Anda di halaman 1dari 19

I.

Tujuan
Menjelaskan pentingnya peranan sistem ekskresi urinari dalam menjaga homeostasis
tubuh dan mengenal beberapa karakteristik urin normal

II. Teori dasar
&rin atau air seni atau air kencing adalah cairan sisa yang diekskresikan
olehginjal yang kemudian akan dikeluarkan dari dalam tubuh melalui prosesurinasi.
Eksreksi urin diperlukan untuk membuang molekul-molekul sisa dalamdarah yang disaring
oleh ginjal dan untuk menjaga homeostasis cairan tubuh. Namun, ada juga beberapa spesies
yang menggunakan urin sebagai sarana komunikasi olIaktori. &rin disaring di dalam ginjal,
dibawa melalui ureter menuju kandung kemih, akhirnya dibuang keluar tubuh melalui
uretra.
&rin terdiri dari air dengan bahan terlarut berupa sisa metabolisme (sepertiurea),
garam terlarut, dan materi organik. Cairan dan materi pembentuk urin berasal dari darah
atau cairan interstisial. Komposisi urin berubah sepanjang proses reabsorpsi ketika molekul
yang penting bagi tubuh, misal glukosa, diserap kembali ke dalam tubuh melalui molekul
pembawa. Cairan yang tersisa mengandung urea dalam kadar yang tinggi dan berbagai
senyawa yang berlebih atau berpotensi racun yang akan dibuang keluar tubuh. Materi yang
terkandung di dalam urin dapat diketahui melalui urinalisis. &rea yang dikandung oleh urin
dapat menjadi sumbernitrogen yang baik untuk tumbuhan dan dapat digunakan untuk
mempercepat pembentukan kompos
Fungsi utama urin adalah untuk membuang zat sisa seperti racun atau obat-obatan
dari dalam tubuh. Anggapan umum menganggap urin sebagai zat yang "kotor". Hal ini
berkaitan dengan kemungkinan urin tersebut berasal dari ginjal atau saluran kencing yang
terinIeksi, sehingga urinnya pun akan mengandungbakteri. Namun jika urin berasal
dariginjal dan saluran kencing yang sehat, secara medis urin sebenarnya cukup steril dan
hampir bau yang dihasilkan berasal dariurea. Sehingga bisa diakatakan bahwa urin itu
merupakan zat yang steril.
Organ organ yang menyusun sistem ekskresi urinari diantaranya adalah :
. injal (ren)
injal merupakan alat pengeluaran utama. Di dalam tubuh terdapat ginjal yang terletak
di dekat tulang-tulang pinggang dan terdapat sepasang.

injal terdiri atas 2 lapisan yaitu :
a. Lapisan luar (korteks) yang mengandung kurang lebih 1 juta alat penyaring yang
disebut neIron. Tiap neIron terdiri atas badan malphigi atau badan renalis yang
terdiri dari tersusun dari kapsula Bowman dan lomerulus.
b. Lapisan dalam (medula) atau sumsum ginjal yang mengandung banyak tubulus
kontorti yang bermuara pada tonjolan papila di ruang ginjal (pevis renalis). Tubuh
kontortus terdiri atas tubulus kontorti proksimal dan tubulus kontorti distal. Antara
kedua tubulus tersebut terdapat loop henle ascenden (naik) dan loop henle descende
(turun).
Dari masing-masing ginjal urine dialirkan oleh pembuluh ureter ke kandung urine
(vesika urinaria) dan melalui ureter, urine dikeluarkan dari tubuh.
Fungsi ginjal adalah :
1. mengatur keseimbangan air
2. mengeksresikan bahan buangan yang mengandung nitrogen dan kelebihan
garam.
3. Mengatur konsentrasi garan alam darah dan keseimbangan asam basa
darah.

Dalam ginjal terjadi proses penyaringan (Iiltrasi), reabsorpsi yaitu penyerapan
kembali zat-zat yang masih berguna dan augmentasi yaitu pengeluaran zat yang tidak
berguna dan tidak dapat disimpan dalam tubuh.

Proses pembentukan urine adalah sebagai berikut :
a. Di dalam badan malphigi, kapsula bowman menyaring darah yang terdapat dalam
glomerulus yang mengandung air, garam, gula dan zat-zat lain kecuali yang bermolekul
besar seperti sel-sel darah dan molekul protein. Filtrat yang dihasilkan dalan Iiltrat
glomerulus atau urine primer yang masih mengandung zat-zat yang diperlukan tubuh
seperti glukosa, garam-garam dan asam amino.
b. Di dalam tubulus kontorti proksimal zat-zat dalam urine primer yang masih berguna
direabsopsi. Filtrat yang dihasilkan adalah Iiltrat tubulus atau urine sekunder, dengan
kadar urea lebih tinggi.
c. Di dalam tubulus kontorti distal, pembuluh darah menambah zat-zat lain yang
sementara tidak dipergunakan lagi dan menyerap kelebihan air, dan disini terbentuk
urine sesungguhnya yang disalurkan melalui tubulus koligens ke pelvis renalis. Di
dalam urine tidak lagi terdapat protein dan glikosa, terdapatnya senyawa-senyawa itu
dalam urine menunjukan adanya gangguan pada ginjal.
Faktor-Iaktor yang mempengaruhi jumlah urine :
1. Banyaknya air minum
2. Banyaknya garam yang harus dikeluarkan dari darah, agar tekanan asmose darah tetap
3. Hormon Antiduretika (ADH) yang dihasilkan kelenjar hipoIisis bagian posterior.
Hormon ini mempengaruhi penyerapan air dari tubulus kontorti bila kekurangan hormon
tersebut dapat menyebabkan jumlah urine menjadi 20 sampai 30 kali lipat. Keadaan ini
disebut diabetes insipidus.

. ulit (integumen)
Kulit merupakan lapisan terluar tubuh kita. Fungsi kulit adalah melindungi tubuh dari
gesekan, penyinaran, kuman-kuman, panas zat kimia dan lain-lain, mengatur suhu
sebagai alat peraba. Kelenjar minyak (landula sebasea) menghasilkan minyak untuk
mencegah kekeringan dan mengerutkan kulit dari luar. Kelenjar keringat (landula
sudoriIera), terdapat pada pangkal keringat berhubungan dengan kapiler darah dan
serabut saraI simpatik.
Dalam kulit terdapat saraI-saraI perasa seperti :
1. badan krause (dingin)
2. badan meissner (perasa)
3. badan paccint (tekanan)

3. Paru - paru (pulmo)
darah pada alveolus paru-paru mengikat oksigen yang kemudian diedarkan ke seluruh
jaringan tubuh. Setelah darah melepaskan oksigen kemudian mengikat karbondioksida.
CO2 larut dalam darah dan terbentuk asam karbonat kemudian terurai menjadi H dan
HCO-3 dan sebagian lagi (25) diikat hemoglobin sebagai karbamino hemoglobin.
Kemudian di alveolus paru-paru CO2 akan dilepaskan, oksigen diikat oleh darah dan
ion klorid dikeluarkan dalam darah. Sedangkan H2O dikeluarkan paru-paru dalam
bentuk uap air.

4. ati (epar)
Hati merupakan kelenjar terbesar yang terdapat di dalam tubuh kita. Sebagai
kelenjar eksresi hati mempunyai Iungsi sebagai berikut :
a. Menghasilkan empedu
b. Menyimpan gula dalam bentuk glikogen (gula otot)
c. Tempat pembentukan dan perombakan protein tertentu
d. Menawarkan racun

Hati bagian luar diselaputi oleh selaput tipis yang disebut kapsula hepatitis. Sel-sel hati
merupakan deretan sel yang dipersatukan dalam kotak-kotak disebut lobula, dan di
antara lobula yang satu dengan yang lain dipisahkan oleh ruang-ruang lakuna. Di dalam
jaringan hati terdapat beberapa pembuluh- pembuluh darah dan pembuluh empedu yang
dipersatukan oleh selaput jaringan ikat disebut kapsula glison.
Hati mendapatkan kebutuhan darah dari pembuluh nadi hati dan pembuluh vena porta
yang membawa sari makan dari usus. Perombakan eritrosit yang telah dilakukan oleh
sel-sel khusus disebut histiosit. Hemoglobin diuraikan menjadi Fe hemin globin. Fe
disimpan dalam hati untuk kemudian kembali ke sumsum tulang. Hemin diubah
menjadi zat warna empedu (bilirubin dan biliverdin) dikeluarkan ke usus lalu keluar
tubuh bersama Ieses. Bilirubin (hijau biru) diosidasi menjadi urobilin (kuning coklat)
yang memberi warna pada Ieses dan urine. Penyumbatan empedu (duktus koledokus)
oleh batu empedu menyebabkan empedu tidak dapat ke usus, tapi masuk ke dalam
darah sehingga warna darah menjadi kekuningan.
angguan pada sistem ekskresi :
a. Albuminuria yaitu terdapat albumin dan protein di dalam urine suatu gejala
kerusakan alat Iiltrasi dalam ginjal.
b. Diabetes melitus (kencing manis) yaitu adanya gula dalam urine hal ini
disebabkan kekurangan hormon insulin.
c. Diabetes insipidus yaitu jumlah urine menjadi berlipat ganda karena gangguan
ormon Antidiuretika (ADH).

Pemeriksaan urin (urinalisis) secara umum dapat dikerjakan dengan cara manual dan
otomatik.
O Cara manual: carik celup atau reaksi kimia dengan tabung (praktikum)
O Cara otomatik: carik celup, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan di alat secara
otomatis

Karakteristik normal di lihat dengan adanya :
1. Mikroskopik urin : dilihat dari jumlah/volume yang menggambarkan cairan dan Iungsi
ginjal. Faktor yang mempengaruhi terhadap volume urin antara lain suhu, temperatur,
jumlah perspirasi, Iaktor hormonal seperti ADH.
2. Warna dan kejernihan : Warna kunlng pada urln dlsebabkan oleh plgmen urokrom yang
merupakan hasll meLabollme secara konsLan dl dalam Lubuh enlngkaLan urokrom
blasanya dlsebabkan oleh kondlsl Llrold Warna urin sebagai bahan pemeriksaan sangat
bervariasi. Warna kuning berkaitan dengan keadaan hidrasi tubuh, sedangkan warna
yang lebih gelap biasanya berkaitan erat dengan konsentrasi urin dan Bobot Jenis yang
tinggi.
3. 'ariasi warna urin :
O Normal berwarna kuning muda sampai kecoklatan
O Kuning kecoklatan atau kuning kehijauan: oksidasi bilirubin
O Hijau : pseudomonas lndlkan khlorofll
O Merah muda/merah : erlLroslL Pb mloglobln porflrln
O oklaL hlLamoksldasl erlLroslL alkapLonurla melanlnkeracunan Ieno
4. Berat Jenis : eraL [enls urln menggambarkan kemampuan gln[al unLuk memekaLkan
urln engukuran dlpengaruhl oleh balk [umlah parLlkel maupun ukuran parLlkel dl
dalam urln 8enLang nllal 10031030 urln yang pekaL (10231030+) sedangkan urln
yang encer (10011010) anak 2 Lahun (10011013)
5. Bau : &rin normal dan segar mempunyai karakteristik bau aromatik. Cara dengan
membaui urin dan dicatat persepsinya dalam pelaporan
Implikasi :
a. au aseLon (frulLy) karena keLosls LerdpL pada penderlLa
b. au busuk aklbaL pemecahan urea men[adl amonlak oleh bakLerl
c. Bau seperti sirup maple/karamel pada 'maple syrup urine disease (bayi dengan
kelainan metabolisme asam amino bawaan).
d. Bau sulIur pada sistinuria dan homosistinuria.
e. Bau yang dipengaruhi oleh makanan.

Di dalam tubuh kita terdapat suatu system pengaturan suhu dan kadar air di
dalam sel yang disebut homeostasis. Homeostasis adalah mekanisme pengaturan
untuk mempertahankan kondisi suhu tubuh yang konstan terhsdsp lingkungsn luar,
misalnya pengaturan suhu tubuh. Suhu tubuh kita umumnya tetap sekitar 36-37 C
bila kita dalam keadaansehat. Yang terjadi bila suhu tubuh naik, karena kepanasan
atau setelah berolah raga adalah bila kepanasan maka suhu tubuh meningkat, lalu
berkeringat, berkeringat sama dengan penguapan. Berkeringat menyebabakan kita
menjadi haus, lalu banyak minum agar suhu kita menjadi normal kembali. Bila kita
banyak berkeringat maka pengeluaran urine meningkat.
Kelainan kelainan dalam urin :
a. ula
Jika urin mengandung gula berlebih atau lebih dari normal ini dapat disebabkan
darah mengandung gula lebih dari normal ataupun adanya kekurangan insulin,
dengan kata lain ini lah yang disebut dengan penyakit diabetes melitus.
b. Albumin
Albuminuria adalah penyakit pada sistem ekskresi yang ditandai dengan urine
penderita mengandung albumin. Albumin merupakan protein yang bermanIaat
bagi manusia karena berIungsi untuk mencegah agar cairan tidak terlalu banyak
keluar dari darah. Penyakit ini rnenyebabkan terlalu banyak albumin yang lolos
dari saringan ginjal dan terbuang bersama urine. Penyakit ini antara lain
disebabkan oleh kekurangan protein. penyakit ginjal. dan penyakit hati.
c. Keton
Badan keton terdiri dari 3 senyawa, yaitu aseton, asam aseotasetat, dan asam -
hidroksibutirat, yang merupakan produk metabolisme lemak dan asam lemak yang
berlebihan. Badan keton diproduksi ketika karbohidrat tidak dapat digunakan
untuk menghasilkan energi yang disebabkan oleh : gangguan metabolisme
karbohidrat (mis. diabetes mellitus yang tidak terkontrol), kurangnya asupan
karbohidrat (kelaparan, diet tidak seimbang : tinggi lemak rendah karbohidrat),
gangguan absorbsi karbohidrat (kelainan gastrointestinal), atau gangguan
mobilisasi glukosa, sehingga tubuh mengambil simpanan asam lemak untuk
dibakar.
Peningkatan kadar keton dalam darah akan menimbulkan ketosis sehingga dapat
menghabiskan cadangan basa (mis. bikarbonat, HCO3) dalam tubuh dan
menyebabkan asidosis. Pada ketoasidosis diabetik, keton serum meningkat hingga
mencapai lebih dari 50 mg/dl.
Keton memiliki struktur yang kecil dan dapat diekskresikan ke dalam urin.
Namun, kenaikan kadarnya pertama kali tampak pada plasma atu serum,
kemudian baru urin. Ketonuria (keton dalam urin) terjadi akibat ketosis. Benda
keton yang dijumpai di urine terutama adalah aseton dan asam asetoasetat.
d. &rea
Pengukuran kadar urea darah dan plasma telah bertahun-tahun digunakan sebagai
indikator Iungsi ginjal. Akan tetapi, sekarang ini umumnya disepakati bahwa
pengukuran kreatinin memberikan inIormasi yang lebih baik dalam hal ini.
Meskipun demikian, pengukuran urea plasma dan urin mungkin masih
memberikan inIormasi klinis yang bermanIaat pada kondisi-kondisi tertentu, dan
pengukuran urea dalam cairan-cairan dialisis banyak digunakan dalam menilai
kelayakan terapi penggantian ginjal. Beberapa Iaktor eksternal mempengaruhi
konsentrasi urea yang bersirkulasi, sehingga membatasi manIaatnya sebagai
sebuah uji Iungsi ginjal. Sebagai contoh, konsentrasi urea plasma meningkat
dengan diet berprotein tinggi, katabolisme protein yang meningkat, reabsorpsi
protein darah setelah perdarahan gastrointestinal, pengobatan dengan kortisol atau
analog-analog sintetiknya, dehidrasi, dan dengan perIusi ginjal yang menurun
(seperti gagal jantung). Pada kondisi-kondisi pra-renal ini, konsentrasi kreatinin
plasma bisa normal. Pada kondisi pasca-renal obstruktiI (seperti tumor ganas,
neIrolithiasis, dan prostatisme), kreatinin plasma dan konsentrasi urea akan
meningkat, walaupun pada situasi-situasi ini sering terdapat peningkatan urea
plasma yang lebih besar dibanding kreatinin karena diIusi balik yang meningkat.




























III. ALAT DAN BAHAN

Alat :
1. Piknometer
2. Indikator universal / pH meter
3. Mikroskop
4. Kaca obyek cover
5. Tabung reaksi
6. Pipet tetes
7. Lampu spiritus

Bahan :
1. Perak nitrat
2. Asam nitrat
3. Larutan Na-nitropusida
4. Larutan KOH / NaOH 1N
5. Asam asetat pekat
6. Asam asetat glasial
7. Larutan Iehling ( A dan B )


















IV. CARA R1A DAN PNAMATAN

rosedur uaLa engamaLan
1 engamaLan mlkroskoplk urlne

1ampung 10ml urlne dalam Labung

SenLrlfugasl 3 menlL kecepaLan 1300rpm buang
calran

Lndapan dl kocok dengan sedlklL slsa calran

1eLeskan pada ob[ek glass berLuLup

AmaLl dl bawah mlkroskop

2 u[l karakLerlsLlk urlne

Ambll urlne amaLl warna serLa bau urlne

ukur pP urlne menggunakan lndlkaLor unlversal

1enLukan boboL [enls urlne menggunakan
plknomeLer

1lmbang plknomeLer kosong dan dlperoleh nllal
W
1


lknomeLer dllsl oleh aquadesL bebas gas

aglan luar plknomeLer dl lap kerlng lalu dl
Llmbang dan dlperoleh nllal W
2
buang alr darl
plknomeLer Lsb

SeLelah dlamaLal dengan mlkroskop pada urln
lakl lakl LerbenLuk LlLlk hlLam dan keruh
sedangkan pada urln perempuan LerbenLuk LlLlk
hlLam dan keruh









SeLelah dlamaLl LernyaLa bau urln lakllakl dan
perempuan sama sama berbau aromaLlk
Warna urln lakllakl berwarna kunlng benlng
sedangkan warna urln perempuan berwarna
kunlng pekaL













lknomeLer dl bllas dengan alkohol dan
dlkerlngkan

SeLelah kerlng u[l plknomeLer dengan sampel
urlne lalu Llmbang dan dlperoleh nllal W
3


PlLung boboL [enls urlne dengan persamaan
rumus

3 Anallsa klmla zaLzaL yang LerlaruL dalam
urlne

*eneLapan urea

1eLeskan 2 LeLes urlne pada kaca ob[ek

1eLeskan pada sampel urlne (2 LeLes asam nlLraL)

anaskan lalu blarkan calran menguap

AmaLl adanya krlsLal rhombls/heksagonal darl
urea nlLraL

*eneLapan lon klorlda

Masukkan 3 ml urlne ke dalam Labung reaksl

1ambahkan beberapa LeLes perak nlLraL ke
dalam Labung reaksl ke dalam urlne

1er[adl kekeruhan aLau endapan puLlh adanya
lon klorlda














SeLelah dl LeLesl dengan asam nlLraL 2 LeLes
peneLapan urea lakllakl dan perempuan sama
sama Lldak LerdapaL krlsLal








Lakllakl dan perempuan adanya endapan
puLlh seLelah dlLambahkan Agno
3
(3 LeLes)









*peneLapan aseLon

Masukkan 3ml urlne ke dalam Labung reaksl

asakan sampel urlne dengan cara
menambahkan laruLan kCP/naCP

1ambahkan beberapa LeLes laruLan
na/nlLropruslL

1ambahkan beberapa LeLes asam aseLaL pekaL
(kocok)

1er[adl kekeruhan menun[ukkan adanya albumln

1lngkaL kekeruhan seLara dengan [umlah
albumln yang ada






Lakllakl dan perempuan sama sama
mengandung aseLon











TABEL HASIL PEMERIKSAAN &RIN DAN PERHIT&NAN

LAKI LAKI
JENIS PEMERIKSAAN HASIL PEMERIKSAAN
Warna Kuning bening
Kejernihan Jernih
pH 6
Bau Aromatik
Bobot jenis 1,009 . 10
-6

Mikroskopik Keruh
&rea Tidak ada kristal
Ion klorida Ada endapan putih
Aseton/badan keton Aseton
ula pereduksi Normal
Albumin Normal


PEREMP&AN
JENIS PEMERIKSAAN HASIL PEMERIKSAAN
Warna Kuning pekat
Kejernihan Jernih
pH 7
Bau Aromatik
Bobot jenis 1,017
Mikroskopik Keruh
&rea Tidak ada kristal
Ion klorida Ada endapan putih
Aseton/badan keton Aseton
ula pereduksi Normal
Albumin Normal






[ (W
3
W
1
) / (W
2
W
1
)
(17282 12327)/ (17233 12327)
1009
[ (W
3
W
1
) / (W
2
W
1
)
(17319 / 12327)/ (17233 12327)
1017
W
1
12327
W
2
17233
W
3
17319

W
1
12327
W
2
17233
W
3
17282

'. PEMBAHASAN
Pada hasil uji pemeriksaan laki-laki dan perempuan terdapat sedikit perbedaan yaitu :

O Pada warna urin dan kejernihan laki-laki berwarna kuning bening sedangkan pada
urin perempuan warnanya sedikit lebih dari pada urin laki-laki. Dikarenakan
hasil yang menyimpang ini terjadi karena Iaktor asupan makanan yang
masuk ke tubuh atau karena Iaktor kelainan pada tubuh.

O pH pada urin laki-laki 6 sedangkan pH pada urin perempuan 7, dikarenakan
Ekskresi urin yang pada pH berbeda dari cairan tubuh, mempunyai
dampak yang penting bagi elektrolit tubuh dan penghematan asam-basa.
&rin sampel memilki pH 6 (pH asam), dan dapat dikatakan normal karena
umumnya pH urin dalam manusia bervariasi dari 4,5-8,0 (urin dapat
bersiIat asam, netral, atau basa).

O Bau pada urin laki-laki dan perempuan sama-sama berbau aromatik
karena mengandung amoniak yang menandakan bahwa ammonium yang
terkandung di dalam urin terlepas ke udara atau telah menguap. Ammonia
secara konstan diproduksi dalam jaringan tapi hanya ditemukan dalam
jumlah kecil pada darah tepi yang dengan cepat dikeluarkan dari dalam
darah oleh hati dan diubah menjadi glutamat, glutamin, ataupun urea
(urin). Berarti bau aromatik pada urin sampel mengandung garam
amonium.

O Berat jenis urin yang normal berkisar antara 1,003-1,030 g/cm3, maka
dapat disimpulkan bahwa urin yang diuji memiliki berat jenis yang
termasuk dalam range yang normal. Dan hasil sampel uji pada urin laki-
laki memiliki berat jenis 1,009 sedangkan sampel uji pada urin perempuan
1,017. Berat jenis pada suatu larutan ini tergantung pada siIat maupun
jumlah partikel terlarut yang ada di dalamnya. Berat jenis kadang-kadang
masih diukur sebagai suatu indeks konsentrasi urin melainkan
osmolalitasnya. Berat jenis suatu larutan tergantung pada siIat maupun
jumlah partikel terlarut yang ada di dalamnya, karena itu berat jenis dapat
digunakan untuk menentukan jumlah zat padat yang dikandung urin.

O Pada uji mikroskopik urin laki-laki dan perempuan sama-sama sedikit
keruh (normal). Ini dikarenakan adanya komponen-komponen kecil yang
disekresikan tubuh dan sudah tidak bisa lagi untuk dicerna.

O Pada urin laki-laki dan perempuan, pada jenis pemeriksaan urea sama-
sama terdapat kristal.
Berikut beberapa kristal sedimen urine yang sering ditemukan dalam
sedimen urine
1. Tripel FosIat (Struvite). Kristal-kristal Struvite (magnesium amonium
IosIat, IosIat rangkap tiga, Strucomp) biasanya terlihat tak berwarna, 3-
dimensional, ortorombik, kadang mengkilat dengan bias putih dan
hijau, bentuk seperti piramida atau prisma (penutup peti mayat), sering
juga menunjukkan suatu warna polarisasi. Adakalanya, kristal ini
menyerupai satu mata pisau cukur bermata dua (bagian dalam rangka)
dan sedikit bireIringent. Kristal ini paling sering terlihat pada urine dari
individu secara klinis normal. Meskipun demikian mereka dapat
ditemukan di dalam urine pada pH tertentu, lebih banyak ditemukan
dalam urine yang bersiIat alkali dengan nilai pH daripada 6,5.
InIeksi/peradangan saluran kemih dengan bakteri urease positiI dapat
memicu struvite kristaluria (dan urolithiasis) dengan peningkatan pH
urine dan peningkatan amoniak bebas. Faktor yang utama terbentuknya
Iormasi kristal tripel IosIat adalah konsentrasi amoniak. Alkalanisasi
suatu spesimen urine dengan amoniak menghasilkan tripel IosIat
apabila tidak ada soda kaustik. Spesimen voided baru secara normal
berisi amoniak bebas kecil dan urea yang tinggi, namun oleh bakteri
pemecah urea menguraikannya menjadi amoniak sehingga kadarnya
meningkat. Tripel IosIat biasanya dihubungkan dengan pertumbuhan
bakteri. Pada spesimen pagi segar yang pertama, ditemukannya Tripel
IosIat dapat menandakan adanya inIeksi/peradangan saluran kemih.
Namun begitu nilai klinis Tripel IosIat kecil untuk menduga adanya
inIeksi saluran kemih tanpa disertai dengan adanya leukosit dan bakteri
dalam urine. Dalam urine yang bersiIat maka alkali Struvite akan
mengalami presipitasi membentuk batu. Struvite sering ditemukan batu
ginjal pada urine manusia dan kucing. Batu Struvite dapat
menyebabkan inIeksi bakteri /peradangan yang disebabkan hidrolisa
urea menjadi ammonium dan terjaIi kenaikan pH menjadi netral atau
alkali. &rea menyebabkan berkembangnya organisme-organisme
termasuk Pseudomonas, Proteus, Klebsiella, Staphylococcus, dan
Mycoplasma. Akumulasi kristal-kristal struvite di dalam kandung
kemih dapat menyebabkan gangguan saluran kemih, dengan gejala-
gejala susah buang buang air kemih (dikira sembelit) atau hematuria.
Tindakan medis termasuk operasi diperlukan untuk menghilangkan
kristal ini.
2. Calcium Oxalat Kalsium oksalat dihidrat kristalnya pada umumnya
terlihat segi empat dengan sudut diagnonal memotong didalamnya pada
lapang pandang yang tampak (mirip dengan amplop). Kristal ini dapat
ditemukan pada semua pH. Kristal-kristal ini ukurannya sangat
bervariasi dari yang paling besar hingga kecil, terlihat memiliki indeks
bias biru pada bagian dalam apabila pengamat memutar mikrometer
mikroskop. Dalam beberapa hal, sejumlah besar dari oxalates yang
kecil mungkin tidak berbentuk kristal khas, kecuali jika yang diuji pada
magniIikasi yang tinggi. &rolithiasis karena kalsium oksalat sudah
dilaporkan pada anjing dan kucing. Pada beberapa kasus, gangguan
skunder pemakaian kalsium (meningkat) seperti hiperparatiroidisme
maka terjadi gangguan metabolisme dan peningkatan ekskresi kalsium
oleh tubuh. Miniatur Schnauzers menjelaskan bahwa yang dapat
mempengaruhi kepada kalsium oksalat urolithiasis tetapi walaupun
begitu disertai juga tanpa kelainan-kelainan dalam ekskresi kalsium
dalam urine. Kristal-kristal Kalsium oksalat dihydrate dapat juga dilihat
pada kasus-kasus intoksikasi etilena glikol. Hal ini dapat dilihat bila
dalam urine ditemukan dalam jumlah banyak dengan gagal ginjal
akaut, perlu pertimbangan diagnosis karena keracunan etilena glikol.
3. Asam &rat Asam urat mengeristal di dalam sistim orthorombic. Kristal-
kristal asam urat dapat muncul dalam beberapa bentuk. Kristal-kristal
yang klasik bersiIat pelat-proIil belah ketupat tipis dan yang lain
membentuk plat bersudut enam, jarum dan rosette.
Kristal asam urat biasanya mempunyai karakteristik warna kuning.
Intensitas warna bergantung pada ketebalan dari kristal, plat-plat sangat
tipis terlihat berwarna kuning muda, sedangkan kristal yang lebih besar
dan tebal mungkin akan berwarna coklat. Di bawah cahaya yang
dipolarisasikan, asam urat menunjukkan suatu warna polarisasi, dan
dengan kristal-kristal yang lebih tebal, satu rangkaian bentuk hitam
terpusat. 'ariasi warna di bawah cahaya yang dipolarisasikan adalah
ciri khas asam urat.
4. Kalsium FosIat Kristal kalsium IosIat juga dinamakan di-calcium IosIat
atau hidroksil apatit. Nama mineralnya adalah brushite. Bentuk kristal
merupakan suatu prisma yang panjang pada ujungnya mungkin terlihat
sharped. Kristal ini adalah sedikit bireIringent. Kristal kalsium IosIat
ditemukan dengan IosIat-IosIat rangkap tiga yang lainnya dan memiliki
arti klinis yang sama. Penyebab utama kristaluria ini adalah pH yang
bersiIat alkali bahwa berkurang daya larut kalsium IosIat dan sehingga
secara perlahan terbentuk kristal tersebut. Nilai pH alkali dapat
disebabkan oleh diet (vegetarian, kaya akan IosIat) tetapi dapat juga
karena kondisi patologis. Biasanya, kehadiran kristal ini bukanlah yang
penting. Perbedaan antara amorI urates dan amorI IosIat berdasarkan
pH yang urine. Kristal dari kalsium IosIat adalah putih, sedangkan
amorI urate merah muda.
5. Biurat Kristal Ammonium urate (atau biurate/ammonium asam
urates/Ammonium biurates) secara umum kelihatan sebagai warna
coklat atau kuning kecoklatan berbentuk sIeris dengan penonjolan yang
tidak beraturan (kecubung). Dapat pula ditemukan dalam bentuk seperti
buah apel dengan lapisan berwarna gelap melingkar. Beberapa kristal
diproyeksikan seperti terompet atau bentuk seperti tanduk lembu jantan
dengan ujung meruncung bersiIat bireIringent. Ditemukan dalam urine
di segala pH, tetapi akan tampak jelas pada pH netral dan alkali karena
merupakan sedimen yang bersiIat alkali. Ammonium biurates jarang
ditemukan pada spesimen yang segar. Dapat ditenukan di dalam
spesimen-spesimen yang lama yang telah mengalami pH menjadi
alkali. Kristal ini dapat ditemukan pada gangguan vaskuler dengan
gangguan keseimbangan pH darah.

O Pada jenis pemeriksaan ion klorida urine pria dan wanita sama terdapat
endapan putih, ini dikarenakan adanya endapan belerang yang belum
teroksidasi

O Pemeriksaan aseton ditemukan pada urine laki-laki dan perempuan, pada
pemeriksaan ini menunjukkan bahwa urine ini dalam keadaan normal.

O Pada jenis pemeriksaan gula pereduksi pada urine laki-laki dan
perempuan sama-sama normal (tidak mengandung endapan karena hasil
test menunjukkan bahwa pemilik urine tersebut dalam keadaan normal
dan bila ada endapan menandakan gula berlebih banyak dan penderita
positiI menderita diabetes)

O Pada jenis pemeriksaan albumin urine laki-laki dan perempuan sama-
sama dalam keadaan normal (berarti Iungsi ginjal orang yang diambil
sampel urine tersebut masih berIungsi dengan baik dan sebaliknya bila
ada endapan Iungsi ginjal tidak berIungsi normal)

















'I. KESIMP&LAN

Pada urin laki-laki dan perempuan yang diuji tidak terdapat kelainan asam
urat, glukosa berlebih, pH 6 untuk urin laki-laki dan pH 7 untuk urin perempuan,
bau aromatik, urea mengandung kristal, adanya aseton, gula pereduksi normal,
albumin normal dan memilik BJ 1009 unLuk lakllakl dan 1017 unLuk perempuan
yang menandakan bahwa urin tersebut dalam keadaan normal.





























'II. DAFTAR P&STAKA

Buku Biologi edisi kelima jilid 3, Campbell Recce Mitchell hal 116
Buku Anatomi Fisiologi Manusia, !aul D Anderson hal 252
http://pharmacistmuslim.blogspot.com/2010/07/percobaan-urin.html / diakses pada
hari selasa, pukul 19.59 WIB.