Anda di halaman 1dari 7

PDRB ADHK dan ADHB Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) adalah indikator yang menggambarkan keadaan perekonomian

penduduk di suatu wilayah/daerah. Ukuran yang dapat dihasilkan dari penghitungan PDRB antara lain adalah rata-rata pendapatan per kapita, struktur ekonomi dan pertumbuhan ekonomi.

Tabel 1 PDRB Papua Barat Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha, 2007-2009 (Miliar Rupiah) Lapangan Usaha Pertanian, Peternakan, Kehutanan Dan Perikanan Pertambangan Dan Penggalian Industri Pengolahan Listrik, Gas Dan Air Bersih Kontruksi Perdagangan, Hotel Dan Restoran Pengangkutan Dan Komunikasi Keuangan, Real Estate Dan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa PDRB 2007 1709 1087 814 27 498 616 440 118 625 5934 2008 1817 1099 872 29 573 671 474 150 684 6369 2009 1879 1094 971 32 648 713 549 152 731 6769

Tabel 2 PDRB Papua Barat Atas Dasar Harga Berlaku 2000 Menurut Lapangan Usaha, 2007-2009 (Miliar Rupiah) Lapangan Usaha Pertanian, Peternakan, Kehutanan Dan Perikanan Pertambangan Dan Penggalian Industri Pengolahan Listrik, Gas Dan Air Bersih Kontruksi Perdagangan, Hotel Dan Restoran Pengangkutan Dan Komunikasi Keuangan, Real Estate Dan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa PDRB 2007 2762 1655 2084 58 893 1096 771 215 832 10366 2008 3107 1844 2836 66 1151 1290 867 302 1005 12468 2009 3568 1927 3548 74 1427 1453 1059 349 1144 14549

Pada table di atas dapat dilihat bahwa sektor penyumbang PDRB tebesar di provinsi Papua Barat adalah sektor pertanian, peternakan, kehutanan, dan perikanan, baik untuk harga berlaku dan harga konstan. Kemudian untuk penyumbang PDRB terkecil, baik untuk harga berlaku dan harga konstan, diperoleh dari sektor listrik, gas, dan air bersih. Peran kontribusi kedua sektor tersebut selalu sama dari tahun 2007 hingga tahun 2009, yaitu untuk yang terbesar pada sektor pertanian, peternakan, kehutanan, dan perikanan sedangkan yang terkecil ada pada sektor listrik, gas, dan air bersih. Untuk nilai PDRB provinsi Papua Barat dapat dilihat bawah terjadi peningkatan dari tahun ke tahun. Tahun 2007 nilai PDRB sebesar 10366, kemudian pada tahun 2008 meningkat menjadi 12468 dan terakhir pada tahun 2009 PDRB meningkat sebesar 2081 poin menjadi 14549.

Distribusi Persentase Menurut Lapangan Usaha Distribusi Persentase dari tiap sektor menggambarkan seberapa besar kontribusi atau sumbangan dari tiap sektor terhadap PDRB suatu daerah. Berikut tabel yang memuat distribusi persentase dari masing-masing sektor dari 2007 sampai tahun 2009.

Tabel 3 Distribusi Persentase PDRB Papua Barat Atas Dasar Harga Berlaku 2000 Menurut Lapangan Usaha, 2007-2009 (Persen) Lapangan Usaha Pertanian, Peternakan, Kehutanan Dan Perikanan Pertambangan Dan Penggalian Industri Pengolahan Listrik, Gas Dan Air Bersih Kontruksi Perdagangan, Hotel Dan Restoran Pengangkutan Dan Komunikasi Keuangan, Real Estate Dan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa PDRB 2007 26.64 15.97 20.10 0.56 8.61 10.57 7.44 2.07 8.03 100 2008 24.92 14.79 22.75 0.53 9.23 10.35 6.95 2.42 8.06 100 2009 24.52 13.24 24.39 0.51 9.81 9.99 7.28 2.40 7.86 100

Tabel di atas menunjukkan bahwa persentase distribusi PDRB terbesar berada sektor pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan. Posisi kedua sektor industry pengolahan, dan yang ketiga sektor pertambangan dan penggalian. Sebaran distribusi seperti ini mulai dari tahun 2007 hingga 2009 relatif sama. Tidak ada perubahan urutan distribusi persentase PDRB di provinsi Papua Barat. Namun diantara ketiga tahun tersebut, antara tahun 2007 hingga 2009, persentase terbesar untuk sektor pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan terjadi pada tahun 2007 yaitu sebesar 26,64 persen Kemudian untuk persentase yang terkecil diperoleh dari sektor listrik, gas, dan air bersih yaitu berkisar antara 0,50 persen dari seluruh PDRB provinsi Papua Barat. Distribusi ini tidak mengalami perubahan yang signifikan pada perkembanganannya dari tahun ke tahun. Terlihat bahwa pada tahun 2007 hingga 2009, sektor ini menunjukkan distribusi persentase yang secara berturut-turut adalah 0,56; 0,53; 0,51 persen.

Laju Pertumbuhan ekonomi Untuk melihat seberapa cepat pertumbuhan ekonomi dari setiap sektor juga dapat diperhatikan dari laju pertumbuhan ekonominya. Laju pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu indikator ekonomi makro yang menggambarkan tingkat pertumbuhan ekonomi. Tabel berikut menampilkan laju pertumbuhan ekonomi dari PDRB provinsi Papua Barat.

Tabel 4 Laju Pertumbuhan PDRB Papua Barat Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha, 2007-2009 (Miliar Rupiah) Lapangan Usaha Pertanian, Peternakan, Kehutanan Dan Perikanan Pertambangan Dan Penggalian Industri Pengolahan Listrik, Gas Dan Air Bersih Kontruksi Perdagangan, Hotel Dan Restoran Pengangkutan Dan Komunikasi Keuangan, Real Estate Dan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa PDRB 2007 5.23 0.46 8.24 8.00 12.93 9.61 10.83 24.21 9.27 6.94 2008 6.32 1.10 7.13 7.41 15.06 8.93 7.73 27.12 9.44 7.33 2009 3.41 -0.45 11.35 10.34 13.09 6.26 15.82 1.33 6.87 6.28

Pertumbuhan PDRB di provinsi Papua Barat pada tahun 2008 mengalami peningkatan sebesar 7,33 persen dibandingkan tahun 2007, sedangkan untuk tahun 2009 mengalami peningkatan sebesear 6,28 persen dibandingkan dengan PDRB tahun 2008. Dapat dilihat bahwa laju pertumbuhan dari tahun 2008 ke 2009 ternyata mengalami penurunan, yaitu sebesar 1,05 persen. Selanjutnya pada tahun 2008, sektor yang mengalami peningkatan pertumbuhan yang paling banyak adalah sektor keuangan, real estate, dan jasa perusahaan.yaitu sebesar 27,12 persen. Kedua adalah sektor konstruksi dan yang ketiga adalah sektor jasa, yang secara berturut-turut adalah 15,06 persen dan 9,44 persen. Sektor pertambangan dan penggalian mengalami peningkata pertumbuhan yang terkecil diantara sektor-sektor yang lain yaitu sebesar 1,10 persen. Untuk tahun 2009, posisi pertama yang mengalami peningkatan terbaik adalah sektor pengangkutan dan komunikasi yaitu sebesar 15,82 persen. Kemudian urutan kedua dan ketiga adalah kontruksi sebesar 13,09 dan industry pengolahan sebesar 11,35 persen. Sementara itu untuk sektor pertambangan dan penggalian berada pada urutan terbawah dan bahkan mengalami penurunan pertumbuhan yaitu sebesar 0,45 persen

jasa 9.27

pertanian pertambangan 5.23 0.46 industri 8.24 listrik 8 kontruksi 12.93

keuangan 24.21

pengangkutan 10.83

perdagangan 9.61

Grafik 1 Distribusi Persentase PDRB Tahun 2007 (Miliar Rupiah)

jasa 9.44

pertanian 6.32

pertambangan 1.1 industri 7.13 listrik 7.41 kontruksi 15.06

keuangan 27.12

pengangkutan 7.73

perdagangan 8.93

Grafik 3 Distribusi Persentase PDRB Tahun 2008 (Miliar Rupiah)

keuangan jasa 6.87 1.33 pengangkutan 15.82

pertanian pertambangan 3.41 -0.45 industri 11.35

listrik 10.34 kontruksi 13.09 perdagangan 6.26

Grafik 2 Distribusi Persentase PDRB Tahun 2009 (Miliar Rupiah)

Indeks Harga Implisit Indeks Harga Implisit adalah suatu indeks harga yang diperoleh dengan membagi nilai PDRB atas dasar harga berlaku terhadap PDRB atas dasar harga konstan. Indeks harga implisit menggambarkan tingkat perubahan harga umum seluruh komoditi baik barang dan jasa yang terjadi di suatu wilayah dalam suatu kurun waktu tertentu. Dengan kata lain, Indeks harga implisit adalah laju inflasi yang menggambarkan besarnya perubahan harga yang terjadi pada produsen.

Tabel 5 Indeks Harga Implisit PDRB Papua Barat Menurut Lapangan Usaha, 2007-2009 (Miliar Rupiah) Lapangan Usaha Pertanian, Peternakan, Kehutanan Dan Perikanan Pertambangan Dan Penggalian Industri Pengolahan Listrik, Gas Dan Air Bersih Kontruksi Perdagangan, Hotel Dan Restoran Pengangkutan Dan Komunikasi Keuangan, Real Estate Dan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa PDRB 2007 161.61 152.25 256.02 214.81 179.32 177.92 175.23 182.20 133.12 174.69 2008 171.00 167.79 325.23 227.59 200.87 192.25 182.91 201.33 146.93 195.76 2009 189.89 176.14 365.40 231.25 220.22 203.79 192.90 229.61 156.50 214.94

Berdasarkan tabel di atas terlihat bahwa tingkat perkembangan harga secara agregat mengalami peningkatan tiap tahunnya, yaitu pada tahun 2007 indeks harga implisit dari provinsi Papua Barat sebesar 174,69, kemudian meningkat pada tahun 2008 menjadi 195,76 dan terakhir tahun 2009 indeks harga implisit menjadi 214,94. Untuk masing-masing sektornya, dari tahun 2007 hingga 2009, sektor dengan indeks harga implisitnya paling tinggi dan terus mengalami peningkatan adalah sektor industri pengolahan. Secara berturut adalah 256,02 pada tahun 2007, 325,23 pada tahun 2008 dan 365,40 pada tahun 2009. Hal serupa juga terjadi pada sektor yang menempati indeks tertinggi kedua dan ketiga yaitu sektor listrik, gas dan air bersih dan keuangan, real estate dan jasa keuangan. Kedua sektor tersebut juga selalu meningkat dari tahun ke tahun. Untuk sektor listrik, air dan air bersih secara berturut-turut adalah 214,81 pada tahun 2007, 227,59 pada tahun 2008 dan 231,25 pada tahun 2009. Kemudian untuk sektor keuangan, real estate dan jasa keuangan secara berturut-turut adalah 182,20 pada tahun 2007, 201,33 pada tahun 2008 dan 229,61 pada tahun 2009. Sementara itu untuk sektor yang mempunyai indeks harga implicit terendah adalah sektor jasa-jasa yaitu sebesar 133,12 pada tahun 2007, 146,93 pada tahun 2008 dan 156,50 pada tahun 2009

Laju Indeks Harga Implisit

Tabel 6 Laju Indeks Harga PDRB Papua Barat Menurut Lapangan Usaha, 2007-2009 (Miliar Rupiah) Lapangan Usaha Pertanian, Peternakan, Kehutanan Dan Perikanan Pertambangan Dan Penggalian Industri Pengolahan Listrik, Gas Dan Air Bersih Kontruksi Perdagangan, Hotel Dan Restoran Pengangkutan Dan Komunikasi Keuangan, Real Estate Dan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa PDRB 2007 8.05 6.08 10.52 11.88 10.45 7.98 7.69 14.63 3.60 8.36 2008 5.80 10.20 27.03 5.95 12.02 8.05 4.39 10.50 10.37 12.06 2009 11.05 4.98 12.35 1.61 9.63 6.00 5.46 14.04 6.51 9.80

Dari tabel di atas terlihat bahwa inflasi rata-rata dari sisi produsen pada tahun 2008 sebesar 12,06 yang lebih besar daripada yang terjadi pada tahun 2009 yaitu 9,80. Pada tahun 2008, inflasi tertinggi dari sisi produsen terjadi di sektor industry pengolahan yaitu sebesar 27,03 persen, kemudian disusul oleh sektor kontruksi sebesar 12,02 persen, sektor Keuangan, Real Estate Dan Jasa Perusahaan sebesar 10,50 persen, sektor jasa-jasa sebesar 10,37 persen, sektor pertambangan dan penggalian sebesar 10,20 persen, sektor Perdagangan, Hotel Dan Restoran sebesar 8,05 persen, sektor Listrik, Gas Dan Air Bersih sebesar 5,95 persen, sektor Pertanian, Peternakan, Kehutanan Dan Perikanan sebesar 5,80 persen dan yang terakhir yang merupakan sektor dengan inflasi di tingkat produsen terendah adalah sektor Pengangkutan Dan Komunikasi dengan inflasi sebesar 4,39 persen