Anda di halaman 1dari 18

LAPORAN PRAKTIKUM STRUKTUR PERKEMBANGAN HEWAN I

JARINGAN EPITEL

Oleh Nama NIM Kelompok Asisten : PUTRI IGA UNTARI : 08101004050 : I (SATU) : DYAH EKA PUTRI

LABORATORIUM ZOOLOGI JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SRIWIJAYA

2011

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Semua kehidupan ditandai oleh adanya tingkatan organisasi kehidupan. Sel menempati tempat khusus dalam hirarki kehidupan karena sel menempati hirarki terbawah dari organisasi kehidupan yang dapat hidup secara independen sebagai organisme. Sebagai contoh Protista memiliki organel-organel yang mempunyai fungsi khusus sehingga memungkinkan Protista untuk mencerna makanan, tanggap terhadap perubahan lingkungan, mengeluarkan sisa metabolisme, dan melakukan reproduksi. Semua itu terjadi pada sel tunggal. Protista menunjukkan tingkatan organisasi kehidupan dalam level selular yang mampu berperan sebagai organisme (Nugroho 2004: 103). Tubuh hewan terdiri atas jaringan-jaringan atau sekelompok sel yang mempunyai struktur dan fungsi yang sama. Jaringan dengan struktur yang khusus memungkinkan mereka mempunyai fungsi yang spesifik. Sebagai contoh, otot-otot jantung yang bercabang menghubungkan sel-jantung yang lainnya. Percabangan tersebut membantu kontraksi sel-sel dalam satu koordinasi. Ilmu yang mempelajari jaringan disebut histologi. Jaringan di dalam tubuh hewan mempunyai sifat yang khususndalam melakukan fungsinya, seperti peka dan pengendali (jaringan saraf), gerakan (jaringan otot), penunjang dan pengisi tubuh (jaringan ikat), absorbsi dan sekresi (jaringan epitel), bersifat cair (darah) dan lainnya (Setiawan 2010: 23). Di dalam tubuh, empat kelompok jaringan di kenal sebagai jaringan dasar. Yaitu jaringan epitel, jaringan muskulus atau otot, jaringan saraf, dan jaringan ikat. Epitel merupakan sel yang menutupi permukaan tubuh, antara lain pembuluh darah, dan sel saluran napas. Jaringan epitel terbagi menjadi dua golongan utama, masing-masing juga terdiri atas berbagai varietas. Semua epitel terletak di atas bahan homogen yang disebut dengan membran alas atau membran dasar dan yang juga mempersatukan sel-sel itu. Epitel sederhana hanya terdiri dari satu lapis sel dan dapat dibagi lagi dalam tiga golongan varietas (Pearce 1999: 10).

Jaringan epitel berbentuk lembaran yang terdiri dari sel-sel yang terekat kuat satu sama lain. Jaringan epitel menutupi bagian luar dari tubuh, membatasi antar organ, atau membatasi organ dengan rongga dalam tubuh. Sel-sel epitelium terikat kuat antara sel yang satu dengan sel yang lain memungkinkan jaringan epitel sebagai barier yang melindungi terhadap luka secara mekanik, serangan mikroorganisme, dan kehilangan cairan. Di samping itu, di beberapa epitelium juga mempunyai fungsi sekresi, contohnya epitelium yang terdapat pada dinding sebelah dalam intestinum yang mengeskresikan mukosa yang berfungsi untuk melicinkan permukaan agar tetap lembab. Lapisan luar dari jaringan epitel berbatasan dengan udara atau cairan, sedangkan lapisan dalam dengan membran dasar (Nugroho 2004: 103). Struktur tubuh hewan tersusun atas sel, jaringan, organ dan sistem organ. Berbagai struktur organ akan menyusun individu. Sel hewan adalah unit terkecil secara struktural dan fungsional penyusun individu hewan. Untuk mendukung fungsi tersebut sel tersusun oleh organel. Jaringan adalah kumpulan sel-sel yang mempunyai struktur dan fungsi yang sama. Terdapat empat jaringan utama penyusun individu, yaitu jaringan epitelium, jaringan ikat, jaringan otot dan jaringan saraf. Jaringan epitelium berfungsi untuk melindungi permukaan luar dan dalam organ (Anonima 2011: 1). Ada dua kriteria yang digunakan untuk mengelompokkan jaringan epitelium, yaitu jumlah lapisan sel dan bentuk sel pada permukaan bebas. Epitelium sederhana hanya memiliki satu lapis sel, sedangkan epitelium berstrata memiliki beberapa lapis sel. Epitelium pseudostrata memiliki satu lapis sel, tetapi penampakannya seperti berstrata karena panjang masing-masing sel tidak sama. Bentuk dari sel epitelium dalam keadaan bebas mungkin bisa kuboid, kolumnar, ataupun skuomosum. Kombinasi lapisan dan bentuk sel akan menimbulkan istilah seperti epitelium sederhana kuboid atau epitelium skuomosom berstrata. Kombinasi lapisan dan bentuk sel mempunyai ciri khas dan fungsinya masing-masing (Nugroho 2004: 103). 1.2. Tujuan Praktikum Praktikum ini bertujuan untuk mengetahui fungsi jaringan epitel sebagai jaringan yang melapisi permukaan tubuh, organ tubuh atau permukaan tubuh hewan.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Jaringan epitel terdiri atas satu atau banyak lapis sel, yang menutupi permukaan dalam dan luar suatu organ. Secara embriologi, jaringan ini berasal dari lapisan ektoderm, mesoderm atau endoderm. Di bagian tubuh luar, epitel ini membentuk lapisan pelindung, sedangkan pada bagian dalam tubuh, jaringan epitel terdapat di sepanjang sisi organ. Jaringan epitel dibedakan berdasarkan bentuk dan banyaknya lapisan sel yang menyusunnya, maka jaringan epitel dibagi menjadi epitel berlapis tunggal pipih, misalnya endotelium yaitu dinding bagian dalam dari pembuluh darah, epitel berlapis tunggal kubus, misalnya pada tubulus atau saluran pada ginjal, dan epitel berlapis tunggal silindris, misalnya pada mukosa atau dinding sebelah kanan dari usus (Setiawan 2010: 23). Membran epitel yang terdiri atas selapis sel gepeng disebut epitel selapis gepeng atau pipih. Sitoplasma sel-sel mungkin demikian tipisnya sehingga sukar dilihat di sajian dengan mikroskop cahaya. Bagian berdinding tipis dari tubulus ginjal, yang terlihat pada medula ginjal dibentuk oleh jenis epitel gepeng atau pipih. Epitel selapis gepeng tidak selalu tampak sebagaimana mestinya pada sajian ginjal, sehingga sebagai gantinya kadang-kadang dipelajari endotel pembatas pembuluh darah atau mesotel pembatas rongga badan utama seperti pleura, perikard, atau peritoneal. Walaupun terdapat nama khusus, endotel dan mesotel merupakan contoh khas dari epitel selapis pipih (Cormack 1998: 179). Sel epitel gepeng terdiri atas lembaran tipis halus tersusun berdempetan seperti pada lukisan mosaik atau seperti lantai ubin. Sel sejenis ini yang membentuk alveoli paru-paru. Sel ini dijumpai di tempat-tempat di mana permukaan yang sangat halus diperlukan, seperti pada selaput jantung seperti selaput serosa, lapisan pembuluh darah, dan limfe. Pada struktur-struktur itu, epitel yang membungkus atau melapisi itu disebut endotelium. Epitel silinder dibentuk oleh satu lapis sel dan melapisi saluran dari sebagian besar kelenjar, hampir seluruh saluran pencernaan yang diselingi sel bentuk cangkir yang melapisi bagian dari saluran urogenital (Pearce 1999: 10-11).

Epitel selapis gepeng tersusun dari sel-sel gepeng atau pipih yang mirip dengan sisik. Jika dilihat dari permukaan, sel-sel membentuk gambaran mosaik dengan batasbatas sel bergelombang. Inti yang lonjong yang berbentuk seperti telur atau gepeng terletak di tengah sel, memberi gambaran sitoplasma yang menggembung. Bila diamati sejajar terhadap selubung epitel maka tampak sel berbentuk kumparan yang ujungujungnya tipis. Pada sajian demikian, inti hanya tampak sedikit saja karena bagian terbesar selubung dibentuk oleh sitoplasma yang menipis mengelilingi inti (Geneser 1994: 117). Epitelium pipih selapis biasanya terdapat pada peritorium yang membatasi rongga tubuh, endotelium pada permukaan dalam pembuluh darah dan jantung, alveolus paru-paru, dinding luar kapsul dalam ginjal, selaput gendang telinga, pleura, dan serosa dari perikardium berfungsi untuk difusi atau filtrasi epitelium pipih berlapis banyak. Dalam tubuh, epitel ini bertempat pada jaringan epidermis kulit, rongga mulut, esofagus, lapisan dalam anus, uretra, dan vagina. Selain untuk difusi, epitel ini berperan juga untuk proteksi atau perlindungan (Anonimb 2009: 1). Epitel selapis kuboid atau kubus, dikatakan kuboid hanya karena sel-selnya tampak persegi pada potongan melintang. Jenis epitel selapis ini sebenarnya terdiri atas sel-sel dengan garis batas heksagonal. Salah satu dari sedikit tempat dengan epitel selapis kuboid terdapat pada ovarium, yaitu berupa epitel penutup atau pelapis organ. Tempat lain adalah pada medula ginjal, yaitu yang melapisi duktus koligen kecil. Sedangkan epitel selapis silindris terdiri dari atas selapis sel tinggi yang saling berhimpitan berpola heksagonal. Dalam bentuknya yang biasa, sel ini semuanya tampak serupa dibawah mikroskop. Fungsi utama epitel selapis silindris biasa adalah untuk melindungi permukaan badan yang basah (Cormack 1998: 180). Epitel berambut dijumpai pada saluran pernapasan serta cabang-cabangnya seperti pada sinus frontalis dan sinus maksilaris. Juga melapisi saluran telur dan sebagian dari uterus dan ventrikel otak. Sel berambut bentuknya seperti sel silinder tetapi mempunyai tambahan juluran halus seperti bulu yang melekat pada tepi luarnya. Juluran ini disebut silia. Semua silia ini bergetar terus-menerus miring sedikit ke arah pintu ke luar (Pearce 1999: 11).

Epitel selapis kubus bila diamati dari permukaan, sel-sel membentuk mosaik terdiri atas poligonal-poligonal kecil, sedangkan pada potongan tegak lurus terhadap permukaan epitel, secara sepintas tampak bersudut. Inti bulat dan terletak ditengah. Epitel selapis kubus terdapat pada saluran yang kecil pada beberapa kelenjar, di folikel kelenjar tiroid, di tubulus ginjal, dan pada permukaan luar ovarium. Epitel selapis kolumnar atau silindris pada potongan tangensial, sel-sel membentuk gambaran mosaik, menyerupai sel epitel selapis terletak pada ketinggian yang sama, paling sering dekat bagian basal sel. Epitel selapis kolumnar membatasi permukaan dalam saluran cerna mula-mula dari kardia sampai anus dan lebih lanjut pada epitel sekretorik kelenjar (Geneser 1994: 117-118). Pada epitel selapis silindris sekretori, sel-sel silindris semuanya khusus mensekresi mukus, selain berfungsi protektif. Tempat dengan epitel demikian mencakup pembatas lambung dan kanal serviks uterus. Epitel selapis silindris yang terdiri atas sel absorptis dan sel sekretori membatasi usus. Agar memudahkan absorpsi, membran ini hanya setebal satu sel. Tetapi ia sehari-hari mengalami gesekan, dan agar tahan, permukaan bebasnya perlu dilapisi mukus licin. Oleh sebab itu diantara sel-sel yang dikhususkan untuk absorpsi terdapat banyak sel goblet yang menghasilkan mukus protektif. Jaringan epitel berbentuk kubus selapis ditemui pada beberapa bagian, meliputi permukaan ovarium, nefron, ginjal, dan lensa mata. Fungsinya adalah sebagai pelindung dan penghasil mukus. (Cormack 1998: 180). Seperti namanya, jaringan epitel batang berlapis banyak ini tersusun oleh banyak lapisan sel yang berbentuk batang. Jaringan epitel batang berlapis banyak terdapat pada beberapa organ tubuh seperti bagian mata yang berwarna putih, faring, laring, dan uretra. Fungsinya yaitu sebagai tempat sekresi yakni penghasil mukus, dan ekskresi, misalnya kelenjar ludah dan kelenjar susu. Sedangkan Epitel kubus berlapis banyak terdapat pada beberapa bagian tubuh, yakni folikel ovarium, testis, kelenjar keringat, dan kelenjar ludah. Fungsi jaringan ini adalah sebagai pelindung dan penghasil mukus. Selain itu, jaringan ini juga berfungsi sebagai pelindung dari gesekan. Seperti epitel pipih selapis, sel jaringan epitel pipih berlapis (kompleks) tersusun sangat rapat (Anonimc 2011: 2).

BAB III METODOLOGI PRAKTIKUM 3.1. Waktu dan Tempat Praktikum dilaksanakan pada hari Selasa, tanggal 5 Oktober 2011, pukul 08.30 sampai dengan pukul 10.30 WIB. Bertempat di Laboratorium Zoologi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sriwijaya, Inderalaya. 3.2. Alat dan Bahan Alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah alat tulis, buku gambar, dan mikroskop. Sedangkan bahan yang dibutuhkan adalah preparat awetan jaringan epitelium. 3.3. Cara Kerja Alat dan bahan dipersiapkan terlebih dahulu, kemudian preparat awetan diletakan di meja mikroskop. Preparat jaringan epitel diamati dimulai dari resolusi yang paling kecil kemudian digambar hasil yang di dapat di buku gambar.

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan, maka didapatkan hasil berupa: A. Gambar ovarium Mus musculus Klasifikasi Kingdom Filum Classs Ordo Famili Genus Spesies : Animalia : Chordata : Mamalia : Rodentia : Muriidae : Mus : Mus musculus

Nama Umum : Mencit Keterangan 1. Membran basalis 2. Lumen 3. Epitel 4. Inti sel

B. Usus halus Mus musculus (penampang melintang)

Klasifikasi Kingdom Filum Classs Ordo Famili Genus Spesies : Animalia : Chordata : Mamalia : Rodentia : Muriidae : Mus : Mus musculus

Nama Umum : Mencit Keterangan 1. Dinding sel 2. Membran basalis 3. Lumen

C. Gambar usus halus Mus musculus (penampang memanjang)

Klasifikasi Kingdom Filum Classs Ordo Famili Genus Spesies : Animalia : Chordata : Mamalia : Rodentia : Muriidae : Mus : Mus musculus

Nama Umum : Mencit Keterangan 1. Dinding sel 2. Membran plasma 3. Sitoplasma 4. Sarkoplasma

D. Gambar usus besar Cavia cobaya (penampang melintang)

Klasifikasi Kingdom Filum Classs Ordo Famili Genus Spesies : Animalia : Chordata : Mamalia : Rodentia : Caviidae : Cavia : Cavia cobaya

Nama Umum : Marmut Keterangan 1. Lumen 2. Membran basalis

E. Gambar kelenjar adrenal Mus musculus

Klasifikasi Kingdom Filum Classs Ordo Famili Genus Spesies : Animalia : Chordata : Mamalia : Rodentia : Muriidae : Mus : Mus musculus

Nama Umum : Mencit Keterangan 1. Fibrosa 2. Membran sel 3. Nukleolus 4. Nukleus

4.2.

Pembahasan

Dari paraktikum yang telah dilakukan, maka didapatkan bahwa jaringan penyusun dari usus halus mencit adalah jaringan epitel silindris selapis. Hal ini sesuai dengan pernyataan Geneser (1994: 119) bahwa lapisan yang paling dalam pada epitel ini sangat mirip dengan lapisan epitel berlapis gepeng, tetapi sel-sel di permukaan berbentuk silindris atau kubus tinggi. Epitel berlapis silindris jarang terdapat, sama seperti epitel berlapis kubus. Namun epitel ini tampak pada saluran yang besar seperti lambung dan usus pada beberapa kelenjar dan sebagian uretra pria. Penampang melintang dari ovarium mencit atau Mus musculus, tipe selnya atau tipe jaringan epitelnya adalah epitel berlapis gepeng atau pipih. Menurut Cormack (1994: 182-184), jenis epitel membran ini biasanya ditemukan pada permukaan basah yang menghadapi gesekan atau tarikan, dan yang tidak mengalami serta tidak memerlukan adanya fungsi absorpsi. Sekret yang diperlukan untuk menjada permukaan agar tetap basah diperolehnya dari kelenjar-kelenjar setempat. Tempat yang dibatasi oleh epitel ini adalah esofagus, dasar dan sisi rongga mulut, dan juga vagina yang tetap basah oleh mukus servikal. Lapisan basal yang bersisian dengan membran basal ternyata terdiri atas sel-sel yang terutama silindris. Epitel selapis kolumnar atau silindris merupakan jaringan epitel yang menyususun usus halus mencit atau Mus musculus. Hal ini sesuai dengan pernyataan Geneser (1994: 117-118) bahwa sel selapis kolumnar membatasi permukaan dalam saluran cerna mula-mula dari kardia sampai anus dan lebih lanjut pada epitel sekretorik kelenjar. Permukaan yang menghadap lumen kadang-kadang mempunyai tonjolan sel yang motil disebut dengan silia. Epitel berlapis silia misalnya terdapat dalam uterus, epitel ini juga membatasi permukaan lambung. Penampang melintang usus besar Cavia cobaya atau marmut, dapat dilihat sel-sel penyusun dari organ ini adalah sel cangkir atau sel goblet dan dilapisi oleh sel epitel silinder. Hal ini didukung oleh pernyataan Pearce (1999: 11) bahwa sel cangkir atau sel goblet adalah sel yang mengeluarkan mukus atau lendir dan terletak di dinding kelenjar beserta salurannya, yang dilapisi sel silinder, baik sel yang polos ataupun sel yang berambut. Dalam jumlah besar menutupi lambung, kolon, dan trakea.

Epitel silindris bertingkat semu terdapat pada permukaan dalam saluran trakea dan duktus deferens. Pada praktikum kali ini yang digunakan adalah tikus putih (Mus musculus). Menurut Anonima (2011: 2), epitel selapis silindris lebih tampak jelas dengan bentuk lonjong dan intinya terletak agak ke bagian membran basal dibawahnya. Serta konfigurasi selnya tersusun rapat beraturan. Epitel selapis silindris terdiri dari selapis sel dengan bentuk silinder yang berdiri pada membran basal, tampak sel berbentuk tinggi, intinya lonjong dan terletak agak basal dengan sumbu tegak lurus terhadap membran basal. Ada beberapa lapisan sel yang berbentuk polihedral diikuti sel-sel besar dipermukaan cabang. Fungsi dari jaringan ini untuk proteksi, sekresi dan absorbsi. Epitel kubus selapis memiliki ciri-ciri, yaitu bentuknya seperti kubus. Dilihat dari permukaan, sel-selnya itu seperti rumah tawon atau berbentuk poligonal. Pada initi selnya memiliki bentuk bulat dan terletak di tengah sel. Menurut Cormack (1998: 185), sepanjang batas sel epitel yang bersebelahan terdapat tautan sel, yang merupakan tempat terjadinya kontak khusus antar sel. Terdapat tiga jenis utama tautan sel,masingmasing dirancang khusus. Pada jenis pertama, yang hanya terdapat pada jaringan epitel dan dikenal sebagai taut kedap atau taut cekat, membran sel bersebelahan menyatu dengan perantaraan sistem penyekat yang saling berkesinambungan, yang membentuk sumbatan antar sel. Pada keadaan tegang, organ berongga ini akan melebar, dan susunan sel-selnya akan berubah untuk penyesuaian. Epitel transisional menyerupai epitel kelenjar namun sel-sel ini lebih jelas terlihat, berbentuk agak bulat dengan inti bulat dan besar ditengahnya. Tergolong banyak lapis dengan variasi kemih yang akan mengembang bila penuh. Menurut Geneser (1994: 119), istilah epitel transisional beranjak dari kenyataan bahwa epitel ini diduga merupakan peralihan bentuk antara epitel berlapis gepeng dan epitel berlapis silindris. Semua sel-sel epitel mampu menyesuaikan bentuknya sampai tingkat tertentu karena pengaruh yang mengubah permukaan epitel, tetapi sifat ini sangat nyata pada epitel transisional, yang membatasi organ berongga dimana volumenya sangat berubah-ubah. Dalam keadaan kontraksi tampak banyak lapisan sel dimana sel-sel yang paling basal berbentuk kubus atau silindris.

BAB V KESIMPULAN Berdasarkan hasil pengamatan dari praktikum ini, maka diperoleh beberapa kesimpulan sebagai berikut: 1. Tubuh hewan terdiri atas jaringan-jaringan atau sekelompok sel yang mempunyai struktur dan fungsi yang sama. 2. Empat jaringan dasar yang terdapat dalam tubuh hewan adalah jaringan epitel, jaringan muskulus atau otot, jaringan saraf, dan jaringan ikat 3. Epitel merupakan sel yang menutupi permukaan tubuh, antara lain pembuluh darah, dan sel saluran napas. 4. Jaringan yang menyusun usus halus dari Mus musculus adalah epitel silindris selapis. 5. Kelenjar adrenalin merupakan suatu jaringan epitel karena andrenalin merupakan suatu kelenjar dimana fungsi dari jaringan epitel itu sendiri dapat berupa kelenjar yang menghasilkan hormon.

DAFTAR PUSTAKA

Anonima. 2011. Jaringanepitel. http://preparatpecah.tripod.com/index_files/Page1351.html. Diakses pada tanggal 9 Oktober 2011. Anonimb. 2009. Struktur Jaringan Hewan. http://asnani-biology.blogspot.com/2009/04/ struktur-jaringan-hewan.html. Diakses pada tanggal 9 Oktober 2011. Anonimc. 2011. Jaringan epitel. http://www.sentra-edukasi.com/2011/06/jaringan-epitel html. Diakses pada tanggal 9 Oktober 2011. Cormack H, David. 1998. HAM Histologi jilid I. Binarupa Aksara. Jakarta. 535 hlm. Geneser, Finn. 1994. Histologi jilid I. Gramedia. Jakarta. Nugroho, Hartanto & Sumardi. 2004. Biologi Dasar. Penebar Swadaya. Jakarta. iv + 154 hlm. Pearce C, Evelyn. 1999. Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis. Gramedia. Jakarta. 344 hlm. Setiawan, Doni. 2010. Penuntun Praktikum Biologi Umum I. Fakultas MIPA Universitas Sriwijaya. Inderalaya. vi + 68 hlm.

LAMPIRAN

Gbr.

1. Epitel kubus selapis 2. Epitel pipih selapis 3. Jaringan ikat

Gbr. Epitel silindris banyak lapis bersilia .

A : kandung kemih kosong

B : kandung kemih berisi urine ABSTRAK Praktikum yang berjudul Jaringan Epitel bertujuan untuk mengetahui fungsi jaringan epitel sebagai jaringan yang melapisi permukaan tubuh, organ tubuh atau

permukaan tubuh hewan. Praktikum ini dilaksanakan pada hari Selasa, tanggal 5 Oktober 2011, pukul 08.30 sampai dengan pukul 10.30 WIB bertempat di Laboratorium Zoologi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sriwijaya, Inderalaya. Alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah alat tulis, buku gambar, dan mikroskop sedangkan bahan yang dibutuhkan adalah preparat awetan dari jaringan epitel. Adapun hasil yang didapat setelah melakukan praktikum ini adalah berupa bentuk-bentuk dari jaringan epitel dan perbedaan-perbedaan antara satu dengan yang lainnya. Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa setiap jaringan epitel memiliki perbedaan satu sama lain baik itu dari segi bentuk, fungsi dan struktur masing-masing.