Anda di halaman 1dari 2

Cerita TaiIah

Bayan berkata, 'Ada cerita tentang seorang raja dari Benua yang bernama Tabaristan. Raja
itu senang menjamu para hulubalangnya. Suatu hari ada seorang hulubalang datang bersama
anak dan istrinya menghadap raja itu. Lalu raja Tabaristan bertanya, 'Darimanakah kamu
berasal, siapakan namamu dan apa tujuanmu mendatangiku?
TaiIah pun menghaturkan sujud sembah,Yang mulia, hamba berasalah dari Negeri Irak
dan hamba bernama TaiIah. Maksud hamba datang ke sini untuk mengabdi kepada Tuan syah
alam. Hamba sudah banyak mengabdi kepada raja-raja di negeri irak, tapi tidak ada yang pernah
memperhatikan hamba. Lalu hamba mendengar bahwa Tuan syah alam sangat simpati dan
mengasihi para hulubalangnya, maka dari itu hamba hendak mengabdikan diri kepada tuan syah
alam.
Raja Tabaristan berkata, 'Baiklah! Duduklah bersamaku. TaiIah diberikan emas dan
perak, ia juiga diberikan rumah dan kampong seperti hulubalang yang lain.
Seperti yang biasa dilakukan , raja Tabaristan menjamu para hulubalangnya setiap tiga hari
sekali dengan segala minuman dan makana kesukaan mereka. Pada suatu hari, raja tabaristan
menjamu seluruh hulubalangnya dan saat itu TaiIah ikut dalam acara itu. Setelah beberapa lama
acara jamuan berlangsung, TaiIah pun berbicara, katanya, 'Tidak ada orang lain yang lebih
menyayangi tuan Syah Alam lebih dari patih dan tidak ada yang melawan musuh tuan kecuali
patih. Dan banyak lagi ia berbicara di hadapi raja Tabaristan. Mendengar kata-kata TaiIah, raja
Tabristan pun marah.
Walaupun lama sudah raja marah padanya, tapi TaiIah tetatp berbakti pada raja Tabaristan
itu. Pada suatu malam, raja Tabaristan itu mendengar suara yang bunyinya, 'Aku telah
dikeluarkan dari sini! Siapa yang dapat mengembalikan aku?. Setelah raja mendengar kata-kata
itu, ia pun bergegas menuju serambi untuk melihat siapa yang berkata seperti itu. Pada saat itu
TaiIah sedang menjaga kerajaan. Raja pun melihat ada seorang yang membawa senjata sedang
menjaga kerajaan. Raja pun bertanya, 'Siapa itu?
TaiIah pun bersujud, 'Hamba TaiIah! Telah setahun hamba mengawal disini, barulah tuan
melihat patih pada malam ini.
Raja Tabaristan pun bertanya, 'Apakah kau mendengar suara itu?
TaiIah menjawab, 'Telah tiga hari hamba mendengar suara itu, tapi hamba tidak
menghiraukan karena hamba sedang berjaga di istana yang mulia tuan syah alam.
Raja Tabristan berkata, 'Coba lihat sura siapa itu.
TaiIah pun pergi mencari asal suara itu. Setalah TaiIah menemukan sumber suara itu, ia
melihat ada seorang perempuan yang sangat cantik.TaiIah pun berkata, 'Hai perempuan! Siapa
kamu, dan apa maumu?
Perempuan itu membalas, 'Akulah pengawal istana ini. Sekarang aku telah dikeluarkan
dan siapa yang bisa mengembalikan aku?
TaiIah berkata, 'Apa maksudmu?
Kata perempuan itu, 'Raja Tabaristan sudah tidak berkuasa dan umurnya pun pendek.
TaiIah membalas, 'Hai perempuan! Apa yang kau katakana? apapun yang terjadi,
kekuasaan raja akan bertambah dan umurnya pun akan di tambah oleh Tuhan.