Anda di halaman 1dari 12

TUGAS TEKNIK TEROWONGAN

TEKNIK PENGGALIAN TEROWONGAN





ANGGOTA:
RU1IANSYAH TO3 090025
SONY ADE PUTRA S. TO3 090026
SURYA PANI TO3 090027
TAUFIK HIDAYAT TO3 090029
YUDHO DWI GALIH C. TO3 090030
YULIANSYAH TO3 080030

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL
POLITEKNIK NEGERI BAN1ARMASIN
1URUSAN TEKNIK SIPIL
PROGRAM STUDI DII TEKNIK
PERTAMBANGAN
2011
DOSEN
Emerla Emy Yulistiyamdari, ST

TEKNIK PENGGALIAN TEROWONGAN

Pendahuluan

Pengertian Tambang Bawah Tanah
Tambang bawah tanah adaalah suatu sist em penambangan dimana seluruh
aktiIitas kerjanya tidak berhubungan dengan langsung terhadap at mosIer
atau udara luar,seluruh aktivitas penambangannya dilakukan di bawah
permukaan bumi. Penambangan bawah tanah dapat dibagi menjadi
beberapa met ode.Berdasarkan dengan cara penyanggaannya, tambang
bawah tanah dapat dibagi menjadi beberapa met ode, baik itu untuk
penambangan batubara ataupun untuk penambangan endapan bijih. Untuk
penambangan batubara terdiri dari dua metode, yaitu long wall methods
dan room and pillar methods. Sedangkan untuk penambangan endapan
bijih t erdiri dari tiga met ode, yaitu open stope met hods, supported
met hods, dan caving met hods.
Disini akan dijelaskan lebih lanjut mengenai met ode panambangan
bawah tanah untuk batubara.

Pengertian Terowongan
Terowongan adalah lubang bukaan yang dipersiapkan untuk kelancaran produksi
tambang bawah tanah.
Dibawah ini merupakan Fungsi terowongan :
1. Sebagai jalan masuk dan keluar bagi karyawan dan jalan angkut.
2. Membawa keluar produksi tambang (brocken ore).
3. Mengangkut material trava system telekomunikasi, pipa air dan pipa lumpur
4. Lubang khusus ventilasi
5. Untuk saluran air / drainage / penirisan sumur.
6. Untuk keselamatan kerja (penyelamatan jika terjadi kecelakaan)

Penggalian Terowongan
Dalam pelaksanaan penggalian terowongan, pertama kali yang dilakukan
adalah membuat terowongan uji di bagian hulu dan hilir t erowongan
tersebut untuk selanjutnya terowongan uji ini dapat dibuat untuk
pembuatan portal terowongan (tunnel portal).


Penggalian "Exploratory Adit~
Maksud dari pekerjaan ini adalah untuk membuat "exploratory adit" atau
terowongan uji, yaitu terowongan berukuran kecil (kurang lebih 2 m x 2
m) untuk tujuan :
Mengetahui keadaan geologi bawah permukaan di tempat lintasan
rencana terowongan.
Pengujian lapangan ("insitu test), antara lain: "loading test", "shear test",
"flat fack test" dan lain sebagainya.
Data yang diperoleh adalah log "exploratory adit", yaitu deskripsi geologi
dinding kiri, kanan, dan atap "exploratory adit", yang antara lain memuat:
litologi berikut siIat Iisiknya, diskontinuitas, rembesan air tanah, hasil-
hasil pengujian yang dilakukan dan lain sebagainya.

Metode Penambangan Bawah Tanah
asil penelusuran dari beberapa buku menunjukkan bahwa met ode
penambangan bawah tanah untuk batubara terdiri dari
a. Sist em room and pillar (ruang dan pilar)
b. Sist em long wall (lorong panjang).
Pada sistem lorong panjang ini t erbagi lagi menjadi met ode penambangan
batubara sistem maju, met ode penambangan batubara sist em mundur,
penambangan batubara steel prop - kappe pick, dan penambangan
batubara steel prop - kappe peledakkan.

a. Metode penambangan batubara sistem ruang dan pilar (room and
pillar method)
Merupakan metode penambangan batubara yang menetapkan suat u
panel atau blok penambangan t ertentu, kemudian menggali maju dua
sistem (jalur) t erowongan, masing-masing melintang dan memanjang,
untuk melakukan penambangan batubara dengan pembagian pilar
batubara. Metode penambangan ini terdiri dari met ode penambangan
batubara yang hanya melalui penggalian maju terowongan, dan met ode
penambangan secara berurutan t erhadap pilar batubara yang diblok tadi,
mulai dari yang t erdalam, apabila jaringan terowongan yang digali
tersebut telah mencapai batas maksimum blok penambangan.

Kondisi yang menghasilkan eIisiensi tinggi metode ini telah dijelaskan.
Keunggulan metode penambangan batubara sistem ruang dan pilar :
1) Lingkup penyesuaian terhadap kondisi alam penambangan lebi h
luas dibanding dengan sistem lorong panjang yang dimekanisasi.
2) ingga batas-batas tertentu, dapat menyesuaikan terhadap variasi
kemiringan (kecuali lapisan yang sangat curam), t ebal tipisnya
lapisan batubara, keberadaan patahan serta siIat dan kondisi lantai
dan atap.
3) Mampu menambang blok yang t ersisa oleh penambang sist em
lorong panjang, misalnya karena adanya patahan.
4) Dapat melakukan penambangan suatu blok yang berkaitan dengan
perlindungan per mukaan (seperti perlindungan bangunan t erhadap
penurunan permukaan tanah).
5) Selain itu, cukup eIektiI unyuk menaikkan recovery sedapatnya,
pada blok yang tidak cocok ditambang semua, misalnya
penambangan bagian dangkal di bawah dasar laut.

Kelemahan metode penambangan batubara sistem ruang dan pilar :
1. #ecovery penambangan batubara yang sangat buruk. (sekitar enam
puluh sampai tujuh puluh persen).
2. Bila dibandingkan dengan met ode penambangan batubara sist em
lorong panjang, banyak terjadi kecelakaan, seperti atap ambruk.
3. Ada batas maksimum penambangan bagian dalam, yang antara lain
disebabkan oleh peningkatan tekanan bumi (batasnya sekitar lima ratus
met er di bawah permukaan bumi).
4. Karena banyak batubara yang disisakan, akan meninggalkan masalah
dari segi keamanan unt uk penerapan di lapisan batubara yang mudah
mengalami swabakar.

Tadinya, recovery metode penambangan batubara sistem ruang dan pilar
sangat rendah, namun akhir-akhir ini ada juga tambang batubara yang
berhasil menaikkan recoverynya.

b. Metode penambangan batubara sistem lorong panjang (long wal l
stoping)
Met ode penambangan ini adalah met ode penambangan batubara yang
digunakan secara luas pada penambangan bawah tanah.

iri-ciri met ode penambangan batubara sistem lorong panjang :
#ecoverynya tinggi, karena menambang sebagian besar batubara.
Permuka kerja dapat dipusatkan, karena dapat berproduksi besar di
satu permuka kerja.
Pada umumnya, apabila kemiringan landai, mekanisasi penambangan,
transportasi dan penyanggaan menjadi mudah, sehingga dapat
meningkat kan eIisiensi penambangan batubara.
Karena dapat memusatkan permuka kerja, panjang t erowongan yang
dirawat terhadap jumlah produksi batubara menjadi pendek.
Mengunt ungkan dari segi keamanan, karena vent ilasinya mudah dan
swabakar yang timbul juga sedikit.
Karena dapat memanIaatkan tekanan bumi, pemot ongan batubara
menjadi mudah.
Apabila terjadi hal-hal seperti keruntuhan permuka kerja dan
kerusakan mesin, penurunan produksi batubaranya besar.

Ada empat cara penambangan batubara dengan menggunakan sist em
lorong
panjang yaitu :
a)ara maju
b)ara mundur
c)ara steel kappa pick
d)ara steel kappa peledakan

a)Metode penambangan batubara sistem maju
Pada penambangan batubara sistem maju, penambangan di mulai dari
mulut masuk suatu blok penambangan batubara, dan dit eruskan
penambangan maju mengarah ke dalam sampai ke ujung panel
penambangan, yang dilakukan secara bersamaan untuk t erowongan
dan per muka kerja, sambil mempertahankan terowongan di gob. al
ini seperti terdapat pada skema penambangan sistem maju (Gambar 1).








ambar 1. Skema penambangan si st em maf u
Kelebihan dan kekurangan sistem maju :
Set elah permuka kerja penambangan dibuat, dapat segera memulai
penambangan batubara, sehingga tidak memerlukan waktu yang
panjang untuk persiapan penambangan batubara.
Pada blok yang banyak perubahan patahan atau lapisan batubara, atau
pada blok yang banyak gas, sulit melakukan eksplorasi dan drainase
gas.
Karena tali gat e dan head gat e di gob harus dipertahankan sampai
selesai penambangan, maka semakin maju pemuka kerja, semaki n
tinggi biaya perawatan karena terowongan yang dirawat semaki n
panjang.
Mudah t erjadi swabakar akibat kebocoran angin di t erowogan gob, dan
apabila perawatan terowongan tidak baik, penampang t erowongan
menjadi sempit, sehingga menjadi halangan bagi ventilasi dan
transportasi.

b)Metode penambangan batubara sistem mundur
Pada penambangan batubara sistem mundur, pertama digali seam road
dari mulut masuk blok penambangan, dan pada waktu terowongan
tersebut mencapai garis maksimal, dibuat permuka kerja sepanjang
garis batas tersebut untuk memulai penambangan batubara menuj u
mulut masuk

Kelebihan dan kekurangan sistem mundur
aktu yang diperlukan unt uk persiapan terowongan penambangan
batubara lama.
Dapat mengetahui kondisi lapisan batubara pada tahap penggalian maju,
serta dapat melakukan drainase gas pada daerah yang banyak emisi
gas(semburan gas), sebelum penambangan batubara.
Pemeliharaan terowongan mudah, dan mengunt ungkan juga bagi
ventilasi dan transportasi.
Karena tidak ada kebocoran angin ke dalam gob, resiko terhadap
swabakar kecil.

Sistem maju dan sist em mundur masing-masing mempunyai
keunggulan dan kekurangan, sistem mana yang akan digunakan,
ditentukan antara lain oleh kondisi lapisan batuan, masalah keamanan
dan sulit tidaknya pemeliharaan terowongan. Penambangan batubara
juga lebih mudah dilakukan kalau ket ebalan lapisan sekitar satu koma
dua sampai tiga meter.




1.Penambangan lapisan batubara tebal












ambar 2. skema penambangan l apisan bat ubara t ebal
Akhir-akhir ini untuk lapisan batubara dengan ket ebalan lebih dari
3m, yakni hingga hampir empat met er mampu ditambang karena
perkembangan selI advancing support. Namun, sebelumnya yang
umum dilakukan adalah membagi lapisan tersebut menjadi lebih dari
dua tingkat, kemudian ditambang satu per satu.
Dalam hal ini, pertama yang ditambang adalah tingkat atas,
kemudian dibuat atap buatan bagi tingkat bawah dengan menggelar atas
seperti st eel band, baja proIil, jala logam dan kayu pada gob, dan
selanjutnya bagian bawah ditambang mengejar tingkat atas. Namun bisa
juga tingkat bawah yang pertama ditambang, kemudian di bekas
penambangannya dilakukan pengisian, baru dilakukan penambangan
bagian atas.

2.Penambangan pada kemiringan curam
Penambangan pada kemiringan curam adalah met ode penambangan
batubara yang umumnya digunakan pada lapisan batubara dengan
kemiringan lebih dari empat puluh lima derajat, di mana hingga sekitar
tahun seribu sembilan ratus dua puluhan digunakan metode bertingkat
sistem pilar atau sistem ruang dan pilar mengarah ke atas. Akan tetapi,
dengan bertambahnya kedalaman penambangan, timbul banyak
masalah seperti turunnya recovery, sehingga lama kelamaan digant i
dengan met ode penambangan kemiringan semu dengan pengisian
penuh.
Pada met ode penambangan ini, kemiringan permuka kerja yang
tadinya sekitar empat puluh derajat dijadikan dua puluh lima sampai
tigapuluh derajat, dimana batubara yang ditambang dan bahan pengisi
dialirkan turun melalui saluran besi yang digelar. Pada sistem ini, pola
kerja shiIt yang lazim adalah satu shiIt yang melakukan peledakan dan
penambangan, kemudian shiIt berikutnya melakukan pengisian. Karena
pekerjaan di bagian bawah berbahaya, maka belakangan met ode ini
diperbaiki menjadi st ep advance mining, yaitu kemiringan permuka
kerja dibuat empat puluh tiga sampai empat puluh lima derajat dan di
sepanjang permuka kerja dibuat beberapa tingkat tangga, dimana pada
setiap tingkat dilakukan pemotongan batubara dan pemasangan tiap
penyangga.
Dengan demikian gangguan oleh batubara yang diluncurkan dari
bagian atas dapat ditiadakan dan panjang permuka kerja juga menjadi
lebih dari seratus met er. etode penambangan yang disebut belakang
adalah step advance mining, sedangkan yang disebut di depan adalah
align mining. Align mining dan step advance mining.












ambar 3 penambangan pada kemiringan curam
Keuntungan dari penambangan pada kemiringan curam adalah
pengangkutan di dalam per muka kerja hampir tidak memerlukan
tenaga penggerak karena dapat berjalan sendiri, misalnya melalui
trough. Sedangkan kerugiannya adalah memerlukannya t enaga kerja
yang banyak unt uk membawa masuk bahan pengisi, sehingga volume
produksi tergantung dari volume pengisian.







c) Penambangan batubara steel prop kappe pick
1)!emotongan
Mengetahui siIat dan kondisi lapisan batubara adalah sangat penting
untuk melakukan pemot ongan, terutama pada penambangan dengan pick.
Oleh karena itu, di sini akan diuraikan sedikit mengenai hal tersebut. Pada
umumnya, di dalam lapisan batubara terdapat banyak retakan halus yang
menjalar sejajar. Ini disebut kekar batubara atau cleat. Kekar batubara
terbentuk karena tekanan atau tarikan akibat pergerakan kerak bumi, di
mana kemiringannya sekitar lima puluh sampai sembilan puluh derajat
terhadap atap, dan pada lapisan batubara yang sama arahnya hampir tetap.
Jarak kekar batubara di dalam lapisan batubara adalah satu sampai sepuluh
met er, dan ada juga kekar batubara yang terbentuk karena t ekanan
sekunder dari penambangan batubara.I ni disebut sebagai kekar tekanan
(retakan yang terjadi pada lapisan batubara karena tekanan batuan) yang
timbul sejajar permuka kerja.
ubungan antara kekar batubara dan permuka kerja ada tiga macam,
seperti gambar di bawah. Pada kekar yang sejajar permuka kerja, batubara
menjadi lunak, sehingga baik penambangan maupun penggalian maju
menjadi mudah. Pada kekar yang t egak lurus pemuka kerja, menjadi
keras
sehingga sulit digali. Sedangkan pada kekar yang membentuk sudut
tertentu terhadap permuka kerja, kemudahan penggalian berada di tengah-
tengahnya. Pada penambangan dengan pick atau plough, antara kekar
sejajar dan kekar tegak lurus terdapat perbedaan yang besar dalam hal
eIisiensi penambangan batubara.

ambar 4. Hubungan ant ara kekar dan permuka kerf a


2) apisan batubara dan kondisi yang sesuai untuk penambangan pick
Banyak gas yang timbul, apalagi bila terjadi peledakan.
Tidak dapat menggunakan mesin pemot ong karena penambangan
batubara di tempat curam.
Apabila tidak memerlukan peledakan atau pemot ongan dengan
mesin, karena batubaranya lunak.
Apabila atap langsung lapisan batubara bersiIat rapuh, sehingga
dikhawatirkan atap akan ambruk kalau digunakan peledakan atau
met ode penambangan mesin.

Cara penambangan batubara dengan pick
Yang paling penting dalam penambangan batubara dengan pick
adalah pemanIaatan t ekanan bumi dan cara memakai pick. Selain kekar
batubara yang telah ada, di dalam lapisan batubara akan terjadi kekar
tekanan akibat tekanan atap dan lantai yang menyertai penambangan
batubara.
Semakin banyak kekar tekanan yang timbul, berarti pick dapat
mengeluarkan kemampuan maksi mum. Oleh karena itu, yang penti ng
adalah mempercepat pertumbuhan kekar tekanan yang paling sesuai
untuk penambangan dengan pick, dengan mempertimbangkan kedalaman
lapisan batubara, siIat atap dan lantai, met ode pengisisan kembali, serta
menjaga kecepatan gerak maju permuka yang sesuai. Sedapat mungki n
pick digunakan menghadap ke bawah. Usahakan t erbentuk bongkahan
batubara yang besar, urutan penambangannya.







ambar 5. Urut an pemot ongan pada penambangan dengan pick










Teknik Penggalian dan Cara Penerowongan
Penggalian untuk terowongan ini hampir sama dengan penggalian untuk pondasi
bendungan yaitu bisa dengan cara penggalian secara konvensional, dengan
menggunakan bahan peledak atau menggunakan alat mekanik.

Macam - macam teknik penggalian untuk terowongan bisa dilihat pada tabel di bawah :










1. Full-Iace exacation merupakan metode penggalian dimana kemajuan
pembongkarannya adalah satu Iace/penampang, sederhana, dan cocok untuk
tunnel ukuran 3m.
2. Full-Iace exacation method with auxiliary bench
Merupakan metode penggalian yang sama dengan Iull-Iace method, namun
metode ini menggunakan tambahan yaitu bench penyokong atau pembantu yang
dibuat sedikit diluar area muka kerja.
3. Bench cut method
O Top heading mehod
Merupakan teknik pembongkaran tunnel yang dilakukan pada unsur heading
atau bagian atas.
O Multibench method
Merupakan teknik pembongkaran tunnel yang dilakukan pada bench/jenjang.
Kedua metode diatas biasanya pengerjaannya dilakukan sekaligus atau bersamaan, dimana
unsur-unsur pekerjaan pembongkaran saling bergantian, separuh penampang pada
headingnya separuh lagi pada bench.
ara ini merupakan kombinasi, dimana mula-mula heading digali kemudian diteruskan
menggali bagian bench, baru sesudah itu bersama- sama diledakkan (blasting dan
diangkat), dibuang materialnya. ara ini umumnya digunakan untuk adit yang bridging
capacity pendek dan dimensi adit besar.
Metode ini diterapkan apabila :
Ukuran penampang tunnel besar
Alat bor merupakan hand hold drill ama-nama alat bor yang termasuk pada
kelompok ini antara lain Jackhammer, Jackdrill, Drifter dan Stoper.)
4. DriIt advancing method
O Side heading excavation method





O Bottom heading excavation



O Top heading excavation method