Anda di halaman 1dari 14

;;o;; ;; ;;o;; ;; ;;o;; ;;;;;o;; ;; ;;o;; ;; ;;o;; ;;; ;;o;; ;; ;; ;; ;; ;; ;;;;;;;.; ;;;;;;;;;;;;;;;;;;o;;;;;;;;;;;;;;;;;.;;.;;.;;.;; .;;.;;.;;.;;.;;;;;o;;; ;;;o;;;;;;o;;;;;);;.;;.;;.;;.;;.;;.;;.;;.;;;;;o;;;;;;o;;;;;;o;;;;;);;.;;.;;.;; .;;.;;.;;. ;;.;;;;;o;;;;;;o;;;;;;o;;;;;);;.;;.;;.;; .;;.;;.;;.;;.;;;.;;.;;.;;.;;.;;.;;.;;.;;.;;;.;;.;;.;;.;;.;;.

.;; .;;.;;.;;;.;;.;;.;;.;;.;;.;;.;;.;;.;;;;;o;;;;;;o;;;;;;o;;;;;.;;.;;.;;.;; .;;.;;.;;.;;.;;;.;;.;;.;;.;;.; ;.;;.;;.;;.;;;;;o;;;;;;o;;;;;;o;;;;;;;o;;;;;;o;;;;;;o;;;;;;;o;;;;;;; ;;;;;;;;;;

Nama Mahasiswa: Melani NPM : 0806418311

L Sirait

LAPORAN PENDAHULUAN KANKER PAYUDARA


Definisi Kanker adalah suatu kondisi dimana sel telah kehilangan pengendalian dan mekanisme normalnya, sehingga mengalami pertumbuhan yang tidak normal, cepat dan tidak terkendali. Kanker payudara (Carcinoma mammae) adalah suatu penyakit neoplasma yang ganas yang berasal dari parenchyma. Anatomi Perkembangan dari struktur dari glandula mamaria berkaitan dengan kulit. Fungsi utamanya adalah menyekresi susu untuk nutrisi bayi. Fungsi ini langsung dan diperantarai oleh hormon-hormon yang sama dengan yang mengatur fungsi reproduksi. Oleh karena itu, glandula mamaria dianggap sebagai pelengkap sistem reproduksi. Glandula mamaria mencapai potensi penuh pada perempuan saat menarke; pada bayi; anak-anak, dan pada lakilaki, glandula ini hanya berbentuk rudimenter. Payudara terdiri dari jaringan kelenjar, fibrosa, lemak. Jaringan ikat memisahkan

payudara dari otot-otot dinding dada, otot pektoralis dan seratus anterior. Sedikit dibawah pusat payudara dewasa terdapat puting (papila mamaria), tonjolan yang berpigmen dikelilingi oleh areola. Puting mempunyai perforasi pada ujungnya dengan beberapa lubang kecil, yaitu aperture duktus laktiferosa. Tuberkel-tuberkel Montgomery adalah kelenjar sebasea pada permukaan areola. Jaringan kelenjar membentuk 15 hingga 25 lobus yang tersusun radier di sekitar putting dan dipisahkan oleh jaringan lemak yang bervariasi jumlahnya, yang mengelilingi jaringan ikat (stroma) di antara lobus-lobus. Setiap lobus berbeda, sehingga penyakit yang menyerang suatu lobus tidak menyerang lobus yang lainnya. Drainase dari lobus menuju sinus laktiferosa, yang kemudian berkumpul dan kemudian bermuara ke puting. Jaringan ikat di banyak tempat akan memadat membentuk pita fibrosa yang tegak lurus terhadap substansi lemak, mengikat lapisan dalam dari fasia subkutan payudara pada kulit. Pita ini, yaitu ligamentum Cooper, merupakan ligamentum suspensorium payudara. Etiologi Tidak ada penyebab spesifik dari kanker payudara, sebaliknya serangkaian faktor genetik, hormonal, dan kemungkinan kejadian lingkungan dapat menunjang terjadinya kanker ini. Penelitian bermunculan bahwa perubahan genetik berhubungan dengan terjadinya kanker payudara tetapi yang menyebabkan perubahan genetik belum diketahui. Perubahan genetik ini termasuk perubahan atau mutasi gen normal, dan pengaruh protein baik yang menekan atau meningkatkan perkembanagan kanker payudara. Hormon steroid yang dihasilkan oleh ovarium mempunyai peran penting dalam kanker payudara. Dua hormone ovarium utama yaitu estradiol dan progesteron mengalami perubahan dalam lingkungan sekuler, yang mempengaruhi faktor pertumbuhan bagi kanker payudara Faktor Risiko Riwayat pribadi tentang kanker payudara. Risiko mengalami kanker payudara pada payudara sebelahnya meningkat hampir 1 % setiap tahun Anak perempuan atau saudara perempuan (hubugan keluarga langsung) dari wanita dengan kanker payudara. Risikonya meningkat dua kali jika ibunya terkena kanker sebelum berusia 60 tahun; risisko meningkat 4 sampai 6 kali jika kanker payudara terjadi pada dua orang saudara langsung. Menarke dini. Risiko kanker payudara meningkat pada wanita yang mengalami menstruasi sebelum 12 tahun

Nulipara dan usia maternal lanjut saat kelahiran anak pertama. Wanita yang mempunyai anak pertama setelah usia 30 tahun mempunyai risiko dua kali lipat untuk mengalami kanker payudara dibanding dengan wanita yang mempunyai anak pertama mereka pada usia sebelum 20 tahun. Menoupause pada usia lanjut. Menoupause setelah usia 50 tahun meningkatkan risiko untuk mengalami kanker payudara. Dalam perbandingan, wanita yang telah menjalani ooforektomi bilateral sebelum usia 35 tahun mempunyai risiko sepertiganya. Riwayat penyakit payudara jinak. Wanita yang mempunyai tumor payudara disertai perubahan epitel proliperatif mempunyai risiko dua kali lipat untuk mengalami kanker payudara, wanita denagan hiperplasia tipikal mempunyai risiko empat kali lipat untuk mengalami penyakit ini. Pemajanan terhadap radiasi ionisasi setelah masa pubertas dan sebelum usia 30 tahun berisiko hampir dua kali lipat. Obesitas. Wanita gemuk yang didiagnosa penyakit ini mempunyai angka kematian lebih tinggi, yang paling sering berhubungan dengan diagnosis yang lambat. Kontraseptif oral. Wanita yang menggunakan kontraseptif oral berisiko tinggi untuk megalami kanker payudara. Terapi pergantian hormon. Wanita yang lebh tua yang menggunakan estrogen suplemen dan menggunakannya untuk jangka waktu panjang( lebih dari 10 sampai 15 tahun) dapat mengalami peningkatan risiko. Sedangkan penambahan progesteron terhadap pergantian estrogen meningkatkan insidens kanker endometrium. Masukan alkohol. Risiko ditemukan pada wanita yang mengkonsumsi alkohol walaupun hanya sekali dalam sehari meminumnya. Dan berdasarkan penelitian, wanita muda yang meminum alkohol lebih rentan terkena kanker payudara. Patofisiologi Transformasi sel-sel kanker dibentuk dari sel-sel normal dalam suatu proses yang disebut transformasi, yang terdiri dari tahap inisiasi dan promosi. Pada tahap inisiasi terjadi suatu perubahan dalam bahan genetik sel yang memancing sel menjadi ganas. Perubahan dalam bahan genetik sel ini disebabkan oleh suatu agen yang disebut karsinogen, yang bisa berupa bahan kimia, virus, radiasi (penyinaran) atau sinar matahari. Tetapi tidak semua sel memiliki kepekaan yang sama terhadap suatu karsinogen. Kelainan genetik dalam sel atau bahan lainnya yang disebut promotor, menyebabkan sel lebih rentan terhadap suatu karsinogen. Bahkan gangguan fisik menahunpun bisa membuat sel menjadi lebih peka untuk
3

mengalami suatu keganasan. Pada tahap promosi, suatu sel yang telah mengalami inisiasi akan berubah menjadi ganas. Sel yang belum melewati tahap inisiasi tidak akan terpengaruh oleh promosi. Karena itu diperlukan beberapa faktor untuk terjadinya keganasan (gabungan dari sel yang peka dan suatu karsinogen). Stadium-stadium penyakit kanker adalah suatu keadaan dari hasil penilaian saat mendiagnosis suatu penyakit kanker yang diderita oleh pasien, sudah sejauh manakah tingkat penyebaran kanker tersebut baik ke organ atau jaringan sekitar maupun penyebaran ketempat jauh. Stadium hanya dikenal pada tumor ganas atau kanker dan tidak ada pada tumor jinak. Untuk menentukan suatu stadium, harus dilakukan pemeriksaan klinis dan ditunjang dengan pemeriksaan penunjang lainnya yaitu histopatologi , rontgen , USG, dan bila memungkinkan dengan CT Scan, scintigrafi dll. Banyak sekali cara untuk menentukan stadium, namun yang paling banyak dianut saat ini adalah stadium kanker berdasarkan klasifikasi sistim TNM yang direkomendasikan oleh UICC(International Union Against Cancer dari WHO atau World Health Organization) / AJCC(American Joint Committee On cancer yang disponsori oleh American Cancer Society dan American College of Surgeons). Pada sistim TNM dinilai tiga faktor utama yaitu "T" yaitu Tumor size atau ukuran tumor , "N" yaitu Node atau kelenjar getah bening regional dan "M" yaitu metastasis atau penyebaran jauh. Ketiga faktor T,N,M dinilai baik secara klinis sebelum dilakukan operasi , juga sesudah operasi dan dilakukan pemeriksaan histopatologi. Pada kanker payudara, penilaian TNM sebagai berikut : Tahapan kanker payudara: Tahap I: Tahap IIA: Tis T1 T0 T1 T2 Tahap IIB: Tahap IIIA: T2 T3 T0 T1 T2 T3 T3 Tahap III: T4 N0 N0 N1 N1 N0 N1 N1 N2 N2 N2 N1 N2 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0

Sembarang N Mo

Sembarang T N3

Tahap IV: T0: Tis: T1: T2: T3: T4: N0: N1: N2: N3: M0: M1:

Sembarang T Sembarang N M1 Tidak ada bukti tumor primer Karsinoma in situ: karsinoma intraduktal, karsinoma lobular in situ, atau penyakit Pagets puting susu dengan atau tanpa tumor Tumor 2 cm dalam dimensi terbesarnya Tumor 2 cm tetapi tidak > 5 cm dalam dimensi terbesarnya Tumor > 5 cm dalam dimensi terbesarnya Tumor sembarang ukuran dengan arah perluasan ke dinding dada atau kulit Tidak ada metastasis nodus limfe regional Metastasis ke nodus limfe aksilaris yang dapat digerakkan Metastasis ke nodus limfe aksilaris terfiksasi pada satu sama lainnya atau pada struktur lainnya Metastasis ke nodus limfe mamaria internal ipsilateral Tidak ada metastasis yang jauh Metastasis jauh (termasuk metastasis ke nodus limfe supraklavikular.

Tumor primer (T)

Nodus Limfe Regional (N)

Metastasis Jauh (M)

Manifestasi Klinik Kanker payudara dapat terjadi di bagian mana saja dalam payudara, tetapi mayoritas terjadi pada kuadran atas terluar dimana sebagian besar jaringan payudara terdapat. Kanker payudara umumnya terjadi pada bagian kiri. Umumnya, lesi tidak terasa nyeri, terfiksasi, dan keras dengan batas yang tidak teratur. Keluhan nyeri yang menyebar pada payudara dan nyeri tekan yang terjadi saat menstruasi biasanya berhubungan dengan penyakit payudara jinak. Namun, nyeri yang jelas pada bagian yang ditunjuk dapat berhubungan dengan kanker payudara pada kasus lebih lanjut. Dengan meningkatnya penggunaan mamografi, lebih banyak wanita yang mencari bantuan medis pada penyakit tahap awal. Wanita-wanita ini biasanya datang dengan tidak ada gejala dan tidak memiliki benjolan yang dapat diraba, tetapi lesi abnormal dapat terdeteksi pada pemeriksaan mamografi. Tetapi seringkali banyak wanita mencari bantuan medis setelah mengabaikan gejala yang dirasakan. Sebagai contoh, wanita yang terkena kanker payudara mencari bantuan pada saat sudah tampak dimpling atau peau dorange pada kulit payudaranya yaitu suatu kondisi yang disebabkan oleh obstruksi sirkulasi limfatik dalam
5

lapisan dermal. Retraksi puting susu dan lesi yang terfiksasi pada dinding dada dapat juga menjadi tanda dan gejala. Metastasis ke kulit dapat dibuktikan dengan lesi yang mengalami ulserasi dan berjamur. Tanda-tanda dan gejala ini menunjukkan adanya kanker payudara lanjut.

Pengobatan kanker payudara Ada beberapa pengobatan kanker payudara yang penerapannya tergantung pada stadium klinik penyakit. Pengobatan kanker payudara antara lain: Mastektomi Ada 3 jenis mastektomi (Hirshaut & Pressman, 1992 dalam http://www.id.wikipedia.org/wiki/kanker_payudara). Modified Radical Mastectomy, yaitu operasi pengangkatan seluruh payudara, jaringan payudara di tulang dada, tulang selangka dan tulang iga, serta benjolan di sekitar ketiak. Total (Simple) Mastectomy, yaitu operasi pengangkatan seluruh payudara saja, tetapi bukan kelenjar di ketiak. Radical Mastectomy, yaitu operasi pengangkatan sebagian dari payudara. Biasanya disebut lumpectomy, yaitu pengangkatan hanya pada jaringan yang mengandung sel kanker, bukan seluruh payudara. Operasi ini selalu diikuti dengan pemberian radioterapi. Biasanya lumpectomy direkomendasikan pada pasien yang besar tumornya kurang dari 2 cm dan letaknya di pinggir payudara. Penyinaran/radiasi Penyinaran/radiasi yang dimaksud radiasi adalah proses penyinaran pada daerah yang terkena kanker dengan menggunakan sinar X dan sinar gamma yang bertujuan membunuh sel kanker yang masih tersisa di payudara setelah operasi. Efek pengobatan ini tubuh menjadi lemah, nafsu makan berkurang, warna kulit di sekitar payudara menjadi hitam, serta Hb dan leukosit cenderung menurun sebagai akibat dari radiasi. Selain itu kemoterapi juga diberikan. Kemoterapi Kemoterapi adalah proses pemberian obat-obatan anti kanker dalam bentuk pil cair atau kapsul atau melalui infus yang bertujuan membunuh sel kanker. Tidak hanya sel

kanker pada payudara, tapi juga di seluruh tubuh (Denton, 1996 dalam http://www.id.wikipedia). Efek samping fisik kemoterapi yang umum dari kemoterapi untuk kaker payudara mencakup mual, muntah, perubahan rasa kecap, alopesia (rambut rontok), mukositis, dermatitis, keletihan, penambahan berat badan, dan depresi sumsum tulang. Selain itu, wanita premenstrual yang mendapat kemoterapi dapat mengalami amenore temporer atau permanen yang mengarah pada sterilitas. Efek samping yang kurang umum adalah sistitis hemoragik dan konjungtivitis. Meskipun penyebabnya tidak diketahui, penambahan berat badan lebih dari 5 kg terjadi pada sekitar setengah dari semua pasien. Latihan kebugaran selama pengobatan kemoterapi telah dapat menunjukkan dapat menimalkan penambahan berat badan. Terapi hormonal Terapi hormonal dapat mencakup pembedahan untuk mengangkat kelenjar endokrin (yaitu; ovarium, pituitary, atau kelenjar adrenal) dengan tujuan untuk menekan sekresi hormon. Ooforektomi (pengangkatan ovarium) adalah satu pengobatan pilihan bagi wanita premenstrual dengan tumor tergantung estrogen. Selain itu ada juga pengobatan lainnya yang digunakan untuk menekan tumor yang tergantung hormone yaitu: tomoxifen, megace, dietilstilbestrol (DES), fluksimesteron (Halotestin), dan aminoglutethimind (Cytadren). Tranplantasi Sumsum Tulang Karena dosis kemoterapi dan terapi radiasi terbatas oleh tingkat toksisitasnya terhadap sumsum tulang, tranplan sumsum tulang (BMT) kini banyak dilakukan. Prosedurnya mencakup pengangkatan sumsum tulang dari pasien dan memberikan kemoterapi dosis tinggi. Sumsum tulang pasien, yang dipisahkan dari efek kemoterapi, kemudian diinfuskan kembali secara intravena. Prosedur ini biasanya dilakukan di pusat-pusat transplantasi spesialisasi, dan persiapan spesifik pasien, penyuluhan, dan dukungan harus diberikan sepanjang perjalanan pengobatan. Pencegahan Pencegahan yang paling efektif bagi kejadian penyakit tidak menular adalah promosi kesehatan dan deteksi dini. Begitu pula pada kanker payudara, pencegahan yang dilakukan antara lain berupa: Pencegahan primer
7

Pencegahan primer pada kanker payudara merupakan salah satu bentuk promosi kesehatan karena dilakukan pada orang yang "sehat" melalui upaya menghindarkan diri dari keterpaparan pada berbagai faktor risiko dan melaksanakan pola hidup sehat. Pencegahan sekunder Pencegahan sekunder dilakukan terhadap individu yang memiliki risiko untuk terkena kanker payudara. Pencegahan sekunder dilakukan dengan melakukan deteksi dini. Salah satu metode untuk mencegah kanker payudara adalah dengan melakukan pemeriksaan payudara yaitu pemeriksaan payudara mandiri (SARARI). Penganjuran pemeriksaan payudara sendiri memberikan argumentasi bahwa sebahagian besar lesi dapat terdeteksi secara mandiri, sehingga membuat sesari penting untuk mendeteksi kanker secara dini. Pemeriksaan Diagnostik Mamografi bertujuan untuk memperlihatkan struktur internal payudara, dapat untuk mendeteksi kanker yang tidak teraba atau tumor yang terjadi pada tahap awal Galaktografi bertujuan untuk mamogram dengan kontras dilakukan dengan

menginjeksikan zat kontras ke aliran duktus Ultrasound bertujuan untuk membantu dan membedakan antara massa padat dan kista dan pada wanita yang jaringan payudaranya keras Xeroradiografi bertujuan untuk menyatakan peningkatan sirkulasi sekitar sisi tumor. Termografi bertujuan untuk mengidentifikasi pertumbuhan cepat tumor sebagai titik panas karena peningkatan suplai darah dan penyesuaian suhu kulit yang tinggi Diafanografi bertujuan untuk mengidentifikasi tumor atau massa dengan

membedakan bahwa jaringan mentransmisikan dan menyebarkan sinar. Prosedur masih diteliti dan dipertimbangkan kurang akurat dari mamografi. CT scan dan MRI adalah teknik skan yang dapat mendeteksi penyakit payudara, khususnya massa yang besar, atau tumor kecil, payudara mengeras yang sulit diperiksa dengan mamografi. Teknik ini tidak bisa untuk pemeriksaan rutin dan tidak unuk mamografi. Biopsi payudara (jarum atau eksisi) yaitu memberikan diagnosa definitif terhadap massa

dan berguna untuk klasifikasi histologi pentahapan, dan seleksi terapi yang tepat. Selain itu juga pemeriksaan foto dada, pemeriksaan fungsi hati, hitung sel darah, dan skan tulang untuk mengkaji adanya metastase Proses Keperawatan Pengkajian Aktivitas/Istirahat Gejala: Kerja, aktivitas yang melibatkan banyak gerakan tangan/pengulangan Pola tidur (contoh, tidur tengkurap) Sirkulasi Tanda: Kongestif unilateral pada lengan yang terkena (sistem limfe) Makanan/Cairan Gejala: Kehilangan napsu makan, adanya penurunan berat badan Integritas Ego Gejala: Stresor konstan dalam pekerjaan/pola di rumah Stres/takut tentang diagnosa, prognosis, harapan yang akan datang Nyeri/Kenyamanan Gejala: Nyeri pada penyakit yang luas/metastatik (nyeri lokal jarang terjadi pada keganasan dini). Beberapa pengalaman ketidaknyamanan pada jaringan payudara Payudara berat, nyeri sebelum menstruasi biasanya mengindikasikan penyakit fibrokistik. Keamanan Tanda: Massa nodul aksila Edema, eritema pada kulit sekitar Seksualitas Gejala: Adanya benjolan payudara: perubahan pada ukuran dan kesimetrisan payudara Perubahan pada warna kulit payudara atau suhu, rabas puting yang tidak biasanya, gatal, rasa terbakar, atau puting meregang. Riwayat menarke dini (lebih muda dari 12 tahun); menoupause lambat (setelah 50 tahun), kehamilan pertama lambat (setelah usia 35 tahun). Masalah tentang seksualitas/keintiman Tanda: Perubahan pada kontur/massa payudara, asimetris
9

Kulit cekung, berkerut: perubahan pada warna/tekstur kulit, pembengkakan, kemerahan atau panas pada payudara. Puting retraksi; rabas dari puting Penyuluhan/Pembelajaran Gejala: Riwayat kanker dalam keluarga (ibu, saudara wanita, bibi dari ibu atau nenek) Kanker unilateral sebelumnya, kanker endometrial atau ovarium

Diagnosa Keperawatan Ansietas b.d ancaman kematian, ancaman konsep diri dan perubahan status kesehatan Kerusakan integritas kulit bd pengangkatan bedah kulit/jaringan, perubahan sirkulasi, adanya edema, drainase, perubahan pada elastisitas kulit, sensasi, destruksi jaringan (radiasi) Nyeri b.d prosedur pembedahan, trauma jaringan Gangguan harga diri b.d biofisikal, psikososial Kerusakan mobilitas fisik b.d gangguan neuromuskular, nyeri/ketidaknyamanan, pembentukan edema Kurang pengetahuan tentang kondisi, prognosis, dan keutuhan pengobatan b.d kurang terpajan/mengingat, salah interpretasi informasi Rencana asuhan keperawatan Ansietas b.d ancaman kematian, ancaman konsep diri dan perubahan status kesehatan Tindakan/Intervensi Mandiri Yakinkan informasi pasien tentang intevensi Memberikan dasar pengetahuan perawat untuk informasi menguatkan dan pasien kebutuhan untuk dengan membantu diagnosis, harapan Rasional

pembedahan, dan terapi yang akan datang. Perhatikan adanya penolakan atau ansietas ekstrem. Jelaskan tujuan dan persiapan untuk tes diagnostik

mengidentifikasi perhatian khusus

ansietas tinggi, dan kebutuhan akan Pemahaman jelas akan prosedur dan apa yang terjadi meningkatkan perasaan kontrol dan mengurangi ansietas Waktu dan privasi diperlukan untuk

memberikan Berikan lingkungan dan perhatian, keterbukaan dan penerimaan juga privasi untuk pasien/orang terdekat. Anjurkan bahwa orang terdekat ada kapanpun diinginkan dan masalah

dukungan, lain. dan

diskusi

perasaan tentang antisipasi kehilangan Komunikasi terbuka, sebagainya, untuk memperjelas teraupetik, mendengarkan Memberi pertanyaan

memudahkan proses ini kesempatan dan mengidentifikasi

Dorong pertanyaan dan berikan waktu untuk Beritahu mengekspresikan pasien bahwa takut. stres

kesalahan konsep dan menawarkan dukungan emosi

sehubungan dengan kanker payudara dapat menetap selama beberapa bulan dan perlu mencari bantuan/dukungan Kaji tersedianya dukungan pada pasien. Berikan informasi tentang sumber komunitas bila ada. Dorong/ berikan kunjungan seorang wanita yang telah sembuh dari mastektomi. Menjadi sumber yang membantu bila pasien siap. Kelompok sebaya yang mengalami memberikan pengalaman keyakinan serupa terhadap bertindak sebagai model peran dan pernyataan, harapan untuk sembuh/ masa depan normal. Rehabilitasi adalah komponen terapi penting untuk memenuhi kebutuhan Diskusikan/jelaskan peran rehabilitasi fisik, sosial, emosional dan vokasional sehingga pasien dapat mencapai tingkat fisik dan fungsi emosi sebaik mungkin. Kerusakan integritas kulit bd pengangkatan bedah kulit/jaringan, perubahan sirkulasi, adanya edema, drainase, perubahan pada elastisitas kulit, sensasi, destruksi jaringan (radiasi) Tindakan/Intervensi Mandiri Kaji balutan/luka untuk karakteristik drainase. Awasi jumlah edema, kemerahan, dan nyeri pada insisi dan Penggunaan balutan tergantung luas pembedahan dan tipe penutupan luka. (Balutan penekanan biasanya dipakai
11

setelah pembedahan

Rasional

lengan. Awasi suhu

pada trauma

awal

dan

diperkuat, terjadi dan

tidak karena

diganti).

Drainase prosedur

manipulasi

banyak pembuluh darah dan limfatik pada area tersebut. Pengenalan dini terjadinya infeksi dapat memampukan pengobatan dengan cepat. Tempatkan pada posisi semi fowler pada punggung atau sisi yang tak sakit dengan lengan tinggi dan disokong dengan bantal Jangan melakukan pengukuran TD, Meningkatkan sakit Akumulasi cairan drainase (contoh, limfe, darah) meningkatkan penyembuhan dan menurunkan kerentanan terhadap infeksi. untuk Alat penghisap selama sering tekanan dimasukkan pembedahan potensial konstriksi, menginjeksi obat, atau memasukkan IV pada lengan yang sakit Kosongkan drain luka, secara periodik catat jumlah dan karakteristik drainase infeksi, dan limfedema pada sisi yang Membantu gravitasi drainase cairan melalui

mempertahankan

negatif pada luka. Selang biasanya diangkat sekitar hari ketiga atau bila drainase berhenti. Dorong untuk menggunakan pakaian yang tidak sempit/ketat. Beritahu pasien untuk tidak menggunkan jam tangan atau perhiasan lain pada tangan yang sakit Kolaborasi Berikan antibiotik sesuai indikasi Diberikan secara profilaksis atau untuk mengobati Nyeri b.d prosedur pembedahan, trauma jaringan Tindakan/intervensi Rasional infeksi khusus dan meningkatkan penyembuhan Menurunkan tekanan pada jaringan yang terkena, yang dapat memperbaiki sirkulasi/penyembuhan

Mandiri Kaji keluhan nyeri, perhatikan lokasi, lamanya, dan intensitas (skala 0-10). Perhatikan petunjuk verbal dan nonverbal Membantu dalam mengidentifikasi derajat ketidaknyaman dan kebutuhan untuk/keefektifan analgesik. Jumlah jaringan, otot, dan sistem limfatik diangkat dapat mempengaruhi jumlah nyeri yang dialami. Kerusakan saraf pada region aksilaris menyebabkan kebas pada lengan atas dan segio skapula, yang dapat lebih ditoleransi daripada nyeri pembedahan. Diskusikan sensasi masih adanya Memberikan keyakinan bahwa sensasi bukan imajinasi. Peninggian lengan, ukuran baju, dan adanya Berikan tindakan kenyamanan posisi dan dasar pada drain mempengaruhi kemampuan pasien untuk rileks dan tidur/istirahat secara efektif Meningkatkan relaksasi, membantu untuk memfokuskan perhatian, dan dapat meningkatkan kemampuan koping. (contoh, pijatan perubahan punggung)

payudara normal Bantu pasien menemukan posisi nyaman

punggung atau sisi yang tidak sakit, aktivitas relaksasi, sentuhan latihan teraupetik. Dorong ambulasi dini dan penggunaan bimbingan teraupetik Tekan/sokong dada saat teknik imajinasi,

Memudahkan partisipasi pada aktivitas tanpa timbul ketidaknyamanan Mempertahankan tingkat kenyamanan dan memungkinkan pasien untuk

batuk/napas dalam

Berikan obat nyeri yang tepat pada jadwal teratur sebelum nyeri berat dan sebelum aktivitas dijadwalkan Kolaborasi

latihan lengan dan untuk ambulasi tanpa nyeri yang menyertai upaya tersebut. Memberikan penghilangan
13

ketidaknyaman/nyeri Berikan indikasi terapi pascaoperasi narkotik/analgesik sesuai

dan

memfasilitasi tidur, partisipasi pada

DAFTAR PUSTAKA

Doenges, etc. (1994). Rencana asuhan keperawatan: Pedoman untuk perencanaan dan pendokumentasian perawatan pasien. (ed. 3). Jakarta: EGC http://www.id.wikipedia.org/wiki/kanker_payudara Price, A.S. & Wilson. L.M. (2002). Konsep klinis proses-proses penyakit. (ed 6). Jakarta: EGC Smeltzer, S. C & Bare, B. G. (2002). Brunner & Suddarths textbook of medical-surgical nursing. (ed 8). (Agung waluyu, et al, Penerjemah). Philadelphia: Lippincott. (Buku asli diterbitkan 1996)