Anda di halaman 1dari 18

Pendahuluan

Latar Belakang
Banyak pabrik-pabrik yang berdiri untuk menghasilkan suatu produk yang nantinya akan dipasarkan untuk kepentingan orang banyak. Mungkin dengan adanya pabrik tersebut banyak orang yang diuntungkan seperti mengurangi pengangguran dan dapat memenuhi kebutuhan orang banyak. Tapi disisi lain dengan berdirinya pabrik tersebut, ada beberapa kerugian. Tidak semua pabrik menerpakan hidup sehat. Ada saja pabrik-pabrik yang seenaknya membuang limbah sembarangan yang mengakibtkan pencemaran lingkungan seperti pencemaran air. Pencemaran lingkungan tersebut dapat berdampak menimbulkan brbagai masalah dalam kehidupan manusia. Penanganan pencemaran lingkungan ini membutuhkan penanganan yang serius karena penanganan pencemaran lingkungan tersebut tidak mudah dan membutuhkan waktu yang relative cukup lama. Untuk itulah diadakan observasi terhadap penerapan konsep PH dalam pencemaran air. Pencemaran air bermacam-macam tergantung kegiatannya. Seperti limbah industri. Limbah pertanian. Air kotor yang berasal dari pemukiman maupun limbah detergen.

Rumusan masalah
air kotor <sewage> Limbah pupuk Limbah industri Limbah Detergen Tumpahan minyak

Sumber utama bahan pencemaran air 1. 2. 3. 4. 5.

a.

Limbah Industri

Pada umumnya limbah industri dapat mencemari air. Jenis limbah bergantung pada jenis industrinya, misalnya zat warna dari pabrik tekstil, sampah organik dari pabrik kertas dan merkuri dari industri kosmetik tertentu. Salah satu jenis limbah industri yang sangat berbahaya yaitu logam berat seperti raksa, tmbel dan kadmium. Raksa dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui ndua jalur. Senyawa raksa yang terlarut dalam air masuk melalui rantai makanan dari mikroorganisme ke ikan kemudian ke manusia yang mengkonsumsinya Senyawa raksa dari furqisida masuk ke tumbuhan, kemudian kepada manusia b. Limbah Pertanian hewan pemakan rumput akhirnya sampai kepada

Pupuk dan pestisida yang digunakan dalam pertanian dapat tercuci oleh air sehingga mencemari sungai atau danau. Limbah pupuk akan menyuburkan tumbuhan air seperti ganggang dan eceng gondok, sehingga menutupi permukaan air. Hal itu nmenghambat masuknya sinar matahari ke dalam air dan seterusnya akan mematikan fitoplankton dalam air. Akibatnya, sampah organik dari ganggang dan eceng gondok itu akan menghabiskan oksigen terlarut sehingga ikan tidak dapat hidup. Limbah pestisida dapat membunuh ikan atau diserap oleh mikroorganisme lalu masuk ke dalam rantai makanan. c. Air kotor

Air kotor yang berasal dari pemukiman maupun industri merupakan sumber utama pencemaran air. Air kotor yang dibuang langsung ke sungai atau danau dapat membahayakan kesehatan karena

menyebarkan penyakit misalnya kolera. Air kotor juga mempengaruhi kehidupan air. Untuk mencegah polusi karena air kotor, seharusnya air limbah diolah terlebih dahulu sebelum dibuang ke sungai atau danau. Air kotor tersebut dikumpulkan dalam instalasi pengolahan limbah. Disana air kotor dicampur dengan udara sehingga penguraian bahan organik oleh bakteri dapat nerlangsung lebih cepat

d. Limbah detergen Limbah detergen ada yang sukar diuraikan oleh mikroorganisme sehingga tetap utih untuk jangka waktu yang lama, bahkan sampai tahunan. Buih detergen sering menutupi permukaan air sungai atau danau. Detergen juga mengandung senyawa fosfat yang menyuburkan pertumbuhan ganggang eceng gondok. Pertumbuhan yang tidak terkendali dari tumbuhan air ini dapat menggangu ekosistem air. Penambahan zat-zat dalam jumlah yang cukup banyak ke dalam udara, air, dan tanah akan dapat menggangu kesetimbangan komposisi zat-zat yang ada di dalamnya dan akhirnya dapat merugikan keidupan makhluk hidup. Peristiwa semacam ini disebut pencemaran atau polusi. Zat-zat yang menyebabkan pencemaran disebut poluta. e. Pencemaran air

Istilah pencemaran air dan pencemaran udara mempunyai makna yang sama yaitu kedua-duanya mengandung zat-zat yang tidak dikehendaki campuran. Air murni merupakan senyawa tunggal dan bukan campuran. Para ahli kimia menyatakan bahwa air murni merupakan senyawa yang terdiri atas satu jenis molekul yaitu H2O. Air murni tidak sama dengan air minum. Air minum mengandung garam atau mineral. dengan konsentrasi di ambang batas dan bukan

Pengukuran

kualitas

air

dilakukan

dalam

laboratorium

dengan

memperhatikan faktor-faktor zat pencemar, jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh bakteri untuk menguraikan pencemar zat-zat organik <BOD = Biochemical Oxygen Demand> dan derajat keasaman air <pH air> Batasan Masalah

Batasan masalahnya adalah dikhususkan pada air. Pada air yang telah tercemar dan lingkungannya juga membahas mengenai zat penyebab pencemaran air dan faktor-faktor yang menentukan seberapa jauh dampak zat pencemar. Selain mencakup usaha-usaha pencegahan dan penanggulangan pencemaran air. Tujuan Penelitian

Dengan diadakan penelitian ini diharapkan semua orang dapat menciptakan suatu keidupan yang sehat dengan mencintai lingkungan sekitar. Karena lingkungan merupakan aset terbesar dan sangat penting dalam proses kehidupan. Penelitian ini juga bertujuan menumbuhkan kesadaran kita sebagai manusia yang seharusnya menjaga, merawat dan melestarikan lingkungan bukan merusak atau mencemarinya. Apalagi air merupakan kebutuhan pokok jadi jangan sampai tercemar Manfaat Penelitian

Dengan melakukan penelitian ini, akan banyak manfaat yang dapat kita peroleh, seperti: 1. Kita dapat memilih air yang bersih dan sehat untuk kita konsumsi 2. Dapat menumbuhkan kesadaran kita untuk lebih menjaga lingkungan

3. Dapat menciptakan kehidupan yang sehat dan alami Hipotesis Air bersih yang mempunyai kadar PH 6,5 8,5 belum tentu bersih tergantung parameter lainnya. Metode Pengujian Hipotesis

Metode pengujian hipotesis menggunakan indikator universal yang dapat menunjukan pH air. Teori
P

H Sebagai Indikator Kualitas Air Limbah

Air merupakan suatu salah satu kebutuhan pokok manusia dalam berbagai aktivitas. Mutu atau kualitas air yang baik sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia. Air yang bersih dan sehat diperlukan manusia untuk dikonsumsi sebagai air minum dan kebutuhan sehari-hari. Aktivitas manusia dalam kehidupan sehari-hari dapat menyebabkan mutu air menurun. Sehingga air tersebut tidak dapat dipakai lagi, seperti yang diharapkan. Kondisi air tersebut disebut dengan air yang tercemar. Nilai ambang batas yang boleh berada dalam perairan dapat dilihat pada kriteria kualitas air yang ditetapkan oleh pemerintah atau badan yang ditugasi pemerintah, misalnya Departemen kesehatan RI, WHO dan seterusnya. Beberapa dampak negatif yang dapat ditimbulkan oleh pencemaran lingkungan: 1. 2. 3. terganggunya kenyamanan dan estetika <bau yang tiddak kerusakan barang <perkaratan logam> bahaya bagi kesehatan <timbulnya kanker, berbagai penyakit sedap>

lainnya dan kelainan genetika>

4. 5.

ancaman bagi tumbuhan dan hewan <berkurangnya hasil perubahan iklim dan suhu, berlubangnya lapisan ozon dan

pertanian dan beberapa species hewan menjadi langka> hilangnya rantai makanan yang diperlukan bagi species tertentu>

Ada 3 faktor yang menentukan seberapa jauh dampak zat pencemar: 1. Sifat kimia yaitu kereaktifan dan bahaya yang dapat ditimbulkana zat tersebut 2. Konsentrasi yaitu jumlah zat itu per satuan volume udara, air, tanah atau berat tubuh 3. kestabilan yaitu lama zat itu tinggal di udara, air, tanah atau dalam tubuh manusia sebelum zat itu terurai menjadi zat lain yang tidak berbahaya. Pencemaran Air Air merupakan pelarut yang baik, sehingga disebut pelarut universal, karena banyak zat kimia yang dapat larut di dalamnya. Air yang dapat diperoleh didalam adalah air bersih, yakni air yang didalamnya tidak terlarut zat-zat kimia yang dapat menggangu atau membahayakan kehidupan manusia seperti air dari mata air atau air sumur . Daur air di alam Air hujan itu sebagian terserap oleh tanah atau bumi membentuk air tanah dan menuju pusat air dalam tanah. Apabila air dalam pusat air tanah jumlahnya banyak, maka dapat keluar melalui mata air atau sumur. Air dari mata air ini merupakan air bersih yang dapat digunakan untuk keperluan sehari-hari dalam kehidupan. Sebagian air jatuh kepermukaan tanah dan menjadi air permukaan tanah yang terkumpul dalam danau, bendungan, sungai, selokandan

mengalir kembali ke laut. Air memiliki beberapa sifat fisis yang istimewa yaitu: 1. air merupakan pelarut yang sangat baik untuk berbagai enis zat padat, cair, dan gas. 2. air mempunyai kalor penguapan yang sangat tinggi 3. air memiliki kapasitas kalor yang sangat tinggi 4. air memiliki viskositas yang sangat rendah sehingga air mudah mengalir, cepat meluncur turun dan mudah dipompa ke atas. 5. air berekspansi ketika membeku sehingga es memiliki kerapatan yang lebih kecil dari air Di era globalisasi, hampir segala bidang mengalami kemajuan, misalnya industrialisasi, pertanisan, pemukiman, atau pemerataan penduduk akibat masalah pekerjaan. Dengan adanya kemajuan yang begitu pesat, ternyata timbul masalah baru, misalnya pada sumber air yang biasa dipakai untuk kehidupan sehari-hari. Warna air, rasa, dan baunya berubah, juga disertai dengan kenaikan PH. Hal ini menunjukan air mulai tercemar, akibat pembuangan limbah industri yang tidak terawasi, pemakaian bahan-bahan pertanian yang tidak terarah dan tepat. Pencemaran air dapat disebabkan: 1. Kontaminasi secara biologis Kontaminasi secara kimiawi Kontaminasi secara fisis Kontaminasi Secara Biologis

Zat-zat organik di dalam air menyebabkan pencemaran air. Banyak zat-zat organik yang dapa diuraikan oleh mikroorganisme, dan

prosesnya disebut biodegradasi. Proses biodegradasi ini dapat terjadi secara aerobik atau secara anaerobik. 2. Kontaminasi Secara Kimiawi

Pada proses biodegradasi dihasilkan zat-zat anargonik, misalnya ionion NO3, NO2, dan HCO3. Selain zat-zat nimia tersebut, ada lagi sumber penyebab kontaminasi nimia yang langsung, misalnya pupuk, obat pembasmi hama, obat pembasmi gulma dan limbah dari industriindustri yang terbawa ke dalam sungai, danau dan akhirnya ke laut. Kenaikan nilai BOD dapat disebabkan oleh penggunaan pupuk yang tidak tepat yang mengakibatkan eceng gondok tumbuh subur, dan buangan limbah industri dan zat lkalis. Kita juga masih ingat adanya tragedi Minamata di Jepang dan kejadian di Guatemala yang memakan korban jiwa karena keracunan logam raksa yang terdapat dalam ikan. Ada beberapa pabrik yang menyebabkan terjadinya zat-zat koloid masuk ke dalam air, misalnya beberapa mineral, minyak, dan zat pewarna. Ini semua dapat menghambat masuknya sinar matahari dan menggangu kehidupan di dalam air.

3.

Kontaminasi Secara Fisis

Pencemaran lainnya yang tidak kecil artinya dalah pencemaran yang disebabkan pencemaran termal. Pencemaran ini deisebabkan oleh adanya zat-zat buangan yang berasal dari: a) Pembangkit tenaga panas b) Pabrik-pabrik c) Pembuatan atau perbaikan jalan d) Dan lain-lain

Limbah pembuangan dari sumber-sumber tersebt, bukan saja zatzatnya yang menyebabkan pencemaran, akan tetapi penambahan panas yang tinggi juga merupakan pencemar bagi air. Bertambahnya temperatur dalam air dapat menyebabkan perubahan keseimbangan air secara alamiah dalam sungai, danau, atau laut sehingga keseimbangan makhluk hidup menjadi terganggu. Efek dari pencemaran termal yang paling berbahaya dalah terjadinya perubahan sifat fisik dari air itu sendiri. Air panas, sedikit sekali menahan gas oksigen dibandingkan dengan air dingin. Air sadah Air alam tidak murni karena mengandung zat-zat yang terlarut dari mineral-mineral dan garam-garam dalam bentuk ion-ion, misalnya Na+, K+, Ca2+, Mg2+, Fe3+, pada waktu mengalir di bawah permukaan tanah atau di atas permukaan tanah. Pengolahan air minum secara sederhana yang dilakukan di daerahdaerah, pada prinsipnya sama dengan pengolahan yang ada di kotakota besar (PDAM), yaitu: a. b. c. d. Proses penyaringan Proses pengendapan Proses penyucian hama (desinfektan) Proses pemulihan (aerasi)

1) Partikel suspensi Partikel ini berukuran 1 mikrometer atau lebih. Partikel ini cukup besar untuk dapat mengendap dan dapat dihilangkan dengan penyaring biasa. 2) Partikel koloid Partikel ini sangat kecil, tidak mudah mengendap dan tidak dapat dipisahkan dengan penyaring biasa. Bagian terbesar dari komponen air

danau yang berwarna biru, hijau dan merah adalah partikel-partikel koloid. 3) Zat-zat yang melarut

Partikel-partikel dari zat-zat yang melarut tidak mengendap, tidak dapat disarmia, dan tidak membuat air menjadi keruh. Partikel itu berukuran 1/1000 mikrometer. Bila partikel-partikel itu tidak bermuatan listrik, maka partikel-partikel tersebut disebut molekul, bila bermuatan listrik disebut ion. Yang paling berbahaya dalam air tercemar terdapat zat-zat organik dan mineral-mineral logam berat yang merupakan racun bagi makhluk hidup. Pencemaran air dapat diidentifikasikan sebagai air yang berbau, korosif, berwarna, sukar digunakan untuk mencuci dan berasa tidak sedap/enak. Tetapi yang paling merugikan manusia adalah air tercemar yang mengandung racun dan bibit penyakit. Racun biasanya disebabkan karena pembuangan limbah dari pabrik-pabrik dan pembuangan sampah beracun oleh manusia. Pertambahan populasi manusia dan perubahan gaya hidup manusia modern telah mengakibatkan daya alam. peningkatan Hal ini penggunaan dapat atau eksploitasi sumber menyebabkan

terganggunya hubungan yang harmonis antara makhluk hidup dan lingkungannya. Segala perubahan yang tidak dikehendaki pada sifat lingkungan (air, udara, dan tanah) yang daoat mempengaruhi kelangsungan hidup makhluk hidup inilah yang dikenal dengan sebagai pencemaran lingkungan. Ada bebrapa jenis pencemaran lingkungan, contohnya pencemaran air. Air dikatakan tecemar apabila terjadi perubahan pada air sedemikian sehingga air tersebut tidak dapat lagi digunakan sesuai tujuannya.

Sesuai -

tujuan

penggunaanya,

air

dapat

dibedakan

menjadi

golongan : Golongan A : air dapat langsung diminum Golongan B : air yang layak nuntuk digunakan Golongan C : air yang dapat digunakan untuk

sebagai bahan baku air minum kegiatan peternakan dan perikanan Beberapa parameter dalam kriteria kualitas air adalah sebagai berikut : 1) Total zat padat terlarut (TDS, Total Dissoleved Solids) TDS biasanya terkait dengan kandungan garam-garam ionic. Kadar TDS yang tinggi akan menyebabkan kematian organisme di sistem air tawar 2) Kekeruhan Kekruhan terkait dengan jumlah zat padat seerti tanah liat, Lumpur, plankton, limbah industri dan kotoran yang tersuspensi dalam air. Kekruhan dapat menyebabkan berkurangnya sinar matahari yang masuk ke air sehingga menggangu fotosintesis tanaman air

3)

Konsentrasi ion

Jenis katon yang umumnya terdapat di air adalah Na+, Mg2+, Ca2+, K+, Sr2+, dan Fe3+. Sedangkan jeis anionnya adalah Cl-. Namun demikian, kandungan kation logam lainnya khususnya logam berat Hg2+, Pb2+ dan Cd2+ harus rutin diperiksa karena dapat bersifat racun bagi makhluk hidup. 4) pH

pH air bergantung pada sumber air, geologi/jenis tanah, dan tingkat aktivitas biologi dalam air. System air tawar yang terletak di daerah bertanah kapur mempunyai pH>7. sedangkan air tawar di daerah bertanah gemuk (peat) dengan laju peruraian zat organic tinggi, mempunyai pH<7. Jika pH terlalu rendah, maka zat kimia beracun logam dan non logam (sianida dan sulfide) lebih mudah larut sehingga membahayakan makhluk hidup 5) dalam Oksigen terlarut (DO, Dissolved Oxygen) air>5 ppm (maksimal 10 ppm). Faktor yang dapat DO terkait dengan kadar O2 yang larut dalam air. Kadar DO normal menurunkan kadar DO antara lain panas dan limbah organik. Peningkatan jumlah limbah organik akan menyebabkan kenaikan konsumsi O2 oleh bakteri aerobik untuk mengoksidasi limbah organik tersebut. Kadar DO yang berkurang menyebabkan bakteri aerobik akan mati beserta organisme lainnya. Fungsi bakteri aerobik ini kemudian diambil alih oleh bakteri anaerobik yang akan mengurai materi organik dan menghasilkan produk yang berbau.

Rancangan Eksperimen Alat dan bahan Indikator Universal Air yang tercemar Air sumur yang letaknya dekat dengan tempat smber pencemaran Botol Tempat tujuan eksperimen Pabrik tempe Pabrik tahu Pabrik kerupuk Pabrik susu Sawah

Rencana pelaksanaan Pelaksanaan penelitian direncanakan akan dilaksanakan pada: Tanggal Waktu Tempat Penelitian : 19 april 2009 : 09.00 s/d : pabrik tahu ini akan dilaksanakan di labolatorium biologi secara

bersama-bersama dengan tujuan agar alat-alat yang dibutuhkan disediakan seefisien mungkin

Kesimpulan

(Eusi olangan!!!!)

Penutup

(Eusi olangan!!!!)

o Yudistira, Tim Kimia, 1994 o Phibeta, Unggul Sudarmo, 2006 o Rosda, Tim Kimia, 2004 o Departemen pendidikan dan kebudayaan, Benny Karyadi, 1994 o Erlangga, Michael Purba, 2004 o Balai Pustaka, Tim Kimia, 1994