Anda di halaman 1dari 6

Adab Hutang Piutang dalam Islam | Diary Ummi Farah

http://ummifarah.com/2010/04/adab-hutang-piutang-dalam-islam/

Home About

Diary Ummi Farah


Hari hari ummi, farah dan abah..
Home Adab-adab dalam Islam Aksi Farah Curhat Ummi MPASI Psikologi Anak

Adab Hutang Piutang dalam Islam


Filed in Adab-adab dalam Islam , Curhat Ummi 1 comments Terkadang kita sering dihadapi dalam keadaan harus meminjamkan uang kepada orang lain. Keadaan itu kurang biasanya disukai banyak orang, dihadapi kenyataan harus membantu akan tetapi ada resiko tidak dikembalikan. Berikut ada artikel yang bagus untuk menumbuhkan rasa ikhlas dihati jika uang yang dipinjamkan belum dikembalikan, menumbuhkan rasa semakin ingin membantu orang lain, dan menumbuhkan rasa takut berhutang.. Enjoy it !! Dalam ajaran Islam, utang-piutang adalah muamalah yang dibolehkan, tapi diharuskan untuk ekstra hati-hati dalam menerapkannya. Karena utang bisa mengantarkan seseorang ke surga, dan sebaliknya juga menjerumuskan seseorang ke neraka. Islam memuji pedagang yang menjual barang kepada orang yang tidak mampu membayar tunai, lalu memberi tempo, membolehkan pembelinya berutang. Islam menjanjikan pedagang itu berpotensi masuk surga, sebagaimana hadits Rasulullah saw: Bahwasanya ada seseorang yang meninggal dunia lalu dia masuk surga, dan ditanyakanlah kepadanya, amal apakah yang dahulu kamu kerjakan? Ia menjawab, Sesungguhnya dahulu saya berjualan. Saya memberi tempo (berutang) kepada orang yang dalam kesulitan, dan saya memaafkan terhadap mata uang atau uang. (HR. Muslim) Menurut ulama pensyarah hadits, kata-kata memaafkan terhadap mata uang atau uang di situ adalah, bahwa yang bersangkutan memberikan kemurahan kepada pengutang dalam membayar utangnya. Bila terdapat sedikit kekurangan pembayaran dari yang semestinya, kekurangan itu di abaikan dengan hati lapang. Keutamaan/fadhilah bagi pemberi utang: Siapa yang memberi pinjaman atas kesusahan orang lain, maka dia ditempatkan di bawah naungan singgasana Allah pada hari kiamat. (HR. Thabrani, Ibnu Majah, Baihaqi) Barangsiapa meminjamkan (harta) kepada orang lain, maka pahala shadaqah akan terus mengalir

1 of 6

05/09/2011 18:33

Adab Hutang Piutang dalam Islam | Diary Ummi Farah

http://ummifarah.com/2010/04/adab-hutang-piutang-dalam-islam/

kepadanya setiap hari dengan jumlah sebanyak yang dipinjamkan, sampai pinjaman tersebut dikembalikan. (HR. Muslim, Ahmad, Ibnu Majah). Contohnya, si Fulan meminjam uang sebesar Rp. 1.000 kepada Fulanah. Fulanah akan mengembalikan uang tersebut dalam tempo 10 hari. Maka selama sepuluh hari itu si Fulan mendapatkan pahala shadaqah Rp. 1.000 setiap harinya. Dua kali memberikan pinjaman, sama derajatnya dengan sekali bershadaqah. (HR. Bukhari, Muslim, Thabrani, Baihaqi). Menghindari Utang Sebaliknya, Islam menyuruh pembeli menghindari utang semaksimal mungkin jika ia mampu membeli dengan tunai. Karena utang, menurut Rasulullah SAW, penyebab kesedihan di malam hari dan kehinaan di siang hari. Utang juga dapat membahayakan akhlaq, kata Rasulullah, Sesungguhnya seseorang apabila berutang, maka dia sering berkata lantas berdusta, dan berjanji lantas memungkiri. (HR. Bukhari). Rasulullah pernah menolak menshalatkan jenazah sesorang yang diketahui masih meninggalkan utang dan tidak meninggalkan harta untuk membayarnya. Sabda Rasulullah, Akan diampuni orang yang mati syahid semua dosanya, kecuali utangnya. (HR. Muslim). Bagaimana Islam mengatur berutang-piutang yang membawa pelakunya ke surga dan menghindarkan dari api neraka ? Perhatikanlah adab-adabnya di bawah ini: Adab Umum Agama membolehkan adanya utang-piutang, untuk tujuan kebaikan. Tidak dibenarkan meminjam atau memberi pinjaman untuk keperluan maksiat. (HR. Bukhari, Muslim, Ibnu Majah, Hakim) Pembayaran tidak boleh melebihi jumlah pinjaman. Selisih pembayaran dan pinjaman dan pengembalian adalah riba. Jika pinjam uang sejuta, kembalinya pun sejuta, tidak boleh lebih. Boleh ada kelebihan pembayaran, berubah hadiah, asal tidak diakadkan sebelumnya. (HR. Bukhari, Muslim, Abdur Razak). Jangan ada syarat lain dalam utang-piutang kecuali (waktu) pembayarannya. (HR. Ahmad, Nasai). Adab untuk pemberi utang Sebaiknya memberi tempo pembayaran kepada yang meminjam agar ada kemudahan untuk membayar. (HR. Muslim, Ahmad). Jangan menagih sebelum waktu pembayaran yang sudah ditentukan. (HR. Ahmad) Hendaknya menagih dengan sikap yang lembut penuh maaf. (HR. Bukhari, Muslim, Tirmidzi). Boleh menyuruh orang lain untuk menagih utang, tetapi terlebih dahulu diberi nasihat agar bersikap baik, lembut dan penuh pemaaf kepada orang yang akan ditagih. (HR. Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Hakim). Adab bagi pengutang Sebaik-baik orang adalah yang mudah dalam membayar utang (tidak menunda-nunda). (HR. Bukhari, Nasai, Ibnu Majah, Tirmidzi). Yang berutang hendaknya berniat sungguh-sungguh untuk membayar. (HR. Bukhari, Muslim) Menunda-nunda utang padahal mampu adalah kezaliman. (HR. Thabrani, Abu Dawud). Barangsiapa menunda-nunda pembayaran utang, padahal ia mampu membayarnya, maka bertambah satu dosa baginya setiap hari. (HR. Baihaqi). Bagi yang memiliki utang dan ia belum mampu membayarnya, dianjurkan banyak-banyak berdoa kepada Allah agar dibebaskan dari utang, serta banyak-banyak membaca surat Ali Imran ayat 26. (HR. Baihaqi) Disunnahkan agar segera mengucapkan tahmid (Alhamdulillah) setelah dapat membayar utang. (HR Bukhari, Muslim, Nasai, Ahmad). Bila ada orang yang masuk surga karena piutang, kelak akan ada juga orang yang kehabisan amal baik dan

2 of 6

05/09/2011 18:33

Adab Hutang Piutang dalam Islam | Diary Ummi Farah

http://ummifarah.com/2010/04/adab-hutang-piutang-dalam-islam/

akan masuk neraka karena lalai membayar utang. Sabda Rasulullah SAW: Barangsiapa (yang berutang) di dalam hatinya tidak ada niat untuk membayar utangnya, maka pahala kebaikannya akan dialihkan kepada yang memberi piutang. Jika masih belum terpenuhi, maka dosa-dosa yang memberi utang akan dialihkan kepada orang yang berutang. (HR. Baihaqi, Thabrani, Hakim). (Ali Athwa/SHW) Majalah Suara Hidayatullah edisi 10/XV/Dzulqadah-Dzulhijjah 1423. thanks to: here Posted by Ummi Farah @ 17 April 2010 1 comments Tags : Adab , hutang , piutang

Share This Post

1 Comments
Add Comment Comments

Sep 25, 2010 8:52 am #1 pangerand kechil : jika saya berhutang kepada seseorang dan org itu tdak saya kenal sama sekali lalu setelah beberapa hri kemudian tanpa saya ketahui org itu meninggal dunia, dan tdak ada seorgpn yg taw siapa dia krena sejak saya bertemu hanya sekali (saat saya berhutang) bagaimana caranya saya mengembalikan hutang itu??? (dengan cara apa?) agar htang saya d anggap lnas dan sah,! sukron Leave a Comment Name

Email

Website

3 of 6

05/09/2011 18:33

Adab Hutang Piutang dalam Islam | Diary Ummi Farah

http://ummifarah.com/2010/04/adab-hutang-piutang-dalam-islam/

Previous Post Maen Aer Yukkk Next Post Apa Kata Ilmuwan Jerman Mengenai Perbedaan Anak Laki-Laki dan Perempuan

Subscribe to RSS Feed Comment RSS Feed Categories Comments Recent Posts

Categories
Adab-adab dalam Islam (1 posts) Aksi Farah (17 posts) Curhat Ummi (19 posts) MPASI (6 posts) Psikologi Anak (4 posts)

Comments
Ummi Farah on Perbandingan Berat Badan Bayi ASI dan Bayi Susu Formula : Maaf mbak, saya baru baca komennya.. =( Gimana kabar bayinya... pangerand kechil on Adab Hutang Piutang dalam Islam : jika saya berhutang kepada seseorang dan org itu tdak saya ... Dinda on Perbandingan Berat Badan Bayi ASI dan Bayi Susu Formula : Ummi,gmn caranya meningkatkan frek menyusu bayi asi jk by hn... Lia on Perbandingan Berat Badan Bayi ASI dan Bayi Susu Formula : Tp gmn y ummi caranya meningkatkan frekuensi menyusunya jika... Nintin Ummu Gizan on Selamat ulang bulan yang ke-8 bidadariku.. : Assalamualaykum... Salam kenal Ummu Farah. Farah cantik d... abah on Selamat ulang bulan yang ke-8 bidadariku.. : abah en farah nunggu kejutan dari ummi :)... Poetrizen on About : Life's beautiful..enjoy this life n you'll feel happy..... Diyah-ummi Zalfa on Apa yang salah? : Salam kenal ummi & Farah..... Gak ada yg salah kok kalo...

Recent Posts
4 of 6 05/09/2011 18:33

Adab Hutang Piutang dalam Islam | Diary Ummi Farah

http://ummifarah.com/2010/04/adab-hutang-piutang-dalam-islam/

Apa kabar rumahku? Baby walker..Masihkah perlu? Farah 1st Year Menakar Waktu Batita Menonton Televisi Awas, Efek Negatif Video Pada Bayi Apa Kata Ilmuwan Jerman Mengenai Perbedaan Anak Laki-Laki dan Perempuan Adab Hutang Piutang dalam Islam Maen Aer Yukkk Jalan-jalan ke kebun binatang Perbandingan Berat Badan Bayi ASI dan Bayi Susu Formula Farah Azizur Razaq

FB Ummi Farah

Categories Adab-adab dalam Islam Aksi Farah Curhat Ummi MPASI Psikologi Anak EcoBALL, Bola Pencuci Pengganti Deterjen

Archives December 2010 July 2010 June 2010 April 2010 March 2010 February 2010 December 2009 November 2009 October 2009 September 2009 August 2009 Meta

5 of 6

05/09/2011 18:33

Adab Hutang Piutang dalam Islam | Diary Ummi Farah

http://ummifarah.com/2010/04/adab-hutang-piutang-dalam-islam/

Log in Entries RSS Comments RSS WordPress.org

Popular Posts
3 Perbandingan Berat Badan Bayi ASI dan Bayi Susu Formula 2 Selamat ulang bulan yang ke-8 bidadariku.. 1 Apa yang salah? 1 Adab Hutang Piutang dalam Islam 0 Start from 1 Ramadhan 1430H

Subscribe To Updates
Blog RSS Feed Comments RSS Feed

Looking For Something?

2009 - 2011 Diary Ummi Farah


Powered by Ummi Farah | Bangzenk designed by Web Hosting | Song Lyrics | Free Download Ebook | Gadget Review

6 of 6

05/09/2011 18:33