
t
= 2,2844 m = 89,9378 in
r = 1,1422 m = 44,9689 in
Maka tinggi cairan dalam ekstraktor, H
c
= 1,7450 m
Direncanakan digunakan tangki dengan perbandingan D
t
: h
t
= 3 : 4
Universitas Sumatera Utara
H
t
=
t
D
3
4
=
3
4
(2,2844 m) = 3,0459 m
Tinggi tutup, H
e
=
4
D
t
=
4
m 2,2844
= 0,5711 m
Tinggi shell, H
s
= H
t
H
e
= 3,0459 0,5711 = 2,4748 m
Tekanan udara luar, P
o
= 1 atm = 101,325 kPa = 14,696
Tekanan hidrostatik, P
hid
= x g x h
= 919,8256 kg/m
3
x 9,8 m/det
2
x 1,7450 m
= 15.730,3600 N/m
2
= 2,2815 psia
P
operasi
= P
o
+ P = 14,696 psia + 2,2815 psia = 16,9775 psia
P
desain
= (1+fk) P
operasi
= (1+0,2) x 16,9775 psia = 20,3730 psia
Untuk bahan konstruksi Carbon steel, SA 285, Gr.C (Timmerhaus, 2003, hal. 538)
S = 13.750 psia
Ej = 0,85
C = 0,04 in/tahun (Perry, 1984)
n = 10 tahun
Cc= 0,04 in/tahun x 10 tahun = 0,4 in
Tebal dinding tangki, t
t

Untuk cylindrical shells :
Cc
P Ej S
r P
t
t
+

=
6 , 0 .
.
(Timmerhaus, 2003)
dimana :
P = maximum allowable internal pressure
r = jari-jari tangki
S = maximum allowable working stress
Ej = joint efficiency
Cc= allowance for corrosion
in
in
in
Cc
4785 , 0
4 , 0
psia) 730 (0,6)(20,3 ) psia)(0,85 (13.750
) 44,9689 ( psia) (20,3730
0,6P S.Ej
PR
t
desain
=
+

=
+

=

(Timmerhaus, 2003)

Universitas Sumatera Utara
Tebal ellipsoidal head, t
e
Cc
P Ej S
D P
t
e
+

=
2 , 0 . 2
.
(Timmerhaus, 2003)
Sehingga ;
in
in
psia psia
in psia
t
e
4784 , 0
4 , 0
3730 , 0 2 2 , 0 85 , 0 750 . 13 2
89,9378 20,3730
=
+


=

Dari Brownell & Young (1959) dipilih tebal tangki in. Tutup terbuat dari
bahan yang sama dan tebal yang sama dengan dinding tangki.
Perancangan pengaduk :
Jenis pengaduk : Flat 6 blade turbin impeller
Jumlah baffle : 4 buah
Untuk turbin standar (McCabe,1999), diperoleh :
Da/Dt = 1/3 ; Da = 1/3 x 2,2844 m = 0,7615 m
E/Da = 1 ; E = 0,7615 m
L/Da = ; L = x 0,7615 m = 0,1904 m
W/Da = 1/5 ; W =
1
/
5
x 0,7615 m = 0,1523 m
J/Dt = 1/12 ; J =
1
/
12
x 2,2844 m = 0,1904 m
Kecepatan Pengadukan , N = 1 putaran/detik
Da = 0,7615 m = 2,4982 ft
= 919,8256 kg/m
3
= 57,4227 lbm/ft
3

g
c
= 32,17 lbm.ft/lbf.det
2

= 1,0146 cp = 0,0010 kg/m.s
Bilangan Reynold,
N
Re
=
kg/m.s 0,0010
) m / 919,8256 put/det)( (1 (0,7615m)

N. D
3 2
2
a
kg
= = 525.686,2353
N
Re
> 10.000, maka perhitungan dengan pengadukan menggunakan rumus:

c
5
a
3
T
g
.D N . K
P = (McCabe, 1999)
K
T
= 6,3 (McCabe, 1999)


Universitas Sumatera Utara
Maka daya yang dibutuhkan :

hp 9912 , 1 / . 1558 , 095 . 1
.det lbm.ft/lbf 32,17
) lbm/ft (57,4227 ft) .(2,2844 put/det) 6,3.(1
P
2
3 5 3
= =
=
s lbf ft

Effisiensi motor penggerak = 80%
Daya motor penggerak = 4890 , 2
8 , 0
1,9912
= hp
Jaket Pemanas
Ditetapkan jarak jaket () = in, sehingga :
Diameter dalam jaket (D
1
) = Dt + (2 . t)
= 89,9378 + (2. 0,25 )
= 90,4378 in = 2,2971 m
Diameter luar jaket (D
2
) = 2 + D
1
= (2 . ) + 90,4378
= 91,4378 in = 2,3225 m
Luas yang dilalui steam (A) = /4 (D
2
2
D
1
2
)
= 0,0922 m
2

Laju massa steam = 153,7331 kg/jam
Densitas steam (120
o
C) = 0,554 kg/m
3
(A.2-12, Geankoplis, 2003)
Laju volumetrik steam =
kg/m3 0,554
kg/jam 153,7331
= 277,4966 m
3
/jam
Kecepatan superficial steam (V),
V =
2
3
m 0,0922
/jam m 277,4966
steam dilalui yang Luas
steam etrik Laju volum
= = 3009,7245 m/jam
Tekanan udara luar, P
o
= 1 atm = 101,325 kPa = 14,696
Tekanan hidrostatik, P
hid
= x g x h
= 0,5237 kg/m
3
x 9,8 m/det
2
x 1,7450 m
= 8,9560 N/m
2
= 0,0013 psia
P
operasi
= P
o
+ P = 14,696 psia + 0,0013 psia = 14,6973 psia
P
desain
= (1+fk) P
operasi
= (1+0,2) x 14,6973 psia = 17,6368 psia
Untuk bahan konstruksi Carbon steel, SA 285, Gr.C (Timmerhaus, 2003, hal. 538)
S = 13.750 psia
Ej = 0,85
Universitas Sumatera Utara
C = 0,04 in/tahun (Perry, 1984)
n = 10 tahun
Cc= 0,04 in/tahun x 10 tahun = 0,4 in
Tebal dinding jaket, J
t

Untuk cylindrical shells :
Cc
P Ej S
r P
t
t
+

=
6 , 0 .
.
(Timmerhaus, 2003)
dimana :
P = maximum allowable internal pressure
r = jari-jari tangki
S = maximum allowable working stress
Ej = joint efficiency
Cc= allowance for corrosion
in
in
in
Cc
4691 , 0
4 , 0
psia) 368 (0,6)(17,6 ) psia)(0,85 (13.750
) 45,7189 ( psia) (17,6368
0,6P S.Ej
PR
t
desain
=
+

=
+

=

(Timmerhaus, 2003)
Dari Brownell & Young (1959) dipilih tebal jaket in

8. Rotary Filter (F-101)
Fungsi : Menyaring minyak nilam dari daun nilam kering yang telah
mengalami proses ekstraksi dengan etanol.
Jenis : Rotary drum filter
Bentuk : Silinder horizontal dengan tutup datar
Bahan konstruksi : Carbon steel SA-283 grade C
Jenis sambungan : Double welded butt joints
Jumlah : 1 unit

Kondisi operasi :
Temperatur : 60 C
Tekanan operasi : 1 atm

Universitas Sumatera Utara
Data perhitungan :
Laju alir larutan : 3.874,9986 kg/jam
Densitas larutan : 796,6904 kg/m
3
Densitas kontaminan : 1.181,5299 kg/m
Kandungan kontaminan dalam larutan adalah 2.703,9469 kg/jam.
Laju volumetrik umpan = F/ =
3
/ 6904 , 796
/ 6578,9455
m kg
jam kg

= 8,2578 m /jam
Perhitungan ukuran filter :
1. Dari Tabel 18-8, Perry, 1999, ketebalan cake yang dibentuk adalah 0,75 cm.
2. Dari Gambar 18-98, Perry, 1999, W = 10 kg dry cake/(m
2
x rev).
3. Dari Gambar 18-99, waktu pembentukan, f = 0,3 menit
4. Waktu siklus (Cycle Time, CT) untuk basis waktu pembentukan dan waktu
pencucian:
CT
form
= 0,3/0,30 = 1 mpr (min/rev)
Maka digunakan 1 mpr (min/rev).
5. Faktor overall scale-up ditetapkan = 0,9 x 1,0 x 1,0 = 0,9 (Perry, 1999)
6. Laju filtrasi = (10/1)(60 x 0,9) = 540 kg/jam x m (Perry, 1999)
7. Area yang diperlukan untuk menyaring :
A = (2.703,9469 kg/jam)/(540 kg/jam x m) = 5,0073 m.
Digunakan area standar 10 m. (Peters et.al.,2004)
A = 8t r
2

r = 0,6309 m
Perhitungan daya yang digunakan :
Daya motor untuk mengangkat cake sepanjang roll filtrasi adalah :
P (hp) = 1,587 (10
-5
) T (Perry, 1999)
dengan : T = torka putaran (in.lbf)
= kecepatan (rpm)
Maka : P = 1,587 (10
-5
) F.r
= 1,587 (10
-5
) (2.703,9469 kg/jam . 9,8 m/s)(0,6309 m) (1/1 mpr)
= 0,2653 hp
Digunakan daya motor standar hp.
Universitas Sumatera Utara
Perhitungan tebal tangki :
Untuk roll filtrasi, direncanakan digunakan L : D = 2 : 1, maka:
L
drum
= 2 (2 x 0,6309) = 2,5238 m
Area aliran larutan = 0,3 area drum
t D = 0,3 (10)
D = 1,3823 m
Direncanakan digunakan tangki dengan perbandingan L : D =3 : 1, maka :
L = 4,1447 m
Volume larutan = ( 4/3 t D L) = 16,5879 m
Ketinggian larutan dalam tangki =
drum
D
drum n keseluruha area
pencelupan area

= 0,3 x 4,4793 = 0,4147 m
Tekanan hidrostatik :
P
hid
= x g x l
= 796,6904 kg/m
3
x 9,8 m/s
2
x 0,4147 m
= 3.237,7828 Pa = 3,2378 kPa
Tekanan udara luar, P
o
= 1 atm = 101,325 kPa
P
operasi
= 3,2378 kPa + 101,325 kPa = 104,5628 kPa
Faktor kelonggaran = 20 %
Maka, P
design
= (1,2) (104,5628 kPa)
= 125,4753 kPa
Joint efficiency = 0,8 (Brownell, 1959)
Allowable stress = 12.650 psia = 87218,3757 kPa (Brownell, 1959)
Tebal shell tangki:

in 0,0490 m 0,0012
kPa) 53 1.2(125,47 kPa)(0.8) 757 2(87.218,3
m) (1,3823 kPa) (125,4753
1,2P 2SE
PD
t
= =

=

=

Faktor korosi = 0,4 in/10 tahun
Maka tebal shell yang dibutuhkan = 0,0490 in + 0,4 in = 0,4490 in
Tebal shell standar yang digunakan = in (Brownell, 1959)

Universitas Sumatera Utara
9. Flash Drum (FD-101)
Fungsi : Memisahkan fasa uap etanol sisa dari produk campuran fasa
cair keluaran Heater (HE-101)
Bentuk : Silinder Tegak dengan tutup atas dan bawah ellipsoidal
Bahan : High-tensile steel for heavy- wall, SA 302, Gr. B
Kondisi operasi 85
o
C, close tank dengan safety valve (1 atm)

LC-4 Tabel data-data pada alur 6
Komponen Laju Massa
(kg/jam)
% Berat
(%)
Densitas
(kg/m
3
)
Viskositas
(cp)
Benzaldehid
Kariofilen
Patchoulien
Bulnessen
P A
Etanol
Air

3,2875
21,6125
35,3500
14,7000
50,0500
3.562,4986
187,5000
0,0008
0,0056
0,0091
0,0038
0,0129
0,9194
0,0484
1.041,5000
886,0000
943,0000
923,0000
860,3759
789,3000
887,6000

0,6500
2,8000
1,4000
4,0000
0,4800
0,7735
0,5494
Total 3.874,9986 1,0000

Densitas campuran (
campuran
) = 796,6904 kg/m
3

Perhitungan :
a. Volume tangki
Volume larutan, V
l
=
3
m
kg
796,6904
jam 1 x
jam
kg
9986 , 874 . 3

= 4,8639 m
3
Faktor kelonggaran (fk) = 30 %
Volume tangki, V
T
= (1 + 0,3) x 4,8639 m
3

= 6,3230 m
3


b. Diameter dan Tinggi Shell
Volume silinder
Universitas Sumatera Utara
V =
4
1
t D
t
2
Hs (Hs : D
t
= 3 : 2)
Vs =
8
3
t D
t
3

Volume tutup tangki (Ve)
Ve =
24
1
t D
t
3
(Brownell,1959)
Volume tangki (V)
V = Vs + 2Ve
6,3230 =
24
11
t D
t
3

D
t
= 1,6378 m = 64,4709 in
r = x 64,4709 = 32,2354 in
Tinggi silinder (Hs) :
Hs =
2
3
x D
t
=
2
3
x 1,6378 = 2,4563 m
Tinggi head (He) : (He : D
t
= 1 : 4)
He =
4
1
x D
t
=
4
1
x 1,6378 = 0,4094 m
Tinggi total tangki (Ht)
Ht = Hs + 2He
= 2,4563 + (2x 0,4094) = 3,2751 m
Tinggi cairan dalam silinder (Hcs)
V
l
= Vs + Ve
V
l
=
4
1
t D
t
2
Hcs +
24
1
t D
t
3

4,8639 =
4
1
t (1,6378)
2
Hcs +
24
1
t (1,6378)
3

Hcs = 2,0365 m
Tinggi total cairan (Hc)
Hc = Hcs + He = 2,0365 m + 0,4094 m = 2,4458 m



Universitas Sumatera Utara
c. Tebal shell dan head
P
o
= 16 psia
P
hidrostatis
= gH
c
= (796,6904 kg/m
3
)(9,8 m/s
2
)( 2,4458 m)
= 19.096,1131 N/m
2
= 2,7697 psia
P
operasi
= P
o
+ P = 16 psia + 2,7697 psia = 17,4657 psia
P
desain
= (1+fk)P
operasi
= (1+0,3) x 17,4657 psia = 22,7054 psia
Untuk bahan konstruksi High-tensile steel for heavy- wall, SA 302, Gr.B
S = 20.000 psia
Ej = 0,85
C = 0,05 in/tahun (Perry, 1984)
n = 10 tahun
Cc= 0,05 in/tahun x 10 tahun = 0,5 in
Tebal dinding tangki, t
t

Untuk cylindrical shells :
Cc
P Ej S
r P
t
t
+

=
6 , 0 .
.
(Timmerhaus, 1991, hal. 537)
dimana :
P = maximum allowable internal pressure
r = jari-jari tangki
S = maximum allowable working stress
Ej = joint efficiency
Cc= allowance for corrosion
in
in
in
Cc
5431 , 0
5 , 0
psia) 054 (0,6)(20,7 ) psia)(0,85 (20.000
) 2354 , 32 ( psia) (22,7054
0,6P S.Ej
PR
t
desain
=
+

=
+

=

(Timmerhaus, 1991)
Tebal ellipsoidal head, t
e
Cc
P Ej S
D P
t
e
+

=
2 , 0 . 2
.
(Timmerhaus, 1991, hal. 537)
dimana :
P = 22,7054 psia
D = 64,4709 in
Universitas Sumatera Utara
Sehingga :
in
in
psia psia
in psia
t
e
5431 , 0
5 , 0
7054 , 2 2 2 , 0 85 , 0 000 . 20 2
4709 , 64 22,7054
=
+


=

Dari Brownell & Young (1959) dipilih tebal tangki
5
/
8
in. Tutup terbuat dari
bahan yang sama dan tebal yang sama dengan dinding tangki.

10. Pompa-1 (P 101)
Fungsi : Mengalirkan bahan baku etanol dari tangki penyimpanan
(T-101) ke tangki Ekstraktor (EM-101)
Jenis : Pompa sentrifugal
Bahan konstruksi : Commercial steel
Jumlah : 1 unit
Kondisi operasi : 30
o
C dan 1 atm
- Laju alir massa (F) : 3.947,3671 kg/jam = 2,4174 lbm/s
- Densitas ( ) : 789,0260 kg/m
3
= 49,2572 lb
m
/ft
3

- Viskositas ( ) : 1,0049 cp = 0,0007 lb
m
/ft.s
Laju alir volume, Q =
3
lbm/ft 49,2572
lbm/s 2,4174 F
=

= 0,0491 ft
3
/s = 0,0014 m
3
/s
Perencanaan Pompa :
Diameter pipa ekonomis :
D
opt
= 0,363 ( Q )
0,45
( )
0,13
(Timmerhaus, 2003)

= 0,363 (0,0014)
0,45
(789,0260)
0,13

= 0,0448 m = 1,7620 in
Dipilih material pipa commercial steel 2 in schedule 40, dengan :
Dari : App. A.5 Geankoplis, 2003
- Diameter dalam (ID) = 2,0670 in = 0,1722 ft
- Diameter luar (OD) = 2,3750 in = 0,1979 ft
- Luas penampang (A) = 0,0233 ft
2

Kecepatan rata-rata fluida dalam pipa
V =
0233 , 0
0,0491
A
Q
= = 2,1061 ft/s
Universitas Sumatera Utara
Sehingga :
N
Re
=

D V

=
ft.s
lbm
0007 , 0
ft 1722 , 0
s
ft
1061 , 2
f
lbm
2572 , 49
3
x x
t

= 26.497,1763
D
c
= 0,0009 (Foust 1979)
f = 0,0240 (Foust 1979)

A. Panjang Pipa Ekivalen Total Perpipaan ( EL )
- Panjang pipa lurus (L
1
) = 6 m = 19,6848 ft
- 1 buah gate valve fully open (L/D = 13) (Foust, 1979)
L
2
= 1 x 13 x 0,1722 = 2,2392 ft
- 2 buah elbow 90
O
(L/D = 30) (Foust, 1979)
L
3
= 2 x 30 x 0,1722 = 10,3349 ft
- 1 buah sharp edge entrance
K = 0,5 (Foust, 1979)
L/D = 25 (Foust, 1979)
L
4
= 1 x 25 x 0,1722 = 4,3062 ft
- 1 Buah sharp edge exit
K = 1 (Foust, 1979)
L/D = 48
L
5
= 1 x 48 x 0,1722 = 8,2679 ft
EL = 19,6848 + 2,2392 + 10,3349 + 4,3062 + 8,2679
= 44,8330 ft

B. Friksi
E F =
D x gc x 2
L x V x f
2
(Foust, 1979)
Universitas Sumatera Utara
=
0,1722 174 , 32 2
8330 , 44 1061 , 2 0,024
2
x x
x x

= 0,4306 ft.lbf/lbm

C. Kerja yang Diperlukan
Tinggi pemompaan ,A Z = 2,5 m = 8,2020 ft
Velocity head,
2gc
V
2
= 0
Pressure head, A P/ = 0
-W
f
= A Z F
P
2gc
V
gc
g
2
E +
A
+
A
+


= 8,2020 + 0 + 0 + 0,4306
-W
f
= 8,6326 ft.lbf/lbm

D. Power Pompa
Ws = -W
f
x w (Foust, 1979)
= (-W
f
x Q x ) / 550
= (8,6326 x 0,0491 x 49,2572) / 550
= 0,0379 hp
Jika efisiensi pompa, q = 77 % (Geankoplis, 2003)
Jadi daya pompa adalah = 0,0493 hp

11. Pompa-2 (P 102)
Fungsi : Mengalirkan hasil keluaran dari Tangki Cairan (TC-101)
ke Heater (HE-101)
Jenis : Pompa sentrifugal
Bahan konstruksi : Commercial steel
Jumlah : 1 unit
Kondisi operasi : 60
o
C dan 1 atm
- Laju alir massa (F) : 3.874,9986 kg/jam = 2,3730 lbm/s
- Densitas ( ) : 796,6904 kg/m
3
= 49,7356 lb
m
/ft
3

- Viskositas ( ) : 0,9936 cp = 0,0007 lb
m
/ft.s
Universitas Sumatera Utara
Laju alir volume, Q =
3
lbm/ft 49,7356
lbm/s 2,3730 F
=

= 0,0477 ft
3
/s = 0,0014 m
3
/s
Perencanaan Pompa :
Diameter pipa ekonomis :
D
opt
= 0,363 ( Q )
0,45
( )
0,13
(Timmerhaus, 2003)

= 0,363 (0,0014)
0,45
(796,6904)
0,13

= 0,0442 m = 1,7420 in
Dipilih material pipa commercial steel 2 in schedule 40, dengan :
- Diameter dalam (ID) = 2,0670 in = 0,1722 ft
- Diameter luar (OD) = 2,3750 in = 0,1979 ft
- Luas penampang (A) = 0,0233 ft
2

Kecepatan rata-rata fluida dalam pipa
V =
0233 , 0
0,0477
A
Q
= = 2,0476 ft/s
Sehingga :
N
Re
=

D V

=
ft.s
lbm
0007 , 0
ft 1722 , 0
s
ft
0476 , 2
f
lbm
7356 , 49
3
x x
t
= 26.307,1969
D
c
= 0,0009 (Foust 1979)
f = 0,0240 (Foust 1979)

A. Panjang Pipa Ekivalen Total Perpipaan ( EL )
- Panjang pipa lurus (L
1
) = 6 m = 19,6848 ft
- 1 buah gate valve fully open (L/D = 13) (Foust, 1979)
L
2
= 1 x 13 x 0,1722 = 2,2392 ft
- 2 buah elbow 90
O
(L/D = 30) (Foust, 1979)
L
3
= 2 x 30 x 0,1722 = 10,3349 ft
- 1 buah sharp edge entrance
K = 0,5 (Foust, 1979)
Universitas Sumatera Utara
L/D = 25 (Foust, 1979)
L
4
= 1 x 25 x 0,1722 = 4,3062 ft
- 1 Buah sharp edge exit
K = 1 (Foust, 1979)
L/D = 48
L
5
= 1 x 48 x 0,1722 = 8,2679 ft
EL = 19,6848 + 2,2392 + 10,3349 + 4,3062 + 8,2679 = 44,8330 ft

B. Friksi
E F =
D x gc x 2
L x V x f
2
(Foust, 1979)
=
0,1722 174 , 32 2
8330 , 44 0476 , 2 0,024
2
x x
x x

= 0,4076 ft.lbf/lbm

C. Kerja yang Diperlukan
Tinggi pemompaan ,A Z = 3 m = 9,8424 ft
Velocity head,
2gc
V
2
= 0
Pressure head, A P/ = 0
-W
f
= A Z F
P
2gc
V
gc
g
2
E +
A
+
A
+


= 9,8424 + 0 + 0 + 0,4076
-W
f
= 10,2500 ft.lbf/lbm

D. Power Pompa
Ws = -W
f
x w (Foust, 1979)
= (-W
f
x Q x ) / 550
= (10,2500 x 0,0477 x 49,7356) / 550
= 0,0422 hp
Jika efisiensi pompa, q = 77 % (Geankoplis, 2003)
Jadi daya pompa adalah = 0,0574 hp
Universitas Sumatera Utara
12. Pompa-3 (P 103)
Fungsi : Mengalirkan bahan hasil keluaran dari Condensor (CD-102)
ke Tangki Etanol (T-101)
Jenis : Pompa sentrifugal
Bahan konstruksi : Commercial steel
Jumlah : 1 unit
Kondisi operasi : 60
o
C dan 1 atm
- Laju alir massa (F) : 3.749,9986 kg/jam = 2,2965 lbm/s
- Densitas ( ) : 793,6950 kg/m
3
= 49,5486 lb
m
/ft
3

- Viskositas ( ) : 0,9745 cp = 0,007 lb
m
/ft.s
Laju alir volume, Q =
3
lbm/ft 49,5486
lbm/s 2,2965 F
=

= 0,0463 ft
3
/s = 0,0013 m
3
/s
Perencanaan Pompa :
Diameter pipa ekonomis :
D
opt
= 0,363 ( Q )
0,45
( )
0,13
(Timmerhaus, 2003)

= 0,363 (0,000039)
0,45
(898,4070)
0,13

= 0,0437 m = 1,7186 in
Dipilih material pipa commercial steel 2 in schedule 40, dengan :
- Diameter dalam (ID) = 2,0670 in = 0,1722 ft
- Diameter luar (OD) = 2,3750 in = 0,1979 ft
- Luas penampang (A) = 0,0233 ft
2

Kecepatan rata-rata fluida dalam pipa
V =
0233 , 0
0,0463
A
Q
= = 1,9890 ft/s
Sehingga :
N
Re
=

D V

=
ft.s
lbm
0007 , 0
ft 1722 , 0
s
ft
9890 , 1
f
lbm
5486 , 49
3
x x
t

= 25.851,1349
Universitas Sumatera Utara
D
c
= 0,0009 (Foust 1979)
f = 0,0241 (Foust 1979)

A. Panjang Pipa Ekivalen Total Perpipaan ( EL )
- Panjang pipa lurus (L
1
) = 10 m = 32,8080 ft
- 1 buah gate valve fully open (L/D = 13) (Foust, 1979)
L
2
= 1 x 13 x 0,1722 = 2,2392 ft
- 2 buah elbow 90
O
(L/D = 30) (Foust, 1979)
L
3
= 2 x 30 x 0,1722 = 10,3349 ft
- 1 buah sharp edge entrance
K = 0,5 (Foust, 1979)
L/D = 25 (Foust, 1979)
L
4
= 1 x 25 x 0,1722 = 4,3062 ft
- 1 Buah sharp edge exit
K = 1 (Foust, 1979)
L/D = 48
L
5
= 1 x 48 x 0,1722 = 8,2679 ft
EL = 32,8080 + 2,2392 + 10,3349 + 4,3062 + 8,2679
= 57,9562 ft

B. Friksi
E F =
D x gc x 2
L x V x f
2
(Foust, 1979)
=
0,1722 174 , 32 2
9562 , 57 9890 , 1 0,0241
2
x x
x x

= 0,3859 ft.lbf/lbm

C. Kerja yang Diperlukan
Tinggi pemompaan ,A Z = 15 m = 49,2120 ft
Velocity head,
2gc
V
2
= 0
Universitas Sumatera Utara
Pressure head, A P/ = 0
-W
f
= A Z F
P
2gc
V
gc
g
2
E +
A
+
A
+


= 49,2120 + 0 + 0 + 0,3859
-W
f
= 33,1939 ft.lbf/lbm

D. Power Pompa
Ws = -W
f
x w (Foust, 1979)
= (-W
f
x Q x ) / 550
= (33,1939 x 0,0463 x 49,5486) / 550 = 0,1386 hp
Jika efisiensi pompa, q = 77 % (Geankoplis, 2003)
Jadi daya pompa adalah = 0,1800 hp

13. Pompa-4 (P 104)
Fungsi : Mengalirkan bahan hasil keluaran dari Cooler (CD-101)
ke Tangki Penyimpanan Produk (T-102)
Jenis : Pompa sentrifugal
Bahan konstruksi : Commercial steel
Jumlah : 1 unit
Kondisi operasi : 60
o
C dan 1 atm
- Laju alir massa (F) : 125,0000 kg/jam = 0,0765 lbm/s
- Densitas ( ) : 898,4070 kg/m
3
= 56,0856 lb
m
/ft
3

- Viskositas ( ) : 2,9687 cp = 0,0020 lb
m
/ft.s
Laju alir volume, Q =
3
lbm/ft 56,0856
lbm/s 0,0765 F
=

= 0,0014 ft
3
/s = 0,000039 m
3
/s
Perencanaan Pompa :
Diameter pipa ekonomis :
D
opt
= 0,363 ( Q )
0,45
( )
0,13
(Timmerhaus, 2003)

= 0,363 (0,000039)
0,45
(898,4070)
0,13

= 0,0091 m = 0,3575 in


Universitas Sumatera Utara
Dipilih material pipa commercial steel 0,5 in schedule 40, dengan :
- Diameter dalam (ID) = 0,3640 in = 0,0303 ft
- Diameter luar (OD) = 0,5400 in = 0,0450 ft
- Luas penampang (A) = 0,0007 ft
2

Kecepatan rata-rata fluida dalam pipa
V =
0007 , 0
0014 , 0
A
Q
= = 1,8887 ft/s
Sehingga :
N
Re
=

D V

=
ft.s
lbm
0,0020
ft 0303 , 0
s
ft
8887 , 1
f
lbm
56,0856
3
x x
t

= 1.612,8801
Aliran adalah laminar, maka dari Appendix C-3, Foust, 1980, diperoleh :
f =
Re
64
N
=
1.612,8801
64
= 0,0397
D
c
= 0,0050 (Foust 1979)

A. Panjang Pipa Ekivalen Total Perpipaan ( EL )
- Panjang pipa lurus (L
1
) = 6 m = 19,6848 ft
- 1 buah gate valve fully open (L/D = 13) (Foust, 1979)
L
2
= 1 x 13 x 0,0303 = 0,3943 ft
- 2 buah elbow 90
O
(L/D = 30) (Foust, 1979)
L
3
= 2 x 30 x 0,0303 = 1,8200 ft
- 1 buah sharp edge entrance
K = 0,5 (Foust, 1979)
L/D = 25 (Foust, 1979)
L
4
= 1 x 25 x 0,0303 = 0,7583 ft


Universitas Sumatera Utara
- 1 Buah sharp edge exit
K = 1 (Foust, 1979)
L/D = 48
L
5
= 1 x 48 x 0,0303 = 1,4560 ft
EL = 19,6848 + 0,3943 + 1,8200 + 0,7583 + 1,4560
= 24,1134 ft

B. Friksi
E F =
D x gc x 2
L x V x f
2
(Foust, 1979)
=
0,0303 174 , 32 2
1134 , 24 8887 , 1 0,0397
2
x x
x x

= 1,7484 ft.lbf/lbm

C. Kerja yang Diperlukan
Tinggi pemompaan ,A Z = 9 m = 29,5272 ft
Velocity head,
2gc
V
2
= 0
Pressure head, A P/ = 0
-W
f
= A Z F
P
2gc
V
gc
g
2
E +
A
+
A
+


= 29,5272 + 0 + 0 + 1,7484
-W
f
= 31,2759 ft.lbf/lbm

D. Power Pompa
Ws = -W
f
x w (Foust, 1979)
= (-W
f
x Q x ) / 550
= (31,2759 x 0,0014 x 56,0856) / 550
= 0,0044 hp
Jika efisiensi pompa, q = 77 % (Geankoplis, 2003)
Jadi daya pompa adalah = 0,0057 hp

Universitas Sumatera Utara
15. Heater (HE-101)
Fungsi : Menaikkan suhu umpan sebelum diumpankan ke flash drum
Jenis : 1-2 shell and tube exchanger
Dipakai : 1 in OD Tube 18 BWG, panjang = 20 ft, 2 pass
5
Steam
kondensat
Umpan
Umpan
60 C
o
120 C
o
85 C
o
80 C
o
6

Fluida panas :
Laju alir steam = 1.472,8795 kg/jam = 3.247,1101 lbm/jam
Temperatur awal (T
1
) = 120 C = 248F
Temperatur akhir (T
2
) = 80 C = 176 F
Fluida dingin
Laju alir = 3.874,9986 kg/jam = 8.542,8219 lbm/jam
Temperatur awal (t
1
) = 60C = 140F
Temperatur akhir (t
2
) = 85C = 185F
Panas yang diserap (Q) = 381.580,7360 kJ/jam = 361.667,3327 Btu/jam
(1) At = beda suhu sebenarnya

Fluida Panas Fluida dingin Selisih
T
1
= 248 F Temperatur yang lebih tinggi t
2
= 185F At
1
= 63 F
T
2
= 176 F Temperatur yang lebih rendah t
1
= 140F At
2
= 36 F
T
1
T
2
= 72 F Selisih t
2
t
1
= 45F At
2
At
1
= 57 F

2474 , 48
63
36
ln
57
t
t
ln
t t
LMTD
1
2
1 2
=
|
.
|

\
|
=
|
|
.
|

\
|

= F
6000 , 1
45
72
t t
T T
R
1 2
2 1
= =

=
Universitas Sumatera Utara
0,4167
140 248
45
t T
t t
S
1 1
1 2
=

=
Dari Fig 21, Kern, 1965 diperoleh F
T
= 0,99
Maka At = F
T
LMTD = 0,9750 48,2474 = 47,0412 F
(2) T
c
dan t
c

212
2
176 248
2
T T
T
2 1
c
=
+
=
+
= F
5 , 62 1
2
140 185
2
t t
t
2 1
c
=
+
=
+
= F
Dalam perancangan ini digunakan heater dengan spesifikasi:
- Diameter luar tube (OD) = 1
1
/
2
in
- Jenis tube = 18 BWG
- Pitch (P
T
) = 1
7
/
8
in triangular pitch
- Panjang tube (L) = 20 ft
a. Dari Tabel 8, hal. 840, Kern, 1965, heater untuk fluida panas saturated steam
dan fluida dingin (heavy organics) dari Tagki Cairan (TC-101), diperoleh U
D

= 6-60, faktor pengotor (R
d
) = 0,003
Diambil U
D
= 13 Btu/jamft
2
F
Luas permukaan untuk perpindahan panas,
2
o
o 2
D
ft 4084 , 591
F 0412 , 47
F ft jam
Btu
13
Btu/jam 27 361.667,33
t U
Q
A =

=
Luas permukaan luar (a) = 0,3925 ft
2
/ft (Tabel 10, hal. 843, Kern)
Jumlah tube, 3387 , 75
/ft ft 0,3925 ft 0 2
ft 4084 , 591
a L
A
N
2
2
"
t
=

= buah
b. Dari Tabel 9, hal 842, Kern, 1965, nilai yang terdekat adalah 76 tube dengan
ID shell 21 in.
c. Koreksi U
D

2
2
"
t
ft 6000 , 596
/ft ft 0,3925 76 ft 0 2
a N L A
=
=
=

Universitas Sumatera Utara
F ft jam
Btu
13
F 0412 , 47 ft 4084 , 591
Btu/jam 3327 , 667 . 361
t A
Q
U
2 2
D

=

=

=

Fluida panas : sisi tube, Steam

(3) Flow area tube, a
t
' = 1,54 in
2
[Tabel 10, Kern]

n 144
'
t
a
t
N
t
a

= [Pers. (7.48), Kern]



2
ft 0,4064
2 144
1,54 76
t
a =

=

(4) Kecepatan massa
t
a
m
t
G = [Pers. (7.2), Kern]
2
ft jam
m
lb
1548 , 990 . 7
0,4064
3.247,1101
t
G

= =

(5) Bilangan Reynold
Pada T
c
= 212 F
= 0,0170 cP x 2,42 = 0,0411 lb/ft.jam
Dari Tabel 10, Kern, untuk 1,5 in OD,
18 BWG, diperoleh
ID = 1,4 in = 0,1167 ft

t
G ID
t
Re

= [Pers. (7.3), Kern]
2710 , 667 . 42
0,0411
1548 , 990 . 7 0,1167
t
Re =

=

(6) Taksir jH
222 , 222
0,09
20
De
L
= =
Dari Gbr 24, Kern, diperoleh jH = 138 pada Re
t
= 42.667,2710
Universitas Sumatera Utara
(7) Pada T
c
= 212F
c = 0,451 Btu/lbmF
k = 0,0145 Btu/jam.ftF
0855 , 1
0145 , 0
0411 , 0 451 , 0
3
1
3
1
= |
.
|

\
|
=
|
.
|

\
|
k
c


(8)
3
1
k
c
ID
k
jH
t

i
h
|
.
|

\
|
=
0855 , 1
0,1167
0,0145
138
t

i
h
=
= 18,6182

17,3770
5 , 1
4 , 1
6182 , 8 1
OD
ID
t

i
h
t

io
h
= =
=


(9) Karena viskositas rendah, maka diambil
|
t
= 1 [Kern, 1965]

t

io
h
io
h =
h
io
= 17,3770 1 = 17,3770

Fluida dingin : sisi shell

(3') Flow area shell
T
'
s
s
P 144
B C D
a


= ft
2
[Pers. (7.1), Kern]
D
s
= Diameter dalam shell = 19,25 in
B = Baffle spacing = 3 in
P
T
= Tube pitch = 1,875 in
C' = Clearance = P
T
OD
Universitas Sumatera Utara
= 1,875 1,5 = 0,375 in
2
ft 0,0885
1,875 144
3 0,375 21,25
s
a =


=
(4') Kecepatan massa
s
a
m
s
G = [Pers. (7.2), Kern]
2
ft jam
m
lb
6357 , 483 . 96
0,0885
8.542,8219
s
G

= = (5') Bilangan Reynold


Pada t
c
= 153,.5 F
= 0,9775 cp x 2,42 = 2,3647 lb
m
/ft
2
jam
Dari Gbr. 28, Kern, untuk 1,5 in dan 1,875 square. pitch, diperoleh d
e
=1,08 in.
D
e
=1,08/12 = 0,09 ft

s
G
e
D
s
Re

= [Pers. (7.3), Kern]
1937 , 672 . 3
2,3647
6357 , 483 . 96 0,09
s
Re =

=
(5') Taksir jH dari Gbr. 28, Kern, diperoleh
jH = 35 pada Re
s
= 3.672,1937
(6') Pada t
c
= 162,5 F
c = 0,4753 Btu/lb
m
F
k = 0,0635 Btu/jam.ftF
6061 , 2
0635 , 0
3647 , 2 4753 , 0
3
1
3
1
= |
.
|

\
|
=
|
.
|

\
|
k
c

(7')
3
1
|
.
|

\
|
=
k
c
e
D
k
jH
s
o
h
|
[Pers. (6.15), Kern]
3558 , 4 6 6061 , 2
0,09
0,0635
35
s

o
h
= =
(8') Karena viskositas rendah, maka diambil |
s
= 1 [Kern, 1965]
s

o
h
o
h =
Universitas Sumatera Utara
h
o
= 64,3558 1 = 64,3558
(9') Clean Overall coefficient, U
C
F
2
ft Btu/jam 66825 , 13
3558 , 4 6 3770 , 17
3558 , 4 6 3770 , 17
o
h
io
h
o
h
io
h
C
U =
+

=
+

=
[Pers. (6.38), Kern]
(10') Faktor pengotor, R
d

0038 , 0
13 6825 , 13
13 6825 , 13
D
U
C
U
D
U
C
U
d
R =

=
[Pers. (6.13), Kern]
R
d
hitung R
d
batas, maka spesifikasi heater dapat diterima.

Pressure drop

(1) Untuk Re
t
= 2710 , 667 . 42
f = 0,00018 ft
2
/in
2
[Gbr. 26, Kern]
specific volum steam dari tabel 7, kern :
V = 18 ft
3
/lb
specific gravity, 0009 , 0
5 , 62
1/18
= = s
|
t
= 1
(2)
t
s ID 10 5,22
n L
t
G f
t
P
10
2


= [Pers. (7.53), Kern]

( )( ) ( )
( )( )(
( )
)
psi 0849 , 0
1 0,0009 0,1167 10 5,22
2 20 1548 , 990 . 7 0,00018
t
P
10
2
=

=

(3) Dari grafik 27, hal:837, Kern, 1950 pada
Gt = 7.990,1548 diperoleh

2g'
2
V
= 0,001
Universitas Sumatera Utara

psi 8889 , 8
.0,001
0,0009
(4).(2)
2g'
V
.
s
4n
r
P
2
=
=
=

AP
T
= AP
t
+ AP
r

= 0,0849 psi + 8,8889 psi
= 8,9738 psi
Karena P
t
< 10 psi, maka design diterima.

(1') Untuk Re
s
= 3.672,1937
f = 0,0031 ft
2
/in
2
[Gbr. 29, Kern]
|
s
=1
s = 0,76
(2')
B
L
12 1 N = + [Pers. (7.43), Kern]
80
3
20
12 1 N = = +
D
s
= 21,25/12 = 1,7708
(3')
( )
s
s
e
D 10 5,22
1 N
s
D
s
G f
s
P
10
2

+
=
[Pers. (7.44), Kern]
( )( ) ( )( )
( )( )( )
psi 1450 , 1
1 0,7600 0,09 10 5,22
80 7708 , 1 7 96.483,635 0,0031
s
P
10
2
=

=

Karena P
s
< 10 psi, maka design diterima.

16. Cooler (CD-101)
Fungsi : Untuk menurunkan temperatur minyak nilam sebelum dimasukkan
ke dalam tangki produk minyak nilam
Jenis : 4-8 shell and tube exchanger
Dipakai : 1 in OD Tube 8 BWG, panjang = 12 ft, 2 pass
Universitas Sumatera Utara










Fluida panas
Laju alir masuk = 125,0000 kg/jam = 275,5750 lbm/jam
Temperatur awal (T
1
) = 85C = 185F
Temperatur akhir (T
2
) = 30C = 86F
Fluida dingin
Laju alir air pendingin = 63,3709 kg/jam = 144,1167 lbm/jam
Temperatur awal (t
1
) = 25C = 77F
Temperatur akhir (t
2
) = 40C = 104
o
F
Panas yang diserap (Q) = 11.763,4935 kJ/jam = 11.149,5967 Btu/jam
Air pendingin
25
o
C
Benzaldehid
-Cariofilen
- Patchoulien
- Bulnesene
Patchouli Alkohol
(1) At = beda suhu sebenarnya


Fluida Panas Fluida dingin Selisih
T
1
= 185F Temperatur yang lebih tinggi t
2
= 104F At
1
= 81F
T
2
= 86F Temperatur yang lebih rendah t
1
= 77F At
2
= 9F
T
1
T
2
= 99F Selisih t
2
t
1
= 27F At
2
At
1
= -72F

7686 , 2 3
81
9
ln
72 -
t
t
ln
t t
LMTD
1
2
1 2
=
|
.
|

\
|
=
|
|
.
|

\
|

= F
6667 , 3
27
99
t t
T T
R
1 2
2 1
= =

=
Cooler
8 10
Benzaldehid
-Cariofilen
85
o
C
30
o
C
- Patchoulien
- Bulnesene
Patchouli Alkohol
Air pendingin
40
o
C
Universitas Sumatera Utara
2500 , 0
77 85 1
27
t T
t t
S
1 1
1 2
=

=
Dari Fig 18, Kern, 1965 diperoleh F
T
= 0,99
Maka At = F
T
LMTD = 0,99 32,7686 = 32,4409 F
(1) T
c
dan t
c

135,5
2
86 185
2
T T
T
2 1
c
=
+
=
+
= F
90,5
2
104 77
2
t t
t
2 1
c
=
+
=
+
= F
Dalam perancangan ini digunakan cooler dengan spesifikasi:
- Diameter luar tube (OD) = 1
1
/
4
in
- Jenis tube = 8 BWG
- Pitch (P
T
) = 1
9
/
16
in triangular pitch
- Panjang tube (L) = 20 ft
a. Dari Tabel 8, hal. 840, Kern, 1965, cooler untuk fluida panas (heavy
organics) dan fluida dingin air, diperoleh U
D
= 5-75, faktor pengotor (R
d
) =
0,003
Diambil U
D
= 6 Btu/jamft
2
F
Luas permukaan untuk perpindahan panas,
2
o
o 2
D
ft 2815 , 57
F 4409 , 2 3
F ft jam
Btu
6
Btu/jam 7 11.149,596
t U
Q
A =

=
Luas permukaan luar (a) = 0,3271 ft
2
/ft (Tabel 10, hal. 843, Kern)
Jumlah tube, 15 8382 , 14
/ft ft 0,3271 ft 12
ft 2815 , 57
a L
A
N
2
2
"
t
= =

= buah
b. Dari Tabel 9, hal 842, Kern, 1965, nilai yang terdekat adalah 18 tube dengan
ID shell 10 in.
c. Koreksi U
D

2
2
"
t
ft 4872 , 69
/ft ft 0,3271 18 ft 12
a N L A
=
=
=

Universitas Sumatera Utara
F ft jam
Btu
9461 , 4
F 4409 , 32 ft 4872 , 69
Btu/jam 5967 , 149 . 11
t A
Q
U
2 2
D

=

=

=

Fluida dingin: sisi tube, air

(3) Flow area tube, a
t
' = 0,665 in
2
[Tabel 10, Kern]

n 144
a N
a
'
t t
t

= [Pers. (7.48), Kern]



2
ft 0,0416
2 144
0,665 18
t
a =

=
(4) Kecepatan massa
t
a
m
t
G = [Pers. (7.2), Kern]
2
ft jam
m
lb
4691 , 467 . 3
0,0416
144,1167
t
G

= =
(5) Bilangan Reynold
Pada t
c
= 99,5 F
= 0,9775 x 2,42 = 2,3647 lb/ft.jam
Dari Tabel 10, Kern, untuk 1,25 in OD,
8 BWG, diperoleh
ID = 0,92 in = 0,0767 ft

t
G ID
t
Re

= [Pers. (7.3), Kern]
9864 , 817 . 3
3647 , 2
4691 , 467 . 3 0,0767
t
Re =

=
(6) Taksir jH
3113 , 158
0,0758
12
De
L
= =
Dari Gbr 24, Kern, diperoleh jH = 11 pada Re
t
= 3.817,9864
(7) Pada t
c
= 90,5 F
c = 0,4510 Btu/lbmF [Geankoplis, 1983]
k = 0,0145 Btu/jam.ftF [Geankoplis, 1983]
Universitas Sumatera Utara
1898 , 4
0145 , 0
3647 , 2 4510 , 0
3
1
3
1
= |
.
|

\
|
=
|
.
|

\
|
k
c

(8)
3
1
k
c
ID
k
jH
t

i
h
|
.
|

\
|
=
1898 , 4
0,0767
0,0145
11
t

i
h
=
= 8,7128

25 , 1
92 , 0
7128 , 8
OD
ID
t

i
h
t

io
h
=
=

= 6,4154
(9) Karena viskositas rendah, maka diambil
|
t
= 1 [Kern, 1965]

t

io
h
io
h =
h
io
= 6,4154 1 = 6,4154

Fluida panas: sisi Shell, minyak nilam

(3') Flow area shell
T
'
s
s
P 144
B C D
a


= ft
2
[Pers. (7.1), Kern]
D
s
= Diameter dalam shell = 10 in
B = Baffle spacing = 3 in
P
T
= Tube pitch = 1,5625 in
C' = Clearance = P
T
OD
= 1,5625 1,25 = 0,3125 in
2
ft 0,0417
1,5625 144
3 0,3125 10
s
a =


=

Universitas Sumatera Utara
(4') Kecepatan massa
s
a
m
s
G = [Pers. (7.2), Kern]
2
ft jam
m
lb
5132 , 608 . 6
0,0417
275,5750
s
G

= =
(5') Bilangan Reynold
Pada T
c
= 131 F
= 0,0170 x 2,42 = 0,0411 lb
m
/ft
2
jam
Dari Gbr. 28, Kern, untuk 1,25 in dan 1,5625 in tri. pitch, diperoleh d
e
= 0,91 in.
D
e
=0,91/12 = 0,0758 ft

s
G
e
D
s
Re

= [Pers. (7.3), Kern]
9635 , 187 . 12
0411 , 0
5132 , 608 . 6 0,0758
s
Re =

=
(6') Taksir jH dari Gbr. 28, Kern, diperoleh
jH = 60 pada Re
s
= 12.187,9635
(7') Pada T
c
= 131 F
c = 0,4753 Btu/lb
m
F
k = 0,0635 Btu/jam.ftF
6752 , 0
0635 , 0
0411 , 0 4753 , 0
3
1
3
1
= |
.
|

\
|
=
|
.
|

\
|
k
c

(8')
3
1
|
.
|

\
|
=
k
c
e
D
k
jH
s
o
h
|

[Pers. (6.15), Kern]
9382 , 33 6752 , 0
0,0758
0,0635
60
s

o
h
= =
(9') Karena viskositas rendah, maka diambil |
s
= 1 [Kern, 1965]
s

o
h
o
h =
h
o
= 33,9382 1 = 33,9382
Universitas Sumatera Utara
(10') Clean Overall coefficient, U
C
F ft Btu/jam 3955 , 5
9382 , 33 6,4154
9382 , 33 6,4154
o
h
io
h
o
h
io
h
C
U
2
=
+

=
+

=
[Pers. (6.38), Kern]
(11') Faktor pengotor, R
d

0168 , 0
9461 , 4 3955 , 5
9461 , 4 3955 , 5
D
U
C
U
D
U
C
U
d
R =

=
[Pers. (6.13), Kern]
R
d
hitung R
d
batas, maka spesifikasi cooler dapat diterima.

Pressure drop

(1) Untuk Re
t
= 3.817,9864
f = 0,00039 ft
2
/in
2
[Gbr. 26, Kern]
specific gravity udara pada t
c
= 99,5F,
s = 1 [Geankoplis, 1983]
|
t
= 1
(2)
t
ID 10 5,22
n L
t
G f
t
P
s
10
2


= [Pers. (7.53), Kern]

( )( ) ( )
( )( )( )
( )
psi 00003 , 0
1 1 0,0767 10 5,22
2 12 4691 , 467 . 3 0,00039
t
P
10
2
=

=

(3) Dari grafik 27, hal:837, Kern, 1950 pada
Gt = 3.467,4691 diperoleh

2g'
V
2
= 0,001

psia 0080 , 0
.0,001
1
(4).(2)
2g'
V
.
s
4n
r
P
2
=
=
=

Universitas Sumatera Utara
AP
T
= AP
t
+ AP
r

= 0,0080 psia + 0,00003 psia
= 0,00803 psi
Karena P
t
< 10 psi, maka design diterima.

(1') Untuk Re
s
= 12.187,9635
f = 0,002 ft
2
/in
2
[Gbr. 29, Kern]
|
s
=1
s = 0,76 [Gbr. 6, Kern]
(2')
B
L
12 1 N = + [Pers. (7.43), Kern]
48
3
12
12 1 N = = +
D
s
= 10/12 = 0,8333
(3')
( )
s e
D 10 5,22
1 N
s
D
s
G f
s
P
s
10
2

+
=
[Pers. (7.44), Kern]
( )( ) ( )(
( )( )( )
)
psi 0012 , 0
1 0,76 0,0758 10 5,22
48 0,8333 5132 , 608 . 6 0,0020
s
P
10
2
=

=

Karena P
s
< 10 psi, maka design diterima.

17. Condenser (CD-102)
Fungsi : Untuk mengkondensasikan etanol sebagai produk keluaran
flash drum untuk dialirkan kembali ke tangki etanol
Jenis : 4-8 shell and tube exchanger
Dipakai : 1
1
/
4
in OD Tube 8 BWG, panjang = 20 ft, 4 pass





Universitas Sumatera Utara

Air pendingin
25
o
C


Condenser Etanol Etanol
9





Fluida panas
Laju alir masuk = 3.749,9986 kg/jam = 8.267,2469 lb/jam
Temperatur awal (T
1
) = 85C = 185F
Temperatur akhir (T
2
) = 30C = 86F
Fluida dingin
Laju alir air pendingin = 2.784,9704 kg/jam = 271,3620 lb/jam
Temperatur awal (t
1
) = 25C = 77F
Temperatur akhir (t
2
) = 40C = 104F
Panas yang diserap (Q) = 501.155,4269 kJ/jam = 475.001,8263 Btu/jam
(2) At = beda suhu sebenarnya

Fluida Panas Fluida dingin Selisih
T
1
= 185F Temperatur yang lebih tinggi t
2
= 104F At
1
= 81F
T
2
= 86F Temperatur yang lebih rendah t
1
= 77F At
2
=9F
T
1
T
2
= 99F Selisih t
2
t
1
= 27F At
2
At
1
= -72F

7686 , 2 3
81
9
ln
72 -
t
t
ln
t t
LMTD
1
2
1 2
=
|
.
|

\
|
=
|
|
.
|

\
|

= F
6667 , 3
27
99
t t
T T
R
1 2
2 1
= =

=
Air

7
Air

85
o
C 30
o
C
Air pendingin
40
o
C
Universitas Sumatera Utara
2500 , 0
77 85 1
27
t T
t t
S
1 1
1 2
=

=
Dari Fig 18, Kern, 1965 diperoleh F
T
= 0,99
Maka At = F
T
LMTD = 0,99 32,7686 = 32,4409 F
(3) T
c
dan t
c

135,5
2
86 185
2
T T
T
2 1
c
=
+
=
+
= F
90,5
2
104 77
2
t t
t
2 1
c
=
+
=
+
= F
Dalam perancangan ini digunakan condenser dengan spesifikasi:
- Diameter luar tube (OD) = 1
1
/
4
in
- Jenis tube = 8 BWG
- Pitch (P
T
) = 1
9
/
16
in triangular pitch
- Panjang tube (L) = 20 ft
a. Dari Tabel 8, hal. 840, Kern, 1965, condensor untuk fluida panas (heavy
organics) dan fluida dingin air, diperoleh U
D
= 5-75, faktor pengotor (R
d
) =
0,003
Diambil U
D
= 6 Btu/jamft
2
F
Luas permukaan untuk perpindahan panas,
2
o
o 2
D
ft 3425 , 440 . 2
F 4409 , 2 3
F ft jam
Btu
6
Btu/jam 8263 , 001 . 75 4
t U
Q
A =

=
Luas permukaan luar (a) = 0,3271 ft
2
/ft (Tabel 10, hal. 843, Kern)
Jumlah tube, 379 2885 , 379
/ft ft 0,3271 ft 0 2
ft 3425 , 440 . 2
a L
A
N
2
2
"
t
= =

= buah
b. Dari Tabel 9, hal 842, Kern, 1965, nilai yang terdekat adalah 407 tube dengan
ID shell 39 in.
c. Koreksi U
D

2
2
"
t
ft 9600 , 485 . 2
/ft ft 0,3271 407 ft 20
a N L A
=
=
=

Universitas Sumatera Utara
F ft jam
Btu
8899 , 5
F 4409 , 32 ft 9600 , 485 . 2
Btu/jam 8263 , 001 . 475
t A
Q
U
2 2
D

=

=

=

Fluida dingin: sisi tube, air

(3) Flow area tube, a
t
' = 0,665 in
2
[Tabel 10, Kern]

n 144
a N
a
'
t t
t

= [Pers. (7.48), Kern]



2
ft 4387 , 0
8 144
665 , 0 380
t
a =

=
(4) Kecepatan massa
t
a
m
t
G = [Pers. (7.2), Kern]
2
ft jam
m
lb
9 14.021,080
0,4387
7457 , 139 . 6
t
G

= =
(5) Bilangan Reynold
Pada t
c
= 90,5 F
= 0,9775 x 2,42 = 2,3647 lb/ft.jam
Dari Tabel 10, Kern, untuk 1,25 in OD,
8 BWG, diperoleh
ID = 0,92 in = 0,0767 ft

t
G ID
t
Re

= [Pers. (7.3), Kern]
3.215,6751
3647 , 2
0809 , 021 . 14 0,0767
t
Re =

=
(6) Taksir jH
6306 , 659
0,0758
20
De
L
= =
Dari Gbr 24, Kern, diperoleh jH = 13 pada Re
t
= 3.215,6751
(7) Pada t
c
= 90,5 F
c = 0,4510 Btu/lbmF [Geankoplis, 1983]
k = 0,0145 Btu/jam.ftF [Geankoplis, 1983]
Universitas Sumatera Utara
1898 , 4
0145 , 0
3647 , 2 4510 , 0
3
1
3
1
= |
.
|

\
|
=
|
.
|

\
|
k
c

(8)
3
1
k
c
ID
k
jH
t

i
h
|
.
|

\
|
=
1898 , 4
0,0767
0,0145
13
t

i
h
=
= 10,3014

25 , 1
92 , 0
3014 , 0 1
OD
ID
t

i
h
t

io
h
=
=

= 7,5819
(9) Karena viskositas rendah, maka diambil
|
t
= 1 [Kern, 1965]

t

io
h
io
h =
h
io
= 7,5819 1 = 7,5819

Fluida panas: sisi shell, etanol

(3') Flow area shell
T
'
s
s
P 144
B C D
a


= ft
2
[Pers. (7.1), Kern]
D
s
= Diameter dalam shell = 37 in
B = Baffle spacing = 3 in
P
T
= Tube pitch = 1,5625 in
C' = Clearance = P
T
OD
= 1,5625 1,25 = 0,3125 in
2
ft 0,1542
1,5625 144
3 0,3125 7 3
s
a =


=

Universitas Sumatera Utara
(4') Kecepatan massa
s
s
a
m
G = [Pers. (7.2), Kern]
2
ft jam
m
lb
3854 , 625 . 53
0,1542
8.267,2469
s
G

= =
(5') Bilangan Reynold
Pada T
c
= 131 F
= 0,0170 x 2,42 = 0,0411 lb
m
/ft
2
jam
Dari Gbr. 28, Kern, untuk 1,25 in dan 1,5625 in tri. pitch, diperoleh d
e
= 0,91 in.
D
e
=0,91/12 = 0,0758 ft

s
G
e
D
s
Re

= [Pers. (7.3), Kern]
3458 , 900 . 98
0411 , 0
3854 , 625 . 53 0,0758
s
Re =

=
(6') Taksir jH dari Gbr. 28, Kern, diperoleh
jH = 180 pada Re
s
= 98.900,3458
(7') Pada T
c
= 131 F
c = 0,4753 Btu/lb
m
F
k = 0,0635 Btu/jam.ftF
6752 , 0
0635 , 0
0411 , 0 4753 , 0
3
1
3
1
= |
.
|

\
|
=
|
.
|

\
|
k
c

(8')
3
1
|
.
|

\
|
=
k
c
e
D
k
jH
s
o
h
|

[Pers. (6.15), Kern]
7697 , 101 6752 , 0
0,0758
0,0635
180
s

o
h
= =
(9') Karena viskositas rendah, maka diambil |
s
= 1 [Kern, 1965]
s

o
h
o
h =
h
o
= 101,7697 1 = 101,7697
Universitas Sumatera Utara
(10') Clean Overall coefficient, U
C
F ft Btu/jam 0562 , 7
101,7697 5819 , 7
7697 , 101 5819 , 7
o
h
io
h
o
h
io
h
C
U
2
=
+

=
+

=
[Pers. (6.38), Kern]
(11') Faktor pengotor, R
d

0253 , 0
8899 , 5 0562 , 7
8899 , 5 0562 , 7
D
U
C
U
D
U
C
U
d
R =

= [Pers. (6.13), Kern]


R
d
hitung R
d
batas, maka spesifikasi condenser dapat diterima.

Pressure drop

(1) Untuk Re
t
= 3.215,6751
f = 0,00042 ft
2
/in
2
[Gbr. 26, Kern]
specific gravity udara pada t
c
= 99,5F,
s = 1 [Geankoplis, 1983]
|
t
= 1
(2)
t
s ID 10 5,22
n L
t
G f
t
P
10
2


= [Pers. (7.53), Kern]


( )( ) ( )( )
( )( )( )
psi 0132 , 0
1 1 0,0767 10 5,22
8 20 1618 , 042 . 28 0,00042
t
P
10
2
=

=

(3) Dari grafik 27, hal:837, Kern, 1950 pada
Gt = 28.042,1618 diperoleh

2g'
2
V
=0,001

psi 0320 , 0
.0,001
1
(4).(8)
2g'
V
.
s
4n
r
P
2
=
=
=

Universitas Sumatera Utara
LC-52
AP
T
= AP
t
+ AP
r

= 0,0132 psi + 0,0320 psi
= 0,0452 psi
Karena P
t
< 10 psi, maka design diterima.

(1') Untuk Re
s
= 98.900,3458
f = 0,0017 ft
2
/in
2
[Gbr. 29, Kern]
|
s
=1
s = 0,76 [Gbr. 6, Kern]
(2')
B
L
12 1 N = + [Pers. (7.43), Kern]
80
3
20
12 1 N = = +
D
s
= 37/12 = 3,0833
(3')
( )
s e
D 10 5,22
1 N
s
D
s
G f
s
P
s
10
2

+
= [Pers. (7.44), Kern]
( )( ) ( )(
( )( )( )
)
psi 4010 , 0
1 0,76 0,0758 10 5,22
80 3,0833 3854 , 625 . 53 0,0017
s
P
10
2
=

=

Universitas Sumatera Utara
LAMPIRAN D
PERHITUNGAN SPESIFIKASI PERALATAN UTILITAS


LD.1 Bak Pengendapan (BP)
Fungsi : untuk menampung dan mengendapkan kotoran terbawa dari
sumur bor
Bentuk : bak dengan permukaan persegi
Konstruksi : beton kedap air
Densitas air pada suhu 30
o
C : 998 kg/m
3

Direncanakan lama penampungan 1 jam, maka :
Jumlah air masuk = 1 jam 3273,2606 kg/jam
Faktor keamanan = 20 %
Volume bak =
998
3273,2606 2 , 1
= 3,9358 m
3

Panjang (p) = 3 tinggi bak (t)
Lebar (l) = 2 tinggi bak (t)
Maka,
V = p l t
3,9358 = 6t
3
t =
3
6
3,9358
= 0,8689 m = 2,8507 ft
diperoleh :
t = 0,8689 m = 2,8507 ft
p = 2,6067 m = 8,5521 ft
l = 1,7378 m = 5,7014 ft

LD.2 Tangki Pelarutan Aluminium Sulfat Al
2
(SO
4
)
3
(TP-101)
Fungsi : tempat melarutkan Aluminium Sulfat Al
2
(SO
4
)
3

Bentuk : silinder tegak dengan alas dan tutup datar
Bahan konstruksi : plate steel SA-167, Tipe 304

Universitas Sumatera Utara
Kondisi pelarutan : Temperatur = 30
o
C
Tekanan (P
design
) = 1 atm
Jumlah air yang diolah = 3273,2606 kg/jam
Jumlah alum yang dibutuhkan asumsi 50 ppm dari jumlah air yang diolah.

6
10
50
3273,2606 = 0,1637 kg/jam
Tangki pelarutan aluminium sulfat dirancang untuk 1 hari
Banyak alum yang dilarutkan = 24 0,1637 = 3,9288 kg
Densitas Al
2
(SO
4
)
3
= 1363,1 kg/m
3

Faktor keamanan = 20 %
Ukuran tangki
Volume larutan, V
1
=
1 , 1363 3 , 0
3,9288

= 0,00961 m
3

Volume tangki, V
t
= 1,2 0,00961 m
3
= 0,0115 m
3

Direncanakan perbandingan diameter dengan tinggi silinder tangki, D:H =1:3
V =
4
1
D
2
H (Brownell, 1959)
0,0115 m
3
=
4
1
D
2

|
.
|

\
|
D
1
3

0,0115 m
3
=
4
3
D
3

Maka,
D = 0,1696 m = 0,5564 ft
H = 0,5088 m = 1,6693 ft
Tinggi Al
2
(SO
4
)
3
dalam tangki =
2
3
) 1696 , 0 (
4
1
0,00961
m
m
t
= 0,4256 m
Tebal dinding tangki
Direncanakan digunakan bahan konstruksi plate steel SA-167, Tipe 304
Dari tabel 13.1 Brownell & Young (1959), diperoleh data :
Allowable stress (s) = 12750
Efisiensi sambungan (E) = 0,8
Faktor korosi,( CA ) = 1/8 in
Universitas Sumatera Utara
Tekanan operasi, P
o
= 1 atm = 14,7 psi
Faktor keamanan tekanan = 20 %
Tekanan desain = 1,2 P
o
= 17,64 psi
Tebal dinding silinder tangki
t = CA
P SE
PD
+
2 , 1 2
( Brownell, 1959)
= 125 , 0
) 64 , 17 ( 2 , 1 ) 8 , 0 )( 12750 ( 2
12 ) 5564 , 0 )( 64 , 17 (
+


= 0,130 in
Dari tabel 5.4 Brownell & Young (1959) dipilih tebal tangki standar 3/16 in.
Daya pengaduk
Tipe pengaduk : marine propeller dengan jarak pitch = 2D
i

D
t
/D
i
= 3 , Baffle = 4 (Brown, G.G 1960)
D
t
= 0,5564 ft
D
i
= 0,1854 ft
Kecepatan pengadukan, N = 400 rpm = 6,667 rps
Viskositas Al
2
(SO
4
)
3
= 6,72 10
-4
lbm/ft.det (Kirk Othmer, 1967)
Dari persamaan 3.4-1, Geankoplis untuk bilangan Reynold adalah
N
Re
=


2
) (Di N
=
4
2
10 72 , 6
) 1854 , 0 )( 667 , 6 )( 095 , 85 (

= 2,902 10
5

Untuk N
Re
2,902 10
5
diperoleh N
Po
= 1
Sehingga dari persamaan 3.4-2 Geankoplis :
P =
c
Po
g
Di N N
5 3

=
550 174 , 32
) 095 , 85 ( ) 1854 , 0 ( ) 667 , 6 )( 1 (
5 3

= 0,000312
Efisiensi motor penggerak = 80 %
Daya motor penggerak =
8 , 0
000312 , 0
= 0,00039
Maka daya motor yang dipilih = 0,05 hp

Universitas Sumatera Utara
LD.3 Tangki Pelarutan Natrium Karbonat (Na
2
CO
3
) (TP-102)
Fungsi : tempat melarutkan Natrium Karbonat (Na
2
CO
3
)


Bentuk : silinder tegak dengan alas dan tutup datar
Bahan konstruksi : plate steel SA-167, Tipe 304
Kondisi pelarutan : Temperatur = 30
o
C
Tekanan (P
design
) = 1 atm
Jumlah air yang diolah = 3273,2606 kg/jam
Jumlah alum yang dibutuhkan asumsi 27 ppm dari jumlah air yang diolah.

6
10
27
3273,2606 = 0,0884 kg/jam
Tangki pelarutan aluminium sulfat dirancang untuk 1 hari
Banyak alum yang dilarutkan = 24 0,0884 = 2,1216 kg
Densitas Na
2
CO
3
= 1327 kg/m
3

Faktor keamanan = 20 %
Ukuran tangki
Volume larutan, V
1
=
1327 3 , 0
2,1216

= 0,00533 m
3

Volume tangki, V
t
= 1,2 0,00533 m
3
= 0,0064 m
3

Direncanakan perbandingan diameter dengan tinggi silinder tangki, D:H =1:3
V =
4
1
D
2
H (Brownell, 1959)
0,0064 m
3
=
4
1
D
2

|
.
|

\
|
D
1
3

0,0064 m
3
=
4
3
D
3

Maka,
D = 0,1396 m = 0,458 ft
H = 0,4188 m = 1,374 ft
Tinggi Na
2
CO
3
dalam tangki =
2
3
) 458 , 0 (
4
1
0,00533
m
m
t
= 0,0324 m
Tebal dinding tangki
Direncanakan digunakan bahan konstruksi plate steel SA-167, Tipe 304
Universitas Sumatera Utara
Dari tabel 13.1 Brownell & Young (1959), diperoleh data :
Allowable stress (s) = 12750
Efisiensi sambungan (E) = 0,8
Faktor korosi,( CA ) = 1/8 in
Tekanan operasi, P
o
= 1 atm = 14,7 psi
Faktor keamanan tekanan = 20 %
Tekanan desain = 1,2 P
o
= 17,64 psi
Tebal dinding silinder tangki
t = CA
P SE
PD
+
2 , 1 2
(Brownell, 1959)
= 125 , 0
) 64 , 17 ( 2 , 1 ) 8 , 0 )( 12750 ( 2
12 ) 458 , 0 )( 64 , 17 (
+


= 0,1298 in
Dari tabel 5.4 Brownell & Young (1959) dipilih tebal tangki standar 3/16 in.
Daya pengaduk
Tipe pengaduk : marine propeller dengan jarak pitch = 2D
i

D
t
/D
i
= 3 , Baffle = 4 (Brown, G.G 1960)
D
t
= 0,458 ft
D
i
= 0,153 ft
Kecepatan pengadukan, N = 400 rpm = 6,667 rps
Viskositas Na
2
CO
3
= 3,69 10
-4
lbm/ft.det (Kirk Othmer, 1967)
Dari persamaan 3.4-1, Geankoplis untuk bilangan Reynold adalah
N
Re
=

2
) (Di N

=
4
2
10 69 , 3
) 153 , 0 )( 667 , 6 )( 842 , 82 (

= 3,504 10
4

Untuk N
Re
3,504 10
4
diperoleh N
Po
= 1
Sehingga dari persamaan 3.4-2 Geankoplis :
P =
c
Po
g
Di N N
5 3

=
550 174 , 32
) 842 , 82 ( ) 153 , 0 ( ) 667 , 6 )( 1 (
5 3

= 0,00012
Efisiensi motor penggerak = 80 %
Universitas Sumatera Utara
Daya motor penggerak =
8 , 0
00012 , 0
= 0,00015
Maka daya motor yang dipilih = 0,05 hp

LD.4 Tangki Pelarutan Asam Sulfat (H
2
SO
4
) (TP-103)
Fungsi : tempat melarutkan Asam Sulfat (H
2
SO
4
)


Bentuk : silinder tegak dengan alas dan tutup datar
Bahan konstruksi : plate steel SA-167, Tipe 304
Kondisi pelarutan : Temperatur = 30
o
C
Tekanan = 1 atm
H
2
SO
4
yang digunakan mempunyai konsentrasi 50 % (% berat)
Laju massa H
2
SO
4
= 43,630 kg/hari
1 regenerasi = 20 hari
Densitas H
2
SO
4
50 % = 1387 kg/m
3
= 86,587 lbm/ft
3

Kebutuhan perancangan = 7 hari
Faktor keamanan = 20 %
Ukuran tangki
Volume larutan, V
1
=
1387 5 , 0
630 , 43

= 0,063 m
3

Volume tangki, V
t
= 1,2 0,063 m
3
= 0,076 m
3

Direncanakan perbandingan diameter dengan tinggi silinder tangki, D:H =1:3
V =
4
1
D
2
H (Brownell, 1959)
0,076 m
3
=
4
1
D
2
|
.
|

\
|
D
1
3

0,076 m
3
=
4
3
D
3

Maka,
D = 0,317 m = 1,040 ft
H = 0,951 m = 3,120 ft
Tinggi H
2
SO
4
dalam tangki =
2
3
) 317 , 0 (
4
1
063 , 0
m
m
t
= 0,797 m
Universitas Sumatera Utara
Tebal dinding tangki
Direncanakan digunakan bahan konstruksi plate steel SA-167, Tipe 304
Dari tabel 13.1 Brownell & Young (1959), diperoleh data :
Allowable stress (s) = 12750
Efisiensi sambungan (E) = 0,8
Faktor korosi,( CA ) = 1/8 in
Tekanan operasi, P
o
= 1 atm = 14,7 psi
Faktor keamanan tekanan = 20 %
Tekanan desain = 1,2 P
o
= 17,64 psi
Tebal dinding silinder tangki
t = CA
P SE
PD
+
2 , 1 2
(Brownell, 1959)
= 125 , 0
) 64 , 17 ( 2 , 1 ) 8 , 0 )( 12750 ( 2
12 ) 040 , 1 )( 64 , 17 (
+


= 0,136 in
Dari tabel 5.4 Brownell & Young (1959) dipilih tebal tangki standar 3/16 in.
Daya pengaduk
Tipe pengaduk : marine propeller dengan jarak pitch = 2D
i

D
t
/D
i
= 3 , Baffle = 4 (Brown, G.G 1960)
D
t
= 1,040 ft
D
i
= 0,347 ft
Kecepatan pengadukan, N = 400 rpm = 6,667 rps
Viskositas H
2
SO
4
= 3,69 10
-3
lbm/ft.det (Kirk Othmer, 1967)
Dari persamaan 3.4-1, Geankoplis untuk bilangan Reynold adalah
N
Re
=

2
) (Di N

=
3
2
10 69 , 3
) 347 , 0 )( 667 , 6 )( 587 , 86 (

= 1,884 10
5

Untuk N
Re
1,884 10
5
diperoleh N
Po
= 1
Sehingga dari persamaan 3.4-2 Geankoplis :
P =
c
Po
g
Di N N
5 3

Universitas Sumatera Utara
=
550 174 , 32
) 587 , 86 ( ) 347 , 0 ( ) 667 , 6 )( 1 (
5 3

= 0,007
Efisiensi motor penggerak = 80 %
Daya motor penggerak =
8 , 0
007 , 0
= 0,009
Maka daya motor yang dipilih = 0,05 hp

LD.5 Tangki Pelarutan Natrium Hidroksida (NaOH) (TP-104)
Fungsi : tempat melarutkan Natrium Hidroksida (NaOH)


Bentuk : silinder tegak dengan alas dan tutup datar
Bahan konstruksi : plate steel SA-167, Tipe 304
Kondisi pelarutan : Temperatur = 30
o
C
Tekanan = 1 atm
NaOH yang digunakan mempunyai konsentrasi 50 % (% berat)
Laju massa NaOH = 22,7 kg/hari
1 regenerasi = 33 hari
Densitas NaOH 50 % = 1518 kg/m
3
= 94,765 lbm/ft
3

Kebutuhan perancangan = 7 hari
Faktor keamanan = 20 %
Ukuran tangki
Volume larutan, V
1
=
1518 5 , 0
7 , 22

= 0,030 m
3

Volume tangki, V
t
= 1,2 0,030 m
3
= 0,036 m
3

Direncanakan perbandingan diameter dengan tinggi silinder tangki, D:H =1:3
V =
4
1
D
2
H (Brownell, 1959)
0,036 m
3
=
4
1
D
2
|
.
|

\
|
D
1
3

0,036 m
3
=
4
3
D
3

Maka,
D = 0,247 m = 0,810 ft
H = 0,741 m = 2,431 ft
Universitas Sumatera Utara
Tinggi NaOH dalam tangki =
2
3
) 247 , 0 (
4
1
030 , 0
m
m
t
= 0,625 m
Tebal dinding tangki
Direncanakan digunakan bahan konstruksi plate steel SA-167, Tipe 304
Dari tabel 13.1 Brownell & Young (1959), diperoleh data :
Allowable stress (s) = 12750
Efisiensi sambungan (E) = 0,8
Faktor korosi,( CA ) = 1/8 in
Tekanan operasi, P
o
= 1 atm = 14,7 psi
Faktor keamanan tekanan = 20 %
Tekanan desain = 1,2 P
o
= 17,64 psi
Tebal dinding silinder tangki
t = CA
P SE
PD
+
2 , 1 2
(Brownell, 1959)
= 125 , 0
) 64 , 17 ( 2 , 1 ) 8 , 0 )( 12750 ( 2
12 ) 810 , 0 )( 64 , 17 (
+


= 0,133 in
Dari tabel 5.4 Brownell & Young (1959) dipilih tebal tangki standar 3/16 in.

Daya pengaduk
Tipe pengaduk : marine propeller dengan jarak pitch = 2D
i

D
t
/D
i
= 3 , Baffle = 4 (Brown, G.G 1960)
D
t
= 0,810 ft
D
i
= 0,270 ft
Kecepatan pengadukan, N = 400 rpm = 6,667 rps
Viskositas NaOH = 4,302 10
-4
lbm/ft.det (Kirk Othmer, 1967)
Dari persamaan 3.4-1, Geankoplis untuk bilangan Reynold adalah
N
Re
=

2
) (Di N

=
4
2
10 302 , 4
) 270 , 0 )( 667 , 6 )( 765 , 94 (

= 1,071 10
5

Untuk N
Re
1,884 10
5
diperoleh N
Po
= 1
Universitas Sumatera Utara
Sehingga dari persamaan 3.4-2 Geankoplis :
P =
c
Po
g
Di N N
5 3

=
550 174 , 32
) 765 , 94 ( ) 270 , 0 ( ) 667 , 6 )( 1 (
5 3

= 0,002
Efisiensi motor penggerak = 80 %
Daya motor penggerak =
8 , 0
002 , 0
= 0,003
Maka daya motor yang dipilih = 0,05 hp

LD.6 Clarifier (CL)
Fungsi : memisahkan endapan (flok) yang terbentuk karena
penambahan alum dan soda abu
Bahan : Carbon steel SA-53 Grade B
Laju massa air = 3273,2606 kg/jam
Laju massa Al
2
(SO
4
)
3
= 0,1637 kg/jam
Laju massa Na
2
CO
3
= 0,0884 kg/jam
Massa total = 909,31 gr/det
air = 0,998 gr/ml
Al
2
(SO
4
)
3
= 1,363 gr/ml
Na
2
CO
3
= 1,327 gr/ml
V =

m

V
air
= 132 , 991
998 , 0
909,31
= ml
V
Al2(SO4)3
=
363 , 1
0,0455
= 0,03334 ml
V
Na2CO3
= 0185 , 0
327 , 1
0,0245
= ml
V
total
= 991,18384 ml
campuran =
campuran
campuran
v
m
=
991,18384
991,310
= 1 gr/cm
3

Universitas Sumatera Utara
partikel =
327 , 1
0,0245
363 , 1
0,0455
) 0,0245 0,0455 (
+
+
=
05184 , 0
07 , 0
= 1,350 gr/cm
3

kecepatan terminal dihitung dengan menggunakan :


u
18
) (
2
gDp
s
s

=
Dimana :

s
: kecepatan terminal pengendapan, cm/det

s
: densitas partikel campuran pada 30
o
C
: densitas larutan pada 30
o
C
D
p
: diameter partikel = 0,002 cm
g : percepatan gravitasi = 980 cm/det
: viskositas larutan pada 30
o
C = 0,0345 gr/cm.det (Perry, 1999)
maka,

0345 , 0 18
002 , 0 980 ) 998 , 0 350 , 1 (
2


=
s
u = 0,02 cm/det
Ukuran clarifier
Laju volumetrik, Q =
998 , 0
909,31
= 991,132 cm
3
/det
Q = 4 10
-4
D
2
(Ulrich, 1984)
Dimana :
Q : laju alir volumetrik umpan, cm
3
/det
D : diameter clarifier, m
Sehingga :
D = 112 , 1574
10 . 4
991,132
10 . 4
2
1
4
2
1
4
=
(

=
(


Q
= 1,574 m = 5,164 ft
Ditetapkan tinggi clarifier, H = 2 m = 6,5616 ft
Waktu pengendapan :
t =
s
t
H
u
=
det / 02 , 0
1 100 2
cm
m cm m
= 10000 det
= 2,7 jam

Universitas Sumatera Utara
Tebal dinding clarifier
Direncanakan digunakan bahan konstruksi Carbon Steel SA-53, Grade B
Dari tabel 13.1 Brownell&Young (1959), diperoleh data :
Allowable stress (s) = 12750
Efisiensi sambungan (E) = 0,8
Faktor korosi = 1/8 in
Tekanan operasi, P
o
= 1 atm = 14,7 psi
Faktor keamanan tekanan = 20 %
Tekanan desain, P = 1,2 P
o
= 17,64 psi
Tebal dinding tangki
t = CA
P SE
PD
+
2 , 1 2
(Brownell, 1959)
= 125 , 0
) 64 , 17 ( 2 , 1 ) 8 , 0 )( 12750 ( 2
12 ) 164 , 5 )( 64 , 17 (
+


= 0,179 in
Dari tabel 5.4 Brownell&Young dipilih tebal tangki 3/16 in.
Daya clarifier
P = 0,006 D
2
(Ulrich, 1984)
Dimana :
P : daya yang dibutuhkan clarifier, kW
P = 0,006 (1,574)
2
= 0,015 hp = 0,011 kW

LD.7 Sand Filter (SF)
Fungsi : menyaring air yang berasal dari clarifier
Bentuk : Silinder tegak dengan alas dan tutup ellipsoidal
Bahan : Carbon Steel SA-53 Grade B
Laju alir massa : 3273,5127 kg/jam
Densitas air pada 30
o
C: 998 kg/m
3

Tangki direncanakan menampung air setiap jam
Faktor keamanan : 20 %
Maka,
Volume air =
3
/ 998
25 , 0 / 3273,5127
m kg
jam jam kg
= 0,820 m
3

Universitas Sumatera Utara
Volume tangki = 1,2 0,820 = 0,984 m
3
+ 1,1049 m
3
= 2,0889 m
3

Direncanakan perbandingan tinggi penyaring dengan diameter (H
s
: D) = 2:1
tinggi head dengan diameter (H
h
: D) = 1:6
V
s
=
4
t
D
2
H
s
=
4
t
D
2
(2D) =
2
t
D
3
= 1,57 D
3
(Brownell, 1959)
V
h
=
24
t
D
3
= 0,131 D
3

V
t
= V
s
+ V
h

2,0889 = 1,57 D
3
+ 0,131 D
3

D = 3
701 , 1
2,0889
= 1,070 m = 3,5104 ft
H
s
= 2 D = 2 (1,070) = 2,14 m = 7,0209 ft
H
h
= 1/6 D = 1/6 (1,070) = 0,1783 m = 0,5850 ft
Sehingga, tinggi tangki = 2,14 + 2(0,1783) = 2.4966 m = 8,1908 ft
Volume air = 0,820 m
3

V shell =
3
3
D t
= 0,605 m
3

Tinggi air (Ha)= 14 , 2
0,820
0,605
= 1,5789 m = 5,180 ft
Tebal dinding tangki
Direncanakan digunakan bahan konstruksi Carbon Steel SA-53, Grade B
Dari tabel 13.1 Brownell&Young (1959), diperoleh data :
Allowable stress (s) = 12750
Efisiensi sambungan (E) = 0,8
Faktor korosi = 1/8 in
Tekanan operasi, P
o
= 1 atm = 14,7 psi
Faktor keamanan tekanan = 20 %
Tekanan desain, P = 1,2 P
o
= 17,64 psi
Tebal dinding tangki
t = CA
P SE
PD
+
2 , 1 2
(Brownell, 1959)
Universitas Sumatera Utara
= 125 , 0
12 ) 5104 , 3 )( 64 , 17 (
+
) 64 , 17 ( 2 , 1 ) 8 , 0 )( 12750 ( 2

= 0,03646 in
ell&Young dipilih tebal tangki 3/16 in.
D.8 ra Air ( A)
rbagai keperluan
n tutup dan alas datar
A-167, Tipe 304
127 kg/jam
da 30
o
C: 998 kg/m
3

an : 20 %
Maka,
Dari tabel 5.4 Brown

L Mena M
Fungsi : mendistribusikan air untuk be
Jenis : silinder tegak denga
Bahan : Plate stell S
Laju alir massa : 3273,5
Densitas air pa
Faktor keam an
Volume air =
3
/ 998 m kg
/ 5127 , 273 3 jam kg
= 3,280 m
3

e
3
Direncanakan perbandingan diameter dengan tinggi silinder H = 3D
Volum tangki = 1,2 3,280 = 3,936 m
4
1
D
2
H V = (Brownell, 1959)
V =
4
3

3
D

3,936 =
4
D
3
3
D = 1,187 m = 3,894 ft
H = 3,561 m = 11,683 ft
Tebal dinding tangki
Direncanakan digunakan bahan konstruksi Plate stell SA-167, Tipe 304
59), diperoleh data :
kanan = 20 %
Tekanan desain, P = 1,2 P
o
= 17,64 psi
Dari tabel 13.1 Brownell&Young (19
Allowable stress (s) = 12750
Efisiensi sambungan (E) = 0,8
Faktor korosi = 1/8 in
Tekanan operasi, P
o
= 1 atm = 14,7 psi
Faktor keamanan te
Universitas Sumatera Utara
Tebal dinding tangki
t = CA
P SE
PD
+
2 , 1 2
(Brownell, 1959)
= 125 , 0
) 64 , 17 ( 2 , 1 ) 8 , 0 )( 12750 ( 2
12 ) 894 , 3 )( 64 , 17 (
+

= 0,165 in
Dari tabel 5.4 Brownell&Young dipilih tebal tangki in.
D.9
Fungsi : endingin bekas dari temperatur
er
nstru s Stell SA-53 Grade B
1 unit
nara (T
L1
)
850,34132 kg/jam mp B)
Laju volumetrik air pendingin =


L Menara Pendingin Air (WCT)
mendinginkan air p
40
o
C menjadi 25
o
C
Jenis : Mechanical Draft Cooling Tow
Bahan ko k i : Carbon
Jumlah :
Kondisi operasi :
Suhu air masuk menara (T
L2
) = 40
o
C = 104
o
F
Suhu air keluar me = 25
o
C = 77
o
F
Suhu udara (T
G1
) = 25
o
C = 77
o
F
Dari gambar 12-14, Perry, 1999, diperoleh suhu bola basah, T
w
= 70
o
F
Dari kurva kelembaban, diperoleh H = 0,020 kg uap air/kg udara kering
Dari gambar 12-14, Perry, 1999, diperoleh konsentrasi air = 1,25 gal/ft
2
.menit
Densitas air (40
o
C) = 998 kg/m
3
(Perry, 1999)
Laju massa air pendingin = 2 (La
3
998
2850,34132
kg/m
kg/jam
= 2,856 m
3
/jam
Laju alir air tiap satuan luas (L)=
) )(1 )(3600 (11,678 ft
) )(3,2808 )(1 2 (2850,3413
2 2
2
m s
ft jam kg/jam

g/ m
2


m
3
/jam x 1 jam = 2,856 m
3
/jam
amanan
Volume = 1,2 x 2,856 m
3
/jam = 3,4272 m
3

= 0,2224 k s.
Perbandingan L : G direncanakan = 6 : 5 (Foust, 1980)
Sehingga laju alir gas tiap satuan luas (G) = 0,1853 kg/m
2
.s
Volume = 2,856
Faktor ke = 20 %
Universitas Sumatera Utara
Kapasitas air, Q =
mnt/jam
gal/m /jam m
60
264,17 x 2,856
3 3

= 12,5745 gal/menit
Faktor keamanan = 20%
Luas menara, A = 1,2 (kapasitas air/konsentrasi air)
=
.mnt gal/ft
gal/mnt
2
1,25
12,5745 x 1,2

= 11,678 ft
2

Perhitungan tinggi menara :
Diambil performance menara 90%, maka dari gambar 12-15 Perry, 1999,
diperoleh tenaga kipas 0,03 hp/ft
2
.
Daya yang diperlukan = 0,03 hp/ft
2
11,678 ft
2
= 0,350 hp
Digunakan daya standart 0,5 hp
Maka ketinggian menara, z =
m
ft
ft
m
1
10,764
x
11,678
3,4272
A
V
2
2
3
=
= 3,159 m

LD.10 Penukar Kation/Cation Exchanger (CE)
Fungsi : mengurangi kesadahan air
Bentuk : Silinder tegak dengan alas dan tutup ellipsoidal
Bahan konstruksi : Carbon Stell SA-283 Grade C
Kondisi penyimpanan : Temperatur : 30
o
C
Tekanan : 1 atm
Laju massa air = 422,9193 + 1,818 = 424,7373 kg/jam
Densitas air = 998 kg/m
3
Faktor keamanan = 20 %
Ukuran Cation Exchanger
Va =
998
1424,7373
= 0,4256 m
3

Maka volume Cation Exchanger = 1,2 0,4256 = 0,511 m
3

Direncanakan perbandingan tinggi silinder dengan diameter (H
s
: D) = 3:1
tinggi head dengan diameter (H
h
:D) = 1:6
Universitas Sumatera Utara
Vs =
4
t
D
2
H
s
=
4
t
D
2
(3D) =
4
3
D
3
= 2,355 D
3

Vh =
24
t
D
3
= 0,131 D
3

Vt = Vs + Vh
0,511 = 2,355 D
3
+ 0,131 D
3

D = 3
486 , 2
0,511
= 0,590 m = 1,936 ft
H
s
= 3D = 1,77 m = 5,807 ft
H
h
= 1/6 D = 0,098 m = 0,322 ft
Sehingga tinggi tangki = 1,77 + 2(0,098) = 1,966 m = 6,45 ft
V air = 0,4256 m
3

V sheel =
3
3
D t
= 0,215 m
3

Tinggi air (H
a
)=
0,4256
0,215
1,77 = 0,894 m = 2,933 ft
Tebal dinding tangki
Direncanakan digunakan bahan konstruksi Carbon Steel SA-283, Grade C
Dari tabel 13.1 Brownell&Young (1959), diperoleh data :
Allowable stress (s) = 12650
Efisiensi sambungan (E) = 0,8
Faktor korosi = 1/8 in
Tekanan operasi, P
o
= 1 atm = 14,7 psi
Faktor keamanan tekanan = 20 %
Tekanan desain, P = 1,2 P
o
= 17,64 psi
Tebal dinding tangki
t = CA
P SE
PD
+
2 , 1 2
(Brownell, 1959)
= 125 , 0
) 64 , 17 ( 2 , 1 ) 8 , 0 )( 12650 ( 2
12 ) 936 , 1 )( 64 , 17 (
+


= 0,1453 in
Dari tabel 5.4 Brownell&Young dipilih tebal dinding 3/16 in.

Universitas Sumatera Utara
LD.11 Penukar Anion/Anion Exchanger (AE)
Fungsi : mengurangi kesadahan air
Bentuk : Silinder tegak dengan alas dan tutup ellipsoidal
Bahan konstruksi : Carbon Stell SA-283 Grade C
Kondisi penyimpanan : Temperatur : 30
o
C
Tekanan : 1 atm
Laju massa air = 424,7373 + 0,946 = 425,683 kg/jam
Densitas air = 998 kg/m
3
Faktor keamanan = 20 %
Ukuran Anion Exchanger
Va =
998
425,683
= 0,426 m
3

Maka volume Anion Exchanger = 1,2 0,426 = 0,5112 m
3

Direncanakan perbandingan tinggi silinder dengan diameter (H
s
: D) = 3:1
tinggi head dengan diameter (H
h
:D) = 1:6
Vs =
4
t
D
2
H
s
=
4
t
D
2
(3D) =
4
3
D
3
= 2,355 D
3

Vh =
24
t
D
3
= 0,131 D
3

Vt = Vs + Vh
0,5112 = 2,355 D
3
+ 0,131 D
3

D = 3
486 , 2
0,511
= 0,590 m = 1,936 ft
H
s
= 3D = 1,77 m = 5,807 ft
H
h
= 1/6 D = 0,098 m = 0,322 ft
Sehingga tinggi tangki = 1,77 + 2(0,098) = 1,966 m = 6,450 ft
V air = 0,426 m
3

V sheel =
3
3
D t
= 0,215 m
3

Tinggi air (H
a
)=
0,426
0,215
1,77 = 0,893 m = 2,930 ft
Tebal dinding tangki
Direncanakan digunakan bahan konstruksi Carbon Steel SA-283, Grade C
Universitas Sumatera Utara
Dari tabel 13.1 Brownell&Young (1959), diperoleh data :
Allowable stress (s) = 12650
Efisiensi sambungan (E) = 0,8
Faktor korosi = 1/8 in
Tekanan operasi, P
o
= 1 atm = 14,7 psi
Faktor keamanan tekanan = 20 %
Tekanan desain, P = 1,2 P
o
= 17,64 psi
Tebal dinding tangki
t = CA
P SE
PD
+
2 , 1 2
(Brownell, 1959)
= 125 , 0
) 64 , 17 ( 2 , 1 ) 8 , 0 )( 12650 ( 2
12 ) 936 , 1 )( 64 , 17 (
+


= 0,145 in
Dari tabel 5.4 Brownell&Young dipilih tebal dinding 3/16 in.

LD.12 Deaerator (D)
Fungsi : menghilangkan gas-gas yang terlarut dalam air umpan
ketel
Bentuk : Silinder horizontal dengan tutup ellipsoidal
Bahan konstruksi : Plate Stell SA-167 Tipe 304

Kondisi penyimpanan : Temperatur : 30
o
C
Tekanan : 1 atm
Laju massa air = 425,683 kg/jam
Densitas air = 998 kg/m
3
Faktor keamanan = 20 %
Ukuran Deaerator
Va =
998
425,683
= 0,427 m
3

Maka volume Deaerator = 1,2 0,427 = 0,5124 m
3

Direncanakan perbandingan tinggi silinder dengan diameter (H
s
: D) = 3:1
tinggi head dengan diameter (H
h
:D) = 1:6
Universitas Sumatera Utara
Vs =
4
t
D
2
H
s
=
4
t
D
2
(3D) =
4
3
D
3
= 2,355 D
3

Vh =
24
t
D
3
= 0,131 D
3

Vt = Vs + Vh
0,5124 = 2,355 D
3
+ 0,131 D
3

D = 3
486 , 2
0,5124
= 0,590 m = 1,936 ft
H
s
= 3D = 1,77 m = 5,807 ft
H
h
= 1/6 D = 0,098 m = 0,322 ft
Sehingga tinggi tangki = 1,77 + 2(0,098) = 1,966 m = 6,450 ft
V air = 0,427 m
3

V sheel =
3
3
D t
= 0,215 m
3

Tinggi air (H
a
)=
0,427
0,215
1,77 = 0,891 m = 2,923 ft
Tebal dinding tangki
Direncanakan digunakan bahan konstruksi Carbon Steel SA-283, Grade C
Dari tabel 13.1 Brownell&Young (1959), diperoleh data :
Allowable stress (s) = 12650
Efisiensi sambungan (E) = 0,8
Faktor korosi = 1/8 in
Tekanan operasi, P
o
= 1 atm = 14,7 psi
Faktor keamanan tekanan = 20 %
Tekanan desain, P = 1,2 P
o
= 17,64 psi
Tebal dinding tangki
t = CA
P SE
PD
+
2 , 1 2
(Brownell, 1959)
= 125 , 0
) 64 , 17 ( 2 , 1 ) 8 , 0 )( 12650 ( 2
12 ) 936 , 1 )( 64 , 17 (
+


= 0,145 in
Dari tabel 5.4 Brownell&Young dipilih tebal dinding 3/16 in.

Universitas Sumatera Utara
LD.13 Ketel Uap (B)
Fungsi : menyediakan uap untuk keperluan proses
Jenis : pipa air
Bahan konstruksi : Carbon Steel
Kondisi operasi :
Uap jenuh yang digunakan bersuhu 120C
Dari steam table, Smith, 2001, diperoleh kalor laten steam 934,757 Btu/lb
m

Kebutuhan uap = 2114,5963 kg/jam = 4661,839 lb
m
/jam
Perhitungan:
Menghitung Daya Ketel Uap
H
3 , 970 P 5 , 34
W

=
dimana: P = daya boiler, hp
W = kebutuhan uap, lb
m
/jam
H = kalor laten steam, Btu/lb
m

Maka,

3 , 970 4 , 35
934,757 4661,839

= P = 126,866 hp
Menghitung Jumlah Tube
Luas permukaan perpindahan panas, A = P 10 ft
2
/hp
= 126,866 hp 10 ft
2
/hp
= 1268,66 ft
2

Direncanakan menggunakan tube dengan spesifikasi:
Panjang tube, L = 30 ft
Diameter tube 3 in
Luas permukaan pipa, a' = 0,917 ft
2
/ft (Kern, 1965)
Sehingga jumlah tube,
917 , 0 30
1268,66
'

=
a L
A
N
t
= 46,11 ~ 46 buah


Universitas Sumatera Utara
L Pompa Sumur Bor (P-101) D.14
i umur bor ke bak pengendapan
sentrifugal
steel
Perry, 1999)
2 606 kg/jam = 2
Laju alir volume, Q
Fungs : memompa air dari s
Jenis : pompa
Jumlah : 1 unit
Bahan konstruksi : Carbon
Kondisi operasi :
Temperatur : 30
o
C
Densitas air : 998 kg/m
3
= 62,178 lbm/ft
3
(Perry, 1999)
Viskositas air : 0,85 cP = 5,71 10
-4
lbm/ft.s (
Laju alir massa (F) : 3 73,2 ,004 lbm/det
:

F
=
3
/ 178 , 62 ft lbm
det / 2,004 lbm
= 0,032 ft
3
/s
iameter optim , D merhouse, 2003)
32)
0,45
(62,178)
0,13

pendix A-5 Geankoplis) dipilih :
in
8 ft
: 0,01414 ft
2
Kecepatan linier, v =
D um
e
= 3,9 Q
0,45

0,13
(Tim
= 3,9 (0,0
= 1,418 in
Digunakan pipa dengan spesifikasi (Ap
Ukuran pipa nominal : 1
Schedule pipa : 40
Diameter dalam (ID) : 1,610 in = 0,134 ft
Diameter luar (OD) : 1,900 in = 0,15
Luas penampang dalam (Ai)
2
3
01414 , 0
/ 032 , 0
ft
s ft
i
A
Q
= = 2,263 ft/s
Bilangan Reynold, N =

Re

D v
=
4
10 . 71 , 5
) 134 , 0 )( 263 , 2 )( 178 , 62 (

= 33020,983
l,
Kekasaran relatif =
Untuk Carbon stee = 0,00085 ft
006 , 0
134 , 0
00085 , 0
= =
ID
c

3
25 , 0 25 , 0
10 . 86 , 5
33020,983
079 , 0
Re
079 , 0

= =
N
Untuk aliran turbulen, f =
Instalasi pipa :
Panjang pipa vertikal, L
1
= 4 m = 13,123 ft
Universitas Sumatera Utara
Panjang pipa horizontal, L
2
= 5 m = 16,404 ft
/D = 13, Appendix C-2a, Foust, 1980)
D = 30, Appendix C-2a, Foust, 1980)
L) = 13,123 + 16,404 + 1,742 + 4,02 = 35,289 ft
Faktor gesekan, F =
1 buah gate valve fully open (L
L
3
= 1 13 0,134 = 1,742 ft
1 buah elbow standard 90
o
(L/
L
4
= 1 30 0,134 = 4,02 ft
Panjang pipa total (
D g
L v f
c
2
2

=
) 134 , 0 )( 174 , 32 ( 2
) 289 , 35 ( ) 263 , 2 )( 10 . 86 , 5 (
2 3

f
/lbm
an 2 ft
Static head, z
= 0,123 ft.lb
Tinggi pemompa , z = 2,5 m = 8,20
c
g
g
= 8,202 ft.lb
f
/lbm
Velocity head,
c
g
v
2
2
A
=
174 , 32 2
263 , 2
2

= 0,0796
Pressure head,

P A
= 0
W = z
s
c
g
g
+
c
g 2
v
2
A
+
P A

+ F
0 + 0,134
m
= 8,202 + 0,0796 +
= 8,4156 ft.lb
f
/lb

Tenaga pompa, P =
550
Q W
s
=
550
) 178 , 62 )( 032 , 0 )( 8,4156 (
= 0,030 hp
Tenaga pompa yang dibutuhkan =
Untuk efisiensi 80%, maka :
8 , 0
030 , 0
= 0,0375 hp
an daya pompa 0,5 hp
D.15
i ak pengendapan ke clarifier
sentrifugal
steel
Digunak

L Pompa Bak Pengendapan (P-102)
Fungs : memompa air dari b
Jenis : pompa
Jumlah : 1 unit
Bahan konstruksi : Carbon
Universitas Sumatera Utara
Kondisi operasi :
Temperatur : 30
o
C
Densitas air : 998 kg/m
3
= 62,178 lbm/ft
3
(Perry, 1999)
Viskositas air : 0,85 cP = 5,71 10
-4
lbm/ft.s (Perry, 1999)
2 606 kg/jam = 2
Laju alir volume, Q
Laju alir massa (F) : 3 73,2 ,004 lbm/det
:

F
=
3
/ 178 , 62 ft lbm
det / 2,004 lbm
= 0,032 ft
3
/s
iameter optim , D merhouse, 2003)
32)
0,45
(62,178)
0,13

pendix A-5 Geankoplis) dipilih :
in
8 ft
: 0,01414 ft
2
Kecepatan linier, v =
D um
e
= 3,9 Q
0,45

0,13
(Tim
= 3,9 (0,0
= 1,417 in
Digunakan pipa dengan spesifikasi (Ap
Ukuran pipa nominal : 1
Schedule pipa : 40
Diameter dalam (ID) : 1,610 in = 0,134 ft
Diameter luar (OD) : 1,900 in = 0,15
Luas penampang dalam (Ai)
2
3
01414 , 0
/ 032 , 0
ft
s ft
i
A
Q
= = 2,263 ft/s
Bilangan Reynold, N =

Re

D v
=
4
10 . 71 , 5
) 134 , 0 )( 263 , 2 )( 178 , 62 (

= 33020,983
l,
Kekasaran relatif =
Untuk Carbon stee = 0,00085 ft
006 , 0
134 , 0
00085 , 0
= =
ID
c

3
25 , 0 25 , 0
10 . 86 , 5
33020,983
079 , 0
Re
079 , 0

= =
N
Untuk aliran turbulen, f =
Instalasi pipa :
Panjang pipa vertikal, L
1
= 4 m = 13,123 ft
Panjang pipa horizontal, L
2
= 5 m = 16,404 ft
/D = 13, Appendix C-2a, Foust, 1980)
D = 30, Appendix C-2a, Foust, 1980)
1 buah gate valve fully open (L
L
3
= 1 13 0,134 = 1,742 ft
1 buah elbow standard 90
o
(L/
L
4
= 1 30 0,134 = 4,02 ft
Universitas Sumatera Utara
Panjang pipa total (L) = 13,123 + 16,404 + 1,742 + 4,02 = 35,289 ft
Faktor gesekan, F =
D g
L v f
c
2
2

=
) 134 , 0 )( 174 , 32 ( 2
) 289 , 35 ( ) 263 , 2 )( 10 . 86 , 5 (
2 3

f
/lbm
an 2 ft
Static head, z
= 0,123 ft.lb
Tinggi pemompa , z = 2,5 m = 8,20
c
g
g
= 8,202 ft.lb
f
/lbm
Velocity head,
c
g
v
2
2
A
=
174 , 32 2
263 , 2
2

= 0,0796
Pressure head,

P A
= 0
W = z
s
c
g
g
+
c
g 2
v
2
A
+
P A

+ F
0 + 0,134

= 8,202 + 0,0796 +
= 8,4156 ft.lb
f
/lbm

Tenaga pompa, P =
550
Q W
s
=
550
) 178 , 62 )( 032 , 0 )( 8,4156 (
= 0,030 hp
Tenaga pompa yang dibutuhkan =
Untuk efisiensi 80%, maka :
8 , 0
030 , 0
= 0,0375 hp
Digunakan daya pompa 0,5 hp
D.16
i )
3
ke clarifier
sentrifugal
steel
3
(Perry, 1999)
Laju alir massa (F) : 0,1637 kg/jam = 0,0001 lbm/det


L Pompa Tangki Al
2
(SO
4
)
3
(P-103)
Fungs : memompa Al
2
(SO
4
Jenis : pompa
Jumlah : 1 unit
Bahan konstruksi : Carbon
Kondisi operasi :
Temperatur : 30
o
C
Densitas Al
2
(SO
4
)
3
: 87,93 lbm/ft
3
(Perry, 1999)
Viskositas Al
2
(SO
4
) : 6,719 10
-4
lbm/ft.s
Universitas Sumatera Utara
Laju alir volume, Q :

F
=
3
/ 93 , 87
det / 0001 , 0
ft lbm
lbm
= 1,14.10
-6
ft
3
/s
Diameter optimum, D
e
= 3,9 Q
0,45

0,13
(Timmerhouse, 2003)
= 3,9 (1,14.10
-6
)
0,45
(87,93)
0,13

= 0,015 in
Digunakan pipa dengan spesifikasi (Appendix A-5 Geankoplis) dipilih :
Ukuran pipa nominal : 1/8 in
Schedule pipa : 40
Diameter dalam (ID) : 0,269 in = 0,022 ft
Diameter luar (OD) : 0,405 in = 0,034 ft
Luas penampang dalam (Ai) : 0,00040 ft
2

Kecepatan linier, v =
i
A
Q
=
2
3 -6
0,00040
/ 1,14.10
ft
s ft
= 2,85.10
-3
ft/s
Bilangan Reynold, N
Re
=

D v
=
4
-3
10 . 719 , 6
) 022 , 0 )( 2,85.10 )( 93 , 87 (

= 8,205
Untuk Carbon steel, = 0,00085 ft
Kekasaran relatif = 039 , 0
022 , 0
00085 , 0
= =
ID
c

Untuk aliran laminar, f = 95 , 1
8,205
16
Re
16
= =
N

Instalasi pipa :
Panjang pipa vertikal, L
1
= 6 m = 19,685 ft
Panjang pipa horizontal, L
2
= 6 m = 19,685 ft
1 buah gate valve fully open (L/D = 13, Appendix C-2a, Foust, 1980)
L
3
= 1 13 0,022 = 0,286 ft
1 buah elbow standard 90
o
(L/D = 30, Appendix C-2a, Foust, 1980)
L
4
= 1 30 0,022 = 0,660 ft
Panjang pipa total (L) = 19,685 + 19,685 + 0,286 + 0,660 = 40,316 ft
Faktor gesekan, F =
D g
L v f
c
2
2

=
) 022 , 0 )( 174 , 32 ( 2
) 602 , 40 ( ) 2,85.10 )( 95 , 1 (
2 -3

= 4,51.10
-4
ft.lb
f
/lbm
Tinggi pemompaan, z = 5,7 m = 18,7 ft
Universitas Sumatera Utara
Static head, z
c
g
g
= 18,7 ft.lb
f
/lbm
Velocity head,
c
g
v
2
2
A
=
174 , 32 2
) 2,85.10 (
2 -3

= 1,262.10
-7

Pressure head,

P A
= 0
W
s
= z
c
g
g
+
c
g
v
2
2
A
+

P A
+ F
= 18,7 + 1,262.10
-7
+ 0 + 4,510.10
-6

= 18,700 ft.lb
f
/lbm
Tenaga pompa, P =
550
Q W
s
=
550
) 93 , 87 )( 1,14.10 )( 700 , 18 (
-6
= 3,41.10
-6
hp
Untuk efisiensi 80%, maka :
Tenaga pompa yang dibutuhkan =
8 , 0
3,41.10
-6
= 4,263.10
-6
hp
Digunakan daya pompa 0,5 hp

LD.17 Pompa Tangki Na
2
CO
3
(P-104)
Fungsi : memompa Na
2
CO
3
ke clarifier
Jenis : pompa sentrifugal
Jumlah : 1 unit
Bahan konstruksi : Carbon steel
Kondisi operasi :
Temperatur : 30
o
C
Densitas Na
2
CO
3
: 82,842 lbm/ft
3
(Perry, 1999)
Viskositas Na
2
CO
3
: 3,689 10
-4
lbm/ft.s (Perry, 1999)
Laju alir massa (F) : 0,0884 kg/jam = 0,00005 lbm/det
Laju alir volume, Q :

F
=
3
/ 842 , 82
det / 00005 , 0
ft lbm
lbm
= 6,035.10
-7
ft
3
/s
Diameter optimum, D
e
= 3,9 Q
0,45

0,13
(Timmerhouse, 2003)
= 3,9 (6,035.10
-7
)
0,45
(82,842)
0,13

= 0,011 in
Universitas Sumatera Utara
Digunakan pipa dengan spesifikasi (Appendix A-5 Geankoplis) dipilih :
Ukuran pipa nominal : 1/8 in
Schedule pipa : 40
Diameter dalam (ID) : 0,269 in = 0,022 ft
Diameter luar (OD) : 0,405 in = 0,034 ft
Luas penampang dalam (Ai) : 0,00040 ft
2

Kecepatan linier, v =
i
A
Q
=
2
3 -7
00040 , 0
/ 6,035.10
ft
s ft
= 1,509.10
-3
ft/s
Bilangan Reynold, N
Re
=

D v
=
4
-3
10 . 689 , 3
) 022 , 0 )( 1,509.10 )( 842 , 82 (

= 7,455
Untuk Carbon steel, = 0,00085 ft
Kekasaran relatif = 039 , 0
022 , 0
00085 , 0
= =
ID
c

Untuk aliran laminar, f = 146 , 2
7,455
16
Re
16
= =
N

Instalasi pipa :
Panjang pipa vertikal, L
1
= 6 m = 19,685 ft
Panjang pipa horizontal, L
2
= 6 m = 19,685 ft
1 buah gate valve fully open (L/D = 13, Appendix C-2a, Foust, 1980)
L
3
= 1 13 0,022 = 0,286 ft
1 buah elbow standard 90
o
(L/D = 30, Appendix C-2a, Foust, 1980)
L
4
= 1 30 0,022 = 0,660 ft
Panjang pipa total (L) = 19,685 + 19,685 + 0,286 + 0,660 = 40,316 ft
Faktor gesekan, F =
D g
L v f
c
2
2

=
) 022 , 0 )( 174 , 32 ( 2
) 316 , 40 ( ) 1,509.10 )( 146 , 2 (
2 -3

= 1,392.10
-4
ft.lb
f
/lbm
Tinggi pemompaan, z = 5,7 m = 18,7 ft
Static head, z
c
g
g
= 18,7 ft.lb
f
/lbm
Velocity head,
c
g
v
2
2
A
=
174 , 32 2
) 1,509.10 (
2 -3

= 3,0539.10
-8
Universitas Sumatera Utara
Pressure head,

P A
= 0
W
s
= z
c
g
g
+
c
g
v
2
2
A
+

P A
+ F
= 18,7 + 3,0539.10
-8
+ 0 + 1,392.10
-4

= 18,700 ft.lb
f
/lbm
Tenaga pompa, P =
550
Q W
s
=
550
) 842 , 82 )( 6,035.10 )( 700 , 18 (
-7
= 1,69.10
-6
hp
Untuk efisiensi 80%, maka :
Tenaga pompa yang dibutuhkan =
8 , 0
1,69.10
-6
= 2,1125.10
-6
hp
Digunakan daya pompa 0,5 hp

LD.18 Pompa Sand Filter (P-105)
Fungsi : memompa air dari sand filter ke menara air
Jenis : pompa sentrifugal
Jumlah : 1 unit
Bahan konstruksi : Carbon steel
Kondisi operasi :
Temperatur : 30
o
C
Densitas air : 998 kg/m
3
= 62,178 lbm/ft
3
(Perry, 1999)
Viskositas air : 0,85 cP = 5,71 10
-4
lbm/ft.s (Perry, 1999)
Laju alir massa (F) : 3273,5127 kg/jam = 2,005 lbm/det
Laju alir volume, Q :

F
=
3
/ 178 , 62
det / 005 , 2
ft lbm
lbm
= 0,0322 ft
3
/s
Diameter optimum, D
e
= 3,9 Q
0,45

0,13
(Timmerhouse, 2003)
= 3,9 (0,0322)
0,45
(62,178)
0,13

= 1,422 in
Digunakan pipa dengan spesifikasi (Appendix A-5 Geankoplis) dipilih :
Ukuran pipa nominal : 1 in
Schedule pipa : 40
Diameter dalam (ID) : 1,610 in = 0,134 ft
Universitas Sumatera Utara
Diameter luar (OD) : 1,900 in = 0,158 ft
Luas penampang dalam (Ai) : 0,01414 ft
2

Kecepatan linier, v =
i
A
Q
=
2
3
01414 , 0
/ 0322 , 0
ft
s ft
= 2,277 ft/s
Bilangan Reynold, N
Re
=

D v
=
4
10 . 71 , 5
) 134 , 0 )( 277 , 2 )( 178 , 62 (

= 33225,226
Untuk Carbon steel, = 0,00085 ft
Kekasaran relatif = 006 , 0
134 , 0
00085 , 0
= =
ID
c

Untuk aliran turbulen, f =
3
25 , 0 25 , 0
10 . 85 , 5
226 , 3225 3
079 , 0
Re
079 , 0

= =
N

Instalasi pipa :
Panjang pipa vertikal, L
1
= 8,5 m = 27,887 ft
Panjang pipa horizontal, L
2
= 8,5 m = 27,88 ft
1 buah gate valve fully open (L/D = 13, Appendix C-2a, Foust, 1980)
L
3
= 1 13 0,134 = 1,742 ft
1 buah elbow standard 90
o
(L/D = 30, Appendix C-2a, Foust, 1980)
L
4
= 1 30 0,134 = 4,02 ft
Panjang pipa total (L) = 27,887 + 27,887 + 1,742 + 4,02 = 61,536 ft
Faktor gesekan, F =
D g
L v f
c
2
2

=
) 134 , 0 )( 174 , 32 ( 2
) 536 , 61 ( ) 277 , 2 )( 10 . 85 , 5 (
2 3

= 0,216 ft.lb
f
/lbm
Tinggi pemompaan, z = 5 m = 16,404 ft
Static head, z
c
g
g
= 16,404 ft.lb
f
/lbm
Velocity head,
c
g
v
2
2
A
=
174 , 32 2
277 , 2
2

= 0,0806
Pressure head,

P A
= 0
W
s
= z
c
g
g
+
c
g
v
2
2
A
+

P A
+ F
= 16,404 + 0,0806 + 0 + 0,216
Universitas Sumatera Utara
= 16,701 ft.lb
f
/lbm
Tenaga pompa, P =
550
Q W
s
=
550
) 178 , 62 )( 0322 , 0 )( 16,701 (
= 0,0608 hp
Untuk efisiensi 80%, maka :
Tenaga pompa yang dibutuhkan =
8 , 0
0608 , 0
= 0,076 hp
Digunakan daya pompa 1 hp

LD.19 Pompa Water Cooling Tower (P-106)
Fungsi : mendistribusikan air pendingin
Jenis : pompa sentrifugal
Jumlah : 1 unit
Bahan konstruksi : Carbon steel
Kondisi operasi :
Temperatur : 30
o
C
Densitas air : 998 kg/m
3
= 62,178 lbm/ft
3
(Perry, 1999)
Viskositas air : 0,8937 cP = 6,005 10
-4
lbm/ft.s (Perry, 1999)
Laju alir massa (F) : 2850,34132 kg/jam = 1,745 lbm/det
Laju alir volume, Q :

F
=
3
/ 178 , 62
det / 1,745
ft lbm
lbm
= 0,028 ft
3
/s
Diameter optimum, D
e
= 3,9 Q
0,45

0,13
(Timmerhouse, 2003)
= 3,9 (0,028)
0,45
(62,178)
0,13

= 1,335 in
Digunakan pipa dengan spesifikasi (Appendix A-5 Geankoplis) dipilih :
Ukuran pipa nominal : 1 in
Schedule pipa : 40
Diameter dalam (ID) : 1,610 in = 0,134 ft
Diameter luar (OD) : 1,900 in = 0,158 ft
Luas penampang dalam (Ai) : 0,01414 ft
2

Kecepatan linier, v =
i
A
Q
=
2
3
01414 , 0
/ 028 , 0
ft
s ft
= 1,98 ft/s
Universitas Sumatera Utara
Bilangan Reynold, N
Re
=

D v
=
4
10 . 005 , 6
) 134 , 0 )( 98 , 1 )( 178 , 62 (

= 27472,22
Untuk Carbon steel, = 0,00085 ft
Kekasaran relatif = 006 , 0
134 , 0
00085 , 0
= =
ID
c

Untuk aliran turbulen, f =
3
25 . 0 25 , 0
10 . 14 , 6
22 , 27472
079 , 0
Re
079 , 0

= =
N

Instalasi pipa :
Panjang pipa vertikal, L
1
= 8 m = 26,246 ft
Panjang pipa horizontal, L
2
= 8 m = 26,246 ft
1 buah gate valve fully open (L/D = 13, Appendix C-2a, Foust, 1980)
L
3
= 1 13 0,134 = 1,742 ft
1 buah elbow standard 90
o
(L/D = 30, Appendix C-2a, Foust, 1980)
L
4
= 1 30 0,134 = 4,02 ft
Panjang pipa total (L) = 26,246 + 26,246 + 1,742 + 4,02 = 58,254 ft
Faktor gesekan, F =
D g
L v f
c
2
2

=
) 134 , 0 )( 174 , 32 ( 2
) 254 , 58 ( ) 98 , 1 )( 10 . 14 , 6 (
2 3

= 0,429 ft.lb
f
/lbm
Tinggi pemompaan, z = 5 m = 16,404 ft
Static head, z
c
g
g
= 16,404 ft.lb
f
/lbm
Velocity head,
c
g
v
2
2
A
=
174 , 32 2
98 , 1
2

= 0,031
Pressure head,

P A
= 0
W
s
= z
c
g
g
+
c
g
v
2
2
A
+

P A
+ F
= 16,404 + 0,031 + 0 + 0,429
= 16,864 ft.lb
f
/lbm
Tenaga pompa, P =
550
Q W
s
=
550
) 178 , 62 )( 028 , 0 )( 16,864 (
= 0,053 hp
Untuk efisiensi 80%, maka :
Universitas Sumatera Utara
Tenaga pompa yang dibutuhkan =
8 , 0
053 , 0
= 0,07 hp
Digunakan daya pompa 0,5 hp

LD.20 Pompa Tangki H
2
SO
4
(P-107)
Fungsi : memompa H
2
SO
4
ke Cation Exchanger
Jenis : pompa sentrifual
Jumlah : 1 unit
Bahan konstruksi : Carbon steel
Kondisi operasi :
Temperatur : 30
o
C
Densitas H
2
SO
4
: 1387 kg/m
3
= 86,587 lbm/ft
3
(Perry, 1999)
Viskositas H
2
SO
4
: 3,7 10
-3
lbm/ft.s (Perry, 1999)
Laju alir massa (F) : 1,818 kg/jam = 0,001 lbm/det
Laju alir volume, Q :

F
=
3
/ 587 , 86
det / 001 , 0
ft lbm
lbm
= 1,155.10
-5
ft
3
/s
Diameter optimum, D
e
= 3,9 Q
0,45

0,13
(Timmerhouse, 2003)
= 3,9 (1,155.10
-5
)
0,45
(86,587)
0,13

= 0,070 in
Digunakan pipa dengan spesifikasi (Appendix A-5 Geankoplis) dipilih :
Ukuran pipa nominal : 1/8 in
Schedule pipa : 40
Diameter dalam (ID) : 0,269 in = 0,022 ft
Diameter luar (OD) : 0,405 in = 0,034 ft
Luas penampang dalam (Ai) : 0,00040 ft
2

Kecepatan linier, v =
i
A
Q
=
2
3 5
00040 , 0
/ 10 . 155 , 1
ft
s ft

= 0,029 ft/s
Bilangan Reynold, N
Re
=

D v
=
4
10 . 005 , 6
) 022 , 0 )( 029 , 0 )( 587 , 86 (

= 91,590
Untuk Carbon steel, = 0,00085 ft
Kekasaran relatif = 039 , 0
022 , 0
00085 , 0
= =
ID
c

Universitas Sumatera Utara
Untuk aliran turbulen, f = 175 , 0
590 , 91
16
Re
16
= =
N

Instalasi pipa :
Panjang pipa vertikal, L
1
= 1 m = 3,281 ft
Panjang pipa horizontal, L
2
= 5 m = 16,404 ft
1 buah gate valve fully open (L/D = 13, Appendix C-2a, Foust, 1980)
L
3
= 1 13 0,022 = 0,572 ft
1 buah elbow standard 90
o
(L/D = 30, Appendix C-2a, Foust, 1980)
L
4
= 1 30 0,022 = 0,660 ft
Panjang pipa total (L) = 3,281 + 16,404 + 0,572 + 0,660 = 20,917 ft
Faktor gesekan, F =
D g
L v f
c
2
2

=
) 022 , 0 )( 174 , 32 ( 2
) 917 , 20 ( ) 029 , 0 )( 175 , 0 (
2

= 2,174.10
-3
ft.lb
f
/lbm
Tinggi pemompaan, z = 1 m = 3,281 ft
Static head, z
c
g
g
= 3,281 ft.lb
f
/lbm
Velocity head,
c
g
v
2
2
A
=
174 , 32 2
029 , 0
2

= 1,307.10
-5

Pressure head,

P A
= 0
W
s
= z
c
g
g
+
c
g
v
2
2
A
+

P A
+ F
= 3,281 + 1,307.10
-5
+ 0 + 2,174.10
-3

= 3,283 ft.lb
f
/lbm
Tenaga pompa, P =
550
Q W
s
=
550
) 587 , 86 )( 10 . 155 , 1 )( 283 , 3 (
5
= 5,969.10
-6
hp
Untuk efisiensi 80%, maka :
Tenaga pompa yang dibutuhkan =
8 , 0
10 . 969 , 5
6
= 7,461.10
-6
hp
Digunakan daya pompa 0,5 hp


Universitas Sumatera Utara
LD.21 Pompa Tangki NaOH (P-108)
Fungsi : memompa NaOH ke Anion Exchanger
Jenis : pompa sentrifual
Jumlah : 1 unit
Bahan konstruksi : Carbon steel
Kondisi operasi :
Temperatur : 30
o
C
Densitas NaOH : 1520,3 kg/m
3
= 94,909 lbm/ft
3
(Perry, 1999)
Viskositas NaOH : 4,302 10
-4
lbm/ft.s (Perry, 1999)
Laju alir massa (F) : 0,946 kg/jam = 0,0006 lbm/det
Laju alir volume, Q :

F
=
3
/ 909 , 94
det / 0006 , 0
ft lbm
lbm
= 6,322.10
-6
ft
3
/s
Diameter optimum, D
e
= 3,9 Q
0,45

0,13
(Timmerhouse, 2003)
= 3,9 (6,322.10
-6
)
0,45
(94,909)
0,13

= 0,257 in
Digunakan pipa dengan spesifikasi (Appendix A-5 Geankoplis) dipilih :
Ukuran pipa nominal : in
Schedule pipa : 40
Diameter dalam (ID) : 0,364 in = 0,030 ft
Diameter luar (OD) : 0,540 in = 0,045 ft
Luas penampang dalam (Ai) : 0,00072 ft
2

Kecepatan linier, v =
i
A
Q
=
2
3 6
00072 , 0
/ 10 . 322 , 6
ft
s ft

= 0,009 ft/s
Bilangan Reynold, N
Re
=

D v
=
4
10 . 302 , 4
) 030 , 0 )( 009 , 0 )( 909 , 94 (

= 60,437
Untuk Carbon steel, = 0,00085 ft
Kekasaran relatif = 028 , 0
030 , 0
00085 , 0
= =
ID
c

Untuk aliran turbulen, f = 265 , 0
437 , 60
16
Re
16
= =
N



Universitas Sumatera Utara
Instalasi pipa :
Panjang pipa vertikal, L
1
= 1 m = 3,281 ft
Panjang pipa horizontal, L
2
= 5 m = 16,404 ft
1 buah gate valve fully open (L/D = 13, Appendix C-2a, Foust, 1980)
L
3
= 1 13 0,030 = 0,780 ft
1 buah elbow standard 90
o
(L/D = 30, Appendix C-2a, Foust, 1980)
L
4
= 1 30 0,030 = 0,900 ft
Panjang pipa total (L) = 3,281 + 16,404 + 0,780 + 0,900 = 21,365 ft
Faktor gesekan, F =
D g
L v f
c
2
2

=
) 030 , 0 )( 174 , 32 ( 2
) 365 , 21 ( ) 009 , 0 )( 265 , 0 (
2

= 2,376.10
-4
ft.lb
f
/lbm
Tinggi pemompaan, z = 1 m = 3,281 ft
Static head, z
c
g
g
= 3,281 ft.lb
f
/lbm
Velocity head,
c
g
v
2
2
A
=
174 , 32 2
009 , 0
2

= 1,259.10
-6

Pressure head,

P A
= 0
W
s
= z
c
g
g
+
c
g
v
2
2
A
+

P A
+ F
= 3,281 + 1,259.10
-6
+ 0 + 2,376.10
-4
= 3,281 ft.lb
f
/lbm
Tenaga pompa, P =
550
Q W
s
=
550
) 909 , 94 )( 10 . 322 , 6 )( 281 , 3 (
6
= 3,579.10
-6
hp
Untuk efisiensi 80%, maka :
Tenaga pompa yang dibutuhkan =
8 , 0
10 . 579 , 3
5
= 4,474.10
-6
hp
Digunakan daya pompa 0,5 hp

LD.22 Pompa Cation Exchanger (P-109)
Fungsi : memompa air dari Cation Exchanger ke Anion
Exchanger
Jenis : pompa sentrifual
Universitas Sumatera Utara
Jumlah : 1 unit
Bahan konstruksi : Carbon steel
Kondisi operasi :
Temperatur : 30
o
C
Densitas air : 998 kg/m
3
= 62,178 lbm/ft
3
(Perry, 1999)
Viskositas air : 0,85 Cp = 5,72 10
-4
lbm/ft.s (Perry, 1999)
Laju alir massa (F) : 422,9193 kg/jam = 0,256 lbm/det
Laju alir volume, Q :

F
=
3
/ 178 , 62
det / 0,256
ft lbm
lbm
= 0,004 ft
3
/s
Diameter optimum, D
e
= 3,9 Q
0,45

0,13
(Timmerhouse, 2003)
= 3,9 (0,004)
0,45
(62,178)
0,13

= 0,556 in
Digunakan pipa dengan spesifikasi (Appendix A-5 Geankoplis) dipilih :
Ukuran pipa nominal : in
Schedule pipa : 40
Diameter dalam (ID) : 1,824 in = 0,152 ft
Diameter luar (OD) : 1,050 in = 0,087 ft
Luas penampang dalam (Ai) : 0,00371 ft
2

Kecepatan linier, v =
i
A
Q
=
2
3
00371 , 0
/ 004 , 0
ft
s ft
= 1,078 ft/s
Bilangan Reynold, N
Re
=

D v
=
4
10 . 72 , 5
) 152 , 0 )( 078 , 1 )( 178 , 62 (

= 17811,61
Untuk Carbon steel, = 0,00085 ft
Kekasaran relatif = 005 , 0
152 , 0
00085 , 0
= =
ID
c

Untuk aliran turbulen, f =
3
25 , 0 25 , 0
10 . 838 , 6
17811,61
079 , 0
Re
079 , 0

= =
N

Instalasi pipa :
Panjang pipa vertikal, L
1
= 5,5 m = 18,044 ft
Panjang pipa horizontal, L
2
= 5 m = 16,404 ft
1 buah gate valve fully open (L/D = 13, Appendix C-2a, Foust, 1980)
L
3
= 1 13 0,152 = 1,976 ft
Universitas Sumatera Utara
1 buah elbow standard 90
o
(L/D = 30, Appendix C-2a, Foust, 1980)
L
4
= 1 30 0,152 = 4,56 ft
Panjang pipa total (L) = 18,044 + 16,404 + 1,976 + 4,56 = 40,984 ft
Faktor gesekan, F =
D g
L v f
c
2
2

=
) 152 , 0 )( 174 , 32 ( 2
) 984 , 40 ( ) 078 , 1 )( 10 . 838 , 6 (
2 3

= 0,033 ft.lb
f
/lbm
Tinggi pemompaan, z = 5,4 m = 17,716 ft
Static head, z
c
g
g
= 17,716 ft.lb
f
/lbm
Velocity head,
c
g
v
2
2
A
=
174 , 32 2
078 , 1
2

= 0,018
Pressure head,

P A
= 0
W
s
= z
c
g
g
+
c
g
v
2
2
A
+

P A
+ F
= 17,716 + 0,018 + 0 + 0,033
= 17,767 ft.lb
f
/lbm
Tenaga pompa, P =
550
Q W
s
=
550
) 178 , 62 )( 004 , 0 )( 767 , 17 (
= 0,008 hp

Untuk efisiensi 80%, maka :
Tenaga pompa yang dibutuhkan =
8 , 0
008 , 0
= 0,001 hp
Digunakan daya pompa 0,5 hp

LD.23 Pompa Anion Exchanger (P-110)
Fungsi : memompa air dari Anion Exchanger ke Deaerator
Jenis : pompa sentrifual
Jumlah : 1 unit
Bahan konstruksi : Carbon steel
Kondisi operasi :
Temperatur : 30
o
C
Universitas Sumatera Utara
Densitas air : 998 kg/m
3
= 62,178 lbm/ft
3
(Perry, 1999)
Viskositas air : 0,85 Cp = 5,72 10
-4
lbm/ft.s (Perry, 1999)
Laju alir massa (F) : 425,683 kg/jam = 0,054 lbm/det
Laju alir volume, Q :

F
=
3
/ 178 , 62
det / 054 , 0
ft lbm
lbm
= 0,0008 ft
3
/s
Diameter optimum, D
e
= 3,9 Q
0,45

0,13
(Timmerhouse, 2003)
= 3,9 (0,0008)
0,45
(62,178)
0,13

= 0,269 in
Digunakan pipa dengan spesifikasi (Appendix A-5 Geankoplis) dipilih :
Ukuran pipa nominal : 3/8 in
Schedule pipa : 40
Diameter dalam (ID) : 0,493 in = 0,041 ft
Diameter luar (OD) : 0,675 in = 0,056 ft
Luas penampang dalam (Ai) : 0,00133 ft
2

Kecepatan linier, v =
i
A
Q
=
2
3
00133 , 0
/ 0008 , 0
ft
s ft
= 0,602 ft/s
Bilangan Reynold, N
Re
=

D v
=
4
10 . 72 , 5
) 041 , 0 )( 602 , 0 )( 178 , 62 (

= 2683,002
Untuk Carbon steel, = 0,00085 ft
Kekasaran relatif = 021 , 0
041 , 0
00085 , 0
= =
ID
c

Untuk aliran turbulen, f =
2
25 , 0 25 , 0
10 . 09 , 1
002 , 683 2
079 , 0
Re
079 , 0

= =
N

Instalasi pipa :
Panjang pipa vertikal, L
1
= 5,5 m = 18,044 ft
Panjang pipa horizontal, L
2
= 5 m = 16,404 ft
1 buah gate valve fully open (L/D = 13, Appendix C-2a, Foust, 1980)
L
3
= 1 13 0,041 = 0,533 ft
1 buah elbow standard 90
o
(L/D = 30, Appendix C-2a, Foust, 1980)
L
4
= 1 30 0,0416 = 1,230 ft
Panjang pipa total (L) = 18,044 + 16,404 + 0,533 + 1,230 = 36,211 ft
Universitas Sumatera Utara
Faktor gesekan, F =
D g
L v f
c
2
2

=
) 041 , 0 )( 174 , 32 ( 2
) 211 , 36 ( ) 602 , 0 )( 10 . 09 , 1 (
2 2

= 0,054 ft.lb
f
/lbm
Tinggi pemompaan, z = 5,4 m = 17,716 ft
Static head, z
c
g
g
= 17,716 ft.lb
f
/lbm
Velocity head,
c
g
v
2
2
A
=
174 , 32 2
602 , 0
2

= 0,009
Pressure head,

P A
= 0
W
s
= z
c
g
g
+
c
g
v
2
2
A
+

P A
+ F
= 17,716 + 0,009 + 0 + 0,054
= 17,779 ft.lb
f
/lbm
Tenaga pompa, P =
550
Q W
s
=
550
) 178 , 62 )( 0008 , 0 )( 779 , 17 (
= 0,0016 hp
Untuk efisiensi 80%, maka :
Tenaga pompa yang dibutuhkan =
8 , 0
0016 , 0
= 0,002 hp
Digunakan daya pompa 0,5 hp

LD.24 Pompa Deaerator (P-111)
Fungsi : memompa air dari Deaerator ke Boiler
Jenis : pompa sentrifual
Jumlah : 1 unit
Bahan konstruksi : Carbon steel
Kondisi operasi :
Temperatur : 30
o
C
Densitas air : 996 kg/m
3
= 62,178 lbm/ft
3
(Perry, 1999)
Viskositas air : 0,85 Cp = 5,72 10
-4
lbm/ft.s (Perry, 1999)
Laju alir massa (F) : 425,683 kg/jam = 0,054 lbm/det
Universitas Sumatera Utara
Laju alir volume, Q :

F
=
3
/ 178 , 62
det / 054 , 0
ft lbm
lbm
= 0,0008 ft
3
/s
Diameter optimum, D
e
= 3,9 Q
0,45

0,13
(Timmerhouse, 2003)
= 3,9 (0,0008)
0,45
(62,178)
0,13

= 0,269 in
Digunakan pipa dengan spesifikasi (Appendix A-5 Geankoplis) dipilih :
Ukuran pipa nominal : 3/8 in
Schedule pipa : 40
Diameter dalam (ID) : 0,493 in = 0,041 ft
Diameter luar (OD) : 0,675 in = 0,056 ft
Luas penampang dalam (Ai) : 0,00133 ft
2

Kecepatan linier, v =
i
A
Q
=
2
3
00133 , 0
/ 0008 , 0
ft
s ft
= 0,602 ft/s
Bilangan Reynold, N
Re
=

D v
=
4
10 . 72 , 5
) 041 , 0 )( 602 , 0 )( 178 , 62 (

= 2683,002
Untuk Carbon steel, = 0,00085 ft
Kekasaran relatif = 021 , 0
041 , 0
00085 , 0
= =
ID
c

Untuk aliran turbulen, f =
2
25 , 0 25 , 0
10 . 09 , 1
002 , 683 2
079 , 0
Re
079 , 0

= =
N

Instalasi pipa :
Panjang pipa vertikal, L
1
= 5,5 m = 18,044 ft
Panjang pipa horizontal, L
2
= 5 m = 16,404 ft
1 buah gate valve fully open (L/D = 13, Appendix C-2a, Foust, 1980)
L
3
= 1 13 0,041 = 0,533 ft
1 buah elbow standard 90
o
(L/D = 30, Appendix C-2a, Foust, 1980)
L
4
= 1 30 0,0416 = 1,230 ft
Panjang pipa total (L) = 18,044 + 16,404 + 0,533 + 1,230 = 36,211 ft
Faktor gesekan, F =
D g
L v f
c
2
2

=
) 041 , 0 )( 174 , 32 ( 2
) 211 , 36 ( ) 602 , 0 )( 10 . 09 , 1 (
2 2

= 0,054 ft.lb
f
/lbm
Tinggi pemompaan, z = 5,4 m = 17,716 ft
Universitas Sumatera Utara
LD-42
Static head, z
c
g
g
= 17,716 ft.lb
f
/lbm
Velocity head,
c
g
v
2
2
A
=
174 , 32 2
602 , 0
2

= 0,009
Pressure head,

P A
= 0
W
s
= z
c
g
g
+
c
g
v
2
2
A
+

P A
+ F
= 17,716 + 0,009 + 0 + 0,054
= 17,779 ft.lb
f
/lbm
Tenaga pompa, P =
550
Q W
s
=
550
) 178 , 62 )( 0008 , 0 )( 779 , 17 (
= 0,0016 hp
Untuk efisiensi 80%, maka :
Tenaga pompa yang dibutuhkan =
8 , 0
0016 , 0
= 0,002 hp
Digunakan daya pompa 0,5 hp


Universitas Sumatera Utara
LAMPIRAN E
PERHITUNGAN ANALISA EKONOMI


Dalam rancangan pabrik pembuatan minyak nilam digunakan asumsi :
1. Pabrik beroperasi selama 300 hari.
2. Kapasitas produksi 900 ton/tahun
3. Perhitungan didasarkan pada alat yang terpasang.
4. Nilai tukar Dolar terhadap Rupiah adalah 1 US$ = Rp 9.334,-
(Medan Bisnis, 03 November 2007)

E.1. Modal Investasi Tetap (MIT)
E.1.1 Modal Investasi Tetap Langsung (MITL)
Modal investasi tetap langsung adalah semua modal yang diperlukan
untuk membeli peralatan pabrik atau fasilitas produksi.
a. Modal Pembelian Tanah
Biaya tanah pabrik diperkirakan Rp. 500.000,-/m
2
(BPS NAD, 2007)
Luas tanah seluruhnya = 7.555 m
2

Harga tanah seluruhnya = 7.555 m
2
x Rp 500.000,-/m
2
= Rp 3.777.500.000,-
Biaya perataan tanah diperkirakan 10 % dari harga tanah (Timmerhaus, 2003)
Biaya perataan tanah = 0,01 x Rp 3.777.500.000,- = Rp 37.775.000,-
Biaya administrasi pertanahan = 0,02 x Rp 3.777.500.000,- = Rp 75.550.000,-
Total biaya tanah = Rp 3.777.500.000,- + Rp 37.775.000,- + Rp 75.550.000,-
= Rp 3.890.825.000,-








Universitas Sumatera Utara
b. Biaya Bangunan
Tabel E.1 Perincian harga bangunan
No Jenis Area Luas Harga/m
2
Jumlah
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
Areal proses
Areal produk
Unit pengolahan air
Ruang boiler
Unit pembangkit listrik
Gudang bahan
Unit pengolahan limbah
Ruang kontrol
Laboratorium
Bengkel
Gudang peralatan
Perkantoran/Perpustakaan
Ruang ibadah
Poliklinik
Areal parkir
Taman
Pos jaga (1 pos jaga)
Areal perluasan
Kantin
Jalan + faktor kelonggaran (20%)
2000
500
1500
200
150
200
100
120
50
100
50
300
50
50
100
50
5
1000
30
1000
1.500.000
1.500.000
1.000.000
1.000.000
1.000.000
1.000.000
1.000.000
1.200.000
1.350.000
1.000.000
1.000.000
1.200.000
700.000
900.000
500.000
300.000
500.000
-
500.000
-
3.000.000.000
750.000.000
1.500.000.000
200.000.000
150.000.000
200.000.000
100.000.000
144.000.000
67.500.000
100.000.000
50.000.000
360.000.000
35.000.000
45.000.000
50.000.000
15.000.000
2.500.000
-
15.000.000
-
Total 7.555 6.784.000.000

Perincian Harga Alat
Peralatan diperoleh dari daerah lokal dan import, untuk harga peralatan
impor dapat ditentukan dengan menggunakan persamaan estimasi berikut ini
|
|
.
|

\
|
|
|
.
|

\
|
=
Iy
Ix
X
X
Cy Cx
m
1
2
(Timmerhause, 2003)


Universitas Sumatera Utara
Dimana :
Cx = Harga alat pada tahun 2007
Cy = Harga alat pada tahun yang tersedia
X
1
= Kapasitas alat tersedia
X
2

= Kapasitas alat yang diinginkan
Ix = Indeks harga pada tahun 2007
Iy = Indeks harga pada tahun yang tersedia
m = Faktor eksponensial untuk kapasitas (tergantung jenis alat)
Untuk menghitung harga semua peralatan pabrik, digunakan metode
Marshall R Swift Equipment Cost Index. Indeks yang digunakan adalah
Chemical Engineering Plant Cost Index dengan basis indeks pada tahun 2002
sebesar 1.116,9 (Timmerhaus, 2004). Untuk mencari indeks harga pada tahun
2007 digunakan persamaan regresi linear, yaitu : Y = ax + b
Dimana a dan b dapat dicari melalui data sebagai berikut :

Tabel LE-2. Data Indeks Harga Chemical Engineering (CE)
Tahun Xi Indeks (Yi) Yi
2
Xi
2
Xi.Yi
1997 0 1.063,7 1.131.457,69 0 0
1998 1 1.077,1 1.160.144,41 1 1.077,1
1999 2 1.081,9 1.170.507,61 4 2.163,8
2000 3 1.097,7 1.204.945,29 9 3.293,1
2001 4 1.106,9 1.225.227,61 16 4.427,6
2002 5 1.116,9 1.247.465,61 25 5.584,5
Jumlah 15 6.544,2 7.139.748,22 55 16.546,1
(Perry, 1997)

Untuk menentukan indeks harga pada tahun 2007 digunakan metode regresi
koifisien kolerasi :

| |
( ) ( ) ( ) ( )
2
i
2
i
2
i
2
i
i i i i
Y Y . n x X X . n
Y . X Y . X . n
r


=
Dengan memasukkan harga harga pada tabel E 2, maka diperoleh harga
koefisien kolerasi :
Universitas Sumatera Utara

( )( ) ( )( ) | |
( )( ) ( ) | | ( )( ) ( ) | |
1 0,9948
6544,2 7139748,22 6 x 15 55 6
6544,2 15 16546,1 6
r
2 2
~ =


=
Harga koefisien yang mendekati +1 menyatakan bahwa terdapat hubungan
linier antara variabel X dan Y, sehingga persamaan regresi yang mendekati adalah
persamaan regresi linier.
Persamaan umum regresi linier, Y = a + b . Y
Dengan : Y = indeks harga pada tahun yang dicari (2005)
X = variabel yahun ke n 1
a, b = tetapan persamaan regresi
Untuk mengetahui harga indeks tahun yang diinginkan, lebih dahulu dicari
tetapan a dan b.
a = Y b . X
b =
( ) ( ) | |
( ) ( )
2
1
2
i
i i i i
X X . n
Y . X Y . X . n
r


=
Jika disubtitusikan harga pada tabel E 2, maka diperoleh harga :
b =
( )( ) ( )( ) | |
( )( )
71 , 13
) 15 ( 55 6
6544,2 15 16546,1 6
b
2
=

=
Y = 7 , 090 1
6
6544,2
n
Y
i
= =


X = 5 , 2
6
15
n
X
i
= =


Maka a = 1090,7 (10,6057 x 2,5) = 1064,19
Sehingga persamaan regresi liniernya adalah :
Y = a + b . X
Y = 1064,19 + 13,71 . X
Dengan demikian, harga indeks pada tahun 2007 (n = 10, tahun yang ke 10
maka X = 9) adalah :
Y = 1064,19 + (13,71 x 9)
Y = 1187,58
Harga faktor oksponensial (m) kapasitas yang digunakan adalah harga
eksponen Marshall dan Swift yang dapat dilihat pada buku Plant Design and
Universitas Sumatera Utara
Economics for Chemical Engineers, Timmerhaus, untuk alat yang tidak tersedia,
faktor eksponennya dianggap 0,6. (Timmerhaus, 2004)

Contoh perhitungan :
1. Nama Alat : Tangki Penyimpanan Etanol (T-101)
Jumlah : 5 buah
Volume (X
2
) : 855,2336 m
3
(Lamp.C)
Untuk Tangki Penyimpanan Etanol (T-101) pada volume tangki
X
1
= 1000 m
3

Cy = US $ 30.000 (Timmerhaus, 2004)
Ix = 1187,58
Iy = 746
Cx = US$ 30.000 x =
|
.
|

\
|
|
.
|

\
|
746
58 , 1187
1000
2336 , 855
6 , 0
x US $ 43.480,66
Harga = 43.480,66 x Rp 9.334,- = Rp 405.849.000,-

2. Nama Alat : Heater (HE-101)
Jumlah : 1 buah
Luas perpindahan panas (X
2
) : 591,4084 ft
2
= 54,95 m
2
(Lamp.C)
Untuk Heater (HE-101) pada volume tangki
X
1
= 100 m
2

Cy = US $ 20.000 (Timmerhaus, 2004)
Ix = 1187,58
Iy = 746
Cx = US$ 20.000 x = |
.
|

\
|
|
.
|

\
|
746
58 , 1187
100
95 , 54
6 , 0
x US $ 22.229,75
Harga = US $ 22.229,75 x Rp 9.375,- = Rp 207.500.000,-

3. Nama Alat : Cooler (CD-101)
Jumlah : 1 buah
Luas perpindahan panas (X
2
) : 57,2815 ft
2
= 5,322 m
2
(Lamp.C)
Untuk Cooler (CD-101) pada volume tangki
Universitas Sumatera Utara
X
1
= 10 m
2
Cy = US $ 10.000 (Timmerhaus, 2004)
Ix = 1187,58
Iy = 746
Cx = US$ 10.000 x =
|
.
|

\
|
|
.
|

\
|
746
58 , 1187
10
322 , 5
6 , 0
x US $ 10.903,58
Harga = US $ 10.903,58 x Rp 9.334,- = Rp 101.775.000,-

Tabel E-2 Daftar Harga Alat Proses
No Jenis Alat Kode Jumlah @ Harga Harga Total
1. Tangki Etanol T-101 5 405.849.000 2.029.245.000
2. Tangki Minyak Nilam T-102 1 117.099.000 117.099.000
3. Roll Cutter R-101 1 250.000.000 250.000.000
4. Bucket Elevator B-101 1 145.780.000 145.780.000
5. Ekstraktor Mixer EM-101 1 406.720.000 406.720.000
6. Rotary Filter F-101 1 125.000.000 125.000.000
7. Bak Penampung BP-101 1 20.000.000 20.000.000
8. Flash Drum FD-101 1 135.000.000 242.570.000
9. Cooler CD-101 1 101.775.000 101.775.000
10. Condensor CD-102 1 165.032.000 165.032.000
11. Heater HE-101 1 207.500.000 207.500.000
12. Pompa I P-101 1 5.374.250 5.374.250
13. Pompa II P-102 1 5.374.250 5.374.250
14. Pompa III P-103 1 5.374.250 5.374.250
15. Pompa IV P-104 1 5.374.250 5.374.250
16. Pompa V P-105 1 5.374.250 5.374.250
Total 3.837.592.250





Universitas Sumatera Utara
Tabel LE-3 Perincian Harga Alat Utilitas
No Nama alat Kode Harga/unit Unit Jumlah
1. Bak pengendapan I BP-02 10.000.000 1 20.000.000
2. Clarifier Cl-01 618.548.000 1 618.548.000
3. Sand filter SF-01 150.974.000 1 150.974.000
4. Menara air MA-01 8.000.000 1 8.000.000
5. Cation exchanger CE 110.797.000 1 110.797.000
6. Anion exchanger AE 110.797.000 1 110.797.000
7. Deaerator DA 151.475.000 1 151.475.000
8. Boiler ZU 334.799.000 1 334.799.000
9. Water Cooling Tower WCT 16.780.000 1 16.780.000
10. Tangki Pelarutan Alum T-01 1.514.000 1 1.514.000
11. Tangki Na
2
CO
3
T-02 1.514.000 1 1.514.000
12. Tangki NaOH T-03 1.514.000 1 1.514.000
13. Tangki H
2
SO
4
T-04 1.514.000 1 1.514.000
14. Pompa air P-01,02,03 5.785.000 3 17.355.000
15. Pompa dimenirelisasi P-04,05,06 2.487.000 3 7.461.000
Total 1.553.042.000

Total harga peralatan proses dan utilitas :
= Rp 3.837.592.250,- + Rp 1.553.042.000,-
= Rp 5.390.634.250,-
Untuk harga alat sampai di lokasi pabrik ditambah biaya sebagai berikut :
Biaya transportasi : 0,5%
PPN : 10%
PPh : 10%
Biaya gudang pelabuhan : 0,5%
Biaya administrasi : 0,5%
Biaya tak terduga : 0,5% (Timmerhause, 2003)
Total : 22%


Universitas Sumatera Utara
Harga alat sampai dilokasi pabrik :
= 1,22 x Rp 5.390.634.250,-
= Rp. 6.576.573.785,-
Biaya pemasangan diperkirakan 10% dari total harga peralatan :
= 0,1 x Rp 5.390.634.250,- (Timmerhause, 2003)
= Rp 539.063.425,-
c. Harga Peralatan Proses Terpasang (HPPT)
= Rp 6.576.573.785,- + Rp. 539.063.425,-
= Rp 7.115.637.210,-
d. Harga Alat Instrumentasi Dan Kontrol
Diperkirakan sebesar 10 % dari total HPPT (Timmerhause, 2003)
= 0,1 x Rp 7.115.637.210,-
= Rp 711.563.721,-
e. Biaya Perpipaan
Diperkirakan sebesar 55 % dari HPPT (Timmerhause, 2003)
= 0,55 x Rp 7.115.637.210,- = Rp 3.913.600.466,-
f. Biaya Instalasi Listrik
Diperkirakan sebesar 20 % dari HPPT (Timmerhause, 2003)
= 0,2 x Rp 7.115.637.210,-
= Rp 1.423.127.442,-
g. Biaya Insulasi
Diperkirakan sebesar 10 % dari HPPT (Timmerhause, 2003)
= 0,1 x Rp 7.115.637.210,-
= Rp 711.563.721,-
h. Biaya Inventaris Kantor
Diperkirakan sebesar 45 % dari HPPT (Timmerhause, 2003)
= 0,45 x Rp 7.115.637.210,-
= Rp 3.202.036.745,-
i. Biaya Perlengkapan Pemadam Kebakaran
Diperkirakan sebesar 50 % dari HPPT (Timmerhause, 2003)
= 0,4 x Rp 7.115.637.210,-
= Rp 2.846.254.884,-
Universitas Sumatera Utara
j. Biaya Sarana Transportasi
Tabel E-4 Daftar Jenis Kenderaan
Fasilitas Kendaraan Unit Merek Harga (Rp) Total
Mobil Direktur 1 Marcedes Benz 1.950.000.000 1.950.000.000
Mobil Manajer 2 Honda CR-V 350.400.000 700.800.000
Mobil Kepala Bagian 4 Kijang Innova 195.800.000 783.200.000
Bus Karyawan 2 Marcedes Benz 1.600.000.000 3.200.000.000
Truk 6 Mitsubishi PS 120 150.700.000 904.200.000
Total 15 Total 7.538.200.000
Total MITL = a + b + c + d + e + f + g + h + i + j = Rp 50.643.080.648,-

E.1.2 Modal Investasi Tetap Tidak Langsung (MITTL)
a. Pra Investasi
Diperkirakan sebesar 5 % dari MITL (Timmerhause, 2003)
= 0,05 x Rp 50.643.080.648,-
= Rp 2.532.154.032,-
b. Engineering dan Supervisi
Diperkirakan sebesar 5 % dari MITL (Timmerhause, 2003)
= 0,05 x Rp 50.643.080.648,-
= Rp 2.532.154.032,-
c. Biaya Kontraktor
Diperkirakan sebesar 5 % dari MITL (Timmerhause, 2003)
= 0,05 x Rp 50.643.080.648,-
= Rp 2.532.154.032,-
d. Biaya Tak Terduga
Diperkirakan sebesar 5 % dari MITL (Timmerhause, 2003)
= 0,05 x Rp 50.643.080.648,-
= Rp 2.532.154.032,-
Total MITTL = a + b + c + d = Rp 10.128.616.130,-
Total MIT = MITL + MITTL
= Rp 50.643.080.648,- + Rp 10.128.616.130,-
= Rp 60.771.696.778,-
Universitas Sumatera Utara
E.2 Modal Kerja (Working Capital)
Modal kerja Pabrik Pembuatan Minyak Nilam dihitung untuk pengoperasian
pabrik selama 3 bulan (90 hari).
E.2.1 Persediaan Bahan Baku Proses
a. Daun Nilam
Kebutuhan = 2631,578 kg/jam
Harga = Rp 15.000,-/kg (Medan Bisnis, 2007)
Harga total = 90 hari x 24 jam/hari x 2631,578 kg/jam x Rp 15.000,-/kg
= Rp 85.263.127.200,-
b. Etanol
Karena pada rotary filter etanol diasumsikan terbawa sebanyak 5% dari
3947,367 kg/jam pada ampas maka, apabila akan memproduksi minyak nilam
yang baru etanol yang perlu ditambahkan adalah sebanyak 197,36835 kg/jam.
Etanol diganti setiap 1 minggu sekali, selebihnya hanya perlu ditambah saja.
Harga = Rp 210.000-/ltr (Rudang Jaya, 2007)
Harga mingguan = 12 x
kg/ltr 0,798
kg/jam 3947,367
x 210.000-/ ltr
= Rp 12.465.369.475,-
Kebutuhan =
kg/ltr 0,798
kg/jam 197,36835
= 247,3288 ltr/jam
Harga = Rp 210.000-/ltr (Rudang Jaya, 2007)
Harga harian = 90 hari x 24 jam/hari x 247,3288 ltr/jam x Rp 210.000-/ ltr
= Rp 112.188.343.680,-
Harga total = Harga mingguan + Harga harian
= Rp 12.465.369.475,- + Rp 112.188.343.680,-
= Rp 124.833.713.100,-
E.2.2 Persediaan Bahan Baku Utilitas
a. NaOH
Kebutuhan = 0,946 kg/hari
Harga = Rp 12.000,-/kg (Rudang Jaya, 2007)
Harga total = 90 hari x 24 jam/hari x 0,946 kg/hari x Rp 12.000,-/kg
= Rp 24.520.320,-
Universitas Sumatera Utara
b. H
2
SO
4

Kebutuhan = 1,818 kg/hari = 1,501 liter/hari
Harga = Rp 22.000,-/liter (Brata Chem, 2007)
Harga total = 90 hari x 24 jam/hari x 1,501 liter/hari x Rp 22.000,-/liter
= Rp 86.391.630,-
c. Al
2
(SO
4
)
3

Kebutuhan = 0,1637 kg/hari
Harga = Rp 9.600,-/kg (Rudang Jaya, 2007)
Harga total = 90 hari x 24 jam/hari x 0,1637 kg/hari x Rp 9.600,-/kg
= Rp 3.394.483,-
d. Na
2
CO
3

Kebutuhan = 0,0884 kg/hari
Harga = Rp 6.000,-/kg (Rudang Jaya, 2007)
Harga total = 90 hari x 24 jam/hari x 0,0884 kg/hari x Rp 6.000,-/kg
= Rp 1.145.664,-
e. Kaporit
Kebutuhan = 0,0024 kg/hari
Harga = Rp 8.000,-/kg (Rudang Jaya, 2007)
Harga total = 90 hari x 24 jam/hari x 0,0024 kg/hari x Rp 8.000,-/kg
= Rp 10.886,-
f. Solar
Kebutuhan = 227,092 ltr/jam
Harga solar untuk industri = Rp. 4.300/liter (PT.Pertamina, 2007)
Harga total = 90 hari 24 jam/hari 227,092 ltr/jam Rp. 4.300/liter
= Rp 2.109.230.496,-

Total biaya bahan baku proses dan utilitas selama 3 bulan = Rp 212.321.533.510,-
Total biaya bahan baku proses dan utilitas selama 1 tahun
= 12/3 x Rp 212.321.533.510,- = Rp 2.547.858.402.116,-



Universitas Sumatera Utara
E.2.3 Kas
a. Gaji Pegawai
Tabel E.5 Jumlah Karyawan Keseluruhan Pabrik Pabrik Minyak Nilam
No Jabatan Jumlah Gaji/bulan (Rp) Gaji Total (Rp)
1. Manager Utama/Direktur 1 8.000.000 8.000.000
2. Sekretaris 1 2.500.000 2.500.000
3. Manager Umum 1 6.000.000 6.000.000
4. Manager Teknik dan Produksi 1 6.000.000 6.000.000
5. Kepala Bagian Pemasaran dan Keuangan 1 4.500.000 4.500.000
6. Kepala Bagian Personalia/HRD 1 4.500.000 4.500.000
7. Kepala Bagian Teknik 1 4.500.000 4.500.000
8. Kepala Bagian Produksi 1 4.500.000 4.500.000
9. Kepala Seksi Penjualan dan Pembelian 1 3.500.000 3.500.000
10. Kepala Seksi Perpajakan 1 3.500.000 3.500.000
11. Kepala Seksi Kepegawaian 1 3.500.000 3.500.000
12. Kepala Seksi Humas 1 3.500.000 3.500.000
13. Kepala Seksi HRD 1 3.500.000 3.500.000
14. Kepala Seksi Instrumentasi 1 3.500.000 3.500.000
15. Kepala Seksi Utilitas 1 3.500.000 3.500.000
16. Kepala Seksi Proses 1 3.500.000 3.500.000
17. Kepala Seksi Laboratorium 1 3.500.000 3.500.000
18. Karyawan Produksi 24 1.500.000 36.000.000
19. Karyawan Teknik dan HRD 6 1.500.000 9.000.000
20. Karyawan Keuangan dan Personalia 6 1.500.000 9.000.000
21. Karyawan Pemasaran 8 1.500.000 12.000.000
22. Dokter 1 3.000.000 3.000.000
23. Karyawan Kesehatan 2 1.250.000 2.500.000
24. Petugas Keamanan 3 950.000 2.850.000
25. Petugas Kebersihan 6 950.000 5.700.000
26. Karyawan Transportasi 6 950.000 5.700.000
Total 80 157.750.000

Universitas Sumatera Utara
Gaji 1 Bulan = Rp 157.750.000,-
Gaji 3 Bulan = Rp 473.250.000,-
Gaji karyawan dibayar setiap tanggal 28 setiap bulannya, jika tanggal 28
merupakan hari libur maka penerimaan gaji dimajukan 1 hari.
b. Biaya administrasi umum
Diperkirakan sebesar 5 % dari gaji 3 bulan (Timmerhause, 2003)
= 0,05 x Rp 473.250.000,-
= Rp 23.662.500,-
c. Biaya Pemasaran
Diperkirakan sebesar 5 % dari gaji 3 bulan (Timmerhause, 2003)
= 0,05 x Rp 473.250.000,-
= Rp 23.662.500,-
Tabel E.6 Perincian Biaya Kas
No. Jenis biaya Jumlah (Rp)
1. Gaji karyawan 473.250.000
2. Administrasi umum 23.662.500
3. Pemasaran 23.662.500
Total 520.575.000

Total Biaya Kas = Rp 520.575.000,-
E.2.4 Biaya Start Up
Diperkirakan sebesar 2% dari MIT (Timmerhause, 2003)
= 0,02 x Rp 60.771.696.778,-
= Rp 607.716.968,-
E.2.5 Piutang Dagang
HPT x
12
IP
PD =
Dimana :
PD : Piutang dagang
IP : Jangka waktu kredit yang diberikan (1 bulan)
HPT : Hasil penjualan 1 tahun
Produksi Minyak Nilam = 125 kg/jam
Universitas Sumatera Utara
Harga produk Minyak Nilam untuk diekspor = Rp 712.000,-/ kg
Harga Ampas Nilam = Rp 100,-/kg (Medan Bisnis, 2007)
Harga Penjualan Minyak Nilam
= hari 300 x k / 000 . 712 Rp x
hari
jam 24
x
jam
kg
25 1 g = Rp 713.287.296.000,-
Harga Penjualan Ampas Nilam
= hari 300 x kg / 100 Rp x
hari
jam 24
x
jam
kg
9991 , 499 2 = Rp 1.799.999.352,-
Harga Penjualan Tahunan = Rp 713.287.296.000,- + Rp 1.799.999.352,-
= Rp 715.087.295.352,-
HPT = Rp 715.087.295.352,-
Piutang dagang (PD)
5.352,- 715.087.29 Rp
12
1
x =
= Rp 59.590.607.946,-

Tabel LE.7 Perincian Modal Kerja (Working Capital)
No. Jenis biaya Jumlah (Rp)
1. Bahan baku dan utilitas 212.321.533.510
2. Kas 520.575.000
3. Start up 607.716.968
4. Piutang dagang 59.590.607.946
Total 273.040.433.423

Total Modal Investasi = MIT + Modal kerja
= Rp 60.771.696.778,- + Rp 273.040.433.423,-
= Rp 333.812.130.201,-
Modal Berasal Dari :
Modal sendiri = 60% dari total modal investasi
= 0,6 x Rp 333.812.130.201,-
= Rp 200.287.278.121,-

Universitas Sumatera Utara
Modal pinjaman bank = 40% dari total modal investasi
= 0,4 x Rp 333.812.130.201,-
= Rp 133.524.852.080,-

E.3 Biaya Produksi Total
E.3.1 Biaya Tetap (Fixed Cost /FC)
Adalah biaya yang tidak tergantung dari jumlah poduksi
a. Gaji Tetap Karyawan
gaji tetap tiap bulan + 3 bulan gaji sebagai tunjangan
= Rp 157.750.000,- + Rp 473.250.000,- = Rp 631.000.000,-
b. Bunga Pinjaman Bank
Diperkirakan 15 % dari modal pinjaman bank
= 0,15 x Rp 133.524.852.080,- = Rp 20.028.727.812,-
c. Depresiasi / Amortisasi
Depresiasi dihitung dengan metode garis lurus dengan harga akhir nol rumus :
n
L) (P
D

=
Dimana :
D : Depresiasi per tahun
P : Harga awal peralatan
L : Harga akhir peralatan
n : Umur peralatan (tahun)
Semua modal investasi tetap langsung (MITL) kecuali tanah mengalami
penyusutan disebut depresiasi dan modal investasi tetap tidak langsung (MITTL)
juga mengalami penyusutan yang disebut amortisasi.





Universitas Sumatera Utara
Tabel E.8 Perkiraan Biaya Depresiasi
Komponen Biaya umur depresiasi
Bangunan 6.784.000.000 15 452.266.667
Peralatan proses dan utilitas 5.390.634.250 10 539.063.425
Peralatan instrumen dan kontrol 711.563.721 10 71.156.372
Perpipaan 3.913.600.466 10 391.360.041
Instalasi listrik 1.423.127.442 10 142.312.744
Insulasi 711.563.721 10 71.156.372
Investasi kantor 3.202.036.745 10 320.203.674
Perlengkapan kebakaran 2.846.254.884 10 284.625.488
Sarana transportasi 7.538.200.000 5 1.507.640.000
Total 3.779.784.789

Biaya Amortasi
Biaya Amortasi diperkirakan 10 % dari MITTL
= 0,1 x Rp 10.128.616.130,-
= Rp 1.012.861.613,-
Total Biaya Depresiasi dan Amortasi
= Rp 3.779.784.789,- + Rp 1.012.861.613,-
= Rp 4.792.646.402,-
d. Biaya Tetap Perawatan
Perawatan mesin dan alat-alat proses
Diperkirakan sebesar 10 % dari HPPT (Timmerhause, 2003)
= 0,1 x Rp 7.115.637.210,- = Rp 711.563.721,-
Perawatan bangunan
Diperkirakan sebesar 5 % dari harga bangunan (Timmerhause, 2003)
= 0,05 x Rp 6.784.000.000,-
= Rp 339.200.000,-
Perawatan kendaraan
Diperkirakan sebesar 10 % dari harga kendaraan (Timmerhause, 2003)
= 0,1 x 7.538.200.000,-
= Rp 753.820.000,-
Universitas Sumatera Utara
Perawatan instrumentasi dan alat kontrol
Diperkirakan sebesar 10 % dari harga instrumentasi dan alat kontrol
= 0,1 x Rp 6.576.573.785,- (Timmerhause, 2003)
= Rp 71.156.372,-
Perawatan perpipaan
Diperkirakan sebesar 10 % dari harga perpipaan (Timmerhause, 2003)
= 0,1 x Rp 3.913.600.466,-
= Rp 391.360.047,-
Perawatan instalasi listrik
Diperkirakan sebesar 10 % dari harga instalasi listrik (Timmerhause, 2003)
= 0,1 x Rp 1.423.127.442,-
= Rp 142.312.744,-
Perawatan insulasi
Diperkirakan sebesar 10 % dari harga insulasi (Timmerhause, 2003)
= 0,1 x Rp 711.563.721,-
= Rp 71.156.372,-
Perawatan inventaris kantor
Diperkirakan sebesar 10 % dari harga inventaris kantor
= 0,1 x Rp 3.202.036.745,- (Timmerhause, 2003)
= Rp 320.203.674,-
Perawatan perlengkapan kebakaran
Diperkirakan sebesar 10 % dari harga perlengkapan kebakaran
= 0,1 x 2.846.254.884,- (Timmerhause, 2003)
= Rp 284.625.488,-
Total biaya perawatan = Rp 3.085.398.419,-

e. Biaya Tambahan (Plant Overhead Cost)
Diperkirakan sebesar 5% dari MIT (Timmerhause, 2003)
= 0,05 x Rp 60.771.696.778,-
= Rp 3.038.584.839,-


Universitas Sumatera Utara
f. Biaya Administrasi Umum
Diperkirakan sebesar 15 % dari biaya tambahan (Timmerhause, 2003)
= 0,15 x Rp 3.038.584.839,-
= Rp 455.787.726,-
g. Biaya Pemasaran Dan Distribusi
Diperkirakan sebesar 20% dari biaya tambahan (Timmerhause, 2003)
= 0,2 x Rp Rp 3.038.584.839,-
= Rp 607.716.968,-
h. Biaya Laboratorium Penelitian Dan Pengembangan
Diperkirakan sebesar 15% dari biaya tambahan (Timmerhause, 2003)
= 0,15 x Rp 3.038.584.839,-
= Rp 455.787.726,-
i. Biaya Asuransi
Biaya Asuransi terdiri sebesar 6,8 % (Jamsostek, 2007)
4,8 % ditanggung oleh perusahaan dan 2 % ditanggung karyawan
Asuransi Pabrik diperkirakan sebesar 4,8 % dari MIT
= 0,048 x Rp 60.771.696.778,-
= Rp 2.917.041.445,-
Asuransi Karyawan diperkirakan sebesar 2 % dari total gaji
= 0,02 x Rp 157.750.000,-
= Rp 3.155.000,-
Total biaya asuransi = Rp 2.920.196.445,-










Universitas Sumatera Utara
Tabel E.9 Perincian Biaya Tetap (Fixed Cost)
No Jenis Biaya Jumlah (Rp)
1 Gaji karyawan 631.000.000
2 Bunga pinjaman bank 20.028.727.812
3 Depresiasi 3.779.784.789
4 Amortisasi 1.021.861.613
5 Perawatan 1.012.861.613
6 Tambahan 3.038.584.839
7 Administrasi umum 455.787.726
8 Pemasaran dan distribusi 607.716.968.
9 Lab dan Penelitian 455.7887.726
10 Asuransi 2.920.196.445
Total 36.015.846.337

E.3.2 Biaya Variabel (Variabel Cost)
a. Biaya Variabel Bahan Baku Proses, Utilitas per tahun
= 0,2 x Rp 2.547.858.402.116,- = Rp 509.571.680.423,-
b. Biaya Variabel Lainnya
Diperkirakan sebesar 30 % dari biaya tambahan
= 0,3 x Rp 3.038.584.839,- = Rp 911.575.452,-
Total biaya variabel = Rp 510.483.255.875,-
Total Biaya Produksi
= Fixed Cost + Variabel Cost
= Rp 36.015.846.337,- + Rp 510.483.255.875,-
= Rp 546.499.102.212,-

E.4 Perhitungan Rugi / Laba Usaha
a. Laba Sebelum Pajak
Laba Sebelum Pajak = Total Penjualan Total Biaya Produksi
= Rp 715.087.295.352,- Rp 546.499.102.212,-
= Rp 168.588.193.140,-

Universitas Sumatera Utara
b. Pajak penghasilan
Berdasarkan Kep. Menkue RI tahun 2000, pasal 17 tarif pajak penghasilan adalah :
Penghasilan 0 50.000.000 dikenakan pajak sebesar 10 %
Penghasilan 50.000.000 100.000.000 dikenakan pajak sebesar 15 %
Penghasilan diatas 100.000.000 dikenakan pajak sebesar 30 %
Maka perincian pajak penghasilan (PPh) :
0,1 x Rp 50.000.000,- = 5.000.000,-
0,15 x (Rp 100.000.000 Rp.50.000.000) = 7.500.000,-
0,30 x (Rp 168.588.193.140,- Rp100.000.000) = 50.537.707.942,-
50.550.207.942,-
Laba Setelah Pajak = Laba Sebelum Pajak PPh
= Rp 168.588.193.140,- 50.550.207.942,-
= Rp 118.037.985.198,-

E.5 Analisa Aspek Ekonomi
a. Profit Margin (PM)
% 23,58 PM
100% x
5.352 715.087.29
3.140 168.588.19
PM
100% x
Penjualan Total
Pajak Sebelum Laba
PM
=
=
=

b. Break Event Point (BEP)
% 17,60 BEP
100% x
5.875 510.483.25 5.352 715.087.29
.337 36.015.846
BEP
100% x
Variabel Biaya Penjualan Total
Tetap Biaya
BEP
=

=

=

Kapasitas produksi pada titik BEP :
= 0,1760 x 900.000 kg/jam = 158.400 kg
Nilai penjualan pada titik BEP :
= 0,1760 x Rp 715.087.295.352
= Rp 125.855.363.982,-
Nilai penjualan pada titik BEP = Rp 125.855.363.982,-
Universitas Sumatera Utara
LE-21
c. Return of Invesment (ROI)
% 35,36 ROI
100% x
0.201 333.812.13
3.140 168.588.19
ROI
100% x
Investasi Modal Total
Pajak Setelah Laba
ROI
=
=
=

d. Pay Out Time (POT)
tahun 2,83 POT
thn 1 x
0,3536
1
POT
thn 1 x
ROI
1
POT
=
=
=

e. Return of Network (RON)
% 58,93 RON
100% x
8.121 200.287.27
5.198 118.037.98
RON
100% x
Sendiri Modal
Pajak Setelah Laba
RON
=
=
=

f. Internal Rate Of Return (IRR)
Untuk menentukan nilai IRR harus digambarkan jumlah pendapatan dan
pengeluaran dari tahun ke tahun yang disebut Cash Flow. Untuk memperoleh cash
flow diambil ketentuan sebagai berikut :
Laba kotor diasumsikan mengalami kenaikan sebesar 10% tiap tahun
Masa pembangunan disebut tahun ke nol
Jangka waktu cahs flow dipilih 10 tahun
Perhitungan dilakukan dengan menggunakan nilai pada tahun ke 10
Cash flow = laba setelah pajak + depresiasi
Dari tabel E. 10 penentuan net cash flow untuk menghitung IRR diperoleh :
Nilai IRR = 43,80 %

Universitas Sumatera Utara